Anda di halaman 1dari 57

?????

Adinda Elisabeth Sugio

102011057
Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta

Alamat Korespondensi:
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Arjuna Utara No ! "akarta 11510
#elep$one: %021& 5!'()20!1 %$untin*&+
Fa,: %021& 5!-)17-1
.mail: co/0rea,1*mailcom
2
Isi
Anamnesis
Anamnesis men*am2il peran 2esar dalam menentukan dia*nosis 3le$ se2a2 itu+
anamnesis $arus dilakukan se2aik mun*kin se$in**a dapat men*am2il dia*nosis den*an 2aik
pula dan mampu mem2erikan pertolon*an 2a*i pasien
4esuai den*an skenario 2+ maka dapat diperole$ data)data anamnesis se2a*ai 2erikut:
#n5+ laki)laki+ 2erumur (0 ta$un
6anas tin**i men**i*il sejak ( $ari 7an* lalu secara terus menerus
8emam disertai n7eri teksn terutama di 2etis
8aera$ tempat tin**al pasien men*alami 2anjir 1 min**u 7an* lalu
4ecara umum+ penderita leptospirosis+ akan datan* den*an kelu$an demam men**i*il+
sakit kepala terutama 2a*ian 0rontal+ malaise+ mual9munta$+ konjun*tivitis %mata mera$&+
m7al*ia %rasa n7eri pada otot 2etis+ pa$a&+ dan 2iasan7a *ejala tampak antara $ari ke ()'
Apa2ila sampai ta$ap ini 2elum di2eri penan*anan+ maka akan tim2ul kelu$a mata
kemera$an %konjun*tivitis& tanpa disertai porulen :asa n7eri pada otot 7an* semakin
menin*kat+ 2ila diperiksa suda$ tim2ul anti2odi dalam tu2u$ penderita+ kemun*kinan akan
terjadi menin*itis 5iasan7a terjadi antara min**u kedua sampai keempat
(
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
;elalui skenario 2 7an* di2erikan+ dapat kita keta$ui 2a$/a pada pasien dilakukan
pemeriksaan 0isik serta pemeriksaan penunjan* 2erupa pemeriksaan dara$
5e2erapa data pemeriksaan 0isik 7an* didapat:
6asien lema$
4u$u -'+5
0
<
-
#ekanan dara$ = 100970 mm>*
;ata conjun*tiva anemis+ sclera ikterik+ su2conjun*tival injection
>epar tera2a 2 jari di2a/a$ arcus costae+ 2ertepi tajam+ lunak+ n7eri tekan
4edan*kan pada pemeriksaan penunjan* %la2olatoriun& didapat $asil sesuai skenario 2 se2a*ai
2erikut:
Kadar 7an* diuji 4kenario 2 Normal
>2 10 *9d? 1-)1@*9d?
?eukosit (100 9A? (+5)11+0 , 10
'
9?
#rom2osit 220000 9ml 150)(00 , 10
'
9?
Al2umin -+' *r9d? -+-)5+2 *9d?
Blo2ulin 2+@ *r9d? %4macla*an C 7&
5iliru2in total (+5 m*9d? 0+-)1+1 m*9d?
Ureum 11! m*9d? 2()('m*9d?
Kreatinin - m*9d? 0+!)1+2 m*9d?
%nilai normal diam2il dari kamus kedokteran 8orland&
;aka dapat kita keta$ui 2a$/a pasien dalam skenario 2 men*alami penurunan >2 dan
penurunan leukosit #rom2osit+ al2umin+ *lo2ulin masi$ dalam 2atas normal+ namun
2iliru2in+ ureum+ dan kreatinin suda$ menin*kat
Leptospirosis
?eptospirosis adala$ suatu Doonosis 7an* dise2a2kan suatu mikroor*anisme+ 7aitu
Leptospira tanpa memandan* 2entuk spesi0ik serotipen7a 6en7akit ini dapat 2erjan*kit pada
laki E laki maupun perempuan semua umur dan dikenal den*an 2er2a*ai nama seperti mud
fever, slime fever, swamp fever, autumnal fever, infectious jaundice, field fever, cane cutter
fever, dan lain lain
Etiologi

6en7akit 7an* terdapat di semua ne*ara dan ter2an7ak ditemukan di ne*ara 2eriklim
tropis ini+ dise2a2kan ole$ Leptospira interrogans den*an 2er2a*ai su2*rup 7an* masin* E
(
masin* ter2a*i la*i atas serotipe 2isa terdapat pada *injal atau air kemi$ 2inatan* piaraan
seperti anjin*+ lem2u+ 2a2i+ ker2au dan lain E lain+ maupun 2inatan* liar seperti tikus+ musan*+
tupai dan se2a*ain7a ;anusia 2isa terin0eksi jika terjadi kontak pada kulit atau selaput lendir
7an* luka 9 erosi den*an air+ tana$+ lumpur+ dan se2a*ain7a 7an* tela$ tercemar ole$ air
kemi$ 2inatan* 7an* terin0eksi leptospira ;enurut 2e2erapa penelitian+ 7an* terserin*
men*in0eksi manusia iala$ L! icterohaemorghani den*an reservoir tikus+ L! canicola den*an
reservoirn7a anjin*+ dan L! "omona den*an resevoirn7a sapi dan 2a2i ?eptospira 7an* masuk
melalui kulit maupun selaput lendir 7an* luka9erosi akan men7e2ar ke or*an E or*an dan
jarin*an tu2u$ melalui dara$ 4istem imun tu2u$ akan 2erespons se$in**a jumla$ leptospira
akan 2erkuran*+ kecuali pada *injal+ 7aitu tu2ulus dimana akan ter2entuk koloni E koloni pada
dindin* lumen 7an* men*eluarkan endotoksin dan kemudian dapat masuk ke dalam kemi$
Epidemiologi
?eptospira terse2ar diseluru$ dunia+ semua 2enua kecuali 2enua antartika+ namun 2an7ak
didaera$ tropis ?eptospirosis adala$ Doonosis pentin* den*an pen7e2aran luas 7an*
mempen*aru$i sedikitn7a 1!0 spesies mamalia #ikus+ adala$ reservoir 7an* palin* pentin*+
/alaupun mamalia liar 7an* lain 7an* sama den*an $e/an peli$araan dan domestic dapat
ju*a mem2a/a mikroor*anisme ini ?eptospira menin*katkan $u2un*an sim2iosis den*an
$ostn7a dan dapat menetap pada tu2ulus renal selama 2e2erapa ta$un #ransmisi leptospira
dapat terjadi melalui kontak lan*sun* den*an urin+ dara$+ atau jarin*an dari $e/an 7an*
terin0eksi atau paparan pada lin*kun*anF transmisi antar manusia jaran* terjadi Karena
leptospira diekresikan melalui urin dan dapat 2erta$an dalam air selama 2e2erapa 2ulan+ air
adala$ sarana pentin* dalam transmisin7a .pidemik leptospirosis dapat terjadi melalui
paparan air ter*enan* 7an* terkontaminasi ole$ urin $e/an 7an* terin0eksi ?eptospirosis
palin* serin* terjadi di daera$ tropis karena iklimn7a sesuai den*an kondisi 7an* di2utu$kan
pat$o*en untuk 2erta$an $idup 6ada 2e2erapa ne*ara 2erkem2an*+ leptospirosis tidak
dian**ap se2a*ai masala$ 6ada ta$un 1'''+ le2i$ dari 500000 kasus dilaporkan dari <ina+
den*an nilai case 0atalit7 ratesdari 0+' sampai 7+'G 8i 5raDil+ le2i$ dari 2@000 kasus
dilaporkan pada ta$un 7an* sama
1)-
;anusia tidak serin* terin0eksi leptospirosis Ada 2e2erapa kelompok pekerjaan tertentu
7an* memiliki resiko tin**i 7aitu pekerja)pekerja di sa/a$+ pertanian+ perke2unan+
peternakan+ pekerja tam2an*+ pekerja di ruma$ poton* $e/an atau oran*)oran* 7an*
men*adakan perkema$an di $utan+ dokter $e/an 4etiap individu dapat terkena leptospirosis
5
melalui paparan lan*sun* atau kontak den*an air dan tana$ 7an* terin0eksi ?eptospirosis ju*a
dapat dikenali dimana populasi tikus menin*kat
Aktivitas air seperti 2erselancar+ 2erenan*+ dan ski air+ mem2uat seseoran* 2eresiko
leptospirosis 6ada ta$un 1''@+ kejadian luar 2iasa terjadi diantara komunitas atlet 8iantara
atlet terse2ut+ tertelan atau ter$isapn7a air menjadi 0actor resiko
6en7akit ini 2ersi0at musiman+ didaera$ 2eriklim sedan*+ masa puncak insiden dijumpai
pada musim panas dan musim *u*ur karena temperatur adala$ 0aktor 7an* mempen*aru$i
kelan*sun*an $idup leptospira+ sedan*kan didaera$ tropis insiden tertin**i terjadi selama
musim $ujan
4ala$ satu kendala dalam menan*ani leptospirosis 2erupa kesulitan dalam melakukan
dia*nostik a/al 4ementara den*an pemeriksaan seder$ana memakai mikroskop 2iasa dapat
dideteksi adan7a *erakan leptospira dalam urin 8ia*nostik pasti dite*akkan setela$
ditemukan leptospira pada urin atau uji serolo*i positi0 Untuk dapat 2erkem2an* 2iak+
leptospira memerlukan lin*kun*an optimal serta 2er*antun* pada su$u 7an* lem2a2+ $an*at+
6> air9tana$ 7an* netral+ dimana kondisi ini ditemukan sepanjan* ta$un di daera$ tropis
Manifestasi Klinis

;ani0estasi klinis 2era*am+ mulai dari *ejala rin*an seperti demam 7an* tidak terlalu
tin**i sampai 2erat seperti sindrom Weil ;asa tunas 2erkisar antara 2 E 2! $ari %ke2an7akan
7 E 1- $ari den*an rata E rata 10 $ari& 6ada leptospirosis akan ditemukan perjalanan klinis
2i0asik 7aitu leptospirema dimana leptospira ditemukan dalam dara$+ 0ase imun+ dan 0ase
pen7em2u$an 6ada 0ase lepstrospiremia tim2ul *ejala demam 7an* mendadak+ disertai *ejala
sakit kepala terutama di 2a*ian 0rontal+ oksipital+ atau 2itemporal 6ada otot akan tim2ul
kelu$an mial*ia dan n7eri tekan terutama pada otot *astroknemius+ pa$a+ dan pin**an* 7an*
diikuti den*an $ipertesiakulit 6ada 0ase 7an* 2erlan*sun* selama ( E ' $ari ini ju*a dapat
ditemui *ejala men**i*il dan demam tin**i + mual+ munta$+ diare+ 2atuk+ sakit dada+
$emopitisis+ penurunan kesadaran + dan injeksi konjun*tiva Hnjeksi 0arien*al+ kulit den*an
ruam 2er2entuk makular 9 makulopapular 9 urtikaria 7an* terse2ar pada 2adan+ spelenome*ali
dan $epatome*ali Fase 2erikutn7a adala$ 0ase imun 7an* 2erkaitan den*an munculn7a
anti2odi H*; sementara konsentrasi <
-
tetap normal ;ani0estasi klinik 0ase ini le2i$
2ervariasi di2andin*kan pada 0ase leptospiremia 4etela$ *ejala asimtomatik selama 1)- $ari+
*ejala klinis 0ase leptospirema 7an* suda$ men*$ilan* akan muncul kem2ali dan kadan*
!
disertai menin*ismus 6ada 0ase ini+ demam jaran* mele2i$i -' derajat celciusdan
2erlan*sun* selama 1 E - $ari Bejala lain 7an* muncul pada 0ase imun ini iridosiklitis+
neuritis optik+ mielitis+ ense0alitis+ serta neuropati peri0er 6adaa 0ase -+ 7aitu 0ase
pen7em2u$an 7an* 2iasa terjadi pada min**u ke E 2 sampai min**u ke E ( dan dapat
ditemukan demam atau n7eri otot 7an* kemudian 2eran*sur an*sur $ilan*
6ada leptospirosis terdapat 2e2erapa *am2aran klinis 7an* k$as + seperti sindrom
Weil+ menin*ittis aseptik+ preti#ial fever+ dan miokarditis 6ada sindrom Weil 7an*
dise2a2kan ? $cterohaemorrhagiae maupun sero*rup lain 7an* terdapat pada 1 E ! G kasus
leptospirosis+ditemukan ikterus 7an* terkadan* disertai pendara$an+ anemia+
aDotemia+*an**uan kesadaran+ dan demam den*an tipe 0e2ris kontinua Bejala k$as sindrom
Weil muncul pada $ari - E ! dan dida$ului den*an *ejala a/al 7an* tidak 2er2eda den*an
leptospirosis 2iasa 6enurunan demam 2isa terjadi pada $ari ke E 7 tapi pada kekam2u$an
terdapat demam sampai 2e2erapa min**u >ati mem2esar dan n7eri tekan den*an serum
*lutamik oksaloasetat transaminase %4B3#& menin**i+ namun tidak mele2i$i 5, normal dan
2iliru2in menin**i sampai (0m*G karena $am2atan pada ekskresi 2iliru2in
;ani0estasi *an**uan *injal ditandai den*an adan7a proteinuria dan aDotemia dan 2ila
2erat dapat terjadi nekrosis tu2ular akut dan oli*uria 6enin**ian #lood urea nitrogen %5UN&
7an* $e2at dapat terjadi pada $ari ke E 5 sampai ke E 7 6ada sindrom Weil 2isa ju*a terjadi
perdara$an karena proses vaskulitis di0us di kapiler disertai $ipoprotom2inemia dan
trom2ositopenia+ misaln7a epistaksis+$emoptisis+ $ematemesis+ melena+ perdara$an adrenal+
serta pneumonitis $emo*arikdi paru ;enin*itis aseptik terjadi pada 5 E 1- G pasien
leptospirosis pada 0ase imun dari pen7akit 7an* terserin* dise2a2kan karena L!canicola ini
teerjadi pleiositosis 7an* $e2at dan cepat den*an jumla$ leukosit dalam cairan sere2rospinal
10)1009mm
-
kadan* sampai 1000 den*an sel ter2an7ak adala$ sel leukosit neutro0il atau sel
sel mononuklear Blukosadalam cairan sere2rospinal 2isa normal atau menurun
6enin**ian protein 7an* 2isa mencapai 100m*G dapat dipakai untuk mem2edakan
menin*itis aseptik 7an* dise2a2kan leptospira den*an virus L! autonamlis + karena terserin*
men7e2a2kan preti#ial fever 7an* onsetn7a ti2a)ti2a den*an *am2aran k$as adan7a ruam
2erdiameter - E 5 cm 7an* menonjol dan eritematosa den*an distri2usi 7an* simetris di
daera$ preti2ial 6ada '5G pasien ditemukan splenome*ali L! pomona 7an* 2iasan7a disertai
aritmia jantun* 2erupa 0i2rilasi atrial+ flutter atrial+ takikardi ventrikular + dan ventricular
premature #eat dapat dise2a2kan in0eksi L! pomona dan L!grippot%phosa!
7
Komplikasi

6ada leptospirosis+ komplikasi 7an* serin* terjadi iala$ iridoksiklitis+ *a*al *injal +
miokarditis+ menin*itis aseptik+ dan $epatitis 6erdara$an masi0 jaran* ditemui dan 2ila terjadi
selalu men7e2a2kan kematian
&iagnosis

8ia*nosis dite*akkan 2erdasarkan anamnesis 2erupa ri/a7at pekerjaan pasien+ apaka$


