Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH ELEMEN MESIN 2

Transmisi Sabuk - V
Disusun Oleh :
FRANSISCUS XAVERIUS GUWOWIJOYO (43!!"!#!$
Uni%&rsi'as (an)asi*a
Faku*'as T&knik Jurusan T&knik +&sin
1
ABSTRAK
Jarak yang jauh antara dua buah !r!s sering tidak "e"ungkinkan trans"isi langsung
dengan r!da gigi# Dala" hal de"ikian$ %ara trans"isi utaran atau daya yang lain daat
diterakan$ di"ana sebuah sabuk lu&es atau rantai dibelitkan sekeliling uli atau sr!ket ada
!r!s#
'rans"isi dengan ele"en "esin yang lu&es daat dig!l!ngkan atas trans"isi sabuk$
trans"isi rantai$ dan trans"isi kabel atau tali# Dari "a%a"("a%a" trans"isi tersebut$ kabel
atau tali hanya diakai untuk "aksud khusus# 'rans"isi sabuk daat dibagi atas tiga
kel!"!k# Dala" kel!"!k erta"a$ sabuk rata diasang ada uli silinder dan "eneruskan
"!"en antara dua !r!s yang jaraknya daat sa"ai )* +", dengan erbandingan utaran
antara )-) sa"ai .-)# Dala" kel!"!k kedua$ sabuk dengan ena"ang trae/iu" diasang
ada uli dengan alur dan "eneruskan "!"en antara dua !r!s yang jaraknya sa"ai 0 +",
dengan erbandingan utaran antara )-) sa"ai 1-)# Kel!"!k yang terakhir terdiri atas
sabuk dengan gigi yang digerakkan dengan sr!ket ada jarak usat sa"ai "en%aai 2 +",$
dan "eneruskan utaran se%ara teat dengan erbandingan antara )-) dan .-)# Sabuk rata
yang banyak ditulis dala" buku(buku la"a belakangan ini e"akaiannya tidak seberaa luas
lagi# Na"un akhir(akhir ini dike"bangkan sabuk rata untuk beberaa e"akaian khusus#
Sebagian besar trans"isi sabuk "enggunakan sabuk(2 karena "udah enanganannya
dan harganya un "urah# Ke%eatan sabuk diren%anakan untuk )* sa"ai 2* +"-s, ada
u"u"nya$ dan "aksi"u" sa"ai 20 +"-s,# daya "aksi"u" yang daat ditrans"isikan
kurang lebih sa"ai 0** +k3,#
Karena dengan sli antara uli dan sabuk$ sabuk(2 tidak daat "eneruskan utaran
dengan erbandingan yang teat# Dengan sabuk gilir trans"isi daat dilakukan dengan
erbandingan yang teat# Dengan sabuk gilir trans"isi daat dilakukan dengan erbandingan
utaran yang teat seerti ada r!da gigi# Karena itu sabuk gilir telah digunakan se%ara luas
dala" industry "esin jahit$ %!"uter$ "esin 4!t!k!i$ "ensin tik listrik# Dsb#
2
5N!te : Sebagai e"batasan karena yang aling sering digunakan adalah 6(belt "aka untuk
e"bahasan erhitungan hanya akan dibahas erhitungan 6(belt
BAB I PENDAHULUAN
Jenis Sabuk
Ada tiga jenis belt ditinjau dari segi bentuknya adalah sebagai berikut:
)# Flat belt (belt datar). Seerti ditunjukkan ada 7a"bar ) +a,$ adalah banyak digunakan
ada abrik atau bengkel$ di"ana daya yang ditrans"isikan berukuran sedang dari ulley
yang satu ke ulley yang lain ketika jarak dua ulley adalah tidak "elebihi 8 "eter# Daya
yang ditans"isikan dari satu ulley ke ulley lain !leh beberaa jenis belt sebagai berikut:
a# Open belt drive (penggerak belt terbuka). Seerti ditunjukkan ada 7a"bar 2$ belt
jenis ini digunakan dengan !r!s sejajar dan erutaran dala" arah yang sa"a#
Dala" kasus ini$ enggerak A "enarik belt dari satu sisi +yakni sisi 9: ba&ah, dan
"eneruskan ke sisi lain +yakni sisi LM atas,# Jadi tarikan ada sisi ba&ah akan
lebih besar dari ada sisi belt yang atas +karena tarikan ke%il,# ;elt sisi ba&ah
+karena tarikan lebih, dina"akan tight side sedangkan belt sisi atas +karena tarikan
ke%il, dina"akan slack side$ seerti ada 7a"bar 2#
b# Crossed atau twist belt drive (penggerak belt silang). Seerti ditunjukkan ada
7a"bar <$ belt jenis ini digunakan dengan !r!s sejajar dan erutaran dala" arah
yang berla&anan# Dala" kasus ini$ enggerak "enarik belt dari satu sisi +yakni sisi
9:, dan "eneruskan ke sisi lain +yakni sisi LM,# Jadi tarikan dala" belt 9: akan
lebih besar dari ada sisi belt LM# ;elt 9: +karena tarikan lebih, dina"akan tight
side sedangkan belt LM +karena tarikan ke%il, dina"akan slack side$ seerti ada
3
7a"bar <#
%# Quarter turn belt drive (penggerak belt belok sebagian). Mekanis"e trans"isi daat
dilihat ada 7a"bar =# >ntuk "en%egah belt agar tidak keluar-leas dari ulley$
"aka lebar er"ukaan ulley harus lebih besar atau sa"a dengan )$=b$ di"ana b
adalah lebar belt#
d# Belt drive with idler pulley (penggerak belt dengan pulley penekan). Dina"akan
juga jockey pulley drive seerti ditunjukkan ada 7a"bar 0$ digunakan dengan
!r!s arallel dan ketika !en belt dri6e tidak daat digunakan akibat sudut k!ntak
yang ke%il ada ulley terke%il# Jenis ini diberikan untuk "endaatkan rasi!
