Anda di halaman 1dari 21

BAB II

LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan diuaraikan mengenai fungsi-fungsi produksi pada

umumnya dan pengendalian kualitas pada khususnya, dengan menekankan sampai

seberapa jauh dapat membantu merealisir tujuan utama perusahaan. Selanjutnya

analisis teori ini akan diarahkan untuk menjawab bagaimana secara teoritis

langkah-langkah

yang dapat ditempuh oleh perusahaan
yang
dapat
ditempuh
oleh
perusahaan

gambaran

yang

jelas

tentang

pengertian

didalam

mengenai

masalah yang dihadapi. Berdasarkan hal itu akan dibahas mengenai:

2.1

Pengendalian Kualitas

2.1.1 Pengertian Pengendalian Kualitas

Pengertian kualitas merupakan salah satu faktor yang penting bagi setiap

perusahaan industri. Dengan adanya pengendalian kualitas merupakan jaminan

bagi perusahaan untuk mendapatkan mutu barang dengan hasil yang baik dan

memuaskan. Apabila di dalam perusahaan tidak melaksanakan pengendalian

kualitas dengan baik, maka mutu barang yang dihasilkan tidak memuaskan. Untuk

kualitas

memperoleh

pengendalian

tersebut, berikut ini dikemukakan berbagai definisi dari para ahli, yaitu :

(Menurut Assauri 1993:274), pengendalian kualitas adalah kegiatan untuk

memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal kualitas atau standar dapat tercermin

dalam hasil akhir. (Menurut Ahyari 1992:239), pengendalian kualitas merupakan

suatu aktivitas (manajemen perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan agar

kualitas produk dapat dipertahankan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang

telah di bikin oleh perusahaan.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa

pengendalian kualitas adalah suatu proses pengaturan bahan baku sampai menjadi

produk akhir dengan memeriksa dan membandingkan dengan standar yang telah

ditentukan. apabila terjadi penyimpang yang tidak standar kualitas, maka akan

dicatat dan dianalisa untuk menentukan di mana penyimpangan terjadi. serta

faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan tersebut.

merupakan sebuah lingkaran yang mulai Action (A) Plan (P)
merupakan
sebuah
lingkaran
yang
mulai
Action (A)
Plan (P)

Pengendalian

lingkaran yang mulai Action (A) Plan (P) Pengendalian Do (D) Pengendalian memiliki arti keseluruhan cara yang

Do (D)

Pengendalian memiliki arti keseluruhan cara yang kita gunakan untuk

menentukan dan mencapai standar. Kalau kita memutuskan untuk melakuan

sesuatu, kita mulai dengan sebuah rencana, kemudian bekerja menurut rencana

tersebut dan meninjau kembali hasilnya. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan

rencana, kita meninjau kembali prosedur kerjanya atau meninjau kembali rencana

itu tergantung pada mana yang cacat. Semua ini termasuk masalah pengendalian.

dan

berakhir

dengan perencanaan.

Check (C)

Gambar 2.1. Lingkaran Pengendalian

Sumber : Buddy Ibrahim, Total Quality Management, Djambatan, Jakarta, 1997.

Keterangan gambar :

Unsur-unsur lingkaran pengendalian adalah :

P

: Menetapkan sebuah atau standar untuk mencapai sasaran.

 

D

: Melaksanakan rencana atau pekerjaan

 

C

: Mengukur dan menganalisa hasilnya, yaitu pengecekan.

 

A

: Melakukan

perbaikan

yang

diperlukan

apabila

hasilnya

tidak

sebagaimana direncanakan semula.
sebagaimana direncanakan semula.

Maksud dan tujuan pengendalian kualitas

Keempat langkah tersebut merupakan proses pengendalian. Tidak ada

salah satu di antara langkah-langkah ini yang secara sendirian mewujudkan

pengendalian.

2.1.2

Maksud dan tujuan pengendalian kualitas adalah untuk spesifikasi produk

yang telah ditetapkan sebagai standar dan dapat terlihat pada produk akhir, yang

tujuannya agar barang atau produk hasil produksi sesuai dengan standar mutu

yang telah ditetapkan.