7an* termasuk kelompok oran* den*an risiko tin**i seperti 2eper*ian di $utan 2elantara+
ra/a+ sun*ai+ petani dan *ejala klinis 2erupa demam 7an* muncul ti2a E ti2a+ n7eri kepala +
terutama 2a*ian 0rontal+ mata mera$ 9 0oto0o2ia+ kelu$an *astointestinal+ dan lain lain 6ada
pemeriksaan 0isik ditemukan demam+ 2rakikardi+ n7eri tekan otot+ ruam pada kulit+
$epatome*ali+ dan lain lain 6ada la2oratorium dara$ rutin didapatkan leukositosis+
normal+atau sedikit menurun disertai *am2aran neutro0ilia dan laju endap dara$ %?.8& 7an*
menin**i 6ada urin dijumpai proteinuria+ leukosituria+ dan sedimen sel torak 5ila terdapat
$ematome*ali maka 2iliru2in dara$ dan tranaminase menin*kat+ 5UN+ ureum+ dan kreatinin
2isa menin*kat 2ila terdapat komplikasi pada *injal
&iagnosis 'anding

Hn0luenDa 7an* sporadik+menin*itis aseptik viral+ riketsiosis+ semua pen7akit den*an


ikterus %$epatitis+ demam kunin*+dll&+ glandular fever+ 2ruseliosis+ pneumonia atipik+ demam
2erdara$ den*ue+ pen7akit susunan sara0 7an* akut+ dan feverof unknown origin (FU)*
"enatalaksanaan

32at anti2iotik 7an* 2iasa di2erikan adala$ penisilin+ streptomisin+ tetrasiklin+


kloram0enikol+ eritromisin+ dan sipro0loksasin 32at pili$an pertama adala$ penisilin B 1+5
juta unit setiap ! jam selama 5 E 7 $ari dalam ( E ! jam setela$ pem2erian penisilin B
terli$at reaksi "arisc$ E a$e,$eimmer 7an* menunjukkan adan7a aktivitas antileptospira 32at
E o2at ini e0ekti0 pada pem2erian $ari 1 E - namun kuran* 2erman0aat 2ila di2erikan setela$
0ase imun dan tidak e0ekti0 jika terdapat ikterus+ *a*al *injal + dan menin*itis #indakan
suporti0 di2erikan sesuai kepara$an pen7akit dan komplikasi 7an* tim2ul
@
"encegahan
6ence*a$an leptospirosis k$ususn7a didaera$ tropis san*at sulit 5an7akn7a $ospes
perantara dan jenis serotipe sulit untuk di$apuskan 6ence*a$an pada manusia ju*a sulit
karena tidak memun*kinkan men*$ilan*kan reservoir in0eksi 7an* 2esar pada $e/an
1+2
6ence*a$an pen7akit dilakukan den*an mence*a$ kontak den*an air 7an* secara
potensial terkontaminasi dan den*an men*uran*i kontaminasi melalui pen*endalian rodensia
6erlu dilakukan sanitasi lin*kun*an terutama didaera$ peternakan+ pemoton*an $e/an+ atau
di kolam rena* Kampan7e ruma$ antitikus ju*a perlu dilakukan 5a*i para pekerja 7an*
ra/an terkontaminasi 2akteri+ $arus diperlen*kapi den*an sepatu 2ot+ sarun* tan*an+ masker+
dan 2aju pelindun* Hmunisasi 2a*i oran* 7an* serin* 2er$u2un*an den*an $e/an penular
ju*a perlu dilakukan
1+-
6en7ulu$an tentan* $i*iene pri2adi serta penularan pen7akit akan mem2antu dalam
pence*a$an Ke/aspadaan petu*as kese$atan dapat ditin*katkan dalam situasi pasca2anjir+
men*isolasi $e/an sakit+ daera$ /isata %perlindun*an dari urin $e/an&+ vaksinasi $e/an
piaraan+ serta men*kontrol vektor Ke/aspadaan perlu ditin*katkan se2a*ai upa7a
pence*a$an pen7e2aran pen7akit
-
4ecara n7ata+ 2e2erapa $al 7an* dapat kita lakukan dan anjurkan pada mas7arakat+ antara
lain:
1 Ian* pekerjaann7a men7an*kut 2inatan*:
#utupila$ luka dan lecet den*an 2alut kedap air
6akaila$ pakaian pelindun* misaln7a sarun* tan*an+ pelindun* atau perisai mata+
ju2a$ kain dan sepatu 2ila menan*ani 2inatan* 7an* mun*kin terkena+ terutama jika
ada kemun*kinan men7entu$ air senin7a
6akaila$ sarun* tan*an jika menan*ani ari)ari $e/an+ janinn7a 7an* mati di dalam
maupun di*u*urkan atau da*in*n7a
;andila$ sesuda$ 2ekerja dan cucila$ serta kerin*kan tan*an sesuda$ menan*ani apa
pun 7an* mun*kin terkena
"an*an makan atau merokok sam2il menan*ani 2inatan* 7an* mun*kin terkena
<uci dan kerin*kan tan*an se2elum makan atau merokok
'
Hkutila$ anjuran dokter $e/an kalau mem2eri vaksin kepada $e/an
-+(
2 Untuk 7an* lain:
>indarkanla$ 2erenan* di dalam air 7an* mun*kin dicemari den*an air seni 2inatan*
#utupila$ luka dan lecet den*an 2alut kedap air terutama se2elum 2ersentu$an den*an
tana$+ lumpur atau air 7an* mun*kin dicemari air kencin* 2inatan*
6akaila$ sepatu 2ila keluar terutama jika tana$n7a 2asa$ atau 2erlumpur
6akaila$ sarun* tan*an 2ila 2erke2un
-+(
;em2iasakan diri den*an 6erilaku >idup 5ersi$ dan 4e$at %6>54&
;en7impan makanan dan minuman den*an 2aik a*ar ter$indar dari tikus
;encucui tan*an den*an sa2un se2elum makan
;encucui tan*an+ kaki serta 2a*ian tu2u$ lainn7a den*an sa2un setela$ 2ekerja di
sa/a$9 ke2un9sampa$9tana$9selokan dan tempat)tempat 7an* tercemar lainn7a
;elindun*i pekerja 7an* 2erisiko tin**i ter$adap leptospirosis %petu*as ke2ersi$an+
petani+ petu*as pemoton* $e/an+ dan lain)lain& den*an men**unakan sepatu 2ot dan
sarun* tan*an
;enja*a ke2ersi$an lin*kun*an
;em2ersi$kan tempat)tempat air dan kolam renan*
;en*$indari adan7a tikus di dalam ruma$9*edun*
;en*$indari pencemaran ole$ tikus
;elakukan desin0eksi ter$adap tempat)tempat tertentu 7an* tercemar ole$ tikus
;enin*katkan penan*kapan tikus
"rognosis
4ecara umum+ apa2ila kasus ditan*ani den*an 2aik dan den*an pem2erian pera/atan sesuai
7an* dianjurkan memiliki pro*nosis 2aik "ika tak ada ikterus+ pen7akit jaran* 0atal 6ada
kasus den*an ikterus+ an*ka kematian 5G pada umur di2a/a$ -0 ta$un dan menin*kat pada
usia lanjut %-0)(0G& Kematian serin* terjadi aki2at jaudisme+ den*an komplikasi *a*al *injal
akut dan ke*a*alan perna0asan akut
Malaria
10
;alaria merupakan pen7akit endemis 7an* men7eran* ne*ara E ne*ara den*an
penduduk 7an* padat 5atas pen7e2aran malaria adala$ !( ?intan* Utara %:usia& dan -2
?intan* 4elatan %Ar*entina& Ketin**ian 7an* memun*kinkan parasit malaria $idup adala$
(00 m di2a/a$ di permukaan laut %?aut ;ati& dan 2!00 meter di atas permukaan laut
%5olivia& "lasmodium viva+ mempun7ai distri2usi *eo*ra0is 7an* luas+ mulai dari daera$
7an* 2eriklim din*in+ su2tropis+ sampai ke daera$ tropis "lasmodium falciparum terutama
men7e2a2kan malaria di 2enua a0rika dan daera$ tropis lainn7a
8i Hndonesia malaria dapar 2erjan*kit di daera$ den*an ketin**ian sampai 1@00 m
diatas permukaan laut 4pesies 7an* palin* 2an7ak dijumpai adala$ "lasmodium falciparum
dan "lasmodium viva+ "lasmodium malariae dijumpai di Hndonesia 2a*ian #imur+ sedan*kan
"lasmodium ovale perna$ ditemukan di 6apua dan Nusa #en**ara #imur
4ecara umum+ setiap oran* dapat terin0eksi malaria+ tetapi ada 2e2erapa oran* 7an*
memiliki keke2alan ter$adap parasit malaria+ 2aik 7an* 2ersi0at 2a/aan9alamia$ maupun
didapat 3ran* 7an* palin* 2erisiko terin0eksi malaria adala$ 2alita+ /anita $amil+ serta
penduduk nonimun 7an* men*unjun*i daera$ endemis malaria+ seperti para pen*un*si+
transmi*ran+ dan /isata/an
Epidemiologi dan Etiologi
,am#ar -.Epidemiologi Malaria
4ejak ta$un 1'50+ malaria tela$ 2er$asil di2asmi di $ampir seluru$ 5enua .ropa dan
11
di daera$ seperti Amerika #en*a$ dan Amerika 4elatan Namun pen7akit ini masi$ menjadi
masala$ 2esar di 2e2erapa 2a*ian 5enua A0rika dan Asia #en**ara 4ekitar 100 juta kasus
pen7akit malaria terjadi setiap ta$unn7a dan sekitar 1 persen diantaran7a 0atal 4eperti
ke2an7akan pen7akit tropis lainn7a+ malaria merupakan pen7e2a2 utama kematian di ne*ara
2erkem2an* 6ertum2u$an penduduk 7an* cepat+ mi*rasi+ sanitasi 7an* 2uruk+ serta daera$
7an* terlalu padat+ mem2antu memuda$kan pen7e2aran pen7akit terse2ut 6em2ukaan la$an)
la$an 2aru serta perpinda$an penduduk dari desa ke kota %ur2anisasi& tela$ memun*kinkan
kontak antara n7amuk den*an manusia 7an* 2ermukim didaera$ terse2ut
2
Ada 2e2erapa 0aktor 7an* turut mempen*aru$i seseoran* terin0eksi adala$:
a& :as atau suku 2an*sa
1+7+@
6revalensi >emo*lo2in 4 % >24 & pada penduduk A0rika cukup tin**i se$in**a le2i$ ta$an
ter$adap in0eksi "!falciparum karena >24 men*$am2at perkem2an*2iakan "!falciparum
>24 & pada penduduk A0rika cukup tin**i se$in**a le2i$ ta$an ter$adap in0eksi "!falciparum
karena >24 men*$am2at perkem2an*2iakan "!falciparum
(
2& Kekuran*an enDim
1+7+@
Kuran*n7a enDim ,lukosa / "hospat &ehidrogenase % B!68 & mem2erikan perlindun*an
ter$adap in0eksi "!falciparum 7an* 2erat 8e0isiensi enDim B!68 ini merupakan pen7akit
*enetik den*an mani0estasi utama pada /anita
(
c& Keke2alan pada malaria terjadi apa2ila tu2u$ mampu men*$ancurkan 6lasmodium
7an* masuk atau mampu men*$alan*i perkem2an*ann7a
1+7+@
6en7akit ;alaria 7an* terjadi pada manusia 6en7akit malaria memiliki ( jenis+ dan masin*)
masin* dise2a2kan ole$ spesies parasit 7an* 2er2eda Bejala tiap)tiap jenis 2iasan7a 2erupa
merian*+ panas din*in men**i*il dan kerin*at din*in 8alam 2e2erapa kasus 7an* tidak
disertai pen*o2atan+ *ejala)*ejala ini muncul kem2ali secara periodik "enis malaria palin*
rin*an adala$ malaria tertiana 7an* dise2a2kan ole$ 6lasmodium viva,+ den*an *ejala demam
dapat terjadi setiap dua $ari sekali setela$ *ejala pertama terjadi %dapat terjadi selama 2
min**u setela$ in0eksi&
2
12
,am#ar 0."lasmodium 1iva+
8emam rim2a %jun*le 0ever &+ malaria aestivo)autumnal atau dise2ut ju*a malaria tropika+
dise2a2kan ole$ 6lasmodium 0alciparum merupakan pen7e2a2 se2a*ian 2esar kematian aki2at
malaria 3r*anisme 2entuk ini serin* men*$alan*i jalan dara$ ke otak+ men7e2a2kan koma+
men*i*au+ serta kematian
2
,am#ar .2rofo3oit muda dari "lasmodium falciparum dengan pigmen malaria
;alaria kuartana 7an* dise2a2kan ole$ 6lasmodium ;alariae+ memiliki masa inku2asi le2i$
lama daripada pen7akit malaria tertiana atau tropikaF *ejala pertama 2iasan7a tidak terjadi
antara 1@ sampai (0 $ari setela$ in0eksi terjadi
Bejala terse2ut kemudian akan terulan* kem2ali
setiap - $ari
2
,am#ar 4."lasmodium Malariae
"enis ke empat dan merupakan jenis malaria 7an* palin* jaran* ditemukan+ dise2a2kan ole$
6lasmodium ovale 7an* mirip den*an malaria tertiana
1-
6ada masa inku2asi malaria+ protoDoa tum2u$ didalam sel $atiF 2e2erapa $ari se2elum *ejala
pertama terjadi+ or*anisme terse2ut men7eran* dan men*$ancurkan sel dara$ mera$ sejalan
den*an perkem2an*an mereka+ se$in**a men7e2a2kan demam
2
,am#ar 5."lasmodium )vale
Tabel 1:Perbedaan Morfolgis Dari Keempat Jenis Malaria
P. vivax P.
Faliparum
P.
Malariae
P.
!vale
". Siklus pra#eritrosit J @ $ari ! $ari 15)21 $ari 15 $ari
$. Sikus Eritorit (@ jam -!)@ jam 72 jam (@ jam
%. &alam Eritrosit '
# (itik shu))ner
# (itik Maurer
# *entuk oval
eritrosit

J
)
)

)
J
)

)
)
)

J
)
)
+. Parasit
# Semua bentuk pada
darah tepi
# *entuk akole
# *entuk, inin
dengan $ inti
# *entuk pita
# -ametosit
berbentuk pisang


J
jaran*

jaran*
)

)


"aran*
J

J
)

J


J
J

J
)

J


J
)

