Anda di halaman 1dari 3

WILLIAM FLEXION EXERCISE

Label: WILLIAM FLEXION EXERCISE



William Flexion Exercise adalah salah satu bentuk latihan yang bertujuan mengurangi nyeri
punggung bawah. Caranya adalah dengan menguatkan ( strengthening ) otot-otot abdomen dan
gluteus maksimus, serta mengulur ( stretching ) otot-otot ekstensor punggung. Bentuk latihannya
berupa fleksi lumbosakral. Untuk dapat diaplikasikan dengan tepat, maka syaratnya adalah : (1)
latihan setiap hari dan (2) tidak melebihi batas nyeri.

Bentuk gerakan intinya adalah :
1. Pasien tidur terlentang di tempat tidur atau di lantai dengan matras, sebaiknya alas yang
dipakai agak keras. Terapis meltakkan tangannya di bawah lumbal. Pasien diminta untuk
menekan tangan terapis tersebut dengan mengkontraksikan otot abdomen.

2. Posisi dan gerakan masih sama seperti yang pertama, hanya saja pasien diminta untuk
mengangkat kepalanya ( melihat kakinya sendiri ).

3. Posisi masih tidur terlentang. Minta pasien untuk mengangkat kepala dan menekuk salah
satu tungkainya ke arah dada dan dipegangi sendiri dengan kedua tangannya.
Menekuknya tungkai pasien ke dada harus dengan kontraksi otot abdomen, bukan karena
ditarik tangan pasien.
4. Masih sama dengan gerakan ke-3, hanya saja kali ini dengan kedua tungkai ditekuk ke
arah dada bersamaan.
5. Posisi pasien seperti akan melakukan start lari. Di mana dada didekatkan ke paha dengan
mengkontraksikan otot abdomen.
6. Pasien berdiri tegak dengan bersandar pada dinding, di mana salah satu tungkai lebih ke
depan dan salah satu lagi di belakang. Minta pasien untuk berjalan, setiap kali melangkah
berat badan dipusatkan pada kaki yang di depan.


Read more: http://www.artikel.indonesianrehabequipment.com/2012/01/william-flexion-
exercise.html#ixzz31afos5ct




William Fleksion Exercise adalah adalah suatu latihan yang ditujukan pada otot fleksor
lumbosacral spine khususnya m. abdominalis dan gluteus maksimus.
Tujuan
Menurunkan nyeri dengan cara meningkatkan kekuatan otot abdominal dan lumbosacral serta
mengulur back ekstensor.
Petunjuk
Latihan inin harus dilakukan setiap hari dan dihentikan atau tidak boleh dilakukan saat timbul
rasa nyeri.
Pelaksanaan
1. Pasien rileks dan comfortable
2. Posisi awal
Pasien tidur terlentang dengan lutut bengkok dan kaki dirapatkan di bed. Lalu kontraksikan otot
punggung dengan menekan bed selama 5 detik, kemudian rileks.
Ini diulang selama 10 kali latihan. tempatkan tangan di bawah punggung untuk memastikan
punggung pasien datar.
3. Posisi sama dengan latihan pertama, dengan kedua lengan menyilang di dada dan kepala
penderita sentuhkan ke dada, angkat hingga bahu meninggalkan bed dan kontraksikan otot perut
selama 6 detik atau 6 kali hitungan, lalu rileks. Lakukan latihan sebanyak 10 kali dalam setiap
kali pengobatan.
4. Posisi sama dengan no.3, dilakukan dengan mengangkat kedua tungkai dalam posisi lutut
bengkok dengan mengangkat kepala dan bahu selama 10 kali setiap 5 detik. Yang penting
diperhatikan latihan ketiga dan keempat ini ialah membawa lutut kearah dagu sekuat mungkin
sebelum dibantu dengan kedua tangan penderita sampai menyentuh dada.
5. Posisi pasien tidur tengkurap dengan kedua lengan menyangga badan, lalu tarik satu tungkai
ke depan dengan fleksi lutut dan hip dan tekan ke bawah, dilakukan 10 kali secara bergantian
antara satu tungkai dengan tungkai lainnya.
6. Posisi berdiri/bersandar di tembok badan rapat dengan jarak tumit dari dinding 4-6 inci,
kemudian pasien menggeser tungkainya ke depan dengan belakang tetap menempel di tembok
dan posisi ini dipertahankan selama 10 detik dan dilakukan secara berulang dan ditingkatkan.