Anda di halaman 1dari 15

OBESITAS PADA ANAK

I. Pendahuluan
Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, bahkan WHO
menyatakan bahwa obesitas sudah merupakan suatu epidemi global, sehingga obesitas
sudah merupakan suatu problem kesehatan yang harus segera ditangani. Di Indonesia,
terutama di kota-kota besar, dengan adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke
westernisasi dan sedentary berakibat pada perubahan pola makan/konsumsi masyarakat
yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol, terutama
terhadap penawaran makanan siap saji (fast food yang berdampak meningkatkan risiko
obesitas
!,",#
.
$re%alensi obesitas meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun
negara yang sedang berkembang. $re%alensi obesitas (&!"'( median baku WHO/)*H+
pada balita mengalami peningkatan baik di perkotaan maupun pedesaan. Di perkotaan
pada tahun !,-, didapatkan .,/( laki-laki dan 0,,( perempuan, meningkat menjadi
/,#( laki-laki dan -( perempuan pada tahun !,," dan di pedesaan pada tahun !,-,
didapatkan ",#( laki-laki dan #,-( perempuan, meningkat menjadi #,,( laki-laki dan
.,1( perempuan pada tahun !,,"
"
.
Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas di masa dewasa dan
berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degenerati2 di kemudian hari.
$ro2il lipid darah pada anak obesitas menyerupai pro2il lipid pada penyakit
kardio%askuler dan anak yang obesitas mempunyai risiko hipertensi lebih besar.
$enelitian +yari2 menemukan hipertensi pada "'3#'( anak yang obesitas, terutama
obesitas tipe abdominal. Dengan demikian, obesitas pada anak memerlukan perhatian
yang serius dan pananganan yang sedini mungkin, dengan melibatkan peran serta orang
tua
!,#,.,0
.
II. Definisi dan Kriteria Obesitas
Obesitas dide2inisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan
penimbunan jaringan lemak tubuh se4ara berlebihan, yang terjadi akibat
!
ketidakseimbangan antara asupan energi (energy intake) dengan pemakaian energi
(energy expenditure)
!
.
5ntuk menentukan obesitas diperlukan kriteria berdasarkan pengukuran
antropometri dan atau pemeriksaan laboratorik, yang pada umumnya menggunakan6
$engukuran berat badan (77 yang dibandingkan dengan standar dan disebut
obesitas bila 77 &!"'( 77 standar
.
.
$engukuran berat badan dibandingkan tinggi badan (77/87. Dikatakan obesitas
bila 77/87 & persentile ke ,0 atau &!"'(
/
atau 9-s4ore : ;" +D
!
.
$engukuran lemak subkutan dengan mengukur skinfold thickness (tebal lipatan
kulit/8<=. +ebagai indikator obesitas bila 8<= 8ri4eps & persentil ke -0
/
.
$engukuran lemak se4ara laboratorik, misalnya densitometri, hidrometri dan
sebagainya, tidak digunakan pada anak karena sulit dan tidak praktis
.
.
Indeks >assa 8ubuh (I>8, & persentil ke ,0 sebagai indikator obesitas
/
.
III. Perjalanan Perkembangan Obesitas
>enurut Diet? terdapat # periode kritis dalam masa tumbuh kembang anak dalam
kaitannya dengan terjadinya obesitas, yaitu6 periode pranatal, terutama trimester #
kehamilan, periode adiposity rebound pada usia /31 tahun dan periode adolescence
/
.
$ada bayi dan anak yang obesitas, sekitar "/,0( akan tetap obesitas untuk "
dekade berikutnya dan -'( remaja yang obesitas akan menjadi dewasa yang obesitas.
>enurut 8ait?, 0'( remaja yang obesitas sudah mengalami obesitas sejak bayi.
+edangkan penelitian di @epang menunjukkan !/# dari anak obesitas tumbuh menjadi
obesitas di masa dewasa dan risiko obesitas ini diperkirakan sangat tinggi, dengan OA
",'3/,1
!,.,1,-
.
