Anda di halaman 1dari 1114

LO-RUPTL Awal ok.

indd i 13/03/2013 15:28:04


LO-RUPTL Awal ok.indd ii 13/03/2013 15:28:37
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
iii
LO-RUPTL Awal ok.indd iii 13/03/2013 15:28:37
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
iv
LO-RUPTL Awal ok.indd iv 13/03/2013 15:28:38
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
v
LO-RUPTL Awal ok.indd v 13/03/2013 15:28:39
LO-RUPTL Awal ok.indd vi 13/03/2013 15:28:40
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
vii
LO-RUPTL Awal ok.indd vii 13/03/2013 15:28:40
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
viii
LO-RUPTL Awal ok.indd viii 13/03/2013 15:28:41
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
ix
KATA PENGANTAR
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2012-2021 ini disusun untuk memenuhi amanat
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik yang
menyatakan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dilaksanakan sesuai dengan
Rencana Umum Ketenagalistrikan dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
RUPTL ini memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Nomor 2682.K/21/MEM/2008 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 20082027 dan
draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 20122031 yang telah disusun oleh Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral.
RUPTL ini disusun untuk menjadi pedoman pengembangan sarana ketenagalistrikan di seluruh Indonesia
bagi PT PLN (Persero) pada kurun waktu 2012 2021, yang akan digunakan dalam penyusunan rencana
jangka panjang perusahaan dan penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan tahunan.
Sejalan dengan perkembangan dan perubahan kondisi industri kelistrikan di Indonesia, RUPTL ini akan
dievaluasi secara berkala dan diubah seperlunya agar rencana pengembangan sistem kelistrikan lebih
sesuai dengan kondisi terkini.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kontribusi semua pihak sehingga RUPTL
ini dapat diselesaikan.
Jakarta, Desember 2012
DIREKTUR UTAMA
NUR PAMUDJI
LO-RUPTL Awal ok.indd ix 13/03/2013 15:28:42
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
x
KEPUTUSAN MENTERI ESDM iii
KEPUTUSAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) vii
KATA PENGANTAR ix
DAFTAR ISI x
DAFTAR GAMBAR xiii
DAFTAR TABEL xiv
DAFTAR LAMPIRAN xvi
SINGKATAN DAN KOSAKATA xix
BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 2
1.2. Landasan Hukum 3
1.3. Visi dan Misi Perusahaan 3
1.4. Tujuan dan Sasaran Penyusunan RUPTL 3
1.5. Proses Penyusunan RUPTL dan Penanggungjawabnya 4
1.6. Ruang Lingkup dan Wilayah Usaha 6
1.7. Sistematika Dokumen RUPTL 7
BAB 2 KEBIJAKAN UMUM PENGEMBANGAN SARANA 9
2.1. Kebijakan Pelayanan Penyediaan Tenaga Listrik untuk Melayani
Pertumbuhan Kebutuhan Tenaga Listrik 10
2.2. Kebijakan Pengembangan Kapasitas Pembangkit 10
2.3. Kebijakan Pengembangan Transmisi 13
2.4. Kebijakan Pengembangan Distribusi 14
2.5. Kebijakan Pengembangan Listrik Perdesaan 14
2.6. Kebijakan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan 15
2.7. Kebijakan Mitigasi Perubahan Iklim .16
BAB 3 KONDISI KELISTRIKAN SAAT INI 17
3.1. Penjualan Tenaga Listrik 18
3.1.1. Jumlah Pelanggan 19
3.1.2. Rasio Elektrifikasi 19
3.1.3. Pertumbuhan Beban Puncak 19
3.2. Kondisi Sistem Pembangkitan 20
3.2.1. Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur 20
3.2.2. Wilayah Operasi Jawa-Bali 22
3.3. Kondisi Sistem Transmisi 22
3.3.1. Sistem Transmisi Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Timur 22
3.3.2. Sistem Transmisi Jawa-Bali 23
3.4. Kondisi Sistem Distribusi 24
3.4.1. Susut Jaringan Distribusi 24
3.4.2. Keandalan Pasokan 24
3.5. Masalah-Masalah yang Mendesak 24
3.5.1. Upaya Penanggulangan Jangka Pendek 25
D a f t a r I si
LO-RUPTL Awal ok.indd x 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xi
3.5.2. Masalah Mendesak Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur 26
3.5.3. Masalah Mendesak Sistem JawaBali 27
BAB IV KETERSEDIAAN ENERGI PRIMER 29
4.1. Batubara 30
4.2. Gas Alam 30
4.2.1 LNG (Liquified Natural Gas) dan Mini-LNG 33
4.2.2 CNG (Compressed Natural Gas) 33
4.2.3. Coal Bed Methane (CBM) 34
4.3. Panas Bumi 34
4.4. Tenaga Air 34
4.5. Energi Baru dan Terbarukan Lainnya 36
4.6. Nuklir 37
BAB 5 RENCANA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK 20122021 39
5.1. Kriteria Perencanaan 40
5.1.1. Perencanaan Pembangkit 40
5.1.2. Perencanaan Transmisi 41
5.1.3. Perencanaan Distribusi 42
5.2. Asumsi dalam Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik 43
5.2.1. Pertumbuhan Ekonomi 44
5.2.2. Pertumbuhan Penduduk 45
5.3. Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik 2012-2021 45
5.4. Rencana Pengembangan Pembangkit 48
5.4.1. Kategorisasi Kandidat Pembangkit 48
5.4.2. Program Percepatan Pembangkit Berbahan Bakar Batubara
(Perpres No. 71/2006 jo Perpres No. 59/2009) 49
5.4.3. Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tahap 2 50
5.4.4. Program Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS)
berdasarkan Perpres No. 67/2005 jo PerPres No. 13/2010 51
5.4.5. Rencana Pengembangan PLTU Batubara Mulut Tambang 51
5.4.6. Rencana Penambahan Kapasitas (Gabungan Indonesia) 52
5.4.7. Penambahan Kapasitas Pembangkit Pada Wilayah Operasi Indonesia Barat
dan Indonesia Timur 53
5.4.8. Penambahan Kapasitas Pada Sistem Jawa-Bali 55
5.4.9. Partisipasi Listrik Swasta 59
5.5. Proyeksi Neraca Energi dan Kebutuhan Bahan Bakar 63
5.5.1. Sasaran Fuel Mix Indonesia 63
5.5.2. Sasaran Fuel Mix Jawa-Bali 64
5.5.3. Sasaran Fuel Mix Indonesia Barat 66
5.5.4. Sasaran Fuel Mix Indonesia Timur 67
5.6. Proyeksi Emisi CO
2
68
5.7. Proyek Pendanaan Karbon 71
5.8. Pengembangan Sistem Penyaluran dan Gardu Induk 71
5.8.1. Pengembangan Sistem Penyaluran Wilayah Operasi Indonesia Barat 72
5.8.2. Pengembangan Sistem Penyaluran Wilayah Operasi Indonesia Timur 74
5.8.3. Pengembangan Sistem Penyaluran Sistem Jawa-Bali 75
5.9. Pengembangan Sistem Distribusi 76
5.9.1. Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur 76
5.9.2. Sistem Jawa-Bali 77
5.10. Pengembangan Listrik Perdesaan 78
5.11. Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan 79
5.12. Proyek PLTU Skala Kecil Tersebar 80
LO-RUPTL Awal ok.indd xi 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xii
BAB 6 KEBUTUHAN DANA INVESTASI 83
6.1. Proyeksi Kebutuhan Investasi Indonesia 84
6.2. Proyeksi Kebutuhan Investasi Jawa-Bali 85
6.3. Proyeksi Kebutuhan Investasi Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur 86
6.4. Kebutuhan Investasi Kelistrikan PLN dan IPP 87
6.5. Sumber Pendanaan dan Kemampuan Keuangan PLN 88
BAB 7 ANALISIS RISIKO RUPTL 2012-2021 91
7.1. Identikasi Risiko 92
7.2. Pemetaan Risiko 93
7.3. Program Mitigasi Risiko 94
BAB 8 KESIMPULAN 95
DAFTAR PUSTAKA 97
LO-RUPTL Awal ok.indd xii 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xiii
GAMBAR BAB 1
Gambar 1.1. Proses Penyusunan RUPTL 5
Gambar 1.2. Peta Wilayah Usaha PT PLN (Persero) 7
GAMBAR BAB 5
Gambar 5.1. Proyeksi Penjualan Tenaga Listrik PLN Tahun 2012 dan 2021 47
Gambar 5.2. Proyeksi Penjualan Tenaga Listrik PLN Tahun 2012-2021 47
Gambar 5.3. Perbandingan Proyeksi Penjualan Tenaga Listrik RUPTL dan RUKN 48
Gambar 5.4. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Gabungan Indonesia (GWh) 63
Gambar 5.5. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar Sistem
Jawa-Bali (GWh) 65
Gambar 5.6. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Operasi Indonesia Barat (GWh) 66
Gambar 5.7. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Operasi Indonesia Timur (GWh) 67
Gambar 5.8. Emisi CO
2
per Jenis Bahan Bakar (Gabungan Indonesia) 68
Gambar 5.9. Emisi CO
2
per Jenis Bahan Bakar pada Sistem Jawa-Bali 69
Gambar 5.10. Emisi CO
2
per Jenis Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Barat 70
Gambar 5.11. Emisi CO
2
per Jenis Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Timur 70
GAMBAR BAB 6
Gambar 6.1. Proyeksi Kebutuhan Dana Investasi PLN Indonesia (Tidak Termasuk IPP) 84
Gambar 6.2. Kebutuhan Dana Investasi PLN untuk Sistem Jawa-Bali 85
Gambar 6.3. Kebutuhan Dana Investasi PLN untuk Wilayah Operasi Indonesia Barat 86
Gambar 6.4. Total Kebutuhan Dana Investasi PLN untuk Wilayah Operasi Indonesia Timur 87
Gambar 6.5. Total Kebutuhan Dana Investasi Indonesia, PLN + IPP 88
GAMBAR BAB 7
Gambar 7.1. Pemetaan Risiko Implementasi RUPTL 93
D a f t a r G a m b a r
LO-RUPTL Awal ok.indd xiii 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xiv
TABEL BAB 1
Tabel 1.1. Pembagian Tanggung Jawab Penyusunan RUPTL 5
TABEL BAB 3
Tabel 3.1. Penjualan Tenaga Listrik PLN (TWh) 18
Tabel 3.2. Perkembangan Jumlah Pelanggan (Ribu Unit) 19
Tabel 3.3. Perkembangan Rasio Elektrikasi (%) 19
Tabel 3.4. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jawa-Bali 2007-2011 20
Tabel 3.5. Kapasitas Terpasang Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat dan
Indonesia Timur (MW) Tahun 2011 20
Tabel 3.6. Daftar Sewa Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat dan
Indonesia Timur (MW) Tahun 2011 21
Tabel 3.7. Kapasitas Terpasang Pembangkit Sistem Jawa-Bali Tahun 2011 22
Tabel 3.8. Perkembangan Kapasitas Trafo GI Wilayah Operasi Indonesia Barat
dan Indonesia Timur (MVA) 22
Tabel 3.9. Perkembangan Saluran Transmisi Wilayah Operasi Indonesia Barat dan
Indonesia Timur (kms) 23
Tabel 3.10. Perkembangan Kapasitas Trafo GI Sistem Jawa-Bali 23
Tabel 3.11. Perkembangan Saluran Transmisi Sistem Jawa-Bali 23
Tabel 3.12. Kapasitas Pembangkit dan Interbus Transformer (IBT) 24
Tabel 3.13. Rugi Jaringan Distribusi (%) 24
Tabel 3.14. SAIDI dan SAIFI PLN 24
TABEL BAB 4
Tabel 4.1. Perkiraan Pasokan Gas untuk Pembangkit PLN di Jawa-Bali 31
Tabel 4.2. Perkiraan Pasokan Gas untuk Pembangkit PLN di Luar Jawa Bali 32
Tabel 4.3. Potensi Proyek PLTA Berdasarkan Masterplan Of Hydro Power Development 35
Tabel 4.4. Potensi dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan 37
TABEL BAB 5
Tabel 5.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 44
Tabel 5.2. Asumsi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 45
Tabel 5.3. Pertumbuhan Penduduk (%) 45
Tabel 5.4. Pertumbuhan Ekonomi, Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik
dan Beban Puncak Periode 2012-2021 45
Tabel 5.5. Proyeksi Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Pelanggan
dan Rasio Elektrikasi Periode 2012-2021 46
Tabel 5.6. Prakiraan Kebutuhan Listrik, Angka Pertumbuhan dan Rasio Elektrikasi 46
Tabel 5.7. Asumsi Harga Bahan Bakar 49
Tabel 5.8. Daftar Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW
(Peraturan Presiden No. 71/2000 jo Perpres No. 59/209)
Status September 2012 49
D a f t a r T a b e l
LO-RUPTL Awal ok.indd xiv 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xv
Tabel 5.9. Rekap Proyek Percepatan Pembangkit Tahap 2 50
Tabel 5.10. Proyek yang terdapat dalam Buku KPS 2012 Bappenas 51
Tabel 5.11. Kebutuhan Tambahan Pembangkit Total Indonesia (MW) 52
Tabel 5.12. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat (MW) 53
Tabel 5.13. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Timur (MW) 54
Tabel 5.14. Rencana Penambahan Pembangkit Sistem Jawa-Bali (MW) 56
Tabel 5.15. Regional Balance Sistem Jawa-Bali Tahun 2011 58
Tabel 5.16. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Indonesia Timur 59
Tabel 5.17. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Indonesia Barat 61
Tabel 5.18. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Jawa-Bali 62
Tabel 5.19. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Gabungan Indonesia (GWh) 63
Tabel 5.20. Kebutuhan Bahan Bakar Gabungan Indonesia 64
Tabel 5.21. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan
Bakar Sistem Jawa-Bali (GWh) 64
Tabel 5.22. Kebutuhan Bahan Bakar Sistem Jawa-Bali 66
Tabel 5.23. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Operasi Indonesia Barat (GWh) 66
Tabel 5.24. Kebutuhan Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Barat 67
Tabel 5.25. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Indonesia Timur (GWh) 67
Tabel 5.26. Kebutuhan Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Timur 68
Tabel 5.27. Kebutuhan Fasilitas Transmisi Indonesia 71
Tabel 5.28. Kebutuhan Fasilitas Trafo dan Gardu Induk Indonesia 72
Tabel 5.29. Kebutuhan Fasilitas Transmisi Wilayah Operasi Indonesia Barat 73
Tabel 5.30. Kebutuhan Fasilitas Trafo dan Gardu Induk Wilayah Operasi Indonesia Barat 73
Tabel 5.31. Kebutuhan Saluran Transmisi Indonesia Timur 74
Tabel 5.32. Kebutuhan Trafo Indonesia Timur 74
Tabel 5.33. Kebutuhan Saluran Transmisi Sistem Jawa-Bali 75
Tabel 5.34. Kebutuhan Trafo Sistem Jawa-Bali 75
Tabel 5.35. Kebutuhan Fasilitas Distribusi di Indonesia 76
Tabel 5.36. Kebutuhan Fasilitas Distribusi Wilayah Operasi Indonesia Barat 76
Tabel 5.37. Kebutuhan Fasilitas Distribusi Wilayah Operasi Indonesia Timur 77
Tabel 5.38. Kebutuhan Fasilitas Distribusi Sistem Jawa-Bali 77
Tabel 5.39. Rekap Program Listrik Perdesaan Indonesia 2012-2021 78
Tabel 5.40. Rekap Kebutuhan Investasi Program Listrik Perdesaan Indonesia 2012-2021
(Juta Rp) 78
Tabel 5.41. Rencana Pengembangan Pembangkit EBT Skala Kecil 80
Tabel 5.42. Biaya Pengembangan Pembangkit EBT Skala Kecil 80
Tabel 5.43. Proyek PLTU Skala Kecil di Indonesia Barat dan Indonesia Timur 80
Tabel 5.44. Proyek PLTGB Tersebar di Indonesia 82
TABEL BAB 6
Tabel 6.1. Kebutuhan Dana Investasi PLN Indonesia (Tidak Termasuk IPP) 84
Tabel 6.2. Kebutuhan Dana Investasi untuk Sistem JawaBali 85
Tabel 6.3. Total Kebutuhan Dana Investasi PLN untuk Wilayah Operasi Indonesia Barat 86
Tabel 6.4. Kebutuhan Dana Investasi PLN untuk Wilayah Operasi Indonesia Timur 87
Tabel 6.5. Total Kebutuhan Dana Investasi Indonesia, PLN + IPP 88

LO-RUPTL Awal ok.indd xv 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xvi
LAMPIRAN A WILAYAH OPERASI INDONESIA BARAT 101
A1. SISTEM INTERKONEKSI SUMATERA 103
A1.1 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik 105
A1.2 Neraca Daya 107
A1.3 Neraca Energi 113
A1.4 Capacity Balance Gardu Induk 115
A1.5 Rencana Pengembangan Penyaluran 147
A1.6 Peta Pengembangan Penyaluran 173
A1.7 Analisis Aliran Daya 183
A1.8 Kebutuhan Fisik Pengembangan Distribusi 193
A1.9 Program Listrik Perdesaan 195
A1.10 Proyeksi Kebutuhan Investasi 197
PENJELASAN LAMPIRAN A1 199
A2. SISTEM INTERKONEKSI KALIMANTAN BARAT 207
A2.1 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik 209
A2.2 Neraca Daya 211
A2.3 Neraca Energi 215
A2.4 Capacity Balance Gardu Induk 217
A2.5 Rencana Pengembangan Penyaluran 221
A2.6 Peta Pengembangan Penyaluran 225
A2.7 Analisis Aliran Daya 227
A2.8 Kebutuhan Fisik Pengembangan Distribusi 235
A2.9 Program Listrik Perdesaan 237
A2.10 Proyeksi Kebutuhan Investasi 239
PENJELASAN LAMPIRAN A2 241
RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN PER PROVINSI
WILAYAH OPERASI INDONESIA BARAT 247
A3. PROVINSI ACEH 249
A4. PROVINSI SUMATERA UTARA 257
A5. PROVINSI RIAU 269
A6. PROVINSI KEPULAUAN RIAU 277
A7. PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 283
A8. PROVINSI SUMATERA BARAT 291
A9. PROVINSI JAMBI 301
A10. PROVINSI SUMATERA SELATAN 307
A11. PROVINSI BENGKULU 315
A12. PROVINSI LAMPUNG 321
A13. PROVINSI KALIMANTAN BARAT 329
D a f t a r L a m p i ra n
LO-RUPTL Awal ok.indd xvi 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xvii
A14. NERACA DAYA SISTEM-SISTEM ISOLATED
WILAYAH OPERASI INDONESIA BARAT 337
A14.1. Sistem Isolated Provinsi Aceh 339
A14.2. Sistem Isolated Provinsi Sumatera Utara 349
A14.3. Sistem Isolated Provinsi Riau 351
A14.4. Sistem Isolated Provinsi Kepulauan Riau 359
A14.5. Sistem Isolated Provinsi Bangka Belitung 367
A14.6. Sistem Isolated Provinsi Kalimantan Barat 371
LAMPIRAN B. WILAYAH OPERASI INDONESIA TIMUR 381
B1. SISTEM INTERKONEKSI KALIMANTAN SELATAN, TENGAH
DAN TIMUR (KALSELTENGTIM) 383
B1.1. Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik 385
B1.2. Neraca Daya 389
B1.3. Neraca Energi 393
B1.4. Capacity Balance Gardu Induk 395
B1.5. Rencana Pengembangan Penyaluran 403
B1.6. Peta Pengembangan Penyaluran 411
B1.7. Analisis Aliran Daya 415
B1.8. Kebutuhan Fisik Pengembangan Distribusi 421
B1.9. Program Listrik Perdesaan 423
B1.10. Proyeksi Kebutuhan Investasi 425
PENJELASAN LAMPIRAN B1 427
B2. SISTEM INTERKONEKSI SULAWESI BAGIAN UTARA (SULBAGUT)
DAN SISTEM INTERKONEKSI SULAWESI BAGIAN SELATAN (SULBAGSEL) 435
B2.1. Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik 437
B2.2. Neraca Daya 441
B2.3. Neraca Energi 447
B2.4. Capacity Balance Gardu Induk 451
B2.5. Rencana Pengembangan Penyaluran 469
B2.6. Peta Pengembangan Penyaluran 479
B2.7. Analisis Aliran Daya 487
B2.8. Kebutuhan Fisik dan Investasi Pengembangan Distribusi 497
B2.9. Program Listrik Perdesaan 499
B2.10. Proyeksi Kebutuhan Investasi 501
PENJELASAN LAMPIRAN B2 503
RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN PER PROVINSI WILAYAH
OPERASI INDONESIA TIMUR 517
B3. PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 519
B4. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 529
B5. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 539
B6. PROVINSI SULAWESI UTARA 551
B7. PROVINSI SULAWESI TENGAH 563
B8. PROVINSI GORONTALO 571
B9. PROVINSI SULAWESI SELATAN 579
B10. PROVINSI SULAWESI TENGGARA 589
B11. PROVINSI SULAWESI BARAT 597
LO-RUPTL Awal ok.indd xvii 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xviii
B12. PROVINSI MALUKU 603
B13. PROVINSI MALUKU UTARA 611
B14. PROVINSI PAPUA 619
B15. PROVINSI PAPUA BARAT 629
B16. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) 637
B17. PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) 647
B18. NERACA DAYA SISTEM-SISTEM ISOLATED WILAYAH OPERASI
INDONESIA TIMUR 657
B18.1. Sistem Isolated Provinsi Kalimantan Selatan 659
B18.2. Sistem Isolated Provinsi Kalimantan Tengah 663
B18.3. Sistem Isolated Provinsi Kalimantan Timur 673
B18.4. Sistem Isolated Provinsi Sulawesi Utara 689
B18.5. Sistem Isolated Provinsi Sulawesi Tengah 695
B18.6. Sistem Isolated Provinsi Sulawesi Selatan 705
B18.7. Sistem Isolated Provinsi Sulawesi Tenggara 707
B18.8. Sistem Isolated Provinsi Maluku 713
B18.9. Sistem Isolated Provinsi Maluku Utara 721
B18.10. Sistem Isolated Provinsi Papua 727
B18.11. Sistem Isolated Provinsi Papua Barat 735
B18.12. Sistem Isolated Provinsi NTB 739
B18.13. Sistem Isolated Provinsi NTT 753
LAMPIRAN C. WILAYAH OPERASI JAWA-BALI 765
LAMPIRAN C. SISTEM INTERKONEKSI JAWA-BALI 767
C1.1. Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik 769
C1.2. Neraca Daya 777
C1.3. Neraca Energi 791
C1.4. Capacity Balance Gardu Induk 795
C1.5. Rencana Pengembangan Penyaluran 857
C1.6. Peta Pengembangan Penyaluran 915
C1.7. Analisis Aliran Daya 927
C1.8. Kebutuhan Fisik Pengembangan Distribusi 953
C1.9. Program Listrik Pedesaan 957
C1.10. Proyeksi Kebutuhan Investasi 961
PENJELASAN LAMPIRAN C1 972
RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN PER PROVINSI
WILAYAH OPERASI JAWA-BALI 995
C2. PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 997
C3. PROVINSI BANTEN 1011
C4. PROVINSI JAWA BARAT 1021
C5. PROVINSI JAWA TENGAH 1043
C6. PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 1055
C7. PROVINSI JAWA TIMUR 1061
C8. PROVINSI BALI 1075
LAMPIRAN D. ANALISIS RISIKO 1083
LO-RUPTL Awal ok.indd xviii 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xix
SINGKATAN DAN KOSAKATA
ADB : Air Dried Basis, merupakan nilai kalori batubara yang memperhitung-
kan inherent moisture saja
ASEAN Power Grid : Sistem interkoneksi jaringan listrik antara negara-negara ASEAN
Aturan Distribusi : Aturan Distribusi Tenaga Listrik merupakan perangkat peraturan
dan persyaratan untuk menjamin keamanan, keandalan serta peng-
operasian dan pengembangan sistem distribusi yang esien dalam
memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga listrik
Aturan Jaringan : Aturan Jaringan merupakan seperangkat peraturan, persyaratan dan
standar untuk menjamin keamanan, keandalan serta pengoperasian
dan pengembangan sistem tenaga listrik yang esien dalam memenuhi
peningkatan kebutuhan tenaga listrik
Beban : Sering disebut sebagai demand, merupakan besaran kebutuhan tena-
ga listrik yang dinyatakan dengan MWh, MW atau MVA tergantung ke-
pada konteksnya
Beban puncak : Atau peak load / peak demand, adalah nilai tertinggi dari langgam be-
ban suatu sistem kelistrikan dinyatakan dengan MW
bcf
BPP
:
:
Billion cubic feet
Biaya Pokok Penyediaan
BTU : British Thermal Unit
Capacity balance : Neraca yang memperlihatkan keseimbangan kapasitas sebuah gardu
induk dengan beban puncak pada area yang dilayani oleh gardu induk
tersebut, dinyatakan dalam MVA
Captive power : Daya listrik yang dibangkitkan sendiri oleh pelanggan, umumnya
pelanggan industri dan komersial
CCS : Carbon Capture and Storage
CCT : Clean Coal Technology
CDM
CNG
:
:
Clean Development Mechanism atau MPB Mekanisme Pembangunan
Bersih
Compressed Natural Gas
COD : Commercial Operating Date
Daya mampu : Kapasitas nyata suatu pembangkit dalam menghasilkan MW
Daya terpasang : Kapasitas suatu pembangkit sesuai dengan name plate
DAS : Daerah Aliran Sungai
DMO : Domestic Market Obligation
EBITDA : Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization
ERPA : Emission Reduction Purchase Agreement
Excess power : Kelebihan energi listrik dari suatu captive power yang dapat dibeli oleh
PLN
FSRU : Floating Storage and Regasication Unit
LO-RUPTL Awal ok.indd xix 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
xx
GAR : Gross As Received, merupakan nilai kalori batubara yang memperhi-
tungkan total moisture
GRK : Gas Rumah Kaca
HRSG : Heat Recovery Steam Generator
HSD : High Speed Diesel Oil
HVDC : High Voltage Direct Current
IBT : Interbus Transformer, yaitu trafo penghubung dua sistem transmisi
yang berbeda tegangan, seperti trafo 500/150 kV dan 150/70 kV
IGCC : Integrated Gasication Combined Cycle
IPP : Independent Power Producer
JTM : Jaringan Tegangan Menengah adalah saluran distribusi listrik berte-
gangan 20 kV
JTR : Jaringan Tegangan Rendah adalah saluran distribusi listrik bertengang-
an 220 V
kmr : kilometer-route, menyatakan panjang jalur saluran transmisi
kms : kilometer-sirkuit, menyatakan panjang konduktor saluran transmisi
Life Extension : Program rehabilitasi suatu unit pembangkit yang umur teknisnya men-
dekati akhir
LNG : Liquied Natural Gas
LOLP : Loss of Load Probability, suatu indeks keandalan sistem pembangkitan
yang biasa dipakai pada perencanaan kapasitas pembangkit
Loadfactor : Faktor beban, merupakan rasio antara MW rata-rata dan MW puncak
MFO : Marine Fuel Oil
MMBTU : Million Metric BTU, satuan yang biasa digunakan untuk mengukur ka-
lori gas
Mothballed : Pembangkit yang tidak dioperasikan namun tetap dipelihara, tidak di-
perhitungkan dalam reserve margin
MP3EI : Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indo-
nesia
MMSCF : Million Metric Standard Cubic Foot, satuan yang biasa digunakan untuk
mengukur volume gas pada tekanan dan suhu tertentu
MMSCFD : Million Metric Standard Cubic Foot per Day
Neraca daya : Neraca yang menggambarkan keseimbangan antara beban puncak dan
kapasitas pembangkit
Non Coincident Peak Load : Jumlah beban puncak sistem-sistem tidak terinterkoneksi tanpa meli-
hat waktu terjadinya beban puncak
Peaking : Pembangkit pemikul beban puncak
Prakiraan beban : Demand forecast, prakiraan pemakaian energi listrik di masa depan
Reserve margin : Cadangan daya pembangkit terhadap beban puncak, dinyatakan dalam
%
LO-RUPTL Awal ok.indd xx 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
1
1
Bab
Pendahuluan
LO-RUPTL Awal ok.indd 1 13/03/2013 15:28:43
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
2
1.1. Latar Belakang
PT PLN (Persero), selanjutnya disebut PLN, sebagai sebuah perusahaan listrik merencanakan dan
melaksanakan proyek-proyek kelistrikan yang leadtime-nya relatif panjang, sehingga PLN secara alamiah
perlu mempunyai sebuah rencana pengembangan sistem kelistrikan yang berjangka panjang
1
. Dengan
demikian rencana pengembangan sistem kelistrikan yang diperlukan PLN harus berjangka cukup panjang,
yaitu 10 tahun, agar dapat mengakomodasi leadtime yang panjang dari proyek-proyek kelistrikan.
Perlunya PLN mempunyai rencana pengembangan sistem kelistrikan jangka panjang juga didorong oleh
keinginan PLN untuk mempunyai rencana investasi yang esien, dalam arti PLN tidak melaksanakan
sebuah proyek kelistrikan tanpa didasarkan pada perencanaan yang baik. Hal ini penting dilakukan
karena keputusan investasi di industri kelistrikan akan dituntut manfaatnya dalam jangka panjang
2
. Untuk
mencapai hal tersebut PLN menyusun sebuah dokumen perencanaan sepuluh tahunan ke depan yang
disebut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, atau RUPTL.
RUPTL merupakan sebuah pedoman pengembangan sistem kelistrikan bagi PLN sepuluh tahun mendatang
yang optimal, disusun untuk mencapai tujuan tertentu serta berdasarkan pada kebijakan dan kriteria
perencanaan tertentu. Dengan demikian pelaksanaan proyek-proyek kelistrikan di luar RUPTL yang dapat
menurunkan esiensi investasi perusahaan dapat dihindarkan.
Selain didorong oleh kebutuhan internal PLN sendiri untuk mempunyai RUPTL, dokumen perencanaan ini
juga dibuat oleh PLN untuk memenuhi peraturan dan perundangan yang ada di sekor ketenagalistrikan.
Penyusunan RUPTL tahun 2012-2021 ini untuk memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun
2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan didorong oleh timbulnya kebutuhan untuk
memperbaharui RUPTL 2011-2020 setelah memperhatikan adanya keterlambatan beberapa proyek
pembangkit tenaga listrik seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi, beberapa pembangkit listrik
tenaga air dan pembangkit listrik tenaga uap batubara, baik proyek PLN maupun proyek listrik swasta
atau IPP (independent power producer).
Selanjutnya sejalan dengan UU No.30/2009 dimana pemerintah provinsi (dan juga pemerintah kabupaten/
kota) wajib membuat Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah atau RUKD, maka dalam RUPTL 2012-
2021 ini juga terdapat perencanaan sistem kelistrikan per provinsi. Namun demikian proses optimisasi
perencanaan tetap dilakukan per sistem kelistrikan apabila telah ada jaringan interkoneksi untuk
mengoptimalkan pemanfaatan dan alokasi sumber daya. RUPTL per provinsi tersebut akan bermanfaat
untuk memperlihatkan apa yang telah direncanakan oleh PLN pada setiap provinsi.
Dalam RUPTL ini terdapat beberapa proyek pembangkit yang telah committed akan dilaksanakan oleh
PLN dan beberapa proyek yang telah committed akan dilaksanakan oleh swasta sebagai IPP. Kebutuhan
tambahan kapasitas yang belum committed akan disebut sebagai tambahan kapasitas yang belum
dialokasikan sebagai proyek PLN atau IPP.
Proyek transmisi dan distribusi pada dasarnya akan dilaksanakan oleh PLN. Namun khusus untuk beberapa
ruas transmisi yang menghubungkan suatu pembangkit IPP ke jaringan terdekat dapat dibangun oleh
pengembang IPP.
1 Sebagai contoh, diperlukan waktu 8-9 tahun untuk mewujudkan sebuah PLTU batubara kelas 1.000 MW sejak dari rencana awal
hingga beroperasi
2 Sebuah PLTU batubara diharapkan beroperasi komersial selama 25 30 tahun.
LO-RUPTL Awal ok.indd 2 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
3
Sesuai dengan regulasi yang ada, RUPTL akan selalu dievaluasi secara berkala untuk disesuaikan dengan
perubahan beberapa parameter kunci yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan sistem
kelistrikan. Dengan demikian RUPTL selalu dapat menyajikan rencana pengembangan sistem yang
mutakhir dan dapat dijadikan sebagai pedoman implementasi proyek-proyek kelistrikan.
1.2. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik,
khususnya pasal berikut :
(1) Pasal 8 yang menyatakan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum
dilaksanakan sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga
Listrik.
(2) Pasal 14 ayat 1 yang menyatakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik disusun dengan
memperhatikan Rencana Umum Ketenagalistrikan.
3. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2682 K/21/MEM/2008 tanggal 13 November
2008 tentang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional.
1.3. Visi dan Misi Perusahaan
Pada Anggaran Dasar PLN Tahun 2008 Pasal 3 disebutkan bahwa tujuan dan lapangan usaha PLN
adalah menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan
mutu yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang
ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan
terbatas.
Berkenaan dengan tujuan dan lapangan usaha PLN tersebut di atas, maka visi PLN adalah sebagai berikut:
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh-kembang, Unggul dan Terpercaya dengan
bertumpu pada Potensi Insani.
Selain visi tersebut, saat ini PLN tengah bercita-cita untuk berubah menjadi perusahaan kelas dunia, bebas
subsidi, menguntungkan, ramah lingkungan dan dicintai pelanggan.
Untuk melaksanakan penugasan Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan mengacu
kepada visi tersebut, maka PLN akan:
Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan,
anggota perusahaan, dan pemegang saham.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
1.4. Tujuan dan Sasaran Penyusunan RUPTL
Pada dasarnya tujuan penyusunan RUPTL adalah memberikan pedoman dan acuan pengembangan sarana
kelistrikan PLN dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik di wilayah usahanya secara lebih esien dan
lebih terencana, sehingga dapat dihindari ketidak-esienan perusahaan sejak tahap perencanaan.
LO-RUPTL Awal ok.indd 3 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
4
Sasaran RUPTL yang ingin dicapai sepuluh tahun ke depan secara nasional adalah pemenuhan kebutuhan
kapasitas dan energi listrik, peningkatan esiensi dan kinerja sistem kelistrikan sejak dari tahap
perencanaan yang meliputi:
Mengatasi kekurangan pasokan tenaga listrik yang terjadi di beberapa daerah.
Tercapainya pemenuhan kebutuhan kapasitas dan energi listrik setiap tahun dengan tingkat
keandalan
3
yang diinginkan secara least-cost.
Tercapainya bauran bahan bakar (fuel-mix) yang lebih baik untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan
yang dicerminkan oleh pengurangan penggunaan bahan bakar minyak hingga kontribusi produksi
pembangkit berbahan bakar minyak menjadi kurang dari 1% persen terhadap total produksi energi
listrik pada tahun 2021.
Tercapainya pemanfaatan energi baru dan terbarukan terutama panas bumi sesuai dengan program
pemerintah, dan juga energi terbarukan lain seperti tenaga air.
Tercapainya rasio elektrikasi yang digariskan oleh RUKN.
Tercapainya keandalan dan kualitas listrik yang makin baik.
Tercapainya angka rugi jaringan transmisi dan distribusi yang makin baik.
1.5. Proses Penyusunan RUPTL dan Penanggungjawabnya
Penyusunan RUPTL 2012-2021 di PLN dibuat dengan proses sebagai berikut:
RUKN 2008-2027 dan draft RUKN 2012-2031 digunakan sebagai pertimbangan, khususnya mengenai
kebijakan Pemerintah tentang perencanaan ketenagalistrikan, kebijakan pemanfaatan energi primer
untuk pembangkit tenaga listrik, kebijakan perlindungan lingkungan, kebijakan tingkat cadangan
(reserve margin), asumsi pertumbuhan ekonomi dan prakiraan kebutuhan tenaga listrik.
PLN Kantor Pusat menetapkan kebijakan dan asumsi dasar setelah memperhatikan RUKN dan
kebijakan Pemerintah lainnya, seperti pengembangan panas bumi yang semakin besar.
Dilakukan evaluasi terhadap asumsi dasar tersebut dan realisasinya dalam RUPTL perioda
sebelumnya dalam Forum Perencanaan, yaitu sebuah forum pertemuan antara Unit-Unit Bisnis
PLN dan PLN Kantor Pusat untuk membahas dan menyepakati parameter kunci untuk menyusun
prakiraan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik.
Dengan memperhatikan asumsi-asumsi dasar, terutama pertumbuhan ekonomi, selanjutnya disusun
prakiraan beban (demand forecast), rencana pembangkitan, rencana transmisi dan gardu induk
(GI), rencana distribusi dan rencana pengembangan sistem kelistrikan yang isolated. Penyusunan
ini dilakukan oleh Unit-Unit Bisnis dan PLN Kantor Pusat sesuai tanggungjawab masing-masing.
Demand forecast, perencanaan GI dan perencanaan distribusi dibuat oleh PLN Distribusi/Wilayah.
Perencanaan transmisi dibuat oleh PLNPenyaluran dan Pusat Pengatur Beban (PLN P3B) atau oleh
PLN Wilayah yang mengelola transmisi. Rencana pembangkitan pada sistem-sistem interkoneksi
yang cukup besar dilakukan oleh PLN Kantor Pusat.
Penyusunan demand forecast oleh PLN Wilayah/Distribusi dibuat dengan metoda regresi -
ekonometrik menggunakan data historis penjualan energi listrik, pertumbuhan ekonomi, daya
tersambung dan jumlah pelanggan. Selanjutnya dengan memperhatikan proyeksi pertumbuhan
ekonomi dan populasi, dibentuk model yang valid
4
.
Workshop perencanaan yang melibatkan Unit-Unit Bisnis PLN dan PLN Kantor Pusat dilaksanakan
minimal 1 kali dalam setahun, dimaksudkan untuk memverikasi dan menyepakati demand forecast,
capacity balance dan rencana gardu induk, rencana transmisi dan rencana pembangkit sistem isolated
yang dihasilkan oleh Unit-Unit Bisnis PLN. Pada workshop perencanaan juga dilakukan verikasi
jadwal COD
5
proyek-proyek pembangkit PLN dan IPP, estimasi pasokan gas alam dan LNG/CNG, serta
kebutuhan dan pogram pembangkit sewa untuk mengatasi kekurangan tenaga listrik jangka pendek.
3 Tingkat keandalan dicerminkan oleh tersedianya cadangan atau reserve margin.
4 Khusus untuk RUPTL 2012-2021 ini, demand forecast dilakukan secara pendekatan top-down karena mengacu pada draft Service
Level Agreement (SLA) 2012-2016 yang disiapkan oleh PLN untuk Pemerintah.
5 COD atau commercial operation date adalah tanggal beroperasinya sebuah proyek kelistrikan secara komersial.
LO-RUPTL Awal ok.indd 4 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
5
Konsolidasi produk perencanaan sistem dalam seluruh wilayah usaha PLN menjadi draft RUPTL
dan pengusulan pengesahan RUPTL oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dilakukan oleh
PLN Kantor Pusat. RUPTL ini selanjutnya akan menjadi referensi untuk pembuatan Rencana Jangka
Panjang Perusahaan (RJPP) lima tahunan, serta menjadi pedoman keputusan investasi tahunan PLN
dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Proses penyusunan RUPTL ditunjukkan pada Gambar 1.1.

