Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu kekurangan diagram kontrol Shewhart adalah hanya
menggunakan informasi tentang proses yang terkandung dalam titik tergambar
terakhir dan mengabaikan setiap informasi yang diberikan oleh seluruh barisan
titik-titik tersebut. Diagram kontrol CUSUM digunakan sebagai alternatif terhadap
grafik pengendali Shewhart untuk fase II proses monitoring dan digunakan untuk
memonitor rata-rata dari proses. Diagram ini menghitung secara langsung semua
informasi di dalam barisan nilai-nilai sampel dengan menggambarkan jumlah
kumulatif deviasi nilai sampel dari nilai target. Jika digunakan untuk shift yang
besar, CUSUM tidak efektif, maka untuk mengatasinya digunakan kombinasi dari
CUSUM dan Shewhart prosedur untuk on line control .One side CUSUM
digunakan jika salah satu, yaitu shift bagian atas dari target lebih kritis daripada
shift bagian baah dari target, atau sebaliknya.
1.2 Permasalahan
!dapun permasalahan yang diangkat dalam pembuatan makalah ini adalah
bagaimana penggunaan diagram kontrol CUSUM "
1.3 Tujuan
#ujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui penggunaan
diagram kontrol CUSUM .
$
BAB II
LANDASAN TEOI
2.1 D!agram "#ntr#l CUSUM
Diagram kontrol CUSUM digunakan sebagai alternatif terhadap grafik
pengendali Shewhart untuk fase II proses monitoring dan digunakan untuk
memonitor rata-rata dari proses. Digram ini menghitung secara langsung semua
informasi di dalam barisan nilai-nilai sampel dengan menggambarkan jumlah
kumulatif deviasi nilai sampel dari nilai target.
2.2 D!agram "#ntr#l CUSUM Untuk $em#n!t#r Pr#ses $ean
Diagram kontrol ini digunakan untuk memonitor rata-rata dari suatu
proses. %isalkan sampel-sampel berukuran n $ dikumpulkan dan j
x
adalah
rata-rata sampel ke-j. %aka jika
&

adalah target dari mean proses itu, diagram


kontrol jumlah kuadrat dibentuk dengan menggambarkan kuantitas terhadap
banyaknya sampel i. 'umusnya adalah sebagai berikut (

)*.$+
,i adalah jumlah kumulatif sampel dengan sampel ke-i. -arena ,i
menggabungkan informasi dari beberapa sampel, grafik jumlahan kuadrat lebih
efektif daripada grafik Shewhart untuk meyelidiki proses pergeseran proses kecil.
Selain itu grafik CUSUM khususnya, efektif dengan sampel n . $. Ini membuat
diagram kontrol CUSUM mungkin untuk digunakan dengan pengukuran otomatis
bagi tiap benda dan pengendalian pada jalur dengan menggunakan
mikrokomputer langsung di tempat kerja. Selain itu terdapat rumus Tabular
CUSUM yaitu(
)*.*+
dimana
$ & &
$
+ ) + )

=
+ = =

i i j
i
j
i
C x x C
/ + ) , & ma01
$ &
+

+
+ + =
i i i
C K x C
/ + ) , & ma01
$ &

+ =
i i i
C x K C
&
& &
= =
+
C C
* *
& $


= = K
'umus menaksir rata-rata proses yang baru adalah(
)*.2+

'umus batas kontrol diagram ini adalah(
3,4 .
m
h

)*.5+
& =
)*.6+
4,4 . -
m
h


)*.7+
dimana m adalah banyaknya subgrup.
2.3 ek#men%as! Untuk Desa!n CUSUM &Recommendation for CUSUM
Design'
%erekomendasikan parameter yang terpilih untuk memberikan rata-rata
terbaik. 8aitu dalam pemilihan 9 dan -. 9 dan - yang dinilai baik adalah 9 . 5
atau 9 . 6 dan - . :. One side CUSUM digunakan jika salah satu, yaitu shift
bagian atas dari target lebih kritis daripada shift bagian baah dari target atau
sebaliknya. 3ntuk one-side CUSUM dengan h dan k parameter, maka
Siegmund;s appro0imationnya adalah(
)*.<+

