Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akhir-akhir ini terjadi peningkatan permintaan terhadap kepastian keamanan pangan
dan kualitas yang terbaik oleh konsumen dan pemerintah. Produksi makanan yang tidak
aman dapat mengakibatkan keracunan makanan, penarikan produk, proses
hukum/pengadilan yang panjang dan mahal dan tanpa disadari dapat merusak reputasi
publik. Persyaratan pelanggan sebagai bagian dari bisnis global menuntut bahwa dalam
rantai makanan harus dipastikan bahwa makanan diproses dengan memenuhi standar
keamanan pangan mulai dari kebun sampai ke meja (rom arm to table!. "ood
#anuacturing Practices ("#P! adalah sistem yang memuat persyaratan minimum yang
harus dipenuhi oleh industri makanan dan kemasan, terkait dengan keamanan pangan,
kualitas dan persyaratan hukum.
"ood #anuacturing Practices yang dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan
menjadi $ara Produksi yang Baik ($PB! di terapkan oleh industri yang produknya di
konsumsi dan atau digunakan oleh konsumen dengan tingkat resiko yang sedang sampai
tinggi seperti % produk obat-obatan, produk makanan, produk kosmetik, produk
perlengkapan rumah tangga, dan semua industri yang terkait dengan produksi produk
tersebut. "#P secara luas berokus dan berakibat pada banyak aspek, baik aspek proses
produksi maupun proses operasi dari personelnya sendiri. &ang diutamakan dari "#P
adalah agar tidak terjadi kontaminasi terhadap produk selama proses produksi hingga
inormasi produk ke konsumen sehingga produk aman dikonsumsi atau digunakan oleh
konsumen. 'ermasuk dalam pengendalian"#P adalah aktor isik (bangunan, mesin,
peralatan, transportasi, konstruksi pabrik, dll!, aktor higienitas dari personel yang bekerja
dan aktor kontrol operasi termasuk pelatihan dan e(aluasi "#P. dalam penulisan
makalah ini dibahas khusus pada aktor isik yaitu bangunan, tata letak dan ruangan.
B. 'ujuan Penulisan
). #engetahui pengertian "#P dalam industri makanan
*. #engetahui aspek "#P yang ada dalam industri makanan
+. #engetahui deskripsi dari "#P ,uangan dalam industri makanan
-. #engetahui cara pengendalian "#P ,uangan dalam industri makanan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian "#P
"ood #anuagturing Practice ("#P! atau $ara Produksi Pangan
&ang Baik ($PPB! merupakan salah satu aktor yang penting untuk memenuhi
standar mutu atau persyaratan yang ditetapkan untuk pangan. $PPB sangat
berguna bagi kelangsungan hidup industri pangan baik yang berskala kecil
sedang maupun yang berskala besar. #elalui $PPB ini industri pangan
dapat menghasilkan pangan yang bermutu, layak dikonsumsi, dan aman
bagi kesehatan. .engan menghasilkan pangan yang bermutu dan aman
untuk dikonsumsi, kepercayaan masyarakat niscaya akan meningkat, dan
industri pangan yang bersangkutan akan berkembang pesat. .engan
berkembangnya industri pangan yang menghasilkan pangan yang bermutu dan
aman untuk dikonsumsi, maka masyarakat pada umumnya akan terlindung
dari penyimpangan mutu pangan dan bahaya yang mengancam kesehatan.
B. #anaat "#P
#enjamin keamanan produk yang dihasilkan industri
#eningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan
#eningkatkan produkti(itas dan eisiensi organisasi
#eningkatkan kualitas sumber daya manusia
#enjamin sistem perbaikan yang berkesinambungan
$. /tandar "#P
Prinsip dasar "#P adalah mutu dan keamanan produk tidak dapat dihasilkan hanya
dengan pengujian ( 0nspection/ testing!, namun harus menjadi satu kesatuan dari
proses produksi. 1leh karena itu cakupan secara umum dari penerapan standar "#P
adalah%
a. .esain dan asilitas
b. Produksi (Pengendalian 1perasional!
c. 2aminan mutu
d. Penyimpanan
e. Pengendalian hama
. 3ygiene personil
g. Pemeliharan, Pembersihan dan perawatan
h. Pengaturan Penanganan limbah
i. Pelatihan
j. $onsumer 0normation (education!
