Anda di halaman 1dari 61

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh
yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan
dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Masalah yang terdapat dalam
kesehatan reproduksi salah satunya kanker sistem reproduksi.
Kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan wanita di Indonesia sampai saat
ini sehubungan dengan tingginya angka kejadian dan angka kematian pada wanita.
Keterlambatan diagnosis pada stadium lanjut, keadaan umum yang lemah, status ekonomi
yang rendah, keterbatasan sumber daya, keterbatasan sarana dan prasarana serta derajat
pendidikan ikut serta dalam menentukan prognosis dari penderita.
Secara umum kanker serviks masih menempati posisi kedua terbanyak pada
keganasan wanita di dunia dengan sekitar !!.!!! kasus baru dan "!.!!! kematian setiap
tahun. Kurang lebih #!$ kematian tersebut terjadi di negara berkembang. %i negara maju
angka kejadian dan angka kematian kanker serviks telah menurun karena suksesnya program
deteksi dini. &ampir semua kasus kanker serviks '(($) terkait dengan infeksi human
papillomavirus '&*+) yang merupakan infeksi virus yang paling umum pada saluran
reproduksi.
Insidensi kanker di Indonesia masih belum diketahui secara pasti karena belum ada
registrasi kanker berbasis populasi yang dilaksanakan. ,erdasarkan data dari ,adan
-egistrasi Kanker Ikatan %okter .hli *atologi Indonesia 'I.*I) tahun /((# di /0 rumah sakit
di Indonesia, kanker serviks menduduki peringkat pertama dari seluruh kasus kanker sebesar
/1," $ sedangkan dari Sistem Informasi -umah Sakit 'SI-S) di Indonesia tahun "!!1
diketahui bahwa kanker serviks menempati urutan kedua pada pasien rawat inap '//,1#$)
dan pasien rawat jalan '/1$).2 ,erdasarkan data dari I.-3 'International .gency 4or
-esearch 5n 3ancer) 675,53.8 "!!#, didapatkan insidensi kanker serviks di Indonesia
sebesar /",/ per /!!.!!! perempuan.
%i tingkat dunia kanker serviks menyerang kaum wanita yang tidak mendapatkan
deteksi dini yang memadai. Menurut prinsip pengendalian kanker dari 9&5, deteksi dini
dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas sebanyak :!$. %i 3hina deteksi dini pap smear
dan %8. &*+ merupakan upaya pencegahan terpadu yang dapat menurunkan mortalitas
kanker serviks dari /!,"#;/!!.!!! pada /(1!-an menjadi 0,";/!!.!!! pada /((!-an.
<ntuk wilayah .S=.8, insidensi kanker serviks di Singapore sebesar ",! pada ras
3hina>/1,# pada ras Melayu> dan ?hailand sebesar "0,1 per /!!.!!! penduduk. Insidens dan
angka kematian kanker serviks menurun selama beberapa dekade terakhir di .S. &al ini
karena skrining *ap menjadi lebih populer dan lesi serviks pre-invasif lebih sering dideteksi
daripada kanker invasif. %iperkirakan terdapat 0.1!! kematian akibat kanker serviks pada
"!!:.
%i Indonesia diperkirakan ditemukan 2! ribu kasus baru kanker mulut rahim setiap
tahunnya. Menurut data kanker berbasis patologi di /0 pusat laboratorium patologi, kanker
serviks merupakan penyakit kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia,
yaitu lebih kurang 0:$. %ari data /1 rumah sakit di @akarta /(11, kanker serviks menduduki
urutan pertama, yaitu 20" kasus di antara (/# kanker pada perempuan.
%i -umah Sakit %r. 3ipto Mangunkusumo, frekuensi kanker serviks sebesar 1:,"$ di
antara kanker ginekologi. ?erbanyak pasien datang pada stadium lanjut, yaitu stadium II,-
I+,, sebanyak ::,2$. Kasus dengan stadium III,, yaitu stadium dengan gangguan fungsi
ginjal, sebanyak 01,0$ atau lebih dari sepertiga kasus.
Sementara itu, di lingkup yang lebih sempit, provinsi 8?,, sejak tahun "!!: sampai
"!!( tercatat /.!2 kasus kanker serviks dari 2.!!."/" penduduk dan 0!$ diantaranya
meninggal dunia. @ika dipilah lagi, 1",#($ ditemukan sudah dalam stadium lanjut, /2,!1$
ditemukan dalam stadium I,-II., dan sisanya ditemukan pada kondisi pra kanker melalui
pemeriksaan *.* smear '%ata Kejadian *enyakit %IK=S 8?,).
-elative survival pada wanita dengan lesi pre-invasif hampir /!!$. -elative / dan
years survival masing-masing sebesar ##$ dan 10$. .pabila dideteksi pada stadium awal,
kanker serviks invasif merupakan kanker yang paling berhasil diterapi, dengan AS-
sebesar ("$ untuk kanker lokal.
Keterlambatan diagnosis pada stadium lanjut, keadaan umum yang lemah, status
sosial ekonomi yang rendah, keterbatasan sumber daya, keterbatasan sarana dan prasarana,
jenis histopatologi, dan derajat pendidikan ikut serta dalam menentukan prognosis dari
penderita.
I+. memiliki banyak kelebihan yang signifikan dibandingkan *ap Smear untuk
kondisi dengan sarana dan prasarana terbatas, terutama dari segi peningkatan jangkauan
skrining, perbaikan dalam perawatan dan follow up, serta kualitas program secara umum.
*emeriksaan I+. dengan tingkat kebutuhan personil, pelatihan, infrastruktur, dan
peralatannya yang rendah, menjadikan sistem pelayanan kesehatan masyarakat dapat
menyediakan program skrining kanker serviks pada tempat yang terpencil dengan peralatan
terbatas sehingga dapat meliputi cakupan area yang lebih luas. Selain itu, penyedia layanan
kesehatan dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan I+. dengan pasien secara langsung
sehingga memungkinkan untuk melakukan skrining sekaligus pengobatan dalam satu kali
kunjungan.
B. Rumusan Masalah
Sesuai latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut B
/. ,agaimana gambaran faktor risiko kanker serviks pada perempuan usia 0!- tahun
di Kecamatan SumbawaC
". ,erapa insidens lesi pra kanker 'D) pada pemeriksaan I+. perempuan usia 0!-
tahun di Kecamatan SumbawaC
C. Hipotesis
/. ?erdapat faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian kanker serviks
". ?erdapat kasus lesi pra kanker 'D) pada pemeriksaan I+.
D. Tuuan Penelitian
Tuuan Umum
%iketahuinya gambaran faktor risiko kanker serviks pada perempuan usia 0!- tahun
di Kecamatan Sumbawa
Tuuan !husus
a. %iketahuinya angka kejadian ditemukannya lesi pra kanker positif pada pemeriksaan
I+.
b. %iketahuinya hubungan faktor risiko kanker serviks dengan angka kejadian I+.
positif
E. Man"aat Penelitian
Bagi aka#emik$ilmiah
Memberi informasi dan data dasar untuk penelitian selanjutnya tentang deteksi dini
kanker serviks di Kecamatan Sumbawa yang kegiatannya dilaksanakan di <*? puskesmas
Kecamatan <nter Iwes.
Bagi mas%arakat
Institusi yang terkait dapat melakukan upaya promotif dan preventif dengan
memberikan informasi dan program-program tentang upaya meningkatkan kondisi kesehatan
yang berhubungan dengan deteksi dini kanker serviks.
Bagi peneliti
*eneliti dapat menerapkan ilmu yang didapat selama penelitian serta menambah
pengetahuan dan pengalaman dalam membuat penelitian ilmiah dan menambah pengetahuan
mengenai deteksi dini kanker serviks.
BAB &
T'N(AUAN PU)TA!A
&.1 *AMBARAN UMUM !AN!ER )ER+'!) DAN ,A!T-R RE)'!-N.A
&.1.1. De"inisi
Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan di kalangan
wanita. *enyakit ini merupakan proses perubahan dari suatu epitelium yang normal sampai
menjadi karsinoma invasif yang memberikan gejala dan merupakan proses yang perlahan-
lahan dan mengambil waktu bertahun-tahun./
Serviks atau leher rahim;mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang
menonjol ke liang sanggama 'vagina). Kanker serviks berkembang secara bertahap, tetapi
progresif. *roses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu
berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia.
%imulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya menjadi
karsinoma in-situ 'KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. ?ingkat
displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. %ari displasia menjadi karsinoma
in-situ diperlukan waktu /-1 tahun, sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinoma invasif
berkisar 0-"! tahun.
Kanker ini ((,1$ disebabkan oleh human papilloma virus '&*+) onkogenik, yang
menyerang serviks. ,erawal terjadi pada serviks, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker
ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. /,0
&.1.&. *eala !linis !anker )er/iks
?idak khas pada stadium dini. Sering hanya sebagai fluor dengan sedikit darah,
perdarahan post-koital atau perdarahan pervagina yang disangka sebagai perpanjangan waktu
haid. *ada stadium lanjut baru terlihat tanda-tanda yang lebih khas, baik berupa perdarahan
yang hebat 'terutama dalam bentuk eksofitik), fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang
sangat hebat.
*ada fase pra kanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. 8amun,
kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut B
• Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. 6etah yang keluar dari vagina ini
makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan
• *erdarahan setelah sanggama 'post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi
perdarahan yang abnormal.
• ?imbulnya perdarahan setelah masa menopause.
• *ada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat
bercampur dengan darah.
• ?imbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
• ?imbul nyeri panggul 'pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul.
,ila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis.
Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
• *ada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang giEi, edema kaki,
timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah 'rectum),
terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat
metastasis jauh.
&.1.0. ,aktor Pen%e1a1 Dan ,aktor Resiko !anker )er/iks
a. ,aktor Pen%e1a1
*enyebab utama kanker serviks adalah virus yang disebut &uman *apilloma
'&*+). &*+ tersebar luas, dapat menginfeksi kulit dan mukosa epitel. &*+
dapat menyebabkan manifestasi klinis baik lesi yang jinak maupun lesi kanker.
?umor jinak yang disebabkan infeksi &*+ yaitu veruka dan kondiloma
akuminata sedangkan tumor ganas anogenital adalah kanker serviks, vulva,
vagina, anus dan penis. Sifat onkogenik &*+ dikaitkan dengan protein virus =:
dan =1 yang menyebabkan peningkatan proliferasi sel sehingga terjadi lesi pre
kanker yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker. 0
1. ,aktor Resiko
- *ola hubungan seksual.
Studi epidemiologi mengungkapkan bahwa resiko terjangkit kanker
serviks meningkat seiring meningkatnya jumlah pasangan. .ktifitas
seksual yang dimulai pada usia dini, yaitu kurang dari "! tahun juga
dapat dijadikan sebagai faktor resiko terjadinya kanker serviks. &al ini
diduga ada hubungannya dengan belum matangnya daerah transformasi
pada usia tesebut bila sering terekspos. 4rekuensi hubungan seksual juga
berpengaruh pada lebih tingginya resiko pada usia tersebut, tetapi tidak
pada kelompok usia lebih tua. 'Schiffman,/((:).
- 4aktor keturunan
Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker serviks juga terpengaruh
faktor keturunan. Seorang wanita dengan riwayat keluarga pernah
terkena kanker memiliki risiko hingga 0 kali lebih besar terserang kanker
yang sama.
0
- Menstruasi pertama di usia dini
8ormalnya wanita mengalami menstruasi pertama di usia /"-/0 tahun.
9anita muda yang mengalami menstruasi pertama di usia kurang dari /"
tahun cenderung memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Kadar
estrogen yang lebih tinggi dari normal ini memiliki resiko terhadap
kanker serviks.
- 5besitas
9anita dengan masa tubuh yang lebih tinggi dimana memiliki kadar
lemak yang tinggi telah terbukti meningkatkan kadar estrogen, yang
mengarah ke perkembangan kanker endometrium dan serviks. Indeks
masa tubuh atau body mass index, dapat dihitung dengan cara berikut iniB
KeteranganB
Underweight F G/#.
Normal weight F /#.H"".(
Overweight F "0-"2,(
Obesity I F ",!-"(.(
Obesity II F I 0!.!
9anita dengan indeks masa tubuh overwight hingga obesity memiliki
resiko lebih tinggi untuk kanker serviks.
- *aritas
Kanker serviks sering dijumpai pada wanita yang sering melahirkan.
Semakin sering melahirkan, maka semakin besar resiko terjangkit kanker
serviks. *enelitian di .merika 7atin menunjukkan hubungan antara
resiko dengan multiparitas setelah dikontrol dengan infeksi &*+.
0
- Merokok
,eberapa penelitian menunjukan hubungan yang kuat antara merokok
dengan kanker serviks, bahkan setelah dikontrol dengan variabel
konfounding seperti pola hubungan seksual. *enemuan lain
memperlihatkan ditemukannya nikotin pada cairan serviks wanita
perokok bahan ini bersifat sebagai komponen dan bersama-sama dengan
karsinogen yang telah ada selanjutnya mendorong pertumbuhan ke arah
kanker. *erokok aktif maupun pasif memiliki resiko yang hampir sama,
karena perokok pasif juga menghirup asap rokok tanpa filtrasi.
- Kontrasepsi hormonal
*enelitian secara perspektif yang dilakukan oleh +essey dkk tahun
/(#0 'Schiffman,/((:) mendapatkan bahwa peningkatan insiden kanker
serviks dipengaruhi oleh lama pemakaian kontrasepsi oral. *enelitian
tersebut juga mendapatkan bahwa semua kejadian kanker serviks invasif
terdapat pada pengguna kontrasepsi oral. *enelitian lain mendapatkan
bahwa insiden kanker setelah /! tahun pemakaian 2 kali lebih tinggi
daripada bukan pengguna kontrasepsi oral. 8amun penelitian serupa
yang dilakukan oleh peritE dkk menyimpulkan bahwa aktifitas seksual
merupakan confounding yang erat kaitannya dengan hal tersebut.
0
*enggunaan kontrasepsi hormonal tidak jarang pula ditemukan
displasia serviks, adapula penelitian yang mengatakan bahwa
penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang dapat menurunkan
asam folat dalam tubuh.
0
- *asangan seksual
*eranan pasangan seksual dari penderita kanker serviks mulai menjadi
bahan yang menarik untuk diteliti. *enggunaan kondom yang frekuen
ternyata memberi resiko yang rendah terhadap terjadinya kanker serviks.
-endahnya kebersihan genitalia yang dikaitkan dengan sirkumsisi juga
menjadi pembahasan panjang terhadap kejadian kanker serviks. @umlah
pasangan ganda selain istri juga merupakan faktor resiko yang lain.
0
&.& DETE!)' D'N' !AN!ER )ER+'!) DAN !R'-TERAP'
9&5 menyebutkan 2 komponen penting yang menjadi pilar dalam penanganan
kanker serviks, yaituB pencegahan infeksi &*+, deteksi dini melalui peningkatan
kewaspadaan dan program skrining yang terorganisasi, diagnosis dan tatalaksana, serta
perawatan paliatif untuk kasus lanjut.
, :