)
J


.. /umlah Moro0oit 1()2( 20)-2 !)12 @)12
1(
6lasmodium malaria dapat $idup dalam tu2u$ manusia dan dalam tu2u$ n7amuk
6utaran ke$idupan $ama dalam tu2u$ manusia terjadi dalam dara$ den*an siklus :
meroDoid ))tropoDoid )) sc$iDont )) meroDoid muda ;eroDoid muda masuk la*i ke dalam
2utir dara$ mera$ 8i dalam sel dara$ mera$ se2a*ian ter2esar meroDoid muda terse2ut
men*ulan*i siklusn7a dan se2a*ian kecil mem2entuk makro) dan mikro*ametosit 7an*
siap untuk masuk tu2u$ n7amuk pada /aktu n7amuk terse2ut men**i*it oran* sakit
malaria 4e2a*ian la*i dapat masuk dalam sel $ati untuk ke$idupan meroDoid)meroDoid
muda 4iklus ke$idupan plasmodium dalam tu2u$ oran* atau periode intrinsik memakan
/aktu 10 ) 1( $ari ;ikro dan makro*amet 7an* ter$isap ole$ n7amuk dalam lam2un*
n7amuk akan men*adakan pem2ua$an dan ter2entukla$ D7*ote 8ari Di*ot kemudian
ter2entuk ookinet ookista dalam dindin* lam2un* n7amuk dan ter2entukla$ spora 7an*
seterusn7a menjadi sporoDoit 7an* siap dalam kelenjar luda$ n7amuk untuk masuk dalam
tu2u$ oran* le/at *i*itan n7amuk4iklus ke$idupan plasmodium dalam tu2u$ n7amuk
atau periode e,trinsik memerlukan /aktu H0 ) 12 $ari8en*an men*eta$ui siklus
ke$idupan parasit dan /aktu intrinsik dan e,trinsikn7a serta cara penularan pen7akit
malaria dapat ditetapkan 2a$/a : pemeriksaan preparat ole$ la2oratorium memun*kinkan
pen*aturan /aktu antara pem2erian presumptive dan radical treatment 7an* $arus kuran*
dari 10 $ari dan pelaksanaan pem2erantasan vektor den*an 0o**in* a*ar diulan* tiap
min**u selama @ ) H0 min**u
5
"enatalaksanaan
A. (indakan umum 1 di tingkat Puskesmas 2 '
6ersiapkan penderita malaria 2erat untuk dirujuk ke ruma$ sakit90asilitas pela7anan 7an* le2i$
tin**i+ den*an cara :
i& "a*a jalan na0as dan mulut untuk men*$indari terjadin7a as0iksia+ 2ila
diperlukan 2eri oksi*en %32&
ii& 6er2aiki keadaan umum penderita %2eri cairan dan pera/atan umum&
iii& ;onitorin* tanda)tanda vital antara lain : keadaan umum+ kesadaran+
perna0asan+ tekanan dara$+ su$u+ dan nadi setiap -0 menit %selalu dicatat untuk
15
men*eta$ui perkem2an*ann7a&
iv& Untuk kon0irmasi dia*nosis+ lakukan pemeriksaan 48 te2al 6enilaian sesuai
kriteria dia*nostik mikroskopik
v& 5ila $ipotensi+ tidurkan dalam posisi #rendenlen2ur* dan dia/asi terus tensi+
/arna kulit dan su$u+ laporkan ke dokter se*era
vi& Kasus dirujuk ke ruma$ sakit 2ila kondisi mem2uruk
vii& 5uat 9 isi status penderita 7an* 2erisi catatan men*enai : identitas penderita+
ri/a7at perjalanan pen7akit+ ri/a7at pen7akit da$ulu+ pemeriksaan 0isik+
pemeriksaan la2oratorium %2ila tersedia&+ dia*nosis kerja+ dia*nosis 2andin*+
tindakan K pen*o2atan 7an* tela$ di2erikan+ rencana tindakan9pen*o2atan+
dan lain)lain 7an* dian**ap perlu %misal : 2ila keluar*a penderita menolak
untuk dirujuk maka $arus menandatan*ani surat pern7ataan 7an* disediakan
untuk itu& <atatan vital si*n disatukan kedalam status penderita
2+!
*. Pengobatan simptomatik '
i& 6em2erian antipiretik untuk mence*a$ $ipertermia : parasetamol 15
m*9K*559,+ 2eri setiap ( jam dan lakukan ju*a kompres $an*at
ii& 5ila kejan*+ 2eri antikonvulsan : 8e/asa : 8iaDepam 5)10 m* HL
%secara perla$an jan*an le2i$ dari 5 m*9menit& ulan* 15 menit
kemudian 2ila masi$ kejan* "an*an di2erikan le2i$ dari 100 m*92(
jam
iii& 5ila tidak tersedia 8iaDepam+ se2a*ai alternati0 dapat dipakai
6$eno2ar2ital 100 m* H;9,
8e/asa di2erikan 2 , se$ari
2+!
3. Pemberian obat anti malaria spesi)ik '

i& Kina intra vena %injeksi& masi$ merupakan o2at pili$an %dru* o0 c$oice& untuk
1!
malaria 2erat Kemasan *aram Kina ><? 25 G injeksi+ 1 ampul 2erisi 500
m* 9 2 ml
ii& 6em2erian anti malaria pra rujukan %di puskesmas& : apa2ila tidak
memun*kinkan pem2erian kina perdrip maka dapat di2erikan dosis H Kinin
antipirin 10 m*9K*55 H; %dosis tun**al&
1+2
<ara pem2erian :
i& Kina ><? 25 G %perdrip&+ dosis 10m*9K* 55 atau 1 ampul %isi 2 ml =
500 m*& dilarutkan dalam 500 ml de,trose 5 G atau de,trose in saline
di2erikan selama @ jam den*an kecepatan konstan 2 ml9menit+ diulan*
den*an cairan 7an* sama setiap @ jam sampai penderita dapat minum
o2at
ii& 5ila penderita suda$ dapat minum+ Kina HL di*anti den*an Kina
ta2let 9 per oral den*an dosis 10 m*9K* 559 , dosis+ pem2erian - ,
se$ari %den*an total dosis 7 $ari di$itun* sejak pem2erian in0us perdrip
7an* pertama&
1+2+!
<atatan :
i& Kina tidak 2ole$ di2erikan secara 2olus intra vena+ karena dapat
men7e2a2kan kadar dalam plasma san*at tin**i den*an aki2at
toksisitas pada jantun* dan kematian
ii& 5ila karena 2er2a*ai alasan Kina tidak dapat di2erikan melalui
in0us+ maka dapat di2erikan H; den*an dosis 7an* sama pada
pa$a 2a*ian depan masin*)masin* 192 dosis pada setiap pa$a
%jan*an di2erikan pada 2okon*& 5ila memun*kinkan untuk
pemakaian H;+ kina diencerkan den*an normal saline untuk
mendapatkan konsentrasi !0)100 m*9ml
iii& Apa2ila tidak ada per2aikan klinis setela$ pem2erian (@ jam
kina parenteral+ maka dosis maintenans kina diturunkan 19- )
192 n7a dan lakukan pemeriksaan parasitolo*i serta evaluasi
17
klinik $arus dilakukan
iv& #otal dosis kina 7an* diperlukan :
>ari 0 : -0 m*9K* 55
>ari H : -0 m*9K* 55
>ari HH dan 2erikutn7a : 15)20 m*9K* 55
8osis maksimum de/asa : 2000 m*9$ari
v& >indari sikap 2adan te*ak pada pasien akut selama terapi kina
untuk men*$indari $ipotensi postural 2erat
vi& 5ila tidak memun*kinkan dirujuk+ maka penan*anann7a :
lanjutkan penatalaksanaan sesuai protap umum :uma$ 4akit
%seperti tela$ diuraikan diatas&+ 7aitu :
vii& 6en*o2atan spesi0ik den*an o2at anti malaria
viii& 6en*o2atan supporti09penunjan* %termasuk pera/atan umum
dan pen*o2atan simptomatik&
2
MFun*si masin*)masin* o2at:
6emakaian artesunat dan amodiakuin 2ertujuan untuk mem2unu$ parasit stadium
aseksual
6emakaian klorokuin 2ertujuan mem2unu$ parasit stadium aseksual dan seksual
6rimakuin 2ertujuan untuk mem2unu$ *ametosit 7an* 2erada di dalam
dara$+$ipnoDoit di sel $ati dan parasit aseksual di eritrosit
1
"encegahan
A. 4emopro)ilaksis
5ertujuan untuk men*uran*i resiko terin0eksi malaria se$in**a 2ile terin0eksi maka *ejala
klinisn7a tidak 2erat8itujukan kepada oran* 7an* 2erper*ian ke daera$ endemis malaria
dalam /aktu 7an* tidak terlalu lama
i& Kompro0ilaksis untuk 6 Falciparum+ 8oksisiklin:2m*+k*559$ari%C()! min**u&
1@
ii& Kompro0ilaksis untuk 6 Liva, dapat di2erikan klorokuin:5m*9k*55 setiap
min**u
iii& 32at terse2ut diminum 1 min**u se2elum masuk ke daera$ endemis sampai (
min**u setela$ kem2ali
*. Pen5emprotan
3. Penga6asan deteksi akti) dan pasi)
&. Survei demam dan penga6asan migran
E. &eteksi dan kontrol epidemik
F. Larvaiding
-. Peningkatan kemampuan
7. &iagnosis a6al dan pengobatan 5ang tepat
I. Program kelambu dengan insektisida
&emam (i)oid
"emeriksaan Fisik
) #anda vital: 4u$u %oral+ rektal+ a,ila atau telin*a&+ nadi+ respirasi+ tekanan dara$
%mencakup len*an kanan+ len*an kiri+ 2er2arin*+ duduk+ 2erdiri&+ tin*kat kesadaran
) 6emeriksaan a2domen: n7eri tekan pada epi*astrium
#in*kat kesadaran pasien ada 5:
1 <ompos ;entis : 4adar sepenu$n7a+ 2aik ter$adap dirin7a maupun ter$adap
lin*kun*ann7a 6asien dapat menja/a2 pertan7aan pemeriksa den*an 2aik
2 Apatis : kuran* mem2erikan respon ter$adap sekelilin*n7a atau 2ersi0at acu$ tak acu$
ter$adap sekelilin*n7a
- 8elirium: penurunan kesadaran disertai kekacauanmotorik dan siklus tidur 2an*un
7an* ter*an**u 6asien tampak *adu$+ *elisa$+ kacau+ disorientasi dan meronta)ronta
( 4omnolen : keadaan men*antuk 7an* masi$ dapat puli$ penu$ 2ila diran*san*+ tetapi
2ila ran*san* 2er$enti+ pasien akan tertidur kem2ali
5 4opor : keadaan men*antuk 7an* dalam 6asien masi$ dapat di2an*unkan den*an
ran*san* 7an* kuat+ misaln7a ran*san* n7eri+ tetapi pasien tidak ter2an*un sempurna
1'
dan tidak dapat mem2rikan ja/a2an ver2al 7an* 2aik
! 4emi koma: penurunan rana*san*an 7an* tidak mem2erikan respon ter$adap
ran*san*an ver2al+ dan tidak dapat di2an*unkan sama sekali+ tetapi re0leks pupil dan
kornea masi$ 2aik
7 <oma : tidak sadar+ dan tidak ada reaksi ter$adap ran*san*an apapun ju*a
"emeriksaan La#oratorium
6emeriksaan rutin
Walaupun pada pemeriksaan dara$ peri0er len*kap serin* ditemukan
leucopenia+ dapat pula terjadi kadar leukosit normal atau leukositosis
?eukositosis dapat terjadi /alaupun tanpa disertai in0eksi sekunder
4elain itu pula dapat ditemukan anemia rin*an dan trom2ositopenia
6ada pemeriksaan $itun* jenis leukosit dapat terjadi aneosino0ilia
maupun lim0openia ?aju endap dara$ pada ti0oid dapat menin*kat
4B3# dan 4B6# serin*kali menin*kat+ tetapi akan kem2ali menjadi
normal setela$ sem2u$ Kenaikan 4B3# dan 4B6# tidak memerlukan
pennan*anan k$usus
Uji /idal
Uji /idal dilakukan untuk deteksi anto2odi ter$adap kuman st$7pi
pada uji /idal terjadi suatu reaksi a*lutinasi antar anti*en kuman
st$7pi den*an anti2od7 7an* dise2ut a**lutinin Anti*en 7an*
di*unakan pada uji /idal adala$ suspensi salmonella 7an* suda$
dimatikan dan diola$ di la2oratorium ;aksud uji /idal adala$ untuk
menentukan adan7a a*lutinin dalam serum penderita tersan*ka demam
ti0oid 7aitu :
A**lutinin 3 %dari tu2u$ kuman&+ a**lutinin > %0la*ella kuman&+ dan c
a**lutinin Li % simpai kuman&
8ari keti*a a**lutinin terse2ut $an7a a**lutinin 3 dan > 7an*
di*unakan untuk dia*nosis demam ti0oid 4emakin tin**i titern7a
semakin 2esar kemun*kinan terin0eksi
20
6em2entukan a**lutinin mulai terjadi pada ak$ir min**u pertama
demam+ kemudian menin*kat secara cepat dan mencapai puncak pada
min**u ke)empat+ dan tetap tin**i selam 2e2erapa min**u 6ada 0ase
akut mula)mula tim2ul 3+ kemudian diikuti a*lutinin > pada oran*
7an* tela$ sem2u$ a**lutinin 3 masi$ dijumpai setela$ ()! 2ulan+
sedan* a**lutinin > menetap le2i$ lama antara ')12 2ulan 3le$ karena
itu uji /idal 2ukan untuk menentukan kesem2u$an pen7akit
Ada 2e2erapa 0actor 7an* mempen*aru$i uji /idal 7aituF 1& pen*o2atan
dini den*an anti2iotic+ 2& *an**uan pem2entukan anti2od7+ dan
pem2erian kortikosteroid+ -& /aktu pen*am2ilan dara$+ (& daera$
endemic atau non endemic+ 5& ri/a7at vaksinasi !& reaksi anamnestik+
7aitu penin*katan titer a**lutinin pada in0eksi 2ukan demam ti0oid
aki2aat in0eksi demam ti0oid masa lalu atau vaksinasi+7& 0actor teknik
pemeriksaan la2oratorium+ aki2at a*lutinasi silan*+ dan strain
salmonella 7an* di*unakan untuk suspensi anti*en
4aat ini 2elum ada kesamaan pendapat men*enai titer a**lutinin 7an*
2ermakna dia*nostic
Uji tu#e+
;erupakan uji semi kuantitati0 kolometrik 7an* cepat%2e2erapa meni&
dan muda$ untuk di kerjakan Uji ini mendeteksi anti2od7 anti67t%phi
3' pada serum pasien+ den*an cara men*$am2at ikatan antara H*; anti
3' 7an* terkonku*asi pada partikel late, 7an* 2er/arna den*an
lipopolisakarida st7p$i 7an* terkonju*asi pada partikel ma*netic late,
>asil positi0 uji tu2e, ini menunjukkan terdapat in0eksi salmonella
serogroup & /alau tidak spesi0ik menunjukkan pada 4+t7p$i Hn0eksi
ole$ 4parat7p$i akan mem2er $asil ne*ative
Uji #7pidot
Uji t7p$idot dapat mendeteksi anti2od7 H*; dan H*B 7an* terdapat
pada protein mem2rane luar salmonella t%phi >asil positi0 pada uji
t7p$idot didapatkan 2)- $ari setela$ in0eksi dan dapat men*identi0ikasi
secara spesi0ik anti2od7 H*; dan H*B ter$adap anti*en st7p$i se2erat
21
50 K8+ 7an* terdapat pada strip nitroselulosa
Uji H*; 8ipstick
Uji ini secara k$usus mendeteksi anti2od7 H*; spesi0ik ter$adap
st7p$i pada specimen serum atau /$ole 2lood Uji ini men**unakan
strip 7an* men*andun* anti *en lipopolisakarida %?64& st7p$oid dan
anti H*;%se2a*ai control&+ rea*en deteksi 7an* men*andun* anti H*;
7an* dilekati den*an lateks 2er/arna+ vairan mem2asa$i strip se2elum
diinku2asi den*an rea*en dan serum pasien + ta2un* uji Komponen
perlen*kapan ini sta2il untk disimpan selama dua ta$un pada su$u ()
25
0
< di tempat kerin* tanpa paparan sinar mata$ari
Kultur 8ara$
>asil 2iakan dara$ 7an* positi0 memastikan demam ti0oid+ akan tetapi
$asil ne*ative tidak men7in*kirkan demam t0oid+ karena mun*kin
sise2a2kan 2e2erapa $al se2a*ai 2erikut: 1& tela$ mendapat terapi
anti2iotic 5ila pasien se2elum dilakukan kultur dara$ tela$ mendapat
anti2iotic+ pertum2u$an kuman dalam media 2iakan ter$am2at dan
$asil mun*kin ne*ative+ 2& volume dara$ 7an* kuran%diperlukan kuran*
le2i$ 5cc dara$& 5ila dara$ 7an* di2ikkan sedikit maka $asil ne*ative
8ara$ 7an* diam2il se2aikn7a secara 2edside lan*sun* dimaukkna ke
dalam media cair empedu untuk pertum2u$an kuman+ -& ri/a7at
vaksinasi Laksinasi di masa lampau menim2ulkan anti2od7 dalam
dara$ pasien Anti2od7 %a**lutinin& dapat menekan 2akteremia $in**a
2iakan dara$ dapat ne*ative +(& saat pen*am2ilan dara$ setela$ min**u
pertama+ pada saat a**lutinin semakin menin*kat
-+(
Epidemiologi
4urveilans 8epartemen Kese$atan :H+ 0rekuensi kejadian demam ti0oid di
Hndonesia pada ta$un 1''0 se2esar '+2 dan pada ta$un 1''( terjadi penin*katan
0rekuensi menjadi 15+( per 10000 penduduk 8ari surve7 2er2a*ai ruma$ sakit di
Hndonesia dari ta$un 1'@1 sampai den*an 1'@! memperli$atkan penin*katan
22
jumla$ penderita sekitar -5+@G
Hnsiden demam ti0oid 2ervariasi di tiap daera$ dan 2iasan7a terkait den*an
sanitasi lin*kun*anF di daera$ rural %"a/a 5arat& 157 kasus per 100000 penduduk+
sedan* di daera$ ur2an ditemukan 7!0)@10 per 100000 penduduk 6er2edaan
insiden di perkotaan 2er$u2un*an erat den*an persediaan air 2ersi$ 7an* 2elum
memadai serta sanitasi lin*kun*an den*an pem2uan*an sampa$ 7an* kuran*
memenu$i s7arat kese$atan lin*kun*an
<ase 0atalit7 rate %<F:& demam ti0oid di ta$un 1''! se2esar 10@G dari
seluru$ kematian di Hndonesia Namun demikian 2erdasarkan $asil 4urve7
Kese$atan :uma$ #an**a 8epartemen Kese$atan :H ta$un 1''5 demam ti0oid
tidak termasuk dalam 10 pen7akit den*an mortalitas tin**i
"atogenesi
;asukn7a kuman salmonella th%pi ke dalam tu2u$ manusia terjadi melalui
makan 7an* terkontaminasi kuman 4e2a*ian kuman dimusna$kan dalam
lam2un*+ se2a*ian lolos +asuk dalam usus dan selanjutn7a 2erkem2an* 2iak 5ila
respon imunitas $umoral mukosa %H*A& usus kuran* 2aik maka kuman akan
menem2us sel)sel epitel %terutama sel);& dan selanjutn7a ke lamina propria 8i
lamina propria kuman 2erkem2an* 2iak dan di0a*osit oel$ sel)sel 0a*osit terutama
makro0a* Kuman dapat $idup dan 2erkem2an* 2iak dalam makro0a* 8an
selanjutn7a di 2a/a ke plak pe7eri ileum distal dan kemudian ke kelenjar *eta$
2enin* mesenterika 4elanjutn7a melalui duktus torasikus kuman 7an* terdapat di
dalam makro0a* ini masuk ke dalam sirkulasi dara$ %men*aki2atkan 2akteremia
pertama& 7an* asimtomatik& dan men7e2ar ke seluru$ or*an retikulo endot$elial
tu2u$ terutama $ati dan limpa 8i or*an)or*an ini kuman menin**alkan sel)sel
0a*osit dan kemudian 2erkem2ak2iak di luar sel atau ruan* sinusoid dan
selanjutn7a masuk ke dalam sirkulasi dara$ la*i men*aki2atkan 2akteremia 7an*
kedua kalin7a den*an desertai tanda)tanda dan *ejala pen7akit in0eksi sistemik
8i dalam $ati+ kuman masuk ke dalam kandun* empedu+ 2erkem2an* 2iak+
dan 2ersama cairan empedu diekskresikan secara intermiten ke dalam lumen usus
2-
4e2a*ian kuman dikeluarkan melalui 0eses dan se2a*ian masuk la*i kedalam
sirkulasi setela$ menem2us usus 6roses 7an* sama terulan* kem2ali+ 2er$u2un*
makro0a* tela$ terakti0asi dan $iperakti0 maka saat 0a*ositosis kuman salmonella
terjadi pelepasan 2e2erapa mediator in0lamasi sistemik seperti
demam+malaise+mial*ia+ sakit kepala+ sakit perut+ insta2ilitas vascular+ *an**uan
mental+ dan koa*ulasi
8i dalam plak pe7eri makro0a* $iperakti0 menim2ulkan reaksi $7perplasia
jarin*an %st$7pi intra makro0a* men*induksi reaksi $ipersensitivitas tipe lam2at+
$7perplasia jarin*an dan nekrosis or*an& 6erdara$an saluran cerna dapat terjadi
aki2at erosi pem2ulu$ dara$ sekitar plak pe7eri 7an* sedan* men*alami nekrosis
dan $7perplasia aki2at akumulasi sel)sel mononuclear di dindin* usus 6roses
patolo*is jarin*an lim0oid ini dapat 2erkem2an*2$in**a ke lapisan otot+ serosa
usus+ dan dapat men*aki2atkan per0orasi .ndotoksin dapat menempel di reseptor
sel endotel kapiler den*an aki2at tim2uln7a komplikasi seperti *an**uan
neuropsikiatrik+ kardiovaskular+ pernapasan+ dan *an**uan or*an lainn7a
,am#aran Klinis
6ene*akan dia*nosis sedini mun*kin san*at 2erman0aat a*ar 2ias terapi 7an*
tepat dan meminimalkan komplikasi 6en*eta$uan *am2aran klinis pen7akit ini
pentin* unutk mem2antu mendeteksi secara dini Walaupun pada kasus tertentu di
2utu$kan pemeriksaan tam2a$an untuk mem2antu mene*akkan dia*nosis
;asa tunas demam ti0oid 2erlansun* anara 10)1( $ari Bejala)*ejala klinis 7an*
tim2ul san*at 2ervariasi dari rin*an sampai 2erat+ dari asimtomatik $in**a
*am2aran pen7akit 7an* k$as disertai komplikasi $in**a kematian
6ada min**u pertama *ejala klinis pen7akit ini ditemukan kelu$an dan *ejala
serupa den*an pen7akit in0eksi akut pada umumn7a 7aitu demam+ n7eri kepala+
pusin*+ n7eri otot+ anoreksi+mual+ munta$+ o2stipasi atau diare+ perasaan tidak enak
di perut+ 2atuk+ dan epiktasis 6ada pemeriksaan 0isik $an7a didapatkan su$u
2adan menin*kat 4i0at deman adala$ menin*kat perla$an)la$an dan terutama pada
sore dan malam $ari 8alam min**u kedua *ejala)*ejala semakin jelas 2erupa
2(
demam+ 2radikardia relative %penin*katan su$u 1
0
< tidak diikuti penin*katan
den7ut nadi @ kali permenit&+ lida$ 7an* 2erselaput % kotor di ten*a$+ tepid an
ujun* mera$ serta tremor&+ $epatome*ali+ splenome*ali+ meteroismus+ *an*uan
mental 2erupa somnolen+ stupor+ koma+ delirium+ atau psikosis :oseolae jaran*
ditemukan pada oran* Hndonesia
Gambaran klasik demam tifoid (Gejala Khas)
5iasan7a jika *ejala k$as itu 7an* tampak+ dia*nosis kerja pun 2isa lan*sun*
dite*akkan Ian* termasuk *ejala k$as 8emam ti0oid adala$ se2a*ai 2erikut
N;in**u 6ertama %a/al terin0eksi&
8
4etela$ mele/ati masa inku2asi 10)1( $ari+ *ejala pen7akit itu pada a/aln7a
sama den*an pen7akit in0eksi akut 7an* lain+ seperti demam tin**i 7an*
2erpanjan*an 7aitu setin**i -'Oc $in**a (0Oc+ sakit kepala+ pusin*+ pe*al)pe*al+
anoreksia+ mual+ munta$+ 2atuk+ den*an nadi antara @0)100 kali permenit+ den7ut
lema$+ pernapasan semakin cepat den*an *am2aran 2ronkitis kataral+ perut
kem2un* dan merasa tak enak+ sedan*kan diare dan sem2elit sili$ 2er*anti 6ada
ak$ir min**u pertama+diare le2i$ serin* terjadi K$as lida$ pada penderita adala$
kotor di ten*a$+ tepi dan ujun* mera$ serta 2er*etar atau tremor .pisteksis dapat
dialami ole$ penderita sedan*kan ten**orokan terasa kerin* dan 2eradan* "ika
penderita ke dokter pada periode terse2ut+ akan menemukan demam den*an
*ejala)*ejala di atas 7an* 2isa saja terjadi pada pen7akit)pen7akit lain ju*a :uam
kulit %ras$& umumn7a terjadi pada $ari ketuju$ dan ter2atas pada a2domen disala$
satu sisi dan tidak merata+ 2ercak)2ercak ros %roseola& 2erlan*sun* -)5 $ari+
kemudian $ilan* den*an sempurna :oseola terjadi terutama pada penderita
*olon*an kulit puti$ 7aitu 2erupa makula mera$ tua ukuran 2)( mm+ 2erkelompok+
tim2ul palin* serin* pada kulit perut+ len*an atas atau dada 2a*ian 2a/a$+
keli$atan memucat 2ila ditekan 6ada in0eksi 7an* 2erat+ purpura kulit 7an* di0us
dapat dijumpai ?impa menjadi tera2a dan a2domen men*alami distensi

