Anda di halaman 1dari 11

makalah transplantasi ginjal

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Transplantasi ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara "memanfaatkan" sebuah
ginjal sehat (yang diperoleh melalui proses pendonoran) melalui prosedur pembedahan.
Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup (donor hidup) atau yang baru saja
meninggal (donor kadaver). Ginjal cangkokan ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi
kedua ginjal yang sudah rusak. Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan
ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru bersama ginjal
lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan
sampah metabolisme dari dalam tubuh.Kedua ginjal lama, walaupun sudah tidak banyak
berperan tetap berada pada posisinya semula, tidak dibuang, kecuali jika ginjal lama ini
menimbulkan komplikasi infeksi atau tekanan darah tinggi.
Pada umumnya seseorang dapat hidup normal dengan satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak
berfungsi dengan normal, dialisis dilakukan dimana darah disaring diluar tubuh.
Transplantassi pertama kali berhasil diumumkan pada 4 Maret 1945 di Rumah Sakit Peter
Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray,
yang pada tahun 1990 menerima nobel dalam fisiologi atau kedokteran.
Terapi pengganti pada pasien gagal jantung terminal ( Renal Replacement Therapy ) bisa
dilakukan dengan dialisis ( hemodialisis, dialisis peritoneal ) atau dengan transplantasi ginjal.
Transplantasi ginjal merupakan terapi yang ideal karena menghasilkan rehabilitasi yang lebih
baik dibanding dialisis kronik dan akan menimbulkan perasaan sehat seperti orang normal.
Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donoryangmasih hidup, termasuk
kecocokan lebih bagus, donor daapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan
ginjal tersebut cenderung mempunyai jangka hidup lebih panjang.
B. Rumusan masalah
a. Apa yang dimaksud dengan transplantasi ginjal?
b. Bagaimana anatomi fisiologi ginjal ?
c. Apa etiologi transplantasi ginjal ?
d. Apa saja terminologi transplantasi ginjal ?
e. Faktor-faktor apa saja yang berperan dalam keberhasilan transplantasi ginjal?
f. Persiapan apa saja sebelum operasi transplantasi ginjal?
g. Bagaimana proses transplantasi ginjal ?
h. Komplikasi apa saja yang muncul setelah transplantasi ginjal ?
i. Apa saja keuntungan dan kerugian transplantasi ginjal ?
j. Diagnosa keperawatan apa saja yang mungkin muncul pada pasien transplantasi ginjal ?
C. Tujuan
Tujuan umum
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah III dan untuk
menambah pengetahuan mahasiswa transplantasi ginjal.
Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui definisi tentang transplantasi ginjal.
2. Untuk mengetahui anatomi fisiologi ginjal.
3. Untuk mengetahui etiologi transplantasi ginjal.
4. Untuk mengetahui terminologi tentang transplantasi ginjal.
5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi transplantasi ginjal.
6. Untuk mengetahui persiapan operasi transplantasi ginjal.
7. Untuk mengetahui proses transplantasi ginjal.
8. Untuk mengetahui komplikasi setelah transplantasi ginjal.
9. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian transplantasi ginjal.
10. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien transplantasi
ginjal.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Transplantasi atau Cangkok Ginjal
Transplantasi adalah pemindahan organ tubuh yang masih mempunyai daya hidup sehat
untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat dan tidak bisa berfungsi lagi dengan baik.
Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara
memanfaatkan sebuah ginjal sehat( yang diperoleh melaui pendonoran) melalui prosedur
pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup ( donor hidup ) atau
yang baru saja meninggal ( donor kadaver). Menurut Brunner and Suddarth transplantasi
ginjal adalah melibatkan menanamkan ginjal dari donor hidup atau kadaver manusia
recepient yang mengalami penyakit ginjal tahap akhir. Transplantasi ginjaldapat dilakukan
secara cadaveric ( dari seorang yang telah meninggal ) atau dari donor yang masih hidup (
biasanya anggota keluarga ). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang
masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum
transplantasidan ginjal tersebut cenderung mempunyai jangka hidup lebih panjang.
B. Anatomi fisiologi
Ginjal adalah organ ekresi yang bentuknya mirip seperti kacang. Ginjal merupakan bagian
dari sistem urinari, ginjal berfungsi sebagai filter kotoran(terutama urea) dari darah dan
membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Manusia mempunyai sepasang ginjal
yang terletak dibelakang abdomen. Ginjal terletak disebelah kanan dan kiri tulang belakang.