ke%eatan yang tinggi dan ketika tarikan belt yang dierlukan tidak daat dier!leh
4
dengan %ara lain#
e# Compound belt drive (penggerak belt gabungan). Seerti ditunjukkan ada 7a"bar
.$ digunakan ketika daya ditrans"isikan dari !r!s satu ke !r!s lain "elalui
seju"lah ulley
4# tepped or cone pulley drive (penggerak pulley kerucut atau bertingkat). Seerti
ada 7a"bar 1$ digunakan untuk "erubah ke%eatan !r!s yang digerakkan ketika
!r!s uta"a +!r!s enggerak, berutar ada ke%eatan k!nstan#
g# Fast and loose pulley drive (penggerak pulley longgar dan cepat). Seerti ada
7a"bar 8$ digunakan ketika !r!s "esin +!r!s yang digerakkan, di"ulai atau
diakhiri kaan saja diinginkan tana "engganggu !r!s enggerak# ?ulley yang
dikun%i ke !r!s "esin dina"akan 4ast ulley dan berutar ada ke%eatan yang
sa"a seerti ada !r!s "esin# L!!se ulley berutar se%ara bebas ada !r!s
5
"esin dan tidak "a"u "entrans"isikan daya sedikitun# Ketika !r!s "esin
dihentikan$ belt ditekan ke l!!se ulley !leh erlengkaan batang lun%ur +sliding
bar,#
2# !"Belt (belt bentuk !)# Seerti ditunjukkan ada 7a"bar ) +b,$ adalah banyak digunakan
dala" abrik dan bengkel di"ana besarnya daya yang ditrans"isikan berukuran besar dari
ulley yang satu ke ulley yang lain ketika jarak dua ulley adalah sangat dekat# Menurut
standar India +IS:2=@=()@1=,$ 2(belt dibuat dala" li"a tie yaitu A$;$A$D$ dan E#
Di"ensi untuk 2(belt standar ditunjukkan ada 'abel )# ?ulley untuk 2( belt dibuat dari
besi %!r atau baja untuk "enurunkan berat#
6
Gbr, ! Ukuran -&nam-an. sabuk-V,
Keuntungan 2(belt:
)# ?enggerak 2(belt lebih k!k!h akibat jarak yang endek diantara usat ulley#
2# 7erakan adalah asti$ karena sli antara belt dan alur ulley diabaikan#
<# Karena 2(belt dibuat tana ujung dan tidak ada gangguan sa"bungan$ !leh karena itu
ergerakan "enjadi halus#
=# Me"unyai u"ur yang lebih la"a$ yaitu < sa"ai 0 tahun#
0# Lebih "udah diasang dan dib!ngkar#
.# ;elt "e"unyai ke"a"uan untuk "elindungi beban kejut ketika "esin di(start#
1# Me"unyai rasi! ke%eatan yang tinggi +"aksi"u" )*,#
8# Aksi desak belt dala alur "e"berikan nilai rasi! tarikan yang tinggi# Oleh karena itu
daya yang ditrans"isikan !leh 2(belt lebih besar dari ada belt datar untuk k!e4isien
gesek$ sudut k!ntak dan tarikan yang sa"a dala" belt#
@# 2(belt daat di!erasikan dala" berbagai arah$ dengan sisi tight belt ada bagian atas
atau ba&ah# ?!sisi garis usat bisa h!ri/!ntal$ 6erti%al atau "iring#
Kerugian 2(belt:
)# 2(belt tidak bisa digunakan untuk jarak usat yang anjang$ karena berat er unit
anjang yang besar#
2# 2(belt tidak bisa tahan la"a sebagai"ana ada belt datar#
<# K!nstruksi ulley untuk 2(belt lebih ru"it dari ada ulley dari belt datar#
=# Karena 2(belt "endaat seju"lah %ree tertentu$ !leh karena itu tidak %!%!k untuk
eneraan ke%eatan k!nstan#
0# >"ur belt sangat diengaruhi !leh erubahan te"erature$ tarikan belt yang tidak
teat dan anjang belt yang tidak sei"bang#
.# 'arikan sentri4ugal "en%egah enggunaan 2(belt ada ke%eatan di ba&ah 0 "-s dan
di atas 0* "-s#
<# Circular belt atau rope (belt bulat atau tali)# ;anyak digunakan dala" abrik dan bengkel
di"ana besarnya daya yang ditrans"isikan berukuran besar dari ulley yang satu ke ulley
yang lain ketika jarak dua ulley adalah lebih dari 8 "eter#
7
?ada "akalah ini hanya sebatas "e"bahas ada klasi4ikasi trans"isi sabuk(2#