N ;in**u Kedua
8
"ika pada min**u pertama+ su$u tu2u$ 2eran*sur)an*sur menin*kat setiap $ari+
25
7an* 2iasan7a menurun pada pa*i $ari kemudian menin*kat pada sore atau malam
$ari Karena itu+ pada min**u kedua su$u tu2u$ penderita terus menerus dalam
keadaan tin**i %demam& 4u$u 2adan 7an* tin**i+ den*an penurunan sedikit pada
pa*i $ari 2erlan*sun* #erjadi perlam2atan relati0 nadi penderita Ian* semestin7a
nadi menin*kat 2ersama den*an penin*katan su$u+ saat ini relati0 nadi le2i$
lam2at di2andin*kan penin*katan su$u tu2u$ Bejala toksemia semakin 2erat 7an*
ditandai den*an keadaan penderita 7an* men*alami delirium+ somnelon+ stupor+
koma dan psikosis Ban**uan penden*aran umumn7a terjadi ?ida$ tampak
kerin*+mera$ men*kilat Nadi semakin cepat sedan*kan tekanan dara$ menurun+
sedan*kan diare menjadi le2i$ serin* 7an* kadan*)kadan* 2er/arna *elap aki2at
terjadi perdara$an 6em2esaran $ati dan limpa 6erut kem2un* dan serin*
2er2un7i Ban**uan kesadaran ;en*antuk terus menerus+ mulai kacau jika
2erkomunikasi dan lain)lain