$enelitian di Bmerika menunjukkan bahwa obesitas pada usia !-" tahun dengan
orang tua normal, sekitar -( menjadi obesitas dewasa, sedangkan obesitas pada usia !'-
!. tahun dengan salah satu orang tuanya obesitas, 1,( akan menjadi obesitas dewasa
,
.
IV. akt!r"fakt!r Pen#ebab Obesitas
7erdasarkan hukum termodinamik, obesitas disebabkan adanya keseimbangan
energi positi2, sebagai akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran
"
energi, sehingga terjadi kelebihan energi tersebut disimpan dalam bentuk jaringan
lemak
#,.
.
+ebagian besar

gangguan keseimbangan energi ini disebabkan oleh 2aktor
eksogen/nutrisional (obesitas primer

sedangkan 2aktor endogen (obesitas sekunder
akibat kelainan hormonal, sindrom atau de2ek

genetik hanya sekitar !'(. $enyebab
obesitas belum diketahui se4ara pasti. Obesitas merupakan suatu penyakit

multi2aktorial
yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh interaksi

antara 2aktor
genetik dan 2aktor lingkungan, antara lain akti%itas, gaya hidup, sosial ekonomi dan
nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi
#,.,0
.
Caktor Denetik
Parental fatness merupakan 2aktor genetik yang berperan besar. 7ila
kedua orang tua obesitas, -'( anaknya menjadi obesitasE bila salah satu orang tua
obesitas, kejadian obesitas menjadi .'( dan bila kedua orang tua tidak obesitas,
pre%alensi menjadi !.(
0
.
Hipotesis 7arker menyatakan bahwa perubahan lingkungan nutrisi
intrauterin menyebabkan gangguan perkembangan organ-organ tubuh terutama
kerentanan terhadap pemprograman janin yang di kemudian hari bersama-sama
dengan pengaruh diet dan stress lingkungan merupakan predisposisi timbulnya
berbagai penyakit. >ekanisme kerentanan genetik terhadap obesitas melalui e2ek
pada resting metabolic rate, thermogenesis non exercise, ke4epatan oksidasi lipid
dan kontrol na2su makan yang buruk. Dengan demikian kerentanan terhadap
obesitas ditentukan se4ara genetik sedangkan lingkungan menentukan ekspresi
2enotipe
!',!!
.
Caktor lingkungan
!. Bkti%itas 2isik
Bkti%itas 2isik merupakan komponen utama dari energy
expenditure, yaitu sekitar "'-0'( dari total energy expenditure. $enelitian
di negara maju mendapatkan hubungan antara akti2itas 2isik yang rendah
dengan kejadian obesitas. Indi%idu dengan akti%itas 2isik yang rendah
mempunyai risiko peningkatan berat badan sebesar : 0 kg
!'
.
#
$enelitian di @epang menunjukkan risiko obesitas yang rendah
(OA6 ',.- pada kelompok yang mempunyai kebiasaan olah raga,
sedangkan penelitian di Bmerika menunjukkan penurunan berat badan
dengan jogging (OA6 ',01, aerobik (OA6 ',0,, tetapi untuk olah raga tim
dan tenis tidak menunjukkan penurunan berat badan yang signi2ikan.
$enelitian terhadap anak Bmerika dengan tingkat sosial ekonomi yang
sama menunjukkan bahwa anak yang menonton tele%isi 0 jam perhari
mempunyai risiko obesitas sebesar 0,# kali lebih besar dibandingkan anak
yang menonton tele%isi " jam setiap harinya
-,!'
.
". Caktor nutrisional
$eranan 2aktor nutrisi dimulai sejak dalam kandungan dimana
jumlah lemak tubuh dan pertumbuhan bayi dipengaruhi berat badan ibu.
