Anda di halaman 1dari 10

DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEKAYAAN:

Pengantar Studi Komparasi antara Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam


Oleh : Muhammad Hikam
Pelajar Graduate School Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta.
! Penda"uluan
Mengutip Naqvi (1994:71), bahwa kompaa!i "i!tem #konomi $!lam dengan
!i!tem ekonomi %ang lain adalah betu&uan untuk menggambakan kaakte da!a
!i!tem #konomi $!lam' (alam kontek! ini, lan&utn%a, pelu ditekankan empat hal: (1)
ala!an untuk membedakan #konomi $!lam dai )apitali!me, "o!iali!me dan )on!ep
Negaa )e!e&ahteaan (the Welfare State) dengan meu&uk pada nilai*nilai etik $!lam
adalah bemak!ud untuk men%u!un !upeioita! $!lam ata! ival*ivaln%a beda!akan
ka+amata !eoang mu!lim %ang e,e!entati,, %aitu oang %ang memiliki
ke+endeungan untuk lebih men%ukai !ebuah !i!tem ekonomi %ang !ea!i dengan
ke%akinan etikn%a- (.) hal itu han%a ilu!ta!i lain %ang menun&ukkan bahwa !ebuah
!i!tem teoiti! %ang mengkombina!ikan petimbangan*petimbangan ekonomi dan
nilai*nilai moal mungkin !ekali lebih !upeio ketimbang !i!tem %ang han%a
membanggakan po!itivi!me !empit- (/) membuat !uatu kompaa!i bukan beati
pengutukan be!a*be!aan tehadap "o!iali!me atau )apitali!me 0)onven!ional1'
)edua !%!tem ini &uga telah beke&a dengan 2ke!uk!e!an2 %ang hau! dipela&ai oleh
!i!tem ekonomi $!lam !aat ini3mi!aln%a dai vi!i meeka %ang ta&am mengenai
pekembangan ekonomi dan !o!ial- dai !o!iali!me mengenai penekanan tehadap
keadilan !o+ial dan di!tibu!i- dai kapitali!me tentang penekanan tehadap akumula!i
dan petumbuhan dalam keangka kebeba!an individu- dai !i!tem Negaa
)e!e&ahteaan mengenai pengkombina!iann%a ata! petumbuhan ekonomi, keadilan,
kebeba!an individu dan tanggung&awab !o!ial- dan (4) dengan ab!enn%a ken%ataan
!i!tem ekonomi $!lam dalam waktu %ang elati, pan&ang kompaa!i te!ebut hau!
dilakukan dengan penuh kehati*hatian'
1

(engan bepi&ak pada bebeapa +atatan penting Naqvi di ata!, dalam makalah ini
akan !edikit diungkap bebeapa pebedaan ,undamental kon!ep keadilan di!tibu!i
antaa !i!tem ekonomi konven!ional, didahului dengan uaian !ingkat pengetian
di!tibu!i, pendapatan dan keka%aan, dan diakhii dengan ke!impulan dan penutup'
!# Pengertian Distri$usi
(i!tibu!i atau pembagian adalah kla!i,ika!i pemba%aan*pemba%aan beupa
!ewa, upah, bunga modal dan laba, %ang behubungan dengan tuga!*tuga! %ang
dilak!anakan oleh tanah, tenaga ke&a, modal dan pengu!aha*pengu!aha' $a adalah
po!e! penentuan haga %ang dipandang dai !udut !i peneima pendapatan dan
bukanlah dai !udut !i pemba%a bia%a*bia%a' (i!tibu!i &uga beati !inonim untuk
pema!aan (maketing)' )adang*kadang ia dinamakan !ebagai functional
distribution.
.
Namun demikian, ,ikih kla!ik nampakn%a han%a meneminologikan tau4ii dalam
keangka pengetian etimologi! !a&a' "e+aa ad ho+, belum ada pengetian tauii %ang
+ukup elevan dengan tema di!tibu!i dalam ekonomi teoitika moden'
/
1
Naqvi, "%ed Nawab Haide, Islam, !conomics, and Society, (5ondon: )egan 6aul $ntenational 5td,
1994), h' 71*71'
.
7inadi, "amus !konomi, (8andung: 9:' Manda Ma&u, 19;9), h' 171'
1
Hingga kemudian, !ebagian ekonom mu!lim &uga menuli! tentang ekonomi
i!lami dan melakukan <adapta!i< tehadap teminologi*teminologi ekonomi
konven!ional, !epeti %ang dilakukan =bdul Hamid >ha4ali (19;9 : 79)
4
, Muhammad
=,a (199?: /.)
@
, Ame 9hapa (.BBB: 99)
?