Workshop
Perencanaan
RUPTL
RUKN
Asumsi dasar dan
kebijakan, proyeksi
kebutuhan tenaga listrik
Rencana pengembangan pembangkit (neraca
daya, neraca energi dan kebutuhan bahan
bakar).
Rencana pengembangan transmisi dan
distribusi.
Konsolidasi dan cek konsistensi
rencana pengembangan sistem.
Workshop
Demand Forecast
Demand forecast per Wilayah dan
per Provinsi
G a m b a r 1 . 1 . P ro se s P e n yu su n a n R U P T L
Pada workshop demand forecast, PLN Kantor Pusat dan PLN Distribusi/Wilayah membahas dan menyepakati
asumsi-asumsi dasar untuk pembuatan demand forecast di setiap wilayah, dilanjutkan dengan menyusun
demand forecast secara agregat, namun belum dibuat secara spasial
6
. Berbekal hasil kerja pada workshop
demand forecast tersebut, setiap unit PLN Distribusi/Wilayah kembali ke tempat masing-masing dan
membuat capacity balance atau penjabaran demand forecast secara spasial untuk memperkirakan
kenaikan pembebanan setiap gardu induk dan sinyal penambahan trafo atau gardu induk baru, yang harus
diselesaikan dalam waktu dua bulan.
Pada saat yang sama, PLN Kantor Pusat membuat rencana pengembangan pembangkit pada sistem
interkoneksi dan perencanaan transmisi tegangan tinggi bersama dengan PLN P3B/Wilayah.
Pembagian tanggung jawab penyusunan RUPTL ditunjukkan pada Tabel1.1.
Tabel 1.1. Pembagian Tanggung Jawab Penyusunan RUPTL
Kegiatan Pokok P3B Kitlur Wilayah Kit Distr Pusat
Kebijakan Umum
dan Asumsi
U U U U U E
Demand forecasting E E P
Perencanaan Pembangkitan S S S S P, E*)
Perencanaan Transmisi E E E P
Perencanaan Distribusi E E P
Perencanaan GI E E E E P
Perencanaan Pembangkitan
Isolated
E E P
Konsolidasi E
Keterangan:
E: Pelaksana (Executor); P: Pembinaan (Parenting); U: Pengguna (User); S: Pendukung (Supporting),*)
untuk Sistem Besar
6 Demand forecast spasial menunjukkan bagaimana pertumbuhan demand kelistrikan terdistribusi pada daerah-daerah/locality.
LO-RUPTL Awal ok.indd 5 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
6
1.6. Ruang Lingkup dan Wilayah Usaha
Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN telah ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral sesuai Surat Keputusan No. 634-12/20/600.3/2011 tanggal 30 September 2011. Surat keputusan
tersebut menetapkan Wilayah Usaha PLN yang meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia, kecuali yang
ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Wilayah Usaha bagi Badan Usaha Milik Negara lainnya, Badan Usaha
Milik Daerah, Badan Usaha Swasta atau Koperasi.
Ruang Lingkup RUPTL 2012-2021 ini mencakup seluruh Wilayah Usaha PLN yang ditetapkan dengan Surat
Keputusan Menteri ESDM tersebut, yaitu tidak termasuk wilayah usaha PT Pelayanan Listrik Nasional
Batam dan PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan, walaupun keduanya merupakan anak perusahaan PLN.
Sejalan dengan organisasi PLN dimana wilayah usaha PLN dibagi menjadi tiga wilayah operasi, yaitu
Indonesia Barat, Indonesia Timur dan Jawa-Bali, maka RUPTL ini akan menjelaskan rencana pengembangan
sistem pada tiga wilayah operasi tersebut. Selain itu RUPTL ini juga menampilkan rencana pengembangan
sistem per provinsi.
Berikut adalah penjelasan mengenai Wilayah Usaha PLN saat ini.
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
Wilayah operasi Indonesia Barat terdiri dari Sumatera dan Provinsi Kalimantan Barat.
Sumatera
Pulau Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya seperti Kepulauan Riau, Bangka, Belitung, Nias, dilayani
oleh PLN Wilayah Aceh, PLN Wilayah Sumatera Utara, PLN Wilayah Sumatera Barat, PLN Wilayah Riau dan
Kepri, PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu, PLN Distribusi Lampung, PLN Wilayah Bangka
Belitung dan PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera.
Pembangkit tenaga listrik di Pulau Sumatera pada dasarnya dikelola oleh PLN Pembangkitan Sumatera
Bagian Utara dan PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan, kecuali beberapa pembangkit skala kecil
di sistem-sistem kecil isolated yang dikelola oleh PLN Wilayah. Pulau Batam sendiri merupakan wilayah
usaha anak perusahaan PLN, yaitu PT Pelayanan Listrik Nasional Batam, sehingga tidak tercakup dalam
RUPTL PT PLN (Persero).
Kalimantan Barat
Provinsi Kalimantan Barat dilayani oleh PLN Wilayah Kalimantan Barat.
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
Wilayah operasi Indonesia Timur terdiri dari Kalimantan kecuali Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi,
Kepulauan Maluku dan Maluku Utara, Papua, dan Nusa Tenggara. Khusus untuk Pulau Tarakan merupakan
wilayah usaha anak perusahaan PLN, yaitu PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan, sehingga tidak tercakup
dalam RUPTL PT PLN (Persero).
Kalimantan
Wilayah usaha PLN di Kalimantan yang merupakan wilayah operasi Indonesia Timur dilayani oleh PLN
Wilayah Kalimantan Selatan Tengah dan PLN Wilayah Kalimantan Timur.
Sulawesi
Wilayah usaha PLN di Sulawesi dilayani oleh PLN Wilayah Sulawesi Utara-Tengah-Gorontalo dan PLN
Wilayah Sulawesi Selatan-Tenggara-Barat.
LO-RUPTL Awal ok.indd 6 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
7
Nusa Tenggara
Pelayanan kelistrikan di Kepulauan Nusa Tenggara dilaksanakan oleh PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat
dan PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Maluku dan Maluku Utara serta Papua
Wilayah usaha PLN di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara dilayani oleh PLN Wilayah Maluku dan
Maluku Utara, dan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dilayani oleh PLN Wilayah Papua.
Wi la y a h O p e ra si J a w a -B a li
Wilayah usaha PLN di Jawa dan Bali dilayani oleh PLN Distribusi Jawa Barat & Banten, PLN Distribusi
Jakarta Raya & Tangerang, PLN Distribusi Jawa Tengah & DI Yogyakarta, PLN Distribusi Jawa Timur
dan PLN Distribusi Bali. Di wilayah ini terdapat unit operasi dan pemeliharaan pembangkitan, yaitu
PLN Pembangkitan Tanjung Jati B, PLN Pembangkitan Lontar dan PLN Pembangkitan Jawa Bali. Selain
itu terdapat PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali dan anak perusahaan PLN di bidang
pembangkitan, yaitu PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali, serta beberapa listrik swasta.
Peta wilayah usaha PLN diperlihatkan pada Gambar 1.2.
G a m b a r 1 . 2 . P e t a Wi la ya h U sa h a P T P L N (P e rse ro )
1.7. Sistematika Dokumen RUPTL
Dokumen RUPTL ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. Bab I menjelaskan latar belakang,
landasan hukum, visi dan misi perusahaan, tujuan dan sasaran, dan sistematika dokumen. Bab II
menjelaskan kebijakan umum pengembangan sarana yang meliputi kebijakan-kebijakan pengembangan
sistem. Bab III menjelaskan kondisi kelistrikan saat ini, Bab IV menjelaskan ketersediaan energi primer. Bab
V menjelaskan rencana penyediaan tenaga listrik, meliputi kriteria dan kebijakan perencanaan, asumsi
dasar, prakiraan kebutuhan listrik dan rencana pengembangan pembangkit, transmisi dan distribusi, serta
neraca energi dan kebutuhan bahan bakar. BabVImenjelaskan kebutuhan investasi. Bab VII menjelaskan
analisis risiko dan langkah mitigasinya. Bab VIII memberikan kesimpulan.
Selanjutnya rencana pengembangan sistem yang rinci diberikan dalam lampiranlampiran yang
menjelaskan rencana kelistrikan setiap sistem kelistrikan dan setiap provinsi.
LO-RUPTL Awal ok.indd 7 13/03/2013 15:28:44
LO-RUPTL Awal ok.indd 8 13/03/2013 15:28:44
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
9
LO-RUPTL Awal ok.indd 9 13/03/2013 15:28:45
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
10
Pengembangan sarana kelistrikan dalam RUPTL 2012-2021 ini dibuat dengan memperhatikan RUKN
2008-2027 dan draft RUKN 2012-2031 serta kebijakan perusahaan dalam merencanakan pertumbuhan
penjualan, pengembangan pembangkit, transmisi dan distribusi. Bab II ini menjelaskan kebijakan dimaksud.
2.1. Kebijakan Pelayanan Penyediaan Tenaga Listrik untuk Melayani
Pertumbuhan Kebutuhan Tenaga Listrik
Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada pertemuan dengan PLN yang juga dihadiri oleh
anggota Kabinet Indonesia Bersatu di Mataram pada tanggal 27 Juli 2010, PLN diminta mempertahankan
bebas pemadaman listrik. Konsekuensi dari arahan tersebut adalah PLN harus menyediakan tenaga listrik
dalam jumlah yang cukup kepada masyarakat di seluruh Indonesia secara terus menerus, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang. Dengan demikian PLN pada dasarnya bermaksud melayani kebutuhan
tenaga listrik masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam jangka pendek dimana kapasitas pembangkit PLN masih terbatas karena proyek-proyek
pembangkit belum sepenuhnya selesai, PLN telah dan akan memenuhi permintaan tenaga listrik dengan
menyewa pembangkit sebagai solusi interim. Pada tahun-tahun berikutnya dimana penambahan kapasitas
pembangkit dan transmisi diharapkan telah selesai
7
dan reserve margin telah mencukupi, maka penjualan
akan dipacu untuk mengoptimalkan pemanfaatan pembangkit listrik.
RUPTL ini disusun dengan berdasar pada proyeksi kebutuhan tenaga listrik dalam RUKN 2008-2027 yang
diperbaharui dengan draft RUKN 2012-2031 yang telah disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral pada tahun 2012.
RUPTL ini juga disusun untuk mempercepat peningkatan rasio elektrikasi secara signikan dengan
menyambung konsumen residensial baru dalam jumlah yang cukup tinggi setiap tahun, dan melayani semua
daftar tunggu yang ada. Pada daerah-daerah tertentu RUPTL ini telah mempertimbangkan permintaan
listrik yang tinggi karena pelaksanaan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral
dan Batubara.
Kebijakan lain yang dianut dalam RUPTL 2012-2021 ini adalah belum diperhitungkannya dampak program
demand side management (DSM) dan program energy e ciency dalam membuat prakiraan demand.
Kebijakan ini diambil untuk memperoleh perencanaan pembangkitan yang lebih aman, disamping karena
implementasi kedua program tersebut memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi efektif.
Pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik dalam RUPTL ini telah direncanakan cukup tinggi sehingga
diperkirakan akan cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada setiap koridor pertumbuhan
ekonomi sebagaimana direncanakan dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia (MP3EI).
2.2. Kebijakan Pengembangan Kapasitas Pembangkit
Pengembangan kapasitas pembangkit tenaga listrik diarahkan untuk memenuhi pertumbuhan beban yang
direncanakan, dan pada beberapa wilayah tertentu diutamakan untuk memenuhi kekurangan pasokan
tenaga listrik. Pengembangan kapasitas pembangkit juga dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan
pasokan yang diinginkan, dengan mengutamakan pemanfaatan sumber energi setempat, terutama energi
terbarukan.
7 Proyek-proyek percepatan pembangkit tahap 1 dan 2, proyek pembangkit PLN dan IPP lainnya
LO-RUPTL Awal ok.indd 10 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
11
Pengembangan kapasitas pembangkit tenaga listrik sejauh mungkin dilakukan secara optimal dengan
prinsip biaya penyediaan listrik terendah (least cost), dengan tetap memenuhi tingkat keandalan yang
wajar dalam industri tenaga listrik. Biaya penyediaan terendah dicapai dengan meminimalkan net present
value semua biaya penyediaan listrik yang terdiri dari biaya investasi, biaya bahan bakar, biaya operasi
dan pemeliharaan, dan biaya energy not served
8
. Tingkat keandalan sistem pembangkitan diukur dengan
kriteria Loss of Load Probability (LOLP) dan cadangan daya (reserve margin)
9
. Pembangkit sewa dan excess
power tidak diperhitungkan dalam membuat rencana pengembangan kapasitas jangka panjang, namun
dalam jangka pendek diperhitungkan untuk menggambarkan upaya PLN dalam mengatasi kondisi krisis
kelistrikan.
Namun demikian, sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk lebih banyak mengembangkan dan
memanfaatkan energi terbarukan, pengembangan panas bumi dan tenaga air tidak mengikuti kriteria
least cost, sehingga dalam proses perencanaan mereka diperlakukan sebagai xed plant
10
. Namun
demikian perencanaan pembangkit panas bumi dan tenaga air tetap memperhatikan keseimbangan
supply demand dan besar cadangan yang tidak berlebihan, serta status kesiapan pengembangannya.
Pada beberapa daerah yang merupakan sumber utama energi primer nasional namun telah lama
menderita kekurangan pasokan tenaga listrik, yaitu Sumatera dan Kalimantan, PLN mempunyai kebijakan
untuk membolehkan rencana reserve margin yang tinggi. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan
pelaksanaan proyek-proyek pembangkit di Kalimantan dan Sumatera seringkali mengalami keterlambatan,
pembangkit existing telah mengalami derating yang cukup besar dan adanya keyakinan bahwa tersedianya
tenaga listrik yang banyak di Sumatera dan Kalimantan akan memicu tumbuhnya demand listrik yang jauh
lebih cepat
11
.
Untuk mengantisipasi terjadinya kelebihan pasokan pada sistem kelistrikan tertentu yang reserve margin-
nya direncanakan sangat tinggi, PLN akan memonitor progres implementasi proyek pembangkit dari
tahun ke tahun. Apabila progres sik proyek pembangkit berjalan baik, maka PLN akan mengimbanginya
dengan mitigasi tertentu. Mitigasi tersebut misalnya pemasaran agresif untuk menyeimbangkan penjualan
dengan pasokan, memastikan interkoneksi dengan sistem kelistrikan lain sehingga dapat dilakukan power
exchange, dan menunda jadwal proyek-proyek pembangkitan berikutnya.
Pemilihan lokasi pembangkit dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber energi primer
setempat atau kemudahan pasokan energi primer, kedekatan dengan pusat beban, prinsip regional
balance topologi jaringan transmisi yang dikehendaki, kendala pada sistem transmisi
12
, dan kendala-
kendala teknis, lingkungan dan sosial
13
.
Untuk memenuhi kebutuhan beban puncak, pembangkit berbahan bakar BBM tidak direncanakan lagi.
Untuk selanjutnya PLN hanya merencanakan pembangkit beban puncak yang beroperasi dengan gas
(LNG, mini LNG, CNG). Apabila ada potensi, PLN lebih mengutamakan pembangkit hidro, seperti pumped
storage, PLTA peaking dengan reservoir.
Proyek PLTGU berbahan bakar gas lapangan (gas pipa) hanya direncanakan apabila terdapat kepastian
pasokan gas.
8 Biaya energy not served adalah nilai penalti ekonomi yang dikenakan pada objective function untuk setiap kWh yang tidak dapat
dinikmati konsumen akibat padam listrik
9 LOLP dan reserve margin akan dijelaskan pada Bab IV.
10 Fixed plant adalah kandidat pembangkit yang langsung dijadwalkan pada tahun tertentu tanpa menjalani proses optimisasi keeko-
nomian.
11 PLN meyakini bahwa demand listrik di daerah yang telah lama mengalami pemadaman merupakan demand yang tertekan (sup-
pressed demand) dan tidak dapat diproyeksi hanya dengan metoda regresi berdasar data historis.
12 Pembebanan lebih, tegangan rendah, arus hubung singkat terlalu tinggi, stabilitas tidak baik.
13 Antara lain kondisi tanah, bathymetry, hutan lindung, pemukiman.
LO-RUPTL Awal ok.indd 11 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
12
Dalam hal tidak tersedia pasokan gas lapangan, maka PLTGU sebagai pembangkit medium (pemikul beban
menengah) menjadi tidak dapat direncanakan. Konsekuensinya sebagian pembangkit beban dasar, yaitu
PLTU batubara, dapat dioperasikan sebagai pemikul beban menengah dengan capacity factor yang relatif
rendah, walaupun untuk fungsi tersebut PLTU batubara perlu dibantu oleh pembangkit jenis lain yang
mempunyai ramping rate
14
tinggi seperti PLTG.
Pengembangan PLTU batubara skala kecil dan PLTGB (pembangkit listrik tenaga gasikasi batubara) skala
kecil merupakan program untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan-bakar BBM pada sistem
kelistrikan skala kecil yang belum dapat dilayani melalui grid extension dalam waktu cukup dekat.
Untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali, PLN telah merencanakan PLTU batubara kelas 1.000 MW dengan
teknologi ultra super critical
15
untuk memperoleh esiensi yang lebih baik dan emisi CO
2
yang lebih
rendah. Penggunaan ukuran unit sebesar ini dimotivasi oleh manfaat economies of scale dan didorong
oleh semakin sulitnya memperoleh lahan untuk membangun pusat pembangkit skala besar di Pulau Jawa.
Pertimbangan lainnya adalah ukuran sistem Jawa-Bali telah cukup besar untuk mengakomodasi unit
pembangkit kelas 1.000 MW.
Secara umum pemilihan lokasi pembangkit diupayakan untuk memenuhi prinsip regional balance. Regional
balance adalah situasi dimana kebutuhan listrik suatu region dipenuhi sebagian besar oleh pembangkit
yang berada di region tersebut dan tidak banyak tergantung pada transfer daya dari region lain melalui
saluran transmisi interkoneksi. Dengan prinsip ini, kebutuhan transmisi interkoneksi antar region akan
minimal.
Namun demikian kebijakan regional balance ini tidak membatasi PLN dalam mengembangkan pembangkit
di suatu lokasi dan mengirim energinya ke pusat beban melalui transmisi, sepanjang hal tersebut layak
secara teknis dan ekonomis. Hal ini tercermin dari adanya rencana untuk mengembangkan PLTU mulut
tambang skala besar di Sumatera Selatan dan menyalurkan sebagian besar energi listriknya ke pulau Jawa
melalui transmisi arus searah tegangan tinggi (high voltage direct current transmission atau HVDC)
16
. Situasi
yang sama juga terjadi di sistem Sumatera, dimana sumber daya energi (batubara, panas bumi dan gas)
lebih banyak tersedia di Sumbagsel, sehingga di wilayah ini banyak direncanakan PLTU batubara dan PLTP
yang sebagian energinya akan ditransfer ke Sumbagut melalui sistem transmisi tegangan ekstra tinggi.
Kepemilikan proyek-proyek pembangkitan yang direncanakan dalam RUPTL disesuaikan dengan
kemampuan pendanaan PLN. Mengingat kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan yang sangat besar,
PLN tidak dapat secara sendirian membangun seluruh kebutuhan pembangkit baru. Dengan demikian
sebagian proyek pembangkit akan dilakukan oleh listrik swasta sebagai independent power producer (IPP).
Berikut ini kebijakan PLN dalam mengalokasikan ownership proyek kelistrikan:
Proyek pembangkit direncanakan sebagai proyek PLN apabila PLN telah mendapat pendanaan dari
lender, telah mempunyai kontrak EPC/penunjukan pemenang lelang EPC, atau ditugaskan oleh
pemerintah untuk melaksanakan sebuah proyek pembangkit.
Proyek pembangkit direncanakan sebagai proyek IPP apabila PLN telah menandatangani PPA/Letter
of Intent, PLN telah menyampaikan usulan kepada pemerintah bahwa suatu proyek dikerjakan oleh
IPP, atau pengembang swasta telah memperoleh IUPTL dari Pemerintah.
Proyek pembangkit yang belum direncanakan sebagai proyek PLN atau IPP dimasukkan dalam
kelompok proyek unallocated.
PLTP: Sesuai dengan peraturan dan perundangan di sektor panas bumi, pengembangan PLTP pada
umumnya didorong untuk dikembangkan oleh swasta dengan proses pemenangan WKP melalui
14 Ramping rate adalah kemampuan pembangkit dalam mengubah output-nya, dinyatakan dalam % per menit, atau MW per menit.
15 PLTU ultra super critical merupakan jenis clean coal technology (CCT) yang telah matang secara komersial. Jenis CCT lainnya, yaitu
Integrated Gassication Combined Cycle (IGCC) diperkirakan baru akan matang secara komersial setelah tahun 2024.
16 Persyaratan untuk melaksanakan proyek interkoneksi Sumatera Jawa ini adalah kebutuhan listrik di seluruh wilayah Sumatera
telah terpenuhi dengan cukup.
LO-RUPTL Awal ok.indd 12 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
13
tender oleh Pemda sebagai total project
17
. Sedangkan potensi panas bumi yang WKP-nya dimiliki oleh
Pertamina berdasar regulasi terdahulu, Pertamina dan PLN dapat bekerja sama mengembangkan
PLTP
18
. Beberapa WKP PLTP di Indonesia Timur yang dimiliki PLN akan dikembangkan sepenuhnya
sebagai proyek PLN.
2.3. Kebijakan Pengembangan Transmisi
Pengembangan saluran transmisi secara umum diarahkan kepada tercapainya keseimbangan antara
kapasitas pembangkitan di sisi hulu dan permintaan daya di sisi hilir secara esien dengan memenuhi
kriteria keandalan tertentu. Disamping itu pengembangan saluran transmisi juga dimaksudkan sebagai
usaha untuk mengatasi bottleneck penyaluran, perbaikan tegangan pelayanan dan eksibilitas operasi.
Proyek transmisi pada dasarnya dilaksanakan oleh PLN, kecuali beberapa transmisi terkait dengan
pembangkit milik IPP yang sesuai kontrak PPA dilaksanakan oleh pengembang IPP. Namun demikian,
terbuka opsi proyek transmisi untuk juga dapat dilaksanakan oleh swasta dengan skema bisnis tertentu,
misalnya build lease transfer (BLT)
19
. Opsi tersebut dibuka atas dasar pertimbangan keterbatasan
kemampuan pendanaan investasi PLN dan pertimbangan perusahaan swasta dapat lebih eksibel dalam
hal mengurus perizinan dan pembebasan lahan.
Sejalan dengan kebijakan pengembangan pembangkitan untuk mentransfer energi listrik dari wilayah yang
mempunyai sumber energi primer tinggi ke wilayah lain yang mempunyai sumber energi primer terbatas,
maka sistem Sumatera yang pada saat ini tengah berkembang pesat memerlukan jaringan interkoneksi
utama (backbone) yang kuat mengingat jarak geogras yang sangat luas. Sebagai dampak dari kebijakan
tersebut, dalam RUPTL ini direncanakan pembangunan jaringan interkoneksi dengan tegangan 275 kV AC
pada tahap awal di koridor barat Sumatera dan tegangan 500 kV AC pada saat diperlukan di koridor timur
Sumatera.
Pembangunan interkoneksi point-to-point jarak jauh, melalui laut dan berkapasitas besar memerlukan
teknologi transmisi daya arus searah (HVDC). Kebijakan PLN dalam memilih tegangan transmisi HVDC
adalah mengadopsi tegangan yang banyak digunakan di negara lain, yaitu 500 kV DC dan 250 kV DC
20
.
Kebijakan utama lainnya adalah pembangunan sistem transmisi dilaksanakan dengan mempertimbangkan
pertumbuhan beban hingga 10 tahun ke depan.
Pada jaringan yang memasok ibukota negara direncanakan looping antar sub-sistem dengan pola operasi
terpisah untuk meningkatkan keandalan pasokan.
Pada saluran transmisi yang tidak memenuhi kriteria keandalan N1 akan dilaksanakan reconductoring dan
uprating.
Perluasan jaringan transmisi dari grid yang telah ada untuk menjangkau sistem isolated yang masih dilayani
PLTD BBM (grid extension) dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan teknis.
17 Total project PLTP adalah proyek dimana sisi hulu (uap) dan hilir (pembangkit listrik) dikerjakan oleh pengembang dan PLN hanya
membeli listrik.
18 Yaitu Pertamina mengembangkan sisi hulu dan PLN membangun power plant, atau Pertamina mengembangkan PLTP sebagai total
project dan PLN membeli listriknya.
19 Skema BLT (build lease transfer) adalah transmisi dibangun dan didanai oleh swasta, termasuk pembebasan lahan dan perizinan
ROW, dan PLN mengoperasikan serta membayar sewa sesuai tarif yang disepakati dan setelah periode waktu tertentu aset trans-
misi akan ditransfer menjadi milik PLN.
20 Berbeda dengan teknologi HVAC yang mempunyai standar tegangan internasional dan nasional, teknologi HVDC tidak mempunyai
standar tegangan. Pemilihan tegangan HVDC disesuaikan dengan kapasitas daya yang akan disalurkan dan kelas kabel (kabel laut)
yang banyak digunakan di dunia, misalnya 500 kV DC (India, Kanada), 250 kV DC (Jepang, Swedia).
LO-RUPTL Awal ok.indd 13 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
14
Penentuan lokasi GI dilakukan dengan mempertimbangkan keekonomian biaya pembangunan fasilitas
sistem transmisi tegangan tinggi, biaya pembebasan tanah, biaya pembangunan fasilitas sistem distribusi
tegangan menengah dan harus disepakati bersama oleh unit pengelola sistem distribusi dan unit pengelola
sistem transmisi.
Pemilihan teknologi seperti jenis menara transmisi, penggunaan tiang, jenis saluran (saluran udara, kabel
bawah tanah, kabel laut) dan perlengkapannya (pemutus, pengukuran dan proteksi) mempertimbangkan
aspek keekonomian jangka panjang, dan pencapaian tingkat mutu pelayanan yang lebih baik, dengan
memenuhi standar SNI, SPLN atau standar internasional yang berlaku.
Kebijakan lebih rinci mengenai pengembangan transmisi adalah sebagai berikut:
a. Jumlah unit trafo yang dapat dipasang pada suatu GI dibatasi oleh ketersediaan lahan, kapasitas
transmisi dan jumlah penyulang (feeder) keluar yang dapat ditampung oleh GI tersebut. Dengan
kriteria tersebut suatu GI dapat mempunyai 3 atau lebih unit trafo. Sebuah GI baru diperlukan jika GI-
GI terdekat yang ada tidak dapat menampung pertumbuhan beban lagi karena keterbatasan tersebut.
b. Pengembangan GI baru juga dimaksudkan untuk mendapatkan tegangan yang baik di ujung jaringan
tegangan menengah.
c. Trafo daya (TT/TM) pada dasarnya direncanakan mempunyai kapasitas sampai dengan 60 MVA.
d. Trafo IBT GITET (500/150 kV dan 275/150 kV) dapat dipasang hingga 4 unit per GITET dengan pola
operasi terpisah dan dengan 2 unit per sub-sistem.
e. Spare trafo IBT 1 fasa disediakan per lokasi untuk GITET jenis GIS, dan 1 fasa per tipe per provinsi
untuk GITET jenis konvensional.
f. Untuk melistriki komunitas dengan kebutuhan listrik yang dalam jangka panjang diperkirakan akan
tumbuh lambat, dapat dibangun gardu induk dengan desain minimalis.
Untuk meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi kebutuhan tenaga listrik yang semakin besar di
kabupaten-kabupaten yang tersebar dan belum dilayani dari jaringan tegangan tinggi, dalam RUPTL ini
terdapat rencana pembangunan GI-GI baru di beberapa kabupaten. Perencanaan GI-GI baru tersebut
tetap mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomis.
2.4. Kebijakan Pengembangan Distribusi
Fokus pengembangan dan investasi sistem distribusi secara umum diarahkan pada 4 hal, yaitu: perbaikan
tegangan pelayanan, perbaikan SAIDI dan SAIFI, penurunan susut teknis jaringan dan rehabilitasi jaringan
yang tua. Kegiatan berikutnya adalah investasi perluasan jaringan untuk melayani pertumbuhan dan
perbaikan sarana pelayanan.
Pemilihan teknologi seperti jenis tiang (beton, besi atau kayu), jenis saluran (saluran udara, kabel bawah
tanah), sistem jaringan (radial, loop atau spindle), perlengkapan (menggunakan recloser atau tidak),
termasuk penggunaan tegangan 70 kV sebagai saluran distribusi ke pelanggan besar, ditentukan oleh
manajemen unit melalui analisis dan pertimbangan keekonomian jangka panjang dan pencapaian tingkat
mutu pelayanan yang lebih baik, dengan tetap memenuhi standard SNI atau SPLN yang berlaku.
2.5. Kebijakan Pengembangan Listrik Perdesaan
Pembangunan listrik perdesaan merupakan penugasan Pemerintah kepada PLN untuk melistriki
masyarakat perdesaan yang pendanaannya diperoleh dari APBN, dan diutamakan pada provinsi dengan
rasio elektrikasi yang masih rendah. Kebijakan yang diambil oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan
(DJK) dan PLN dalam pembangunan listrik desa untuk menunjang rasio elektrikasi 80% dan desa berlistrik
98,9% di tahun 2014 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Departemen ESDM 2010-
2014 adalah:
LO-RUPTL Awal ok.indd 14 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
15
Pembangunan jalur keluar jaringan distribusi untuk mendukung evakuasi daya dari proyek GI Baru
atau Extension Trafo GI yang pendanaannya diperoleh dari APBN.
Pembangunan jalur keluar jaringan distribusi untuk mendukung evakuasi daya dari proyek PLTU
skala kecil tersebar dan pembangkit mikro/mini tenaga air yang pendanaannya diperoleh dari
APBN.
Pembangunan jalur keluar jaringan distribusi untuk mendukung evakuasi daya dari proyek PLTU
skala kecil tersebar yang pendanaannya dari APLN, dengan catatan jalur keluar jaringan distribusi
tersebut belum disediakan dari APLN.
Melistriki desa baru maupun desa lama yang sebagian dari dusun tersebut belum berlistrik, daerah
terpencil dan daerah perbatasan.
Dimungkinkan pemasangan load break switch untuk menunjang perbaikan keandalan jaringan
tegangan menengah dan tiang 14 meter serta konduktor 240 mm
2
untuk mengantisipasi kebutuhan
pengembangan sistem.
Dimungkinkan pengadaan hybrid PLTS dan hybrid PLTB
21
yang sistemnya terhubung dengan grid
PLN.
Melaksanakan program Listrik Murah dan Hemat dengan target masyarakat nelayan, daerah
tertinggal dan akselerasi rasio elektrikasi.
2.6. Kebijakan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk lebih optimal lagi dalam memanfaatkan energi baru dan
terbarukan (EBT) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2010 mengenai penugasan
Pemerintah kepada PLN untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan
menggunakan energi terbarukan, batubara dan gas serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral No. 02/2010 jo Peraturan Menteri ESDM No. 15/2010 jo Peraturan Menteri ESDM No. 01/2012,
maka PLN akan memprioritaskan pengembangan panas bumi dan tenaga air. Kedua jenis energi baru ini
dapat masuk ke sistem tenaga listrik kapan saja mereka siap, walaupun dengan tetap memperhatikan
kebutuhan demand dan adanya rencana pembangkit yang lain.
Kebijakan ini tidak membatasi PLN untuk merencanakan sebuah proyek PLTA tanpa menganut prinsip
demand driven
22
demi mencapai suatu tujuan khusus tertentu, walaupun hal ini hanya dilakukan
secara sangat terbatas dan selektif. Dalam konteks ini PLN merencanakan pembangunan PLTA Baliem
berkapasitas 50 MW
23
untuk melistriki 7 kabupaten baru di dataran tinggi Pegunungan Tengah yang sama
sekali belum memiliki listrik. Proyek ini diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi di daerah tersebut
untuk pengolahan sumber daya alam sejalan dengan tujuan MP3EI di koridor Papua Maluku.
Berdasar kebijakan tersebut PLN dalam RUPTL ini merencanakan pengembangan panas bumi yang sangat
besar, pembangkit tenaga air skala besar, menengah dan kecil serta EBT skala kecil tersebar berupa
PLTS, PLTB, biomasa, biofuel dan gasikasi batubara (energi baru). PLN juga mendorong penelitian dan
pengembangan EBT lain seperti thermal solar power, arus laut, OTEC (ocean thermal energy conversion),
dan fuel cell.
Khusus mengenai PLTS, PLN mempunyai kebijakan untuk mengembangkan centralized PV untuk melistriki
banyak komunitas terpencil yang jauh dari grid pada daerah tertinggal, pulau-pulau terdepan yang
berbatasan dengan negara tetangga dan pulau-pulau terluar lainnya. Hal ini didorong oleh semangat PLN
untuk memberi akses ke tenaga listrik yang lebih cepat kepada masyarakat di daerah terpencil. Lokasi
centralized PV/PLTS komunal dipilih setelah mempertimbangkan faktor tekno-ekonomi seperti biaya
21 PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya, PLTB: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.
22 Demand driven adalah sebuah pendekatan perencanaan yang mensyaratkan adanya jaminan demand listrik yang cukup untuk men-
justikasi kelayakan sebuah proyek pembangkit.
23 Dapat dikembangkan menjadi 100 MW.
LO-RUPTL Awal ok.indd 15 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
16
transportasi BBM ke lokasi dan mengoperasikan PV secara hybrid dengan PLTD yang telah ada sehinggga
mengurangi pemakaian BBM. Selain itu PLN juga memperhatikan, alternatif sumber energi primer/EBT
yang tersedia setempat dan tingkat pelayanan
24
yang akan disediakan pada lokasi tersebut.
2.7. Kebijakan Mitigasi Perubahan Iklim
Sesuai misi PLN menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, dan sejalan dengan komitmen
nasional tentang pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), PLN akan melakukan upaya pengurangan
emisi GRK dari semua kegiatan ketenagalistrikan.
Kebijakan PLN untuk mitigasi perubahan iklim adalah sebagai berikut:
1. Memprioritaskan pengembangan energi terbarukan
PLN memprioritaskan pemanfaatan PLTA dan PLTP untuk masuk ke sistem tenaga listrik kapan saja
mereka siap
25
. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai keekonomian PLTP dan PLTA tidak menjadi faktor
utama dalam proses pemilihan kandidat pembangkit. Konsekuensi dari kebijakan ini adalah adanya
peningkatan biaya investasi PLN, sehingga pemanfaatan insentif dari pendanaan karbon (carbon
nance) menjadi penting bagi PLN.
PLN telah berpengalaman mengembangkan proyek yang dapat menghasilkan kredit karbon, baik
dalam kerangka UNFCCC maupun di luar kerangka UNFCCC. Oleh karena itu kebijakan PLN terkait
mitigasi perubahan iklim adalah untuk terus memanfaatkan pendanaan karbon guna mendukung
kelayakan ekonomi proyek-proyek rendah karbon, terutama PLTP dan PLTA.
2. Menggunakan teknologi rendah karbon
Penyediaan tenaga listrik PLN hingga tahun 2021 masih akan didominasi oleh pembangkit berbahan
bakar fosil, terutama batubara. PLN menyadari bahwa pembakaran batubara menghasilkan emisi
GRK yang relatif besar, sehingga diperlukan upaya mitigasi emisi GRK yang bersumber dari PLTU.
Kebijakan PLN terkait terkait hal ini adalah PLN hanya akan menggunakan ultra-supercritical boiler
untuk PLTU batubara yang akan dikembangkan di Pulau Jawa.
3. Pengalihan bahan bakar (fuel switching)
Dengan motif untuk mengurangi pemakaian BBM, PLN berencana mengalihkan pemakaian BBM ke
gas pada PLTG, PLTGU dan PLTMG (gas engine). Langkah fuel switching secara langsung juga akan
mengurangi emisi GRK karena faktor emisi gas lebih rendah daripada faktor emisi BBM.
4. Esiensi energi di pusat pembangkit
Esiensi termal pembangkit yang mengalami penurunan sejalan dengan umurnya akan mengkonsumsi
bahan bakar lebih banyak untuk memproduksi satu kWh listrik. PLN selalu berupaya menjaga esiensi
pembangkitnya untuk meningkatkan esiensi produksi dan sekaligus menurunkan emisi GRK.
24 Jam nyala per hari.
25 Kebijakan ini disertai dengan kajian bahwa ada kebutuhan beban dan tetap memperhatikan rencana pembangkit lain.
LO-RUPTL Awal ok.indd 16 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
17
LO-RUPTL Awal ok.indd 17 13/03/2013 15:28:46
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
18
3.1. Penjualan Tenaga Listrik
Penjualan tenaga listrik pada lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 8,5% per tahun sebagaimana dapat
dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Penjualan Tenaga Listrik PLN (TWh)
Wilayah 2007 2008 2009 2010 2011 Rata-rata
Indonesia 120,0 127,6 133,1 145,7 158
Pertumbuhan (%) 7,6 6,4 9,4 10,7 8,5 8,5
Jawa - Bali 95,6 100,8 104,1 113,4 120,8
% 7,4 5,4 3,3 8,9 6,5 6,3
Sumatera 14,7 16,4 17,6 19,7 21,5
% 7,9 11,9 7,2 11,6 9,3 9,6
Kalimantan 3,9 4,2 4,7 5,1 5,7
% 7,6 8,2 9,6 10,3 10,1 9,2
Sulawesi 3,9 4,2 4,6 5,1 5,6
% 10,2 7,3 8,8 10,7 11,0 9,6
Maluku, Papua dan Nusa Tenggara 1,8 2,0 2,2 2,4 2,7
% 12,3 8,3 9,9 10,7 13,0 10,8
Pada Tabel 3.1 dapat dilihat bahwa pertumbuhan rata-rata penjualan listrik di Jawa-Bali (6,3% per tahun)
relatif lebih rendah daripada pertumbuhan rata-rata di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua
dan Nusa Tenggara.
Pertumbuhan penjualan yang rendah di Jawa-Bali pada tahun 2007 disebabkan oleh adanya pengendalian
penjualan akibat keterbatasan kapasitas pembangkit pada tahun tersebut
26
. Selanjutnya pada tahun 2008
mulai terjadi krisis nansial global hingga akhir tahun 2009 yang menyebabkan penjualan tenaga listrik
tahun 2009 hanya tumbuh 3,3%. Pertumbuhan di Jawa pulih kembali dari dampak krisis keuangan global
mulai tahun 2010.
Penjualan tenaga listrik di Sumatera tumbuh jauh lebih tinggi, yaitu rata-rata 9,6% per tahun. Pertumbuhan
ini tidak seimbang dengan penambahan kapasitas pembangkit yang hanya tumbuh rata-rata 5,2% per
tahun, sehingga di banyak daerah terjadi krisis daya yang kronis hingga tahun 2009 dan diatasi dengan
sewa pembangkit sepanjang tahun 2010.
Penjualan tenaga listrik di Kalimantan tumbuh rata-rata 9,2% per tahun, sedangkan penambahan kapasitas
pembangkit rata-rata hanya 1% per tahun, sehingga di banyak daerah terjadi krisis daya dan penjualan
dibatasi.
Penjualan tenaga listrik di Sulawesi tumbuh rata-rata 9,6% per tahun, sementara penambahan kapasitas
pembangkit rata-rata hanya 2,7% per tahun. Hal ini telah mengakibatkan krisis penyediaan tenaga listrik
yang cukup parah hingga tahun 2009 khususnya di Sulawesi Selatan, dan pada tahun 2010 diatasi dengan
sewa pembangkit.
Hal yang sama terjadi di daerah Indonesia Timur lainnya, yaitu Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
Pertumbuhan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur diperkirakan masih berpotensi
untuk meningkat lebih tinggi karena daftar tunggu yang tinggi akibat keterbatasan pasokan dan rasio
elektrikasi yang akan terus ditingkatkan.
26 Tidak ada tambahan pembangkit baru pada tahun 2006.
LO-RUPTL Awal ok.indd 18 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
19
3 . 1 . 1 . J u m la h P e la n g g a n
Realisasi jumlah pelanggan selama tahun 20072011 mengalami peningkatan dari 37,2 juta menjadi 45,6
juta atau bertambah rata-rata 1,68 juta tiap tahunnya. Penambahan pelanggan terbesar masih terjadi
pada sektor rumah tangga, yaitu rata-rata 1,6 juta per tahun, diikuti sektor bisnis dengan rata-rata 87 ribu
pelanggan per tahun, sektor publik rata-rata 45 ribu pelanggan per tahun, dan terakhir sektor industri
rata-rata 700 pelanggan per tahun. Tabel 3.2 menunjukkan perkembangan jumlah pelanggan PLN menurut
sektor pelanggan dalam lima tahun terakhir.
Tabel 3.2. Perkembangan Jumlah Pelanggan (Ribu Unit)
Jenis Pelanggan 2007 2008 2009 2010 2011
Rumah Tangga 34.508,1 35.835,1 36.897,0 39.108,5 42.348,3
Komersial 1.585,1 1.687,3 1.770,4 1.877,6 2.019,0
Publik 988,8 1.052,2 1.164,7 1.147,8 1.213,7
Industri 46,6 46,3 47,6 48,4 50,0
Total 37.128,6 38.620,9 39.879,7 42.182,4 45.631,1
3 . 1 . 2 . R a si o E le k t ri k a si
Rasio elektrikasi didenisikan sebagai jumlah rumah tangga yang sudah berlistrik dibagi dengan jumlah
rumah tangga yang ada. Perkembangan rasio elektrikasi secara nasional dari tahun ke tahun mengalami
kenaikan, yaitu dari 60,8% pada tahun 2007 menjadi 71,2% pada tahun 2011.
Pada periode tersebut kenaikan rasio elektrikasi pada wilayah-wilayah Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi dan pulau lainnya diperlihatkan pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3. Perkembangan Rasio Elektrikasi (%)
Wilayah 2007 2008 2009 2010 2011
Indonesia 60,8 62,3 65,0 67,5 71,2
Jawa-Bali 66,3 68,0 69,8 71,4 72,3
Sumatera 56,8 60,2 60,9 67,1 69,4
Kalimantan 54,5 53,9 55,1 62,3 64,3
Sulawesi 53,6 54,1 54,4 62,7 66,6
Indonesia Bagian Timur 30,6 30,6 31,8 35,7 44,2
* ) T e rm a su k p e la n g g a n n o n P L N
Pada Tabel tersebut terlihat bahwa terjadi pertumbuhan rasio elektrikasi yang tidak merata pada masing-
masing daerah, dengan rincian sebagai berikut:
Sumatera: rasio elektrikasi mengalami pertumbuhan sekitar 2,5% per tahun.
Sulawesi: pertumbuhan rasio elektrikasinya sekitar 2,6% per tahun. Rasio elektrikasi naik cukup
tajam pada tahun 2010 karena adanya pembangkit sewa.
Jawa-Bali: rasio elektrikasi mengalami pertumbuhan sekitar 1,2% per tahun.
Kalimantan: rasio elektrikasi mengalami kenaikan cukup signikan mulai tahun 2009 karena
teratasinya masalah pembangkitan dengan adanya beberapa pembangkit sewa.
Indonesia bagian Timur: rasio elektrikasi mengalami pertumbuhan 2,7% per tahun. Kesulitan utama
adalah keterbatasan kemampuan pembangkit dan situasi geogras yang tersebar.
3 . 1 . 3 . P e rt u m b u h a n B e b a n P u n ca k
Pertumbuhan beban puncak sistem Jawa-Bali dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 3.4. Dari
Tabel tersebut dapat dilihat bahwa beban puncak tumbuh relatif rendah, yaitu rata-rata 5,2%, dengan
loadfactor cenderung meningkat, hal ini dicerminkan juga oleh pertumbuhan energi yang relatif tinggi,
LO-RUPTL Awal ok.indd 19 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
20
yaitu rata-rata 8,5% (lihat Tabel 3.1). Perbaikan loadfactor terjadi karena adanya kebijakan pembatasan
penggunaan daya pada saat beban puncak pada konsumen besar dan penerapan tarif multiguna untuk
mengendalikan pelanggan baru
27
.
Tabel 3.4. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem JawaBali
Deskripsi Satuan 2007 2008 2009 2010 2011
Kapasitas Pembangkit MW 22.236 22.296 22.906 23.206 26.664
Daya Mampu MW 20.309 20.369 21.784 21.596 23.865
Beban Puncak Bruto MW 16.840 16.892 17.835 18.756 20.439
Beban Puncak Netto MW 16.251 16.301 17.211 18.100 19.739
Pertumbuhan % 5,6 0,3 5,6 5,2 9,1
Faktor Beban % 76,0 78,7 77,7 79,5 77,8
Informasi mengenai pertumbuhan beban puncak 5 tahun terakhir untuk sistem kelistrikan di luar Jawa-Bali
tidak dapat disajikan seperti di atas karena sistem kelistrikan di luar Jawa-Bali masih terdiri dari beberapa
subsistem yang beban puncaknya noncoincident.
3.2. Kondisi Sistem Pembangkitan
Pada tahun 2011 kapasitas terpasang pembangkit PLN dan IPP di Indonesia adalah 34.275 MW yang terdiri
dari 26.664 MW di sistem Jawa-Bali dan 7.611MW di sistem-sistem kelistrikan Wilayah Operasi Indonesia
Barat dan Indonesia Timur. Pembangkit sewa tidak termasuk dalam angka tersebut.
3 . 2 . 1 . Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
Kapasitas terpasang pembangkit milik PLN dan IPP yang tersebar di sistem-sistem Indonesia Barat dan
Indonesia Timur pada saat ini adalah 7.611 MW dengan perincian ditunjukkan pada Tabel 3.5. Kapasitas
pembangkit tersebut sudah termasuk IPP dengan kapasitas 1.007 MW. Walaupun kapasitas terpasang
pembangkit adalah 7.611 MW, kemampuan netto dari pembangkit tersebut lebih rendah dari angka
tersebut karena banyak PLTD yang telah berusia lebih dari 10 tahun dan mengalami derating
28
.
Tabel 3.5. Kapasitas Terpasang Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat dan
Indonesia Timur (MW) Tahun 2011
29
Provinsi
PLN (MW)
Jumlah
PLN
IPP (MW)
Jumlah
IPP
Jumlah
PLN+IPP
PLTD PLTG/MG PLTGU PLTU PLTA/M PLTP PLTD PLTG/MG PLTGU PLTU PLTA/M PLTP
Aceh 218 - - - 2 - 219 - - - - - - - 219
Sumatera Utara 38 204 - 490 140 - 871 - - - - 183 11 194 1.065
Sumatera Barat 33 54 818 200 254 - 1.359 - - - - - - - 1.359
Riau 87 60 - - 114 - 260 - - - - - - - 260
Kep. Riau 82 - - - - - 82 - - - - - - - 82
Bengkulu 22 - - - 234 - 256 - - - - - - - 256
Sumatera Selatan 31 176 40 285 - - 531 - - 230 227 - - 457 988
Jambi 49 78 - - - - 127 - - - - - - - 127
Bangka Belitung 92 - - - - - 92 - - - - - - - 92
Lampung 66 18 - 200 120 - 403 - - - - - - - 403
Kalimantan Barat 195 34 - - 2 - 230 - - - - - - - 230
Kalimantan
Selatan
126 21 - 130 30 - 307 - - - - - - - 307
27 Kebijakan pembatasan beban puncak ditiadakan dengan berlakunya TDL 2010.
28 Daya mampu pembangkit diperkirakan sekitar 75% dari kapasitas terpasang.
29 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011 untuk kapasitas pembangkit PLN, dan Laporan Keuangan PLN tahun 2011 untuk
data IPP.
LO-RUPTL Awal ok.indd 20 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
21
Provinsi
PLN (MW)
Jumlah
PLN
IPP (MW)
Jumlah
IPP
Jumlah
PLN+IPP
PLTD PLTG/MG PLTGU PLTU PLTA/M PLTP PLTD PLTG/MG PLTGU PLTU PLTA/M PLTP
Kalimantan
Tengah
78 - - - - - 78 - - - 11 - - 11 89
Kalimantan Timur 224 38 60 - - - 322 - - - 45 - - 45 367
Sulawesi Utara 73 - - 10 55 60 199 - - - - 3 - 3 202
Gorontalo 32 - - - 2 - 33 - - - - - - - 33
Sulawesi Tengah 110 - - 30 9 - 149 - - - 27 3 - 30 179
Sulawesi Selatan 73 123 - 13 151 - 359 60 60 135 12 267 626
Sulawesi Barat 6 - - - - - 6 - - - - - - - 6
Sulawesi Tenggara 90 - - - 2 - 91 - - - - - - - 91
Maluku 135 - - - - - 135 - - - - - - - 135
Maluku Utara 62 - - - - - 62 - - - - - - - 62
Papua 90 - - - 2 - 92 - - - - - - - 92
Papua Barat 54 - - - 2 - 56 - - - - - - - 56
NTB 145 - - - 1 - 146 - - - - - - - 146
NTT 138 - - - 1 - 139 - - - - - - - 139
TOTAL 2.344 805 918 1.358 1.119 60 6.604 60 60 365 310 201 11 1.007 7.611
Beban puncak sistem kelistrikan Indonesia Barat dan Indonesia Timur mencapai 6.620 MW pada tahun
2011. Jika beban puncak dibandingkan dengan daya mampu pembangkit pada saat ini dan apabila
menerapkan kriteria cadangan 40%, maka diperkirakan terjadi kekurangan sekitar 2.000 MW.
Untuk menanggulangi kekurangan pembangkit tersebut, hampir seluruh unit usaha PLN di Indonesia barat
dan Timur telah melakukan sewa pembangkit. Kapasitas pembangkit sewa yang ada di Wilayah Operasi
Indonesia Barat dan Indonesia Timur pada tahun 2011 mencapai 3.031 MW sebagaimana ditunjukkan
pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6. Daftar Sewa Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat
dan Indonesia Timur (MW) Tahun 2011
No PLN Wilayah PLTD PLTG PLTMG Kapasitas (MW)
1 Aceh 194 194
2 Sumut 12 12
3 Sumbar 29 29
4 Riau dan Kepri 113 113
5 Babel 77 77
6 S2JB 22 22
7 Kit Sumbagsel 135 424 51 610
8 Kit Sumbagut 407 46 453
9 Kalbar 235 235
10 Kalselteng 205 205
11 Kaltim 138 20 13 171
12 Sulselrabar 352 352
13 Sulutenggo 184 184
14 Maluku 80 80
15 Papua 90 90
16 NTB 147 147
17 NTT 59 59
Jumlah 2.477 490 64 3.031
Tabel 3.5. Kapasitas Terpasang Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat dan
Indonesia Timur (MW) Tahun 2011
lanjutan
LO-RUPTL Awal ok.indd 21 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
22
3 . 2 . 2 . Wi la y a h O p e ra si J a w a B a li
Pembangkit baru yang masuk ke sistem Jawa-Bali pada tahun 2011 adalah PLTU Indramayu Unit 1-3
(3x300 MW), PLTU Suralaya Unit 8 (625 MW), PLTU Tanjung Jati B Unit 3 (660 MW), PLTD Pesanggaran
BOT (50 MW) dan PLTG Cikarang Listrindo (150 MW), dengan kapasitas tambahan total sebesar 2.385MW.
Penambahan pasokan daya pembangkit tersebut membantu meningkatkan kemampuan pasokan sistem
Jawa-Bali menjadi total sebesar 26.664 MW.
Rincian kapasitas pembangkit sistem Jawa-Bali berdasarkan jenis pembangkit dapat dilihat pada Tabel
3.7.
Tabel 3.7. Kapasitas Terpasang Pembangkit Sistem Jawa-Bali Tahun 2011
30
No Jenis Pembangkit PLN IPP
Jumlah
MW %
1 PLTA 2.392 150 2.542 10%
2 PLTU 107 3.012 137 51%
3 PLTG 2.035 300 2.335 9%
4 PLTGU 6.916 0 6.916 26%
5 PLTP 375 685 1.060 4%
5 PLTD 105 0 105 0%
Jumlah 22.517 4.147 26.664 100%
3.3. Kondisi Sistem Transmisi
3 . 3 . 1 . S i st e m T ra n sm i si Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n T i m u r
Sistem penyaluran di Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Timur dalam kurun waktu 5 tahun terakhir
menunjukkan perkembangan yang cukup berarti terutama di sistem Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi
dengan selesainya beberapa proyek transmisi. Sedangkan pulau lainnya, yaitu Nusa Tenggara Timur,
Maluku, dan Papua belum memiliki saluran transmisi.
Pembangunan gardu induk meningkat rata-rata 6,5% per tahun dalam periode 20072011, dimana
kapasitas terpasang gardu induk pada tahun 2007 sekitar 7.916 MVA meningkat menjadi 10.502 MVA pada
tahun 2011.
Pada Tabel 3.8 diperlihatkan perkembangan kapasitas trafo pada gardu induk di sistem Indonesia Barat
dan Indonesia Timur selama 5 tahun terakhir.
Tabel 3.8. Perkembangan Kapasitas Trafo GI Wilayah Operasi Indonesia Barat
dan Indonesia Timur (MVA)
31
Region 2007 2008 2009 2010 2011
Sumatera
275/150 kV 160 160 160 160 410
150/20 kV 4.474 4.804 5.170 5.920 6.215
70/20 kV 360 360 350 335 395
Kalimantan
150/20 kV 1.174 1.174 1.383 1.453 1.553
30 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011.
31 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011.
LO-RUPTL Awal ok.indd 22 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
23
Region 2007 2008 2009 2010 2011
70/20 kV 157 157 153 187 148
Sulawesi
150/20 kV 1.045 1.074 1.064 1.064 1.267
70/20 kV 546 606 546 560 514
Sub-Total
275/150 kV 160 160 160 160 410
150/20 kV 6.693 7.052 7.617 8.437 9.035
70/20 kV 1.063 1.123 1.049 1.082 1.057
Tabel 3.9. Perkembangan Saluran Transmisi Wilayah Operasi Indonesia Barat
dan Indonesia Timur (kms)
32
Region 2007 2008 2009 2010 2011
Sumatera
275 kV 781 781 1.011 1.011 1.028
150 kV 7.739 8.423 8.221 8.224 8.439
70 kV 334 334 334 331 332
Kalimantan
150 kV 1.305 1.429 1.429 1.567 1.680
70 kV 123 123 123 123 123
Sulawesi
150 kV 1.839 1.957 1.957 2.304 2.988
70 kV 505 505 519 528 528
Sub-Total
275 kV 781 781 1.011 1.011 1.028
150 kV 1.0883 1.1809 11.607 12.095 13.107
70 kV 962 962 976 982 983
Tabel 3.9 menunjukkan bahwa pembangunan sarana transmisi meningkat rata-rata 3,9% per tahun dalam
kurun waktu 2007-2011, dimana panjang saluran transmisi pada tahun 2007 sekitar 12.626 kms meningkat
menjadi 15.118 kms pada tahun 2011.
3 . 3 . 2 . S i st e m T ra n sm i si J a w a B a li
Perkembangan kapasitas trafo gardu induk dan sarana penyaluran sistem Jawa-Bali untuk 5 tahun terakhir
ditunjukkan pada Tabel 3.10 dan Tabel 3.11.
Tabel 3.10. Perkembangan Kapasitas Trafo GI Sistem Jawa-Bali
33
Level Tegangan Unit 2007 2008 2009 2010 2011
150/20 kV MVA 26.070 26.150 27.080 28.440 33.720
70/20 kV MVA 2.800 2.750 2.740 2.750 2.727
Jumlah MVA 28.870 28.900 29.820 31.190 36.447
Beban Puncak MW 16.260 16.310 17.210 18.100 19.739
Tabel 3.11. Perkembangan Saluran Transmisi Sistem Jawa Bali
34
Level Tegangan Unit 2007 2008 2009 2010 2011
500 kV kms 5.050 5.090 5.110 5.050 5.052
150 kV kms 11.610 11.850 11.970 12.370 12.906
70 kV kms 3.580 3.610 3.610 3.610 3.474
32 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011.
33 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011.
34 Sumber: Statistik PT PLN (Persero) tahun 2011.
Tabel 3.8. Perkembangan Kapasitas Trafo GI Wilayah Operasi
Indonesia Barat dan Indonesia Timur (MVA)
31
la n ju t a n
LO-RUPTL Awal ok.indd 23 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
24
Dari Tabel 3.11 dapat dilihat bahwa panjang saluran transmisi 70 kV tidak bertambah, bahkan sedikit
berkurang karena ditingkatkan (uprated) menjadi 150 kV guna meningkatkan kapasitas, keandalan dan
perbaikan kualitas pelayanan ke konsumen.
Keseimbangan kapasitas pembangkit dengan kapasitas trafo interbus (IBT) dan trafo GI per sistem
tegangan 500 kV, 150 kV dan 70 kV dalam kurun waktu 5tahun terakhir diperlihatkan oleh Tabel 3.12.
Tabel 3.12. Kapasitas Pembangkit dan Interbus Transformer (IBT)
35
Level Tegangan Satuan 2007 2008 2009 2010 2011
Kit. Sistem 500 kV MW 12.970 12.970 12.970 12.970 14.221
Trf. 500/150 kV MVA 17.000 17.000 17.500 19.500 24.000
Kit. Sistem 150 kV MW 8.990 9.010 10.110 10.410 11.480
Trf. 150/70 kV MVA 3.580 3.580 3.820 3.820 3.820
Kit. Sistem 70 kV MW 270 270 270 270 270
Trf. 150/20 kV MVA 26.070 26.150 26.330 28.440 29.660
Trf. 70/20 kV MVA 2.800 2.750 2.740 2.750 2.750
3.4. Kondisi Sistem Distribusi
Berikut ini diberikan perbaikan susut jaringan dan keandalan sistem distribusi pada lima tahun terakhir.
3 . 4 . 1 . S u su t J a ri n g a n D i st ri b u si
Realisasi rugi jaringan distribusi PLN mulai tahun 2007 cenderung menurun sejalan dengan usaha-usaha
menekan susut jaringan seperti terlihat pada Tabel 3.13.
Tabel 3.13. Rugi Jaringan Distribusi (%)
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011
Susut Distribusi 8,84 8,29 7,93 7,09 7,34
3 . 4 . 2 . K e a n d a la n P a so k a n
Realisasi keandalan pasokan listrik kepada konsumen yang diukur dengan indikator SAIDI dan SAIFI
36

jaringan PLN pada lima tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 3.14.
Tabel 3.14. SAIDI dan SAIFI PLN
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011
SAIDI (jam/pelanggan/tahun) 28,94 80,90 16,70 7,00 4,71
SAIFI (kali/pelanggan/tahun) 12,77 13,33 10,78 6,85 4,90
Gambaran mengenai kondisi kelistrikan saat ini yang lebih detail dapat dilihat pada Lampiran A, B dan C
yang menampilkan kondisi kelistrikan per provinsi.
3.5. Masalah-Masalah yang Mendesak
Masalah mendesak yang saat ini dihadapi PLN antara lain upaya memenuhi daerah-daerah yang kekurangan
pasokan listrik dan mengganti pembangkit berbahan bakar minyak dengan bahan bakar non minyak serta
melistriki daerah yang belum mendapatkan pasokan listrik, termasuk daerah-daerah perbatasan dan
terpencil, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
35 Sumber : Laporan Evaluasi Operasi Tahunan P3B Jawa Bali tahun 2011.
36 SAIDI adalah System Average Interruption Duration Index, SAIFI adalah System Average Interruption Frequency Index.
LO-RUPTL Awal ok.indd 24 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
25
Pada tahun 2011 sistem kelistrikan Sumatera pada dasarnya mengalami kekurangan pasokan daya.
Sistem Sumbagut hampir sepanjang tahun tidak mempunyai cadangan operasi, sering mengalami desit
dan mengoperasikan banyak pembangkit berbahan bakar BBM (lebih dari 60%). Sistem Sumbagsel
juga mengalami hal yang sama, yaitu hampir sepanjang tahun tidak mempunyai cadangan operasi yang
cukup, bahkan kira-kira 4 bulan dalam setahun dalam kondisi desit daya. Gas, batubara dan hidro sudah
mengambil peran besar dalam pembangkitan di Sumbagsel.
Pada saat ini hampir 100% pasokan listrik di Kalimantan Barat bersumber dari pembangkit berbahan
BBM. Kecukupan dan keandalan pasokan masih relatif rendah dengan cadangan pembangkitan yang tidak
memadai. Kebutuhan listrik untuk daerah perdesaan di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Sarawak
juga masih belum tercukupi.
Sistem kelistrikan di wilayah operasi Indonesia Timur tahun 2011 banyak yang dalam kondisi krisis termasuk
pada sistem-sistem yang melayani ibukota Provinsi yaitu sistem Barito dan Mahakam di Kalimantan, sistem
Sulsel, Kendari, Minahasa-Gorontalo dan Palu di Sulawesi, sistem Lombok, Ambon, Ternate dan sistem
Jayapura. Sistem-sistem tersebut beroperasi dalam kondisi tanpa cadangan yang cukup sehingga apabila
terjadi gangguan pada salah satu pembangkit akan mengakibatkan pemadaman.
Demikian juga dengan kondisi sistem kecil yang melayani ibukota kabupaten, beberapa diantaranya
mengalami krisis dan bahkan sebagian diantaranya sudah mengalami desit daya sehingga sering terjadi
pemadaman.
Realisasi operasi sistem kelistrikan Jawa-Bali sepanjang tahun 2011 pada umumnya berjalan normal dan
aman, namun selama perioda beban puncak mengalami desit daya sebanyak 165 kali sehingga dilakukan
load curtailment, dan 104 kali dalam kondisi kurang cadangan operasi. Hidrologi waduk kaskade Citarum
selama tahun 2011 termasuk kategori kering, sehingga hanya berpoduksi 75% dari rencana. Transfer
listrik dari region timur/tengah ke region barat masih dalam batas termal dan stabilitas. Sebagian besar
GITET 500 kV mengalami tegangan di bawah standar
37
, demikian juga dengan GI 150 kV. Namun demikian
masih terdapat banyak ruas transmisi 150 kV yang pembebannya telah melampaui kriteria keadalan N-1,
terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembebanan sebagian besar trafo IBT 500/150 kV telah sangat
tinggi, yaitu mendekati 80%-100%, demikian pula halnya dengan pembebanan trafo 150/20kV.
3 . 5 . 1 . U p a y a P e n a n g g u la n g a n J a n g k a P e n d e k
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r d a n I n d o n e si a B a ra t
Kondisi kekurangan pasokan penyediaan tenaga listrik di wilayah operasi Indonesia Barat dan Timur pada
dasarnya disebabkan oleh keterlambatan penyelesaian proyek pembangkit tenaga listrik, baik proyek PLN
maupun IPP.
Kondisi jangka pendek yang perlu diatasi adalah memenuhi kekurangan pasokan dan menggantikan
pembangkit BBM eksisting yang tidak esien serta menaikkan rasio elektrikasi secara cepat pada daerah
yang elektrikasinya tertinggal.
Tindakan yang telah dilakukan oleh PLN untuk menanggulangi hal tersebut meliputi sewa pembangkit,
pembelian energi listrik dari IPP skala kecil, bermitra/kerjasama operasi pembangkit dengan Pemda
setempat, pembelian excess power, percepatan pembangunan PLTU batubara PerPres 71/2006,
membangun saluran transmisi, mengamankan kontinuitas pasokan energi primer dan memasang
beberapa PLTS centralized dan solar home system secara terbatas.
Untuk membantu mengatasi permasalahan pasokan listrik, PLN telah membeli semua potensi excess
power yang ada, namun jumlahnya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan, sehingga PLN perlu
menambahnya dengan menyewa pembangkit sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.6.
37 GITET Bekasi pernah mencapai tegangan terendah hingga 439 kV.
LO-RUPTL Awal ok.indd 25 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
26
Sewa pembangkit tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sebagai berikut: (i) memenuhi
kekurangan pasokan listrik dalam waktu cepat dan bersifat sementara sebelum pembangkit utama non-
BBM beroperasi; (ii) menggantikan pembangkit BBM eksisting yang tidak esien dengan PLTD yang
mempunyai sfc (specic fuel consumption) lebih baik; (iii) menaikkan rasio elektrikasi secara cepat pada
daerah yang elektrikasinya tertinggal dan tidak tersedia sumber daya EBT lainnya. Sewa pembangkit
tersebut meliputi sewa PLTD MFO/HSD, PLTG gas, PLTMG (gas engine) dan PLTGB.
Wi la y a h O p e ra si J a w a B a li
Upaya jangka pendek yang dilakukan PLN di Jawa Bali adalah mempercepat pengadaan trafo 150/20 kV
dan trafo IBT 500/150 kV, menambah kapasitas pembangkit di Bali, mempecepat pembangunan kabel laut
Jawa-Bali 150 kV sirkit 3 dan 4, memasang kapasitor di sistem Jakarta untuk perbaikan tegangan.
3 . 5 . 2 . M a sa la h M e n d e sa k Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
Hal hal yang mendesak pada wilayah operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut.
P e m b a n g k i t a n
Mempercepat penyelesaian proyek-proyek PLTU batubara dalam program FTP1 10.000MW.
Mempercepat pembangunan proyek pembangkit milik PLN lainnya, seperti PLTA Asahan III 174
MW, PLTA Peusangan 88 MW, PLTU Pangkalan Susu #3,4 2x200 MW, PLTG Kaltim Peaking 2x50 MW,
PLTG/MG Bangkanai 4x70 MW, PLTU Punagaya 2x100 MW
38
, PLTG/MG Makassar 150MW, PLTG/MG
Minahasa 50 MW dan PLTG/MG Lombok 60 MW serta banyak PLTU batubara skala kecil dan PLTGB
tersebar.
Mempercepat pembangunan proyek-proyek pembangkit lainnya yang terdapat dalam neraca daya
pada Lampiran A1.2, Lampiran A2.2 dan Lampiran B1.2 dan Lampiran B2.2.
Secara khusus berikut ini disebutkan proyek-proyek pembangkit peaker untuk memenuhi kebutuhan
sistem kelistrikan: i) PLTG/MG Arun 200 MW dan PLTG/MG Pangkalan Brandan 200 MW yang keduanya
direncanakan beroperasi dengan gas yang akan dipasok dari regasikasi LNG di Arun. ii) PLTMG Sei
Gelam 104 MW yang akan dipasok dari gas CNG Sei Gelam sebesar 4,5 bbtud. iii) PLTG/MG Jaka
Baring 50 MW yang akan dipasok dari gas CNG Jaka Baring sebesar 3 bbtud. iv) PLTG/MG Riau 200
MW yang direncanakan akan dipasok dari gas Jambi Merang sebesar 10 bbtud dan disimpan sebagai
CNG. v) PLTG/MG Jambi 100 MW yang diharapkan dapat memperoleh gas dari Jambi Merang dan
disimpan sebagai CNG. vi)PLTG/MG Lampung 100 MW yang diharapkan akan mendapatkan gas dari
beberapa alternatif sumber gas, juga perlu disimpan sebagai CNG. vii)PLTG/MG Bangkanai 280 MW
yang akan beroperasi dengan gas Bangkanai 20 bbtud dengan membangun fasilitas CNG. viii) PLTG/
MG Makassar 150 MW dan PLTG/MG Minahasa 50 MW direncanakan akan dipasok dari mini LNG. ix)
PLTG/MG Lombok 60 MW direncanakan akan dipasok dengan gas CNG marine.
T ra n sm i si d a n G a rd u I n d u k
Mempercepat pembangunan gardu induk dan IBT 275/150 kV pada sistem transmisi 275kV di jalur
barat Sumatera (Lahat - Lubuk Linggau Bangko - Muara Bungo Kiliranjao).
Mempercepat pembangunan transmisi 275 kV Kiliranjao Payakumbuh Padang Sidempuan dan
Payakumbuh - Garuda Sakti.
Mempercepat penyelesaian konstruksi transmisi 275 kV Simangkok Galang dan IBT 275/150 kV di
Galang.
Mempercepat konstruksi transmisi 275 kV PLTU Pangkalan Susu Binjai dan IBT 275/150 kV di Binjai
yang harus dapat beroperasi seiring dengan beroperasinya PLTU Pangkalan Susu pada tahun 2014.
Mempercepat pembangunan transmisi 275 kV jalur timur Sumatera dari Betung New Aur Dur.
38 Sebelumnya bernama PLTU Takalar.
LO-RUPTL Awal ok.indd 26 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
27
Mempercepat proyek transmisi 275 kV interkoneksi Kalbar - Serawak agar dapat beroperasi pada
akhir tahun 2014 untuk memenuhi kebutuhan sistem Kalbar, mengurangi ketidak-pastian kecukupan
daya, menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keandalan.
Mempercepat interkoneksi 150 kV Batam - Bintan melalui kabel laut untuk memenuhi kebutuhan
sistem Bintan dan menurunkan biaya produksi di Pulau Bintan.
Mempercepat interkoneksi 150 kV Sumatera - Bangka melalui kabel laut. Tujuan interkoneksi adalah
untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bangka karena ketidak-pastian penyelesaian proyek
PLTU disana, menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keandalam sistem kelistrikan di Pulau
Bangka. Interkoneksi dengan kabel laut ini diharapkan dapat beroperasi pada 2015.
Mempercepat penyelesaian konstruksi interkoneksi 150 kV Kalselteng - Kaltim dan sistem
interkoneksi 150 kV Sulut Gorontalo.
Mempercepat penyelesaian konstruksi transmisi 150 kV PLTA Poso Palu, transmisi 70 kV sistem
Ambon, sistem Ende, sistem Kupang dan sistem Jayapura, serta mempercepat penyelesaian kabel
bawah tanah 150 kV Tanjung Bunga Bontoala.
Mempercepat pembangunan transmisi 150 kV Bangkanai Muara Teweh Buntok Tanjung.
3 . 5 . 3 . M a sa la h M e n d e sa k S i st e m J a w a B a li
Hal hal yang mendesak untuk diselesaikan pada sistem Jawa-Bali meliputi antara lain:
Penguatan pasokan Jakarta terdiri dari beberapa program:
- Mempercepat pembangunan GITET baru/IBT baru di 2 lokasi, yaitu: Durikosambi 2x500MVA
(2015) dan Muaratawar 2x500 MVA (2015).
- Membangun ruas SUTET baru, yaitu SUTET Tanjung Jati - Tx Ungaran, SUTET Suralaya Baru
Balaraja, SUTET Balaraja Kembangan (2015), dan Kembangan Durikosambi (2015).
- Rekonfigurasi SUTET Muara Tawar Cibinong Bekasi Cawang (2013).
Penguatan pasokan lainnya terdiri dari beberapa program, yaitu:
- Penambahan IBT 500/150 kV 1x500 MVA di 8 lokasi, yaitu: IBT-3 Cilegon, IBT-4 Balaraja, IBT-3
Cawang (GIS), IBT-2 Tasikmalaya, IBT-4 Krian, IBT-2 Ngimbang dan IBT-3 Kediri.
- Membangun 4 GITET baru di 4 lokasi (3.000 MVA), yaitu Ujung Berung 1x500 MVA (2013),
Rawalo/Kesugihan 1x500 MVA (2014) serta mempercepat pengoperasian GITET Surabaya
Selatan 2x500 MVA (2013).
- Mempercepat penyelesaian SUTET Grati Surabaya Selatan (2013).
Penguatan pasokan subsistem Bali terdiri dari beberapa program yaitu:
- Pembangunan kabel laut 150 kV Jawa Bali sirkit 3&4 (2013).
- Pembangunan Jawa-Bali Crossing 500 kV dari PLTU Paiton ke Kapal (2015).
- Mempercepat konstruksi PLTU IPP Celukan Bawang 1x130MW + 2x125MW (2014).
LO-RUPTL Awal ok.indd 27 13/03/2013 15:28:47
LO-RUPTL Awal ok.indd 28 13/03/2013 15:28:47
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
29
LO-RUPTL Awal ok.indd 29 13/03/2013 15:28:48
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
30
4.1. Batubara
Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM pada tahun 2010, sumber daya batubara Indonesia adalah
104,8 milyar ton yang tersebar terutama di Kalimantan (51.9 milyar ton) dan Sumatera (52,5 milyar ton),
namun cadangan batubara dilaporkan hanya 21,1 milyar ton (Kalimantan 9,9 milyar ton, Sumatera 11,2
milyar ton).
Sekitar 22% dari batubara Indonesia berkualitas rendah (low rank) dengan kandungan panas kurang dari
5100 kkal/kg, sebagian besar (66%) berkualitas medium (antara 5100 dan 6100 kkal/kg) dan hanya sedikit
(12%) yang berkualitas tinggi (61007100 kkal/kg). Angka ini dalam adb (ash dried basis)
39
. Walaupun
cadangan batubara Indonesia tidak terlalu besar, namun tingkat produksi batubara sangat tinggi, yaitu
mencapai 370 juta ton pada tahun 2011
40
. Sebagian besar dari produksi batubara tersebut diekspor ke
China, India, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan dan negara lain
41
. Produksi pada tahun-tahun mendatang
diperkirakan akan meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan domestik dan semakin menariknya
pasar batubara internasional. Jika tingkat produksi tahunan adalah 400 juta ton, maka seluruh cadangan
batubara Indonesia yang 21,1 milyar ton diatas akan habis dalam waktu sekitar 50 tahun apabila tidak
dilakukan eksplorasi baru. Untuk menjamin pasokan kebutuhan domestik yang terus meningkat,
Pemerintah telah menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen
batubara untuk menjual sebagian produksinya ke pemakai dalam negeri.
PLN pada saat ini telah dapat mengelola pasokan batubara dengan lebih baik dari aspek kecukupan
dan kualitas. Harga batubara di pasar internasional yang cenderung turun sepanjang tahun 2012 akibat
melemahnya demand batubara global telah membuat ketersediaan batubara untuk pasar domestik
meningkat.
Dalam RUPTL tahun 2012-2021 ini terdapat rencana pengembangan beberapa PLTU mulut tambang di
Sumatera. Denisi PLTU mulut tambang di sini adalah PLTU batubara yang berlokasi di dekat tambang
batubara low rank yang tidak mempunyai infrastruktur transportasi yang memungkinkan batubara
diangkut ke pasar secara besar-besaran, sehingga batubara low rank di tambang tersebut pada dasarnya
menjadi tidak tradable. Dengan denisi seperti itu, harga batubara untuk PLTU mulut tambang diharapkan
ditetapkan dengan formula cost plus.
PLTU batubara dirancang untuk memikul beban dasar sejalan dengan harga batubara yang relatif
rendah dibandingkan harga bahan bakar fosil lainnya. Namun pembakaran batubara menghasilkan emisi
karbon dioksida yang menimbulkan efek pemanasan global, disamping menghasilkan polusi partikel dan
limbah kimia yang dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan lokal. Dengan demikian
pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar batubara memperhatikan dampak lingkungan yang
ditimbulkannya. Penggunaan teknologi ultra-supercritical pada PLTU menjadi perhatian PLN dalam
merencanakan PLTU skala besar di Pulau Jawa. Teknologi batubara bersih (clean coal technology) lainnya,
yaitu IGCC (integrated gasication combined cycle) dan CCS (carbon capture & storage) belum direncanakan
dalam RUPTL ini karena teknologi ini belum matang secara teknis dan komersial.
4.2. Gas Alam
Walaupun Indonesia bukan merupakan pemilik cadangan gas alam yang terbesar dalam skala dunia, namun
cadangan gas alam di Indonesia cukup besar, yaitu diperkirakan 164,99 Tscf yang tersebar terutama di
kepulauan Natuna (53,06 Tscf), Sumatera Selatan (26,68 Tscf), dan Kalimantan Timur (21,49 Tscf) serta
Tangguh di Irian Jaya yang diperkirakan setara dengan cadangan di Natuna.
39 Angka caloric value yang sering dipakai oleh PLN dalam rangka desain PLTU adalah menggunakan standar GAR (gross as received).
Perbedaan antara adb dan GAR dapat dihitung sesuai dengan nilai TM (total moisture), namun secara rata-rata dapat dikatakan nilai
GAR sekitar 1000 s.d 1300 lebih kecil dari adb.
40 Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia dalam Indonesia Finance Today, tanggal 7 Februari 2012.
41 Website Indoanalisis pada tanggal 9 Juni 2012, http://www.indoanalisis.com/2012/06/tren-ekspor-batubara-semakin-tinggi-dan-
sulit-di-stop/
LO-RUPTL Awal ok.indd 30 13/03/2013 15:28:48
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
31
Namun pada kenyataannya kebutuhan gas alam untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia tidak selalu
tercukupi. PLN menghadapi persoalan kecukupan pasokan gas di hampir seluruh pembangkitnya yang
berbahan bakar gas. Pasokan gas ke pusat pembangkit PLN pada kenyataannya mengalami penurunan,
ketidakpastian bahkan kelangkaan pasokan dalam beberapa tahun terakhir ini sebagaimana ditunjukkan
pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2. Disamping cadangan gas lapangan terus mengalami depletion, PLN juga
menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses ke sumber-sumber gas alam yang besar, karena sumber-
sumber gas yang besar tersebut pada umumnya telah terikat dengan kontrak jangka panjang dengan
pembeli luar negeri. Namun demikian PLN terus berupaya untuk memperoleh pasokan gas dari sumber-
sumber tersebut dan mulai menunjukkan hasil. Sebagai contoh, PLN telah memperoleh pasokan LNG dari
Bontang untuk FSRU Jakarta yang memasok Muara Karang dan Priok, dan PLN telah memperoleh indikasi
pasokan LNG dari Tangguh untuk dikirim ke Arun.
Tabel 4.1 Perkiraan Pasokan Gas untuk Pembangkit PLN di JawaBali
No Pembangkit Pemasok 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1
Muara Karang
dan Priok
PHE ONWJ (GSA) 100 100 80 50 41
PHE ONWJ (Excess capacity) 20
PGN - Priok (GSA-IP) 27
FSRU PT NR (proses GSA) 100 167 167 167 133 133 133 133 133 133
Jumlah 247 267 247 217 174 133 133 133 133 133
2 Muara Tawar
PERTAMINA - P Tengah (GSA) 25 25 25 25 25
PGN (GSA) 79 79 79 79 79 79
MEDCO Eks Keramasan 20 20 20
Ex kontrak PLN Jambi Merang*) 33 25 7 7 7 7 7
PHE ONWJ 15 15 15 15
Jumlah 157 149 131 126 126 101 22 0 0 0
3 Cilegon
CNOOC (GSA) 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80
PGN (GSA) 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Jumlah 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110
4 Tambaklorok
Petronas (Approval GSA) 111 116 116 116 116 116 116 116
SPP (GSA-IP) 25 50 50 50 50 50 50 50 50
Jumlah 0 25 161 166 166 166 166 166 166 166
5 Gresik
Kodeco (GSA)* 110 110
Hess (GSA) 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50
KEI (GSA) 110 130 130 60 60 60 60 60 60 60
MKS (GSA) 22 22
WNE (GSA)
Petronas-Bukit Tua (potensi-PJB)
Ext Kodeco 100 100 100 100 100 100 100 100
Jumlah 292 312 280 210 210 210 210 210 210 210
6 Grati
Santos Oyong (GSA-IP) 30 30 30 30
Santos Wortel (GSA-IP) 30 30 30 30 30 30 20 20 20 20
Sampang Mandiri Perkasa (GSA-IP) 17 17 17 17 17 17 17
Pasuruan Migas (GSA-IP) 3 3 3 3 3 3 3
Jumlah 80 80 80 80 50 50 40 20 20 20
Jumlah Pasokan Gas di Jawa 886 943 1.009 909 836 770 681 639 639 639
Berikut ini situasi pasokan gas untuk pembangkit utama PLN di sistem Jawa-Bali.
M u a ra K a ra n g d a n P ri o k
Dibandingkan dengan RUPTL tahun sebelumnya, pasokan gas untuk Muara Karang dan Priok pada RUPTL
2012-2021 mengalami penurunan menjadi sebagai berikut.
LO-RUPTL Awal ok.indd 31 13/03/2013 15:28:48
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
32
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
RUPTL 2011-2020 295 295 295 240 140 140 140 140
RUPTL 2012-2021 267 247 217 174 133 133 133 133
Mengingat peran Muara Karang dan Priok sangat strategis dalam memasok kota Jakarta dan peran
tersebut tidak dapat digantikan oleh pembangkit lain di luar area Jakarta, maka hingga tahun 2021 kedua
pembangkit tersebut harus senantiasa dioperasikan dengan output yang tinggi (bersifat must run). Untuk
mengoperasikan kedua pusat pembangkit tersebut akan dibutuhkan gas dalam jumlah yang lebih besar
daripada yang ditunjukkan dalam Tabel 4.1. Desit pasokan gas ini akan dijelaskan lebih lanjut pada
Lampiran C1.4 mengenai Neraca Energi.
M u a ra T a w a r
Pasokan gas untuk Muara Tawar dalam RUPTL ini diperkirakan lebih tinggi dari RUPTL sebelumnya karena
diharapkan akan tersedia tambahan pasokan gas dari perpanjangan kontrak yang sudah ada. Pembangkit
Muara Tawar ini juga bersifat must run dengan tingkat produksi yang tinggi, sehingga diperkirakan akan
terjadi desit gas sebagaimana akan dijelaskan pada Lampiran C1.4.
T a m b a k L o ro k
Pada tahun 2013 akan ada pasokan gas untuk Tambak Lorok dari lapangan Gundih sebesar 50 bbtud.
PLN sangat berharap untuk mendapatkan tambahan pasokan dari lapangan Kepodang (116 bbtud) yang
telah sangat lama menunggu dibangunnya pipa transmisi dari Kepodang ke Tambak Lorok oleh sebuah
perusahaan swasta.
Tabel 4.2 Perkiraan Pasokan Gas untuk Pembangkit PLN di Luar Jawa-Bali
No Power Plants Gas Supplier 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 Aceh Timur Medco Blok A - - 15,0 15,0 15,0 15,0 15,0 15,0 15,0 15,0
2
Belawan, P. Pasir, Kambuna 13,0 5,0 - - - - - - - -
P. Brandan dan FSRU LNG Tangguh - - 110,0 110,0 110,0 110,0 110,0 110,0 110,0 110,0
Arun Anggor (Potensi) 40,0 40,0 40,0 40,0 40,0 40,0 40,0 40,0
3 Teluk Lembu Kalila 9,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0
4 PLTG sewa Bentu Kalila Bentu (Potensi) 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0
5 PLTG sewa Melibur Kondur (Potensi) 0,6 0,6 0,6 0,6
6 PLTG sewa Jabung Petro China (Potensi) 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0 30,0
7 Sungai Gelam
EMP Sungai Gelam 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 - - -
PEP - TAC Sungai Gelam 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 - - - -
8 Simpang Tuan Perusda Jambi 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0
9 Payo Selincah
Energasindo 18,0 18,0 18,0 18,0 18,0 18,0 18,0 - - -
Jambi Merang 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 - -
10 Jakabaring (CNG) PDPDE Sumsel 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 - -
11 Indralaya Medco E&P Indonesia 24,0 - - - - - - - - -
12 Talang Duku PGN 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0 - - -
13 Borang Medco E&P Indonesia 15,0 15,0 - - - - - - - -
14 Keramasan
Medco E&P Indonesia 22,0 22,0 - - - - - - - -
Pertamina EP 15,0 15,0 15,0 15,0 - - - - - -
15
PLTMG Duri
PLTG Duri Relokasi
Jambi Merang - 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 25,0 - -
Jambi Merang 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0
16 Rengat Jambi Merang 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 - -
17 Bangka Peaker PLN Batam (mini LNG) 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 - -
18 Kalbar PLN Batam (mini LNG) - - - - - 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0
19 Kalbar PLN Batam (mini LNG) - - - - - 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0
20 Tanjung Batu TAC Semco 7,0 7,0 7,0 7,0 - - - - - -
21 Sambera TAC Semco - - - - - - - - - -
22 Tarakan Lap Bangkudulis (Potensi) 18,0 18,0 18,0 18,0 18,0 18,0
23 Nunukan Medco 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5
24 CBM Sangata VICO 0,5 0,5 0,5 0,5
25 PLTG Kolonedale Job PTM-Medco Tiaka (Potensi) 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0 2,0
26 Sengkang EEES 39,0 54,0 54,0 54,0 54,0 54,0 54,0 54,0 54,0 54,0
27 Bangkanai Salamander 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0
28 Luwuk Job PTM-Medco Senoro (Potensi) 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0
29 Gas Tersebar Pertamina EP Matindok (Potensi) 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0
30 KTI Tersebar Bontang (Potensi) 41,5 41,5 41,5 41,5 41,5 41,5 41,5 41,5 41,5
31 Makassar Peaker Sengkang (Wasambo) 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0 8,0
32 Minahasa Peaker Senoro (Potensi) 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0
Jumlah 277,1 352,6 500,6 511,6 508,5 510,5 462,0 431,0 350,5 350,5
LO-RUPTL Awal ok.indd 32 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
33
Pada Tabel 4.1 dan 4.2 diberikan perkiraan pasokan gas yang tersedia untuk pembangkit PLN di Jawa-Bali
dan di luar Jawa-Bali.
Pada tahun 2012 telah mulai beroperasi FSRU Jakarta untuk memasok pembangkit Muara Karang dan
Priok. Rencana FSRU Belawan telah dibatalkan oleh Pemerintah dan sebagai gantinya Pemerintah akan
merevitalisasi fasilitas LNG Arun sebagai storage dan regasikasi LNG. Sumber LNG untuk FSRU Jakarta
pada saat ini berasal dari Bontang, dan sumber LNG untuk Arun direncanakan dari Tangguh. Pada saat ini
terdapat rencana Pemerintah cq PGN untuk membangun FSRU Lampung, namun PLN belum memperoleh
informasi yang cukup mengenai rencana tersebut.
PLN berupaya mengurangi pemakaian BBM yang dipakai pada pembangkit beban puncak dengan beralih
ke CNG atau LNG/ mini-LNG. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.
4 . 2 . 1 . L N G (Liquied Natural Gas) d a n M i n i -L N G
Mengingat harga gas dari LNG sangat tinggi, maka gas ini hanya ekonomis untuk dipakai di pembangkit
peaking, bukan pembangkit beban dasar. PLN merencanakan pemanfaatan LNG untuk pembangkit beban
puncak dan pembangkit yang bersifat must-run di sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera. Sedangkan di
Indonesia Timur dan Barat, PLN merencanakan pemanfaatan mini-LNG untuk pembangkit beban puncak.
Beberapa proyek pembangkit di Indonesia Barat yang akan menggunakan LNG adalah sebagai berikut.
Arun: Sejalan dengan rencana pemerintah untuk merevitalisasi Arun, maka akan tersedia fasilitas
storage dan regasikasi LNG di Arun. PLN bermaksud memanfaatkan gas dari Arun untuk pembangkit
peaker di Arun sebesar 200 MW dan di Pangkalan Brandan sebesar 200 MW. Gas dari Arun juga
akan disalurkan ke Belawan melalui pipa untuk mengoperasikan PLTGU Belawan yang telah ada dan
beberapa PLTG di Paya Pasir. Kebutuhan gas tersebut adalah sebanyak 12,5 bbtud untuk Arun, 12,5
bbtud untuk Pangkalan Brandan, 75 bbtud untuk Belawan dan 10 bbtud untuk Paya Pasir, sehingga
total gas yang dibutuhkan adalah 110 bbtud.
Gas Jabung (Jambi): Terdapat potensi gas sebesar 20-30 bbtud dari lapangan Jabung untuk jangka
waktu 7 tahun. PLN menginginkan gas tersebut dapat dikonversi menjadi mini LNG untuk memenuhi
kebutuhan pembangkit beban puncak tersebar di Sumbagsel sebesar 500 MW pada tahun 2015.
Adapun rencana pemanfaatan LNG/mini-LNG di Indonesia Timur adalah sebagai berikut.
Simenggaris: PLN akan mengambil gas dari Simenggaris yang dijadikan LNG untuk memasok
pembangkit peaker di Kalimantan Timur, yaitu Tanjung Batu, Sambera dan Batakan.
Untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit peaker di Indonesia Timur lainnya, PLN
memerlukan gas dalam bentuk miniLNG dari lapangan Sengkang (Wasambo) atau Pagerungan
atau KEI (Kangean) untuk dikirim ke pembangkit peaking di Makasar 150 MW, Manado 50 MW dan
Pesanggaran Bali 250 MW.
4 . 2 . 2 . C N G (Compressed Natural Gas)
CNG pada mulanya dimaksudkan untuk memanfaatkan potensi sumur-sumur gas dengan kapasitas relatif
kecil maupun sumur gas marginal, namun kemudian PLN juga memutuskan untuk menggunakan CNG skala
besar untuk pembangkit di Jawa. PLN telah memetakan potensi pemanfaatan CNG untuk pembangkit
peaking di Indonesia Barat, Indonesia Timur dan Jawa.
Saat ini sedang dibangun CNG storage oleh pemasok gas di Sumatera Selatan yang gasnya akan
dimanfaatkan untuk PLTG peaker Jaka Baring (50 MW), yang diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun
2012.
LO-RUPTL Awal ok.indd 33 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
34
Rencana pemanfaatan CNG lainnya di Indonesia Barat adalah: (i) CNG Sungai Gelam dengan kapasitas
sebesar 4,5 bbtud akan digunakan untuk pembangkit peaker 104 MW. (ii) CNG dari gas Jambi Merang
sebesar 15 bbtud akan dialokasikan untuk pembangkit peaker di Duri dengan kapasitas sekitar 312 MW.
(iii) CNG untuk pembangkit peaker di Jambi dengan kapasitas sebesar 100 MW. (iv) CNG untuk pembangkit
peaker di Lampung dengan kapasitas sebesar 200 MW.
Rencana pemanfaatan CNG di Indonesia Timur adalah pembangkit peaker Bangkanai di Kalimantan Tengah
(CNG stationary) dan Lombok (CNG marine).
Untuk Pulau Jawa, kebutuhan gas dalam bentuk CNG adalah sebagai berikut: i) Grati sebanyak 30 bbtud
untuk PLTG peaking Grati, (ii) Tambak Lorok sebanyak 16 bbtud untuk mengoperasikan sebagian dari
PLTGU sebagai pembangkit peaking, (iii) Gresik sebanyak 20 bbtud untuk mengoperasikan pembangkit
peaking dan sebagian CNG untuk dikirim ke Lombok, (iv) Muara Tawar sebanyak 30 bbtud untuk memenuhi
kebutuhan operasi peaking.
4 . 2 . 3 . Coal Bed Methane (C B M )
Reserve gas CBM diperkirakan lebih besar daripada reserve gas konvensional, terutama di South Sumatera
Basin (183 Tcf) dan Kutai Basin. PLN berkeinginan untuk memanfaatkan gas non-konvensional ini apabila
telah tersedia dalam jumlah yang cukup. Studi yang telah dilakukan oleh PLN bersama Exxon-Mobil
mengenai pengembangan CBM di Kalimantan Selatan untuk kelistrikan di Indonesia telah memberikan
pemahaman mengenai keekonomian gas CBM ini.
4.3. Panas Bumi
Terdapat beberapa laporan studi mengenai resource dan reserve tenaga panas bumi di Indonesia yang
menyajikan angka-angka yang berbeda. Salah satunya adalah laporan studi oleh WestJEC pada tahun
2007 Master Plan Study for Geothermal Power Development in the Republic of Indonesia. Menurut laporan
tersebut, potensi panas bumi Indonesia yang dapat dieksploitasi adalah 9.000MW, tersebar di 50 lapangan,
dengan potensi minimal 12.000MW.
Dalam RUPTL ini terdapat rencana untuk mengembangkan banyak proyek PLTP, terutama di Sumatera,
Jawa dan beberapa di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara dan Maluku. Dalam penugasan Pemerintah
kepada PLN untuk mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan energi terbarukan
sesuai Peraturan Presiden No. 4/2010 dan Peraturan Menteri ESDM No. 02/2010 jo Peraturan Menteri
ESDM No. 15/2010 jo Peraturan Menteri ESDM No. 01/2012
42
terdapat hampir 4000 MW proyek PLTP.
Pada kenyataannya proyek PLTP tersebut tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan, dan PLN berharap
masalah-masalah yang menghambat pengembangan panas bumi dapat segera diatasi.
4.4. Tenaga Air
Potensi tenaga air di Indonesia menurut Hydro Power Potential Study (HPPS) pada tahun 1983 adalah
75.000 MW, dan angka ini diulang kembali pada Hydro Power Inventory Study pada tahun 1993. Namun
pada laporan Master Plan Study for Hydro Power Development in Indonesia oleh Nippon Koei pada tahun
2011, potensi tenaga air setelah menjalani screening lebih lanjut
43
adalah 26.321 MW, yang terdiri dari
proyek yang sudah beroperasi (4.338 MW), proyek yang sudah direncanakan dan sedang konstruksi
(5.956 MW) dan potensi baru (16.027 MW). Dalam laporan studi tahun 2011 tersebut, potensi tenaga air
diklasikasikan dalam 4 kelompok sesuai tingkat kesulitannya, mulai dari tidak begitu sulit hingga sangat
sulit. Berdasarkan hal tersebut studi ini merekomendasikan daftar kandidat proyek PLTA seperti pada
Tabel 4.3.
42 Dikenal sebagai program percepatan pembangunan pembangkit tahap 2, atau fast track program phase 2 (FTP2).
43 Screening yang melihat kesulitan dari aspek status kehutanan (nature forest reserve), sosial (resettlement), luas reservoir.
LO-RUPTL Awal ok.indd 34 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
35
Tabel 4.3. Potensi Proyek PLTA Berdasarkan Masterplan of Hydro Power Development
NO NAMA TIPE PROVINSI KAP. (MW) COD PLN/ IPP
1 Peusangan 1-2 ROR Aceh 86 2015 PLN
2 Jambo Papeun-3 ROR Aceh 25 2019 PLN
3 Kluet-1 ROR Aceh 41 2019 PLN
4 Meulaboh-5 ROR Aceh 43 2019 PLN
5 Peusangan-4 ROR Aceh 31 2019 PLN
6 Kluet-3 ROR Aceh 24 2021 PLN
7 Sibubung-1 ROR Aceh 32 2021 PLN
8 Seunangan-3 ROR Aceh 31 2021 PLN
9 Teunom-1 RES Aceh 24 2023 PLN
10 Woyla-2 RES Aceh 242 2024 PLN
11 Ramasan-1 RES Aceh 119 2024 PLN
12 Teripa-4 RES Aceh 185 2024 PLN
13 Teunom-3 RES Aceh 102 2024 PLN
14 Tampur-1 RES Aceh 330 2025 PLN
15 Teunom-2 RES Aceh 230 2026 PLN
16 Padang Guci-2 ROR Bengkulu 21 2020 PLN
17 Warsamson RES Irian Jaya 49 2019 PLN
18 Jatigede RES Jabar 175 2014 PLN
19 Upper Cisokan-PS PST Jabar 1.000 2015 PLN
20 Matenggeng PST Jabar 887 2020 PLN
21 Merangin-2 ROR Jambi 350 2016 PLN
22 Merangin-5 RES Jambi 24 2024 PLN
23 Maung RES Jateng 360 2028 PLN
24 Kalikonto-2 0 Jatim 62 2016 PLN
25 Karangkates Ext. RES Jatim 100 2018 PLN
26 Grindulu-PS-3 PST Jatim 1.000 2021 PLN
27 K. Konto-PS PST Jatim 1.000 2027 PLN
28 Pinoh RES Kalbar 198 2020 PLN
29 Kelai-2 RES Kaltim 168 2020 PLN
30 Besai-2 ROR Lampung 44 2020 PLN
31 Semung-3 ROR Lampung 21 2020 PLN
32 Isal-2 RES Maluku 60 2019 PLN
33 Tina ROR Maluku 12 2020 PLN
34 Tala RES Maluku 54 2021 PLN
35 Wai Rantjang ROR NTT 11 2020 PLN
36 Bakaru (2nd) ROR Sulsel 126 2016 PLN
37 Poko RES Sulsel 233 2020 PLN
38 Masuni RES Sulsel 400 2023 PLN
39 Mong RES Sulsel 256 2024 PLN
40 Batu RES Sulsel 271 2027 PLN
41 Poso-2 ROR Sulteng 133 2018 PLN
42 Lariang-6 RES Sulteng 209 2024 PLN
43 Konaweha-3 RES Sulteng 24 2026 PLN
44 Lasolo-4 RES Sulteng 100 2026 PLN
45 Watunohu-1 ROR Sultra 57 2020 PLN
46 Tamboli ROR Sultra 26 2020 PLN
47 Sawangan ROR Sulut 16 2014 PLN
48 Poigar-3 ROR Sulut 14 2018 PLN
49 Masang-2 ROR Sumbar 40 2018 PLN
LO-RUPTL Awal ok.indd 35 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
36
NO NAMA TIPE PROVINSI KAP. (MW) COD PLN/ IPP
50 Sinamar-2 ROR Sumbar 26 2020 PLN
51 Sinamar-1 ROR Sumbar 37 2020 PLN
52 Anai-1 ROR Sumbar 19 2020 PLN
53 Batang Hari-4 RES Sumbar 216 2027 PLN
54 Kuantan-2 RES Sumbar 272 2028 PLN
55 Endikat-2 ROR Sumsel 22 2019 PLN
56 Asahan 3 ROR Sumut 174 2015 PLN
57 Asahan 4-5 RES Sumut 60 2017 PLN
58 Simanggo-2 ROR Sumut 59 2018 PLN
59 Kumbih-3 ROR Sumut 42 2019 PLN
60 Sibundong-4 ROR Sumut 32 2019 PLN
61 Bila-2 ROR Sumut 42 2019 PLN
62 Raisan-1 ROR Sumut 26 2020 PLN
63 Toru-2 ROR Sumut 34 2020 PLN
64 Ordi-5 ROR Sumut 27 2020 PLN
65 Ordi-3 ROR Sumut 18 2020 PLN
66 Siria ROR Sumut 17 2020 PLN
67 Lake Toba PST Sumut 400 2020 PLN
68 Toru-3 RES Sumut 228 2026 PLN
69 Lawe Mamas ROR Aceh 50 2016 IPP
70 Simpang Aur ROR Bengkulu 29 2014 IPP
71 Rajamandala ROR Jabar 58 2014 IPP
72 Cibareno-1 ROR Jabar 18 2020 IPP
73 Mala-2 ROR Maluku 30 2020 IPP
74 Malea ROR Sulsel 182 2017 IPP
75 Bonto Batu ROR Sulsel 100 2017 IPP
76 Karama-1 RES Sulsel 800 2022 IPP
77 Poso-1 ROR Sulteng 204 2011 IPP
78 Gumanti-1 ROR Sumbar 16 2020 IPP
79 Wampu ROR Sumut 84 2016 IPP

