Anda di halaman 1dari 21

1

BAB I
PENDAHULUAN

I. Diskripsi Umum
A. Pengertian Puskesmas
Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat kesehatan masyarakat disamping memberikan pelayanan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk
kegiatan pokok. Pembinaan kesehatan puskesmas di arahkan kepada keluarga sebagai
kesatuan masyarakat terkecil. Dengan kata lain, kegiatan pokok puskesmas ditujukan
untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah
kerjanya. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan promotif (promosi
peningkatan kesehatan), preventif (upaya pencegahan), kuratif (pengobatan),
rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

B. Wilayah Kerja Puskesmas
Wilayah kerja puskesmas meliputi suatu kecamatan atau sebagian dari
kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, letak geografis dan keadaan
infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah
kerja puskesmas. Untuk perluasan wilayah jangkauan pelayanan kesehatan maka
puskesmas perlu di tunjang dengan unit pelayanan yang lebih sederhana yang disebut
puskesmas pembantu dan puskesmas keliling ditambah dengan Poskesdes, Polindes.

C. Fungsi Puskesmas
Puskesmas mempunyai fungsi sebagai:
1. Pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
2. Membina peran serta masyarakat di unit kerjanya dalam rangka meningkatkan
kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memberi pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat
di unit kerjanya.

Proses dalam melaksanakan fungsinya dilaksanakan dengan cara:
a. Merangsang masyarakat termasuk swasta dalam melaksanakan kegiatan dalam
rangka menolong dirinya sendiri.
b. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan
menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien.
c. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis
maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut
tidak menimbulkan ketergantungan.
d. Memberi pelayanan kesehatan, langsung kepada masyarakat.


2
e. Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan
program puskesmas.

II. Tujuan
Fakultas Kedokteran dalam sistem pendidikannya berorientasi kepada
masyarakat, dalam hal ini mahasiswa yang menjalani Kepaniteraan Klinik Senior
pada bagian family medicine, salah satu tugasnya adalah ditempatkan di Puskesmas.
Tujuan penulisan laporan ini adalah:
1. Merupakan pertanggungjawaban dan melengkapi tugas Kepaniteraan Klinik
Senior pada bagian family medicine.
2. Melatih diri untuk mendapat pengalaman bila menjadi dokter yang bertugas
sebagai calon pemimpin di tingkat kecamatan yaitu puskesmas.
3. Mengetahui secara aktual dan jelas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di
puskesmas.




























3
BAB II
DEMOGRAFI DAN GAMBARAN UMUM
UPTD. PUSKESMAS JAYA BARU

A. Demografi
Puskesmas Lampoh Daya merupakan Puskesmas yang baru diresmikan pada
tanggal 06 April 2006, Secara demografi Puskesmas Lampoh Daya berada di Desa
Lampoh Daya Kecamatan Jaya Baru yang terletak lebih kurang 6 km dari pusat kota
Banda Aceh, Dengan luas wilayah kerja 383,20 Ha. Kecamatan Jaya baru berbatasan
dengan :
1. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Peukan Bada.
2. Sebelah Timur berbatasan dengan kecamatan Darul Imarah
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan Banda Raya
4. Sebelah Utara berbatasan dengan kecamatan Meuraxa
Puskesmas Lampoh Daya mempunyai wilayah kerja yang mencakup sembilan
desa di kecamatan jaya baru dengan jumlah kepala keluarga KK 7.330 dan jumlah
26.177 penduduk jiwa
TABEL I
DATA JUMLAH PENDUDUK DAN JUMLAH KEPALA KELUARGA DI
WILAYAH KERJA UPTD.PUSKESMAS LAMPOH DAYA KOTA BANDA
ACEH TAHUN 2012
NO NAMA DESA
JMLH LUAS
KK
JENIS
KELAMIN
JMLH
DUSUN WILAYAH LK
PR
LK +
PR
1 PBC 4 85.5 1.742 3.253 3.001 6.254
2 Bitai 4 37.25 334 574 474 1.048
3 Lamjame 4 36.25 445 765 662 1.427
4 Ulepata 3 24.2 228 361 321 682
5 Lampoh Daya 4 32.5 474 851 768 1.619
6 Emperom 4 27.75 730 1.365 1.271 2.636
7 Guce meunara 4 37 1.050 2.087 1.916 4.003
8 L. Timur 4 78.25 1.519 2.814 2.656 5.470
9 L. Barat 4 63 808 1.543 1.495 3.038
J UMLAH 35 393.95 7.330 13.613 12.564 26.177
Sumber data: Kantor Camat Jaya Baru