.. ,uang Lingkup "#P
Berikut ini adalah berbagai hal yang dibahas dalam $ara Produksi Pangan ("#P!
yang Baik.
a. Lingkungan /arana Pengolahan
b. Bangunan dan 4asilitas Pabrik
c. Peralatan Pengolahan
d. 4asilitas dan 5egiatan /anitasi
e. /istem Pengendalian 3ama
. 3igiene 5aryawan
g. Pengendalian Proses
h. #anajemen dan Pengawasan
i. Pencatatan dan .okumentasi
6. "#P ruangan
Bangunan dan asilitas pengolahan pangan harus dapat menjamin bahwa
pangan selama dalam proses produksi tidak tercemar oleh bahaya isik,
biologis, dan kimia, serta mudah dibersihkan dan disanitasi.Bangunan secara
umum harus memenuhi hal-hal berikut ini %
a. Bangunan dan ruangan sesuai persyaratan teknik dan higiene % jenis
produk pangan dan urutan proses.
b. #udah dibersihkan, mudah dilakukan kegiatan sanitasi, mudah
dipelihara dan tidak terjadi kontaminasi silang.
c. Bangunan terdiri dari ruang pokok (proses produksi!, ruang
pelengkap (administrasi, toilet, tempat cuci dll!.
d. ,uang pokok dan ruang pelengkap harus terpisah untuk mencegah
pencemaran terhadap produk pangan.
e. ,uangan proses produksi % cukup luas, tata letak ruangan sesuai urutan
proses, ada sekat antara ruang bahan dan proses/pengemasan.
). .isain dan 5onstruksi Pabrik
,uang proses pengolahan meliputi %
a. ,uang bahan baku dan bahan pembantu,
b. ,uang bahan berbahaya (insektisida, pencuci, desinektan!,
c. ,uang penyiapan bahan (ruang penimbangan, pencucian,
pengupasan!,
d. ,uang proses (pemasakan, penggorengan, pemanggangan,
ermentasi, pencetakan, dll!,
e. ,uang pengemasan
. ,uang penyimpanan produk.
*. 5ontruksi Lantai
a. Lantai tahan lama, mudah pembuangan air, tidak tergenang, mudah
dibersihkan dan didesineksi.
b. Lantai ruang proses% rapat atau kedap air, tahan terhadap air, garam,
asam, basa, atau bahan kimia lain.
c. Lantai rata, halus, tidak licin, mudah dibersihkan.
d. ,uang pengolahan plus pencucian/pembilasan, lantai miring kearah
pembuangan air, lubang pembuangan ditutup.
e. Pertemuan dinding lantai melengkung agar mudah pembersihan.
+. 5ontruksi .inding atau ,uang pemisah
a. .inding tahan lama, mudah dibersihkan dan didesineksi serta
melindungi produk pangan dari kontaminasi.
b. Bahan dinding tidak menyerap air (pondasi semen! dan tidak beracun.
c. Permukaan halus, rata, berwarna terang,t ahan lama, tidak mudah
mengelupas, mudah dibersihkan. Bahan dinding contoh % porselin,
keramik warna terang/muda.
d. 2arak minimal * m dari lantai, dinding kedap air.
e. Pertemuan dinding dengan dinding atau lantai mudah
dibersihkan.
-. 5ontruksi Atap dan Langit-langit
a. 5onstruksi dapat melindungi ruangan dan tidak mengakibatkan
pencemaran.
b. 'ahan lama, tahan terhadap air 7 tidak bocor, bahan tidak
larut air dan tidak mudah pecah.
c. 'idak menimbulkan debu, mudah dibersihkan.
d. 'idak terdapat lubang, retak untuk mencegah tikus, serangga.
e. 'inggi langit-langit dari lantai min. + m untuk aliran udara yang cukup
dan mengurangi panas akibat proses produksi.
