Anda di halaman 1dari 7

1

PENENTUAN TRANSAMINASE GLUTAMAT-PIRUVAT


SERUM DARAH

Kadek Anggra Suprapta
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha
Email: Dekanggra5@gmail.com

Abstract

The purpose of this experiment is to determine the glutamate-pyruvate transaminase found in
blood serum. Transamination is the main process to remove nitrogen from amino acids.
Generally nitrogen is moved as the amino group of the amino acid to -ketoglutarate to form
glutamate, while the original amino acid turns into keto acid equivalents. All amino acids
except lysine and threonine amino acids can undergo transaminase reaction. The enzyme that
catalyzes this reaction is known as the enzyme transaminase or aminotransferase. In this lab
test solution absorbance measurement, control solution, a solution of blank and standard
solutions. Based on the data analysis and discussion of the results that glutamate pyruvate
transaminase enzyme levels comparable to the levels of pyruvate in the blood serum that is
equal to 22.222 mol / min liter of serum.

Keywords: transamination, glutamic, pyruvic, -ketoglutaric.

1. PENDAHULUAN
Asam amino mempunyai peranan penting
bagi tubuh. Selain menyediakan kebutuhan
nitrogen, asam-asam amino dapat digunakan
sebagai sumber energy jika nitrogen dilepas.
Asam-asam amino tidak dapat disimpan
dalam tubuh. Jika jumlah asam amino
berlebih atau kekurangan sumber lain
(karbohidrat atau protein), tubuh akan
menggunakan asam amino sebagai sumber
energi. Asam amino memerlukan pelepasan
gugus amin. Gugus amin ini kemudian
dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.
Terdapat dua tahap pelepasan gugus amin
dari asam amino yaitu transaminasi dan
deaminasi oksidatif.
Transaminase adalah proses utama untuk
mengeluarkan nitrogen dari asam amino.
Umumnya nitrogen dipindahkan sebagai
gugus amino dari asam amino ke -
ketoglutarat sehingga terbentuk glutamat,
sementara asam amino semula berubah
menjadi asam keto padanannya (Tika,2010).










Gambar 1. Pelepasan Nitrogen pada Transaminasi

Enzim transaminase glutamat piruvat
(TGP) merupakan enzim yang mengkatalisis
reaksi transaminase asam L-alanin dengan -
ketoglutarat menghasilkan asam piruvat dan
asam L-glutamat. Adapun reaksi yang terjadi
seperti berikut.


NADPH + H
+
NADP
+
NADH+ H
+
NAD
+
Glutamat
NH
4
+
+ -Ketoglutarat
2




Gambar 2. Reaksi Transaminasi Glutamat

Kebanyakan enzim transaminase bersifat
spesifik bagi -ketoglutarat sebagai molekul
penerima gugus amino. Glutamat dapat
mengalami deaminasi oksidatif melalui reaksi
yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase
yang menghasilkan ion amonium dan -
ketoglutarat. Adapun reaksinya adalah sebagai
berikut (Tika,2010).


Gambar 3. Reaksi yang Dikatalisis Oleh Glutamat Dehidrogenase

NAD
+
atau NADP
+
berfungsi sebagai
kofaktor , reaksi yang berlangsung di
mitokondria sebagian besar sel bersifat
reversibel. Reaksi ini dapat menggabungkan
ammonia ke glutamat atau membebaskan
ammonia dari glutamat. Akibat reaksi
transaminasi, glutamat dapat memperoleh
nitrogen dari asam amino lain dan melepaskan
amonia melalui reaksi glutamat
dehidrogenase. Proses ini merupakan salah
satu sumber amonia yang masuk ke dalam
siklus urea (Tika,2010).
Namun demikian, enzim tersebut tidak
terlalu spesifik sebagai substratnya, yaitu
asam L-amino yang memberikan gugus
aminonya. Berikut ini transaminase yang
paling penting dinamakan sesuai dengan
molekul pemberi gugus aminonya.

