Anda di halaman 1dari 53

REFERAT RADIOLOGI

Chest X-Ray - Basic Interpretation









Oleh:
Muammar H. B. 0910714041
Dessy Rachmi A. 0910714031
Linggar Ratih A. 0910713048
M. Satriya Ranuwibawa 0910713050
Theodorus Dapamede 0910710060
Narumi Hayakawa 0910714081




Pembimbing: dr. A. Bayhaqi Nasir Aslam, Sp.Rad.




LABORATORIUM / SMF RADIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SAIFUL ANWAR MALANG
2014
Chest X-Ray - Basic Interpretation
Robin Smithuis and Otto van Delden
Radiology Department of the Rijnland Hospital, Leiderdorp and the Academical
Medical Centre, Amsterdam, the Netherlands


Gambaran PA



Foto dada posisi PA sangat penting digunakan untuk menentukan posisi batas paru,
diafragma, jantung serta struktur mediastinum yang lain.
Dalam batasan ini, soft tissue dari paru dapat dilihat dalam bentukan:
Garis
Siluet
Garis dan siluet berguna untuk menunjukkan lokasi dari penyakit, karena mereka
dapat digantikan atau tetap terlihat dengan berkurangnya siluet ataupun normal
siluet. Hal ini disebut silhuuettet sign , yang akan di diskusikan nanti.
Garis paraspinal bisa digantikan oleh abses paravertebral, perdarahan karena
fraktur atau pelebaran dari ekstra vertebral akibat neoplasma.
Pelebaran dari garis paratrakeal (>2-3mm) bisa disebabkan oleh limfadenopati,
penebalan pleura, perdarahan atau kelebihan cairan dan gagal jantung.
Kesalahan posisi dari garis para-aorta dapat disebabka oleh elongasi dari aorta,
aneurisma, diseksi dan rupture.
Garis anterior dan posterior terbentuk dari terhubungnya lobus atas secara anterior
dan posterior. Garis ini biasanya tidak terlihat jelas, oleh karena itu kita tidak akan
membahasnya disini.
Yang terpenting untuk dilihat pada mediastinum-paru adalah garis atau reses
azygoesophageal (panah)
Azygoesophageal recess. Panah biru menunjukkan garis paraaortic
Azygoesophageal recess adalah bagian inferior dari arkus vena azygos dimana paru
kanan terhubung oleh mediastinum diantara jantung di bagian anterior dan corpus
vertebrae di bagian posterior.
Deviasi dari garis azygoesophageal disebabkan oleh (5):
Hernia hiatal
Penyakit esophageal
Pembesaran atrium kiri
Subcarinal limfaadenopati
Kista Bronkogenik


Lihat deviasi dari garis azygoesofageal pada foto PA. Itu disebabkan oleh hernia
hiatal

Vena azygos lobe
Yang biasa menjadi variasi normal adalah lobus azygos
Lobus azygos terbentuk ketika vena lateral azygos membuat celah dalam (fisura) di
bagian atas paru-paru.
Pada foto thorax terlihat seperti garis lurus yang melewati apex dari paru kanan.

Ini adalah gambaran pasien dengan lobus azygos. Vena azygos terlihat lebih tebal di
dalam fisura azygos

Pada beberapa pasien sendi ekstra terlihat pada bagian anterior dari costae 1
dimana tulang bertemu dengan kartilago (panah).
Ini bias mensimulasikan sebuah masa di paru.

Pectus excavatum
Pada pasien dengan pectus excavatesbatas jantung kanan tampak terlihat sakit, tapi
ini normal.
Itu menimbulkan silhouette sign dan menimbulkan konsolidasi atau atelectasis pada
lobus tengah kanan.
Foto lateral sangat dibutuhkan dalam beberapa kasus.
Pectus excavatum merupakan kelainan kongenital dari costae dan sternum yang
menimbulakn gambaran cekung pada dinding dada anterior.


Lateral view
Pada gambaran lateral normal, kontur jantung akan terlihat dan vena cava inferior
terlihat memasuki atrium kanan.
Celah retrosternal akan terlihat radiolucent, karena celah tersebut hanya terisi udara.
Sebuah gambaran radioopaque pada area ini memungkinkan terjadinya sebuah
proses di mediastinum anterior atau lobus atas paru.
Jika melihat dari superior ke inferior dari korpus vertebrae, mereka akan terlihat lebih
gelap, karena biasanya aka nada sedikit soft tissue dan lebih banyak gamaran
radiolucent dari jaringan paru (panah merah). Jika ini tidak merupakan sebuah
masalah, lihat bagian patologis dari lobus bawah.