N ;in**u Keti*a
8
4u$u tu2u$ 2eran*sun*)an*sur turun dan normal kem2ali di ak$ir min**u >al
itu jika terjadi tanpa komplikasi atau 2er$asil dio2ati 5ila keadaan mem2aik+
*ejala)*ejala akan 2erkuran* dan temperatur mulai turun ;eskipun demikian
justru pada saat ini komplikasi perdara$an dan per0orasi cenderun* untuk terjadi+
aki2at lepasn7a kerak dari ulkus 4e2alikn7a jika keadaan makin mem2uruk+
dimana toksemia mem2erat den*an terjadin7a tanda)tanda k$as 2erupa delirium
atau stupor+otot)otot 2er*erak terus+ inkontinensia alvi dan inkontinensia urin
;eteorisme dan timpani masi$ terjadi+ ju*a tekanan a2domen san*at menin*kat
diikuti den*an n7eri perut 6enderita kemudian men*alami kolaps "ika den7ut
nadi san*at menin*kat disertai ole$ peritonitis lokal maupun umum+ maka $al ini
menunjukkan tela$ terjadin7a per0orasi usus sedan*kan kerin*at
din*in+*elisa$+sukar 2ernapas dan kolaps dari nadi 7an* tera2a den7utn7a mem2eri
*am2aran adan7a perdara$an 8e*enerasi miokardial toksik merupakan pen7e2a2
umum dari terjadin7a kematian penderita demam ti0oid pada min**u keti*a
8
N ;in**u keempat
;erupakan stadium pen7em2u$an meskipun pada a/al min**u ini dapat
dijumpai adan7a pneumonia lo2ar atau trom2o0le2itis vena 0emoralis
8
2!
9elaps
6ada mereka 7an* mendapatkan in0eksi rin*an den*an demikian ju*a $an7a
men*$asilkan keke2alan 7an* lema$+ kekam2u$an dapat terjadi dan 2erlan*sun*
dalam /aktu 7an* pendek Kekam2u$an dapat le2i$ rin*an dari seran*an primer
tetapi dapat menim2ulkan *ejala le2i$ 2erat daripada in0eksi primer terse2ut
4epulu$ persen dari demam ti0oid 7an* tidak dio2ati akan men*aki2atkan
tim2uln7a relaps
+
4omplikasi
1 Komplikasi Hntestinal
N 6erdara$an usus
N 6er0orasi usus
N Hleus paralitik
2 Komplikasi .kstra EHntestinal
N Komplikasi Kardiovaskuler : ke*a*alan sirkulasi peri0er %renjatan
septik&+ miokarditis+ trom2osis dan trom2o0le2itis
N Komplikasi dara$ : anemia $emolitik +trom2ositopenia+ dan 9atau
8isseminated
Hntravascular <oa*ulation %8H<& dan 4indrom uremia $emolitik
N Komplikasi paru : 6neumonia+empiema+dan pleuritis
N Komplikasi $epar dan kandun* empedu : $epatitis dan kolesistitis
N Komplikasi *injal : *lomerulone0ritis+pielone0ritis+ dan perine0ritis
N Komplikasi tulan* : osteomielitis+periostitis+spondilitisdan Artritis
N Komplikasi Neuropsikiatrik : 8elirium+ menin*ismus+ menin*itis+peri0er+
sindrom *uillain)2arre+ psikosis dan sindrom katatonia
7
&iagnosis
27
8ia*nosis pasti dite*akkan den*an cara men*uji dara$ 7an* men*andun* 2akteri
4almonella dalam dara$ penderita+ den*an mem2iakkan dara$ pada $ari 1( 7an*
pertama dari pen7akit
4elain itu tes /idal %3 da$ > a*lutinin& mulai positi0 pada $ari kesepulu$ dan titer
akan semakin menin*kat sampai 2erak$irn7a pen7akit 6en*ulan*an tes /idal
selan* 2 $ari menunjukkan penin*katan pro*resi0 dari titer a**lutinin %diatas
1:200& menunjukkkan dia*nosis positi0 dari in0eksi akti0 demam ti0oid
5iakan tinja dilakukan pada min**u kedua dan keti*a serta 2iakan urin pada
min**u keti*a dan keempat dapat mendukun* dia*nosis den*an ditemukann7a
4almonella
Bam2aran dara$ ju*a dapat mem2antu menentukan dia*nosis "ika terdapat
lekopeni polimor0onuklear den*an lim0ositosis 7an* relati0 pada $ari kesepulu$
dari demam+ maka ara$ demam ti0oid menjadi jelas 4e2alikn7a jika terjadi
lekositosis polimor0onuklear+ maka 2erarti terdapat in0eksi sekunder 2akteri di
dalam lesi usus 6enin*katan 7an* cepat dari lekositosis polimor0onuklear ini
men*$aruskan kita /aspada akan terjadin7a per0orasi dari usus penderita #idak
selalu muda$ mendia*nosis karena *ejala 7an* ditim2ulkan ole$ pen7akit itu tidak
selalu k$as seperti di atas 5isa ditemukan *ejala) *ejala 7an* tidak k$as Ada
oran* 7an* setela$ terpapar den*an kuman 4t7p$i+ $an7a men*alami demam
sedikit kemudian sem2u$ tanpa di2eri o2at >al itu 2isa terjadi karena tidak semua
penderita 7an* secara tidak sen*aja menelan kuman ini lan*sun* menjadi sakit
#er*antun* 2an7akn7a jumla$ kuman dan tin*kat keke2alan seseoran* dan da7a
ta$ann7a+ termasuk apaka$ suda$ imun atau ke2al 5ila jumla$ kuman $an7a
sedikit 7an* masuk ke saluran cerna+ 2isa saja lan*sun* dimatikan ole$ sistem
pelindun* tu2u$ manusia Namun demikian+ pen7akit ini tidak 2isa dian**ap
enten*
.
"enatalaksanaan
4amapai saat ini masi$ di anut trilo*i penatalaksanaan demam ti0oid+ 7aitu:
Istirahat dan pera6atan, den*an tira$ 2arin* dan pera/atan pro0esinal 2ertujuan
untuk mence*a$ komplikasi 8alam pera/atan perlu dija*a ke2ersi$an tempat
tidur+ pakaian+ dan perklen*kapan pakaian 7an* di pakai
2@
&iet dan terapi penunjang. ;akanan 7an* kuran* akan menurukan keadaan
umum dan *iDi penderita akan semakin turun dan proses pen7em2u$an akan
menjadi lama 5e2erapa peneliti menunjukkan den*an makan padat dini 7aitu nasi
den*an lauk pauk renda$ selulosa %men*$indari sementara sa7uran 2erserat& dapat
di 2eri den*an aman pada pasien demam ti0oid
Pemberian antimikroba. 32at)o2at anti mikro2a 7an* serin* di*unakan untuk
men*o2ati demam ti0oid adala$ se2a*ai 2erikut
Kloram0enikol
#iam0enikol
KotrimoksaDol
Ampisilin dan amoksilin
Bolon*an 0luorokuinon
ADitromisin
Kom2inasi o2at anti mikro2a atau le2i$ diindikasi $an7a pada keadaan tertentu saja
antara lain toksik ti0oid+ peritonitis atau per0orasi+ serta s7ok septic+ 7an* perna$
ter2ukti ditemukan 2 macam or*anism ddalam kultur dara$ selain kuman salmonella
6ada /anita $amil o2at 7an* dianjurkan adala$ ampisilin+ amoksilin+ dan se0riakson
selainn7a dika/atirkan dapat terjadi partus premature+ kematian 0etus intrauterine dan
*re7 sindrom pada neonates
. Pemeriksaan )isik
6emeriksaan 0isik 7an* 2iasan7a dilakukan atau ditemukan pada tersan*ka demam
2erdara$ adala$ se2a*ai 2erikut :
) 6ada pasien 8emam 8en*ue $ampir tidak ditemukan kelainan 6ada pemeriksaan
nadi+ nadi pasien mula)mula cepat kemudian menjadi normal dan melam2at
1
5radikardi %pelam2atan den7ut jantun*+ seperti ditunjukan den*an melam2atn7a nadi
C!0& dapat menetap selama 2e2erapa $ari selama masa pen7em2u$an ?alu dapat
ditemukan lida$ kotor dan kesulitan 2uan* air 2esar1 6ada mata dapat ditemukan
pem2en*kakan+ injeksi konjun*tiva+ lakrimasi dan 0oto0o2ia .ksantem dapat muncul
di a/al demam 7an* terli$at jelas dimuka dan dada+ 2erlan*sun* 2e2erapa jam lalu
2'
akan mucul kem2ali pada $ari ke -)! 2erupa 2ercak ptekie di len*an dan kaki lalu
seluru$ tu2u$
) 6ada 8emam 5erdara$ 8en*ue dapat terjadi *ejala perdara$an 2erupa ptekiae+
pupura+ ekimosis+ $ematemesis+ melena dan epitaksis
1
>ati umumn7a mem2esar dan
terdapat n7eri tekan 7an* tak sesuai den*an 2erat pen7akit 6ada kasus ini terjadi
epitaksis
) 6ada 8en*ue 47ok 4indrome+ *ejala renjatan ditandai den*an kulit 7an* terasa lem2a2
dan din*in+ sianosis peri0er 7an* terutama tampak pada ujun* $idun*+ jari)jari tan*an
dan kaki+ serta penurunan tekanan dara$
1
6ada kasus ini akral lem2a2 dan din*in1
&. Pemeriksaan penunjang
6emeriksaan penunjan* 7an* dapat dilakukan pada demam 2erdara$ :
1 6ada pemeriksaan dara$ :
) pada demam den*ue dapat ditemukan jumla$ leukosit 7an* kuran* %leucopenia&
C50009ul
2
)pada demam 2erdara$ den*ue dijumpai trom2osit 7an* kuran* di2a/a$ C 1000009Al+
dan $emokonsentrasi %kadar >t P 20G dari normal+ ? = -7)(- G+ 6 = (0)(@ G&
2
) masa pem2ekuan masi$ normal+ masa pendara$an 2iasan7a memanjan*+ penurunan
0aktor HH+ L+LHH+ HQ dan QHH
) ada $ipoproteinemia+ $iponatremia+ $ipokloremia
) 4B3#+ 4B6#+ ureum dan p> dara$ mun*kin menin*kat+ reverse alkali menurun
2 6ada air seni dapat terjadi al2uminuria
-6ada sum)sum tulan* 6ada a/al 2iasan7a $iposelular+ kemudian $iperselular den*an
*an**uan maturasi
( dapat dilakukan uji serolo*i di2a*i menjadi 2 7aitu
)uji serolo*i 7an* memakai serum *anda 7aitu serum 7an* diam2il pada masa akut dan
komvalesnsi imun >ema*lutinasi %H>&+ 7aitu pen*ikatan komplemen%6K&+ uji
netralisasi% N#& dan uji den*ue 2lot pada H>+ 6K dan N# den*an mencari kenaikan anti
-0
2odi se2an7ak minimal 2 kali
)uji serolo*i memakai serum tun**al+ 7aitu uji den*ue 2lot 7an* men*ukur anti 2od7
anti den*ue tanpa memandan* anti2odin7a+ uji H*; dan H*B anti den*ue 7an*
men*ukur $an7a anti2od7 anti den*e dari kelas H*B
2
(abel ". :ji IgM dan Ig-
IgM IgG Interpretasi
+ - infeksi primer
+ + infeksi sekunder
- + tersangka infeksi sekunder
- -
tidak ada infeksi atau infeksi belum
terdeteksi
>asil pasti dia*nosis didapat dari $asil isolasi virus den*ue ataupun deteksi anti*en :NA
den*ue+ 7an* diam2il dari dara$ pasien dan jarin*an
1
6ada kasus ini $asil pemeriksaan penunjan* pasien didapatkan $asil+ >2= 1! *98l+ >t = 5(
G+ ?eukosit= (0009ul+ #rom2osit=(00009ul >2 normal+ $ematokrit menin*kat+ leukosit
menurun dan trom2osit menurun 8ari $asil ini dapat dikatakan 2a$/a$ pasien ini menderita
atau terin0eksi virus den*ue%pen7e2a2 demam 2erdara$&
&iagnosis
a! La#oratorium
6emeriksaan dara$ 7an* rutin dilakukan untuk menapis pasien tersan*ka demam
den*ue adala$ melaluli pemeriksaan kadar $emo*lo2in+ $ematokrit+ jumla$ trom2osit dan
$apusan dara$ tepi untuk meli$at adan7a lim0ositosis relati0 disertai *am2aran lim0osit
plasma 2iru
2
8ia*nosis 7an* pasti didapat dari $asil isolasi virus den*ue % cell culture& ataupun
deteksi ani*en virus :NA den*ue den*an te$nik :#)6<: %:everse #ranscriptase
-1
6oli7merase <$ain :eaction&+ namun karena te$nik 7an* le2i$ rumit+ saat ini tes serolo*i
7an* mendeteksi adan7a anti2od7 spesi0ik ter$adap den*ue 2erupa anti2odi total+ H*;
maupun H*B
1
6arameter ?a2oratoris 7an* dapat diperiksa antara lain :
) leukosit: dapat normal atau menurun ;ulai $ari k- - dpat ditemui lim0ositosis relati0
%P (5 G dari total leukosit& disertai adan7a lim0osit plasma 2iru %?65& P 15 G dari
jumla$ total leukosit 7an* pada 0ase s7ok akan menin*kat
1
) #rom2osit umumn7a terdapat trom2ositopenia pada $ari ke -)@
1
) >ematrokit : ke2ocoran plasma di2uktikan den*an ditemukann7a penin*katan
$ematrokit R 20 G dari $ematokrit a/al+ umumn7a dimulai pada $ari ke - demam
1
) >emoestasis : dilakukan pemeriksaan 6#+ A6##+ Fi2rino*en+ 8)8imer+ atau F86
pada keadaan 7an* dicuri*ai terjadi perdara$an atau kelainan pem2ekuan dara$
1
) 6rotein9al2umin : dapat terjadi $ipoproteinemia aki2at ke2ocoran plasma
) 4B3#94B6# dapat menin*kat
) Ureum+kreatinin : 2ila didapat 0un*si *injal
) .lektrolit : se2a*ai parameter pemantauan pem2erian cairan
) Bolon*an dara$ dan cross matc$ : 2ila akan trans0usi dara$ atau komponen dara$
) Hmunoserolo*i dilakukan pemeriksaan H*; dan H*B tr$adap den*ue
H*;+ terdeteksi mulai $ari ke -)5+ menin*kat samapai min**u ke -+ men*$ilan*
setela$ !0)'0 $ari
1
H*B+ pada in0eksi primer+ H*B mulai terdeteksi pada $ari ke 1(+ pada in0eksi sekunder
H*B mulai terdeteksi $ari ke 2
) uji >H : dilakukan pen*am2ilan 2a$an pada $ari pertama serta saat pulan* dari
pera/atan+ ujia ini di*unakan untuk kepentin*an surveilans
1
) N4 1 : Anti*en N4 1 dapat dideteksi pada a/al demam $ari pertama sampai pada $ari
kedelapan sensitivitas anti*en N41 2erkisar !-G ) '-+(G den*an spesi0isitas 100G
sama tin**in7a den*an spesi0isitas *old standar kultur virus >asil ne*ati0 anti*en N41
tidak men7in*kirkan adan7a in0eksi virus den*ue
1
#! "emeriksaan 8adiologis
-2
6ada 0oto dada didapat kan e0usi pleura+ terutama pada $emitoraks kanan tetapi apa2ila
terjasi perem2esan plasma $e2at+ e0usi pleura dapat dijumpai pada kedua $emitoraks
1
6emeriksaan 0oto rot*en dada se2aikn7a dalam posisi lateral deku2itus kanan % psien tidur
pada sisi 2adan se2ela$ kanan& Asites dan e0usi pleura dapat pula di deteksi den*an U4B
1
.0usi pleura adala$ suatu keadaan dimana terdapatn7a cairan pleura dalam jumla$ 7an*
2erle2i$an di dalam ron**a pleura+ 7an* dise2a2kan ole$ ketidakseim2an*an antara
pem2entukan dan pen*eluaran cairan pleura 8alam keadaan normal+ jumla$ cairan dalam
ron**a pleura sekitar 10)200 ml. <airan pleura komposisin7a sama den*an cairan plasma+
kecuali pada cairan pleura mempun7ai kadar protein le2i$ renda$ 7aitu C 1+5 *r9dl
1
;asa inku2asi dalam tu2u$ manusia ()! $ari % rentan* -)1( $ari&+ tim2ul *ejala prodormal
7an* tidak k$as seperti : n7eri kepala+ n7eri tulan* 2elakan* dan perasaan lela$
1
-ambar ". E)usi Pleura
,am#aran Klinis
;ani0estasi klinik in0eksi virus den*ue dapat 2ersi0at asimtomatik atau dapat 2erupa
demam 7an* tidak k$as+ demam den*ue+ demam 2erdara$ den*ue atau sindrom s7ok %844&
6ada umumn7a pasien men*alami 0ase demam 2)7 $ari 7an* diikuti 0ase kritis selama 2)-
--
$ari 6ada /aktu 0ase ini pasien suda$ tidak demam + akan tetapi mempun7ai resiko untuk
terjadi renjatan jika tidak mendapat pen*o2atan adekuat
1
-ambar $. Mani)estasi klinik in)eksi virus dengue
&emam &engue 1&&2.
"
;erupakan pen7akit demam akut selama 2)7 $ari+ ditandai den*an dua atau le2i$ mani0estasi
klinis se2a*ai 2erikut :
) N7eri kepala
) N7eri retro)or2ital
) ;ial*ia9artral*ia
) :uam kulit
) ;ani0estasi perdara$an %petekie atau uji 2endun* positi0&
) ?eucopenia
8an pemeriksaan serolo*i den*ue positi0+ atau ditemukan pasien 889858 7an* suda$
dikon0irmasi pada lokasi dan /aktu 7an* sama
-ambar %. 4urva Suhu &emam &engue
-(
&emam 'erdarah &engue (&'&*!
0
5erdasarkan criteria W>3 1''7 dia*nosis 858 dite*akkan 2ila semua $al di 2a/a$ ini
dipenu$i :
) 8emam atau ri/a7at demam akut+ antara 2)7 $ari+ 2iasan7a 2i0asik
) #erdapat minimal satu dari mani0estasi perdara$an 2erikut :
a Uji 2endun* positi0
2 6etekie+ ekimosis atau purpura
c 6erdara$an mukosa %terserin* epistaksis atau perdara$an *usi& atau perdara$an
dari tempat lain
d >ematemesis atau melena
-ambar +. 4urva Suhu &emam *erdarah &engue
-5
) #rom2ositopenia %jumla$ trom2osit C1000009ul&
2
) #erdapat minimal satu tanda)tanda plasma leaka*e %ke2ocoran plasma& se2a*ai 2erikut
:
a 6enin*katan $ematokrit P20G di2andin*kan standar sesuai den*an umur dan jenis
kelamin
) 6enurunan $ematokrit P20G setela$ mendapat terapi cairan+ di2andin*kan den*an
nilai $ematokrit se2elumn7a
) #anda ke2ocoran plasma seperti : e0usi pleura+ asites atau $ipoproteinemia
8ari keteran*an di atas terli$at 2a$/a per2edaan utama antara 88 dan 858 adala$
ditemukan ke2ocoran plasma pada 858
Epidemiologi
7ELU8U9 &U:$;
6en7akit 7an* kini kita kenal se2a*ai 858 pertama dikenali di Filipna pada 1'5- Bejala
klinis 7an* muncul diketa$ui aki2at in0eksi virus 8.N)2 dan 8.N)(+ 7an* 2er$asil diisolasi
di Filipina pada 1'5! 8ua ta$un kemudian+ keempat tipe virus 2er$asil diisolasi di #$ailand
4elan* ti*a dekade 2erikutn7a+ pen7akit 858 ditemukan di Kam2oja+ <ina+ Hndonesia+ ?aos+
;ala7sia+ ;aldives+ ;7anmar+ 4in*apura+ 4ri ?anka+ Lietnam dan 2e2erapa /ila7a$ di
kepulauan 6asi0ik %?aporan W>3&
(
Hnsidensi *lo2al dari pen7akit 858 menin*kat secara dramatis dalam 2e2erapa dekade
-!
terak$ir 6en7akit 858 kini tela$ menjadi endemik di le2i$ dari 100 ne*ara di A0rika+
Amerika+ ;editerania #imur+ Asia #en**ara serta 6asi0ik 5arat
;ME8$K;
6ada 1'@1+ /a2a$ 858 terjadi di Ku2a+ 7an* menandai dimulain7a epidemi 858 di
Amerika Ada sekitar -((20- kasus 858 7an* dilaporkan+ termasuk 10-12 pasien 7an*
dilaporkan sakit 2erat 7akni 858 derajat - dan (
(
Wa2a$ pen7akit 858 ini dilaporkan menim2ulkan 15@ kematian+ 101 dari jumla$ terse2ut
adala$ anak)anak 8alam periode ti*a 2ula+ 11!1(- oran* dira/at di ruma$ sakit .pidemi
858 kedua terjadi di /ila7a$ LeneDuela dari 3kto2er 1'@' $in**a April 1''0 le2i$ dari itu+
epidemi mucul kem2ali pada perten*a$an kedua ta$un 1''0 dan pada setiap ta$un selanjutn7a
termasuk ta$un 1''- #otal kasus 858 112!0 dan 1-! kematian dilaporkan di LeneDuela
selama periode 1'@')1''- Keempat tipe virus den*ue 2er$asil diisolasi selama /a2a$ ini
(
Kasus 858 tela$ dilaporkan di Amerika $ampir setiap ta$un sejak 1'@1 Ne*ara atau
daera$ 7an* terjan*kit meliputi Aru2a+ 5ar2ados+ 5rasil+ Kolom2ia+ :epu2lik 8ominika+ .l
4avador+ Frens Buinia+ Buadelopue+ Buatemala+ >onduras+ "amaika+ ;eksiko+ Nikara*ua+
6anama+ 6uerto :iko+ 4aint ?usia+ 4uriname+ dan LeneDuela
(
6ada 2001+ dilaporkan ada se2an7ak !0'000 kasus demam aki2at in0eksi virus den*ue dan
15000 kasus di antaran7a merupakan pen7akit 858 "umla$ ini dua kali le2i$ 2esar dari
kasus pen7akit serupa pada 1''5
A!A T"#GGA$A DA# PA!%!K &A$AT
Asia #en**ara dan 6asipik 5arat adala$ daera$ 7an* men*alami dampak palin* serius
aki2at pen7e2aran pen7akit 858 4e2elum ta$un 1'70+ $an7a sem2ilan ne*ara 7an*
men*alami epidemi 858 Namun pada 1''5+ jumla$n7a menin*kat empat kali lipat
(
6ola siklus penin*katan laju penularan 2ersamaan den*an musim $ujan tela$ teramati di
2e2erapa ne*ara Korelasi antara penurunan su$u dan turunn7a $ujan menjadi 0aktor pentin*
dalam penin*katan laju penularan pen7akit 858 6enurunan su$u menin*katkan keta$anan
$idup n7amuk Aedes de/asa+ 2a$kan dapat mempen*aru$i pola makan dan reproduksi
n7amuk serta kepadatan populasin7a
6en7akit 858 kini tela$ menjadi masala$ kese$atan mas7arakat di 2an7ak ne*ara tropis
-7
Asia #en**ara dan /ila7a$ 6asi0ik 5arat+ 7an* men7ita per$atian para a$li kese$atan dunia
6en7akit ini termasuk ke dalam sepulu$ pen7e2a2a pera/atan di ruma$ sakit dan kematian
pada anak)anak+ sedikitn7a di delapan ne*ara tropis Asia
I;&!;ESIA
8i Hndonesia+ pen7akit 858 pertama kalidicuri*ai di 4ura2a7a pada ta$un 1'!@ Namun+
kon0irmasi pasti melalui isolasi virus 2aru didapat pada 1'70
(
8i "akarta+ kasus pertama dilaporkan pada 1'!' Kemudian+ 858 2erturut)turut
dilaporkan di 5andun* dan Io*7akarta pada 1'72 .pidemi pertama di luar "a/a dilaporkan
pada 1'72 di 4umatera 5arat dan ?ampun*+ disusul ole$ daera$ :iau+ 4ula/esi Utara dan
5ali pada 1'7- 6ada 1'7(+ /a2a$ 858 dilaporkan di Kalimantan 4elatan dan Nusa
#en**ara 5arat 6ada 1''(+ 858 tela$ men7e2ar ke seluru$ propinsi %pada /aktu itu
2erjumla$ 27 propinsi)pen7esuaian& di Hndonesia 4aat ini 858 menjadi endemi di 2an7ak
kota 2esar+ 2a$kan sejak ta$un 1'75 pen7akit ini tela$ sampai ke daera$ pedesaan
(
4ejak 1''(+ seluru$ propinsi di Hndonesia tela$ melaporkan kasus 858 dan daera$ tin*kat
HH 7an* melaporkan terjadin7a kasus 858 ju*a menin*kat Namun+ an*ka kematian menurun
tajam dari (1+-G %1'!@& menjadi -G %1'@(&+ dan sejak ta$un 1''1 an*ka kematian in ista2il
di 2a/a$ -G
5
4e/aktu terjadi /a2a$+ 2er2a*ai tipe virus den*ue 2er$asil diisolasi Lirus den*ue tipe 2
dan tipe - secara 2er*antian merupakan tipe dominan 8i Hndonesia virus den*ue tipe - san*at
2erkaitan den*an kasus pen7akit 858 derajat 2erat dan 0atal %4umarno 6oor/o 4odarmo&
6en7akit 858 mesti mendapatkan per$atian serius dari semua pi$ak+ men*in*at jumla$
kasusn7a 7an* cenderun* menin*kat setiap ta$un ;enurut data 8epartemen Kese$atan
:epu2lik Hndonesia+ pada a/al 2007 ini saja jumla$ penderita 858 tela$ mencapai 1!@0-
oran* dan 2!7 oran* di antaran7a menin**al dunia "umla$ oran* 7an* menin**al terse2ut
jau$ le2i$ 2an7ak di2andin*kan kasus kematian manusia karena 0lu 2urun* atau Avian
Hn0luenDa %AH&
Etiologi
-@
6enularan pen7akit 858 ju*a dipen*aru$i ole$ interaksi ti*a 0aktor+ 7aitu se2a*ai
2erikut :
1 Faktor pejamu %#ar*et pen7akit+ inan*&+ dalam $al ini adala$ manusia 7an*
rentan tertular pen7akit 858
5
2 Faktor pen7e2ar %Lektor& dan pen7e2a2 pen7akit %A*en&+ dalam $al ini
adala$ virus 8.N tipe 1)( se2a*ai a*en pen7e2a2 pen7akit+ sedan*kan n7amuk
Aedes ae*7pti dan Aedes al2opictus 2erperan se2a*ai vektor pen7e2ar pen7akit
858
5
- Faktor lin*kun*an+ 7akni lin*kun*an 7an* memuda$kan terjadin7a kontak
penularan pen7akit 858
5
6e2a*ai suapa7a untuk memutus mata rantai penularan pen7akit 858 dapat ditempu$ den*an
cara memodi0ikasi 0aktor)0aktor 7an* terli2at di dalamn7a 6er2aikan kualitas ke2ersi$an
%sanitasi& lin*kun*an+ menekan jumla$ populasi n7amuk Aedes ae*7pti selaku vektor
pen7akit 858+ serta pence*a$an pen7akit dan pen*o2atan se*era 2a*i penderita pen7akit
858 adala$ 2e2erapa lan*ka$ 7an* dapat ditempu$ untuk mencapai tujuan ini
Namun+ 7an* pentin* sekali diper$atikan adala$ penin*katan pema$aman+ kesadaran+
sikap dan peru2a$an perilaku mas7arakat ter$adap pen7akit ini+ akan san*at mendukun*
percepatan upa7a memutus mata rantai penularan pe7akit 858 8an pada ak$irn7a+ mampu
menekan laju penularan pen7akir mematikan ini di mas7arakat
F;K2)8 "EJ;MU (2arget "en%akit, $nang*
;eskipun pen7akit 858 dapat men7eran* se*al usia+ 2e2erapa penelitian menunjukkan
2a$/a anak)anak le2i$ rentan tertular pen7akit 7an* 2erpotensi mematikan ini 8i daera$
endemi+ ma7oritas kasus pen7akit 858 terjadi pada anak)anak den*an usia kuran* dari 15
ta$un
5
4e2a*ai tam2a$an in0ormasi+ se2ua$ studi retrospekti0 di 5an*kok 7an* dilaporkan W>3
pada 2ulan ;ei)Novem2er 1'!2 menunjukkan 2a$/a pada populasi @70000 anak)anak usia
di 2a/a$ 15 ta$un+ diperkirakan 150000)200000 men*alami demam rin*an aki2at in0eksi
virus den*ue dan kadan*)kadan* ole$ virus c$ikun*un7aF (1@7 pasien dira/at di ruma$ sakit
atau klinik s/asta karena pen7akit 858
5
-'
8i Hndonesia+ penderita pen7akit 858 ter2an7ak 2erusia 5)11 ta$un 4ecara keseluru$an+
tidak terdapat per2edaan jenis kelamin penderita+ tetapi an*ka kematian le2i$ 2an7ak pada
anak perempuan di2andin*kan anak lakiplaki
(
Anak)anak cenderun* le2i$ rentan di2andun*kan kelompok usia lain+ sala$ satun7a adala$
karena 0aktor imunitas %keke2alan& 7an* relati0 le2i$ renda$ di2andin*kan oran* de/asa
4elain itu+ pada kasus)kasus 2erat 7akni 858 derajat - dan (+ komplikasi ter2erat 7an* kerap
muncul 7aitu s7ok+ relati0 le2i$ 2an7ak dijumpai pada anak)anak dan serin*kali tidak
tertan*ani dan 2erak$ir den*an kematian penderita
F;K2)8 ;,E:
Karakteritik 1irus &engue
Lirus den*ue merupakan an**ota 0amili Flaviviridae Keempat tipe virus den*ue
menunjukkan 2an7ak persamaan karakteristik den*an 0lavivirus 7an* lain >al ini
memun*kinkan terjadin7a reaksi silan* pada pemeriksaan serolo*i antara virus den*ue dan
virus lain dari 0amili 0laviviridae Kondisi ini menjadi sal$a satu pertim2an*na 2a*i dokter
dalam memili$ jenis pemeriksaan uji la2oratorium+ 2erdasarakan nilai sensitivitas maupun
spesi0ikasitasn7a
(
Lirus den*ue memiliki kode *enetik %*enom& :NA rantai tun**al+ 7an* dikelilin*i ole$
selu2un* inti %nukleokapsid& ikosa$edral dan ter2un*kus oel$ selaput lipid %lemak& Benom
0lavivirus mempun7ai panjan* kira)kira 11 k2 %kilo2ases& dan urutan *enom len*kap tela$
dikenal untuk men*isolasi keempat tipe virus 7an* masin*)masin* men*ode nukleokapsid
dan protein inti %<&+ protein 7an* 2erkaitan den*an mem2ran %;&+ protein pem2un*kus %.&
dan tuju$ *en protein nonstruktural %N4&
-ambar .. Struktur <irus &engue
(0
Lirus den*ue 2ersi0at la2il ketika kita $endak melakukan isolasi ataupun men*ultur virus
Klasifikasi Empat 2ipe 1irus &engue
Ada empat tipe virus pen7e2a2 858 7aitu 8.N)1+ 8.N)2+ 8.N)- dan 8.N)( ;asin*)
masin* dari virus ini dapat di2edakan melalui isolasi virus di la2oratorium Hn0eksi ole$ satu
tipe virus den*ue akan mem2erikan imunitas 7an* menetap ter$adap in0eksi virus 7an* sama
pada masa 7an* akan datan* Namun+ $an7a mem2erikan imunitas sementara dan parsial
ter$adap in0eksi tipe virus lainn7a
5
;isaln7a+ seseoran* 7an* tela$ terin0eksi ole$ virus 8.N)2+ akan mendapatkan imunitas
menetap ter$adap in0eksi virus 8.N)2 pada masa 7an* akan datan* Namun+ ia tidak
memiliki imunitas menetap jika terin0eksi ole$ virus 8.N)- di kemudian $ari 4elain itu+ ada
2ukti)2ukti 7an* menunjukkan 2a$/a jika seseoran* 7an* perna$ terin0eksi oel$ sala$ satu
tipe virus den*ue+ kemudian terin0eksi la*i ole$ virus tipe lainn7a+ *ejala klinis 7an* tim2ul
akan jau$ le2i$ 2erat dan serin* kali 0atal
5
Kondisi inila$+ 7an* men7ulitkan pem2uatan vaksin untuk pen7akit 858 ;eskipun
demikian+ saat ini para a$li mais$ terus 2erupa7a mem0ormulasikan vaksin 7an* di$arapkan
akan mem2erikan keke2alan ter$adap seluru$ tipe virus den*ue
"atogenesis dan "atofisiologi
6ato*enesis terjadin7a demam 2erdara$ den*ue $in**a saat ini masi$ diperde2atkan
5erdasarkan data 7an* ada+ terdapat 2ukti 7an* kuat 2a$/a mekanisme imunopatolo*is
(1
2erperan dalam terjadin7a demam 2erdara$ den*ue dan sindrom renjatan den*ue
1
:espons imun 7an* diketa$ui 2erperan dalam pato*enesis 858 adala$ :
a :espons $umoral 2erupa pem2entukan anti2odi 7an* 2erperan dalam proses
netralisasi virus+ sitolisis 7an* dimediasi komplemen dan sitotoksisitas 7an* dimediasi
anti2odi Anti2odi ter$adap virus den*ue 2erperan dalam mempercepat replikasi virus
dalam monosit atau makro0a* >ipotesis ini dise2ut anti2od7 dependent en$ancement
%A8.&
1
2 ?im0osit # 2aik #)$elper %<8(& dan #)sitotoksik %<8@& 2erperan dalam respon imun
seluler ter$adap virus den*ue 8i0erensiasi #)$elper 7aitu #>1 akan memproduksi
inter0eron *amma+ H?)2 danlim0okin+ sedan*kan #>2 memproduksi H?)(+ H?)5+ H?!
dan H?)10
1
c ;onosit dan makro0a* 2erperan dalam 0a*ositosis virus den*an opsonisasi anti2odi
Namun proses 0a*ositosis ini men7e2a2kan penin*katan replikasi virus dan sekresi
sitokin ole$ makro0a*
1
d 4elain itu aktivasi komplemen ole$ kompleks imun men7e2a2kan ter2entukn7a <-a
dan <5a
>alstead pada ta$un 1'7- men*ajukan $ipotesis secondar7 $eterolo*ous in0ection 7an*
men7atakan 2a$a/ 855 terjadi 2ila seseoran* terin0eksi ulan* virus den*ue den*an tipe 7an*
2er2eda :ein0eksi men7e2a2kan reaksi amnestik anti2odi se$in**a men*aki2atkan
konsentrasi kompleks imun 7an* tin**i
1
Kurane dan .nnis pada ta$un 1''( meran*kum pandapat >alstead dan peneliti lain+
men7atakan 2a$/a in0eksi virus den*ue men7e2a2kan aktivasi makro0a* 7an*
mem0a*ositosis kompleks virus)anti2odi non netralisasi se$in**a virus 2ereplikasi di
makro0a* #erjadin7a in0eksi makro0a* ole$ virus den*ue men7e2a2kan aktivasi #)$elper
ole$ #)sitotoksik se$in**a diproduksi lim0okin dan inter0eron *amma Hnter0eron *amma akan
men*aktivasi monosit se$in**a disekresi 2er2a*ai mediator in0lamasi seperti #NF)S+ H?)1+
6AF %platelet activatin* 0actor&+ H?)! dan $istamin 7an* men*akit2atkan ke2ocoran terjadin7a
dis0un*si sel endotel dan terjadi ke2ocoran plasma 6enin*katan <-a dan <5a terjadi melalui
aktivasi ole$ kompleks virus anti2odi 7an* ju*a men*aki2atkan terjadin7a ke2ocoran plasma
#rom2ositopenia pada in0eksi den*ue terjadi melalui mekanisme :
(2
1 4upresi sumsum tulan*
2 8estruksi dan pemendekan masa $idup trom2osit Bam2aran sumsum
tulan* pada 0ase a/al in0eksi %C5 $ari& menunjukkan keadaan $iposelular dan supresi
me*akariosit 4etela$ keadaan nadir tercapai akan terjadi penin*katan proses
$ematopoiesis termasuk me*akariopoiesis Kadar tromo2opoietin dalam dara$ pada saat
terjadi trom2ositopenia justru menunjukkan kenaikan+ $al ini menunjukkan terjadin7a
stimulasi trom2opoiesis se2a*ai mekanisme kompensasi ter$adap keadaan
trom2osipenia 8estruksi trom2osit terjadi melalui pen*ikatan 0ra*men <-*+ terdapatn7a
anti2odi L8+ konsumsi trom2osit selama proses koa*ulopati dan sekuestrasi di peri0er
Ban**uan 0un*si trom2osit terjadi melalui mekanisme *an**uan pelepasan A86+
penin*katan kadar 2)trom2o*lo2ulin dan 6F( 7an* merupakan petanda de*ranulasi
trom2osit Koa*ulopati terjadi se2a*ai aki2at interaksi virus den*an endotel 7an*
men7e2a2kan dis0un*si endotel 5er2a*ai penelitian menunjukkan terjadin7a
koa*ulopati konsumti0 pada demam 2erdara$ den*ue stadium HHH dan HL Aktivasi
koa*ulasi pada demam 2erdara$ den*ue terjadi melalui aktivasi jalur ekstrinsik %tissue
0actor pat$/a7& "alur intrinsik ju*a 2erperan melalui aktivasi kontak %kalikrein <1)
in$i2itor comple,&
"enatalaksanaan
#idak ada terapi 7an* spesi0ik untuk demam den*ue+ prinsip utama adala$ terapi suporti0
8en*an terapi suporti0 7an* kuat+ an*ka kematian dapat diturunkan $in**a kuran* dari 1G
6emeli$araan volume cairan sirkulasi merupakan tindakan 7an* palin* pentin* dalam
penan*anan kasus 858 Asupan cairan pasien $arus tetap dija*a+ terutama cairan oral "ika
asupan cairan oral pasien tidak mampu diperta$ankan+ maka di2utu$kan suplemen cairan
melalui intravena untuk mence*a$ de$idrasi dan $emokonsentrasi secara 2ermakna
1
6er$impunan 8okter A$li 6en7akit 8alam Hndonesia %6A68H& 2ersama den*an 8ivisi
6en7akit #ropik dan Hn0eksi dan 8ivisi >ematolo*i dan 3nkolo*i ;edik Fakultas Kedokteran
Universitas Hndonesia tela$ men7usun protokol penatalaksanaan 858 pada pasien de/asa
2erdasarkan kriteria :
1 6enatalaksanaan 7an* tepat den*an rancan*an tindakan 7an* di2uat sesuai atas
indikasi
1
2 6raktis dalam pelaksanaann7a
1
(-
- ;empertim2an*kan cost e00ectiveness
1
6rotokol ini ter2a*i menjadi 5 kate*ori :
*agan ". Protokol " Penanganan (ersangka 1probable2 &*& de6asa tanpa s5ok.
Kelu$an 855
%Kriteria W>3 1''7&
>2+ >t >2+ >t >2+ >t normal >2+ >t menin*kat
#rom2o normal #rom2o 100000)15)000 #rom2oC100000 #rom2o normal9turun

