Anda di halaman 1dari 71

DIkLA1 1LkNIS SU8S1AN1II SLSIALISASI

LNGLLCLAAN 8AkANG MILIk DALkAn


MCuuL
emanfaatan 8arang M|||k Daerah
Cleh
Andy rasetlawan Pamzah
Wldyalswara usdlklat keuangan umum
dan
Arvan Carlo u[ohans[ah
Wldyalswara usdlklat kekayaan negara dan erlmbangan keuangan
uLA81LMLn kLuAnCAn 8Lu8Llk lnuCnLSlA
8AuAn LnululkAn uAn LLA1lPAn kLuAnCAn
uSulkLA1 kLkA?AAn nLCA8A uAn L8lM8AnCAn kLuAnCAn
!AkA81A
2010
i
KATA PENCANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena
hanya atas berkat rakhmatNyalah kita semua masih diberikan kesempatan untuk
menghasilkan karya-karya nyata yang bermanfaat bagi orang banyak. Begitu
pula dengan modul diklat ini yang tanpa restu-Nya niscaya tidak akan
terselesaikan dengan baik.
Modul Pemanfaatan Barang Milik Daerah ini disusun oleh Saudara Andy
Prasetiawan Hamzah dan Arvan Carlo Djohansjah dengan penilai Saudara
Heri Triatmoko berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusdiklat Kekayaan
Negara dan Perimbangan Keuangan Nomor: KEP.01/PP.6/2010 tanggal
4 Januari 2010 tentang Pembentukan Tim Penyusunan Modul Diklat Pengelolaan
Barang Milik Daerah dan Program Percepatan Akuntabilitas dan Keuangan
Daerah.
Kami menyetujui modul ini digunakan sebagai bahan ajar bagi para
peserta Diklat Pengelolaan Barang Milik Daerah. Modul ini disusun dengan
maksud guna membantu pencapaian tujuan pembelajaran dalam diklat tersebut.
Akhirnya, semoga Modul Pemanfaatan Barang Milik Daerah ini dapat
bermanfaat bagi peserta diklat khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Jakarta, Mei 2010
Kepala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Kekayaan
Negara dan Perimbangan Keuangan
Syamsu Syakbani
NP 19590224 198003 1 001
ii
DAFTAR ISI
kA1A LNGAN1Ak .......................................................................................................................I
DAI1Ak ISI ..................................................................................................................................II
DAI1Ak GAM8Ak ..................................................................................................................... IV
DAI1Ak LAMIkAN.................................................................................................................... V
L1UNIUk LNGGUNAAN MCDUL............................................................................................ VI
L1A kCNSL MCDUL.............................................................................................................. VII
A. LNDAnULUAN ..................................................................................................................1
1. DESKRIPSI SINGKAT............................................................................................................ 1
2. PRASYARAT KOMPETENSI...................................................................................................1
3. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR............................................................ 1
4. RELEVANSI MODUL.............................................................................................................. 2
8. kLGIA1AN 8LLAIAk.............................................................................................................3
1. KEGIATAN BELAJAR 1......................................................................................................... 3
a. Judul
b. Indikator Keberhasilan
c. Uraian dan Contoh
1) Dasar Hukum Pemanfaatan Barang MiIik Daerah......................................................... 3
2) Kebijakan Pemanfaatan Barang MiIik Daerah ............................................................... 4
3) Pengertian Pemanfaatan Barang MiIik Daerah.............................................................. 3
4) Tujuan Pemanfaatan Barang MiIik Daerah..................................................................... 6
5) Bentuk-bentuk Pemanfaatan Barang MiIik Daerah ...................................................... 8
d. Latihan
e. Rangkuman
f. Tes Formatif
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
2. KEGIATAN BELAJAR 2....................................................................................................... 22
a. Judul
b. Indikator Keberhasilan
c. Uraian dan Contoh
1) Sewa....................................................................................................................................... 22
2) Pinjam Pakai ........................................................................................................................ 26
3) Kerja Sama Pemanfaatan.................................................................................................. 28
4) Bangun Guna Serah........................................................................................................... 33
5) Bangun Serah Guna........................................................................................................... 38
d. Latihan
e. Rangkuman
f. Tes Formatif
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
LNU1U ..................................................................................................................................49
1LS SUMA1II.............................................................................................................................S0
kUNCI IAWA8AN 1LS ICkMA1II DAN 1LS SUMA1II.................................................................S7
iii
DAI1Ak US1AkA .....................................................................................................................S8
DAI1Ak IS1ILAn........................................................................................................................S9
LAMIkAN-LAMIkAN..............................................................................................................61
iv
DAFTAR CAMBAR
Gambar 1 Bentuk bentuk Pemanfaatan Barang Milik Daerah ......................... 8
Gambar 2 Prosedur Penyewaan Barang Milik Daerah..................................... 25
Gambar 3 Prosedur pinjam pakai barang milik daerah..................................... 27
Gambar 4 Prosedur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah............... 31
Gambar 5 Prosedur Bangun Guna Serah Barang Milik Daerah ....................... 37
Gambar 6 Prosedur Bangun Serah Guna Barang Milik Daerah ....................... 40
v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Contoh Format Surat Perjanjian Sewa Beli .................................... 62
vi
PETUN)UK PENCCUNAAN MuDUL
Modul ini merupakan salah satu bagian dari satu paket modul tentang
Pengelolaan Barang Milik Daerah yang diperlukan dalam rangka pencapaian
tujuan pembelajaran pada Diklat Teknis Substantif Spesialisasi Pengelolaan
Barang Milik Daerah.
Modul Pemanfaatan Barang Milik Daerah ini terdiri dari 4(empat) kegiatan
belajar yang disusun berdasarkan urutan (sequence) kerangka berfikir yang
memudahkan dalam pemahaman atas pemanfaatan Barang Milik Daerah yang
dimulai dengan kegiatan belajar 1 yaitu Dasar Hukum dan Pengertian
Pemanfaatan Barang Milik Daerah, dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 yang
membahas mengenai Kebijakan dan Prosedur Pemanfaatan Barang Milik
Daerah.
Dalam membaca modul ini, disarankan untuk dibaca urut mulai dari
kegiatan belajar 1 kemudian baru berlanjut ke kegiatan belajar 2. Hal ini
dimaksudkan agar materi dalam modul ini dapat lebih mudah difahami.
Pada akhir setiap kegiatan belajar diberikan rangkuman yang berisi
intisari dari materi yang sudah dibahas sebelumnya. Hal-hal penting dan perlu
difahami dicantumkan dalam rangkuman. Selain itu, untuk mengecek
pemahaman, disetiap akhir kegiatan belajar juga disajikan tes formatif.
Meskipun sudah disediakan kunci jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam
tes formatif, disarankan peserta untuk tidak melihat dulu kunci jawaban, namun
dikerjakan terlebih dahulu dengan waktu yang telah disediakan untuk kemudian
dilakukan penilaian secara mandiri dan mengecek nilainya dengan kriteria umpan
balik apakah sudah tercapai dengan baik. Kalau belum tercapai, maka peserta
disarankan membaca materi lagi dan mengulangi mengerjakan soal tes sampai
memperoleh hasil yang maksimal.
vii
PETA KuNSEP MuDUL
1
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat
Modul pemanfaatan barang milik daerah ini disusun dalam rangka untuk
memberikan pemahaman tentang dasar hukum, kebijakan, tujuan
pemanfaatan serta prosedur yang benar terkait pemanfaatan barang milik
daerah. Modul ini terdiri dari 2(dua) kegiatan belajar yaitu kegiatan belajar 1
yang membahas mengenai dasar hukum pemanfaatan, kebijakan umum
terkait pemanfaatan barang milik daerah, pengertian pemanfaatan, tujuan
pemanfaatan, serta bentuk-bentuk pemanfaatan. Selanjutnya kegiatan
belajar 2 membahas mengenai kebijakan dan prosedur yang benar untuk
setiap bentuk pemanfaatan barang milik daerah yaitu sewa, pinjam pakai,
kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah, dan bangun serah guna.
Dalam setiap kegiatan belajar diberikan soal-soal latihan berbentuk essay
(uraian) dan diberikan rangkuman hal-hal penting yang harus digarisbawahi.
Selain itu, untuk setiap kegiatan belajar juga diberikan tes formatif berbentuk
pilihan ganda yang berguna untuk dapat mengecek pemahaman peserta atas
materi yang disampaikan di tiap kegiatan belajar.
2. Prasyarat Kompetensi
Pengetahuan awal yang harus dimiliki oleh peserta diklat untuk mempelajari
modul ini adalah bahwa peserta diklat diharapkan telah
mendapatkan/memperoleh materi antara lain:
perencanaan kebutuhan dan penganggaran;
pengadaan;
penerimaan, penyimpanan dan penyaluran;
penggunaan; dan
penatausahaan.
3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar Kompetensi:
Setelah mengikuti pelajaran ini peserta mampu melaksanakan pemanfaatan
barang milik daerah dengan baik.
2
Kompetensi Dasar:
Setelah selesai mengikuti pelajaran ini, peserta diklat mampu:
a. memahami dasar hukum dan kebijakan umum pemanfaatan Barang Milik
Daerah;
b. menjelaskan pengertian dan tujuan pemanfaatan Barang Milik Daerah;
c. menjelaskan bentuk-bentuk pemanfaatan Barang Milik Daerah;
d. menjelaskan kebijakan dan prosedur untuk setiap bentuk pemanfaatan
Barang Milik Daerah meliputi: sewa, pinjam pakai, kerja sama
pemanfaatan, bangun guna serah, dan bangun serah guna.
4. ReIevansi ModuI
Kegunaan Modul ini adalah:
a. modul ini memberikan pemahaman tentang pemanfaatan Barang Milik
Daerah yang yang merupakan bagian dari aspek pengelolaan Barang
Milik Daerah;
b. sesuai dengan tujuan penyelenggaraan Diklat Teknis Substantif
Spesialisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah, maka materi dalam modul
ini diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan penyelenggaraan
diklat tersebut.
3
B. KECIATAN BELA)AR
1. Kegiatan BeIajar 1
a. JuduI
DASAR HUKUM DAN PENGERTAN PEMANFAATAN BARANG MLK
DAERAH
b. Indikator KeberhasiIan
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu menjelaskan dasar
hukum pengertian pemanfaatan barang milik daerah dengan baik yang
ditandai dengan peserta mampu:
1) menjelaskan dasar hukum pemanfaatan Barang Milik Daerah;
2) menjelaskan kebijakan umum pemanfaatan Barang Milik Daerah.
3) menjelaskan pengertian pemanfaatan Barang Milik Daerah;
4) menjelaskan tujuan pemanfaatan Barang Milik Daerah.
5) menjelaskan pengertian tentang sewa;
6) menjelaskan pengertian pinjam pakai;
7) menjelaskan pengertian tentang kerja sama pemanfaatan;
8) menjelaskan pengertian tentang bangun guna serah;
9) menjelaskan pengertian tentang bangun serah guna.
c. Uraian dan Contoh
1) Dasar Hukum Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Undang-undang sebagai payung hukum pengelolaan barang
milik daerah adalah Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 tahun 2004
tentang Perbendaharaan Negara. Selanjutnya Undang-undang ini
ditindaklanjuti dengan aturan turunannya untuk mengatur lebih detil
mengenai pengelolaan barang milik daerah yaitu dalam Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah. Dalam bab V mulai pasal 19 sampai
dengan pasal 31 diatur mengenai pemanfaatan barang milik
negara/daerah. Hal-hal yang diatur dalam peraturan pemerintah
tersebut adalah kriteria pemanfaatan dan ketentuan rinci mengenai
bentuk-bentuk pemanfaatan.
