Anda di halaman 1dari 7

SITOSKELETON

Sitoskeleton merupakan rangkasel yang terdapat pada sitosol.tersusun atas tiga jenis serabut
yaitu

Sitoskeleton merupakan rangkasel yang terdapat pada sitosol.tersusun atas tiga jenis
serabut yaitu
1. mikrofilamen, rantai ganda protein yang asling bertaut dan tipis terdiri dari
protein yang disebut aktin, berdiameter 5-6 nm
2. mikrotubula, rantai protein yang berbentuk spiral membentuk tabung
berlubang, tersusun atas bola-bola molekul yang disebut tubulin. Merupakan
serabut penyusun sitoskeleton terbesar dan dapatmembentuk organel berupa
sentriol, silia, flagella.
3. filament antara, rantai protein yang berbentuk untaian yang salin melilit
berdiameter8-10nm, tersusun atas protein yang disebut fimetin
Fungsi dari skeleton adalah memberikan kekuatan mekanik pada sel, menjadi
kerangka sel, membantu gerakan substansi dari satu bagaian sel ke bagian lain.




Pengertian dan Fungsi Sitoskeleton Serta Bagian bagian Sitoskeleton

Posted by Smart Click on 03 October 2011
A D V E R T I S E M E N T
(Pengertian dan Fungsi Sitoskeleton Serta Bagian bagian Sitoskeleton) Tidak hanya
manusia, sel juga memiliki organel yang berfungsi sebagai rangka, sehingga dikatakan sebagai
rangka sel. Apa itu? Yaitu Sitoskeleton. Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis
serabut yang berbeda, yaitu: mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen antara.
1. Mikrofilamen atau filamen aktin
Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis, terdiri dari protein yang
disebut aktin. Mikrofilamen berdiameter antara 5-6 nm. Karena kecilnya sehingga
pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.
Mikrofilamen seperti mikrotubulus (pengertian mikrotubulus dibawah), tetapi lebih lembut.
Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot).
Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel k. dan peroksisom (Badan Mikro). Organel ini
senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase
(banyak disimpan dalam sel-sel hati).
2. Mikrotubulus
Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan
sebagai rangka sel. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan.
Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, flagela dan silia.
Sentriol berbentuk silindris dan disusun oleh mikrotubulus yang sangat teratur. Pada saat
membelah, sentriol akan membentuk benang-benang gelendong inti. Silia dan flagella
merupakan tonjolan yang dapat bergerak bebas dan dijulurkan.
Pengertian lain, mikrotubulus adalah rantai protein yang berbentuk spiral. Spiral ini membentuk
tabung berlubang. Mikrotubulus tersusun atas bola-bola molekul yang disebut tubulin. Diameter
mikrotubulus kira-kira 25 nm. Mikrotubulus merupakan serabut penyusun sitoskeleton terbesar.
Mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel,
mempertahankan bentuk sel, serta membantu pembelahan sel secara mitosis.
3. Filamen antara (Serabut antara)
Filamen antara adalah rantai molekul protein yang berbentuk untaian yang saling melilit.
Filamen ini berdiameter 8-10 nm. Disebut serabut antara karena berukuran diantara ukuran
mikrotubulus dan mikrofilamen. Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimetin. Akan
tetapi, tidak semua sel tersusun atas fimetin, contohnya sel kulit tersusun oleh protein keratin.
Fungsi Sitoskeleton adalah sebagai berikut:
(1). Memberikan kekuatan mekanik pada sel
(2). Menjadi kerangka sel
(3). Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin.
Badan Mikro (Peroksisom dan Glioksisom)
Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi berbagai enzim
dan yang paling khas ialah enzim katalase. Katalase berfungsi mengkatalisis perombakan
hydrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism sel yang
berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi
karbohidrat. Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. Pada hewan, peroksisom
banyak terdapat di hati dan ginjal, sedang pada tumbuhan peroksisom terdapat dalam berbagai
tipe sel.
Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, misalnya pada lapisan aleuron biji padi-padian.
Aleuron merupakan bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola. Glioksisom
sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah. Glioksisom
mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan
energi yang diperlukan bagi perkecambahan.

Bagian-bagian dari Mikrotubulus

Struktur Mikrotubulus (Salah satu sitos

Read more: Pengertian dan Fungsi Sitoskeleton Serta Bagian bagian Sitoskeleton | Smart Click


Komunikasi Sel
12:02 FAJAR MARTHA No comments

Dalam perkembangbiakannya, sel harus berkomunikasi dengan sel-sel lain dan lingkungannya. Bentuk
komunikasi ini dinamakan interaksi sel atau komunikasi antar sel.
Menurut Miami.edu dalam How Do Cells Communicate, interaksi yang terjadi mencakup antarsel,
antarsel dan matriks ekstraseluler, dan komunikasi antarsel. Matriks ekstraseluler adalah komponen
paling besar pada lapisan kulit dermis.
Komunikasi antarsel dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

Cell J unctions
Cell junctions adalah situs hubungan yang menghubungkan banyak sel dalam jaringan dengan sel
lainnya dan matriks ekstraseluler.
Terdapat 3 kelompok cell junctions, yaitu occluding junctions yang bertugas menempelkan sel bersama-
sama dalam epitel dengan cara mencegah molekul-molekul kecil dari kebocoran satu sisi sel ke sel
lainnya.
Anchoring junctions bertugas melekatkan sel-sel dan sitoskeleton ke sel tetangga atau ke matriks
ekstraseluler.
Communicating junctions bertugas sebagai perantara jalan lintasan sinyal-sinyal kimia atau elektrik dari
satu sel yang sedang berinteraksi ke sel lainnya.