32servasi 32servasi :a/at :a/at
:a/at jalan :a/at jalan
6eriksa >2+ >t 6eriksa >2+ >t
?euko+trom92(j ?euko+ trom292(jam
6rotokol 1 ini di*unakan se2a*ai petunjuk dalam mem2erikan pertolon*an pertama
pada penderita 858 atau 7an* didu*a 858 di Hnstalasi Ba/at 8arurat dan ju*a
dipakai se2a*ai petunjuk dalam memutuskan indikasi ra/at
4eseoran* 7an* tersan*ka menderita 858 Unit Ba/at 8arurat dilakukan pemeriksaan
$emo*lo2in %>2&+ $ematokrit %>t& dan trom2osit+ 2ila :
a >2+ >t dan trom2osit normal atau trom2osit antara 100000)150000+ pasien
dapat dipulan*kan den*an anjuran kontrol atau 2ero2at jalan ke 6oliklinik
dalam /aktu 2(jam 2erikutn7a %dilakukan pemeriksaan >2+ >t ?ekosit dan
trom2osit tiap 2(jam& atau 2ila keadaan penderita mem2uruk se*era kem2ali
ke Unit Ba/at 8arurat
((
2 >2+ >t normal tetapi trom2osit C100000 dianjurkan untuk dira/at
c >2+ >t menin*kat dan trom2osit normal atau turun ju*a dianjurkan untuk
dira/at
*agan $. Protokol $ Pemberian airan pada tersangka &*& de6asa di ruang
ra6at.
4uspek 858
6endara$an 4pontan dan ;asi0 % ) &
47ok % ) &
>2+ >t normal >2+ >t menin*kat 10)20G >2+ >t menin*katP20G
#rom2C100000 #rom2C100000 #rom2C100000
Hn0us KristaloidM Hn0us KristaloidM
>2+ >t trom2 tiap 2(jam >2+ >t trom2 tiap 12jamMM 6rotokol pem2erian cair
an 858 d*n >t
menin*kat R20G
M Lolume cairan kristaloid9$ari 7an* dieprlukan:
4esuai rumus 2erikut : 1500J20,%2erat 2adan dalam k*)20&
<onto$ : volume rumatan untuk 55 55k* : 1500J20,%55)20&=2200 ml
MM 6emantauan disesuaikan den*an 0ase9$ari perjalanan pen7akit dan kondisi klinis
(5
6asien 7an* tersan*ka 858 tanpa perdara$an spontan dan masi0 dan tanpa s7ok
maka di ruan* ra/at di2erikan cairan in0us kristaloid den*an jumla$ seperti rumus
2erikut ini :
1500 J T20,%55 dalam k*)20&U
<onto$ volume rumatan untuk 55 55k* : 1500JT20,%55)20&U=2200ml 4etela$
pem2erian cairan dilakukan pemeriksaan >2+ >t tiap 2(jam :
a 5ila >2+ >t menin*kat 10)20G dan trom2osit C100000+ jumla$ pem2erian cairan
tetap seperti rumus di atas tetapi pemantauan >2+ >t trom2o dilakukan tiap
12jam
1
2 5ila >2+ >t menin*kat P20G dan trom2osit C100000+ maka pem2erian cairan
sesuai den*na protokol penatalaksanaan 858 den*an penin*katan >tP20G
1
*agan %. Protokol % Penatalaksanaan &*& dengan peningkatan 7t=$>?.
5G 8e0isit <airan
#erapi a/al cairan intravena
Kristaloid !)7ml9k*9jam
.valuasi -)(jam
6.:5AHKAN #H8AK ;.;5AHK
>t dan 0rekuensi nadi turun+ >t+ nadi menin*kat
tekanan dara$ mem2aik+ tekanan dara$ menurunC20mm>*
produksi urin menin*kat produksi urin menurun
(!
kuran*i in0us #AN8A LH#A? 8AN Hn0us kristaloid
kristaloid >.;A#3K:H# 10ml9k*9jam
5ml9k*9jam ;.;5U:UK
6.:5AHKAN 6.:5AHKAN #idak ;em2aik
Kuran*i in0us Hn0us kristaloid
Kristaloid 15ml9k*9jam
-ml9k*9jam
6.:5AHKAN Kondisi ;em2uruk
#anda s7ok
#erapi cairan
8i$entikan 2()(@jam tatalaksana sesuai
6rotokol s7ok dan
6.:5AHKAN perdara$an
;enin*katn7a >tP20G menunjukkan 2a$/a tu2u$ men*alami de0isit cairan se2an7ak
5G 6ada keadaan ini terapi a/al pem2erian cairan adala$ den*an mem2erikan in0us cairan
kristaloid se2an7ak !)7ml9k*559jam 6asien kemudian dipantau setela$ -)(jam pem2erian
cairan 5ila terjadi per2aikan 7an* ditandai den*an tanda)tanda $ematokrit turun+ 0rekuensi
nadi turun+ tekanan dara$ sta2il+ produksi urin menin*kat maka jumla$ cairan in0us dikuran*i
menjadi 5ml9k*559jam
1
8ua jam kemudian dilakukan pemantauan kem2ali dan 2ila keadaan
tetap menunjukkan per2aikan maka jumla$ cairan in0us dikuran*i menjadi -ml9k*559jam
5ila dalam pemantauan keadaan tetap mem2aik maka pem2erian cairan dapat di$entikan 2()
(7
(@jam kemudian
1
Apa2ila setela$ pem2erian terapi cairan a/al !)7ml9k*559jam tadi keadaan tetap tidak
mem2aik+ 7an* ditandai den*an $ematokrit dan nadi menin*kat+ tekanan nadi menurun
C20mm>*+ produksi urin menurun+ maka kita $arus menaikkan jumla$ cairan in0us menjadi
10ml9k*559jam
1
8ua jam kemudian dilakukan pemantauan kem2ali dan 2ila keadaan
menunjukkan per2aikan maka jumla$ cairan in0us dikuran*i menjadi 5ml9k*559jam tetapi
2ila keadaan tidak menunjukkan per2aikan maka jumla$ cairan in0us dinaikkan menjadi
15ml9k*559jam dan 2ila dalam perkem2an*ann7a kondisi menjadi mem2urk dan didapatkan
tanda)tanda s7ok maka pasien ditan*ani sesuai den*an protokol tatalaksana sindrom s7ok
den*ue pada de/asa 5ila s7ok tela$ teratasi maka pem2erian cairan dimulai la*i seperti
terapi pem2erian cairan a/al
*agan +. Protokol + Penatalaksanaan perdarahan spontan pada &*& de6asa.
KA4U4 858
6erdara$an 4pontan dan ;asi0 : ) .pistaksis tidak terkendalai
) >ematemesis melena
) 6erdara$an otak
47ok %)&
>2+ >t+ #rom2+ ?euko+ 6emeriksaan >emostasis %KH8&
Bolon*an dara$+ uji cocok serasi
KH8 %J& KH8 %)&
#rans0usi komponen dara$ : #rans0usi komponen dara$ :
M 6:< %>2C10*9dl& M 6:< %>2C10* G&
M FF6 M FF6
M #< %#rom2C100000& M #< %#rom2C100000&
MM >eparinisasi 5000)1000092(jam M 6emantauan >2+>t+#rom2#iap()!jam
(@
M Ulan* pemeriksaan $emostasis 2(jam M Ulan* pemeriksaan $emostasis 2(jam
kemudian kemudian