Kontur dari diafragma kanan dan kiri seharusnya terlihat
Diafragma kanan sharusnya terlihat di seluruh gambaran anterior dari dinding dada
(panah merah). Sesungguhnya kita melihat jarak antara udara di paru dengann
struktur soft tissue abdomen.
Diafragma kiri hanya bisa terlihat dimana yang berbatasan dengan jantung (panah
biru).
Disini celah menghilang, ketika jantung memiliki densitas yang sama dengan struktur
dibawah diafragma.

Main pulmonary artery kiri (berwarna ungu) melewati main bronkus kiri dan lebih
tinggi dari arteri pulmonary kanan (berwarna biru) yang melewati bagian depan dari
main bronkus.

Ketika kita mengetahui hilus yang normal dalam gambaran lateral, akan mudah
untuk megetahui abnormalitasnya.
Pada kasus foto PA ini, kita dapat melihat pembesarn dari hilus.
Pada foto PA tidaklah jelas pembesaran hilus karena dilatasi pembuluh darah atau
pembesaran dari limfonudi
Pada foto lateral terdapat area bulat yang tidak berisi pemuluh darah. Jadi kita dapat
meyimpulkan bahwa ini sebuah pembesaran limfonudi
Pasien ini memiliki sarcoidosis. Lihat pelebaran dari garis para trakeal yang
merupakan pembesaran dari limfonudi

Pada gambaran lateral, spondilosis bisa menyerupai tumor paru
Semua densitas yang didapatkan pada korpus vertebralis sebaiknya dimintakan foto
PA untuk melihat adanya spondylosis, yang biasanya terletak di sebelah kanan
(panah).
Pada sebelah kiri, bentukan osteofit terhambat karena pulsasi dari aorta.

Pada gambaran PA mediastinum superior melebar
Gambaran lateral sangat membantu Karen itu menunjukan densitas I celah
retrosternal.Sekarang diagnose bandingnya menyempit meuju ke masa di
mediastinum anterior.

Ini merupakan limfoma Hodgkins.

Yang paling sering ditemui pada orang dewasa adalah hernia Bochdalek yang
merupakan kelainan kongenital pada bagian posterior diafragma (panah). Dalam
beberapa kasus itu hanya mengadung lemak retroperitoneal dan asimtomatis, tapi
kadang itu melibatkan organ abdomen.
Hernia yang besar terkadang terlihat pada neonatus dan bisa membingungkan
dengan hypoplasia pulmo.
Hernia morgagni juga merupakan sebuah hernia diafragma kongenital, tapi itu jarang
terjadi. Lokasinya biasanya di anterior.
Pendekatan Sistematis

Setiap melakukan review pada foto polos thorax, lakukanlah secara sistematis. Kami
mengunakan sisitem dari dalam keluar serta dari sentral menuju perifer. Pertama
jantung yang dievaluasi, dilanjutkan oleh mediastinum dan hilus. Selanjutnya paru,
batas paru dan akhirnya dinding dada dan abdomen. Anda harus mengetahui
anatomi normal dan variannya. Temukan suatu abnormalitas melalui silhouette sign
dan garis mediastinal.
Pada saat menemukan abnormalitas gunakan pendekatan pola untuk mengetahui
kemungkinan diagnosis terdekat disertai juga dengan diagnosis bandingnya.

Old films
Sangatlah penting untuk membandingka foto dengan old films, kami akan
mendemonstrasikannya pada kasus ini.
Sebenarnya seseorang mengatakan baian paling penting dari radiograph adalah old
film, karena ia memberimu banyak informasi.
Contohnya sebuah masa di dalam paru yang tidak berubah dalam beberapa tahun
bukanlah kanker paru.

Pada gambaran CXR yang Anda lihat, Anda akan membuat diagnosis congestive
heart failure, tetapi temuanmu tidak kentara.Tetapi ketika Anda mebandingkannya
dengan old film, semua akan semakin jelas dan Anda akan lebih percaya dengan
diagnosismu.
1. Ukuran jantung lebih besar jika dibandingkan old film
2. Pembuluh darah pulmonal sedikit meningkat dalam diameter dimana
mengindikasikan adanya tekanan pulmonal.
3. Adanya batas interstitial yang tidak kentara sebagai hasil dari edema
interstitial
4. Adanya cairan pleura bilateral. Lihat batas inferior dari lobus bawah terdapat
perubahan posisi.
Semua temuan tersebut mengindikasikan adanya heart failure.