. Permukaan rata dan berwarna terang.
g. 5husus untuk langit-langit di ruang pengolahan yang
h. menggunakan atau menimbulkan uap air, terbuat dari bahan yang
tidak menyerap air (langit dilapisi cat tahan panas bukan kapur!.
8. 5ontruksi Pintu
a. Pintu dari bahan yang tahan lama (kayu, aluminium dll!, kuat dan tidak
mudah pecah
b. Permukaan pintu rata, halus, berwarna terang, mudah
dibersihkan.
c. Pintu diruangan yang basah dilapisi bahan yang tidak
menyerap air.
d. Pintu dapat ditutup dan dibuka dengan baik.
e. Pintu ruang proses membuka keluar, sebaiknya dilengkapi tirai
(plastik lembaran!.
. Pintu ukuran besar untuk kendaraan dilengkapi pintu kecil
untuk lalu lintas orang sehingga pembuakaan pintu besar
hanya jika diperlukan.
9. 5ontruksi 2endela
a. Bahan tahan lama, tidak mudah pecah atau rusak.
b. Permukaan rata, halus, berwarna terang, mudah dibersihkan.
c. 2endela tidak terlalu rendah minimal ) m dari lantai dan tidak terlalu
tinggi untuk memudahkan pembersihan.
d. 2endela dibatasi ukuran dan jumlahnya untuk menghindari
pencemaran dari luar.
e. 2endela dilengkapi kasa pencegah serangga yang mudah
dibersihkan.
:. 5ontruksi Penerangan dan ;entilasi
a. 'empat kerja dan ruang kerja cukup terang.
b. ,uangan gelap atau remang - remang mengundang masuk dan
bersarangnya hama.
c. /umber penerangan harus dilindungi agar tidak menjadi
sumber pencemaran (misal lampu diberi iber glass/kaca tahan
pecah!.
d. Peredaran udara baik dan dapat menghilangkan uap, gas, bau,
debu, panas.
e. ;entilasi dapat mengontrol suhu dan udara tidak menjadi
terlalu panas dan bau.
. <dara tidak mengalir dari ruang kotor ke ruang bersih.
g. Lubang (entilasi dilengkapi kasa pencegah hama dan mudah
dibersihkan.
=. 5ontruksi "udang
a. 2umlah cukup % gudang bahan pangan dan non-pangan (bahan
pembersih, bahan pelumas dll! terpisah.
b. "udang mudah dipelihara dan dibersihkan.
c. #encegah masuknya hama (binatang pengerat, burung, serangga,
mikroba!.
d. Perlindungan eekti terhadap produk pangan.
e. #encegah kerusakan bahan pangan dengan mengatur suhu,
kelembaban, sinar dll sesuai jenis bahan
PRINSIP
Banguna dan asilitas untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain, konstruksi
dan letak yang memadai, serta disesuaikn kondisinya dan dirawat denagn baik untuk
memudahkan pelaksanaan operasi yang benar. 'ata letak dan desain ruangan harus dibuat
sedemikian rupa untuk memperkecil resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran-silang dan
kesalahan lain, dan memudahkan pembersihan , sanitasi dan perawatan yang eekti untuk
menghindari pencemaran silang, penumpukan debu atau kotoran, dan dampak lain yang dapat
menurunkan mutu 1bat.
UMUM
Letak bangunan hendaklah sedemikian rupa untuk menghindari pencemaran dari
lingkungan sekelilingnya, seperti pencemaran dari udara, tanah dan air serta dari kegiatan
industri lainya yang berdekatan. Apabila letak bangunan tidak sesuai hendaklah diambil
tindakan pencegahan yang eekti terhadap pencemaran tersebut.
Bangunan dan 4asilitas hendaklah dikonstruksi, dilengkapi dan dirawat dengan tepat agar
memperoleh perlindungan maksimal dari pengaruh cuaca, banjir, rembesan dari tanah
serta masuk dan bersarangnya serangga, burung, binatang pengerat, kutu atau hewan lain.
3endaklah tersedia prosedur untuk pengendalian binatang pengerat dan hama.