COD yang dimaksud pada Tabel 4.3 adalah COD tercepat menurut master plan namun dapat diubah sesuai
kebutuhan.
PLN bermaksud akan mengembangkan sebagian besar dari potensi tenaga air tersebut sebagai proyek
PLN.
4.5. Energi Baru dan Terbarukan Lainnya
Bentuk EBT lainnya yang tersedia di Indonesia adalah biomasa, energi matahari dan energi kelautan.
Besarnya potensi dan pemanfaatan energi terbarukan dapat dilihat pada Tabel 4.4.
la n ju t a n
Tabel 4.3. Potensi Proyek PLTA Berdasarkan Masterplan Of Hydro Power Development
LO-RUPTL Awal ok.indd 36 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
37
Tabel 4.4. Potensi dan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan
No
Energi Baru dan
Terbarukan
Sumber Daya Kapasitas Terpasang
Rasio
(%)
1 2 3 4 = 3/2
1 Mini/Mikrohidro 500 MWe 86,1 MWe 17,22
2 Biomass 49.810 Mwe 445,0 MWe 0,89
3 Tenaga Surya 4,80 kWh/m
2
/hari 12,1 MWe -
4 Tenaga Angin 9.290 MWe 1,1 MWe 0,01
5 Kelautan 240 GWe 1,1 MWe 0,01
S u m b e r: D ra f t K E N 2 0 1 0 -2 0 5 0
4.6. Nuklir
Dalam RUPTL ini tidak terdapat program pengembangan tenaga nuklir untuk kelistrikan. Hal ini
terjadi karena dalam RUKN 2008-2027 dan draft RUKN 2012-2031 tidak diindikasikan adanya rencana
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Selain itu perencanaan sistem
pembangkit yang dilakukan oleh PLN menunjukkan keekonomian PLTN tidak dapat bersaing dengan jenis
pembangkit baseload lainnya, yaitu PLTU batubara kelas 1.000 MW ultra super-critical
44
.
Kesulitan terbesar dalam merencanakan PLTN adalah tidak jelasnya biaya kapital, biaya radioactive waste
management & decommisioning serta biaya terkait nuclear liability
45
. Untuk biaya kapital misalnya, sebuah
studi bersama antara PLN dan sebuah perusahaan listrik dari luar negeri pada tahun 2006 mengindikasikan
biaya pembangunan PLTN sebesar $ 1.700/kW (EPC saja) atau $ 2.300/kW (setelah memperhitungkan
biaya bunga pinjaman selama konstruksi). Angka tersebut kini dipandang terlalu rendah, karena menurut
berbagai laporan yang lebih baru, biaya pembangunan PLTN pada beberapa negara telah mencapai angka
yang jauh lebih tinggi.
Dengan semakin mahalnya harga BBM yang juga diikuti oleh kenaikan harga energi fosil lainnya dan
dengan semakin nyatanya ancaman perubahan iklim global sebagai akibat dari emisi karbon dioksida
dari pembakaran batubara atau energi fosil lainnya, sebetulnya telah membuat PLTN menjadi sebuah
opsi sumber energi yang sangat menarik untuk ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan listrik di masa
depan. Apalagi apabila biaya proyek, biaya pengelolaan waste dan biaya decommisioning telah menjadi
semakin jelas.
Disadari bahwa pengambilan keputusan untuk membangun PLTN tidak semata-mata didasarkan pada
pertimbangan keekonomian dan protability, namun juga pertimbangan lain seperti aspek politik,
kebijakan energi, keselamatan nuklir, penerimaan sosial, budaya, perubahan iklim dan perlindungan
lingkungan. Dengan adanya berbagai aspek yang multi dimensional tersebut, program pembangunan
PLTN hanya dapat diputuskan oleh Pemerintah.
44 Proses optimisasi keekonomian tidak memperhitungkan externality dari pembangkit batubara.
45 Kecelakaan PLTN Fukushima Daichi pada bulan Maret 2011 telah menunjukkan biaya nuclear liability penting untuk diperhitungkan.
LO-RUPTL Awal ok.indd 37 13/03/2013 15:28:49
LO-RUPTL Awal ok.indd 38 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
39
LO-RUPTL Awal ok.indd 39 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
40
5.1. Kriteria Perencanaan
5 . 1 . 1 . P e re n ca n a a n P e m b a n g k i t
S i st e m I n t e rk o n e k si
Perencanaan sistem pembangkit bertujuan untuk mendapatkan kongurasi pengembangan pembangkit
yang memberikan nilai NPV total biaya penyediaan listrik termurah (least cost) dalam suatu kurun waktu
periode perencanaan, dan memenuhi kriteria keandalan tertentu. Kongurasi termurah diperoleh melalui
proses optimasi suatu objective function yang mencakup NPV dari biaya kapital, biaya bahan bakar, biaya
operasi dan pemeliharaan dan biaya energy not served. Selain itu diperhitungkan juga nilai sisa (salvage
value) dari pembangkit yang terpilih pada tahun akhir perioda studi. Simulasi dan optimisasi dilakukan
dengan menggunakan model yang disebut WASP (Wien Automatic System Planning).
Kriteria keandalan yang dipergunakan adalah Loss of Load Probability (LOLP) lebih kecil dari 0,274%
46
.
Hal ini berarti kemungkinan/probabilitas terjadinya beban puncak melampaui kapasitas pembangkit yang
tersedia adalah lebih kecil dari 0,274%.
Perhitungan kapasitas pembangkit dengan kriteria LOLP menghasilkan reserve margin tertentu yang
nilainya tergantung pada ukuran unit pembangkit (unit size), tingkat ketersediaan (availability) setiap unit
pembangkit, jumlah unit, dan jenis unit
47
.
Pada sistem Jawa Bali, kriteria LOLP<0,274% adalah setara dengan reserve margin > 25-30% dengan basis
daya mampu netto
48
. Apabila dinyatakan dengan daya terpasang, maka reserve margin yang dibutuhkan
adalah sekitar 35%
49
.
Sedangkan untuk sistem-sistem di wilayah operasi Indonesia Timur dan Barat, reserve margin ditetapkan
sekitar 40% dengan mengingat jumlah unit pembangkit yang lebih sedikit, unit size yang relatif besar
dibandingkan beban puncak, derating yang prosentasenya lebih besar, dan pertumbuhan yang lebih tinggi
dibanding Jawa-Bali.
Pembangkit energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga air, dalam proses optimisasi diperlakukan
sebagai xed system (dipaksa/ditetapkan masuk sistem) pada tahun-tahun yang sesuai dengan kesiapan
proyek tersebut.
Rencana pengembangan kapasitas pembangkitan dibuat dengan memperhitungkan proyek-proyek yang
sedang berjalan dan yang telah committed
50
, baik proyek PLN maupun IPP, dan tidak memperhitungkan
semua pembangkit sewa serta excess power. Selain itu beberapa pembangkit berbahan bakar minyak
yang sudah tua, tidak esien dan dapat digantikan perannya dengan PLTU batubara, diasumsikan akan
dihapuskan (retired) atau dijadikan sebagai pembangkit stand-by yang tidak dioperasikan tetapi tetap
dipelihara (mothballed).
Selanjutnya penambahan kapasitas pembangkit pemikul beban dasar diutamakan berupa pembangkit
berbahan bakar batubara, dan pembangkit sumber energi terbarukan (panas bumi dan tenaga air tertentu).
46 LOLP 0,274% adalah ekivalen dengan probabilitas 1 hari dalam setahun beban puncak tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas sistem
pembangkit yang ada.
47 Unit tenaga air yang outputnya sangat dipengaruhi oleh variasi musim akan mempunyai nilai EAF (equivalent availability factor) yang
berdampak besar pada LOLP dan ketercukupan energi.
48 Reserve margin (RM) didenisikan sebagai kapasitas pembangkit (G) dibagi beban puncak (D) sesuai persamaan RM = (G/D -1) x
100%.
49 Dengan asumsi derating pembangkit sekitar 5%.
50 Yang dimaksud dengan proyek committed adalah proyek PLN yang telah jelas alokasi pendanaannya, dan proyek IPP yang telah
mempunyai Power Purchase Agreement (PPA) atau paling tidak telah ada Head of Agreement (HOA).
LO-RUPTL Awal ok.indd 40 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
41
Untuk kepentingan perhitungan proyeksi BPP jangka panjang, simulasi produksi dilakukan dengan
menggunakan neraca daya yang telah dimodikasi dengan mengeluarkan proyek-proyek pembangkit
yang realisasinya diperkirakan tidak pasti.
S i st e m K e ci l T i d a k I n t e rk o n e k si /I so la t e d
Perencanaan pembangkitan pada sistem-sistem yang masih kecil dan belum interkoneksi (isolated) tidak
menggunakan metoda probabilistik maupun optimisasi keekonomian, namun menggunakan metoda
determinisitik. Pada metoda ini, perencanaan dibuat dengan kriteria N-2, yaitu cadangan minimum harus
lebih besar dari 1 unit terbesar pertama dan 1 unit terbesar kedua. Denisi cadangan disini adalah selisih
antara daya mampu total pembangkit yang ada dan beban puncak.
Life Extension d a n R e h a b i li t a si P e m b a n g k i t E k si st i n g
Suatu pembangkit tenaga listrik didesain untuk beroperasi secara ekonomis selama umur tekno-
ekonomisnya (economic life). Sebuah unit pembangkit dapat menjalani mid-life refurbishment untuk
mempertahankan kapasitas, esiensi, menjaga kesiapan dan keandalan mesin yang sesuai sifatnya harus
dipelihara dan dilakukan penggantian parts yang aus. Kemudian, pada akhir umurnya sebuah pembangkit
masih dapat diperpanjang umurnya (life extension) dengan melakukan rehabilitasi/refurbishment pada
komponen-komponen tertentu.
Keputusan untuk melakukan life-extension atau menutup/menghentikan suatu pembangkit memerlukan
kajian yang mencari solusi optimal antara opsi life extension dan membangun pembangkit baru.
5 . 1 . 2 . P e re n ca n a a n T ra n sm i si
Perencanaan transmisi dibuat dengan menggunakan kriteria keandalan N-1, baik statis maupun dinamis.
Kriteria N-1 statis mensyaratkan apabila suatu sirkit transmisi padam, baik karena mengalami gangguan
maupun dalam pemeliharaan, maka sirkit-sirkit transmisi yang tersisa harus mampu menyalurkan
keseluruhan arus beban, sehingga kontinuitas penyaluran tenaga listrik terjaga. Kriteria N-1 dinamis
mensyaratkan apabila terjadi gangguan hubung singkat 3 fasa yang diikuti oleh hilangnya satu sirkit
transmisi, maka tidak boleh menyebabkan kehilangan ikatan sinkron antara suatu kelompok generator
dan kelompok generator lainnya.
Penambahan kapasitas transmisi direncanakan untuk memperoleh keseimbangan antara kapasitas
pembangkitan dan kebutuhan beban, disamping untuk mengatasi bottleneck, meningkatkan keandalan
sistem, dan memenuhi kriteria mutu tegangan tertentu.
Kriteria yang pada umumnya diterapkan dalam RUPTL ini adalah kebutuhan penambahan kapasitas trafo
di suatu GI ditentukan pada saat pembebanan trafo mencapai 70%-80%.
Jumlah unit trafo yang dapat dipasang pada suatu GI dibatasi oleh ketersediaan lahan, kapasitas transmisi
dan jumlah penyulang keluar yang dapat ditampung oleh GI tersebut. Dengan kriteria tersebut suatu GI
dapat mempunyai 3 atau lebih unit trafo. Sebuah GI baru diperlukan jika GI-GI terdekat yang ada tidak
dapat menampung pertumbuhan beban lagi karena keterbatasan tersebut.
Pengembangan GI baru juga dimaksudkan untuk mendapatkan tegangan yang baik di ujung jaringan
tegangan menengah.
Pada RUPTL 2012-2021 ini juga direncanakan pembangunan GI minimalis, yaitu sebuah GI dengan
spesikasi yang paling minimal (single busbar atau bahkan tanpa busbar; peralatan proteksi & kontrol,
supply AC/DC & battery dikemas dalam kontainer; tanpa operator) dan kongurasi GI taping (single pi atau
LO-RUPTL Awal ok.indd 41 13/03/2013 15:28:49
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
42
T) namun dapat terus dikembangkan hingga menjadi sebuah GI yang lengkap/sempurna. Penerapan GI
minimalis hanya dilakukan pada daerah yang sudah dilalui transmisi 150 kV eksisting. Tujuan pembangunan
GI minimalis ini adalah untuk dapat mengambil alih beban sistem isolated secara lebih cepat dari timing
normal kebutuhan GI, pada sistem yang selama ini masih dioperasikan dengan PLTD. GI minimalis juga
dapat diterapkan untuk memasok lokasi yang sebelumya dipasok dari jaringan 20 kV yang sangat panjang
dan mengalami drop tegangan yang besar.
5 . 1 . 3 . P e re n ca n a a n D i st ri b u si
Perencanaan sistem distribusi dibuat dengan memperhatikan kriteria sebagai berikut:
Membatasi panjang maksimum saluran distribusi (JTM dan JTR) untuk menjaga agar tegangan
pelayanan sesuai standar SPLN 72:1987.
Kongurasi JTM untuk kota-kota besar dapat berupa topologi jaringan yang lebih andal seperti
spindle, sementara kongurasi untuk kawasan luar kota minimal berupa saluran radial yang dapat
dipasok dari 2 sumber.
Mengendalikan susut teknis jaringan distribusi pada tingkat yang optimal.
Program listrik desa dilaksanakan dalam kerangka perencanaan sistem kelistrikan secara menyeluruh
dan tidak memperburuk kinerja jaringan dan biaya pokok penyediaan.
Selain itu perencanaan sistem distribusi juga diarahkan untuk meningkatkan kontinuitas pasokan kepada
pelanggan (menekan SAIDI dan SAIFI) dengan upaya:
Membangun SCADA Distribusi untuk ibukota propinsi dan kota-kota lain yang minimal dipasok oleh 2
Gardu Induk dan 15 feeder.
Mengoptimalkan pemanfaatan recloser atau AVS yang terpasang di SUTM, dikoordinasikan dengan
reclosing relay penyulang di GI. Memonitor pengoperasian recloser atau AVS, dan menyempurnakan
metode pemeliharaan-periodiknya.
Dimungkinkan menggunakan DAS (Distribution Automation System) pada daerah yang sangat padat
beban dan potensi pendapatan tinggi.
Sasaran perencanaan sistem distribusi adalah menyediakan sarana pendistribusian tenaga listrik yang
cukup, andal, berkualitas, esien, dan susut teknis wajar.
Perencanaan kebutuhan sik jaringan distribusi dikelompokkan dalam dua kegiatan, yaitu penyambungan
pelanggan dan perkuatan distribusi dengan perincian sebagai berikut:
Perluasan sistem distribusi untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan energi listrik.
Mempertahankan/meningkatkan keandalan (reliability) dan kualitas pelayanan tenaga listrik pada
pelanggan (power quality).
Menurunkan susut teknis jaringan.
Rehabilitasi jaringan tua.
Pengembangan dan perbaikan sarana pelayanan.
Kebutuhan sik yang diperlukan untuk perluasan sistem distribusi dalam rangka mengantisipasi
pertumbuhan beban puncak sebagai akibat pertumbuhan penjualan energi merupakan fungsi dari
beberapa variabel yaitu antara lain:
LO-RUPTL Awal ok.indd 42 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
43
Beban puncak di sisi tegangan menengah (TM) dan tegangan rendah (TR),
Luas area yang dilayani,
Distribusi beban (tersebar merata, terkonsentrasi, dsb),
Jatuh tegangan maksimum yang diperbolehkan pada jaringan,
Ukuran penampang konduktor yang dipergunakan,
Fasilitas sistem distribusi terpasang (jaringan tegangan menengah/JTM, gardu distribusi/GD, jaringan
tegangan rendah/JTR, automatic voltage regulator/AVR dsb).
Dengan didorongnya pengembangan energi terbarukan oleh pemerintah seperti dimaksud dalam
Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 tahun 2009, maka pembangkit energi terbarukan sampai dengan
10 MW dapat tersambung langsung ke jaringan distribusi. Penyambungan pembangkit tersebut harus
memenuhi ketentuan Aturan Distribusi (Distribution Code).
5.2. Asumsi dalam Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik
Merujuk pada Pasal 28 dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan,
PLN selaku Pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk kepentingan umum wajib menyediakan
tenaga listrik secara terus-menerus, dalam jumlah yang cukup dan dengan mutu dan keandalan yang baik.
Dengan demikian PLN harus mampu melayani kebutuhan tenaga listrik saat ini maupun di masa yang
akan datang agar PLN dapat memenuhi kewajiban yang diminta oleh Undang-Undang tersebut. Sebagai
langkah awal PLN harus dapat memperkirakan kebutuhan tenaga listrik paling tidak hingga 10 tahun ke
depan.
Kebutuhan tenaga listrik pada suatu daerah didorong oleh tiga faktor utama, yaitu pertumbuhan ekonomi,
program elektrikasi dan pengalihan captive power ke jaringan PLN.
Pertumbuhan ekonomi dalam pengertian yang sederhana adalah proses meningkatkan output barang dan
jasa. Proses tersebut memerlukan tenaga listrik sebagai salah satu input untuk menunjangnya, disamping
input-input barang dan jasa lainnya. Disamping itu hasil dari pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan
pendapatan masyarakat yang mendorong peningkatan permintaan barang-barang/peralatan listrik seperti
televisi, pendingin ruangan, lemari es dan lainnya. Akibatnya permintaan tenaga listrik akan meningkat.
Faktor kedua adalah program elektrikasi. Sebagai upaya PLN untuk mendukung program pemerintah
dalam meningkatkan rasio elektrikasi maka PLN perlu melistriki semua masyarakat yang ada dalam
wilayah usahanya. Hal ini secara langsung akan menjaga eksistensi wilayah usaha PLN dan sekaligus
meningkatkan rasio elektrikasi di Indonesia, khususnya pada daerah-daerah yang telah menjadi wilayah
usaha PLN.
PLN dalam RUPTL ini berencana untuk menambah pelanggan baru yang besar, yaitu rata-rata 2,5 juta per
tahun, sehingga rasio elektrikasi akan mencapai 92,3% pada tahun 2021. Penambahan pelanggan baru
tersebut tidak hanya mencakup mereka yang berada di wilayah usaha PLN saat ini tetapi juga mencakup
mereka yang berada di luar wilayah usaha.
Faktor ketiga yang menjadi pendorong pertumbuhan permintaan tenaga listrik PLN adalah pengalihan
dari captive power (penggunaan pembangkit sendiri berbahan bakar minyak) menjadi pelanggan PLN.
Captive power ini timbul sebagai akibat dari ketidakmampuan PLN memenuhi permintaan pelanggan
di suatu daerah, terutama pelanggan industri dan bisnis. Bilamana kemampuan PLN untuk melayani di
daerah tersebut telah meningkat, maka captive power ini dengan berbagai pertimbangannya akan beralih
menjadi pelanggan PLN. Pengalihan captive power ke PLN juga didorong oleh tingginya harga BBM untuk
membangkitkan tenaga listrik milik konsumen industri/bisnis, sementara harga jual listrik PLN relatif lebih
LO-RUPTL Awal ok.indd 43 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
44
murah. Faktor ketiga ini sangat bergantung kepada kemampuan pasokan PLN di suatu daerah/sistem
kelistrikan dan skema bisnis jual beli listrik PLN dengan captive power, jadi tidak berlaku umum.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kebutuhan listrik adalah kemampuan nansial
perusahaan untuk melakukan investasi dalam rangka melayani pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan
masyarakat untuk mendapatkan pasokan listrik yang cukup dan andal. Penyambungan pelanggan baru
tergantung dari ketersediaan pendanaan.
Penyusunan prakiraan kebutuhan listrik dibuat dengan menggunakan sebuah model prakiraan beban
yang disebut Simple-E. Model ini menggunakan metoda regresi yang menggunakan data historis dari
penjualan energi listrik, daya tersambung, jumlah pelanggan, pertumbuhan ekonomi, dan populasi
untuk membentuk persamaan yang t. Kemudian untuk memproyeksikan kebutuhan listrik ke depan
dipilih variabel bebas yang mempunyai pengaruh besar (korelasi yang kuat) terhadap permintaan listrik,
yaitu pertumbuhan ekonomi dan populasi. Dalam hal terdapat daftar tunggu yang cukup besar, maka
digunakan juga daya tersambung sebagai variabel. Aplikasi ini dilengkapi juga dengan fasilitas melihat
tingkat ketelitian dari model yang dibentuk seperti parameter tingkat korelasi, dan uji statistik.
5 . 2 . 1 . P e rt u m b u h a n E k o n o m i
Pertumbuhan perekonomian Indonesia selama 11 tahun terakhir yang dinyatakan dalam produk domestik
bruto (PDB) dengan harga konstan tahun 2000 mengalami kenaikan rata-rata 5,3% per tahun, atau lebih
rendah dibandingkan pertumbuhan 4 tahun terakhir yang mencapai 4,5%6,5% seperti diperlihatkan
pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
PDB 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
PDB (Triliun RP)
Harga konstan
1,39 1,44 1,50 1,57 1,66 1,75 1,85 1,96 2,08 2,17 2,22 2,46
Growth PDB (%) 4,90 3,83 4,31 4,78 5,05 5,67 5,50 6,32 6,06 4,50 6,08 6,50
S u m b e r: S t a t i st i k I n d o n e si a , B P S .
Pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang relatif rendah (4,5%) sebagaimana terlihat pada Tabel 5.1
disebabkan oleh imbas krisis nansial global yang terjadi pada tahun 2008 dan berlanjut ke 2009.
Perekonomian Indonesia kembali pulih pada tahun 2010 dengan pertumbuhan 6,1% dan menguat pada
tahun 2011 dengan pertumbuhan 6,5%. Pemerintah memandang pertumbuhan ekonomi akan semakin
membaik sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN,
Perpres No.5 tahun 2010) 2010-2014.
Memperhatikan pertumbuhan ekonomi tersebut diatas, maka RUPTL ini untuk perioda tahun 2011-2014
mengadopsi angka pertumbuhan ekonomi nasional dari RPJMN 2010-2014, yaitu antara 6,37%.
Untuk periode tahun 2015 2021, RUPTL ini mengadopsi angka pertumbuhan ekonomi yang ada pada
draft RUKN 2010-2029, yaitu rata-rata 6,9% per tahun, walaupun draft RUKN 2012-2031 mengasumsikan
pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Adanya perbedaan asumsi pertumbuhan ekonomi ini akan
membuat proyeksi demand listrik dalam RUPTL sedikit lebih rendah dari pada proyeksi demand dalam
draft RUKN 2012-2031, khsusnya setalah tahun 2016. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, karena penyediaan
tenaga listrik di Indonesia selain dipenuhi oleh PLN juga akan dipenuhi oleh entitas lain
51
dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan demikian asumsi pertumbuhan ekonomi yang digunakan dalam RUPTL ini diperlihatkan pada
Tabel 5.2.
51 Entitas lain tersebut misalnya sektor industri yang mempunyai pembangkit sendiri, atau sebuah pembangkit swasta yang me-
masok suatu kawasan industri eksklusif.
LO-RUPTL Awal ok.indd 44 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
45
Tabel 5.2 Asumsi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Wilayah 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Indonesia 6,5 6,5 7,0 7,0 6,9 6,9 6,9 6,9 6,9 6,9 6,9
Jawa Bali 6,1 6,3 7,0 7,2 6,7 6,7 6,7 6,7 6,7 6,7, 6,7
Luar Jawa Bali 6,8 6,9 7,4 7,7 7,3 7,3 7,3 7,3 7,3 7,3 7,3
5 . 2 . 2 . P e rt u m b u h a n P e n d u d u k
Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah 237,6 juta orang dan jumlah rumah tangga 61,2 juta
KK berdasar sensus penduduk tahun 2010. Sedangkan untuk memperkirakan jumlah penduduk hingga
tahun 2021 PLN menggunakan laju pertumbuhan penduduk dari Buku Statistik Idonesia oleh Badan Pusat
Statistik edisi Agustus 2012.
Pada Tabel 5.3 dapat dilihat perkiraan pertumbuhan penduduk untuk Jawa-Bali, luar Jawa-Bali dan
Indonesia sepuluh tahun mendatang.
Tabel 5.3 Pertumbuhan Penduduk (%)
Tahun Indonesia Jawa - Bali Luar Jawa Bali
2011 1,6 1,3 2,0
2012 1,6 1,3 2,0
2013 1,6 1,3 2,0
2014 1,6 1,3 2,0
2015 1,6 1,3 2,0
2016 1,6 1,3 2,1
2017 1,6 1,3 2,1
2018 1,6 1,3 2,1
2019 1,6 1,3 2,1
2020 1,6 1,3 2,1
2021 1,7 1,3 2,1
S u m b e r: S a t i st i k I n d o n e si a B P S , A g u st u s 2 0 1 2
5.3. Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik 2012-2021
Menunjuk asumsi-asumsi pada butir 5.2, kebutuhan tenaga listrik selanjutnya diproyeksikan dan hasilnya
diberikan pada Tabel 5.4. Dari Tabel tersebut dapat dilihat bahwa kebutuhan energi listrik pada tahun
2021 akan menjadi 358 TWh, atau tumbuh rata-rata 8,65% per tahun. Sedangkan beban puncak non
coincident pada tahun 2020 akan menjadi 61.750 MW atau tumbuh rata-rata 8,5% per tahun.
Tabel 5.4 Pertumbuhan Ekonomi, Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik dan
Beban Puncak Periode 20122021
Tahun
Pertumbuhan
Ekonomi
%
Sales
TWh
Jumlah Beban Puncak
(non-coincident)
MW
2012 6,5 172,3 30.237
2013 7,2 187,8 32.770
2014 7,4 205,8 35.872
2015 6,9 225,1 39.209
2016 6,9 246,2 42.796
2017 6,9 266,8 46.291
2018 6,9 287,3 49.891
LO-RUPTL Awal ok.indd 45 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
46
Tahun
Pertumbuhan
Ekonomi
%
Sales
TWh
Jumlah Beban Puncak
(non-coincident)
MW
2019 6,9 309,4 53.611
2020 6,9 333,0 57.606
2021 6,9 358,3 61.752
Jumlah pelanggan pada tahun 2012 sebesar 48,2 juta akan bertambah menjadi 70,6 juta pada tahun 2021
atau bertambah rata-rata 2,5 juta per tahun. Penambahan pelanggan tersebut akan meningkatkan rasio
elektrikasi dari 74,4% pada tahun 2012 menjadi 92,3% pada tahun 2021. Proyeksi jumlah penduduk,
pertumbuhan pelanggan dan rasio elektrikasi diperlihatkan pada Tabel 5.5.
Tabel 5. 5 Proyeksi Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Pelanggan dan
Rasio Elektrikasi Periode 20122021
Tahun Penduduk Juta Pelanggan Juta RE (%)
RE RUKN
08-27 (%)
RE Draft RUKN
12-31 (%)
2011 241,4 45,6 71,8 73,0
2012 245,1 48,2 74,4 75,3
2013 249,0 51,3 77,7 77,7
2014 253,0 54,3 80,7 80,0
2015 257,0 57,1 83,3 79,2 83,2
2016 261,1 59,6 85,3 86,4
2017 265,4 62,0 87,1 89,6
2018 269,7 64,3 88,6 92,8
2019 274,1 66,5 90,0 96,0
2020 278,6 68,7 91,2 90,4 99,2
2021 283,2 70,6 92,3 99,3
Dibandingkan dengan sasaran yang ingin dicapai oleh Pemerintah dalam RUKN tahun 2008-2027, rasio
elektrikasi dalam RUPTL ini pada tahun 2015 diproyeksikan akan sedikit lebih tinggi daripada RUKN
(0,3%) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 5.6.
Tabel 5.6. Prakiraan Kebutuhan Listrik, Angka Pertumbuhan dan Rasio Elektrikasi
URAIAN Satuan 2011* 2012** 2014** 2016 2018 2020 2021
1. Energi Demand Twh
- Indonesia 156,3 172,3 205,8 246,2 287,3 333,0 358,3
- Jawa Bali 120,8 132,4 156,4 185,8 212,6 242,9 259,4
- Indonesia Timur 12,5 14,2 18,1 22,4 28,4 33,7 36,7
- Indonesia Barat 22,9 25,7 31,3 38,1 46,3 56,4 62,2
2. Pertumbuhan %
- Indonesia 7,3 10,2 9,6 9,4 7,7 7,6 7,6
- Jawa Bali 6,5 9,6 9,0 9,0 7,0 6,8 6,8
- Indonesia Timur 11,0 13,3 12,9 11,3 8,9 8,8 8,9
- Indonesia Barat 9,4 12,0 10,4 10,3 10,3 10,1 10,2
3. Rasio Elektrikasi %
- Indonesia 71,8 74,4 85,3 88,6 88,6 91,2 92,3
- Jawa Bali 74,0 75,9 80,4 86,6 86,6 89,5 90,9
- Indonesia Timur 61,2 65,5 78,1 89,9 89,9 92,5 93,6
- Indonesia Barat 73,5 76,6 83,6 93,0 93,0 94,8 95,2
* Realisasi
** Estimasi
Tabel 5.4. Pertumbuhan Ekonomi, Proyeksi Kebutuhan Tenaga Listrik dan
Beban Puncak Periode 20122021
lanjutan
LO-RUPTL Awal ok.indd 46 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
47
Proyeksi prakiraan kebutuhan listrik periode 20122021 ditunjukkan pada Tabel 5.6 dan Gambar5.1. Pada
periode 2012-2021 kebutuhan listrik sistem Jawa Bali diperkirakan akan meningkat dari 132,4 TWh pada
tahun 2012 menjadi 259,4 TWh pada tahun 2021, atau tumbuh rata-rata 7,9% per tahun. Untuk Indonesia
Timur pada periode yang sama, kebutuhan listrik akan meningkat dari 14,2 TWh menjadi 36,7 TWh atau
tumbuh rata-rata 11,4% per tahun. Wilayah Indonesia Barat tumbuh dari 25,7 TWh pada tahun 2012
menjadi 62,2TWh pada tahun 2021 atau tumbuh rata-rata 10,5% per tahun.
IB : 10,5%
26
TWh
62
TWh
IT : 11,4%
14
TWh
37
TWh
JB : 7,9%
132
TWh
259
TWh
2012 2021
G a m b a r 5 . 1 . P ro ye k si P e n ju a la n T e n a g a L i st ri k P L N T a h u n 2 0 1 2 d a n 2 0 2 1
Proyeksi penjualan tenaga listrik per kelompok pelanggan dapat dilihat pada Gambar 5.2. Gambar
tersebut memperlihatkan bahwa pada sistem Jawa-Bali kelompok pelanggan industri mempunyai porsi
yang sangat besar, yaitu 39% dari total penjualan. Sedangkan di Indonesia Timur dan Indonesia Barat porsi
pelanggan industri adalah cukup kecil, yaitu masing-masing hanya 15% dan 17%. Pelanggan residensial
masih mendominasi penjualan hingga tahun 2021, yaitu 55% untuk Indonesia Timur dan 56% untuk
Indonesia Barat.
-
50,0
100,0
150,0
200,0
250,0
300,0
350,0
400,0
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
-
50,0
100,0
150,0
200,0
250,0
300,0
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
-
10,0
20,0
30,0
40,0
50,0
60,0
70,0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
-
5,0
10,0
15,0
20,0
25,0
30,0
35,0
40,0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Indonesia Jawa Bali
Indonesia Barat Indonesia Timur
Industri
Publik
Komersial
Residensial
Industri
Publik
Komersial
Residensial
Industri
Publik
Komersial
Residensial
Industri
Publik
Komersial
Residensial

G a m b a r 5 . 2 . P ro ye k si P e n ju a la n T e n a g a L i st ri k P L N T a h u n 2 0 1 2 -2 0 2 1
LO-RUPTL Awal ok.indd 47 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
48
Hingga tahun 2017 proyeksi penjualan pada RUPTL 2012-2021 hampir sama dengan proyeksi pada draft
RUKN 2012-2031 dan mulai tahun 2018 hingga 2021 RUPTL 2012-2021 lebih rendah dari Draft RUKN
2012-2031, dan juga lebih rendah daripada RUKN 2008-2027 seperti terlihat pada Gambar 5.3.
150
200
250
300
350
400
450
500
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
T
W
h
G a m b a r 5 . 3 . P e rb a n d i n g a n P ro ye k si P e n ju a la n T e n a g a L i st ri k R U P T L d a n R U K N
5.4. Rencana Pengembangan Pembangkit
5 . 4 . 1 . K a t e g o ri sa si K a n d i d a t P e m b a n g k i t
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
Kandidat pembangkit yang digunakan pada simulasi penambahan pembangkit di Indonesia Barat dan
Timur cukup bervariasi tergantung kepada kapasitas sistem. Untuk sistem Sumatera misalnya, kandidat
PLTU batubara adalah 100MW, 200 MW, 300 MW dan 400 MW. PLTG pemikul beban puncak 100 MW. Untuk
sistem Kalimantan dan Sulawesi, kandidat PLTU batubara adalah 25 MW, 50 MW dan 100MW dengan PLTG
pemikul beban puncak 25-30 MW dan 50 MW. Sistem lainnya menggunakan kandidat pembangkit yang
lebih kecil.
S i st e m J a w a -B a li
Pada sistem Jawa-Bali, kandidat pembangkit yang dipertimbangkan untuk rencana pengembangan adalah
PLTU batubara ultra supercritical kelas 1.000 MW dan supercritical 600 MW, PLTGU LNG/gas alam 750
MW, PLTG BBM pemikul beban puncak 200 MW dan PLTA Pumped Storage 250 MW
52
. Selain itu terdapat
beberapa PLTP kelas 55 MW dan 110MW, serta PLTA. PLTN jenis pressurised water reactor kelas 1.000 MW
juga disertakan sebagai kandidat dalam model optimisasi perencanaan pembangkitan.
Pemilihan ukuran unit PLTU batubara untuk sistem Jawa-Bali sebesar 1.000 MW per unit didasarkan
pada pertimbangan esiensi
53
dan kesesuaian dengan ukuran sistem tenaga listrik Jawa-Bali yang beban
puncaknya sudah akan melampaui 25.000 MW.
52 Mengacu pada desain PLTA Pumped Storage Upper Cisokan.
53 Mengambil benet dari economies of scale dan menggunakan teknologi boiler supercritical yang mempunyai
esiensi jauh lebih tinggi daripada teknologi subcritical.
LO-RUPTL Awal ok.indd 48 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
49
Asumsi harga bahan bakar dapat dilihat pada Tabel 5.7.
Tabel 5.7. Asumsi Harga Bahan Bakar
Jenis Energi Primer Harga Nilai Kalor
Batubara - Sub Bituminous USD 80/Ton 5.100 kcal/kg
Batubara - Lignite USD 50/Ton 4.200 kcal/kg
Batubara - Lignite di Mulut Tambang USD 35/Ton 4.200 kcal/kg
Gas Alam USD 6/MMBTU 252.000 kcal/Mscf
LNG USD 13/MMBTU 252.000 kcal/Mscf
HSD*) USD 0,78/Liter 9.070 kcal/l
MFO*) USD 0,62/Liter 9.370 kcal/l
Uap Panas Bumi
(tidak mempengaruhi hasil simulasi perencanaan karena diperlakukan se-
bagai xed plant)
Bahan Bakar Nuklir USD 1400/kg
* ) H a rg a t e rse b u t a d a la h u n t u k h a rg a crude oil U S $ 9 5 /b a rre l
5 . 4 . 2 . P ro g ra m P e rce p a t a n P e m b a n g k i t B e rb a h a n B a k a r B a t u b a ra (P e rp re s N o . 7 1 /2 0 0 6 jo
P e rp re s N o . 5 9 /2 0 0 9 )
Dengan Peraturan Presiden No. 71 tahun 2006 yang direvisi dengan Peraturan Presiden No. 59 tahun
2009, Pemerintah telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk membangun pembangkit listrik berbahan
bakar batubara sebanyak kurang lebih 10.000 MW untuk memperbaiki fuel mix dan sekaligus juga
memenuhi kebutuhan demand listrik di seluruh Indonesia. Program ini dikenal sebagai Proyek Percepatan
Pembangkit 10.000 MW. Berdasar penugasan tersebut PLN pada saat ini tengah membangun sejumlah
proyek pembangkit dengan kapasitas dan perkiraan tahun operasi diperlihatkan pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8. Daftar Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW
(Peraturan Presiden No.71/2006 jo Perpres No.59/2009) Status September 2012
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
PLTU 2 di Banten (Labuan) 2x300 2009-2010
PLTU 1 di Jabar (Indramayu) 3x330 2011
PLTU 1 di Banten (Suralaya Unit 8) 1x625 2011
PLTU 3 di Banten (Lontar) 3x315 2011-2012
PLTU 2 di Jabar (Pelabuhan Ratu) 3x350 2013
PLTU 1 di Jateng (Rembang) 2x315 2011
PLTU 2 di Jateng (PLTU Adipala) 1x660 2014
PLTU 1 di Jatim (Pacitan) 2x315 2012-2013
PLTU 2 di Jatim (Paiton Unit 9) 1x660 2012
PLTU 3 di Jatim (Tanjung Awar-awar) 2x350 2013
PLTU di Aceh (Meulaboh/Nagan Raya) 2x110 2013
PLTU 2 di Sumut (Pangkalan Susu) 2x220 2014
PLTU 1 di Riau (Bengkalis) 2x10 Batal
PLTU Tenayan di Riau 2x110 2014
PLTU di Kepri (Tanjung Balai) 2x7 2012-2013
PLTU 4 di Babel (Belitung) 2x16,5 2013
PLTU 3 di Babel (Air Anyer) 2x30 2013
PLTU 2 di Riau (Selat Panjang) 2x7 Batal
PLTU 2 di Kalbar (Pantai Kura-Kura) 2x27,5 2014
PLTU di Sumbar (Teluk Sirih) 2x112 2013
PLTU di Lampung (Tarahan Baru) 2x100 2012
LO-RUPTL Awal ok.indd 49 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
50
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
PLTU 1 di Kalbar (Parit Baru) 2x50 2014
PLTU di Kaltim (Kariangau) 2x110 2014
PLTU 1 di Kalteng (Pulang Pisau) 2x60 2014
PLTU di Kalsel (Asam-Asam) 2x65 2013
PLTU 2 di Sulut (Amurang) 2x25 2012
PLTU di Gorontalo 2x25 2014
PLTU di Maluku Utara (Tidore) 2x7 2013
PLTU 2 di Papua (Jayapura) 2x10 2013
PLTU 1 di Papua (Timika) 2x7 Batal
PLTU di Maluku (Ambon) 2x15 2013-2014
PLTU di Sultra (Kendari) 2x10 2012
PLTU di Sulsel (Barru) 2x50 2012-2013
PLTU 2 di NTB (Lombok) 2x25 2013
PLTU 1 di NTT (Ende) 2x7 2013
PLTU 2 di NTT (Kupang) 2x16,5 2013
PLTU 1 di NTB (Bima) 2x10 2014
PLTU 1 Sulut 2x25 2014
PLTU 2 di Kalteng 2x7 Batal
Sampai dengan September 2012 pembangunan Proyek PerPres 71 yang telah selesai dan beroperasi
komersial adalah PLTU Labuan (2x300 MW), Suralaya Unit 8 (625 MW), Indramayu (3x330 MW), Lontar
(3x315 MW), Rembang (2x315 MW) dan Paiton Unit 9 (660MW). Untuk Indonesia Barat dan Timur belum
ada proyek PLTU batubara yang beroperasi komersial per September 2012.
5 . 4 . 3 . P ro g ra m P e rce p a t a n P e m b a n g u n a n P e m b a n g k i t T a h a p 2
Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tahap 2 (FTP2) yang ditetapkan dengan Peraturan
Presiden No. 4 tahun 2010 jo Peraturan Presiden No. 48 tahun 2011 dan Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral No. 02/2010 jo Peraturan Menteri ESDM No. 15/2010 jo Peraturan Menteri ESDM
No. 01/2012 mempunyai kapasitas total 10.047 MW yang terdiri dari PLTU batubara 3.025 MW, PLTP 4.925
MW, PLTGB 64 MW, PLTG 280 MW dan PLTA 1.753 MW, dengan rincian pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9. Rekap Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tahap 2
Pemilik Satuan PLTA PLTG PLTGB PLTP PLTU Jumlah
PLN MW 1.269 280 64 340 1.804 3.757
IPP MW 484 0 0 4.585 1.221 6.290
Jumlah MW 1.753 280 64 4.925 3.025 10.047
Proyek-proyek berikut telah dibatalkan dari FTP2: PLTGU Muara Tawar add-on Blok 3-4, PLTU Bali Timur,
PLTP Darajat, PLTP Salak, PLTGU Senoro, PLTU Masohi, PLTU Waingapu, PLTU Moutong. Selain itu juga
terdapat proyek yang dikeluarkan dari FTP2 karena telah didanai dengan APBN yaitu PLTU Sampit, PLTU
Kotabaru, PLTU Tidore dan PLTG Kaltim (peaking).
Di samping itu juga terdapat beberapa proyek yang telah berubah status, yaitu PLTGU Bangkanai (IPP)
menjadi PLTG/PLTMG Bangkanai (PLN), dan beberapa PLTU kecil menjadi PLTGB.
Tabel 5.8. Daftar Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW
(Peraturan Presiden No.71/2006 jo Perpres No.59/2009) Status September 2012
la n ju t a n
LO-RUPTL Awal ok.indd 50 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
51
Beberapa proyek pembangkit EBT khususnya PLTA dan PLTP telah ditambahkan dalam FTP2, yaitu
PLTA Rajamandala, PLTA Bonto Batu, PLTA Malea, PLTA Wampu, PLTA Semangka, PLTA Hasang dan PLTA
Peusangan-4. Sedangkan proyek PLTP tambahan adalah PLTP Gunung Endut, PLTP Gunung Ciremai, PLTP
Suoh Sekincau, PLTP Wai Ratai, PLTP Danau Ranau, PLTP Simbolon Samosir, PLTP Sipoholon Ria-Ria, PLTP
Bonjol dan PLTP Mataloko.
Porsi pembangkit EBT (PLTP dan PLTA) dalam FTP2 sesuai Tabel 5.9 akan menjadi 66%. Pengembangan
ini merupakan bagian dari rencana yang lebih besar lagi dalam RUPTL yang mencapai 12.126 MW hingga
tahun 2020. Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tahap 2 sebesar 10.047 MW tersebut terdiri
atas 3.757 MW sebagai proyek PLN dan 6.290 MW sebagai proyek IPP.
5 . 4 . 4 . P ro g ra m K e rja sa m a P e m e ri n t a h d a n S w a st a (K P S ) b e rd a sa rk a n P e rP re s N o . 6 7 /2 0 0 5
jo P e rp re s N o . 1 3 /2 0 1 0
Pada saat ini terdapat 7 proyek kelistrikan dalam buku KPS 2012 yang diterbitkan oleh Bappenas seperti
ditunjukkan pada Tabel 5.10.
Tabel 5.10. Proyek yang terdapat dalam Buku KPS 2012 Bappenas
No Nama Proyek Kapasitas Provinsi Status Keterangan
1 PLTU Jateng 2x1000 MW Jateng Sudah PPA Proses financial closing
2 PLTU Jambi 2x400 MW Jambi Prioritas
Sebetulnya merupakan proyek solicited karena
telah direncanakan dalam RUPTL 2010-2019
3 PLTU Sumsel-9 2x600 MW Sumsel Prioritas Solicited
4 PLTU Sumsel-10 1x600 MW Sumsel Prioritas Solicited
5 PLTA Karama 450 MW Sulbar Prioritas Unsolicited
6
PLTA Batang
Toru - Tapsel
510 MW Sumut Potensial Unsolicited
7 PLTA Merangin 350 MW Jambi Potensial Solicited
Khusus untuk proyek PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan, PLN telah mengusulkan kepada Bappenas
pada akhir Oktober 2012 untuk mengeluarkannya dari Buku KPS tahun 2013.
5 . 4 . 5 . R e n ca n a P e n g e m b a n g a n P LT U B a t u b a ra M u lu t T a m b a n g
Dalam RUPTL ini terdapat rencana pembangunan 7.482 MW PLTU batubara yang berlokasi di dekat
tambang batubara di Sumatera. Keekonomian PLTU batubara mulut tambang diharapkan dapat diperoleh
dari adanya perbedaan yang signikan antara harga batubara kalori rendah yang dipakai PLTU mulut
tambang dan harga batubara yang digunakan PLTU pantai. Perbedaan harga batubara tersebut sangat
diperlukan mengingat biaya proyek PLTU mulut tambang lebih tinggi daripada biaya proyek PLTU pantai
54

