Anda di halaman 1dari 4

LO.

3 TAHAP TAHAP PENERAPAN SISTEM INFORMASI OLEH ANALIS


SISTEM
Dalam tahapan tahapan penerapan system informasi oleh analis system ada 9 tahapan
yang harus di lalui. Berikut penjelasanya:
1. Lihat situasi apakah sudah terdapat system yang sudah di gunakan ataukah
belum
Jika dalam rumah sakit atau puskesmas tersebut sudah ada system
yang digunakan maka kita harus melakukan evaluasi ulang terhadap system
yang telah digunakan lihat kekuragan dan kelebihannya, uji kualitasnya
dengan memeriksa ketepatan,kelengkapan,dan telah memenuhi syarat yang di
perlukan ataukah belum.
Jika ternyata dalam suatu rumah sakit atau puskesmas tersebut ada
system, namun ingin di rubah ke dalam system yang baru, seperti di dalam
scenario yang sudah menggunakan system manual namun ingin di rubah ke
dalam system computer maka hal hal yang perlu dilakukan adalah sebagai
berikut:
- Pertama kita harus mencari solusi dan pemecahan masalah yang
ada pada pengumpulan data. Analisis hal hal yang di butuhkan dan
yang harus di perbaiki dalam teknik pengumpulan data yang di
gunakan.
- Setelah itu tinjau kembali faktor faktor yang mempengaruhi
pegolahan data dengan cara : analisa data, bagaimana
penyebarluasan data yang ada, selain itu juga harus melihat sumber
daya manusia yang ada (termasuk staff dan tenaga kesehatan) di
dalamnya apakah sudah memenuhi dan mampu menggunakan
dengan baik dan maksimal atau belum.
- Melihat aspek aspek yang di butuhkan dalam identifikasi system,
apakah system yang ada masih layak untuk di pertahankan, perlu
dilakukan perbaikan , ataukah harus di ganti dan di tinggalkan.
Tentukan penggunaan system yang sesuai untuk kebutuhan.

2. Menentukan kebutuhan data
Di ketahui bahwa kebutuhan setiap tingkatan administrasi memiliki
peran yang tidak sama sehingga kebutuhan data yang di perlukan pun
berbeda. selain itu sebagai seorang analis system juga harus mengetahui
tingkat kebutuhan minimum data yang di perlukan.

3. Faktor faktor yang mempengaruhi alur data
Maksudnya disini adalah kita harus mengetahui distribusi dari data
tersebut. Dimana tidak semua data yang terkumpul pada rumah sakit atau
puskesmas tertentu harus di kirim kepada dinas kesehatan. Data yang paling
rinci di simpan sebagai arsip di tempat yang telah di tentukan, sedangkan
penyampaian laporannya ke dinas kesehatan sebaiknya sesuai dengan
kesepakatan bersama, yaitu data data apa saja yang harus di kirim dan
bagaimana format pengirimannya.
Dalam hal distribusi ini jugaharus di tentukan siapa saja yang bisa
mengolah data, lakukan identifikasi pada Sumber Daya Manusia yang akan di
gunakan. Tentukan pula seberapa sering data tersebut di butuhkan dalam
semua tingkat. Setelah itu buatlah diagram untuk mengetahui kesimpulan dan
langkah langkah untuk mengambil kepusan selanjutnya yang akan di ambil.

4. Design pengumpulan dan cara pelaporan data
Dalam pengaplikasiannya nanti, staff yang bertugas harus memiliki
pengetahuan yang baik dan memahami pengolahan data tersebut. Hal ini di
harapkan agar penggunaan dan pengolahan data menjadi lebih efektif dan
sederhana, serta menyediakan segala informasi yang di perlukan.

5. Pengembangan pemrosesan data
Data system informasi yanga kan kita rencanakan di proses secara
konsisten sesuai dengan tujuan pengumpulan,perencanaan, analisis dan
pemanfaatan data. Langkah langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan
evaluasi keuntungan dan kerugian dari segi biaya, ketersediaan teknisi
apabila terjadi kerusakan dan ketersediaan sumber daya manusia yang
menggukan. Selain itu kita juga menentukan spesifikasi pengembangan
software yang akan di gunakan. Sebaiknya pilih software yang mudah di
pahami, murah, sesuai kebutuhan analisis data dari pengguna, terdapat
mekanisme pengawasan atau pemeriksaan kualitas dan tidak bajakan. Setelah
itu lakukan pengujian pada software yang telah di pilih dengan cara sebagai
berikut :
- identifikasi kesalahan
- Identifikasi kemampuan pengguna (staff)
- Identifikasi kemampuan software untuk memberikan data yang di
butuhkan.
Terlepas dari itu semua juga harus di perhatikan kemampuan
hardware yang tersedia, prosedur dasar pemeliharaan system dan
keamanan software tesebut.
6. Mengembangkan program pelatihan
Hal ini di tujukan kepada semua staff yang turut beperan dalam
penggunaan system yang akan di teraokan. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan sumber daya pelaksana. Pelatihan diterapkan sesuai dengan
kebutuhan masing masih bagian dan latar belakang sumber daya manusia
yang di miliki.



7. Uji coba system

8. Monitoring dan evaluasi pada system
Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini tidak hanya focus mencari
kesalahan dan kekurangan pada system, tetapi juga terhadap aspek aspek lain
yang turut berperan secara tidak langsung terhadap system yang di terapkan.

9. Mengembangkan system informasi dan manajemen kesehatan
Tantangan yang harus di hadapi dalam pengembangan system
informasi dan manajemen adalah bagaimana mempertahankan kepentingan
para pengambil keputusan yang berbeda, guna kelanjutan pengembangan
system informasi dan manajemen kesehatan. Serta turut menyiapkan sumber
daya manusia yang handal serta selaluberkoordinasi dengan pengelola data
yang berbeda guna meminimalkan kesalahan pada saat pengumpulan data.

BAHAN BACAAN
Fuad Anis, 2006. Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Atau Kota. System
informasi manajemen kesehatan UGM Yogyakarta.
PUSILKOM-UI.Jakarta. Oetomo Sutedjo Dharma, 2002, Perencanaan dan
Pembangunan Sistem Informasi , Andi Yogyakarta,Yogyakarta.
Dinas kesehatan kota palu, profil kesehatan kota palu tahun 2005, Palu
World Healt Organization,2004, Developing Healt Management Information
Systems,Geneva.

Anda mungkin juga menyukai