Anda di halaman 1dari 5

Perawatan pada Kasus Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol 2014

1
Pengobatan Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol
Aditya Dhaniswara S.ked






Abstrak
Alopesia Areata sebagai penyakit kronis dengan angka rekurensi tinggi sampai saat ini terapi
yang menjadi pilihan hanya dengan penggunaan kortikosteroid yang terbukti tidak efektif
dalam menuntaskan permasalahan pada kerontokan rambut dan kebotakan pada AA. Pasien
dengan AA umumnya adalah pasien yang di jumpai bersamaan dengan kondisi defisiensi
vitamin D, resisten terhadap vitamin D, maupun kondisi dimana vitamin D reseptor pada
jaringan folikel rambut yang telah termutasi.



Kata kunci
Alopesia Areata, Vitamin D, Terapi, Calcipotriol




Pendahuluan
Dengan adanya teori bahwa AA kemungkinan disebabkan oleh vitamin D reseptor yang tidak
reaktif dan manfaat vitamin D untuk memperbaiki disfungsi pada siklus pertumbuhan rambut
dan studi kasus yang menyatakan keberhasilan terapi calcipotriol pada AA. efisiensi derivatif
vitamin D3 dalam mengobati AA diharapkan menjadi terapi pilihan kedua selain
kortikosteroid.



Perawatan pada Kasus Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol 2014
2

Peranan vitamin D reseptor terhadap siklus pertumbuhan rambut
Epidermis adalah sumber terbesar vitamin D bagi tubuh manusia. Dibawah pengaruh sinar
matahari (radiasi ultraviolet,UVB,spektrum aksi 280-320nM) 7-dehydrocholestrol pada
epidermis di konversi menjadi vitamin D.
2
Selanjutnya sel inti epidermis, keratinosit
memberikan enzim-enzim seperti (25-hydroxylase, dan 1-hydroxylase) untuk kemudian di
membantu dalam proses metabolisme vitamin D menjadi bentuk aktif 1,25 dihydroxyvitamin
D. Keratinosit juga mengekspresikan vitamin D reseptor (VDR) dan mampu untuk
memberikan respon terhadap 1,25 dihydroxyvitamin D yang telah diproduksi.
1

Bentuk aktif 1,25 dihydroxyvitamin beraksi melalui VDR, meregulasi proliferasi didalam
stratum basale epidermis dan memacu diferensiasi keratinosit ketika hendak membentuk
bagian paling tepi epidermis.
3
Kekurangan VDR atau kekurangan kapasitas dalam
memproduksi 1,25 dihydroxyvitamin yang mungkin disebabkan tidak tersedianya VDR yang
membantu dalam metabolisme vitamin D menjadi 1,25 dihydroxyvitamin atau yang
disebabkan oleh mutasi VDR itu sendiri mengganggu proses normal diferensiasi epidermis
dan berhujung kepada hiperproliferasi stratum basale dengan fungsi yang terganggu sebagai
hasil lapisan-lapisan yang terdiferensiasi tersebut termasuk permeabilistas formasi barrier
kulit dan respon imun pada kulit.
2

Keratinosit yang membatasi lapisan terluar folikel rambut (outer root sheath) atau ORS juga
memiliki VDR. Kekurangan atau kehilangan fungsi VDR pada folikel rambut yang
kemungkinan disebabkan oleh mutasi maupun tidak tersedianya VDR yang disebabkan oleh
faktor kesalahan biologis dapat memicu pada hilangnya siklus pertumbuhan folikel rambut
dan alopesia
5.


Hubungan vitamin D reseptor pada folikel rambut dengan alopesia areata
Studi percobaan klinis yang pernah dilakukan oleh badan penelitian Korea membuktikan
bahwa pada penderita yang terdiagnosis AA menunjukan tidak ditemukan adanya VDR pada
folikel rambut dalam pemeriksaan lab imunohistologi yang biasanya digunakan untuk melihat
ekspresi VDR. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan cara melakukan biopsi pada area



Perawatan pada Kasus Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol 2014
3
kulit kepala yang terkena alopesia areata dengan lebar diameter 4mm (Gambar. 1a)
2
.
Pemeriksaan yang sama diulang setelah pasien menerima terapi calcipotriol salep (Daivonex
50 ug/ml) yang di oleskan dengan dosis tunggal selama 3 bulan pada bagian kulit kepala yang
mengalami kebotakan akibat AA. Hasil pemeriksaan lab imunohistologi menunjukan adanya
ekspresi beberapa VDR yang terdeteksi pada area kulit kepala yang diterapi menggunakan
calcipotriol tersebut. VDR di temukan dibeberapa nukleus keratinosit pada lapisan terluar
folikel rambut (Gambar. 1.b)
2
.