4
Selanjutnya pemanfaatan Barang Milik Daerah diatur lebih
lanjut dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)
Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Barang Milik Daerah yaitu pada pasal 4 ayat (2) disebutkan bahwa
pengelolaan Barang Milik Daerah meliputi juga aspek pemanfaatan
(point f). Dalam pasal 6 peraturan ini juga ditegaskan kembali
bahwa kewenangan kepala daerah juga mencakup pemanfaatan
barang milik daerah. Bab khusus yang mengatur mengenai
pemanfaatan barang milik daerah yaitu bab V mengenai
pemanfaatan atau mulai pasal 31 sampai dengan pasal 44
Permendagri No. 17 tahun 2007.
2) Kebijakan Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Kewenangan penetapan kebijakan pengelolaan Barang Milik
Daerah termasuk di dalamnya aspek pemanfaatan, berada
ditangan Kepala Daerah.
Lebih lanjut dalam pasal 31 Permendagri No. 17 tahun 2007, diatur
mengenai kebijakan Pemanfaatan Barang Milik Daerah, yaitu:
a) Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan, selain
yang dipergunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi SKPD.
Pemanfaatan dilaksanakan oleh Pengguna setelah
mendapat persetujuan Pengelola
b) Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang
sudah tidak digunakan untuk menunjang penyelenggaraan
tugas pokok dan fungsi SKPD.
Pemanfaatannya dilaksanakan oleh Pengelola setelah
mendapat persetujuan dari Kepala Daerah
c) Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang
tidak dipergunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi SKPD.
Pemanfaatannya dilaksanakan oleh Pengguna setelah
mendapat persetujuan Pengelola
5
d) Dalam pemanfaatan Barang Milik Daerah harus dilaksanakan
berdasarkan pertimbangan teknis dengan memperhatikan
kepentingan negara/daerah dan kepentingan umum.
3) Pengertian Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Menurut Permendagri No 17 tahun 2007, yang dimaksud
dengan istilah pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik
Daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk
sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah,
dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status
kepemilikan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui dan dipahami bahwa
dalam pemanfaatan Barang Milik Daerah mencakup beberapa hal
yaitu:
a) pendayagunaan barang milik daerah;
b) barang milik daerah yang dimanfaatkan tidak dipergunakan
untuk melaksanakan tupoksi SKPD;
c) bentuk-bentuk pemanfaatan barang milik daerah yaitu
sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna
serah, dan bangun serah guna;
d) pemanfaatan barang milik daerah tidak boleh mengubah
status kepemilikan.
Dalam istilah pendayagunaan barang milik daerah
terkandung makna bahwa tujuan pemanfaatan barang milik
daerah adalah optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah guna
mendorong peningkatan penerimaan daerah. Pendayagunaan
barang milik daerah dilakukan melalui bentuk-bentuk pemanfaatan
yaitu sewa, pinjam pakai, sewa, pinjam pakai, kerja sama
pemanfaatan, bangun guna serah, dan bangun serah guna.
Selain itu, dalam pengertian tersebut juga dinyatakan
mengenai barang milik daerah yang dapat dimanfaatkan. Barang
milik daerah yang dapat dimanfaatkan tersebut adalah barang

milik daerah yang tidak dipergunakan untuk melaksanakan tugas


pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Hal ini secara tidak
langsung memberikan penjelasan bahwa pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi tidak boleh terganggu akibat pemanfaatan
barang milik daerah.
Selanjutnya, dalam pengertian tersebut juga diatur mengenai
bentuk-bentuk pemanfaatan barang milik daerah yaitu bentuk
sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah,
dan bangun serah guna. Bentuk-bentuk pemanfaatan ini
disebutkan dalam pasal 32 dan dijelaskan lebih lanjut dalam pasal
33 sampai pasal 44 Permendagri No. 17 tahun 2007.
Yang terakhir yang perlu dicatat dan diberikan penekanan
adalah bahwa dalam pemanfaatan barang milik daerah tidak boleh
mengubah status kepemilikan. Hal ini memberikan arti bahwa
pemanfaatan barang milik daerah tersebut tidak boleh
menyebabkan berpindahnya kepemilikan dari pemerintah daerah
kepada pihak lainnya. Artinya bahwa dalam surat perjanjian
pemanfaatan, harus betul-betul dimasukkan klausul mengenai
status kepemilikan setelah kontrak/perjanjian pemanfaatan barang
milik daerah selesai, yaitu masih menjadi milik pemerintah daerah.
4) Tujuan Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Pemanfaatan Barang Milik Daerah bertujuan untuk:
a) Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik
daerah
b) Meningkatkan penerimaan/pendapatan daerah
c) Mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) khususnya biaya pemeliharaan
d) Mencegah kemungkinan adanya penyerobotan dari pihak
lain yang tidak bertanggung jawab.
e) Membuka lapangan kerja
f) Meningkatkan pendapatan masyarakat
7
Barang milik daerah yang menganggur (idle) jika tidak
dimanfaatkan tidak akan dapat memberikan manfaat bagi
pemerintah daerah. Potensi barang milik daerah yang
menganggur atau tidak dipergunakan untuk menyelenggarakan
tugas pokok dan fungsi SKPD tersebut dapat direalisasikan
dengan jalan disewakan, dipinjampakaikan, dilakukan kerja sam
pemanfaatan, bangun guna serah, dan bangun serah guna.
Pemanfaatan barang milik daerah ini akan meningkatkan
penerimaan/pendapatan daerah.
Selain itu, melalui pemanfaatan barang milik daerah dapat
mengurangi beban APBD yaitu terkait dengan berkurangnya atau
hilangnya biaya pemeliharaan karena ditanggung oleh penyewa
misalnya. Apabila barang milik daerah tidak dimanfaatkan dan
dibiarkan menganggur dan tidak terurus, maka dimungkinkan
terjadi penyerobotan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung
jawab dan mengaku-aku menjadi miliknya. Hal ini menjadi
permasalahan serius karena mau tidak mau pemerintah daerah
akan mengeluarkan sejumlah biaya apabila melakukan usaha
melalui pengadilan.
Banyak kasus sudah kita dengar bahwa tanah pemerintah
daerah ditempati oleh pihak lain baik warga masyarakat atau
perusahaan hanya gara-gara diterlantarkan oleh pemerintah
daerah. Setelah beberapa lama ketika tanah tersebut dibutuhkan
untuk digunakan pemerintah daerah ternyata tanah tersebut sudah
diperjualbelikan kepada warga masyarakat/perusahaan dengan
bukti pemilikan yang terlihat sah bahkan sampai ada yang memiliki
sertifikat. Dengan pemanfaatan barang milik daerah atas barang
yang menganggur, maka hal ini kemungkinan besar tidak akan
terjadi dan tidak akan merepotkan pemerintah daerah itu sendiri
dikemudian hari.
Bagi masyarakat, pemanfaatan barang milik daerah ini dapat
membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan
masyarakat. Melalui penggunaan oleh pihak ketiga yang berupa
8
perusahaan, maka akan terserap lapangan kerja baru karena
usaha yang dibuka dengan memanfaatkan barang milik
pemerintah daerah akan dapat menciptakan kebutuhan
karyawan/pekerjanya. Efek ikutan yang terjadi jika masyarakat
memperoleh pekerjaan adalah perolehan pendapatan dan hal ini
mendorong upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5) Bentuk-bentuk Pemanfaatan Barang MiIik Daerah
Bentuk-bentuk pemanfaatan sebagaimana disebutkan dalam
pasal 32 Permendagri No 17 tahun 2007 ada 5 yaitu:
sewa;
pinjam pakai;
kerja sama pemanfaatan;
bangun guna serah, serta
bangun serah guna.
Bentuk-bentuk pemanfaatan barang milik daerah dapat dilihat
pada Gambar 1 di halaman 8.
Gambar 1 Bentuk bentuk Pemanfaatan Barang Milik Daerah
a) Sewa
Pengertian sewa adalah pemanfaatan Barang Milik
Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan
menerima imbalan uang tunai.
8entuk
emanfaatan
sewa
pln[am pakal
ker[a sama
pemanfaatan
bangun guna
serah
bangun serah
guna
9
Dari pengertian tentang sewa tersebut ada tiga kata kunci
yang dapat digaris bawahi yaitu:
pemanfaatan barang milik daerah;
dalam jangka waktu tertentu;
menerima imbalan uang tunai.
Dalam kata kunci pertama dan kata kunci kedua dapat
disimpulkan adanya jangka waktu yang ditetapkan dalam
sewa ini. Jangka waktu ini dinyatakan dalam perjanjian guna
memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah terutama
untuk mereview sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sewa
menyewa ini. Dua hal yang harus dianalisis dan dievaluasi
serta dijadikan pertanyaan adalah:
apakah sewa menyewa ini dijalankan sebagaimana
mestinya oleh penyewa, dan
apakah sewa menyewa ini memberikan keuntungan
bagi pemerintah daerah.
Hal ini penting mengingat tujuan awal dari pemanfaatan
barang milik daerah secara umum yang harus dipenuhi salah
satunya adalah adanya peningkatan penerimaan daerah.
Sejalan dengan upaya peningkatan penerimaan/
pendapatan daerah, maka pemanfaatan bentuk penyewaan
ini akan memberikan hasil/ imbalan berupa uang tunai bagi
daerah. Hal ini berarti penyewaan merupakan upaya
membuka kran atau sumber-sumber penerimaan dalam APBD
yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam membiayai
pengeluaran/belanja daerah.
b) Pinjam Pakai
Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang
antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antar
pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa
menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir
diserahkan kembali kepada pengelola.
10
Salah satu tujuan dari pemanfaatan barang milik daerah
adalah optimalisasi pendayagunaan barang milik daerah yang
menganggur (idle). Bentuk pemanfaatan pinjam pakai
merupakan salah satu upaya guna memanfaatkan barang
milik daerah sehubungan dengan atau untuk kepentingan
penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dalam bentuk pemanfaatan pinjam pakai, tidak ada
imbalan baik berupa uang maupun barang dari pihak yang
dipinjami. Setelah masa pinjam pakai itu selesai (paling lama
dua tahun dan dapat diperpanjang) maka barang milik daerah
tersebut harus sudah dikembalikan ke pengelola barang. Hal
ini harus dituangkan dalam surat perjanjian pinjam pakai
barang milik daerah.
c) Kerja sama Pemanfaatan
Kerja sama pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang
Milik Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu
dalam rangka peningkatan penerimaan daerah bukan
pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya.
Ada tiga kata kunci dalam pengertian bentuk pemanfaatan
kerja sama pemanfaatan ini, yaitu
Pendayagunaan barang milik daerah
Dalam jangka waktu tertentu
Dalam rangka peningkatan penerimaan
daerah/pendapatan daerah
Kata kunci yang pertama yaitu pendayagunaan barang
milik daerah. Hal ini menjelaskan bahya bentuk pemanfaatan
ini merupakan salah satu upaya mengoptimalkan daya guna
dan hasil guna barang milik daerah. Upaya ini juga sekaligus
dapat mendongkrak penerimaan daerah bukan
pajak/pendapatan daerah, sehingga dapat ikut mendorong
kemandirian daerah (kata kunci ketiga). Kerja sama
11
pemanfaatan dilakukan melalui proses tender (lelang) kecuali
untuk keperluan pelaksanaan kegiatan khusus seperti
penggunaan tanah milik daerah untuk kebun binatang
(pengembangbiakan dan pelestarian satwa langka).
Dalam kata kunci kedua disebutkan adanya jangka
waktu pelaksanaan kerja sama pemanfaatan. Jangka waktu
yang diperkenankan sebagaimana dinyatakan dalam
Permendagri No. 17 tahun 2007 adalah paling lama 30 tahun
sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang.
Ketentuan jangka waktu kerja sama pemanfaatan ini
memberikan kepastian bahwa setelah perjanjian kerja sama
ini berakhir maka barang milik daerah tersebut harus
dikembalikan kepada pemerintah daerah. Selain itu, guna
menjamin barang milik daerah dikembalikan tepat waktu dan
menghindari pemindahan kepemilikan maka dibuat ketentuan
pula bahwa barang milik daerah ini tidak boleh dijaminkan
oleh mitra kerja sama kepada pihak ketiga dan hal ini harus
dinyatakan secara eksplisit dalam surat perjanjian kerja sama
pemanfaatan.
d) Bangun Guna Serah
Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan Barang Milik
Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu
tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan
kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut
fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.