=enaikan berat badan dan lemak anak dipengaruhi oleh6 waktu pertama
kali mendapat makanan padat, asupan tinggi kalori dari karbohidrat dan
lemak serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung energi
tinggi
#,0
.
$enelitian di Bmerika dan Cinlandia menunjukkan bahwa
kelompok dengan asupan tinggi lemak mempunyai risiko peningkatan
berat badan lebih besar dibanding kelompok dengan asupan rendah lemak
dengan OA !,1. $enelitian lain menunjukkan peningkatan konsumsi
daging akan meningkatkan risiko obesitas sebesar !,./ kali. =eadaan ini
disebabkan oleh makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar
dan lebih tidak mengenyangkan serta mempunyai e2ek termogenesis yang
lebih ke4il dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan
karbohidrat. >akanan berlemak juga mempunyai rasa yang le?at sehingga
akan meningkatkan selera makan yang akhirnya terjadi konsumsi yang
berlebihan
-,!'
.
+elain itu kapasitas penyimpanan makronutrien juga menentukan
keseimbangan energi. $rotein mempunyai kapasitas penyimpanan sebagai
protein tubuh dalam jumlah terbatas dan metabolisme asam amino di
regulasi dengan ketat, sehingga bila intake protein berlebihan dapat
.
dipastikan akan dioksidasiE sedangkan karbohidrat mempunyai kapasitas
penyimpanan dalam bentuk glikogen hanya dalam jumlah ke4il. Bsupan
dan oksidasi karbohidrat diregulasi sangat ketat dan 4epat, sehingga
perubahan oksidasi karbohidrat mengakibatkan perubahan asupan
karbohidrat. 7ila 4adangan lemak tubuh rendah dan asupan karbohidrat
berlebihan, maka kelebihan energi dari karbohidrat sekitar /'--'(
disimpan dalam bentuk lemak tubuh. <emak mempunyai kapasitas
penyimpanan yang tidak terbatas. =elebihan asupan lemak tidak diiringi
peningkatan oksidasi lemak sehingga sekitar ,/( lemak akan disimpan
dalam jaringan lemak
!
.
#. Caktor sosial ekonomi
$erubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan gaya hidup, pola
makan, serta peningkatan pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan
jumlah makanan yang dikonsumsi
0
.
7eberapa tahun terakhir terlihat adanya perubahan gaya hidup
yang menjurus pada penurunan akti%itas 2isik, seperti6 ke sekolah dengan
naik kendaraan dan kurangnya akti%itas bermain dengan teman serta
lingkungan rumah yang tidak memungkinkan anak-anak bermain diluar
rumah, sehingga anak lebih senang bermain komputer/games, nonton
tele%isi atau %ideo dibandingkan melakukan akti%itas 2isik. +elain itu juga
ketersediaan dan harga dari junk food yang mudah terjangkau akan
berisiko menimbulkan obesitas
!"
.
V. $ekanisme %egulasi Keseimbangan Energi dan Berat Badan
$engaturan keseimbangan energi diperankan oleh hipotalamus melalui # proses
2isiologis, yaitu6 pengendalian rasa lapar dan kenyang, mempengaruhi laju pengeluaran
energi dan regulasi sekresi hormon yang terlibat dalam pengaturan penyimpanan energi,
melalui sinyal-sinyal e2eren yang berpusat di hipotalamus setelah mendapatkan sinyal
a2eren dari peri2er terutama dari jaringan adiposa tetapi juga dari usus dan jaringan otot.
+inyal-sinyal tersebut bersi2at anabolik (meningkatkan asupan makanan, menurunkan
0
pengeluaran energi dan katabolik (anoreksia, meningkatkan pengeluaran energi dan
dibagi menjadi " kategori, yaitu sinyal pendek dan sinyal panjang
!#,!.
.