%eteksi dini kanker serviks meliputi program skrining yang terorganisasi dengan
sasaran perempuan kelompok usia tertentu, pembentukan sistem rujukan yang efektif pada
tiap tingkat pelayanan kesehatan, dan edukasi bagi petugas kesehatan dan perempuan usia
produktif.

.da beberapa metode skrining yang dapat digunakan, tergantung dari ketersediaan
sumber daya. Metode skrining yang baik memiliki beberapa persyaratan, yaitu akurat, dapat
diulang kembali 'reproducible), murah, mudah dikerjakan dan ditindak-lanjuti, akseptabel,
serta aman.
/
,eberapa metode yang diakui 9&5 adalah sebagai berikut seperti pemeriksaan
pap konvensional, kolposkopi, dan inspeksi visual yang lebih mudah utnuk dilakukaan
dengan lebih murah.
Inspeksi visual terdiri dari Inspeksi +isual .sam .setat 'I+.) dan Inspeksi +isual
dengan 7ugol Iodin '+I7I). Inspeksi visual dengan asam asetat 'I+.) maksudnya adalah
melihat serviks secara langsung tanpa alat pembesaran setelah pengusapan serviks dengan
asam asetat 0-$ untuk mendeteksi adanya 8IS. .sam asetat digunakan untuk meningkatkan
dan membuat tanda terhadap epitel, terhadap lesi prakanker atau kanker sebenarnya.
Metode I+. memberi peluang dilakukannya skrining secara luas di tempat-tempat
yang memiliki sumberdaya terbatas, karena metode ini memungkinkan diketahuinya hasil
dengan segera dan terutama karena hasil skrining dapat segera ditindaklanjuti.
/"
Metode satu
kali kunjungan 'single visit approach) dengan melakukan skrining metode I+. dan tindakan
bedah krio untuk temuan lesi prakanker 'see and treat) memberikan peluang untuk
peningkatan cakupan deteksi dini kanker serviks, sekaligus mengobati lesi prakanker.
&.&.1. Dasar Pemeriksaan '+A
*emeriksaan inspkesi visual dengan .sam .setat 'I+.) adalah pemeriksaan yang
pemeriksanya 'dokter;bidan;paramedis) mengamati serviks yang telah diberi asam .setat;
asam cuka 0-$ secara inspekulo dan dilihat dengan pengamatan mata telanjang.
/0
*emeriksaan I+. pertama kali di perkenalkan oleh &inselman '/(") dengan cara
memulas serviks dengan kapas yang telah dicelupkan dalam asam asetat 0-$. *emberian
asam asetat itu akan mempengaruhi epitel abnormal, bahkan juga akan meningkatkan
osmolaritas cairan ekstraseluler yang bersifat hipertonik, dan akan menarik cairan dari
intraseluler sehingga membran akan kolaps dan jarak anter sel akan semakin dekat. Sebagai
akibatnya, jika permukaan epitel mendapat sinar, sinar tersebut tidak akan diteruskan ke
stroma, tetapi dipantulkan keluar sehingga permukaan epitel abnormal akan berwarna putih,
disebut 'acetowhite).
/0
%aerah metaplasia yang merupakan daerah peralihan akan berwarna putih juga setelah
pemulasan dengan asam asetat tetapi dengan intensitas yang kurang dan cepat menghilang.
&al ini membedakannya dengan proses prakanker yang epitel putihnya lebih tajam dan lebih
lama menghilang karena asam asetat berpenetrasi lebih dalam sehingga terjadi koagulasi
protein lebih banyak. @ika makin putih dan makin jelas, makin tinggi derajat kelainan
jaringannya. %ibutuhkan /-" menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada epitel
serviks yang diberi $ larutan asam asetat akan berespons lebih cepat daripada 0$ larutan
tersebut. =fek akan menghilang sekitar !-:! detik sehingga dengan pemberian asam asetat
akan didapatkan hasil gambaran serviks yang normal 'merah homogen) dan bercak putih
'mencurigakan displasia). 7esi yang tampak sebelum aplikasi larutan asam asetat bukan
merupakan epitel putih, tetapi disebut leukoplakia> biasanya disebabkan oleh proses
keratosis.
/0
&.&.&. Teknik Pemeriksaan '+A #an 'nterpretasi
*rinsip metode I+. adalah melihat perubahan warna menjadi putih 'acetowhite) pada
lesi pra kanker jaringan ektoserviks rahim yang diolesi larutan asam asetoasetat 'asam cuka).
,ila ditemukan lesi makroskopis yang dicurigai kanker, pengolesan asam asetat tidak
dilakukan namun segera dirujuk ke sarana yang lebih lengkap. *erempuan yang sudah
menopause tidak direkomendasikan menjalani skrining dengan metode I+. karena Eona
transisional leher rahim pada kelompok ini biasanya berada pada endoserviks rahim dalam
kanalis servikalis sehingga tidak bisa dilihat dengan inspeksi spekulum.