BAB II PEMBAHASAN
Sabuk(2 terbuat dari karet dan "e"unyai ena"ang trae/iu"# 'enunan tet!r!n
dan se"a%a"nya diergunakan sebagai inti sabuk untuk "e"ba&a tarikan yang besar
+7a"bar ),# Sabuk(2 dibelitkan di keliling alur uli yang berbentuk 2 ula# ;agian sabuk
yang sedang "e"belit uli ini "engala"i lengkungan sehingga lebar bagian dala"nya akan
berta"bah besar# 7aya gesekan juga akan berta"bah karena engaruh bentuk baji$ yang akan
"enghasilkan trans"isi daya yang besar ada
8
)# 'eral
2# ;agian enarik
<# Karet ?e"bungkus
=# ;antal karet
Gbr, /0ns'ruksi sabuk-V,
Gbr, ! Ukuran -&nam-an. sabuk-V,
Gbr, 3 1ia.ram -&mi*i2an sabuk-V,
tegangan yang relati4 rendah# Hal ini "eruakan salah satu keunggulan sabuk(2 dibandingkan
dengan sabuk rata#
Dala" 7a"bar 2 diberikan berbagai r!!rsi ena"ang sabuk(2 yang u"u"
diakai#
Atas dasar daya ren%ana dan utaran !r!s enggerak$ ena"ang sabuk(2 yang
sesuai daat dier!leh dari 7a"bar <# Daya ren%ana dihitung dengan "engalikan daya yang
akan diteruskan dengan 4akt!r k!reksi dala" 'abel )# Dia"eter n!"inal uli(2 dinyatakan
sebagai dia"eter d

+"", dari suatu lingkaran di "ana lebar alurnya di dala" 7a"bar =


"enjadi l
*
dala" 'abel 2 'rans"isi sabuk(2 hanya daat "enghubungkan !r!s(!r!s yang
sejajar dengan arah utaran yang sa"a# Dibandingkan dengan trans"isi r!da gigi atau rantai$
sabuk(2 bekerja lebih halus dan tak bersuara# >ntuk "e"ertinggi daya yang ditrans"isikan$
daat diakai beberaa sabuk(2 yang diasang sebelah("enyebelah#
9
Tab&*, Fak'0r k0r&ksi
Gbr, 4 (r03i* a*ur sabuk-V,
Tab&* !, Ukuran -u**&4-V,
?ena"ang
sabuk(2
Dia"eter N!"inal +dia"eter
lingkaran jarak dp,
B+C, #$ %o & &o e F
A
1) D )**
)*) D )20
)2. atau lebih
<=
<.
<8
))$@0
)2$)2
)2$<*
@$2 =$0 8$* )0$* )*$*
;
)20 D ).*
).) D 2**
2*) atau lebih
<=
<.
<8
)0$8.
).$*1
).$2@
)2$0 0$0 @$0 )@$* )2$0
A
2** D 20*
20) D <)0
<). atau lebih
<=
<.
<8
2)$)8
2)$=0
2)$12
).$@ 1$* )2$* 20$0 )1$*
D
<00 D =0*
=0) atau lebih
<.
<8
<*$11
<)$)=
2=$. @$0 )0$0 <1$* 2=$*
E
0** D .<*
.<) atau lebih
<.
<8
<.$@0
<1$=0
28$1 )2$1 )@$< ==$0 2@$*
5 6ar.a-2ar.a 7a*am k0*0m W m&n4a'akan ukuran s'an7ar,
10
Tab&* , Fak'0r /0r&ksi
Jarak su"bu !r!s harus sebesar )$0 sa"ai 2 kali dia"eter uli besar# Di dala"
erdagangan terdaat berbagai anjang sabuk(2# N!"!r n!"inal sabuk(2 dinyatakan dala"
anjang kelelilingnya dala" in%h# 'abel <+a, dan +b, "enunjukkan n!"!r(n!"!r n!"inal
dari sabuk standar uta"a# Dala" 'abel <+%, dierlihatkan anjang keliling sabuk(2 se"it
yang akan dibahas ke"udian# Dia"eter uli yang terlalu ke%il akan "e"erendek u"ur
sabuk# Dala" 'abel = diberikan dia"eter uli "ini"u" yang dii/inkan dan dianjurkan
"enurut jenis sabuk yang bersangkutan#
Sekarang lihatlah 7a"bar 0 di "ana utaran uli enggerak dan di gerakkan berturut(
turut adalah n
'
+r", dan n
(
+r",$ dan dia"eter n!"inal "asing("asing adalah d
p
+"", dan
)
p
+"",$ serta erbandingan utaran u dinyatakan dengan n
(
*n
'
ata d
p
E)
p
# Karena sabukF2
biasanya diakai untuk "enurunkan utaran$ "aka erbandingan yang u"u" diakai ialah
erbandingan reduksi I (i + l), di"ana
Ke%eatan linear sabuk(2 +"-s, adalah
Jarak su"bu !r!s dan anjang keliling sabuk berturut(turut adalah C +"", dan % +"",#
aO
'
- G bO
(
B G H D 2y
11
(1)
(2)
Tab&* ! (a$ Sabuk-V s'an7ar (b&r'an7a5$
(&nam-an. A (&nam-an. 8
)<
)=
)0
).