, dan lain*lain' 8aangkali inilah
pandangan main!team ekonom mu!lim pada umumn%a kaena bagi meeka
kon!enta!i teoiti! ilmu ekonomi manapun pa!ti akan membaha! a!pek aloka!i dan
di!tibu!i !umbe*!umbe da%a' 8elakangan teminologi edi!tibu!i (I#$dat at
%auii#) &uga digunakan oleh !ebagian ekonom mu!lim dengan beka+a pada adan%a
mekani!me 4akat, !edekah, ka,aat, belan&a wa&ib %ang diteapkan dalam $!lam'
!% Pengertian Pendapatan dan Keka&aan
6endapatan diatikan !ebagai !uatu alian uang atau da%a beli %ang diha!ilkan
dai penggunaan !umbe da%a popeti manu!ia'
7
Menuut 7inadi (19;9),
pendapatan (income), !e+aa teoi ekonomi adalah ha!il beupa uang atau ha!il
mateial lainn%a %ang di+apai dai penggunaan keka%aan atau &a!a*&a!a manu!ia
beba!' (alam pengetian pembukuan pendapatan diatikan !ebagai pendapatan !ebuah
peu!ahaan atau individu'
;
"ementaa keka%aan (&ealth) diatikan oleh 7inadi (19;9) !ebagai !egala
!e!uatu %ang beguna dan digunakan oleh manu!ia' $!tilah ini &uga digunakan dalam
ati khu!u! !epeti keka%aan na!ional' "loan dan Cu+he mengatikan keka%aan
!ebagai ob%ek*ob%ek mateial, %ang ek!ten bagi manu!ia %ang be!i,at : beguna,
dapat di+apai dan langka' )eban%akan ahli ekonomi tidak menggolongkan dalam
i!tilah keka%aan hak milik ata! hata keka%aan, mi!aln%a !aham, obliga!i, !uat
hipotik kaena dokumen*dokumen te!ebut dianggap !ebagai bukti hak milik ata!
keka%aan, &adi bukan keka%aan itu !endii'
9
(alam kha4anah ,ikih $!lam, padanan %ang +ukup elevan dengan tema
keka%aan dalam ekonomi adalah hataDm$l atau tsaurah' (alam mende,ini!ikann%a,
ada dua ke+endeungan paka ,ikih- (1) !e!uatu %ang beman,aat dan bi!a diuku- (.)
!e!uatu %ang behaga dan me!ti di&aminDdiganti oleh peu!akn%a'
1B
6engetian kedua
%ang meupakan pendapat main!team paka hukum $!lam, kian%a !e!uai dengan
de,eni!i keka%aan dalam ekonomi konven!ional' (engan kata lain, dalam pe!pekti,
!%aiah, de,eni!i keka%aan dalam ekonomi konven!ional !e+aa umum tidak
poblemati!'
!' Distri$usi Pendapatan dan Keka&aan dalam Islam dan Sistem Ekonomi (ain
/
5ihat mi!aln%a : a! "%abE!hF, =hmad, al 'u(jam al I)tish$d* al Isl$m*, (9aio : (a al >eil, 19;1)- al
'aus+(ah al ,i)hiyyah al "u&aitiyyah, ()uwait: 7a4aaat al =wqaa, wa a! "%u2uun al $!laami%%ah,
1997)- a4 Cuhaili, 7ahbah, al ,i)h al Isl$mi &a -dillatuh+, ((ama!ku!, (a al Gik, 19;@)'
4
5ihat mi!aln%a bukun%a, Ha&la al 'anhaj al Isl$my fi at %anmiyah al I)tish$diyyah, (9aio: (a al
7a,aa, 19;9), h' 79'
@
5ihat mi!aln%a tuli!ann%a tentang at %auii( (9aio: (aa al Gath lil $laam al =ab%, 199?), h' /B.
?
5ihat klaimn%a tentang ini dalam buku the ,uture of !conomics. -n Islamic Persfective, te&emahan
$ndone!ia 'asa /e0an Ilmu !konomi1 Sebuah%injauan Islam, (Hakata: >ema $n!ani 6e!!, .BB1), h'
99'
7
9ampbell I' Ma+9onnel and "tanle% I' 8ue, !conomics Princi0les, Problems, and Policies, (New
Jok: M+>aw*Hill Highe #du+ation, .BB.), h' >*1.'
;
7inadi, "amus !konomi, (8andung: 9:' Manda Ma&u, 19;9), h' .4@'
9
5ebih &auh lihat: 7inadi, "amus !konomi, (8andung: 9:' Manda Ma&u), 19;9, h' @B/'
1B
=4 Cuhaili, 7ahbah, al ,i)h al Isl$mi &a -dillatuh+, ((ama!ku!, (a al Gik, 19;@), vol' 4, h' /99'
.