4
TABEL 2
DATA JUMLAH INSTITUSI PENDIDIKAN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS LAMPOH DAYA TAHUN 2012
No J enis I nstitusi
Pendidikan
J umlah Keterangan
1 Taman Kanak-kanak 8
2 SD/ MIN/ MIS 9
3 SMP/ MTSN 2
4 Pesantren 2
5 SMA/ MAN 2
6 Akademi 2
7 Universitas Terbuka 1
8 Paud 12
Jumlah 38
Sumber data: Kantor Camat Jaya Baru

B. Gambaran UmumPuskesmas Lampoh Daya
A. Organisasi dan Jenis Tenaga.
Struktur organisasi Puskesmas Lampoh Daya terdiri dari:
a. Unsur Pimpinan (Kepala Puskesmas)
b. Unsur Pembantu Pimpinan (Tata Usaha)
c. Unsur Pelaksana terdiri dari 6 (enan) unit kegiatan pokok puskesmas.
Jumlah tenaga di Puskesmas Jaya Baru sebanyak 40 orang dengan perincian
seperti terlihat pada tabel 3.
TABEL 3
DATA JUMLAH DAN JENIS PEGAWAI PADA PUSKESMAS LAMPOH
DAYA TAHUN 2012
1. JENIS PEGAWAI
No Jenis pegawai Jumlah
1 PNS 29 ( 1 PNS Titipan )
2 PTT 10
3 HONOR 0
4 CPNS 0
5 KONTRAK (CS) 1
J UMLAH 40
Sumber data: Puskesmas Lampoh Daya






5
2. JENIS TENAGA

No JENIS TENAGA JUMLAH
1
MASTER
KESEHATAN MASYARAKAT 1
2 DOKTER UMUM 2
3 DOKTER GIGI 1
4 ADMINISTRASI 1
5 SKM 2
6 AKPER 3
7 AKBID 7
8 AKZI 1
9 AKG 2
10 AKL 1 (Titipan)
11 SPPH 1
12 AKFAR -
13 SPRG -
14 SMAK 1
15 SPK 3
16 PEKARYA KESEHATAN -
17 BIDAN 3
18 BIDAN PTT 10
19 CS/ KONTRAK 1
J UMLAH 40
Sumber data: Puskesmas Lampoh Daya
B. Fasilitas Penunjang
Sesuai dengan keadaan geografis, luas wilayah sarana perhubungan dan
pendapatan penduduk dalam wilayah Puskesmas, tidak semua penduduk dapat
dengan mudah mendapatkan pelayanan dari Puskesmas.
Agar jangkauan pelayanan Puskesmas Lampoh Daya tersebut lebih merata dan
luas, Puskesmas Lampoh Daya memiliki fasilitas penunjang sebagai berikut:
1. 4 (empat) unit Pustu (Puskesmas Pembantu) yaitu:
Pustu Lamteumen Timur
Pustu Geuce Meunara
Pustu Punge Blang cut
Pustu Lamjamee
2. 2 (dua) unit Polindes
Ulee Pata
Bitai


6
3. 1 (satu) unit Poskesdes
Emperom
4. 1 buah Pusling (Puskesmas Keliling) dengan kendaraan bermotor roda empat
yang kegiatannya:
Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui posyandu.
Melakukan penyuluhan kesehatan.
Melakukan rujukan bagi kasus gawat darurat.
Melakukan penyelidikan tentang KLB.
Melakukan konsultasi ke Dinas Kesehatan kota Banda Aceh.
Pengobatan massal
C. Fasilitas
Puskesmas Lampoh Daya memiliki berbagai fasilitas (daftar terlampir)

D. Kegiatan-kegiatan di Puskesmas Lampoh Daya
Puskesmas Lampoh Daya melaksanakan 6 program wajib dan 9 program
pengembangan pokok puskesmas, yang pelaksanaannya dilakukan di dalam gedung
dan di luar gedung puskesmas. Kegiatan pokok puskesmas tersebut meliputi:

KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN
a. 6 Program Wajib Pelayanan Kesehatan
i. Upaya kesehatan promosi kesehatan
ii. Upaya kesehatan lingkungan
Penyehatan Air
Hiegine dan sanitasi Makanan dan Minuman
Penyehatan Tempat Pembuangan Sampah dan Limbah
Penyehatan Lingkungan Pemukiman dan Jamban Keluarga
Penyehatan sanitasi tempat-tempat umum dan industri
Pengamanan tempat Pengelolan Pestisida
Klinik Sanitasi
Pengendalian Vektor
iii. Upaya kesehatan ibu dan anak dan KB
iv. Upaya perbaikan gizi masyarakat
v. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
TB paru
Malaria
Kusta
Imunisasi
Diare
Ispa


7
Demam berdarah dengue
Pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV / AIDS
Sistem kewaspadaan dini
vi. Upaya pengobatan
Pengobatan dan Perawatan
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Penunjang
b. 9 program upaya pengembangan kesehatan
I. Uapaya Kesehatan Sekolah
II. Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut
III. Upaya Kesehatan Jiwa
IV. Upaya Kesehatan Indra
V. Upaya Kesehatan Usila
VI. Upaya Kesehatan Remaaja (PKPR)
VII. Upaya Kesehatan Perkotaan
VIII. Pengembangan Upaya Kesehatan Tradisional
IX. Perawatan Kesehatan Masyarakat

























8
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN POKOK PUSKESMAS LAMPOH DAYA
I. UPAYA KESEHATAN KELUARGA TERMASUK KESEHATAN
REPRODUKSI DAN KB
Meliputi :
Upaya Kesehatan Maternal
Upaya kesehatan Balita dan anak Pra sekolah
Upaya kesehatan Anak usia sekolah dan Remaja
Pelayanan Keluarga Berencana ( KB)
Perawatan Kesehatan masyarakat.

Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya dibidang kesehatan yang
menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui,
bayi, anak balita serta anak prasekolah
Salah satu unsur yang penting untuk menurunkan angka kematian dan
kesakitan diantara ibu, bayi dan anak sekolah adalah memberikan pemeliharaan yang
cukup baik pada waktu hamil dan dimulai sedini mungkin penurunan angka kematian
ibu dan anak balita serta penurunan angka kelahiran merupakan sasaran prioritas
dalam pembangunan di bidang kesehatan. Dalam pengertian ini ditambah juga
pendidikan kesehatan kepada masyarakat, pemuka masyarakat serta menambah
ketrampilan para dukun bayi seta pembinaan kesehatan anak ditaman kanak-kanak.
Adapun tujuan dari program KIA adalah tercapainya kemampuan hidup sehat
melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk
menuju NKKBS serta meningkatnya derajat kesehatan anak-anak menjamin proses
tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas
manusia seutuhnya.
Kegiatan KIA di Puskesmas Lampoh Daya, meliputi :
a. Didalam gedung, kegiatan yang dilakukan :
- Pemeriksaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, Anak balita
- Pemberian imunisasi TT
- Deteksi dini perkembangan anak prasekolah
- Penyuluhan gizi setiap kunjungan ibu hamil dan pemberian vitamin A ibu
nifas dan tablet besi (Fe)
- Membuat laporan bulanan dari hasil program dan pembuatan PWS.

b. Luar gedung:
- Di posyandu, kegiatan yang dilakukan :
- Penyulahan tentang kesehatan ibu hamil, nifas dan menyusui
- Pemeriksaan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak balita
- Pemberian imunisasi TT