)*.=+

2.( The Stan%ar%!)e% CUSUM
'umus The Standardized CUSUM adalah sebagai berikut(

=
> + +
>
+
+
+

H C if
N
C
K
H C if
N
C
K
i
i
i
i
,
,
&
&
>

*
*
$ * + * e0p)

+
=
b b
ARL
+
+ =
ARL ARL ARL
$ $ $
)*.?+
'umus The Standardized Twowa! CUSUM adalah sebagai berikut(
)*.$&+
-euntungan The Standardized CUSUM antara lain(
@anyak k dan h yang sama dan pemilihan parameter tidak berskala
dependent
Standart CUSUM lebih natural untuk variabilitas
%eningkatkan kemampuan reaksi CUSUM untuk pergeseran yang besar
)"m#ro$in% Cu&um Re&#on&i$ene&& for lar%e Shift +, CUSUM tidak efektif jika
digunakan untuk shift yang besar, maka untuk mengatasinya digunakan kombinasi
dari CUSUM dan Shewhart procedure untuk on line kontrol. 'a&t "nitial Re&#on
or Head&tart 'eature atau AI' menetapkan nilai aal dan sama dengan nilai
yang bukan nol, yaitu 9B* yang disebut 6&C head &tart.
2.* D!agram "#ntr#l CUSUM Untuk $em#n!t#r Pr#ses +ar!a,!l!t- &A
CUSUM for monitoring process variability'
Diagram kontrol ini digunakan untuk membuat standart kuantitas, dengan
rumus sebagai berikut(
25? , &
=** , &
25? , &
=
i
i
!
$
)*.$$+
Skala cusum yaitu(
)*.$*+
Rational Sub%rou# menggunakan sampel berukuran nD$ dan dapat
digunakan untuk mengatur CUSUM pada varian sampel dan memonitor proses
variability. 'umusnya adalah(

&

=
i
i
x
(
/ , & ma01
$
+

+
+ =
i i i
C ) ! C
/ , & ma01
$

+ =
i i i
C ! ) C
/ , & ma01
$
+

+
+ =
i i i
S ) ! S
/ , & ma01
$

+ =
i i i
S ! ) S
+ , & ma0)
*
$
)
S * *
i i i
+ =

)*.$2+
dimana
2.. D!agram "#ntr#l CUSUM Untuk Sam/el Stat!st!k 0ang La!n &CUSUM
For Other Sample Statistics'
CUSUMS 'or +ther Sam#le Stati&ti*& merupakan satu variasi dari CUSUM
yang digunakan pada perhitungan dari suatu data. Sangat efektif jika
menggunakan #he #ime @eteen Events )#@E+. #@E digunakan untuk
mendeteksi kenaikan laju dari perhitungan tersebut. Ekuivalen dapat dideteksi dari
penurunan #@E. !ngka dari perhitungan dibangkitkan dari distribusi poisson,
sedangkan #@E menggunakan distribusi eksponensial. 'umusnya sebagai
berikut(
)*.$5+
dimana - adalah nilai referensi, sedangkan #i adalah aktu lalu perhitungan
obeservasi yang lalu.
+ , & ma0)
*
$
)
S * *
i i i
+ + =
+

+
+/ B) + B ln) * 1
*
$
*
&
*
$
*
& $ &

= )
&
& &
= =
+
* *
/ , & ma01
$
+ + =

* T *
i i i
K

BAB III
PE$BAHASAN
@agan ,usum dapat digunakan untuk observasi tunggal ataupun rasional
subgrup. %isal, diambil sampel n F $, 0-bar
j
adalah rata-rata dari sampel ke-j.
Jika G
&
adl target rata-rata proses, maka bagan kendali ,u-Sum dibentuk dg
menempatkan nilai
&
$
)0 +
n
i j
j
C
=
=