Occluding J unctions
Terdapat dua klasifikasi fungsi occluding junctions, yaitu sebagai berikut.
1. Tight junctions hanya dimiliki oleh vertebrata, yang fungsinya menyegel ruang antar 2 sel serta
mencegah lalu lintas molekul di ruang antarsel.
2. Septate junctions hanya dimiliki invertebrate, terdapat protein discs-large yang terhubung dengan
protein ZO dalam tight junctions.


Anchoring J unctions
Terdapat 4 bentuk yang tidak sama secara fungsi, yaitu sebagai berikut.
1. Adherens junctions dan desmosom. Mereka sama-sama memegang sel dan pembetukannya
oleh membrantrans adhesion protein pada family chaderin.
2. Focal adhesions dan hemidesmosom. Mengikat sel-sel pada matriks ekstraseluler dan
pembentukannya oleh membran trans adhesions protein pada famili integrin.


Communicating J unctions
Terdapat 3 kelompok perantara, yaitu sebagai berikut.
1. Gap junctions, celah sempit di antara 2 membran atau dinding sel ini membolehkan jalan lintasan
ion-ion dan molekul-molekul kecil yang dapat larut dalam air.
2. Chemical synapses, sambungan khusus letak sinyal neuron yang berhubungan satu sama lain
dengan sel-sel nonsaraf seperti pada otot atau kelenjar.
3. Plasmodesmata, hanya terdapat pada tumbuhan. Fungsinya menghubungkan sel yang satu
dengan sel lainnya melalui retikulum endoplasma, memudahkan pergerakan ion-ion dan molekul-
molekul kecil seperti gula, asam amino, dan RNA (ribonucleat acid) antar se
KOMUNIKASI SEL
19 11 2010
KOMUNIKASI SEL
Pada tumbuhan dan hewan dikenal kumunikasi antar sel menggunakan molekul signal
ekstraseluler. Ini merupakan cara organisme untuk mengontrolmetabolisme sel, pertumbuhan,
diferensiasi jaringan, sintesis dan sekresi protein serta mengatur komposisi cairan ekstraseluler.
Molekul sinyl ini disintesis dan di sekresikan oleh adanya sel sinyal dan hanya menghasilkan
respon spesifik pada sel target yang memiliki reseptor untuk molekul sinyal yang spesifik. Pada
organnisme multiseluler, molekul sinyal dapat berupa molekul hidrofilik atau hidrofobik. Kedua
kelompok molekul ini memiliki mekanisme yang berbeda dalam aktivasi proses-proses dalam sel
(gambar 1).
Beberapa molekul signal hidrofibik,misalnya steroid,retinoid dan tiroksin dapat berfungsi ke
dalam sel dan berikatan dengan reseptor intraseluler. Reseptor intraseluler (RC) ada 2 macam,
yaitu reseptor yang terdapat di sitoplasma (Cytoplasmic Receptor) dan di dalam inti sel (Nuclear
Receptor). Perbedaan mekanisme aktivasi transkripsi keduanya dapat dilihat pada gambar 2.
Berbagai molekul kecil hidrofilik seperti (asam amino, lipid, dan asetilkolin), peptide dan protein
digunakan untuk komunikasi antar sel.
Molekul signal berupa hormon steroid (estradiol, progesteron, testosteron), vitamin D3 dan asam
retinoic dapat menembus membran sel dan berikatan dengan reseptor spesific intraseluler dan
membentuk kompleks hormon-reseptor, kemudian translokasi ke dalam inti sel dan berikatan
dengan elemen DNA yang responsif terhadap kompleks hormon-reseptor. Ini menyebabkan di
aktifkannya gen target untuk mensintesis protein tertentu (gambar 3).
Cara komunikasi sel lainnya adalah melalui reseptor yang terdapat dipermukaan membran sel
(reseptor membran). Dalam hal ini molekul ligan bekerja sebagai ligan yang berikatan dengan
molekul komplemen pada permukaan luar membran sel. Ikatan ini menyebabkan perubahan
komponen reseptor di dalam sel atau menginduksi respons seluler yang spesifik (gambar
4).proses-proses tersebut dikenal dengan signal transduksi.salah satu kelompok reseptor pada
permukaan membran mengaktivasi protein G yang dikenal dengan G protein-coupled receptors
(GPCRs),yang di temukan pada semua sel eukariotik,mulai dari yeast hingga manusia.Genum
manusia misalnya mengkode beberapa ribu GCPR. Termasuk di sini reseptor pada
mata,peraba,perasa,beberapa reseptor neurotrasmiter dan reseptor hormon yang mengontrol
metabolisme karbohidrat,asam amino pada umumnya.
MOLEKUL SIGNAL DAN RESEPTOR MEMBRAN
Kumunikasi menggunakan signal ektraseluler biasanya melibatkan beberapa langkah berikut :