dan diperlukan investasi transmisi untuk menyalurkan listrik dari PLTU mulut tambang ke pusat beban.
Untuk menjamin economic sustainability suatu PLTU mulut tambang, diperlukan adanya kebijakan
Pemerintah yang menetapkan harga batubara untuk PLTU mulut tambang tidak mengikuti harga pasar
internasional. PLN telah mengusulkan kepada Pemerintah agar harga batubara untuk PLTU mulut tambang
ditetapkan berdasarkan cost plus.
54 PLTU mulut tambang lebih mahal karena dimensi boiler lebih besar dan sistem pendingin membutuhkan cooling tower.
LO-RUPTL Awal ok.indd 51 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
52
5 . 4 . 6 . R e n ca n a P e n a m b a h a n K a p a si t a s (G a b u n g a n I n d o n e si a)
Rencana penambahan kapasitas pembangkit gabungan seluruh Indonesia ditunjukkan pada Tabel 5.11.
Kapasitas tersebut hanya meliputi pembangkitpembangkit yang direncanakan untuk sistem-sistem
besar (interkoneksi), dan sudah mencakup Program Percepatan Pembangkit Tahap 1 dan 2.
Tabel 5.11. Kebutuhan Tambahan Pembangkit Total Indonesia (MW)
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
PLN
PLTU 2.617 3.050 2.262 1.425 1.004 1.227 3.303 1.130 1.110 2.000 19.128
PLTP 110 5 7 57 75 110 5 40 300 0 710
PLTGU 740 70 40 500 250 0 0 0 0 750 2.350
PLTG /MG 244 330 652 1.963 138 125 181 180 30 85 3.928
PLTD 4 4 3 8 3 1 9 9 5 3 49
PLTM 4 17 35 7 8 4.5 5.4 2 2 0 86
PLTA 0 20 0 10 443 454 77 126 482 183 1.795
PS 0 0 0 0 0 1040 0 0 450 450 1.940
PLT lain 0 20 55 17 7 13 15 6 0 0 132
Jumlah 3.719 3.516 3.055 3.988 1.929 2.974 3.595 1.494 2.379 3.471 30.119
IPP 0
PLTU 1.687 48 443 774 3.703 4.425 3.910 1.500 1.840 240 18.569
PLTP 0 0 55 130 585 1.265 1.255 1.548 745 55 5.638
PLTGU 0 90 50 50 0 0 0 0 0 0 190
PLTG /MG 60 82 0 0 0 6 0 0 0 0 148
PLTD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTM 14 141 114 194 23 1 1 0 0 0 489
PLTA 130 65 0 68 103 240 583 810 0 0 1.999
PS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLT lain 0 5 90 0 0 3 0 0 0 0 98
Jumlah 1.891 431 7.521 1.216 4.414 5.940 5.749 3.858 2.585 295 27.131
PLN+IPP 0
PLTU 4.304 3.098 2.705 2.199 4.706 5.652 7.213 2.630 2.950 2.240 37.697
PLTP 110 5 63 188 660 1.375 1.260 1.588 1.045 55 6.348
PLTGU 740 160 90 550 250 0 0 0 0 750 2.540
PLTG /MG 304 412 652 1.963 138 131 181 180 30 85 4076
PLTD 4 4 4 8 3 1 9 10 5 3 49
PLTM 18 158 150 201 32 6 6 2 2 0 575
PLTA 130 85 0 78 546 694 660 936 482 183 3.795
PS 0 0 0 0 0 1.040 0 0 450 450 1.940
PLT lain 0 25 145 17 7 15 15 6 0 0 230
Jumlah 5.610 3.947 3.807 5.203 6.342 8.914 9.344 5.352 4.964 3.766 57.250
Tabel 5.11. menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
Tambahan kapasitas pembangkit selama 10 tahun mendatang (periode 20122021) untuk seluruh
Indonesia adalah 57,3 GW atau pertambahan kapasitas rata-rata mencapai 5,7 GW per tahun.
Dari kapasitas tersebut PLN akan membangun sebanyak 30,1 GW atau 52,6% dari tambahan kapasitas
keseluruhan. Partisipasi swasta direncanakan sebesar 27,1 GW atau 47,3%.
PLTU batubara akan mendominasi jenis pembangkit yang akan dibangun, yaitu mencapai 37,7 GW
atau 65,9%, sementara PLTGU gas dengan kapasitas 2,5 GW atau 4,4%. Untuk energi terbarukan,
yang terbesar adalah panas bumi sebesar 6,3 GW atau 11,1% dari kapasitas total, disusul oleh PLTA
sebesar 5,7 GW atau 10,0%.
LO-RUPTL Awal ok.indd 52 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
53
5 . 4 . 7 . P e n a m b a h a n K a p a si t a s P e m b a n g k i t P a d a Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n
I n d o n e si a T i m u r
Sistem PLN di wilayah operasi Indonesia Barat dan Indonesia Timur terdiri dari 5 sistem interkoneksi, yaitu:
(1) Sistem Sumatera, (2) Sistem Kalimantan Barat, (3) Sistem Kalimatan Selatan-Tengah-Timur, (4) Sistem
Sulawesi Utara dan (5) Sistem Sulawesi Selatan.
Di luar sistem interkoneksi tersebut pada saat ini terdapat 4 sistem isolated yang cukup besar dengan
beban puncak di atas 50 MW, yaitu Bangka, Lombok, Tanjung Pinang dan Palu, dan terdapat beberapa
sistem isolated dengan beban puncak di atas 10 MW, yaitu Jayapura, Sorong, Ambon, Ternate, Kupang,
Sumbawa, Bima, Luwuk, Gorontalo, Kendari, Kolaka, Bau-Bau, Bontang, Sampit, Pangkalan Bun, Sintang,
Ketapang, Belitung, Rengat, Tanjung Balai Karimun, Sungai Penuh, Takengon, Meulaboh.
G a ri s b e sa r P e n a m b a h a n P e m b a n g k i t Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik sampai dengan tahun 2021 diperlukan tambahan kapasitas
pembangkit sebesar 15.248 MW di Indonesia Barat dan 9.364 MW di Indonesia Timur, termasuk committed
dan ongoing projects seperti ditunjukkan pada Tabel 5.12 dan Tabel 5.13.
Dari Tabel 5.12 dapat dilihat bahwa pengembangan pembangkit hingga tahun 2021 di Indonesia Barat
yang dilakukan oleh PLN adalah sebanyak 7,9 GW (52,3%). Selebihnya akan dibangun sebagai proyek IPP
sebanyak 7,3 GW (47,6%). Sedangkan pada Tabel 5.13 dapat dilihat bahwa pengembangan pembangkit
hingga tahun 2021 di Indonesia Timur yang dilakukan oleh PLN adalah sebanyak 5,3 GW (57,0%). Selebihnya
akan dibangun sebagai proyek IPP sebanyak 4,0 GW (42,0%), lebih kecil dibandingkan pembangkit yang
dibangun oleh PLN.
Pengembangan pembangkit di Indonesia Barat dan Timur untuk PLTP diproyeksikan cukup besar,
yaitu 3.523 MW dan juga PLTA sebesar 3.845 MW. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk
mengembangkan energi terbarukan.
Energi terbarukan lainnya yang juga direncanakan akan dikembangkan dalam RUPTL 2012-2021 ini adalah
PLT Bayu dan PLT Surya (photovoltaic) dalam skala relatif kecil.
PLTA Batang Toru dengan total kapasitas 510 MW merupakan proyek unsolicited yang diusulkan oleh
investor swasta dan telah dapat dimasukkan dalam neraca daya sistem Sumatera karena investor telah
menyampaikan laporan feasibility study walaupun masih memerlukan penyempurnaan. PLTA Batang Toru
didisain sebagai pembangkit peaking untuk memenuhi kebutuhan pembangkit peaking di Sumatera.
Tabel 5.12. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat (MW)
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
PLN
PLTU 207 581 889 1.079 415 917 917 50 60 0 5.115
PLTP 110 0 0 55 55 110 0 0 220 0 550
PLTGU 0 70 40 0 0 0 0 0 0 0 110
PLTG /MG 244 204 470 520 0 0 10 120 10 0 1.578
PLTD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTM 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTA 0 0.2 0 0 262 141 0 61 98 0 562
PLT lain 0 20 25 6 0 6 4 6 0 0 67
Jumlah 561 875 1.424 1.660 732 1.174 931 237 388 0 7.982
LO-RUPTL Awal ok.indd 53 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
54
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
IPP 0
PLTU 12 28 44 528 563 0 1.200 400 465 65 3.304
PLTP 0 0 0 110 275 825 570 415 330 0 2.525
PLTGU 0 30 50 50 0 0 0 0 0 0 130
PLTG /MG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTM 4 45 55 91 0 0 0 0 0 0 195
PLTA 0 0 0 68 56 40 433 510 0 0 1.107
PLT lain 0 5 0 0 0 0 0 0 0 0 5
Jumlah 16 108 149 847 894 865 2.203 1.325 795 65 7.266
PLN+IPP 0
PLTU 219 609 933 1.607 978 917 2.117 450 525 65 8.419
PLTP 110 0 0 165 330 935 570 415 550 0 3.075
PLTGU 0 100 90 50 0 0 0 0 0 0 240
PLTG /MG 244 204 470 520 0 0 10 120 10 0 1.578
PLTD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTM 4 45 55 91 0 0 0 0 0 0 195
PLTA 0 0 0 68 318 181 433 571 98 0 1.670
PLT lain 0 25 25 6 0 6 4 6 0 0 72
Jumlah 577 983 1.573 2.507 1.626 2.039 3.134 1.562 1.183 65 15.249
Tabel 5.13. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Timur (MW)
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
PLN
PLTU 145 404 713 346 274 310 386 80 50 0 2.708
PLTP 0 5 7 3 20 0 5 40 80 0 160
PLTGU 0
PLTG /MG 0 126 182 443 138 125 171 60 20 85 1.350
PLTD 4 4 3 8 3 1 9 10 5 3 49
PLTM 4 17 35 7 9 4 5 2 2 0 86
PLTA 0 20 0 10 71 114 77 65 384 183 924
PLT lain 0 0 27 8 7 7 11 0 0 0 59
Jumlah 152 576 968 825 522 561 664 257 541 271 5.337
IPP 0
PLTU 200 20 19 246 915 265 250 100 375 175 2.565
PLTP 0 0 0 20 15 50 60 78 30 0 253
PLTGU 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 60
PLTG /MG 60 82 0 0 0 6 0 0 0 0 148
PLTD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PLTM 10 38 29 23 11 1 1 0 0 0 113
PLTA 130 65 0 0 0 200 150 300 0 0 845
PLT lain 0 0 40 0 0 3 0 0 0 0 43
Jumlah 400 266 88 289 941 525 461 478 405 175 4.027
PLN+IPP 0
PLTU 345 424 732 592 1.189 575 636 180 425 175 5.273
PLTP 0 5 8 23 35 50 65 118 110 0 413
PLTGU 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 60
PLTG /MG 60 208 182 443 138 131 171 60 20 85 1.498
la n ju t a n
Tabel 5.12. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Barat (MW)
LO-RUPTL Awal ok.indd 54 13/03/2013 15:28:50
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
55
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
PLTD 4 4 4 8 3 1 9 10 5 3 49
PLTM 14 56 65 30 20 6 6 2 2 0 200
PLTA 130 85 0 10 71 314 227 365 384 183 1.769
PLT lain 0 0 67 8 7 10 11 0 0 0 102
Jumlah 553 842 1.056 1.113 1.463 1.086 1.125 735 946 446 9.364
N e ra ca D a y a
Neraca daya kelima sistem interkoneksi dan sistem-sistem isolated dapat dilihat pada Lampiran A dan
Lampiran B.
P ro y e k P ro y e k S t ra t e g i s
Beberapa proyek kelistrikan strategis di Indonesia Timur dan Indonesia Barat meliputi antara lain:
Proyek pembangkit PerPres 71 mengingat banyaknya daerah yang mengalami kekurangan pasokan
tenaga listrik dan untuk mengurangi pemakaian BBM.
Proyek-proyek pembangkit IPP yang telah berstatus PPA dan konstruksi.
Proyek-proyek pembangkit panas bumi dan atau tenaga air di Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua
yang menjadi andalan pasokan listrik setempat.
PLTG Bangkanai 280 MW yang dilengkapi CNG storage untuk dapat dioperasikan sebagai pembangkit
peaking, pembangunan PLTG peaking di Kaltim dan Sulsel.
PLTA Baliem 50 MW di Wamena untuk melistriki Kabupaten Wamena dan tujuh Kabupaten Baru di
Pegunungan Puncak Papua yang selama ini belum dilayani listrik PLN.
Mini LNG/CNG untuk memenuhi kebutuhan pembangkit peaking dan pembangkit kecil tersebar di
wilayah operasi Indonesia Timur.
PLTA Asahan III berkapasitas 174 MW direncanakan beroperasi pada tahun 2016, sangat strategis
untuk memperbaiki fuel mix di Sumatera Utara.
PLTA Merangin 350 MW di Provinsi Jambi akan memenuhi kebutuhan sistem Sumatera dan sekaligus
menurunkan BPP.
PLTU batubara mulut tambang di Sumatera Selatan skala besar yang listriknya juga akan disalurkan ke
sistem interkoneksi Sumatera disamping ditransfer ke Jawa melalui transmisi 500 kV HVDC.
Pembangkit peaker di Sumatera yang akan memanfaatkan potensi bahan bakar gas yang ada.
5 . 4 . 8 . P e n a m b a h a n K a p a si t a s P a d a S i st e m J a w a B a li
G a ri s B e sa r P e n a m b a h a n P e m b a n g k i t
Pada Tabel 5.14 diperlihatkan jumlah kapasitas dan jenis pembangkit yang dibutuhkan dalam kurun waktu
2012-2021 untuk wilayah Jawa-Bali.
Tabel 5.14 menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
Tambahan kapasitas pembangkit tahun 2012-2021 adalah 32,6 GW atau penambahan kapasitas rata-
rata 3,3 GW per tahun, termasuk PLTM skala kecil tersebar sebesar 180 MW dan PLT Bayu 50 MW.
Dari kapasitas tersebut PLN akan membangun sebanyak 16,8 GW atau 51% dari tambahan kapasitas
keseluruhan. Partisipasi swasta direncanakan sebesar 15,8 GW atau 49%.
PLTU batubara akan mendominasi jenis pembangkit yang akan dibangun, yaitu mencapai 24,0 GW
atau 73,6%, disusul oleh PLTGU gas dengan kapasitas 2,2 GW atau 6,9% dan PLTG 1 GW atau 3,1%.
Sementara untuk energi terbarukan khususnya panas bumi sebesar 2,9 GW atau 8,8%, PLTA/PLTM/
pumped storage sebesar 2,5 GW atau 7,6%, dan pembangkit lainnya 0,05 GW atau 0,2%.
Tabel 5.13. Kebutuhan Pembangkit Wilayah Operasi Indonesia Timur (MW)
la n ju t a n
LO-RUPTL Awal ok.indd 55 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
56
Tabel 5.14. Rencana Penambahan Pembangkit Sistem Jawa-Bali (MW)
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
PLN
PLTU 2.265 2.065 660 315 2.000 1.000 1.000 2.000 11.305
PLTP 0
PLTGU 740 500 250 750 2.240
PLTG /MG 1.000 1.000
PLTM 0
PLTA 110 199 309
PS 1.040 450 450 1.940
PLT lain 3 3 6
Jumlah 3.005 2.065 663 1.503 675 1.239 2.000 1.000 1.450 3.200 16.800
IPP 0
PLTU 1.475 380 2.225 4.160 2.460 1.000 1.000 12.700
PLTP 55 295 390 625 1.055 385 55 2.860
PLTGU 0
PLTG /MG 0
PLTM 57 31 80 12 180
PLTA 47 47
PS 0
PLT lain 50 50
Jumlah 1.475 57 516 80 2.579 4.550 3.085 2.055 1.385 55 15.837
PLN+IPP 0
PLTU 3.740 2.065 1.040 0 2.540 4.160 4.460 2.000 2.000 2.000 24.005
PLTP 0 0 55 0 295 390 625 1.055 385 55 2.860
PLTGU 740 0 0 500 250 0 0 0 0 750 2.240
PLTG /MG 0 0 0 1.000 0 0 0 0 0 0 1.000
PLTM 0 57 31 80 12 0 0 0 0 0 180
PLTA 0 0 0 0 157 199 0 0 0 0 356
PS 0 0 0 0 0 1.040 0 0 450 450 1.940
PLT lain 0 0 53 3 0 0 0 0 0 0 56
Jumlah 4.480 2.122 1.179 1.583 3.254 5.789 5.085 3055 2.835 3.255 32.637
N e ra ca D a y a
Neraca daya sistem Jawa-Bali dapat dilihat pada Lampiran C.
Pada tahun 2015 reserve margin akan turun menjadi 20% karena beberapa proyek pembangkit skala besar
yang dalam RUPTL direncanakan beroperasi pada tahun 2015 diperkirakan akan terlambat. Pembangkit
dimaksud adalah PLTA Pumped Storage Upper Cisokan 1.000 MW dan PLTU Lontar unit-4 660 MW yang
merupakan proyek PLN, serta proyek PLTU IPP Cirebon unit-2 660 MW, Cilacap unit-3 600 MW, Madura
2x200 MW dan PLTP Kamojang, Wayang Windu, Karaha, Dieng, Tangkuban Perahu sebesar 350 MW.
Untuk memperbaiki reserve margin menjadi minimum 25% pada tahun 2015, PLN berupaya untuk menambah
kapasitas pembangkit tenaga listrik sekitar 1.500 MW secara cepat. Mengingat jenis pembangkit yang
dapat diimplementasikan secara cepat adalah pembangkit listrik berbahan bakar gas seperti PLTG dan
PLTGU, maka PLN akan mempercepat pembangunan PLTG 800 MW dan PLTGU 750 MW yang memang
telah direncanakan dalam RUPTL 2011-2020
55
. PLTG tersebut akan dipasang di Muara Karang 400 MW dan
Pesanggaran 150 MW yang akan dioperasikan dengan LNG, serta di Grati 300MW yang akan dioperasikan
dengan CNG. PLN mempunyai opsi PLTG Grati dapat diganti dengan PLTG di lokasi lain yang mempunyai
pasokan gas lebih secure. PLN juga sedang meninjau kembali kelayakan proyek Muara Tawar add-on blok
55 Namun dijadwalkan pada tahun 2017-2019
LO-RUPTL Awal ok.indd 56 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
57
3-4 yang menambahkan HRSG dan ST 2x250 MW sehubungan dengan adanya rencana pembangunan pipa
yang menghubungkan FSRU Jakarta dengan pipa SSWJ II untuk memasok Muara Tawar.
Sedangkan 1 blok PLTGU 750 MW akan dibangun di Gresik untuk dioperasikan dengan gas lapangan yang
ada, namun dengan capacity factor rendah sehingga diperlukan tambahan pasokan gas baru. PLN berharap
akan mendapatkan alokasi gas dari blok Cepu.
Dalam RUPTL ini terdapat beberapa proyek yang mengalami perubahan unit size, yaitu:
- PLTU Jawa-1 semula 1x660 MW menjadi 1x1.000 MW. PLTU ini dapat dilaksanakan sebagai proyek
IPP atau PLN. Apabila akan dilaksanakan sebagai proyek IPP, proyek ini dapat berupa ekspansi PLTU
IPP yag telah beroperasi. Hal ini dimungkinkan oleh adanya Peraturan Dirjen Ketenagalistrikan No.
50/2012 yang menyebutkan penambahan kapasitas pembangkit ekspansi boleh lebih besar daripada
kapasitas pembangkit yang telah beroperasi, apabila menggunakan teknologi yang lebih esien,
lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan sistem penyediaan tenaga listrik setempat.
Dengan adanya perubahan unit size ini, diperkirakan COD akan mundur ke tahun 2017.
- PLTU Jawa Tengah semula 2x1.000 MW menjadi 2x950 MW, kapasitas ini sesuai dengan kontrak PPA.
Financial closing diperkirakan mundur 12 bulan dari rencana semula, sehingga COD diperkirakan
mundur ke tahun 2017-2018.
- PLTU Banten semua 1x660 MW menjadi 1x625 MW, kapasitas ini sesuai dengan kontrak PPA.
- PLTU Lontar Unit 4 semula 1x660 MW menjadi 1x315 MW. Perubahan kapasitas ini dilakukan agar
proyek dapat dieksekusi dengan lebih cepat. Proyek EPC PLN ini apabila tetap berkapasitas 660
MW akan terhambat oleh masalah teknis
56
, memerlukan tambahan lahan yang cukup luas (38 Ha)
dan memerlukan pembangunan beberapa fasilitas baru seperti coal yard, jetty, intake & discharge
channels. Perubahan kapasitas menjadi kelas 315 MW dapat menggunakan lahan dan semua fasilitas
yag telah ada, sehinggga dapat mempercepat penyelesaian proyek ini, walaupun penyelesaiannya
akan tetap meluncur ke tahun 2016.
- PLTGU Jawa-1 semula 2 blok @750 MW menjadi hanya 1 blok karena keterbatasan pasokan gas.
Pada awal beroperasinya PLTGU tersebut, yaitu tahun 2015/2016, pembangkit baru tersebut akan
dioperasikan dengan gas eksisting di Gresik. PLN berharap akan memperoleh alokasi gas dari blok
Cepu untuk mengoperasikan PLTGU tersebut mulai tahun 2017. Berdasarkan informasi yang diperoleh
PLN blok Cepu dapat menghasilkan gas sekitar 190 mmscfd, namun tidak semua gas tersebut dapat
dialokasikan ke sektor listrik. Lokasi semula direncanakan di daerah Tuban/Cepu, namun dipindah ke
komplek pembangkitan Gresik sesuai dengan rencana Pertamina/ExxonMobil untuk mengalirkan gas
ke konsumen gas lainnya di daerah Gresik/Surabaya.
- PLTP Patuha semula 3x60 MW menjadi 3x55 MW, kapasitas ini sesuai dengan kontrak PPA.
Selain proyek-proyek yang mengalami perubahan unit size, dalam RUPTL ini juga terdapat proyek baru
yang belum ada di RUPTL sebelumnya, yaitu:
- PLTU Jawa-4 berkapasitas 2x1.000 MW dapat dilaksanaan sebagai proyek PLN atau IPP untuk
memenuhi kebutuhan listrik di tahun 2019-2020. Apabila dilaksanakan sebagai proyek IPP, PLTU ini
dapat berupa ekspansi dari IPP yang telah beroperasi atau BLT (Build Lease Transfer) atau PPP (Public
Private Partnership).
- PLTU Jawa-6 berkapasitas 2x1.000 MW tahun 2021.
- PLTGU Jawa-2 berkapasitas 1x750 MW untuk memenuhi kebutuhan pembangkit pemikul beban
menengah tahun 2021 apabila dapat disediakan pasokan gas lapangan (bukan LNG).
- PLT Bayu Samas (50 MW), berlokasi di Yogyakarta, merupakan proposal unsolicited dari sebuah
perusahaan swasta.
56 PLTU klas 600 MW memerlukan cerobong asap yang tinggi, dan karena proyek berlokasi dalam koridor penerbangan bandara Su-
karno Hatta maka tidak diperkenankan.
LO-RUPTL Awal ok.indd 57 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
58
Sebuah proyek PLTU yang juga telah direncanakan pada RUPTL 2011-2020 adalah PLTU Jawa-3. PLTU
ini dapat dialokasikan sebagai PLTU IPP Tanjung Jati A yang akan dikembangkan oleh PT TJPC, atau
dikembangkan sebagai PLTU baru oleh IPP atau PLN.
Pembangkit yang dikeluarkan dari RUPTL adalah PLTA Grindulu (pumped storage) unit 1-2 500 MW, karena
penyelesaian proyek diperkirakan setelah tahun 2021.
P ro y e k -P ro y e k S t ra t e g i s
Beberapa proyek strategis pada sistem Jawa-Bali ini adalah sebagai berikut:
- PLTU IPP Jawa Tengah (2x950 MW). Proyek ini sangat strategis karena dibutuhkan sistem pada tahun
2017 dan 2018, serta merupakan proyek kelistrikan pertama yang menggunakan skema Kerjasama
PemerintahdanSwasta (KPS) dengan PerPres No. 67/2005 jo PerPres No. 13/2010.
- PLTU Indramayu (2x1.000 MW). Proyek ini sangat strategis karena dibutuhkan sistem pada tahun
2018/2020, dan berlokasi relatif dekat dengan pusat beban di Jabodetabek. Karena proyek ini
menghadapi ketidakpastian perizinan dari Pemda, PLN mempunyai opsi untuk memajukan jadwal
PLTU Jawa-6 yang berlokasi di Bojonegara dari tahun 2021 menjadi 2018. Keputusan untuk melakukan
opsi tersebut akan diambil PLN setelah ada kepastian perizinan dari Pemda.
- PLTA Pompa Upper Cisokan (1.040 MW). Proyek ini sangat strategis karena dapat meminimalkan
biaya operasi sistem serta memberikan banyak benet dalam operasi sistem tenaga listrik, antara
lain berfungsi sebagai pembangkit beban puncak, pengatur frekuensi, sebagai spinning reserve
(cadangan putar), memperbaiki faktor utilitas pembangkit beban dasar dan memperbaiki load factor
sistem.
- PLTU mulut tambang Sumatera Selatan dan transmisi 500kV HVDC SumateraJawa dengan kapasitas
3.000 MW. Proyek ini sangat strategis karena merupakan solusi yang ekonomis dalam memenuhi
kebutuhan tenaga listrik di Jawa dengan memanfaatkan cadangan low rank coal di Sumatra Selatan.
Proyek ini hanya dilaksanakan setelah kebutuhan listrik Sumatera tercukupi sepenuhnya dengan
cadangan yang cukup banyak. Pilihan proyek ini juga didorong oleh semakin sulitnya mendapatkan
lokasi baru untuk membangun PLTU batubara skala besar di pulau Jawa.
- PLTU Jawa-5 2x1.000 MW (2018/2019) sangat strategis karena lokasinya berada dekat Jakarta dan
dapat memasok langsung pusat beban Jakarta melalui transmisi SUTET yang pendek, sehingga dapat
mendukung tegangan sistem 500 kV di Jakarta, dan pada akhirnya dapat mengurangi pemakaian
BBM/LNG di Muara Karang, Priok dan Muara Tawar.
R e g i o n a l B a la n ce S i st e m J a w a B a li
Apabila dilihat reserve margin per region yang sangat berbeda antara Jawa Bagian Barat, Jawa Tengah dan
Jawa Timur & Bali pada saat ini sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5.15, maka dapat dimengerti apabila
PLN merencanakan lokasi pembangkit baru di Jawa bagian barat agar dapat diperoleh regional balance.
Tabel 5.15. Regional Balance Sistem JawaBali Tahun 2011
Regional Balance Jawa Bagian Barat Jawa Tengah Jawa Timur dan Bali
Kapasitas Terpasang (MW) 14.661 4.810 6.901
Beban Puncak (MW) 12.638 3.021 4.758
Reserve (%) 16,0 59,2 45,0
Kandidat lokasi untuk membangun pembangkit baru tersebut adalah Bekasi, Indramayu, Cirebon, Banten,
Lontar dan Muara Karang.
Neraca daya dan rincian pengembangan pembangkitan di sistem Jawa Bali dapat dilihat pada Lampiran
C1.2.
LO-RUPTL Awal ok.indd 58 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
59
5 . 4 . 9 . P a rt i si p a si L i st ri k S w a st a
Proyek-proyek pembangkit yang ditunjukkan pada Tabel 5.16, 5.17 dan 5.18 adalah proyek pembangkit
yang dilaksanakan oleh swasta dan diasumsikan akan dilaksanakan oleh swasta. Pada situasi dan asumsi
tersebut, partisipasi swasta dalam penyediaan tenaga listrik di Indonesia hingga 10 tahun mendatang
cukup besar, yaitu mencapai sekitar 37% dari total kapasitas terpasang.
Pada Tabel 5.16, 5.17 dan 5.18 yang dimaksud dengan proyek on going adalah proyek IPP yang telah
memasuki tahap konstruksi karena mendapat pendanaan (nancial closure), sedangkan proyek IPP dalam
kategori committed adalah mereka yang telah mempunyai PPA atau LOI dari PLN. Selain itu proyek-proyek
yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai proyek IPP dalam Program Percepatan Pembangunan
Pembangkit Tahap 2 dan Program Kerjasama Pemerintah Swasta dikategorikan sebagai proyek IPP
committed.
Proyek-proyek pembangkit lainnya di luar Tabel 5.16, 5.17 dan 5.18 merupakan proyek PLN atau yang
diasumsikan akan dilaksanakan oleh PLN.
Tabel 5.16. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Indonesia Timur
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
Proyek IPP (On Going & Committed)
PLTU Jeneponto Bosowa 2x100 2012
PLTG Sengkang, Op. Cycle - Unit 2 1x60 2012
PLTA Poso Energy 3x65 2012-2013
PLTG Senipah 2x41 2013
PLTM Kokok Putih 1x4 2013
PLTM Wawopada 1x4 2013
PLTM Taludaa 2 1x2 2013
PLTU Molotabu 2x10 2013
PLTU Tanah Grogot 2x7 2014
PLTM Taludaa 1 1x3 2014
PLTU Sumbawa (FTP 2) 2x10 2014-2015
PLTU Luwuk (FTP 2) 2x10 2015-2016
PLTU Nabire (FTP 2) 2x7 2016
PLTU Biak (FTP 2) 2x7 2016
PLTU Andai/Manokwari (FTP 2) 2x7 2016
PLTU Merauke (FTP 2) 2x7 2016
PLTU Gorontalo Energi 2x6 2015
PLTU Kaltim (MT) 2x2,75 2015
PLTU Senipah (ST) 1x35 2015
PLTU Embalut (Ekspansi) 1x50 2015
PLTU Bau-Bau 2x7 2015
PLTU Sulut I - Kema 2x25 2015
PLTU Tawaeli (Ekspansi) 2x15 2015
PLTP Lahendong 5 dan 6 (FTP 2) 2x20 2015-2017
PLTU Kalsel 1 (FTP 2) 2x100 2016-2017
PLTU Kaltim 2 (FTP 2) 2x100 2016
PLTU Jayapura (FTP 2) 2x15 2016
PLTU Kendari (FTP 2) 2x25 2016
PLTU Kolaka 2x10 2016
LO-RUPTL Awal ok.indd 59 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
60
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
PLTU Mamuju 2x25 2016
PLTU Klalin/Sorong (FTP 2) 2x15 2016
PLTU Jeneponto 2 2x100 2016
PLTP Jailolo (FTP 2) 2x5 2016
PLTP Atadei (FTP 2) 1x5 2016
PLTP Mataloko (FTP 2) 1x5 2018
PLTU Kupang 2x15 2016-2017
PLTA Malea (FTP 2) 2x45 2017
PLTA Bontobatu (FTP 2) 110 2017
PLTP Sokoria (FTP 2) 3x5 2017-2019
PLTP Huu (FTP 2) 1x20 2017
PLTP Songa Wayaua (FTP 2) 1x5 2017
PLTP Marana/Masaingi (FTP 2) 1x20 2018
PLTP Bora (FTP 2) 1x5 2018
Proyek yang Diasumsikan sebagai IPP
PLTM Tersebar NTT 14 2012-2016
PLTM Tersebar Sulsel 13 2012-2013
PLTM Tersebar Sulteng 25 2013-2014
PLTM Tersebar NTB 28 2013-2015
PLTM Tersebar Maluku 19 2014-2017
PLTM Maluku Utara 5 2014-2015
PLTM Tersebar Papua 6 2014
PLTU Lati 2 1x5 2014
PLTU Merauke 2 2x7 2016
PLTU Lombok TImur 2x25 2016
PLTU Kalselteng 3 2x50 2016
PLTU Kalselteng 1 2x100 2017-2018
PLTU Sulut 3 2x55 2017-2018
PLTA Karama (Unsolicited) 3x150 2018-2019
PLTP Huu 2 2x20 2018-2019
PLTP Mataloko 3 1x5 2018
PLTU Kaltim 3 2x100 2018-2019
PLTP Borapulu 2x20 2019-2020
PLTP Mataloko 4 1x5 2019
PLTP Lainea 2x10 2019
PLTP Ulumbu 3 1x5 2019
PLTP Oka Larantuka 1x3 2019
PLTU Lombok 3 2x25 2020-2021
PLTU Sulsel 3/Takalar 2x100 2020
PLTP Sokoria 4 1x5 2020
PLTP Jailolo 2 1x5 2020
PLTU Kaltim 4 2x150 2020-2021
la n ju t a n
Tabel 5.16. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Indonesia Timur
LO-RUPTL Awal ok.indd 60 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
61
Tabel 5.17. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Indonesia Barat
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
Proyek IPP (On Going & Committed)
PLTU Sarolangun 2x6 2012
PLTMTersebar Sumut 195 2012-2015
PLTGU Gunung Megang ST 1x30 2013
PLTU Baturaja 2x10 2013
PLTU Ketapang (IPP) 2x7 2016
PLTU Muko-muko 2x4 2013
PLTU Nias (FTP 2) 3x7 2014-2015
PLTA Wampu (FTP 2) 45 2015
PLTA Simpang Aur (FTP 2) 23 2015
PLTA Semangka (FTP 2) 56 2016
PLT Banjarsari 2x115 2015
PLTP Lumut Balai (fTP 2) 4x55 2015-2016
PLTU Sumsel 5 2x150 2015-2016
PLTU Keban Agung 2x113 2015-2016
PLTU Sumsel 7 2x150 2016
PLTP Sarulla I (FTP 2) 3x110 2106-2017
PLTP Ulubelu 3 dan 4 (FTP 2) 2x55 2016-2017
PLTP Muara Laboh (FTP 2) 2x110 2016-2017
PLTP Rajabasa (FTP 2) 2x110 2017
PLTP Sarulla II (FTP 2) 1x110 2017
PLTA Hasang (FTP 2) 40 2017
PLTA Peusangan 4 (FTP 2) 83 2018
PLTU Riau Kemitraan 1200 2018
PLTP Seulawah Agam (FTP 2) 2x55 2018
PLTP Sorik Marapi (FTP 2) 240 2018
PLPT Suoh Sekincau (FTP 2) 2x110 2018-2019
PLTP Rantau Dadap (FTP 2) 2x110 2018-2019
PLTA Batang Tour (Tapsel) 510 2019
PLTP G. Talang (FTP 2) 1x20 2019
PLTP Jaboi (FTP 2) 7 2019
PLTP Wai Ratai (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Sipholon Ria-ria (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Simbolon Samosir (FTP 2) 2x55 2019-2020
PLTU Jambi (KPS) 2x400 2019-2020
PLTP Bonjol (FTP 2) 165 2020
PLTP Danau Ranau (FTP 2) 1x110 2020
PLTU Bangka 1 (FTP 2) 2x65 2020-2021
Proyek yang Diasumsikan sebagai IPP
PLTGB Beliung 2/Tj Pandan 5 2014
PLTU Tanjung Pinang 1 (TLB) 2x15 2014
PLTGU Duri 100 2014-2015
PLTU Rengat (IPP) 2x7 2015
PLTA Merangin 350 2018
LO-RUPTL Awal ok.indd 61 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
62
Tabel 5.18. Daftar Proyek IPP dan Proyek yang Diasumsikan Akan Dilaksanakan oleh IPP
di Wilayah Operasi Jawa Bali
Nama Pembangkit Kapasitas (MW) COD
Proyek IPP (On Going & Committed)
PLTU Paiton 3 1x815 2012
PLTU Cirebon 1x660 2012
PLTU Celukan Bawang 1x130 + 2x125 2014
PLTU Banten 1x625 2016
PLTU Cilacap Ekspansi 1x600 2016
PLTU Madura (FTP 2) 2x200 2016
PLTU MT Sumsel 8 2x600 2016-2017
PLTU Jawa Tengah 2x950 2017-2018
PLTU MT Sumsel 9 2x600 2018
PLTU MT Sumsel 10 1x600 2018
PLTP Patuha 1-2 (FTP 2) 2x55 2014-2017
PLTP Kamojang 5-6 (FTP 2) 1x30 + 1x60 2016-2019
PLTP Karaha Bodas (FTP 2) 1x30 + 2x55 2016-2017
PLTA Rajamandala (FTP 2) 1x47 2016
PLTP Cibuni (FTP 2) 10 2016
PLTP Dieng (FTP 2) 1x55 + 1x60 2016
PLTP Ungaran (FTP 2) 1x55 2018
PLTP Rawa Dano (FTP 2) 1x110 2018
PLTP Tangkuban Perahu 1 (FTP 2) 2x55 2018
PLTP Tangkuban Perahu 2 (FTP 2) 2x30 2018-2019
PLTP Umbul Telumoyo (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Wayang Windu 3-4 (FTP 2) 2x110 2016-2017
PLTP Guci (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Ijen (FTP 2) 2x55 2019
PLTP Wilis/Ngebel (FTP 2) 3x55 2018-2019
PLTP Gn. Ciremai (FTP 2) 2x55 2019
PLTP Gn. Endut (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Baturaden (FTP 2) 2x110 2018-2019
PLTP Iyang Argopuro (FTP 2) 1x55 2019
PLTP Tampomas (FTP 2) 1x45 2018
PLTP Cisolok-Cisukarame (FTP 2) 1x50 2017
Proyek yang Diasumsikan sebagai IPP
PLTU Jawa 1 1x1000 2017
PLTU Jawa 3 2x660 2017-2018
PLTU Jawa 4 2x100 2019-2020
PLTP Dieng 2x55 2018-2019
PLTP Ungaran 1x30 + 1x55 2019
PLTP Ungaran 1x55 2021
PLT Bayu Samas 50 2014
PLTP Patuha 1x55 2018
PLTP Bedugul 1x10 2017
PLTP G. Lawu 3x55 2019-2021
PLTP Arjuno Welirang 2x55 2019-2020
PLTP Iyang Argopuro 2x110 2020
PLTP Cisolok-Cisukarame 2x55 2018-2019
LO-RUPTL Awal ok.indd 62 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
63
5.5. Proyeksi Neraca Energi dan Kebutuhan Bahan Bakar
5 . 5 . 1 . S a sa ra n Fuel Mi x I n d o n e si a
Fuel Mix 2 0 1 2 -2 0 2 1
Komposisi produksi listrik per jenis energi primer untuk gabungan Indonesia diproyeksikan pada tahun
2021 akan menjadi 62,7% batubara, 18,8% gas alam (termasuk LNG), 11,0% panas bumi, 6,5% tenaga air,
1% minyak dan bahan bakar lainnya seperti diperlihatkan pada Tabel 5.19 dan Gambar 5.4.
Tabel 5.19. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Gabungan Indonesia (GWh)
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD 22.040 17.126 7.035 3.295 3.455 2.184 2.431 2.819 3.141 3.419
2 MFO 7.082 6.347 5.340 1.226 16 26 40 61 42 42
3 Gas 43.359 46.540 60.558 59.767 54.648 39.113 38.328 37.367 36.891 41.491
4 LNG 5.636 7.065 16.956 19.914 23.079 32.241 31.233 31.691 35.368 35.604
5 Batubara 101.414 118.595 125.394 150.927 170.923 190.494 205.247 218.890 236.196 258.022
6 Hydro 10.586 10.865 11.133 11.733 13.930 16.818 19.671 22.706 24.988 26.689
7 Surya/Hybrid 4 4 93 93 93 94 94 94 94 94
8 Biomass 63 63 63 63 63 63 63 63 63 63
9 Impor - - - 733 727 737 738 227 142 317
10 Geothermal 8.946 9.357 9.920 10.940 16.015 24.473 32.252 41.521 45.402 45.421
Total 199.130 215.962 236.492 258.693 282.950 306.244 330.097 355.439 382.345 411.162
-
50.000
100.000
150.000
200.000
250.000
300.000
350.000
400.000
450.000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
G
W
h
Impor Biomass Surya/Hybrid HSD MFO LNG Gas Batubara Geothermal Hydro
G a m b a r 5 . 4 . K o m p o si si P ro d u k si E n e rg i L i st ri k B e rd a sa rk a n J e n i s B a h a n B a k a r G a b u n g a n I n d o n e si a (G Wh )
LO-RUPTL Awal ok.indd 63 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
64
Kebutuhan bahan bakar gabungan Indonesia dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 diberikan pada
Tabel 5.20.
Tabel 5.20. Kebutuhan Bahan Bakar Gabungan Indonesia
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD ( x 10^3 kl) 6.268,9 4.784,5 1.986,9 957,7 1.041,0 625,2 703,5 817,4 898,3 973,3
2 MFO (x 10^3 kl) 2.787,8 2.826,4 2.347,7 376,9 12,9 22,0 36,1 56,7 37,3 37,3
3 Gas (bcf) 388,0 406,7 533,6 515,5 465,0 321,1 311,8 303,7 299,1 333,6
4 LNG (bcf) 46,0 52,9 92,8 121,4 146,1 236,5 229,5 232,2 263,5 265,1
5 Batubara (10^3 51.226,3 60.832,4 65.667,2 79.451,9 90.981,1 100.925,9 107.781,1 114.358,1 123.251,2 134.400,4
6 Biomass (10^3 49,0 49,0 49,0 49,0 49,0 49,0 49,0 49,0 49,0 49.,0
5.5.2. Sasaran Fuel Mix Jawa-Bali
Rencana penyediaan energi dan kebutuhan bahan bakar untuk periode tahun 2012-2021 berdasarkan
jenis bahan bakarnya diberikan pada Tabel 5.21 dan Gambar 5.5.
Dalam kurun waktu 2012-2021, kebutuhan batubara meningkat lebih dari 2 kali dan kebutuhan gas alam
meningkat hampir 1,5 kali lipat, sedangkan kebutuhan BBM menurun drastis karena digantikan oleh LNG/
CNG.
Hal ini mencerminkan bahwa perencanaan dalam RUPTL ini telah sejalan dengan kebijakan Pemerintah
mengenai diversikasi energi, yaitu mengurangi pemakaian BBM dan mengoptimalkan pemakaian
batubara dan gas.
Tabel 5.21. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Sistem Jawa-Bali (GWh)
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD 7.655 5.590 1.828 1.004 1.813 419 428 539 650 650
2 MFO 1.864 1.482 1.482 - - - - - - -
3 Gas 33.537 35.422 48.227 49.109 43.843 28.829 28.947 28.116 27.638 31.901
4 LNG 5.636 7.065 12.929 15.041 17.982 27.088 26.435 27.002 30.442 30,.442
5 Batubara 89.601 100.868 100.425 115.322 130.919 148.060 157.044 167.204 179.779 193.795
6 Hydro 5.273 5.273 5.273 5.273 5.807 7.000 7.891 7.734 8.425 9.162
7
Surya/
Bayu/Hybrid
- - 88 88 88 88 88 88 88 88
8 Geothermal 7.953 7.950 8.401 8.886 11.651 15,.172 21.948 29.027 30.371 30.371
Total 151.519 163.649 178.652 194.723 212.102 226.655 242.781 259.710 277.393 296.408
LO-RUPTL Awal ok.indd 64 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
65
-
50,000
100,000
150,000
200,000
250,000
300,000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
G
W
h
HSD MFO LNG Gas Batubara Geothermal Hydro
G a m b a r 5 . 5 . K o m p o si si P ro d u k si E n e rg i L i st ri k B e rd a sa rk a n J e n i s B a h a n B a k a r S i st e m J a wa -B a li (G Wh )
Pada Tabel 5.21 terlihat bahwa batubara mendominasi energi primer lainnya, yaitu 194 TWh dari total
produksi 296 TWh (66%) pada tahun 2021. Panas bumi mengalami peningkatan secara signikan dari 7,9
TWh pada tahun 2012 menjadi 30,4 TWh pada tahun 2021, atau meningkat hampir 4 kali lipat. Sedangkan
pangsa tenaga air relatif tidak berubah karena potensi tenaga air di sistem Jawa-Bali sudah sulit untuk
dikembangkan. Produksi listrik dari gas alam (termasuk LNG) mengalami peningkatan sejak tahun 2012
menjadi hampir 1,5 kali lipat pada tahun 2021.
Neraca energi pada Gambar 5.5 mereeksikan produksi energi setiap pembangkit, termasuk pembangkit
Muara Karang, Priok dan Muara Tawar yang menggunakan gas. Situasi pada gambar 5.5. tersebut adalah
untuk memenuhi tuntutan kebutuhan operasi sistem tenaga listrik dimana ketiga pembangkit berbahan
bakar gas tersebut harus beroperasi dengan output yang tinggi (must run) sebagaimana dijelaskan pada
butir 4.2 dan lampiran C1.4.
Sebagai dampak dari produksi yang tinggi pada ketiga pembangkit tersebut, akan diperlukan pasokan gas
yang cukup besar yang pada saat ini masih belum terpenuhi, sehingga diperkirakan akan terjadi desit
pasokan gas seperti ditunjukkan pada Tabel C1.4.2. Apabila kebutuhan gas tersebut tidak dapat dipenuhi
secukupnya, maka kebutuhan ini harus disubstitusi dengan bahan bakar lain, yaitu BBM.
Proyeksi kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit milik PLN dan IPP dapat dilihat pada Tabel 5.22.
Volume kebutuhan batubara terus meningkat sampai tahun 2021. Hal ini merupakan konsekuensi dari
rencana pengembangan pembangkit yang mengandalkan PLTU batubara sebagai pemikul beban dasar.
LO-RUPTL Awal ok.indd 65 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
66
Tabel 5.22. Kebutuhan Bahan Bakar Sistem Jawa-Bali
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD ( x 10^3 2.184,4 1.600,5 535,4 281,3 575,7 117,5 126,7 159,9 192,7 192,7
2 MFO (x 10^3 462,4 367,6 367,5 - - - - - - -
3 Gas (bcf) 295,1 308,4 424,3 429,9 378,2 239,2 240,2 234,0 229,7 261,7
4 LNG (bcf) 46,0 52,9 60,9 82,9 105,9 195,9 191,5 195,6 225,6 225,6
5 Batubara 43.857,5 49.797,1 49.888,3 56.919,7 65.630,7 73.345,3 77.755,7 82.160,7 88.088,6 94.677,1
6 Biomass - - - - - - - - - -
5 . 5 . 3 . S a sa ra n Fuel Mix I n d o n e si a B a ra t
Komposisi produksi listrik per jenis energi primer di Indonesia Barat diproyeksikan pada tahun 2021
akan menjadi 58% batubara, 12% gas alam, 12% tenaga air, 4% minyak dan 16% panas bumi seperti
diperlihatkan pada Tabel 5.23 dan Gambar 5.6.
Tabel 5.23. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Operasi Indonesia Barat (GWh)
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD 8.242 6.837 1.109 795 715 760 881 967 1.015 1.108
2 MFO 2.699 2.868 1.732 43 12 21 35 55 35 35
3 Gas 7.966 8.322 8.786 6.646 6.781 6.376 5.458 5.290 5.258 5.434
4 LNG - - 4.027 3.946 4.116 4.203 3.709 3.565 3.720 3.857
5 Batubara 8.363 11.351 16.798 23.158 24.051 23.867 28.841 31.728 36.004 42.131
6 Hydro 3.436 3.576 3.743 4.261 5.348 5.928 6.949 8.503 8.503 8.503
7 Biomass 63 63 63 63 63 63 63 63 63 63
8 Impor - - - 733 727 737 738 227 142 317
9 Geothermal 547 801 815 1.206 3.178 7.685 8.072 9.960 11.806 11.806
Total 31.317 33.818 37.073 40.851 44.991 49.640 54.745 60.358 66.548 73.255
G a m b a r 5 . 6 K o m p o si si P ro d u k si E n e rg i L i st ri k B e rd a sa rk a n J e n i s B a h a n B a k a r Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t (G Wh )
-
10,000
20,000
30,000
40,000
50,000
60,000
70,000
80,000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
G
W
h
Impor Biomass HSD MFO LNG Gas Batubara Geothermal Hydro

57 IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), 2006 IPCC Guideliness for National Greenhouse Gas Inventories.
LO-RUPTL Awal ok.indd 66 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
67
Kebutuhan bahan bakar di Indonesia Barat dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 diberikan pada
Tabel 5.24.
Tabel 5.24. Kebutuhan Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Barat
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD ( x 10^3 kl) 2.424,8 1.914,1 344,2 269,0 214,9 236,1 273,5 303,0 307,0 331,8
2 MFO (x 10^3 kl) 1.614,5 1.895,1 1.380,3 43,1 11,5 20,6 34,6 55,0 35,5 35,5
3 Gas (bcf) 86,6 88,8 97,3 72,0 73,2 68,6 58,3 56,3 55,9 57,9
4 LNG (bcf) - - 31,9 31,3 32,6 33,2 29,5 27,9 28,4 29,4
5 Batubara (10^3 5.142,2 6.920,5 10.506,5 14.500,1 15.055,6 15.598,6 17.531,1 19.319,0 21.989,9 25.464,0
6 Biomass (10^3 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1 49,1
5 . 5 . 4 . S a sa ra n Fuel Mix I n d o n e si a T i m u r
Komposisi produksi listrik per jenis energi primer di Indonesia Timur diproyeksikan pada tahun 2021 akan
menjadi 53% batubara, 22% tenaga air, 13% gas alam, 8% panas bumi dan 4% minyak seperti diperlihatkan
pada Tabel 5.25 dan Gambar 5.7.
Tabel 5.25. Komposisi Produksi Energi Listrik Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
Wilayah Operasi Indonesia Timur (GWh)
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD 6.142 4.700 4.098 1.496 927 1.005 1.122 1.312 1.475 1.661
2 MFO 2.519 1.998 2.126 1.183 5 5 5 6 7 7
3 Gas 1.857 2.795 3.545 4.012 4.023 3.908 3.923 3.962 3.994 4.156
4 LNG - - - 927 982 950 1.089 1.124 1.224 1.305
5 Batubara 3.450 6.376 8.170 12.447 15.953 18.568 19.362 19.957 20.413 22.097
6 Hydro 1.876 2.016 2.118 2.200 2.775 3.890 4.830 6.469 8.060 9.024
7 Surya/Hybrid 4 4 5 6 6 6 6 7 7 7
8 Geothermal 445 606 704 848 1.186 1.617 2.232 2.534 3.224 3.244
Total 16.293 18.495 20.766 23.119 25.857 29.949 32.571 35.371 38.404 41.499
G a m b a r 5 . 7 . K o m p o si si P ro d u k si E n e rg i L i st ri k B e rd a sa rk a n J e n i s B a h a n B a k a r Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r (G Wh )
-
5.000
10.000
15.000
20.000
25.000
30.000
35.000
40.000
45.000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
G
W
h
Surya/Hybrid HSD MFO LNG Gas Batubara Geothermal Hydro

LO-RUPTL Awal ok.indd 67 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
68
0
25
50
75
100
125
150
175
200
225
250
275
300
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta tCO2
Biomass HSD MFO LNG Gas Batubara
Kebutuhan bahan bakar di Indonesia Timur dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 diberikan pada
Tabel 5.26.
Tabel 5.26. Kebutuhan Bahan Bakar Wilayah Operasi Indonesia Timur
No. Fuel Type 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 HSD ( x 10^3 kl) 1.659,7 1.269,9 1.107,4 404,4 250,5 271,5 303,3 354,6 398,7 448,8
2 MFO (x 10^3 kl) 710,9 563,6 599,8 333,8 1,3 1,4 1,5 1,7 1,9 1,9
3 Gas (bcf) 6,3 9,4 12,0 13,6 13,6 13,2 13,3 13,4 13,5 14,0
4 LNG (bcf) - - - 7,2 7,6 7,4 8,5 8,7 9,5 10,1
5 Batubara (10^3 2.226,6 4.114,7 5.272,4 8.032,2 10.294,8 11.982,0 12.494,3 12.878,3 13.172,8 14.259,3
6 Biomass (10^3 - - - - - - - - - -
5.6. Proyeksi Emisi CO
2
Proses perencanaan sistem pada RUPTL 2012-2021 belum memperhitungkan biaya emisi CO
2
sebagai
salah satu variabel biaya. Namun demikian RUPTL ini tidak mengabaikan upaya pengurangan emisi CO
2
. Hal
ini dapat dilihat dari banyaknya kandidat PLTP dan PLTA yang ditetapkan masuk dalam sistem kelistrikan
walaupun mereka bukan merupakan solusi biaya terendah. Penggunaan teknologi boiler supercritical dan
ultra-supercritical di pulau Jawa juga membuktikan bahwa PLN peduli dengan upaya pengurangan emisi
CO
2
dari pembangkitan tenaga listrik.
Banyaknya emisi dihitung dari jumlah bahan bakar yang digunakan dan dikonversi menjadi emisi CO
2