Silhouette signdia dalam konsolidasi yang terletak di lingual (panah biru). Siluet dari
jantung kiri masih terlihat pada konsolidasi di lobus kiri bawah(panah merah).

Silhouette sign
Merupakan sebuah tanda yang penting. Memudahkan kita untuk menemukan hal
patologis di dalam dada.Berkurangnya struktur siluet disebut silhouette sign.
Ini penjelasan dari silhouette sign: Jantung terletak di bagian anterior dada dan
dibatasi oleh lingual dari jantung kiri.Perbedaan densitas dari jantun dan udara paru
membuat kita dapat melihat siluet dari ventrikel kiri.Ketika terdapat sesuatu di lingua
dengan densitas cairan seperti jantung, siluet normal akan hilang (panah biru).
Ketika ada pneumonia di lobus bawah kiri, yang terletak lebih posterior di dada,
ventrikel kiri masih akan dibatasi oleh udara dalam Lingula dan kita masih akan
dapat melihat siluet jantung (panah merah).

Foto PA menunjukkan silhouette sign perbatasan jantung kiri. Bahkan tanpa melihat
foto lateral, kita tahu, bahwa patologi terletak di anterior paru-paru kiri. Ini
merupakan konsolidasi karena pneumonia yang disebabkan oleh Sterptococcus
pneumoniae.

Di sini kita melihat konsolidasi yang terletak di lobus bawah kiri. Adanya siluet
normal pada perbatasan jantung kiri.

Pada foto lateral ini terdapat densitas berlebihan pada bagian bawah tulang
belakang.
Dengan hanya melihat hubungan dari diafragma kiri dan diafragma kanan pada foto
lateral, adalah mungkin untuk mengetahui di sisi mana patologi berada.

Pada foto dada lateral yang normal siluet kiri diafragma 2 - dapat dilihat dari
posterior sampai ke tempat yang dengan jantung, yang memiliki kepadatan yang
sama (panah biru).
Satu harus mampu mengikuti kontur diafragma kanan -1 - dari posterior sampai ke
anterior, karena hanya dibatasi oleh paru-paru.
Di sini kita tidak bisa mengikuti kontur diafragma ke arah posterior, yang
menunjukkan bahwa ada sesuatu dengan densitas air di lobus kanan bawah (panah
merah).

Pada foto PA terdapat siluet normal perbatasan jantung, sehingga patologi tidak
terjadi di bagian anterior dada, yang sudah kami duga dengan mempelajari foto
lateral.
Kenapa kita masih melihat siluet pada diafragma kanan pada foto PA?
Apa yang kita lihat sebenarnya adalah titik tertinggi dari diafragma kanan, yaitu
pneumonia anterior di lobus kanan bawah. Pneumonia tidak berbatasan dengan titik
tertinggi dari diafragma.

Area Tersembunyi
Ada beberapa daerah yang perlu mendapat perhatian khusus, karena patologi di
daerah ini dapat dengan mudah diabaikan:
Zona apical
Zona hilar
Zona retrocardial
Zona dibawah dari diafragma
Area tersebut juga dikenal dengan the hidden areas.

Perhatikan bahwa ada beberapa volume paru berada di bawah diafragma, yang
akan membutuhkan perhatian anda (panah).

Berikut merupakan contoh lesi besar di lobus kanan bawah, yang sulit dideteksi
pada foto PA, kecuali ketika Anda memberikan perhatian khusus pada daerah-
daerah tersembunyi.

Berikut pneumonia yang tersembunyi di lobus kanan bawah terutama berada di
bawah diafragma (panah merah).
Perhatikan peningkatan densitas pada foto lateral di region vertebrae bawah.

Perhatikan perubahan densitas yang tidak signifikan di belakang jantung yang
memerlukan perhatian khusus (Panah biru).Ini merupakan sebuah pneumonia lobus
awah.

Kita tahu bahwa dalam beberapa kasus ada sendi ekstra berada di bagian anterior
dari costae pertama yang dapat mengesankan sebuah massa. Tetapi ini merupakan
sbuah are tersembunyi dimana sangat susah untuk mendeteksi sebuah massa.
Pada kasus ini, kanker paru yang kecil terlihat di belakang dari costae belakangkiri.
Lihatlah itu juga terlihat dari foto lateral retrosternal.
Continue with the PET-CT.

PET-CT mendemostrasikan bahwa tumor (panah) yang sudah menyebar ke tulang
dan hati.
Diagnosis ditegakkan melalui biopsy dari metastase osteolitik di os iliaca.