$
=l Hahi dan Caqa (.BB4) bependapat bahwa ilmu ekonomi membeikan
pehatian %ang be!a tehadap anah di!tibu!i dalam pengetian tu&uan penentuan
bagian !etiap ,akto poduk!i (determinin2 the share of each factor of 0roduction)
melalui po!e! %ang te&adi dalam market e3chan2e' Namun kuang mempehatikan
anah edi!tibu!i dalam pengetian penggapaian level tetentu dai keadilan !o!ial dan
equita!'
11
(alam ekonomi kapitali!, mi!aln%a, kepemilikan hata pibadi diakui &uga tidak
ada kebeba!an %ang !empuna, !ebagian dapat mempeoleh kebeba!an lebih dai %ang
lain' (i !amping itu adan%a trade4off antaa e)uality dan e,i!ien!i
1.
dalam aloka!i
!umbe da%a guna memak!imalkan output dan ke!e&ahteaan !o!ial mengakibatkan
adan%a di!tibu!i %ang tidak meata'
1/
#,e!ien!i aloka!i dalam ekonomi konven!ional
han%a men&ela!kan bahwa bila !emua !umbe da%a %ang ada habi! tealoka!i, maka
aloka!i %ang e,i!ien te+apai, namun tidak mengatakan apapun peihal apakah aloka!i
te!ebut adil'
=nggaplah bahwa tingkat poduk!i gandum !ebe!a O7K dan poduk!i bea!
!ebe!a OIK' "egi empat O7KOIK adalah !d2e&orth 5o3.
67
Litik O adalah titik
oigin bagi =, oleh kaenan%a = akan memak!imalkan utilit%*n%a dengan mendoong
Aa !e&auh mungkin dai titik O mendekati titik 5' "edangkan bagi 8, titik oiginn%a
adalah 5, oleh kaenan%a 8 akan memak!imalkan utilit%*n%a dengan mendoong Ab
!e&auh mungkin dai titik 5 mendekati titik O' 6aeto optimal
1@
te&adi pada !aat
pe!inggungan Aa dan Ab' 6ada !aat itu MI"aM MI"b, %ang digambakan dengan
pi+eline 5)5)' 6i+eline ini adalah &uga budget line = digabung dengan budget line
8' 8udget line = adalah )), dan budget line 8 adalah 55' Oleh kaenan%a !lope
M5M pada kuva 0roduction 0ossibility frontier
68
!ama dengan !lope kuva 5)5)'
6ada titik 6aeto optimal &umlah baang %ang dipoduk!i !ama dengan &umlah
kon!um!i' Humlah bea! %ang dipoduk!i adalah !e&umlah OIK dan &umlah gandum
%ang dipoduk!i adalah !ebe!a O7K' Humlah bea! %ang dikon!um!i oleh = adalah
OIa !edangkan &umlah bea! %ang dikon!um!i oleh 8 adalah IaIK, !ehingga total
kon!um!i bea! adalah OIK' Humlahh gandum %ang dikon!um!i = adalah O7a dan
&umlah gandum %ang dikon!um!i 8 adalah 7a7K, !ehingga total kon!um!i gandum
adalah O7K' >amba beikut ini menun&ukkan kondi!i optimal !olution pada !i!tem
ekonomi kapitali!'
11
Mabid =li al Hahi and Muhammad =na! Caqa, 9edistributive Justice in a /evelo0ed !conomy. -n
Islamic Pers0ective, pape pe!ented at ?
th
$ntenational 9on,een+e on $!lami+ #+onomi+! and
Ginan+e, (Hakata: 8ank $ndone!ia, .BB@)'
1.
"e+aa tadi!ional, ekonomi mempelakukan e,i!ien!i dan equit% !e+aa tepi!ah' 5anda!an teoiti!n%a
adalah the Second ,undamental %heorem of Welfare !conomics %ang mempetahankan bahwa
out+ome 6aeto %ang e,i!ien dapat diteapkan !ebagai ekuilibium kompetiti, %ang membeikan
tan!,e dan pa&ak dengan haga boongan %ang tepat (Guman dan "tiglit4, 199;)'
1/
5ihat: =diwaman =' )aim' !konomi 'ikro Islami' !disi "eti2a' (Hakata: Ia&awali 6e!!, .BB7), h'
..@'
14
)otak dai uang kon!um!i untuk menganali!a petukaan dua komoditi dai !etidakn%a dua individu'
1@
Hukum 6aeto adalah !uatu pemukulataan mengenai di!tibu!i pendapatan oleh be!an%a &umlah
penduduk' 6emukulataan te!ebut adalah bahwa !uatu ,ekuen!i di!tibu!i pendapatan*pendapatan
pada !aat dan tempat bebeda akan menun&ukkan !tabilita! tinggi' 6aeto diambil dai nama
penggaga!n%a %aitu :il,edo 6aeto (1;4;*19./)'
1?