(dalam ton CO
2
) dengan menggunakan faktor pengali (emission factor) yang diterbitkan oleh IPCC
57
.
Pemerintah telah menetapkan Perpres No. 4 tahun 2010 dan Permen ESDM No. 15 tahun 2010 mengenai
Program Percepatan Pembangkit Tahap 2. Program tersebut didominasi oleh pembangkit dengan
menggunakan energi terbarukan, khususnya panas bumi. Dengan adanya intervensi kebijakan pemerintah
mengenai pengembangan PLTP dan energi terbarukan lainnya akan menghasilkan rencana pengembangan
pembangkit yang sedikit berbeda dibandingkan dengan baseline serta dapat menurunkan emisi CO
2
. Emisi
CO
2
Indonesia
G a m b a r 5 . 8 . E m i si C O
2
p e r J e n i s B a h a n B a k a r (G a b u n g a n I n d o n e si a)
Juta CO
2
LO-RUPTL Awal ok.indd 68 13/03/2013 15:28:51
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
69
Gambar 5.8 memperlihatkan emisi CO
2
yang akan dihasilkan apabila produksi listrik Indonesia dilakukan
dengan fuel mix seperti pada Gambar 5.4. Dari Gambar 5.8 dapat dilihat bahwa emisi CO
2
se-Indonesia
akan meningkat dari 151 juta ton pada 2012 menjadi 283 juta ton pada tahun 2021. Dari 284 juta ton emisi
tersebut, 247 juta ton (87%) berasal dari pembakaran batubara.
Average grid emission factor
58
untuk Indonesia pada tahun 2012 adalah 0,762kgCO2/kWh, akan menurun
sampai dengan tahun 2015 namun meningkat menjadi 0,763kgCO2/kWh pada 2016 dan selanjutnya akan
menurun karena beroperasinya proyek-proyek PLTP dan PLTA sehingga average grid emission factor pada
tahun 2021 menjadi 0,724 kgCO2/kWh.
E m i si C O
2
S i st e m J a w a -B a li
Proyeksi emisi CO
2
dari sistem Jawa Bali diperlihatkan pada Gambar 5.9. Emisi naik dari 113 juta ton pada
2012 menjadi 214 juta ton pada 2021, atau naik sekitar 2 kali lipat. Grid emission factor akan meningkat
dari 0,746 kgCO
2
/kWh pada 2012 menjadi 0,758 kgCO
2
/kWh pada 2013 karena banyak beroperasinya
PLTU FTP-1 dan PLTU IPP, namun selanjutnya akan membaik hingga menjadi 0,723 kgCO
2
/kWh pada 2021.
Perbaikan faktor emisi ini dicapai dari peningkatan pemakaian gas alam, panas bumi dan penggunaan
teknologi supercritical.
0
25
50
75
100
125
150
175
200
225
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta tCO2
Biomass HSD MFO LNG Gas Batubara
G a m b a r 5 . 9 . E m i si C O
2
p e r J e n i s B a h a n B a k a r p a d a S i st e m J a wa -B a li
E m i si C O
2
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
Proyeksi emisi CO2 dari pembangkitan listrik di Indonesia Barat diperlihatkan pada gambar 5.10. Emisi
diproyeksikan akan naik dari 27 juta ton menjadi 49 juta ton, atau naik hamir 2 kali lipat. Grid emission
factor menurun dari 0,857 kgCO
2
/kWh pada 2012 menjadi 0,725kgCO
2
/kWh pada 2019 namun meningkat
kembali menjadi 0,845 kgCO
2
/kWh pada 2021 dengan asumsi produksi listrik dari panas bumi terkendala
oleh keterlambatan konstruksi.
58 Grid emission factor didenisikan sebagai jumlah CO
2
[kg] per produksi listrik [kWh]
Juta CO
2
LO-RUPTL Awal ok.indd 69 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
70
G a m b a r 5 . 1 0 . E m i si C O
2
p e r J e n i s B a h a n B a k a r p a d a Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
E m i si C O
2
Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
Proyeksi emisi CO
2
dari pembangkitan listrik di Indonesia Timur diperlihatkan pada Gambar 5.11. Emisi
naik dari 12 juta ton pada 2012 menjadi 28 juta ton pada 2021, atau naik lebih dari 2 kali lipat. Grid emission
factor meningkat dari 0,698 kgCO
2
/kWh pada 2012 menjadi 0,852kgCO
2
/kWh pada 2016 dengan masuknya
PLTU skala kecil, dan berangsur-angsur menurun menjadi 0,733 kgCO
2
/kWh pada 2021. Faktor emisi yang
membaik ini disebabkan oleh kontribusi positif dari pemanfaatan panas bumi dan tenaga air.
0
10
20
30
40
50
60
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta tCO2
Biomass HSD MFO LNG Gas Batubara
0
5
10
15
20
25
30
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta tCO2
Biomass HSD MFO LNG Gas Batubara
G a m b a r 5 . 1 1 . E m i si C O
2
p e r J e n i s B a h a n B a k a r Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
Juta CO
2
Juta CO
2
57 IPCC (Intergovermental Panel on Climate Change), 2006 IPCC Guideliness for National Greenhouse Gias Inventories
LO-RUPTL Awal ok.indd 70 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
71
5.7. Proyek Pendanaan Karbon
PLN akan memanfaatkan peluang pendanaan karbon baik melalui kerangka UNFCCC maupun diluar
kerangka UNFCCC. Implementasi proyek pendanaan karbon akan diterapkan untuk semua kegiatan di
lingkungan PLN yang berpotensi untuk memperoleh pendanaan karbon.
Sejak tahun 2002 PLN sudah menyadari akan peluang pendanaan karbon melalui Clean Development
Mechanism (CDM) dan melakukan pengkajian beberapa potensi proyek CDM, dan hasilnya hingga saat ini
PLN telah menandatangani bebarapa ERPA (Emission Reduction Purchase Agreements). Selain itu PLN juga
mengembangkan proyek melalui mekanisme VCM (Voluntary Carbon Mechanism).
Berkenaan dengan akan berakhirnya komitmen pertama Protokol Kyoto pada akhir tahun 2012, maka
pemanfaatan pendanaan karbon akan disesuaikan dengan mekanisme baru pendanaan karbon, baik
dalam kerangka UNFCCC maupun di luar kerangka UNFCCC.
5.8. Pengembangan Sistem Penyaluran dan Gardu Induk
Pada periode 2012-2021 pengembangan sistem penyaluran berupa pengembangan sistem transmisi
dengan tegangan 500 kV dan 150 kV di sistem Jawa-Bali serta tegangan 500 kV, 275kV, 150kV dan 70kV
di sistem Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Pembangunan sistem transmisi secara umum diarahkan
kepada tercapainya kesesuaian antara kapasitas pembangkitan di sisi hulu dan permintaan daya di sisi hilir
secara esien. Disamping itu juga sebagai usaha untuk mengatasi bottleneck penyaluran dan perbaikan
tegangan pelayanan.
Pengembangan transmisi 500 kV di Jawa pada umumnya dimaksudkan untuk mengevakuasi daya dari
pembangkit-pembangkit baru maupun ekspansi dan untuk menjaga kriteria security N-1, baik statik
maupun dinamik. Sedangkan pengembangan transmisi 150 kV dimaksudkan untuk menjaga kriteria
security N-1 dan sebagai transmisi yang terkait dengan gardu induk 150 kV baru.
Pengembangan transmisi 500 kV di Sumatera dimaksudkan untuk membentuk transmisi back-bone yang
menyatukan sistem interkoneksi Sumatera pada koridor timur. Pusat-pusat pembangkit skala besar dan
pusat-pusat beban yang besar di Sumatera akan tersambung ke sistem transmmisi 500 kV ini. Transmisi
ini juga akan mentransfer tenaga listrik dari pembangkit listrik di daerah yang kaya sumber energi primer
murah (Sumbagsel dan Riau) ke daerah yang kurang memiliki sumber energi primer murah (Sumbagut).
Selain itu transmisi 500 kV juga dikembangkan di Sumatera Selatan sebagai feeder pemasok listrik dari
PLTU mulut tambang ke stasiun konverter transmisi HVDC yang akan menghubungkan pulau Sumatera
dan pulau Jawa.
Rencana pengembangan sistem penyaluran di Indonesia hingga tahun 2021 diproyeksikan sebesar
122.331 MVA untuk pengembangan gardu induk serta 55.234 kms pengembangan jaringan transmisi
dengan perincian pada Tabel 5.27 dan Tabel 5.28.
Tabel 5.27. Kebutuhan Fasilitas Transmisi Indonesia
Transmisi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500 kV AC 2 352 224 711 1.712 818 762 20 640 0 5.241
500 kV DC 0 0 0 0 1.100 0 0 0 0 0 1.100
275 kV 482 160 2.271 1.012 812 580 890 0 0 0 6.207
250 kV DC 0 0 0 0 0 462 0 0 0 0 462
150 kV 2.918 7.867 7.230 6.961 4.495 4.616 1.529 1.306 1.542 200 38.665
70 kV 493 812 1.189 516 218 332 0 0 0 0 3.560
Jumlah 3.895 9.191 10.915 9.200 8.337 6.808 3.181 1.326 2.182 200 55.234
LO-RUPTL Awal ok.indd 71 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
72
Tabel 5.28. Kebutuhan Fasilitas Trafo dan Gardu Induk Indonesia
5
Trafo 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500/275 kV 0 0 0 0 1.500 1.000 1.000 0 0 0 3.500
500/150 kV 6.336 4.836 4.503 4.000 7.500 3.500 2.500 1.000 1.000 0 35.175
500 kV DC 0 0 0 0 3.000 0 0 0 0 0 3.000
275/150 kV 270 590 6.500 750 1.250 1.250 500 0 250 0 11.360
250 kV DC 0 0 0 0 0 600 0 0 0 0 600
150/70 kV 60 220 0 150 0 60 30 0 0 0 520
150/20 kV 9.686 10.680 7.650 4.830 7.895 4.920 4.890 4.720 5.120 4.320 64.711
70/20 kV 635 840 360 300 90 160 330 280 150 300 3.445
Jumlah 16.987 17.166 19.013 10.030 21.235 11.490 9.250 6.000 6.520 4.620 122.311
5 . 8 . 1 . P e n g e m b a n g a n S i st e m P e n y a lu ra n Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
Rencana pengembangan sistem transmisi dalam RUPTL 2011-2021 akan banyak mengubah topologi
jaringan dengan terwujudnya sistem interkoneksi 275 kV dan 500 kV di Sumatera. Pengembangan juga
banyak dilakukan untuk memenuhi pertumbuhan demand dalam bentuk penambahan kapasitas trafo.
Pengembangan untuk meningkatkan keandalan dan debottlenecking yang juga terdapat di beberapa
sistem, antara lain rencana pembangunan sirkit kedua dan reconductoring beberapa ruas transmisi di
sistem Sumbagut dan Sumbagsel.
Rencana interkoneksi dengan tegangan 275 kV di Sumatera diprogramkan untuk terlaksana seluruhnya
pada tahun 2015. Selain itu terdapat pembangunan beberapa gardu induk dan transmisi 150 kV untuk
mengambil alih beban dari pembangkit diesel ke sistem interkoneksi (dedieselisasi), yaitu di sistem
Sumbagut, Sumbagsel dan Kalbar.
Rencana pengembangan sistem penyaluran Wilayah Operasi Indonesia Barat hingga tahun 2021
diproyeksikan sebesar 33.180 MVA untuk pengembangan gardu induk (500 kV, 275 kV, 150 kV dan 70 kV)
serta 24.237 kms pengembangan transmisi dengan perincian pada Tabel 5.29 dan Tabel 5.30.
Beberapa proyek transmisi strategis di Indonesia Barat antara lain:
Proyek transmisi 275 kV untuk interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagut.
Transmisi back-bone 500 kV Sumatera dengan prioritas pertama segmen New Aur DuriRengat
New Garuda Sakti yang diharapkan dapat beroperasi pada 2016 sehingga dapat mulai berfungsi
untuk menyalurkan listrik dari PLTU mulut tambang seperti PLTU Sumsel-5 dan Sumsel-7.
Interkoneksi Batam Bintan dengan kabel laut 150 kV dimaksudkan untuk memenuhi sebagian ke-
butuhan tenaga listrik pulau Bintan dengan tenaga listrik dari Batam
59
dengan mempertimbangkan
rencana pengembangan pembangkit di Batam yang akan mencukupi kebutuhan Batam dan sebagi-
an Bintan
60
. Adanya interkoneksi 150 kV tersebut tidak ada hubungannya dengan perluasan wilayah
usaha PLN Batam.
Interkoneksi 150 kV SumateraBangka dengan kapasitas 200 MW pada kondisi N-1 dengan perkiraan
COD tahun 2015. Dengan adanya interkoneksi tersebut, maka di Bangka dapat dibangun PLTU de-
ngan kelas yang lebih besar dibandingkan jika seandainya tidak ada interkoneksi, yaitu kelas 65 MW.
59 Biaya produksi listrik di Batam lebih rendah dari pada biaya produksi di Bintan yang masih banyak menggunakan pembangkit BBM.
60 Kecukupan pembangkit di Batam sampai dengan tahun 2020 telah dikonrmasi ke PLN Batam.
LO-RUPTL Awal ok.indd 72 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
73
Rencana pengembangan transmisi juga mencakup program interkoneksi dengan sistem tenaga lis-
trik dari negara tetangga, meliputi interkoneksi Sumatera-Malaysia (HVDC 250 kV) dan Kalimantan
Barat-Sarawak (275kV HVAC). Tujuan interkoneksi tersebut antara lain untuk mewujudkan ASEAN
Power Grid sebagaimana dimaksud dalam MOU on the ASEAN Power Grid yang telah diratikasi oleh
pemerintah Indonesia dengan Perpres No. 77/2008.
1. Interkoneksi SumateraMalaysia direncanakan beroperasi 2017. Proyek ini terkait dengan
rencana pembangunan PLTU Riau Kemitraan dengan kapasitas 1200 MW. Pada saat peak
load di Sumatera (malam hari) daya dari PLTU Riau Kemitraan yang dikirim ke Malaysia
dapat dikurangi, sehingga sebagian besar daya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
Sumatera. Sebaliknya pada saat off peak di Sumatera (siang hari) daya yang dikirim ke Malaysia
dapat lebih besar.
2. Interkoneksi KalbarSerawak direncanakan beroperasi pada akhir tahun 2014 dimaksudkan
untuk memfasilitasi pembelian tenaga listrik oleh PLN khususnya pada waktu beban puncak
sampai dengan tahun 2019 untuk menghilangkan pemakaian BBM selama beban puncak.
Selain itu terbuka kemungkinan bagi PLN untuk juga membeli listrik di luar waktu beban
puncak dalam hal penyelesaian PLTU batubara di Kalimantan Barat terlambat. Setelah tahun
2019 diperkirakan PLN hanya akan membeli tenaga listrik selama waktu beban puncak karena
semua pembangunan pembangkit beban dasar (PLTU) akan selesai.
Transmisi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500 kV AC 0 0 0 0 860 350 722 0 600 0 2.532
500 kV DC 0 0 0 0 800 0 0 0 0 0 800
275 kV 0 160 2.271 1.012 812 0 300 0 0 0 4.555
250 kV DC 0 0 0 0 0 462 0 0 0 0 462
150 kV 1.042 2.175 4.311 3.556 968 1.738 279 382 740 140 15.331
70 kV 0 170 387 0 0 0 0 0 0 0 557
Jumlah 1.042 2.505 6.969 4.568 3.440 2.550 1.301 382 1340 140 24.237
Tabel 5.29. Kebutuhan Fasilitas Transmisi Wilayah Operasi Indonesia Barat
Trafo 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500/275 kV 0 0 0 0 1.500 1.000 1.000 0 0 0 3.500
500/150 kV 0 0 0 0 500 0 1.000 0 0 0 1.500
500 kV DC 0 0 0 0 3.000 0 0 0 0 0 3.000
275/150 kV 0 500 6.500 750 1.250 250 500 0 250 0 10.000
250 kV DC 0 0 0 0 0 600 0 0 0 0 600
150/20 kV 2.110 2.200 2.480 1.320 1.200 1.050 810 660 990 1.200 14.020
70/20 kV 30 340 80 0 30 0 30 30 0 0 540
Jumlah 2.140 3.040 9.060 2.070 7.480 2.900 3.340 690 1.240 1.200 33.160
Tabel 5.30. Kebutuhan Fasilitas Trafo dan Gardu Induk Wilayah Operasi Indonesia Barat
LO-RUPTL Awal ok.indd 73 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
74
5 . 8 . 2 . P e n g e m b a n g a n S i st e m P e n y a lu ra n Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
Pada Tabel 5.31 dan Tabel 5.32 diperlihatkan kebutuhan sik fasilitas penyaluran dan gardu induk di
sistem Indonesia Timur.
Tabel 5.31. Kebutuhan Saluran Transmisi Indonesia Timur
Transmisi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
275 kV 482 580 590 0 1.652
150 kV 1.262 3.010 1.124 2.264 2.564 2.474 618 522 696 0 14.534
70 kV 488 638 620 516 168 332 0 2.762
Jumlah 2.232 3.648 1.744 2.780 2.732 3.386 1.208 522 696 0 18.947
Tabel 5.32. Kebutuhan Trafo Indonesia Timur
TRAFO 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
275/150 kV 270 90 0 0 0 1.000 0 0 0 0 430
150/70 kV 60 120 0 150 0 60 30 0 0 0 420
150/20 kV 580 860 1.750 810 875 540 450 760 620 240 7.485
70/20 kV 75 390 250 300 60 130 210 100 90 210 1.815
Jumlah 985 1.460 2.000 1.260 935 1.730 690 860 710 450 11.080
Sebagaimana diperlihatkan didalam Tabel 5.31 dan 5.32 terdapat rencana pembangunan transmisi 275 kV
di Sulawesi dan merupakan proyek yang strategis. Transmisi 275 kV antara PosoPalopo adalah merupakan
transmisi yang dibangun dan dimiliki oleh PT Poso Energi yang diperuntukkan untuk menyalurkan daya
dari PLTA Poso ke pusat beban.
Selain itu telah direncanakan pula pembangunan transmisi 275 kV dari PLTA Karama ke pusat beban
di Makassar melalui Mamuju, Enrekang dan Sidrap untuk menyalurkan daya dari PLTA Karama. Sejalan
dengan rencana pembangunan transmisi tersebut, dibangun pula GITET 275/150 kV di Mamuju, Enrekang,
Sidrap dan Daya Baru (Makassar). Proyek-proyek tersebut dijadwalkan dapat beroperasi pada tahun 2018
seiring dengan pelaksanaan proyek PLTA Karama. Sebagai antisipasi bila di masa yang akan datang PLTA
Poso akan dikembangkan, direncanakan pula pembangunan transmisi 275 kV EnrekangPalopo untuk
menghubungkan transmisi 275 kV eksisting milik PT Poso Energi di Palopo dengan transmisi 275 kV jalur
barat KaramaMamujuEnrekangMakassar. Hubungan antara kedua transmisi 275 kV tersebut juga
bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas sistem serta menambah eksibilitas operasi.
Keberadaan GITET 275/150 kV Enrekang selain sebagai titik koneksi transmisi 275 kV jalur Barat dengan
transmisi 275 kV milik PT Poso Energi, juga dimaksudkan untuk menyalurkan daya dari PLTA Bonto Batu,
Poko dan PLTA lainnya ke pusat beban.
Proyek transmisi strategis lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat diselesaikan tepat
waktu adalah :
Transmisi 150 kV Tanah Grogot (Kuaro)PetungKarangjoang untuk menghubungkan sistem
Kalselteng dengan sistem Kaltim.
Transmisi 150 kV BangkanaiMuara TewehBuntokTanjung untuk menyalurkan daya dari PLTG/MG
Bangkanai 280 MW.
LO-RUPTL Awal ok.indd 74 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
75
5 . 8 . 3 . P e n g e m b a n g a n S i st e m P e n y a lu ra n S i st e m J a w a -B a li
Pada Tabel 5.33 dan Tabel 5.34 diperlihatkan kebutuhan sik fasilitas penyaluran dan gardu induk di
sistem Jawa-Bali.
Tabel 5.33. Kebutuhan Saluran Transmisi Sistem Jawa-Bali
S a t u a n k m s
Transmisi 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500 kV AC 2 352 224 710,8 852 468 40 20 40 0 2.709
500 kV DC 0 0 0 0 300 0 0 0 0 0 300
150 kV 614 2.683 1.795 1.141 963 404 632 402 106 60 8.800
70 kV 5 4 182 0 50 0 0 0 0 0 241
Jumlah 621 3.039 2.201 1.852 2.165 872 672 422 146 60 12.050
Tabel 5.34. Kebutuhan Trafo Sistem Jawa-Bali
M VA
Trafo 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
500/150 kV 6.336 4.836 4.503 4.000 7.000 3.500 1.500 1.000 1.000 0 33.675
150/20 kV 6.996 7.620 3.420 2.700 5.820 3.330 3.630 3.300 3.510 2.880 43.206
70/20 kV 530 110 30 0 0 30 90 150 60 90 1.090
Jumlah 13.862 12.666 7.953 6.700 12.820 6.860 5.220 4.450 4.570 2.970 78.071
Dari Tabel 5.33 terlihat bahwa sampai dengan tahun 2021 akan dibangun transmisi 500 kV AC sepan-
jang 2.709 kms. Transmisi tersebut dimaksudkan untuk mengimbangi program percepatan pembangkit
PLTU Suralaya Baru, PLTU Adipala, PLTU Paiton Unit 3, PLTU IPP Tanjung Jati Unit 3 dan 4, PLTU IPP Jawa
Tengah, PLTU Indramayu Unit 4 dan 5, Jawa-Bali Crossing dari Paiton hingga ke pusat beban di Bali, PLTA
pumped storage Upper Cisokan dan Matenggeng, dan beberapa PLTU baru lainnya. Selain itu dibangun
juga transmisi 500kV yang berkaitan dengan perkuatan pasokan Jakarta, yaitu Balaraja-Kembangan dan
Kembangan-Durikosambi-Muara Karang-Priok-Muara Tawar.
Trafo interbus 500/150 kV yang direncanakan pada Tabel 5.34 merupakan perkuatan grid yang tersebar di
Jawa, utamanya seputar Jabotabek.
Transmisi 500 kV DC pada Tabel 5.33 adalah transmisi HVDC interkoneksi SumateraJawa, di sini hanya
diperhitungkan bagian kabel laut dan overhead line yang berada di pulau Jawa, selebihnya diperhitungkan
sebagai pengembangan sistem transmisi Sumatera.
Sistem transmisi 70 kV pada dasarnya sudah tidak dikembangkan lagi, bahkan di sistem 70 kV di Jawa
Barat banyak yang ditingkatkan menjadi 150 kV terkait dengan proyek percepatan pembangkit 10.000
MW. Rencana pada Tabel 5.33 hanya menunjukkan proyek reconducturing SUTT 70 kV yang memasok
konsumen besar dan saluran distribusi khusus. Program pemasangan trafo-trafo 150/70 kV dan 70/20kV
pada Tabel tersebut juga hanya merupakan relokasi trafo-trafo dari Jawa Barat ke Jawa Timur.
Beberapa proyek transmisi strategis di Jawa-Bali antara lain:
Proyek transmisi SUTET 500 kV Tx Ungaran-Pemalang-Mandirancan-Indramayu tahun 2016
61
.
Pembangunan transmisi 500 kV HVDC bipole 3,000 MW Sumatera-Jawa berikut GITET XBogor-In-
comer (Tasik - Depok dan CilegonCibinong) untuk menyalurkan listrik dari PLTU mulut tambang di
Sumatera Selatan ke sistem Jawa Bali tahun 2016.
61 Transmisi 500 kV ini tidak connect ke GITET Mandirancan, hanya melintas di dekatnya.
LO-RUPTL Awal ok.indd 75 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
76
Pembangunan SUTET 500 kV PaitonNew Kapal termasuk overhead line 500kV menyeberangi Selat
Bali (Jawa Bali Crossing) sebagai solusi jangka panjang pasokan listrik ke pulau Bali. Tahap pertama
pada tahun 2015 akan beroperasi dengan tegangan 150 kV dulu, kemudian mulai tahun 2016 akan
beroperasi penuh dengan tegangan 500 kV.
Pembangunan kabel laut Jawa-Bali 150 kV sirkit 3-4 dimaksudkan untuk dapat menekan pemakaian
BBM di Bali dalam jangka pendek.
SUTET 500 kV Kembangan-DurikosambiMuara KarangPriokMuara Tawar.
5.9. Pengembangan Sistem Distribusi
Rencana pengembangan sistem distribusi di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.35. Kebutuhan sik
sistem distribusi Indonesia hingga tahun 2021 adalah sebesar 208 ribu kms jaringan tegangan menengah,
218 ribu kms jaringan tegangan rendah, 34 ribu MVA tambahan kebutuhan trafo distribusi. Kebutuhan
sik tersebut diperlukan untuk mempertahankan keandalan serta untuk menampung tambahan sekitar
25 juta pelanggan.
Tabel 5.35. Kebutuhan Fasilitas Distribusi di Indonesia
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
Indonesia
Jaringan TM kms 16.633 15.900 17.355 17.495 19.562 20.979 22.158 23.964 25.634 27.859 207.540
Jaringan TR kms 18.273 18.844 20.390 19.227 20.443 21.384 22.685 24.140 25.376 27.493 218.255
Trafo Distribusi MVA 2.883 2.804 2.828 2.934 3.246 3.342 3.596 3.848 4.183 4.317 33.948
Tambahan
Pelanggan
ribu plgn 2.533 3.152 2.947 2.811 2.572 2.327 2.312 2.237 2.202 2.199 25.290
5 . 9 . 1 . Wi la y a h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
Rencana pengembangan sistem distribusi untuk Wilayah Operasi Indonesia Barat dapat dilihat pada Tabel
5.36. Kebutuhan sik sistem distribusi Indonesia Barat hingga tahun 2021 adalah sebesar 55 ribu kms
jaringan tegangan menengah 54 ribu kms jaringan tegangan rendah 10 ribu MVA tambahan kebutuhan
trafo distribusi. Kebutuhan sik tersebut diperlukan untuk mempertahankan keandalan serta untuk
menampung tambahan sekitar 6,4 juta pelanggan.
Tabel 5.36. Kebutuhan Fasilitas Distribusi Wilayah Operasi Indonesia Barat
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
Indonesia Barat
Jaringan TM kms 4.468 4.530 4.804 4.729 5.183 5.356 5.801 6.178 6.526 7.193 54.768
Jaringan TR kms 4.415 4.567 4.852 4.870 5.269 5.308 5.697 5.915 6.130 6.747 53.770
Trafo Distribusi MVA 842 884 874 914 951 996 1.037 1.103 1.240 1.302 10.141
Tambahan
Pelanggan
ribu plgn 681 764 786 816 717 647 594 528 472 422 6.427
Rencana pengembangan sistem distribusi untuk Wilayah Operasi Indonesia Timur dapat dilihat pada Tabel
5.37. Kebutuhan sik sistem distribusi Wilayah Operasi Indonesia Timur hingga tahun 2021 adalah sebesar
81 ribu kms jaringan tegangan menengah 70 ribu kms jaringan tegangan rendah 8 ribu MVA tambahan
kebutuhan trafo distribusi. Kebutuhan sik tersebut diperlukan untuk mempertahankan keandalan serta
untuk menampung tambahan sekitar 6,4 juta pelanggan.
LO-RUPTL Awal ok.indd 76 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
77
Tabel 5.37. Kebutuhan Fasilitas Distribusi Wilayah Operasi Indonesia Timur
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
Indonesia Timur
Jaringan TM kms 5.227 6.042 6.932 6.607 7.042 8.021 8.607 9.837 11.034 12.042 81.389
Jaringan TR kms 5.469 6.789 7.701 5.876 5.936 6.538 6.935 7.631 8.087 8.825 69.785
Trafo Distribusi MVA 564 720 726 702 721 774 823 885 1.011 1.030 7.958
Tambahan
Pelanggan
ribu plgn 628 1.002 805 739 690 506 518 505 493 575 6.462
I n t e rk o n e k si A n t a rp u la u
Untuk mengembangkan sistem kelistrikan di pulau-pulau yang dekat dengan daratan pulau besar dan
sekaligus untuk menurunkan penggunaan BBM, direncanakan interkoneksi antar pulau melalui kabel laut
20 kV atau 70 kV, yaitu:
Pulau Laut (Kotabaru)-Batulicin dengan kabel laut 20 kV
Kaltim-Pulau Nunukan-Sebatik dengan kabel laut 20 kV
Kendari-Pulau Muna-Pulau Buton (Bau-bau) dengan kabel laut 150 kV.
Bitung-Pulau Lembeh (Sulut) dengan kabel laut / SUTM 20 kV
Ambon-Haruku-Seram dengan kabel laut 70 kV, Haruku-Saparua KL 20 kV
Pulau Ternate -Pulau Tidore dengan kabel laut 20 kV
Lombok-Pulau 3 Gili dengan kabel laut 20 kV
Kepulauan Seribu dengan kabel laut 20 kV
Bali -Nusa Penida dengan kabel laut 20 kV
Pelaksanaan interkoneksi kabel laut tersebut akan didahului dengan kajian kelayakan meliputi
keekonomian, enjiniring dan studi dasar laut (seabed study) meliputi: route, peletakan kabel, lingkungan,
struktur dasar laut, dan lain sebagainya.
5 . 9 . 2 S i st e m J a w a -B a li
Perencanaan kebutuhan sik untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan energi listrik dapat
diproyeksikan seperti pada Tabel 5.38.
T a b e l 5 . 3 8 . K e b u t u h a n Fa si li t a s D i st ri b u si S i st e m J a wa -B a li
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Jumlah
Jawa-Bali
Jaringan TM kms 6.939 5.327 5.619 6.159 7.338 7.602 7.751 7.950 8.074 8.625 71.382
Jaringan TR kms 8.389 7.488 7.837 8.481 9.238 9.537 10.053 10.594 11.160 11.921 94.700
Trafo Distribusi MVA 1.477 1.202 1.228 1.318 1.574 1.571 1.736 1.861 1.932 1.985 15.884
Tambahan
Pelanggan
ribu plgn 1.223 1.386 1.355 1.255 1.165 1.174 1.200 1.203 1.237 1.201 12.401
Dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dari tahun 2012 sampai dengan 2021 untuk sistem Jawa Bali
diperlukan tambahan jaringan tegangan menengah sebanyak 71 ribu kms, jaringan tegangan rendah 95
ribu kms, kapasitas trafo distribusi 16 ribu MVA dan jumlah pelanggan 12,4 juta.
LO-RUPTL Awal ok.indd 77 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
78
5.10. Pengembangan Listrik Perdesaan
Untuk saat ini pembangunan listrik desa di seluruh Indonesia dilaksanakan oleh 31 Satuan Kerja Listrik
Desa/Satker Lisdes, dimana untuk 30 Satker Lisdes tersebut berada pada masing-masing provinsi, kecuali
untuk 1 Satker Lisdes merupakan gabungan dua provinsi yaitu Jateng dan DIY.
Sasaran kuantitatif pembangunan listrik desa adalah bertujuan meningkatkan rasio elektrikasi dan rasio
desa berlistrik. Rekap program listrik perdesaan 2012-2021 dan investasinya dapat dilihat pada Tabel 5.39
dan Tabel 5.40.
Tujuan pembangunan listrik desa seperti yang disebutkan diatas, juga bertujuan untuk:
Mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Meningkatkan kualitas bidang pendidikan dan kesehatan.
Mendorong produktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat pedesaan.
Memudahkan dan mempercepat masyarakat pedesaan memperoleh informasi dari media elektro-
nik serta media komunikasi lainnya.
Meningkatkan keamanan dan ketertiban yang selanjutnya diharapkan juga akan meningkatkan
kese jahteraan masyarakat desa.
Tabel 5.39. Rekap Program Listrik Perdesaan Indonesia 2012-2021
p p
* ) D I P A
C a t a t a n : P a d a t a h u n 2 0 1 2 a d a p ro g ra m li st ri k M u ra h d a n H e m a t u n t u k m a sya ra k a t d a e ra h t e rt i n g g a l d a n n e la ya n se k i t a r 8 3 . 5 0 0
R T S (ru m a h t a n g g a sa sa ra n ).
Tabel 5.40. Rekap Kebutuhan Investasi Program Listrik Perdesaan Indonesia 2012-2021 (Juta Rp)
Tahun
JTM
kms
JTR
kms
Trafo
Jumlah
Pelanggan PLN
Listrik Murah &
Hemat
MVA Unit
2012* 4.168 4.465 226 3.349 236.788 83.478
2013 6.345 4.736 398 3.446 220.170 95.227
2014 6.659 5.373 545 3.848 243.957 95.227
2015 6.863 4.964 632 3.576 223.404 0
2016 7.177 5.056 690 3.611 228.000 0
2017 7.417 5.112 729 3.635 230.493 0
2018 7.340 5.080 762 3.563 227.966 0
2019 7.532 5.143 807 3.524 230.679 0
2020 7.644 5.161 851 3.444 226.182 0
2021 7.303 4.481 882 2.979 170.617 0
Total 68.449 49.571 6.522 34.973 2.238.257 273.932
Tahun JTM JTR Trafo
Lisdes
Reguler
Listrik Murah
& Hemat
Total Biaya
2012* 1.242.285 636.569 381.346 2.260.199 288.000 2.629.448
2013 1.514.989 769.606 418.384 2.702.976 200.010 2.902.986
2014 1.598.368 833.676 437.955 2.870.000 200.010 3.070.010
2015 1.514.129 776.319 409.553 2.700.000 - 2.700.000
2016 1.501.356 788.920 409.724 2.700.000 - 2.700.000
2017 1.497.996 793.068 408.936 2.700.000 - 2.700.000
2018 1.479.102 806.870 414.028 2.700.000 - 2.700.000
2019 1.462.869 821.825 415.306 2.700.000 - 2.700.000
2020 1.446.037 835.161 418.802 2.700.000 - 2.700.000
2021 1.420.269 859.389 420.342 2.700.000 - 2.700.000
Total 14.677.400 7.921.403 4.134.372 26.733.175 688.020 27.502.444
LO-RUPTL Awal ok.indd 78 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
79
5.11. Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
Energi baru dan terbarukan (EBT) skala besar seperti panas bumi dan PLTA telah dibahas dalam
pengembangan kapasitas pembangkit pada butir 5.4. Butir ini hanya membahas pengembangan EBT skala
kecil.
PLTMH: PLN mendorong pengembangan PLTMH terutama oleh swasta atau masyarakat untuk melistriki
kebutuhan setempat dan juga untuk disalurkan ke grid atau sistem kelistrikan PLN.
PLTB: Karena potensi energi angin di Indonesia sangat terbatas, maka pengembangannya akan terbatas
di daerah yang memiliki potensi.
Biomassa: PLN bermaksud untuk membangun pembangkit listrik tenaga biomassa apabila PLN dapat
mempunyai kendali atas pasokan biomassanya. Karena itu PLN sedang menjalin kerjasama dengan
bebeapa Pemerintah Kabupaten untuk merintis industri biomasa.
Energi kelautan: walaupun potensi energi kelautan diduga sangat besar, namun mengingat teknologi dan
keekonomiannya masih belum diketahui, PLN baru akan melakukan uji coba skala kecil sebagai proyek
penelitian dan pengembangan.
Biofuel: tergantung kepada kesiapan pasar biofuel, PLN siap untuk memanfaatkan biofuel apabila tersedia.
Gasikasi batubara (PLTGB): PLN memandang jenis energi ini sebagai energi baru yang dapat diterapkan
pada sistem kelistrikan isolated skala kecil.
Rencana pengembangan pembangkit EBT skala kecil dan perkiraan biayanya ditunjukkan pada Tabel 5.41
dan Tabel 5.42.
P e m b a n g u n a n P LT S
Mempertimbangkan sebaran penduduk pada geogra yang sangat luas dan sulitnya menjangkau daerah
terpencil, PLN merencanakan untuk membangun PLTS sebagai berikut:
PLTS terpusat/komunal (mode operasi mandiri & hybrid) dengan kapasitas diberikan pada Tabel 5.41.
SHS (panel surya + lampu LED dengan baterai di dalamnya) skala kecil tersebar, namun terbatas di
provinsi-provinsi yang RE nya masih sangat rendah dan di daerah yang dalam waktu 5 tahun belum
akan mendapatkan listrik konvensional.
Pengembangan PLTS tersebut dimaksudkan untuk melistriki daerah terpencil secepatnya, mencegah
penambahan penggunaan BBM kalau seandainya dilayani dengan diesel, dan menurunkan BPP pada
daerah tertentu yang ongkos angkut BBM sangat mahal, seperti daerah sekitar puncak pegunungan
Jayawijaya Papua.
Program elektrikasi dengan SHS atau lentera super hemat energi (SEHEN) bukan merupakan program
pengembangan kapasitas sistem kelistrikan. Dengan demikian program elektrikasi dengan SEHEN lebih
bersifat sementara dan hanya diterapkan secara terbatas di provinsi-provinsi yang rasio elektrikasinya
masih rendah, yaitu NTB, NTT dan Papua dengan terlebih daulu dibuat kajian kelayakannya. Program
SEHEN juga dapat diganti dengan PLTS terpusat/komunal (centralized PV).
Pembangunan PLTS dan pemasangan SHS tersebut akan didahului dengan kajian kelayakan proyek.
LO-RUPTL Awal ok.indd 79 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
80
Tabel 5.41. Rencana Pengembangan Pembangkit EBT Skala Kecil
No Pembangkit Ebt Satuan
Tahun
Total
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 PLTMH MW 40 99 113 112 101 185 188 201 189 260 1.488
2 PLT SURYA MWp*) 6 84 125 150 100 75 75 80 80 80 855
3 PLT BAYU MW 0 10 50 50 15 15 20 20 25 25 230
4 PLT BIOMASS MW 22 40 90 35 40 40 45 45 50 40 447
5 PLT KELAUTAN MW 0 2 0 0 5 5 5 5 5 27 54
6 PLT BIO-FUEL MW**) 10 15 15 14 8 7 7 8 9 8 101
7 PLT GAS-BATUBARA MW 32 81 43 22 7 22 14 6 10 10 247
Total MW 110 331 436 383 276 349 354 365 368 450 3.422
* ) R e n ca n a P LT S sd 2 0 1 5 a d a la h p ro g ra m 1 . 0 0 0 p u la u , se d a n g k a n t a h u n se la n ju t n ya m a si h i n d i k a si
* * ) K a p a si t a s e k u i v a le n d a ri p e m b a n g k i t a n e k si st i n g ya n g b e ro p e ra si d e n g a n b a h a n b a k a r b i o f u e l
Tabel 5.42. Biaya Pengembangan Pembangkit EBT Skala Kecil
No Pembangkit EBT Satuan
Tahun
Total
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 PLTMH MW 99 245 279 277 250 457 465 497 467 643 3.678
2 PLT SURYA MWp*) 31 433 644 779 515 386 386 412 412 412 4.403
3 PLT BAYU MW - 31 155 155 46 46 62 62 77 77 711
4 PLT BIOMASS MW 57 103 232 90 103 103 116 116 129 103 1.151
5 PLT KELAUTAN MW - 12 - - 31 21 31 31 31 167 334
6 PLT BIO-FUEL MW**) 26 39 39 37 21 18 18 21 24 21 266
7 PLT GAS-BATUBARA MW 66 167 89 45 14 45 29 12 21 21 509
Total MW 279 1.030 1.437 1.376 980 1.088 1.107 1.151 1.160 1.443 11.052
5.12. Proyek PLTU Skala Kecil Tersebar
Tabel 5.43 dan 5.44 menunjukkan lokasi dan kapasitas rencana pengembangan pembangkit PLTU batubara
skala kecil dan PLTGB lokasi di Indonesia Barat dan Indonesia Timur.
No Nama Proyek Kapasitas (MW) COD Estimasi
I. Indonesia Barat
a. FTP-2
- IPP
1 PLTU Ketapang Kalbar 2 x 10 2015
2 PLTU Nias Sumut 3 x 7 2014-15
3 PLTU Tanjung Pinang Riau 2 x 15 2014
b. Reguler
- PLN
4 PLTU Ipuh Bengkulu 2 x 3 2013
5 PLTU Natuna Riau 2 x 7 2014
6 PLTU Sanggau Kalbar 2 x 7 2014
7 PLTU Sintang Kalbar 3 x 7 2014
T a b e l 5 . 4 3 . P ro ye k P LT U S k a la K e ci l d i I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
LO-RUPTL Awal ok.indd 80 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
81
No Nama Proyek Kapasitas (MW) COD Estimasi
8 PLTU TB. Karimun #3,4 (eks Tj. Uban) 2 x 7 2014
9 PLTU Sinabang (eks Tapak Tuan) 2 x 7 2014
10 PLTU Tebo Jambi 2 x 7 2013
11 PLTU Tembilahan Riau 2 x 7 2013
12 PLTU Dabo Singkep Kepri 2 x 4 2014
13 PLTU Kuala Tungkal Jambi 2 x 3 2013-2014
- IPP
14 PLTU Baturaja Sumsel 2 x 10 2013
15 PLTU Muko Muko Jambi 2 x 4 2013
16 PLTU Ketapang Kalbar 2 x 7 2013
17 PLTU Rengat Riau 2 x 7 2015
18 PLTU Sarolangun Jambi 2 x 6 2013
II. Indonesia Timur
a. FTP-2
- PLN
19 PLTU Bau Bau Sultra 2 x 10 2014
20 PLTU Sumbawa NTB 2 x 10 2014-2015
21 PLTU Luwuk Sulteng 2 x 10 2015-2016
22 PLTU Melak Kaltim 2 x 7 2015
- IPP
23 PLTU Biak Papua 2 x 7 2014
24 PLTU Merauke Papua 2 x 7 2014
25 PLTU Andai (Manokwari) Papua 2 x 7 2014
26 PLTU Nabire Papua 2 x 7 2014
27 PLTU Kolaka Sulsel 2 x 10 2016
28 PLTU Jayapura Papua 2 x 15 2016
29 PLTU Klalin (Sorong) Papua 2 x 15 2016
b. Reguler
- PLN
30 PLTU Ampana Sulteng 2 x 3 2013
31 PLTU Kendari Sultra 1 x 10 2013
32 PLTU Rote NTT 2 x 3 2013
33 PLTU Kotabaru Kalsel 2 x 7 2014
34 PLTU Kuala Pambuang Kalteng 2 x 3 2014
35 PLTU Tanjung Redep Kaltim 2 x 7 2014
36 PLTU Tanjung Selor Kaltim 2 x 7 2014
37 PLTU Malinau Kaltim 2 x 3 2014
38 PLTU Talaud Sulut 2 x 3 2014
39 PLTU Raha Sultra 2 x 3 2014
40 PLTU Alor NTT 2 x 3 2014
41 PLTU So Maluku Utara 2 x 3 2014
42 PLTU Sangatta Kaltim 2 x 7 2014-2015
43 PLTU Toli-Toli Sulteng 3 x 15 2014-2015
44 PLTU Wangi Wangi Sultra 2 x 3 2014-2015
45 PLTU Sumbawa Barat NTB 2 x 7 2014-2015
46 PLTU Palu 2 Sulteng 2 x 15 2015
47 PLTU Tidore 2 Maluku Utara 2 x 7 2015
48 PLTU Timika Papua 4 x 7 2015
la n ju t a n
T a b e l 5 . 4 3 . P ro ye k P LT U S k a la K e ci l d i I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
LO-RUPTL Awal ok.indd 81 13/03/2013 15:28:52
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
82
No Nama Proyek Kapasitas (MW) Pemilik COD Estimasi
Jawa-Bali
- Reguler
1 PLTGB Bawean Jatim 6 PLN 2014
Indonesia Barat
- FTP-2
1 PLTGB Putusibau Kalbar 8 PLN 2014
2 PLTGB Tanjung Batu Kepri 8 PLN 2014
3 PLTGB Sabang NAD 8 PLN 2013
- Reguler
4 PLTGB Bengkalis Riau 6 PLN 2013
5 PLTGB Nanga Pingoh Kalbar 6 PLN 2013
6 PLTGB Nias Sumut 8 PLN 2014
7 PLTGB Tanjung Pandan Babel 5 IPP 2013
8 PLTGB Selat Panjang Kepri 6 PLN 2014
Indonesia Timur
- FTP-2
9 PLTGB Larantuka NTT 8 PLN 2014
10 PLTGB Selayar Sulsel 8 PLN 2014
11 PLTGB Tahuna Sulut 8 PLN 2014
12 PLTGB Tobelo Malut 8 PLN 2014
13 PLTGB Tual Maluku 8 PLN 2014
- Reguler
14 PLTGB Buru Maluku 6 PLN 2014
15 PLTGB Manokwari Papua 2 x 3 PLN 2014-2015
16 PLTGB Langgur Maluku 6 PLN 2014
17 PLTGB Timika 8 PLN 2014
18 PLTGB Kurik Papua 2 x 5 PLN 2015-2016
19 PLTGB Biak Papua 2 x 6 PLN 2017-2018
No Nama Proyek Kapasitas (MW) COD Estimasi
49 PLTU Bima 2 NTB 2 x 10 2015-2016
50 PLTU Tanjung Redep 2 Kaltim 2 x 7 2016
51 PLTU Waai 3 Maluku 1 x 15 2016
52 PLTU Atambua 2 NTT 2 x 3 2017
53 PLTU Malinau 2 Kaltim 2 x 3 2018
54 PLTU Kupang 2 NTT 2 x 15 2018
55 PLTU Jayapura 2 Papua 2 x 15 2018-2019
- IPP
56 PLTU Tawaeli Ekspansi Sulteng 2 x 15 2015
57 PLTU Bau-Bau Sultra 2 x 7 2015
58 PLTU Lati (Ekspansi) Kaltim 1 x 5 2015
59 PLTU Merauke 2 Papua 1 x 7 2016
60 PLTU Kupang NTT 2 x 15 2016-2017
L a n ju t a n
T a b e l 5 . 4 4 . P ro ye k P LT G B T e rse b a r d i I n d o n e si a
T a b e l 5 . 4 3 . P ro ye k P LT U S k a la K e ci l d i I n d o n e si a B a ra t d a n I n d o n e si a T i m u r
LO-RUPTL Awal ok.indd 82 13/03/2013 15:28:53
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
83
LO-RUPTL Awal ok.indd 83 13/03/2013 15:28:53
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
84
6.1. Proyeksi Kebutuhan Investasi Indonesia
Untuk membangun sarana pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik sebagaimana diuraikan
pada Bab 5 diperlukan dana investasi sebesar US$64,9 miliar dengan disbursement tahunan sebagaimana
diperlihatkan pada Tabel 6.1 dan Gambar 6.1. Dana sebesar itu hanya mencakup proyek-proyek PLN saja
dan belum mencakup dana investasi untuk proyek listrik yang diasumsikan akan dilaksanakan oleh swasta/
IPP.
Tabel 6.1. Kebutuhan Dana Investasi PLN Indonesia (Tidak Termasuk IPP)
Item 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Pembangkit
Fc 1.206,4 2.010,4 2.927,5 2.518,9 2.855,9 3.041,6 2.306,0 1.979,0 1.888,7 2243,2 22.977,9
Lc 1.342,2 1.771,2 1.344,9 1.015,6 1.384,3 1.409,1 1.049,4 939,3 938,1 1035,6 12.229,8
Total 2.548,6 3.781,6 4.272,5 3.534,6 4.240,3 4.450,7 3.355,5 2.918,3 2.826,9 3278,8 35.207,7
Penyaluran
Fc 1.953,0 1.977,2 2.106,5 2.810,1 1.797,3 955,2 564,7 489,8 235,9 37,6 12.927,2
Lc 517,7 550,2 561,3 530,5 385,2 221,5 138,8 106,7 32,6 3,0 3.047,7
Total 2.470,7 2.527,4 2.667,9 3.340,6 2.182,5 1.176,7 703,5 596,5 268,6 40,6 15.974,9
Distribusi
Fc 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lc 1.214,9 1.158,9 1.194,1 1.206,5 1.337,1 1.384,8 1.452,0 1.529,2 1.594,2 1694,7 13.766,5
Total 1.214,9 1.158,9 1.194,1 1.206,5 1.337,1 1.384,8 1.452,0 1.529,2 1.594,2 1694,7 13.766,5
Total
Fc 3.159,4 3.987,6 5.034,1 5.329,0 4.653,3 3.996,8 2.870,7 2.468,8 2.124,7 2280,8 35.905,2
Lc 3.074,8 3.480,4 3.100,4 2.752,6 3.106,6 3.015,4 2.640,3 2.575,1 2.564,9 2733,3 29.043,9
Total 6.234,2 7.467,9 8.134,5 8.081,7 7.759,9 7.012,2 5.511,0 5.043,9 4.689,7 5014,1 64.949,2
Melihat kebutuhan dana yang sangat besar tersebut, maka disadari adanya tantangan yang sangat besar
dalam menyediakan dana tersebut.
Selama ini sumber pembiayaan proyek-proyek PLN banyak diperoleh dari penerusan pinjaman dari
luar negeri (two step loan), namun setelah tahun 2006 peranan pinjaman semacam ini mulai berkurang
dan sebaliknya pendanaan dengan obligasi terus meningkat, baik obligasi lokal maupun global. Proyek
percepatan pembangkit 10.000 MW dibiayai dari pinjaman luar dan dalam negeri yang diusahakan sendiri
oleh PLN dengan garansi Pemerintah. Akhir-akhir ini PLN kembali berupaya memperoleh pinjaman dari
lembaga keuangan multilateral (IBRD, ADB) dan bilateral (JICA, AFD) untuk mendanai proyek-proyek
kelistrikan yang besar seperti Upper Cisokan pumped storage dan transmisi HVDC SumateraJawa dengan
skema two step loan.
Total Investasi
Pembangkit
Penyaluran
Distribusi
0
1000
2000
3000
4000
5000
6000
7000
8000
9000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta USD
J u t a U S $
LO-RUPTL Awal ok.indd 84 13/03/2013 15:28:53
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
85
6.2. Proyeksi Kebutuhan Investasi Jawa-Bali
Pengembangan pembangkitan, transmisi dan distribusi oleh PLN sampai dengan tahun 2021 di sistem Jawa
Bali membutuhkan dana investasi sebesar US$ 34,7 miliar dengan disbrusement tahunan sebagaimana
deiperlihatkan pada Tabel 6.2 dan Gambar 6.2.
Kebutuhan investasi untuk proyek pembangkitan sampai tahun 2021 adalah sebesar US$ 20,2 miliar atau
sekitar US$ 2,0 miliar per tahun.
Tabel 6.2. Kebutuhan Dana Investasi untuk Sistem JawaBali
G a m b a r 6 . 2 . K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si P L N u n t u k S i st e m J a wa B a li
Pembiayaan proyek pembangkitan PLN berasal dari beberapa sumber. Proyek percepatan pembangkit
Perpres No.71/2006 didanai dengan pinjamanan luar negeri (Cina) yang diusahakan oleh PLN dengan
jaminan Pemerintah. Proyek pumped storage Upper Cisokan senilai US$ 800 juta telah diusulkan
pendanaannya ke lender multilateral, sedangkan PLTU Indramayu 1x1.000 MW senilai US$ 2.000 juta
diusulkan pendanaannya ke lender bilateral.
Kebutuhan dana investasi untuk penyaluran dan distribusi masing-masing sebesar US$ 7,7 miliar dan US$
6,7 miliar. Proyek penyaluran pada tahun 2012-2013 didominasi oleh transmisi yang terkait dengan proyek
percepatan pembangkit. Proyek tersebut menurut rencana akan didanai dari APLN, APBN, pinjaman luar
negeri (two step loan) dan kredit ekspor.
Total Investasi
Pembangkit
Penyaluran
Distribusi
-
500.0
1,000.0
1,500.0
2,000.0
2,500.0
3,000.0
3,500.0
4,000.0
4,500.0
5,000.0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta USD

Item 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Pembangkit
Fc 453,1 557,7 975,1 1.433,0 1.602,3 1.444,6 1.553,1 1.532,3 1.318,3 1.743,2 12.612,8
Lc 992,1 1170,7 607,0 653,1 734,5 670,6 700,3 698,8 627,4 782,2 7.636,5
Total 1.445,2 1.728,4 1.582,0 2.086,1 2.336,8 2,115,2 2.253,4 2.231,1 1.945,7 2.525,4 20.249,2
Penyaluran
Fc 1.159,3 893,4 1.007,7 1.556,8 871,3 423,2 319,7 269,5 140,1 26,2 6.667,3
Lc 206,2 175,2 192,2 185,3 117,0 68,2 52,8 39,0 15,1 2,0 1.052,9
Total 1.365,4 1.068,6 1.200,0 1.742,2 988,3 491,4 372,5 308,5 155,2 28,2 7.720,2
Distribusi
Fc 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lc 663,7 533,8 538,5 582,4 688,3 706,9 731,5 756,6 765,9 801,7 6.769,2
Total 663,7 533,8 538,5 582,4 688,3 706,9 731,5 756,6 765,9 801,7 6.769,2
Total
Fc 1.612,4 1.451,1 1.982,8 2.989,8 2.473,6 1.867,9 1.872,8 1.801,9 1.458,4 1.769,4 19.280,1
Lc 1.862,0 1.879,8 1.337,7 1.420,8 1.539,7 1.445,6 1.484,6 1.494,4 1.408,4 1.585,8 15.458,6
Total 3.474,3 3.330,8 3.320,5 4.410,6 4.013,3 3.313,4 3.357,4 3.296,2 2.866,8 3.355,2 34,738,6
LO-RUPTL Awal ok.indd 85 13/03/2013 15:28:53
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
86
6.3. Proyeksi Kebutuhan Investasi Wilayah Operasi Indonesia Barat dan Indone-
sia Timur
Proyeksi kebutuhan investasi pembangkit, sistem penyaluran dan distribusi dalam kurun waktu 2012-
2021 untuk Wilayah Operasi Indonesia Barat adalah sebesar US$17,8 miliar atau rata-rata US$ 1,8 miliar
per tahun dan untuk Wilayah Operasi Indonesia Timur adalah sebesar US$ 12,4 miliar atau rata-rata US$
1,2 miliar, tidak termasuk proyek IPP, dengan disbursement tahunan seperti pada Tabel 6.3 dan Tabel 6.4.
T a b e l 6 . 3 . T o t a l K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si P L N u n t u k Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
Total Investasi
Pembangkit
Penyaluran
Distribusi
-
250.0
500.0
750.0
1,000.0
1,250.0
1,500.0
1,750.0
2,000.0
2,250.0
2,500.0
2,750.0
3,000.0
3,250.0
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta USD
G a m b a r 6 . 3 . K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si P L N u n t u k Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a B a ra t
Item 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Pembangkit
Fc 364,9 848,2 1.150,1 415,7 723,6 1.075,1 292,0 159,1 397,8 445,9 5.872,4
Lc 147,5 322,2 430,9 120,9 394,3 504,0 122,4 74,0 200,9 225,6 2.542,8
Total 512,5 1.170,4 1.581,0 536,6 1.117,9 1.579,1 414,4 233,1 598,8 671,5 8.415,2
Penyaluran
Fc 459,1 811,9 834,4 934,4 564,9 322,9 152,0 158,7 68,8 7,1 4.314,2
Lc 217,6 300,5 288,7 235,3 153,5 91,6 60,9 54,5 13,8 0,7 1.417,0
Total 676,7 1.112,4 1.123,1 1.169,7 718,4 414,5 212,9 213,2 82,5 7,8 5.731,2
Distribusi
Fc 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lc 307,5 317,4 333,5 334,8 354,3 362,6 386,4 403,3 424,3 457,4 3.681,4
Total 307,5 317,4 333,5 334,8 354,3 362,6 386,4 403,3 424,3 457,4 3.681,4
Total
Fc 824,1 1.660,1 1.984,5 1.350,1 1.288,4 1.398,0 444,0 317,8 466,6 453,0 10.186,6
Lc 672,6 940,1 1.053,0 391,0 902,2 958,2 569,7 531,7 639,0 683,7 7.641,2
Total 1.496,7 2.600,2 3.037,5 2.041,1 2.190,6 2.356,2 1.013,7 849,6 1.105,6 1.136,7 17.827,8
LO-RUPTL Awal ok.indd 86 13/03/2013 15:28:53
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
87
T a b e l 6 . 4 . K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si P L N u n t u k Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
G a m b a r 6 . 4 .T o t a l K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si P L N u n t u k Wi la ya h O p e ra si I n d o n e si a T i m u r
Kebutuhan investasi Wilayah Operasi Indonesia Barat untuk proyek pembangkitan sampai tahun 2021
adalah sebesar US$ 8,4 miliar, sedangkan untuk Wilayah Operasi Indonesia Timur adalah sebesar
US$ 6,3 miliar. Disbursement proyek pembangkitan mencapai puncaknya pada tahun 2012-2014 dan
2015 yang merupakan proyek percepatan pembangkit Perpres No. 71/2006. Sedangkan disbursement
proyek pembangkitan pada tahun berikutnya terus menurun karena proyek-proyek IPP akan semakin
mendominasi sistem-sistem Indonesia Timur dan Indonesia Barat, terutama di sistem Sumatera. Proyek
transmisi di Indonesia Timur dan Indonesia Barat didominasi oleh pengembangan transmisi 275kV untuk
interkoneksi seluruh Sumatera, di samping pengembangan transmisi 150 kV di Sumatera, Sulawesi dan
Kalimantan serta beberapa wilayah lain seperti NTT dan NTB.
6.4. Kebutuhan Investasi Kelistrikan PLN dan IPP
Total dana investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem kelistrikan Indonesia secara
keseluruhan, termasuk proyek-proyek kelistrikan yang diasumsikan akan dibangun oleh swasta/IPP, adalah
US$ 107,1 miliar selama tahun 2012-2021. Disbursement dana tersebut diperlihatkan pada Tabel 6.5.
Item 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Pembangkit
Fc 388,3 604,6 802,4 670,3 530,1 521,9 460,9 287,6 172,6 54,1 4.492,8
Lc 202,6 278,3 307,1 241,6 255,5 234,5 226,8 166,5 109,8 27,8 2.050,5
Total 590,9 882,9 1.109,5 911,9 785,6 756,4 687,7 454,1 282,4 81,9 6.543,3
Penyaluran
Fc 334,7 271,8 264,4 318,8 361,1 209,0 92,9 61,5 27,1 4,3 1.945,7
Lc 94,0 74,6 80,5 109,9 114,7 61,8 25,2 13,2 3,8 0,4 577,9
Total 428,6 346,4 344,9 428,8 475,8 270,8 118,1 74,7 30,9 4,7 2.523,6
Distribusi
Fc 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lc 243,7 307,7 322,1 289,3 294,6 315,4 334,1 369,3 404,0 435,6 3.315,9
Total 243,7 307,7 322,1 289,3 294,6 315,4 334,1 369,3 404,0 435,6 3.315,9
Total
Fc 723,0 876,4 1.066,8 989,1 891,2 730,9 553,8 349,1 199,7 58,4 6.438,5
Lc 540,3 660,5 709,7 640,8 664,8 611,6 586,1 549,0 517,6 463,8 5.944,3
Total 1.263,2 1.537,0 1.776,5 1.630,0 1.556,0 1.342,6 1.139,9 898,1 717,3 522,5 12.382,8
Total
Investasi
Pembangkit
Penyaluran
Distribusi
0
300
600
900
1200
1500
1800
2100
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta USD

LO-RUPTL Awal ok.indd 87 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
88
Total Investasi
Pembangkit
Penyaluiran
Distribusi
0
2000
4000
6000
8000
10000
12000
14000
16000
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Juta USD

Tabel 6.5. Total Kebutuhan Dana Investasi Indonesia, PLN + IPP
Item 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 Total
Pembangkit
Fc 2.042,9 3.502,9 6.407,3 7.530,3 8.510,1 8.125,6 6.265,8 4.225,8 2.895,5 2.539,0 52.045,3
Lc 1.788,7 2.637,7 3.086,6 3.159,1 3.740,7 3.645,0 2.847,0 1.959,9 1.335,0 1.137,8 25.330,5
Total 3.831,6 6.140,6 9.493,8 10.689,5 12.250,8 11.770,6 9.112,8 6.178,7 4.230,6 3.676,7 77.375,8
Penyaluran
Fc 1.953,0 1.977,2 2.106,5 2810,0 1.797,3 955,2 564,7 489,8 236,0 37,6 12.927,2
Lc 517,7 550,2 561,3 530,5 385,2 221,5 138,8 106,7 32,6 3,1 3.047,7
Total 2.470,7 2.527,4 2.667,9 3.340,6 2.182,5 1.176,7 703,5 596,5 268,6 40,6 15.975,0
Distribusi
Fc 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lc 1.214,9 1.158,9 1.194,1 1.206,5 1.337,1 1.384,8 1.452,0 1.529,2 1.594,2 1.694,7 13.766,5
Total 1.214,9 1.158,9 1.194,1 1.206,5 1.337,1 1.384,8 1.452,0 1.529,2 1.594,2 1.694,7 13.766,5
Total
Fc 3.995,9 5.480,1 8.513,8 10.340,4 10.307,4 9.080,8 6.830,5 4.715,6 3.13,5 2.576,5 64.972,6
Lc 3.521,4 4.346,8 4.842,0 4.896,2 5.463,0 5.251,3 4.437,9 3.588,8 2.961,8 2.835,5 42.144,7
Total 7.517,3 9.826,9 13.355,8 15.236,6 15.770,4 14.332,1 11.268,3 8.304,4 6.093,4 5.412,0 107.117,3
G a m b a r 6 . 5 . T o t a l K e b u t u h a n D a n a I n ve st a si I n d o n e si a , P L N +I P P
Tabel 6.5 menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan Indonesia setiap tahunnya membutuhkan dana
investasi yang sangat besar, yaitu rata-rata hampir US$ 10,7 miliar per tahun.
6.5. Sumber Pendanaan dan Kemampuan Keuangan PLN
Butir 6.5 ini menjelaskan bagaimana kebutuhan investasi yang diindikasikan dalam RUPTL ini akan
dipenuhi, dan juga menjelaskan dampak dari rencana investasi ini terhadap keuangan PT PLN (Persero).
Rencana Investasi dan Sumber Pendanaan.
Kebutuhan investasi PLN sebesar US$ 64,7 miliar
62
sampai dengan tahun 2021 akan dipenuhi dari berbagai
sumber pendanaan, yaitu APBN sebagai penyertaan modal pemerintah (ekuiti), pinjaman baru, dan dana
internal. Sumber dana internal berasal dari laba usaha dan penyusutan aktiva tetap, sedangkan dana
pinjaman dapat berupa pinjaman luar negeri (SLA, sub-loan agreement), pinjaman pemerintah melalui
rekening dana investasi, obligasi nasional maupun internasional, pinjaman komersial perbankan lainnya
serta hibah luar negeri.
62 Hanya mencakup base cost, tidak termasuk nancing cost.
LO-RUPTL Awal ok.indd 88 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
89
a . K e m a m p u a n P e n d a n a a n S e n d i ri (A P L N )
Kemampuan pendanaan internal PLN sesungguhnya sangat rendah karena sebelum tahun 2009 PLN
tidak memperoleh marjin PSO, sehingga tidak ada investasi PLN yang didanai dari pendanaan internal
(seluruh investasi didanai dengan hutang). Rasio hutang terhadap aset PLN sebelum program percepat-
an pembangkit 10.000 MW tahap 1 (fast track 1) adalah sekitar 30%, namun kemudian meningkat men-
jadi 53% pada tahun 2010 akibat seluruh pendanaan proyek fast track 1 berasal dari pinjaman komersial
dan obligasi. Rasio ini akan semakin besar apabila pendapatan PLN tidak meningkat.
Kebutuhan investasi PLN harus ditunjang dengan meningkatnya kemampuan Pendanaan Sendiri, dan
menjaga rasio hutang terhadap aset PLN sehingga dapat secara terus menerus mendukung perkem-
bangan penyediaan listrik.
Peningkatan pendanaan sendirinya, tentunya harus dilakukan dengan peningkatan pendapatan PLN
akan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan PLN dalam melakukan investasi untuk meme-
nuhi kebutuhan pertumbuhan listrik.
b . K o m p o si si S u m b e r P e n d a n a a n u n t u k I n ve st a si
Sumber pendanaan investasi PLN berasal dari 3 sumber: (i) ekuitas pemerintah dari APBN (ii) dana inter-
nal yang berasal dari laba operasi dan (iii) pinjaman. APLN (dana internal perusahaan) berasal dari laba
operasi yang sangat terbatas karena BPP lebih tinggi dari tarif rata-rata. APLN hanya didapat dari selisih
antara marjin PSO + depresiasi aset dan pembayaran cicilan pokok.
PLN hanya dapat meminjam dalam jumlah yang sangat terbatas karena dibatasi oleh covenant pinjaman
yang disyaratkan oleh lender dan bond holder. Kapasitas PLN dalam membuat pinjaman-baru dapat di-
tingkatkan jika revenue PLN meningkat, baik dari tarif maupun marjin PSO.
Dengan melihat kemampuan pendanaan internal PLN dan kemampuan meminjam PLN yang sangat ter-
batas seperti dijelaskan di atas, maka peran APBN setiap tahun menjadi sangat penting untuk memenuhi
pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang
ditargetkan oleh Pemerintah. Hal ini menjadi semakin penting karena secara politis sangat sulit menaik-
kan tarif ke tingkat yang lebih tinggi daripada BPP dalam waktu dekat.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga kemampuan PLN dalam melayani per-
tumbuhan kebutuhan tenaga listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh
Pemerintah, maka harus dilakukan perbaikan antara lain sebagai berikut:
- Peningkatan pendapatan PLN.
- Peningkatan dana dari APBN.
LO-RUPTL Awal ok.indd 89 13/03/2013 15:28:54
LO-RUPTL Awal ok.indd 90 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
91
LO-RUPTL Awal ok.indd 91 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
92
Analisis risiko RUPTL 2012-2021 ini dibuat untuk mengidentikasi potensi kerawanan atau kelemahan
yang dapat terjadi sebagai akibat adanya exposure atas peristiwa tertentu yang mungkin terjadi di masa
yang akan datang yang dapat berpengaruh kepada implementasi RUPTL.
Analisis risiko mencakup identikasi risiko, pemetaan risiko, dan rekomendasi program mitigasi untuk
risiko-risiko tersebut. Bab ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama menjelaskan hasil identikasi dan
pemetaan risiko dominan yang dihadapi oleh perusahaan berkaitan dengan implementasi RUPTL. Bagian
kedua menjelaskan hasil pemetaan risiko. Bagian ketiga menjelaskan berbagai program mitigasi risiko
yang perlu dijalankan dalam rangka mengelola risiko tersebut.
Sejalan dengan struktur RUPTL itu sendiri, uraian analisis risiko pada bab ini akan dilakukan berdasarkan
isu-isu utama RUPTL, yaitu proyeksi kebutuhan/permintaan tenaga listrik, pengembangan pembangkit,
transmisi dan distribusi, serta proyeksi pasokan energi primer dan kebutuhan investasi, baik oleh PLN
maupun oleh swasta.
7.1. Identikasi Risiko
Risiko yang diidentikasi dapat mempengaruhi implementasi RUPTL meliputi aspek sebagai berikut:
A . R i si k o R e g u la si
Risiko terkait perubahan regulasi Pemerintah, diantaranya meliputi risiko tarif listrik, risiko kepastian
subsidi dan risiko perubahan tatanan sektor ketenagalistrikan.
B . R i si k o P ro y e k p e n g e m b a n g a n k e t e n a g a li st ri k a n
1. Risiko keterlambatan proyek-proyek PLN
Berupa risiko-risiko perijinan dan persetujuan, pendanaan, pembangunan, keterlambatan penyele-
saian pembangunan proyek, cost over-run, kesalahan desain, keselamatan ketenagalistrikan, perfor-
mance instalasi, dampak lingkungan dan sosial.
2. Risiko keterlambatan proyek-proyek IPP, termasuk PLTP
Sama seperti pada risiko keterlambatan proyek-proyek PLN.
3. Risiko permintaan listrik
Risiko terkait akurasi prediksi pertumbuhan permintaan tenaga listrik (termasuk di dalamnya risiko
pertumbuhan ekonomi).
C . R i si k o K e u a n g a n
1. Risiko Pendanaan, yaitu risiko terkait penyediaan sumber pendanaan untuk membiayai proyek/in-
vestasi pembangunan infrastruktur kelistrikan.
2. Risiko likuiditas, meliputi risiko likuiditas kas yaitu kelancaran penerimaan subsidi, risiko pencairan
dana pinjaman untuk investasi dan risiko likuiditas aset.
D . R i si k o O p e ra si o n a l
1. Risiko produksi/operasi, seperti kerusakan peralatan/fasilitas operasi, kehilangan peralatan/fasili-
tas operasi/kebocoran informasi rahasia perusahaan, risiko akibat kesalahan manusia.
2. Risiko bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat manusia (a.l. sabotase).
3. Risiko lingkungan, berupa tuntutan masyarakat terhadap transmisi karena pengaruhnya pada ke-
sehatan, juga limbah, polusi dan kebisingan.
LO-RUPTL Awal ok.indd 92 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
93
E . R i si k o E n e rg i P ri m e r d a n P a n a s B u m i
1. Risiko ketersediaan dan harga energi primer.
Meliputi risiko ketersediaan energi primer (utamanya pasokan batubara, gas) dan risiko harga energi
primer.
2. Risiko ketidakpastian pengembangan panas bumi dan energi terbarukan lainnya.
Identikasi risiko selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.
7.2. Pemetaan Risiko
Berdasarkan tingkat probabilitas dan dampak bila risiko tersebut terjadi, kesembilan risiko tersebut
memiliki karakteristik seperti ditunjukkan dalam peta berikut. Penetapan probabilitas dan dampak
dilakukan dengan metoda kualitatif berdasarkan pengalaman PLN dalam menjalankan program sejenis di
masa lalu, dan pengalaman PLN menangani risiko tersebut di masa lalu.
Penetapan dampak risiko didasarkan atas dampak pada arus kas perusahaan dan dampak pada kelancaran
operasional perusahaan.
G a m b a r 7 . 1 . P e m e t a a n R i si k o I m p le m e n t a si R U P T L
K e t e ra n g a n :
1 . R i si k o k e t e rla m b a t a n p ro ye k -p ro ye k P L N
2 . R i si k o k e t e rla m b a t a n p ro ye k -p ro ye k I P P , t e rm a su k P LT P
3 . R i si k o p ra k i ra a n p e rm i n t a a n t e n a g a li st ri k
4 . R i si k o k e t e rse d i a a n d a n h a rg a e n e rg i p ri m e r
5 . R i si k o m e re n ca n a k a n reserve margin t e rla lu t i n g g i
6 . R i si k o li k u i d i t a s
7 . R i si k o p ro d u k si /o p e ra si
8 . R i si k o b e n ca n a
9 . R i si k o li n g k u n g a n d a n so si a l
1 0 . R i si k o re g u la si
1 1 . R i si k o P e n d a n a a n
LO-RUPTL Awal ok.indd 93 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
94
Berdasarkan pemetaan risiko di atas, risiko dapat dikelompokkan dalam empat area berdasarkan tingkat
probabilitas dan dampaknya, yaitu:
- Risiko pada level EKSTREM meliputi risiko keterlambatan proyek-proyek PLN, keterlambatan
proyek-proyek IPP, risiko Pendanaan dan risiko likuiditas.
- Risiko pada level TINGGI meliputi ketersediaan dan harga energi primer, risiko permintaan tenaga
listrik, risiko pendanaan serta risiko bencana.
- Risiko pada level MODERAT adalah risiko produksi/operasi, merencanakan reserve margin terlalu
tinggi, risiko regulasi dan risiko lingkungan.
7.3. Program Mitigasi Risiko
Pada dasarnya mitigasi risiko akan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan guna menurunkan
level risiko secara jangka panjang.
Program mitigasi risiko selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.
LO-RUPTL Awal ok.indd 94 13/03/2013 15:28:54
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
95
LO-RUPTL Awal ok.indd 95 13/03/2013 15:28:55
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
96
Dengan menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi sepuluh tahun mendatang rata-rata 6,9% per tahun
dan bergerak dari realisasi kebutuhan tenaga listrik tahun 2011, proyeksi penjualan tenaga listrik pada
tahun 2021 diperkirakan akan mencapai 358 TWh, atau mengalami pertumbuhan rata-rata 8,7% selama
10 tahun mendatang. Beban puncak pada tahun 2021 diproyeksikan akan mencapai 62 ribu MW. Untuk
memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut, diprogramkan pembangunan pembangkit listrik baru untuk
periode 2012-2021 sebesar 57 ribu MW.
Sejalan dengan pengembangan pembangkit ini, diperlukan pengembangan transmisi sepanjang 55 ribu
kms, yang terdiri atas 5.241 kms SUTET 500 kV AC, 1.100 kms transmisi 500 kV HVDC, 462 kms transmisi
250 kV HVDC, 6.207 kms transmisi 275kV AC, 38.665 kms SUTT 150 kV, 3.560 kms SUTT 70 kV. Penambahan
trafo yang diperlukan adalah sebesar 122 ribu MVA yang terdiri atas 64.631 MVA trafo 150/20 kV, 5.353
MVA 70/20 kV dan 35.175 MVA trafo interbus IBT 500/150 kV, 11.360 MVA IBT 275/150 kV, IBT 460 MVA
IBT 150/70 kV, 3.500 MVA IBT 500/275 kV dan 600 MVA 250 kV DC. Untuk mengantisipasi pertumbuhan
penjualan energi listrik untuk periode 2012-2021 diperlukan tambahan jaringan tegangan menengah
71.382 kms, tegangan rendah 94.700 kms dan kapasitas trafo distribusi 15.884 MVA.
Kebutuhan investasi pembangkit, penyaluran dan distribusi selama periode 20122021 untuk memenuhi
kebutuhan sarana kelistrikan di Indonesia secara keseluruhan adalah sebesar US$ 107,1 milyar yang terdiri
dari investasi pembangkit (termasuk IPP) sebesar US$ 77,4 milyar, investasi penyaluran sebesar US$ 16,0
milyar dan investasi distribusi sebesar US$ 13,7 milyar.
Kebutuhan investasi PLN akan dipenuhi dari APBN sebagai penyertaan modal pemerintah (ekuiti),
pinjaman baru, dan dana internal. Kemampuan pendanaan internal PLN sangat rendah sehingga seluruh
investasi didanai dengan hutang. Kebutuhan investasi PLN harus ditunjang dengan meningkatnya
kemampuan Pendanaan Sendiri, dan menjaga rasio hutang terhadap aset PLN agar dapat secara terus
menerus mendukung perkembangan penyediaan listrik. Peran APBN setiap tahun menjadi sangat penting
karena secara politis sangat sulit menaikkan tarif ke tingkat yang lebih tinggi daripada BPP dalam waktu
dekat.
LO-RUPTL Awal ok.indd 96 13/03/2013 15:28:55
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
97
Daftar Pustaka
LO-RUPTL Awal ok.indd 97 13/03/2013 15:28:55
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
98
1. Undang-undang No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan
2. Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
3. Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
4. Peraturan Presiden No. 71/2006 jo No. 59/2009 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk
Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara
5. Peraturan Presiden No. 77/2008 tentang Pengesahan Memorandum of Understanding on the ASEAN
Power Grid (Memorandum Saling Pengertian Mengenai Jaringan Transmisi Tenaga Listrik ASEAN)
6. Peraturan Presiden No. 4/2010 jo No. 48/2011 tentang Perubahan atas Penugasan kepada PT PLN
(Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan
Energi Terbarukan, Batubara dan Gas
7. Peraturan Menteri ESDM No. 2/2010 jo No. 15/2010 tentang Daftar Proyek-proyek Percepatan
Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas
Serta Transmisi Terkait
8. Peraturan Menteri ESDM No. 1/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri ESDM No.
15/2010 tentang Daftar Proyek-proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang
Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas Serta Transmisi Terkait
9. Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-46951.AH.01.02.Tahun 2008 tentang Persetujuan
Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
10. Keputusan Menteri ESDM No. 634-12/20/600.3/2011 tentang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
PT PLN (Persero)
11. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025,
Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta 2011
12. Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 20082027, Departemen Energi Dan Sumber
Daya Mineral, 2008
13. Draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 20102029, Departemen Energi Dan
Sumber Daya Mineral, 2011
14. Draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 20122031, Departemen Energi Dan
Sumber Daya Mineral, 2012
15. Pidato Sambutan Presiden Republik Indonesia pada Acara Gerakan Menuju Bebas Pemadaman Listrik
Bergilir, Mataram, 27 Juli 2010
16. Draft Laporan Studi Penghematan Listrik dan Load Forecasting, Konsorsium LEMTEK UI dan Tim
Nano UI, November 2012
17. Proyeksi Penduduk Indonesia 2000 2025, Bappenas, BPS, UN Population Fund, 2005
18. Pendapatan Nasional Indonesia 20012005, BPS, 2008 dan update dari website BPS
19. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) 2009 2018, PT PLN (Persero), 2009
20. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) 2010 2019, PT PLN (Persero), 2010
21. Draft Energy Outlook 2008, Pusdatin Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, 2008
22. Statistik 2007, PT PLN (Persero), 2008
LO-RUPTL Awal ok.indd 98 13/03/2013 15:28:55
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
99
23. Statistik 2008, PT PLN (Persero), 2009
24. Statistik 2009, PT PLN (Persero), 2010
25. Statistik 2010, PT PLN (Persero), 2011
26. Statistik 2011, PT PLN (Persero), 2012
27. Indonesia Energy Outlook & Statistics 2006, Pengkajian Energi UI, 2006
28. Berita Resmi Statistik, BPS, Februari 2008
29. Statistik Indonesia, Badan Pusat Statistik, Agustus 2012.
30. Draft Rencana Jangka Panjang Perusahaan 20112015, PT PLN (Persero), 2011
31. Slide Presentasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM Tahun 2010 mengenai Sumber Daya dan
Cadangan Batubara.
32. Slide Presentasi dari Ditjen Migas berjudul Peranan Migas dalam Mendukung Ketahanan Energi, 2010
33. Master Plan Study for Geothermal Power Development in the Republic of Indonesia, WestJec, 2007
34. Draft Report of Master Plan Study for Hydro Power Development in Indonesia, Nippon Koei, 2011
35. Draft Kebijakan Energi Nasional, DEN, 2010
36. Website Kementerian ESDM, Pemerintah Daerah
37. Public Private Partnerships Infrastructure Projects Plan in Indonesia 2012, Bappenas, Jakarta 2012
38. Sistem Informasi Laporan Manajemen, PT PLN (Persero), Oktober 2012
39. Evaluasi Operasi Tahun 2011, PT PLN (Persero) P3B Jawa Bali, 2012
40. Evaluasi Operasi Tahun 2011, PT PLN (Persero) P3B Sumatera, 2012
LO-RUPTL Awal ok.indd 99 13/03/2013 15:28:55
LO-RUPTL Awal ok.indd 100 13/03/2013 15:28:55
SISTEM INTERKONEKSI SUMATERA
A1
A1.1 PRO YEKSI KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK
A1.2 NERACA DAYA
A1.3 NERACA ENERGI
A1.4 CAPACITY BALANCE GARDU INDUK
A1.5 RENCANA PENGEM BANGAN PENYALURAN
A1.6 PETA PENGEM BANGAN PENYALURAN
A1.7 ANALISIS ALIRAN DAYA
A1.8 KEBUTUHAN FISIK PENGEM BANGAN DISTRIBUSI
A1.9 PRO GRAM LISTRIK PERDESAAN
A1.10 PRO GRAM ENERGI BARU DAN TERBARUK AN
A1.11 PRO YEKSI KEBUTHAN INVESTASI
Lampiran A1.1
P R O YE K S I K E B U T U H A N T E N A G A L I S T R I K
S I S T E M I N T E R K O N E K S I S U M AT E R A
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
106
T
a
h
u
n
2
0
1
2

2
0
1
3

2
0
1
4

2
0
1
5

2
0
1
6

2
0
1
7

2
0
1
8

2
0
1
9

2
0
2
0

2
0
2
1


T
o
t
a
l

P
o
p
u
l
a
t
i
o
n

(
1
0
^
3
)


4
9
.
4
5
1


5
0
.
3
4
0


5
1
.
2
4
8


5
2
.
1
7
6


5
3
.
1
2
4


5
4
.
0
9
3


5
5
.
0
8
4


5
6
.
0
9
6


5
7
.
1
3
0


5
8
.
1
8
8











-

G
r
o
w
t
h

R
a
t
e

(
%
)

1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
8


1
,
9

G
r
o
w
t
h

o
f

T
o
t
a
l

G
D
P

(
%
)

6
,
6


7
,
2


7
,
5


7
,
0


7
,
0


7
,
0


7
,
0


7
,
0


7
,
0


7
,
0

E
l
e
c
t
r
i


c
a
t
i
o
n

R
a
t
i
o

(
%
)

6
9
,
8


7
3
,
2


7
6
,
7


8
0
,
2


8
3
,
0


8
5
,
3


8
7
,
0


8
8
,
3


8
9
,
3


8
9
,
9

E
l
e
c
t
r
i


c
a
t
i
o
n

R
a
t
i
o

P
L
N
+
N
o
n
P
L
N

(
%
)

7
8
,
9


8
2
,
1


8
5
,
4


8
8
,
8


9
1
,
5


9
3
,
6


9
5
,
2


9
6
,
3


9
7
,
2


9
7
,
6

E
n
e
r
g
y

S
a
l
e
s

(
G
W
h
)

2
2
.
9
1
6


2
5
.
2
1
6


2
7
.
7
9
9


3
0
.
6
1
1


3
3
.
7
3
3


3
7
.
2
0
8


4
1
.
0
4
0


4
5
.
3
0
8


5
0
.
0
6
6


5
5
.
2
7
2


-

E
n
e
r
g
y

G
r
o
w
t
h

R
a
t
e

(
%
)

1
2


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
1


1
0



























-
-



R
e
s
i
d
e
n
t
i
a
l

1
2
.
4
4
9


1
3
.
7
3
3


1
5
.
2
0
3


1
6
.
7
6
8


1
8
.
4
0
2


2
0
.
2
5
9


2
2
.
2
8
6


2
4
.
5
4
1


2
7
.
0
6
2


2
9
.
8
6
8



























-
-



C
o
m
m
e
r
c
i
a
l

4
.
0
4
7


4
.
4
9
5


4
.
9
4
3


5
.
4
5
4


6
.
0
7
7


6
.
7
3
6


7
.
4
7
9


8
.
3
1
8


9
.
2
5
2


1
0
.
2
1
2



























-
-



P
u
b
l
i
c

2
.
0
4
6


2
.
2
3
0


2
.
4
4
5


2
.
6
8
6


2
.
9
6
7


3
.
2
7
9


3
.
6
2
8


4
.
0
1
5


4
.
4
4
5


4
.
9
0
6



























-
-



I
n
d
u
s
t
r
i
a
l

4
.
3
7
4


4
.
7
5
8


5
.
2
0
7


5
.
7
0
3


6
.
2
8
7


6
.
9
3
3


7
.
6
4
7


8
.
4
3
4


9
.
3
0
6


1
0
.
2
6
9

P
o
w
e
r

C
o
n
t
r
a
c
t
e
d

(
M
V
A
)

1
0
.
8
4
8


1
1
.
6
3
8


1
2
.
5
2
2


1
3
.
2
5
7


1
4
.
1
0
5


1
4
.
9
5
7


1
5
.
8
7
1


1
6
.
8
2
1


1
7
.
8
3
9


1
8
.
7
1
1



























-
-



R
e
s
i
d
e
n
t
i
a
l

6
.
7
8
6


7
.
3
1
2


7
.
9
3
1


8
.
3
7
4


8
.
8
5
3


9
.
3
2
4


9
.
8
2
1


1
0
.
3
2
9


1
0
.
8
5
3


1
1
.
3
7
0



























-
-



C
o
m
m
e
r
c
i
a
l

1
.
8
5
5


1
.
9
8
7


2
.
1
1
8


2
.
2
5
6


2
.
4
3
3


2
.
6
1
4


2
.
8
1
0


3
.
0
1
1


3
.
2
4
1


3
.
4
0
8



























-
-



P
u
b
l
i
c

7
2
9


7
7
8


8
2
7


8
8
4


9
5
1


1
.
0
2
2


1
.
1
0
0


1
.
1
8
4


1
.
2
7
6


1
.
3
4
1



























-
-



I
n
d
u
s
t
r
i
a
l

1
.
4
7
8


1
.
5
6
1


1
.
6
4
6


1
.
7
4
4


1
.
8
6
8


1
.
9
9
7


2
.
1
4
0


2
.
2
9
6


2
.
4
7
0


2
.
5
9
2

N
u
m
b
e
r

o
f

C
u
s
t
o
m
e
r

9
.
1
0
5
.
8
0
9


9
.
7
3
6
.
3
7
8


1
0
.
3
8
8
.
1
3
1


1
1
.
0
7
4
.
8
3
1


1
1
.
6
8
3
.
8
8
4


1
2
.
2
4
1
.
2
0
5


1
2
.
7
3
4
.
6
2
7


1
3
.
1
7
8
.
2
1
8


1
3
.
5
9
7
.
5
5
0


1
3
.
9
5
5
.
4
6
5



























-
-



R
e
s
i
d
e
n
t
i
a
l

8
.
4
1
7
.
5
9
4


8
.
9
9
0
.
2
1
3


9
.
5
8
4
.
0
6
6


1
0
.
2
1
0
.
8
1
6


1
0
.
7
6
0
.
1
1
9


1
1
.
2
5
9
.
4
4
0


1
1
.
6
9
4
.
8
6
2


1
2
.
0
8
0
.
4
5
3


1
2
.
4
4
1
.
7
8
5


1
2
.
7
4
9
.
9
7
4



























-
-



C
o
m
m
e
r
c
i
a
l

4
3
9
.
4
3
5


4
7
7
.
5
0
5


5
1
5
.
5
2
8


5
5
4
.
6
5
3


5
9
3
.
6
4
4


6
3
1
.
4
8
8


6
6
9
.
3
3
1


7
0
7
.
1
7
5


7
4
5
.
0
1
8


7
7
7
.
9
5
1



























-
-



P
u
b
l
i
c

2
4
2
.
3
4
7


2
6
1
.
7
9
3


2
8
1
.
2
2
8


3
0
1
.
5
8
8


3
2
1
.
8
8
3


3
4
1
.
5
9
7


3
6
1
.
3
1
1


3
8
1
.
0
2
6


4
0
0
.
7
4
0


4
1
7
.
2
3
0



























-
-



I
n
d
u
s
t
r
i
a
l

6
.
4
3
3


6
.
8
6
7


7
.
3
0
9


7
.
7
7
4


8
.
2
3
8


8
.
6
8
0


9
.
1
2
2


9
.
5
6
4


1
0
.
0
0
6


1
0
.
3
1
0

T
o
t
a
l

P
r
o
d
u
c
t
i
o
n

(
G
W
h
)

2
8
.
1
5
3


3
0
.
2
6
1


3
3
.
0
8
2


3
6
.
4
1
4


4
0
.
0
6
0


4
4
.
2
1
3


4
8
.
7
8
3


5
3
.
7
6
8


5
9
.
3
2
4


6
5
.
4
0
5

E
n
e
r
g
y

R
e
q
u
i
r
e
m
e
n
t

(
G
W
h
)

2
6
.
8
1
3


2
8
.
6
2
9


3
1
.
0
9
5


3
4
.
1
0
5


3
7
.
5
8
4


4
1
.
4
5
5


4
5
.
7
2
5


5
0
.
4
8
0


5
5
.
7
8
1


6
1
.
5
8
2

S
t
a
t
i
o
n

U
s
e

(
%
)

4
,
7
4


5
,
4
0


6
,
0
4


6
,
3
5


6
,
1
9


6
,
2
5


6
,
2
8


6
,
1
2


5
,
9
8


5
,
4
3

T

L
o
s
s
e
s

(
%
)





3
,
7
0


3
,
7
0


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9


3
,
3
9

D

L
o
s
s
e
s

(
%
)
1
4
,
5
%
1
1
,
9
%
1
0
,
6
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%
1
0
,
2
%

P
S

G
I
&
D
i
s


(
%
)




0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0


0
,
1
0

L
o
a
d

F
a
c
t
o
r

(
%
)

7
2
,
0


7
2
,
0


7
1
,
0


7
0
,
0


7
0
,
0


7
0
,
0


7
0
,
0


7
0
,
0


7
0
,
0


7
1
,
0

P
e
a
k

L
o
a
d

(
M
W
)

4
.
4
6
4


4
.
7
9
8


5
.
3
1
9


5
.
9
3
8


6
.
5
3
3


7
.
2
1
0


7
.
9
5
5


8
.
7
6
8


9
.
6
7
4


1
0
.
5
1
6

P
r
o
y
e
k
s
i

K
e
b
u
t
u
h
a
n

T
e
n
a
g
a

L
i
s
t
r
i
k

S
i
s
t
e
m

I
n
t
e
r
k
o
n
e
k
s
i

S
u
m
a
t
e
r
a
Lampiran A1.2
N E R A C A D AYA
S I S T E M I N T E R K O N E K S I S U M AT E R A
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
108
G
r
a


k

N
e
r
a
c
a

D
a
y
a

S
i
s
t
e
m

S
u
m
a
t
e
r
a
1
6
.
0
0
0

1
8
.
0
0
0

M W
P
L
T
G
/
M
G
P
L
T
A
P
L
T
A

I
P
P
P
L
T
A

P
L
N
P
L
T
G
U
P
L
T
P
P
L
T
G
/
M
G
1
2
.
0
0
0

1
4
.
0
0
0

P
L
T
G
U
P
L
T
P
P
L
T
U
P
L
T
U

I
P
P
P
L
T
U

P
L
N
P
L
T
U

&

P
L
T
G

S
e
w
a
P
e
m
b
a
n
g
k
i
t

I
P
P

&

S
e
w
a
P
e
m
b
a
n
g
k
i
t

E
k
s
i
s
t
i
n
g

P
L
N
B
e
b
a
n
P
u
n
c
a
k
P
L
T
P
P
L
T
A

P
L
N
&

I
P
P
P
L
T
G
/
M
G
P
L
T
A
8
.
0
0
0

1
0
.
0
0
0

B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
P
L
T
U
P
L
T
P
4
.
0
0
0

6
.
0
0
0

P
L
T
U

P
L
N
P
L
T
U
&
P
L
T
G
S
e
w
a
I
P
P

d
a
n

s
e
w
a

P
L
T
U
I
P
P
-
2
.
0
0
0

P
e
m
b
a
n
g
k
i

E
k
s
i
s

n
g

P
L
N
P
L
T
U

&

P
L
T
G

S
e
w
a
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
a
h
u
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
109
N
e
r
a
c
a

D
a
y
a

S
i
s
t
e
m

S
u
m
a
t
e
r
a

(
1
/
4
)
N
o
.