Ginjal sebelah kiri terletak dibawah hati dan ginjal sebelah kanan terletak dibawah limpa.
Dibagian atas(superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal(juga disebut kelenjar suprarenal).
Ginjal bersifat retroperinealyang berarti terletak dibagian belakang peritoneumyang melapisi
rongga abdomen. Kedua ginjal terletak disekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan
letaknya lebih rendaah dibanding ginjal kiri dikarenakan dibagian atas ginjal kanan terdapat
organ hati yang lumayan besar. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga
kesebelas dan dua belas. Kedua ginjal dibungkus oleh lapisan lemak(lemak perirenal dan
lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Pada orang dewasa setiap ginjal memiliki ukuran panjang 11 cmdan ketebalan 5 cm
dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang
menghadap kedalam.ditiap ginjal terdapat bukaan yangdisebut hilus yang menghubungkan
arteri renal, vena renaldan ureter.
Bagian paling luar ginjal disebut korteks. Bagian lebih dalam lagi disebutmedulla. Bagian
paling dalam disebut pelvis. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut
kapsula. Unit fungsional ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah
dalam ginjal normalmanusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terrlarut
(terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mengabsorpsi
cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnyadibuang.
Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arusdan
kontranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.sebuah nefron terdiri dari
sebuah komponen yang disebut korpuskula(badan Malphigi) yang dilanjutkan oelh saluran-
saluran(tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut
glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran
darahdari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau
penyaringan.darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari
glomerulus dan kapsul Bowman karena adanya tekana dari darah yang mendorong plasma
darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk kedalam tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring
akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Diantara darah dalam glomerulus dan ruangan
berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:
1. Kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
2. Lapisan kaya protein sebagai membran dasar
3. Selapisan sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman(podosit).
Dengan bantuan tekanan, cairan dalam darah didorong keluar dari glomerulus melewati
ketiga lapisan tersebut dan masuk kedalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk
filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein
yang besar. Protein dalam bentuk molekul yang kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah
manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter permenit,
menghasilkan 122 cc filtrat glomerular permenitnya. Laju penyaringan glomerular ini
digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. Jaringan ginjal warna biru menunjukan satu
tubulus. Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi
proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pad atubulus konvulasi
distal. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam perrtukaran lawan arus yang
digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang
menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali
glukossa, asam aminodan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97,7%) dalam filtrat
masuk kedalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir
dari tubulus konvulasi distal kedalam sistem pengumpul yang terdiri dari tubulus
penghubung, tubulus kolektivus kortikal, tubulus kolektivus medularis. Tempat lengkung
Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular mengandung
macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis
dan sekresi renin. Cairan menjadi semakin kental disepanjang tubulus dan saluran untuk
membentuk urin yang kemudian dibawa kekandungkemih melewati ureter.
C. Etiologi
Yang menyebabkan seseorang harus dilakukan transplantasi ginjal adalah penyakit gagal
ginjal terminal atau biasa disebut dengan stadium akhir.
D. Terminologi transplantassi ginjal
Beberapa terminologi dalam transplantasi ginjal adalah
- Autograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokan berasal dari individu yang
sama.
- Isograft adalah transplantassi dimana jaringan yang dicangkokan berasal dari saudara
kembar.
- Allograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokan berasal dari individu lain
dalam satu spesies atau spesies yangsama.
- Xenograft adalah transplantasi dimana jaringan yang dicangkokan berassal dari spesies yang
berbeda. Misalnya ginjal binatang yang ditransplantasikan kepada manusia
E. Faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan transplantasi ginjal
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pada transplantasi ginjal terdiri dari faktor
yang bersangkut paut dengan donor, resepien, faktor imunologis, faktor pembedahan antara
lain penanganan praoperatif dan post-operatif.
Donor ginjal
Donor ginjal dibagi menjadi dua yaitudonor hidup ( living donor ) dan donor jenasah (
cadaver donor ). Donor hidup dapat berasal dari individu yang mempunyai hubungan
keluarga ( living related donor ) atau tidak ada hubungan keluarga (living non related donor ).
Syarat untuk donor hidup, terutama untuk donbor keluarga yaitu :
1. Usia lebih dari 18 tahun dan kurang dari 65 tahun.
2. Motivasi yang tinggi untuk menjadi donor tanpa ada unsur paksaan.
3. Kedua ginjal normal.
4. Tidak mempunyai penyakit yang dapat menurunkan fungsi ginjal dalam jangka waktu yang
lama.