*erempuan yang akan diskrining berada dalam posisi litotomi, kemudian dengan
spekulum dan penerangan yang cukup, dilakukan inspeksi terhadap kondisi serviksnya.
Setiap abnormalitas yang ditemukan, bila ada dicatat. Kemudian serviks dioles dengan
larutan asam asetat 0-$ dan didiamkan selama kurang lebih /-" menit. Setelah itu dilihat
hasilnya. Serviks yang normal akan tetap berwarna merah muda, sementara hasil positif bila
ditemukan area plak atau ulkus yang berwarna putih. 7esi prakanker ringan;jinak '8IS /)
menunjukkan lesi putih pucat yang bisa berbatasan dengan sambungan skuamokolumnar.
7esi yang lebih parah '8IS "-0 seterusnya) menunjukkan lesi putih tebal dengan batas yang
tegas, dimana salah satu tepinya selalu berbatasan dengan sambungan skuamokolumnar
'SSK) .
&.&.0 !ategori Temuan '+A
/. Kategori ?emuan I+. B
/. 8ormal 7icin, merah muda, bentuk porsio normal
". Infeksi servisitis 'inflamasi, hiperemis) banyak fluor
ektropion polip
0. *ositif I+. plak putih epitel acetowhite 'bercak putih)
2.Kanker leher -ahim pertumbuhan seperti bunga kol pertumbuhan
mudah berdarah
". Kategori temuan I+.
/. 8egatif - tak ada lesi bercak putih 'acetowhite lesion)
- bercak putih pada polip endoservikal atau
kista nabothi
- garis putih mirip lesi acetowhite pada
sambungan skuamokolumnar
". *ositif / 'D/) - samar, transparan, tidak jelas, terdapat lesi
bercak putih yang ireguler pada serviks
- lesi bercak putih yang tegas, membentuk
sudut 'angular), geographic acetowhite
lessions yang terletak jauh dari sambungan
skuamokolumnar
0. *ositif " 'D") - lesi acetowhite yang buram, padat dan
berbatas jelas sampai ke sambungan
skuamokolumnar
- lesi acetowhite yang luas, circumorificial,
berbatas tegas, tebal dan padat -pertumbuhan
pada leher rahim menjadi acetowhite
&.&.0. Penatalaksanaan Lesi Prakanker #engan Meto#e !rioterapi
?atalaksana lesi prakanker serviks yang pada umumnya tergolong 8IS dapat
dilakukan dengan observasi saja, medikamentosa, terapi destruksi, dan;atau terapi eksisi.
5bservasi di lakukan pada lesi intraepitelial skuamosa derajat rendah. ?erapi destruksi dapat
dilakukan dengan beberapa metode, untuk terapi lesi 8IS dapat dilakukan destruksi lokal
dengan melakukan beberapa cara seperti krioterapi, elektrokauter, elektrokoagulasi dan 35"
laser. Metode yang sedang berkembang saat ini dengan cara krioterapi. Krioterapi adalah
suatu usaha penyembuhan penyakit dengan cara mendinginkan baian yang sakit sampai
dengan suhu di bawah nol derajat 3elcius. *ada suhu sekurang-kurangnya " derajat 3elcius
sel-sel jaringan termasuk 8IS akan mengalami nekrosis. Sebagai akibat dari pembekuan
tersebut, terjadi perubahan-perubahan tingkat seluler dan vaskuler, yaitu '/) sel-sel
mengalami dehidrasi dan mengerut> '") konsentrasi elektrolit dalam sel terganggu> '0) syok
termal dan denaturasi kompleks lipid protein> '2) status umum sitem mikrovaskular. *ada
awalnya digunakan cairan nitrogen atau gas 35" tetapi pada saat ini hampis seluruh alat
menggunakan 8"5. ?indakan dengan krioterapi ini dapat dilakukan langsung pada hasil I+.
yang positif.
!ERAN*!A TE-R'
BAB '''
!ERAN*!A !-N)EP DAN DE,'N')' -PERA)'-NAL
0.1. !ERAN*!A !-N)EP
+aria1el 'n#epen#en +aria1el Depen#en
IVA (+)
Faktor Resiko
Kanker Serviks
Usia pertama berhubungan
seksual
Riwayat kanker i keluarga
!enar"he i usia #$% tahun
&besitas
'aritas ( ) kali
!erokok
Kontrasepsi hormonal
*erganti+ganti pasangan seksual
Faktor 'enyebab
Kanker Serviks
Usia pertama berhubungan
seksual
Riwayat kanker i keluarga
!enar"he i usia #$% tahun
&besitas
'aritas ( ) kali
!erokok
Kontrasepsi hormonal
*erganti+ganti pasangan seksual
Virus ,'V
IVA
Kanker
Serviks
0.&. De"inisi -perasional
0.& DE,'N')' -PERA)'-NAL
+ariabel %efinisi 3ara <kur dan
.lat <kur
Kategori Skala
Menarche Menstruasi
pertamadi
tengah masa
pubertas yang
terjadi di masa
remaja.
9awancara dan
Kuesioner
/. G /" tahun
". I /" tahun
5rdinal
-iwayat
perkawinan
Ikatan sosial
atau ikatan
perjanjian
hukum antar
pribadi yang
membentuk
hubungan
kekerabatan dan
yang merupakan
suatu pranata
dalam budaya
9awancara dan
kuesioner
/.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
5rdinal
setempat yang
meresmikan
hubungan antar
pribadi H yang
biasanya intim
dan seksual.
-okok Kegiatan
menghirup asap
dari rokok.
?erdapat
perokok aktif
yang merupakan
perokok yang
langsung
menghirup asap
rokok melalui
filter, dan
perokok pasif
yang menghirup
asap bebas dari
perokok aktif.
9awancara dan
Kuesioner
/. rokok aktif
dan atau pasif
". ?idak rokok
aktif dan atau
pasif
8ominal
Multipartner Merupakan
hubungan
seksual resiko
tinggi dengan
partner seksual
lebih dari satu
orang.
9awancara dan
Kuesioner
/.Multipartner
".?idak
multipartner
8ominal
-iwayat
Keganasan
Mempunyai
riwayat
keganasan di
keluarga
9awancara dan
Kuesioner
/.Memiliki
riwayat kanker
".?idak
memiliki
riwayat kanker
8ominal
*aritas ,anyaknya
kelahiran hidup
9awancara dan
Kuesioner
/. I 2 anak
". G 2 anak
5rdinal
yang dipunyai
seorang wanita