Production 0ossibility frontier adalah bata! kemampuan poduk!i %ang mengungkapkan bata!*bata!
peluang poduk!i, bia!an%a di!ingkat 66G'
/
A
=
)
O=
a
O8
B
B
Ia OI IK
)
5
O7
M
5
A
=
5
A
=
$N
7K
)am$ar Menun&ukkan bahwa ke!e&ahteaan mak!imal te&adi pada titik
a')ombina!i !elain titik a tidak membeikan ke!e&ahteaan mak!imal' 6ada
gamba bagian bawah menun&ukkan bahwa poduk!i optimal te&adi pada titik
5 di mana bea! dipoduk!i !ebe!a IK dan gandum !eban%ak 7K'
"ementaa itu, pada ekonomi !o!iali!me (kla!ik), !entali!a!i %ang digabungkan
dengan kebi&akan edi!tibu!i oleh peen+ana !o!iali! akan menimbulkan ma!alah
ine,i!ien!i, poduktivita! %ang endah dan tidak adan%a in!enti, untuk beke&a, %ang
di!ebabkan menge+iln%a utilita! dan 66G' (engan a!um!i ka!u! di ata!, kita
ilu!ta!ikan hal ini dengan kuva beikut'
4
7a
A
8
9
=
A
8
9
8
M
8ea!
>andum
IKK
Ia
)
O=N
#
O8N
$N
A
8
MN OIN
B
7a
7KK
O7N
)
7N
5
A
8
9
8
A
=
9
=
)am$ar # menun&ukkan bahwa ke!e&ahteaan mak!imal te&adi pada titik
#' )ombina!i !elain # tidak membeikan ke!e&ahteaan mak!imal' 6ada
gamba bagian bawah menun&ukkan bahwa poduk!i optimal te&adi titik 5 di
mana bea! dipoduk!i !ebe!a IKK dan gandum !eban%ak 7KK' (iketahui
dai gamba di ata! bahwa tingkat poduk!i gandum !ebe!a O7KK dan
poduk!i bea! !ebe!a OIKK' "egi empat O7KK5IKK adalah !2de&orth 5o3'
Litik B adalah titik oigin bagi =, oleh kaenan%a = akan memak!imalkan
utilit%*n%a dengan mendoong Aa !e&auh mungkin dai titik B mendekati titik
5' "edangkan bagi 8 titik oiginn%a adalah 5, oleh kaenan%a 8 akan
memak!imalkan utilita!n%a dengan mendoong Ab !e&auh mungkin dai titik 5
mendekati titik B' 6aeto optimal te&adi pada !aat pe!inggungan Aa dan Ab'
6ada !aat itu MI"a M MI"b digambakan dengan 0rice line ))' 6i+e line ini
adalah &uga budget line = digabung dengan budget line 8' Oleh kaenan%a
!lope M5M pada kuva 66G !ama dengan kuva ))'
=pabila peen+ana !o!iali! mempetahankan haga poduk tetap, peningkatan
endo&ment 8 melalui kebi&akan centraliation:cum4redistribution membuat kenaikan
tingkat kepua!an 8 dengan menambah &umlah output dengan tingkat kenaikan %ang
!emakin menuun'
6ada haga tetap, penuunan endo&ment = akan men%ebabkan menuunn%a
tingkat kepua!an = dengan tingkat penuunan %ang !emakin betambah'
@
8ea!
>andum
(alam !i!tem !o!iali! kla!ik anggaplah initial endo&ment diubah oleh pemeintah
dengan melakukan land*e,om' 5ahan = diambil !ebagian untuk dibagikan kepada 8,
!ehingga lahan %ang dimiliki oleh = dan 8 !ama be!an%a' "e+aa ga,i! keadaan ini
digambakan pada kuva di ata! (lihat gamba 1'.')'