Gambar 1. (a) biopsi dengan lebar diameter masing-masing 4mm diambil daerah yang terkena AA pada
kulit kepala sebelum terapi dimulai. Hasil pemeriksaan imunohistologi untuk ekspresi vitamin D reseptor
menunjukan tidak adanya ekspresi vitamin D reseptor. (b) Setelah tiga bulan pemberian calcipotriol, 4-mm
biopsi kembali diambil lokasi yang sama, pemeriksaan imunohistologi ekspresi vitamin D reseptor
menunjukan adanya reaksi positif pada beberapa nukleus keratinosit pada lapisan terluar folikel rambut.
(Sumber: Dong Ha Kim, Jin Woong lee. Successful treatment of alopecia areata with topical calcipotriol. Ann J
Dermatol 2012;24(3):342.)

Mekanisme kerja calcipotriol terhadap induksi pertumbuhan rambut pada kasus AA
Mekanisme yang mungkin terjadi adalah pemberian vitamin D (calcipotriol) secara topikal
atau oles mungkin memainkan sebuah peranan dalam mengembalikan siklus pertumbuhan
rambut yang mengalami disfungsi dalam kasus AA
1
. VDR sangat dibutuhkan peranan
pentingnya dalam sebuah kondisi kritikal dalam perkembangan folikel rambut sekunder
3
.
perkembangan kondisi AA pada VDR defisiensi yang bukan merupakan defisiensi vitamin
D masih tidak dapat dijelaskan, beberapa pertimbangan mengacu pada sebuah teori bahwa
VDR yang memiliki peranan kuat yang bersifat independen dalam siklus pertumbuhan folikel
rambut sekunder
3
.



Perawatan pada Kasus Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol 2014
4


Derivatif vitamin D3 terbukti memiliki aksi biologis yang meliputi regulasi sel-sel
epidermal dan modulasi produksi sitokin
4
. Efek tersebut mungkin dapat menjadi penjelasan
tentang kaitan efisiensi penggunaan derivatif vitamin D3 dalam terapi pada AA.
Studi klinis melaporkan pasien tidak merespon pada berbagai pengobatan seperti topikal dan
intralesi kortikosteroid. Pemberian calcipotriol yang di uji sebagai terapi pengganti untuk
menstimulasi fungsi VDR yang non ekspresif pada AA. VDR tidak hanya menunjukan
ekspresif pada epidermal keratinosit saja, tetapi ditemukan ekspresif VDR pada lapisan
terluar keratinosit dan sel-sel papila dermal folikel-folikel rambut
5
. Lebih lanjutnya enzim
untuk mensintesis 1,25 dihydroxyvitamin, 25-hydroxyvitamin D-1a-hydroxylase, juga ikut
terekspresikan pada lapisan stratum basale epidermis dan juga pada sel-sel matrix folikel
rambut yang mana keduanya memproduksi dan berkerja baik pada 1,25 dihydroxyvitamin
yang diproduksinya sendiri.
6
Kasus ini telah membuktikan bahwa pada pasien AA yang
datang dengan reduksi ekspresi VDR dan pemberian vitamin D secara topikal
memungkinkan untuk dijadikan terapi pilihan untuk menggantikan kegagalan terapi
konvensional. Kasus ini juga merupakan kasus pertama yang di laporkan berhasil dalam
memberikan terapi pada pasien AA dengan menggunakan analog vitamin D.
6




Perawatan pada Kasus Alopesia Areata Menggunakan Calcipotriol 2014
5

Referensi
1. Bikle DD, Pillai S. Vitamin D, calcium, and epidermal differentiation.
Endocr Rev. 1993; 14:3-19.
2. Dong Ha Kim, Jin Woong lee, et al. Successful treatment of alopecia areata with
topical calcipotriol. Ann J Dermatol 2012;24(3): 341-342.
3. Xie Z, Komuves L, Yu QC, Elalieh H, Ng DC, Leary C, et al. Lack of the vitamin D
receptor is associated with reduce epidermal differentiaton and hair follicle growth.
J Invest Dermatol 2002;118:11-16.
4. Segaert S, Simonart T. The epidermal vitamin D system and innate immunity: some
more light shed on this unique photoendocrine system? Dermatology 2008;217:7-11.
5. Reichrath J, Schilli M, Kerber A, Bahmer F A, Czametzki BM, Paus R. Hair follicle
expression of 1,25 dyhidroxyvitamin D3 receptors during the murine hair cycle.
Br J Dermatol 1994;131:477-482.
6. Zehden D, Bland R, Williams MC, McNinch RW, Howie AJ, Stewart PM, et al.
Extrarenal expression of 25-hydroxyvitamin d(3)-1 alpha-hydroxylase.
J Clin Endocrinol Metab 2001;86:888-894.