+inyal pendek (situasional yang mempengaruhi porsi makan dan waktu makan
serta berhubungan dengan 2aktor distensi lambung dan peptida gastrointestinal, yaitu
kolesistokinin (**= yang mempunyai peranan paling penting dalam menurunkan porsi
makan dibanding glukagon, bombesin dan somatostatin. +inyal panjang yang diperankan
oleh fat-derived hormon leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dan
keseimbangan energi. Di dalam sistem ini leptin memegang peran utama sebagai
pengendali berat badan. +umber utama leptin adalah jaringan adiposa, yang disekresi
langsung masuk ke peredaran darah dan kemudian menembus sawar darah otak menuju
ke hipotalamus. Bpabila asupan energi melebihi dari yang dibutuhkan maka massa
jaringan adiposa meningkat, disertai dengan peningkatan kadar leptin dalam peredaran
darah. <eptin kemudian merangsang anorexigenic center di hipotalamus agar
menurunkan produksi neuropeptide F ()$F, sehingga terjadi penurunan na2su makan
dan asupan makanan
!#,!.
.
Demikian pula sebaliknya bila kebutuhan energi lebih besar dari asupan energi,
maka massa jaringan adiposa berkurang dan terjadi rangsangan pada orexigenic center di
hipotalamus yang menyebabkan peningkatan na2su makan dan asupan makanan. $ada
sebagian besar orang obesitas, mekanisme ini tidak berjalan walaupun kadar leptin di
dalam darah tinggi dan disebut sebagai resistensi leptin
!#,!.
.
7eberapa neurotransmiter, yaitu norepineprin, dopamin, asetilkolin dan serotonin
berperan juga dalam regulasi keseimbangan energi, demikian juga dengan beberapa
neuropeptide dan hormon peri2er yang juga mempengaruhi asupan makanan dan berperan
didalam pengendalian kebiasaan makan. )europeptide-neuropeptide ini meliputi )$F,
melanin-4on4entrating hormone, 4orti4otropin-releasing hormone (*AH, bombesin dan
somatostatin. )$F dan *AH terdapat di nukleus para%entrikuler ($G) yang terletak di
bagian dorsal dan rostral %entromedial hypothalami4 (G>H, sehingga lesi pada daerah
ini akan mempengaruhi kebiasaan makan dan keseimbangan energi
!#,!.
.
)ukleus G>H merupakan satiety center/anorexigenic center. +timulasi pada
nukleus G>H akan menghambat asupan makanan dan kerusakan nukleus ini akan
menyebabkan makan yang berlebihan (hiper2agia dan obesitas. +edang nukleus area
/
lateral hipotalamus (<HB merupakan feeding center/orexigenic center dan memberikan
pengaruh yang berlawanan
!#,!.
.
<eptin dan insulin yang bekerja pada nukleus ar4uatus (BA*, merangsang
neuron roopimelano4ortin/4o4ain and amphetamine-regulated trans4ript ($O>*/*BA8
dan menimbulkan e2ek katabolik (menghambat na2su makan, meningkatkan pengeluaran
energi dan ada saat yang sama menghambat neuron )$F/BDA$ (agouti related peptide
dan menimbulkan e2ek anabolik (merangsang na2su makan, menurunkan pengeluaran
energi. $elepasan neuropeptida-neuropeptida )$F/BDA$ dan $O>*/*BA8 oleh
neuron-neuron tersebut ke dalam nukleus $G) dan <HB, selanjutnya akan memediasi
e2ek insulin dan leptin dengan 4ara mengatur respon neuron-neuron dalam nukleus
traktus solitarius ()8+ di otak belakang terhadap sinyal rasa kenyang (oleh
kolesistokinin dan distensi lambung yang timbul setelah makan. +inyal rasa kenyang ini
menuju )8+ terutama melalui ner%us %agus. @alur descending anabolik dan katabolik
diduga mempengaruhi respon neuron di )8+ yang mengatur penghentian makan. @alur
katabolik meningkatkan dan jalur anabolik menurunkan e2ek sinyal kenyang jalur
pendek, sehingga menyebabkan penyesuaian porsi makan yang mempunyai e2ek jangka
panjang pada perubahan asupan makan dan berat badan
!#,!.