Bangunan dan asilitas hendaklah dirawat dengan cermat. Bangunan serta asilitas
hendaklah dibersihkan dan, dimana perlu, di disineksi sesuai prosedur tertulis yang rinci.
$atatan pembersihan dan desineksi hendaklah disimpan.
/eluruh bangunan dan asilitas termasuk area produksi, laboratorium, area penyimpanan,
koridor dan lingkungan sekeliling bangunan hendaklah dirawat dalam kondisi bersih dan
rapi. kondisi bangunan hendaklah ditinjau secara teratur dan diperbaiki di mana perlu.
Perbaikan dan perawatan bangunan dan asilitas hendaklah dilakukan hati-hati agar
kegiatan tersebut tidak mengurangi mutu obat pasokan.
'enaga listrik, lampu penerangan, suhu, kelembaban dan (entilasi hendaklah tepat agar
tidak mengakibatkan dampak yang merugikan baik secara langsung maupun tidak
langsung terhadap produk selama proses pembuatan dan penyimpanan, atau terhadap
ketepatan dan ketelitian ungsi dari peralatan.
.esain dan tata letak ruang hendaklah memastikan %
5ompatibilitas dengan kegiatan produksi lainya yang mungkin dilakukan didalam
sarana yang sama atau sarana yang berdampingan dan
Pencegahaan area produksi dimanaatkan sebagai jalur lalulintas umum bagi personil
dan bahan atau produk, sebagai tempat penyimpanan bahan atau produk selain yang
sedang diproses.
'indakan pencegahan hendaklah diambil untuk mencegah masuknya personil yang
tidak berkepentingan. Area produksi, area penyimpanan dan area pengawasan mutu
tidak boleh digunakan sebagai jalur yang tidak bekerja di area tersebut.
+.= 5egiatan dibawah ini hendak dilakukan di area yang ditentukan %
Penerimaan bahan
5arantina barang masuk
Penyimpanan bahan awal dan bahan pengemas
Penimbang dan penyerahan barang atau produk
Pengolahan
Pencucian peralatan
Penyimpanan peralatan
Penyimpanan produk ruahan
Pengemasan
5arantina produk jdi sebelum memperoleh kelulusan akhir
Pengiriman produk dan
Laboratourium
AREA PENIMBANGAN
Penimbangan bahan awal dan perkiraan hasil nyata hendaklah dilakukan diarea
penimbangan terpisah yang didesain khusus untuk kegiatan tersebut. Area ini dapat menjadi
bagian dari area penyimpanan atau area produksi.
AREA PRODUKSI
<ntuk memperkecil resiko bahaya medis yang serius akibat terjadinya pencemaran silang
, suatu sarana khusus dan self-container hendaklah disediakan untuk produksi obat
tertentu seperti produk yang dapat menimbulkan sensiti tinggi, produk lainya seperti anti
biotik tertentu (missal penisilin!. Produk hormone seks, produk sitotoksik, produk tertentu
dengan bahna akti berpotensi tinggi, produk biologi (misal% yang berasal dari
mikroorganisme hidup ! dan produk non-obat hendaklah diprodukdsi di bangunan
terpisah.
Pembuatan produk yang diklasiikasikan sebagai racun seperti pestisida dan herbisida
tidak boleh dilakukan disarana produksi obat
'ata-letak ruangan produksi sebaiknya dirancang sedemikian rupa untuk %
#emungkinkan kegiatan produksi dilakukan di area yang saling berhubungan antara
satu ruangan dengan ruangan lain mengikuti urutan tahap produksi dan menurut kelas
kebersihan yang di persyaratkan.
#encegah kesesakan dan ketidakteraturan dan
#emungkinkan terlaksananya komunikasi dan pengawasan yang eekti.
Luas area kerja dan area penyimpanan bahan atau produk yang sedang dalam proses
hendaklah memadai untuk memungkinkan penempatan peralatan dan bahan secara teratur
dan sesuai dengan alur proses, sehingga dapat memperkecil resiko terjadi kekeliruan
antara produk obat atau komponen obat yang berbeda, mencegah pencemaran silang dan
memperkecil resiko terlewatnya atau salah melaksanakan tahapan proses produksi atau
pengawasan.