9
- Pemberian tablet besi (Fe)
- Meningkatkan pengetahuan dan peran serta kader posyandu dalam
menunjang program kesehatan ibu dan anak.
Di Taman Kanak-Kanak, kegiatan yang dilakukan :
- Deteksi dini perkembangan anak prasekolah
- Kunjungan dan pemeriksaan kesehatan anak pada Taman Kanak-Kanak
di wilayah kerja puskesmas.
Usaha kesehatan sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang
dilaksanakan dalam rangka pembinaan anak usia sekolah sebagai sasaran utama
untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membina dan mengembangkan nilai
sikap dan tingkah laku menuju hidup sehat.
Untuk mewujudkan program tersebut dilakukan upaya-upaya yang meliputi:
1) Mempertinggi nilai kesehatan bagi siswa
2) Mencegah dan memberantas penyakit
3) Mendiagnosa dan memulihkan kesehatan
4) Usaha rehabilitasi
Dengan demikian setiap anak di beri kesempatan untuk tumbuh dan
berkembang dan dapat belajar dengan sebaik-baiknya.
Hal ini dilaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Penimbangan berat badan
2. Mengukur tinggi badan
3. Melakukan pemeriksaan umum meliputi mata, hidung, telinga, gigi dan mulut
serta personal Hygeine secara keseluruhan.
4. Penyuluhan sanitasi lingkungan
5. Pelatihan/pembinaan dokter kecil bila perlu
6. Kegiatan perbaikan gizi
7. Rujukan
Keberhasilan pembangunan, baik pembangunan fisik ataupun ekonomi, pada
hakikatnnya tergantung pada unsur manusianya. Perkembangan penduduk yang
tinggi dapat menghambat pertumbuhan hasil pembangunan, termasuk pembangunan
kesehatan. Oleh karenanya pembangunan pengendalian pertumbuhan jumlah
penduduk melalui program keluarga berencana dirasakan sangat penting.
Keberhasilan Keluarga Berencana (KB) akan berpengaruh secara timbal balik
dengan penurunan angka kematian bayi, angka kematian anak balita, dan angka
kematian ibu maternal. Ini berarti diperlukan peningkatan program Keluarga
Berencana, terutama melalui upaya pelestarian pemakaian alat kontrasepsi efektif,
terpilih yang diikuti dengan pengayoman medis bagi peserta/ akseptor Keluarga
Berencana yang memerlukan.
Di Puskesmas Lampoh Daya kegiatan upaya Keluarga Berencana meliputi
kegiatan di dalam dan di luar gedung puskesmas yaitu:


10
1. Komunikasi, informasi dan edukasi
2. Pelayanan kontrasepsi kepada akseptor dengan metode yang diinginkan
melalui puskesmas, posyandu, pos KB desa
3. Pembinaan dan pengayoman medis kontrasepsi peserta KB.
4. Pencatatan dan pelaporan
Keperawatan kesehatan masyarakat merupakan sub sistim dari pelayanan,
kesehatan masyarakat. Upaya ini merupakan perpaduan antara keperawatan dan
kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat serta aktif dan
mengutamakan pelayanan, peningkatan dan pencegahan secara berkesinambungan
tanpa mengabaikan pelayanan pengobatan dan pemulihan.
Tujuan program ini antara lain:
1. Masyarakat memahami pengertian sehat dan sakit.
2. Meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus,
masyarakat, untuk melaksanakan upaya keperawatan dasar untuk
mengatasi masalah kesehatan.
3. Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan
asuhan keperawatan.
4. Terlayaninya kelompok khusus (panti) yang memerlukan pembinaan dan
asuhan keperawatan dasar.
5. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang memerlukan penanganan tindak
lanjut dan asuhan keperawatan di puskesmas dan di rumah.
Kegiatan perawatan kesehatan di puskesmas meliputi:
1. Penyuluhan di dalam dan diluar gedung puskesmas.
2. Perawatan dan pengobatan langsung ke masyarakat.

I I . UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT
MENULAR
Meliputi:
TB paru
Malaria
Kusta
Imunisasi
Diare
Ispa
Demam berdarah dengue
Pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV / AIDS
Sistem kewaspadaan dini
Penyakit Menular lainnya



11
Pemindahan penyakit atau penularan itu suatu cara bagaimana orang yang
rawan dapat memperoleh penyakit atau infeksi dari orang lain atau hewan yang sakit.
Adapun pemberantas penyakit menular atau infeksi, cara-cara tersebut bisa melalui:
a) Penularan langsung dari manusia ke manusia.
Contoh : Tuberculosis, penyakit kelamin, dll.
b) Penularan tidak langsung
1. Dengan perantaraan benda yang kotor
Contoh: kolera, disentri, dll.
2. Dengan perantaraan serangga atau gigitan binatang
Contoh : Malaria, dengue demam berdarah, rabies, filariasis.
Untuk mengantisipasi masalah di atas upaya pencegahan yang dilakukan
meliputi:
1. Memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit menular dan akibat-
akibatnya.
2. Memberikan pelayanan pengobatan bagi penderita penyakit menular.
3. Memberikan imunisasi atau kekebalan terhadap bayi, anak, ibu hamil dan
calon pengantin.

