Anda di halaman 1dari 7

INFERTILITAS (ketidaksuburan)

Infertilitas adalah ketidakmampuan wanita mewujudkan konsepsi, hamil, hingga melahirkan


bayi atau ketidakmampuan laki-laki untuk menghamili wanita.
Infertilitas adalah kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak
menggunakan kontrasepsi dan melakukan hubungan senggama secara teratur.
Dua jenis infertilitas
1. infertilitas primer
pasangan tidak pernah mengalami konsepsi meskipun mereka melakukan hubungan seksual
secara teratur (2-3 kali seminggu) selama paling sedikit 12 bulan tanpa proteksi/tanpa
menggunakan alat kontrasepsi
2. infertilitas sekunder
pasangan sebelumnya mengalami konsepsi, tetapi kemudian tidak mampu konsepsi lagi
meskipun mereka melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa proteksi selama 12 bulan.
Etiologi
Negara berkembang laki-laki 40%, wanita 40%, sekitar 20% karena kedua pasangan atau
penyebab yang belum diketahui. Pada negara maju banyak wanita dan laki-laki yang mengidap
infeksi traktus genitalis yang ditularkan secara seksual.
Faktor penyebab infertilitas pada wanita
1. penyumbatan kedua tuba
saluran telur (tuba fallopii) mempunyai fungsi yang sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu
sebagai tempat saluran spermatozoa dan ovum, tempat terjadinya konsepsi, tempat tumbuh dan
berkembangnya hasil konsepsi menuju rahim, untuk dapat bernidasi. Gangguan fungsi saluran
telur (tuba fallopii) akan menyebabkan pasangan infertil. Contoh gangguan tersebut antara lain
terjadi perlengketan, penyempitan dan pembuntuan saluran.
2. gangguan ovulasi
gangguan yang berhubungan dengan ovulasi otomatis akan mengganggu pengelauran sel telur
dari ovarium yang mengakibatkan gangguan proses konsepsi
3. masalah serviks
bentuk serviks yang abnormal (retrofleksi) akan mengakibatkan sulitnya spermatozoa masuk
kedalam saluran telur yang mengakibatkan sulit terjadi proses konsepsi.
Polip (tumor jinak), stenosis, non histole mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek)
4. masalah vagina (vaginismus, vaginistis dan lain-lain)
5. rahim (mioma, endometritis, endometriosis, uterus bicornis, arculatus, prolaps rahim)
6. ovarium
tumor, kista, gangguan menstruasi (amenore, oligomenore dengan atau tanpa ovulasi)
7. masalah endokrin
gangguan sistem hormonal wanita dan dapat disertai kelainan bawaan, gangguan pelepasan sel
telur, gangguan pada korpus luteum, gangguan implantasi hasil konsepsi dalam rahim,
hiper/hipotoroid.
8. faktor lain
prolaktinemia (tumor pada hipofisis)
faktor penyebab infertilitas pada pria
1. varikokel
suatu keadaan dimana pembuluh darah menuju bauh zakar terlalu besar, sehingga jumlah dan
kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi kemampuannya untuk
menimbulkan kehamilan
2. hipospadia
muara saluran kencing letaknya abnormal, antara lain pada permukaan bauh zakar
3. ejakulasi retrograd
ejakulasi dimana air mani masuk kedalam kandung kemih
4. buah zakar tidak turun
5. kegagalan testikuler
dapat terjadi karena buah zakar atrofi atau bauh zakar tidak turun
6. kegagalan fungsional
kemampuan ereksi kurang, kelainan pembentukan spermatozoa, gangguan pada sperma
faktor lainnya
Penyakit Menular Seksual (PMS) tanpa pengobatan yang memadai
Kebiasaan merokok
Kebiasaan minum-minuman keras
Penggunaan NAPZA
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
Pengelolaan infertilitas
1) Pasangan suami isteri harus dipandang sebagai satu kesatuan biologis
2) Kekurangan salah satu dari mereka akan dapat diatasi oleh yang lainnya sehingga
kehamilan dapat berlangsung
3) Pasangan suami isteri sebaiknya dapat mengikuti pemeriksaan yang telah dijadwalkan
4) Suami dilakukan pemeriksaan fisik umum, fisik khusus dan analisis sperma
Langkah pemeriksaan infertilitas dilakukan sebagai berikut
1) Anamnesa
Pada anamnesa dapat diketahui keharmonisan keluarga, lamanya menikah, hubungan seksual
yang dilakukan (frekuensi, tingkat kepuasan, teknik hubungan seksual), apakah masing-masing
pernah menikah dan pernah mempunyai anak, kesuburan (PMS, pengalaman operasi, merokok,
minum-minuman keras, mengkonsumsi obat medis atau non medis)
2) Pemeriksaan fisik
Tekanan darah, nadi, sushu tubuh, dan juga dilakukan foto toraks pada keduanya
3) Pemeriksaan laboratorium
1. Umum : dilakukan pemeriksaan laboratorium dasar secara rutin (darah, urine lengkap,
fungsi hepar dan ginjal, gula darah)
2. Khusus :
suami
pemeriksaan dan analisis sperma , syaratnya tidak berhubungan selama 3-5 hari , bahan yang
ditampung harus mencapai lab dalam waktu 30 menit-1 jam, pemeriksaan setelah ejakulasi 2 jam
di lab. Jumlah spermatozoa minimal 20 juta. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui volume,
viscositas, bau, rupa, fruktosa, kemampuan menggumpal dan mancair kembali dari sperma
isteri
- Pemeriksaan dalam
Diharapkan mendapat gambaran alat kelamin wanita secara umum, yaitu liang senggama,
kelainan mulut rahim, kelainan rahim, pemeriksaan sonde untuk menentukan dalamnya rahim,
kelainan fungsi alat reproduksi(perlekatan dengan sekitarnya, adanya tumor di ovarium, arah
mulut rahim abnormal, sehingga dinasihatkan tentang teknik hubungan seksual).
- Pemeriksaan terhadap ovulasi
Dengan pemeriksaan suhu basal badan (Progesteron yang dikeluarkan oleh korpus luteum dapat
meningkatkan suhu basal badan yang diukur segera setelah membuka mata, kapan sebenarnya
terjadi ovulasi apakah saat suhu basal rendah atau meningkat masih belum jelas, biasanya saat
ovulasi suhu badan bifasik)
Uji lendir serviks dan sitologi vagina (Dilakukan untuk mempelajari pengaruh
progesteron dan estrogen pada lendir serviks dan vagina. Lendir serviks menjelang
ovulasi menjadi lebih jernih, daya membenang bertambah)
- Biopsi lapisan dalam rahim (endometrium)
- Pemeriksaan terhadap saluran telur (Gangguan fungsi saluran telur akan menyebabkan
pasangan infertilitas, gangguan perjalanan hasil konsepsi dapat menimbulkan kehamilan diluar
kandungan)
Pemeriksaan untuk menentukan potensi tuba fallopii dengan cara, antara lain:
Pertubasi (pemeriksaan dengan memasukan gas CO2 kedalam mulut rahim, rahim dan
selanjutnya kedalam saluran tuba)
Hidrotubasi (memasukan cairan kombinasi antibiotik, preparat kortison dan aua steril
dalam jumlah 15-20cc melalui mulut rahim menuju rahim selanjutnya ke tuba fallopii)
Histerosalpingografi (pemeriksaan dengan memasukan bahan kontras ke dalam rahim
dan selanjutnya ke tuba fallopii)
- Pemeriksaan khusus lainnya

