Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keluarga sebagai kelompok masyarakat terkecil terbentuk oleh ikatan dua
orang dewasa yang berlainan jenis kelamin, wanita dan pria serta anak-anak yang
mereka lahirkan. Dalam kelompok ini, arus kehidupan di kemudikan oleh orang
tua. Alam mempercayakan pertumbuhan serta perkembangan anak pada mereka.
Fungsi keluarga yang utama ialah mendidik anak-anaknya.
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka,
karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian
bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Orang tua
dikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan
untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari
orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.
ebagaimana yang diungkapkan oleh Kartini Kartono !1""#$1"% keluarga
merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat ia belajar dan
menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Dalam keluarga umumnya anak ada
dalam hubungan interaksi yang intim. Keluarga memberikan dasar pembentukan
tingkah laku, watak, moral, dan pendidikan anak.
&asalah anak-anak dan pendidikan adalah suatu persolan yang amat
menarik bagi seorang pendidik dan ibu-ibu yang setiap saat menghadapi anak
anak yang membutuhkan pendidikan. &engasuh dan membesarkan anak berarti
memelihara kehidupan dan kesehatannya serta mendidiknya dengan penuh
1
#
ketulusan dan cinta kasih. ecara umum tanggung jawab mengasuh anak adalah
tugas kedua orang tuanya. Firman Allah swt dalam al-'ur(an surat at-)ahrim
ayat * menunjukkan perintah tersebut adalah $
+,- ./0 12 34 56782 90:0 12 34 ;0 <4/2 90 +=>4 +=?4@0 A B0 CD7 EF+ .G0 CH90 .C0
Artinya $ Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka. (At-Tahrim: 6).
Iengertian mengasuh anak adalah mendidik, membimbing dan
memeliharanya, mengurus makanan, minuman, pakaian, kebersihannya, atau pada
segala perkara yang seharusnya diperlukannya, sampai batas bilamana si anak
telah mampu melaksanakan keperluannya yang Jital, seperti makan, minum,
mandi dan berpakaian. !Kmar Lasyim, 1""M$N*%.
Anak lahir dalam pemeliharaan orang tua dan dibesarkan dalam keluarga.
Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara, dan sebagai
pendidik terhadap anak-anaknya. etiap orang tua pasti menginginkan anak-
anaknya menjadi manusia yang pandai, cerdas dan berakhlakul karimah. Akan
tetapi banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka mendidik
membuat anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, bahkan ada
yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya. Ierasaan-perasaan itulah yang
banyak mempengaruhi sikap, perasaan, cara berpikir, bahkan kecerdasan mereka.
Keluarga adalah koloni terkecil di dalam masyarakat dan dari keluargalah
akan tercipta pribadi-pribadi tertentu yang akan membaur dalam satu masyarakat.
Oingkungan keluarga acapkali disebut sebagai lingkungan pendidikan inPormal
yang mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Adakalanya ini
M
berlangsung melalui ucapan-ucapan, perintah-perintah yang diberikan secara
langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan
anak. Adakalanya orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan, sebagai
contoh agar ditiru dan apa yang ditiru akan meresap dalam dirinya. Dan menjadi
bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku atau bagian dari
kepribadiannya. Orang tua menjadi Paktor terpenting dalam menanamkan dasar
kepribadian tersebut yang turut menentukan corak dan gambaran kepribadian
seseorang setelah dewasa.
Qmam RhaSali yang ikutip oleh Abu Ahmadi !1"""$11T% menyatakan Udan
anak itu siPatnya menerima semua yang dilakukan, yang dilukiskan dan
condong kepada semua yang tertuju kepadanya. Vika anak itu dibiasakan
dan diajari berbuat baik maka anak itu akan hidup berbahagia di dunia dan
akhirat. Dari kedua orang tua serta semua guru-gurunya dan pendidik-
pendidiknya akan mendapat kebahagian pula dari kebahagian itu. )etapi
jika dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu saja, maka anak itu
akan celaka dan binasa. &aka yang menjadi ukuran dari ketinggian anak
itu ialah terletak pada yang bertanggung jawab !pendidik% dan walinyaW.