Permukaan dinding, lantai dan langit-langit bagian dalam ruangan dimana terdapat bahan
baku dan bahan pengemas primer, produk antara atau ruahan yamg terpapar ke
lingkungan hendaklah halus, bebas retak dan sambungan terbuka. tidak melepaskan
praktikulat, serta memungkinkan pelaksanaan pembersihan (bila perlu disineksi! yang
mudah dan eekti.
5onstruksi lantai di area pengolahan hendaklah dibuat dari bahan kedap air
permukaannya rata dan memungkinkan pelaksanaan pembersihan yang cepat dan eisien
apabila terjadi tumpahan bahan. sudut antara dinding dan lantai di area pengolahan
hendaklah berbentuk lengkungan.
Pipa, iting lampu, titik entilasi dan instalasi sarana penunjang lain hendaklah dirancang
sedemikian rupa untuk menghindari terbentuknya ceruk yang sulit dibersihkan. <ntuk
kepentingan perawatan sedapat mungkin instalasi sarana penujang seperti ini hendaklah
dapat di jangkau dari luar area pengolahan.
Pipa yang terpasang didalam ruangan tidak boleh menempel diding tetapi digantung
dengan menggunakan siku-siku pada jarak cukup untuk memudahkan pembersihan
menyeluruh.
Pemasangan rangka atap, pipa dan saluran udara di dalam hendaklah dihindari. Apabila
tidak terhindarkan, maka prosedur dan jadwal pembersihan instalasi tersebut hendaklah
dibuat dan di ikuti.
Lubang udara masuk dan keluar serta pipa-pipa dan salurannya hendaklah dipasang
sedemikian rupa untuk mencegah pencemaran terhadap produk.
/aluran pembuangan air hendaklah cukup besar, dirancang dan dilengkapi dengan bak
control serta (entilasi yang baik maupun mencegah aliran balik sedapat mungkin saluran
terbuka dicegah tetapi bila perlu hendaklah cukup dangkal untuk memudahkan
pembersihan dan disineksi.
Area produksi hendaklah di(entilasi secara eekti dengan mengunakan sistem
pengendalian udara termasuk ilter udara dengan tingkat eisiensi yang dapat mencegah
pencemaran dan pencemaran silang, pengendalian kelembaban udara sesuai kebutuhan
produk yang diproses dan kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan dan dampaknya
terhadap lingkungan luar pabrik. Area produksi hendaklah dipantau secara teratur baik
selama ada maupun tidak ada kegiatan produksi untuk memastikan pemenuhan terhadap
spesiikasi yang dirancang sebelumnya.
Area dimana dilakukan kegiatan yang menimbulkan debu misalnya pada saat
pengambilan sempel, penimbangan bahan /produk, pencampuran dan pengolahan bahan
atau produk pengemasan produk serbuk, memerlukan sarana penunjang khusus untuk
mencegah pencemaran silang dan memudahkan pembersihan.
'ata letak ruang area pengemasan dirancang khusus untuk mencegah campur baur atau
pencemaran silang.
Area produksi hendaklah mendapat penerangan yang memadai, terutama penerangan di
mana pengawasan (isual dilakukan pada saat proses berjalan.
Pengawasan selama proses dapat dilakukan di dalam area produksi sepanjang kegiatan
tersebut tidak menimbulkan resiko terhadap produksi obat.
Pintu area produksi yang berhubungan langsung ke lingkungan luar, separti pintu bahaya
kebakaran, hendaklah ditutup rapat. pintu tersebut hendaklah diamankan sedemikian rupa
sehingga hanya dapat digunakan dalam keadaan darurat sebagai pintu keluar. Pintu
dalam area produksi yang berungsi sebagai barier terhadap pencemaran silang hendaklah
selalu ditutup apabila sedang tidak digunakan.
AREA PENYIMPANAN
Area penyimpanan hendaklah memiliki kapasitas yang memadai untuk menyimpan
dengan rapi dan teratur berbagai macam bahan dan produk seperti bahan awal dan bahan
pengemasan, produk antara, produk ruahan dan produk jadi, produk dalam status
karantina, produk yang telah diluluskan, produk yang di tolak, produk yang dikembalikan
atau produk yang ditarik dari peredaran.