Tujuan pengendalian kualitas, yaitu :

1. Memperbaiki kualitas produk

2. Meminimum biaya produksi

3. Meningkatkan kemampuan kerja dan moral karyawan

4. Memenuhi target yang telah ditetapkan

5. Membina hubungan karyawan dan atasan, karyawan dengan karyawan

dimana semuanya merupakan kesatuan yang dengan satu tujuan.

2.2

Kualitas produk

2.2.1 Pengertian kualitas produk

Kualitas produk merupakan fokus utama dalam perusahaan, kualitas

merupakan salah satu kebijakan penting dalam meningkatkan daya saing produk

yang harus memberi kepuasan kepada konsumen yang melebihi atau paling tidak

sama dengan kualitas produk dari pesaing. Berikut ini definisi kualitas produk dari

para pakar utama.

(Menurut Crosby 1979), kualitas produk adalah produk yang sesuai

(Menurut Deming 1982), Kualitas produk adalah kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan harus apa yang
(Menurut
Deming
1982),
Kualitas
produk
adalah
kebutuhan
pasar
atau
konsumen.
Perusahaan
harus
apa
yang
dibutuhkan
konsumen.
Perusahaan
harus
apa
yang
dibutuhkan
konsumen
atas
suatu
produk
(Menurut
Felgenbaum
1991),
kualitas
produk
adalah

dengan yang disyaratkan atau distandarkan. Suatu produk memiliki kualitas

apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Menurut (Juran

1993) kualitas produk adalah kecocokan penggunaan produk untuk memenuhi

kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

kesesuaian

produk

dengan

benar-benar

benar-benar
benar-benar

benar-benar

yang

akan

keseluruhan

keseluruhan

memahami

memahami

dihasilkan.

karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture

dan maintenance, dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan

sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. suatu produk yang sesuai

dengan apa yang diharapkan konsumen. (Menurut Garvin 1988), kualitas produk

adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia atau

tenaga kerja, proses, serta lingkungan yang mematuhi atau melebihi harapan

pelanggan atau konsumen.

Dengan melihat definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa kualitas

produk adalah suatu usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, di

mana suatu produk tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar kualitas

yang telah ditentukan dan kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah karena

selera atau harapan konsumen pada suatu produk selalu berubah.

mengalami keragaman. Hal ini disebabkan mutu oleh beberapa faktor, di mana faktor-faktor ini Bahan baku
mengalami
keragaman.
Hal
ini
disebabkan
mutu
oleh
beberapa
faktor,
di
mana
faktor-faktor
ini
Bahan baku
baku
merupakan
salah
satu
faktor
yang
sangat

suatu

2.2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk

Dalam hal mutu suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan

produk

itu

akan

dapat

kadang

dipengaruhi

menentukan bahwa suatu produk dapat memenuhi standar yang telah ditentukan

atau tidak, faktor-faktor tersebut antara lain :

2.2.2.1

Bahan

penting

dan

akan

mempengaruhi terhadap mutu produk yang dihasilkan suatu perusahaan. Untuk itu

pengendalian mutu bahan baku menjadi hal yang sangat penting dalam hal bahan

baku, perusahaan harus memperhatikan beberapa hal antara lain: seleksi sumber dari

bahan baku, pemeriksaan dokumen pembelian, pemeriksaan penerimaan bahan baku,

serta

penyimpanan.

Hal-hal

tersebut

harus

dilakukan

dengan

baik

sehingga

kemungkinan bahan baku yang akan digunakan untuk proses produksi berkualitas

rendah dapat ditekan sekecil mungkin.

2.2.2.2 Manusia

Peranan manusia atau karyawan yang bertugas dalam perusahaan akan sangat

mempengaruhi secara langsung terhadap baik buruknya mutu dari produk yang

dihasilkan oleh suatu perusahaan. Maka aspek manusia perlu mendapat perhatian

yang cukup. Perhatian tersebut dengan mengadakan latihan-latihan, pemberian

motivasi, pemberian Jamsostek, kesejahteraan, dan lain-lain.

