Anda di halaman 1dari 11

R A B U, 2 8 M E I 2 0 0 8

Pendahuluan Ampul
AMPUL
Sterilisasi adalah proses yang dirancang untuk menciptakan
keadaan steril. Secara tradisional keaadan steril adalah kondisi
mutlak yang tercipta sebagai akibat penghancuran dan
penghilangan semua mikroorganisme hidup. Konsep ini
menyatakan bahwa steril adalah istilah yang mempunyai konotasi
relative, dan kemungkinan menciptakan kondisi mutlak bebas dari
mikroorganisme hanya dapat diduga atas dapat proyeksi kinetis
angka kematian mikroba.(Lachman hal.1254)
Produk steril adalah sediaan terapetis dalam bentuk terbagi-
bagi yang bebas dari mikroorganisme hidup. Pada prinsip ini
termasuk sediaan parenteral mata dan iritasi. Sediaan parenteral
ini merupakan sediaan yang unik diantara bentuk obat terbagi-
bagi, karena sediaan ini disuntikan melalui kulit atau membran
mukosa kebagian dalam tubuh. karena sediaan mengelakkan garis
pertahanan pertama dari tubuh yang paling efisien, yakni
membran kulit dan mukosa, sediaan tersebut harus bebas dari
kontaminasi mikroba dan dari komponen toksis,dan harus
mempunyai tingkat kemurnian tinggi atau luar biasa. Semua
komponen dan proses yang terlibat dalam penyediaan dalam
produk ini harus dipilih dan dirancang untuk menghilangkan
semua jenis kontaminasi apakah fisik, kimia, mikrobiologis.
(Lachman hal 1292)
Ampul adalah wadah berbentuk silindris yang terbuat dari gelas
yang memiliki ujung runcing (leher) dan bidang dasar datar.
Ukuran nominalnya adalah 1, 2, 5, 10, 20 kadang-kadang juga 25
atau 30 ml. Ampul adalah wadah takaran tunggal, oleh karena
total jumlah cairannya ditentukan pemakaian dalam satu kali
pemakaiannya untuk satu kali injeksi. Menurut peraturan ampul
dibuat dari gelas tidak berwarna, akan tetapi untuk bahan obat
peka cahaya dapat dibuat dari bahan gelas berwarna coklat tua.
Ampul gelas berleher dua ini sangat berkembang pesat sebagai
A R S I P B L O G
2008 (17 )
Mei (17 )
Cara Sterilisai Alat
Daftar Pustaka
Evaluasi
Cara kerja Otoklaf dan LAF
PENETAPAN VOLUME
INJEKSI PADA WADAH
Formula Infus
Formula Obat Mata
Formula Vial
Formula Ampul
Preformulasi Vial
Preformulasi Infus
Preformulasi tetes mata
Preformulasi Ampul
Pendahuluan Infus
Pendahuluan Ampul
Pendahuluan Obat tetes mata
steril
Pendahuluan Vial
M E NG E NA I S A YA
FORMULASI STERI L
LI HAT PROFI L LENGKAPKU
Bagikan
1

Lainnya

Blog Berikut Buat Blog

Masuk
F ORMUL AS I S T ERI L
ampul minum untuk pemakaian peroralia (R. Voigt hal. 464)
Ampul merupakan wadah takaran tunggal sehingga
penggunaannya untuk satu kali injeksi. Ampul dibuat dari bahan
gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka
terhadap cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan
gelas berwarna coklat tua.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara dalam keadaan:
1. Tidak perlu pengawet karena merupakan takaran tunggal
2. Tidak perlu isotonis
3. Diisi melalui buret yang ujungnya disterilkan terlebih dahulu
dengan
alkohol 7 0 %
4. Buret dibilas dengan larutan obat sebelum diisi
Injeksi telah digunakan untuk pertama kalinya pada manusia
sejak tahun 1660, meskipun demikian perkembangan pertama
injeksi semprot baru berlangsung pada tahun 1852, khususnya
pada saat dikenalkannya ampul gelas, untuk mengembangkannya
bentuk aplikasi ini lebih lanjut. Ampul gelas secara serempak
dirumuskan oleh apoteker LIMOUSIN (Perancis) dan
FRIEDLAENDER (Jerman) pada tahun 1886.