I I I . PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKI T TI DAK
MENULAR
Meliputi:
Perbaikan Gizi
Pencegahan dan Penanggulangan penyakit gigi
Program perbaikan gizi keluarga bertujuan untuk menurunkan angka penyakit
gizi kurang yang umumnya banyak diderita oleh masyarakat yang berpenghasilan
rendah (baik di perdesaan dan perkotaan) terutama pada anak balita dan wanita.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, melalui program gizi ini di lakukan
beberapa usaha yang antara lain melalui perbaikan pada konsumsi pangan yang
makin beraneka ragam, seimbang dan bermutu gizi.
Sasaran pelaksanaan program gizi antara lain:
1. Penurunan prevalensi KKP (Kurang Kalori Protein) pada balita.
2. Penurunan prevalensi KVA (Kurang Vitamin A) di daerah rawan dengan
pemberian Vitamin A dosis tinggi.
3. Penurunan prevalensi anemia gizi pada ibu hamil melalui usaha perbaikan gizi
keluarga (UPGK)
Puskesmas Lampoh Daya melaksanakan kegiatan usaha peningkatan gizi melalui:
1. Kegiatan di dalam puskesmas, meliputi:
a. Melaksanakan penimbangan bayi dan balita
b. Penyuluhan bagi ibu yang memiliki bayi dan balita
c. Membuat balok SKDN


12
d. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk anak balita setiap bulan
Februari dan Agustus dan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk bulin.
e. Memberikan tablet Fe untuk bumil dan buteki.
f. Pencatatan dan pelaporan
2. Kegiatan di luar gedung puskesmas meliputi:
a. Melaksanakan penimbangan bayi dan balita di posyandu
b. Penyuluhan bagi ibu yang memiliki bayi dan balita baik secara
perorangan atau kelompok
c. Pemberian vitamin A dosis tinggi setiap bulan Februari dan Agustus
untuk anak balita dan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk balita.
d. Pemberian tablet Fe untuk bumil dan buteki
e. Melaksanakan PMT pemulihan, PMT bumil KEK (Kekurangan Energi
Kalori)
Upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas adalah upaya kesehatan gigi
dasar paripurna yang di tujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja puskesmas. Kesehatan gigi dan mulut meliputi kegiatan pencegahan dan
pengobatan serta melakukan pendidikan dasar gigi secara menyeluruh. Prioritas
kesehatan gigi dan mulut terutama di berikan kepada ibu hamil/menyusui, anak-anak
(prasekolah dan sekolah dasar), dan perawatan gigi emergency dengan tujuan untuk
mencapai kesehatan gigi masyarakat yang setinggi-tingginya.
Upaya yang di lakukan di puskesmas meliputi:
1. Pembinaan/pengembangan dengan memberikan penyuluhan kepada
masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
2. Perawatan gigi secara contineu.
3. Pelayanan kepada penderita yang berobat.
4. Rujukan.
Disamping kegiatan di dalam lingkungan puskesmas juga di lakukan usaha
kesehatan gigi sekolah (UKGS) dan usaha kesehatan gigi masyarakat desa (UKGMD)
antara lain:
1. Penyuluhan gigi dan mulut.
2. Pemeriksaan gigi dan mulut.
3. Pelayanan kepada masyarakat yang berobat.
4. Perawatan gigi atas permintaan.
5. Rujukan.

I V. PENGOBATAN DAN PEMULI HAN KESEHATAN
Meliputi:
Pengobatan dan Perawatan
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Penunjang


13
Upaya pengobatan di puskesmas adalah segala bentuk kegiatan pengobatan
yang di berikan kepada seseorang untuk menghilangkan penyakit gejala-gejalanya di
lakukan oleh tenaga kesehatan.
Bentuk pelayanan pengobatan di puskesmas di arahkan kepada kemampuan
pengenalan (diagnosa) penyakit dan pengobatan yang sederhana. Pasien yang
berkunjung ke UPTD. Puskesmas Jaya Baru sebagian besar adalah pasien berobat
jalan. Pasien berobat tersebut dilakukan pemeriksaan dan pemberian obat-obatan
selama tiga hari .
Bila penderita memerlukan pengobatan dan therapy lebih lanjut, penderita akan
dikirim/rujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki sarana lebih lengkap.
Pasien yang berkunjung ke Puskesmas Lampoh Daya adalah pasien umum,
pasien peserta ASKES (Asuransi Kesehatan Sosial) dan pasien pemegang kartu
JAMKESMAS (Jaminan Keshatan Masyarakat) dan pasien yang memegang kartu
JKA (Jaminan Kesehatan Aceh).
Pengadaan laboratorium bertujuan untuk memberikan pelayanan laboratorium
secara cepat dan mudah. Semua itu untuk menunjang pemberantas penyakit menular,
penyelidikan, epidemiologi dan pembinaan kesehatan melalui kegiatan:
1. Mengumpulkan dan memeriksa persediaan di puskesmas.
2. Mengirim persediaan untuk pemeriksaan lebih lanjut di tingkat lebih tinggi
dalam sistim pelayanan kesehatan.