17

Melakukan anali!i! pebandingan trade off efficiency dan e)uity antaa !i!tem
ekonomi kapitali!, !o!iali!, dan $!lami, =wan (19;/) dengan pi!au anali!i! utility
0ossibility frontier (A6G) dan 0roduction 0ossibility frontier (66G) !epeti
diilu!ta!ikan di ata! men%impulkan bahwa i!owel,ae dan tingkat poduk!i dalam
ekonomi $!lam lebih tinggi, hal ini !etidakn%a dikaenakan:
1' (alam !i!tem )apitali! )la!ik, ada initial endo&ment 2a0 dalam
meman,aatkan !umbe da%a %ang ada, petani = %ang ka%a mendapat mar2inal
satisfaction %ang lebih ke+il dibandingkan petani 8 %ang mi!kin-
.' (alam !i!tem !o!iali! kla!ik A6G dan 66G beada pada tingkat %ang lebih
endah kaena ma!alah ine,i!ien!i, endahn%a poduktivita! dan bekuangn%a
in!enti,-
/' (alam !i!tem $!lami nilai tuunn%a satisfaction (ar4ridh$) lebih ke+il
dibandingkan naikn%a satisfaction'
1;
(i !amping itu, untuk !ebagian be!a ekonom konven!ional, keadilan dan
e,i!ien!i tidak bi!a dikombina!ikan, bila keadilan (e)uity) dilakukan maka e,i!ien!i
akan tegeu!' "etidakn%a hal ini telah kadung diteima !e&ak akhi tahun 19?B'
Namun belakangan ada penelitian*penelitian !ebagian ekonom %ang mengakui bahwa
keadilan **dalam bata! tetentu3 tidak mengganggu e,i!ien!i, !epeti %ang dilakukan
Iebbe+a 8lank (.BB.)'
19
!* Konsepsi umum +iki" Islam mengenai distri$usi dan redistri$usi
(i!ku!u! di!tibu!i !angat men%angkut hak*hak indidivu dalam ma!%aakat'
Hak*hak inilah, baik pada individu atau popeti, %ang men%ediakan atuan da!a bagi
kaakte !ebuah ekonomi dan !elan&utn%a menentukan bagaimana di!tibu!i ata!
pendapatan dan keka%aan dilakukan' "ehingga kon!ep!i hak kepemilikan dan hak
kebeba!an !angat menda!a untuk menentukan dan men+apai pola di!tibu!i %ang
diinginkan'
6ada da!an%a di!tibu!i pendapatan dan keka%aan beda!akan ma!lahat dan
bata! waktu (al haf), !ementaa di!tibu!i pendapatan dilanda!i oleh poduk!i, bate,
dan petimbangan*petimbangan pa!a' "edangkan edi!tibu!i belanda!kan pada
petimbangan keagamaan, moal, keluaga dan !o!ial (atau bia!an%a di!ebut
tan!,oma!i !o!ial)
.B
' Caqa dan =l Hahi (.BB@) lebih &auh men&ela!kan bahwa
edi!tibu!i dilanda!i oleh pin!ip utilitaian i!lam, penebu!an doa (atonement for
sins), !ebagai !ebuah kon!e!i kemunduan, dan pegantian (e3chan2e) abadi antaa
Luhan dan hamban%a'
Melalui anali!i! indukti, tehadap hukum $!lam, OalNa&i (.BBB:;B) memapakan
bahwa "umbe (a%a =lam %ang meupakan !umbe keka%aan !e!ungguhn%a milik
17
5ebih lan&ut ihat mi!aln%a, =khta =wan, !)uality, !fficiency and Pro0erty ;&nershi0 in the
Islamic !conomics System, (New Jok: Anive!it% 6e!! o, =mei+a, 19;/) dalam =diwaman ='
)aim, #konomi Miko $!lami, (Hakata: Ia&awali 6e!!, .BB7), h' ..@*./7'
1;
=diwaman =' )aim, !konomi 'ikro Islami, (Hakata, Ia&awali 6e!!, .BB7), h' ./4'
19
Mabid =li al Hahi and Muhammad =na! Caqa, 9edistributive Justice in a /evelo0ed !conomy. -n
Islamic Pers0ective, pape pe!ented at ?
th
$ntenational 9on,een+e on $!lami+ #+onomi+! and
Ginan+e, (Hakata: 8ank $ndone!ia, .BB@) h' /?'
.B
=l Ma!%, Ia,eq Joune!, Ush+l -l I)tish$d -l Isl$my, (8eiut: =l (aa =! "%aami%ah, 1999), h'
..?'
?