Ada tiga kata kunci dalam pengertian pemanfaatan barang
milik daerah bentuk Bangun Guna Serah, yaitu:
Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh
pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau
sarana berikut fasilitasnya
12
Didayagunakan oleh pihak lain dalam jangka waktu
tertentu
Diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau
sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka
waktu
Kata kunci pertama menyebutkan jenis barang milik
daerah yang dimanfaatkan yaitu tanah. Di atas tanah milik
pemerintah daerah tersebut kemudian dibangun bangunan
siap pakai oleh pihak ketiga. Selain itu pihak ketiga tersebut
juga dapat menyediakan/menambah sarana lain berikut
fasilitas di atas tanah dan atau bangunan yang telah
dibangun.
Setelah bangunan dan sarana lain telah siap digunakan,
kemudian pihak ketiga mendayagunakannya selama jangka
waktu tertentu yaitu paling lama tiga puluh tahun sejak dimulai
masa pengoperasian (kata kunci kedua).
Dalam kata kunci ketiga ditegaskan adanya kewajiban
pihak ketiga yang memanfaatkan barang milik daerah tersebut
untuk menyerahkan kembali tanah beserta bangunan
dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya
jangka waktu. Untuk menjamin hal ini, dibuatlah ketentuan
bahwa tanah yang dimanfaatkan tidak boleh dijaminkan
kepada pihak lain misalnya bank, akan tetapi bangunannya
boleh dijaminkan namun maksimal sampai dengan
berakhirnya jangka waktu pemanfaatan. Perlu diketahui
bahwa pihak ketiga memperoleh hak guna bangunan atas
bangunan yang dibangun di atas tanah milik pemerintah
daerah.
e) Bangun Serah Guna
Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan Barang Milik
Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah
13
selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan
oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang
disepakati.
Dalam pengertian pemanfaatan barang milik daerah
bentuk Bangun Serah Guna, terdapat tiga kata kunci yang
dapat digaris bawahi, yaitu:
pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa tanah oleh
pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau
sarana berikut fasilitasnya
setelah selesai pembangunannya diserahkan
didayagunakan oleh pihak lain dalam jangka waktu
tertentu
Bentuk pemanfaatan bangun serah guna pada dasarnya
mirip dengan bentuk pemanfaatan bangun guna serah. Hal
yang membedakan adalah ada proses penyerahan bangunan
yang siap pakai beserta sarana/fasilitasnya kepada
pemerintah daerah terlebih dahulu. Selanjutnya oleh
pemerintah daerah, tanah dan atau bangunan tersebut
diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan
selama jangka waktu tertentu yaitu paling lama 30 tahun sejak
dimulainya masa pengoperasian.
Sebagaimana halnya dengan bentuk pemanfaatan
bangun guna serah, mitra kerja bangun serah guna tidak
boleh menjaminkan/menggadaikan/memindahtangankan
tanah milik pemerintah daerah tersebut. Untuk hak guna
bangunan diatas tanah milik pemerintah daerah boleh
dijaminkan oleh mitra kerja sama, namun harus berakhir
maksimal ketika tanah dan atau bangunan tersebut
diserahkan kembali kepada pemerintah daerah pada akhir
masa perjanjian bangun serah guna.
14
d. Latihan
Kerjakanlah seluruh soal berikut ini!
1) Jelaskan dasar hukum pemanfaatan barang milik daerah!
2) Hal-hal apa saja yang diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun
2007 terkait dengan pemanfaatan barang milik daerah?
3) Sebutkan jenis barang milik daerah yang dapat dipindahtangankan!
4) Jelaskan jenis barang milik daerah dikaitkan dengan persetujuan
yang diperlukan dalam rangka pemanfaatannya!
5) Jelaskan dasar pertimbangan apakah yang harus diperhatikan
dalam pemanfaatan barang milik daerah?
6) Jelaskan pengertian pemanfaatan barang milik daerah menurut
Permendagri Nomor 17 tahun 2007!
7) Jelaskan tujuan pemanfaatan barang milik daerah!
8) Jelaskan barang milik daerah yang dapat dimanfaatkan!
9) Sebutkan bentuk-bentuk pemanfaatan yang disebutkan dalam
pengertian pemanfaatan barang milik daerah!
10) Jelaskan bahwa pemanfaatan barang milik daerah dapat
mengurangi beban APBD!
11) Jelaskan pengertian dari pemanfaatan barang milik daerah bentuk
sewa!
12) Jelaskan pengertian dari pemanfaatan barang milik daerah bentuk
pinjam pakai!
13) Jelaskan pengertian dari pemanfaatan barang milik daerah bentuk
kerja sama pemanfaatan!
14) Jelaskan pengertian dari pemanfaatan barang milik daerah bentuk
bangun guna serah!
15) Jelaskan pengertian dari pemanfaatan barang milik daerah bentuk
bangun serah guna!
e. Rangkuman
Berdasarkan uraian bahasan dalam kegiatan belajar 1, dapat
dirangkum/digaris bawahi hal-hal sebagai berikut:
1) Dasar hukum pemanfaatan barang milik daerah diatur dalam
Permendagri Nomor 17 Tahun 2007.
15
2) Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau
bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat
persetujuan dari kepala daerah.
3) Pemanfaatan barang milik daerah selain berupa tanah dan/atau
bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat
persetujuan dari pengelola.
4) Pengertian pemanfaatan barang milik daerah menurut
Permendagri No. 17 tahun 2007 adalah pendayagunaan barang
milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk
sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah,
dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status
kepemilikan.
5) Tujuan pemanfaatan barang milik daerah yaitu:
Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik
daerah
Meningkatkan penerimaan/pendapatan daerah
Mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) khususnya biaya pemeliharaan
Mencegah kemungkinan adanya penyerobotan dari pihak
lain yang tidak bertanggung jawab.
Membuka lapangan kerja
Meningkatkan pendapatan masyarakat
6) Pengertian sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Daerah oleh
pihak lain dalam jangka waktu tertentu dengan menerima imbalan
uang tunai.
7) Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara
pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antar pemerintah
daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan
setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada
pengelola.
1
8) Kerja sama pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik
Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka
peningkatan penerimaan daerah bukan pajak/pendapatan daerah
dan sumber pembiayaan lainnya.
9) Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan Barang Milik Daerah
berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan
dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh
pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah
disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya
jangka waktu.
10) Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan Barang Milik Daerah
berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan
dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai
pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain
tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.
f. Tes Formatif
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
(waktu: 15 menit)
1) Dasar hukum pemanfaatan barang milik daerah adalah ....
a) Permendagri Nomor 6 tahun 2007
b) Permendagri Nomor 17 Tahun 2007
c) Permendagri Nomor 6 Tahun 2006
d) Permendagri Nomor 7 Tahun 2006
2) Hal-hal berikut ini diatur dalam peraturan menteri dalam negeri
tentang petunjuk teknis pengelolaan barang milik daerah, kecuali....
a) bentuk pemanfaatan
b) kriteria pemanfaatan
c) kebijakan pemanfaatan
d) sanksi pidana
17
3) Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau
bangunan selain yang dipergunakan untuk menunjang
penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD dilaksanakan
oleh....
a) Kepala Daerah
b) Panitia lelang
c) Pengguna
d) Pengelola
4) Pemanfaatan barang milik daerah selain tanah dan/atau bagnunan
yang tidak dipergunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas
pokok dan fungsi SKPD dilaksanakan setelah mendapat
persetujuan ....
a) Kepala Daerah
b) Panitia lelang
c) Pengguna
d) Pengelola
5) Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang sudah
tidak digunakan untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok
dan fungsi SKPD, pemanfaatannya dapat dilaksanakan setelah
mendapat persetujuan ....
a) Kepala Daerah
b) Panitia lelang
c) Pengguna
d) Pengelola
6) Berikut ini adalah pemanfaatan barang milik daerah sebagaimana
disebutkan dalam pengertian pemanfaatan barang milik daerah,
kecuali ....
a) sewa
b) pinjam pakai
c) hibah
d) kerjasama pemanfaatan
18
7) Berikut ini adalah tujuan dari pemanfaatan barang milik daerah,
kecuali ....
a) optimalisasi daya guna dan hasil guna barang milik daerah
b) meningkatkan daya beli masyarakat
c) meningkatkan penerimaan/pendapatan daerah
d) membuka lapangan kerja
8) Barang milik daerah yang dapat dimanfaatkan adalah ....
a) barang milik daerah yang menganggur (idle)
b) barang milik daerah yang masih dipergunakan dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD
c) barang milik daerah yang dimaksudkan untuk dijual
d) barang milik daerah yang membebani APBD
9) Salah satu kriteria pemanfaatan barang milik daerah adalah tidak
boleh terganggunya pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD.
Pernyataan ini sejalan dengan tujuan pemanfaatan barang milik
daerah yaitu ....
a) mengurangi beban APBD
b) membuka lapangan kerja
c) meningkatkan penerimaan/pendapatan daerah
d) mengoptimalkan daya guna dan hasil guna
10) Status kepemilikan atas barang milik daerah setelah kerja sama
pemanfaatan menjadi milik ....
a) pihak yang menyewa
b) masih milik pemda yang bersangkutan
c) mitra kerja sama pemanfaatan
d) pemenang lelang/tender
11) Bentuk pemanfaatan dimana dipersyaratkan adanya imbalan uang
tuna dalam periode/jangka waktu pemanfaatan adalah ....
a) hibah
b) sewa
c) pinjam pakai
d) bangun guna serah
19
12) Penyerahan penggunaan barang antara pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima
imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan
kembali kepada pengelola, merupakan pengertian dari bentuk
pemanfaatan ....
a) hibah
b) sewa
c) pinjam pakai
d) bangun guna serah
13) Pendayagunaan Barang Milik Daerah oleh pihak lain dalam jangka
waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan daerah
bukan pajak/pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya,
merupakan pengertian dari ....
a) kerja sama pemanfaatan
b) sewa
c) hibah
d) bangun serah guna
14) Bentuk pemanfaatan barang milik daerah dimana pihak lain
mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya di atas
tanah milik pemerintah daerah untuk kemudian didayagunakan dan
diserahkan kemblai pada akhir masa perjanjian adalah ....
a) sewa
b) pinjam pakai
c) kerja sama pemanfaatan
d) bangun guna serah
20
15) Bentuk pemanfaatan dimana pihak lain dengan cara mendirikan
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai
pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain
tersebut adalah ....
a) bangun guna serah
b) bangun serah guna
c) kerja sama pemanfaatan
d) sewa
21
g. Umpan BaIik dan Tindak Lanjut
Guna menentukan seberapa Tingkat Pemahaman Anda, lakukanlah
langkah berikut:
1) Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat
pada bagian akhir dari modul/bahan ajar ini.
2) Hitunglah jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakanlah rumus
di bawah ini untuk mengetahui sampai sejauh mana Tingkat
Pemahaman Anda.
Tingkat Pemahaman =
}umlah }awaban yg benai
}umlah Seluiuh soal
X 1uu%
3) Nyatakan predikat Tingkat Pemahaman materi berdasarkan hasil
perhitungan (2) dengan pedoman sebagai berikut:
91% - 100% : Amat Baik
81% - 90% : Baik
71% - 80% : Cukup
61% - 70% : Kurang
4) ApabiIa tingkat pemahaman Anda beIum mencapai minimaI
81% (predikat baik), maka disarankan Anda menguIang materi
ini.