V. KESEHATAN LI NGKUNGAN:
Meliputi:
Penyehatan Air
Hiegine dan sanitasi Makanan dan Minuman
Penyehatan Tempat Pembuangan Sampah dan Limbah
Penyehatan Lingkungan Pemukiman dan Jamban Keluarga
Penyehatan sanitasi tempat-tempat umum dan industri
Pengamanan tempat Pengelolan Pestisida
Klinik Sanitasi
Pengendalian Vektor
Keadaan lingkungan fisik dan biologis penduduk Indonesia boleh di katakan
belum baik dan memadai, hanya sebagian kecil penduduk yang menikmati air bersih
dan fasilitas penyehatan lingkungan. Hal ini berakibat masih tingginya angka
kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit.
Sebagai program pendukung pelayanan kuratif, kesehatan lingkungan
memegang peranan penting upaya pencegahan (preventif) terhadap penyakit. Adapun
tujuan dari program kesehatan lingkungan antara lain upaya untuk meningkatkan
kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi, pengawasan mutu


14
lingkungan dan tempat umum untuk terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, indah
serta tidak memberikan pegaruh jelek terhadap kesehatan mereka.
Tempat pengolahan makanan dan minuman (TP2M), tempat-tempat umum
(TTU), pembinaan rumah sehat serta tempat pembuangan sampah (TPS) menjadi
perhatian utama dari program kesehatan lingkungan. Selain upaya penyuluhan yang
di lakukan secara periodik setiap bulan, juga dilakukan pengawasan terhadap TP2M
dan TPU.

VI. UPAYA PEMBI NAAN PERI LAKU HI DUP BERSI H DAN SEHAT (PHBS ),
Meliputi:
Kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), makanan dan gizi sehat
pada berbagai tatanan
Meningkatkan klarifikasi sasaran potensial
Berjangkitnya suatu penyakit bukan hanya di sebabkan karena kuman tetapi
juga kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai untuk buang air besar, gosok
gigi, menyuci makanan dan lain-lain. Oleh karena itu program penanggulangan
masalah kesehatan harus mencakup aspek edukatif yang menangani perilakunya dan
aspek medis yang melakukan penanggulangan epidemiologi.
Mengingat apa yang telah dilakukan diatas penyuluhan kesehatan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari setiap program. Setiap petugas kesehatan yang
berhubungan langsung dengan masyarakat memiliki tugas penyuluhan untuk dapat
melaksanakan fungsinya dengan baik, setiap petugas puskesmas harus memiliki
pengetahuan dan kerampilan di bidang medis, tehnis serta di bidang penyuluhan.
Penyuluhan kesehatan masyarakat meliputi:
- Makanan ibu hamil/menyusui
- Keluarga Berencana
- Gizi pada anak balita
- Kebersihan lingkungan dan personal hygeine
Dalam pelaksnaannya Puskesmas Lampoh Daya melakukan kegiatan program
penyuluhan kesehatan di bagi dalam 2 tempat:
1. Didalam gedung (Puskesmas)
2. Diluar gedung (Posyandu, Sekolah, Meunasah, dll),
yang pelaksanaannya bisa melibatkan perorangan atau kelompok.

VI I . UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KEMANDIRI AN
HI DUP SEHAT.
Meliputi:
Mendorong terbentuknya pemimpin masyarakat berwawasan kesehatan
Mendorong terbentuknya upaya kesehatan bersumber masyarakat
Mendorong kepesrtaan masyarakat dalam salah satu bentuk program