.
1
VI. &ejala Klinis
7erdasarkan distribusi jaringan lemak, dibedakan menjadi6
- pple shape body (distribusi jaringan lemak lebih banyak dibagian dada dan
pinggang.
- Pear shape body/gynecoid (distribusi jaringan lemak lebih banyak dibagian
pinggul dan paha.
+e4ara klinis mudah dikenali, karena mempunyai 4iri-4iri yang khas, antara lain6
- Wajah bulat dengan pipi tembem dan dagu rangkap.
- <eher relati2 pendek.
- Dada membusung dengan payudara membesar.
- $erut membun4it (pendulous abdomen dan striae abdomen.
- $ada anak laki-laki 6 !urried penis, gynaecomastia.
- $ubertas dini.
- "enu valgum (tungkai berbentuk H dengan kedua pangkal paha bagian dalam
saling menempel dan bergesekan yang dapat menyebabkan laserasi kulit.
VII. Pemeriksaan
!. Bnamnesis
+aat mulainya timbul obesitas6 prenatal, early adiposity rebound, remaja.
Aiwayat tumbuh kembang (mendukung obesitas endogen.
Bdanya keluhan6 ngorok (snoring), restless sleep, nyeri pinggul.
Aiwayat gaya hidup6
i. $ola makan/kebiasaan makan
ii. $ola akti%itas 2isik6 sering menonton tele%isi
Aiwayat keluarga dengan obesitas (2aktor genetik, yang disertai dengan resiko
seperti penyakit kardio%askuler di usia muda, hiperkolesterolemia, hipertensi dan
diabetes melitus tipe II.
Bkti%itas sehari-hari
". $emeriksaan 2isik
-
Bdanya gejala klinis obesitas seperti di atas.
#. $emeriksaan penunjang6 analisis diet, laboratoris, radiologis, ekokardiogra2i dan tes
2ungsi paru (jika ada tanda-tanda kelainan.
.. $emeriksaan antropometri
VII. Dam'ak Obesitas
!. Caktor Aisiko $enyakit =ardio%askuler
Caktor risiko ini meliputi peningkatan6 kadar insulin, trigliserida, <D<-
kolesterol dan tekanan darah sistolik serta penurunan kadar HD<-kolesterol.
Aisiko penyakit kardio%askuler di usia dewasa pada anak obesitas sebesar !,1-",/.
I>8 mempunyai hubungan yang kuat (r:',0 dengan kadar insulin. Bnak dengan
I>8 & persentile ke ,,, .'( diantaranya mempunyai kadar insulin tinggi, !0(
mempunyai kadar HD<-kolesterol yang rendah dan ##( dengan kadar trigliserida
tinggi. Bnak obesitas 4enderung mengalami peningkatan tekanan darah dan
denyut jantung, sekitar "'-#'( menderita hipertensi
0,!0
.
". Diabetes >ellitus tipe-"
Diabetes mellitus tipe-" jarang ditemukan pada anak obesitas. $re%alensi
penurunan glukosa toleran test pada anak obesitas adalah "0( sedang diabetes
mellitus tipe-" hanya .(. Hampir semua anak obesitas dengan diabetes mellitus
tipe-" mempunyai I>8 & ;# +D atau & persentile ke ,,
0,!0,!/
.