5. Kecocokan golongan darah, HLA dan tes silang darah (cross match).
6. Tidak mempunyai penyakit menular.
7. Sehat mental.
8. Toleransi operasi baik.
Pemeriksaan calon donor meliputi anamnesa, pemeriksaan fisik lengkap, tes fungsi ginjal,
pemeriksaan golongan darah dan sistem HLA , infeksi virus ( hepatitis B, hepatitis C, CMV,
HIV ), foto dada, ekokardiografi, dan arteriografi ginjal.
Untuk donor jenasah biasanya berasal dari pasien yang mengalami mati batang otak akibat
kerusakan otak yang fatal, usia 10-60 tahun, tidak mempunyai penyakit menular, fungsi
ginjal harus baik saat menjelang ajal. Panjang hidup ginjal transplantasi dari donor jenasah
yang meninggal karenana strok, iskemia, tidak sebaik meninggal karena perdarahan
subarachnoid.
Resepien ginjal
Pasien gagal ginjal terminal yang potensial menjalani transplantasi ginjal harus dinilai oleh
tim transplantasi. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk melakukan persiapan untuk
transplantasi. Sebelum dilakukan transplantasi resepien akan dilakukan pemeriksaan secara
teliti untuk mengetahui adanya hiperrtensi, penyakit pembuluh darah perifer dan penyakit
jantung koroner, ulkus peptikum dan keadaan saluran kemih. Selain itru, juga dilakukan
pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk tanda-tanda infeksi, foto dada, USG, EKG,
ekokardiografi, pemeriksaan gigi geligi dan THT.
Syarat resepien transplantasi ginjal adalah :
a. Dewasa
b. Pasien yang kesulitan mengalami hemodialisis dan CAPD
c. Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan koreksi terlebih dahulu.
d. Dapat menjalani imunosupresa dalam jangka waktu lama dan kepatuhan berobat tinggi.
Kontra indikasi
a. Infeksi akut : tuberkulosis, infeksi saluran kemih, hepatitis akut.
b. Infeksi kronik, bronkiektasis
c. Aterotema yang berat
d. Ulkus peptikum yang aktif
e. Penyakit keganasan
f. Mal nutrisi
Imunologi transplantasi
Ginjal donorharus mempunyai kecocokan dengan ginjal resepien agar transplantasi behasil
baik. Golongan darah yang sama merupakan syarat yang utama. Kesesuaian imunologis pada
transplantasi ginjal dapat diperiksa melalui pola HLA. Bila ginjal tidak cocok secara
imunologis maka akan terjadi reaksi rejeksi. Reaksi ini merupakan usaha tubuh resepien
untuk menolak benda asing yang masuk ketubuhnya. Ada tiga jenis reaksi rejeksi yaitu :
- Reaksi hiperakut yaitu terjadiseegera dengan beberapa menit atau beberapa jam setelah klem
pembuluh darah dilepas. Dan disebabkan adanya antibodyterhadap sistem golongan darah
atau HLA yang tidak cocok. Rejeksi hiperaktif tidak bisa diatasi harus dilaksanakan
nefrektomi ginjal cangkok. Reaksi hiperakut sekarang jarang terjadi karena dapat dihindarkan
dengan reaksi silang.
- Rejeksi akut biasanya terjadi dalam waktu 3 bulan pasca transplantassi, dapat dicetuskan oleh
penghentian atau pengurangan dosis obat imunosupresi.Manifestasi klinis: Demam, mialgia,
malaise, nyeri pada ginjal baru, produksi urine menurun, berat badan meningkat, tekanan
darah meningkat, kreatinin serum meningkat, histopatologi. Terapi rejeksi akut : metil
prednisolon 250 mg 1 gr IV/hari selama 3 hari, ALG ( Anti Lymphocyte Globulin ), ATG (
Anti Thympocyte Globulin ) atau antibodi monoklons sebagai terapi alternatif bila tidak
teratasi.
- Rejeksi kronik terjadi setelah berrbulan-bulan atau bertahun-tahun pasca transplantasi. Pada
rejeksi kronik terjadi penurunan fungsi ginjal cangkok. Saat inibelum ada pengobatan yang
spesifik untuk mengobati rejeksi kronik.