22
2. Kegiatan BeIajar 2
a. JuduI
KEBJAKAN DAN PROSEDUR PEMANFAATAN BARANG MLK
DAERAH
b. Indikator KeberhasiIan
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu menjelaskan
kebijakan dan prosedur pemanfaatan barang milik daerah yang ditandai
dengan peserta mampu:
1) menjelaskan kebijakan dan prosedur sewa;
2) menjelaskan kebijakan dan prosedur pinjam pakai;
3) menjelaskan kebijakan dan prosedur kerja sama pemanfaatan;
4) menjelaskan kebijakan dan prosedur bangun guna serah;
5) menjelaskan kebijakan dan prosedur bangun serah guna.
c. Uraian dan Contoh
1) Sewa
a) Kebijakan
Pertimbangan melaksanakan penyewaan barang milik
daerah adalah untuk optimalisasi pendayaagunaan serta
optimalisasi hasil guna barang milik daerah yang belum
dimanfaatkan oleh SKPD alias menganggur.
Barang Milik Daerah yang dapat disewakan meliputi:
Barang Milik Daerah yang bergerak maupun yang tidak
bergerak
Untuk barang tidak bergerak dapat berupa Tanah
dan/atau bangunan selain tanah dan/atau bangunan
yang masih dipergunakan oleh pengguna
Contoh Barang Milik Daerah yang dapat disewakan adalah:
Mess/Wisma/Bioskop dan sejenisnya
Gudang/Gedung
Toko/Kios
23
Tanah
Kendaraan dan Alat-alat besar.
Jenis-jenis barang ini untuk dapat disewakan kepada pihak
ketiga harus ditetapkan oleh kepala daerah.
Jangka waktu penyewaan maksimal 5(lima) tahun dan dapat
diperpanjang sepanjang menguntungkan bagi daerah.
b) Prosedur Penyewaan
Dalam menyewakan Barang Milik Daerah, prosedur yang harus
dilaksanakan adalah:
(1). Pengusulan penyewaan.
Proses awal yang harus dilakukan dalam
menyewakan barang milik daerah dimulai dari usulan
Kepala SKPD kepada Kepala Daerah melalui pengelola
atas Barang Milik Daerah yang akan disewakan.
Usulan yang diajukan oleh Kepala SKPD harus diserta
dengan data barang milik daerah yang diusulkan untuk
disewakan.
(2). Persetujuan dan keputusan penyewaan.
Ada tiga jenis barang milik daerah, yaitu:
Tanah dan/atau bangunan
Tanah dan bangunan yang masih digunakan oleh
pengguna
Selain tanah dan atau bangunan
Untuk barang milik daerah berupa tanah dan atau
bangunan, penyewaan dilakukan oleh pengelola setelah
mendapat persetujuan dari Kepala Daerah . Sedangkan
untuk tanah dan bangunan yang masih dipergunakan
oleh pengguna dan selain tanah dan/atau bangunan,
dilakukan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan
Kepala Daerah.
24
Hal-hal yang harus dimuat dalam keputusan tentang
penyewaan Barang Milik Daerah yaitu:
Data Barang Milik Daerah yang disewakan
Pelaksanaan penyewaan yang akan diatur lebih
lanjut dalam Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Pokok-pokok isi Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Jangka waktu perjanjian sewa menyewa (maksimal
lima tahun dan dapat diperpanjang)
Adanya pengenaan retribusi untuk selain penyewaan
terhadap pemanfaatan barang milik daerah,
sebagaimana dinyatakan dalam peraturan daerah.
(3). Penandatanganan Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Setelah terbit keputusan tentang persetujuan
penyewaan barang milik daerah, maka langkah
berikutnya adalah melakukan penandatanganan Surat
Perjanjian Sewa Menyewa. Adapun isi yang harus
dimuat dalam surat perjanjian sewa menyewa ini dapat
dilihat dalam penjelasan secara khusus tentang surat
perjanjian ini.
Surat perjanjian sewa menyewa ini ditandatangani
oleh pengelola atas nama kepala daerah dengan pihak
penyewa.
Secara garis besar prosedur penyewaan barang milik
daerah dapat dilihat pada Gambar 2 halaman 25.
25
Gambar 2 Prosedur Penyewaan Barang Milik Daerah
c) Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Guna tertib administrasi sesuai ketentuan dalam
Permendagri 17 tahun 2007, maka dalam penyewaan Barang
Milik Daerah harus dibuat surat perjanjian sewa menyewa yang
didalamnya harus memuat:
Data Barang Milik Daerah yang disewakan
Hak dan kewajiban kedua belah pihak
Jumlah/besarnya uang sewa yang harus dibayar
penyewa
Jangka waktu sewa menyewa
Sanksi
Ketentuan lain yang dipandang perlu terutama mengenai
batasan-batasan penggunaan Barang Milik Daerah yang
disewakan kepada pihak penyewa.
Hasil penyewaan barang milik daerah harus disetorkan
ke kas daerah
Segala biaya yang diperlukan dalam rangka persiapan
pelaksanaan penyewaan barang milik daerah ditanggung
oleh pihak penyewa
25
Gambar 2 Prosedur Penyewaan Barang Milik Daerah
c) Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Guna tertib administrasi sesuai ketentuan dalam
Permendagri 17 tahun 2007, maka dalam penyewaan Barang
Milik Daerah harus dibuat surat perjanjian sewa menyewa yang
didalamnya harus memuat:
Data Barang Milik Daerah yang disewakan
Hak dan kewajiban kedua belah pihak
Jumlah/besarnya uang sewa yang harus dibayar
penyewa
Jangka waktu sewa menyewa
Sanksi
Ketentuan lain yang dipandang perlu terutama mengenai
batasan-batasan penggunaan Barang Milik Daerah yang
disewakan kepada pihak penyewa.
Hasil penyewaan barang milik daerah harus disetorkan
ke kas daerah
Segala biaya yang diperlukan dalam rangka persiapan
pelaksanaan penyewaan barang milik daerah ditanggung
oleh pihak penyewa
engusulan penyewaan
ersetu[uan dan keputusan
penyewaan
enandatanganan
per[an[lan sewa menyewa
25
Gambar 2 Prosedur Penyewaan Barang Milik Daerah
c) Surat Perjanjian Sewa Menyewa
Guna tertib administrasi sesuai ketentuan dalam
Permendagri 17 tahun 2007, maka dalam penyewaan Barang
Milik Daerah harus dibuat surat perjanjian sewa menyewa yang
didalamnya harus memuat:
Data Barang Milik Daerah yang disewakan
Hak dan kewajiban kedua belah pihak
Jumlah/besarnya uang sewa yang harus dibayar
penyewa
Jangka waktu sewa menyewa
Sanksi
Ketentuan lain yang dipandang perlu terutama mengenai
batasan-batasan penggunaan Barang Milik Daerah yang
disewakan kepada pihak penyewa.
Hasil penyewaan barang milik daerah harus disetorkan
ke kas daerah
Segala biaya yang diperlukan dalam rangka persiapan
pelaksanaan penyewaan barang milik daerah ditanggung
oleh pihak penyewa
2
2) Pinjam Pakai
a) Syarat-Syarat Pinjam Pakai
Dalam Lampiran Permendagri 17 Tahun 2007 mengenai
Pedoman Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik
Daerah, disebutkan adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi
dalam pinjam pakai, yaitu:
Barang Milik Daerah tersebut sementara waktu belum
dimanfaatkan oleh SKPD
Barang Milik Daerah yang dipinjampakaikan tersebut
hanya boleh digunakan oleh peminjam sesuai dengan
peruntukannya
Pinjam pakai tersebut tidak mengganggu kelancaran
tugas pokok instansi atau SKPD
Barang Milik Daerah yang dipinjampakaikan harus
merupakan barang yang tidak habis pakai
Peminjam wajib memelihara dan menanggung biaya-
biaya yang diperlukan selama peminjaman
Peminjam bertanggung jawab atas keutuhan dan
keselamatan barang
Jangka waktu pinjam pakai maksimal selama dua tahun
dan apabila diperlukan dapat diperpanjang kembali
Pengembalian Barang Milik Daerah yang
dipinjampakaikan harus dalam keadaan baik dan
lengkap
b) Kebijakan
Kebijakan terkait pinjam pakai antara lain sebagai berikut:
Barang Milik Daerah yang dapat dipinjampakaikan bukan
merupakan barang habis pakai
Pinjam pakai Barang Milik Daerah hanya dapat dilakukan
antar pemerintah
Pengelola harus mendapat persetujuan dari Kepala
Daerah dalam melaksanakan Pinjam pakai.
27
c) Prosedur
Prosedur yang harus diikuti dalam pelaksanaan pinjam pakai
barang milik daerah yaitu:
(1). Persetujuan Pinjam Pakai
Sebagaimana halnya dengan penyewaan barang
milik daerah, Pengelola untuk dapat meminjampakaikan
barang milik daerah ini harus mendapat persetujuan dari
Kepala Daerah (untuk barang milik daerah berupa tanah
dan/atau bangunan). Selain tanah dan/atau bangunan,
dilaksanakan oleh Pengguna setelah mendapat
persetujuan dari Pengelola.
(2). Penandatanganan Surat Perjanjian Pinjam Pakai
Setelah diperoleh persetujuan dari Kepala Daerah
atau Pengelola, maka dibuatlah Surat Perjanjian Pinjam
Pakai Barang Milik Daerah.
(3). Penyerahan barang milik daerah
Tindak lanjut dari surat perjanjian pinjam pakai adalah
diserahkannya barang milik daerah. Penyerahan barang
milik daerah untuk dipinjampakaikan ini harus dituangkan
dalam Berita Acara Serah Terima.
Prosedur pinjam pakai barang milik daerah dapat dilihat
pada Gambar 3 di halaman 27.
Gambar 3 Prosedur pinjam pakai barang milik daerah
enandatanganan Surat er[an[lan ln[am akal
27
c) Prosedur
Prosedur yang harus diikuti dalam pelaksanaan pinjam pakai
barang milik daerah yaitu:
(1). Persetujuan Pinjam Pakai
Sebagaimana halnya dengan penyewaan barang
milik daerah, Pengelola untuk dapat meminjampakaikan
barang milik daerah ini harus mendapat persetujuan dari
Kepala Daerah (untuk barang milik daerah berupa tanah
dan/atau bangunan). Selain tanah dan/atau bangunan,
dilaksanakan oleh Pengguna setelah mendapat
persetujuan dari Pengelola.
(2). Penandatanganan Surat Perjanjian Pinjam Pakai
Setelah diperoleh persetujuan dari Kepala Daerah
atau Pengelola, maka dibuatlah Surat Perjanjian Pinjam
Pakai Barang Milik Daerah.
(3). Penyerahan barang milik daerah
Tindak lanjut dari surat perjanjian pinjam pakai adalah
diserahkannya barang milik daerah. Penyerahan barang
milik daerah untuk dipinjampakaikan ini harus dituangkan
dalam Berita Acara Serah Terima.
Prosedur pinjam pakai barang milik daerah dapat dilihat
pada Gambar 3 di halaman 27.
Gambar 3 Prosedur pinjam pakai barang milik daerah
enyerahan barang mlllk daerah
enandatanganan Surat er[an[lan ln[am akal
ersetu[uan pln[am pakal
27
c) Prosedur
Prosedur yang harus diikuti dalam pelaksanaan pinjam pakai
barang milik daerah yaitu:
(1). Persetujuan Pinjam Pakai
Sebagaimana halnya dengan penyewaan barang
milik daerah, Pengelola untuk dapat meminjampakaikan
barang milik daerah ini harus mendapat persetujuan dari
Kepala Daerah (untuk barang milik daerah berupa tanah
dan/atau bangunan). Selain tanah dan/atau bangunan,
dilaksanakan oleh Pengguna setelah mendapat
persetujuan dari Pengelola.
(2). Penandatanganan Surat Perjanjian Pinjam Pakai
Setelah diperoleh persetujuan dari Kepala Daerah
atau Pengelola, maka dibuatlah Surat Perjanjian Pinjam
Pakai Barang Milik Daerah.