=llah' Namun kepemilikan Luhan ini diamanahkan kepada manu!ia dengan
mekani!me ke&a' "(= ini pada ken%ataann%a ada %ang telah dimiliki manu!ia dan
ada %ang belum betuan' "(= %ang telah betuan dianggap !ebagai a!et' Oala&i
men!kemakan hal ini !ebagai beikut'

)am$ar % menun&ukkan !kema umum di!tibu!i "umbe (a%a =lam'
"e+aa gai! be!a, edi!tibu!i keka%aan dan pendapatan dalam $!lam dikenal
melalui tu&uh +aa: (1) Cakat- (.) "edekah- (/) 8elan&a wa&ib- (4) )a,aat (@) Nad4a-
(?) "embelihan- dan (7) $n!enti, Negaa'
Jang 0ertama, 4akat %ang diwa&ibkan han%a ata! oang*oang ka%a dengan
ketentuan telah men+apai ni!ab' =dapun taget edi!tibu!in%a !etidakn%a meliputi
tiga pihak- (1) meeka %ang memelukan matei %aitu oang*oang ,aki, mi!kin dan
%ang behutang- (.) otoita! !%aiah $!lam, melalui paa pe&uang di &alan =llah- dan
(/) 6egawai pada lembaga 4akat' Jang kedua, !edekah atau kegiatan ,ilanto,i %ang
dian&ukan oleh $!lam' (alam hal ini, Ia!ulullah "aw' penah be!abda, <'$ na)asha
m$lun min shada)atin=
>6
%ang men%iatkan bahwa !etidakn%a nilai hata tidak akan
bekuang bila di!edekahkan, di !amping itu ,ung!i !edekah &uga dianggap !ebagai
tindak pen+egahan tehadap in!tabilita!Dbala ben+ana beda!akan pada !abda beliau
%ang lain, <5$dir+ bi as shada)ati fa inna al bal$ l$ yatakhath$h$=.
>>
Jang "eti2a,
belan&a halal %ang wa&ib baik dikaenakan pekawinan !epeti belan&a untuk i!tei atau
dikaenakan kebutuhan !epeti belan&a %ang dikeluakan untuk keluagaDkeabat ,aqi
%ang diwai!i atau untuk oang %ang tidakDkehabi!an bekal dalam pe&alanan'
./
Jang
keem0at, ka,aat atau denda %ang bentukn%a bi!a pembeba!an hamba !aha%a (untuk
.1
HI' Mu!lim pada 6embaha!an )ebaikan dan "ilatuahmi, 8ab =n&uan untuk Memaa,kan'
..
OalNa&i, 'ab$hist fi al I)tish$d al Isl$my min Ush+lih* al ,i)hiyyah, (8eiut: (a an Na,ae!, .BBB),
h' ;7- =l Ha4i, Mubaak $bnu al =t!i, J$mi al Ush+l, no' /?4@ ()uwait: Maktbah al Mallah, 1/9.)
./
OalNa&i, 'ab$hist fi al I)tish$d al Isl$my min Ush+lih* al ,i)hiyyah, (8eiut: (a an Na,ae!, .BBB),
h' ;7
7
denda membunuh, 4hiha, dan membatalkan !umpah)- dalam bentuk membeikan
makanan bagi oang ,aki (untuk denda membatalkan !umpah, 4iha bila tak mampu
pua!a dua bulan betuut*tuut, dan denda melangga laangan $ham)- dan dalam
bentuk pembeian pakaian %ang laik bagi oang ,aki (denda pembatalan !umpah)'
Jang kelima, nad4a %aitu dalam ka!u! !e!eoang %ang mewa&ibkan diin%a untuk
melakukan pebuatan mubah kaena mengagungkan =llah mi!aln%a dengan nad4a
(PkomitmenN) untuk be!edekah, dll' Jang keenam, daging !embelihan pada hai idul
=dha' Jang ketujuh, in!enti, Negaa %ang dibeikan oleh pemeintah pada !aat
di!tibu!i pendapatan dan keka%aan tidak adil dan adan%a di!paita! %ang !angat be!a
antaa %ang ka%a dan %ang mi!kin'
.4
5ebih !pe!i,ik, =l Ma!i (1999) menggambakan pembaha!an di!tibu!i bebeapa
poten!i alam dan a!!et %ang lain:
1' Lanah' Ma+am kepemilikan ata! tanah tegantung kondi!i tanah, !etidakn%a
