Anda di halaman 1dari 8

LOW BACK PAIN

PENGERTIAN
Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah termasuk salah satu dari gangguan
muskuloskeletal, gangguan psikologis dan akibat dari mobilisasi yang salah. LBP
menyebabkan timbulnya rasa pegal, linu, ngilu, atau tidak enak pada daerah lumbal
berikut sakrum. LBP diklasifikasikan kedalam 2 kelompok, yaitu kronik dan akut.
LBP akut akan terjadi dalam waktu kurang dari 2 minggu. !edangkan LBP kronik
terjadi dalam waktu " bulan. #ang termasuk dalam faktor resiko LBP adalah umur,
jenis kelamin, faktor indeks massa tubuh yang meliputi berat badan, tinggi badan,
pekerjaan, dan akti$itas % olahraga.
(Idyan, Zamna., 2007)
PATOFISIOLOGI
Pinggang merupakan pengemban tubuh dari toraks sampai perut. !okoguru bagian
belakang tersebut terdiri dari lumbal dan tulang belakang pada umumnya. &iap ruas
tulang belakang berikut diskus inter$ertebralis sepanjang kolumna $ertebralis
merupakan satuan anatomik dan fisiologik. Bagian depan berupa korpus $ertebralis
dan diskus inter$ertebralis yang berfungsi sebagai pengemban yang kuat dan tahan
terhadap tekanan'tekanan menurut porosnya. Berfungsi sebagai penahan tekanan
adalah nukleus pulposus.
(alam keseluruhan tulang belakang terdapat kanalis $ertebralis yang didalamnya
terdapat medula spinalis yang membujur ke bawah sampai L 2. )elalui foramen
inter$ertebralis setiap segmen medula spinalis menjulurkan radiks dorsalis dan
$entralisnya ke periferi. (i tingkat ser$ikal dan torakal, berkas serabut tepi itu
menuju ke foramen tersebut secara hori*ontal. +amun di daerah lumbal dan sakrum
berjalan secara curam ke bawah dahulu sebelum tiba di tingkat foramen
inter$ertebralis yang bersangkutan. ,al tersebut dikarenakan medula spinalis
membujur hanya sampai L 2 saja.
-tot'otot yang terdapat di sekeliling tulang belakang mempunyai origo dan insersio
pada prosesus trans$ersus atau prosesus spinosus. !tabilitas kolumna $ertebrale
dijamin oleh ligamenta secara pasif dan secara aktif oleh otot'otot tersebut. .jung'
ujung serabut penghantar impuls nyeri terdapat di ligamenta, otot'otot, periostium,
lapisan luar anulus fibrosus dan sino$ia artikulus posterior.
(Sida!"a, P!i#$na., 200%))
ETIOLOGI
/tiologi low back pain dapat dihubungkan dengan hal'hal sebagai berikut 0
. Proses degeneratif, meliputi0 spondilosis, ,+P, stenosis spinalis, osteoartritis.
Perubahan degeneratif pada $ertebrata lumbosakralis dapat terjadi pada korpus
$ertebrae berikut arkus dan prosessus artikularis serta ligamenta yang
menghubungkan bagian'bagian ruas tulang belakang satu dengan yang lain. (ulu
proses ini dikenal sebagai osteoartrosis deforman, tapi kini dinamakan spondilosis.
Perubahan degeneratif ini juga dapat menyerang anulus fibrosis diskus
inter$ertebralis yang bila tersobek dapat disusul dengan protusio diskus
inter$ertebralis yang akhirnya menimbulkan hernia nukleus pulposus (,+P). .nsur
tulang belakang lain yang sering dilanda proses degeneratif ini adalah kartilago
artikularis yang dikenal sebagai osteoartritis.
2. Penyakit 1nflamasi
LBP akibat inflamasi terbagi 2 yaitu artritis rematoid yang sering timbul sebagai
penyakit akut dengan ciri persendian keempat anggota gerak terkena secara serentak
atau selisih beberapa hari%minggu, dan yang kedua adalah pada spondilitis
angkilopoetika, dengan keluhan sakit punggung dan sakit pinggang yang sifatnya
pegal'kaku dan pada waktu dingin dan sembab linu dan ngilu dirasakan.
". -steoporotik
!akit pinggang pada orang tua dan jompo, terutama kaum wanita, seringkali
disebabkan oleh osteoporosis. !akit bersifat pegal, tajam atau radikular.
2. 3elainan 3ongenital
4nomali kongenital yang diperlihatkan oleh foto rontgen polos dari $ertebrae
lumbosakralis sering dianggap sebagai penyebab LBP meskipun tidak selamanya
benar. 5ontohnya adalah lumbalisasi atau adanya 6 bukan 7 korpus $ertebrae
lumbalis merupakan $ariasi anatomik yang tidak mengandung arti patologik.