1. Sintesis
2. Pelepasan molekul signal oleh sel signal
3. Transpor signal menuju sel target
4. Molekul signal berikatan ke protein reseptor untuk mengaktivasinya
5. Inisiasi satu atau lebih jalur signal transduksi yang telah diaktivasi oleh reseptor
6. Terjadi perubahan spesifik pada fungsi seluler, metabolisme atau perkembangan dan
7. Pelepasan signal sehingga seringkali menyebabkan terhentinya respon seluler.
Sebagian besar reseptor diaktivasi oleh ikatan molekul dengan membran ( misalnya hormon,
faktor pertumbuhan, neutransmiter dan feromon ). Terdapat beberapa cara kumunikasi sel yang
menggunakan reseptor membran yaitu juktakrin, otokrin,parakin, dan endokrin ( gambar 5 )
Signalling juktakrin merupakan komunikasi dua sel yang berdekatan dengan membentuk pori
yang menghubungkan kedua sel tersebut sehingga ion dan molekul terkecil dapt melalui pori
yang terbentuk.
Signalling otokrin sel atau sel-sel merespons molekul yang di sekresikannya sendiri. Signal ini
juga dijumpai pada sel-sel tumor yang mensekresi faktor pertumbuhan secara berlebihan hingga
menginduksi proliferasi sel yang tidak terkendali. Ini menyebabkan terbentuknya massa tumor
yang dapat menekan jaringan atau organ yang ada disekitarnya.
Signalling parakrin, merupakan komunikasi sel jarak pendek. Sel signal mensekresi molekul
signal targetnya pada sel-sel yang berdekatan dengan sel signal. Misalnya epinefrin merupakan
neutotransmiter yang dilepaskan oleh satu sel saraf ke sel saraf lainnya atau sel saraf ke efektor
pada otot rangka ( merangsang atau menghambat konstraksi). Yang kemudian dapat berikatan
dengan reseptor membran pada sel-sel target yang ada di sekitarnya dan menginduksi perubahan
di dalam sel target.
Signalling endokrin merupakan contoh komunikasi sel jarak jauh karena sel signal terletak
dilokasi yang relatif jauh dari sel target. Dalam signal ini molekul signalnya adalah hormon.
Molekul signal dapat sampai ke sel target karena ditransfor melalui darah atau cairan ektraseluler
lainnya. Signalling endokrin misalnya terjadi pada siklus reproduksi wanita. Hormon yang
terlibat dapat berupa peptida atau steroid. Hormonpeptida misalnya FSH, LH,follicle stimulating
hormon, Lutenizing Hormon, Chorionic Gonadotropin. Sedangkan hormon teroid misalnya
estrogen dan progesteron. Mekanisme signalling endokrin pada siklus reproduksi wanita pada
gambar 6
SIGNAL TRANSDUKSI INTRASELULER
Signal tranduksi merupakan proses pengubahan ikatan molekul signal pada reseptor sel target
untuk menghasilkan respon biologis. Dalam hal ini terdapat second messenger yang bekerja
sebagai agen signal tranduksi. Second messenger ini dapat membawa signal dari beberapa
reseptor.
Dalam signal tranduksi ikatan dengan ligand (first messenger) pada beberapa reseptor membran
dalam waktu singkat dapat meningkatkan atau menurunkan konsentrasi molekul kecil yang
merupakan second messenger. Beberapa molekul berikut misalnya cAMP ( siklik AMP), cGMP,
DAG (1,2- diasilgliserol) dan inositol trifosfat (IP3) berperan sebagai Second messenger.
IKATAN RESEPTOR-PROTEIN G (GPCR) YANG MENGAKTIVASI ATAU
MENGHAMBAT ADENIL SIKLASE
Banyak sekiali reseptor membran yang berhubungan dengan signal transduksi protein G. Semua
GPCR terdiri atas tujuh segmen dimana terminal N terdapat diluar membran dan terminal C
terdapat didalam sitosol ( gambar 7). Sejumlah GPCR merupakan reseptor hormon,
neurotransmiter, rodopsin dan ribuan reseptor pembau pada hidung.
Signal transduksi protein G terdiri atas tiga subunit tetap berikatan sehingga di dan G. Selama
signaling, G dan G, GG , merupakan protein switch GTPase. Sub unit Gkenal dengan
sub unit G dengan kemungkinan ON ketika berikatan dengan GTP dan OFF ketika berikatan
dengan GDP (gambar 8).
Ikatan reseptor menyebabkan protein G teraktivasi, sehingga mengantarai aktivitas protein
efektor. -GTP, padaWalaupun kebanyakan protein efektor diaktivasi oleh G -GTP justru
menghambat tergantung pada sel dan ligand,beberapa kasus G -CTP. dari pada Gsubunit G