Anda di halaman 1dari 12

Turbin Angin KELOMPOK 10

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia semakin lama semakin meningkat.
Krisis listrik ini sudah sejak lama menjadi persoalan dan telah dipredikasi oleh
banyak ahli energi di Indonesia sejak sepuluh tahun yang lalu. Kebutuhan energi ini
dapat meningkat secara eksponensial, baik ditinjau dari kapasitasnya, kualitasnya
maupun ditinjau dari tuntutan distribusinya.
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi yang paling
berkembang saat ini.Salah satunya adalah bentuk pemanfaatannya adalh dengan
menggunakan Turbin angin. Turbin angin pada awalnya dibuat untuk
mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi,
keperluan irigasi, dll.
Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum dapat
menyaingi pembangkit listrik konvensional,turbin angin masih terus dikembangkan
oleh para ilmuan karena dalam waktu dekat manusia pasti akan dihadapkan pada
masalah kekurangan sumber daya alam dari bahan yang tak terbarui yang bisa
menghasilkan sumber tenaga listrik.Salah satu sumber tak terbarui yang dapat
menghasilkan listrik adalah angin.

B. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih dalam
tentand Turbin Angin dan Cara Kerja Turbin Angin. dan untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh bapak Dosen mata kuliah Mesin Konversi Energi









Turbin Angin KELOMPOK 10

2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Kincir Angin
Sebetulnya, kincir angin yang pertama kali digunakan adalah di Persia pada abad 5.
Kemudian kincir angin tersebut menyebar ke seluruh Eropa. Di Belanda sendiri, kincir angin
digunakan pertama kali sekitar abad 13. Pada saat itu, masih banyak lokasi di Belanda yang
masih berada di bawah air.
Dengan menggunakan kincir air yang ada di dalam bangunan kincir angin tersebut, air yang
ada di tanah Belanda dialihkan, disalurkan dan dibendung sehingga kita bisa melihat saat ini
tidak banyak air di sini. Selanjutnya, tanah yang masih sedikit basah dikeringkan dengan kincir
angin. Dengan adanya perkembangan teknologi dan arsitektur, penggunaan kincir angin pun juga
berkembang. Sekitar abad 17, banyak terjadi revolusi di negara-negara Eropa. Karena faktor
tersebut, masyarakat di Belanda menggunakan kincir angin untuk kepentingan lain. Tidak hanya
digunakan sebagai alat untuk mengalihkan dan membendung air, kincir angin juga dipergunakan
sebagai salah satu sarana pembantu dalam bidang pertanian dan industri. Kincir angin memang
memegang peran penting dalam berbagai bidang di negara ini.

B. Pengertian Angin dan Turbin
Angin adalah udara (yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena
adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara
tinggi ke bertekanan udara rendah.
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan
sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara
dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi
lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran
naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.
Sedangkan Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida.
Dimana fluida itu sendiri adalah suatu bagian dari fase benda, termasuk cairan, gas, plasma, dan
padat plastik yang dapat mengalir.
Jadi Turbin angin mengambil energi angin dengan menurunkan kecepatannya. Untuk bisa
mencapai 100% efisien, maka sebuah turbin angin harus menahan 100% kecepatan angin yang
ada, dan rotor harus terbuat dari piringan solid dan tidak berputar sama sekali, yang artinya tidak
ada energi kinetik yang akan dikonversi.
Energi angin bisa ditangkap dengan dua atau tiga buah bilah sudu yang didesain seperti
sayap pesawat terbang. Untuk mendapatkan kecepatan angin yang cukup tinggi, konstan, dan
tidak terlalu banyak turbulensi biasanya turbin angin dipasang di atas sebuah menara pada
ketinggian 30 meter atau lebih.
Turbin Angin KELOMPOK 10

