Anda di halaman 1dari 11

MODUL 12

KORELASI PARSIAL
S. Sul i sti yono
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
Kampus Menara Ba!"# J$% Meru&a Se$a"an' Kem(an)an' Ja!ar"a Bara"
Te$p% *21+,-*,1. /0me pa)e ""p122333%mer4u(uana%a4%#5
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
KORELASI PARSIAL
A. Pengertian Korelasi Parsial
Jika kita amati kejadian-kejadian atau gejala-gejala ang ada di
sekitar kita! tam"akna tidak ada kejadian atau gejala ang berdiri sendiri#
Setia" "eristi$a atau gejala selalu berhubungan dengan "eristi$a atau
gejala lainna# %&nt&h! gejala "restasi belajar ang rendah biasana
berhubungan dengan m&ti'asi belajar ang rendah! tingkat absensi ang
tinggi! atau"un tingkat ke(erdasan ang rendah# %&nt&h lain! kinerja
kara$an ang rendah biasana berhubungan dengan tingkat
kesejahteraan ang rendah! iklim &rganisasi ang tidak k&ndusi)! dan
mungkin juga gaa ke"emim"inan atasan ang tidak sesuai#
*alam hubungan antara dua 'ariabel atau lebih biasana 'ariabel
ang satu mem"engaruhi +belum tentu bersifat sebab akibat, tetapi
mungkin saja hanya variansinya yang beriringan, 'ariabel ang lain# *alam
hal demikian 'ariabel ang mem"engaruhi disebut sebgai 'ariabel sebab
atau 'ariabel bebas! sedang 'ariabel ang di"engaruhi disebut 'ariabel
ter"engaruh atau terikat#
Jika ingin mem"elajari hubungan antara satu 'ariabel bebas dengan
satu 'ariabel terikat tan"a mem"edulikan kemungkinan adana "engaruh
atau"un kaitan dengan 'ariabel-'ariabel lain! statistika menediakan alat
ang disebut teknik k&relasi lugas atau k&relasi sederhana# -eta"i jika kita
mem"erhatikan atau mem"erhitungkan 'ariabel lain statistika menediakan
suatu alat ang disebut teknik k&relasi "arsial dan teknik k&relasi semi
"arsial# K&relasi "arsial adalah suatu teknik statistika ang digunakan untuk
mem"elajari hubungan murni antara sebuah 'ariabel bebas +./, dengan
'ariabel terikat +0, dengan mengendalikan atau meng&ntr&l 'ariabel-
'ariabel bebas ang lain +.1, ang diduga mem"engaruhi hubungan antara
'ariabel ./ dengan 0# Sedang k&relasi semi "arsial adalah suatu teknik
statistik ang digunakan untuk mem"elajari hubungan antara 'ariabel
terikat +0, dengan satu 'ariabel bebas +./, dengan mengendalikan 'ariabel
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
bebas lain +.1, ang se(ara khusus diduga ber"engaruh ke"ada 'ariabel
bebas atau terikat saja#
Gambar 12.1 : Bagan Korelasi Semi Parsial
Gambar 12.2 : Bagan korelasi parsial
*ari gambar /1#/ dan gambar /1#1 tam"ak jelas "erbedaan diantara
kedua teknik statistik tersebut# 2amun dalam kesem"atan ang terbatas ini
hana akan dibahas teknik k&relasi "arsial! dan untuk teknik k&rlasi semi
"arsial dihara"kan mahasis$a bisa mem"elajarina sendiri#
B. Penggunaan Teknik Korelasi Parsial
Pada m&dul // kita telah mem"elajari hubungan antara bebera"a
'ariabel bebas sebagai satu kesatuan dengan sebuah 'ariabel terikat# Pada
m&dul // tersebut di(&nt&hkan hubungan antara ketekunan belajar dan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
Variabel X
1
Variabel Y
Variabel X
2
Variabel X
1
Variabel Y
Variabel X
2
ke(erdasan dengan "restasi belajar sis$a! ang dengan (&nt&h data
rekaan di"er&leh R!/13 4!567# K&e)isien k&relasi R!/1 3 4!567 tersebut
adalah k&relasi antara ketekunan belajar dan ke(erdasan bersama-sama
sebagai satu kesatuan dengan "restasi belajar# Jika hana k&relasi antara
ketekunan belajar saja dengan "restasi belajar atau hana ke(erdasan saja
dengan "restasi belajar! tentuna k&e)isien k&relasina akan lebih rendah
dari 4!567# Untuk menentukan bera"a sebenarna harga k&relasi antara
ketekunan belajar saja atau ke(erdasan saja dengan "restasi belajar!
k&relasi ganda tersebut "erlu di"arsial#
Ada"un rumus k&relasi "arsialna adalah 8
999 rumus 12.1
) 1 )( 1 (
) )( (
2
12
2
1
12 1 2 ,
1 2
r r
r r r
r
y
y y
y