Kontrasepsi
hormonal
Kontrasepsi
yang
mengandung
hormone
estrogen dan
progesterone.
%apat berupa
kontrasepsi oral,
suntik, implant,
dan bisa juga
.K%- dengan
progestin.
9awancara dan
kuesioner
/. I tahun
". G tahun
5rdinal
5besitas Merupakan
kondisi medis
yang ditandai
dengan
akumulasi
berlebihan
lemak di dalam
tubuh.
*engukuran berat
badan dan tinggi
badan.
*erhitungan ,MI
dengan rumusB
/. ,MI I "
". ,MI G "
5rdinal
BAB '+
MET-DE PENEL'T'AN
2.1 RANCAN*AN PENEL'T'AN
-ancangan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan
melakukan tabulasi distribusi frekuensi sederhana terhadap masing-masing nilai variabel
yang telah ditetapkan. %esain penelitian yang digunakan adalah desain survei yaitu
dengan cara mengumpulkan informasi yang diperoleh dari sampel, bukan populasi.
2.& L-!A)' DAN 3A!TU PENEL'T'AN
*enelitian ini dilakukan di <*? Kecamatan <nter Iwes, Sumbawa ,esar,
8usa ?enggara ,arat. *enelitian ini dilakukan sejak tanggal / @anuari H 4ebruari "!/2.
2.0 P-PULA)' DAN )AMPEL PENEL'T'AN
2.0.1 Populasi Terangkau
*opulasi terjangkau adalah seluruh wanita di Kecamatan Sumbawa
yang mendaftar untuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.
2.0.& !riteria 'nklusi #an Eksklusi
2.0.&.1 !riteria 'nklusi
a. 9anita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual
b. 9anita yang sudah menikah
c. 9anita yang bersedia dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks
d. 9anita usia 0! H tahun
2.0.&.& !riteria Eksklusi
a. 9anita yang sedang haid
b. 9anita yang menolak dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks
2.2 BE)AR DAN CARA PEN*AMB'LAN )AMPEL
2.2.1 Besar )ampel
Sampel diambil dari seluruh peserta yang mendaftar secara sukarela
untuk dilakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.
2.2.& Cara Pengam1ilan )ampel
Ke"amatan Sumbawa *esar
2.4 'N)TRUMEN PENEL'T'AN
No 'N)TRUMEN ,UN*)' 'N)TRUMEN
/. Kuesioner <ntuk mengetahui faktor resikoB
• Menarche G/" tahun
• Merokok
• ,erhubungan seksual G"!
tahun
• ,erganti-ganti pasangan
• -iwayat keganasan
• *aritasI2
• Kontrasepsi oral J tahun
• 5besitas
". .sam .setat 0-$ <ntuk mengetahui lesi prakanker
dengan di temukannya lesi aseto
white pada skuamo columnar
junction di leher rahim.
*rang
*ara %-
Seketeng
$.
/empeh
01
Samapuin
%.
*ugis
0-
*rang *i2i
0%
Uma Sima
0%
'ekat
%3
0. .Kuades <ntuk membersihkan sekret di
vagina
2. Speculum <ntuk memperbesar lapang
pandang untuk melihat leher
rahim
. 7ampu sorot <ntuk penerangan dalam melihat
leher rahim
:. 7idi kapas <ntuk meletakkan asam asetat
dan dioleskan ke leher rahim
1. Kom <ntuk alat menaruh asam asetat
yang telah diencerkan dan
menaruh povidon iodine
#. Meja gynekologi <ntuk tempat pemeriksaan
pasien. *asien berbaring secara
litotomi
(. Kassa <ntuk membersihkan secret
vagina dan keputihan'jika ada)
/!. *ovidone iodine <ntuk membersihkan leher
rahim pasca I+.
//. &and scoon steril <ntuk alat pelindung diri pada
tangan pemeriksa
2.5 PELA!)ANAAN PENEL'T'AN DAN PEN*UMPULAN DATA
*eneliti ke *uskesmas <nter Iwes dan
menemui wanita yang bersedia
dilakukan pemeriksaan I+.
*eneliti memberikan penjelasan
kepada responden tentang studi
penelitian yang akan dilakukan serta
penyuluhan I+. dan Kanker 7eher
-ahim
Setelah responden memahami
penjelasan yang diberikan, peneliti
meminta persetujuan dari responden
menggunakan informed consent
*eneliti mengumpulkan data karakteristik seperti umur menarche, usia
pertama berhubungan seks, merokok 'aktif;pasif), riwayat ganti pasangan,
riwayat kanker keluarga, paritas, riwayat pemakaian K, hormonal, obesitas
'perbandingan antara ,, L ?,)
*eneliti melakukan
pemeriksaan I+. kepada
responden
*eneliti memberitahukan hasil
pemeriksaan I+. dan edukasi
*eneliti melakukan
pengumpulan data hasil
penelitian dan hasil
wawancara
2.6 (EN') DATA
a. %ata *rimer
%ata yang diperoleh dengan cara langsung yaitu dengan menggunakan alat
bantu berupa kuesioner, pemeriksaan deteksi dini dengan menggunakan asam
asetat.
b. %ata Sekunder
%ata sekunder diperoleh dari studi pustaka, dan internet.
2.7 RENCANA PEN*-LAHAN DAN ANAL')') DATA
%ata yang telah berhasil diolah secara elektronik setelah melalui proses
penyuntingan, pemindahan data ke computer dan tabulasi. %ata yang telah diperoleh
dari kuesioner diolah, dianalisis dengan menggunakan S*SS Statistic /1.!.
2.7.1 ANAL')') DATA
.nalisi <nirivat, yang dilakukan pada masing-masing variable. &asil berupa
distribusi dan prosentase pada variable.
2.7.& PEN.A('AN DATA
%ata yang telah ada akan disajikan dalam bentukB
a. ?abular B penyajian data hasil penelitian dalam bentuk table.
b. ?ekstural B penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat.
c. 6rafik B penyajian data hasil penelitian dalam bentuk diagram pie yang
akan menggambarkan sifat-sifat dari variable.
BAB +
HA)'L PENEL'T'AN
4.1 !ECAMATAN )UMBA3A 87 !elurahan9
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
0#
/(
/:,0$
#0,1$
" -iwayat
perkawinan
/.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
"#
"!
/"$
##$
0 -okok /. rokok aktif dan atau pasif
". ?idak rokok aktif dan atau
pasif
//"
/"/
2#,/$
/.($
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
0
"0!
/,00$
(#,1$
-iwayat
Keganasan
/.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
/0
""!
,:$
(2,2$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

0/
"!"
/0,0$
#:,1$
1 Kontrasepsi
hormonal
/. I tahun
". G tahun
:"
/1/
":,:$
10,2$
# 5besitas /. ,MI I " :1 "#,#$
". ,MI G " /:: 1/,"$
( ,erisiko kanker /. mempunyai minimal /
faktor risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
/#(
22
#/,/$
/#,($
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di # kelurahan berjumlah "00 orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah /:.0$ dan menarche I /" tahun #0.1$
". berhubungan seksual G"! tahun /"$ dan berhubungan seksual I "!tahun ##$,
0. perokok aktif dan atau pasif 2#./$ dan tidak merokok aktif dan atau pasif /.($
2. berganti ganti pasangan /.00$ dan tidak berganti pasangan (#.1$
. terdapat riwayat kanker .:$ dan tidak terdapat riwayat kanker (2.2$,
:. paritas I 2 kali /0.0$ dan paritas G2 kali #:.1$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun ":.:$ dan kontrasepsi hormonal G tahun 10.2$
#. ,MI I " "#.#$ dan ,MI G " 1/."$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #/,/$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak /#,($
4.& !elurahan Brang Bara
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
:
/(
"2$
1:$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun

"!
"!$
#!$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
/"
/0
2#$
"$
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
!
"
!$
/!!$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
"
"0
#$
("$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak
2
"/
/:$
#2$

1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
0
""
/"$
##$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
(
/:
0:$
:2$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
"!

#!$
"!$

%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan ,rang ,ara berjumlah " orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah "2$ dan menarche I /" tahun 1:$
". berhubungan seksual G"! tahun "!$ dan berhubungan seksual I "! tahun #!$,
0. perokok aktif dan atau pasif 2#$ dan tidak merokok aktif dan atau pasif "$
2. berganti ganti pasangan !$ dan tidak berganti pasangan /!!$
. terdapat riwayat kanker #$ dan tidak terdapat riwayat kanker ("$,
:. paritas I2 kali /:$ dan paritas G2 kali #2$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun /"$ dan kontrasepsi hormonal G tahun ##$
#. ,MI I "sebanyak 0:$ dan ,MI G" sebanyak :2$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #!$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak "!$
4.0 !elurahan )eketeng
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
/
/:
,($
(2,/$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
!
/1
!$
/!!$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
/!
1
#,#$
2/,"$
2 Multipartner /.Multipartner ! !$
".?idak multipartner /1 /!!$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
!
/1
!$
/!!$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

0
/2
/1,:$
#",2$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
1
/!
2/,"$
#,#$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
"
/
//,#$
#,#$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
/2
0
#",2$
/1,:$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan Seketeng berjumlah /1 orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah ,($ dan menarche I /" tahun (2,/$
". berhubungan seksual G"! tahun !$ dan berhubungan seksual I "!tahun /!!$,
0. perokok aktif dan atau pasif #,# $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif 2/,"$
2. berganti ganti pasangan !$ dan tidak berganti pasangan /!!$
. terdapat riwayat kanker !$ dan tidak terdapat riwayat kanker /!!$,
:. paritas I 2 kali /1,:$ dan paritas G2 kali #",2$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun 2/,"$ dan kontrasepsi hormonal G tahun #,#$
#. ,MI I " sebanyak //.#$ dan ,MI G" sebanyak #,#$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #",2$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak /1,:$
4.2 !elurahan Pekat
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
/
"
0,#$
(:,"$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
/
"
0,#$
(:,"$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
/"
/2
2:,"$
0,#$
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
/
"
0,#$
(:,"$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
0
"0
//,$
##,$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

/
"
0,#$
(:,"$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
:
"!
"0,/$
1:,($
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
//
/
2",0$
1,1$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
/1
(
:,2$
02,:$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan *ekat berjumlah ": orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah 0,#$ dan menarche I /" tahun (:,"$
". berhubungan seksual G"! tahun 0,#$ dan berhubungan seksual I "!tahun (:,"$,
0. perokok aktif dan atau pasif 2:," $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif 0,#$
2. berganti ganti pasangan 0,#$ dan tidak berganti pasangan (:,"$
. terdapat riwayat kanker //,$ dan tidak terdapat riwayat kanker ##,$,
:. paritas I 2 kali 0,#$ dan paritas G2 kali (:,"$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun "0,/$ dan kontrasepsi hormonal G tahun 1:,($
#. ,MI I " sebanyak 2",0$ dan ,MI G" sebanyak 1,1$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak :,2$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak 02,:$
4.4 !elurahan Lempeh
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
1
0"
/1,($
#",/$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
0
0:
1,1$
(",0$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
"
/2
:2,/$
0,($
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
!
0(
!$
/!!$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
!
0(
!$
/!!$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