3

Bila sudu yang digunakan berfungsi seperti sayap pesawat udara. Ketika angin bertiup
melalui bilah tersebut, maka akan timbul udara bertekanan rendah di bagian bawah dari sudu,
Tekanan udara yang rendah akan menarik sudu bergerak ke area tersebut. Gaya yang
ditimbulkan dinamakan gaya angkat. Besarnya gaya angkat biasanya lebih kuat dari tekanan
pada sisi depan bilah, atau yang biasa disebut tarik. Kombinasi antara gaya angkat dan tarik
menyebabkan rotor berputar seperti propeler dan memutar generator. Turbin angin bisa
digunakan secara stand-alone, atau bisa dihubungkan ke jaringan transmisi atau bisa
dikombinasikan dengan sistem panel surya.
Untuk perusahaan listrik, sejumlah besar turbin angin dibangun berdekatan untuk
membentuk pembangkit listrik tenaga angin. Secara teori, efisiensi maksimum yang bisa dicapai
setiap desain turbin angin adalah 59%, artinya energi angin yang bisa diserap hanyalah 59%. Jika
faktor-faktor seperti kekuatan dan durabilitas diperhitungkan, maka efisiensi sebenarnya hanya
35 - 45%, bahkan untuk desain terbaik. Terlebih lagi jika ditambah inefisiensi sistem wind turbin
lengkap, termasuk generator, bearing, transmisi daya dan sebagainya, hanya 10-30% energi
angin yang bisa dikonversikan ke listrik. Contoh turbin yang paling gampang adalah kincir
angin, kincir air atau roda air. Dari penjelasan diatas sudah jelas sekali. kalau yang
menggerakkan turbin adalah fluida. seperti air dan angin. dimana energi yang diperoleh ini
digunakan untukk berputarnya rotor atau "shaft".

C. Jenis - Jenis Turbin Angin

1. Turbin angin sumbu horizontal

Gambar: Turbin angin megawatt pertama di dunia berada di Castleton, Vermont

Turbin angin sumbu horizontal (TASH) memiliki poros rotor utama dan generator listrik
di puncak menara. Turbin berukuran kecil diarahkan oleh sebuah baling-baling angin (baling-
baling cuaca) yang sederhana, sedangkan turbin berukuran besar pada umumnya menggunakan
sebuah sensor angin yang digandengkan ke sebuah servo motor. Sebagian besar memiliki sebuah
gearbox yang mengubah perputaran kincir yang pelan menjadi lebih cepat berputar.


Turbin Angin KELOMPOK 10

4

Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi di belakangnya, turbin biasanya
diarahkan melawan arah anginnya menara. Bilah-bilah turbin dibuat kaku agar mereka tidak
terdorong menuju menara oleh angin berkecepatan tinggi. Sebagai tambahan, bilah-bilah itu
diletakkan di depan menara pada jarak tertentu dan sedikit dimiringkan.
Karena turbulensi menyebabkan kerusakan struktur menara, dan realibilitas begitu
penting, sebagian besar TASH merupakan mesin upwind (melawan arah angin). Meski memiliki
permasalahan turbulensi, mesin downwind (menurut jurusan angin) dibuat karena tidak
memerlukan mekanisme tambahan agar mereka tetap sejalan dengan angin, dan karena di saat
angin berhembus sangat kencang, bilah-bilahnya bisa ditekuk sehingga mengurangi wilayah
tiupan mereka dan dengan demikian juga mengurangi resintensi angin dari bilah-bilah itu.

Kelebihan TASH:
Dasar menara yang tinggi membolehkan akses ke angin yang lebih kuat di tempat-tempat
yang memiliki geseran angin (perbedaan antara laju dan arah angin antara dua titik yang
jaraknya relatif dekat di dalam atmosfer bumi. Di sejumlah lokasi geseran angin, setiap
sepuluh meter ke atas, kecepatan angin meningkat sebesar 20%.

Kelemahan TASH:
Menara yang tinggi serta bilah yang panjangnya bisa mencapai 90 meter sulit diangkut.
Diperkirakan besar biaya transportasi bisa mencapai 20% dari seluruh biaya peralatan
turbin angin.
TASH yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat tinggi dan
mahal serta para operator yang terampil.
Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga bilah-bilah yang berat,
gearbox, dan generator.
TASH yang tinggi bisa memengaruhi radar airport.
Berbagai varian downwind menderita kerusakan struktur yang disebabkan oleh
turbulensi.
TASH membutuhkan mekanisme kontrol yaw tambahan untuk membelokkan kincir ke
arah angin.










