Anda di halaman 1dari 9

TETANUS

IDENTITAS UMUM
Nama : Ny O
Usia : 64 thn
Alamat : Majalaya
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT
Agama : Islam
Suku : Sunda
Tanggal Pemeriksaan : 30 April 2014

KELUHAN UTAMA
Nyeri pinggang kanan

ANAMNESA KHUSUS
Pasien mengeluhkan nyeri pinggang kanan sejak 1 minggu sebelum datang ke
rumah sakit. Keluhan dirasakan hilang timbul. Rasa nyeri biasanya timbul secara tiba-tiba
terutama ketika melakukan aktifitas seperti berjalan, mengangkat benda berat, atau
berjongkok. Rasa sakit juga sering timbul pada malam hari dan ketika pasien bangun
tidur. Keluhan hilang ketika pasien beristirahat dengan cara duduk, berbaring, atau
dipijat-pijat. Rasa nyeri semakin lama dirasakan semakin parah dan untuk
menguranginya pasien membeli obat warung berupa oskadon. Rasa nyeri dirasakan tajam
di pinggang kanan dan menjalar hingga ke paha kanan yang timbul ketika menggerakan
kaki. Keluhan tidak timbul ketika pasien mengedan atau batuk. Pasien merasa kaki kanan
lebih lemah dibanding kaki kiri. Keluhan disertai adanya kesemutan dan pegal-pegal pada
tungkai kanan. Keluhan tidak disertai dengan baal-baal. Keluhan ini mengganggu
aktifitas sehari-hari terutama ketika pasien mencuci baju dan berjalan jauh. Tidak
terdapat keluhan ketika BAK dan BAB. Tidak terdapat keluhann demam, batuk lama,
berkeringat malam, dan berkurnganya berat badan.

Pasien memiliki riwayat jatuh duduk pada 1 tahun yang lalu. Terdapat juga
riwayat sakit pada lutut kanan diesrtai bengkak yang sudah lama dan menggunakan obat-
obat warung untuk mengurangi rasa sakitnya. Terdapat juga riwayat darah tinggi (170/-)
yang terkontrol. Pasien masih suka mengkonsumsi susu tinggi kalsium setiap harinya.
Pasien tidak memiliki riwayat sakit gula. Karena keluhanya pasien berobat ke RSHS.


PEMERIKSAAN FISIK
A. KEADAAN UMUM
- Kesadaran : Compos mentis
- Antropometri : BB 75, TB 158, BMI 30,04
- Tensi : 120 / 80
- Nadi : 88 x / menit
- Respirasi : 24 x / menit
- Suhu : 36,6 ° C
- Kepala :
Konjungtiva : tidak anemis
Sklera : tidak ikterik
Hidung : Pernapasan cuping hidung (-), Perioral Sianosis(-)
- Leher : KGB tidak teraba membesar, JVP tak meningkat
- Thorax : Bentuk dan gerak simetris, sela iga tidak melebar
Pulmo : Sonor, VBS kanan = kiri, VF kiri=kanan,
Ronchi/Wheezing (-/-)
Cor : Ictus teraba di ICS V LMCS tidak
kuat angkat, thrill (-)
Batas kanan : Linea para sternalis dextra
Batas atas : ICS IV
Batas kiri : linea midclavicularis sinistra
Bunyi jantung : S1, S2 normal, S3 (-), S4(-), murmur (-)
- Abdomen : datar, Bising usus (+) Normal, tympanic, hepar lien tidak
Teraba.
- Ekstremitas : Nyeri tungkai kanan ketika digerakan.

B. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
1. Penampilan :
Kepala : Normocephal, Tidak deformitas

2. Rangsang Meningen / Iritasi Radiks :
- Kuduk Kaku : -
- Laseque : kanan : > 70
o
kiri : >70
o
(-)
- Kernig : kanan : > 130
o
kiri : > 130
o
(-)
- Brudzinski I, II, III, IV : (-)

3. Saraf Otak :
N.I Penciuman : Normal
N.II Ketajaman penglihatan : kanan : 20/40
Kiri : 30/40
Funduskopi : Tidak dilakukan
N.III,IV,VI ptosis : -/-
pupil : bulat isokor Ø 3mm
refleks cahaya : +/+
posisi mata : Simetris
gerak bola mata : Baik kesemua arah
N.V refleks kornea : +/+
sensoris : Halus : +, Tajam : +
motoris : m.temporalis, m.maseter (+/+)
N.VII angkat alis mata : Simetris
Pejam mata : Baik
Plika nasolabialis : Simetris
Rasa Kecap 2/3 depan lidah : tidak dilakukan
N.VIII Pendengaran : Baik
Keseimbangan : Tidak dilakukan

N.IX,X
Suara/bicara : normal
Menelan : normal
Kontraksi palatum : normal
Refleks gag : normal
N.XI Angkat bahu : normal
Menoleh kanan /kiri : normal
N.XII Deviasi (-), Fasikulasi (-), Atrofi (-)

4. Motorik
Anggota badan atas : 5/5
Anggota badan bawah : 4/5
Tonus : normal
Atrofi : -
Fasikulasi : -

5. Sensorik
Anggota badan atas : +
Batang tubuh : +
Anggota bawah badan : kanan kurang dibanding kiri
6. Koordinasi : Normal
7. Refleks :
Refleks fisiologis
- Biseps : +/+
- Triseps : +/+
- Brachioradialis : +/+
- Patella : +/ +
- Achilles : +/ +
Refleks Patologis
- Babinski : -/-
- Chaddock : -/-
- Gordon : -/ -
- Oppenheim : -/ -
- Rossolimo : -/-
- Mendel : -/-
- Hoffmann Troner : -/-
- Schaeffner : -/-
Refleks Primitif
- Palmomental : -
- Snout : -
- Glabela : -