Keberhasilan transplantasi ginjal menurut harapan klinis
a. Lama hidup ginjal cangkok ( Graft Survival )
Lama hidup ginjal cangkok sangat dipengaruhi oleh kecocokan antigen antara donor dan
resepien. Waktuparuh ginjal cangkok paada HLA ( Human Leukocyte Antigens ) identik 20-
25 tahun, HLA yang seebagian cocok ( one haplotype match ) 11 tahun dan pada donor
jenazah 7 tahun. Lama hidup ginjal cangkok pada pasien diabetes mellitus lebih buruk
daripada pasien non diabetes.
b. Lama hidup passien ( Patient Survival )
Sumber organ donor sangat mempengaruhi lama hidup pasien dalam jangka panjang. Lama
hidup pasien yang mendapat donor ginjal hidup lebih baik dibanding donor jenasah,
kemungkinan dikarenakan pada donor jenasah lebih banyak obat imunosupresi.
F. Persiapan pembedahan ( pra-operatif dan pasca operatif )
Persiapan pra-operatif untuk calon resepien bertujuan untuk : menilai kemampuan
menjalani operasi besar, menilai kemampuan menerima obat imunosupresi untuk jangka
waktu yang lama, menilai status vaskular anastosmosis, menilai traktus urinarius bagian
bawah, menghilangkan semua sumber infeksi, menilai dan mempersiapkan unsur psikis.
Persiapan pra-operatif untuk calon donor : menilai kerelaan ( tak ada unsur paksaan atau jual
beli ), menilai kemampuan untuk nefrektomi, menilai akibat jangka panjang ginjaltunggal,
menilai kemungkinaan anastosmosis,menilai kecocokan golongan darah, HLA dan
crossmatch.
Obat-obat imunosupresi
Untuk mencegah terjadinya rejeksi kepada pasien yang mengalami transplantasi ginjal
diberikan obat-obat imunosupresi. Ada beberapa macam obat imunosupresi yangtersedia
pada umumnya dikelompokan menjadi :
- Obat imunosupresi konvensional : siklosporin-A, kortikosteroid, azatioprin,antibodi
monoklonal OKT-3,antibodi poliklonal ALG ( anti Lymphocte Globulin ), ATG ( Anti
Thympocyte Globulin ).
- Obat imunosupresi baru yaitu tacrolimus dan mycophenolate mofetil. Efek samping
tacrolimus hampir sama engan siklosporin, infeksi yang timbul biasanya CMV ( cytomegali
virus ), ATG ( anti thympocyte globulin ), ALG ( anti lympocyte globulin ), MMF(
micophinolatemofetil ).
G. Proses transplantasi ginjal
Ginjal yang rusak diangkat. Kelenjar adrenal dibiarkan ditempatnya arteri dan vena renal
diikat. Ginjal transplan diletakan difosa iliaka. Arteri renal dari donor dijahit ke arteri iliaka
dan vena renal dijahit kevena iliaka. Ureter ginjal donor dijahit ke kandung kemih atau vesika
urinari. Setelah terhubung, ginjal akan dialiri darah yang akan dibersihkan. Urine biasanya
langsung diproduksi. Tetapi beberapa keadaan, urine diproduksi bahkan setelah beberapa
minggu.Ginjal lama akan dibiarkan di tempatnya. Tetapi jika ginjal tersebut menyebabkan
infeksi atau menimbulkan penyakit darah tinggi, maka harus diangkat.
H. Komplikasi
Dalam transplantassi ginjal tidak semuanya berhasil, tapi kadang akan menimbulkan
berbagai komplikasi.komplikasi-komplikassi tersebut yaitu :
1. Penolakan pencangkokan
Yaitu sebuah kekebalan terhadap organ donor asing yang dikenal oleh tubuh sebagai
jarringan asing. Reaksi tersebut dirangsang oleh reaksi antigen terhadap kesesuaian organ
asing. Reaksi penolakan yang terjadi adalah reaksi penolakan secara klinik yaitu hiperakut,
akut dan kronis.
2. Infeksi
Infeksi meninggalkan masalah yang potensial dan mewakili komplikasi yang serius
memberikan ancaman pada tingkatatan kehidupan. Infaksi yang sering dijumpai adalah
infeksi sistem urinari, pneumonia dan sepsis adalah yang paling sering terjadi.
3. Komplikasi sistem urinari
Komplikasi sistem urinari adalah dikarenakan terputusnya ginjal secara spontan. Selain
itu,ada juga komplikasi lain yaitu bocornya urine dari ureteral bladder anastomosisyang
menyebabkan terjadinya urinoma yang dapat memberikan tekanan pada ginjal dan ureter
yang mengurangi fungsi ginjal.