P
a
s
o
k
a
n

d
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

S
a
t
u
a
n
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
1

K
e
b
u
t
u
h
a
n


P
r
o
d
u
k
s
i

G
W
h

2
8
.
1
5
3


3
0
.
2
7
5


3
3
.
0
9
8


3
6
.
4
1
4


4
0
.
0
6
0


4
4
.
2
1
3


4
8
.
7
8
3


5
3
.
7
6
8


5
9
.
3
2
4


6
5
.
4
0
5


F
a
k
t
o
r

B
e
b
a
n

%

7
2


7
2


7
1


7
0


6
9


6
9


6
9


6
8


6
9


7
0


B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k

B
r
u
t
o

M
W

4
.
4
6
4


4
.
8
0
0


5
.
3
2
2


5
.
9
6
8


6
.
6
0
3


7
.
3
1
0


8
.
1
0
5


8
.
9
6
8


9
.
8
7
4


1
0
.
7
1
6

2
P
a
s
o
k
a
n

K
a
p
a
s
i
t
a
s

T
e
r
p
a
s
a
n
g

M
W

5
.
2
0
2


5
.
1
8
4


4
.
6
3
0


3
.
5
8
0


3
.
5
2
9


3
.
3
3
7


3
.
3
3
7


3
.
3
3
7


3
.
3
3
7


3
.
3
3
7


P
L
N

M
W

3
.
3
9
3


3
.
3
7
5


3
.
3
3
9


2
.
8
3
4


2
.
7
8
3


2
.
6
6
3


2
.
6
6
3


2
.
6
6
3


2
.
6
6
3


2
.
6
6
3


P
L
T
A

M
W

8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


8
4
7


P
L
T
M
H

M
W

8


8


8


8


8


8


8


8


8


8


P
L
T
U

M
W

1
.
0
1
2


1
.
0
1
2


1
.
0
1
2


7
8
0


7
8
0


6
6
0


6
6
0


6
6
0


6
6
0


6
6
0


P
L
T
G

M
W

6
0
8


5
9
0


5
9
0


3
1
7


3
1
7


3
1
7


3
1
7


3
1
7


3
1
7


3
1
7


P
L
T
G
U

M
W

8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


8
3
1


P
L
T
D

M
W

8
7


8
7


5
1


5
1


-




-




-




-




-




-



S
w
a
s
t
a

S
e
w
a

M
W

1
.
1
3
5


1
.
1
3
5


6
1
7


7
2


7
2


-




-




-




-




-




I
P
P

M
W

6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4


6
7
4

P
L
T
A
M
W

1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0


1
8
0

P
L
T
M
H
M
W

1
6


1
6


1
6


1
6


1
6


1
6


1
6


1
6


1
6


1
6

P
L
T
U
M
W

2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7


2
2
7

P
L
T
G
M
W

8
0


8
0


8
0


8
0


8
0


8
0


8
0


8
0


8
0


8
0

P
L
T
G
U
M
W

1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0


1
5
0

P
L
T
M
G
M
W

1
2


1
2


1
2


1
2


1
2


1
2


1
2


1
2


1
2


1
2

P
L
T
P
M
W

1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0


1
0

R
e
t
i
r
e
d

&

M
o
t
h
b
a
l
l
e
d

(
P
L
N
)

M
W

1
1
4


1
8


3
6


2
3
2


6
0


1
3
0


-




-




-




-



Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
110
N
o
.

P
a
s
o
k
a
n

d
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

S
a
t
u
a
n
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
3
T
a
m
b
a
h
a
n

K
a
p
a
s
i
t
a
s


P
L
N

O
N
-
G
O
I
N
G

&

C
O
M
M
I
T
T
E
D

T
a
r
a
h
a
n

(
F
T
P
1
)
P
L
T
U
2
0
0



M
e
u
l
a
b
o
h

(
N
a
g
a
n

R
a
y
a
)

#
1
,
2

(
F
T
P
1
)
P
L
T
U
2
2
0



P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u

#
1
,
2

(
F
T
P
1
)
P
L
T
U
4
4
0



S
u
m
b
a
r

P
e
s
i
s
i
r

#
1
,
2

(
F
T
P
1
)
P
L
T
U
2
2
4



R
i
a
u

(
A
m
a
n
d
e
m
e
n

F
T
P
1
)
P
L
T
U
2
2
0



P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u

#
3
,
4

(
F
T
P
2
)
P
L
T
U
4
0
0



D
u
r
i

1

(
E
x

R
e
l
o
k
a
s
i

J
a
w
a
)
P
L
T
G
3
2



S
u
n
g
a
i

G
e
l
a
m

(
C
N
G
/
P
e
a
k
e
r
)
P
L
T
M
G
1
2



9
2



J
a
k
a

B
a
r
i
n
g

(
C
N
G
/
P
e
a
k
e
r
)
P
L
T
M
G
5
0



D
u
r
i
P
L
T
M
G
1
1
2



P
.

B
r
a
n
d
a
n
P
L
T
G
/
M
G
2
0
0



A
r
u
n

P
L
T
G
/
M
G
2
0
0



B
a
t
a
n
g
h
a
r
i
P
L
T
G
U
3
0



K
e
r
a
m
a
s
a
n
P
L
T
G
U
4
0



4
0



U
l
u
b
e
l
u

#
1
,
2
P
L
T
P
1
1
0



H
u
l
u
l
a
i
s

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



P
e
u
s
a
n
g
a
n

1
-
2
P
L
T
A
8
8



M
a
s
a
n
g
-
2

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
5
5



N
e
r
a
c
a

D
a
y
a

S
i
s
t
e
m

S
u
m
a
t
e
r
a

(
2
/
4
)
L
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
111
N
e
r
a
c
a

D
a
y
a

S
i
s
t
e
m

S
u
m
a
t
e
r
a

(
3
/
4
)
N
o
.

P
a
s
o
k
a
n

d
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

S
a
t
u
a
n
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
A
s
a
h
a
n

I
I
I

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
1
7
4




S
E
W
A

B
o
r
a
n
g
P
L
T
G
3
0



-
3
0



P
a
y
o

S
e
l
i
n
c
a
h
P
L
T
G
1
0
0



T
a
r
a
h
a
n

#
5
,
6
P
L
T
U
2
4
0



D
u
m
a
i
P
L
T
U
2
4
0



S
u
m
b
a
g
u
t
P
L
T
U
3
6
0




I
P
P

O
N
-
G
O
I
N
G

&

C
O
M
M
I
T
T
E
D

B
a
n
j
a
r
s
a
r
i
P
L
T
U
2
3
0



K
e
b
a
n

A
g
u
n
g
P
L
T
U
1
1
3



1
1
3



S
u
m
s
e
l

-

5
P
L
T
U
1
5
0



1
5
0



S
u
m
s
e
l

-

7
P
L
T
U
3
0
0



R
i
a
u

K
e
m
i
t
r
a
a
n

(
P
L
N
-
T
N
B
-
P
T
B
A
)
P
L
T
U
1
.
2
0
0



*
)
J
a
m
b
i

K
P
S
P
L
T
U
4
0
0



4
0
0



G
u
n
u
n
g

M
e
g
a
n
g
,

S
T

C
y
c
l
e
P
L
T
G
U
3
0



L
u
m
u
t

B
a
l
a
i

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



1
1
0



U
l
u
b
e
l
u

#
3
,
4

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
5
5



5
5



S
a
r
u
l
l
a

I

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



2
2
0



R
a
j
a
b
a
s
a

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
2
2
0



M
u
a
r
a

L
a
b
o
h

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



1
1
0



R
a
n
t
a
u

D
a
d
a
p

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



1
1
0



S
a
r
u
l
l
a

I
I

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



S
e
u
l
a
w
a
h

A
g
a
m

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0



S
o
r
i
k

M
a
r
a
p
i

(
F
T
P
2
)

P
L
T
P
2
4
0



S
u
o
h

S
e
k
i
n
c
a
u

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0

1
1
0

W
a
i

R
a
t
a
i

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
5
5

S
i
m
b
o
l
o
n

S
a
m
o
s
i
r

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
5
5

5
5

S
i
p
o
h
o
l
o
n

R
i
a
-
R
i
a

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
5
5

D
a
n
a
u

R
a
n
a
u

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
1
0

B
o
n
j
o
l

(
F
T
P
2
)
P
L
T
P
1
6
5

L
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
112
N
o
.

P
a
s
o
k
a
n

d
a
n

k
e
b
u
t
u
h
a
n

S
a
t
u
a
n
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
S
i
m
p
a
n
g

A
u
r

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
2
3

S
e
m
a
n
g
k
a

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
5
6

H
a
s
a
n
g

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
4
0

P
e
u
s
a
n
g
a
n
-
4

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
8
3

M
e
r
a
n
g
i
n

(
P
P
P
)
P
L
T
A
3
5
0

W
a
m
p
u

(
F
T
P
2
)
P
L
T
A
4
5

P
L
T
M

T
e
r
s
e
b
a
r

S
u
m
u
t
P
L
T
M
4

4
5

5
5

9
1

B
a
t
a
n
g

T
o
r
u

(
T
a
p
s
e
l
)
P
L
T
A
5
1
0


R
E
N
C
A
N
A

T
A
M
B
A
H
A
N

K
A
P
A
S
I
T
A
S

M
e
u
l
a
b
o
h

(
N
a
g
a
n

R
a
y
a
)

#
3
,
4
P
L
T
U
2
0
0

2
0
0

P
L
T
U

M
u
l
u
t

T
a
m
b
a
n
g

S
u
m
s
e
l
-
1
P
L
T
U
6
0
0

S
u
m
s
e
l

-

6
P
L
T
U
6
0
0

A
c
e
h

T
i
m
u
r
P
L
T
G
7
0

L
a
m
p
u
n
g

P
e
a
k
e
r
P
L
T
G
/
M
G
1
0
0

J
a
m
b
i

P
e
a
k
e
r
P
L
T
G
/
M
G
1
0
0

R
i
a
u

P
e
a
k
e
r
P
L
T
G
/
M
G
2
0
0

D
u
r
i
P
L
T
G
U
5
0

5
0

G
.

T
a
l
a
n
g
P
L
T
P
2
0

K
e
p
a
h
i
y
a
n
g
P
L
T
P
2
2
0

S
i
m
o
n
g
g
o
-
2
P
L
T
A
8
6

K
e
t
a
h
u
n
-
3
P
L
T
A
6
1

4

J
u
m
l
a
h

P
a
s
o
k
a
n

M
W

5
.
7
4
0


6
.
5
1
5


7
.
2
3
6


8
.
2
3
7


9
.
9
6
2


1
1
.
5
7
6


1
3
.
9
4
9


1
5
.
3
2
5


1
6
.
2
7
5


1
6
.
2
7
5

N
e
r
a
c
a

D
a
y
a

S
i
s
t
e
m

S
u
m
a
t
e
r
a

(
4
/
4
)
L
a
n
j
u
t
a
n
Lampiran A1.3
N E R A C A E N E R G I
S I S T E M I N T E R K O N E K S I S U M AT E R A
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
114
J
E
N
I
S
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
B
a
t
u
b
a
r
a

8
.
1
0
5


1
0
.
7
0
6


1
5
.
2
1
2


2
0
.
2
3
5


2
0
.
5
3
1


1
9
.
9
3
0


2
4
.
5
2
1


2
6
.
7
8
6


3
0
.
4
7
8


3
6
.
2
5
5

G
a
s

7
.
9
6
6


8
.
3
2
2


8
.
7
8
6


6
.
5
5
7


6
.
6
7
8


6
.
2
5
8


5
.
3
2
3


5
.
1
3
3


5
.
0
8
2


5
.
2
4
9

L
N
G

-


-


4
.
0
2
7


3
.
9
4
6


4
.
1
1
6


4
.
2
0
3


3
.
7
0
9


3
.
4
7
8


3
.
5
4
5


3
.
6
8
2

H
S
D

6
.
6
0
6


5
.
6
4
4


2
3
6


2
3
6


2
3
7


2
3
6


2
3
6


2
3
6


2
3
6


2
3
6

M
F
O

1
.
4
1
3


1
.
3
0
3


4
5
6


-


-


-


-


-


-


-

G
e
o
t
h
e
r
m
a
l

5
4
7


8
0
1


8
1
5


1
.
2
0
6


3
.
1
7
8


7
.
6
8
5


8
.
0
7
2


9
.
9
6
0


1
1
.
8
0
6


1
1
.
8
0
6

H
y
d
r
o

3
.
4
0
9


3
.
5
4
9


3
.
7
1
5


4
.
2
3
3


5
.
3
2
1


5
.
9
0
0


6
.
9
2
2


8
.
1
7
6


8
.
1
7
6


8
.
1
7
6

T
o
t
a
l

2
8
.
0
4
5


3
0
.
3
2
4


3
3
.
2
4
8


3
6
.
4
1
4


4
0
.
0
6
0


4
4
.
2
1
3


4
8
.
7
8
3


5
3
.
7
6
8


5
9
.
3
2
4


6
5
.
4
0
5

N
e
r
a
c
a

E
n
e
r
g
i
S
i
s
t
e
m

I
n
t
e
r
k
o
n
e
k
s
i

S
u
m
a
t
e
r
a
(
G
W
h
)
J
E
N
I
S
S
a
t
u
a
n
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1

H
S
D
1
0
^
3

k
l

1
.
7
1
7


1
.
3
8
9


6
3


6
3


6
3


6
3


6
3


6
3


6
3


6
3


M
F
O
1
0
^
3

k
l

4
0
4


3
7
1


1
3
6


-


-


-


-


-


-


-


G
a
s

b
c
f

8
7


8
9


9
7


7
1


7
2


6
7


5
7


5
4


5
4


5
6


L
N
G
b
c
f

-


-


3
2


3
1


3
3


3
3


3
0


2
8


2
8


2
9


B
a
t
u
b
a
r
a

1
0
^
3

t
o
n

4
.
9
5
5


6
.
4
9
6


9
.
2
1
3


1
2
.
1
2
9


1
2
.
1
9
6


1
1
.
4
6
0


1
4
.
1
0
0


1
5
.
4
0
2


1
7
.
5
2
5


2
0
.
8
4
7

N
e
r
a
c
a

E
n
e
r
g
i
P
r
o
y
e
k
s
i

K
e
b
u
t
u
h
a
n

E
n
e
r
g
i

P
r
i
m
e
r

S
i
s
t
e
m

I
n
t
e
r
k
o
n
e
k
s
i

S
u
m
a
t
e
r
a
Lampiran A1.4
C A P A C I T Y B A L A N C E G A R D U I N D U K
S I S T E M I N T E R K O N E K S I S U M AT E R A
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
116
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
T
E
G
J
M
L
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
S
I
S
T
E
M

A
C
E
H
1
G
I

A
L
U
E

D
U
A
/

L
A
N
G
S
A
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
3
0
T
o
t
a
l
3
0
1
8
,
2
1
8
,
5
1
9
,
9
3
0
2
1
,
9
2
3
,
7
2
5
,
6
2
7
,
4
3
0
3
0
,
1
3
2
,
1
3
4
,
2
P
L
T
D

S
E
W
A
5
1
%
1
0
7
2
%
3
9
%
4
3
%
4
7
%
5
0
%
3
6
%
3
9
%
4
2
%
4
5
%
2
G
I

T
U
A
L
A
N
G

C
U
T
1
5
0
/
2
0
3
x
1
0
3
0
U
P

3
0
-
1
0
U
P

3
0
-
1
0
U
P

3
0
-
1
0
T
o
t
a
l
3
0
2
2
,
2
2
5
,
2
2
7
,
8
2
0
3
1
,
4
3
4
,
8
3
8
,
3
4
2
,
0
2
0
4
7
,
0
5
1
,
0
2
0
5
5
,
4
6
5
%
7
4
%
5
5
%
6
2
%
6
8
%
7
5
%
6
2
%
6
9
%
6
0
%
6
5
%
3
G
I

A
L
U
E

B
A
T
E
E
/

I
D
I
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
3
0
T
o
t
a
l
3
0
1
6
,
5
1
5
,
8
1
7
,
4
1
9
,
5
3
0
2
1
,
5
2
3
,
5
2
5
,
7
2
8
,
7
3
1
,
0
3
3
,
5
6
5
%
6
2
%
6
8
%
3
8
%
4
2
%
4
6
%
5
0
%
5
6
%
6
1
%
6
6
%
4
G
I

L
H
O
K
S
E
U
-
M
A
W
E
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
U
P

6
0
-
3
0
T
o
t
a
l
6
0
4
2
,
8
4
7
,
1
6
0
5
1
,
8
4
6
,
9
5
1
,
6
5
6
,
4
6
1
,
4
6
8
,
4
7
3
,
8
7
9
,
7
3
0
P
L
T
D

S
E
W
A
3
0
4
7
%
4
0
4
6
%
5
1
%
4
6
%
5
1
%
5
5
%
6
0
%
6
7
%
7
2
%
6
3
%
5
G
I

B
I
R
E
U
E
N
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
U
P

6
0
-
3
0
T
o
t
a
l
6
0
3
8
,
0
4
4
,
0
4
1
,
7
4
7
,
5
5
3
,
0
3
0
5
8
,
8
6
4
,
9
7
3
,
1
7
9
,
9
3
0
8
7
,
2
P
L
T
D

S
E
W
A
3
6
%
3
0
5
7
%
5
5
%
6
2
%
5
2
%
5
8
%
6
4
%
7
2
%
6
3
%
6
8
%
6
G
I

S
I
G
L
I
1
5
0
/
2
0
1
x
1
0
1
0
1
5
0
/
2
0
1
x
2
0
2
0
U
P

6
0
-
1
0
U
P

6
0
-
3
0
T
o
t
a
l
3
0
2
8
,
2
3
4
,
0
3
8
,
0
4
3
,
5
5
0
4
8
,
6
5
4
,
1
5
9
,
8
6
7
,
6
7
3
,
9
8
0
,
9
3
0
P
L
T
D

S
E
W
A
3
5
%
2
0
5
7
%
6
4
%
4
3
%
4
8
%
5
3
%
5
9
%
6
6
%
7
2
%
6
3
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

A
c
e
h
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
117
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

A
c
e
h
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
T
E
G
J
M
L
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
7
G
I

B
A
N
D
A

A
C
E
H

I

/

L
A
M
B
A
R
O
E
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
6
0
U
P

6
0
-
3
0
1
x
6
0
6
0
T
o
t
a
l
1
2
0
8
8
,
0
1
0
6
,
6
7
8
,
2
8
7
,
9
3
0
1
0
2
,
2
1
1
7
,
8
1
0
3
,
8
1
2
2
,
3
1
2
4
,
8
1
2
7
,
3
P
L
T
D

S
E
W
A
4
3
%
5
0
7
0
%
5
1
%
4
9
%
5
7
%
6
6
%
5
8
%
6
8
%
7
0
%
7
1
%
8
U
L
E
E

K
A
R
E
N
G
1
5
0
/
2
0
2
x
6
0
3
1
,
0
1
2
0
4
5
5
0
5
5
6
1
6
5
7
0
7
5
6
0
T
o
t
a
l
3
0
%
4
4
%
4
9
%
5
4
%
6
0
%
6
4
%
6
9
%
4
9
%
9
L
A
M

P
I
S
A
N
G
/
L
H
O
K
N
G
A
1
5
0
/
2
0
2
x
6
0
3
0
1
2
0
3
5
5
0
7
1
T
o
t
a
l
2
9
%
3
4
%
4
9
%
7
0
%
1
0
G
I

T
A
K
E
N
G
O
N
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
1
9
,
8
6
0
2
0
,
7
2
1
,
7
2
2
,
6
2
3
,
5
2
4
,
4
2
5
,
3
2
6
,
2
2
7
,
2
T
o
t
a
l
3
9
%
4
1
%
4
2
%
4
4
%
4
6
%
4
8
%
5
0
%
5
1
%
5
3
%
1
1
G
I

S
U
B
U
L
U
S
-
S
A
L
A
M
1
5
0
/
2
0
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
1
3
,
6
3
0
1
4
,
4
1
5
,
3
1
6
,
1
1
7
,
0
1
7
,
8
1
8
,
6
1
9
,
5
3
0
2
0
,
3
T
o
t
a
l
5
3
%
5
7
%
6
0
%
6
3
%
6
7
%
7
0
%
7
3
%
3
8
%
4
0
%
1
2
G
I

M
E
U
-
L
A
B
O
H
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
2
6
,
8

6
0

3
2
,
2
3
3
,
6
3
4
,
9
3
6
,
3
3
7
,
7
3
0
3
9
,
1
4
0
,
4
4
1
,
8
4
3
,
2
T
o
t
a
l
5
3
%
6
3
%
6
6
%
6
9
%
7
1
%
4
9
%
5
1
%
5
3
%
5
5
%
5
7
%
1
3
G
I

K
U
T
A

C
A
N
E
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
1
1
,
4
3
0
1
2
,
0
1
2
,
6
1
3
,
1
1
3
,
7
1
4
,
3
1
4
,
8
1
5
,
4
1
6
,
0
T
o
t
a
l
4
5
%
4
7
%
4
9
%
5
1
%
5
4
%
5
6
%
5
8
%
6
0
%
6
3
%
1
4
G
I

J
A
N
T
H
O
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
9
,
5
3
0
1
3
,
7
1
5
,
8
1
8
,
5
2
1
,
2
3
0
2
4
,
1
2
7
,
1
3
2
,
0
3
5
,
0
3
8
,
3
3
0
,
0
T
o
t
a
l
3
7
%
5
4
%
6
2
%
7
3
%
4
2
%
4
7
%
5
3
%
6
3
%
6
9
%
5
0
%
1
5
G
I

P
A
N
T
O
N
-
L
A
B
U
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
8
,
1
3
0
1
0
,
9
1
2
,
0
1
3
,
4
1
4
,
7
1
6
,
1
1
7
,
5
1
9
,
5
3
0
2
1
,
1
2
2
,
8
T
o
t
a
l
3
2
%
4
3
%
4
7
%
5
3
%
5
8
%
6
3
%
6
9
%
3
8
%
4
1
%
4
5
%
1
6
G
I

K
R
U
E
N
G

R
A
Y
A
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
1
4
,
3
6
0
1
6
,
8
1
9
,
3
2
1
,
9
2
4
,
7
2
9
,
0
3
5
,
0
4
2
,
2
T
o
t
a
l
2
8
%
3
3
%
3
8
%
4
3
%
4
8
%
5
7
%
6
9
%
8
3
%
1
7
G
I

B
L
A
N
G

P
I
D
I
E
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
9
,
4
3
0
9
,
8
1
0
,
1
1
0
,
5
1
0
,
9
1
1
,
2
1
1
,
6
1
2
,
0
1
2
,
3
T
o
t
a
l
3
7
%
3
8
%
4
0
%
4
1
%
4
3
%
4
4
%
4
5
%
4
7
%
4
8
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
118
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
T
E
G
J
M
L
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
8
G
I

T
A
P
A
K

T
U
A
N
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
6
,
4
3
0
6
,
6
6
,
9
7
,
1
7
,
4
7
,
6
7
,
8
8
,
1
8
,
3
T
o
t
a
l
2
5
%
2
6
%
2
7
%
2
8
%
2
9
%
3
0
%
3
1
%
3
2
%
3
3
%
1
9
G
I

C
O
T

T
R
U
E
N
G
1
5
0
/
2
0
2
x
3
0
1
3
,
4
3
0
1
4
,
7
1
6
,
1
1
7
,
5
1
9
,
5
3
0
2
1
,
1
2
2
,
8
T
o
t
a
l
5
3
%
5
8
%
6
3
%
6
9
%
3
8
%
4
1
%
4
5
%
2
0

G
I

B
L
A
N
G

K
J
E
R
E
N
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
4
,
6
3
0
4
,
9
5
,
1
5
,
4
5
,
6
5
,
8
6
,
1
6
,
3
T
o
t
a
l
1
8
%
1
9
%
2
0
%
2
1
%
2
2
%
2
3
%
2
4
%
2
5
%
2
1

G
I

S
A
M
A
-
L
A
N
G
A
1
5
0
/
2
0
1
x
3
0
1
1
,
8
3
0
1
3
,
4
1
5
,
0
1
6
,
6
1
8
,
3
2
0
,
6
3
0
2
2
,
5
2
4
,
6
T
o
t
a
l
4
6
%
5
3
%
5
9
%
6
5
%
7
2
%
4
0
%
4
4
%
4
8
%
T
o
t
a
l

B
e
b
a
n

G
I

3
6
0

2
9
8
2
7
0
4
0
9
2
4
0
4
6
1
2
9
0
5
2
6
1
4
0
5
8
1
6
0
6
4
0
3
0
7
0
1
1
7
0
7
8
2
9
0
8
5
0
8
0
9
2
9
1
5
0
K
o
n
s
u
m
e
n

B
e
s
a
r
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I
2
9
8
4
0
9
4
6
1
5
2
6
5
8
1
6
4
0
7
0
1
7
8
2
8
5
0
9
2
9
T
O
T
A
L

P
E
A
K

S
I
S
T
E
M

2
7
8
3
8
1
4
3
1
4
8
9
5
4
9
6
1
2
6
8
1
7
5
5
8
3
3
9
2
0
D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
,
0
7
1
,
0
7
1
,
0
7
1
,
0
7
1
,
0
6
1
,
0
4
1
,
0
3
1
,
0
4
1
,
0
2
1
,
0
1
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

A
c
e
h
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
119
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
S
I
S
T
E
M

S
U
M
U
T
1
G
L
U
G
U
R
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
A
D
D
T
o
t
a
l
1
2
0
.
0

9
7
,
7
7

6
0

9
5
,
4
3

1
0
1
,
1
5

1
0
7
,
2
2

9
0
,
9
2

9
6
,
3
8

1
0
2
,
1
6

1
0
8
,
2
9

1
1
4
,
7
9

9
1
,
2
6

6
4
%
6
2
%
6
6
%
7
0
%
5
9
%
6
3
%
6
7
%
7
1
%
7
5
%
6
0
%
2
G
I
S

L
I
S
T
R
I
K
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
A
D
D
T
o
t
a
l
1
2
0

6
4
,
7
2

6
1
,
6
7

6
5
,
9
9

7
0
,
6
1

7
5
,
5
5

8
0
,
8
4

6
0

8
6
,
4
9

9
2
,
5
5

9
9
,
0
3

1
0
5
,
9
6

6
3
%
6
0
%
6
5
%
6
9
%
7
4
%
5
3
%
5
7
%
6
0
%
6
5
%
6
9
%
3
T
I
T
I

K
U
N
I
N
G
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
G
I
T
o
t
a
l
1
8
0

1
1
4
,
4
8

9
9
,
8
6

1
0
5
,
8
6

1
1
2
,
2
1

1
1
8
,
9
4

1
2
6
,
0
8

6
0

1
3
3
,
6
4

1
4
1
,
6
6

1
5
0
,
1
6

1
5
9
,
1
7

7
5
%
6
5
%
6
9
%
7
3
%
7
8
%
6
2
%
6
6
%
6
9
%
7
4
%
7
8
%
4
P
A
Y
A

P
A
S
I
R
1
5
0
/
2
0
6
0

A
D
D
T
o
t
a
l
6
0

3
8
,
2
5

4
0
,
9
3

6
0

4
3
,
8
0

4
6
,
8
6

5
0
,
1
4

5
3
,
6
5

5
7
,
4
1

6
1
,
4
3

6
5
,
7
3

7
0
,
3
3

7
5
%
4
0
%
4
3
%
4
6
%
4
9
%
5
3
%
5
6
%
6
0
%
6
4
%
6
9
%
5
M
A
B
A
R
1
5
0
/
2
0
8
7
,
5

*
1
5
0
/
2
0
6
0

*
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
1
2
0
,
0

4
2
,
4
3

3
3
,
6
8

3
5
,
7
1

3
7
,
8
5

4
0
,
1
2

4
2
,
5
3

4
5
,
0
8

4
7
,
7
8

5
0
,
6
5

5
3
,
6
9

4
2
%
3
3
%
3
5
%
3
7
%
3
9
%
4
2
%
4
4
%
4
7
%
5
0
%
5
3
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
120
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
6
K
I
M
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
1
8
0
8
1
,
0
5

7
5
,
6
2

8
0
,
1
6

8
4
,
9
7

9
0
,
0
6

9
5
,
4
7

1
0
1
,
1
9

1
0
7
,
2
7

1
1
3
,
7
0

1
2
0
,
5
2

5
3
%
4
9
%
5
2
%
5
6
%
5
9
%
6
2
%
6
6
%
7
0
%
7
4
%
7
9
%
7
L
A
B
U
H
A
N
1
5
0
/
2
0
3
1
.
5
1
5
0
/
2
0
6
0
U
P
T
o
t
a
l
9
1
.
5

1
9
,
9
3

3
0
2
0
,
7
3

2
1
,
5
6

2
2
,
4
2

2
3
,
3
2

2
4
,
2
5

2
5
,
2
2

2
6
,
2
3

2
7
,
2
8

2
8
,
3
7

1
9
%
U
A
I
2
0
%
2
1
%
2
2
%
2
3
%
2
3
%
2
4
%
2
5
%
2
6
%
2
7
%
8
L
A
M
H
O
T
M
A
1
5
0
/
2
0
2
0
U
P

&

A
D
D
T
o
t
a
l
2
0

1
4
,
6
8

4
0
2
1
,
2
2

1
6
,
5
0

1
7
,
4
9

1
8
,
5
3

1
9
,
6
5

2
0
,
8
3

2
2
,
0
7

2
3
,
4
0

2
4
,
8
0

2
9
%
4
2
%
3
2
%
3
4
%
3
6
%
3
9
%
4
1
%
4
3
%
4
6
%
4
9
%
9
D
E
N
A
I
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

4
5
,
8
5

3
9
,
1
3

4
1
,
8
7

4
4
,
8
0

4
7
,
9
3

5
1
,
2
9

5
4
,
8
8

5
8
,
7
2

6
2
,
8
3

6
7
,
2
3

4
5
%
3
8
%
4
1
%
4
4
%
4
7
%
5
0
%
5
4
%
5
8
%
6
2
%
6
6
%
1
0
N
A
M
U
R
A
M
B
E
1
5
0
/
2
0
6
0
A
D
D
U
A
I
T
o
t
a
l
6
0

4
8
,
5
3

6
0
3
7
,
6
5

3
9
,
9
1

4
2
,
3
0

4
4
,
8
4

4
7
,
5
3

5
0
,
3
8

5
3
,
4
0

5
6
,
6
1

6
0
,
0
1

4
8
%
3
7
%
3
9
%
4
1
%
4
4
%
4
7
%
4
9
%
5
2
%
5
5
%
5
9
%
1
1
S
E
I

R
O
T
A
N
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
3
1
.
5
U
A
I
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
121
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
T
o
t
a
l
9
1
.
5

6
1
,
9
8

6
0
5
4
,
6
8

5
7
,
9
7

6
1
,
4
4

6
5
,
1
3

6
9
,
0
4

7
3
,
1
8

7
7
,
5
7

8
2
,
2
2

8
7
,
1
6

4
8
%
4
2
%
4
5
%
4
8
%
5
1
%
5
4
%
5
7
%
6
0
%
6
4
%
6
8
%
1
2
P
A
Y
A

G
E
L
I
1
5
0
/
2
0
6
0

6
0
,
0
0

1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
G
I
T
o
t
a
l
1
8
0

9
8
,
2
6

9
7
,
8
6

1
0
4
,
7
1

1
1
2
,
0
4

1
1
9
,
8
8

1
2
8
,
2
8

1
3
7
,
2
6

6
0

1
4
6
,
8
6

1
5
7
,
1
4

1
6
8
,
1
4

6
0
6
4
%
6
4
%
6
8
%
7
3
%
7
8
%
8
4
%
6
7
%
7
2
%
7
7
%
6
6
%
1
3
B
I
N
J
A
I
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
6
0

T
o
t
a
l
1
2
0

8
9
,
5
1

8
3
,
4
2

8
8
,
2
6

9
3
,
3
8

8
8
,
9
2

9
4
,
0
7

9
9
,
5
3

1
0
5
,
3
0

1
1
1
,
4
1

1
0
6
,
0
8

5
9
%
5
5
%
5
8
%
6
1
%
5
8
%
6
1
%
6
5
%
6
9
%
7
3
%
6
9
%
1
4
P
.

B
R
A
N
D
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0

2
5
,
1
4

2
0
,
9
8

2
2
,
2
4

2
3
,
5
7

2
4
,
9
8

2
6
,
4
8

2
8
,
0
7

2
9
,
7
6

3
1
,
5
4

3
3
,
4
3

4
9
%
4
1
%
4
4
%
4
6
%
4
9
%
5
2
%
5
5
%
5
8
%
6
2
%
6
6
%
1
5
P
E
R
B
A
U
N
G
A
N
1
5
0
/
2
0
3
1
.
5
1
5
0
/
2
0
3
0
A
D
D
T
o
t
a
l
6
1
.
5

3
2
,
3
7

6
0

3
4
,
0
9

3
5
,
9
0

3
7
,
8
0

3
9
,
8
0

4
1
,
9
1

4
4
,
1
3

4
6
,
4
7

4
8
,
9
3

5
1
,
5
3

3
1
%
3
3
%
3
5
%
3
7
%
3
9
%
4
1
%
4
3
%
4
5
%
4
7
%
5
0
%
1
6
T
.

M
O
R
A
W
A
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

4
0
,
1
1

1
3
,
1
2

3
5
,
0
8

3
7
,
1
8

3
9
,
4
2

4
1
,
7
8

4
4
,
2
9

4
6
,
9
4

4
9
,
7
6

5
2
,
7
5

3
9
%
1
3
%
3
4
%
3
6
%
3
9
%
4
1
%
4
3
%
4
6
%
4
9
%
5
2
%
1
7
T
E
B
I
N
G

T
I
N
G
G
I
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
122
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
U
A
I
T
o
t
a
l
1
2
0

5
5
,
3
1

6
0
5
7
,
1
8

6
1
,
1
8

6
5
,
4
6

7
0
,
0
5

7
4
,
9
5

8
0
,
2
0

8
5
,
8
1

9
1
,
8
2

9
8
,
2
4

3
6
%
3
7
%
4
0
%
4
3
%
4
6
%
4
9
%
5
2
%
5
6
%
6
0
%
6
4
%
1
8
K
U
A
L
A

T
A
N
J
U
N
G
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
6
0

T
o
t
a
l
1
2
0

4
4
,
8
2

4
7
,
0
6

4
3
,
0
6

4
5
,
2
1

4
7
,
4
7

4
9
,
8
4

5
2
,
3
4

5
4
,
9
5

5
7
,
7
0

6
0
,
5
9

4
4
%
4
6
%
4
2
%
4
4
%
4
7
%
4
9
%
5
1
%
5
4
%
5
7
%
5
9
%
1
9
P
E
M
A
T
A
N
G

S
I
A
N
T
A
R
1
5
0
/
2
0
3
0

1
5
0
/
2
0
6
0

U
A
I
T
o
t
a
l
9
0

7
4
,
4
7

6
0

7
7
,
8
2

6
6
,
9
3

6
9
,
9
4

7
3
,
0
9

7
6
,
3
7

7
9
,
8
1

8
3
,
4
0

8
7
,
1
6

9
1
,
0
8

5
8
%
6
1
%
5
2
%
5
5
%
5
7
%
6
0
%
6
3
%
6
5
%
6
8
%
7
1
%
2
0
G
U
N
U
N
G

P
A
R
A
1
5
0
/
2
0
1
0

T
o
t
a
l
1
0

1
1
,
9
8

1
2
,
5
8

1
3
,
2
1

1
3
,
8
7

1
4
,
5
6

1
5
,
2
9

1
6
,
0
5

1
6
,
8
5

1
7
,
7
0

1
8
,
5
8

4
7
%
4
9
%
5
2
%
5
4
%
5
7
%
6
0
%
6
3
%
6
6
%
6
9
%
7
3
%
2
1
K
I
S
A
R
A
N
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
3
1
,
5

1
5
0
/
2
0
3
0
,
0

U
P
T
o
t
a
l
1
2
2

6
2
,
5
6

3
0
,
0

6
5
,
6
9

6
8
,
9
8

7
2
,
4
3

7
6
,
0
5

7
9
,
8
5

8
3
,
8
4

8
8
,
0
3

9
2
,
4
4

9
7
,
0
6

6
0
4
9
%
5
1
%
5
4
%
5
6
%
5
9
%
6
2
%
6
5
%
6
8
%
7
2
%
5
4
%
2
2
A
E
K

K
A
N
O
P
A
N
1
5
0
/
2
0
2
0
A
D
D
T
o
t
a
l
2
0

1
2
,
7
4

3
0

1
3
,
1
2

1
3
,
5
1

1
3
,
9
2

1
4
,
3
4

1
4
,
7
7

1
5
,
2
1

1
5
,
6
7

1
6
,
1
4

1
6
,
6
2

3
0
%
3
1
%
3
2
%
3
3
%
3
4
%
3
5
%
3
6
%
3
7
%
3
8
%
3
9
%
2
3
R
,

P
R
A
P
A
T
1
5
0
/
2
0
3
0

C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
123
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
5
0
/
2
0
0

1
5
0
/
2
0
3
1
,
5

U
P
T
o
t
a
l
6
1
,
5

4
5
,
6
3

2
8
,
5
4
8
,
3
6

5
1
,
2
6

5
4
,
3
4

5
7
,
6
0

6
1
,
0
6

6
4
,
7
2

6
8
,
6
0

7
2
,
7
2

7
7
,
0
8

6
0
4
5
%
U
A
I
4
7
%
5
0
%
5
3
%
5
6
%
6
0
%
6
3
%
6
7
%
7
1
%
5
0
%
2
4
K
O
T
A

P
I
N
A
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
A
D
D
T
o
t
a
l
3
0

2
0
,
0
2

2
1
,
2
2

2
2
,
5
0

3
0

2
3
,
8
5

2
5
,
2
8

2
6
,
7
9

2
8
,
4
0

3
0
,
1
0

3
1
,
9
1

3
3
,
8
3

7
9
%
8
3
%
4
4
%
4
7
%
5
0
%
5
3
%
5
6
%
5
9
%
6
3
%
6
6
%
2
5
B
R
A
S
T
A
G
I
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
2
0
U
P
T
o
t
a
l
5
0

3
7
,
2
8

4
0

3
9
,
5
2

4
1
,
8
9

4
4
,
4
0

4
7
,
0
6

4
9
,
8
9

5
2
,
8
8

5
6
,
0
5

5
9
,
4
2

6
2
,
9
8

6
0
4
9
%
5
2
%
5
5
%
5
8
%
6
2
%
6
5
%
6
9
%
7
3
%
7
8
%
4
9
%
2
6
S
I
D
I
K
A
L
A
N
G
1
5
0
/
2
0
2
0
U
A
I
T
o
t
a
l
2
0

1
7
,
6
5

3
0
1
5
,
5
3

1
6
,
3
1

1
7
,
1
2

1
7
,
9
8

1
8
,
8
8

1
9
,
8
2

2
0
,
8
1

2
1
,
8
5

2
2
,
9
5

4
2
%
3
7
%
3
8
%
4
0
%
4
2
%
4
4
%
4
7
%
4
9
%
5
1
%
5
4
%
2
7
T
E
L
E
1
5
0
/
2
0
1
0
T
o
t
a
l
1
0

2
,
3
2

2
,
4
1

2
,
5
1

2
,
6
1

2
,
7
1

2
,
8
2

2
,
9
4

3
,
0
5

3
,
1
8

3
,
3
0

9
%
9
%
1
0
%
1
0
%
1
1
%
1
1
%
1
2
%
1
2
%
1
2
%
1
3
%
2
8
P
O
R
S
E
A
1
5
0
/
2
0
2
0

A
D
D
T
o
t
a
l
2
0

1
4
,
4
8

2
0

1
4
,
9
1

1
5
,
3
6

1
5
,
8
2

1
6
,
3
0

1
6
,
7
9

1
7
,
2
9

1
7
,
8
1

1
8
,
3
4

1
8
,
8
9

4
3
%
4
4
%
4
5
%
4
7
%
4
8
%
4
9
%
5
1
%
5
2
%
5
4
%
5
6
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
124
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
2
9
T
A
R
U
T
U
N
G
1
5
0
/
2
0
1
0

1
5
0
/
2
0
1
0

A
D
D
T
o
t
a
l
2
0

1
4
,
9
1

3
0

1
5
,
3
6

1
5
,
8
2

1
6
,
2
9

1
6
,
7
8

1
7
,
2
8

1
7
,
8
0

1
8
,
3
4

1
8
,
8
9

1
9
,
4
5

3
5
%
3
6
%
3
7
%
3
8
%
3
9
%
4
1
%
4
2
%
4
3
%
4
4
%
4
6
%
3
0
S
I
B
O
L
G
A
1
5
0
/
2
0
3
0

1
5
0
/
2
0
1
0

A
D
D
T
o
t
a
l
4
0

2
8
,
5
1

6
0

2
9
,
9
3

3
1
,
4
3

3
3
,
0
0

3
4
,
6
5

3
6
,
3
8

3
8
,
2
0

4
0
,
1
1

4
2
,
1
2

4
4
,
2
2

3
4
%
3
5
%
3
7
%
3
9
%
4
1
%
4
3
%
4
5
%
4
7
%
5
0
%
5
2
%
3
1
P
.

S
I
D
I
M
P
U
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
1
.
5
T
o
t
a
l
6
2

3
7
,
6
9

2
3
,
7
1

2
4
,
4
2

2
5
,
1
5

2
5
,
9
1

2
6
,
6
8

2
7
,
4
9

2
8
,
3
1

2
9
,
1
6

3
0
,
0
3

4
8
%
3
0
%
3
1
%
3
2
%
3
3
%
3
4
%
3
5
%
3
6
%
3
7
%
3
9
%
3
2
G
U
N
U
N
G

T
U
A
1
5
0
/
2
0
1
0
A
D
D
T
o
t
a
l
1
0

8
,
8
5

1
0

9
,
2
9

9
,
7
6

1
0
,
2
5

1
0
,
7
6

1
1
,
3
0

1
1
,
8
6

1
2
,
4
6

1
3
,
0
8

1
3
,
7
3

2
6
%
2
7
%
2
9
%
3
0
%
3
2
%
3
3
%
3
5
%
3
7
%
3
8
%
4
0
%
3
3
T
A
N
J
U
N
G

P
U
R
A
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
0
C
O
D

2
0
1
3
T
o
t
a
l
3
0

1
7
,
0

1
8
,
1
9

1
9
,
4
6

2
0
,
8
3

2
2
,
2
8

3
0
2
3
,
8
4

2
5
,
5
1

2
7
,
3
0

2
9
,
2
1

6
7
%
7
1
%
7
6
%
8
2
%
4
4
%
4
7
%
5
0
%
5
4
%
5
7
%
3
4
P
A
N
Y
A
B
U
N
G
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
125
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
C
O
D

2
0
1
3
T
o
t
a
l
6
0

1
5
,
1
0

1
6
,
0
1

1
6
,
9
7

1
7
,
9
8

1
9
,
0
6

2
0
,
2
1

2
1
,
4
2

2
2
,
7
0

2
4
,
0
7

3
0
%
3
1
%
3
3
%
3
5
%
3
7
%
4
0
%
4
2
%
4
5
%
4
7
%
3
5
P
A
R
L
I
L
I
T
A
N
C
O
D

2
0
1
2
1
5
0
/
2
0
1
0
T
o
t
a
l
1
0

1
,
5
0

1
,
5
3

1
,
5
6

1
,
5
9

1
,
6
2

1
,
6
6

1
,
6
9

1
,
7
2

1
,
7
6

1
,
7
9

1
8
%
1
8
%
1
8
%
1
9
%
1
9
%
1
9
%
2
0
%
2
0
%
2
1
%
2
1
%
3
6
S
A
L
A
K
(
U
n
t
u
k

m
e
n
y
e
r
a
p

e
n
e
r
g
i

P
L
T
M
)
C
O
D

2
0
1
3
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

3
,
0
0

3
,
1
2

3
,
2
4

3
,
3
7

3
,
5
1

3
,
6
5

3
,
8
0

3
,
9
5

4
,
1
1

6
%
6
%
6
%
7
%
7
%
7
%
7
%
8
%
8
%
3
7
N
E
G
E
R
I

D
O
L
O
K
(
U
n
t
u
k

m
e
n
y
e
r
a
p

e
n
e
r
g
i

P
L
T
M
)
C
O
D

2
0
1
3
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

2
,
0
0

2
,
0
6

2
,
1
2

2
,
1
9

2
,
2
5

2
,
3
2

2
,
3
9

2
,
4
6

2
,
5
3

4
%
4
%
4
%
4
%
4
%
5
%
5
%
5
%
5
%
3
8
K
U
A
L
A

N
A
M
U
C
O
D

2
0
1
3
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0

3
2
,
3
1

3
4
,
2
5

3
6
,
3
0

3
8
,
4
8

6
0
4
0
,
7
9

4
3
,
2
4

4
5
,
8
3

4
8
,
5
8

5
1
,
5
0

6
3
%
6
7
%
7
1
%
3
8
%
4
0
%
4
2
%
4
5
%
4
8
%
5
0
%
3
9
P
A
N
G
U
R
U
R
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
3
0

1
,
5
0

2
,
0
0

2
,
0
8

2
,
1
6

2
,
2
5

2
,
3
4

2
,
4
3

2
,
5
3

2
,
6
3

2
,
7
4

6
%
8
%
8
%
8
%
9
%
9
%
1
0
%
1
0
%
1
0
%
1
1
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
126
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
4
0
L
A
B
U
H
A
N

B
I
L
I
K
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

8
,
8

9
,
3
3

9
,
8
9

1
0
,
4
8

1
1
,
1
1

1
1
,
7
8

1
2
,
4
8

1
3
,
2
3

1
4
,
0
3

1
4
,
8
7

1
7
%
1
8
%
1
9
%
2
1
%
2
2
%
2
3
%
2
4
%
2
6
%
2
8
%
2
9
%
4
1
K
I
M

2
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

2
6
,
0
8

2
7
,
6
5

2
9
,
3
1

3
1
,
0
7

3
2
,
9
3

3
4
,
9
1

5
1
%
5
4
%
5
7
%
6
1
%
6
5
%
6
8
%
4
2
S
E
L
A
Y
A
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0

2
9
,
9
7

3
2
,
0
7

3
4
,
3
1

3
6
,
7
2

3
9
,
2
9

6
0
4
2
,
0
4

5
9
%
6
3
%
6
7
%
7
2
%
3
9
%
4
1
%
4
3
P
A
N
C
I
N
G
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0

2
2
,
7
3

2
4
,
0
9

2
5
,
5
4

2
7
,
0
7

2
8
,
7
0

3
0
,
4
2

4
5
%
4
7
%
5
0
%
5
3
%
5
6
%
6
0
%
4
4
G
I
/
G
I
S

K
O
T
A

M
E
D
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0

2
9
,
3
1

3
2
,
8
2

3
6
,
7
6

4
1
,
1
7

6
0
4
6
,
1
2

5
1
,
6
5

5
7
%
6
4
%
7
2
%
4
0
%
4
5
%
5
1
%

T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I


2
.
5
1
9


1
.
4
9
4


1
.
4
8
4


1
.
5
6
0


1
.
6
6
6


1
.
7
8
5


1
.
8
8
8


1
.
9
9
9


2
.
1
1
6


2
.
2
4
2


2
.
3
3
5

P
e
a
k

L
o
a
d

B
i
g

C
u
s
t
o
m
e
r

(
I
4
)
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8
7
8

-

P
T

G
r
o
u
t
h

S
u
m
a
t
e
r
a
1
5
0
/
2
0

4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


4
4
,
0


-

P
T

G
u
n
u
n
g

G
a
h
a
p
i
1
5
0
/
2
0

3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0


3
4
,
0

T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I

u
m
u
m

1
.
4
1
6
,
1


1
.
4
0
6
,
0


1
.
4
8
1
,
9


1
.
5
8
8
,
1


1
.
7
0
7
,
0


1
.
8
1
0
,
3


1
.
9
2
0
,
6


2
.
0
3
8
,
4


2
.
1
6
4
,
2


2
.
2
5
6
,
5

T
O
T
A
L

P
E
A
K

S
I
S
T
E
M

I
N
T

1
.
4
7
3


1
.
4
8
2


1
.
5
4
1


1
.
6
4
6


1
.
7
6
6


1
.
8
6
6


1
.
9
7
8


2
.
0
9
2


2
.
2
0
6


2
.
3
2
7

D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
.
0
1
4
1
.
0
0
1
1
.
0
1
2
1
.
0
1
2
1
.
0
1
1
1
.
0
1
2
1
.
0
1
1
1
.
0
1
1
1
.
0
1
7
1
.
0
0
3
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
u
t
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
127
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
C
A
B
A
N
G

P
A
D
A
N
G
1
P
I
P
1
5
0
/
2
0
2
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
5
0
2
9
,
7
3
0
3
2
,
8
3
6
,
4
4
0
,
2
3
4
,
8
3
8
,
3
4
2
,
1
4
6
,
2
5
0
,
5
6
0
5
5
,
2
4
4
%
4
8
%
5
3
%
5
9
%
5
1
%
5
6
%
6
2
%
6
8
%
4
2
%
4
6
%
2
P
A
U
H

L
I
M
O
1
5
0
/
2
0
6
0

1
5
0
/
2
0
3
0

U
P

3
0
-
6
0
T
o
t
a
l
9
0

5
2
,
8
3
0
5
8
,
3
6
4
,
5
7
1
,
1
5
2
,
2
5
7
,
4
6
2
,
9
6
8
,
8
7
5
,
1
8
1
,
9
6
0
5
2
%
5
7
%
6
3
%
7
0
%
5
1
%
5
6
%
6
2
%
6
7
%
7
4
%
5
4
%
3
S
I
M
P
A
N
G

H
A
R
U
1
5
0
/
2
0
4
2

1
5
0
/
2
0
4
2

T
o
t
a
l
8
4

4
0
,
7
4
4
,
8
4
9
,
3
5
4
,
3
3
6
,
6
4
0
,
1
4
3
,
8
4
7
,
8
5
2
,
0
5
2
,
0
5
7
%
6
3
%
6
9
%
7
6
%
5
1
%
5
6
%
6
1
%
6
7
%
7
3
%
7
3
%
4
I
N
D
A
R
U
N
G
T
o
t
a
l
1
5
0

8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
8
2
,
0
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
6
4
%
5
L
U
B
U
K

A
L
U
N
G
1
5
0
/
2
0
2
0

1
5
0
/
2
0
3
0

T
o
t
a
l
5
0

1
9
,
3
2
1
,
3
2
3
,
6
2
6
,
1
2
9
,
2
3
2
,
2
3
5
,
3
3
0
3
8
,
7
4
2
,
4
4
6
,
3
4
5
%
5
0
%
5
5
%
6
1
%
6
9
%
7
6
%
5
2
%
5
7
%
6
2
%
6
8
%
6
B
U
N
G
U
S

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
3
0

1
1
,
1
1
2
,
5
1
4
,
0
1
5
,
7
1
7
,
9
2
0
,
0
3
0
2
2
,
3
2
4
,
8
2
7
,
6
3
0
,
6
4
4
%
4
9
%
5
5
%
6
2
%
7
0
%
3
9
%
4
4
%
4
9
%
5
4
%
6
0
%
7
P
A
R
I
A
M
A
N

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
3
0
9
,
3
1
0
,
3
1
1
,
4
1
2
,
7
1
4
,
3
1
5
,
8
1
7
,
5
1
9
,
3
3
0
2
1
,
2
2
3
,
3
3
6
%
4
0
%
4
5
%
5
0
%
5
6
%
6
2
%
6
9
%
3
8
%
4
2
%
4
6
%
8
K
A
M
B
A
N
G

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
3
0
1
2
,
2
1
3
,
5
1
5
,
1
1
6
,
7
1
8
,
8
2
0
,
9
3
0
2
3
,
0
2
5
,
4
2
7
,
9
3
0
,
6
4
8
%
5
3
%
5
9
%
6
6
%
7
4
%
4
1
%
4
5
%
5
0
%
5
5
%
6
0
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
u
m
b
a
r
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
128
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
9
G
I
/
G
I
S

K
O
T
A

P
A
D
A
N
G

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
1
2
0
5
2
,
9
5
8
,
0
6
3
,
5
6
9
,
3
7
5
,
4
6
0
8
2
,
1
5
2
%
5
7
%
6
2
%
6
8
%
4
9
%
5
4
%
1
0
G
I

S
U
N
G
A
I

P
E
N
U
H

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
3
0
1
6
,
9
1
8
,
6
2
0
,
5
3
0
2
2
,
6
2
5
,
2
2
7
,
6
3
0
,
3
3
3
,
0
3
6
,
0
3
9
,
2
3
0
6
6
%
7
3
%
4
0
%
4
4
%
4
9
%
5
4
%
5
9
%
6
5
%
7
1
%
5
1
%
C
A
B
A
N
G

B
U
K
I
T

T
I
N
G
G
I
1
1
M
A
N
I
N
J
A
U
1
5
0
/
2
0
2
0
1
0
,
7
1
1
,
9
1
3
,
2
3
0
1
4
,
7
1
6
,
5
1
8
,
3
2
0
,
2
2
2
,
3
2
4
,
5
2
6
,
9
6
3
%
7
0
%
3
1
%
3
5
%
3
9
%
4
3
%
4
8
%
5
2
%
5
8
%
6
3
%
1
2
P
A
D
A
N
G

L
U
A
R
1
5
0
/
2
0
2
0
1
5
0
/
2
0
3
0
U
P

2
0
-
6
0
T
o
t
a
l
5
0
2
5
,
3
4
0
2
8
,
1
3
1
,
3
3
4
,
7
3
9
,
1
4
3
,
3
4
7
,
8
5
2
,
6
5
7
,
8
3
0
6
3
,
5
3
3
%
3
7
%
4
1
%
4
5
%
5
1
%
5
7
%
6
2
%
6
9
%
5
7
%
6
2
%
N
E
W
1
3
S
I
M
P
A
N
G

E
M
P
A
T
1
5
0
/
2
0
3
0
2
4
,
0
3
0
2
6
,
5
2
9
,
4
3
2
,
5
3
6
,
3
4
0
,
1
6
0
4
4
,
0
4
8
,
2
5
2
,
7
5
7
,
7
4
7
%
5
2
%
5
8
%
6
4
%
7
1
%
3
9
%
4
3
%
4
7
%
5
2
%
5
7
%
1
4
B
A
T
A
N
G


A
G
A
M
0
,
4
/
2
0
2
0
1
5
G
I

P
A
D
A
N
G

P
A
N
J
A
N
G

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
1
0
9
,
9
3
0
1
1
,
0
1
2
,
2
1
3
,
6
1
5
,
3
1
6
,
9
1
8
,
7
2
0
,
6
2
2
,
6
2
4
,
8
2
9
%
3
2
%
3
6
%
4
0
%
4
5
%
5
0
%
5
5
%
6
1
%
6
6
%
7
3
%
C
A
B
A
N
G

S
O
L
O
K
1
6
S
O
L
O
K
1
5
0
/
2
0
2
0
1
5
0
/
2
0
2
0
U
P

2
0
-
6
0

T
o
t
a
l
4
0

3
2
,
2
4
0
3
5
,
4
3
9
,
0
4
2
,
9
4
7
,
8
5
2
,
4
3
0
5
7
,
3
6
2
,
5
6
8
,
0
7
3
,
9
4
7
%
5
2
%
5
7
%
6
3
%
7
0
%
5
6
%
6
1
%
6
7
%
7
3
%
7
9
%
1
7
S
A
L
A
K
1
5
0
/
2
0
2
0
1
3
,
8
1
5
,
4
3
0
1
7
,
1
1
9
,
0
2
1
,
4
2
3
,
7
2
6
,
1
2
8
,
8
3
1
,
6
3
4
,
8
6
0
8
1
%
3
6
%
4
0
%
4
5
%
5
0
%
5
6
%
6
2
%
6
8
%
7
4
%
3
7
%
1
8
K
I
L
I
R
A
N

J
A
O
1
5
0
/
2
0
2
0
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

R
i
a
u
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
129
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

R
i
a
u
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
5
0
/
2
0
1
0
T
o
t
a
l
3
0

2
3
,
1
1
3
,
6
1
5
,
4
1
7
,
5
2
0
,
1
3
0
2
2
,
7
2
5
,
5
2
8
,
7
3
2
,
1
3
6
,
0
9
1
%
5
3
%
6
1
%
6
9
%
3
9
%
4
4
%
5
0
%
5
6
%
6
3
%
7
1
%
1
9
G
I

S
.
R
U
M
B
A
I
/
G
N
G
.
M
E
D
A
N

(
N
E
W
)
1
5
0
/
2
0
3
0
1
2
,
6
1
4
,
0
1
5
,
5
1
7
,
3
1
9
,
1
2
1
,
0
3
0
2
3
,
0
2
5
,
1
2
7
,
5
5
0
%
5
5
%
6
1
%
6
8
%
7
5
%
4
1
%
4
5
%
4
9
%
5
4
%
C
A
B
A
N
G

P
A
Y
A
K
U
M
B
U
H
2
0
P
A
Y
A
K
U
M
B
U
H
1
5
0
/
2
0
3
0
2
5
,
5
3
0
2
8
,
1
3
1
,
0
3
4
,
1
3
8
,
1
3
0
4
1
,
8
4
5
,
7
4
9
,
9
5
4
,
3
5
9
,
2
5
0
%
5
5
%
6
1
%
6
7
%
5
0
%
5
5
%
6
0
%
6
5
%
7
1
%
7
7
%
2
1
B
A
T
U
S
A
N
G
K
A
R
1
5
0
/
2
0
3
0
9
,
4
1
0
,
4
1
1
,
5
1
2
,
6
1
4
,
1
1
5
,
5
1
6
,
9
1
8
,
5
2
0
,
1
3
0
2
1
,
9
3
7
%
4
1
%
4
5
%
5
0
%
5
5
%
6
1
%
6
6
%
7
2
%
3
9
%
4
3
%
2
2
M
U
A
R
A

L
A
B
U
H
1
5
0
/
2
0
3
0
7
,
0
7
,
7
8
,
5
9
,
3
1
0
,
2
2
2
P
A
S
A
M
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
8
,
0
8
,
8
9
,
7
1
0
,
6
1
1
,
7
T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I
4
4
7
,
8
4
8
6
,
9
5
3
0
,
8
5
7
8
,
4
6
2
9
,
8
7
0
1
,
0
7
4
6
,
1
8
2
8
,
6
8
7
8
,
9
9
7
1
,
3
T
O
T
A
L

P
E
A
K

S
I
S
T
E
M

4
3
4
,
8
4
7
2
,
7
5
1
5
,
4
5
6
1
,
5
6
1
1
,
5
6
8
0
,
5
7
2
4
,
4
8
0
4
,
4
8
5
3
,
3
9
4
7
,
5
D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
1
,
0
3
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
130
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
T
J
G

P
I
N
A
N
G

/

A
I
R

R
A
J
A
1
5
0
/
2
0
0

1
9
,
3
2

6
0

2
0
,
1
9

2
1
,
1
6

2
2
,
1
8

2
3
,
2
5

2
4
,
3
7

2
5
,
5
6

2
6
,
8
3

2
8
,
1
7

3
8
%
4
0
%
4
1
%
4
3
%
4
6
%
4
8
%
5
0
%
5
3
%
5
5
%
2
K
I
J
A
N
G
1
5
0
/
2
0
0
1
4
,
4
9
6
0

1
5
,
1
4

1
5
,
8
7

1
6
,
6
3

1
7
,
4
4

1
8
,
2
8

1
9
,
1
7

2
0
,
1
3

2
1
,
1
3

2
8
%
3
0
%
3
1
%
3
3
%
3
4
%
3
6
%
3
8
%
3
9
%
4
1
%
3
T
A
N
J
U
N
G

U
B
A
N
1
5
0
/
2
0
0

2
1
,
2
3

6
0

2
2
,
0
7

5
1
,
0
5

6
0

5
2
,
1
5

5
3
,
3
8

5
4
,
7
7

5
6
,
3
3

5
8
,
0
9

5
9
,
9
0

4
2
%
4
3
%
5
0
%
5
1
%
5
2
%
5
4
%
5
5
%
5
7
%
5
9
%
4
S
R
I

B
I
N
T
A
N
1
5
0
/
2
0
0

1
4
,
4
9

3
0

1
5
,
1
4

1
5
,
8
7

1
6
,
6
3

1
7
,
4
4

1
8
,
2
8

1
9
,
1
7

2
0
,
1
3

3
0
,
0
0
2
1
,
1
3

5
7
%
5
9
%
6
2
%
6
5
%
6
8
%
7
2
%
7
5
%
3
9
%
4
1
%
T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I

5
5
,
0


1
8
0


7
1
,
9


-


1
0
3
,
9


6
0


1
0
7
,
6


-


1
1
1
,
5


-


1
1
5
,
7


-


1
2
0
,
2


-


1
2
5
,
2


-


1
3
0
,
3


-

T
O
T
A
L

P
E
A
K

S
I
S
T
E
M


5
4
,
5


7
1
,
5


1
0
3
,
9


1
0
7
,
6


1
1
1
,
5


1
1
5
,
7


1
2
0
,
2


1
2
5
,
2


1
3
0
,
3

D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R

1
,
0
1


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
0

C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

B
i
n
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
131
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
B
U
K
I
T
S
I
G
U
N
T
A
N
G
P
T
M