Area penyimpanan hendaklah di desain atau disesuaikan untuk menjamin kondisi
penyimpanan yang baik > terutama area tersebut hendaklah bersih, kering dan dapat
penerangan yang cukup serta dipelihara dalam batas suhu yang ditetapkan
Apabla kondisi penyimpanan khusus (misal /uhu, 5elembaban ! dibutuhkan, kondisi
tersebut hendaklah disiapkan, dipantau dan di catata di mana diperlukan.
Area penyimpanan dan pengiriman barang hendaklah dapat memberikan perlindungan
terhadap bahan dan produk terhadap cuaca. Area penerimaan hendaklah didesain dan
dilengkapi dengan pearalatan yang sesuai untuk kebutuhan pembersihan wadah barang
bila perlu.
Apabila status karantina dipastikan dengan cara penyimpanan area terpisah, maka area
tersebut harus diberi penandaan yang jelas dan akses ke area tersebut terbatas bagi
personil yang berwenang . /istem lain untuk mengantikan sistem karantina barang secara
isik hendaklah memberikan pengamanan yang setara
3endaklah disediakan area terpisah dengan lingkungan yang terkendali untuk
pengambilan sampel bahan awal. Apabila kegiatan tersebut dialakukan sedemikian rupa
untuk mencegah pencemaran atau pencemran silang, maka prosedur pembersihan yang
memadai bagi ruang pengambilan sampel hendaklah tersedia.
Area terpisah dan terkunci hendaklah disediakan untuk menyimpan bahan atau produk
yang di tolak, atau yang ditarikkembali atau yang di kembalikan
Bahan akti berpotensi tinggi dan bahan radioakti, narkotika, obat berbahaya lain dan ?at
atau bahan yang mengandung resiko tinggi terhadap penyalahgunaan, kebakaran atau
ledakan hendaklah disimpan di area yang terjamin keamananannya. 3endaklah disimpan
di tempat terkunci
Bahan pengemasan cetakan merupakan bahan yang kritis karena menyatakan kebenaran
produk menurut penandaanya. Perhatian khusus hendaklah di berikan dalam
keamanannya. Bahan label hendaklah disimpan ditempat terkunci.
AREA PENGAWASAN MUTU
Laboratorium Pengawasan #utu hendaklah terpisah dari area produksi, area pengujian
biologis, mikrobiologi dan radio isotope hendaklah dipisahkan satu dengan yang lain.
Laboratorium pengawasan mutu hendaklah didesain sesuai dengan kegiatan yang
dilakukan. Luas ruangan hendaklah memadai untuk mencegah campur baur dan
pencemaran silang . 3endaklah disediakan tempat penyimpanan yang luas memadai
untuk sempel, baku pembanding (bila perlu dengan kondisi suhu terkendali! pelarut
pereaksi dan catatan.
/uatau ruangan yang terpisah mungkin di perlukan untuk perlindungan istrumen terhadap
gangguan listrik, getaran, kelembaban yang berlebihan dan gangguan lain, atau bila perlu
untuk mengisolasi instrumen.
.esain laboratorium hendaklah memperhatikan kesesuaian bahan bangunan yang di
pakai, (entilasi dan pencegahan terhadap asap. Pasokan udara ke laboratorium hendaklah
di pisah dari pasokan ke area produksi. 3endaklah dipasang unit pengendali udara yang
terpisah untuk masing masing laboratorium biologi, mikrobiologi dan isotop.
SARANA PENDUKUNG
,uangan istirahat dan kantin hendaklah dipisah dari area produksi dan laboratorium
Pengawasan #utu.
/arana untuk mengganti pakaian kerja, membersihkan diri dan toilet hendaklah
disediakan dalam jumlah yang cukup dan mudah diakses . 'oilet tidak boleh berhubungan
langsung dengan area produksi atau area penyimpanan. ,uangan ganti pakaian
hendaklah berhubungan langsung dengan area produksi namun letaknya terpisah.