2.2.2.3 Manajemen

Tanggung jawab atas mutu produksi dalam perusahaan dibebankan kepada

beberapa kelompok yang biasa disebut dengan Function Group. Dalam hal ini

yang biasa disebut dengan Function Group . Dalam hal ini pimpinan harus melakukan koordinasi yang baik

pimpinan harus melakukan koordinasi yang baik antara function group dengan

bagian-bagian lainnya dalam perusahaan tersebut. Dengan adanya koordinasi

tersebut maka dapat tercapai suasana kerja yang baik dan harmonis, serta

menghindarkan adanya kekacauan dalam pekerjaan. Keadaan ini memungkinkan

perusahaan untuk mempertahankan mutu serta meningkatkan mutu dari produk

yang dihasilkan.

2.2.2.4 Uang

Perusahaan harus menyediakan uang yang cukup untuk mempertahankan atau

meningkatkan mutu produknya. Misalnya: untuk perawatan dan perbaikan mesin

atau peralatan produksi, perbaikan produk yang rusak, dan lain-lain.

2.2.2.5 Mesin dan peralatan

Mesin

serta

peralatan

yang

digunakan

dalam

proses

produksi

akan

mempengaruhi terhadap mutu produk yang dihasilkan perusahan. Peralatan yang

kurang

lengkap

serta

mesin

yang

sudah

kuno

dan

tidak

ekonomis

akan

menyebabkan rendahnya mutu dan produk yang dihasilkan, serta tingkat efisiensi

yang rendah. Akibatnya biaya produksi menjadi tinggi, sedangkan produk yang

dihasilkan kemungkinan tidak akan laku dipasarkan. Hal ini akan mengakibatkan

perusahaan tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis, yang

menggunakan mesin dan peralatan yang otomatis.

2.3 Pengendalian kualitas statistik

2.3.1 Pengertian pengendalian kualitas statistik

Pengendalian kualitas statistik adalah suatu sistem untuk menjaga standar

kualitas hasil produksi, pada tingkat biaya yang minimum dan merupakan suatu

pada tingkat biay a yang minimum dan merupakan suatu bantuan untuk mencapai efisiensi perusahaan. Pada dasarnya

bantuan untuk mencapai efisiensi perusahaan.

Pada dasarnya pengendalian kualitas statistik merupakan penggunaan

metode statistik untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam menentukan

dan mengawasi kualitas hasil produksi.

Dengan menggunakan sampel dan penatikan kesimpulan secara statistik,

maka pengendalian kualitas statistik dapat dipergunakan untuk menerima atau

menolak produk yang telah diproduksi atau dapat digunakan untuk mengawasi

proses dan sekaligus kualitas produk yang sedang dikerjakan.

Pengendalian kualitas statistik didasarkan atas sampel dan probabilitas,

yaitu pengambilan keputusan untuk keseluruhan atas dasar karakteristik dari suatu

sampel. Beberapa cara untuk mengamati hasil-hasil produksi untuk melihat sesuai

tidaknya produk dengan standar yang telah ditetapkan, sering kali diperlukan. Hal

ini sering dibutuhkan baik untuk barang-barang yang dihasilkan atau diproduksi

sendiri maupun yang dibeli.

2.3.2 Keuntungan metode statistik

Adapun keuntungan dari metode statistik dalam pengendalian kualitas,

yaitu :

1. Pengawasan tingkat kualitas

Dengan menggunakan batas toleransi dapat diamati variasi produk yang

masih dapat ditolerir, jika terlalu banyak produk yang jatuh di luar batas toleransi

berarti produk tidak memenuhi harapan. Jadi perusahaan dapat segera mengetahui

kualitas produknya dengan metode statistik.

2. Mengurangi pengerjaan ulang produk

3. Dengan dijalankannya metode statistik,

dalam suatu industri sering digunakan beberapa perlu penyetelan dan bahkan membutuhkan
dalam
suatu
industri
sering
digunakan
beberapa
perlu
penyetelan
dan
bahkan
membutuhkan

Di

maka dapat dicegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam proses

sebelum terjadi hal-hal yang serius, dan akan diperoleh kesesuaian yang lebih baik

antara kemampuan proses dengan spesifikasi, sehingga banyaknya barang-barang

yang mengalami pengerjaan ulang dapat dikurangi.