(emikian pula pada sakralisasi, yaitu adanya 2 bukan 7 korpus $ertebrae lumbalis.
7. 8angguan !irkulatorik
4neurisma aorta abdominalis dapat membangkitkan LBP yang hebat dan dapat
menyerupai sprung back atau ,+P. 8angguan sirkulatorik yang lain adalah
trombosis aorta terminalis yang perlu mendapat perhatian karena mudah didiagnosa
sebagai ,+P. 8ejalanya disebut sindrom Lerichie. +yeri dapat menjalar sampai
bokong, belakang paha dan tungkai kedua sisi.
(Ad&'ia, Ri(ma., 2007)
6. &umor
(apat disebabkan oleh tumor jinak seperti osteoma, penyakit Paget, osteoblastoma,
hemangioma, neurinoma,meningioma. 4tau tumor ganas yang primer seperti
mieloma multipel maupun sekunder seperti macam'macam metastasis.
9. &oksik
3eracunan logam berat, misalnya radium.
:. 1nfeksi
4kut disebabkan oleh kuman piogenik (stafilokokus, streptokokus) dan kronik
contohnya pada spondilitis tuberkulosis (penyakit Pott), jamur, osteomielitis kronik.
;. Problem Psikoneurotik
,isteria atau depresi, malingering, LBP kompensatorik. LBP yang tidak mempunyai
dasar organik dan tidak sesuai dengan kerusakan jaringan atau batas'batas anatomis.
(N$a!"a, Ba#$)., *+,+)
-ANIFESTASI KLINIS
)anifestasi klinis LBP berbeda'beda sesuai dengan etiologinya masing'masing
seperti beberapa contoh dibawah ini 0
. LBP akibat sikap yang salah
!ering dikeluhkan sebagai rasa pegal yang panas pada pinggang, kaku dan
tidak enak namun lokasi tidak jelas.
Pemeriksaan fisik menunjukkan otot'otot paraspinal agak spastik di daerah
lumbal, namun motalitas tulang belakang bagian lumbal masih sempurna,
walaupun hiperfleksi dan hiperekstensi dapat menimbulkan perasaan tidak
enak
Lordosis yang menonjol
&idak ditemukan gangguan sensibilitas, motorik, dan refleks pada tendon
<oto rontgen lumbosakral tidak memperlihatkan kelainan yang rele$an.
(Sida!"a, P!i#$na., 200%)
2. Pada ,erniasi (iskus Lumbal
+yeri punggung yang onsetnya perlahan'lahan, bersifat tumpul atau terasa
tidak enak, sering intermiten, wala kadang onsetnya mendadak dan berat.
(iperhebat oleh akti$itas atau pengerahan tenaga serta mengedan, batuk atau
bersin.
)enghilang bila berbaring pada sisi yang tidak terkena dengan tungkai yang
sakit difleksikan.
!ering terdapat spasme refleks otot'otot para$ertebrata yang menyebabkan
nyeri sehingga membuat pasien tidak dapat berdiri tegak secara penuh.
!etelah periode tertentu timbul skiatika atau iskialgia.
". LBP pada !pondilosis
3ompresi radiks sulit dibedakan dengan yang disebabkan oleh protrusi
diskus, walaupun nyeri biasanya kurang menonjol pada spondilisis
(apat muncul distesia tanpa nyeri pada daerah distribusi radiks yang
terkena
(apat disertai kelumpuhan otot dan gangguan refleks
&erjadi pembentukan osteofit pada bagian sentral dari korpus $ertebra
yang menekan medula spinalis.
3auda ekuina dapat terkena kompresi pada daerah lumbal bila terdapat
stenosis kanal lumbal.
2. LBP pada !pondilitis &uberkulosis
&erdapat gejala klasik tuberkulosis seperti penurunan berat badan, keringat
malam, demam subfebris, kakeksia. 8ejala ini sering tidak menonjol.
Pada lokasi infeksi sering ditemukan nyeri $ertebra%lokal dan menghilang bila
istirahat.
8ejala dan tanda kompresi radiks atau medula spinalis terjadi pada 2=> kasus
(akibat abses dingin)
-nset penyakit dapat gradual atau mendadak (akibat kolaps $ertebra dan
kifosis)
(iawali nyeri radikular yang mengelilingi dada atau perut, diikuti paraparesis
yang lambat laun makin memberat, spastisitas, klonus, hiperrefleksia dan
refleks Babinsky bilateral. (apat ditemukan deformitas dan nyeri ketok tulang
$ertebra.
Penekanan mulai dari bagian anterior sehingga gejala klinis yang muncul
terutama gangguan motorik.