Turbin Angin KELOMPOK 10

5

2. Turbin Angin Sumbu Vertikal

Gambar: Turbin angin Darrieus 30 m di Kepulauan Magdalen
Turbin angin sumbu vertikal/tegak (atau TASV) memiliki poros/sumbu rotor utama yang
disusun tegak lurus. Kelebihan utama susunan ini adalah turbin tidak harus diarahkan ke angin
agar menjadi efektif. Kelebihan ini sangat berguna di tempat-tempat yang arah anginnya sangat
bervariasi. VAWT mampu mendayagunakan angin dari berbagai arah.
Dengan sumbu yang vertikal, generator serta gearbox bisa ditempatkan di dekat tanah,
jadi menara tidak perlu menyokongnya dan lebih mudah diakses untuk keperluan perawatan.
Tapi ini menyebabkan sejumlah desain menghasilkan tenaga putaran yang berdenyut. Drag
(gaya yang menahan pergerakan sebuah benda padat melalui fluida (zat cair atau gas) bisa saja
tercipta saat kincir berputar.
Karena sulit dipasang di atas menara, turbin sumbu tegak sering dipasang lebih dekat ke
dasar tempat ia diletakkan, seperti tanah atau puncak atap sebuah bangunan. Kecepatan angin
lebih pelan pada ketinggian yang rendah, sehingga yang tersedia adalah energi angin yang
sedikit. Aliran udara di dekat tanah dan obyek yang lain mampu menciptakan aliran yang
bergolak, yang bisa menyebabkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan getaran,
diantaranya kebisingan dan bearing wear yang akan meningkatkan biaya pemeliharaan atau
mempersingkat umur turbin angin. Jika tinggi puncak atap yang dipasangi menara turbin kira-
kira 50% dari tinggi bangunan, ini merupakan titik optimal bagi energi angin yang maksimal dan
turbulensi angin yang minimal.

Kelebihan TASV:
Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.
Karena bilah-bilah rotornya vertikal, tidak dibutuhkan mekanisme yaw.
Sebuah TASV bisa diletakkan lebih dekat ke tanah, membuat pemeliharaan bagian-
bagiannya yang bergerak jadi lebih mudah.
TASV memiliki sudut airfoil (bentuk bilah sebuah baling-baling yang terlihat secara
melintang) yang lebih tinggi, memberikan keaerodinamisan yang tinggi sembari
mengurangi drag pada tekanan yang rendah dan tinggi.
Turbin Angin KELOMPOK 10

6

Desain TASV berbilah lurus dengan potongan melintang berbentuk kotak atau empat
persegi panjang memiliki wilayah tiupan yang lebih besar untuk diameter tertentu
daripada wilayah tiupan berbentuk lingkarannya TASH.
TASV memiliki kecepatan awal angin yang lebih rendah daripada TASH. Biasanya
TASV mulai menghasilkan listrik pada 10km/jam (6 m.p.h.)
TASV biasanya memiliki tip speed ratio (perbandingan antara kecepatan putaran dari
ujung sebuah bilah dengan laju sebenarnya angin) yang lebih rendah sehingga lebih kecil
kemungkinannya rusak di saat angin berhembus sangat kencang.
TASV bisa didirikan pada lokasi-lokasi dimana struktur yang lebih tinggi dilarang
dibangun.
TASV yang ditempatkan di dekat tanah bisa mengambil keuntungan dari berbagai lokasi
yang menyalurkan angin serta meningkatkan laju angin (seperti gunung atau bukit yang
puncaknya datar dan puncak bukit),
TASV tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah.
Kincir pada TASV mudah dilihat dan dihindari burung.

Kekurangan TASV
Kebanyakan TASV memproduksi energi hanya 50% dari efisiensi TASH karena drag
tambahan yang dimilikinya saat kincir berputar.
TASV tidak mengambil keuntungan dari angin yang melaju lebih kencang di elevasi
yang lebih tinggi.
Kebanyakan TASV mempunyai torsi awal yang rendah, dan membutuhkan energi untuk
mulai berputar.
Sebuah TASV yang menggunakan kabel untuk menyanggahnya memberi tekanan pada
bantalan dasar karena semua berat rotor dibebankan pada bantalan. Kabel yang dikaitkan
ke puncak bantalan meningkatkan daya dorong ke bawah saat angin bertiup.