4.

Penggunaan alat produksi yang lebih efisien

mesin

untuk

memproduksi barang yang sejenis. Tentunya tiap mesin mempunyai karakteristik

sendiri,

Bilamana

perbaikan.

digunakan bagan kendali untuk setiap mesin maka akan diketahui kondisi tiap-tiap

mesin yang ada, apakah perlu segera penyetelan atau perlu dihentikan.

2.4 Pengertian Brix (kadar kemanisan):

Dalam industri gula dikenal istilah-istilah pol, Brix dan HK (hasil bagi

kemurnian). Istilah-istilah ini muncul dalam analisa gula, baik dari nira sampai

menjadi gula kristal. Nira tebu pada dasarnya terdiri dari dua zat yaitu zat padat

terlarut dan air. Zat padat yang terlarut ini terdiri dari dua zat lagi yaitu gula dan

bukan gula. Berikut skema bagian-bagian dari nira.

(Menurut Subagjo 2007), Brix adalah jumlah zat padat semua yang larut

(dalam gr) setiap 100 gr larutan. Jadi misalnya brix nira = 16, artinya bahwa dari

100 gram nira, 16 gram merupakan zat padat terlarut dan 84 gram adalah air.

Untuk

mengetahui

banyaknya

zat

padat

yang

terlarut

dalam

larutan

(brix)

diperlukan suatu alat ukur.

Standar pemakaian formulasi Brix (kadar kemanisan) dalam pembuatan

sebelumnya

Drink perusahaan memakai standar produk, yang
Drink
perusahaan
memakai
standar
produk,
yang

Dalam proses pembuatan Okky Koko Drink

Okky

Koko

dilakukan penelitian dan percobaan oleh pihak perusahaan .

2.4.1 Yang mempengaruhi pengukuran brix (kadar kemanisan)

ada beberapa hal yang

mempengaruhi pengukuran Brix (kadar kemanisan) yaitu:

1. pencampuran air yang melebihi batas yang telah ditentukan akan mengurangi

penurunan kadar kemanisan Brix.

2. pencampuran aroma dan rasa buah-buahan.

3. pencampuran nata de coco pada proses Filling-Sealing.

4. proses pemanasan pasteurisasi yang berlebihan.

2.4.2 Alat-alat pengukuran Brix (kadar kemanisan)

Dalam proses pembuatan Okky Koko Drink pengguna gula sangatlah

penting oleh karena itu dibutuhkan alat-alat untuk pengukuran tingkat kemanisan,

alat yang dipakai untuk pengkuran kemanisan adalah:

2.4.2.1 Alat ukur Brix Piknometer

Piknometer adalah suatu alat untuk menentukan berat jenis benda. Alat ini

terbuat dari gelas berbentuk seperti botol kecil, dilengkapi dengan tutup dengan

lubang kapiler. Alat ini mempunyai volume tertentu dan dibuat sedemikian

sehingga

pada

t 0

yang

sama

selalu

terukur

volume

yang

sama.

Dengan

menggunakan piknometer yang berisi air kemudian setelah itu piknometer diisi

larutan gula, dan setelah dikoreksi dengan temperature maka dapat dihitung berat

jenis larutan tersebut.

Alat ukur Refraktometer Refraktometer adalah alat optic sederhana yang
Alat ukur Refraktometer
Refraktometer
adalah
alat
optic
sederhana
yang

Gambar 2.2 Alat Pengukuran Brix (Kadar Kemanisan) Manual

2.4.2.2

mengukur

jumlah

cahaya yang dibiarkan dalam cairan dan untuk mengecek brix .