Keterangan :
ry1-2 = Korelasi antara X1 dengan Y mengendalikan X2
ry2-1 = Korelasi antara X2 dengan Y mengendalikan X1
ry1 = Korelasi antara X1 dengan Y
ry2 = Korelasi antara X2 dengan Y
r12 = Korelasi antara X1 dengan X2
Berdasarkan rumus-rumus k&relasi "arsial tersebut tam"ak bah$a
kita harus menemukan harga-harga k&relasi tunggal dari 'ariabel-'ariabel
"enelitian# Rumus untuk menghitung k&relasi tunggal khususna k&relasi
"r&du(t m&ment sudah dibahas "anjang lebar "ada bagian bagian
terdahulu#
Misalkan kita menda"atkan harga-harga k&relasi tunggal ang
berasal dari tabel //#1! adalah 8 r/ 3 4!54:! r1 3 4!56 dan r/1 3 4!56# Maka
k&relasi "arsialna adalah 8
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
) 1 )( 1 (
) )( (
2
12
2
2
12 2 1 ,
2 1
r r
r r r
r
y
y y
y

) 1 )( 1 (
) )( (
2
12
2
2
12 2 1 ,
2 1
r r
r r r
r
y
y y
y

3 4!6/5
) 1 )( 1 (
) )( (
2
12
2
1
12 1 2 ,
1 2
r r
r r r
r
y
y y
y

) 93 , 0 1 )( 908 , 0 1 (
) 93 , 0 )( 908 , 0 ( 93 , 0
2 2

=
34!;;<
Berdasarkan hasil "erhitungan k&e)isien k&relasi "arsial tersebut!
selanjutna dilakukan "engujian signi)ikansi melalui uji t dengan rumus
sebagai berikut 8
99 rumus 12.2

2
319 , 0 1
3 8 . 319 , 0

=
3 4!7;6

2
2 1
2 1
1
3 .

=
y
y
r
n r
t

2
556 , 0 1
3 8 . 556 , 0

=
3 /!=5<
*engan db 3 n-6 3 ; di"er&leh harga t te&ritik sebesar 1!;7/ "ada tara)
;> dan =!461 "ada tara) />! sedangkan nilai t hitung ang kita "er&leh adalah
t/ 3 4!7;6 dan t1 3 /!=5< ?al ini berarti harga t em"irik lebih ke(il dari"ada
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
) 93 , 0 1 )( 93 , 0 1 (
) 93 , 0 )( 93 , 0 ( 908 , 0
2 2

=
2
2 1
2 1
1
3 .