5)1
5)8
5)@
52*
52)
522
52<
52=
520
52.
521
528
52@
5<*
5<)
5<2
5<<
5<=
5<0
5<.
5<1
5<8
5<@
5=*
5=)
5=2
5=<
5==
5=0
5=.
5=1
5.0
5..
5.1
5.8
5.@
51*
51)
512
51<
51=
510
51.
511
518
51@
58*
58)
582
58<
58=
580
58.
581
588
58@
5@*
5@)
5@2
5@<
5@=
5@0
5@.
5@1
5@8
5@@
))1
5))8
))@
5)2*
)2)
5)22
)2<
)2=
5)20
)2.
)21
5)28
)2@
5)<*
)<)
)<2
)<<
)<=
5)<0
)<.
)<1
)<8
)<@
5)=*
)=)
)=2
)=<
)==
5)=0
)=.
)=1
)=8
)=@
5)0*
)0)
).
)1
)8
)@
2*
2)
22
2<
2=
520
52.
521
528
52@
5<*
5<)
5<2
5<=
5<0
5<.
5<1
5<8
5<@
5=*
5=)
5=2
5=<
5==
5=0
5=.
5=1
5=8
5=@
50*
50)
5.8
5.@
51*
51)
512
51<
51=
510
51.
511
518
51@
58*
58)
582
58<
58=
580
58.
581
588
58@
5@*
5@)
5@2
5@<
5@=
5@0
5@.
5@1
5@8
5@@
5)**
)*)
5)*2
5)2*
)2)
5)22
)2<
)2=
5)20
)2.
)21
5)28
)2@
5)<*
)<)
5)<2
)<<
)<=
5)<0
)<.
)<1
5)<8
)<@
5)=*
)=)
5)=2
)=<
)==
5)=0
)=.
)=1
5)=8
)=@
5)0*
)0)
)02
)0<
)0=
12
5=8
5=@
50*
50)
502
50<
50=
500
50.
501
508
50@
5.*
5.)
5.2
5.<
5.=
5)**
)*)
5)*2
)*<
)*=
5)*0
)*.
)*1
5)*8
)*@
5))*
)))
5))2
))<
))=
5))0
)).
)02
)0<
)0=
5)00
)0.
)01
)08
)0@
5).*
).)
).2
).<
).=
5).0
)..
).1
).8
502
50<
50=
500
50.
501
508
50@
5.*
5.)
5.2
5.<
5.<
5.=
5.0
5..
5.1
)*<
)*=
5)*0
)*.
)*1
5)*8
)*@
5))*
)))
5))2
))<
))=
5))0
)).
))1
5))8
))@
5)00
)0.
)01
)08
)0@
5).*
).)
).2
).<
).=
5).0
)..
).1
).8
).@
5)1*
)1)
Tab&* 3 (b$ (an9an. Sabuk-V s'an7ar,
N!"!r N!"inal N!"!r n!"inal N!"!r n!"inal N!"!r n!"inal
+in%h, +"", +in%h, +"", +in%h, +"", +in%h, +"",
)*
))
)2
)<
)=
)0
).
)1
)8
)@
2*
2)
22
2<
2=
20
2.
21
28
20=
21@
<*0
<<*
<0.
<)
=*.
=<2
=01
=8<
0*8
0<<
00@
08=
.)*
.<0
..*
.8.
1))
=0
=.
=1
=8
=@
0*
0)
02
0<
0=
00
0.
01
08
0@
.*
.)
.2
.<
))=<
)).8
))@=
)2)@
)2=0
)21*
)2@0
)<2)
)<=.
)<12
)<@1
)=22
)==8
)=1<
)=@@
)02=
)0=@
)010
).**
8*
8)
82
8<
8=
80
8.
81
88
8@
@*
@)
@2
@<
@=
@0
@.
@1
@8
2*<2
2*01
2*8<
2)*8
2)<=
2)0@
2)8=
22)*
22<0
22.)
228.
2<))
2<<1
2<.2
2<88
2=)<
2=<8
2=.=
2=8@
))0
)).
))1
))8
))@
)2*
)2)
)22
)2<
)2=
)20
)2.
)21
)28
)2@
)<*
)<)
)<2
)<<
2@2)
2@=.
2@12
)@@1
<*2<
<*=8
<*1<
<*@@
<)2=
<)0*
<)10
<2**
<22.
<20)
<211
<<*2
<<21
<<0<
<<18
13
2@
<*
<)
<2
<<
<=
<0
<.
<1
<8
<@
=*
=)
=2
=<
==
1<1
1.2
181
8)<
8<8
8.=
88@
@)=
@=*
@.0
@@)
)*).
)*=)
)*.1
)*@2
)))8
.=
.0
..
.1
.8
.@
1*
1)
12
1<
1=
10
1.
11
18
1@
).2.
).0)
).1.
)1*2
)121
)10<
)118
)8*<
)82@
)80=
)88*
)@*0
)@<*
)@0.
)@8)
2**1
@@
)**
)*)
)*2
)*<
)*=
)*0
)*.
)*1
)*8
)*@
))*
)))
))2
))<
))=
20)0
20=*
20.0
20@)
2.).