First study the CXRs.
Terlihat konsolidasi yang tidak jelas di lobus kiri bawah pada area tersembunyi
jantung.
Terlihat penigkatan densitas dari region vertebrae bawah.
Jantung dan Perikardium

Pada foto polos dada yang terlihat hanya kontur terluar dari jantung.
Dalam beberapa kasus kita hanya bias mengetahui apakah jatung itu normal atau
mengalami pembesaran dan akan sulit untuk mengetahui perbedaan dari ruang
jantung.
Tetapi akan sangat membantu untuk menegetahui di ruang jantung mana yang
mengalami perbedaan.
Atrium kiri
Strukturnya sebagian besar berada di posterior.
Menerima darah dari vena pulmonal yang diteruskan secara horizontal
menuju atrium kiri.
LIngula atrium kiri (berwarna ungu) kadang terlihat sebagai kantung kecil
yang berada di bawah trunkus pulmonaris.
Pembesaran dari atrium kiri pada foto PA akan terlihat sebagaii sebuah
kantung yang menonjol keluar pada daerah jantung kanan bagian atas dan
sudut lancip antara main bronkus kiri dan kanan.
Atrium kanan
Menerima darah dari vena cava superior dan inferior
Pembesaran akan menimbulkan gambaran kantong dari kontur jantung
kanan.
Ventrikel kiri
Berada pada bagian posterior kiri dari ventrikel kanan.
Pembesaran pada foto PA akan menimbulkan pembesaran dari ukuran
jantung menuju lateral kiri dan pada foto lateral akan ada gambaran bulging
pada kontur lobus bawah.
Ventrikel kanan
Berada pada struktur anterior dan berada di belakang sternum.
Pembesaran pada foto PA akan menimbulkan peningkatan dari ukuran
jantung kea rah kiri dan pada akhirnya batas jantung kiri akan dibentuk oleh
ventrikel kanan.

Left Atrium
The upper posterior border of the heart is formed by the left atrium.
Enlargement will result in bulging of the upper posterior contour
Left Ventricle
Forms the lower posterior border.
Enlargement will displace the contour more posteriorly.
Right Ventricle
The lower retrosternal space is filled by the right ventricle.
Enlargement of the right ventricle will result in more superior filling of this
retrosternal space.

Pembesaran Atrium Kiri
Pasien ini menderita kelainan katup mitral yang kronis serta penggantian katup
mitral.
Dilatasi yang ekstrim dari atrium kiri menghasilkan bulging pada kontur jantung
(panah biru dan hitam).

Pembesaran Ventrikel kanan
Pertama pelajari foto PA da lateral dan lanjutkan membaca Pada gambaran foto
thorax di atas jantung terlihat sangat dilatasi. Lihatlah bahawa dilatasi sebenarnya
terjadi pada ventrikel kanan. Gambaran tersebut terlihat lebih jelas pada foto lateral
(panah kuning). Terlihat adanya small aortic knob (panah biru),dimana trunkus
pulmonaris dan arteri pulmonaris kanan mengalami dilatasi. Semua temuan tersebut
kemungkinan merupakan hasil dari left-to-right shunt yang merupakan
perkembangan dari hipertensi pulmonal.

Lokasi dari katup jantung sangat terlihat pada foto radiologi lateral. Sebuah garis
ditarik dari karina menuju apeks jantung pada foto lateral. Katup dari arteri
pulmonaris dan aorta berada di atas garis sedangkan katup tricuspid dan mitral
berada di bawah garis.
Pada gambaran fotolateral di atas bisa di dapatkan gambaran yang baik dari
pembesaran atrium kiri.

Incisura Cardialis
Pada bagian kanan dada berada pada lawan dari lateral dinding dada. Pada bagian
kiri bagaimanapun juga bagian inferiordari paru tidak akan bias menyentuh dinding
dada bagian anterior, karena jantung atau pericardial fat serta effusi berada disana.
Ini menyebabkan densitas pada anteroinferior pada foto lateral memiliki banyak
bentuk. Merupakan sebuah temuan normal, yang dapat terlihat dari berbagi macam
foto polos dada dan tidak dapat disalah artikan sebagai sebuah patologi dari lingual
ataupun lobus medius

Penjelasan dari incisura cardialis terlihat pada gambaran CT. Pada bagian inferior
dari jantung kita dapat melihat bahwa lobus bawah dari paru kanan terlihat lebih
anterior dari lobus kiri

Pacemaker
Terdapat berbagai macam tipe dari pacemaker. Pada gambar di atas dapat kita lihat
bahwa pacemaker dengan 1 lead berada pada atrium kanan dan ventrikel kanan.
Lead ketiga terlihat, dimana terlihat melalui sinus coronaries menuju ventrikel kiri.
Hal ini dilakukan pada pasien dengan kontraksi ventrikel yang tidak teratur.
Meletakkan pacemaker pada kedua ventrikel akan membuat kontraksi lebih teratur
serta cardiac ouyput yang lebih baik.