ada enam: (a) tanah %ang di!eahkan !e+aa ida dan !ukaela' Hukumn%a
adalah milik bagi %ang dipemilikkanDdi!eahi, (b) tanah %ang di!eahkan
kaena pedamaian dai !engketa' (alam kontek! ini belaku akad (tan!ak!i)
as Sulh (ekon!ilia!i)- (+) tanah %ang ditinggalkan oleh pemilikn%a' Menuut
main!team ulama, tanah ini men&adi tanah waqa, untuk komunita! mu!lim,
!edangkan ahli hukum alian Hanbali bependapat bahwa keputu!an
di!eahkan kepada pengua!a- (d) tanah %ang hi&au dan !ubu !e+aa alami
!epeti imba belantaa' Lanah ini adalah milik !eluuh komunita! mu!lim- (e)
tanah tak betuan' Hukumn%a boleh dimiliki !e+aa khu!u! bagi %ang
kemudian membukaDmengelolan%a- (,) tanah mu!uh %ang dibuka dengan
kekea!an' (alam hal ini tedapat dua pendapat ulama
.@
: %ang petama
pemeintah wa&ib membagin%a lak!ana hata ampa!an tidak bi!a dipindah
(unremoveableD 2har man)+lah), %ang kedua, !tatu! tanah adalah hata waka,
bagi komunita! mu!lim'
.' >hanimahDIampa!an peang' =dapun ampa!an %ang bi!a dipindah maka
dibagi lima !ebagaimana di atu dalam a%at'
/' Lambang, baik tambang atau ha!iln%a' =pabila teletak di tanah negaa maka
ia milik negaa, !ementaa bila beada di tanah khu!u!Dpivat maka ada
pebedaan pendapat ulama dalam hukum kepemilikann%a' "edangkan &ika
tambang itu beada di tanah tebuka*belum te&amah (o0en land?mub$h), maka
&uga tedapat pebedaan pendapat dalam hal ini'
4' =i' Menuut ahli hukum $!lam, ai tebagi pada da!an%a tebagi tiga: (1) ai
%ang ditampungDdikema!' =i ini boleh dimiliki dan dipe&ualbelikan' (.) =i
alami !epeti !umu dan mata ai (!umbe alam %ang te!embun%i)' =i ini
be!i,at tebuka untuk digunakan namun pemilik tanahn%a lebih behak untuk
menggunakann%a, me!kipun !ebenan%a ia wa&ib membeikan kelebihan
kepeluann%a untuk oang %ang membutuhkan tanpa pamih
.?
- (/) =i laut,
!ungai, danau, dan %ang dialikan (!umbe alam %ang &ela!)' Menuut
ke!epakatan paka hukum $!lam, ai &eni! milik umum dan tebuka'
.7
.4
5ebih lan&ut lihat, OalNa&i, 'ab$hist fi al I)tish$d al Isl$my min Ush+lih* al ,i)hiyyah, (8eiut: (a
an Na,ae!, .BBB), h' ;;'
.@
5ihat pedebatan kla!ik antaa dua kelompok !ahabat tentang pembagian tanah "%am dan $ak (=l
)haa&, =bu Ju!u,, h'.4*.?)'
.?
$ni meupakan pendapat main!team ulama' "umbe hukum tentang ini bi!a diu&uk pada ,ath -l
5$ry, komenta ata! Sahih -l 5ukh$ry, pada pembaha!an mengenai penggelapan dalam &ual beli (5$b
-l ihtiy$l f* -l 5uy+#) vol' @, h' /@- "ahih Mu!lim dengan komenta $mam Nawawi, vol' 4, h' 7/- @$d
-l 'a#$d ka%a $bnu =l Oa%%im, vol' @, h' 797*;B7'
;
@' =i intena!ional'
.;

?' Lumbuhan &eni! umput %ang tumbuh alami' 8ila ia beada di tanah umum,
maka men&adi milik umum' 8ila beada di tanah pemeintah di!eahkan
kepada oang*oang %ang behak' Hika beada di tanah khu!u!Dpivat, maka
tedapat pebedaan pendapat ulama'
7' =piDpeneangan dan !ema+amn%a'=da bebeapa pengetian ulama mengenai
an n$r dalam hal ini' 8agi %ang menganggapn%a api peneangan atau !e&eni!