DIAGNOSA KLINIS
Radikulopati lumbar L5-S1

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium :
 Hb, Leukosit, Hematokrit, Trombosit , LED
Rontgen
MRI
NCS/ EMG

DIAGNOSIS KERJA
Radikulopati lumbar L5-S

TERAPI
Umum :
 Edukasi tentang penyakit
 Diit rendah kalori untuk mengurangi berat badan
 Kurangi aktivitas
Terapi :
 Ibuprofen
 Roboransia
 Fisioterapi

PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad Functionam : ad bonam

























PEMBAHASAN

Radikulopati adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan gangguan fungsi dan
struktur radiks akibat proses patologik yang dapat mengenai satu atau lebih radiks saraf
dengan pola gangguan bersifat dermatomal.
Etiologi
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya radikulopati, diantaranya yaitu
proses kompresif, proses inflammatory, proses degeneratif sesuai dengan struktur dan
lokasi terjadinya proses.
a. Proses kompresif
Kelainan-kelainan yang bersifat kompresif sehingga mengakibatkan radikulopati
adalah seperti : hernia nucleus pulposus (HNP) atau herniasi diskus, tumor
medulla spinalis, neoplasma tulang, spondilolisis dan spondilolithesis, stenosis
spinal, traumatic dislokasi, kompresif fraktur, scoliosis dan spondilitis
tuberkulosa, cervical spondilosis
b. Proses inflammatori
Kelainan-kelainan inflamatori sehingga mengakibatkan radikulopati adalah
seperti : Gullain-Barre Syndrome dan Herpes Zoster
c. Proses degeneratif
Kelainan-kelainan yang bersifat degeneratif sehingga mengakibatkan radikulopati
adalah seperti Diabetes Mellitus

Tipe-tipe radikulopati

a. Radikulopati lumbar
Radikulopati lumbar merupakan problema yang sering terjadi yang disebabkan
oleh iritasi atau kompresi radiks saraf daerah lumbal. Ia juga sering disebut
sciatica. Gejala yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa sebab seperti bulging
diskus (disk bulges), spinal stenosis, deformitas vertebra atau herniasi nukleus
pulposus. Radikulopati dengan keluhan nyeri pinggang bawah sering didapatkan
(low back pain)
b. Radikulopati cervical
Radikulopati cervical umunya dikenal dengan “pinched nerve” atau saraf terjepit
merupakan kompresi [ada satu atau lebih radix saraf uang halus pada leher. Gejala
pada radikulopati cervical seringnya disebabkan oleh spondilosis cervical.
c. Radikulopati torakal
Radikulopati torakal merupakan bentuk yang relative jarang dari kompresi saraf
pada punggung tengah. Daerah ini tidak didesain untuk membengkok sebanyak
lumbal atau cervical. Hal ini menyebabkan area thoraks lebih jarang
menyebabkan sakit pada spinal. Namun, kasus yang sering yang ditemukan pada
bagian ini adalah nyeri pada infeksi herpes zoster.

Disc
space
L3-4 L4-5 L5-S1 C4-5 C6-7 C7-T1
Root
affected
L4 L5 S1 C5 C7 C8
Muscles
affected
Quadriceps Peroneals,
anterior
tibial,
extensor
hallucis
longus
Gluteus
maximus,
gastrocne
mius,
plantar
flexor of
toes
Deltoid,
biceps
Triceps,
wrist
exrensors
Intrinsic
hand
muscles
Area of
pain and
sensory
loss
Anterior
thigh,
medial shin
Great toe,
dorsum of
foot
Lateral
foot, small
toe
Shoulder,
anterior
arm,
radial
forearm
Thumb,
middle
fingers
Index,
fourth
fifth
finger
Reflex
affected
Knee jerk Posterior
tibial
Ankle jerk Biceps Triceps Triceps
Straight
leg
raising
Many not
increase
pain
Aggravate
s root pain
Aggravate
s root pain
- - -





Penatalaksanaan Radikulopati
1. Informasi dan edukasi
2. Farmakoterapi
a. Akut : asetaminofen, NSAID, muscle relaxant, opioid (nyeri berat), injeksi
epidural.
b. Kronik : antidepresan trisiklik (amitriptilin), opioid (kalau sangat diperlukan).
3. Terapi nonfarmakologik
a. Akut : imobilisasi (lamanya tergantung kasus), pengaturan berat badan, posisi
tubuh dan aktivitas, modalitas termal (terapi panas dan dingin), masase, traksi
(tergantung kasus), alat bantu (antara lain korset, tongkat).
b. Kronik : terapi psikologik, modulasi nyeri (akupunktur, modalitas termal), latihan
kondisi otot, rehabilitasi vokasional, pengaturan berat badan, posisi tubuh dan
aktivitas.
4. Invasif nonbedah
 Blok saraf dengan anestetik lokal.
 Injeksi steroid (metilprednisolon) pada epidural untuk mengurangi pembengkakan
edematous sehingga menurunkan kompresi pada radiks saraf.
5. Bedah
Indikasi operasi pada HNP :
 Skiatika dengan terapi konservatif selama lebih dari 4 minggu : nyeri berat /
intractable / menetap / progresif.
 Defisit neurologik memburuk.
 Sindroma kauda.
Stenosis kanal : setelah terapi konservatif tidak berhasil.
 Terbukti adanya kompresi radiks berdasarkan pemeriksaan neurofisiologik dan
radiologik.