Efusi pericardial
Pada saat kita melihat pembesaran dari jantung, kita juga harus berhati hati dengan
kemungkinan adanya efusi pericardial yang mengikuti pembesaran jantung. PAda
foto polos dada terlihat pahwa pasien mengalami pembesaran jantung sedangkan
pada CT pembesaran tidak terlihat, dimana pada gambaran tersebut efusi
pericardial memiliki peranan timbulnya gambaran pembesaran pada jantung

Terutama pada pasien yang mengalami operasi jantung sebelumnya pembesaran
dari jantung mengindikasikan adanya perdarahan pericardial.
Pasien di atas mengalami perubahan pada jantungnya dan adanya perdarahan
pericardial masih memungkinkan.Ketika dilakukan USG hanya didapatkan minimal
efusi pericardial.
Lanjutkan dengan pembacaan CT

Terdapat efusi pericardial yang terletak di sebelah posterior dari ventrikel kiri (panah
biru). Ventrikel kiri terisi kontras dan mengalami kompresi (panah merah). Pada saat
pembedahan hematoma didapatkan di bagian posterior dari pericardium.
Lihat pada bagian anterior hanya sedikit terlihat gambaran efusi pericardial, dimana
itu menjelaskan kenapa saat pemerikasaan USG cairan peikardial dianggap leih
rendah.

GAmbaran diatas menunjukkan pasien yang melakukan operasi penggantian katup
Perhatikan pembesaran jantung. Terlihat redistribusi dari pembuluh pulmonal yang
mengindikasikan gagal jantung.
Lanjutkan ke CT

Gambaran CT menunjukkan efusi pericardial yang banyak.
Selalu bandingkan foto polos sebelum operasi serta setelah operasi.

Kalsifikasi
Mendeteksi adanya kalsifikasi pada jantung sering dilakukan.Yang paling sering
terlihat adalah adanya kalsifikasi pada arteri koronaria serta kalsifikasi katup. Pada
gambar di atas dapat dilihat kalsifikasi yang dapat diikuti oleh pericarditis konstriktif.

PAda kasusu di atas terlihat kalsifikasi yang menyerupai kalsifikasi pericardial, tetapi
sebenarnya itu merupakan kalsifikasi pada myokard pada derah yang mengalami
penyempitan di ventrikel kiri.
Perhatikan bahwa kalsifikasi mengikuti kontur dari ventrikel kiri.

Pericardial fatpad
Penumpukan lemak sering terjadi. Terkadang penumpukan lemak yang besar dapat
terlihat (gambar di atas).
Nekrosis dari fatpad memiliki kesamaan secara patologis dengan epiploic
appendagitis. Nekrosis pada fatpad merupakan kondisi jinak yang jarang terjadi,
tetapi dapat bermanifestasi sebagai nyeri pleura pada beberapa orang yang sehat.

Kista Perikardial
Kista pericardial biasanya terhubung dengan pericardium dan biasanya mengadung
cairan bening. Mayoritas dari kista pericardial berada di anterior dari sudut
kardiophrenikus, dan lebih sering pada sebelah kanan, tetapi kista pericardial terlihat
setinggi resesus perikardialis pada level proksimal aorta dan arteri pulmonaris.
Sebagian besar pasien asimtomatis. Padapasien dengan foto polos dada biasanya
terlihat elevasi dari hemidiafragma kiri.

HILUS



99% bayangan hilus normal terdiri dari pembuluh darah paru-paru. Batas vaskuler
halus dan bercabang. Arteri pulmonalis kiri berada di atas bronkus primer kiri,
sedangkan arteri pulmonalis kanan berada di anterior bronkus primer kanan, yang
biasanya posisinya lebih rendah dibandingkan bronkus primer kiri. Oleh karena itu,
hilus kiri lebih tinggi daripada hilus kanan. Hanya pada sebagian kecil kasus hilus
berada di posisi yang sama, tetapi tidak pernah lebih tinggi.



Pada ilustrasi di atas ini arteri lobus inferior berwarna biru karena mengandung
darah rendah oksigen. Arteri-arteri tersebut memiliki orientasi yang lebih vertikal,
sedangkan vena pulmonal berjalan secara lebih horizontal menuju atrium kiri, yang
terletak inferior arteri pulmonalis utama.