1
0"
/1,($
#",/$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
/0
":
00,0$
::,1$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
:
00
/,2$
#2,:$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
02

#1,"$
/",#$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan 7empeh berjumlah 0( orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah /1,($ dan menarche I /" tahun #",/$
". berhubungan seksual G"! tahun 1,1$ dan berhubungan seksual I "!tahun (",0$,
0. perokok aktif dan atau pasif :2,/ $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif 0,($
2. berganti ganti pasangan !$ dan tidak berganti pasangan /!!$
. terdapat riwayat kanker !$ dan tidak terdapat riwayat kanker /!!$,
:. paritas I 2 kali /1,($ dan paritas G2 kali #",/$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun 00,0$ dan kontrasepsi hormonal G tahun ::,1$
#. ,MI I " sebanyak /,2$ dan ,MI G" sebanyak #2,:$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #1,"$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak /",#$
4.5 !elurahan )amapuin
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
:
"/
""," $
1",# $
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
:
"/
"","$
1",#$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
2
"0
/2,#$
#,"$
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
/
":
0,1$
(:,0$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
!
"1
!$
/!!$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

""
/#,$
#/,$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
/!
/1
01$
:0$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
/2
/0
/,($
2#,/$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
"2
0
##,($
//,/$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan Samapuin berjumlah "1 orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah "","$ dan menarche I /" tahun 1",#$
". berhubungan seksual G"! tahun "","$ dan berhubungan seksual I "!tahun 1",#$,
0. perokok aktif dan atau pasif /2,# $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif #,"$
2. berganti ganti pasangan 0,1$ dan tidak berganti pasangan (:,0$
. terdapat riwayat kanker !$ dan tidak terdapat riwayat kanker /!!$,
:. paritas I 2 kali /#,$ dan paritas G2 kali #/,$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun 01$ dan kontrasepsi hormonal G tahun :0$
#. ,MI I " sebanyak /,($ dan ,MI G" sebanyak 2#,/$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak ##,($, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak //,/$
4.6 !elurahan Uma )ima
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
:
":
/#,#$
#/,"$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
/
0/
0,/$
(:,($
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
"0
(
1/,($
"#,/$
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
!
0"
!$
/!!$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
0
"(
(,2$
(!,:$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

:
":
/#,#$
#/,"$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
/!
""
0/,0$
:#,#$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
2
"#
/",$
#1,$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
"1

#2,2$
/,:$
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan <masima berjumlah 0" orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah /#,#$ dan menarche I /" tahun #/,"$
". berhubungan seksual G"! tahun 0,/$ dan berhubungan seksual I "!tahun (:,($,
0. perokok aktif dan atau pasif 1/,($ dan tidak merokok aktif dan atau pasif "#,/$
2. berganti ganti pasangan !$ dan tidak berganti pasangan /!!$
. terdapat riwayat kanker (,2$ dan tidak terdapat riwayat kanker (!.:$,
:. paritas I 2 kali /#,#$ dan paritas G2 kali #/,"$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun 0/,0$ dan kontrasepsi hormonal G tahun :#,#$
#. ,MI I " sebanyak /",$ dan ,MI G" sebanyak #1,$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #2,2$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak /,:$
4.6 !elurahan Bugis
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun
:
"(
/1,/$
#",($
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
/!
"
"#,:$
1/,2$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
/1
/#
2#,:$
/,2$
2 Multipartner /.Multipartner
".?idak multipartner
!
0
!$
/!!$
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
2
0/
//,2$
##,:$
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

2
0/
//,2$
##,:$
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun /2,0$
". G tahun
0! #,1$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
/"
"0
02,0$
:,1$
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
"(
:
#",($
/1,/$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan ,ugis berjumlah 0 orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah /1,/$ dan menarche I /" tahun #",($
". berhubungan seksual G"! tahun "#,:$ dan berhubungan seksual I "!tahun 1/,2$,
0. perokok aktif dan atau pasif 2#,: $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif /,2$
2. berganti ganti pasangan !$ dan tidak berganti pasangan /!!$
. terdapat riwayat kanker //,2$ dan tidak terdapat riwayat kanker ##,:$,
:. paritas I 2 kali //,2$ dan paritas G2 kali ##,:$,
1. kontrasepsi hormonal I tahun /2.0$ dan kontrasepsi hormonal G tahun #,1$
#. ,MI I " sebanyak 02.0$ dan ,MI G" sebanyak :,1$.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak #",($, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak /1,/$
4.7 !elurahan Brang Bii
8o +ariabel Kategori 8 $
/ Menarche /. G /" tahun
". I /" tahun

"1
/,:$
#2,2$
" -iwayat perkawinan /.<siaG"! tahun
".<siaI"! tahun
"
0!
:,"$
(0,#$
0 -okok /. rokok aktif dan atau
pasif
". ?idak rokok aktif dan
atau pasif
(
"0
"#,/$
1/,($
2 Multipartner /.Multipartner / 0,/$
".?idak multipartner 0/ (:,($
-iwayat Keganasan /.Memiliki -iwayat
".?idak memiliki riwayat
/
0/
0,/$
(:,($
: *aritas /. I 2 anak
". G 2 anak