Histeroskopi
Pemeriksaan dengan menggunakan alat optik kedalam rahim untuk mendapat keterangan tentang
mulut rahim, saluran telur, dan rahim(normal, edema, tersumbat oleh kelainan dalam
rahim)tentang lapisan dalam rahim (karena pengaruh hormon, terdapat mioma, polip) dan
keterangan lain yang diperlukan.
Laparoskopi
Pemeriksaan dengan memasukan alat optik kedalam ruang abdomen untuk mendapatkan
keterangan tentang keadaan indung telur (besarnya dan situasi permukaan, adanya folikel graff,
korpus luteum/korpus albican, bentuk abnormal yang dijumpai), keadaan tuba fallopii, keadaan
peritoneum, rahim dan sekitarnya, pengambilan cairan peritoneum untuk pemeriksaan sitologi
Ultrasonografi (USG)
Sangat penting terutama vaginal ultrasonografi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas situasi
anatomi alat kelamin bagian dalam mengikuti tumbuh kembang folikel graff yang matang,
epnuntun aspirasi ovum pada folikel graff untuk bayi tabung. USG vaginal didahului pemberian
pengobatan klomifen sitrat/obat perangsang indung telur
Pemeriksaan uji pasca senggama
Untuk mengetahui kemampuan tembus spermatozoa menyerbu lendir serviks, pemeriksaan
jumlah spermatooa, hal ini dilakukan saat masa ovulasi hari ke 12, 13, 14 menstruasi
Pemeriksaan hormonal
Untuk mengetahui tentang hipofise dan ovarial aksis, hormon yang diperiksa FSH, LH, estrogen,
progesteron dan prolaktin.
Seluruh pemeriksaan diharapkan selesai dalam waktu tiga siklus.

Penatalaksanaan pasangan infertil
1. Penyebab idiopatik
Setelah dilakukan pemeriksaan semuanya baik, tetapi pasangan tersebut belum juga
hamil, faktor yang diperkirakan antara lain adalah stress karena tidak hamil misalnya
karena dikejar makin tuanya umur.
Masalah alergi, biasanya masalah yang kompleks, masing-masing pasangan biasanya
berpisah secara baik-baik dan dengan pasangan baru menjadi hamil
Keyakinan terhadap Alloh subhanahu wataala disamping berobat, juga harus disertai doa
yang tulus agar dikaruniai keturunan
2. Faktor hormonal
Bervariasi, tergantung gangguan hormonnya, gangguan pada proses ovulasi diinduksi ovulasi
dengan klomifen sitrat dan lainnya, tingginya prolaktin diobati dengan bromokriptin atau
parlodel, gangguan kurangnya progesteron dapat diobati dengan progesteron atau sejenisnya
3. Kelainan tuba
Infertil diobati dengan bedah rekonstruksi tuba, kegagalan fungsi tuba dapat diselesaikan dengan
rekayasa canggih (bayi tabung)
4. Bila semua usaha yang telah diupayakan gagal, maka bersabarlah dan ikhlas dengan segala
ketetapanNya dan jika menginginkan untuk mengadopsi anak, maka sebaiknya dipikirkan baik-
baik terlebih dahulu, bagaimana hukumnya secara agama, peraturan hukum yang berlaku
maupun adat/norma di masyarakat.