(3). Penyerahan barang milik daerah
Tindak lanjut dari surat perjanjian pinjam pakai adalah
diserahkannya barang milik daerah. Penyerahan barang
milik daerah untuk dipinjampakaikan ini harus dituangkan
dalam Berita Acara Serah Terima.
Prosedur pinjam pakai barang milik daerah dapat dilihat
pada Gambar 3 di halaman 27.
Gambar 3 Prosedur pinjam pakai barang milik daerah
enandatanganan Surat er[an[lan ln[am akal
28
d) Surat Perjanjian Pinjam Pakai
Surat Perjanjian Pinjam Pakai memuat sekurang-
kurangnya hal/ketentuan sebagai berikut:
Pihak-pihak yang terkait dengan perjanjian
Jenis, luas dan jumlah barang yang dipinjamkan
Jangka waktu pinjam pakai
Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan
pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman
Persyaratan lain yang dianggap perlu
3) Kerja Sama Pemanfaatan
a) Kebijakan
Ketentuan mengenai bentuk pemanfaatan berupa kerja
sama pemanfaatan sebagaimana diatur dalam Permendagri
Nomor 17 tahun 2007 antara lain:
Bahwa kerja sama pemanfaatan dengan pihak lain harus
bertujuan dalam rangka optimalisasi pendayagunaan
Barang Milik Daerah guna memberikan tambahan
pendapatan daerah
Barang Milik Daerah yang dapat dimanfaatkan dalam
kerangka kerja sama pemanfaatan adalah :
tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh
Pengguna kepada Kepala Daerah, dan sebagian tanah
dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh
Pengguna dan Barang Milik Daerah selain tanah
dan/atau bangunan.
Kewenangan atas penetapan kerja sama pemanfaatan
Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan
yang telah diserahkan oleh Pengguna kepada Kepala
Daerah, berada pada Pengelola setelah mendapat
persetujuan dari Kepala Daerah.
Sedangkan kewenangan atas penetapan sebagian
Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan
29
yang masih digunakan oleh Pengguna dan Barang Milik
Daerah selain tanah dan/atau bangunan, dilaksanakan
oleh Pengguna setelah mendapat persetujuan
Pengelola.
b) Prosedur/Tata Cara
Prosedur/tata cara kerja sama pemanfaatan adalah sebagai
berikut:
(1). Pengajuan permohonan kerja sama pemanfaatan
Langkah pertama pelaksanaan kerja sama
pemanfaatan adalah pengajuan permohonan kerja sama
pemanfaatan dari pihak ketiga ke panitia tender/lelang
disertai dengan dilengkapi data berikut:
Akte pendirian
SUP sesuai bidangnya
Melakukan kegiatan usaha sesuai bidangnya
Proposal
Memiliki keahlian di bidangnya
Memiliki modal kerja yang cukup
Data teknis:
Tanah: lokasi/alamat, luas, status, penggunaan
saat ini
Bangunan: lokasi/alamat, luas, status/MB,
kondisi
Rencana penambahan bangunan gedung dan
fasilitas lainnya dengan memperhatikan
KDB (Koefisien Dasar Bangunan)
KLB (Koefisien Luas Bangunan)
(2). Penelitian oleh Panitia
Setelah data diterima oleh Panitia, maka selanjutnya
dilakukan penelitian:
data administratif
30
proposal/surat permohonan terkait informasi
mengenai jenis usaha, masa pengelolaan,
besarnya kontribusi, dan lain-lain
penelitian lapangan
Hasil penelitian, oleh panitia dimasukkan dalam berita
cara hasil penelitian
(3). Persetujuan dan Keputusan dari Kepala Daerah
Setelah dilakukan penelitian maka langkah
selanjutnya adalah memberikan dan menyampaikan
saran pertimbangan kepada Kepala daerah mengenai
hasil penelitian serta menyiapkan surat jawaban
penolakan atau persetujuan pemanfaatan dari Kepala
Daerah tentang persetujuan pemanfaatan.
Persetujuan pemanfaatan selanjutnya dilanjutkan
dengan penerbitan Keputusan Kepala Daerah tentang
persetujuan pemanfaatan.
(4). Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama
Pemanfaatan
Surat Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan
ditandatangani oleh pengelola atas nama Kepala Daerah
dan mitra kerjasama. Adapun si dari Surat Perjanjian
Kerja Sama Pemanfaatan paling memuat hal-hal berikut:
pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian;
obyek kerjasama pemanfaatan;
jangka waktu kerjasama pemanfaatan;
pokok- pokok mengenai kerjasama pemanfaatan;
data barang milik daerah yang menjadi objek
kerjasama pemanfaatan;
hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian;
besarnya kontribusi tetap dan pembagian hasil
keuntungan (yang ditetapkan dengan keputusan
Kepala Daerah);
31
Sanksi;
Persyaratan lain yang dianggap perlu
(5). Serah Terima Barang Milik daerah
Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama
pemanfaatan barang milik daerah, selanjutnya dilakukan
serah terima barang milik daerah. Dalam serah terima
barang ini harus didokumentasikan dalam berita acara
terima barang milik daerah sebagai bukti bahwa pihak
ketiga sudah menerima barang untuk dimanfaatkan .
Prosedur kerja sama pemanfaatan dapat dilihat pada
Gambar 4 halaman 31.
Gambar 4 Prosedur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik
Daerah
c) Ketentuan Kerja Sama Pemanfaatan
Penetapan dan Kewajiban mitra kerja sama:
Penetapan mitra kerja sama pemanfaatan Barang
Milik Daerah ditetapkan melalui tender/lelang dengan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila setelah 2
kali berturut-turut diumumkan, peminatnya kurang dari 5,
dapat dilakukan proses pemilihan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
1
2
3
4
3
31
Sanksi;
Persyaratan lain yang dianggap perlu
(5). Serah Terima Barang Milik daerah
Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama
pemanfaatan barang milik daerah, selanjutnya dilakukan
serah terima barang milik daerah. Dalam serah terima
barang ini harus didokumentasikan dalam berita acara
terima barang milik daerah sebagai bukti bahwa pihak
ketiga sudah menerima barang untuk dimanfaatkan .
Prosedur kerja sama pemanfaatan dapat dilihat pada
Gambar 4 halaman 31.
Gambar 4 Prosedur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik
Daerah
c) Ketentuan Kerja Sama Pemanfaatan
Penetapan dan Kewajiban mitra kerja sama:
Penetapan mitra kerja sama pemanfaatan Barang
Milik Daerah ditetapkan melalui tender/lelang dengan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila setelah 2
kali berturut-turut diumumkan, peminatnya kurang dari 5,
dapat dilakukan proses pemilihan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
-enga[uan permohonan ker[a sama pemanfaatan
-enelltlan oleh panltla
-ersetu[uan dan keputusan kepala daerah
-enandatanganan Surat er[an[lan ker[a Sama emanfaatan
-Serah terlma barang mlllk daerah
31
Sanksi;
Persyaratan lain yang dianggap perlu
(5). Serah Terima Barang Milik daerah
Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama
pemanfaatan barang milik daerah, selanjutnya dilakukan
serah terima barang milik daerah. Dalam serah terima
barang ini harus didokumentasikan dalam berita acara
terima barang milik daerah sebagai bukti bahwa pihak
ketiga sudah menerima barang untuk dimanfaatkan .
Prosedur kerja sama pemanfaatan dapat dilihat pada
Gambar 4 halaman 31.
Gambar 4 Prosedur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik
Daerah
c) Ketentuan Kerja Sama Pemanfaatan
Penetapan dan Kewajiban mitra kerja sama:
Penetapan mitra kerja sama pemanfaatan Barang
Milik Daerah ditetapkan melalui tender/lelang dengan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila setelah 2
kali berturut-turut diumumkan, peminatnya kurang dari 5,
dapat dilakukan proses pemilihan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
-enandatanganan Surat er[an[lan ker[a Sama emanfaatan
32
Untuk kegiatan yang bersifat khusus seperti
penggunaan tanah milik pemerintah daerah untuk
keperluan kebun binatang (pengembangbiakan satwa
langka), pelabuhan laut, pelabuhan udara, pengelolaan
limbah, pendidikan dan sarana olah raga, dapat dilakukan
penunjukan langsung dan dilakukan negosiasi baik teknis
maupun harga
Mitra kerja sama harus membayar kontribusi tetap ke
rekening kas daerah setiap tahun selama jangka
waktu pengoperasian yang telah ditetapkan dan
pembagian keuntungan hasil kerja sama
pemanfaatan
Besaran kontribusi tetap dan pembagian keuntungan
hasil kerja sama pemanfaatan ditetapkan
berdasarkan hasil perhitungan tim yang dibentuk
dengan Keputusan Kepala Daerah dengan
memperhatikan:
Nilai tanah dan/atau bangunan sebagai obyek
kerjasama ditetapkan sesuai NJOP dan/atau
harga pasaran umum, apabila dalam satu lokasi
terdapat nilai NJOP dan/atau pasaran umum
yang berbeda dilakukan penjumlahan dan dibagi
sesuai jumlah yang ada
Kegiatan kerjasama pemanfaatan untuk
kepentingan umum dan/atau kegiatan
perdagangan
Besaran investasi dari mitra kerja
Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan PAD.
jangka waktu pemanfaatan paling lama 30 (tiga
puluh) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan
dapat diperpanjang
33
mitra kerjasama pemanfaatan dilarang menjaminkan
obyek kerjasama pemanfaatan yaitu tanah dan/atau
bangunan
biaya pengkajian, penelitian, penaksir dan
pengumuman lelang, dibebankan pada Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah
Biaya yang berkenaan dengan persiapan dan
pelaksanaan penyusunan surat perjanjian, konsultan
pelaksana/pengawas, tidak dapat dibebankan pada
Pihak Ketiga
4) Bangun Guna Serah
a) Kebijakan
Barang Milik Daerah yang akan dimanfaatkan dalam
bentuk Bangun Guna Serah (BGS) harus mempertimbangkan
hal-hal sebagai berikut:
Barang Milik Daerah tersebut belum dimanfaatkan
Harus bertujuan dalam rangka mengoptimalisasikan
Barang Milik Daerah
Mempertimbangkan aspek efisiensi dan efektivitas dalam
pemanfaatan Barang Milik Daerah tersebut.
Dapat menambah/meningkatkan pendapatan daerah
Menunjang program pembangunan dan kemasyarakatan
pemerintah daerah.
Jangka waktu pengguna-usahaan paling lama 30 tahun
sejak dimulai masa pengoperasian
Selama masa pengoperasian, tanah dan/atau bangunan
tetap milik Pemerintah Daerah
Biaya penelitian, pengkajian, penaksir dan pengumuman
lelang, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah
Biaya yang berkenaan dengan persiapan dan
pelaksanaan penyusunan surat perjanjian, konsultan
pelaksana/pengawas, dibebankan pada pihak ketiga.