Injeksi adalah sediaan steril yang disuntikkan dengan cara
merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau melalui
selaput lender. Umumnya hanya larutan obat dalam air yang bisa
diberikan secara intravena. Suspensi tidak bisa diberikan karena
bahaya hambatan pembuluh kapiler. Suspensi air, minyak dan
larutan minyak biasanya tidak dapat diberikan secara subkutan,
karena akan timbul rasa sakit dan iritasi. Jaringan otot
mentolerasi minyak dan partikel-partikel yang tersuspensi cukup
baik, di dalam minyak sehingga jaringan tersebut merupakan satu-
satunya rute yang biasanya cocok untuk minyak dan suspensi
dalam minyak.
Persyaratan dalam larutan injeksi :
Kerja optimal dan sifat tersatukan dari larutan obat yang
diberikan secara parenteral hanya akan diperoleh jika persyaratan
berikut terpenuhi :
- Sesuainya kandungan bahan obat yang dinyatakan di dalam
etiket dan yang ada dalam sediaan, tidak terjadi penggunaan efek
selama penyimpanan akibat perusakan obat secara kimia dan
sebagainya.
- Penggunaan wadah yang cocok, yang tidak hanya memungkinkan
sediaan tetap steril tetapi juga mencegah terjadinya antaraksi
antarbahan obat dan material dinding wadah.
- Tersatukan tanpa terjadinya reaksi. Untuk beberapa faktor yang
paling menentukan: bebas kuman, bebas pirogen, bebas pelarut
yang secara fisiologis, isotonis , isohidris, bebas bahan melayang.
Intravena
Merupakan larutan, dapat mengandung cairan yang tidak
menimbulkan iritasi yang dapat bercampur dengan air, volume 1
ml sampai 10 ml. Larutan ini biasanya isotonis dan hipertonis. Bila
larutan hipertonis maka disuntikkan perlahan-lahan. Larutan
injeksi intravena harus jernih betul, bebas dari endapan atau
partikel padat, karena dapat menyumbat kapiler dan
menyebabkan kematian. Penggunaan injeksi intravena tidak boleh
mengandung bakterisida dan jika lebih dari 10 ml harus bebas
pirogen.
Pemberian obat intramuscular menghasilkan efek obat yang
kurang cepat, tetapi biasanya efek berlangsung lebih lama dari
yang dihasilkan oleh pemerian lewat IV.
Syarat pemerian obat secara IM :
1. dapat berupa larutan, air, minyak, atau suspensi. Biasanya
dalam bentuk air lebih cepat diabsorbsi dari pada bentuk
suspensi dan minyak.
2. dilakukan dengan cara memasukkan ke dalam otot rangka
3. tempat penyuntikan sebaiknya sejauh mungkin dari syaraf-
syaraf utama dan pembuluh-pembuluh darah utama.
4. pada orang dewasa, tempat yang paling sering digunakan utnuk
suntik IM, adalah seperempat bagian atas luar otot gluteus
max. pada bayi, daerah glutel sempit dan komponen utama
adalah lemak, Bukan otot
5. tempat suntikan lebih baik dibagian atas atau bawah deltoid,
karena lebih jauh dari syaraf radial.
6. Volume yang umum diberikan IM, sebaiknya dibatasi maximal
5 mili, bila disuntuikan didaerah glutel dan 2 ml bila di deltoid.
Injeksi Antibiotik untuk Meningitis
Meningitis merupakan peradangan meningen biasanya
disebabkan bakteri atau virus.Bakteri yang dapat menimbulkan
penyakit ini adalah antara lain : Haemophilus influenzae,
Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae,
Mycobacterium tuberculosis. Sedangkan virus yang dapat
menyebabkan meningitis antara lain: virus coxsackie, virus
gondongan dan virus koriomeningitis limfositik.
Ampisilin merupakan salah satu antibiotik yang dapat
digunakan untuk mengobati meningitis. Penggunaanya biasa
dikombinasi dengan sulbaktam untuk meningkatkan aktivitas nya.
Dosis lazim yang digunakan adalah: 1,5 gr 3gr kombinasi antara
ampisilin dengan sulbaktam dengan perbandingan 2:1.
berdasarkan literatur 37 5 mg kombinasi tersebut larut dalam 1 ml
air. Sehingga bentuk sediaan yang dipakai adalah ampul
rekonstitusi karena ampisilin tidak stabil pada air pada waktu yang
lama.
Injeksi Antibiotik Golongan Beta Laktam
Suspensi kering adalah sediaan khusus dengan preparat
berbentuk serbuk kering yang baru dirubah menjadi suspensi
dengan penambahan airr sesaat sebelum digunakan.