biket, maka tak ada !atupun %ang menolak bahwa ia bi!a dimiliki oleh
!iapapun'
;' =ea khu!u!,
.9
8ila %ang di&adikan aea khu!u! ini adalah tempat %ang
!ebenan%a tebukaDmubah, maka hal itu dilaang kaena !ama atin%a
menutup ak!e! oang lain untuk menggunakan aea te!ebut'
9' 6embagian tanah'
/B
' =tu !atu bentuk dai mekani!me poduk!i, dalam i!tilah
Muhammad 8aqi =! "ad' 6embagian ini bi!a beupa man,aat atau
kepemilikan, baik dai tanah pemeintah atau bukan' 8aik tempoal atau
!elaman%a'
1B' Hadiah dai petandinganDpelombaan tetentu' =l Ma!i membagin%a kepada
tiga ma+am: (a) 5omba %ang boleh dan hadiahn%a dipebolehkan !epeti untuk
tu&uan pe&uangan peang !abilillah- (b) lomba %ang boleh dan tidak ada
hadiahn%a !epeti gulat (/) lomba %ang muni tidak dipebolehkan !epeti
main dadu (narid)'

(ilihat dai !i!i un!u*un!u revenue poduk!i, di!tibu!i ,ung!ional !etidakn%a
meliputi: (1) ha!il keuntungan tanah' (alam hal ini tedapat pebedaan pendapat
ulama mengenai hukum mengambiln%a' =da %ang membolehkann%a dengan
mekani!me mu4Eaah atau mu!EqEh, ada %ang menganggapn%a makuh, ada pula
%ang tidak mempebolehkann%a !ama !ekali'- (.) upahDga&i' $a ditentukan dai
mekani!me tan!ak!in%a dan implika!in%a: mi!aln%a upah peke&a di tanah tetentu' -
(/) magin dai keuntungan, baik beupa pa&ak (-l "har$j)'
"ementaa edi!tibu!i (di!tibu!i pibadi) dalam $!lam bi!a meupakan implika!i
kebi&akan ekonomi*!o!ial pemeintah atau meupakan ini!ia!i pilantopik' (engan
baha!a lain, ia bi!a be!i,at impeati, atau tidak' Jang be!i,at impeative mi!aln%a,
4akat, belan&a keluaga, wai!an, ka,aat dan nad4a' Lekadang %ang impeative ini
diobliga!ikan oleh pemeintah !epeti untuk 4akat hata %ang telihat' Jang be!i,at
pilantopik !emi!al !edekah !unat, hibah, dan wa!iat'
/1

Iedi!tibu!i, u&a Caqa dan =l Hahi (.BB@) !etidakn%a betu&uan untuk: (1)
melawan kemi!kinan, mengingat adan%a a&aan penghomatan kepada anak =dam
(O"' 17:7B)' $ni meupakan tu&uan utama- (.) pui,ika!i bagi pendema'- dan
(/)meeduk!i ketidakadilan' $ni meupakan tu&uan kedua dai edi!tibu!i' $!lamlah
.7
-l 'uslimun syurak$ fi tsal$ts. -l '$#u &a -l "ala# &a -n A$r (HI' =bu (awud, $bnu Ma&ah, =l
8aihaqi, =! "u%uthi)
.;
(i!e!uaikan dengan AA dan ke!epakatan tentang egula!i =i dan )elautan $ntena!ional'
.9
Ladi!i aeali!a!i khu!u! (al hima) dilakukan oleh ma!%aakat &ahili%ah untuk mengamankan piva!i
meeka !epeti membe makan tenak dai umput*umputan dan ai di daeah tetentu' $nilah %ang
!ebenan%a %ang dilaang !ebagaimana %ang di!ebutkan dalam !ebuah hadi!t, l$ him$ ill$ li -ll$h &a
ras+lih.i (lihat mi!aln%a uaian $mam "%a,ii dalam -l Umm /D.7B)
/B
Otoita! %ang dibeikan pemeintah untuk mengelola tanah tetentu' (5ihat mi!aln%a =bu P=ub%d, -l
-m&$lB h' /47'
/1
5ihat lebih &auh tentang di!tibu!i dan di!tibu!i dalam $!lam, =l Ma!%, Ia,eq Joune!, Ush+l -l
I)tish$d -l Isl$my, (8eiut: =l (aa =! "%aami%ah, 1999), h' ..?'
9
!atu*!atun%a agama %ang mengklaim tu&uan ini dan menegula!i in!tumen
pendukung melalui 4akatDdirect redistribution (O": @9:7)'
/.

!, Penutup
(engan demikian, dalam $!lam keadilan di!tibu!i dan edi!tibu!i diatu dalam
kha4anah ,iqihDhukum $!lam %ang !ebenan%a +ukup luabia!a' Namun !a%angn%a
kadangkala ak!e! ke !ana !ulit dan komitmen dan 0olitical &ill untuk
menge&ewantahkann%a ma!ih belum kuat' (i !i!i lain, di!tibu!i dan edi!tibu!i
dalam ekonomi konven!ional ma!ih umum digunakan dan tampakn%a akan beevolu!i
menu&u titik tetentu, baangkali adalah in!tabilita!' A&a !ebagian ekonom
konven!ional !endii !epeti Ol!on and "+ull% (19;.D19;;) Qincome ine)uality fuels
social discontent and creates 0olitical instability'R 7allahu Palam'

/.
Mabid =li al Hahi and Muhammad =na! Caqa, 9edistributive Justice in a /evelo0ed !conomy. -n
Islamic Pers0ective, pape pe!ented at ?
th
$ntenational 9on,een+e on $!lami+ #+onomi+! and
Ginan+e, (Hakata: 8ank $ndone!ia, .BB@) h' 4/'
1B