/edapat mungkin letak bengkel perbaikan dan perawatan peralatan terpisah dari area
produksi . Apabila suku cadang, aksesoris mesin dan perkakas bengkel disimpan di area
produksi, hendaklah disediakan ruangan atau lemari khusus untuk penyimpanan tersebut.
/arana pemeliharaan hewan hendaklah diisolasi dengan baik terhadap area lainya dan
dilengkapi dengan akses hewan serta unit pengendali udara yang terpisah
4. $ara /terilisasi ruangan
/teril yang akan didapatkan melalui sterilisasi, sedangkan cara sterilisasi yang umum
dilakukan adalah sebagai berikut %
a. /terilisasi secara isik, misal dengan pemanasan, penggunaan sinar
bergelombang pendek seperti sinar-@, sinar A, sinar <;, dan sebagainya.
b. /terilisasi secara kimia, misal dengan penggunaan desinektan, larutan
alkohol, larutan ormalin, larutan A#$ (campuran asam klorida dengan garam
3g! dan sebagainya.
c. /terilisasi secara mekanik, misalnya dengan penggunaan saringan atau ilter.
/terilisasi secara isik, yaitu selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan
berubah atau terurai akibat temperatur tinggi dan atau tekanan tinggi, selama itu
sterilisasi secara isik dapat dilakukan. $ara sterilisasi dengan uap air panas dan
tekanan tinggi merupakan yang paling banyak digunakan, misalnya dengan
menggunakan alat yang sudah dikenal, yaitu otokla yang merupakan alat berupa
tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. #edium yang akan disterilkan
ditempatkan di dalam otokla ini selama )8 sampai *B menit, hal ini tergantung pada
banyak sedikitnya barang yang perlu disterilkan. Perhitungan waktu )8 atau *B menit
itu dimulai semenjak termometer pada otokla menunjukkan )*)C$. /etelah cukup
waktu maka kran uap ditutup, dan dengan demikian suhu mulai turun sedikit demi
sedikit, demikian pula termometer. 2ika manometer menunjukkan B, barulah otokla
dibuka.
/terilisasi secara kimia, yaitu banyak digunakan sebagai desinektan antara lain
larutan $u/1-, AgD1+, 3g$l*, En1, dan sebagainya serta larutan alkohol dan
campurannya, juga ormalin atau ormaldehida yang merupakan senyawa yang mudah
larut di dalam air tetapi sangat eekti sebagai desinektan dengan kadar antara -
sampai *BF .
/terilisasi secara mekanik, untuk beberapa bahan akibat pemanasan tinggi ataupun
tekanan tinggi akan mengalami perubahan ataupun pengeringan, suatu sterilisasi harus
dilakukan secara mekanik, misalnya dengan penyaringan. .i dalam bidang mikroba,
penyaringan secara isik yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan
ilter khusus.
.ikembangkannya ilter bereisiensi tinggi untuk menyaring udara yang berisikan
partikel (3igh 6iciency Particulate Air 4ilter, atau 36PA! telah memungkinkan
dialirkannya udara bersih (bebas debu! ke dalam ruang tertutup. 'ipe iltrasi udara
semacam ini bersama dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air 4low! kini
banyak digunakan untuk menyediakan udara yang bebas dari debu dan bakteri. 4ilter
udara digunakan dalam ruang transer mikrobiologis untuk mencegah timbulnya
kontaminasi pada area-area isolasi untuk mencegah penyebaran ineksi, dan di dalam
ruangan-ruangan yang digunakan untuk merakit peralatan elektronik miniatur karena
kontaminasi oleh partikel-partikel bahkan sekecil apapun bakteri dapat merusak daya
guna komponen peralatan tersebut .
/inar ultra(iolet biasanya digunakan untuk membantu mengurangi kontaminasi di
udara dan permukaan selama pemprosesan lingkungan. /inar yang bersiat
membunuh mikroorganisme (germisida! dari lampu kabut merkuri dipancarkan secara
eksklusi pada panjang gelombang *8+: satuan Amstrong (*8+,: milimikron!. 5etika
sinar <; melewati bahan, energi dibebaskan ke orbital elektron dalam atom
konstituen. 6nergi yang terserap ini menyebabkan meningginya keadaan energi atom-
atom dan mengubah reakti(itasnya .