Gambar 2.3 Alat Pengukuran Brix (Kadar Kemanisan) Otomatis

2.4.3

Penentuan Brix dengan Hydrometer

Alat ini paling umum pemakainnya di pabrik, karena pemakaianya mudah

dan cepat terbuat dari bahan gelas, berbentuk silindres yang bagian bawahnya

berbentuk bola. Pada bagian atas meruncing dan terdapat skala yang menunjukan

derajat brix. Prinsip kerjanya adalah bahwa gaya keatas yang dialami oleh suatu

benda yang dicelupkan dalam cairan tergantung dari berat jenis cairan. Jadi

semakin kecil berat jenis maka hidrometer semakin tenggelam. Kemudian brix

akan ditunjukkan pada skala yang persis berada di permukaan cairan tersebut.

pada skala yang persis be rada di permukaan cairan tersebut. 2.4.4 Pengukuran Brix dengan indeks bias

2.4.4

Pengukuran Brix dengan indeks bias

Indeks bias suatu larutan gula atau nira mempunyai hubungan yang erat

dengan brix. Artinya bahwa jika indeks bias nira bisa diukur, maka brix nira dapat

dihitung berdasarkan indeks bias tersebut. Alat untuk mengukur brix dengan

indeks bias dinamanakan Refraktometer. Dengan menggunakan alat ini contoh

nira yang digunakan sedikit dan alatnya tidak mudah rusak.

2.5 Alat-alat yang diperlukan Bagi pengendalian kualitas

Dalam penelitian ini alat-alat pengendalian kualitas yang dipergunakan

adalah sebagai berikut :

2.5.1 Grafik Pengendalian

Grafik pengendalian merupakan salah satu alat pengendalian manajemen

yang terpenting dimana grafik ini menggambarkan dengan cara yang tepat apa

yang

dimaksudkan

dalam

pengendalian

kualitas

statistik,

memperlihatkan

kejadian

proses

bila

terjadi

penyimpangan.

yaitu

dapat

Penyimpangan

tersebut masih dalam batas toleransi atau tidak. Grafik pengendalian adalah alat

pengendalian kualitas proses yang digunakan untuk menyelidiki dengan cepat

terjadinya

sebab-sebab

terduga

atau

pergeseran

proses

sedemikian

dapat

dilakukan sebelum terlalu banyak unit yang tidak sesuai.

Macam-macam grafik pengendalian dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe

umum yaitu : (Montgomery, 1990:125)

1. Grafik pengendalian variabel

Dinamika grafik pengendalian variabel apabila karakteristik kualitas suatu

pengendalian variabel apabila karakteristik kualitas suatu produk dapat diukur dan dinyatakan da lam bilangan, yang

produk dapat diukur dan dinyatakan dalam bilangan, yang biasa disebut

variabel seperti pengukuran misalnya brix, ph, temperatur dan sebagainya.

2. Grafik pengendalian atribut

Dinamika grafik pengendalian atribut apabila karakteristik kualitas suatu

produk tidak dapat diukur dengan skala kuantitatif, tetapi dinilai tiap-tiap

produk sebagai sesuai atau tidak sesuai berdasarkan apakah produk tersebut

memiliki atau tidak memiliki sifat tertentu seperti pengukuran cacat atau tidak

cacat, nyala atau tidak, dan sebagainya.

Keuntungan-keuntungan mempergunakan bagan kendali adalah :

1)

Variasi produk dapat diperkecil.

2)

Besarnya variasi produksi dapat diramalkan.

3)

Memberikan dasar-dasar tindakan yang dapat dipercaya.

4)

Mengurangi biaya pengujian dan inspeksi.

5)

Membantu melokalisasikan kesalahan-kesalahan.

6)

Memberikan gambaran mutu dari produksi masa yang lalu dan yang sedang

dibuat, maupun peramalan untuk produksi yang akan dating.

(Menurut Gasperz 1998:107-108) menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap

grafik pengendalian memiliki :

1)

2)

Garis tengah (central line), yang biasa dinotasikan sebagai GT

Sepasang batas pengendali (control limits), dengan satu batas kendali

ditempatkan diatas garis tengah sebagai batas pengendali atas (upper

control limit) atau BKA, dan yang ditempatkan dibawah garis tengah

yang dikenal dengan batas pengendali bawah (lower control limit) atau

BKB. 3) Tebaran nilai-nilai karakteristik kualitas yang menggambarkan keadaan dari proses. BKA GT BKB X
BKB.
3)
Tebaran nilai-nilai karakteristik kualitas yang menggambarkan keadaan
dari proses.
BKA
GT
BKB
X
KUALITAS
SAMPLEL
keadaan dari proses. BKA GT BKB X KUALITAS SAMPLEL Jumlah pengambilan sampel Gambar 2.4 Bagan Peta

Jumlah pengambilan sampel

Gambar 2.4 Bagan Peta Pengendalian

Keterangan gambar 2.4

Bagan peta kendali X untuk pengukuran kadar kemanisan, terlihat

pada gambar 2.4 batas kendali atasnya 4,83 dan pada batas kendali

bawahnya 4,66 maka dinyatakan masih berada didalam batas kendali dan

dinyatakan kadar kemanisanya standar.