Kebanyakan dari obat-obat yang dibuat dari campuran kering
untuk suspensi oral adalah obat-obat anatibiotik karena obat-obat
seperti antibiotik tidak stabil untuk disimpan dalam periode
tertentu dengan adanya cairan pembawa air maka lebih sering
diberikan sebagai campuran serbuk keringuntuk dibuat suspensi
pada waktu pada waktu akan diberikan. Alasan pembuatan
suspensi kering salah satunya adalah karena obat-obat tertentu
tidak stabil secara kimia bila ada dalam larutan tapi stabil bila
disuspensi.
Suspensi kering dibuat dengan granulasi maupun tanpa
granukasi. Granulasi adalah suatu metode yang memperbesar
ukuran partikel serbuk guna memperbaiki sifat alir serbuk.
Persyaratan pada sebuah granulat sebaiknya :
1. Dalam bentuk dan warana yang sedapat mungkin teratur
2. Memiliki sifat alir yang baik
3. Tidak terlalu kering
4. Hancur baik dalam air
5. Menunjukkan kekompakan mekanis yang memuaskan
Injeksi Antiasma
Asma adalah suatu penyakit alergi yang bercirikan peradangan
steril kronis yang disertai serangan sesak napas akut secara
berkala mudah tersengal-sengal dan batuk (dengan bunyi khas).
Ciri lain adalah hipersekresi dahak yang biasanya lebih parah pada
malam hari dan meningkatkan ambang rangsang (hiperreaktivitas)
bronchi terhadap rangsangan alergis maupun non alergis.
Aminofilin digunakan sebagai antiasma golongan beta2-
mimetika yang mempunyai indikasi sama dengan teofilin sebagai
bronkodilator. Pada bronkospasme yang akut aminofilin diberikan
melalui intravena secara injeksi atau infuse. (Obat-Obat Penting)
Injeksi Aminofilin
Teofilin secara langsung merelaksasi otot polos pada saluran
pernafasan, menyebabkan bronkodilatasi serta meningkatkan
sirkulasi pernafasan dan kapasitas vital paru-paru.
Injeksi Amikasin
Amikasin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang
memiliki khasiat untuk mengatasi basil gram negatif terutama
Pseudomonas. Zat ini terutama digunakan untuk terapi singkat
pada infeksi yang resisten terhadap aminoglikosida lain.
Injeksi Antihipertensi Golongan Beta Bloker
Propanolol HCl adalah bentuk garam dari Propanolol yang
lebih mudah larut dalam air. Memiliki khasiat sebagai anti
hipertensi (-blocker) yang digunakan secara intra vena (i.v).
Propanolol HCl merupakan obat antiaritmia dari kelas II -
bloker. Propanolol HCl memperlihatkan dua efek langsung lain
yang berkaitan dengan efek antiaritmia, yaitu meningkatkan arus
masuk ion K
+
dan pada kadar yang tinggi menekan arus masuk ion
Na
+
yang dikenal sebagai efek stabilitas membran. Dalam keadaan
darurat, propanolol dapat diberikan secara intravena dengan
dosis 1-3 mg diberikan dalam beberapa menit. (farmakologi dan
terapi hal 308).
Injeksi Vitamin C
Vitamin C tidak boleh diberikan secara oral kepada pasien
dalam kondisi tertentu seperti pasien penderita maag. Namun
pada keaadaan defisiensi vitamin C pasien tersebut harus segera
diberikan suplemen vitamin C. Oleh sebab itu vitamin c dibuat
dalam bentuk sediaan injeksi. Injeksi intravena vitamin C dapat
menyebabkan pusing dan pingsan, oleh sebab itu vitamin C dibuat
dalam bentuk injeksi intra muscular, walaupun pemmberian
secara IM akan meninggalkan rasa sakit ditempat suntikan.
Pemerian obat IM memberikan efek obat yang kurang tepat, tetapi
biasanya efek berlangsung lebih lama dari yang dihasilkan oleh
pemberian lewat IV.
Injeksi Atropin Sulfat
Injeksi atropin sulfat adalah larutan steril atropine sulfat dlam air
untuk injeksi yang telah dibuat isotonic dengan penambahan NaCl
(FI IV hal 117 ).
Persyaratan : Mengandung atropine sulfat
(C17 H23NO3)2.H2SO4.H20 , tidak kurang dari 93,0 % dan tidak
lebih dari 107 ,0 % dari jumlah yang tertera pada etiket.