2.=2
2..1
2.@2
21)8
21=<
21.@
21@=
28)@
28=0
281*
28@.
)<=
)<0
)<.
)<1
)<8
)<@
)=*
)=)
)=2
)=<
)==
)=0
)=.
)=1
)=8
)=@
<=*=
<=2@
<=0=
<=8*
<0*0
<0<*
<00.
<08)
<.*1
<.<2
<.08
<.8<
<1*8
<1<=
<10@
<180
Tab&* 3 ()$ (an9an. sabuk-V s&m-i'
< 2 0 2
N!"!r
n!"inal sabuk
?anjang
keliling +"",
?anjang
keliling ada
jarak bagi
sabuk +"",
N!"!r
n!"inal sabuk
?anjang
keliling +"",
?anjang
keliling ada
jarak bagi
sabuk +"",
<2 20*
<2 2.0
<2 28*
.<0
.1<
1))
.<)
..@
1*1
02 0**
02 0<*
02 0.*
)21*
)<=.
)=22
)2.2
)<<8
)=)=
<2 <**
<2 <)0
<2 <00
1.2
8**
80)
108
1@.
8=1
02 .**
02 .<*
02 .1*
)0=2
).**
)1*2
)0).
)0@2
).@=
<2 <00 @*2 8@8 02 1)* )8*< )1@0
14
Gbr, # (&r2i'un.an -an9an. k&*i*in.
sabukk&*i*in.
<2 <10
<2 =**
@0<
)*).
@=@
)*)2
02 10*
02 8**
)@*0
2*<2
)8@1
2*2=
<2 =20
<2 =0*
<2 =10
)*8*
))=<
)2*1
)*1.
))<@
)2*<
02 80*
02 @**
02 @0*
2)0@
228.
2=)<
2)0)
2218
2=*0
<2 0**
<2 <0*
<2 0.*
)21*
)<=.
)=22
)2..
)<=2
)=)8
02 )***
02 )*.*
02 ))2*
20=*
2.@2
28=0
20<2
2.8=
28<@
Tab&* 4 1iam&'&r minimum -u*i 4an. 7ii:inkan 7an 7ian9urkan (mm$
?ena"ang A ; A D E
Dia"eter "in# yang
dii/inkan
.0 ))0 )10 <** =0*
Dia"eter "in# yang
dianjurkan
@0 )=0 220 <0* 00*
Maka

Oleh karena
Maka

Dala" erdagangan terdaat ber"a%a"("a%a" ukuran sabuk# Na"un$ "endaatkan
sabuk yang anjangnya sa"a dengan hasil erhitungan u"u"nya sukar#
15
(3)
Jarak su"bu !r!s A daat dinyatakan sebagai
Di "ana
Sudut lilit atau sudut k!ntak . dari sabuk ada alur uli enggerak harus diusahakan
sebesar "ungkin untuk "e"erbesar anjang k!ntak antara sabuk dan uli# 7aya gesekan
berkurang dengan "enge%ilnya . sehingga "eni"bulkan sli antara sabuk dan uli# Jika jarak
!r!s adalah endek sedangkan erbandingan reduksinya besar$ "aka sudut k!ntak ada uli
ke%il +uli enggerak, akan "enjadi ke%il# Dala" hal ini daat diakai dala" sebuah uli
enegang seerti dala" 7a"bar 1 untuk "e"erbesar sudut k!ntak tersebut#
;ila sabuk(2 dala" keadaan dia" tidak "eneruskan "!"en$ "aka tegangan
diseluruh anjang sabuk adalah sa"a# 'egangan ini disebut tegangan a&al# ;ila sabuk bekerja
16
(4)
(5)
Gbr, " Su7u' k0n'ak
"eneruskan "!"en$ tegangan akan berta"bah ada sisi tarik +bagian angjang sabuk yang
"enarik, dan berkurangnya ada sisi kend!r +bagian anjang sabuk yang tidak "enarik,#
Jika tarikan ada sisi tarik dan sisi kend!r berturut(turut adalah I
)
dan I
2
+kg,$ "aka
besarnya gaya tarik e4ekti4 I
e
+kg, untuk "enggerakkan uli yang digerakkan adalah
I
e
adalah gaya tangensial e4ekti4 yang bekerja seanjang lingkaran jarak bagi alur uli# Jika
k!e4isien gesek nyata antara sabuk uli adalah JK$ "aka
?ersa"aan ini disebut Lersa"aan Eytel&einM# ;esarnya daya daat ditrans"isikan !leh satu
sabuk
*
+k3, diberikan !leh ersa"aan berikut ini#
Di"ana F
e
+kg, gaya tarik yang dii/inkan untuk setia sabuk$ dan n
)
+r", adalah utaran uli