=
y
y
r
n r
t
harga t te&ritikna! sehingga da"at disim"ulkan bah$a tidak terda"at hubungan
ang signi)ikan antara 'ariabel ketekunan belajar +./, dengan "restasi belajar
+0,! jika 'ariabel ke(erdasan dik&ntr&l#
%&nt&h lain! misalkan kita ingin mengetahui hubungan ang murni
antara k&ndisi ek&n&mi +./, dengan Indeks Prestasi +0, mahasis$a#
Sementara dari dasar te&ri diketahui bah$a Indeks Prestasi tidak hana
ditentukan &leh k&ndisi ek&n&mi! akan teta"i &leh tingkat ke(erdasan atau
I@# Jika dalam "enelitian dida"atkan angka Indeks Prestasi ang tinggi! hal
ini kemungkinan bukan karena k&ndisi ek&n&mina! akan teta"i karena
)akt&r ke(erdasanna# Oleh karena "eneliti ingin teta" menguji hubungan
antara k&ndisi ek&n&mi dengan Indeks Prestasi sementara juga mengakui
adana keterlibatan 'ariabel ke(erdasan! maka "eneliti mengembangkan
"ermasalahan "enelitianna sebagai berikut 8 "ada tingkat ke(erdasan +.1,
se"erti a"a 'ariabel k&ndisi ek&n&mi +./, da"at berk&relasi dengan Indeks
Prestasi +0, mahasis$a#
Misalkan sebagai ilustrasi "enelitian tersebut mem"er&leh data
se"erti data rekaan "ada tabel /1#/#
?i"&tesis ang diajukan "eneliti adalah 8 AAda hubungan ang
signi)ikan antara k&ndisi ek&n&mi dan indeks "restasi belajar mahasis$a
dengan tingkat ke(erdasan dik&ntr&lB#
Pr&sedur "engujian hi"&tesisna adalah 8
/# ?i"&tesis
?4 8 C/-1 3 4
?/ 8 C/-1 D 4
?/ 8 C1-/ D 4
1# Kriteria "engujian
-erima ?4 jika th E tt
6# Analisis data
-abel /1#/ 8 *ata K&ndisi Ek&n&mi +./,! -ingkat Ke(erdasan +.1,
dan Prestasi Belajar +0, dari /4 &rang Mahasis$a
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
S ./ .1 0 ./
1
.1
1
0
1
./.1 ./0 .10
A 14 /4 = =44 /44 /< 144 :4 =4
B /; : 6 11; <= 5 /14 =; 1=
% /; 5 = 11; :/ /< #### #### ####
* // 7 1 /1/ #### #### #### #### ####
E 5 7 1 #### #### #### #### #### ####
F /1 : 6 #### #### #### #### #### ####
G /4 < 1 #### #### #### #### #### ####
? < ; 4 #### #### #### #### #### ####
I /4 = / #### #### #### #### #### ####
J : 7 / <= =5 / ;< : 7
H //< 7/ 11 /=5< ;66 <= :77 155 /7;
a. Hitung korelasi tunggal
3 4!54=
3 4!::;
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
3 4!:/
b. Hitung Korelasi Parsial
3 4!<:;
3 4!<45
c. !i Signi"ikansi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
3 1!=::
3 1!46/
*engan db 3 7 +dari n - 6 , di"er&leh harga t te&ritik sebesar 1!6< "ada
tara) ;> dan 6!44 "ada tara) />! sedangkan nilai t hitung ang kita "er&leh
adalah t/ 3 1!=:: dan t1 3 1!46/# ?al ini berarti harga t/ em"irik lebih besar
dari"ada harga t te&ritikna! sehingga da"at disim"ulkan bah$a ada hubungan
ang signi)ikan antara k&ndisi ek&n&mi +./, dengan "restasi belajar +0,! dengan
tingkat ke(erdasan dik&ntr&l# Sedang harga t1 lebih ke(il dari"ada harga t
te&ritikna! ang berarti tidak ada hubungan ang signi)ikan antara .1 dengan
0! jika ./ dik&ntr&l#
A"abila dikehendaki "enelitian da"at menggunakan 1 atau lebih
'ariabel k&ntr&l# Untuk ang menggunakan 1 'ariabel k&ntr&l rumusna
adalah sebagai berikut 8
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
) 1 )( 1 (
) )( (
2
2 13
2
2 3
2 13 2 3 2 1
23 1