Asam L-alanin + -ketoglutarat piruvat + L-glutamat
Asam L-aspartat+ -ketoglutarat oksaloasetat + L-glutamat
Asam L-leusin + -ketoglutarat -ketoisokaroat + L-glutamat
Asam L-tirosin + -ketoglutarat p-hidroksifenilpiruvat + L-glutamat

Hati, ginjal, dan otot mengandung
banyak tansaminase glutamat-oksaloasetat
(TGO), disebut juga sebagai aspartat
aminotranferase dan transaminase glutamat-
piruvat (TGP). Disebut juga alanin
transferase. Serum pada keadaan normal
menunjukkan adanya aktivitas enzim tersebut,
tetapi rendah. Hanya apabila terjadi kerusakan
pada jaringan-jaringan tersebut, maka enzim-
enzim intraseluler di atas akan keluar sel dan
Asam L-amino -ketoglutarat asam -keto L-glutamat
3

masuk ke darah. Kenaikan aktivitas TGO dan
TGP serum, dapat dijumpai pada penyakit
yang menyangkut jaringan tertentu.
Secara keseluruhan, reaksi transaminasi
bersifat reversible. Reaksi ini dapat digunakan
untuk mengeluarkan nitrogen dari asam amino
atau untuk memindahkan nitrogen ke dalam -
keto untuk membentuk asam amino. Dengan
demikian, reaksi tersebut berperan pada
penguraian maupun pembentukan asam
amino, sehingga reaksi ini sangat penting
dalam metabolisme asam amino (Dawn,
Marks, dkk.2000).
Adapun cara untuk menghitung piruvat
dari hasil percobaan adalah sebagai berikut:



Keterangan:
T = serapan untuk zat yang diperiksa/diukur
K = serapan untuk control
S = serapan untuk standar
B = serapan untuk blanko

2. METODE
Praktikum ini dilakukan di Laboratorium
Kimia Organik Jurusan Pendidikan Kimia,
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
pada tanggal 25 April 2014. Alat dan bahan
yang digunakan dalam praktikum ini
didapatkan dari Laboratorium Organik
Jurusan Pendidikan Kimia. Adapun alat-alat
yang digunakan pada praktikum ini yaitu 1
rak tabung reaksi, 1 buah spektrofotometer
UV-VIS, 2 buah batang pengaduk, kaca arloji,
pipet tetes, gelas kimia 100 mL, labu ukur 100
mL, labu ukur 50 mL, pipet volume 5 mL,
termometer, dan 1 buah pemanas. Adapun
bahan-bahan yang digunakan pada praktikum
ini antara lain: larutan buffer fosfat pH 7,0,
larutan NaOH, larutan asam -ketoglutarat,
larutan 2,4 dinitrofenilhidrazin, larutan HCl
pekat, larutan standar piruvat, serum darah
dan akuades. Praktikum ini dilakukan melalui
beberapa tahap yaitu tahap pembuatan larutan
uji, larutan kontrol, larutan blanko, dan
larutan standar.
Prosedur kerja dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut
Larutan Uji
Sebanyak 0,5 mL substrat dimasukkan ke
dalam tabung reaksi dan diinkubasi dalam
penangas air dengan suhu 37
o
C selama 3
menit. Kemudian ditambahkan 0,1 mL serum
dan diinkubasi selama 60 menit. Selanjutnya
ke dalam tabung reaksi tersebut ditambahkan
0,5 mL 2,4-dinitrofenilhidrazin (DNFH) dan
dikocok dengan baik. Campuran kemudian
ditambahkan 5 mL larutan NaOH
ditambahkan, diaduk dan diinkubasi pada
suhu kamar selama 10 menit. Serapan diukur
pada panjang gelombang 510 nm.

Larutan Kontrol
Sebanyak 0,5 mL substrat ditambahkan
dengan 0,5 mL larutan DNFH. Setelah
tercampur, ditambahkan 0,1 mL serum.
Larutan yang terbentuk diinkubasi selama 20
menit. Ke dalam larutan ini ditambahkan 5
mL NaOH, diaduk dan diinkubasi pada suhu
kamar selama 10 menit. Serapannya diukur
dengan menggunakan spektrofotometer pada
panjang gelombang 510 nm.

