Anda di halaman 1dari 8

(3) Setiap pasien di Rumah Sakit Proklamasi Karawang yang

dilayani lebih dari seorang dokter dengan spseialisasi berbeda


maka DPJP nya lebih dari satu orang dokter, dan dokter yang
menangani kasus utama menjadi DPJP utama
K!D"# $ Da%tar nama DPJP di Rumah Sakit Proklamasi Karawang
sebagaimana lampiran surat keputusan ini
K!&'(# $ &ugas DPJP dan pola operasional diuraikan dalam buku
pedoman yang terlampir , antara lain ()) *elaksanakan #suhan
*edis, (+) *emberi in%ormasi kepada pasien tentang hak dan
kewajibanya, (3) *enjawab pertanyaan yang berhubungan
dengan pasien
K!!*P# $ Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, bila kemudian
hari diketemukan kekeliruan akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya
D'&!&#PK#, D' K#R#-#,(
Pada tanggal $ , +.))
Direktur RS Proklamasi Karawang
Dr Djoni Darmadjaja,Sp/,*#RS
0#*P'R#, SK D'R!K&"R RS PR1K0#*#S'
,omor $ 2 RSP 2 2 +.))
&entang
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP)
Rumah Sakit Proklamasi Karawang
I. Daftar Nama DPJP Di Rumah Sakit Proklamasi Karawang
,o ,ama Dokter Sebagai DPJP
) Dr , Sp/ DPJP /edah
+ Dr,Sp/ DPJP /edah
3 Dr, Sp/ DPJP /edah
3 Dr,Sp1( DPJP Kebidanan dan kandungan
4 Dr SpPD DPJP Penyakit Dalam
5 Dr, SpPD DPJP Penyakit Dalam
6 Dr ,Sp# DPJP Kesehatan #nak
7 Dr,Sp# DPJP Kesehatan #nak
8 Dr,Sp* DPJP Kesehatan *ata
). Dr,Sp#n DPJP #nestesi
)) Dr SpP DPJP Penyakit Paru
)+ Dr,SpRad DPJP Radiologi
II. Buku Peoman o!erasional DPJP
Pendahuluan
Rumah sakit adalah Institusi tempat memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dengan tujuan penyembuhan penyakit serta terhindar dari kematian
atau kecacatan. Dalam melaksanakan fungsinya rumah sakit harus pula
mengendalikan atau meminimalkan risiko baik klinis maupun non klinis yang
mungkin terjadi selama proses pelayanan kesehatan berlangsung, sehingga
terlaksana pelayanan yang aman bagi pasien.
Oleh karena itu keselamatan pasien di rumah sakit merupakan prioritas utama
dalam semua bentuk kegiatan di rumah sakit. Untuk mencapai kondisi pelayanan
yang efektif, efisien dan aman bagi pasien itu diperlukan komitmen dan tanggung
jawab yang tinggi dari seluruh personil pemberi pelayanan di rumah sakit sesuai
dengan kompetensi dan wewenangnya.
Selanjutnya kerjasama tim merupakan prasyarat untuk mencapai tujuan tersebut,
dan dilengkapi dengan komunikasi yang baik. Serta tidak dapat dipungkiri bahwa
peranan dokter sangat besar dan sentral dalam menjaga keselamatan pasien,
karena semua proses pelayanan berawal dan ditentukan oleh dokter.
Sebagai instrumen monitoring dan ealuasi maka tidak kalah pentingnya faktor
catatan medis yang lengkap dan baik, dimana semua proses pelayanan terhadap
pasien direkam secara real time dan akurat. Sehingga apabila terjadi sengketa
medis rekam medis ini benar benar dapat menjadi alat bukti bagi rumah sakit bahwa
proses pelayanan telah dijalankan dengan benar dan sesuai prosedur, atau kalau
terjadi sebaliknya dapat pula berfungsi sebagai masukan untuk memperbaiki proses
pelayanan yang ada.
Maksud dan Tujuan
!aksud " buku pedoman ini dimaksudkan sebagai petunjuk pelaksanaan dari
kebijakan direktur tentang dokter penanggung jawab pelayanan #D$%$&, yang
menjelaskan tata cara operasional dari konsep dan kebjakan D$%$ di rumah sakit
$roklamasi.
Tujuan Umum "
'ercapainya mutu pelayanan yang baik disemua lini pelayanan dengan mencegah
dan meminimalisasi kejadian tidak diharapkan #('D& dan kejadian nyaris cidera
#()*& serta meningkatnya kepuasan pasien terhadap rumah sakit.
Tujuan khusus :
+. ,danya pedoman bagi seluruh staf rumah sakit #baik medis, keperawatan
maupun penunjang& dalam menerapkan pola operasional D$%$, sehingga terjadi
persamaan pengertian, keseragaman dalam pelaksanaan, pencatatan dan
pelaporan.