Farmakologi : Pengaruh atropine sulfat terhadap jantung bifasik,
atropine juga dapat menghambat bradikardia, yang ditimbulkan
oleh obat kolinergik. Atropine tidak mempengaruhi tekanan darah
secara langsung. Atropine juga ttidak berefek terhadap sirkulasi
darah bila diberikan sendiri.
Injeksi Oxytocin (Intramuskular)
Oksitosin (k's-t'sn) (bahasa Yunani: "kelahiran cepat") adalah
hormon pada manusia yang berfungsi untuk merangsang kontraksi
yang kuat pada dinding rahim/uterus sehingga mempermudah
dalam membantu proses kelahiran.
Injeksi oksitosin adalah larutan steril dalam pelarut yang
sesuai, bahan yang mengandung hormon polipeptida yang
mempunyai sifat yang menyebabkan kontraksi otot rahim, otot
vaskular, dan otot halus lain, yang dibuat dengan sintesis atau
diperoleh dari globus posterior kelenjar pituitaria hewan
peliharaan sehat yang biasa dimakan.
Injeksi Ampicilin
Salah satu zat aktif yang dapat dibuat kedalam sediaan injeksi
adalah ampisillin. Ampisillin merupakan suatu antibiotik.
Umumnya injeksi ampisillin diberikan melalui rute intravena (i.v)
atau melalui rute intramuskular (i.m). Efek yang dihasilkan secara
intravena lebih cepat bila dibandingkan dengan pemberian secara
intramuskular. Pemberian dengan cara parenteral dilakukan bila
diinginkan kerja obat yang lebih cepat. Rute ini diberikan jika
penderita tidak sadarkan diri, tidak dapat menerima obat melalui
oral atau bila obat tersebut tidak efektif dengan cara pemberian
lain.
Injeksi Vitamin A ( Intramuscular )
Vitamin A, dikenal dengan nama Retinol atau Asam Retinoik.
Vitamin A adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak.
Molekul lemak pulalah yang mengantarkan vitamin ini ke seluruh
bagian tubuh. Artinya bila kita tidak mengkonsumsi lemak sama
sekali, maka kita tidak bisa mendapatkan manfaat vitamin tersebut
Mengingat bahwa tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin
A, maka satu-satunya cara adalah mengkonsumsi makanan yang
mengandung vitamin A. Vitamin ini bisa didapat dari makanan
yang berasal dari hewan maupun dari tumbuhan. Sebenarnya
bukan vitamin A yang dikandung sayuran tersebut, tapi beta
karoten. Beta karoten inilah yang kemudian diubah tubuh menjadi
vitamin A.
Vitamin A sangat berguna untuk penglihatan, terutama di
malam hari. Juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh,
pembentukan dan pemeliharaan sel-sel kulit, saluran pencernaan
dan selaput kulit. Meski tak banyak orang yang tahu, vitamin A
sebenarnya ikut mempengaruhi pertumbuhan gigi dan tulang
belulang yang sehat.
Vitamin A dibuat dalam bentuk sediaan injeksi dan digunakan
oleh pasien yang memerlukan efeknya secara cepat. Injeksi adalah
sediaan steril yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan
kedalam kulit atau melalui selaput lendir. Injeksi dapat berupa
larutan, emulsi, suspensi atau serbuk steril yang harus dilarutkan
atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan.
Injeksi Epinefrin HCl
Zat aktif yang digunakan adalah kortison, tetapi dikarenakan zat
tersebut sukar larut dalam pelarut air, maka digunakan bentuk
garamnya sebagai zat aktif yaitu, hidrokortison Na asetat, dengan
dosis yang digunakan adalah 100mg/hari. Dan proses sterilisasi
secara aseptis.
Pada injeksi ini digunakan pemakaian dosis ganda, sehingga
diperlukan penambahan pengawet. Karena dalam pengambilannya
selalu berulang sehingga kemungkinan terkontaminasi dengan
udara sangat mudah. Pengawet yang digunakan yaitu
Benzalkonium klorida yang berfungsi sebagai anti mikrobal.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Tidak perlu pengawet, karena merupakan takaran tunggal
2. Tidak perlu isotonis, kecepatan untuk subkengan udara panas
suhuutan dan i.v volume besar
3. Tidak perlu dapar untuk mempertahankan stabilitas pHnya.
Dicari cara sterilisasi yang sama, jika pH yang lewat asam, basa
itu dikhawatirkan bila tidak ada dapar. Misalnya pH 5/9
sebaiknya didapar
4. Isi melalui buret, dimana ujungnya disterilkan dulu dengan
alkohol 7 0% dengan kapas
5. Bilas buret dengan larutan obat sebelum diisi
Injeksi Propanolol (Intravena)
Propanolol HCl merupakan obat antiaritmia dari kelas II -bloker.