Larutan Blanko
Sebanyak 0,5 mL substrat ditambahkan
dengan 0,1 mL aquades dan 0,5 mL larutan
DNFH. Larutan yang terbentuk diinkubasi
selama 20 menit. Ke dalam larutan
ditambahkan 5 mL NaOH, diaduk dan
diinkubasi pada suhu kamar selama 10 menit.
Serapannya diukur dengan menggunakan
spektrofotometer pada panjang gelombang
510 nm.

Larutan Standar
Sebanyak 0,1 mL larutan standar piruvat
ditambahkan dengan 0,4 mL substrat, 0,1 mL
akuades dan 0,5 mL larutan DNFH. Larutan
yang terbentuk diinkubasi selama 20 menit.
Ke dalam larutan ditambahkan 5 mL NaOH,
diaduk dan diinkubasi pada suhu kamar
selama 10 menit. Serapannya diukur dengan
menggunakan spektrofotometer pada panjang
gelombang 510 nm.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Transaminasi merupakan proses
utama untuk melepaskan gugus nitrogen
dari asam amino. Umumnya nitrogen
piruvat mM x
B S
K T
4

4

dipindahkan sebagai gugus amino dari
asam amino ke -ketoglutarat sehingga
terbentuk glutamat. Sedangkan asam
amino semula berubah menjadi asam keto
padanannya.
Pada praktikum ini dilakukan penentuan
jumlah transaminase glutamat piruvat (TGP)
yang terdapat pada serum darah. Enzim
transaminase glutamat piruvat yang digunakan
di dapat dari darah dan substratnya adalah
asam L-alanin dan asam -ketoglutarat.
Enzim transaminase glutamat piruvat
merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi
transaminasi asam L-alanin dan -ketoglutarat
yang menghasilkan asam piruvat dan asam L-
glutamat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai
berikut.
C
COO
-
H NH
3
+
R
+
CH
2
COO
-
CH
2
C
COO
-
O
Transaminase
(Piridoksal Fosf at)
C
COO
-
R
CH
2
COO
-
CH
2
C
COO
-
NH
3
+
O H +


Gambar 4. Reaksi Transaminasi Glutamat

Kebanyakan enzim transaminase bersifat
spesifik terhadap -ketoglutarat sebagai
molekul penerima gugus amino. Substrat
dalam percobaan ini adalah amino L-alanin
dan asam -ketoglutarat. Pada reaksi tersebut,
gugus -amino pada asam amino alanin
dipindahkan secara enzimatis ke dalam atom
karbon pada -ketoglutarat sehingga
dihasilkan asam piruvat yang merupakan
asam -keto analog dengan asam L-alanin.
Reaksi tersebut juga diikuti dengan aminasi -
ketoglutarat menghasilkan asam L-glutamat.
Reaksi tersebut diikuti dengan aminasi -
ketoglutarat menghasilkan asam L-glutamat.
Pada percobaan ini dilakukan beberapa
pengujian yaitu untuk larutan uji, larutan
kontrol, larutan blangko, dan larutan standar.
Untuk larutan uji digunakan 0,5 mL substrat.
Kemudian ditambahkan 0,1 mL serum darah.
Fungsi dari serum darah adalah sebagai
penyedia enzim transaminase glutamat-
piruvat. Sebelum ditambahkan serum darah,
larutan uji terlebih dahulu diinkubasi pada
suhu 37
o
C selama 3 menit. Inkubasi ini
bertujuan untuk mengkondisikan suhu larutan
substrat sesuai dengan suhu optimum
terjadinya reaksi transaminase glutamat
piruvat.
Setelah proses inkubasi selesai, larutan
kemudian ditambahkan 0,1 mL serum darah
terhadap larutan uji. Setelah itu kembali
diinkubasi selama 60 menit. Setelah
diinkubasi selama 60 menit, dilakukan
penambahan larutan 2,4-dinitrofenilhidrazin.
Senyawa 2,4-dinitrofenilhidrazin yang
ditambahkan akan bereaksi dengan asam
piruvat yang dihasilkan dari reaksi
transaminasi sehingga menghasilkan senyawa
berwarna. Senyawa berwarna ini kemudian
diukur absorbansinya dengan menggunakan
spektrofotometer UV-VIS. Reaksi yang
terjadi melibatkan gugus karbonil pada asam
piruvat menghasilkan senyawa kompleks
piruvat 2,4-dinitrofenilhidrazin. Dengan
adanya penambahan larutan DNFH
menyebabkan warna larutan menjadi kuning
keemasan yang mengindikasikan
terbentuknya kompleks berwarna. Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut.