7. LPB pada !pondilitis 4nkilopoetika
Biasanya dirasakan pada usia 2= tahun.
&idak hilang dengan istirahat dan tidak diperberat oleh gerakan.
Pemeriksaan fisik menunjukkan pembatasan gerakan di sendi sakrolumbal
dan seluruh tulang belakang lumbal.
Laju endap darah meninggi.
&erjadi osifikasi ligamenta interspinosa.
(-an)./&!, A!i0, &" a''., 2007)
PE-ERIKSAAN
. ?iwayat penyakit dengan perhatian khusus pada lokasi dan penjalaran nyeri,
posisi tubuh yang menimbulkan atau memperberat nyeri, trauma, ligitasi
(medikolegal), obat'obat penghilang nyeri yang dipakai dan jumlah yang dibutuhkan,
kemungkinan keganasan.
2. Pemeriksaan fisis, dengan perhatian khusus pada tanda'tanda infeksi sistemis,
tanda'tanda keganasan yang tersembunyi, nyeri tekan lokal atau pada insisura
iskiatika, spasme otot, ruang lingkup gerakan, tes angkat tungkai lurus (Lase@ue), dan
pemeriksan rektum (tonus sfingter dan prostat).
". Pemeriksaan neurologis, dengan perhatian khusus pada afek dan alam perasaan,
kelemahan otot, atrofi, atau fasikulasi, defisit sensorik termasuk perineum, refleks
(tendon dalam, abdominal, anal, kremaster).
2. Pemeriksaan laboratorium yaitu foto rontgen polos (posterior, lateral, oblik)
hitung darah lengkap dan laju endap darah, serum 0 kreatinin, kalsium, fosfat, alkali
fosfatase, asam urat, fosfatase asam (pria), gula darah puasa.
7. Pemeriksaan khusus (misalnya sken tulang, gula darah 2'jam postprandial, sken
magnetik resonan, sken tomografik, mielografi) bergantung pada hasil pemeriksaan
rutin di atas.
(-an)./&!, A!i0, &" a''., 2007)
PENATALAKSANAAN
+yeri pinggang dapat diatasi dengan pemberian obat'obatan, istirahat dan modalitas.
Pemberian obat anti inflamasi non steroid (-41+!) diperlukan untuk jangka waktu
pendek disertai dengan penjelasan kemungkinan efek samping dan interaksi obat.
&idak dianjurkan penggunaan muscle relaAan karena memiliki efek depresan. +amun
pada pasien dengan depresi premorbid atau timbul depresi akibat rasa nyeri,
penggunaan anti depresan dianjurkan. .ntuk pengobatan simptomatis lainnya,
kadang memerlukan campuran antara obat analgesik, antiinflamasi,-41+!, dan
penenang.
1stirahat secara umum atau lokal banyak memberikan manfaat. &irah baring pada
alas keras dimaksudkan untuk mencegah melengkungnya tulang punggung. )odalitas
dapat berupa kompres es, semprotan etil klorida, dan fluorimetan.
&idak semua nyeri dapat diatasi dengan cara'cara di atas. &erkadang diperlukan
tindakan injeksi anestetik atau antiinflamasi steroid pada tempat'tempat seperti pada
faset, radiks saraf, epidural, intradural. Bahkan untuk beberapa kasus LBP dibutuhkan
pembedahan.
!etelah fase akut teratasi dilakukan beberapa pencegahan kekambuhan diantaranya
pelatihan peregangan dan pemakaian korset atau braching.
(Ad&'ia, Ri(ma., 2007)
1AFTAR P2STAKA
4delia, ?i*ma., 2==9. +yeri Pinggang%Low Back Pain. 1n 0
http0%%www.fkunsri.wordpress.com%2==9%=;%=%nyeri'pinggang'low'back'pain%
1dyan, Bamna., 2==9. ,ubungan Lama (uduk !aat Perkuliahan (engan 3eluhan
Low Back Pain. 1n 0 http0%%www.inna'ppni.or.id%indeA.phpC
nameD+ewsEfileDarticleEsidD"=
)ansjoer, 4rif, et all., 2==9. 1lmu Penyakit !araf. 1n0 Kapita Selekta Kedokteran,
edisi 111, jilid kedua, cetakan keenam. Fakarta 0 )edia 4esculapius. 72'7;
+uarta, Bagus., ;:;. Beberapa !egi 3linik dan Penatalaksanaan +yeri Pinggang
Bawah. 1n 0 http0%%www.kalbe.co.id
!idharta, Priguna., 2==2. !akit Pinggang. 1n0 Neurologi Klinis Dalam Praktik Umum,
edisi 111, cetakan kelima. Fakarta 0 P& (ian ?akyat. 2="'2=7