Irinsip serta harapan-harapan seseorang dalam bidang pendidikan anak
beraneka ragam coraknya, ada yang menginginkan anaknya menjalankan disiplin
keras, ada yang menginginkan anaknya lebih banyak kebebasan dalam berpikir
maupun bertindak. Ada orang tua yang terlalu melindungi anak, ada yang
bersikap acuh terhadap anak. Ada yang mengadakan suatu jarak dengan anak dan
ada pula yang menganggap anak sebagai teman.
uasana emosional di dalam rumah, dapat sangat merangsang
perkembangan otak anak yang sedang tumbuh dan mengembangkan kemampuan
mentalnya. ebaliknya, suasana tersebut bisa memperlambat perkembangan otak.
Voan Xeck !1""#$YZ% mengungkapkan, banyak proyek riset jangka lama
menunjukkan bahwa intelegensi anak akan berkembang ke tingkat yang lebih
[
tinggi, bila sikap di rumah terhadap anak, hangat dan demokratis dari pada dingin
dan otoritas.
&endidik anak dengan baik dan benar berati menumbuh kembangkan
totalitas potensi anak secara wajar. Iotensi jasmaniah dan rohaniah anak
diupayakan tumbuh dan berkembang secara selaras. Iotensi jasmaniah anak
diupayakan pertumbuhannya secara wajar melalui pemenuhan kebutuhan
kebutuhan jasmani, seperti pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
edangkan potensi rohaniah anak diupayakan pengembangannya secara
wajar melalui usaha pembinaan intelektual, perasaan, dan budi pekerti. Ierihal
memilihkan lembaga pendidikan yang paling tepat bagi anak, merupakan agenda
penting bagi para orang tua. Oembaga pendidikan tidak hanya berpengaruh pada
perkembangan kognitiP atau intelektual semata, melainkan berpengaruh pula pada
perkembangan kepribadian anak, di mana ia akan bersosialisasi dengan sesama
teman, guru, dan lingkungan di dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan.
ehubungan dengan itu, maka orang tua hendaklah pandai-pandai dalam
mengarahkan anaknya tatkala hendak memasuki sebuah lembaga pendidikan.
!Abdul Lalim, #ZZ[$M#-M[%.
Xanyak orang tua yang beranggapan bahwa anak mereka setelah
diserahkan kepada guru di sekolah maka lepaslah hak dan kewajibannya untuk
memberikan pendidikan kepada mereka. emua tanggung jawabnya telah beralih
kepada guru di sekolah, apakah menjadi pandai atau bodoh anak tersebut, akan
menjadi nakal atau berbudi pekerti yang baik dan luhur, maka itu adalah urusan
guru di sekolah. Iadahal banyak Paktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar,
di antaranya adalah pendapat )abrani \usyan !1""[$N1%, yaitu $
Y
1. Faktor internal ialah Paktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri,
yang meliputi Paktor Pisiologis dan Paktor psikologis.
#. Faktor eksternal ialah Paktor yang datang dari luar diri si anak, yang
meliputi $ lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat.
Anak adalah tunas bangsa yang akan menerima tongkat estaPet perjuangan
dan cita-cita bangsa, untuk itu anak memerlukan bimbingan, arahan dan didikan
dari orang tua sejak dini, sebagai persiapan untuk menghadapi masa yang akan
datang. Keluarga merupakan masyarakat terkecil yang paling inti, dari keluargalah
anak mulai memperoleh pendidikan sebelum memasuki pendidikan secara Pormal
di sekolah, oleh karena itu pola asuh orang tua dalam mendidik anak akan
mempengaruhi keberhasilan anak adalam belajar.
Xerdasarkan dari kenyataan-kenyataan diatas, maka penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul UHUBUNGAN POLA ASUH ORANG
TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MIN CICADAS BINONG
AB. SUBANG .
B. Per!"!san Masalah
Xerdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka penulis
merumuskan masalahnya sebagai berikut $
1. Xagaimanakah pola asuh orang tua di &Q] ^icadas Xinong Kab.
ubang_
#. Xagaimanakah prestasi belajar siswa di &Q] ^icadas Xinong Kab.
ubang_
*
M. Xagaimanakah hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar
siswa di &Q] ^icadas Xinong Kab. ubang_
C. T!#!an Penel$t$an
Adapun tujuan yang hendak dicapai penulis dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut $
1. Kntuk mengetahui pola asuh orang tua di &Q] ^icadas Xinong Kab.
ubang.
#. Kntuk mengetahui prestasi belajar siswa di &Q] ^icadas Xinong Kab.
ubang.
M. Kntuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi
belajar siswa di &Q] ^icadas Xinong Kab. ubang.