enggerak# Dala" raktek$ ersa"aan di atas harus dik!reksi terhada 4akt!r(4akt!r yang
bekerja ada sabuk seerti gaya sentri4ugal$ lenturan$ dll#
?ersa"aan berikut ini biasanya diakai untuk sabuk(2 standar#
17
(6)
(7)
(8)
(9)
di"ana C
'
sa"ai C
/
adalah k!nstanta(k!ntanta#
>ntuk "enyederhanakan erhitungan$ setia r!dusen sabuk "e"unyai katal!g yang
berisi da4tar untuk "e"ilih sabuk# 'abel 0 "enunjukkan da4tar kaasitas dari daya yang
ditrans"isikan untuk sabuk bila diakai uli dengan dia"eter "ini"u" yang dianjurkan#
Tab&* #/a-asi'as 7a4a 4an. 7i'ransmisikan un'uk sa'u sabuk 'un..a*; P
o
(kW$
Sabuk(2 se"it akan "enjadi lurus ada kedua sisinya bila diasang ada alur uli
+7a"bar 8,# dengan de"ikian akan terjadi k!ntak yang "erata dengan uli sehingga keausan
ada sisinya daat dihindari# Ada tiga "a%a" r!!rsi ena"ang untuk sabuk(2 se"it
seerti dala" ga"bar @
18
Gbr, < Ukuran -&nam-an. sabuk-V s&m-i'
Kaasitas trans"isi daya ?! +k3, untuk satu sabuk daat dihitung dari
di "ana C
'
sa"ai C
0
adalah k!nstanta(k!nstanta# Seerti juga ada sabuk(2 standar$ daya 1
o
tersebut juga daat dite"ui dala" da4tar erhitungan yang terdaat dala" katal!g r!dusen#
'abel . "e"berikan kaasitas daya yang ditrans"isikan dan 4akt!r ta"bahan untuk "asing(
"asing erbandingan reduksi untuk sabuk tie <2 dan 02 yang "e"unyai uli dengan
dia"eter "ini"u" yang dianjurkan#
Tab&* " /a-asi'as 7a4a 4an. 7i'ransmisikan un'uk sa'u sabuk-V s&m-i' 'un..a*; Po (kW$,
?ersa"aan(ersa"aan di atas hanya sesuai untuk sudut k!ntak . G )8*
!
# untuk
erbandingan reduksi yang besar dan sudut k!ntak lebih ke%il dari )8*
!
"enurut erhitungan
dengan ru"us +)),$ kaasitas daya yang dier!leh harus dikalikan dengan 4akt!r k!reksi yang
bersangkutan &
.
seerti dierlihatkan dala" 'abel 1# ;esarnya sudut k!ntak diberikan !leh
Ju"lah sabuk yang dierlukan daat dier!leh dengan "e"bagi 1
d
dengan 1
o
# &
.
atau
19
(10)
(11)
(12)
Harga 2 yang relati6e besar akan "enyebabkan getaran ada sabuk yang
"engakibatkan enurunan e4isiensinya# Dala" hal de"ikian eren%anaan harus dierbaiki
dengan "enggunakan sabuk yang lebih besar ena"angnya# Dala" hal trans"isi dengan
lebih dari satu sabuk erlu dierhatikan bah&a anjang$ "utu$ dll#$ dari "asing("asing sabuk
daat akan "engakibatkan tegangan yang berbeda ula#
>ntuk daat "e"elihara tegangan yang %uku dan sesuai ada sabuk$ jarak !r!s uli
harus daat disetel ke dala" auun ke luar +7a"bar )*,# Daerah enyetelan untuk "asing(
"asing ena"ang ena"ang sabuk diberikan dala" 'abel 8# 'egangan sabuk daat diukur
dengan ti"bangan di "ana sabuk ditarik ada titik tengah antara kedua
Tab&* = Fak'0r k0r&ksi K
.
Sudut k!ntak uli ke%il .+C, Iakt!r k!reksi &.
*$**
*$)*
*$2*
*$<*
*$=*
*$0*
*$.*
*$1*
*$8*
*$@*
)$**
)$)*
)$2*
)$<*
)$=*
)$0*
)8*
)1=
).@
).<
)01
)0)
)=0
)<@
)<<
)21
)2*
))<
)*.
@@
@)
8<
)$**
*$@@
*$@1
*$@.