2
0
1
2
7
0
/
1
2
1
5
7
0
/
2
0
1
5
T
o
t
a
l
3
0

3
0
,
1
3


1
5


2
9
,
2
7


1
5


2
6
,
9
2


3
0
,
0
3


3
3
,
2
5


3
7
,
1
0


4
1
,
3
9


3
5
,
7
9


4
0
,
2
2


4
5
,
0
5

5
9
%
4
6
%
4
2
%
4
7
%
5
2
%
5
8
%
6
5
%
5
6
%
6
3
%
7
1
%
2
T
A
L
A
N
G

R
A
T
U
P
T
M

2
0
1
2
7
0
/
1
2
1
0

7
0
/
1
2
7
0
/
2
0
1
0

7
0
/
2
0
1
0

T
o
t
a
l
3
0


1
6
,
9
5


2
0


1
5
,
6
1


1
1
,
8
7


1
3
,
2
9


1
4
,
6
9


1
6
,
4
4


1
8
,
3
9


1
2
,
7
2


1
4
,
4
5


1
6
,
3
1

4
0
%
3
7
%
2
8
%
3
1
%
3
5
%
3
9
%
4
3
%
3
0
%
3
4
%
3
8
%
3
S
E
D
U
D
U
K

P
U
T
I
H
P
T
M

2
0
1
2
7
0
/
1
2
1
5
7
0
/
2
0
3
0

T
o
t
a
l
4
5
2
7
,
3
2

5
2
1
,
1
3


1
0

1
2
,
8
3

1
5
,
8
1

1
8
,
8
1

2
0
,
8
9

2
3
,
2
1

1
9
,
5
3

2
1
,
9
2

2
4
,
4
7

6
4
%
4
1
%
2
5
%
3
1
%
3
7
%
4
1
%
4
6
%
3
8
%
4
3
%
4
8
%
4
S
U
N
G
A
I

J
U
A
R
O
7
0
/
1
2
1
5

7
0
/
2
0
2
0

T
o
t
a
l
3
5

1
4
,
6
7

-
1
5
5
,
2
0

3
0

5
,
4
9

5
,
6
6

5
,
7
5

5
,
8
7

5
,
9
6

6
,
0
6

6
,
1
2

6
,
0
9

8
6
%
1
2
%
1
3
%
1
3
%
1
4
%
1
4
%
1
4
%
1
4
%
1
4
%
1
4
%
5
B
O
O
M

B
A
R
U

7
0

k
V
7
0
/
2
0
1
5
7
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
3
0
3
3
,
9
7

3
0

1
9
,
1
6

2
3
,
0
9

2
6
,
8
0

3
0
,
5
2

3
5
,
0
7

4
0
,
1
1

3
0
,
0
8

3
5
,
0
2

4
0
,
3
1

6
7
%
3
8
%
4
5
%
5
3
%
6
0
%
6
9
%
7
9
%
5
9
%
6
9
%
7
9
%
6
B
U
N
G
A
R
A
N
P
T
M

d
i

2
0
1
2
7
0
/
1
2
5
7
0
/
1
2
5
7
0
/
2
0
1
5
7
0
/
2
0
1
0
T
o
t
a
l
3
5
2
1
,
7
9

-

1
1
,
2
6

3
5

1
3
,
0
5
1
4
,
5
4
1
5
,
9
0
1
7
,
7
3
1
9
,
7
7
2
2
,
4
7
2
5
,
5
4
2
8
,
7
5
7
3
%
1
9
%
2
2
%
2
4
%
2
7
%
3
0
%
3
3
%
3
8
%
4
3
%
4
8
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
132
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
7
S
U
N
G
A
I

K
E
D
U
K
A
N
7
0
/
1
2
1
0

-






T
r
a
f
o

I
I

1
5

M
V
A
7
0
/
2
0
1
5
(
S
t
e
p

u
p

:

P
e
r
t
a
m
i
n
a
)
T
o
t
a
l
2
5
1
5
,
6
6


5

1
3
,
1
8

1
4
,
4
9


3
0

1
5
,
5
8

1
6
,
5
8

1
7
,
8
3

1
9
,
1
7

2
0
,
8
4

2
2
,
6
5

2
3
,
1
4

6
1
%
5
2
%
2
8
%
3
1
%
3
3
%
3
5
%
3
8
%
4
1
%
4
4
%
4
5
%
8
K
E
R
A
M
A
S
A
N
7
0
/
1
2
1
5
S
u
d
a
h

r
e
a
l
i
s
a
s
i

t
r
a
f
o

6
0

M
V
A
7
0
/
1
2
1
0
P
T
M

d
i

2
0
1
2
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
8
5
2
0
,
5
0


(
2
5
)
3
4
,
2
5

3
8
,
5
6

4
2
,
5
7

6
0
4
6
,
5
3

5
1
,
3
7

5
6
,
7
0

6
3
,
2
2

7
0
,
4
8

7
8
,
1
9

4
0
%
6
7
%
7
6
%
4
2
%
4
6
%
5
0
%
5
6
%
6
2
%
6
9
%
7
7
%
9
T
A
L
A
N
G

K
E
L
A
P
A
1
5
0
/
2
0
6
0
6
0
1
2
0
4
9
,
0
3


2
0

5
1
,
7
8

4
0

5
9
,
2
5

6
6
,
2
2

7
3
,
1
6

8
1
,
7
4

9
1
,
3
1

1
0
3
,
1
1

6
0

1
1
6
,
4
1

1
3
0
,
6
5

6
0

4
1
%
3
4
%
3
9
%
4
3
%
4
8
%
5
3
%
6
0
%
5
1
%
5
7
%
5
1
%
1
0
B
O
R
A
N
G
1
5
0
/
2
0
T
o
t
a
l
3
0
2
1
,
9
4


1
2

2
9
,
2
4

3
3
,
8
1


4
8

3
9
,
4
8

4
7
,
0
3

5
5
,
2
0

6
4
,
7
9

4
1
,
3
7

4
5
,
9
7

5
1
,
0
8

6
1
%
8
2
%
4
4
%
5
2
%
6
1
%
7
2
%
8
5
%
5
4
%
6
0
%
6
7
%
1
1
M
A
R
I
A
N
A
1
5
0
/
2
0
1
6

A
d
d

T
r
a
f
o

1
5
0
/
2
0
1
6

1
5
0
/
2
0
3
2

2
2
,
2
6

2
6
,
3
4

3
0
2
9
,
7
5

3
3
,
3
3

3
7
,
2
5

4
1
,
9
1


3
0

4
7
,
2
4

5
3
,
5
7

6
0
,
8
6

6
2
,
0
0

8
2
%
5
0
%
5
6
%
6
3
%
7
1
%
5
4
%
6
0
%
6
9
%
7
8
%
7
9
%
1
2
S
I
M
P
A
N
G

T
I
G
A
1
5
0
/
2
0
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
6
0
5
1
,
1
4

6
3
,
1
7

5
8
,
4
2

6
4
,
7
0

7
0
,
7
9

7
8
,
4
0

8
6
,
9
4


6
0

9
7
,
5
4

1
0
9
,
4
0

1
2
0
,
2
0

5
0
%
6
2
%
5
7
%
6
3
%
6
9
%
7
7
%
5
7
%
6
4
%
7
2
%
7
9
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
133
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
3
P
R
A
B
U
M
U
L
I
H
1
5
0
/
2
0
1
5
1
5
0
/
2
0
3
0

A
d
d

T
r
a
f
o

T
o
t
a
l
4
5
3
2
,
1
0

3
9
,
1
7


6
0

4
3
,
5
7

4
7
,
5
3

5
1
,
3
3

5
5
,
9
9

6
1
,
0
8

6
7
,
2
8

7
4
,
1
2

6
0

8
1
,
2
5

8
4
%
4
4
%
4
9
%
5
3
%
5
8
%
6
3
%
6
8
%
7
5
%
5
3
%
5
8
%
1
4
B
U
K
I
T

A
S
A
M
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
1
2
0
2
7
,
9
7
3
3
,
6
6
3
6
,
9
3
3
9
,
7
2
4
2
,
3
0
4
5
,
5
0
4
8
,
9
5
5
3
,
1
7
5
7
,
7
6
6
2
,
4
4
2
7
%
3
3
%
3
6
%
3
9
%
4
1
%
4
5
%
4
8
%
5
2
%
5
7
%
6
1
%
1
5
B
A
T
U
R
A
J
A
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
U
p
r
a
t
e

3
0
-
6
0

(
U
A
I
)
T
o
t
a
l
6
0
6
4
,
3
2

3
0

7
6
,
9
7

6
0

7
6
,
3
4
7
0
,
1
8
7
4
,
9
2
8
0
,
9
1
8
7
,
3
6
9
5
,
4
2
1
0
2
,
8
1
1
1
0
,
8
9
6
3
%
5
0
%
5
0
%
4
6
%
4
9
%
5
3
%
5
7
%
6
2
%
6
7
%
7
2
%
1
6
L
A
H
A
T
1
5
0
/
2
0
1
0
1
5
0
/
2
0
2
0
U
p
r
a
t
e

1
0
-
>
3
0

M
V
A
T
o
t
a
l
3
0
2
3
,
0
0
2
0
2
7
,
8
3
2
4
,
3
4
1
6
,
4
8
1
8
,
4
3
2
0
,
9
1
2
3
,
6
0
2
6
,
9
6
3
0
,
6
5
3
2
,
4
4
5
4
%
6
5
%
5
7
%
3
9
%
4
3
%
4
9
%
5
6
%
6
3
%
7
2
%
7
6
%
1
7
P
A
G
A
R

A
L
A
M
1
5
0
/
2
0
1
0
1
5
0
/
2
0
1
5
U
p
r
a
t
e

1
0
-
3
0

(
I
B
R
D
)

U
p
r
a
t
e

1
5
-
3
0

T
o
t
a
l
2
5
1
5
,
4
3

2
0

1
8
,
5
7
1
6
,
1
3
1
7
,
4
2
1
8
,
5
7
2
0
,
0
5
2
1
,
6
5

1
5

2
3
,
6
6
2
5
,
8
5
2
8
,
0
7
0
4
0
%
4
9
%
4
2
%
4
6
%
4
9
%
5
2
%
4
2
%
4
6
%
5
1
%
5
5
%
1
8
L
U
B
U
K
L
I
N
G
G
A
U
1
5
0
/
2
0
3
0
2
0
5
0
4
6
,
9
5

5
7
,
6
4

5
6
,
3
0


6
0

6
2
,
4
6

6
8
,
4
5

6
2
,
7
6

6
9
,
9
4

7
8
,
8
7

8
8
,
8
1

9
9
,
2
7

6
1
%
7
5
%
4
4
%
4
9
%
5
4
%
4
9
%
5
5
%
6
2
%
7
0
%
7
8
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
134
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
9
B
E
T
U
N
G
1
5
0
/
2
0
2
0
1
5
0
/
2
0
3
0
5
0

3
8
,
9
1


3
1
,
9
6


3
2
,
9
6


3
9
,
1
0


6
0


4
5
,
9
4


5
4
,
2
8


6
4
,
0
1


7
5
,
8
2


3
0


8
9
,
6
2


1
0
5
,
8
6


3
0

7
6
%
6
3
%
6
5
%
3
8
%
4
5
%
5
3
%
6
3
%
5
9
%
7
0
%
6
9
%
2
0
G
U
M
A
W
A
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0
6
0
3
7
,
6
6
4
5
,
5
3
4
2
,
6
5

3
0

4
6
,
0
9
3
4
,
8
1
3
7
,
6
2
4
0
,
6
6
4
4
,
3
8
4
8
,
4
3
5
2
,
7
2
7
4
%
8
9
%
5
6
%
6
0
%
4
6
%
4
9
%
5
3
%
5
8
%
6
3
%
6
9
%
R
e
l
o
k
a
s
i

3
0

M
V
A

e
x

B
a
t
u
r
a
j
a
B
a
t
u
r
a
j
a
2
1
G
U
N
U
N
G

M
E
G
A
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
1
3
,
9
7
3
0
1
6
,
8
9
1
8
,
6
2
2
0
,
1
2
1
1
,
5
3
9
,
2
2
9
,
2
2
9
,
9
0
1
0
,
8
1
1
1
,
8
6
2
7
%
3
3
%
3
7
%
3
9
%
2
3
%
1
8
%
1
8
%
1
9
%
2
1
%
2
3
%
1
G
I

K
e
n
t
e
n
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
1
2
0
0
,
0
2
7
,
1
4
4
,
3
4
9
,
3
5
4
,
2
6
0
,
2
6
6
,
9
6
0
,
0
6
7
,
4
7
5
,
2
0
%
2
7
%
4
3
%
4
8
%
5
3
%
5
9
%
6
6
%
5
9
%
6
6
%
7
4
%
2
G
I
S

K
O
T
A
U
s
u
l
a
n

T
e
r
b
a
r
u
1
5
0
/
2
0
6
0
6
0
1
2
0
0
0
0
0
0
6
1
,
9
1
6
8
,
8
3
7
6
,
2
6
0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
6
1
%
6
7
%
7
5
%
3
J
A
K
A
B
A
R
I
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
1
2
,
5
9

1
3
,
8
5

1
5
,
2
3

1
6
,
7
5

1
8
,
4
3

3
0
2
0
,
2
7

2
2
,
3
0

2
4
,
5
3

2
6
,
9
8

0
%
4
9
%
5
4
%
6
0
%
6
6
%
3
6
%
4
0
%
4
4
%
4
8
%
5
3
%
4
K
A
Y
U

A
G
U
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
1
2
,
6
9

1
3
,
8
1

1
5
,
0
1

1
6
,
3
2

1
7
,
6
3

1
9
,
0
4


3
0

2
0
,
5
6

2
3
,
9
9

0
%
0
%
5
0
%
5
4
%
5
9
%
6
4
%
6
9
%
3
7
%
4
0
%
4
7
%
5
T
A
N
J
U
N
G

A
P
I
-
A
P
I
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0
1
1
,
4
5

1
2
,
2
5

1
3
,
1
1

1
4
,
0
3

1
5
,
0
1

1
6
,
0
6

1
7
,
1
8

1
8
,
3
8

1
9
,
6
7

0
%
2
2
%
2
4
%
2
6
%
2
8
%
2
9
%
3
1
%
3
4
%
3
6
%
3
9
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
135
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
6
S
U
N
G
A
I

L
I
L
I
N
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
,
0
0

1
5
,
7
5

1
6
,
5
4

1
7
,
3
6


3
0

1
8
,
2
3

1
9
,
1
4

2
0
,
1
0

2
0
,
1
0

0
%
0
%
5
9
%
6
2
%
6
5
%
3
4
%
3
6
%
3
8
%
3
9
%
3
9
%
7
M
U
A
R
A

D
U
A
1
5
0
/
2
0
3
0
1
0
,
9
8

1
2
,
0
8

1
3
,
2
9

1
4
,
6
2

1
6
,
0
8

1
7
,
6
8

1
9
,
4
5

0
%
0
%
0
%
4
3
%
4
7
%
5
2
%
5
7
%
6
3
%
6
9
%
7
6
%
8
M
U
A
R
A

R
U
P
I
T
1
5
0
/
2
0
3
0
1
3
,
0
5

1
3
,
9
7

1
4
,
9
4

1
5
,
9
9

1
7
,
1
1

0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
5
1
%
5
5
%
5
9
%
6
3
%
6
7
%
9
S
E
K
A
Y
U
1
5
0
/
2
0
3
0

1
5
,
0


1
6
,
1


1
7
,
2


1
8
,
4


1
9
,
7


2
1
,
0


2
2
,
5


-


2
4
,
1


3
0


2
5
,
8


3
0

0
%
5
9
%
6
3
%
6
7
%
7
2
%
7
7
%
8
3
%
8
8
%
4
7
%
3
4
%
1
0
T
E
B
I
N
G

T
I
N
G
G
I
1
5
0
/
2
0
3
0

1
2
,
7


1
3
,
5


1
4
,
3


1
5
,
1


1
6
,
1


1
7
,
0


1
8
,
0

3
0

1
9
,
1

3
0
0
%
0
%
5
0
%
5
3
%
5
6
%
5
9
%
6
3
%
6
7
%
3
5
%
2
5
%
1
1
G
A
N
D
U
S
1
5
0
/
2
0
6
0
6
0
1
2
0
0
,
0

1
8
,
9

3
1
,
5

3
5
,
1

3
8
,
7

4
3
,
0

4
7
,
9

4
8
,
4

5
4
,
4

6
0
,
8

0
%
1
9
%
3
1
%
3
4
%
3
8
%
4
2
%
4
7
%
4
7
%
5
3
%
6
0
%
B
e
b
a
n

G
I

G
u
m
a
w
a
n
g

&

B
a
t
u
r
a
j
a
1
2
M
A
R
T
A
P
U
R
A
1
5
0
/
2
0
3
0
1
6
,
1
1
7
,
4
1
8
,
6
2
0
,
1
3
0
,
0
2
1
,
7
2
3
,
7
2
5
,
9
3
5
,
0
0
%
0
%
6
3
%
6
8
%
7
3
%
3
9
%
4
3
%
4
7
%
5
1
%
6
9
%
1
3
P
E
N
D
O
P
O
1
5
0
/
2
0
3
0

1
0
,
0


1
4
,
0


1
5
,
9


1
7
,
5


1
9
,
1


3
0


2
0
,
7

0
%
0
%
0
%
0
%
3
9
%
5
5
%
6
2
%
6
9
%
3
8
%
4
1
%
1
4
T
U
G
U

M
U
L
Y
O

(
L
U
B
U
K

S
I
B
E
R
U
K
)
1
5
0
/
2
0
3
0

1
4
,
5


1
5
,
7


1
6
,
9


1
8
,
5


2
0
,
2


3
0


2
2
,
0

0
%
0
%
0
%
0
%
5
7
%
6
1
%
6
6
%
7
3
%
4
0
%
4
3
%
T
o
t
a
l

K
a
p
.

T
e
r
p
a
s
a
n
g

G
I
M
V
A

1
.
3
0
4


1
6
7


1
.
9
1
4


6
1
0


2
.
2
0
2


2
8
8


2
.
3
5
2


1
5
0


2
.
4
1
2


6
0


2
.
5
6
2


1
5
0


2
.
6
3
7


7
5


2
.
8
7
7


2
4
0


3
.
0
5
7


1
8
0


3
.
2
0
7


1
5
0

T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I
M
W
6
2
5
,
6
5
7
5
2
,
8
5
8
4
9
,
8
4
9
2
8
,
3
7
1
.
0
1
9
,
6
2
1
.
1
2
8
,
1
5
1
.
2
4
8
,
7
2
1
.
3
6
0
,
1
2
1
.
5
1
3
,
0
6
1
.
6
7
3
,
1
4
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
136
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
S
U
K
A

M
E
R
I
N
D
U
7
0
/
2
0
1
5
7
0
/
2
0
3
0
7
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
7
5
6
3
,
0
6

4
5
,
0
0

7
4
,
8
2

2
4
,
9
2

1
7
,
4
3

1
8
,
1
7

2
0
,
7
6

2
2
,
3
5

2
3
,
9
1

2
5
,
5
9

3
1
,
1
2

6
2
%
7
3
%
2
4
%
1
7
%
1
8
%
2
0
%
2
2
%
2
3
%
2
5
%
3
1
%
2
P
E
K
A
L
O
N
G
A
N
7
0
/
2
0
5
7
0
/
2
0
1
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
3
0
1
9
,
9
9

2
4
,
6
0


3
0

2
7
,
1
1

2
7
,
2
7

2
7
,
1
4

3
1
,
3
6

3
2
,
8
8

3
4
,
1
3

3
5
,
4
2

3
6
,
0
1

3
0
7
8
%
4
8
%
5
3
%
5
3
%
5
3
%
6
1
%
6
4
%
6
7
%
6
9
%
4
7
%
3
T
E
S
7
0
/
2
0
5
1
5
6
,
9
8
,
3
9
,
0
0
,
8
4
0
,
6
4
1
,
7
9
2
,
0
8
2
,
2
6
2
,
4
5
2
,
4
3
5
4
%
6
5
%
7
0
%
7
%
5
%
1
4
%
1
6
%
1
8
%
1
9
%
1
9
%
4
M
A
N
N
A
/

M
A
S
S
O
D
M
A
S
S
O
T
M
A
S
S
A
T
1
5
0
/
2
0
3
0

1
2
,
0
0

1
4
,
4
9

1
5
,
6
7

1
5
,
4
7

1
5
,
1
0

1
7
,
1
3

1
7
,
6
2

1
7
,
9
5

1
8
,
2
8

1
8
,
2
4

O
P
E
R
A
S
I

2
0
1
2
4
7
%
5
7
%
6
1
%
6
1
%
5
9
%
6
7
%
6
9
%
7
0
%
7
2
%
7
2
%
R
E
N
C
A
N
A

G
I

B
A
R
U
B
e
b
a
n

d
a
r
i

P
e
m
b
a
n
g
k
i
t

I
s
o
l
a
t
e
d
1
M
u
k
o
-
M
u
k
o
1
5
0
/
2
0
3
0
7
,
6
0
8
,
1
3
8
,
7
0
9
,
3
1
9
,
9
6
1
0
,
6
5
1
1
,
4
0
D
i
t
a
r
i
k

d
a
r
i

a
r
g
a
m
a
k
m
u
r
0
%
0
%
0
%
3
0
%
3
2
%
3
4
%
3
6
%
3
9
%
4
2
%
4
5
%
2
P
U
L
A
U

B
A
A
I
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
B
e
b
a
n

d
a
r
i

G
I

S
u
k
a
m
e
r
i
n
d
u
T
o
t
a
l
1
2
0
5
8
,
1
5

6
0
,
9
9

6
3
,
6
1

7
2
,
6
6


6
0

7
8
,
2
2

8
3
,
6
9

8
9
,
5
7

9
4
,
7
1

0
%
0
%
5
7
%
6
0
%
6
2
%
4
7
%
5
1
%
5
5
%
5
9
%
6
2
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
137
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
4
G
I

A
R
G
A

M
A
K
M
U
R
1
5
0
/
2
0
3
0
8
,
7
1
9
,
0
9
1
0
,
3
8
1
1
,
1
7
1
1
,
9
6
1
2
,
8
0
1
3
,
5
3
M
e
n
u
n
g
g
u

G
I

P
u
l
a
u

B
a
a
i
0
%
0
%
0
%
3
4
%
3
6
%
4
1
%
4
4
%
4
7
%
5
0
%
5
3
%
B
e
b
a
n

d
a
r
i

G
I

M
a
n
n
a
5
G
I

B
I
N
T
U
H
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0

9
,
9
0


1
0
,
6
0


1
1
,
3
4


1
2
,
1
3


1
2
,
9
8

0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
3
9
%
4
2
%
4
4
%
4
8
%
5
1
%
T
o
t
a
l

K
a
p
.

T
e
r
p
a
s
a
n
g

G
I
M
V
A

2
0
5


7
5


2
3
5


3
0


3
5
5


1
2
0


4
1
5


6
0


4
1
5


-


5
0
5


9
0


5
0
5


-


5
0
5


-


5
0
5


-


5
3
5


3
0

T
o
t
a
l

K
a
p
.
T
e
r
p
a
s
a
n
g

P
e
m
b
a
n
g
k
i
t
M
W

-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I
M
W
1
0
1
,
9
1
1
2
2
,
1
9
1
3
4
,
8
2
1
3
8
,
3
0
1
4
1
,
8
8
1
7
2
,
6
8
1
8
4
,
2
3
1
9
5
,
2
0
2
0
6
,
9
0
2
2
0
,
4
1
1
A
U
R

D
U
R
I
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
1
5
0
/
2
0
3
0
T
o
t
a
l
6
0
4
5
,
7
6


6
0

4
7
,
8
8

5
5
,
9
0

6
1
,
6
6

6
8
,
7
9

7
7
,
6
1

8
8
,
5
1


6
0

9
7
,
5
9

1
0
6
,
3
9

1
1
8
,
6
3

4
5
%
4
7
%
5
5
%
6
0
%
6
7
%
7
6
%
5
8
%
6
4
%
7
0
%
7
8
%
2
P
A
Y
O

S
E
L
I
N
C
A
H
1
5
0
/
2
0
6
0
1
5
0
/
2
0
6
0
T
o
t
a
l
1
2
0
6
9
,
5
8

6
0

8
0
,
9
9

8
8
,
6
2

9
7
,
8
3

1
0
9
,
1
1

1
2
2
,
9
2


6
0

1
3
9
,
8
7

1
5
4
,
2
9

1
7
5
,
9
2


6
0

1
9
4
,
7
0


6
0

4
5
%
5
3
%
5
8
%
6
4
%
7
1
%
6
0
%
6
9
%
7
6
%
6
9
%
6
4
%
3
M
U
A
R
A

B
U
N
G
O
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0
6
0
4
6
,
5
9
5
6
,
2
1

6
0

6
4
,
1
5
6
9
,
7
4
7
6
,
5
6
8
4
,
8
9
6
0
9
5
,
0
4
1
0
3
,
3
1
1
1
1
,
1
7
1
2
2
,
0
5
3
0
9
1
%
5
5
%
6
3
%
6
8
%
7
5
%
5
5
%
6
2
%
6
8
%
7
3
%
6
8
%
4
B
A
N
G
K
O
1
5
0
/
2
0
3
0
2
4
,
7
0

6
0

2
9
,
8
1

2
8
,
0
2

2
7
,
6
0

2
7
,
1
5

2
6
,
6
7

2
6
,
1
6

2
5
,
6
1


3
0

2
5
,
0
2

2
4
,
3
9

3
2
%
3
9
%
3
7
%
3
6
%
3
5
%
3
5
%
3
4
%
2
5
%
2
5
%
2
4
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
138
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
5
M
U
A
R
A

B
U
L
I
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0

1
9
,
5
0


2
3
,
3
8


6
0


2
6
,
5
1


2
8
,
6
3

3
1
,
2
3
3
4
,
4
0
3
8
,
2
7
4
1
,
3
3
4
4
,
1
9
4
8
,
2
0
7
6
%
3
1
%
3
5
%
3
7
%
4
1
%
4
5
%
5
0
%
5
4
%
5
8
%
6
3
%
U
S
U
L
A
N

G
I

B
A
R
U

1
5
0
/
2
0

K
V
1
G
I

S
A
B
A
K
1
5
0
/
2
0
3
0
8
,
0
0

8
,
6
4

9
,
3
3

1
0
,
0
8

1
0
,
8
8

1
1
,
7
5

1
2
,
6
9

1
3
,
7
1

1
4
,
8
1

0
%
3
1
%
3
4
%
3
7
%
4
0
%
4
3
%
4
6
%
5
0
%
5
4
%
5
8
%
2
G
I

S
A
R
O
L
A
N
G
U
N
1
5
0
/
2
0
3
0
0
0
1
2
,
0
0

1
2
,
8
4

1
3
,
7
4

1
4
,
7
0

1
5
,
7
3

1
6
,
8
3

1
8
,
0
0

3
0

1
9
,
2
6

0
%
0
%
4
7
%
5
0
%
5
4
%
5
8
%
6
2
%
6
6
%
3
5
%
3
8
%
B
e
b
a
n

P
e
m
b
a
n
g
k
i
t

I
s
o
l
a
t
e
d
3
G
I

K
U
A
L
A

T
U
N
G
K
A
L
1
5
0
/
2
0
3
0

1
1
,
7
7


1
2
,
7
1


1
3
,
7
3


1
4
,
8
2

0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
0
%
4
6
%
5
0
%
5
4
%
5
8
%
T
o
t
a
l

K
a
p

t
e
r
p
a
s
a
n
g

G
I
M
V
A

4
8
0


1
8
0


6
3
0


1
5
0


6
6
0


3
0


6
6
0


-


6
6
0


-


7
8
0


1
2
0


8
7
0


9
0


9
0
0


3
0


9
9
0


9
0


1
,
0
8
0


9
0

T
O
T
A
L

P
E
A
K

G
I
M
W
2
0
6
,
1
2
4
6
,
3
2
8
3
,
8
3
0
7
,
6
3
3
6
,
7
3
7
2
,
1
4
2
7
,
1
4
6
4
,
4
5
0
8
,
1
5
5
6
,
9
P
L
N

S
2
J
B
K
a
p
a
s
i
t
a
s

t
e
r
p
a
s
a
n
g

G
I
M
V
A

1
.
3
1
1


2
.
7
7
9


3
.
2
1
7


3
.
4
2
7


3
.
4
8
7


3
.
8
4
7


4
.
0
1
2


4
.
2
8
2


4
.
5
5
2


4
.
8
2
2

P
E
A
K

G
I

W
S
2
J
B

M
W


9
9
8
,
7


1
.
1
2
1
,
3


1
.
2
6
8
,
5

1
.
3
7
4
,
3

1
.
4
9
8
,
1

1
.
6
7
2
,
9

1
.
8
6
0


2
.
0
2
0


2
.
2
2
8
,
1


2
.
4
5
0

P
E
A
K

S
I
S
T
E
M

S
2
J
B

M
W


9
9
6
,
3


1
.
1
1
6
,
9


1
.
2
5
2
,
3

1
.
3
6
0
,
9

1
.
4
8
0
,
0

1
.
6
3
7
,
8

1
.
8
1
2


1
.
9
9
1


2
.
1
9
1


2
.
4
3
3

D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R

1
,
0
0


1
,
0
0


1
,
0
1


1
,
0
1


1
,
0
1


1
,
0
2


1
,
0
3


1
,
0
1


1
,
0
2


1
,
0
1

C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

S
2
J
B
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
139
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

L
a
m
p
u
n
g
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
T
A
R
A
H
A
N
1
5
0
/
2
0
6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
3
0
)
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
4
1
,
8
8
4
3
,
3
0
4
1
,
0
4
4
1
,
3
7
4
1
,
0
9
4
0
,
4
1
3
9
,
2
7
3
7
,
6
5
3
5
,
4
3
3
8
,
3
4
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
8
2
,
1
%
8
4
,
9
1
%
8
0
,
5
%
8
1
,
1
%
8
0
,
6
%
7
9
,
2
%
7
7
,
0
%
7
3
,
8
%
6
9
,
5
%
7
5
,
2
%
2
T
E
L
U
K

B
E
T
U
N
G
1
5
0
/
2
0
1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
6
0
)
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
6
0
)
8
6
,
1
8
8
6
,
4
0
8
9
,
3
2
7
7
,
3
8
8
1
,
3
7
6
7
,
0
7
7
0
,
2
6
7
3
,
5
6
7
6
,
8
6
7
6
,
8
6
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
8
4
,
5
%
8
4
,
7
%
8
7
,
6
%
7
5
,
9
%
7
9
,
8
%
6
5
,
8
%
6
8
,
9
%
7
2
,
1
%
7
5
,
4
%
7
5
,
4
%
3
N
A
T
A
R
1
5
0
/
2
0
6
0
1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
3
0
)
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
4
9
,
0
6
6
0
5
2
,
8
7
5
6
,
8
6
4
9
,
7
9
3
9
,
9
1
3
9
,
7
4
4
0
,
8
7
4
2
,
2
6
4
3
,
7
4
4
5
,
2
7
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
4
8
,
1
%
5
1
,
8
%
5
5
,
7
%
4
8
,
8
%
3
9
,
1
%
3
9
,
0
%
4
0
,
1
%
4
1
,
4
%
4
2
,
9
%
4
4
,
4
%
4
S
U
T
A
M
I
1
5
0
/
2
0
6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
3
0
)
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
3
4
,
0
6
3
6
,
5
3
3
9
,
1
0
4
1
,
4
9
4
3
,
6
6
3
0
4
5
,
8
6
4
8
,
0
8
5
0
,
3
6
5
2
,
6
5
5
5
,
0
5
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
6
,
8
%
7
1
,
6
%
7
6
,
7
%
8
1
,
4
%
5
7
,
1
%
5
9
,
9
%
6
2
,
8
%
6
5
,
8
%
6
8
,
8
%
7
2
,
0
%
5
K
A
L
I
A
N
D
A
1
5
0
/
2
0
3
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
6
,
6
7
3
0
2
8
,
7
3
3
0
,
8
9
2
2
,
1
5
2
3
,
3
8
2
9
,
0
9
3
0
,
5
7
3
2
,
0
9
3
3
,
6
1
3
5
,
2
1
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
2
,
3
%
5
6
,
3
%
6
0
,
6
%
4
3
,
4
%
4
5
,
8
%
5
7
,
0
%
5
9
,
9
%
6
2
,
9
%
6
5
,
9
%
6
9
,
0
%
6
G
I

T
E
G
I
N
E
N
E
N
G
T
o
t
a
l
7
0

7
0

7
0

1
1
0

1
1
0

1
1
0

1
1
0

1
5
0

1
5
0

1
5
0

1
5
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
2
0
)
5
9
,
5
5
9
,
5
9
3
,
5
9
3
,
5
9
3
,
5
9
3
,
5
1
2
7
,
5
1
2
7
,
5
1
2
7
,
5
1
2
7
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
5
4
,
7
9
5
9
,
0
8
6
3
,
5
6
4
0
6
7
,
7
1
7
1
,
4
9
7
5
,
3
1
7
9
,
1
6
4
0
8
3
,
1
3
8
7
,
1
2
9
1
,
2
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
9
2
,
1
%
9
9
,
3
%
6
8
,
0
%
*
2
)
7
2
,
4
%
7
6
,
5
%
8
0
,
5
%
6
2
,
1
%
*
2
)
6
5
,
2
%
6
8
,
3
%
7
1
,
6
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
140
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
7
G
I

A
D
I
J
A
Y
A
T
o
t
a
l
3
0

6
0

6
0

6
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

1
5
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
1
2
7
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
3
4
,
3
7
3
0
3
7
,
2
3
4
0
,
2
1
4
2
,
9
8
3
0
4
5
,
5
0
4
8
,
0
5
5
0
,
6
2
5
3
,
2
7
5
5
,
9
2
5
8
,
7
1
6
0
,
0
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
7
,
4
%
7
3
,
0
%
7
8
,
8
%
5
6
,
2
%
5
9
,
5
%
6
2
,
8
%
6
6
,
2
%
6
9
,
6
%
7
3
,
1
%
4
6
,
0
%
8
G
I

M
E
N
G
G
A
L
A
T
o
t
a
l
5
0
5
0

5
0

5
0

5
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
2
0
)
4
2
,
5
4
2
,
5
4
2
,
5
4
2
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
2
8
,
4
9
3
1
,
5
0
3
4
,
6
6
3
7
,
5
8
3
9
,
8
8
4
0
4
2
,
5
4
4
5
,
2
3
4
8
,
0
0
5
0
,
7
8
5
3
,
7
2
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
7
,
0
%
7
4
,
1
%
8
1
,
5
%
8
8
,
4
%
5
2
,
1
%
*
2
)
5
5
,
6
%
5
9
,
1
%
6
2
,
7
%
6
6
,
4
%
7
0
,
2
%
9
G
I

S
R
I
B
A
W
O
N
O
1
5
0
/
2
0
5
0

5
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
2
0
)
4
2
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
4
1
,
3
0
4
5
,
0
7
4
0
4
9
,
0
0
4
9
,
6
6
5
2
,
8
0
5
5
,
9
6
5
9
,
1
5
6
2
,
4
5
6
5
,
7
5
3
0
6
9
,
2
3
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
9
7
,
2
%
5
8
,
9
%
*
2
)
6
4
,
1
%
6
4
,
9
%
6
9
,
0
%
7
3
,
2
%
7
7
,
3
%
8
1
,
6
%
6
4
,
5
%
*
3
)
6
7
,
9
%
1
0
B
U
K
I
T

K
E
M
U
N
I
N
G
T
o
t
a
l
3
0
9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

1
5
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
1
2
7
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
4
0
,
6
5
6
0
4
8
,
8
6
4
0
,
9
8
4
3
,
9
9
4
6
,
2
6
4
9
,
0
0
5
1
,
7
6
5
4
,
6
2
5
7
,
4
8
6
0
,
4
9
6
0
,
0
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
3
,
1
%
6
3
,
9
%
5
3
,
6
%
5
7
,
5
%
6
0
,
5
%
6
4
,
1
%
6
7
,
7
%
7
1
,
4
%
7
5
,
1
%
4
7
,
4
%
1
1
K
O
T
A
B
U
M
I
T
o
t
a
l
4
0

8
0

8
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
8
0

1
8
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
2
0
)
6
8
,
0
6
8
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
5
3
,
0
1
5
3
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
6
8
,
2
0
7
1
,
1
3
7
3
,
6
1
4
0
8
0
,
1
4
6
9
,
0
9
7
3
,
9
3
7
8
,
8
1
8
3
,
8
5
8
8
,
9
0
6
0
9
4
,
2
5
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
1
0
0
,
3
%
1
0
4
,
6
%
7
2
,
2
%
*
2
)
7
8
,
6
%
6
7
,
7
%
7
2
,
5
%
7
7
,
3
%
8
2
,
2
%
5
8
,
1
%
6
1
,
6
%
1
2
P
A
G
E
L
A
R
A
N
T
o
t
a
l
5
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
2
0
)
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
4
4
,
9
5
4
0
4
8
,
2
5
4
1
,
0
1
3
8
,
6
7
4
0
,
7
2
4
2
,
7
9
4
4
,
8
8
4
7
,
0
4
4
9
,
2
0
5
1
,
4
6
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
8
,
8
%
*
2
)
6
3
,
1
%
5
3
,
6
%
5
0
,
6
%
5
3
,
2
%
5
5
,
9
%
5
8
,
7
%
6
1
,
5
%
6
4
,
3
%
6
7
,
3
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

L
a
m
p
u
n
g
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
141
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

L
a
m
p
u
n
g
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
3
G
I

M
E
T
R
O
T
o
t
a
l
5
0

5
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
4
2
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
2
0
)
3
2
,
0
7
3
3
,
5
6
4
0
3
5
,
1
3
3
6
,
5
8
3
7
,
9
0
3
9
,
2
3
4
0
,
5
8
4
1
,
9
7
4
3
,
3
6
4
4
,
8
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
7
5
,
4
%
4
3
,
9
%
*
2
)
4
5
,
9
%
4
7
,
8
%
4
9
,
5
%
5
1
,
3
%
5
3
,
0
%
5
4
,
9
%
5
6
,
7
%
5
8
,
6
%
1
4
G
I

N
E
W

T
A
R
A
H
A
N
1
5
0
/
2
0
3
0
6
0

6
0

6
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
3
,
3
9
3
0
2
5
,
6
3
3
6
,
6
7
4
2
,
4
9
6
0
4
7
,
7
0
5
3
,
0
7
5
8
,
5
9
6
4
,
3
7
7
0
,
2
9
7
6
,
7
6
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
4
5
,
9
%
5
0
,
2
%
7
1
,
9
%
4
1
,
7
%
4
6
,
8
%
5
2
,
0
%
5
7
,
4
%
6
3
,
1
%
6
8
,
9
%
7
5
,
3
%
1
5
G
I

S
U
K
A
R
A
M
E
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
5
,
1
4

3
3
,
8
2

3
0
4
0
,
3
9

4
4
,
1
6

4
3
,
5
3

3
4
,
5
1

3
8
,
2
0

4
2
,
3
6

6
0
4
6
,
9
9

5
2
,
1
3
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
9
8
,
6
%
6
6
,
3
%
7
9
,
2
%
8
6
,
6
%
8
5
,
4
%
6
7
,
7
%
7
4
,
9
%
4
1
,
5
%
4
6
,
1
%
5
1
,
1
%
1
6
G
I

B
L
A
M
B
A
N
G
A
N

U
M
P
U
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
8
,
3
7

9
,
1
2

9
,
9
1

1
0
,
6
3

1
1
,
3
0

1
1
,
9
7

1
2
,
6
4

1
3
,
3
4

1
4
,
0
4

1
4
,
7
7
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
3
2
,
8
%
3
5
,
8
%
3
8
,
9
%
4
1
,
7
%
4
4
,
3
%
4
6
,
9
%
4
9
,
6
%
5
2
,
3
%
5
5
,
0
%
5
7
,
9
%
1
7
G
I

S
E
P
U
T
I
H

B
A
N
Y
A
K
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

1
2
0

6
0
,
0
0
T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
3
,
4
7

2
5
,
4
5

2
7
,
5
3

3
0
2
9
,
4
5

3
1
,
2
0

3
2
,
9
6

3
4
,
7
4

3
6
,
5
8

3
8
,
4
3

4
0
,
3
6
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
9
2
,
0
%
9
9
,
8
%
5
4
,
0
%
5
7
,
7
%
6
1
,
2
%
6
4
,
6
%
6
8
,
1
%
7
1
,
7
%
7
5
,
3
%
3
9
,
6
%
1
8
G
I

K
O
T
A

A
G
U
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
0
,
6
9

1
1
,
3
6

1
1
,
9
6

1
2
,
5
7

1
3
,
1
8

1
3
,
8
1

1
4
,
4
5

1
5
,
1
1
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
4
1
,
9
%
4
4
,
5
%
4
6
,
9
%
4
9
,
3
%
5
1
,
7
%
5
4
,
2
%
5
6
,
7
%
5
9
,
3
%
1
9
G
I

L
I
W
A
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
142
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

L
a
m
p
u
n
g
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
7
,
0
3

1
8
,
2
9

1
9
,
4
3

2
0
,
5
8

2
1
,
7
4

1
1
,
8
2

1
2
,
4
4

1
3
,
0
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
6
,
8
%
7
1
,
7
%
7
6
,
2
%
8
0
,
7
%
8
5
,
2
%
4
6
,
4
%
4
8
,
8
%
5
1
,
3
%
2
0
G
I

U
L
U

B
E
L
U
1
5
0
/
2
0
2
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
8
,
4
9

9
,
1
1

9
,
7
6

1
0
,
3
6

1
0
,
9
1

1
1
,
4
7

1
2
,
0
3

1
2
,
6
1

1
3
,
1
9

1
3
,
7
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
3
3
,
3
%
3
5
,
7
%
3
8
,
3
%
4
0
,
6
%
4
2
,
8
%
4
5
,
0
%
4
7
,
2
%
4
9
,
4
%
5
1
,
7
%
5
4
,
1
%
2
1
G
I

G
E
D
O
N
G

T
A
T
A
A
N
1
5
0
/
2
0
6
0
6
0

2

x

3
0
6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
3
,
3
0

2
4
,
5
5

2
5
,
8
2

2
7
,
0
9

2
8
,
4
1

2
9
,
7
3

3
1
,
1
1
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
4
5
,
7
%
4
8
,
1
%
5
0
,
6
%
5
3
,
1
%
5
5
,
7
%
5
8
,
3
%
6
1
,
0
%
2
2
G
I

T
E
L
U
K

R
A
T
A
I
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
2
,
9
1

1
3
,
5
8

1
4
,
2
5

1
4
,
9
4

1
5
,
6
4

1
6
,
3
5

1
7
,
0
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
0
,
6
%
5
3
,
2
%
5
5
,
9
%
5
8
,
6
%
6
1
,
3
%
6
4
,
1
%
6
7
,
0
%
2
3
G
I

K
E
T
A
P
A
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
3
,
7
2

1
5
,
9
5

1
8
,
0
4

2
0
,
1
1

2
1
,
9
8

3
0
2
3
,
0
5

2
4
,
1
8
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
3
,
8
%
6
2
,
5
%
7
0
,
8
%
7
8
,
9
%
4
3
,
1
%
4
5
,
2
%
4
7
,
4
%
2
4
G
I

M
E
S
U
J
I
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
6
,
8
4

1
8
,
0
4

1
9
,
2
4

2
0
,
4
6

3
0
2
1
,
7
1

2
2
,
9
7

2
4
,
3
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
6
,
1
%
7
0
,
7
%
7
5
,
5
%
4
0
,
1
%
4
2
,
6
%
4
5
,
0
%
4
7
,
6
%
2
5
G
I

J
A
T
I

A
G
U
N
G
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
7
,
1
1

1
8
,
8
0

2
0
,
6
3

2
2
,
3
1

3
0
2
3
,
9
0

2
5
,
6
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
7
,
1
%
7
3
,
7
%
8
0
,
9
%
4
3
,
7
%
4
6
,
9
%
5
0
,
2
%
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
143
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

L
a
m
p
u
n
g
l
a
n
j
u
t
a
n
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
2
6
G
I

L
A
N
G
K
A
P
U
R
A
1
5
0
/
2
0
6
0
6
0

6
0

6
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
3
5
,
6
9

3
7
,
4
4

3
9
,
2
5

4
1
,
0
6

6
0
4
2
,
9
6
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
7
0
,
0
%
7
3
,
4
%
7
7
,
0
%
4
0
,
3
%
4
2
,
1
%
2
7
G
I

P
A
K
U
A
N

R
A
T
U
1
5
0
/
2
0
6
0
3
0

3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
7
,
8
2

1
9
,
0
3

2
0
,
2
6

2
1
,
5
2

3
0
2
2
,
7
9

2
4
,
1
4
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
9
,
9
%
7
4
,
6
%
7
9
,
4
%
4
2
,
2
%
4
4
,
7
%
4
7
,
3
%
2
8
G
I

B
E
N
G
K
U
N
A
T
1
5
0
/
2
0
3
0
3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
1
,
1
2
1
1
,
7
0
1
2
,
3
1
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
4
3
,
6
%
4
5
,
9
%
4
8
,
3
%
2
8
G
I

D
I
P
A
S
E
N
A
7
0
/
2
0
9
0
9
0

3

x

3
0
9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
5
5
,
9
5

5
6
,
7
9

5
7
,
6
7

5
8
,
4
8

5
2
,
0
0

5
2
,
0
0

5
2
,
0
0

5
2
,
0
0

5
2
,
0
0

5
2
,
0
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
7
3
,
1
%
7
4
,
2
%
7
5
,
4
%
7
6
,
4
%
6
8
,
0
%
6
8
,
0
%
6
8
,
0
%
6
8
,
0
%
6
8
,
0
%
6
8
,
0
%
G
I

D
I
P
A
S
E
N
A
1
5
0
/
2
0
1
2
0
1
2
0

2
X
6
0
1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

1
2
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
1
0
2
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
6
7
,
2
2

6
7
,
2
2

6
7
,
9
7

6
8
,
7
3

6
9
,
5
1

7
0
,
2
9

7
1
,
0
8
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
5
,
9
%
6
5
,
9
%
6
6
,
6
%
6
7
,
4
%
6
8
,
1
%
6
8
,
9
%
6
9
,
7
%
P
E
A
K

G
I
M
W

7
2
7


7
8
2


8
4
5


9
8
9


1
.
0
3
5


1
.
0
9
7


1
.
1
5
2


1
.
2
0
9


1
.
2
6
4


1
.
2
0
2

P
E
A
K

S
Y
S
T
E
M
M
W

6
9
3


7
4
9


8
0
9


9
3
1


9
8
1


1
.
0
3
3


1
.
0
8
4


1
.
1
3
8


1
.
1
9
2


1
.
1
8
9

D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
,
0
5
1
,
0
4
1
,
0
4
1
,
0
6
1
,
0
6
1
,
0
6
1
,
0
6
1
,
0
6
1
,
0
6
1
,
0
1
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
144
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
P
A
N
G
K
A
L
P
I
N
A
N
G
1
5
0
/
2
0
1
8
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
2
x
3
0
)
1
5
3
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
2
6
,
7
4
2
0
,
9
0
2
7
,
3
3
3
2
,
8
5
3
9
,
6
8
3
8
,
2
0
4
9
,
0
8
6
0
6
2
,
9
3
8
0
,
6
9
9
7
,
0
4
6
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
2
,
4
%
4
1
,
0
%
5
3
,
6
%
6
4
,
4
%
7
7
,
8
%
7
4
,
9
%
4
8
,
1
%
6
1
,
7
%
7
9
,
1
%
6
3
,
4
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
1
5

2
0

2
0

2
0

2
0

3
0

3
0

3
0

3
0

2
S
U
N
G
A
I
L
I
A
T
1
5
0
/
2
0
9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
3
0
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
X
3
0
)
1
5
,
6
2
1
3
,
2
7
1
5
,
9
9
1
8
,
0
2

3
0

2
0
,
5
8
1
8
,
7
9
2
2
,
9
2
2
8
,
1
6
3
4
,
8
1
4
3
,
0
4
3
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
6
1
,
3
%
5
2
,
0
%
6
2
,
7
%
3
5
,
3
%
4
0
,
3
%
3
6
,
8
%
4
4
,
9
%
5
5
,
2
%
6
8
,
3
%
5
6
,
3
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
5
1
0
1
0
1
0
1
0
1
5
1
5
1
5
1
5
3
A
I
R

A
N
Y
I
R
1
5
0
/
2
0
6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
2
0
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
2
0
)
1
0
,
0
4
6
,
8
0
8
,
5
6
9
,
8
0
1
1
,
3
7
8
,
3
5
1
0
,
9
0
1
4
,
1
2
3
0
1
8
,
2
1
2
7
,
7
3
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
3
9
,
4
%
2
6
,
7
%
3
3
,
6
%
3
8
,
4
%
4
4
,
6
%
3
2
,
7
%
4
2
,
7
%
2
7
,
7
%
3
5
,
7
%
5
4
,
4
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
5
1
0
1
0
1
0
1
0
1
5
1
5
1
5
1
5
4
K
E
L
A
P
A
1
5
0
/
2
0
3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
3
0
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
8
,
4
4

3
0

9
,
0
7
9
,
8
8
1
0
,
9
0
1
2
,
2
2
1
3
,
8
9
1
5
,
9
9
1
8
,
4
1
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
3
3
,
1
%
3
5
,
6
%
3
8
,
8
%
4
2
,
8
%
4
7
,
9
%
5
4
,
5
%
6
2
,
7
%
7
2
,
2
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
2

2

2

2

2

2

2

5
K
O
B
A
1
5
0
/
2
0
3
0
6
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
5
1
,
0
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
4
,
6
2

3
0

1
5
,
6
0
1
6
,
8
5
1
8
,
4
3
2
0
,
4
6
3
0
2
3
,
0
3
2
1
,
2
9
3
0
,
5
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
7
,
3
%
6
1
,
2
%
6
6
,
1
%
7
2
,
3
%
4
0
,
1
%
4
5
,
2
%
4
1
,
7
%
5
9
,
8
%
4
9
%
5
2
%
5
6
%
6
1
%
3
4
%
3
8
%
3
5
%
5
1
%
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

B
a
n
g
k
a
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
145
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
6
M
E
N
T
O
K
1
5
0
/
2
0
3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
3
0
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
(
1
x
3
0
)
7
,
7
4

3
0

8
,
9
7
1
0
,
5
7
1
2
,
5
9
1
5
,
1
4
1
8
,
2
0
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
3
0
,
3
%
3
5
,
2
%
4
1
,
5
%
4
9
,
4
%
5
9
,
4
%
7
1
,
4
%
S
u
p
l
a
i

2
0

k
V
7

7

7

7

7

1

7
T
O
B
O
A
L
I
1
5
0
/
2
0
3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
3
,
6
8

3
0

4
,
6
7
5
,
9
5
7
,
5
6
9
,
6
0
1
1
,
0
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
1
4
,
4
%
1
8
,
3
%
2
3
,
3
%
2
9
,
7
%
3
7
,
7
%
4
3
,
5
%
S
u
p
l
a
i

2
0

k
V
7

7

7

7

7

P
E
A
K

G
I
M
W
5
2
,
4
4
1
,
0
7
4
,
9
8
5
,
3
1
0
2
,
0
9
9
,
4
1
2
1
,
5
1
4
9
,
7
1
8
0
,
6
2
4
6
,
0
P
E
A
K

S
Y
S
T
E
M
M
W
5
2
,
4
4
1
,
0
7
4
,
9
8
5
,
3
1
0
2
,
0
9
9
,
4
1
2
1
,
5
1
4
9
,
7
1
8
0
,
6
2
4
6
,
0
D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
1
,
0
0
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

B
a
n
g
k
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
146
C
a
p
a
c
i
t
y

B
a
l
a
n
c
e

G
I

B
e
l
i
t
u
n
g
N
o
.
G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
K
a
p
a
s
i
t
a
s

2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
r
a
f
o



M
V
A
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
P
e
a
k

L
o
a
d
A
d
d

T
r
a
f
o
M
V
A
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
(
M
W
)
(
M
V
A
)
1
D
U
K
O
N
G
7
0
/
2
0
3
0

3
0

3
0

3
0

6
0

6
0

6
0

9
0

9
0

9
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
5
1
,
0
5
1
,
0
5
1
,
0
7
6
,
5
7
6
,
5
7
6
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
1
3
,
3
7

3
0

1
1
,
6
2
1
5
,
0
1
1
7
,
6
6
2
0
,
9
8

3
0

2
5
,
1
4
3
0
,
4
8
3
7
,
2
5
3
0
4
5
,
8
8
3
6
,
9
9
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
5
2
,
5
%
4
5
,
6
%
5
8
,
9
%
6
9
,
3
%
4
1
,
1
%
4
9
,
3
%
5
9
,
8
%
4
8
,
7
%
6
0
,
0
%
4
8
,
4
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
1
0

1
5

1
5

1
5

1
5

1
5

1
5

1
5

1
5

2
M
A
N
G
G
A
R
7
0
/
2
0
2
0

2
0

2
0

2
0

2
0

2
0

5
0

5
0

5
0

5
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
2
0
)
1
7
,
0
1
7
,
0
1
7
,
0
1
7
,
0
1
7
,
0
1
7
,
0
4
2
,
5
4
2
,
5
4
2
,
5
4
2
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
5
,
0
6

2
0

6
,
2
4
7
,
4
5
8
,
3
6
9
,
5
1
1
0
,
9
5
1
2
,
8
0
3
0
1
5
,
1
5
1
8
,
1
4
1
4
,
2
3
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
2
9
,
8
%
3
6
,
7
%
4
3
,
8
%
4
9
,
2
%
5
5
,
9
%
6
4
,
4
%
3
0
,
1
%
3
5
,
6
%
4
2
,
7
%
3
3
,
5
%
3
S
U
G
E
7
0
/
2
0
3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

3
0

T
e
r
p
a
s
a
n
g
M
W
(
1
x
3
0
)
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
2
5
,
5
B
e
b
a
n

P
u
n
c
a
k
M
W
3
,
9
6

3
0

4
,
4
5
4
,
9
5
5
,
3
1
5
,
7
7
6
,
3
5
7
,
0
9
8
,
0
3
9
,
2
2
1
4
,
2
3
P
e
m
b
e
b
a
n
a
n

T
r
a
f
o
%
1
5
,
5
%
1
7
,
5
%
1
9
,
4
%
2
0
,
8
%
2
2
,
6
%
2
4
,
9
%
2
7
,
8
%
3
1
,
5
%
3
6
,
2
%
5
5
,
8
%
S
u
p
p
l
y

2
0

k
V
P
E
A
K

G
I
M
W
2
2
,
4
2
2
,
3
2
7
,
4
3
1
,
3
3
6
,
3
4
2
,
4
5
0
,
4
6
0
,
4
7
3
,
2
3
7
P
E
A
K

S
Y
S
T
E
M
M
W
2
2
,
4
2
2
,
3
2
7
,
4
3
1
,
3
3
6
,
3
4
2
,
4
5
0
,
4
6
0
,
4
7
3
,
2
3
7
D
I
V
E
R
S
I
T
Y

F
A
C
T
O
R
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Lampiran A1.5
R E N C A N A P E N G E M B A N G A N P E N YA L U R A N
S I S T E M I N T E R K O N E K S I S U M AT E R A
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
148
T
r
a
n
s
m
i
s
i
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
o
t
a
l

(
k
m
s
)

5
0
0

k
V

A
C


-


-


-


-


8
6
0


3
5
0


6
6
2


6
0


-


6
0
0


2
.
5
3
2


5
0
0

k
V

D
C


-


-


-


-


8
0
0


-


-


-


-


-


8
0
0


2
7
5

k
V


-


1
6
0


2
.
6
9
1


4
1
2


8
1
2


-


3
0
0


-


-


-


4
.
3
7
5


2
5
0

k
V

D
C


-


-


-


-


-


4
6
2


-


-


-


-


4
6
2


1
5
0

k
V


1
.
0
0
2


1
.
6
7
3


3
.
5
6
1


3
.
5
5
6


6
0
8


8
7
8


2
7
9


3
8
2


4
4
0


-


1
2
.
3
7
9


7
0

k
V


-


1
7
0


3
8
7


-


-


-


-


-


-


-


5
5
7


T
o
t
a
l


1
.
0
0
2


2
.
0
0
3


6
.
6
3
9


3
.
9
6
8


3
.
0
8
0


1
.
6
9
0


1
.
2
4
1


4
4
2


4
4
0


6
0
0


2
1
.
1
0
5

P
r
o
y
e
k
s
i

K
e
b
u
t
u
h
a
n

F
i
s
i
k

T
r
a
n
s
m
i
s
i

d
a
n

G
I

S
u
m
a
t
e
r
a
T
r
a
f
o
2
0
1
2
2
0
1
3
2
0
1
4
2
0
1
5
2
0
1
6
2
0
1
7
2
0
1
8
2
0
1
9
2
0
2
0
2
0
2
1
T
o
t
a
l
5
0
0
/
2
7
5

k
V

-


-


-


-


1
.
5
0
0


1
.
0
0
0


1
.
0
0
0


-


-


-


3
.
5
0
0

5
0
0
/
1
5
0

k
V

-


-


-


-


5
0
0


-


1
.
0
0
0


-


-


-


1
.
5
0
0

5
0
0

k
V

D
C

-


-


-


-


3
.
0
0
0


-


-


-


-


-


3
.
0
0
0

2
7
5
/
1
5
0

k
V

-


5
0
0


6
.
2
5
0


7
5
0


1
.
2
5
0


2
5
0


5
0
0


-


2
5
0


-


9
.
7
5
0

2
5
0

k
V

D
C

-


-


-


-


-


-


6
0
0


-


-


-


6
0
0

1
5
0
/
2
0

k
V

1
.
9
6
0


2
.
1
1
0


2
.
2
1
0


1
.
2
9
0


1
.
0
2
0


8
7
0


7
8
0


6
0
0


9
3
0


1
.
2
0
0


1
2
.
9
7
0

7
0
/
2
0

k
V

3
0


3
4
0


8
0


-


3
0


-


3
0


3
0


-


-


5
4
0

T
o
t
a
l

1
.
9
9
0


2
.
9
5
0


8
.
5
4
0


2
.
0
4
0


7
.
3
0
0


2
.
1
2
0


3
.
9
1
0


6
3
0


1
.
1
8
0


1
.
2
0
0


3
1
.
8
6
0

P
r
o
y
e
k
s
i

K
e
b
u
t
u
h
a
n

F
i
s
i
k

G
I

S
u
m
a
t
e
r
a
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
149
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
1
A
c
e
h
S
i
g
l
i
P
L
T
U

M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
3
3
7
4
,
9
5
2
0
1
2
2
A
c
e
h
J
a
n
t
h
o
I
n
c
.

1

P
i

(
S
i
g
l
i
-
B
.

A
c
e
h
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
0
,
0
6
2
0
1
3
3
A
c
e
h
M
e
u
l
a
b
o
h
P
L
T
U

M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
3
4
A
c
e
h
P
a
n
t
o
n

L
a
b
u
I
n
c
.

1

P
i

(
I
d
i
-
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
,
1
1
2
0
1
3
5
A
c
e
h
B
i
r
e
u
n
T
a
k
e
n
g
o
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
2
6
9
,
6
2
2
0
1
4
6
A
c
e
h
S
i
d
i
k
a
l
a
n
g
S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
1
1
6
,
1
6
2
0
1
4
7
A
c
e
h
B
r
a
s
t
a
g
i
K
u
t
a
c
a
n
e
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
9
0
1
6
,
0
7
2
0
1
4
8
A
c
e
h
P
L
T
U

M
e
u
l
a
b
o
h
B
l
a
n
g

P
i
d
i
e
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
9
0
1
0
,
5
3
2
0
1
4
9
A
c
e
h
B
l
a
n
g

P
i
d
i
e
T
a
p
a
k

T
u
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
3
0
7
,
2
0
2
0
1
4
1
0
A
c
e
h
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
B
a
n
d
a

A
c
e
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
4
0
9
,
0
0
2
0
1
4
1
1
A
c
e
h
K
r
u
e
n
g

R
a
y
a
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
6
0
4
,
5
8
2
0
1
4
1
2
A
c
e
h
P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
-
2
T
a
k
e
n
g
o
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
2
1
,
6
8
2
0
1
4
1
3
A
c
e
h
P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
-
1
P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
-
2
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
4
1
,
0
7
2
0
1
4
1
4
A
c
e
h
C
o
t

T
r
u
e
n
g
I
n
c
.

2

P
i

(
B
i
r
e
u
n
-
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
,
3
3
2
0
1
4
1
5
A
c
e
h
S
a
m
a
l
a
n
g
a
I
n
c
.

1

P
i

(
B
i
r
e
u
n
-
S
i
g
l
i
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
0
,
2
2
2
0
1
5
1
6
A
c
e
h
T
a
k
e
n
g
o
n
B
l
a
n
g

K
j
e
r
e
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
7
4
9
,
6
4
2
0
1
5
1
7
A
c
e
h
S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
S
i
n
g
k
i
l
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
5
1
8
A
c
e
h
P
L
T
P

S
e
u
l
a
w
a
h
2

P
i

I
n
c
.

(
S
i
g
l
i
-
B
a
n
d
a

A
c
e
h
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

1

H
a
w
k
3
2
3
,
5
5
2
0
1
8
1
9
A
c
e
h
T
a
k
e
n
g
o
n
P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
-
4
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
1
,
1
1
2
0
1
8
2
0
A
c
e
h
B
a
n
d
a

A
c
e
h
L
a
m

P
i
s
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
3
0
2
,
2
9
2
0
1
8
2
1
S
u
m
u
t
G
a
l
a
n
g
N
a
m
u
r
a
m
b
e
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
8
0
1
8
,
0
1
2
0
1
2
2
2
S
u
m
u
t
G
a
l
a
n
g
T
a
n
j
u
n
g

M
o
r
a
w
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
2
0
4
,
5
0
2
0
1
2
2
3
S
u
m
u
t
L
a
m
h
o
t
m
a
B
e
l
a
w
a
n
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

2

H
a
w
k
6
0
,
2
8
2
0
1
2
2
4
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

M
o
r
a
w
a
K
u
a
l
a

N
a
m
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
3
4
2
,
6
0
2
0
1
3
2
5
S
u
m
u
t
D
o
l
o
k

S
a
n
g
g
u
l
/
P
a
r
l
i
l
i
t
a
n
I
n
c
.

1

P
i

(
T
e
l
e
-
T
a
r
u
t
u
n
g
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
7
6
4
,
2
1
2
0
1
3
2
6
S
u
m
u
t
R
a
n
t
a
u

p
r
a
p
a
t
L
a
b
u
h
a
n

B
i
l
i
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
3
0
7
,
2
0
2
0
1
4
2
7
S
u
m
u
t
P
a
d
a
n
g

S
i
d
e
m
p
u
a
n
P
e
n
y
a
b
u
n
g
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
4
0
7
,
7
6
2
0
1
4
2
8
S
u
m
u
t
G
a
l
a
n
g
N
e
g
e
r
i

D
o
l
o
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
6
3
,
6
6
2
0
1
4
2
9
S
u
m
u
t
S
i
d
i
k
a
l
a
n
g
S
a
l
a
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
4
3
0
S
u
m
u
t
T
e
l
e
P
a
n
g
u
r
u
r
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
6
1
,
4
4
2
0
1
4
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
150
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
3
1
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

P
u
r
a
I
n
c
.

1

P
i

(
P
.
B
r
a
n
d
a
n
-
B
i
n
j
a
i
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
3
0
1
,
6
6
2
0
1
4
3
2
S
u
m
u
t
T
e
l
u
k

D
a
l
a
m
P
L
T
U

N
i
a
s
7
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
2
0
1
2
,
1
9
2
0
1
4
3
3
S
u
m
u
t
P
L
T
U

N
i
a
s
G
u
n
u
n
g

S
i
t
o
l
i
7
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
1
,
1
1
2
0
1
4
3
4
S
u
m
u
t
P
L
T
G

P
.

B
r
a
n
d
a
n
P
a
n
g
k
a
l
a
n

B
r
a
n
d
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
0
0
,
7
6
2
0
1
4
3
5
S
u
m
u
t
S
i
b
o
l
g
a

(
u
p
r
a
t
e
)
P
.

S
i
d
e
m
p
u
a
n

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
4
2
1
9
,
0
0
2
0
1
5
3
6
S
u
m
u
t
S
i
b
o
l
g
a

(
u
p
r
a
t
e
)
T
a
r
u
t
u
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
0
0
1
3
,
3
8
2
0
1
5
3
7
S
u
m
u
t
P
L
T
U

S
e
w
a

S
u
m
b
a
g
u
t
S
i
b
o
l
g
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
3
0
2
,
2
9
2
0
1
5
3
8
S
u
m
u
t
P
L
T
A

W
a
m
p
u
B
r
a
s
t
a
g
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
0
4
,
4
3
2
0
1
5
3
9
S
u
m
u
t
G
I
S

M
a
b
a
r
K
I
M
1
5
0

k
V
1
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
5
1
1
,
1
0
2
0
1
5
4
0
S
u
m
u
t
G
I
S

L
i
s
t
r
i
k
G
I
S

G
l
u
g
u
r
1
5
0

k
V
1
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
5
1
1
,
1
0
2
0
1
5
4
1
S
u
m
u
t
P
e
r
d
a
g
a
n
g
a
n
I
n
c
.

2

P
i

(
K
i
s
a
r
a
n
-
K
.