6erdara$an spontan dan masi0 pada penderita 858 de/asa adala$ perdara$an
$idun*9epistaksis 7an* tidak terkendali /alaupun tela$ di2erikan tampon $idun*+ perdara$an
saluran cerna %$ematemesis dan melena atau $ematoskesia&+ perdara$an saluran kencin*
%$ematuria&+ perdara$an otak atau perdara$an tersem2un7i den*an jumla$ perdara$an
se2an7ak ()5ml9k*559jam
1
6ada keadaan seperti ini jumla$ dan kecepatan pem2erian cairan
tetap seperti keadaan 858 tanpa s7ok lainn7a 6emeriksaan tekanan dara$+ nadi perna0asan
dan jumla$ urin dilakukan seserin* mun*kin den*an ke/aspadaan >2+ >t dan trom2osit serta
$emostasis $arus se*era dilakukan pemeriksaan >2+ >t dan trom2osit se2aikn7a diulan*
setiap ()!jam
1
6em2erian $eparin di2erikan apa2ila secara klinis dan la2oratoris didapatkan tanda)tanda
koa*ulasi intravakular diseminata %KH8& #ran0usi komponen dara$ di2erikan sesuai indikasi
FF6 di2erikan 2ila didapatkan de0isiensi 0aktor)0aktor pem2ekuan %6# dan a6## 7an*
memanjan*&+ 6:< di2erikan 2ila nilai >2 kuran* dari 10*9dl #rans0usi trom2osit $an7a
di2erikan pada pasien 858 den*an perdara$an spontan dan masi0 den*an jumla$ trom2osit
C1000009mm- disertai atau tanpa KH8
1