-. $engelolaan asuhan medis pasien oleh D$%$ terlaksana dengan baik sesuai
kebijakan dan S$!, SO$ dan standar keselamatan pasien yang ditetapkan oleh
(emenkes dan (omisi )asional keselamatan pasien.
Ruang lingkup
$edoman ini berlaku pada semua lini pelayanan rumah sakit yang meliputi " I.D,
Rawat %alan, Ruang perawatan, Ruang tindakan #O( dan /(& dan sarana
penunjang medis.
Definisi ;
+. Dokter penanggung jawab pelayanan #D$%$& " adalah dokter yang bertanggung
jawab sepenuhnya atas pengelolaan asuhan medis seorang pasien di RS
$roklamasi #apabila pasien hanya perlu asuhan medis dari + orang dokter&.
-. D$%$ Utama " adalah dokter koordinator yang memimpin proses pengelolaan
asuhan medis bagi pasien yang harus dirawat bersama oleh lebih dari + orang
dokter.
0. D$%$ 'ambahan " adalah dokter yang ikut memberikan asuhan medis pada
seorang pasien, yang oleh karena kompleksitas penyakitnya memerlukan perawatan
bersama oleh lebih dari + orang dokter.
Hak dan Kewajiban DPJP :
Hak DPJP :
+. !engelola asuhan medis seorang pasien secara mandiri dan otonom, yang
mengacu pada standar pelayanan medis rumah sakit, secara komprehensif
mulai dari diagnosa, terapi, tindak lanjut sampai rehabilitasi.
-. !elakukan konsultasi dengan disiplin lain yang dianggap perlu untuk meminta
pendapat atau perawatan bersama ,demi kesembuhan pasien.
Kewajiban DPJP :
+. !embuat rencana pelayanan pasien dalam berkas rekam medis yang
memuat segala aspek asuhan medis yang akan dilakukan, termasuk
konsultasi, rehabilitasi dll.
-. !emberikan penjelasan secara rinci kepada pasien dan keluarga tentang
rencana dan hasil pelayanan baik tentang pengobatan, prosedur maupun
kemungkinan hasil yang tidak diharapkan.
0. !emberikan pendidikan1edukasi kepada pasien tentang kewajibannya
terhadap dokter dan rumah sakit, yang dicatat dalam berkas rekam medis.
2. D$%$ berkewajiban memberikan kesempatan kepada pasien atau
keluarganya untuk bertanya atas hal3hal yang tidak1belum dimengerti.
Hak dan Kewajiban DPJP Utama :
Hak DPJP Utama :
+. !elakukan koordinasi proses asuhan medis pasien oleh D$%$ yang terlibat
-. !enyeleksi dan mengefisienkan pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap
pasien
0. !enyeleksi dan mengefisienkan pengobatan yang akan diberikan kepada
pasien
2. !enghentikan keterlibatan D$%$ lain dalam perawatan bersama apabila
dianggap perannya tidak dibutuhkan lagi.
Kewajiban DPJP Utama :
+. !emberikan penjelasan medis kepada keluarga atas kemajuan atau kondisi
pasien
-. !engisi resume rekam medis pasien
0. !enjawab pertanyaan pihak ketiga atas kondisi pasien.
Pola pe!asional DPJP
(ebijakan "
+. Setiap pasien yang berobat di rumah sakit $roklamasi harus memiliki D$%$.
-. ,pabila pasien berobat di unit rawat jalan maka D$%$ nya adalah dokter klinik
terkait.
0. ,pabila pasien berobat di I.D dan tidak dirawat inap, maka D$%$ nya adalah
dokter jaga I.D
2. ,pabila pasien dirawat inap maka D$%$ nya adalah dokter spesialis disiplin
yang sesuai.
4. ,pabila pasien dirawat bersama oleh lebih dari + orang dokter spesialis ,
maka harus ditunjuk seorang sebagai D$%$ utama dan yang lain sebagai
D$%$ tambahan.
Penentuan DPJP ;
+. $enentuan D$%$ harus dilakukan sejak pertama pasien masuk rumah sakit
#baik rawat jalan, I.D maupun rawat inap& dengan mempergunakan cap
stempel pada berkas rekam medis pasien.
-. *ap stempel 5 D$%$ Dr ...... 5 untuk pasien yang dirawat oleh seorang dokter.
0. *ap stempel 5 D$%$ U',!, Dr ......6 untuk pasien yang dirawat bersama
beberapa dokter.
Kla!ifikasi DPJP di Ruang Rawat
,pabila dari I.D maupun rawat jalan D$%$ belum ditentukan, maka petugas
ruangan wajib segera melakukan klarifikasi tentang siapa D$%$ pasien tersebut.
,pabila pasien dirawat bersama petugas ruangan juga wajib melakukan klarifikasi
siapa D$%$ Utama dan siapa D$%$ 'ambahannya.