5

Gambar 5. Pembentukan kompleks piruvat 2,4-fenilhidrazin

Kemudian untuk larutan kontrol, dibuat
dengan cara mencampurkan 0,5 mL substrat
dengan 0,5 mL DNFH dan 0,1 mL serum
darah . Kemudian diinkubasi selama 10 menit.
Pengujian terhadap larutan kontrol ini
bertujuan untuk mengetahui jumlah DNFH
yang bereaksi dengan substrat. Pada -
ketoglutamat terdapat gugus karbonil yang
dapat bereaksi dengan DNFH menghasilkan
kompleks berwarna. adapun reaksi yang
terjadi adalah sebagai berikut.


Gambar 6. Kompleks Berwarna DNFH
Adanya jumlah DNFH yang bereaksi
dengan substrat akan mengganggu dan
berkontribusi dalam absorbansi larutan uji.
Adanya reaksi ini menyebabkan absorbansi
larutan uji menjadi bertambah. Dalam
perhitungan, absorbansi larutan uji akan
dikurangi dengan hasil absorbansi larutan
kontrol. Dengan perlakuan ini maka
absorbansi yang terukur bisa saja hanya
absorbansi kompleks piruvat 2,4-
dinitrofenilhidrazin. Dengan cara ini
absorbansi larutan substrat yang mengandung
piruvat dapat diketahui.
Kemudian dilakukan pula pengujian
terhadap larutan standar. Larutan standar
dibuat dengan menambahkan 0,4 mL larutan
substrat, 0,1 mL aquades dan 0,5 mL larutan
DNFH ke dalam 0,1 mL larutan standar
piruvat dan kemudian diinkubasi selama 20
menit. Pengujian terhadap larutan standar ini
bertujuan untuk membandingkan
absorbansinya dengan larutan yang diuji.
Dengan perbandingan tersebut, bila larutan
standar telah diketahui konsentrasinya maka
konsentrasi piruvat dalam larutan uji dapat
diketahui.
Pengujian terhadap larutan blangko juga
dilakukan karena larutan yang digunakan
menunjukkan warna tertentu. Oleh karena itu,
perlu dilakukan pengukuran absorbansi
larutan blanko yang mengandung aquades dan
larutan DNFH. Larutan blangko dibuat dari
0,5 mL substrat ditambahkan 0,1 mL aquades
dan 0,5 mL larutan DNFH. Selanjutnya,
larutan yang terbentuk diinkubasi selama 20
menit. Ke dalam larutan ditambahkan 5 mL
6

NaOH, diaduk dan diinkubasi pada suhu
kamar selama 10 menit, kemudian diukur
serapannya pada panjang gelombang 510 nm.
Sebelum dilakukan pengujian absorbansi
dengan spektrofotometer UV-VIS, pada
larutan uji, larutan standar dan larutan kontrol
dilakukan penambahan 5 mL NaOH 0,4 N
terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk
menghentikan reaksi antara gugus karbonil
dan asam piruvat. Reaksi antara gugus
karbonil dan asam piruvat hanya berlangsung
dalam suasana sedikit asam, sehingga ketika
ditambahkan larutan NaOH 0,4 N reaksi akan
terhenti.
Dari hasil pengukuran absorbansi dengan
menggunakan spektrofotometer UV-VIS
didapatkan absorbansi dari larutan uji,
kontrol, standar, dan blanko sebagai berikut.