Baik arteri dan vena pulmonalis dapat diidentifikasikan pada foto lateral dan tidak
boleh salah mengidentifikasi sebagai limfadenopati. Kadang-kadang pembuluh
darah vena bisa sangat menonjol. Arteri pulmonalis primer kiri melewati bronkus
primer kiri dan posisinya lebih tinggi daripada arteri pulmonalis kanan yang melewati
anterior bronkus primer kanan. Gambar-gambar di atas adalah potongan tebal
sagital dari CT toraks untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik dari struktur
hilus.



Arteri pulmonalis yang mengarah ke lobus inferior bercabang ke arah inferior dari
hilus. Arteri pulmonalis tersebut digambarkan sebagai jari-jari kelingking karena
masing-masing memiliki ukuran sebesar jari kelingking (1). Di sisi kanan jari
kelingking akan terlihat pada 94% dari foto polos toraks normal dan di sisi kiri 62%
dari foto normal.



Gambar di atas merupakan foto polos dari seorang pria berusia 70 tahun yang jatuh
dari tangga dan menderita nyeri berat pada sisi kanan. Perhatikan pada foto PA,
tidak adanya jari kelingking di sebelah kanan dan pada foto lateral adanya
peningkatan kepadatan pada columna vertebrae bagian bawah.
Apa diagnosis Anda?



Terdapat atelektasis lobus inferior kanan. Perhatikan batas kanan jantung yang
terlihat abnormal. Arteri interlobaris kanan tidak terlihat, karena tidak dikelilingi oleh
paru yang berisi udara, tetapi oleh lobus inferior yang collapse, yang berdekatan
dengan atrium kanan. Pada foto toraks lanjutan atelektasis telah membaik. Kami
berasumsi bawah atelektasis tersebut akibat post-trauma dengan ventilasi yang
buruk dan mucus plug. Perhatikan munculnya kembali jari kelingking kanan (panah
merah) dan batas jantung kanan normal (panah biru).


Pembesaran Hilus

Tabel di atas merangkum penyebab pembesaran hilus.

Hilus normal adalah:
1. Dalam posisi normal kiri lebih tinggi dari kanan;
2. Kepadatan rata;
3. Pembuluh bercabang normal.



Pembesaran hilus biasanya disebabkan oleh lymphadenopathy atau pembesaran
pembuluh darah. Pada kasus di atas, terdapat pembesaran bayangan hilus di kedua
sisi. Hal ini bisa merupakan hasil dari pembesaran pembuluh darah atau
pembesaran kelenjar getah bening. Temuan yang sangat membantu dalam kasus ini
adalah massa di bagian kanan trakea. Hal ini dikenal sebagai tanda 1-2-3 pada
sarkodosis, yaitu pembesaran hilus kiri, hilus kanan, dan paratrakeal.


Pada gambar di atas, terdapat beberapa contoh dari sarkoidosis.
1. Lymphadenopathy dan penampilan groundglass dari paru;
2. Lymphadenopathy, tanda 1-2-3;
3. Bulky lymphadenopathy;
4. Tanda 1-2-3;
5. Pola paru nodular, tidak ada lymphadenopathy;
6. Hilus dan paratracheal lympadenopathy.


MEDIASTINUM





Mediastinum dapat dibagi menjadi kompartemen anterior, media dan posterior,
masing-masing dengan pataloginya tersendiri.

Garis Mediastinum

Garis mediastinum adalah pertemuan antara jaringan lunak dari struktur
mediastinum dan paru. Displacement dari garus-garis ini sangat membantu dalam
menemukan patalogi mediastinum, seperti yang telah dibahas di atas.
Azygoesophageal Recess



Garis mediastinum yang paling penting yang harus dicari adalah garis
azygoesophageal, yang membatasi recess azygoesophageal. Garis ini terlihat pada
kebanyakan foto polos toraks AP/PA. Penyebab perpindahan garis ini dirangkum
dalam tabel di atas.



Hernia hiatus adalah penyebab paling umum dari perpindahan garis
azygoesophageal. Perhatikan udara dalam hernia pada tampilan lateral.



Penyebab umum lainnya dari perpindahan garis azygoesophageal adalah
lymphadenopathy subcarinalis. Perhatikan perpindahan dari bagian superior garis
azygoesophageal pada foto polos toraks pada area di bawah karina. Ini adalah hasil
dari lymphadenophaty masif di wilayah subcarina. Ada juga nodul di sebelah kanan
trakea yang memindahkan garis paratrakeal kanan.