34
Persyaratan Pelaksanaan Bangun Guna Serah
Gedung yang dibangun berikut fasilitas harus sesuai
dengan kebutuhan Pemerintah Daerah terkait
pelaksanaan tugas dan fungsi
Pemerintah Daerah memiliki tanah yang belum
dimanfaatkan
Dana untuk pembangunan berikut penyelesaian
fasilitasnya tidak membebani APBD
Bangunan hasil guna serah harus dapat dimanfaatkan
secara langsung oleh pihak ketiga
Mitra Bangun Guna Serah harus mempunyai
kemampuan dan keahlian
Objek Bangun Guna Serah berupa sertifikat hak atas
pengelolaan (HPL) tidak boleh dijaminkan, digadaikan
atau dipindahtangankan
Pihak ketiga akan memperoleh Hak Guna Bangunan
diatas HPL milik Pemerintah Daerah
Hak Guna Bangunan diatas HPL milik Pemerintah
Daerah dapat dijadikan jaminan, diagunkan dengan
dibebani hak tanggungan dan hak tanggungan dimaksud
akan hapus dengan habisnya Hak Guna Bangunan.
zin Mendirikan Bangunan atas nama Pemerintah
Daerah
Mitra Kerja Bangun Guna Serah membayar kontribusi ke
kas daerah setiap tahun selama jangka waktu
pengoperasian.
b) Prosedur/Tata Cara
(1). Pengajuan Permohonan
Langkah pertama dari pelaksanaan pemanfaatan
barang milik daerah bentuk bangun guna serah adalah
pengajuan permohonan penggunausahaan kepada
35
panitia tender/lelang dengan melampirkan data yang
dipersyaratkan sebagai berikut:
Akte pendirian
Memiliki SUP sesuai bidangnya
Telah melakukan kegiatan usaha sesuai bidangnya
Mengajukan proposal
Memiliki keahlian di bidangnya
Memiliki modal kerja yang cukup
Data teknis:
Tanah : Lokasi/alamat, luas, status, penggunaan
saat ini
Bangunan : Lokasi/alamat, luas, status
kepemilikan
Rencana pembangunan gedung dengan
memperhatikan:
KDB (Koefisien Dasar Bangunan)
KLB (Koefisien Luas Bangunan)
Rencana Pembangunan, dlsb.
(2). Penelitian data oleh Panitia
Setelah Panitia menerima permohonan beserta
datanya, kemudian Panitia melakukan penelitian
meliputi:
kelengkapan dan validitas data administratif dalam
permohonan yang diajukan
isi data dalam permohonan mencakup: jenis usaha,
masa pengelolaan, besarnya kontribusi, dan hal-hal
lain yang dianggap perlu sesuai bentuk pemanfaatan
penelitian lapangan dan membuat berita acara hasil
penelitian
(3). Persetujuan Pemanfaatan oleh Kepala Daerah
Berdasarkan hasil penelitian yang dituangkan dalam
berita acara hasil penelitian, Panitia
3
memberikan/menyampaikan hasil pertimbangan kepada
Kepala Daerah. Selanjutnya Panita menyiapkan
keputusan Kepala Daerah tentang persetujuan
pemanfaatan
(4). Penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Guna Serah
Sebelum pelaksanaan pemanfaatan Barang Milik
Daerah melalui bangun guna serah, maka dibuatlah
surat perjanjian bangun guna serah.
Hal-hal yang harus dimuat dalam Surat Perjanjian ini
adalah:
Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian
Objek Bangun Guna Serah
Jangka Waktu Bangun Guna Serah
Pokok-pokok mengenai Bangun Guna Serah
Data Barang Milik Daerah yang menjadi objek
Bangun Guna Serah
Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian
Jumlah/besarnya kontribusi yang harus dibayar oleh
pihak ketiga
Sanksi
Persyaratan lain yang dianggap perlu.
Surat perjanjian ditandatangani oleh pengelola atas
nama Kepala Daerah dan mitra kerja sama. Setelah
penandatangan surat perjanjian ini, maka mitra kerja
sama dapat mendayagunakan barang milik daerah
tersebut.
(5). Serah Terima Barang saat perjanjian berakhir
Setelah masa pengoperasian berakhir sebagaimana
dinyatakan dalam perjanjian, maka dilakukan
penyerahan kembali bangunan/gedung beserta fasilitas
kepada Pemerintah Daerah.
37
Prosedur bangun guna serah barang milik daerah dapat
dilihat pada Gambar 5 di halaman 37.
Gambar 5 Prosedur Bangun Guna Serah Barang Milik Daerah
c) Penetapan Mitra Bangun Guna Serah
Penetapan mitra kerja sama Bangun Guna Serah
dilaksanakan melalui tender/lelang dengan mengikut sertakan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila diumumkan 2
kali berturut-turut peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan
proses pemilihan langsung atau penunjukan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
d) Surat Perjanjian Bangun Guna Serah
Surat Perjanjian Bangun Guna Serah paling tidak memuat:
Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian
Obyek Bangun Guna Serah
Jangka waktu Bangun Guna Serah
Pokok-pokok mengenai Bangun Guna Serah
Data Barang Milik Daerah yang menjadi Bangun Guna
Serah
Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian
Jumlah/besarnya kontribusi yang harus dibayar oleh
pihak ketiga
Sanksi
Persyaratan lain yang dianggap perlu.
enga[uan
permohonan
37
Prosedur bangun guna serah barang milik daerah dapat
dilihat pada Gambar 5 di halaman 37.
Gambar 5 Prosedur Bangun Guna Serah Barang Milik Daerah
c) Penetapan Mitra Bangun Guna Serah
Penetapan mitra kerja sama Bangun Guna Serah
dilaksanakan melalui tender/lelang dengan mengikut sertakan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila diumumkan 2
kali berturut-turut peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan
proses pemilihan langsung atau penunjukan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
d) Surat Perjanjian Bangun Guna Serah
Surat Perjanjian Bangun Guna Serah paling tidak memuat:
Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian
Obyek Bangun Guna Serah
Jangka waktu Bangun Guna Serah
Pokok-pokok mengenai Bangun Guna Serah
Data Barang Milik Daerah yang menjadi Bangun Guna
Serah
Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian
Jumlah/besarnya kontribusi yang harus dibayar oleh
pihak ketiga
Sanksi
Persyaratan lain yang dianggap perlu.
enga[uan
permohonan
enelltlan data oleh
panltla
ersetu[uan
pemanfaatan oleh
kepala daerah
enandatanganan
surat per[an[lan
bangun guna serah
Serah terlma barang
saat per[an[lan
berakhlr
37
Prosedur bangun guna serah barang milik daerah dapat
dilihat pada Gambar 5 di halaman 37.
Gambar 5 Prosedur Bangun Guna Serah Barang Milik Daerah
c) Penetapan Mitra Bangun Guna Serah
Penetapan mitra kerja sama Bangun Guna Serah
dilaksanakan melalui tender/lelang dengan mengikut sertakan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila diumumkan 2
kali berturut-turut peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan
proses pemilihan langsung atau penunjukan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
d) Surat Perjanjian Bangun Guna Serah
Surat Perjanjian Bangun Guna Serah paling tidak memuat:
Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian
Obyek Bangun Guna Serah
Jangka waktu Bangun Guna Serah
Pokok-pokok mengenai Bangun Guna Serah
Data Barang Milik Daerah yang menjadi Bangun Guna
Serah
Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian
Jumlah/besarnya kontribusi yang harus dibayar oleh
pihak ketiga
Sanksi
Persyaratan lain yang dianggap perlu.
ersetu[uan
pemanfaatan oleh
kepala daerah
enandatanganan
surat per[an[lan
bangun guna serah
38
Surat perjanjian ditandatangani oleh Pengelola atas nama Kepala
Daerah dan mitra kerja sama
5) Bangun Serah Guna
a) Kebijakan
Beberapa kebijakan terkait pemanfaatan aset bentuk
Bangun Serah Guna (BSG) adalah:
Penetapan untuk Bangun Serah Guna dilaksanakan
melalui tender yang mengikut sertakan sekurang
kurangnya 5 peserta/peminat, apabila diumumkan 2 kali
berturut turut peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan
proses pemilihan langsung atau penunjukan langsung
melalui negoisasi baik teknis maupun harga.
Dasar pertimbangan Bangun Serah Guna atas Barang
Milik Daerah adalah
Barang Milik Daerah belum dimanfaatkan
Mengoptimalisasikan Barang Milik Daerah
Dalam rangka efisiensi dan efektifitas
Menambah/meningkatkan pendapatan daerah
Menunjang program pembangunan dan
kemasyarakatan Pemerintah Daerah
b) Prosedur/Tata Cara
(1). Pengajuan Permohonan
Langkah pertama adalah pengajuan permohonan
penggunausahaan kepada panitia tender/lelang dengan
dilengkapi dengan data sebagai berikut:
Akte pendirian
Memiliki SUP sesuai bidangnya
Telah melakukan kegiatan usaha sesuai bidangnya
Mengajukan proposal
Memiliki keahlian di bidangnya
Memiliki modal kerja yang cukup
39
Data teknis:
Tanah : Lokasi/alamat, luas, status, penggunaan
saat ini
Bangunan : Lokasi/alamat, luas, status
kepemilikan
Rencana pembangunan gedung dengan
memperhatikan:
KDB (Koefisien Dasar Bangunan)
KLB (Koefisien Luas Bangunan)
Rencana Pembangunan, dlsb.
(2). Penelitian data oleh Panitia
Selanjutnya setelah permohonan pemanfaatan
barang milik daerah yang dilengkapi dengan data sudah
diterima, Panitia melakukan:
Penelitian/pengecekan kelengkapan dan validitas
data administratif dalam permohonan yang diajukan
Pembahasan mengenai isi data dalam permohonan
mencakup: jenis usaha, masa pengelolaan, besarnya
kontribusi, dan hal-hal lain yang dianggap perlu
sesuai bentuk pemanfaatan
Penelitian lapangan dan
pembuatan berita acara hasil penelitian
(3). Persetujuan dan Keputusan kepala Daerah
Berdasarkan Berita acara hasil penelitian maka
Penitia memberikan masukan/pertimbangan kepada
Kepala Daerah. Apabila Kepala Daerah menerima
pertimbangan Panitia dan memutuskan untuk
memberikan persetujuan maka selanjutnya Kepala
Daerah membuat menandatangani keputusan tentang
persetujuan pemanfaatan yang telah disiapkan oleh
Panitia.
40
(4). Penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna
Setelah terbit keputusan tentang persetujuan Kepala
Daerah tentang pemanfaatan barang milik daerah
melalui bentuk pemanfaatan bangun serah guna,
langkah berikutnya adalah penyiapan dan
penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna.
Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam Surat
Perjanjian diterangkan dalam bahasan selanjutnya.
Surat Perjanjian ditandatangani oleh pengelola atas
nama Kepala Daerah dan mira kerjasama;
(5). Penyerahan Barang Milik Daerah
Setelah masa pengoperasian berakhir, sesuai
dengan perjanjian maka dilakukan penyerahan kembali
bangunan/gedung beserta fasilitas kepada Pemerintah
Daerah dan atas penyerahan ini dituangkan dalam berita
acara serah terima barang milik daerah.
Prosedur bangun serah guna dapat dilihat pada Gambar 6
di halaman 40.
Gambar 6 Prosedur Bangun Serah Guna Barang Milik
Daerah
enga[uan permohonan
enelltlan data oleh panltla
40
(4). Penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna
Setelah terbit keputusan tentang persetujuan Kepala
Daerah tentang pemanfaatan barang milik daerah
melalui bentuk pemanfaatan bangun serah guna,
langkah berikutnya adalah penyiapan dan
penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna.
Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam Surat
Perjanjian diterangkan dalam bahasan selanjutnya.
Surat Perjanjian ditandatangani oleh pengelola atas
nama Kepala Daerah dan mira kerjasama;
(5). Penyerahan Barang Milik Daerah
Setelah masa pengoperasian berakhir, sesuai
dengan perjanjian maka dilakukan penyerahan kembali
bangunan/gedung beserta fasilitas kepada Pemerintah
Daerah dan atas penyerahan ini dituangkan dalam berita
acara serah terima barang milik daerah.
Prosedur bangun serah guna dapat dilihat pada Gambar 6
di halaman 40.
Gambar 6 Prosedur Bangun Serah Guna Barang Milik
Daerah
enga[uan permohonan
enelltlan data oleh panltla
ersetu[uan dan keputusan kepala daerah
enandatanganan surat per[an[lan bangun serah
guna
enyerahan barang mlllk daerah
40
(4). Penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna
Setelah terbit keputusan tentang persetujuan Kepala
Daerah tentang pemanfaatan barang milik daerah
melalui bentuk pemanfaatan bangun serah guna,
langkah berikutnya adalah penyiapan dan
penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna.
Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam Surat
Perjanjian diterangkan dalam bahasan selanjutnya.