Tabel 1. Hasil pengukuran absorbansi
Larutan A
Uji 0,352
Kontrol 0,247
Standar 0,315
Blanko 0

Dengan menggunakan rumus berikut ini
dapat dituliskan konsentrasi piruvat yang
dihasilkan. Piruvat (konsentrasi piruvat yang
dibuat dalam praktikum ini adalah sebesar 4
mM) yang terbentuk per menit oleh per liter
serum.
piruvat mM 4 x
B S
K T


dengan,
T = serapan untuk zat yang diuji
K = serapan untuk kontrol
S = serapan untuk standar
B = serapan untuk blanko
Piruvat yang terbentuk per menit oleh per
liter serum adalah sebagai berikut.

mol 67 x
B S
K T
0,1
1000
x 0,1 x
60
1
x 4 x
B S
K T


serum liter per menit per mol 22,222
0,1
1000
x 0,1 x
60
1
x 4 x
0 0,315
247 , 0 352 0,


Berdasarkan hasil perhitungan diatas,
maka kadar piruvat yang dihasilkan dalam
serum darah yang diuji yaitu sebesar 22,222
mol//menit L serum, kadar ini lebih rendah
bila dibandingkan dengan kadar maksimum
normal yaitu 23 mmol/menit L. Maka kadar
piruvat dalam serum darah tersebut adalah
tergolong normal.
Kadar piruvat yang dihasilkan ini dapat
digunakan sebagai tolak ukur kadar
transaminase glutamat piruvat yang dihasilkan
pada serum darah. Dengan mengasumsikan
bahwa kadar piruvat sebanding dengan kadar
transamirase glutamat piruvat pada serum
darah, maka kadar enzim transaminase
glutamat piruvat dapat dinyatakan sebesar
22,222 mol/menit liter serum.


4. SIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan hasil
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
kadar enzim transaminase glutamat piruvat
sebanding dengan kadar piruvat dalam serum
darah yaitu sebesar 22,222 mol/menit liter
serum.

5. UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih penulis sampaikan
kepada Dr. I Nyoman Tika, M.Si., sebagai
dosen pengampu mata kuliah Praktikum
Biokimia, Kadek Dewi Wirmandianthi, S.Pd,
M.Si, selaku asisten dosen, dan I Dewa
Subamia selaku laboran di Jurusan Pendidikan
Kimia atas masukan dan sarannya sehingga
percobaan ini dapat dilaksanakan dengan baik.


7

6. REFERENSI
Arbianto, Purwo. 1996. Biokimia Konsep-
Konsep Dasar. Bandung:
Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Proyek
Pendidikan Tenaga Guru.
Girindra, Aisjah.1986. Biokimia I. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Lu, F. 1995. Toksikologi Dasar. Jakarta:
Universitas Indonesia press
Marks, Dawn.B.,dkk.2000. Biokimia
Kedokteran Dasar. Jakarta. Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
Price, A.S dan Wilson, L. M. 1995.
Patofisiologi Konsep Klinis Proses-
proses Penyakit. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC
Redhana, I Wayan dan Siti Maryam. 2004.
Buku Ajar Biokimia Jilid 1.
Singaraja: IKIP Negeri Singaraja.
Redhana, I Wayan.2004. Penuntun Praktikum
Biokimia. Singaraja. IKIP N
Singaraja.
Sodikin, M. 2002. Biokimia Enzim. Jakarta:
Widya Medika
Tika, I Nyoman. 2010. Penuntun Praktikum
Biokimia. Singaraja: Universitas
Pendidikan Ganesha.
Ismono. 1978. Cara-cara Optik Dalam
Analisis Kimia. Diktat. Bandung:
Jurusan Kimia ITB.