#. $bstruktive sleep apnea
+ering dijumpai pada anak obesitas dengan kejadian !/!'' dengan gejala
mengorok. $enyebabnya adalah penebalan jaringan lemak di daerah dinding dada
dan perut yang mengganggu pergerakan dinding dada dan dia2ragma, sehingga
terjadi penurunan %olume dan perubahan pola %entilasi paru serta meningkatkan
beban kerja otot perna2asan. $ada saat tidur terjadi penurunan tonus otot dinding
dada yang disertai penurunan saturasi oksigen dan peningkatan kadar *O
"
, serta
penurunan tonus otot yang mengatur pergerakan lidah yang menyebabkan lidah
jatuh kearah dinding belakang 2aring yang mengakibatkan obstruksi saluran na2as
intermiten dan menyebabkan tidur gelisah, sehingga keesokan harinya anak
,
4enderung mengantuk dan hipo%entilasi. Dejala ini berkurang seiring dengan
penurunan berat badan
0,!'
.
.. Dangguan ortopedik
$ada anak obesitas 4enderung berisiko mengalami gangguan ortopedik
yang disebabkan kelebihan berat badan, yaitu tergelin4irnya epi2isis kaput 2emoris
yang menimbulkan gejala nyeri panggul atau lutut dan terbatasnya gerakan
panggul
0
.
0. $seudotumor serebri
$seudotumor serebri akibat peningkatan ringan tekanan intrakranial pada
obesitas disebabkan oleh gangguan jantung dan paru-paru yang menyebabkan
peningkatan kadar *O
"
dan memberikan gejala sakit kepala, papil edema,
diplopia, kehilangan lapangan pandang peri2er dan iritabilitas
0
.
/. $roblem psikososial
=arena obesitas merupakan bentuk tubuh yang tidak menyenangkan serta
adanya anggapan bahwa anak obesitas identik dengan malas, kotor, bodoh, buruk,
pembohong dan 4urang, sehingga anak yang obesitas sering mengalami
diskriminasi, 2ungsi sosial berkurang serta penurunan prestasi belajar, kebugaran
dan kesehatan.
I(. Tatalaksana Obesitas Pada Anak
!'
>engingat penyebab obesitas bersi2at multi2aktor, maka penatalaksanaan obesitas
seharusnya dilaksanakan se4ara multidisiplin dengan mengikutsertakan keluarga dalam
proses terapi obesitas. $rinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi
serta meningkatkan keluaran energi, dengan 4ara pengaturan diet, peningkatan akti%itas
2isik, dan mengubah/modi2ikasi pola hidup
0,!"
.
!. >enetapkan target penurunan berat badan
5ntuk penurunan berat badan ditetapkan berdasarkan6 umur anak, yaitu
usia "-1 tahun dan diatas 1 tahun, derajat obesitas dan ada tidaknya penyakit
penyerta/komplikasi. $ada anak obesitas tanpa komplikasi dengan usia di bawah 1
tahun, dianjurkan 4ukup dengan mempertahankan berat badan, sedangkan pada
obesitas dengan komplikasi pada anak usia di bawah 1 tahun dan obesitas pada
usia diatas 1 tahun dianjurkan untuk menurunkan berat badan. 8arget penurunan
berat badan sebesar ",0-0 kg atau dengan ke4epatan ',0-" kg per bulan
0
.
". $engaturan diet
$rinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang sesuai
dengan angka ke4ukupan gi?i, hal ini karena anak masih mengalami pertumbuhan
dan perkembangan
0
.
Inter%ensi diet harus disesuaikan dengan usia anak, derajat obesitas dan
ada tidaknya penyakit penyerta. $ada obesitas sedang dan tanpa penyakit
penyerta, diberikan diet seimbang rendah kalori dengan pengurangan asupan
kalori sebesar #'(. Dapat pula memakai perhitungan kebutuhan kalori
berdasarkan berat badan sebagai berikut
!"
6
77 ideal ; (77 aktual-77 ideal H ',"0
+edangkan pada obesitas berat (I>8 & persentil ,1 dan yang disertai
penyakit penyerta, diberikan diet dengan kalori sangat rendah (very lo% calorie
diet
!"
.
Dalam pengaturan diet ini perlu diperhatikan tentang
0
6
>enurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan
pertumbuhan normal.
!!
Diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 0'-/'(, lemak "'-
#'( dengan lemak jenuh I!'( dan protein !0-"'( energi total
serta kolesterol I#'' mg per hari.
Diet tinggi serat, dianjurkan pada anak usia &" tahun dengan
penghitungan dosis menggunakan rumus6 (umur dalam tahun;0
gram per hari.
#. $engaturan akti%itas 2isik
$eningkatan akti%itas 2isik mempunyai pengaruh terhadap laju
metabolisme. <atihan 2isik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat
perkembangan motorik, kemampuan 2isik dan umurnya. Bkti%itas 2isik untuk
anak usia /-!" tahun lebih tepat yang menggunakan ketrampilan otot, seperti
bersepeda, berenang, menari dan senam. Dianjurkan untuk melakukan akti%itas
2isik selama "'-#' menit per hari
0
.
.. >engubah pola hidup/perilaku
5ntuk perubahan perilaku ini diperlukan peran serta orang tua sebagai
komponen inter%ensi, dengan 4ara6
$engawasan sendiri terhadap6 berat badan, asupan makanan dan
akti%itas 2isik serta men4atat perkembangannya.
>engontrol rangsangan untuk makan. Orang tua diharapkan dapat
menyingkirkan rangsangan di sekitar anak yang dapat memi4u
keinginan untuk makan.
>engubah perilaku makan, dengan mengontrol porsi dan jenis
makanan yang dikonsumsi dan mengurangi makanan 4amilan.
>emberikan penghargaan dan hukuman.
$engendalian diri, dengan menghindari makanan berkalori tinggi
yang pada umumnya le?at dan memilih makanan berkalori rendah
0
.
0. $eran serta orang tua, anggota keluarga, teman dan guru.
Orang tua menyediakan diet yang seimbang, rendah kalori dan sesuai
petunjuk ahli gi?i. Bnggota keluarga, guru dan teman ikut berpartisipasi dalam
program diet, mengubah perilaku makan dan akti%itas yang mendukung program
diet
!"
.
!"
/. =onseling problem psikososial, terutama untuk peningkatan rasa per4aya diri.
1. 8erapi intensi2
8erapi intensi2 diterapkan pada anak dengan obesitas berat dan yang
disertai komplikasi yang tidak memberikan respon pada terapi kon%ensional,
terdiri dari diet berkalori sangat rendah (very lo% calorie diet, 2armakoterapi dan
terapi bedah
0,!"
.
Indikasi terapi diet dengan kalori sangat rendah bila berat badan &!.'(
77 Ideal atau I>8 & persentil ,1, dengan asupan kalori hanya /''--'' kkal per
hari dan protein hewani !,0-",0 gram/kg 77 Ideal, dengan suplementasi %itamin
dan mineral serta minum &!,0 < per hari. 8erapi ini hanya diberikan selama !"
hari dengan pengawasan dokter
0,!"
.
Carmakoterapi dikelompokkan menjadi #, yaitu6 mempengaruhi asupan
energi dengan menekan na2su makan, 4ontohnya sibutraminE mempengaruhi
penyimpanan energi dengan menghambat absorbsi ?at-?at gi?i 4ontohnya orlistat,
leptin, o4treotide dan met2orminE meningkatkan penggunaan energi.
Carmakoterapi belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada anak, karena
e2ek jangka panjang yang masih belum jelas
0,!"
.
8erapi bedah diindikasikan bila berat badan &"''( 77 Ideal. $rinsip
terapi ini adalah untuk mengurangi asupan makanan atau memperlambat
pengosongan lambung dengan 4ara gastric banding, dan mengurangi absorbsi
makanan dengan 4ara membuat gastric bypass dari lambung ke bagian akhir usus
halus. +ampai saat ini belum banyak penelitian tentang man2aat dan bahaya terapi
ini pada anak
0,!"
.
!#
Daftar Pustaka
!. WHO. Obesity6 $re%enting and >anaging 8he Dlobal Jpidemi4, WHO 8e4hni4al
Aeport +eries "'''E -,., Dene%a.