Jika proses tetap dlm keadaan terkontrol maka ,i mendekati &, Jika
bergeser ke atas dg nilai G
$
D G
&
, nilai ,i akan positif. Jika bergeser ke baah
dg nilai G
$
H G
&
, nilai ,i negatif..
%isalI dg G
&
. $&, maka ,u-Sum menjadi (
%odel bagan kendali ,u-Sum, dibatasi oleh dua statistik, ,
J
dan ,
-
yang
kemudian disebut 3-,usum dan 4-,usum.
- disebut sebagai nilai acuan )reference value+ dan nilainya adalah
setengah dari selisih G& dan G$ dimana(
Jika ,
J
dan ,
-
melebihi 9, maka proses dikatakan tidak terkontrol. 9 . 6K.
,ontoh )algoritma tabular cu-sum+ (
Diberikan 2& data denganI nilai target G& . $&, ukuran subgrup n . $, K .
$. %isal ingin dideteksi jarak pergeseran proses $.K . $)$+ . $. Jadi, G$ . $$, shg
- . &,6 dan 9 . 6K . 6.
!danya titik yg diluar batas 9 )titik *? dan 2&+ mengindikasikan adanya
sebab terduga yg terjadi, berdasar contoh indikasi mulai adanya pergeseran
proses yakni pada titik ** dan *2. 3ntuk mengecek seberapa besar terjadinya
pergeseran proses pada titik yg tdk terkontrol, digunakan (
%isal ( ,u-Sum periode ke -*? (
Diketahui baha proses telah bergeser ke atas sebesar $$,*6, sehingga perlu
melakukan penyesuaian )menurunkan+ proses sebesar $$,*6 units. Jadi, ,u-Sum
dapat digunakan untuk menyatakan sbg bagan kendali rata- rata terboboti, di mana
bobotnya bersifat stokastik )random+ antar periode.
BAB +
"ESI$PULAN
*.1 "es!m/ulan
Data 2& data yang telah dianalisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut (
$. Dari diagram kontrol Cumulati$e Sum , CUSUM ) diketahui baha
terdapat titik yang out of control sehingga dapat disimpulkan baha terjadi
pergeseran rata-rata proses terhadap target yaitu sebesar $$,*6.
*. Diagram kontrol ,u-Sum dapat digunakan untuk menyatakan sbg bagan
kendali rata- rata terboboti, di mana bobotnya bersifat stokastik )random+
antar periode.
*.2 Saran
3ntuk melakukan analisis selanjutnya sebaiknya digunakan data yang
lebih banyak untuk mengetahui terkontrol atau tidaknya data yang diteliti. Serta
lebih teliti dalam proses pengolahan data.
DA1TA PUSTA"A
Lahyuni, E )$???+, M4aporan #ugas !khir !nalisis Nengendalian -ualitas pada
Nroses Nroduksi Nlyood di N# Ousantara Nlyood Presik.M,
Surabaya.
%ontgomery, D. , )*&&6+, Q Inroduction to Statistical Ruality ,ontrol
6th M
, John
Lilley and Sons.Inc, 3S!.
DA1TA ISI
BAB I PENDAHULUAN
-!#! NEOP!O#!'
D!A#!' ISI
$.$ 4atar @elakang SSSSSSSSSSSSSSSSSSSS...
$.* NermasalahanSSS..SSSSSSSSSSSSSSS............
$.2 #ujuan SSSSSS..SSSSSSSSSS.SSS................
BAB II LANDASAN TEOI
*.$ Diagram -ontrol CUSUM....................................................................
*.* Diagram -ontrol CUSUM 3ntuk %emonitor Nroses %ean.................
*.2 'ekomendasi 3ntuk Desain CUSUM )Re*ommendation for CUSUM
-e&i%n+.................................................................................................
*.5 #he StandardiTed CUSUM ...................................................................
*.6 Diagram -ontrol CUSUM 3ntuk %emonitor Nroses Uariability )
CUSUM for monitorin% #ro*e&& $ariabilit!+......................................
*.7 Diagram -ontrol CUSUM 3ntuk Sampel Statistik 8ang 4ain
)CUSUM 'or +ther Sam#le
Stati&ti*&'..................................................................

BAB III PE$BAHASAN...................................................................................
BAB I+ "ESI$PULAN DAN SAAN
!. Simpulan..............................................................................................
@. Saran...................................................................................................
DA1TA PUSTA"A
i
ii
$
$
$
*
*
2
2
5
6
7
$$
$$