Pada gambar PET di atas, dapat diamati limfadenopati massif jauh lebih baik
dibanding dengan foto polos toraks. Terdapat juga limfoma di leher. Hal ini
merupakan temuan penting, karena nodul tersebut dapat digunakan untuk biopsi.



Kita lihat gambar CT di atas.
Azygoesophagael recess mengalami displacement oleh kelenjar getah bening yang
mengkompresi atrium kiri. Diagnosis akhir dari small cell ca paru dilakukan melalui
biopsi dari limfonodi di leher.



Pertama pelajari x-ray dada. Kemudian lanjutkan membaca.
Perhatikan hal-hal berikut:
1. Ada perpindahan garis azygoesophagael baik superior maupun inferior;
2. Ada air-fluid level (panah). Dikombinasikan dengan di atas, hal ini merupakan
dilatasi esofagus dengan cairan sisa. Diagnosis akhir adalah akalasia;
3. Kepadatan di sebelah kiri di daerah lingula adalah hasil dari pneumonia aspirasi
sebelumnya.


Disini kita memiliki foto polos toraks sebelumnya dari pasien.
Pada foto AP, terdapat massa paratrakeal kanan. Azygoesophageal recess tidak
diidentifikasi, karena mengalami perpindahan dan sejajar dengan perbatasan atrium
kanan. Kepadatan bulat besar di paru kiri adalah hasil dari aspirasi. Perhatikan
dilatasi masif esofagus pada CT.

Jendela Aortopulmonari



Jendela aortopulmonari adalah permukaan di bawah aorta dan bagian atas batang
paru yang berbentuk cekung atau lurus secara lateral. Di gambar atas, jendela AP
cembung secara lateral karena massa yang mengisi ruang restosternal pada
tampilan lateral.



Pada foto CT tampak massa di mediastinum anterior. Diagnosis akhir : Hodkins
lymphoma

Berikut kasus lain.


Pada foto polos PA, massa terlihat mengisi jendela aortopulmonari.



PET mampu menunjukkan dengan lebih baik sejauh mana metastasis limfonodi
pada pasien ini. Diagnosis akhir : Small cell lungcarinoma.

PARU



Kelainan paru sebagian besar terjadi sebagai daerah kepadatan yang meningkat,
yang dapat dibagi dalam pola berikut:
1. Konsolidasi;
2. Atelektasis;
3. Nodul atau massa soliter atau multipel
4. Interstitial.
Daerah dengan kepadatan yang menurun terlihat pada emfisema atau kista paru.


Konsolidasi


Atelektasis










Nodul Massa


Corakan Interstisial



PLEURA

Cairan Pleura


Dibutuhkan sekitar 200-300 mL cairan untuk tampak pada foto polos toraks. Sekitar
5 liter cairan pleura yang ada ketika terjadi opafication totalis pada hemitoraks


Opacification total dari hemitoraks kanan pada pasien dengan pleuritis
carcinomatosa pada kedua sisi. Pada sisi kanan, hanya terdapat gambaran udara
minimal di bronkus primer yang membentuk suatu air bronchogram di dalam paru
yang terkompresi.





Cairan pleura dapat terorganisasi dalam suatu kista. Pada gambar di atas, tampak
cairan yang terjebak dalam fissure. Terkadang hal ini menggambarkan suatu massa
yang disebut vanishing tumor.

Pneumotoraks


Tabel di atas merangkum penyebab pneumotoraks tersering.
Penyakit paru kistik lainnya yang menyebabkan pneumotoraks adalah Langerhans
cell histiocytosis (LCH) yang terlihat pada perokok.


Studi foto polos toraks.
Terdapat dua temuan penting.


Tampak pleura viscreralis teretraksi (panah biru) yang mengindikasikan adanya
suatu pneumotoraks. Terdapat garis horizontal (panah kuning). Pada umumnya,
tidak ada garis lurus pada tubuh manusia kecuali terdapat air-fluid level. Hal ini
menunjukkan suatu hydro-pneumotoraks. Pada pneumotoraks yang kecil, gambaran
air-fluid level ini dapat menjadi satu-satunya kunci diagnosis dari suatu
pneumotoraks.

Studi foto polos toraks:

Terdapat 3 temuan penting.
Perhatikan bahwa mediastinum mengalami pergeseran ke kiri. Apakah ini
menandakan suatu tension pneumotoraks?
Apakah Anda memiliki gambaran mengenai penyebab dari pneumotoraks tersebut?