D. erangka Pe"$k$ran
Dalam penelitian ini penulis ingin membuktikan bahwa ada hubungan
antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar yang dicapai siswa, atau dengan
perkataan lain pola asuh orang tua dapat mempengaruhi prestasi siswa. Irestasi
belajar tidak hanya dipengaruhi oleh Paktor internal yang meliputi, Paktor
Pisiologis dan psikologis, tetapi dipengaruhi juga oleh Paktor eksternal yang antara
lain adalah keluarga.
Faktor keluarga mencakup ` cara mendidik anak, hubungan orang tua dan
anak, sikap orang tua, ekonomi keluarga dan suasana dalam keluarga. Dalam
mendidik anak-anak, sekolah merupakan lanjutan dari pendidikan anak-anak yang
telah dilakukan dirumah. Xerhasil baik atau tidaknya pendidikan di sekolah
bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan di dalam keluarga. Iendidikan
T
keluarga adalah Pundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya. Lasil-
hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan
anak itu selanjutnya, baik di sekolah maupun dalam masyarakat. Iengaruh
keluarga terhadap pendidikan anak itu berbeda-beda. ebagian orang tua
mendidik anak-anaknya menurut pendirian-pendirian modern, sedangkan
sebagian lagi menganut pendirian-pendirian yang kuno atau kolot.
Vadi orang tua mempunyai peranan yang penting dalam keberhasilan
belajar anak antara lain cara orang tua mendidik anak. Apakah ia ikut mendorong,
merangsang dan membimbing terhadap aktiJitas anaknya atau tidak. uasana
emosionil di dalam rumah, dapat sangat merangsang anak belajar dan
mengembangkan kemampuan mentalnya yang sedang tumbuh. ebaliknya,
suasana tersebut bisa memperlambat otaknya yang sedang tumbuh dan
menjemukan perasaan kreatiP, yang dibawa sejak lahir. Lubungan orang tua
dengan anak, bersama-sama dengan siPat pembawaan lahir, akan banyak
menentukan bagaimana dia maju dengan belajarnya untuk sisa hidupnya.
etiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang
berkepribadian baik, sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji. Orang tua
sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak, dan harus
menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. ebagaimana yang dinyatakan oleh
aakiyah Daradjat !1""*$Y*%, bahwa kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup
merupakan unsur-unsur pendidikan yang secara tidak langsung akan masuk ke
dalam pribadi anak yang sedang tumbuh.
batim Qrwanto !#ZZ$"[%, mengemukakan beberapa pola asuh orang tua,
yaitu $ 1% otoriter, #% demokratis, M% permisiP, [% ancaman, Y% hadiah.
N
Iola asuh orang tua yang telah dipaparkan diatas, tentunya sedikit
banyaknya akan mempengaruhi anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari
termasuk dalam proses belajar di sekolah, dan sekaligus akan mempengaruhi
perstasi belajar mereka di kelas.
edangkan prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah
dilakukan atau dilakukan atau dikerjakan.!Depdikbud, #ZZZ$TZZ%. Dengan
demikian prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilakukan, diciptakan
baik dilakukan secara pribadi maupun kelompok.
ementara belajar menurut ]ana udjana !1""Y$#N% adalah suatu proses
yang ditandai dengan adanya perubahan di mana perubahan tersebut dapat
menunjukkan dalam berbagai bentuk seperti penambahan pengetahuan,
pemahaman setiap tingkah laku, kecakapan atau kemampuan, daya reaksi, daya
penerimaan dan lain-lain yang ada pada indiJidu.
Vadi prestasi belajar adalah hasil suatu proses aktiJitas belajar yang
membawa perubahan tingkah laku pada diri siswa tersebut !seseorang%. Ierubahan
tersebut meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap, kemudian aspek-
aspek tersebut dieJaluasikan dan diaktualisasikan dalam angka atau skor yang
dapat dilihat dalam buku raport.
Keberhasilan siswa dalam proses belajarnya dapat dilihat dari prestasi
yang dicapai dalam kurun waktu tertentu dalam hal ini dapat dilihat dari nilai
yang dibukukan dalam bentuk buku laporan pendidikan atau raport. ]ilai-nilai
yang tertera dalam buku tersebut merupakan penjumlahan nilai dari seluruh mata
pelajaran yang diperoleh siswa dalam satu semester. Dengan demikian besar
kecilnya nilai yang diperoleh menunjukkan besar kecilnya prestasi yang dicapai.