=
r r
r r r
r
y
y y
y
) 1 )( 1 (
) )( (
2
1 23
2
1 2
1 23 1 2 1 3
12 3

=
r r
r r r
r
y
y y
y
) 1 )( 1 (
) )( (
2
1 23
2
1 3
1 23 1 3 1 2
13 2

=
r r
r r r
r
y
y y
y
Keterangan :
ry1-2! = Korelasi antara X1 dengan Y mengendalikan X2 dan X!
ry2-!1 = Korelasi antara X2 dengan Y mengendalikan X1 dan X!
ry!-12 = Korelasi antara X! dengan Y mengendalikan X1 dan X2
ry1-2 = Korelasi antara X1 dengan Y mengendalikan X2
ry1-! = Korelasi antara X1 dengan Y mengendalikan X!
ry2-1 = Korelasi antara X2 dengan Y mengendalikan X1
ry2-! = Korelasi antara X2 dengan Y mengendalikan X!
ry!-1 = Korelasi antara X! dengan Y mengendalikan X1
ry!-2 = Korelasi antara X! dengan Y mengendalikan X2
r1!-2 = Korelasi antara X1 dengan X! mengendalikan X2
r!2-1 = Korelasi antara X! dengan X2 mengendalikan X1
r21-! = Korelasi antara X2 dengan X1 mengendalikan X!

Kemudian untuk melakukan uji signi)ikansi "ada k&relasi "arsial
dengan 1 'ariabel k&ntr&l dilakukan dengan jalan menghitung nilai t# 2ilai t
ang ditemukan disebut nilai t em"irik kemudian dibandingkan dengan nilai
t te&ritik ang terda"at dalam tabel nilai-nilai t# A"abila nilai t em"irik lebih
besar atau sama dengan nilai t te&ritik maka da"at dikatakan signi)ikan#
Akan teta"i sebalikna a"abila nilai t em"irik lebih ke(il dari"ada nilai t
te&ritik maka disebut tidak signi)ikan# Ada"un rumus untuk menemukan
nilai t adalah sebagai berikut 8
### rumus 12.$
*ari rumus k&relasi 1 'ariabel k&ntr&l tersebut tam"ak dalam
"enghitunganna memerlukan suatu "r&ses ang amat "anjang! karena
untuk sam"ai "ada taha" menemukan harga k&e)isien k&relasi "arsial
dengan 1 'ariabel k&ntr&l harus menemukan k&relasi tunggal dan k&relasi
"arsial satu 'ariabel bebas lebih dahulu# Untuk mengatasi kesulitan
"enghitungan "ada k&relasi "arsial dengan 1 'ariabel k&ntr&l disarankan
menggunakan "r&gram k&m"uter! karena lebih (e"at dan ketelitianna
da"at diandalkan#
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II
2
12 3
12 3
1
4 .

=
y
y
r
n r
t
Perlati%an 12
/# Peneliti akan menguji hubungan antara banakna literatur +./, dengan
indeks "restasi +0, dengan mengendalikan 'ariabel m&ti'asi ber"restasi +.1,
mahasis$a# *ata ang di"er&leh dari "enelitian adalah sebagai berikut 8
./ 8 ; 7 /4 : 5 /; = 6 ; <
.1 8 14 1/ 1; 14 11 17 /; /4 // /6
0 8 1!4 1!6 1!7 1!; 1!; 6!6 1!4 /!: 1!4 /!7
a# ?itung k&e)isien k&relasi "arsial
b# Uji signi)ikansi
(# Buat kesim"ulan
1# Misalkan berikut ini adalah data "enelitian mengenai hubungan antara
)rekuensi iklan +./, dan kemam"uan marketing +.1, dengan &mIet "enjualan
+0,#
./ 8 7 /4 /; : /1 /7 /: 14 5 <
.1 8 : : 5 7 7 7 : : 5 /4
0 8 /= 14 1; /< 14 64 61 6< /7 /1
-ugas anda 8
a# ?itung k&e)isien k&relasi "arsial
b# Uji signi)ikansi
(# Buat kesim"ulanna
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB S.Sulistiyono
STATISTIK PSIKOLOGI II