T
a
n
j
u
n
g
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
0
2
,
2
2
2
0
1
5
4
2
S
u
m
u
t
T
a
r
u
t
u
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
P
o
r
s
e
a

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
2
4
1
6
,
5
9
2
0
1
6
4
3
S
u
m
u
t
T
e
l
e

(
u
p
r
a
t
e
)
T
a
r
u
t
u
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
6
0
2
1
,
4
1
2
0
1
6
4
4
S
u
m
u
t
P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u
P
a
n
g
k
a
l
a
n

B
r
a
n
d
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
2
2
4
,
9
5
2
0
1
6
4
5
S
u
m
u
t
S
i
m
a
n
g
k
o
k
P
L
T
A

A
s
a
h
a
n

I
I
I
(
F
T
P

2
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
2
1
,
6
8
2
0
1
6
4
6
S
u
m
u
t
K
I
M

2
I
n
c
.

2

P
i

(
K
I
M

-

S
e
i

R
o
t
a
n
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

A
C
S
R

2
x
4
0
0

m
m
2
4
0
,
8
4
2
0
1
6
4
7
S
u
m
u
t
P
a
n
c
i
n
g
K
I
M

2
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
S
R

2
x
4
0
0

m
m
2
2
0
3
,
3
6
2
0
1
6
4
8
S
u
m
u
t
S
e
l
a
y
a
n
g
I
n
c
.

2

P
i

(
P
a
y
a

G
e
l
i

-

N
a
m
u
r
a
m
b
e
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

A
C
S
R

3
0
0

m
m
2
4
0
,
2
8
2
0
1
6
4
9
S
u
m
u
t
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

M
e
d
a
n
P
a
y
a

G
e
l
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
1
0
2
2
,
2
0
2
0
1
6
5
0
S
u
m
u
t
G
I

P
L
T
M
H

1
D
o
l
o
k

S
a
n
g
g
u
l
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
7
0
3
,
8
8
2
0
1
6
5
1
S
u
m
u
t
G
I

P
L
T
M
H

2
S
i
b
o
l
g
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
1
0
8
,
4
0
2
0
1
6
5
2
S
u
m
u
t
P
o
r
s
e
a

(
u
p
r
a
t
e
)
P
.

S
i
a
n
t
a
r

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
5
0
2
0
,
0
7
2
0
1
7
5
3
S
u
m
u
t
T
e
l
e

(
u
p
r
a
t
e
)
S
i
d
i
k
a
l
a
n

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
8
0
1
0
,
7
0
2
0
1
7
5
4
S
u
m
u
t
P
e
n
y
a
b
u
n
g
a
n
P
L
T
P

S
o
r
i
k

M
a
r
a
p
i

(
F
T
P

2
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
6
2
,
5
5
2
0
1
7
5
5
S
u
m
u
t
P
L
T
A

H
a
s
a
n
g
I
n
c
.

1

p
i

(
R
.

P
r
a
p
a
t

-

K
i
s
a
r
a
n
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
0
2
,
7
7
2
0
1
7
5
6
S
u
m
u
t
T
a
r
u
t
u
n
g
P
L
T
P

S
i
m
b
o
l
o
n

S
a
m
o
s
i
r
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
0
2
,
7
7
2
0
1
8
5
7
S
u
m
u
t
P
L
T
P

S
i
p
o
h
o
l
o
n

R
i
a
-
R
i
a
I
n
c
.

2

P
i

(
T
a
r
u
t
u
n
g
-
P
o
r
s
e
a
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
0
,
4
4
2
0
1
9
5
8
S
u
m
u
t
G
I

P
L
T
M
H

2
S
i
n
g
k
i
l
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
4
0
1
0
,
6
9
2
0
2
1
5
9
R
i
a
u
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i

(
u
p

r
a
t
e
)
D
u
r
i

(
u
p

r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
2
3
0
3
0
,
7
7
2
0
1
3
6
0
R
i
a
u
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
R
e
n
g
a
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
9
4
1
4
,
8
1
2
0
1
4
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
151
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
6
1
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
P
a
s
i
r

P
a
n
g
a
r
a
y
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
2
0
1
2
,
1
9
2
0
1
4
6
2
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
5
5
1
2
,
3
8
2
0
1
4
6
3
R
i
a
u
T
e
n
a
y
a
n

/

P
L
T
U

R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
5
7
,
8
8
2
0
1
4
6
4
R
i
a
u
D
u
m
a
i
K
I
D

D
u
m
a
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
6
3
,
1
0
2
0
1
4
6
5
R
i
a
u
D
u
m
a
i
B
a
g
a
n

S
i
a
p
i

a
p
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
2
8
1
2
,
6
3
2
0
1
4
6
6
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
P
a
n
g
k
a
l
a
n

K
e
r
i
n
c
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
3
4
1
0
,
2
3
2
0
1
4
6
7
R
i
a
u
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
I
n
c
.

2

P
i

(

G
.
S
a
k
t
i

-

D
u
r
i
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
2
1
,
6
1
2
0
1
4
6
8
R
i
a
u
T
e
n
a
y
a
n

/

P
L
T
U

R
i
a
u
P
e
r
a
w
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
0
2
,
7
7
2
0
1
4
6
9
R
i
a
u
P
L
T
U

S
e
w
a

D
u
m
a
i
D
u
m
a
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
4
1
,
0
7
2
0
1
5
7
0
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
P
a
n
g
k
a
l
a
n

K
e
r
i
n
c
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
2
0
1
6
,
7
9
2
0
1
5
7
1
R
i
a
u
D
u
r
i

(
u
p

r
a
t
e
)
D
u
m
a
i

(
u
p

r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
1
8
1
5
,
7
9
2
0
1
5
7
2
R
i
a
u
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i

G
I
S

K
o
t
a

P
e
k
a
n

B
a
r
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
1
4
3
1
,
0
8
2
0
1
5
7
3
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
T
e
l
u
k

L
e
m
b
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
4
0
3
,
0
5
2
0
1
5
7
4
R
i
a
u
T
e
n
a
y
a
n
/
P
L
T
U

R
i
a
u
S
i
a
k

S
r
i

I
n
d
r
a

P
u
r
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
0
0
5
,
5
4
2
0
1
5
7
5
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
T
e
m
b
i
l
a
h
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
5
7
6
R
i
a
u
K
a
n
d
i
s
I
n
c
.

(

N
e
w

G
.
S
a
k
t
i

-

D
u
r
i
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
1
0
2
,
6
8
2
0
1
5
7
7
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
L
i
p
a
t

K
a
i
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
7
0
3
,
8
8
2
0
1
5
7
8
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

K
a
s
a
m
T
a
n
j
u
n
g

S
a
u
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

3

x

3
0
0

m
m
2
6
2
,
4
2
2
0
1
3
7
9
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

S
a
u
h
P
u
l
a
u

N
g
e
n
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
0
1
,
1
1
2
0
1
3
8
0
K
e
p
r
i
P
u
l
a
u

N
g
e
n
a
n
g
T
a
n
j
u
n
g

T
a
l
u
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

3

x

3
0
0

m
m
2
1
2
4
,
8
4
2
0
1
3
8
1
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

T
a
l
u
k
T
a
n
j
u
n
g

U
b
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
3
8
2
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

U
b
a
n
S
r
i

B
i
n
t
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
3
8
3
K
e
p
r
i
S
r
i

B
i
n
t
a
n
A
i
r

R
a
j
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
7
0
3
,
8
8
2
0
1
3
8
4
K
e
p
r
i
A
i
r

R
a
j
a
K
i
j
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
0
2
,
2
2
2
0
1
3
8
5
S
u
m
b
a
r
I
n
d
a
r
u
n
g
B
u
n
g
u
s
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
3
5
2
,
6
7
2
0
1
2
8
6
S
u
m
b
a
r
P
L
T
U

S
u
m
b
a
r

P
e
s
i
s
i
r
I
n
c
.

2

P
i

(
B
u
n
g
u
s
-
K
a
m
b
a
n
g
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
0
0
,
7
6
2
0
1
2
8
7
S
u
m
b
a
r
B
u
n
g
u
s
K
a
m
b
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
8
0
1
3
,
7
4
2
0
1
3
8
8
S
u
m
b
a
r
K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
2
1
,
6
9
2
0
1
4
8
9
S
u
m
b
a
r
M
a
n
i
n
j
a
u
P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
2
1
,
3
6
2
0
1
4
9
0
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

1

H
a
w
k
3
2
1
,
0
4
2
0
1
4
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
152
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
9
1
S
u
m
b
a
r
S
i
n
g
k
a
r
a
k
B
a
t
u
s
a
n
g
k
a
r
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
5
0
,
8
1
2
0
1
4
9
2
S
u
m
b
a
r
P
I
P
/
S

H
a
r
u
/
P
a
u
h

L
i
m
o
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

P
a
d
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
6
0
,
8
9
2
0
1
6
9
3
S
u
m
b
a
r
S
u
n
g
a
i

R
u
m
b
a
i
P
L
T
P

M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
6
0
1
2
,
2
1
2
0
1
7
9
4
S
u
m
b
a
r
M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
/
B
a
t
a
n
g

S
a
n
g
i
r
P
L
T
P

M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
6
0
4
,
5
8
2
0
1
7
9
5
S
u
m
b
a
r
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
M
a
s
a
n
g
-
2
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
3
0
1
,
6
6
2
0
1
7
9
6
S
u
m
b
a
r
P
a
s
a
m
a
n
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
7
9
7
S
u
m
b
a
r
S
o
l
o
k
P
L
T
P

G
u
n
u
n
g

T
a
l
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
1
,
1
1
2
0
1
9
9
8
S
u
m
b
a
r
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
P
L
T
P

B
o
n
j
o
l
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
0
4
7
,
9
4
2
0
1
9
9
9
J
a
m
b
i
B
a
n
g
k
o
P
L
T
A

M
e
r
a
n
g
i
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
3
6
3
0
,
6
1
2
0
1
3
1
0
0
J
a
m
b
i
P
L
T
A

M
e
r
a
n
g
i
n
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
1
0
2
4
,
7
6
2
0
1
3
1
0
1
J
a
m
b
i
P
L
T
G

C
N
G

S
e
i

G
e
l
a
m
A
u
r

D
u
r
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
3
1
0
2
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

S
a
b
a
k
I
n
c
.

1

P
i

(

P
a
y
o

S
e
l
i
n
c
a
h

-

A
u
r

D
u
r
i

)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
4
0

m
m
2


1
2
2
3
,
6
4
2
0
1
3
1
0
3
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

B
u
l
i
a
n
S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
3
0
7
,
2
0
2
0
1
4
1
0
4
J
a
m
b
i
P
L
T
P

S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
4
4
,
6
5
2
0
1
5
1
0
5
J
a
m
b
i
S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
M
u
a
r
a

R
u
p
i
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
0
4
,
4
3
2
0
1
5
1
0
6
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

S
a
b
a
k
K
u
a
l
a

T
u
n
g
k
a
l
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
0
9
6
,
0
3
2
0
1
8
1
0
7
B
e
n
g
k
u
l
u
P
a
g
a
r

A
l
a
m
M
a
n
n
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
9
6
5
,
3
2
2
0
1
2
1
0
8
B
e
n
g
k
u
l
u
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
P
u
l
o

B
a
a
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
9
0
6
,
8
7
2
0
1
3
1
0
9
B
e
n
g
k
u
l
u
P
L
T
A

S
i
m
p
a
n
g

A
u
r

1
I
n
c
.

1

P
i

(
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
-
P
u
l
a
u

B
a
a
i
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
0
1
,
5
3
2
0
1
5
1
1
0
B
e
n
g
k
u
l
u
P
L
T
A

S
i
m
p
a
n
g

A
u
r

1
P
L
T
A

S
i
m
p
a
n
g

A
u
r

2
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
,
6
6
2
0
1
5
1
1
1
B
e
n
g
k
u
l
u
P
u
l
a
u

B
a
a
i
A
r
g
a

M
a
k
m
u
r
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
8
0
1
3
,
7
4
2
0
1
5
1
1
2
B
e
n
g
k
u
l
u
K
a
m
b
a
n
g
M
u
k
o
-
m
u
k
o
/
B
a
n
t
a
l
/
I
p
o
h
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
2
2
0
1
6
,
7
9
2
0
1
5
1
1
3
B
e
n
g
k
u
l
u
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
P
L
T
P

H
u
l
u
l
a
i
s
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
2
0
9
,
1
6
2
0
1
6
1
1
4
B
e
n
g
k
u
l
u
P
L
T
A

K
e
t
a
h
u
n
A
r
g
a

M
a
k
m
u
r
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
6
0
4
,
5
8
2
0
1
7
1
1
5
B
e
n
g
k
u
l
u
M
a
n
n
a
B
i
n
t
u
h
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
4
0
7
,
7
6
2
0
1
7
1
1
6
B
e
n
g
k
u
l
u
M
u
k
o
-
m
u
k
o
/
B
a
n
t
a
l
/
I
p
o
h
A
r
g
a

M
a
k
m
u
r
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
3
6
0
2
7
,
4
8
2
0
2
0
1
1
7
B
e
n
g
k
u
l
u
P
L
T
P

K
e
p
a
h
i
y
a
n
g
I
n
c
.

2

P
i

(
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
-
P
u
l
a
u

B
a
a
i
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

2

H
a
w
k
8
0
6
,
1
1
2
0
2
0
1
1
8
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
P
a
g
a
r

A
l
a
m
1
5
0

k
V
2
2
n
d

c
c
t
,

1

H
a
w
k
9
5
5
,
2
4
2
0
1
2
1
1
9
S
u
m
s
e
l
P
L
T
U

S
i
m
p
a
n
g

B
e
l
i
m
b
i
n
g
L
a
h
a
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
3
0

m
m
2
1
2
0
1
0
,
8
6
2
0
1
2
1
2
0
S
u
m
s
e
l
T
a
n
j
u
n
g

A
p
i
-
A
p
i
I
n
c
.

1

P
i

(
T
.

K
e
l
a
p
a
-
B
o
r
a
n
g
)
/
K
e
n
t
e
n

1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
3
0

m
m
2
4
0
3
,
6
2
2
0
1
3
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
153
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
1
2
1
S
u
m
s
e
l
K
e
n
t
e
n

I
n
c
.

2

P
i

(

T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a

-

B
o
r
a
n
g

)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
3
0

m
m
2
1
0
,
0
9
2
0
1
3
1
2
2
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
S
e
k
a
y
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
7
0
3
,
8
8
2
0
1
3
1
2
3
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a
1
5
0

k
V
1
2
n
d

c
c
t
,

2

H
a
w
k
5
5
8
,
4
3
2
0
1
3
1
2
4
S
u
m
s
e
l
G
a
n
d
u
s
I
n
c
.

2

P
i

(
K
e
r
a
m
a
s
a
n

-

T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
2
0
4
4
,
4
0
2
0
1
3
1
2
5
S
u
m
s
e
l
B
u
k
i
t

A
s
a
m

(
u
p
r
a
t
e
)
B
a
t
u
r
a
j
a

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
7
8
1
0
,
4
4
2
0
1
4
1
2
6
S
u
m
s
e
l
B
o
r
a
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
S
e
d
u
d
u
k

P
u
t
i
h

(
u
p
r
a
t
e
)
7
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C
7
0
,
7
0
2
0
1
4
1
2
7
S
u
m
s
e
l
J
a
k
a
b
a
r
i
n
g
I
n
c
.

2

P
i

(
K
e
r
a
m
a
s
a
n

-

M
a
r
i
a
n
a
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
3
0

m
m
2
1
0
,
0
9
2
0
1
4
1
2
8
S
u
m
s
e
l
M
a
r
i
a
n
a
K
a
y
u

A
g
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
6
0
1
3
,
5
0
2
0
1
4
1
2
9
S
u
m
s
e
l
K
a
y
u

A
g
u
n
g
G
u
m
a
w
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
9
0
2
0
,
2
6
2
0
1
4
1
3
0
S
u
m
s
e
l
B
a
t
u
r
a
j
a

(
u
p
r
a
t
e
)
B
u
k
i
t

K
e
m
u
n
i
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
9
6
1
2
,
8
4
2
0
1
4
1
3
1
S
u
m
s
e
l
T
u
g
u
m
u
l
y
o
I
n
c
.

2

P
i

(
K
a
y
u

A
g
u
n
g

-

G
u
m
a
w
a
n
g
)
1
5
0

k
V
4
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
4
0
9
,
0
0
2
0
1
5
1
3
2
S
u
m
s
e
l
S
u
n
g
a
i

L
i
l
i
n
B
e
t
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
5
1
3
3
S
u
m
s
e
l
L
u
b
u
k

L
i
n
g
g
a
u
T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
5
0
8
,
3
1
2
0
1
5
1
3
4
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

D
u
a
M
a
r
t
a
p
u
r
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
9
2
7
,
0
2
2
0
1
5
1
3
5
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
P
L
T
U

B
a
n
j
a
r

S
a
r
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

x

3
3
0

m
m
2
4
0
3
,
6
2
2
0
1
5
1
3
6
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
P
L
T
U

K
e
b
a
n

A
g
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
7
0
1
5
,
7
6
2
0
1
5
1
3
7
S
u
m
s
e
l
M
a
r
t
a
p
u
r
a
I
n
c
.

2

p
i

(
B
a
t
u
r
a
j
a
-
B
.

K
e
m
u
n
i
n
g
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
5
1
3
8
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

D
u
a
P
L
T
P

D
a
n
a
u

R
a
n
a
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
9
0
6
,
8
7
2
0
1
9
1
3
9
L
a
m
p
u
n
g
P
L
T
U

T
a
r
a
h
a
n

(
F
T
P
1
)
I
n
c
.

2

P
i

(
N
e
w

T
a
r
a
h
a
n

-

K
a
l
i
a
n
d
a
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
0
,
2
3
2
0
1
2
1
4
0
L
a
m
p
u
n
g
U
l
u
b
e
l
u
I
n
c
.

1

P
i

(
B
a
t
u
t
e
g
i

-

P
a
g
e
l
a
r
a
n
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
4
0
3
,
0
5
2
0
1
2
1
4
1
L
a
m
p
u
n
g
B
u
k
i
t

K
e
m
u
n
i
n
g

(
u
p
r
a
t
e
)
K
o
t
a
b
u
m
i

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
6
8
9
,
0
4
2
0
1
3
1
4
2
L
a
m
p
u
n
g
S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
D
i
p
a
s
e
n
a
7
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
9
,
1
6
2
0
1
3
1
4
3
L
a
m
p
u
n
g
S
u
t
a
m
i

(
u
p
r
a
t
e
)
N
a
t
a
r

(
u
p
r
a
t
e
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

A
C
C
C

3
1
0

m
m
2
6
0
8
,
0
8
2
0
1
3
1
4
4
L
a
m
p
u
n
g
M
e
n
g
g
a
l
a
S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
2
0
2
7
,
0
1
2
0
1
4
1
4
5
L
a
m
p
u
n
g
P
a
g
e
l
a
r
a
n
K
o
t
a

A
g
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
0
4
,
4
3
2
0
1
4
1
4
6
L
a
m
p
u
n
g
B
u
k
i
t

K
e
m
u
n
i
n
g
L
i
w
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
8
0
4
,
4
3
2
0
1
4
1
4
7
L
a
m
p
u
n
g
P
L
T
P

U
l
u
b
e
l
u

#
3
,
4
U
l
u
b
e
l
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
1
,
1
1
2
0
1
5
1
4
8
L
a
m
p
u
n
g
P
a
g
e
l
a
r
a
n
G
e
d
o
n
g

T
a
t
a
a
n
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
6
0
4
,
5
8
2
0
1
5
1
4
9
L
a
m
p
u
n
g
G
e
d
o
n

T
a
t
a
a
n
T
e
l
u
k

R
a
t
a
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
5
1
5
0
L
a
m
p
u
n
g
K
a
l
i
a
n
d
a
K
e
t
a
p
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
9
0
6
,
8
7
2
0
1
5
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
154
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
1
5
1
L
a
m
p
u
n
g
G
u
m
a
w
a
n
g
M
e
s
u
j
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
6
0
1
2
,
2
1
2
0
1
5
1
5
2
L
a
m
p
u
n
g
M
e
s
u
j
i
D
i
p
a
s
e
n
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
5
2
1
1
,
6
0
2
0
1
5
1
5
3
L
a
m
p
u
n
g
P
L
T
A

S
e
m
a
n
g
k
a
K
o
t
a

A
g
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
6
0
3
,
3
2
2
0
1
6
1
5
4
L
a
m
p
u
n
g
S
u
k
a
r
a
m
e
J
a
t
i
a
g
u
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

C
U

1
0
0
0

m
m
2
1
6
3
5
,
5
2
2
0
1
6
1
5
5
L
a
m
p
u
n
g
P
a
k
u
a
n

R
a
t
u
B
l
a
m
b
a
n
g
a
n

U
m
p
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
0
6
,
7
5
2
0
1
6
1
5
6
L
a
m
p
u
n
g
L
a
n
g
k
a
p
u
r
a
I
n
c
.

2

P
i

(
N
a
t
a
r

-

T
e
l
u
k

B
e
t
u
n
g
)
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
2
0
,
1
1
2
0
1
7
1
5
7
L
a
m
p
u
n
g
K
a
l
i
a
n
d
a
P
L
T
P

R
a
j
a
b
a
s
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
4
0
3
,
0
5
2
0
1
7
1
5
8
L
a
m
p
u
n
g
B
e
s
a
i
P
L
T
P

S
u
o
h

s
e
k
i
n
c
a
u
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
3
8
2
,
1
1
2
0
1
8
1
5
9
L
a
m
p
u
n
g
L
i
w
a
B
e
n
g
k
u
n
a
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
9
1
6
0
L
a
m
p
u
n
g
T
e
l
u
k

R
a
t
a
i
P
L
T
P

W
a
i

R
a
t
a
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
0
2
,
2
2
2
0
1
9
1
6
1
B
a
b
e
l
A
i
r

A
n
y
i
r
P
a
n
g
k
a
l

P
i
n
a
n
g
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
4
4
2
,
4
4
2
0
1
2
1
6
2
B
a
b
e
l
A
i
r

A
n
y
i
r
S
u
n
g
a
i

L
i
a
t
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
1
2
6
,
2
0
2
0
1
2
1
6
3
B
a
b
e
l
S
u
g
e
D
u
k
o
n
g
7
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
5
0
2
,
7
7
2
0
1
3
1
6
4
B
a
b
e
l
D
u
k
o
n
g
M
a
n
g
g
a
r
7
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
4
0
7
,
7
6
2
0
1
4
1
6
5
B
a
b
e
l
P
a
n
g
k
a
l

P
i
n
a
n
g
K
e
l
a
p
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
4
1
6
6
B
a
b
e
l
P
a
n
g
k
a
l

P
i
n
a
n
g
K
o
b
a
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
4
1
6
7
B
a
b
e
l
K
e
l
a
p
a
M
e
n
t
o
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

2

H
a
w
k
1
4
0
1
0
,
6
9
2
0
1
5
1
6
8
B
a
b
e
l
K
o
b
a
T
o
b
o
a
l
i
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

1

H
a
w
k
1
2
0
6
,
6
5
2
0
1
5
1
6
9
B
a
b
e
l
T
a
n
j
u
n
g

A
p
i
-
A
p
i
M
e
n
t
o
k
1
5
0

k
V
2
c
c
t
,

U
n
d
e
r

S
e
a

C
a
b
l
e

X
L
P
E

3
0
0
1
2
0
1
2
6
,
3
2
2
0
1
5
1
A
c
e
h
S
i
g
l
i
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
2
2
7
2
,
4
7
2
0
1
6
2
A
c
e
h
P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
6
0
8
1
,
0
3
2
0
1
6
3
A
c
e
h
S
i
g
l
i
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
3
0
0
,
9
9
2
0
1
6
4
S
u
m
u
t
P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u
B
i
n
j
a
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
6
0
3
6
,
0
1
2
0
1
3
5
S
u
m
u
t
S
i
m
a
n
g
k
o
k
S
u
m
u
t
-
3

(
G
a
l
a
n
g
)
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
1
8
7
1
,
5
7
2
0
1
4
6
S
u
m
u
t
S
u
m
u
t
-
3

(
G
a
l
a
n
g
)
B
i
n
j
a
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
6
0
3
6
,
0
1
2
0
1
4
7
S
u
m
u
t
S
u
m
u
t
-
4

(
S
a
r
u
l
l
a
)
S
i
m
a
n
g
k
o
k
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
9
4
4
3
,
6
7
2
0
1
4
8
S
u
m
u
t
P
a
d
a
n
g

S
i
d
e
m
p
u
a
n
S
u
m
u
t
-
4

(
S
a
r
u
l
l
a
)
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
3
8
3
1
,
0
6
2
0
1
4
9
S
u
m
u
t
S
u
m
u
t
-
2

(
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
)
S
u
m
u
t
-
4

(
S
a
r
u
l
l
a
)
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
2
2
0
4
9
,
5
2
2
0
1
8
1
0
S
u
m
u
t
P
L
T
A

B
a
t
a
n
g

T
o
r
u
S
u
m
u
t
-
4

(
S
a
r
u
l
l
a
)
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
4
0
9
,
0
0
2
0
1
8
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
155
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
D
a
r
i
K
e
T
e
g
a
n
g
a
n
K
o
n
d
u
k
t
o
r
k
m
s
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
1
1
S
u
m
u
t
S
u
m
u
t
-
2

(
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
)
S
u
m
u
t
-
1

(
S
e
i

R
o
t
a
n
)
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
6
6
2
2
6
4
,
8
0
2
0
1
8
1
2
S
u
m
u
t
S
u
m
u
t
-
2

(
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
)
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
6
0
0
2
4
0
,
0
0
2
0
2
0
1
3
R
i
a
u
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
0
0
6
7
,
5
2
2
0
1
4
1
4
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
4
4
0
1
7
6
,
0
0
2
0
1
6
1
5
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
P
L
T
U

R
i
a
u

K
e
m
i
t
r
a
a
n
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
1
0
4
4
,
0
0
2
0
1
7
1
6
R
i
a
u
B
o
r
d
e
r
P
u
l
a
u

R
u
p
a
t
2
5
0

k
V

D
C
2
C
a
b
l
e

M
I

w
i
t
h

I
R
C
5
2
0
,
3
9
2
0
1
7
1
7
R
i
a
u
P
u
l
a
u

R
u
p
a
t

U
t
a
r
a
P
u
l
a
u

R
u
p
a
t

S
e
l
a
t
a
n
2
5
0

k
V

D
C
2
c
c
t
,

2
x
C
a
r
d
i
n
a
l

5
4
8

m
m
2
6
0
1
,
9
7
2
0
1
7
1
8
R
i
a
u
P
.

R
u
p
a
t

S
e
l
a
t
a
n

S
u
m
a
t
r
a

L
a
n
d
i
n
g

P
o
i
n
t
2
5
0

k
V

D
C
2
C
a
b
l
e

M
I

w
i
t
h

I
R
C
1
0
1
,
5
0
2
0
1
7
1
9
R
i
a
u
S
u
m
a
t
e
r
a

L
a
n
d
i
n
g

P
o
i
n
t
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
2
5
0

k
V

D
C
2
c
c
t
,

2
x
C
a
r
d
i
n
a
l

5
4
8

m
m
2
3
4
0
5
,
8
0
2
0
1
7
2
0
S
u
m
b
a
r
K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
2
8
2
6
3
,
4
7
2
0
1
4
2
1
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

S
i
d
e
m
p
u
a
n
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
6
0
0
1
3
5
,
0
5
2
0
1
5
2
2
S
u
m
b
a
r
S
u
n
g
a
i

R
u
m
b
a
i
I
n
c
.

2

p
i

(
M
u
a
r
a

B
u
n
g
o

-

K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
)
2
7
5

k
V
4
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
2
0
,
1
5
2
0
1
5
2
3
J
a
m
b
i
B
a
y
u
n
g

L
i
n
c
i
r
/
P
L
T
U

S
u
m
s
e
l
-
5
N
e
w

A
u
r

D
u
r
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
2
0
2
7
,
0
1
2
0
1
4
2
4
J
a
m
b
i
N
e
w

A
u
r

D
u
r
i
R
e
n
g
a
t
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
4
2
0
1
6
8
,
0
0
2
0
1
6
2
5
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

E
n
i
m
N
e
w

A
u
r

D
u
r
i
5
0
0

k
V
2
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
2
4
0
2
1
,
6
0
2
0
1
7
2
6
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
L
u
m
u
t

B
a
l
a
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
5
0
1
1
,
2
5
2
0
1
4
2
7
S
u
m
s
e
l
L
u
m
u
t

B
a
l
a
i
G
u
m
a
w
a
n
g
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
4
0
5
9
1
,
1
6
2
0
1
4
2
8
S
u
m
s
e
l
B
a
y
u
n
g

L
i
n
c
i
r
/
P
L
T
U

S
u
m
s
e
l
-
5
S
u
n
g
a
i

L
i
l
i
n
/
P
L
T
U

S
u
m
s
e
l
-
7
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
1
2
4
2
7
,
9
1
2
0
1
4
2
9
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

E
n
i
m
I
n
c
.

2

P
i

(
G
u
m
a
w
a
n
g
-
L
u
m
u
t

B
a
l
a
i
)
2
7
5

k
V
4
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
6
0
1
3
,
5
0
2
0
1
5
3
0
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

E
n
i
m
B
e
t
u
n
g
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
3
5
0
7
8
,
7
8
2
0
1
5
3
1
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

E
n
i
m
p
e
r
b
a
t
a
s
a
n

S
u
m
s
e
l
/
L
a
m
p
u
n
g
5
0
0

k
V

D
C
2
c
c
t

4

F
a
l
c
o
n
2
0
0
2
,
5
0
2
0
1
6
3
2
S
u
m
s
e
l
P
L
T
P

R
a
n
t
a
u

D
e
d
a
p
L
u
m
u
t

B
a
l
a
i
2
7
5

k
V
2
c
c
t
,

2

Z
e
b
r
a
4
0
9
,
0
0
2
0
1
8
3
3
S
u
m
s
e
l
P
L
T
U

J
a
m
b
i

(
K
P
S
)
I
n
c
.

2

p
i

(
M
u
a
r
a

E
n
i
m

-

N
e
w

A
u
r

D
u
r
i
)
5
0
0

k
V
4
c
c
t
,

4

Z
e
b
r
a
6
0
2
4
,
0
0
2
0
1
8
3
4
L
a
m
p
u
n
g
K
e
t
a
p
a
n
g
p
e
r
b
a
t
a
s
a
n

S
u
m
s
e
l
/
L
a
m
p
u
n
g
5
0
0

k
V

D
C
2
c
c
t

4

F
a
l
c
o
n
6
0
0
6
,
2
3
2
0
1
6
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

P
e
n
y
a
l
u
r
a
n

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
156
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
1
A
c
e
h
J
a
n
t
h
o
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
A
c
e
h
P
a
n
t
o
n

L
a
b
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
3
A
c
e
h
T
u
a
l
a
n
g

C
u
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
A
c
e
h
M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
5
A
c
e
h
P
L
T
U

M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

M
e
u
l
a
b
o
h
6
A
c
e
h
S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
7
A
c
e
h
K
u
t
a
c
a
n
e
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
A
c
e
h
B
l
a
n
g

P
i
d
i
e
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
9
A
c
e
h
T
a
p
a
k

T
u
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
0
A
c
e
h
L
a
n
g
s
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
A
c
e
h
C
o
t

T
r
u
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

6

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
5
,
5
3
2
0
1
4
A
r
a
h

L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
,

B
i
r
e
u
n

&

P
L
T
G
1
2
A
c
e
h
I
d
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
3
A
c
e
h
T
a
k
e
n
g
o
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
4
A
c
e
h
K
r
u
e
n
g

R
a
y
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
5
A
c
e
h
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
A
c
e
h
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
4
,
5
4
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
7
A
c
e
h
P
L
T
U

M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

B
l
a
n
g

P
i
d
i
e
1
8
A
c
e
h
B
l
a
n
g

P
i
d
i
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

T
a
p
a
k

T
u
a
n
1
9
A
c
e
h
B
a
n
d
a

A
c
e
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
2
0
A
c
e
h
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

K
r
u
e
n
g

R
a
y
a
2
1
A
c
e
h
P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

B
C
4

L
B
3
,
0
3
2
0
1
4
A
r
a
h

T
a
k
e
n
g
o
n

d
a
n

B
i
r
e
u
n
2
2
A
c
e
h
B
i
r
e
u
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
L
T
A

P
e
u
s
a
n
g
a
n
2
3
A
c
e
h
S
a
m
a
l
a
n
g
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
4
A
c
e
h
B
l
a
n
g

K
j
e
r
e
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
5
A
c
e
h
S
i
g
l
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
5
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
2
6
A
c
e
h
B
a
n
d
a

A
c
e
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
5
U
p
r
a
t
i
n
g

3
0

M
V
A
2
7
A
c
e
h
T
a
k
e
n
g
o
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

B
l
a
n
g

K
j
e
r
e
n
2
8
A
c
e
h
S
i
n
g
k
i
l
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
2
9
A
c
e
h
B
i
r
e
u
e
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
A
c
e
h
J
a
n
t
h
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
157
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
3
1
A
c
e
h
S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

S
i
n
g
k
i
l
3
2
A
c
e
h
M
e
u
l
a
b
o
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
3
A
c
e
h
T
u
a
l
a
n
g

C
u
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
4
A
c
e
h
L
a
m

P
i
s
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
4
,
5
4
2
0
1
8
G
I

b
a
r
u
3
5
A
c
e
h
B
a
n
d
a

A
c
e
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
2

T
B
1
,
0
4
2
0
1
8
A
r
a
h

L
a
m

P
i
s
a
n
g
3
6
A
c
e
h
P
a
n
t
o
n

l
a
b
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
9
G
I

b
a
r
u
3
7
A
c
e
h
C
o
t

T
r
u
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
8
A
c
e
h
S
a
m
a
l
a
n
g
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
9
A
c
e
h
T
u
a
l
a
n
g

C
u
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
0
A
c
e
h
B
i
r
e
u
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
1
A
c
e
h
S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
2
A
c
e
h
J
a
n
t
h
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
3
A
c
e
h
L
h
o
k
s
e
u
m
a
w
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
4
4
A
c
e
h
S
i
g
l
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
4
5
A
c
e
h
U
l
e
e

K
a
r
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
6
S
u
m
u
t
P
o
r
s
e
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
2
0
1
,
0
2
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
7
S
u
m
u
t
G
u
n
u
n
g

T
u
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
4
8
S
u
m
u
t
P
a
d
a
n
g

S
i
d
e
m
p
u
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
4
9
S
u
m
u
t
S
i
d
i
k
a
l
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
0
S
u
m
u
t
T
a
r
u
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
1
S
u
m
u
t
A
e
k

K
a
n
o
p
a
n

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
2
S
u
m
u
t
L
a
m
h
o
t
m
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
3
S
u
m
u
t
L
a
b
u
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
4
S
u
m
u
t
K
u
a
l
a

N
a
m
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
2
G
I

b
a
r
u
5
5
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

M
o
r
a
w
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
6
S
u
m
u
t
B
i
n
j
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
7
S
u
m
u
t
D
e
n
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
8
S
u
m
u
t
P
e
m
a
t
a
n
g

S
i
a
n
t
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
5
9
S
u
m
u
t
S
e
i

R
o
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
6
0
S
u
m
u
t
G
l
u
g
u
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
158
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
6
1
S
u
m
u
t
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
6
2
S
u
m
u
t
B
r
a
s
t
a
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
6
3
S
u
m
u
t
S
i
b
o
l
g
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
6
4
S
u
m
u
t
P
e
r
b
a
u
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
6
5
S
u
m
u
t
N
a
m
u
r
a
m
b
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
6
6
S
u
m
u
t
T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
,

2

T
R
F
1
2
0
2
,
7
5
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
6
7
S
u
m
u
t
L
a
m
h
o
t
m
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
2
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

A
r
a
h

B
e
l
a
w
a
n
6
8
S
u
m
u
t
B
e
l
a
w
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
2
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

A
r
a
h

L
a
m
h
o
t
m
a
6
9
S
u
m
u
t
N
a
m
u
r
a
m
b
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
2
A
r
a
h

G
a
l
a
n
g
7
0
S
u
m
u
t
D
e
n
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
2
A
r
a
h

G
a
l
a
n
g
7
1
S
u
m
u
t
G
u
n
u
n
g

P
a
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
7
2
S
u
m
u
t
T
e
l
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
7
3
S
u
m
u
t
L
a
m
h
o
t
m
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
7
4
S
u
m
u
t
K
i
s
a
r
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
7
5
S
u
m
u
t
P
a
y
a

P
a
s
i
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
7
6
S
u
m
u
t
D
o
l
o
k

S
a
n
g
g
u
l
/
P
a
r
l
i
l
i
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

3

T
B
,

1

B
C
,

3

T
R
F
9
0
5
,
5
9
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
7
7
S
u
m
u
t
G
a
l
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
4

L
B
2
,
4
7
2
0
1
3
A
r
a
h

N
a
m
u
r
a
m
b
e

d
a
n

T
.
M
a
r
o
w
a
7
8
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

M
a
r
o
w
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

K
u
a
l
a

N
a
m
u
7
9
S
u
m
u
t
S
i
d
i
k
a
l
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
k
e

S
u
b
u
l
u
s
s
a
l
a
m
8
0
S
u
m
u
t
B
r
a
s
t
a
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
k
e

K
u
t
a

C
a
n
e
8
1
S
u
m
u
t
P
a
n
g
u
r
u
r
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
2
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

P
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
3
S
u
m
u
t
K
o
t
a

P
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
8
4
S
u
m
u
t
G
u
n
u
n
g

S
i
t
o
l
i
7
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
2
,
4
1
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
5
S
u
m
u
t
T
e
l
u
k

D
a
l
a
m
7
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
2
,
4
1
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
6
S
u
m
u
t
P
e
n
y
a
b
u
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
7
S
u
m
u
t
S
a
l
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
8
S
u
m
u
t
N
e
g
e
r
i

D
o
l
o
k
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
8
9
S
u
m
u
t
L
a
b
u
h
a
n

B
i
l
i
k
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
3
,
1
7
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
9
0
S
u
m
u
t
P
a
d
a
n
g

S
i
d
e
m
p
u
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
e
n
y
a
b
u
n
g
a
n
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
159
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
9
1
S
u
m
u
t
S
i
d
i
k
a
l
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

S
a
l
a
k
9
2
S
u
m
u
t
G
a
l
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

N
e
g
e
r
i

D
o
l
o
k
9
3
S
u
m
u
t
T
e
l
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
a
n
g
u
r
u
r
a
n
9
4
S
u
m
u
t
P
e
r
d
a
g
a
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
5
,
5
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
9
5
S
u
m
u
t
P
a
n
g
k
a
l
a
n

B
r
a
n
d
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

P
L
T
U

P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u
9
6
S
u
m
u
t
P
a
n
g
k
a
l
a
n

S
u
s
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
2

L
B
2
,
3
1
2
0
1
5
1

T
B

u
n
t
u
k

I
B
T
,

A
r
a
h

P
.
v
B
r
a
n
d
a
n
9
7
S
u
m
u
t
K
I
M
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
5
A
r
a
h

M
a
b
a
r
9
8
S
u
m
u
t
M
a
b
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
5
A
r
a
h

K
I
M
9
9
S
u
m
u
t
G
I
S

L
i
s
t
r
i
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
5
A
r
a
h

G
l
u
g
u
r
1
0
0
S
u
m
u
t
G
l
u
g
u
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
5
A
r
a
h

G
I
S

L
i
s
t
r
i
k
1
0
1
S
u
m
u
t
B
r
a
s
t
a
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

P
L
T
A

W
a
m
p
u
1
0
2
S
u
m
u
t
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

L
a
b
u
h
a
n

B
i
l
i
k
1
0
3
S
u
m
u
t
K
I
M

2
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
3
,
1
7
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
4
S
u
m
u
t
P
a
n
c
i
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
3
,
1
7
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
5
S
u
m
u
t
S
e
l
a
y
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
4
,
4
0
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
6
S
u
m
u
t
G
I

P
L
T
M
H

1
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
7
S
u
m
u
t
G
I

P
L
T
M
H

2
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
8
S
u
m
u
t
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

M
e
d
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
5
,
7
7
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
1
0
9
S
u
m
u
t
S
i
m
a
n
g
k
o
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
K
e

a
r
a
h

P
L
T
A

A
s
a
h
a
n

I
I
I
1
1
0
S
u
m
u
t
T
a
n
j
u
n
g

P
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
1
S
u
m
u
t
T
i
t
i

K
u
n
i
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
2
S
u
m
u
t
G
I
S

L
i
s
t
r
i
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
3
S
u
m
u
t
R
a
n
t
a
u
p
r
a
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
2

T
B
1
,
0
4
2
0
1
8
U
n
t
u
k

I
B
T

5
0
0
/
1
5
0

k
V
1
1
4
S
u
m
u
t
S
e
i

R
o
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
2

T
B
1
,
0
4
2
0
1
8
U
n
t
u
k

I
B
T

5
0
0
/
1
5
0

k
V
1
1
5
S
u
m
u
t
P
a
y
a

G
e
l
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
6
S
u
m
u
t
P
e
n
y
a
b
u
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
8
A
r
a
h

P
L
T
P

S
o
r
i
k

M
e
r
a
p
i
1
1
7
S
u
m
u
t
P
e
r
d
a
g
a
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
8
S
u
m
u
t
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

M
e
d
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
1
9
S
u
m
u
t
T
a
r
u
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
9
A
r
a
h

P
L
T
P

P
u
s
u
k

B
u
k
i
t
1
2
0
S
u
m
u
t
S
e
l
a
y
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
160
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
1
2
1
S
u
m
u
t
K
i
s
a
r
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
2
S
u
m
u
t
R
a
n
t
a
u

P
r
a
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
3
S
u
m
u
t
P
a
y
a

G
e
l
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
4
S
u
m
u
t
B
r
a
s
t
a
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
5
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
6
R
i
a
u
B
a
g
a
n

B
a
t
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
7
R
i
a
u
P
L
T
G

D
u
r
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
4
,
4
0
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
8
R
i
a
u
D
u
r
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
2
9
R
i
a
u
T
e
l
u
k

L
e
m
b
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
3
0
R
i
a
u
D
u
m
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
1
3
1
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
a
n
g
a
r
a
i
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
2
R
i
a
u
K
a
w
a
s
a

I
n
d
u
s
t
r
i

T
e
n
a
y
a
n

(
K
I
T
)
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
3
R
i
a
u
K
a
w
a
s
a
n

I
n
d
u
s
t
r
i

D
u
m
a
i

(
K
I
D
)
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
4
R
i
a
u
B
a
g
a
n

S
i
a
p
i
a
p
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
5
R
i
a
u
P
a
n
g
k
a
l
a
n

K
e
r
i
n
c
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
6
R
i
a
u
P
e
r
a
w
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
7
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
5
,
5
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
8
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
3
9
R
i
a
u
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
,

2

T
R
F
8
0
2
,
7
5
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
4
0
R
i
a
u
N
e
w

G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
5
,
7
7
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
1
4
1
R
i
a
u
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
1
4
2
R
i
a
u
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
4
3
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
a
s
i
r

P
a
n
g
a
r
a
i
a
n
1
4
4
R
i
a
u
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

R
e
n
g
a
t
1
4
5
R
i
a
u
D
u
m
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

K
I
D

D
u
m
a
i
1
4
6
R
i
a
u
D
u
m
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

B
a
g
a
n

S
i
a
p
i
a
p
i
1
4
7
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

P
a
n
g
k
a
l
a
n

K
e
r
i
n
c
i
1
4
8
R
i
a
u
T
e
m
b
i
l
a
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
1
4
9
R
i
a
u
S
i
a
k

S
r
i

I
n
d
r
a

P
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
.
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
1
5
0
R
i
a
u
K
a
n
d
i
s
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
161
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
1
5
1
R
i
a
u
L
i
p
a
t

K
a
i
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
1
5
2
R
i
a
u
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

P
e
k
a
n
b
a
r
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
3
,
1
7
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
1
5
3
R
i
a
u
G
a
r
u
d
a

S
a
k
t
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

P
e
k
a
n
b
a
r
u
1
5
4
R
i
a
u
T
e
l
u
k

L
e
m
b
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
5
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

T
e
l
u
k

L
e
m
b
u
1
5
6
R
i
a
u
T
e
n
a
y
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

P
e
r
a
w
a
n
g
1
5
7
R
i
a
u
R
e
n
g
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

T
e
m
b
i
l
a
h
a
n
1
5
8
R
i
a
u
T
e
n
a
y
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

S
i
a
k

S
r
i

I
n
d
r
a

P
u
r
a
1
5
9
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

L
i
p
a
t

K
a
i
n
1
6
0
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
1
R
i
a
u
P
a
s
i
r

P
u
t
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

T
B
,

2

T
R
F
1
2
0
2
,
7
5
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
2
R
i
a
u
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
3
R
i
a
u
K
I
T

T
e
n
a
y
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
4
R
i
a
u
D
u
r
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
5
R
i
a
u
T
e
m
b
i
l
a
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
6
R
i
a
u
K
I
D

D
u
m
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
7
R
i
a
u
B
a
g
a
n

B
a
t
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
8
R
i
a
u
T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
6
9
R
i
a
u
B
a
n
g
k
i
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
7
0
R
i
a
u
K
I
T

T
e
n
a
y
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
7
1
K
e
p
r
i
P
u
l
a
u

N
g
e
n
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
1
0
4
,
0
5
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
7
2
K
e
p
r
i
S
r
i

B
i
n
t
a
n

1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
7
3
K
e
p
r
i
A
i
r

R
a
j
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
5
,
5
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
7
4
K
e
p
r
i
K
i
j
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
7
5
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

U
b
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
4
,
4
0
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
7
6
K
e
p
r
i
T
a
n
j
u
n
g

U
b
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
5
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
7
7
K
e
p
r
i
S
r
i

B
i
n
t
a
n

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
7
8
S
u
m
b
a
r
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
2
0
0
,
5
2
2
0
1
2
R
e
l
o
k
a
s
i

t
r
a
f
o
1
7
9
S
u
m
b
a
r
B
u
n
g
u
s
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
2
G
I

b
a
r
u
1
8
0
S
u
m
b
a
r
P
a
u
h

L
i
m
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

3
0

M
V
A
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
162
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
1
8
1
S
u
m
b
a
r
S
o
l
o
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
1
8
2
S
u
m
b
a
r
K
a
m
b
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
1
8
3
S
u
m
b
a
r
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
8
4
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

P
a
n
j
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
8
5
S
u
m
b
a
r
S
a
l
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
8
6
S
u
m
b
a
r
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
8
7
S
u
m
b
a
r
M
a
n
i
n
j
a
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
8
8
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
1
8
9
S
u
m
b
a
r
K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

T
e
l
u
k

K
u
a
n
t
a
n
1
9
0
S
u
m
b
a
r
M
a
n
i
n
j
a
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
9
1
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

M
a
n
i
n
j
a
u

&

P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
1
9
2
S
u
m
b
a
r
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
9
3
S
u
m
b
a
r
B
a
t
u
s
a
n
g
k
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

S
i
n
g
k
a
r
a
k
1
9
4
S
u
m
b
a
r
S
i
n
g
k
a
r
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
4
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

B
a
t
u
s
a
n
g
k
a
r
1
9
5
S
u
m
b
a
r
S
u
n
g
a
i

R
u
m
b
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
2
,
3
5
2
0
1
5
1

T
B

u
n
t
u
k

I
B
T

2
7
5
/
1
5
0

k
V
,

G
I

b
a
r
u
1
9
6
S
u
m
b
a
r
K
a
m
b
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

M
u
k
o
-
M
u
k
o
/
B
a
n
t
a
l
/
I
p
u
h
1
9
7
S
u
m
b
a
r
K
i
l
i
r
a
n
j
a
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
9
8
S
u
m
b
a
r
P
a
y
a
k
u
m
b
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
1
9
9
S
u
m
b
a
r
G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

P
a
d
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
4
,
5
4
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
2
0
0
S
u
m
b
a
r
P
I
P
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

G
I
/
G
I
S

K
o
t
a

P
a
d
a
n
g
2
0
1
S
u
m
b
a
r
B
u
n
g
u
s
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
0
2
S
u
m
b
a
r
K
a
m
b
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
0
3
S
u
m
b
a
r
S
o
l
o
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
0
4
S
u
m
b
a
r
M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
/
B
a
t
a
n
g

S
a
n
g
i
r
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
7
G
I

b
a
r
u
2
0
5
S
u
m
b
a
r
P
a
s
a
m
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
7
G
I

b
a
r
u
2
0
6
S
u
m
b
a
r
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
0
7
S
u
m
b
a
r
S
u
n
g
a
i

R
u
m
b
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
7
A
r
a
h

P
L
T
P

M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
2
0
8
S
u
m
b
a
r
P
L
T
P

M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
7
A
r
a
h

M
u
a
r
a

L
a
b
u
h
/
B
a
t
a
n
g

S
a
n
g
i
r
2
0
9
S
u
m
b
a
r
S
i
m
p
a
n
g

E
m
p
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
7
A
r
a
h

P
a
s
a
m
a
n
2
1
0
S
u
m
b
a
r
L
u
b
u
k

A
l
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
163
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
2
1
1
S
u
m
b
a
r
S
u
n
g
a
i

R
u
m
b
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
2
S
u
m
b
a
r
P
a
r
i
a
m
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
3
S
u
m
b
a
r
P
a
d
a
n
g

L
u
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
4
S
u
m
b
a
r
B
a
t
u
s
a
n
g
k
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
5
S
u
m
b
a
r
P
I
P
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
6
S
u
m
b
a
r
G
I
S

K
o
t
a

P
a
d
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
7
S
u
m
b
a
r
I
n
d
a
r
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
8
S
u
m
b
a
r
S
a
l
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
1
9
S
u
m
b
a
r
P
a
u
h

L
i
m
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
0
J
a
m
b
i
A
u
r
d
u
r
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
1
J
a
m
b
i
P
a
y
o
s
e
l
i
n
c
a
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
4

L
B
2
,
4
7
2
0
1
2
A
r
a
h

P
L
T
G

&

P
L
T
M
G
2
2
2
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

S
a
b
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
2
3
J
a
m
b
i
P
a
y
o
s
e
l
i
n
c
a
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
4
J
a
m
b
i
B
a
n
g
k
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
5
J
a
m
b
i
M
u
a
r
o

B
u
l
i
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
6
J
a
m
b
i
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
2
2
7
J
a
m
b
i
S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
2
2
8
J
a
m
b
i
M
u
a
r
o

B
u
n
g
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
2
9
J
a
m
b
i
B
a
n
g
k
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

S
u
n
g
a
i

p
e
n
u
h
2
3
0
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

B
u
l
i
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
2
3
1
J
a
m
b
i
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
5
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
3
2
J
a
m
b
i
S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

M
u
a
r
a

R
u
p
i
t
2
3
3
J
a
m
b
i
P
L
T
P

S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

B
C
2

L
B
1
,
7
9
2
0
1
6
A
r
a
h

S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
2
3
4
J
a
m
b
i
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

P
L
T
P

S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
2
3
5
J
a
m
b
i
P
a
y
o
s
e
l
i
n
c
a
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
3
6
J
a
m
b
i
K
u
a
l
a

T
u
n
g
k
a
l
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
8
G
I

b
a
r
u
2
3
7
J
a
m
b
i
A
u
r
d
u
r
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
3
8
J
a
m
b
i
M
u
a
r
o

B
u
n
g
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
3
9
J
a
m
b
i
P
L
T
A

M
e
r
a
n
g
i
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
,

1

B
C
4

L
B
3
,
0
3
2
0
1
8
A
r
a
h

B
a
n
g
k
o

d
a
n

S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
2
4
0
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

S
a
b
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
8
A
r
a
h

K
u
a
l
a

T
u
n
g
k
a
l
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
164
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
2
4
1
J
a
m
b
i
M
u
a
r
a

S
a
b
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
2
J
a
m
b
i
B
a
n
g
k
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
3
J
a
m
b
i
S
a
r
o
l
a
n
g
u
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
4
J
a
m
b
i
P
a
y
o
s
e
l
i
n
c
a
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
5
J
a
m
b
i
S
u
n
g
a
i

P
e
n
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
6
B
e
n
g
k
u
l
u
M
a
n
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
2
G
I

b
a
r
u
2
4
7
B
e
n
g
k
u
l
u
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
4
8
B
e
n
g
k
u
l
u
P
u
l
a
u

B
a
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
4
,
5
4
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
4
9
B
e
n
g
k
u
l
u
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

P
u
l
o

B
a
a
i
2
5
0
B
e
n
g
k
u
l
u
M
a
n
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
5
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
5
1
B
e
n
g
k
u
l
u
M
u
k
o
-
m
u
k
o
/
B
a
n
t
a
l
/
I
p
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
5
2
B
e
n
g
k
u
l
u
A
r
g
a
m
a
k
m
u
r
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
5
3
B
e
n
g
k
u
l
u
P
u
l
a
u

B
a
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

A
r
g
a
m
a
k
m
u
r
2
5
4
B
e
n
g
k
u
l
u
P
e
k
a
l
o
n
g
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

H
u
l
u
l
a
i
s
2
5
5
B
e
n
g
k
u
l
u
B
i
n
t
u
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
7
G
I

b
a
r
u
2
5
6
B
e
n
g
k
u
l
u
P
u
l
a
u

B
a
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
5
7
B
e
n
g
k
u
l
u
M
a
n
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
7
A
r
a
h

B
i
n
t
u
h
a
n
2
5
8
B
e
n
g
k
u
l
u
M
u
k
o
-
m
u
k
o
/
B
a
n
t
a
l
/
I
p
u
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
2
0
A
r
a
h

A
r
g
a
m
a
k
m
u
r
2
5
9
S
u
m
s
e
l
B
u
k
i
t

S
i
g
u
n
t
a
n
g
7
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
0
5
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
5

M
V
A
2
6
0
S
u
m
s
e
l
L
u
b
u
k

L
i
n
g
g
a
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
2
6
1
S
u
m
s
e
l
P
a
g
a
r

A
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
2
A
r
a
h

M
a
n
n
a
2
6
2
S
u
m
s
e
l
B
u
n
g
a
r
a
n
7
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
0
5
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
5

M
V
A
2
6
3
S
u
m
s
e
l
B
u
n
g
a
r
a
n
7
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
0
5
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
2
6
4
S
u
m
s
e
l
S
e
k
a
y
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
6
5
S
u
m
s
e
l
B
u
k
i
t

S
i
g
u
n
t
a
n
g
7
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
0
5
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
5

M
V
A
2
6
6
S
u
m
s
e
l
T
a
n
j
u
n
g

A
p
i
-
A
p
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
6
7
S
u
m
s
e
l
T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
6
8
S
u
m
s
e
l
B
a
t
u
r
a
j
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
6
9
S
u
m
s
e
l
L
u
b
u
k

L
i
n
g
g
a
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
7
0
S
u
m
s
e
l
K
e
n
t
e
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

6

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
7
,
0
1
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
165
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
2
7
1
S
u
m
s
e
l
G
a
n
d
u
s
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
5
,
7
7
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
2
7
2
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
3
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

P
a
g
a
r

A
l
a
m
2
7
3
S
u
m
s
e
l
P
a
g
a
r

A
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

L
B
1

L
B
0
,
6
2
2
0
1
3
S
i
r
k
i
t

k
e
d
u
a

a
r
a
h

L
a
h
a
t
2
7
4
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

S
e
k
a
y
u
2
7
5
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
2
7
6
S
u
m
s
e
l
P
a
g
a
r

A
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
0

M
V
A
2
7
7
S
u
m
s
e
l
K
a
y
u

A
g
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
2
7
8
S
u
m
s
e
l
P
r
a
b
u
m
u
l
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
7
9
S
u
m
s
e
l
B
a
t
u
r
a
j
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
8
0
S
u
m
s
e
l
J
a
k
a
b
a
r
i
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
4
,
4
0
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
2
8
1
S
u
m
s
e
l
K
e
r
a
m
a
s
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
8
2
S
u
m
s
e
l
B
u
k
i
t

A
s
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
8
3
S
u
m
s
e
l
M
a
r
i
a
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

K
a
y
u

A
g
u
n
g
2
8
4
S
u
m
s
e
l
G
u
m
a
w
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

K
a
y
u

A
g
u
n
g
2
8
5
S
u
m
s
e
l
K
e
r
a
m
a
s
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
U
n
t
u
k

P
L
T
G
U

K
e
r
a
m
a
s
a
n
2
8
6
S
u
m
s
e
l
G
u
m
a
w
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
5
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
8
7
S
u
m
s
e
l
T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
8
8
S
u
m
s
e
l
S
u
n
g
a
i

L
i
l
i
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
8
9
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

d
u
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
9
0
S
u
m
s
e
l
M
a
r
i
a
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
5
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
2
9
1
S
u
m
s
e
l
M
a
r
t
a
p
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
9
2
S
u
m
s
e
l
M
u
a
r
a

R
u
p
i
t
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
9
3
S
u
m
s
e
l
T
u
g
u
m
u
l
y
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
4
,
2
9
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
2
9
4
S
u
m
s
e
l
L
u
b
u
k

L
i
n
g
g
a
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
2
9
5
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

S
u
n
g
a
i

L
i
l
i
n
2
9
6
S
u
m
s
e
l
M
a
r
t
a
p
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

M
u
a
r
a

d
u
a
2
9
7
S
u
m
s
e
l
L
a
h
a
t
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

4

L
B
4

L
B
2
,
4
7
2
0
1
5
A
r
a
h

B
a
n
j
a
r

S
a
r
i

&

K
e
b
a
n

A
g
u
n
g
2
9
8
S
u
m
s
e
l
P
e
n
d
o
p
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
2
9
9
S
u
m
s
e
l
P
r
a
b
u
m
u
l
i
h
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

P
r
a
b
u
m
u
l
i
h
3
0
0
S
u
m
s
e
l
S
u
n
g
a
i

L
i
l
i
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
166
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
3
0
1
S
u
m
s
e
l
K
e
r
a
m
a
s
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
7
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
2
S
u
m
s
e
l
P
a
g
a
r

A
l
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
8
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

1
5

M
V
A
3
0
3
S
u
m
s
e
l
K
e
n
t
e
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
4
S
u
m
s
e
l
T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
5
S
u
m
s
e
l
B
u
k
i
t

A
s
a
m
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
6
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
9
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
7
S
u
m
s
e
l
K
a
y
u

A
g
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
8
S
u
m
s
e
l
S
e
k
a
y
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
0
9
S
u
m
s
e
l
T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
0
S
u
m
s
e
l
P
e
n
d
o
p
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
1
S
u
m
s
e
l
G
a
n
d
u
s
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
2
S
u
m
s
e
l
S
i
m
p
a
n
g

T
i
g
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
0
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
3
S
u
m
s
e
l
B
e
t
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
4
S
u
m
s
e
l
S
e
k
a
y
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
5
S
u
m
s
e
l
T
e
b
i
n
g

T
i
n
g
g
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
6
S
u
m
s
e
l
T
a
l
a
n
g

K
e
l
a
p
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
2
1
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
7
L
a
m
p
u
n
g
U
l
u
b
e
l
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
2
G
I

b
a
r
u
3
1
8
L
a
m
p
u
n
g
K
a
l
i
a
n
d
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
1
9
L
a
m
p
u
n
g
A
d
i
j
a
y
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
0
L
a
m
p
u
n
g
K
o
t
a
b
u
m
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
2
1
L
a
m
p
u
n
g
B
u
k
i
t

K
e
m
u
n
i
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
2
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
2
L
a
m
p
u
n
g
N
e
w

T
a
r
a
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
3
L
a
m
p
u
n
g
S
u
k
a
r
a
m
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
4
L
a
m
p
u
n
g
M
e
n
g
g
a
l
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
5
L
a
m
p
u
n
g
N
a
t
a
r
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
6
L
a
m
p
u
n
g
P
a
g
e
l
a
r
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
2
7
L
a
m
p
u
n
g
N
e
w

T
a
r
a
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
2
8
L
a
m
p
u
n
g
M
e
t
r
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
2
9
L
a
m
p
u
n
g
S
r
i
b
a
w
o
n
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
3
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
3
0
L
a
m
p
u
n
g
D
i
p
a
s
e
n
a
7
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

3

T
B
,

1

B
C
,

3

T
R
F
9
0
4
,
5
1
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
167
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
3
3
1
L
a
m
p
u
n
g
S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
7
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
1
0
0
2
,
4
1
2
0
1
3
G
I

b
a
r
u
3
3
2
L
a
m
p
u
n
g
S
r
i
b
a
w
o
n
o
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
3
3
3
L
a
m
p
u
n
g
M
e
n
g
g
a
l
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
3
A
r
a
h

S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
3
3
4
L
a
m
p
u
n
g
K
o
t
a

A
g
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
3
3
5
L
a
m
p
u
n
g
L
i
w
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
4
G
I

b
a
r
u
3
3
6
L
a
m
p
u
n
g
S
e
p
u
t
i
h

B
a
n
y
a
k
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
4
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
3
7
L
a
m
p
u
n
g
T
e
g
i
n
e
n
e
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
3
8
L
a
m
p
u
n
g
K
o
t
a
b
u
m
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
4
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
3
9
L
a
m
p
u
n
g
P
a
g
e
l
a
r
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

K
o
t
a

A
g
u
n
g
3
4
0
L
a
m
p
u
n
g
B
u
k
i
t

K
e
m
u
n
i
n
g

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
4
A
r
a
h

L
i
w
a
3
4
1
L
a
m
p
u
n
g
K
e
t
a
p
a
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
3
4
2
L
a
m
p
u
n
g
M
e
s
u
j
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
3
4
3
L
a
m
p
u
n
g
T
e
l
u
k

R
a
t
a
i
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
3
4
4
L
a
m
p
u
n
g
G
e
d
o
n
g

T
a
t
a
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
6
0
4
,
3
3
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
3
4
5
L
a
m
p
u
n
g
D
i
p
a
s
e
n
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

2

T
B
,

1

B
C
,

2

T
R
F
1
2
0
4
,
5
4
2
0
1
5
G
I

b
a
r
u
3
4
6
L
a
m
p
u
n
g
K
a
l
i
a
n
d
a

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

K
e
t
a
p
a
n
g
3
4
7
L
a
m
p
u
n
g
P
a
g
e
l
a
r
a
n

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

G
e
d
o
n

T
a
t
a
a
n
3
4
8
L
a
m
p
u
n
g
G
u
m
a
w
a
n
g

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

M
e
s
u
j
i
3
4
9
L
a
m
p
u
n
g
G
e
d
o
n
g

T
a
t
a
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

T
e
l
u
k

R
a
t
a
i
3
5
0
L
a
m
p
u
n
g
M
e
s
u
j
i

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

D
i
p
a
s
e
n
a
3
5
1
L
a
m
p
u
n
g
B
l
a
m
b
a
n
g
a
n

U
m
p
u
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
5
A
r
a
h

P
a
k
u
a
n

R
a
t
u
3
5
2
L
a
m
p
u
n
g
A
d
i
j
a
y
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
5
3
L
a
m
p
u
n
g
S
u
t
a
m
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
5
4
L
a
m
p
u
n
g
P
a
k
u
a
n

R
a
t
u
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
3
5
5
L
a
m
p
u
n
g
J
a
t
i

A
g
u
n
g
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
3
0
3
,
0
6
2
0
1
6
G
I

b
a
r
u
3
5
6
L
a
m
p
u
n
g
N
e
w

T
a
r
a
h
a
n
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
6
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
5
7
L
a
m
p
u
n
g
M
e
n
g
g
a
l
a
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
6
0
1
,
3
7
2
0
1
6
U
p
r
a
t
i
n
g

t
r
a
f
o

2
0

M
V
A
3
5
8
L
a
m
p
u
n
g
S
u
k
a
r
a
m
e
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
6
A
r
a
h

J
a
t
i

A
g
u
n
g
3
5
9
L
a
m
p
u
n
g
L
a
n
g
k
a
p
u
r
a
1
5
0
/
2
0

k
V
N
e
w
,

2

L
B
,

1

T
B
,

1

B
C
,

1

T
R
F
6
0
3
,
1
7
2
0
1
7
G
I

b
a
r
u
3
6
0
L
a
m
p
u
n
g
K
a
l
i
a
n
d
a

1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

2

L
B
2

L
B
1
,
2
3
2
0
1
7
A
r
a
h

P
L
T
P

R
a
j
a

B
a
s
a
P
e
n
g
e
m
b
a
n
g
a
n

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k

S
u
m
a
t
e
r
a
l
a
n
j
u
t
a
n
Rencana Usaha Penyedi aan Tenaga Li stri k 2012-2021
168
N
o
P
r
o
v
i
n
s
i
N
a
m
a

G
a
r
d
u

I
n
d
u
k
T
e
g
a
n
g
a
n
S
c
o
p
e

P
r
o
y
e
k
M
V
A
/
L
B
J
u
t
a

U
S
D
C
O
D
K
e
t
e
r
a
n
g
a
n
3
6
1
L
a
m
p
u
n
g
M
e
s
u
j
i
1
5
0
/
2
0

k
V
E
x
t
,

1

T
B
,

1

T
R
F
3
0
1
,
2
7
2
0
1
8
E
k
s
t
e
n
s
i
e
n

t
r
a
f
o
3
6
2
L
a
m
p
u
n
g