Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi proteinuria

Menurut Bawazier (2006) Proteinuria dapat meningkat melalui salah satu cara dari ke-4 jalan
dibawah ini :
1. Perubahan permeabilitas glomerulus yang mengikuti peningkatan filtrasi dari protein plasma
normal terutama albumin.
2. Kegagalan tubulus mengabsorbsi sejumlah kecil protein yang normal difiltrasi
3. Filtrasi glomerulus dari sirkulasi abnormal, Low Molecular Weight Protein (LMWP) dalam
jumlah melebihi kapasitas reabsorbsi tubulus.
4. Sekresi yang meningkat dari makuloprotein uroepitel dan sekresi IgA (Imunoglobulin A)
dalam respon untuk inflamasi.
Derajat proteinuria dan komposisi protein pada urin tergantung mekanisme jejas pada
ginjal yang berakibat hilangnya protein. Sejumlah besar protein secara normal melewati kapiler
glomerulus tetapi tidak memasuki urin. Muatan dan selektivitas dinding glomerulus mencegah
transportasi albumin, globulin dan protein dengan berat molekul besar lainnya untuk menembus
dinding glomerulus. Jika sawar ini rusak, terdapat kebocoran protein plasma dalam urin (protein
glomerulus). Protein yang lebih kecil (<20kDal) secara bebas disaring tetapi diabsorbsi kembali
oleh tubulus proksimal. Pada individu normal ekskresi kurang dari 150 mg/hari dari protein total
dan albumin hanya sekitar 30 mg/hari ; sisa protein pada urin akan diekskresi oleh tubulus
(Tamm Horsfall, Imunoglobulin A dan Urokinase) atau sejumlah kecil -2 mikroglobulin,
apoprotein, enzim dan hormon peptida.
Dalam keadaan normal glomerulus endotel membentuk barier yang menghalangi sel maupun
partikel lain menembus dindingnya. Membran basalis glomerulus menangkap protein besar
(>100 kDal) sementara foot processes dari epitel/podosit akan memungkinkan lewatnya air dan
zat terlarut kecil untuk transpor melalui saluran yang sempit. Saluran ini ditutupi oleh anion
glikoprotein yang kaya akan glutamat, aspartat, dan asam silat yang bermuatan negatif pada pH
fisiologis. Muatan negatif akan menghalagi transpor molekul anion seperti albumin.
Komplikasi Proteinuria
Komplikasi proteinuria meliputi sebagai berikut:
1. Edema paru karena overload cairan.
2. Gagal ginjal akut akibat penipisan intravascular
3. Peningkatan resiko infeksi bakteri, termasuk bakteri peritonitis
4. Peningkatan resiko thrombosis srteri dan vena, termasuk thrombosis vena ginjal
5. Peningkatan resiko penyakit kardiovaskular.

Cara Mengukur Protein di Dalam Urin
Metode yang dipakai untuk mengukur proteinuria saat ini sangat bervariasi dan
bermakna.Metode dipstik mendeteksi sebagian besar albumin dan memberikan hasil positif
palsu bila pH >7,0 dan bila urin sangat pekat atau terkontaminasi darah.Urin yang sangat
encer menutupi proteinuria pada pemeriksaan dipstik.Jika proteinuria yang tidak
mengndung albumin dalam jumlah cukup banyak akan menjadi negatif palsu.Ini terutama
sangat penting untuk menentukan proteinBence Jones pada urin pasien dengan multipelk
mieloma.Tes untuk mengukur konsentrasi urin total secara benar seperti pada presipitasi
dengan asam sulfosalisilat atau asam triklorasetat.Sekarang ini, dipstik yang sangat sensitif
tersedia di pasaran dengan kemampuan mengukur mikroalbuminuria (30-300 mg/hari) dan
merupakan petanda awal dari penyakit glomerulus yang terlihat untuk memprediksi jejas
glomerulus pada nefropati diabetik dini.

Derajat proteinuria dan komposisi protein pada urin tergantung dari mekanisme jejas pada
ginjal yang berakibat hilangnya protein.Sejumlah besar protein secara normal melewati
kapiler glomerulus, tetapi tidak memasuki urin.Muatan dan selektifitas dinding glomerulus
mencegah transportasi albumin, globulin, dan protein dengan berat molekul besar lainnya
untuk menembus dinding glomerulus.Akan tetapi, jika sawar ini rusak, terdapat kebocoran
protein plsama ke dalam urin (proteinuria glomerulus).Protein yang lebih kecil (<20kDal)
secara bebas disaring tetapi diabsorbsi kembali oleh tubulus proksimal.Pada individu
normal ekskresi kurang dari 150 mg/hari dari protein total dan albumin hanya sekitar 30
mg/hari, sisanya protein pada urin akan disekresi oleh tubulus atau adanya sejumlah kecil
-2 mikroglobulin, apoprotein, enzim-enzim dan hormon-hormon peptida.

Dalam keadaan normal glomerulus endotel membentuk barier yang menghalangi sel maupun
partikel lain menembus dindingnya.Membran basalis glomerulus menangkap protein besar
(>100kDal) sementara foot processes dari epitel atau podosit akan memungkinkan lewatnya air
dan solut kecil untuk transport melalui saluran yang sempit.Saluran ini ditutupi oleh anion
glikoprotein yang kaya akan glutamat, asam partat, asam sialat yang bermuatan negatif pada pH
fisiologis.Muatan negatif ini akan menghalangi transport molekul anion seperti albumin









Latar Belakang
Proteinuria adalah adanya protein di dalam urin manusia yang melebihi nilai normalnya
yaitu lebih dari 150 mg/24 jam atau pada anak-anak lebih dari 140 mg/m
2
.Dalam keadaan
normal, protein didalam urin sampai sejumlah tertentu masih dianggap fungsional.

Sejumlah protein ditemukan pada pemeriksaan urin rutin, baik tanpa gejala, ataupun dapat
menjadi gejala awal dan mungkin suatu bukti adanya penyakit ginjal yang serius.Walaupun
penyakit ginjal yang penting jarang tanpa adanya proteinuria, kebanyakan kasus proteinuria
biasanya bersifat sementara, tidak penting atau merupakan penyakit ginjal yang tidak
progresif.Lagipula protein dikeluarkan urin dalam jumlah yang bervariasi sedikit dan secara
langsung bertanggung jawab untuk metabolisme yang serius.adanya protein di dalam urin
sangatlah penting, dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan adanya
penyebab/penyakit dasarnya.Adapun proteinuria yang ditemukan saat pemeriksaan
penyaring rutin pada orang sehat sekitar 3,5%.Jadi proteinuria tidak selalu merupakan
manifestasi kelainan ginjal.

Biasanya proteinuria baru dikatakan patologis bila kadarnya diatas 200mg/hari.pada
beberapa kali pemeriksaan dalam waktu yang berbeda.Ada yang mengatakan proteinuria
persisten jika protein urin telah menetap selama 3 bulan atau lebih dan jumlahnya biasanya
hanya sedikit diatas nilai normal.Dikatakan proteinuria massif bila terdapat protein di urin
melebihi 3500 mg/hari dan biasanya mayoritas terdiri atas albumin.

Dalam keadaan normal, walaupun terdapat sejumlah protein yang cukup besar atau
beberapa gram protein plasma yang melalui nefron setiap hari, hanya sedikit yang muncul
didalam urin.Ini disebabkan 2 faktor utama yang berperan yaitu:
1.Filtrasi glomerulus
2.Reabsorbsi protein tubulus