4. Komplikasi kardiovasskular
Komplikasi ini bisa berupa komplikasi lokal atau sistem. Hiperrtensi daapat terjadi pada
50%-60% pada dewasa yang mungkin disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stenosis arteri
ginjal, nekrosis tubular akut, penolakan pencangkokan jenis kronik dan akut, hidronefrosis.
5. Komplikasi pernafasan
Komplikasi pada pernafasan yang sering terrjadi adalah pneumonia yang disebabkan oleh
jamur dan bakteri.
6. Komplikasi gasstrointestinal
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah komplikasi hepatitis B dan serosis yang
dihubungkan dengan pengunaan obat-obatan hepatotoksik.
7. Komplikassi kulit
Karsinoma kulit aadalah yang paling sering terjadi. Penyembuhan luka dapat menjadi lama
karena status nutrisi yangtidak adekuat, serum albumin yang sedikit dan terapi steroid.
8. Komplikasi komplikasi yang lain
Komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah pencangkokan ginjal adalah diabetes mellitus
yang disebabkan oleh steroid. Akibat terhadap muskuloskeletalyang termasuk adalah
osteoporosis dan miopaty. Nekrosis tulang aseptik adalah disebabkan oleh terapi
kortikosteroid. Masalah reproduksi yang digambarkan dalam frekuensi CRF mmuncul setelah
transplantasi.
9. Kematian
Rata-rata kematian setelah 2 tahun pelaksanaan transplantasi tersebut hanya 10%. Biasanya
kematian ini diakibatkan oleh infeksi pada dua tahun pertama setelah dua tahun
pencangkokan telah terjadi.
I. Keuntungan dan kerugian transplantasi ginjal
Pada transplantasi ginjal ada keuntungan dan kerugiannya terutama bagi resepien. Adapu
keuntungannya yaitu :
- Ginjal baru akan bekerja sama halnya seperti ginjal normal.
- Resepien akan merasa lebih sehat dan normal kembali.
- Penderita tidak perlu melakukan dialisis.
- Penderita mempunyai harapan hidup lebih besar.
Adapun kekurangan transplantasi ginjal yaitu :
- Butuh proses pembedahan besar
- Proses untuk mendapatkan ginjal lebih lama atau sulit.
- Tubuh bisa menolak ginjal yang didonorkan.
- Penderita harus rutin minum obat imunosupresan yang mempunyai banyak efek samping.
J. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul
Pre operatif
- Ansietas berhubungan dengan prosedur pembedahan transplantasi ginjal.
- Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang pajanan informasi.
Post operatif
1. Nyeri akut berrhubungan dengan agen cidera fisik (terputusnya kontinuitas jaringan).
2. Resiko ketidakefektifan perfusi ginjal berhubungan dengan efek samping terapi (obat,
pembedahan).
3. Resiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan efek samping obat (medikasi,
drain).
4. Resiko perdarahan berhubungan dengan efek samping dari pembedahan
5. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan drainase urin.
6. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan faktor mekanik (luka operasi).

BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
1. Transplantasi adalah pemindahan organ tubuh yang masih mempunyai daya hidup sehat
untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat dan tidak bisa berfungsi lagi dengan baik.
Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara
memanfaatkan sebuah ginjal sehat( yang diperoleh melaui pendonoran) melalui prosedur
pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup ( donor hidup ) atau
yang baru saja meninggal ( donor kadaver). Yang menyebabkan seseorang harus dilakukan
transplantasi ginjal adalah penyakit gagal ginjal terminal atau biasa disebut dengan stadium
akhir. Komplikasi yang terjadi setelah pencangkokan ginjal adalah penolakan
pencangkokan,infeksi, komplikasi sistem urinari, komplikasi kardiovasskular, komplikasi
pernafasan, komplikasi gastrointestinal, komplikassi kulit, komplikasi komplikasi yang
lain,kematian.
2. Saran
Karena ginjal baru ini bukan merupakan ginjal yang berasal dari tubuh pasien sendiri, maka
ada kemungkinan terjadi reaksi tubuh untuk menolak benda asing tersebut.
Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan ini,perawat harus memonitor pasien dalam
mengonsumsi obat-obat anti-rejeksi atau imunosupresan segera sesudah menjalani
transplantasi ginjal. Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun
tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal
cangkokan.




DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Price Sylvia. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6.
Jakarta : EGC
Brunner and Suddarth. 2001. Keperawata Medikal Bedah Edisi 8. Jakarta : EGC
Charlene, Reeves. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : Salemba Medika
Heardman, T. Heather.2012.Diagnosa Keperawatan NANDA Internasional 2012-2014.
Jakarta : EGC