15
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
Dalam proses penyelenggaraan upaya kesehatan, masyarakat dapat berperan
dalam penelaah masalah, penentu rencana pelaksanaan kegiatan dengan upaya hidup
sehat, penilaian hasil kegiatan kesehatan serta pengembangan upaya kesehatan
selanjutnya. Kegiatan masyarakat tersebut dapat bersifat pengobatan, pencegahan,
peningkatan maupun pemulihan sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang
dimilikinya.
Tujuan dari program Peran Serta Masyarakat (PSM) ini antara lain adalah:
1. Meningkatkan kemampuan pemimpin/tokoh masyarakat dalam merintis dan
menggerakkan upaya kesehatan dimasyarakat.
2. Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan.
3. Meningkatkan kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam
menggali, menghimpun dan mengelola dana sarana masyarakat untuk upaya
kesehatan.
4. Merangsang dan memotifasi masyarakat untuk dapat menggali potensi yang ada
pada desa dan masyarakat setempat.
Sasaran dari program ini:
1. Individu yang berpengaruh, baik tokoh formal maupun informal.
2. Keluarga.
3. Kelompok Masyarakat.
4. Organisasi Masyarakat.

VIII. UPAYA PENGEMBANGAN KEGI ATAN PROGRAM I NOVATI F
Meliputi:
Upaya kesehatan usia lanjut
Upaya kesehatan mata
Upaya keesehatan telinga
Upaya kesehatan jiwa
Upaya kesehatan olah raga
Kecelakaan dan ruda paksa
Hipertensi ,penyakit jantung & pembuluh darah
Penyakit kencing manis
Neoplasma
Pembinaan peran serta masyarakat serta pengembangan kesehatan masyarakat
setempat. Usaha kesehatan mata di laksanakan secara terpadu antar program yang
ada.
Kegiatan yang di lakukan di Puskesmas Lampoh Daya meliputi:
1. Pencegahan terhadap kebutaan dengan pemberian vitamin A dosis tinggi
setiap 6 (emam) bulan sekali pada balita.


16
2. Pemberian vitamin A dosis tinggi kepada bulin.
3. Pengobatan kepada penderita penyakit mata ringan di puskesmas.
4. Melayani/memberikan rujukan mata.
Upaya kesehatan jiwa di puskesmas adalah upaya kesehatan jiwa yang di
laksanakan di tingkat puskesmas secara khusus atau terintegrasi dengan program
puskesmas lainnya.
Kegiatan upaya kesehatan jiwa di Puskesmas Lampoh Daya meliputi:
Pengenalan dini gangguan jiwa.
1. Memberikan upaya pertolongan pertama pada pasien-pasien gangguan jiwa.
2. Kegiatan rujukan ke rumah sakit jiwa
































17
BAB IV
KARAKTERISTIK PASIEN

4.1 Distribusi umum penyakit pasien di Puskesmas Jaya Baru
Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior bagian Family Medicine yang
dijalankan di Puskesmas Jaya Baru dari tanggal 12 Mei hingga 24 Mei 2014. Selama
periode tersebut, 410 orang pasien telah mengunjungi Poli Umum Puskesmas Jaya
Baru untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Distribusi jenis penyakit pasien
ditunjukkan dalam tabel di bawah.
Tabel 4.1. Distribusi penyakit Pasien di Puskesmas Jaya Baru periode
13 Mei-22 Mei 2013

No. Jenis Penyakit Jumlah Persentase
1 ISPA 74 18.0
2 Penyakit Otot dan Tulang 42 10.2
3 Hipertensi 40 9.8
4 Observasi Febris 39 9.5
5 Common cold 37 9.0
6 THT 37 9.0
7 Saraf 27 6.6
8 Mata 22 5.4
9 Diare 19 4.6
10 Skizofrenia 17 4.1
11 Dispepsia 16 3.9
12 Lain-lain 12 2.9
13 Diabetes mellitus 11 2.7
14 Bedah 9 2.2
15 Penyakit Kulit dan alergi 8 2.0
Jumlah 410 100.0




18

Gambar 4.1. Grafik Distribusi Persentase Penyakit Pasien di Puskesmas
Jeulingke Periode 13 Mei-22 Mei 2013

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa paling banyak pasien
berkunjung ke puskesmas Jaya Baru dengan penyakit ISPA yaitu sebesar 18 %.
Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam periode tersebut berkemungkinan
menjadi salah satu faktor predisposisi terjadinya penyakit ini.
Penyakit otot dan tulang menduduki tempat kedua dalam distribusi penyakit
di Puskesmas Jaya Baru dengan persentase sebesar 10,2 %. Penyakit ini merupakan
suatu penyakit sistemik yang berhubungan dengan pengaturan gaya hidup. Hipertensi
dan observasi febris masing-masing dengan persentase 9.8 % dan 9,5 %. Common
cold, penyakit THT, dan saraf masing-masing dengan persentase 9,0 %, 6,6 % dan
5,4 %. Sedangkan penyakit mata, diare skizofrenia dan dispepsia masing-masing
sebesar 5,4 %, 4,6%, 4,1 %,3,9%. Penyakit lain-lain, DM, bedah dan penyakit kulit
masing-masing sebesar 2,9 %, 2,7 %, 2.2 % dan 2,0 %.