4enol adalah ?at pembaku daya antiseptik obat lain sehingga daya antiseptik
dinyatakan dalam koeesien enol. #ekanisme kerja enol sebagai desinektan yaitu
dalam kadar B,B)F-)F enol bersiat bakteriostatik. Larutan ),9F bersiat bakterisid,
yang dapat mengadakan koagulasi protein. 0katan protein dengan enol mudah lepas,
sehingga enol dapat berpenetrasi ke dalam kulit utuh. Larutan ),+F bersiat ungisid,
berguna untuk sterilisasi ekskreta dan alat kedokteran.
BAB III
PENUTUP
"ood #anuagturing Practice ("#P! atau $ara Produksi Pangan &ang Baik
($PPB! merupakan salah satu aktor yang penting untuk memenuhi standar mutu atau
persyaratan yang ditetapkan untuk pangan. Berikut ini adalah berbagai hal yang
dibahas dalam $ara Produksi Pangan ("#P! yang Baik% Lingkungan /arana Pengolahan,
Bangunan dan 4asilitas Pabrik, Peralatan Pengolahan, 4asilitas dan 5egiatan /anitasi, /istem
Pengendalian 3ama, 3igiene 5aryawan, Pengendalian Proses, #anajemen dan Pengawasan,
Pencatatan dan .okumentasi. 3al yang dibahasa khusus oleh penulis yaitu mengenai "#P
,uangan terkait bangunan dan asilitas konstruksi tempat industri.
Banguna dan asilitas untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain, konstruksi
dan letak yang memadai, serta disesuaikn kondisinya dan dirawat denagn baik untuk
memudahkan pelaksanaan operasi yang benar. 'ata letak dan desain ruangan harus dibuat
sedemikian rupa untuk memperkecil resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran-silang dan
kesalahan lain, dan memudahkan pembersihan , sanitasi dan perawatan yang eekti untuk
menghindari pencemaran silang, penumpukan debu atau kotoran, dan dampak lain yang dapat
menurunkan mutu 1bat.Letak bangunan hendaklah sedemikian rupa untuk menghindari
pencemaran dari lingkungan sekelilingnya, seperti pencemaran dari udara, tanah dan air serta
dari kegiatan industri lainya yang berdekatan.
<ntuk memperkecil resiko bahaya medis yang serius akibat terjadinya pencemaran
silang , suatu sarana khusus dan self-container hendaklah disediakan untuk produksi obat
tertentu seperti produk yang dapat menimbulkan sensiti tinggi, produk lainya seperti anti
biotik tertentu (missal penisilin!.Area penyimpanan hendaklah memiliki kapasitas yang
memadai untuk menyimpan dengan rapi dan teratur berbagai macam bahan dan produk
seperti bahan awal dan bahan pengemasan, produk antara, produk ruahan dan produk jadi,
produk dalam status karantina, produk yang telah diluluskan, produk yang di tolak, produk
yang dikembalikan atau produk yang ditarik dari peredaran.
Laboratorium Pengawasan #utu hendaklah terpisah dari area produksi,
area pengujian biologis, mikrobiologi dan radio isotope hendaklah dipisahkan satu dengan
yang lain. ada + cara kontrol dalam pengendalian hiegine "#P ,uangan yaitu /terilisasi
secara isik, /terilisasi secara kimia, dan /terilisasi secara mekanik
DAFTAR PUSTAKA
1. Pengertian "#P http%//aninkarina.blogspot.com/*B)*/)*/gmp-good-manuacturing-
practices.html (Akses *: Do(ember *B)+!
2. "#P ,uangan Pengertian "#P http%//gmp-center.com/*B))/B+/)B/panduan-cpob-
gmp-pharma-bangunan-dan-asilitas/ (Akses *: Do(ember *B)+!
3. "#P Prinsip http%//www.sucoindo.co.id/sertiikasi-sistem-
manajemen/***/sertiikasi-good-manuacturing-practices-(gmp!.html (Akses *:
Do(ember *B)+!