"
Dari uraian di atas jelas terdapat hubungan antara pola asuh orang tua
dengan prestasi belajar. Dengan demikian dapat digambarkan skema berpikir
dalam penelitian ini, sehingga terlihat jelas adanya hubungan antara pola asuh
orang tua dengan prestasi belajar siswa, yaitu $
E. Langkah%Langkah Penel$t$an
1. Iendekatan dan Venis Ienelitian
Iendekatan dan jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah
penelitian ini menggunakan metode deskriPtiP karena siPatnya menjelaskan atau
mendiskripsikan Penomena yang diteliti, sedangkan pendekatan yang digunakan
adalah dengan menggunakan metode kuantitatiP. &enurut &ardalis !#ZZ[$#*%
metode deskriPtiP bertujuan untuk mendeskriPsikan apa-apa yang saat ini berlaku,
Lubungan
Iola Asuh Orang )ua
!cariabel d%
Irestasi Xelajar !cariabel
b%
Otoriter,
Demokratis,
IermisiP,
Ancaman,
Ladiah
]ilai \aport
iswa
1Z
dengan kata lain penelitian deskriPtiP bertujuan untuk memperoleh inPormasi
mengenai keadaan saat ini dan melihat kaitan antar Jariabel-Jariabel yang ada.
edangkan pendekatan kuantitatiP dalam penelitian ini dilakukan untuk mengolah
angka yang indikatornya berupa angka.
Xerdasarkan teori tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan data
seperti yang diuraikan oleh uharsimi Arikunto !#ZZM$1Z-11% data kuantitatiP
adalah data yang berupa angka-angka dan kualitatiP yang berupa kata-kata atau
simbol yang diperoleh melalui analisis skor jawaban subjek pada skala
sebagaimana adanya.
#. Kehadiran Ieneliti
Dalam penelitian deskriPtiP, kehadiran peneliti bertindak sebagai
instrumen sekaligus pengumpul data. Kehadiran peneliti mutlak diperlukan,
karena di samping meneliti kehadiran peneliti juga sebagai pengumpul data.
ebagaimana salah satu ciri penelitian deskriPtiP dalam pengumpulan data
dilakukan sendiri oleh peneliti. edangkan kehadiran peneliti dalam penelitian ini
sebagai pengamat partisipaneberperan serta, artinya dalam proses pengumpulan
data peneliti mengadakan pengamatan dan mendengarkan secara secermat
mungkin sampai pada yang sekecil-kecilnya sekalipun.
M. Ookasi Ienelitian
Adapun lokasi penelitian yang diteliti oleh peneliti berada pada lembaga
pendidikan yang berlokasi di &Q] ^icadas dengan alamat \).1#eZ[ Desa ^icadas
Kecamatan Xinong Kabupaten ubang. Ieneliti merasa tertarik untuk melakukan
penelitian di sekolah ini karena sekolah ini belum pernah diteliti dan satu-satunya
11
sekolah negeri di wilayah kecamatan Xinong karena lokasinya strategis dan
mudah dijangkau.
[. umber Data
umber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Vadi sumber
data ini menunjukkan asal inPormasi, data ini harus di peroleh dari sumber data
yang tepat. Vika sumber data tidak tepat maka mengakibatkan data yang terkumpul
tidak releJan dengan masalah yang diselidiki. Oleh karena itu dalam penelitian ini
penulis menggunakan dua sumber darat, yaitu $
a%. Data Irimer
umber data primer adalah sumber data yang utama yang akan peneliti
mintai inPormasi tentang data-data yang mendukung penelitian ini. Adapun yang
akan menjadi data utama dalam penelitian ini adalah orang tua dan siswa &Q]
^icadas Xinong Kab. ubang.
b%. Data ekunder
umber data sekunder adalah sumber data pelengkap yang berPungsi
untuk melengkapi data-data yang diperlukan oleh data primer sehingga diperoleh
penelitian yang Jalid. Adapun sumber data sekunder yang diperlukan meliputi $
buku-buku, majalah, dan sejenis dokumen-dokumen tentang &Q] ^icadas
Xinong Kab.ubang.