/
0/
0,/$
(:,($
1 Kontrasepsi hormonal /. I tahun
". G tahun
#
"2
"$
1$
# 5besitas /. ,MI I "
". ,MI G "
(
"0
"#,/$
1/,($
( -isiko kanker /. mempunyai
minimal / faktor
risiko kanker
". tidak mempunyai
faktor risiko kanker
"2
#
1$
"$
%apat dilihat dari tabel diatas dengan jumlah ibu yang mengikuti program deteksi dini kanker
serviks di kelurahan ,rang ,iji berjumlah 0" orang. %engan kejadianB
/. menarche G/" tahun berjumlah /,:$ dan menarche I /" tahun #2,2$
". berhubungan seksual G"! tahun :,"$ dan berhubungan seksual I "!tahun (0,#$,
0. perokok aktif dan atau pasif "#,/ $ dan tidak merokok aktif dan atau pasif 1/,($
2. berganti ganti pasangan 0,/$ dan tidak berganti pasangan (:,($
. terdapat riwayat kanker 0,/$ dan tidak terdapat riwayat kanker (:,($,
:. paritas I 2 kali 0,/$ dan paritas G2 kali (:,($,
1. kontrasepsi hormonal I tahun "$ dan kontrasepsi hormonal G tahun 1$
#. ,MI I " sebanyak "#,/$ dan ,MI G" sebanyak 1/,($.
(. 9anita yang mempunyai minimal / faktor risiko sebanyak 1$, dan yang tidak
mempunyai faktor risiko kanker sebanyak "$
Menarche G/" tahun Menarche I/" tahun
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa 0# /:.0 /( #0.1
,rang ,ara : "2 /( 1:
Seketeng / .( /: (2./
*ekat / 0.# " (:."
7empeh 1 /1.( 0" #"./
Samapuin : "".0 "/ 1".#
<ma Sima : /#.# ": #/."
,ugis : /1./ "( #".(
,rang ,iji /.: "1 #2.2
%ari seluruh sampel di Kecamatan Sumbawa yang menstruasi pertama di usia kurang dari /"
tahun sebanyak /:,0$ '0#) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun sebanyak #0,1$'/().
,erdasarkan kelurahan, kelurahan ,rang ,ara yang menstruasi pertama di usia kurang dari
/" tahun sebanyak "2$ ':) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun sebanyak 1:$'/().
<ntuk kelurahan Seketeng yang menstruasi pertama di usia kurang dari /" tahun sebanyak
,($ '/) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun sebanyak (2,/$'/:). %i Kelurahan *ekat
yang menstruasi pertama di usia kurang dari /" tahun sebanyak 0,#$ '") dan yang lebih dari
sama dengan /" tahun sebanyak (:,"$'"). %i kelurahan 7empeh yang menstruasi pertama
di usia kurang dari /" tahun sebanyak /1,($ '1) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun
sebanyak #",/$'0"). %i kelurahan Samapuin yang menstruasi pertama di usia kurang dari /"
tahun sebanyak "",0$ ':) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun sebanyak 1",#$'"/). %i
kelurahan <ma Sima yang menstruasi pertama di usia kurang dari /" tahun sebanyak /#,#$
':) dan yang lebih dari sama dengan /" tahun sebanyak #/,"$'":). %i kelurahan ,ugis yang
menstruasi pertama di usia kurang dari /" tahun sebanyak /1,/$ '"() dan yang lebih dari
sama dengan /" tahun sebanyak #",($'"(). %i kelurahan ,rang ,iji yang menstruasi
pertama di usia kurang dari /" tahun sebanyak /,:$ ') dan yang lebih dari sama dengan /"
tahun sebanyak #2,2$'"1).
,erhubungan
Seksual G"! tahun
,erhubungan
Seksual I"! tahun
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa "# /" "! ##
,rang ,ara "! "! #!
Seketeng ! ! /" /!!
*ekat / 0.# " (:."
7empeh 0 1.1 0: (".0
Samapuin : ""." "/ 1".#
<ma Sima / 0./ 0/ (:.(
,ugis /! "#.# " 1/.2
,rang ,iji " :." 0! (0.#
%ari seluruh sampel di Kecamatan Sumbawa yang memiliki riwayat berhubungan seksual
pertama kali di usia kurang dari "! tahun sebanyak /"$'"#) dan yang lebih sama dengan "!
tahun sebanyak ##$'"!). ,erdasarkan kelurahan, untuk kelurah ,rang bara yang
berhubungan seksual pertamak kali di usia kurang dari "! tahun sebanyak "!$') dan yang
lebih sama dengan "! tahun #!$'"!). <ntuk kelurahan Seketeng, yang berhubungan seksual
pertama kali di usia kurang dari "! tahun sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'/"). %i *ekat
yang berhubungan seksual pertama kali di usia kurang dari "! tahun sebanyak 0,#$'/), dan
yang tidak (:,"'"). %i 7empeh yang berhubungan seksual pertama kali di usia kurang dari
"! tahun sebanyak 1,1$'0) dan yang tidak 1",#$'0:). %i Samapuin yang berhubungan
seksual pertama kali di usia kurang dari "! tahun sebanyak "","$':) dan yang tidak
1",#'"/). %i <ma Sima yang berhubungan seksual pertama di usia kurang dari "! tahun
sebanyak 0,/$'/) dan yang tidak sebanyak (:.($'0/). %i ,ugis yang berhubungan seksual
di usia kurang dari "! tahun sebanyak "#,#$'/!) dan yang tidak sebanyak 1/,2$'"). %i
,rang ,iji yang berhubungan seksual di usia kurang dari "! tahun sebanyak :,"$'") dan
yang tidak sebanyak (0,#$'0!).
-okok
'aktif dan pasif)
?idak Merokok
'aktif dan pasif)
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa //" 2#./ /"/ /.(
,rang ,ara /" 2# /0 "
Seketeng /! #.# 1 2"."
*ekat /" 2:." /2 0.#
7empeh " :2./ /2 0.(
Samapuin 2 /2.# "0 #."
<ma Sima "0 1/.( ( "#./
,ugis /1 2#.: /# /.2
,rang ,iji ( "#./ "0 1/.(
%ari seluruh sampel di kecamatan Sumbawa yang merokok aktif maupun pasif sebanyak
2#,/$'//") dan yang tidak sebanyak /,($'/"/). %i kelurahan ,rang ,ara yang merokok
aktif maupun pasif sebanyak "#$'/") dan yang tidak sebanyak "$'/0). %i kelurahan
Seketeng yang merokok aktif maupun pasif sebanyak #,#$'/!) dan yang tidak sebanyak
2","$'1). %i keluraham *ekat yang merokok aktif maupun pasif sebanyak 2:,"$'/") dan
yang tidak sebanyak 0,#$'/2). %i kelurahan Samapuin yang merokok aktif maupun pasif
sebanyak /2,#$'2) dan yang tidak sebanyak #,"$'"0). %i kelurahan <ma Sima yang
merokok aktif maupun aktif sebanyak 1/,($'"0) dan yang tidak sebanyak "#,/$'(). %i
kelurahan ,ugis yang merokok aktif maupun pasif sebanyak 2#,:$'/1) dan yang tidak
sebesar /,2'/#). %i kelurahan ,rang ,iji yang merokok aktif maupun pasif sebanyak
"#,/$'() dan yang tidak sebanyak 1/,($'"0).
,erganti-ganti
*asangan
?idak ,erganti-ganti
*asangan
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa 0 /.00 "0! (#.1
,rang ,ara ! ! " /!!
Seketeng ! ! /1 /!!
*ekat / 0.# " (:."
7empeh ! ! 0( /!!
Samapuin / 0.1 ": (:.0
<ma Sima ! ! 0" /!!
,ugis ! ! 0 /!!
,rang ,iji / 0./ 0/ (:.(
%ari seluruh sampel di Kecamatan Sumbawa yang berganti-ganti pasangan sebanyak
/,00$'0) dan yang tidak sebanyak (#,1$'"0!). %i kelurahan ,rang ,ara, wanita yang
berganti-ganti pasangan sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'"). %i kelurahan Seketeng,
wanita yang berganti-ganti pasangan sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'/1). %i kelurahan
*ekat, wanita yang berganti-ganti pasangan sebanyak 0,#$'/) dan yang tidak (:,"$'"). %i
kelurahan 7empeh, wanita yang berganti-ganti pasangan sebanyak !$'!) dan yang tidak
/!!$'0(). %i kelurahan Samapuin, wanita yang berganti-ganti pasangan sebanyak 0,1$'/)
dan yang tidak (:,0$'":). %i kelurahan <ma Sima, wanita yang berganti-ganti pasangan
sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'0"). %i kelurahan ,ugis, wanita yang berganti-ganti
pasangan sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'0). %i kelurahan ,rang ,ara, wanita yang
berganti-ganti pasangan sebanyak 0,/$'/) dan yang tidak (:,($'0/).
-iwayat Keganasan
*ada Keluarga
?idak .da -iwayat
Keganasan *ada
Keluarga
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa /0 .: ""! (2.2
,rang ,ara " # "0 ("
Seketeng ! ! /1 /!!
*ekat 0 //. "0 ##.
7empeh ! ! 0( /!!
Samapuin ! ! "1 /!!
<ma Sima 0 (.2 "( (!.:
,ugis 2 //.2 0/ ##.:
,rang ,iji / 0./ 0/ (:.(
%ari seluruh sampel di Kecamatan Sumbawa yang memiliki riwayat keganasan pada keluarga
sebanyak,:$'/0) dan yang tidak sebanyak (2,2 '""!). %i kelurahan ,rang ,ara yang
memiliki riwayat keganasan pada keluarga sebanyak #$'") dan yang tidak ("$'"0). %i
kelurahan Seketeng yang memiliki riwayat keganasan pada keluarga sebanyak !$'!) dan
yang tidak /!!$'/1). %i kelurahan *ekat yang memiliki riwayat keganasan pada keluarga
sebanyak //,$'0) dan yang tidak ##,$'"0). %i kelurahan 7empeh yang memiliki riwayat
keganasan pada keluarga sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'0(). %i kelurahan Samapuin
yang memiliki riwayat keganasan pada keluarga sebanyak !$'!) dan yang tidak /!!$'"1).
%i kelurahan <ma Sima yang memiliki riwayat keganasan pada keluarga sebanyak (,2$'0)
dan yang tidak (!,:$'"(). %i kelurahan ,ugis yang memiliki riwayat keganasan pada
keluarga sebanyak //,2$'2) dan yang tidak ##,:$'0/). %i kelurahan ,rang ,iji yang
memiliki riwayat keganasan pada keluarga sebanyak /$'0,/) dan yang tidak (:,($'0/).
*aritas I 2 *aritas G 2
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa 0/ /0.0 "!" #:.1
,rang ,ara 2 /: "/ #2
Seketeng 0 /1.: /2 #".2
*ekat / 0.# " (:."
7empeh 1 /1.( 0" #"./
Samapuin /#. "" #/.
<ma Sima : /#.# ": #/."
,ugis 2 //.2 0/ ##.:
,rang ,iji / 0./ 0/ (:.(
%ari seluruh sampel di Kecamatan Sumbawa wanita yang sudah pernah melahirkan lebih
sama dengan empat kali sebanyak /0,0$'0/) dan yang tidak sebanyak #:,1$'"!"). %i
kelurahan ,rang ,ara yang sudah pernah melahirkan lebih sama dengan empat kali sebanyak
/:$'2) dan yang tidak sebanyak #:$'"/). %i kelurahan Seketeng yang sudah pernah
melahirkan lebih sama dengan empat kali sebanyak /1,:$'") dan yang tidak sebanyak
#",2$'/2). %i kelurahan *ekat yang sudah pernah melahirkan lebih sama dengan empat kali
sebanyak 0,#$'/) dan yang tidak sebanyak (:,"$'"). %i kelurahan 7empeh yang sudah
pernah melahirkan lebih sama dengan empat kali sebanyak /1,($'1) dan yang tidak
sebanyak #",/$'0"). %i kelurahan Samapuin yang sudah pernah melahirkan lebih sama
dengan empat kali sebanyak /#,$') dan yang tidak sebanyak #/,$'""). %i kelurahan
<ma Sima yang sudah pernah melahirkan lebih sama dengan empat kali sebanyak /#,#$':)
dan yang tidak sebanyak #/,"$'":). %i kelurahan ,ugis yang sudah pernah melahirkan lebih
sama dengan empat kali sebanyak //,2$'2) dan yang tidak sebanyak ##,:$'0/). %i
kelurahan ,rang ,iji yang sudah pernah melahirkan lebih sama dengan empat kali sebanyak
0,/$'/) dan yang tidak sebanyak (:,($'0/).
K, hormonal J
tahun
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa :" ":.: /1/ 10.2
,rang ,ara 0 /" "" ##
Seketeng 1 2/." /! #.#
*ekat : "0./ "! 1:.(
7empeh /0 00.0 ": ::.1
Samapuin /! 01 /1 :0
<ma Sima /! 0/.0 "" :#.#
,ugis /2.0 0! #.1
,rang ,iji # " "2 1
%ari seluruh sampel di kecamatan Sumbawa yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih
dari lima tahun sebanyak ":,:$':") dan yang tidak sebanyak 10,2$'/1/). %i kelurahan
,rang bara yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun sebanyak /"$'0)
dan yang tidak sebanyak ""$'##). %i kelirahan Seketeng yang menggunakan kontrasepsi
hormonal lebih dari lima tahun sebanyak 2/,"$'1) dan yang tidak sebanyak #,#$'/!). %i
kelurahan *ekat yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun sebanyak
"0,/$':) dan yang tidak sebanyak 1:,($'"!). %i kelurahan 7empeh yang menggunakan
kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun sebanyak 00,0$'/0) dan yang tidak sebanyak
::,1$'":). %i kelurahan Samapuin yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari lima
tahun sebanyak 01$'/!) dan yang tidak sebanyak :0$'/1). %i kelurahan <ma Sima yang
menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun sebanyak 0/,0$'/!) dan yang
tidak sebanyak :#,#$'""). %i kelurahan ,ugis yang menggunakan kontrasepsi hormonal
lebih dari lima tahun sebanyak /2,0$') dan yang tidak sebanyak #,1$'0!). %i kelurahan
,rang ,iji yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun sebanyak "$'#)
dan yang tidak sebanyak 1$'"2)
,MI I " kg;m
"
,MI G " kg;m
"
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa :1 "#.# /:: 1/."
,rang ,ara ( 0: /: :2
Seketeng " //.# / #.#
*ekat // 2".0 / 1.1
7empeh : /.2 00 #2.:
Samapuin /2 /.( /0 2#./
<ma Sima 2 /". "# #1.
,ugis /" 02.0 "0 :.1
,rang ,iji ( "#./ "0 1/.(
%ari seluruh sampel di kecamatan Sumbawa yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama
dengan " kg;m
"
sebanyak "#,#$':1) dan yang tidak sebanyak 1/,"$'/::). %i kelurahan
,rang ,ara yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak 0:$'()
dan yang tidak sebanyak :2$'/:). %i kelurahan Seketeng yang memiliki perhitungan ,MI
lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak //,#$'") dan yang tidak sebanyak #,#$'/). %i
kelurahan *ekat yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak
2",0$'//) dan yang tidak sebanyak 1,1$'/). %i kelurahan 7empeh yang memiliki
perhitungan ,MI lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak /,2$':) dan yang tidak sebanyak
#2,:$'00). %i kelurahan Samapuin yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama dengan "
kg;m
"
sebanyak /,($'/2) dan yang tidak sebanyak 2#,/$'/0). %i kelurahan <ma Sima
yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak /",$'2) dan yang
tidak sebanyak #1,$'"#). %i kelurahan ,ugis yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama
dengan " kg;m
"
sebanyak 02,0$'/") dan yang tidak sebanyak :,1$'"0). %i kelurahan
,rang ,iji yang memiliki perhitungan ,MI lebih sama dengan " kg;m
"
sebanyak "#,/$'()
dan yang tidak sebanyak 1/,($'"0).
,eresiko ?idak ,eresiko
@umlah $ @umlah $
Kecamatan Sumbawa /#( #/./ 22 /#.(
,rang ,ara "! #! "!
Seketeng /2 #".2 0 /1.:
*ekat /1 :.2 ( 02.:
7empeh 02 #1." /.#
Samapuin "2 ##.( 0 //./
<ma Sima "1 #2.2 /.:
,ugis "( #".( : /1./
,rang ,iji "2 1 # "
%ari seluruh sampel di kecamatan Sumbawa yang beresiko terkena kanker serviks karena
memiliki lebih dari satu factor resiko sebanyak #/,/$'/#() dan yang tidak /#,($'22). %i
kelurahan ,rang ,ara yang beresiko terkena kanker serviks sebanyak #!$'"!) dan yang
tidak sebanyak "!$'). %i kelurahan Seketeng yang beresiko terkena kanker serviks
sebanyak #",2$'/2) dan yang tidak sebanyak /1,:$'0). %i kelurahan *ekat yang beresiko
terkena kanker serviks sebanyak :,2$'/1) dan yang tidak sebanyak 02,:$'(). %i kelurahan
7empeh yang beresiko terkena kanker serviks sebanyak #1,"$'02) dan yang tidak sebanyak
/,#$'). %i kelurahan Samapuin yang beresiko terkena kanker serviks sebanyak ##,($'"2)
dan yang tidak sebanyak //,/$'0). %i kelurahan <ma Sima yang beresiko terkena kanker
serviks sebanyak #2,2$'"1) dan yang tidak sebanyak /,:$'). %i kelurahan ,ugis yang
beresiko terkena kanker serviks sebanyak #",($'"() dan yang tidak sebanyak /1,/$':). %i
kelurahan ,rang ,iji yang beresiko terkena kanker serviks sebanyak 1$'"2) dan yang tidak
sebanyak "$'#).
BAB +'
PEMBAHA)AN
5.1 D')!U)' HA)'L PENEL'T'AN
*enelitian mengenai deteksi dini kanker serviks di # kelurahan pada kecamatan
Sumbawa pada akhir bulan @anuari hingga awal bulan 4ebruari, tahun "!/2 ini
dilaksanakan selama M 0 minggu. ?erdapat "00 responden yang ikut serta pada program
puskesmas ini. ,erdasarkan data yang didapatkan dengan jumlah ibu yang mengikuti
program deteksi dini kanker serviks di # kelurahan berjumlah "00 orang. ?erdapat # faktor
risiko yang dinilai, yakni menarche G/" tahun berjumlah /:.0$ '0# orang), berhubungan
seNual G"! tahun /"$ '"# orang), perokok aktif dan atau pasif 2#./$ '//" orang),
berganti ganti pasangan /.00$ '0 orang), terdapat riwayat kanker di keluarga .:$ '/0
orang), paritas I2 kali /0.0$ '0/ orang), kontrasepsi hormonal Jtahun ":.:$ ':"
orang), ,MI J" "#.#$ ':1 orang)
@umlah wanita yang mempunyai minimal / faktor risiko kanker serviks sebanyak
#/,/$ '/#( orang). %ari hasil data, didapatkan " orang yang mendapatkan hasil I+.
positif. Kedua pasien I+. 'D) tersebut memiliki setidaknya / faktor risiko untuk terjadinya
kanker serviks, diantaranya 8y.M dan 8y.9. 8y.M memiliki faktor risiko diantaranya
adalah usia pertama berhubungan seksual G /1 tahun, terdapat riwayat kanker di keluarga,
melahirkan normal lebih dari 2 kali, memakai suntik K, hormal selama lebih dari tahun,
dan obesitas ',MI F "#,: kg;m
"
). Sedangkan 8y.M memiliki / faktor risiko, yaitu suntik
K, hormonal lebih dari tahun.
5.& !eter1atasan $ !elemahan Penelitian
Bias 'n"ormasi
,ias informasi dalam pengisian kuesioner, dimana terjadinya ketidakjujuran atau
salah pengertian dari responden saat menjawab pertanyaan. Selain itu, terdapat responden
yang kurang kooperatif dalam menjawab kuesioner.
!eter1atasan 3aktu
9awancara kuesioner dilakukan saat responden berada di ruangan KI. puskesmas
Kecamatan <nter Iwes. *engisian kuesioner dan tanya jawab dengan responden dilakukan
dalam waktu yang terbatas sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam
menjawab pertanyaan kuesioner.
BAB +''
!E)'MPULAN DAN )ARAN
6.' !E)'MPULAN
%ari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa B
• ?erdapat # faktor risiko yang ditekankan dalam kuesioner yang dinilai sebagai faktor
risiko terjadinya kanker serviksB
/. kejadian menarche G/" tahun berjumlah /:.0$ '0# orang)
". berhubungan seksual G"! tahun /"$ '"# orang)
0. perokok aktif dan atau pasif 2#./$ '//" orang)
2. berganti ganti pasangan /.00$ '0 orang)
. terdapat riwayat kanker di keluarga .:$ '/0 orang)
:. paritas I2 kali /0.0$ '0/ orang)
1. kontrasepsi hormonal Jtahun ":.:$ ':" orang)
#. ,MI J" "#.#$ ':1 orang)
@umlah wanita yang mempunyai minimal / faktor risiko kanker serviks sebanyak
#/,/$ '/#( orang)
• ?erdapat hasil " kasus I+. yang 'D) dari "00 perempuan yang melakukan
pemeriksaan I+..
6.& )ARAN
6.&.1. )aran -perasional
/. ,agi *uskesmas
• Melakukan penyuluhan terhadap kader-kader mengenai pemeriksaan I+. dan
manfaatnya untuk warga.
• Informasi mengenai kegiatan oleh kader harus lebih jelas disampaikan kepada
peserta, dan kader juga harus lebih aktif.
• *rogram I+. beserta penyuluhan dilakukan secara berkesinambungan
minimal tahun sekali dan menilai keberhasilan program tersebut dengan
menurunnya angka kejadian kanker serviks.
". ,agi *eserta
• %iberikan edukasi terhadap peserta mengenai pentingnya mengikuti
pemeriksaan I+. di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain sehingga dapat
mendeteksi dini penyakit kanker leher rahim.
• %iberikan edukasi dan penyuluhan kepada peserta yang memiliki faktor risiko
positif kanker serviks untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
• Melaksanakan pemeriksaan rutin I+. jika diadakan lagi di tahun-tahun
selanjutnya, sebagai pencegahan kanker serviks.
• Memberikan dukungan dan motivasi untuk peserta yang memiliki hasil I+.
'D) agar segera diterapi dengan krioterapi sebagai terapi dini.
0. ,agi Masyarakat
• Masyarakat dapat menambah pengetahuan tentang tes I+. beserta manfaatnya
untuk pencegahan dini kanker serviks.
• Salah satu cara untuk mencegah kanker serviks diperlukan peran serta
masyarakat sebagai komponen intervensi dengan cara mengikut-sertakan
program-program yang dianjurkan puskesmas.
6.&.&. )aran Bagi 'nstitusi$Peneliti Lain
*eneliti menyadari masih banyak kekurangan dalam melakukan penelitian ini,
tidak semua faktor dapat diteliti dan diukur dengan parameter yang tepat karena
keterbatasan waktu, dana dan tenaga. 5leh karena itu sangat diharapkan ada peneliti
lain yang berminat melanjutkan penelitian ini berupa penelitian lanjutan mengenai
deteksi I+. sebagai deteksi dini kanker serviks dan jumlah perempuan yang berisiko
untuk terkena kanker serviks.
DA,TAR PU)TA!A
/. 9iknjosastro &. Ilmu Kandungan. =d.". @akartaB *?.,ina *ustaka Surwono
*rawiroharjo. "!!(
". %irjen *elayanan Medik %epartemen Kesehatan -I, ,adan -egistrasi Kanker I.*I,
Aayasan Kanker Indonesia. Kanker di Indonesia tahun /((1, %ata histopatologik.
0. .ndrijono, Kanker 7eher rahim, %ivisi 5nkologi, %ep.5bstetri-6inekologi 4K<I."!!1
2. .EiE, M4. Masalah pada kanker serviks. 3ermin %unia Kedokteran, @akarta, "!!/B
/00>-1
. 9orld &ealth 5rganiEation. 3omprehensive 3ervical 3ancer 3ontrol. . 6uide to
=ssential *ractice. 6eneva B 9&5, "!!:.
:. *reventing cervical cancer in low-resources settings. 5utlook. +olume /#, number /,
September "!!!.
1. ,osch 4O, Manos MM, Munos 8, et al. *revalence of human papilloma virus in
cervical cancer B . worldwide prespective. International biological study on cervical
#. ,arEon et al.6uidelines of the Italian Society for +irology on &*+ testing and
vaccination for cervical cancer prevention. Infectious .gents and 3ancer "!!# 0B/2
doiB/!.//#.!. 7yon, I.-3, /(( 'I.-3 Scientific *ublication 8o. /"/)
(. Miller .,, 3ervical cancer screening programmes B managerial guidelines. 6eneva B
9&5 /(("
/!. Megevand =, %enny 7, %ehaeck K, Soeters -, ,loch ,. .cetic acid visualiEation of the
cerviN B an alternative to cytologic screening. 5bstet 6ynecol. /((:>##'0)B0#0-:.
//. ,urghardt =. &istopathology of cervical epithelium. In B ,urghardt =. 3olposcopy
cervical pathology. ?eNtbook and atlas. "nd revised and enlarged ed. Stutgart-8ew
Aork 6eorg ?hieme +erlag, /((/ B #-:!
/". :;/1!-(01#-0-/2cancer 'I,S33) Study group. @ 8atl 3ancer Inst /((>#1B1(:-#!".
/0. Saslow %, -unowicE 3%, Solomon %, Moscicki .,, Smith -., =yre &@, 3ohen 3,
.merican 3ancer SocietyB .merican 3ancer Society guidelines for the early detection
of cervical neoplasia and cancer. CA Cancer J Clin "!!", "B02"-0:". *ubMed .bstract
P *ublisher 4ull ?eNt
/2. 3oleman Met al, ?ime trends in cancer incidence, mortality, and prevalence worldwide,
version /
LAMP'RAN '
-R*AN')A)' PENEL'T'AN
/. *embimbing dari *uskesmas Kecamatan ,rangbiji B
dr. *utu *urnama
". *enyusun dan *elaksana *enelitian B
dr. Audistira *ratama
dr. 8ina Sania
dr. +ania Qamri
dr. +ira -ieEky Aanwika
dr. 9imba 3andrikaningrum
LAMP'RAN ''
!E*'ATAN PENEL'T'AN
Tahapan !egiatan 9aktu %alam Minggu
/ " 0 2 : 1 #
. Peren:anaan
/