4.2 Distribusi Pasien Puskesmas Jaya Baru Berdasarkan Jaminan Kesehatan
Distribusi pasien berdasarkan jaminan kesehatan di Puskesmas Jaya Baru
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
Tabel 4.2. Distribusi Pasien Berdasarkan Jaminan Kesehatan
No. Jenis Jaminan Jumlah Pasien Persentase (%)
1 Jaminan Kesehatan
Aceh
226 55.2
2 Askes 113 27.5
3 Jamkesmas 71 17.3
Jumlah 410 100

18%
10%
10%
9%
9%
9%
7%
5%
5%
4%
4%
3%
3%
2%
2%
Jumlah
ISPA
Penyakit Otot dan Tulang
Hipertensi
Observasi Febris
Common cold
THT
Saraf
Mata
Diare
Skizofrenia


19

Gambar 4.2. Grafik Distribusi Pasien Berdasarkan Jaminan Kesehatan

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa pasien yang berkunjung ke
puskesmas Jaya Baru berdasarkan jaminan kesehatan sebagian besar adalah pasien
yang menggunakan jaminan kesehatan aceh (JKA) yaitu sebesar 55,2 %.

4.3 Distribusi Pasien Puskesmas Jaya Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
Distribusi pasien berdasarkan jaminan kesehatan di Puskesmas Jaya Baru
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
No. Jenis Kelamin Jumlah Pasien Persentase
1 Laki-laki 161 39.3
2 Perempuan 249 60.7
Jumlah 410 100

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pasien yang berkunjung ke
puskesmas Jaya Baru berdasarkan jenis kelamin sebagian besar adalah pasien yang
berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 60,7%.










55%
28%
17%
Jumlah Pasien
Jaminan Kesehatan Aceh Askes Jamkesmas


20
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Puskesmas Jaya Baru telah melaksanakan 6 (enam ) kegiatan pokok
puskesmas, dimana pelaksanaannya dilakukan baik didalam maupun diluar gedung
puskesmas yang melibatkan seluruh staf puskesmas dan keterpaduan lintas program
serta lintas sektoral.
Pengembangan peran Puskesmas dalam bentuk peningkatan pelayanan
kesehatan masyarakat di pendesaan, sangat di tuntut adanya hubungan yang positif
dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Puskesmas Lampoh Daya telah melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam
pelayanan kesehatan yang meliputi upaya pengobatan(kuratif), upaya peningkatan
kesehatan(Promotif), upaya pencegahan(Preventif), dan upaya pemulihan kesehatan
(rehabilitative).
Tingkat kesadaran masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lampoh Daya
terhadap keshatan sudah mulai adanya peningkatan kearah yang lebih baik, ini dapat
dilihat berdasarkan kunjungan masyarakat yang datang ke puskesmas mulai terjadi
peningkatan.
Dimana dalam hal ini masyarakat sudah mulai memahami dan mengerti arti
pentingnya kesehatan baik untuk dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar
pada umumnya.
B. Saransaran
Perlu adanya pemantapann keterpaduan lintas program dan lintas sektoral
dalam upaya sektoral dalam upaya mendukung semua kegiatan pokok
puskesmas.
Penggerakan peran serta masyarakat perlu tingkatkan dalam mendukung
kebeerhasilan kegiatan pokok puskesmas.
Perlu peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat pendesaan
untuk peningkatan derajat kesehatan di desa melalui kerpaduan lintas
program dan lintas sektoral.
Perlu adanya peningkatan sarana dan prasarananya dalam menunjang
keberhasilan pelaksanaan kegiatan program pokok puskesmas.
Pelaksanaan penyuluhan di desadesa dengan melibatkan lembaga/sektor
terkait.







21
Banda Aceh, Mei 2014
Disetujui
Kepala UPTD Puskesmas Jaya Baru DokterPembimbing I



Maryani, SKM, M. Kes. Dr.Herlina Zainuddin, M. ARS
Nip. 19720317 199303 2 001 Nip.19620329 199903 2 001