Y. Iengumpulan Data
Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian
lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun
langsung ke obyek penelitian. Kntuk memperoleh data-data lapangan ini, penulis
menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut $
1#
a. ObserJasi
ObserJasi sebagai metode ilmiah, obserJasi biasa diartikan dengan
pengamatan dan pencatatan dengan sistematik Penomena-Penomena
yang diselidiki. ObserJasi ini dilakukan untuk memperoleh data
tentang kondisi umum &Q] ^icadas Xinong.
b. fawancaraeQnterJiew
fawancara yaitu merupakan tanya jawab yang dikerjakan secra
sistematis berlandaskan pada tujuan penelitian. fawancara ini
dilakukan dengan Kepala ekolah, dengan tujuan untuk memperoleh
inPormasi dan melengkapi data yang diperlukan dalam penelitian ini.
c. Angket atau Kuesioner
yaitu merupakan suatu daPtar atau rangkaian pertanyaan yang
disusun secara tertulis mengenai sesuatu yang berkaitan dengan
penelitian. Angket yang digunakan adalah tipe pilihan !tertutup%.
Dalam hal ini pertanyaan yang diajukan kepada para siswa dalam
angket ini adalah mengenai pola asuh. Angket diberikan kepada
siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian untuk mengetahui
hubungan pola asuh orang tua terhadap prestasi siswa.
&. Tekn$k Anal$sa Data
Kntuk memperoleh data dan inPormasi yang releJan, dengan masalah yang
sedang diteliti, penulis menggunakan beberapa teknik analisa data sebagai berikut$
1. gditing, yaitu memeriksa kelengkapan dan kejelasan angkete kuisioner
yang berhasil dikumpulkan.
1M
#. koring, yaitu semua pernyataan angket akan ditabulasikan dengan
skor nilai setiap itemnya, dengan cara jawaban yang berupa huruP
akan diubah menjadi angka.
M. )abulating, yaitu mentabulasikan data jawaban yang berhasil
dikumpulkan ke dalam tabel-tabel.
[. Data yang diperoleh penulis melalui penyebaran angket tentang pola
asuh orang tua dan prestasi belajar siswa akan dianalisa, berdasarkan
rumus skala prosentase yaitu $
Keterangan $
P h Vumlah AlternatiP
n h Vumlah \esponden
1ZZi h Konstanta.
I h Vumlah jawaban yang diharapkan
!Anas udijono, #ZZ*$[M%.
Y. edangkan untuk memperoleh data tentang hubungan antar kedua
Jariabel akan penulis analisa berdasarkan rumus product moment
yaitu $
Keterangan$
r
jy
h Angka indeks Korelasi krk roduct moment
] h ]umber oP ^ases
ldb h Vumlah hasil perkalian antara sekor d dan skor b
1[
ld h Vumlah seluruh skor d
*. &emberi interpretasi terhadap rjy, interpretasi sederhana dengan cara
mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi UrW
product moment.
T. &emberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi UrW product
moment, dengan jalan berkonsultasi pada tabel UrW product moment.
^ara ini ditempuh melalui prosedur sebagai berikut $
a% &erumuskan Lipotesa AlternatiP !La% dan Lipotesa nihil !Lo%.
b) &enguji kebenaran dari hipotesa yang telah dirumuskan dengan
jalan membandingkan besarnya UrW roduct !oment dengan
besarnya UrW yang tercantum dalam tabel nilai !r
tabel
% terlebih
dahulu mencari derajat bebasnya !db% atau degress of freedom
!dP% yang rumusnya adalah $ dP h ]-nr.
G. S$ste"at$ka Pen!l$san
istematika penulisan dalam skripsi ini dibagi dalam lima bab, setiap bab
dirinci dalam beberapa sub bab sebagai berikut $
XAX Q $ Iendahuluan, berisi latar belakang masalah, identiPikasi,
pembatasan dan perumusan masalah, metode penelitian, serta
sistematika penulisan.
XAX QQ $ Oandasan teoritis, meliputi $ pengertian pola asuh orang tua,
macam-macam pola asuh orang tua, pengertian prestasi belajar,
Paktor-Paktor yang mempengaruhi prestasi belajar, kerangka
berpikir, dan hipotesis.
1Y
XAX QQQ $ &etodologi penelitian, meliputi $ tujuan dan manPaat, penentuan
lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data,
teknik pengolahan dan analisis data, konsep dan pengukuran
Jariabel, serta teknik interpretasi data.
XAX Qc $ Lasil penelitian, meliputi $ gambaran umum &Q] ^icadas Xinong
Kab. ubang, deskripsi data dan analisis data, hubungan pola asuh
orang tua dengan prestasi belajar, serta interpretasi data.
XAX c $ Ienutup, yang meliputi $ kesimpulan dan saran.