Terdapat hydropneumotoraks. Perhatikan air-fluid level (panah biru).
Lobus superior masih menempel pada dinding toraks karena adhesi. Mungkin
pasien ini menjalani pengobatan untuk riwayat pneumotoraks.
Terdapat kista paru di lapangan paru superior (panah merah). Sehingga dapat kita
asumsikan bahwa pneumotoraks tersebut berhubungan dengan penyakit kistik paru.
Karena pasien tersebut adalah pasien wanita, diagnosis yang mungkin adalah
lymphangioleimyomatosis (LAM).
LAM merupakan suatu penyakit paru yang langka yang menyebabkan proliferasi otot
polos di seluruh paru sehingga terjadi obstruksi airway kecil dan pembentukan kista
pulmonum dan pneumotoraks. LAM juga terjadi pada pasien dengan tuberous
sclerosis.


Studi foto polos toraks:

Apakah diagnosis Anda?
Ini bukan penumotoraks, namun lipatan kulit. Pengambilan foto dilakukan dengan
posisi supine dengan kaset CR yang diletakkan di bawah pasien, sehingga terjadi
suatu lipatan kulit. Perhatikan adanya corakan paru lebih dari batas pneumotoraks.

Berikut dua foto polos toraks dengan gambaran jelas lipatan kulit:



Penenuntuan pneumotoraks bergantung pada volume udara dalam rongga pleura
dan posisi tubuh. Pada keadaan supine, suatu pneumotoraks sulit terlihat dan 30%
tidak terdeteksi.
Suatu tanda yang harus dicari adalah deep sulcus sign. Tanda tersebut
menunjukkan lucency dari sudut costofrenikus lateral yang ekstensi menuju
hipokondrium.
Foto di atas merupakan gambaran pasien di ICU yang sedang terpasang ventiltator.
Terjadi suatu eksaserbasi akut dispneu. Terdapat deep sulcus sign di sisi kiri.
Perhatikan hemidiafragma kiri terdepresi. Ini merupakan temuan penting karena
menunjukkan suatu tension pneumotoraks.

Foto di atas merupakan pasien yang sama yang sudah terpasang drainase
intercostal. Perhatikan bahwa diafragmanya sudah kembali ke bentuk normal.

Opasitas Pleural

Tabel berikut menunjukkan opasitas pleural pada umumnya:


Plak pleura


Foto polos toraks di atas menunjukkan opasitas multiple. Bentuknya ireguler dan
tidak tampak seperti massa paru atau konsolidasi.
Beberapa dari opasitas tersebut berbatasan dengan dinding toraks (panah merah).
Semua temuan di atas menunjukkan bahwa ini merupakan kasus yang berkaitan
dengan plak pleura et causa asbestos.
Plak pleura et cause asbestos biasanya:
1. Bilateral dan ekstensif
2. Menutupi dome dari diafragma

Gambaran kalsifikasi pleura biasanya disebabkan oleh:
1. Infeksi (TB)
2. Empyema
3. perdarahan



Hematoma pleura
Gambar berikut merupakan pasien yang memiliki opasitas pleural akibat trauma
pada dada. Diketahui kemudian itu suatu hematoma yang sembuh dengan
sendirinya.



Dinding Toraks

Fraktur Costae
Abnormalitas yang paling sering ditemukan adalah fraktur costae lama. Foto polos
toraks di bawah ini menunjukkan banyak deformitas akibat fraktur lama.



Dalam proses penyembuhan fraktur costae, pembentukan callus dapat terlihat
seperti massa (panah biru, gambar bawah). Terkadang dibutuhkan CT untuk
membedakan proses penyembuhan fraktur dengan massa paru. Perhatikan volume
paru yang besar dan pembesaran pembuluh darah pulmoner. Kemungkinannya
adalah pasien iini menderita hipertensi arteri pulmonalis pada pasien COPD.


Temuan paling sering kedua pada abnormalitas dinding toraks adalah metastase
pada corpus vertebrae dan costae. Perhatikan massa ekspansif pada costae
posterior di kanan.



Abdomen

Temuan paling jelas yang didapatkan pada foto polos toraks ini adalah udara bebas
di sub diafragma. Temuan ini menunjukkan perforasi usus, kecuali pasien post
operasi abdomen dan tersisa udara dalam cavum abdomen, yang diam di sana
beberapa hari.
Terdapat corakan tipis terproyeksi di atas hidden area costae satu yang terbukti
merupakan suatu ca paru.




Gambar di bawah merupakan pasien dengan udara bebas di abdomennya.
Perhatikan garis regular yang sangat tipis yang merupakan diafragma (panah).
Mungkin dalam pandangan pertama, dapat diartikan sebagai suatu atelectasis akibat
insiprasi yang kurang maksimal.