Grafik pengendalian kualitas ini dipakai untuk mengetahui batas-

batas pengendalian atas, dan batas-batas pengendalian bawah. agar tidak

dari batas yang telah distandarkan oleh perusahaan. penyimpang maka akan dicari titik permasalahanya,
dari
batas
yang
telah
distandarkan
oleh
perusahaan.
penyimpang
maka
akan
dicari
titik
permasalahanya,
perbaikan kualitas.
Check sheet
Penggunaan lembar periksa bertujuan untuk :

melewati batas kualitas yang telah ditentukan, serta tidak menyimpang

terjadi

apabila

dan

dilakukan

2.5.2

Lembar periksa adalah suatu formulir, item-item yang akan diperiksa telah

dicetak dalam formulir itu, dengan maksut agar data dapat dikumpulkan secara

mudah dan ringkas.

1)

Memudahkan

proses

pengumpulan

data

terutama

untuk

mengetahui

bagaimana suatu masalah sering terjadi. Tujuan utama dari lembar periksa

adalah membantu mentabulasikan banyaknya kejadian dari suatu masalah

tertentu atau penyebab tertentu.

 

2)

Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi. Dalam kaitan

ini lembar periksa akan membantu memilah-milah data kedalam kategori

yang berbeda seperti penyebab, masalah-masalah dan lain-lain.

3)

Menyusun data secara otomatis, sehinga dapat dipergunakan dengan mudah.

4) Memisahkan antara opini dan fakta. Kita sering berpikir bahwa kita sering

mengetahui sesuatu masalah atau sering menganggap bahwa suatu penyebab

itu merupakan hal yang penting. Dalam kaitan ini, lembar periksa akan

membantu membuktikan opini kita itu apakah benar atau salah.

2.5.3

Parameter PENGECEKAN PROSES MASAK JELLY Masak jelly Operator Item produk Batch / jt Shift /
Parameter
PENGECEKAN PROSES MASAK JELLY
Masak jelly
Operator
Item produk
Batch / jt
Shift /
Standar
qc
group
warna
Happy
JBC 4
1
1 ( Pagi)
100
%
rasa
Happy
JBC 4
2
1 ( Pagi)
100
%
aroma
Arie
JBC 4
3
1 ( Pagi)
100 %
Arie
JBC 4
4
1 ( Pagi)
brix
4,6-4,9
Total
4
1
10
1
Tabel 2.1 Kertas Periksa
Diagram Sebab-Akibat ( Fish Bone )

Diagram sebab-akibat, pada intinya digunakan untuk mencari penyebab

terjadinya persoalan serta apa akibatnya.

Pada

dasarnya

diagram

sebab-akibat

dapat

dipergunakan

untuk

kebutuhan-kebutuhan berikut ( Gasperz Vincent, 1998 ) :

1. Membantu mengidentifikasikan akar penyebab dari suatu masalah.

2. Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi masalah.

3. Membantu dalm menyelidiki atau pencarian fakta lebih lanjut.

Langkah-langkah dalam analisis sebab-akibat adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasikan permasalahan

Langkah ini dapat menggunakan hasil-hasil histogram data, bagan

kendali, diagram pareto, dan sebagainya.