Surat Perjanjian ditandatangani oleh pengelola atas
nama Kepala Daerah dan mira kerjasama;
(5). Penyerahan Barang Milik Daerah
Setelah masa pengoperasian berakhir, sesuai
dengan perjanjian maka dilakukan penyerahan kembali
bangunan/gedung beserta fasilitas kepada Pemerintah
Daerah dan atas penyerahan ini dituangkan dalam berita
acara serah terima barang milik daerah.
Prosedur bangun serah guna dapat dilihat pada Gambar 6
di halaman 40.
Gambar 6 Prosedur Bangun Serah Guna Barang Milik
Daerah
41
c) Penetapan Mitra Bangun Serah Guna
Penetapan mitra kerja sama Bangun Serah Guna
dilaksanakan melalui tender/lelang dengan mengikut sertakan
sekurang-kurangnya 5 peserta/peminat, apabila diumumkan 2
kali berturut-turut peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan
proses pemilihan langsung atau penunjukan langsung melalui
negosiasi baik teknis maupun harga.
d) Surat Perjanjian Bangun Serah Guna
si surat perjanjian bangun guna serah yaitu:
pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian;
obyek Bangun Serah Guna;
jangka waktu Bangun Serah Guna;
pokok- pokok mengenai bangun serah guna;
data barang milik daerah yang menjadi objek bangun
guna serah;
hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam
perjanjian;
jumlah/besarnya kontribusi atau uang sewa yang harus
dibayar oleh Pihak Ketiga;
sanksi;
Persyaratan lain yang dianggap perlu
d. Latihan
Kerjakanlah seluruh soal berikut ini!
1) Jelaskan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam melaksanakan
penyewaan barang milik daerah!
2) Jelaskan prosedur pemanfaatan barang milik daerah melalui
bentuk penyewaan!
3) Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pinjam pakai
barang milik daerah!
4) Jelaskan prosedur yang harus diikuti dalam pelaksanaan pinjam
pakai barang milik daerah!
42
5) Jelaskan bagaimana penetapan mitra kerja sama pemanfaatan
barang milik daerah ditentukan!
6) Jelaskan prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk kerja
sama pemanfaatan!
7) Jelaskan persyaratan pelaksananaan pemanfaatan barang milik
daerah bentuk bangun guna serah!
8) Jelaskan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemanfaatan
barang milik daerah bentuk bangun guna serah!
9) Jelaskan prosedur/tata cara pemanfaatan barang milik daerah
bentuk bangun guna serah!
10) Jelaskan prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk
bangun serah guna!
e. Rangkuman
1) Pertimbangan melaksanakan penyewaan barang milik daerah
adalah untuk optimalisasi pendayaagunaan serta optimalisasi hasil
guna barang milik daerah yang belum dimanfaatkan oleh SKPD
alias menganggur. Jangka waktu penyewaan maksimal 5(lima)
tahun dan dapat diperpanjang sepanjang menguntungkan bagi
daerah
2) Prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk penyewaan
adalah:
a) pengusulan penyewaan;
b) persetujuan dan keputusan penyewaan;
c) penandatanganan Surat Perjanjian Sewa Menyewa.
3) Kebijakan terkait pinjam pakai antara lain:
Barang Milik Daerah yang dapat dipinjampakaikan bukan
merupakan barang habis pakai
Pinjam pakai Barang Milik Daerah hanya dapat dilakukan
antar pemerintah
Pengelola harus mendapat persetujuan dari Kepala Daerah
dalam melaksanakan Pinjam pakai.
43
4) Prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk pinjam pakai
adalah:
a) persetujuan pinjam pakai;
b) penandatanganan Surat Perjanjian Pinjam Pakai;
c) penyerahan barang milk daerah.
5) Penetapan mitra kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah
ditetapkan melalui tender/lelang dengan sekurang-kurangnya 5
peserta/peminat, apabila setelah 2 kali berturut-turut diumumkan,
peminatnya kurang dari 5, dapat dilakukan proses pemilihan
langsung melalui negosiasi baik teknis maupun harga.
6) Prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk kerja sama
pemanfaatan adalah:
a) pengajuan permohonan kerja sama pemanfaatan;
b) penelitian oleh Panitia;
c) persetujuan dan keputusan dari kepala daerah;
d) penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan.
e) serah terima barang milik daerah.
7) Prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk bangun guna
serah adalah:
a) pengajuan permohonan;
b) penelitian data oleh Panitia
c) persetujuan dan keputusan Kepala Daerah
d) penandatanganan surat perjanjian bangun guna serah
e) serah terima barang saat perjanjian berakhir
8) Prosedur pemanfaatan barang milik daerah bentuk bangun serah
guna adalah:
a) pengajuan permohonan;
b) penelitian data oleh panitia;
c) persetujuan dan keputusan kepala daerah
d) penandatanganan Surat Perjanjian Bangun Serah Guna
e) Penyerahan barang milik daerah
44
f. Tes Formatif
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
(waktu: 15 menit)
1) Pertimbangan melaksanakan pemanfaatan barang milik daerah
adalah ....
a) Optimalisasi pendayagunaan barang milik daerah
b) Optimalisasi hasil guna barang milik daerah
c) Meningkatkan pendapatan daerah
d) a dan b benar
2) Contoh barang milik daerah berikut ini dapat disewakan, kecuali ....
a) Mess/Wisma
b) Toko/kios
c) Tanah
d) Gedung kantor
3) Jangka waktu penyewaan barang milik daerah paling lama ....
a) 3 tahun
b) 5 tahun
c) 25 tahun
d) 30 tahun
4) Penyewaan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan
dilakukan oleh....
a) penyimpan barang
b) pengguna
c) pengelola
d) kepala daerah
5) Perhatikan data berikut!
. Penandatanganan Surat Perjanjian Sewa Menyewa
. Pengusulan penyewaan
. Persetujuan dan keputusan penyewaan
Urutan prosedur penyewaan barang milik daerah adalah....
a) , ,
b) , ,
45
c) , ,
d) , ,
6) Berikut ini adalah hal-hal yang harus dimuat dalam keputusan
tentang penyewaan barang milik daerah, kecuali....
a) Data barang milik daerah yang akan disewakan
b) Jangka waktu perjanjian sewa menyewa minimal 5 tahun
c) Pokok pokok isi surat perjanjian sewa menyewa
d) Adanya pengenaan retribusi untuk selain penyewaan terhadap
pemanfaatan barang milik daerah dalam peraturan daerah
7) Jangka waktu pinjam pakai maksimal....
a) 2 tahun
b) 3 tahun
c) 4 tahun
d) 5 tahun
8) Biaya-biaya yang terjadi selama peminjaman misalnya biaya
pemeliharaan, ditanggung oleh....
a) Pemerintah daerah
b) Peminjam
c) Pemerintah daerah dan peminjam
d) Tidak perlu biaya pemeliharaan
9) Pinjam pakai barang milik daerah dilakukan oleh....
a) Penyimpan barang setelah mendapat persetujuan pengguna
b) Pengguna barang setelah mendapat persetujuan pengelola
c) Pengelola barang setelah mendapat persetujuan Kepala
Daerah
d) Cukup pengelola barang tanpa memerlukan persetujuan
Kepala Daerah
4
10) Persetujuan pinjam pakai barang milik daerah berupa tanah
dan/atau bangunan adalah dari....
a) Kepala Daerah
b) Pengelola
c) Pengguna
d) Penyimpan
11) Perhatikan data berikut!
. Pengajuan permohonan kerja sama pemanfaatan
. Penandatanganan surat perjanjian kerja sama pemanfaatan
. Persetujuan dan keputusan kepala daerah
V. Penelitian oleh panitia
V. Serah terima barang milik daerah
Prosedur kerja sama pemanfaatan barang milik daerah adalah....
a) , , , V, V
b) , , , V, V
c) , V, , , V
d) , , V, , V
12) Dalam pemanfaatan barang milik daerah bentuk kerja sama
pemanfaatan, dilakukan penelitian oleh Panitia meliputi hal
sebagaimana tersebut dibawah ini, kecuali ....
a) masa pengelolaan
b) besarnya kontribusi
c) koefisien luas bangunan
d) jenis usaha pemohon
13) Surat perjanjian kerja sama pemanfaatan ditandatangani oleh....
a) Kepala Daerah
b) Pengelola
c) Mitra kerja sama
d) a dan b benar
47
14) Secara umum, penetapan mitra kerja sama pemanfaatan
ditetapkan melalui....
a) Penunjukan langsung
b) Tender/lelang
c) Pemilihan langsung
d) Peminat kerja sama pemanfaatan
15) Rencana pembangunan gedung dalam pemanfaatan barang milik
daerah bentuk bangun serah guna harus memperhatikan hal
berikut ini, kecuali....
a) Koefisien dasar bangunan
b) Koefisien luas bangunan
c) Rencana pembangunan
d) Lokasi yang strategis
48
g. Umpan BaIik dan Tindak Lanjut
Guna menentukan seberapa Tingkat Pemahaman Anda, lakukanlah
langkah berikut:
1) Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat
pada bagian akhir dari modul/bahan ajar ini.
2) Hitunglah jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakanlah rumus
di bawah ini untuk mengetahui sampai sejauh mana Tingkat
Pemahaman Anda.
Tingkat Pemahaman =
}umlah }awaban yg benai
}umlah Seluiuh soal
X 1uu%
3) Nyatakan predikat Tingkat Pemahaman materi berdasarkan hasil
perhitungan (2) dengan pedoman sebagai berikut:
91% - 100% : Amat Baik
81% - 90% : Baik
71% - 80% : Cukup
61% - 70% : Kurang
4) ApabiIa tingkat pemahaman Anda beIum mencapai minimaI
81% (predikat baik), maka disarankan Anda menguIang materi
ini.
49
PENUTUP
Salah satu upaya meningkatkan penerimaan/pendapatan daerah adalah
melalui pemanfaatan barang milik daerah. Bentuk pemanfaatan dapat berupa
penyewaan, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah, dan
bangun serah guna. Semua bentuk pemanfaatan tersebut merupakan langkah
inovatif dalam mengoptimalisasikan daya guna dan hasil guna barang milik
daerah yang menganggur (idle).
Sejalan dengan tujuan pemanfaatan barang milik daerah melalui berbagai
bentuk pemanfaatan, harus pula dilakukan lebih giat lagi penggalian potensi
sumber penerimaan daerah yang lain. Hal ini menjadi penting agar daerah tidak
semata-mata berorientasi pada pemanfaatan barang milik daerah semata yang
sebenarnya keberadaannya hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan
operasional pemerintahan.