Propanolol HCl memperlihatkan dua efek langsung lain yang
berkaitan dengan efek antiaritmia, yaitu meningkatkan arus masuk
ion K
+
dan pada kadar yang tinggi menekan arus masuk ion Na
+
yang dikenal sebagai efek stabilitas membran. Dalam keadaan
darurat, propanolol dapat diberikan secara intravena dengan
dosis 1-3 mg diberikan dalam beberapa menit. (farmakoligi dan
terapi hal 308)
Injeksi Digoksin ( Intravena )
Injeksi Digoxin adalah larutan steril digoksin dalam pelarut yang
sesuai. Digoksin merupakan glikosida kardiotonik yang diperoleh
dari daun Digitalis lanata. Digoksin, manfaatnya pada gagal
jantung kongestif terutama karena efek peningkatan kontraktilitas
jantung, sehingga menyebabkan peningkatan curah jantung
sehingga tekanan vena berkurang dan akan mengurangi gejala
bendungan. Selain itu juga menyebabkan perlambatan denyut
ventrikel dan fibrilasi dan flutter atrium, namun pada dosis toksik
dapat menimbulkan aritmia. Injeksi digoksin dibuat dalam bentuk
suspensi, karena digoksin merupakan zat aktif yang tidak larut
dalam air. Agar larut dan stabil maka digunakan zat tambahan
yaitu suspending agent. Suspending agent yang digunakan adalah
CMC Na (Carboxymetylcellulosa natrium) dengan konsentrasi
0,05 0,7 5 %, digunakan dalam konsentrasi yang rendah agar
dapat bercampur dengan darah dan tidak menghambat aliran
darah.
Zat pengisotonis tidak digunakan dalam sediaan ini karena voleme
sediaan kecil yaitu 1 ml. Zat pengawet juga tidak digunakan karena
sediaan ini merupakan dosis tunggal. Sebelum dicampur dengan
suspending agent, digoksin digerus terlebih dahulu agar ukuran
partikelnya lebih kecil dan seragam sehingga lebih mudah
terdispersi dan tidak mengendap ketika digunakan. Rute
pemberian adalah secara intravena yang menimbulkan efek lebih
cepat daripada intramuscular atau subcutan karena digoksin
merupakan obat jantung yang efeknya harus cepat selain itu
pemberian intramuscular dapat menimbulkan nyeri yang hebat
dan nekrosis.
Injeksi Diazepam ( Intravena )
Diazepam merupakan obat golongan anastesi umum yang
digunakan untuk menghilangkan rasa sakit disertai hilangnya
kesadaran. Diazepam dibuat dalam bentuk sediaan injeksi yang
ditujukan dalam keadaan darurat katrena dapat mencapai efek
yang cepat.
Injeksi Strikinin NO3 ( Intravena )
FARMAKOLOGI
Striknin bekerja dengan cara mengadakan antagonisme kompetitif
terhadap transmitor penghambatan yaitu glisin di daerah
penghambatan pasca sinaps. Striknin menyebabkan perangsangan
pada semua bagian SSP. Obat ini merupakan konvulsan kuat
dengan sifat kejang yang khas. Sifat khas yang lainnya dari kejang
striknin ialah kontraksi ekstensor yang simetris yang diperkuat
oleh rangsangan sensorik yaitu pendengaran, penglihatan dan
perabaan.
Injeksi Vitamin D ( Intravena )
Salah satu zat aktif yang dapat digunakan pada sediaan injeksi
adalah vit.D. dalam praktikum ini akan dibuat sediaan injeksi yang
mengandung calcitriol yaitu 1,25- dihidroksikolekalsiferol yang
merupakan analog dari vitamin D.injeksi calcitriol adalah larutan
obat steril dan isotonis yang mempunyai pH mendekati 7 ,
berkhasiat sebagai hipokalsemia.
Injeksi Klopromazin (Intramuscular)
Injeksi klorpromazin adalah sediaan larutan steril yang
mengandung klorpromazin hidroklorida dalam air injeksi (British
Pharmacopeia 2007 , hal. 2419) yang diberikan melalui rute
intramuskular (BNF 37 , hal169).