*$@=
*$@<
*$@)
*$8@
*$81
*$80
*$82
*$8*
*$11
*$1<
*$1*
*$.0
20
Tab&* > 1a&ra2 -&4&'&*an 9arak sumbu -0r0s +Satuan : "",
N!"!r n!"inal
sabuk
?anjang keliling
sabuk
Ke sebelah dala" dari
letak standar NA
i
Ke sebelah luar dari letak
standar NA
i
+u"u" untuk
se"ua tie,
A ; A D E
))(<8
<8(.*
.*(@*
@*()2*
)2*()08
28*(@1*
@1*()0**
)0**(22**
22**(<***
<***(=***
2* 20
2* 20 =*
2* <0 =*
20 <0 =*
20 <0 =* 0*
20
=*
0*
.0
10
Tab&* < 1a&ra2 b&ban un'uk '&.an.an sabuk 4an. s&suai,
?ena"ang A ; A D E
;eban "ini"u" *$.8 )$08 2$@< 0$11 @$.*
;eban "aksi"u" )$*2 2$<8 =$10 8$.) )=$<*
uli seerti dala" 7a"bar ))# Jika beban untuk "elenturkan sabuk sebesar )$. +"", setia
)** +"", jarak bentaengan terletak antara harga "aksi"u" dan "ini"u" yang diberikan
dala" 'abel @$ "aka besarnya tegangan sabuk diangga sesuai#
Jika trans"isi sabuk dierlengkai dengan uli engikut untuk "e"elihara tegangan
sabuk$ "aka uli ini harus diasang di sebelah dala" dari sisi kend!r dekat ada uli besar$
seerti 7a"bar )2# Diandang dari segi ketahanan sabuk$ dianjurkan untuk tidak "enekan
sabuk dari sebelah luarnya#
Sudut antara kesua sisi ena"ang sabuk yang diangga sesuai adalah sebesar <*
sa"ai =* derajat# Se"akin ke%il sudut ini$ gesekan akan se"akin besar karena e4ek baji$
sehingga erbandingan tarikan F
'
*F
(
akan lebih besar# Na"un de"ikian$ kadang(kadang sudut
yang ke%il ada sabuk yang se"it atau sabuk standar daat "enyebabkan terbena"nya
sabuk ke dala" alur uli# Akhir(akhir ini dala" erdagangan dierkenalkan sabuk(2 dengan
21
Gbr, ! /&7u7ukan 4an. baik un'uk -u*i
-&n.iku'
sudut lebar$ yaitu .* derajat# >ntuk sabuk ini diakai bahan dengan eranjangan yang ke%il
untuk "e"erbaiki si4at buruk diatas# 'etai dengan k!ndisi se"a%a" ini$ gesekan dan
erbandingan tarikan yang di%aai "enjadi lebih rendah#
Si4at enting dari sabuk yang erlu dierhatikan adalah erubahan bentuknya karena
tekanan sa"ing$ dan ketahanannya terhada anas# ;ahan yang biasa diakai sebagai adalah
karet ala" atau sintesis# ?ada "asa sekarang$ telah banyak diakai karet ne!rene# Sebagai
inti untuk "enahan tarikan teruta"a diergunakan ray!n yang kuat# 'etai akhir(akhir ini
e"akaian inti tet!r!n se"akin !ular untuk "e"erbaiki si4at erubahan anjang sabuk
karena kele"baban dan karena e"bebanan# Dala" r!se e"buatan sabuk$ inti tet!r!n
daat "engerut ada &aktu endinginan$ sehingga erlu r!ses khusus untuk
"e"erbaikinya# Ada juga r!ses yang "e"barkan engerutan anas dan "e"ulihkan
bentuknya ke keadaan se"ula#
?ada u"u"nya uli dibuat dari besi %!r kelabu IA2* atau IA<*# >ntuk uli ke%il
diakai k!nstruksi lat karena lebih "urah#
?e"batasan ukuran uli sering dikenakan ada anjang susunan uli atau lebar uli#
?anjang "aksi"u" susunan uli %
ma3
adalah erlu untuk "e"enuhi ersa"aan berikut ini#
Jika d
B
dan )
B
berturut(turut adalah dia"eter b!s atau na4 uli ke%il dan uli besar$ d
s'
dan d
s(
berturut(turut adalah dia"eter !r!s enggerak dan yang digerakkan$ "aka
22
(13)
(14)
(15)
Jika na4 tidak daat dibuat %uku besar untuk "e"enuhi ersa"aan tersebut$ a"billah bahan
!r!s yang lebih kuat untuk "enge%ilkan dia"eternya$ atau a"bil %ara lain untuk "e"asang
!r!s ada na4#
Diagram aliran untuk memilih sabuk!
"#nt#h S#al
23
S ' A 9
'
)# Daya yang akan ditrans"isikan
? +k3, ?utaran !r!s n
'
+r",
?erbandingan utaran I Jarak
su"bu !r!s C +"",
2# Iakt!r k!reksi
4
c
<# Daya ren%ana 1
d
+k3,
=# M!"en ren%ana
5
'
$ 5
(
+kg "",
0# ;ahan !r!s dan
?erlakuan kasar
.# ?erhitungan dia"eter
!r!s d
s'
$ d
s(
+"",
1# ?e"ilihan ena"ang sabuk
8# Dia"eter "ini"u" uli
@# Dia"eter lingkarang
Jarak bagi uli d
p
$ )
p
+"",
Dia"eter luar uli
d
k
$ )
k
+"",
Dia"eter na4 d
B
, )
b
+"",
)*# Ke%eatan sabuk v +"-s,
)) v: <*

12.
>
a

>
a
)<# ?e"ilihan sabuk(2
+standar daya se"it O,
Kaasitas daya trans"isi
Dari satu sabuk 1
o
+k3,
)=# ?erhitungan anjang
Keliling % +"")
)0# N!"!r n!"inal dan anjang
Sabuk dala" ?erdagangan
% +"",
).# Jarak su"bu !r!s
C +"",
)1#
Sudut k!ntak . +C,
Iakt!r k!reksi &
.
)8# Ju"lah sabuk 2
)@# Daerah enyetelan jarak !r!s
NC
i
+"",$ NC
t
+"",
2* ?ena"ang sabuk
?anjang keliling L +"",
Ju"lah sabuk N
Jarak su"bu !r!s A+"",
Daerah enyetelan
NC
i
+"",$ NC
t
+"",
Dia"eter luar uli
d
k
$ )
k
+"",
S ' O ?
E N D
Sebuah kompressor kecil digerakka oleh sebuah mo!or lis!rik dega da"a 3#7 k$# 4 ku!up#
1450 rpm da diame!er poros 25 mm. %iame!er poros da pu!ara kompressor "ag
dikehedaki adalah 30 mm da 870 rpm. &ompressor beker'a selama 8 'am sehari. (arilah
sabuk)* da puli "ag sesuai.