5rientasi dan Identifikasi
Masalah
" *emilihan ?opik
0 *enelurusan kepustakaan
2 *embuatan *roposal
Konsultasi dengan pembimbing
: *embuatan Kuestionnaire
1 *resentasi *roposal
, Pelaksanaan
/ <jicoba Kuestionnaire
" *engumpulan data dan Survey
0 *engolahan data
2 .nalisis data
Konsultasi dengan *embimbing
3 Pelaporan Hasil
/ *enulisan laporan sementara
" %iskusi
0 *resentasi hasil laporan sementara
2 -evisi

*resentasi &asil akhir
*uskesmas
: *enulisan laporan akhir
LAMP'RAN '''
)URAT PERM-H-NAN MEN(AD' RE)P-NDEN
*=8=7I?I.8 M=86=8.I 4.K?5- -=SIK5 ?=-@.%I8A. K.8K=- 7=&=- -.&IM
%.7.M 9I7.A.& K=3.M.?.8 S<M,.9..
Aang bertanda tangan di bawah ini B
8ama B
<mur B
.lamat B
,ersedia dan mau berpartisipasi menjadi sampel penelitian yang akan dilakukan oleh dr.
Audistira *ratama, dr. 8ina Sania, dr. +ania Qamri, dr. +ira -ieEky Aanwika, dan dr. 9imba
3andrikaningrum.
%emikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Mengetahui,
-esponden
LAMP'RAN '+
!UE)'-NER PE)ERTA '+A
Catatan Me#is Deteksi Dini !anker Leher Rahim
Informasi *asien
8omer Klien B 8ama Suami B
8ama Klien B *erkawinan ke B
<mur B *asangan ke B
Suku bangsa B *ekerjaan Klien B
.gama B *ekerjaan Suami B
,erat ,adan B *endidikan ?erakhir B
?inggi ,adan B @umlah anak kandung B
.lamat B -?;-9B %esa;KelurahanB
,aktor Resiko 8Diisi oleh petugas pen#a"taran9
/. Menstruasi
a. <sia G /" tahun b. usia I /" tahun
". <sia pertama berhubungan seksual
a. <sia G "! tahun b. usia I "! tahun
0. Merokok atau terpapar asap rokok lebih dari / jam sehari
a. Aa b. ?idak
2. Sering berganti-ganti pasangan seksual
a. Aa b. ?idak
. -iwayat kanker di keluarga '@ika ya, sebutkan jenis kankernya)
a. Aa b. ?idak
:. Melahirkan normal
a. I 2 kali b. G 2 kali
1. Memakai K, hormonal 'pil atau suntik)
a. I tahun b. G tahun
#. 5besitas
a. ,MI I " kg;m
"
b. ,MI G " kg;m
"
LAMP'RAN +
PEN*!-DEAN )P))
+aria1el !o#e
Menstruasi 8tahun9
- G /" tahun
- I /" tahun
1
&
Usia 1erhu1ungan seksual
- G "! tahun
- I "! tahun
1
&
Rokok atau terpapar rokok
; ya
; ?idak
1
&
Berganti pasangan
; ya
; tidak

1
&
Ri<a%at kanker #i keluarga
; Aa
; ?idak
1
&
Melahirkan normal
; I 2 kali
; G 2 kali
1
&
!B Hormonal 8pil atau suntik9
; I tahun
; G tahun
1
&
-1esitas
; ,MI I " kg;m
"
; ,MI G " kg;m
"
1
&
LAMP'RAN +'
HA)'L PENEL'T'AN
Menarche < 12 tahun
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 38 16.3 16.3 16.3
tidak 195 83.7 83.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
Menarche G /" tahun
Berhubungan seksual < 20 tahun
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid !a 8 1.0 1.0 1.0
tidak 05 88.0 88.0 100.0
Total 33 100.0 100.0
,erhubungan seksual G "! tahun
Rokok atau terpapar rokok > 1jam
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 11 "8.1 "8.1 "8.1
tidak 11 51.9 51.9 100.0
Total 33 100.0 100.0
-okok atau terpapar rokok J / jam
Berganti Pasangan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 3 1.3 1.3 1.3
tidak 30 98.7 98.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
6anti pasangan
Riwayat kanker di keluarga
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 13 5.6 5.6 5.6
tidak 0 9"." 9"." 100.0
Total 33 100.0 100.0
-iwayat kanker di keluarga
Paritas > kali
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 31 13.3 13.3 13.3
tidak 0 86.7 86.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
*aritas I 2 kali
!ontrasepsi "ormonal
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 6 6.6 6.6 6.6
tidak 171 73." 73." 100.0
Total 33 100.0 100.0
Kontrasepsi &ormonal
#besitas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ya 67 8.8 8.8 8.8
tidak 166 71. 71. 100.0
Total 33 100.0 100.0
5besitas
Berisiko kanker
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid ri#iko kanker 189 81.1 81.1 81.1
tidak ri#iko kanker "" 18.9 18.9 100.0
Total 33 100.0 100.0
,erisiko kanker