Penentuan DPJP bagi pasien ba!u di !uangan
$engaturan penetapan D$%$ dapat berdasarkan "
a. %adwal konsulen jaga di I.D atau Ruangan 7 konsulen jaga hari itu menjadi
D$%$ dari semua pasien masuk pada hari tersebut, kecuali kasus dengan
surat rujukan.
b. Surat rujukan langsung kepada konsulen 7 dokter spesialis yang dituju
otomatis menjad D$%$ pasien tsb, kecuali dokter yang dituju berhalangan,
maka beralih ke konsulen jaga hari itu.
c. ,tas permintaan keluarga 7 pasien dan keluarga berhak meminta salah
seorang dokter spesialis untuk menjadi D$%$ nya sepanjang sesuai dengan
disiplinnya. ,pabila penyakit yang diderita pasien tidak sesuai dengan disiplin
dokter dimaksud, maka diberi penjelasan kepada pasien atau keluarga, dan
bila pasien atau keluarga tetap pada pendirinnya maka dokter spesialis yang
dituju yang akan mengkonsulkan kepada disiplin yang sesuai.
d. 8asil rapat (omite medis pada kasus tertentu 7 pada kasus yang sangat
kompleks atau sangat spesifik maka penentuan D$%$ berdasarkan erapat
komite medis .
Rawat "e!sama :
+. Seorang D$%$ hanya memberikan pelayanan sesuai bidang 1disiplin dan
kompetensinya saja. 9ila ditemukan penyakit yang memerlukan penanganan
multi disiplin, maka perlu dilakukan rawat bersama.
-. D$%$ awal akan melakukan konsultasi kepada dokter pada disiplin lain
sesuai kebutuhan.
0. Segera ditentukan siapa yang menjadi D$%$ Utama dengan beberapa cara
antara lain7
$enyakit yang terberat, atau penyakit yang memelukan tindakan segera atau
dokter yang pertama mengelola pasien.
Dalam hal rawat bersama harus ada pertemuan bersama antara D$%$ yang
mengelola pasien dan keputusan rapat dicatat dalam berkas rekam medis.
Pe!ubahan DPJP Utama :
Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi pelayanan, D$%$ utama dapat saja beralih
dengan pertimbangan seperti diatas, atau atas keinginan pasien1keluarga atau
keputusan (omite medis.
$erubahan D$%$ Utama ini harus dicatat dalam berkas rekam medis dan ditentukan
sejak kapan berlakunya.
DPJP pasien !awat #$U
,pabila pasien dirawat di I*U, maka otomatis D$%$ I*U yang menjadi D$%$ Utama
yang berwenang mengendalikan pengelolaan pasien dengan tetap berkoordinasi
dengan D$%$ awal pasien atau D$%$ Utama #bila pasien dirawat bersama sebelum
masuk I*U&.
DPJP Utama di K
,dalah dokter operator yang melakukan operasi dan bertanggung jawab atas
seluruh kegiatan pembedahan, sedangkan dokter anestesi sebagai D$%$ tambahan.
Dalam melaksanakan tugas mengikuti SO$ masing3masing, akan tetapi semua
harus mengikuti prosedur Sae Surgery check list #sign in, time out dan sign out&
serta dicatat dalam berkas rekam medis.
Pengalihan DPJP di #%D
$ada pelayanan di I.D, dalam memenuhi respons time yang adekwat dan demi
keselamatan pasien , maka apabila konsulen jaga tidak dapat dihubungi dapat
dilakukan pengalihan D$%$ kepada konsulen lain yang dapat segera dihubungi.
Koo!dinasi dan T!ansfe! #nfo!masi anta! DPJP
+. (oordinasi antar D$%$ tentang rencana dan pengelolaan pasien harus
dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan efektif serta selalu
berpedoman pada S$! dan Standar (eselamatan pasien
-. (oordinasi dan transfer informasi antar D$%$ harus dilaksanakan secara
tertulis.
0. ,pabila secara tertulis dirasa belum optimal maka harus dilakukan koordinasi
langsung, dengan komunikasi pribadi atau pertemuan1rapat formal
2. (oordinasi dan transfer informasi antar D$%$ dalam Departemen1 kelompok
S!: yang sama dapat ditulis dalam berkas rekam medis, tetapi antar
departemen1kelompok S!: harus menggunakan formulir khusus 1lembar
(onsultasi
4. (onsultasi bisa biasa, atau segera1cito
;. Dalam keadaan tertentu seperti konsul diatas meja operasi, lembar konsul
bisa menyusul , sebelumnya melalui telepon
<. (onsultasi dari dokter jaga I.D kepada konsulen jaga bisa lisan pertelepon
yang kemudian ditulis dalam berkas rekam medis oleh dokter jaga.