+e"elesaia,
i. P = 3,7 kW
n
1
= 1450 rpm
i = 1450 / 870
C = 300 mm
ii. fc = 1,4
iii. Pd =1,4 x 3,7 = 5,18 kW
iv. T1 = 9,74 x 10
0
x (5,18 x 1450) = 3480 kg mm
T1 = 9,74 x 10
0
x (5,18 x 870) = 5800 kg mm
v. !"!n p#r#$ %30C&', ( =58 kg/mm
)
%f1 = * , %f) = ) (d+ng!n !,-r p!$!k)
.! = 58/(* x )) = 4,83 kg/mm
)
/0 = ) -n0-k 1+1!n 0-m1-k!n
C1 = ) -n0-k ,+n0-r!n
*i. d$1 = 2(5,14/4,83) x ) x ) x 34803
1/3
= )4,5 mm 1!ik
d$) = 2(5,14/4,83) x ) x ) x 58003
1/3
= )9,0 mm 1!ik
vii. P+n!mp!ng $!1-k 4 56 0ip+
viii. dmin = 145 mm
ix. dp = 145 mm , 'p = 145 x 1,*7 = )4) mm
dk = 145 7 ) x 5,5 = 15* mm
'k = )4) 7 ) x 5,5 = )53 mm
5/3 d$1 7 10 = 5) d = *0 mm
24
5/3 d$) 7 10 = *),5 ' = 70 mm
-. v = = 11,4 m/$
xi. 11,4 m/$ 8 30 m/$, 1!ik
-ii. 300 4 = 95.5 mm, 1!ik
xiii. 'ip!k!i 0ip+ $0!nd!r.
P0 = 3,14 7 (3,4)&3,14)( ) 7 0,41 7 (0,47 4 0,41)( ) = 3,)) kW
-i*. 9 = ) x 300 71,57 ()4) 7 145)

7 = 1)15 mm
xv. :#m#r n#min!, $!1-k&5 6 :#. 48 9 = 1)19 mm
xvi. 1 = ) x 1)19 4 3,14 ()4)7145)

=1))3 mm
-*ii. = 180
#
& = 1*)
#
/ = 0,9*
-*iii. : = =1,*8 ) 1-!"
xix. ;Ci = )5 mm , ;C0 = 40 mm
xx. Tip+ , n# 48, ) 1-!", dk = 15* mm , 'k =)53 mm
9-1!ng p#r#$ )5 mm, 31,5 mm
<!r!k $-m1- p#r#$
<ik! dip!k!i $!1-k $+mpi0 6
vii. P+n!mp!ng $!1-k&5 6 35
ix. dp = *7 mm , 'p = 1,*7 x *7 = 11) mm
25
-. v = = 5,1 m/$
xi. 5,1 m/$ 8 35 m/$, 1!ik
-ii. 300 4 = )10 mm, 1!ik
-iii. P0 = ),05 7 (),)0 7 ),05) 7 0,)1 7 (0,)4 4 0,)1) = ),31 kW
-i*. 9 = ) x 300 71,57 (11) 7 *7)

7 = 883 mm
xv. 35&355 P!n=!ng k+,i,ing k-rv! =!r!k 1!gi $!1-k&5 9 = 898 mm
xvi. 1 = ) x 898 4 3,14 (11) 7 *7)

= 1)34 mm
-*ii. = 180
#
& = 171
#
/ = 0,97
-*iii. : = =),3 3 1-!"
xix. ;Ci = 15 mm , ;C0 = )5 mm
xx. 35 4 355, 3 1-!",
dk = *7 7 1,) = *8,) mm ,
'k =11) 71,)= 113,) mm
<!r!k $-m1- p#r#$
26
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Transmisi sabuk, khusus nya sabuk V, merupakan suatu elemen mesin yang
sangat diperlukan karena fungsinya sangat vital, sebagai suatu elemen pemindah daya
yang diperlukan oleh banyak mesin dalam proses Manufaktur.
Pada Transmisi sabuk - V perlu diperhatikan perhitungan yang diperoleh sehingga
perhitungan yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk menjadi sebuah desain yang
akurat dan mampu saing dengan produk sejenis lainnya sesuai fungsinya.
B. Saran
Kami merasa dengan sistim pembelajaran seperti ini, yakni dengan membuat
mahasisa aktif men!ari ilmu dan perkembangan teknologi sekarang ini se!ara
individu " kelompok tanpa refernsi dari dosen pengajar sangatlah baik khususnya bagi
mahasisa. #an dengan sistim seperti itu juga dapat memupuk sikap rasa
keingintahuan yang tinggi dari mahasisa terhadap perkembangan teknologi sekarang
ini terutama dalam dunia manufaktur yang semakin !anggih.
27
BAB I! DA$TAR PUSTAKA
Modul $lemen Mesin %
http&"".grinding.!om
http&"".google.!o.id
http&"".youtube.!om
http&"".hostaffork.!om
http&"".jjjtrain.!om"vms
http&"".engineeringfundamentals.!om
http&"".%'(eng.!om"seminar")$*+,'-M.).pdf
http&""one.indoskripsi.!om
28