Turbin Angin KELOMPOK 10

7

D. Bagian-bagian Turbin Angin
Berikut dibawah ini akan dijelaskan mengenai bagian bagian penyusun dari
turbin angin :

Gambar Turbin Angin
1. Anemometer: Mengukur kecepatan angin dan mengirim data angin ke Alat Pengontrol.
2. Blades (Bilah Kipas): Kebanyakan turbin angin mempunyai 2 atau 3 bilah kipas. Angin yang
menghembus menyebabkan turbin tersebut berputar.
3. Brake (Rem): Suatu rem cakram yang dapat digerakkan secara mekanis dengan bantuan
tenaga listrik atau hidrolik untuk menghentikan rotor atau saat keadaan darurat.
4. Controller (Alat Pengontrol): Alat Pengontrol ini men-start turbin pada kecepatan angin
kira-kira 12-25 km/jam, dan kemudian mematikannya pada kecepatan 90 km/jam. Turbin tidak
beroperasi di atas 90 km/jam. Hal ini dikarenakan tiupan angin yang terlalu kencang dapat
merusakkannya.
5. Gear box (Roda Gigi): Roda gigi menaikkan putaran dari 30-60 rpm menjadi sekitar 1000-
1800 rpm. Ini merupakan tingkat putaran standar yang disyaratkan untuk memutar generator
listrik.
6. Generator: Generator pembangkit listrik, biasanya sekarang disebut alternator arus bolak-
balik.
7. High-speed shaft (Poros Putaran Tinggi): Berfungsi untuk menggerakkan generator.
8. Low-speed shaft (Poros Putaran Rendah): Poros turbin yang berputar kira-kira 30-60 rpm.
9. Nacelle (Rumah Mesin): Rumah mesin ini terletak di atas menara . Di dalamnya berisi
gearbox, poros putaran tinggi / rendah, generator, alat pengontrol, dan alat pengereman.
10. Pitch (Sudut Bilah Kipas): Bilah kipas dapat diatur sudutnya sesuai dengan kecepatan rotor
yang dikehendaki. Tergantung kondisi angin yang terlalu rendah atau terlalu kencang.
11. Rotor: Bilah kipas bersama porosnya dinamakan rotor.
12. Tower (Menara): Menara bisa dibuat dari pipa baja, beton, ataupun rangka besi. Karena
kencangnya angin bertambah dengan seiring dengan bertambahnya ketinggian, maka makin
tinggi menara makin besar tenaga angin yang didapat.
Turbin Angin KELOMPOK 10

8

13. Wind direction (Arah Angin): Adalah turbin yang menghadap angin. Desain turbin lain ada
yang mendapat hembusan angin dari belakang.
14. Wind vane (Tebeng Angin): Mengukur arah angin, berhubungan dengan penggerak arah
yang memutar arah turbin disesuaikan dengan arah angin.
15. Yaw drive (Penggerak Arah): Penggerak arah memutar turbin ke arah angin untuk desain
turbin yang menghadap angin. Untuk desain turbin yang mendapat hembusan angin dari
belakang tak memerlukan alat ini.
16. Yaw motor (Motor Penggerak Arah): Motor listrik yang menggerakkan Yaw drive.

E. Karakteristik Daya Turbin
Di dalam teori turbin angin terdapat karakteristik menyangkut nilai daya atau energi pada
kecepatan kecepatan tertentu. Karakteristik daya turbin angin ini dinyatakan melalui lima
parameter kecepatan operasional berikut :
1. Kecepatan Cut-In
Merupakan kecepatan angun minimal yang diperlukan agar sebuah turbin menghasilkan
listrik. Nilai kecepatan ini berkisar antara 2.0 5.0 m/s.
2. Kecepatan Asut (Start Speed)
Kecepatan angin minimal yang diperlukan agar sebuah turbin mulai berputar dalam skala
keperluan yang rendah.
3. Kecepatan Rencana (Roted Speed)
Kecepatan angin yang diperlukan agar sebuah turbin angin mencapai daya rencana
(umumnya disebut daya nominal). Mulai pada kecepatan ini daya yang dihasilkan pada berbagai
kecepatan sebelum mencapai Cut-In, adalah konstan. Kecepatan rencana sebuah turbin adalah
kecepatan angin dimana turbin tersebut menghasilkan daya terpasang, yakni yang tertulis pada
data teknis. Nilai ini bervariasi antara 9.0 15 m/s
4. Kecepatan Cut-out
Kecepatan angin yang mengakibatkan turbin angin berhenti menghasilkan daya dan ini
biasanya dihasilkan oleh pengontrolan terhadap turbin angin tersebut.
5. Kecepatan Maksimum
Kecepatan angin dimana sebuah turbin angin mampu menahan beban aerodinamis agar
turbin itu tidak rusak. Dengan kata lain dapat meminimalisir kerugian yang mungkin akan
terjadi.
Penentuan ketinggian dari turbin angin dilakukan dengan menganalisa data turbulensi
angin dan kekuatan angin. Derau aerodinamis merupakan fungsi dari banyak faktor seperti
desain sudu, kecepatan perputaran, kecepatan angin, turbulensi aliran masuk. Derau aerodinamis
merupakan masalah lingkungan, oleh karena itu kecepatan perputaran rotor perlu dibatasi di
bawah 70m/s. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa penggunaan skala besar dari pembangkit
listrik tenaga angin dapat merubah iklim lokal maupun global karena menggunakan energi
kinetik angin dan mengubah turbulensi udara pada daerah atmosfir.