2. Seleksi metode analisis

Metode analisis ini seringkali berupa sumbangan saran bersama tim

yang mewakili bagian produksi, rekayasa, pemeriksaan, dan sebagainya. 3. Gambarkan kotak masalah dan panah utama
yang
mewakili
bagian
produksi,
rekayasa,
pemeriksaan,
dan
sebagainya.
3. Gambarkan kotak masalah dan panah utama ( pusat ).
4. Spesifikasikan
kategori
utama
sumber-sumber
yang
mungkin
menyumbang terhadap masalah.
5. Analisis sebab-akibat dan ambil tindakan.
Tulang besar
Tulang besar
Tulang besar
Tulang sedang
Tulang sedang
Tulang kecil
Tulang
BRIX
belakang
Tulang besar
Tulang besar
Tulang besar

Gambar 2.5 Diagram Fish Bone

22

2.6 Grafik Pengendali x dan R

Dasar statistik grafik pengendali x dan R ( Montgomery, 1990 ) :

Misalnya karakteristik kualitas berdistribusi normal dengan mean μ dan

deviasi standar σ , dengan μ , dan σ keduanya diketahui. Jika x 1 , x 2 , x 3 ,…

n sampel berukuran n, maka rata-rata sampel adalah : x =

x

1

+ +

x

2

+

x n

n

, x

R = X − X maks min hubungan rentang suatu sampel dari distribusi W =
R
=
X
X
maks
min
hubungan
rentang
suatu
sampel
dari
distribusi
W = R σ

Jadi x akan digunakan sebagai garis tengah grafik x tersebut.

Untuk membuat batas kendali diperlukan suatu penaksir untuk deviasi

standar σ . Deviasi standar menaksir σ dari deviasi standar atau rentang m sampel

,

x n

tersebut. Kita memusatkan pada metode rentang ( R ), jika

x 1 , x 2 , x 3 ,…

sampel berukuran n, maka rentang sampel tersebut adalah selisih observasi yang

terbesar dan yang terkecil yaitu :

Terdapat

normal

dan

devisiasi standar. Variabel random

dinamakan relatif. Parameter

distribusi W adalah fungsi ukuran sampel n mean W adalah

d

2

, sehingga

penaksiran untuk σ adalah :

ˆ

σ =

d 2 , sehingga penaksiran untuk σ adalah : ˆ σ = d 2 Nilai d

d

2

Nilai

d

2

telah ditabelkan dengan berbagai

ukuran sampel

Misalnya

R , R , R ,

1

2

3

maka rata-ratanya adalah:

,

R

m

adalah rentang m sampel tersebut,

R =

R

1

R

+ +

2

+

R

m

m

23

Sehingga penaksir untuk σ dihitung sebagai

σˆ =

Sehingga penaksir untuk σ dihitung sebagai σ ˆ = R d 2 , oleh karena itu

R d

2 , oleh karena itu

jika x sebagai penaksir μ dan sebagai penaksir untuk σ maka batas-batas d R 2
jika x sebagai penaksir μ
dan
sebagai penaksir untuk σ maka batas-batas
d R
2
3
grafik x adalah : BKA =
X +
R
d
2
n
GT
=
X
3
BKB =
X −
R
d
2
n
3 A 2 = d 2 n BKA = X + A .R 2 GT
3
A 2 =
d
2
n
BKA = X
+ A .R
2
GT
=
A
BKB = X
− A .R
2
Untuk nilai
A
ditabelkan untuk berbagai ukuran sampel.
2
d
2 yaitu fungsi n yang diketahui sehingga :

Secara symbol

, sehingga rumus dapat ditulis menjadi :

Untuk membuat grafik pengendali R maka perlu ditentukan parameter- parameter grafik R, sedangkan batas-batas pengendali diperlukan taksiran untuk

σ

R

batas-bata s pengendali diperlukan taksiran untuk σ R dapat diperoleh dari distribusi rentang relatif random W

dapat diperoleh dari distribusi rentang relatif random W = R σ . Deviasi

standar W adalah

Sehingga rumus dapat ditulis menjadi :

BKA =

GT

=

BKB =

R.D

R

4

R.D

3

Dimana nilai

D dan

3

D

4

telah ditabelkan untuk berbagai ukuran sampel.

2.6.1 Manfaat dari peta kendali x dan R adalah :

24

Peta kendali x adalah suatu grafik yang menggambarkan nilai rata-rata x

suatu kelompok data ( sampel ) relatif terhadap batas kontrol atas dan batas

kontrol bawahnya. Salah satu kegunaannya adalah untuk memberikan informasi

atau mengendalikan apakah rata-rata proses produksi dalam keadaan terkendali

atau tidak.