*agan @. (atalaksana sindrom s5ok dengue pada de6asa.
6enatalaksanaan 4indrom :enjatan 8en*ue
) Kristaloid+ *u7ur 10)20ml9k* 55 20)-0 menit
) 32 2)( l9menit
) AB8+ >2+ >t elektrolit+ Ur+ Kr+ Bol dara$
6er2aikan tetap s7ok
Kristloid Kristaloid+ *u7ur20)-0ml9k*55
('
7ml9k*559jam 20)-0mnt
#etap s7ok
6er2aikan #anda vital9>t menurun >t >t
Kristaloid Kem2ali Koloid 10)20ml9k*55 #rans0unsi dara$ se*er 10
5ml9k*559jam Ke a/al #etes cepat 10)15menit ml9k*559jam dapat
8iulan* sesuai ke2utu$an
6er2aikan 6er2aikan #etap s7ok
Kristaloid Koloid %$in**a maks
-ml9k*559jam -0ml9k*559jam&
6er2aikan #etap s7ok
2()(@jam setela$ 6asan* 6L<
47ok teratasi+ tanda
Lital9>t sta2il >ipovelemik Normovelemik
8iuresis cukup koreksi *an**uan tetap s7ok
Asam 2asa+elektrolit kristaloid koreksi *an**uan
4top in0us $ipo*likemia+anemia dipantau asam 2asa+elektrolit
KH8+in0eksi sekunder 10)15mnt $ipo*likemia+anemia
KH8+in0eksi sekunder
6er2aikan
Kom2inasi 6er2aikan ) Hnotropik
50
Koloid 2erta$ap vasopresor ) Lasopresor
) A0ter load
5ila kita 2er$adapan den*an 4indrom 47ok 8en*ue %448& maka $al pertama 7an* $arus
diin*at adala$ 2a$/a renjatan $arus se*era diatasi dan ole$ karena itu pen**antian cairan
intravakular 7an* $ilan* $arus se*era dilakukan An*ka kematian sindrom s7ok den*ue 10,
di2andin*kan den*an penderita 858 tanpa renjatan dan renjatan dapat terjadi karena
keterlam2atan penderita 858 mendapatkan pertolon*an9pen*o2atan+ penatalaksanaan 7an*
tidak tepat termasuk kuran*n7a ke/aspadaan ter$adap tanda)tanda renjatan dini dan
penatalaksanaan renjatan 7an* tidak kuat
1
6ada kasus 448 cairan kristaloid adala$ pili$an utama 7an* di2erikan 4elain+ resusitasi
cairan+ penderita ju*a di2erikan oksi*en 2)(liter9menit 6emeriksaan)pemeriksaan 7an* $arus
dilakukan adala$ pemeriksaan dara$ peri0er len*kap %86?&+ $emostasis+ analisis *as dara$+
kadar natrium+ kalium dan klorida serta ureum dan kreatinin
6ada 0ase a/al+ cairan kristaloid di*u7ur se2an7ak 10)20ml9k*55 dan dievaluasi setela$
15)-0 menit 5ila renjatan tela$ teratasi %ditandai den*an tekanan dara$ sistolik 100 mm>*
dan tekanan nadi le2i$ dari 20 mm>*+ 0rekuensi nadi kuran* dari 100, permenit den*an
volume 7an* cukup+ akral tera2a $an*at+ dan kulit tidak pucat serta diuresis 0+5)
1ml9k*559jam& jumla$ cairan dikuran*i menjadi 7ml9k*559jam 5ila dalam /aktu !0)120
menit keadaan tetap sta2il pem2erian cairan menjadi 5ml9k*559jam 5ila dalam /aktu !0)
120 menit kemudian keadaan tetap sta2il pem2erian cairan menjadi -ml9k*559jam 5ila 2()
(@jam setela$ renjatan teratasi tanda)tanda vital dan $ematokrit tetap sta2il serta diuresis
cukup maka pem2erian cairan perin0us $arus di$entikan %karena jika rea2sorpsi cairan plasma
7an* men*alami ekstravasasi tela$ terjadi+ ditandai den*an turunn7a $emotokrit+ cairan in0us
terus di2erikan maka keadaan $ipervolemi+ edema paru atau *a*al jantun* dapat terjadi&
6en*a/asan dini kemun*kinan terjadin7a renjatan 2erulan* $arus dilakukan terutama
dalam /aktu (@jam pertama sejak terjadi renjatan %karena selain proses pato*enesis pen7akit
masi$ sekitar 20G saja 7an* menetap dalam pem2ulu$ dara$ setela$ 1 jam saat pem2erian&
1
3le$ karena untuk men*eta$ui apaka$ renjatan tela$ teratasi den*an 2aik+ diperlukan
pemantauan tanda vital 7aitu status kesadaran+ tekanan dara$+ 0rekuensi nadi+ 0rekuensi
jantun* dan na0as+ pem2esaran $ati+ n7eri tekan daera$ $ipokondrium kanan dan epi*astrik+
51
serta jumla$ diuresis 8iuresis diusa$akan 2ml9k*559jam 6emantauan kadar $emo*lo2in+
$ematokrit+ dan jumla$ trom2osit dapat diper*unakan untuk pemantauan perjalanan pen7akit
5ila setela$ 0ase a/al pem2erian cairan tern7ata renjatan 2elum teratasi+ maka pem2erian
cairan kristaloid dapat ditin*katkan menjadi 20)-0ml9k*55+ dan kemudian dievaluasi setela$
20)-0 menit 5ila keadaan tetap 2elum teratasi+ maka per$atikan nilai $ematokrit
1
5ila nilai
$emotokrit menin*kat 2erarti perem2esan plasma masi$ 2erlan*sun* maka pem2erian cairan
koloid merupakan pili$an tetapi 2ila nilai $ematokrit menurun+ 2erarti terjadi perdara$an
%internal 2leedin*& maka pada penderita di2erikan trans0usi dara$ se*ar 10ml9k*55 dan dapat
diulan* sesuai ke2utu$an
1
4e2elum cairan koloid di2erikan maka se2aikn7a kita $arus men*eta$ui si0at)si0at cairan
terse2ut 6em2erian koloid sendiri mula)mula di2erikan den*an tetesan cepat 10)20ml9k*55
dan dievaluasi setela$ 10)-0 menit 5ila keadaan tetap 2elum teratasi maka untuk memantau
kecukupan cairan dilakukan pemasan*an kateter vena sentral dan pem2erian koloid dapat
ditam2a$ $in**a jumla$ maksimum -0ml9k*55 %maksimal 1)1+5A9$ari& den*an sasaran
tekanan vena sentral 15)1@ cm>23 5ila keadaan tetap 2elum teratasi $arus diper$atikan dan
dilakukan koreksi ter$adap *an**uan asam 2asa+ elektrolit+ $ipo*likemia+ anemia+ KH8+
in0eksi sekunder 5ila tekanan vena sentral penderita suda$ sesuai den*an tar*et tetapi
renjatan tetap 2elum teratasi maka dapat di2erikan o2at inotropik9vasopresor
Langkah "encegahan
#u2u$ seseoran* 7an* perna$ terin0eksi virus den*ue akan tim2ul keke2alan untuk virus
tertentu 7an* ter2a*i la*i menjadi 2e2erapa jenis atau tipe %serot7pe&+ se$in**a pada
umumn7a tidak akan terseran* la*i untuk jenis serot7pe 7an* sama
5
Namun masi$ ada
kemun*kinan untuk terseran* 2irus den*an serot7pe 7an* 2er2eda 3le$ karena itu
pem2uatan vaksin untuk virus terse2ut masi$ sulit dilakukan karena adan7a perkem2an*an
serot7pe virus dari /aktu ke /aktu
5
5elum ada vaksin 7an* dapat men7em2u$kan 858 secara lan*sun* meskipun saat ini
sedan* dikem2an*kan pernelitian untuk menemukan vaksin terse2ut 3le$ karena itu+
pence*a$an ter$adap virus den*ue le2i$ diutamakan den*an mem2asmi vektor pem2a/a
virus 7aitu ;edes aeg%pt%
5
6ence*a$an 2erkem2an*n7a n7amuk aedes ae*7pti 2isa dilakukan
den*na tidak men7ediakan tempat 7an* lem2a2 dan 2erair 7an* 2erpotensi menjadi tempat
52
perkem2an*2iakan n7amuk dan mem2erantas saran*)saran*n7a
Karena tempat 2erkem2an*2iakn7a ada di ruma$)ruma$ dan tempat)tempat umum+ setiap
keluar*a $arus melaksanakan 6em2erantasan 4aran* N7amuk %64N)858& secara teratur+
sekuran*)kuran*n7a semin**u sekali 4elain itu+ 0o**in* %pen*asapan& dan memutuskan mata
rantai pem2iakan aedes ae*7pti se/at a2atisasi ju*a $arus dilakukan
A2atisasi adala$ men**unakan sejenis insektisida den*an merek da*an* A2ate se2an7ak 1
ppm %per sejuta 2a*ian& atau sesuai den*na petunjuk setemat Ke*unaann7a untuk mence*a$
larva 2erkem2an* menjadi n7amuk de/asa
5
-ambar 8. *ubuk Abate
Untuk melindun*i diri dari *i*itan n7amuk+ *unakan pakaian 7an* menutupi seluru$
tu2u$ 5ila perlu oleskan 2a$an)2a$an 7an* 2er0un*si untuk mence*a$ *i*itan n7amuk dan
minum ramuan 7an* secara empiris diketa$ui 2isa mence*a$ dari *i*itan n7amuk 5ila perlu+
tempat tidur ditutupi kelam2u untuk melindun*i diri dari *i*itan n7amuk
5
Langkah "em#erantasan
Untuk mem2erantas demam 2erdara$+ lan*ka$ tepat 7an* $arus dilakukan adala$
mem2erantas saran* n7amuk 8iperlukan lan*ka$ 7an* jelas dan seder$ana untuk
menum2u$kan sikap dan kesadaran mas7arakat dalam menja*a ke2ersi$an len*kun*an
?an*ka$ seder$ana pem2erantasan saran* n7amuk dilakukan den*an cara - ; 7aitu
men*uras kamar mandi+ mem2uan* air 7an* ter*enan* serta men*u2ur 2aran*)2aran* 2ekas
5
8en*an melakukan lan*ka$ terse2ut dan memutuskan mata rantai penularan n7amuk aedes
ae*7pti se$in**a pen7akit demam 2erdara$ tidak men7e2ar luas 6en*asapan %0o**in*& secara
massal 2ukanla$ pen7elesaian tepat karena n7amuk 2ertelur 200)(00 2utir per $ari 5ila $ari
ini disemprot lalu n7amuk mati+ esokn7a tela$ la$ir n7amuk 2aru
5-
-ambar A. Pemberantasan dan Penanganan ;5amuk Aedes aeg5pti
#ata cara dan tata urut penan*anan kasus 858 dan 6etunjuk Upa7a 6era/atan 6asien 858
di Hndonesia meliputi 2e2erapa $al se2a*ai 2erikut :
1 6en7ediaan dan penin*katan sarana pela7anan kese$atan di semua ruma$
sakit a*ar mampu mem2erikan pen*o2atan kasus)kasus 858 secara cepat dan tepat
se$in**a an*ka kematian dapat ditekan serenda$)renda$n7a
5
2 ;elakukan pen*asapan %0o**in*& di lokasi)lokasi 7an* tin**i jumla$ kasus
858n7a a*ar pen7e2aran pen7akit dapat se*era dikendalikan le/at pem2erantasan
vektor n7amuk aedes ae*7pti de/asa 2ersama)sama mas7arakat dan sektor s/asta
Fo**in* dilakukan di daera$ 0okus)0okus penularan
5
- ;en**erakan mas7arakat untuk melaksanakan 6em2erantasan 4aran*
N7amuk %64N& le/at -; %men*uras 2ak mandi+ menutup tempat air dan men*u2ur
2aran* 2ekas 7an* dapa tmenampun* air $ujan&
5
Komplikasi "en%akit &emam 'erdarah &engue
6en7akit 858 dapat menim2ulkan komplikasi pada mata+ otak dan 2ua$ Dakar ju*a 6ada
mata dapat terjadi kelumpu$an s7ara0 2ola mata+ se$in**a mun*kin nantin7a akan terjadi
kejulin*an atau 2isa ju*a terjadi peradan*an pada tirai mata %iris& kalau 2ukan pada 2enin*
2olamata %cornea& se$in**a 2erak$ir den*na *an**uan pen*li$atan 5erpen*aru$ ju*a pada
kardiovaskuler+ pernapasan+ dara$ dan or*an lain
(
6eradan*an pada otak 2isa men7isa$kan kelumpu$an atau *an**uan sara0 lainn7a Namun+
5(
semua itu jika sampai terjadi+ si0atn7a $an7a sementara /aktu saja dan dalam 2e2erapa $ari
akan normal kem2ali
"rognosis
Hn0eksi den*ue pada umumn7a mempun7ai pro*nosis 7an* 2aik+ 85 dan 858 tidak ada
7an* mati Kematian dijumpai pada /aktu ada pendara$an 7an* 2erat+ s$ock 7an* tidak
teratasi+ e0usi pelura dan asites 7an* 2erat dan kejan*
5
Kematian dapat ju*a dise2a2kan ole$
sepsis karena tindakan dan lin*kun*an 2asal ruma$ sakit 7an* kuran* 2ersi$ Kematian terjadi
pada kasus 2erat 7aitu pada /aktu muncul komplikasi pada sistem s7ara0+kardiovaskuler+
pernapasan+ dara$+ dan or*an lain
Kematian dise2a2kan ole$ 2an7ak 0aktor+ antara lain :
) keterlam2atan dia*nosis
) keterlam2atan dia*nosis s$ock
) keterlam2atan penan*anan s$ock
) s$ock 7an* tidak terastasi
) kele2i$an cairan
) ke2ocoran 7an* $e2at
) pendara$an masi0
) ense0alopati
) sepsis
) ke*a/atan karena tindakan
9iketsiae
"atogenesis
0
Walaupun dikelompokkan 2ersama di2a/a$ nama Vpen7akit ricketsiaW+ pato*enesis
pen7akit 7an* dise2a2kan ole$ 2er2a*ai *enus pada 0amili :iketsiasea a*ak 2er2eda An**ota
*enus 8ickettsia adala$ vaskulotropik dan men*in0eksi sel endotelial+ sedan* e$rlikia maupun
koksiela 2ertempat dalam 0a*osit+ 7an* ditemukan mencakup 2e2erapa klinopatolo*is 7an*
2er2eda 6ato*enesis riketsiasis vaskulotropik dimen*erti palin* 2aik 5ila a*en in0eksi
diinokulasikan melalui kulit ke dalam dermis melalui *i*itan artropoda atau ole$ kontaminasi
luka kulit den*an tinja artoproda 7an* terin0eksi+ ricketsia melekat pada endotel vaskuler
55
melalui ligands protein 6erlekatan :iketsia memulai cedera setempat pada mem2ran sel
$ospes karena aktivitas 0os0olipase riketsia 7an* terkait <edera mem2ran men*induksi
0a*ositosis untuk per2aikan+ dan 8ickettsia diinternalisasi $an7a untuk menin*katkan jalan
masuk 2e2as ke sitosol den*an melisis mem2ran vakuola secara terus menerus 7an*
diperantai E 0os0olipase An**ota kelompok serolo*is demam)2er2intik secara akti0 memulai
polimerasi aktin intraseluler untuk melakukan *erakan 7an* terara$+ se$in**a riketsia dapat
den*an muda$ men*invasi sel E sel tetan**an7a 7an* pada mulan7a menim2ulkan kerusakan
minimal pada sel $ospes :iketsia 2erproli0erasi dan dapat men7e2a2kan cedera sel $ospes
den*an peru2a$an mem2ran peroksidati0 atau den*an aktivitas 0os0olipase terus E menerus
seperti pada kelompok in0eksi demam)2er2untuk ataud apat men7e2a2kan lisis mekanik
aki2at jumla$ or*anisme masi0 7an* terkandun* di dalamn7a+ seperti pada kelompok in0eksi
ti0us
5er2eda den*an in0eksi riketsia lain terse2ut+ manusia mendapat <! 'urnetii setela$
in$alasi aerosol in0eksius #anda demam X akut 7an* palin* sein* adala$ pen7akit
pernapasan seperti in0luenDa+ pen7akit *ranulomatosa den*an $epatitis+ dan demam 7an*
tidak dapat di*erensiasi Hn0eksi paru men7e2a2kan pneumonotis lim0ositik interstisial rin*an
den*an eksudat intra)alveoler padat+ ka7a makro0a* 7an* san*at terin0eksi den*an <!
'urnetti Hn0eksi dapat menim2ulkan *ranuloma dalam $ati+ sumsum tulan*+ dan or*an lain+
semua tanda E tanda in0eksi akut dan 2iasan7a sem2u$ sendiri 4eperti pada 2an7ak pato*en
o2li*at intraseluler lain+ pen7em2u$an dari in0eksi akut dan 2iasan7a sem2u$ sendiri 4eperti
pada 2an7ak pato*en o2li*at intraseluler lain+ pen7em2u$an dari in0eksi akut dapat
men*aki2atkan imunitas nonsteril 4atu $ipotesis mem2eri kesan 2a$/a terjadin7a demam X
kronis 7an* melema$kan aki2at pen7em2u$an dari episode demam X akut rin*an atau tidak
nampak+ dimana a*en 2elum 2ersi$ 6ersistensi <!#urnetti dalam makro0a* jarin*an pada
tempat dimana tela$ terdapat kerusakan vaskuler se2elumn7a men7e2a2kan radan* akti0
rin*an+ 7an* ak$irn7a meninm2ulkan kerusakan katup jantun* 7an* ireversi2el atau cacat
vaskuker menetap
&iagnosis
0
Hn0eksi riketsia 2erat atau 0atal adala$ aki2at penundaan dia*nosis dan pen*o2atan
#idak ada uji la2oratorium tun**al 7an* secara sempurna mene*akkan dia*nosis a/al
8en*an demikian+ pen*o2atan tidak 2ole$ di$entikan sera7a menantikan $asil la2oratorium
pada penderita den*an perkiraan pen7akit secara klinis "ika ada ruam+ in0eksi riketsia
5!
vaskulotrpik dapat didia*nosis secepat E cepatn7a pada $ari ke sampai ke ( sakit den*an
*am2aran imunoperoksidase
;etode dia*nostik molekuler memun*kinkan dia*nosis a/al+ cepat+ den*an
men**unakan pen*uatan pol%merase chain reaction %6<:& dari asam nukleat riketsia pada
dara$ dalam 0ase) akut 4a7an*n7a evaluasi 6<: pada dara$ untuk asam nukleat 8! 8icketsii
menunjukkan sedikit sensitivitas tam2a$an di luar sensitivitas imuno$istolo*i+ mun*kin
karena kadar riketsemia 2iasan7a amat renda$ 4e2alikn7a 6<:asam nukleat seluru$ dara$
tela$ ter2ukti merupakan metode 7an* 2er*una untuk identi0ikasi e$rlikiosis+ terutama tidak
adan7a lokalisasi anatomik tertentu untuk 2iopsi dan kecenderun*an e$rlikiae men*in0eksi
leukosit 7an* 2ersirkulasi 6ada e$rlikiosis monositik+ metode ini tampak sensiti0 %@7G& dan
mun*kin spesi0itasn7a tin**i 6ada cara selan* selin*+ 7an* tela$ 2er$asil dipakai untuk
mendia*nosis demam 2outonneuse+ sel endotel diisolasi dari sel endotel 7an* 2ersirkulasi
dalam dara$ den*an men**unakan anti2odi monoklonal dan diperiksa adan7a riketsiase
den*an imuno0luoresens 4a7an*n7a+ metode dia*nostik a/al ini tidak secara luas tersedia+
dan dia*nosis tidak dikesampin*kan den*an $asil ne*ati0F untuk itu pen*o2atan tidak 2ole$
di$entikan
:iketsiae dan koksielae tela$ ditanamkan dalam sel 2iakan jarin*anF den*an
pen**unaan centrifugation6assisted shell vial culture dan deteksi imunositolo*i dini dari
in0eksi in vitro+ dia*nosis spesi0ik dapat di2uat dalam /aktu sekuran*n7a (@ jam 5e2erapa
a$li memandan* kultur riketsia mem2a$a7akan+ namun den*an diterapkann7a pence*a$an
umum secara terse2ar luas+ metode demikian $arus dipikirkan kem2ali untuk identi0ikasi dini
dan spesi0ik ter$adap in0eksi riketsia 4a7an*n7a+ E! <haffeensis tela$ diisolasi $an7a dua
kali+ masin* masin* memerlukan le2i$ dari -0 $ari untuk isolasi pasti+ dan a*en e$rlikiosis
*ranulosit manusia 2elum perna$ di2iakkan

4esimpulan
6asien 7an* men*alami panas tin**i men**i*il sejak ( $ari 7an* lalu secara terus menerus
disertai neri pada 2etis dan ikterus menderita leptospirosis+ 0ase leptospiremia 5akteri
57
leptospira masuk kedalam tu2u$ saat 2anjir terjadi 5ila ditan*ani den*an cepat dan tepat+
pro*nosis 2aik

&a)tar Pustaka
1 5e$rman+ Klie*man Hlmu kese$atan anak Nelson 1
st
ed "akarta : 6ener2it 5uku
Kedokteran .B<F 2000 $ 1172)5
2 ;anajoer A+ #ri7anti K Kapita selekta kedokteran -
rd
ed "akarta : ;edia
AesculaplusF 200' $ (25)7