". +atoto, =arjati, +., Darmojo, 7., 8jokroprawiro, B., =odyat, 7B. =egemukan,
Obesitas dan $enyakit Degenerati26 Jpidemiologi dan +trategi
$enanggulangannya, Dalam6 Widyakarya )asional $angan dan Di?i GI tahun
!,,-. @akarta6 <I$I, hal. 1-1 3 -'-.
#. Heird, W.*. $arental Ceeding 7eha%ior and *hildrenKs Cat >ass. Bm @ *lin )utr,
"''"E 106 .0! 3 .0".
.. 8ait?, <.+. Obesity, Dalam 8eLtbook O2 $ediatri4 )utrition, IIIrd ed, >4<aren,
D.+., 7urman, D., 7elton, ).A., Williams B.C. (Jds. <ondon6 *hur4hill
<i%ingstone, !,,!E .-0 3 0',..
0. +yari2, D.A. *hildhood Obesity6 J%aluation and >anagement, Dalam )askah
<engkap )ational Obesity +ymposium II, Jditor6 Bdi +., dkk. +urabaya, "''#E
!"# 3 !#,.
/. Diet?, W.,H. *hildhood Obesity. Dalam 8eLtbook o2 $ediatri4 )utrition, IInd ed,
+uskind, A.,>., +uskind, <.,<. (Jds. )ew Fork6 Aa%en $ress,!,,#E "1,--..
1. $i-+un%er, C.H. Obesity, Dalam >odern )utrition In Health and Disease, GIIIth
ed, +hils, >.J., Olson, @.B., +hike, >. (Jds. 8okyo6 <ea M Cebiger,!,,.E ,-. 3
!''/.
-. Cukuda, +., 8akeshita, 8., >orimoto,=. Obesity and <i2estyle. Bsian >ed.@.,
"''!E ..6 ,1-!'".
,. Whitaker,A.*.,et al. $redi4ting Obesity in Foung Bdulthood 2rom *hildhood and
$arental Obesity, ) Jngl @ >ed, !,,1E ##16 -/,-1#
!'. =opelman,D.D. Obesity as a >edi4al $roblem, )B85AJ, "'''E .'.6 /#0-.#.
!!. )ewnham,@.,$. )utrition and the early origins o2 adult disease, Bsia $a4i2i4 @ *lin
)utr, "''"E!!(+uppl6 +0#1-.".
!.
!". =iess W., et al. >ultidis4iplinary >anagement o2 Obesity in *hildren and
Bdoles4ents-Why and How +hould It 7e B4hie%edN. Dalam Obesity in *hildhood
and Bdoles4en4e, =iess W., >ar4us *., Wabits4h >.,(Jds. 7asel6 =arger BD,
"''.E !,.-"'/
!#. +urasmo, A., 8au2an H. $enanganan obesitas dahulu, sekarang dan masa depan.
Dalam )askah <engkap )ational Obesity +ymposium I, Jditor6 8jokroprawiro
B., dkk. +urabaya, "''"E 0# 3 /0.
!.. *andrawinata, @., ("''#, When Four $atients +tart 8o Do 8he $opular Diets.
Dalam )askah <engkap )ational Obesity +ymposium II, Jditor6 8jokroprawiro
B., dkk. +urabaya, "''#E ", 3#,.
!0. Creedman,D.,+. *hildhood Obesity and *oronary Heart Disease. Dalam Obesity
in *hildhood and Bdoles4en4e, =iess W., >ar4us *., Wabits4h >.,(Jds. 7asel6
=arger BD, "''.E !/'-,.
!/. 7luher, +., et al. 8ype " Diabetes >ellitus in *hildren and Bdoles4ents6 8he
Juropean erspe4ti%e, =iess W., >ar4us *., Wabits4h >.,(Jds. 7asel6 =arger
BD, "''.E !1'-!-'.
!0