Peta kendali R adalah suatu grafik yang menggambarkan letak nilai-nilai

rentang anggota kelompok data ( sampel ) relatif terhadap batas-batas kontrolnya.

Secara keseluruhan manfaat dari peta kendali x tersebut dibiarkan berjalan sendiri, dan kapan
Secara keseluruhan manfaat dari peta kendali
x
tersebut
dibiarkan
berjalan
sendiri,
dan
kapan

Salah satu kegunaannya adalah untuk mengetahui apakah pemencaran proses

dalam keadaan terkendali atau tidak.

dan R adalah untuk

membantu menentukan nilai-nilai data dari proses produksi dalam keadaan

terkendali atau tidak. Sehingga berdasarkan informasi dari peta kontrol tersebut

dapat diambil kesimpulan dan tindakan-tindakan apa yang harus diambil, kapan

proses

tindakan

mengambil

perbaikan untuk mengatasi gangguan tersebut.

Dalam menggunakan peta kendali x dan R, ada beberapa langkah yang

harus dilakukan yaitu :

1. Pengumpulan data.

2. Mengelompokkan data kedalam subgrup.

Data dikelompokkan kedalam suatu kelompok data. Pengelompokkan

tersebut memberikan kemungkinan bahwa anggota kelompok data

berasal dari kondisi teknis yang sama. Jumlah sampel dalam tiap

kelompok data ditentukan oleh ukuran kelompok data tersebut dan

dinyatakan dengan notasi N atau M.

25

3.

Mencatat data dalam lembar periksa.

4. Menghitung nilai rata-rata ( x ) subgrup.

Nilai rata-rata dihitung dengan tingkat ketelitian sampai satu desimal

lebih banyak dari data. Rumus yang digunakan adalah :

x =

x

1

+ +

x

2

+

x

n

n

5. Menghitung rentang

Rumus yang digunakan adalah : R = X − X maks min Menghitung rata-rata keseluruhan
Rumus yang digunakan adalah :
R
=
X
X
maks
min
Menghitung rata-rata keseluruhan ( x )
dengan jumlah subgrup. Adapun rumusnya adalah :
x
+
x
+
+
x
x =
1
2
m
Menghitung rata-rata rentang ( R )
m
R
+
R
+
+
R
dengan jumlah subgrup. Rumusnya adalah : R =
1
2
m
m

Rata-rata merupakan jumlah total rata-rata tiap subgrup yang dibagi

Seluruh nilai R dalam tiap kelompok data dijumlahkan lalu dibagi

6. Menentukan garis batas kendali.

Untuk menentukan batas kendali peta kendali

x dan R digunakan

rumus sebagai berikut : Batas kendali peta x : BKA = X

+ A .R

2

GT

=

X

BKB = X

A .R

2

26

1)

Batas kendali peta R

GT

=

BKB =

R

R.D

3

7. Menggambar peta kendali

Menggambarkan titik-titik x dan R untuk setiap subgrup pada garis

vertikal yang sama.

8. Revisi Terhadap Garis Pusat dan adanya sebab khusus yang ada dalam statistic juga dapat
8.
Revisi
Terhadap
Garis
Pusat
dan
adanya
sebab
khusus
yang
ada
dalam
statistic
juga
dapat
menunjukkan
ketidaksesuaian

Penyusunan

Pengendalian

Tulis informasi yang diperlukan untuk memudahkan pembacaan.

2.7

Batas-Batas

Peta pengendalian kualitas proses untuk data variabel dibuat untuk dapat

proses.

mengetahui

ketidaksesuaian

Biasanya, ketidaksesuaian tersebut ditunjukkan dengan adanya data yang berada

di luar batas pengendali statistic. Sementara kondisi yang berada dalam batas

tetapi

pengendali

proses,

disebabkan oleh sebab umum. Idealnya, baik data rata–rata proses maupun

keakurasian proses berada pada garis pusat (center line). Namun apabila kondisi

data berada di luar batas pengendali statistic sedangkan pebyebab ketidaksesuaian

dikarenakan oleh sebab umum, maka data tersebut dikatakan sebagai berada di

dalam.

27