50
TES SUMATIF
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Waktu: 30 menit
1. Dasar hukum pengelolaan Barang Milik Daerah, yaitu:
a. PP Nomor 17 tahun 2006
b. PP Nomor 17 tahun 2007
c. PP Nomor 7 tahun 2006
d. PP Nomor 6 tahun 2006
2. Dalam pemanfaatan barang milik daerah bentuk bangun guna serah, maka
hal-hal berikut ini harus dipertimbangkan, kecuali ....
a. barang milik daerah tersebut belum dimanfaatkan
b. harus bertujuan dalam rangka optimalisasi barang milik daerah
c. aspek efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan barang milik daerah
d. jangka waktu pengguna usahaan paling lama 5 tahun
3. Barang milik daerah yang dapat disewakan meliputi....
a. Barang milik daerah yang bergerak
b. Barang milik daerah yang tidak bergerak
c. Barang milik daeah yang bergerak maupun tidak bergerak
d. Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan
4. Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan penyewaannya
dilakukan oleh ....
a. penyimpan barang
b. pengguna
c. pengelola
d. kepala daerah
5. Penyewaan tanah dan bangunan yang masih dipergunakan dilakukan oleh....
a. penyimpan barang
b. pengguna
c. pengelola
d. kepala daerah
51
6. Pihak-pihak yang terlibat dalam penandatanganan surat perjanjian sewa
menyewa adalah....
a. pengelola
b. pengelola atas nama kepala daerah
c. penyewa
d. a dan b benar
7. Hal-hal berikut ini harus dimuat dalam surat perjanjian sewa menyewa,
yaitu....
a. Data barang milik daerah yang disewakan
b. Hak dan kewajiban kedua belah pihak
c. Jumlah/besarnya uang sewa yang harus dibayar penyewa
d. Biaya persiapan penyewaan ditanggung pemerintah daerah
8. Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan barang milik daerah
bentuk pinjam pakai adalah ....
a. hanya boleh dipergunakan sesuai peruntukannya
b. dapat digunakan meskipun masih dipergunakan SKPD
c. tanggung jawab keutuhan barang masih pada Pemda
d. jangka waktu pinjam pakai paling lama tiga tahun
9. Apakah barang milik daerah yang dipinjampakaikan dapat berupa barang
habis pakai?
a. Ya
b. Tidak
c. Dimungkinkan
d. Boleh dengan persetujuan kepala daerah
10. Pemanfaatan barang milik daerah bentuk Pinjam pakai dapat dilakukan oleh
pihak-pihak berikut...
a. antar pemerintah daerah
b. pemerintah daerah dengan swasta
c. pemerintah daerah dengan individu perseorangan
d. a dan b benar
52
11. Perhatikan data berikut!
. Penandatanganan Surat Perjanjian Pinjam Pakai
. Persetujuan pinjam pakai
. Penyerahan Barang Milik Daerah
Urutan prosedur pinjam pakai yang benar adalah....
a. , ,
b. , ,
c. , ,
d. , ,
12. Persetujuan pinjam pakai barang milik daerah selain tanah dan/atau
bangunan diberikan oleh....
a. Kepala Daerah
b. Pengelola
c. Pengguna
d. Penyimpan
13. si surat perjanjian pinjam pakai memuat hal-hal berikut ini, yaitu....
a. Pihak-pihak yang terkait dengan perjanjian
b. Jangka waktu pinjam pakai yaitu maksimal selama 3 tahu
c. Biaya operasional ditanggung oleh pemerintah daerah
d. Biaya pemeliharaan ditanggung bersama oleh pemerintah daerah dan
peminjam pakai
14. Perhatikan data berikut!
. Tanah dan/atau bangunan
. Sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan
. Selain tanah dan/atau bangunan
Barang milik daerah yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk kerja sama
pemanfaatan adalah....
a. , ,
b. ,
c.
d.
53
15. Kewenangan penetapan kerja sama pemanfaatan barang milik daerah
berupa tanah dan/atau bangunan yang diserahkan oleh pengguna kepada
kepala daerah, berada pada....
a. Pengguna dengan persetujuan Pengelola
b. Pengelola dengan persetujuan Kepala Daerah
c. Penyimpan dengan persetujuan Pengguna
d. Pengguna tanpa perlu persetujuan Pengelola
16. Yang berhak menerbitkan surat keputusan persetujuan pemanfaatan
adalah....
a. Kepala daerah
b. Panitia peneliti
c. Pengelola
d. Pengguna
17. Hal-hal berikut ini dimuat dalam surat perjanjian kerja sama pemanfaatan,
kecuali....
a. Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian
b. Obyek kerja sama pemanfaatan
c. Jangka waktu kerja sama pemanfaatan
d. Besarnya kontribusi tetap dan pembagian hasil keuntungan yang
ditetapkan oleh mitra kerja sama
18. Dalam proses tender/lelang untuk menetapkan mitra kerja sama
pemanfaatan, sekurang-kurangnya diikuti oleh ... peserta/peminat.
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
54
19. Penetapan mitra kerja sama pemanfaatan dapat dilakukan melalui
penunjukan langsung untuk kegiatan yang bersifat khusus berikut ini,
kecuali....
a. Penggunaan tanah pemda untuk keperluan kebun binatang
b. Penggunaan tanah pemda untuk mall
c. Penggunaan tanah pemda untuk pelabuhan laut
d. Penggunaan tanah pemda untuk pendidikan dan sarana olah raga
20. Besaran kontribusi tetap dan pembagian keuntungan hasil kerja sama
pemanfaatan ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan....
a. Mitra kerja sama
b. Tim yang dibentuk dg Keputusan Kepala Daerah
c. Tim Penilai
d. Tim Penaksir
21. Perhitungan untuk menentukan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan
hasil kerja sama pemanfaatan memperhatikan....
a. Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP)
b. Peningkatan pendapatan asli daerah
c. a dan b benar
d. besaran investasi dari pemerintah
22. Jangka waktu pemanfaatan paling lama....
a. 10 tahun
b. 20 tahun
c. 30 tahun
d. 50 tahun
23. Apakah jangka waktu kerja sama pemanfaatan dapat diperpanjang?
a. Ya
b. Tidak maksimal 10 tahun
c. Tidak maksimal 20 tahun
d. Tidak maksimal 30 tahun
55
24. Dalam kerja sama pemanfaatan, biaya yang terjadi seperti pengkajian,
penelitian, penaksir dan pengumuman lelang dibebankan pada....
a. Mitra kerja sama
b. APBD
c. Dibagi rata
d. Tergantung kesepakatan
25. Jangka waktu penguna-usahaan bangun guna serah paling lama...
a. 10 tahun
b. 20 tahun
c. 30 tahun
d. 50 tahun
26. Persyaratan pelaksanaan bangun guna serah sebagaimana tersebut di
bawah ini, kecuali....
a. Gedung yang dibangun sesuai kebutuhan Pemda terkait pelaksanaan
tugas dan fungsi
b. Hak guna bangunan (HGB) di atas hak atas pengelolaan (HPL) dapat
dijadikan jaminan
c. Dana untuk pembangunan berikut penyelesaian fasilitasnya tidak
membebani APBD
d. Objek bangun guna serah berupa sertifikat hak atas pengelolaan (HPL)
boleh dijaminkan
27. Dalam bangun guna serah, zin mendirikan bangunan (MB) dibuat atas
nama....
a. Pihak ketiga
b. Pemerintah daerah
c. a dan b benar
d. Tidak perlu MB
5
28. Perhatikan data berikut!
. Pengajuan permohonan
. Serah terima barang saat perjanjian berakhir
. Persetujuan pemanfaatan oleh Kepala Daerah
V. Penandatanganan surat perjanjian bangun guna serah
V. Penelitian data oleh panitia
Urutan prosedur bangun guna serah adalah....
a. , , , V, V
b. , V, , V,
c. , , V, V,
d. , V, , V,
29. Surat perjanjian bangun guna serah paling tidak memuat hal-hal berikut ini,
kecuali....
a. Obyek bangun guna serah
b. Jangka waktu bangun guna serah
c. Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian
d. Jumlah kontribusi yang dibayar pemerintah daerah
30. Dalam penetapan pemanfaatan barang milik daerah bentuk bangun serah
guna, apabila peminat/peserta lelang kurang dari 5 selama 2 kali berturut-
turut, maka penetapan dilakukan secara....
a. Penunjukan langsung
b. Pemilihan langsung
c. a dan b benar
d. Lelang/tender ulang
57
KUNCI )AWABAN TES FuRMATIF DAN TES SUMATIF
A. Kunci Jawaban Tes Formatif Kegiatan Belajar 1
1. B 6. C 11. B
2. D 7. B 12. C
3. C 8. A 13. A
4. D 9. D 14. D
5. A 10. B 15. B
B. Kunci JawabanTes Formatif Kegiatan Belajar 2
1. D 6. B 11. C
2. D 7. A 12. C
3. B 8. B 13. C
4. C 9. C 14. B
5. C 10. A 15. D
D. Kunci Jawaban Tes Sumatif
1. D 11. C 21. C
2. D 12. B 22. C
3. C 13. A 23. A
4. B 14. A 24. B
5. B 15. B 25. C
6. B 16. A 26. D
7. D 17. D 27. B
8. A 18. D 28. B
9. B 19. B 29. D
10. A 20. B 30. C
58
DAFTAR PUSTAKA
1. Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
2. Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
6. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem
nformasi Manajemen Barang Daerah
59
DAFTAR ISTILAH
Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat
daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah daerah
Kepala daerah adalah Gubernur bagi daerah Provinsi, Bupati bagi daerah
Kabupaten,Walikota bagi daerah Kota.
Barang milik daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau perolehan lainnya
yang sah.
Pengelola barang milik daerah selanjutnya disebut pengelola adalah pejabat
yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi
pengelolaan barang milik daerah.
Pembantu pengelola barang milik daerh selanjutnya disebut disebut pembantu
pengelola adalah pejabat yang bertanggungjawab mengkoordinir
penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada
satuan kerja perangkat daerah.
Pengguna barang milik daerah selanjutnya disebut pengguna adalah pejabat
pemegang kewenangan penggunaan milik daerah.
Kuasa penggunaan barang milik derah adalah kepala satuan kerja atau pejabat
yang ditunjuk oleh pengguna untuk menggunakan barang milik
daerah yang berada dalam penguasaannya.
Penyimpanan barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk
menerima, menyimpan, dan memgeluarkan barang.
Pengurus barang milik daerah adalah pegawai yang diserahi tugas untuk
mengurus barang daerah dalam proses pemakaian yang ada di
setiap satuan kerja perangkat daerah/unit kerja.
Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah
perangkat daerah selaku pengguna barang.
Unit Kerja adalah bagian SKPD selaku kuasa pengguna barang.
Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang
milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan
secara berdaya guna dan berhasil guna.
0
Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang
milik daerah dalam bentuk fisik, administratif dan tindakan upaya
hukum.
Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna/kuasa pengguna
dalam mengelola dan menata usaha kan barang milik daerah sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang bersangkutan.
Penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar
barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang
berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa
pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab administrasi dan
fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya.
nventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan
pelaporan hasil pendataan barang milik daerah.
Penilaian adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada
data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan
metode/teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah.
1
LAMPIRAN-LAMPIRAN
2
Lampiran 1 Contoh Format Surat Perjanjian Sewa BeIi
SURAT PERJANJIAN SEWA BELI
NOMOR ...............................
Pada hari ini ....... tanggal ....... bulan ....... tahun dua ribu ............. yang bertanda
tangan dibawah ini:
Nama : ...................................................................
Jabatan : ...................................................................
Dalam hal ini bertindak dan atas nama pemerintah daerah ....... selanjutnya
disebut pihak kesatu.
Nama : ...................................................................
Tempat/Tgl Lahir/Umur : ...................................................................
NP/Pensiun/NRP : ...................................................................
Pangkat/Golongan : ...................................................................
Jabatan : ...................................................................
nstansi/Tempat Bekerja : ...................................................................
Alamat/Tempat Tinggal : ...................................................................
Telah mengadakan perjanjian sewa beli rumah dan atau termasuk tanah
bangunannya berdasarkan undang-undang nomor 72 tahun 1957, jo. Peraturan
pemerintah Nomor 40 tahun 1994 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun
2005 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor ....... tahun .......,
sebagaimana ditetapkan dalam keputusannya tanggal ....... nomor ....... yakni:
Letaknya : ...................................................................
Jalan : ...................................................................
Blok : ...................................................................
Desa/Kelurahan : ...................................................................
Kecamatan : ...................................................................
Kabupaten/Kota : ...................................................................
Huruf Daftar Nomor : ...................................................................
Rumah : ...................................................................
3
Kelas/Golongan : ...................................................................
Berikut tanah pekarangannya : ...................................................................
Luas : ...................................................................
Berbatasan sebelah:
Utara : ...................................................................
Timur : ...................................................................
Selatan : ...................................................................
Barat : ...................................................................
Dengan harga murah : Rp ................................... ( .................... )
Dan ganti rugi tanah : Rp ................................... ( .................... )
Jumlah : Rp ................................... ( .................... )
Sekretaris Daerah
( ........................................)
Pemohon/Pembeli
( .........................................)

Anda mungkin juga menyukai