Turbin Angin KELOMPOK 10

9



F. Komponen Turbin Angin Sebagai Penghasil daya listrik
Komponen-komponen dasar yang di gunakan pada Pembangkit listrik tenaga angin antara lain:
1. Turbin Angin
2. Gearbox
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran
tinggi.
3. Brake System
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada
titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator
memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan
energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan.
Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros
generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak
dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat
pada generator putus, karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.

4. Generator
Generator adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin
angin. Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya
dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya,
(mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan
material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros 5 terdapat stator yang
bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros
generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya
karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu.
Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik
untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan
oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang
kurang lebih sinusoidal.

5. Penyimpan energi
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin
akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu
digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika
beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu
daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat
terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika
terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya
Turbin Angin KELOMPOK 10

10

pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan
alat penyimpan energi.
Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi
listrik adalah aki mobil. Aki mobil memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup
besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih)
selama 0.5 jam pada daya 780 watt. Kendala dalam menggunakan alat ini adalah alat ini
memerlukan catu daya DC (Direct Current) untuk meng-charge/mengisi energi,
sedangkan dari generator dihasilkan catu daya AC (Alternating Current).

6. Rectifier-inverter
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal
(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik.
Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan
oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga
menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC
yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah
tangga.

G. Cara Kerja Kincir Angin Sebagai Pembangkit Listrik
1. Angin akan meniup bilah kincir angin sehingga bilah bergerak bilah kincir angin akan
memutar poros didalam nacelle
2. Poros dihubungkan ke gearbox, di gearbox kecepatan perputaran poros ditingkatakan
dengan cara mengatur perbandingan roda gigi dalam gearbox
3. Gearbox dihubungkan ke generator. generator merubah energi mekanik menjadi energi
listrik
4. Dari generator energi listrik menuju transformer untuk menaikan tegangannya kemudian
baru didistribusikan ke konsumen












Turbin Angin KELOMPOK 10

11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida.
Dimana fluida itu sendiri adalah suatu bagian dari fase benda, termasuk cairan, gas,
plasma, dan padat plastik yang dapat mengalir.
Turbin angin yang pertama kali digunakan adalah di Persia pada abad 5.
Kemudian kincir angin tersebut menyebar ke seluruh Eropa.
Jenis - Jenis Turbin Angin terdiri dari 2 yaitu:
1. Turbin angin sumbu horizontal
2. Turbin angin sumbuu vertikal

Sedangkan bagian- bagian Turbin angin terdiri dari:
1. Anemometer
2. Blades (Bilah Kipas)
3. Brake (Rem)
4. Controller (Alat Pengontrol)
5. Gear box (Roda Gigi)
6. Generator
7. High-speed shaft (Poros Putaran Tinggi)
8. Low-speed shaft (Poros Putaran Rendah)
9. Nacelle (Rumah Mesin)
10. Pitch (Sudut Bilah Kipas)
11. Rotor
12. Tower (Menara)
13. Wind direction (Arah Angin)
14. Wind vane (Tebeng Angin)
B. Saran
Penulis sadar pada penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan Penulis
memohon kepada pembaca agar memaafkan kekurangan yang ada pada makalah
ini.Penulis berharap kepada pembaca agar memberikan saran untuk kelengkapan makalah
ini selanjutnya.





Turbin Angin KELOMPOK 10

12

DAFTAR PUSTAKA

http://ml.scribd.com/pdf/115187052-Laporan-Kincir-Angin_3
http://ml.scribd.com/pdf/141629560-PLT-Angin
http://ml.scribd.com/doc/konversi energi Angin
http://ml.scribd.com/pdf/bab6_energi_angin