Injeksi Hidrokortison
Pemberian hidrokortison bertujuan untuk memperbaiki
kekurangan akibat insufisiensi sekresi korteks adrenal akibat
gangguan fungsi atau struktur adrenal sendiri (insufisiensi primer)
atau hipofisis (insufisiensi sekunder). Hidrokortison juga diberikan
pada pasien reumatoid yang sifatnya progesif, dengan
pembengkakan dan nyeri sendi yang hebat sehingga mengganggu
sosio-ekonomi pasien, meskipun telah diberikan istirahat, terapi
fisik, dan obat golongan anti-inflamasi nonsteroid. Hidrokortison
bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein.
Molekul hormon memasuki sel jaringan melalui membran plasma
secara difusi pasif di jaringan target, kemudian bereaksi dengan
reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel jaringan dan
membentuk kompleks reseptor-steroid. Kompleks ini mengalami
perubahan konformasi, lalu bergerak menuju nukleus dan
berikatan dengan kromatin. Ikatan ini menstimulasi traskripsi
RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis protein ini
merupakan perantara efek fisiologik steroid. (Farmakologi dan
terapi ed 4 hal 485, 496)
Injeksi Gagal Jantung (Intravena)
Digoksin adalah glikosida jantung yang diekstraksi dari daun
Digitalis lanata. Pengaruh glikosida jantung terhadap otot jantung
tergantung dosis dan berupa efek langsung terhadap otot jantung
serta sistem konduksi dan efek tidak langsung terhadap sistem
kardiovaskuler yang dihantarkan melalui sistem saraf otonom
Injeksi Hipoglikemia
Injeksi hipoglikemia adalah injeksi yang digunakan untuk
menurunkan kadar gula darah. Biasanya digunakan pada penderita
yang mengalami kelebihan gula darah. Keadaan ini biasanya
disebut dengan diabetes. Antidiabetik merupakan kelompok obat
yang digunakan dalam pengobatan diabetes mellitus (DM) dan
dibedakan atas insulin dan antidiabetik oral. Insulin tergolong
hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi
maupun sapi tetapi kini telah dapat disintesis dengan teknologi
rekombinan DNA menggunakan E.coli.
Berdasarkan mula dan lama kerjanya jenis insulin dibedakan atas :
1. Insulin kerja singkat (short acting) disebut juga soluble, regular
insulin
2. Insulin kerja sedang (intermediate acting)
3. Insulin kerja sedang dengan mula kerja singkat
4. Insulin kerja lama (long acting)
Insulin diberikan subkutan dengan tujuan mempertahankan
kadar gula darah dalam batas normal sepanjang hari yaitu 80-
120 mg% dan saat puasa 80-160 mg% setelah makan. Untuk
usia di atas 60 tahun, batas ini lebih tinggi yaitu puasa kurang
dari 150 mg% dan kurang dari 200 mg% seteleh makan.
Dosis dan frekuensi penyuntikan ditentukan berdasarkan
kebutuhan setiap pasien akan insulin, oleh karena itu pasien harus
diajarkan memantau kadar gula darahnya sendiri.
Posting Lebih Baru Posting Lama
Injeksi Anti Radang Anti Rematik
Dexamethason mempunyai kegunaan sebagai anti inflamasi.
Dexamethason dibuat sediaan injeksi karena untuk mendapatkan
efek yang lebih cepat. Wadah yang digunakan berbentuk ampul
karena sediaan injeksi dexamethason merupakan sediaan dosis
tunggal dimana pemakaiannya hanya untuk satu kali. Pengawet
harus ditambahkan untuk menjaga tumbuhnya mikroba sehingga
sterilitas tetap terjaga.
Injeksi Teofilin
- Aminofilin merupakan kompleks 2:1 dari Teofilin dan etilendiamin
(Handbook on Injectabe hal 85)
- Teofilin sebagai z.a untuk antiasma
- Etilendiamin digunakan agar terbentuk kompleks aminofilin yang mudah
larut dalam air
- Bentuk pemberian adalah injeksi iv yang digunakan dalam wadah dosis
tunggal ampul
- Tidak perlu ditambahkan pengawet karena sediaan dalam wadah dosis
tunggal
- Sterilisasi akhir dengan autoklaf karena zat tetap stabil pada pemanasan
tinggi
DI POSKAN OLEH FORMULASI STERI L DI 03. 20
T I DA K A DA KOMENT A R:
Poskan Komentar
Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)