Anda di halaman 1dari 65

PEMERIKSAAN FISIK

THORAX DASAR
A. TEMA
Pemeriksaan Fisik Umum Paru dan Jantung
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan instruksina! u"u"
Mampu melakukan pemeriksaan fisik paru dan jantung dasar
dengan benar.
#. Tujuan instruksina! k$usus
a. Mampu menjelaskan tujuan pemeriksaan fisik paru dan
jantung secara umum dengan benar.
b. Mampu melakukan pemeriksaan inspeksi paru dan jantung
secara umum dengan benar.
c. Mampu melakukan pemeriksaan fisik palpasi paru dan
jantung secara umum dengan benar
d. Mampu melakukan pemeriksaan perkusi paru dan jantung
secara umum dengan benar.
e. Mampu melakukan pemeriksaan auskultasi paru dan jantung
secara umum dengan benar.
%. ALAT DAN BAHAN
1. Bed Periksa
2. Meja dan kursi periksa
3. Stetoskop
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 1
D. SKENARIO
S&sak Na'as
Bu i!i "# ta$un% datang ke U&' (S )bdul Moeloek dengan kelu$an
sesak nafas. Sesak nafas tersebut dirasakan sejak pagi $ari dan
tidak bertamba$ berat saat berakti!itas. *afas berbun+i ,ngik- dan
reda sejenak saat menggunakan obat in$aler. . $ari sebelumn+a bu
i!i menderita batuk pilek +ang tidak diobati dengan tuntas karena
$an+a membeli obat di/arung. Sejak kecil bu i!i sering menderita
pen+akit +ang sama namun frekuensi kekambu$ann+a semakin
jarang seiring bertamba$n+a usia.
E. DASAR TEORI
1. JANTUN(
0etak topografi jantung adala$ 213 bagian jantung terletak di rongga
dada kiri dan 113 sisan+a terletak disebela$ kanan. 'i bagian ba/a$
berbatas langsung dengan diagfragma. Sisi kanan dibatasi ole$
atrium kanan sedangkan sisi kiri dibatasi sebagian besar !entrikel
kiri dan sisan+a ole$ atrium kiri. Batas antara atrium kiri dan !entrikel
kiri adala$ pinggang jantung. 'i bagian atas terdapat !ena ka!a
superior% aorta asendens% arteri pulmonalis dengan percabangan kiri
dan kanan.
'alam melakukan pemeriksaan fisis jantung diperlukan patokan
berupa garis2garis imaginer dan titik2titik tertentu.
a. &aris2garis patokan adala$ sebagai berikut 3
1. &aris mid sternal% +aitu garis !ertikal +ang ditarik mulai dari
pertenga$an supra sternal sampai processus 4+poideus.
2. &aris sternal adala$ garis !ertikal +ang melalui titik2titik batas
antara sternum dengan tulang ra/an iga dari atas ke ba/a$
dan didapatkan kiri dan kanan.
3. &aris midcla!icular !ertikal didapat kiri dan kanan. Mula2mula
diraba keseluru$an tulang cla!ikula. 5emudian ditentukan titik
tenga$n+a. 'ari titik tenga$ ini ditarik garis lurus ke caudal.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 2
Biasan+a pada pria normal garis midcla!ikula ini mele/ati
papila mammae.
". &aris parasternal adala$ garis paralel dengan garis
midcla!ikula +ang ditarik dari titik tenga$ antara garis
midcla!ikula dengan garis sternal.
.. &aris aksila anterior adala$ garis !ertikal +ang ditarik melalui
tepi lipatan ketiak anterior ke ara$ caudal.
6. &aris aksila posterior adala$ garis !ertikal +ang ditarik melalui
tepi ketiak posterior ke ara$ caudal.
#. &aris mid aksila adala$ garis !ertikal di tenga$ antara garis
aksila anterior dan garis aksila posterior 7puncak aksila8.
(a")ar. &aris2garis imaginer patokan pemeriksaan jantung
b. 9itik Patokan 3
1. )ngulus 0udo!ici adala$ perbatasan antara manubrium
sterni dan corpus sterni +ang diraba terasa menonjol. 9itik ini
merupakan perlengketan antara tulang iga :: dengan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 3
1 2 4 3 5/6 7
sternum. 9itik ini dipakai juga sebagai patokan dalam
mengukur !ena jugularis eksterna.
2. )rea apeks 3 terletak di sela iga sekitar 2 jari medial dari
garis midcla!ikula kiri. 9itik ini merupakan titik lokasi untuk
auskultasi katup mitral% karena bun+i jantung dari katup mitral
paling optimal terdengar di titik tersebut.
3. )rea trikuspid 3 terletak di sela iga :2 sternal kiiri dan sela
iga :2 sternal kanan. 9itik ini merupakan titik lokasi untuk
auskultasi katup trikuspid karena bun+i jantung trikuspidal
paling optimal terdengar di titik tersebut.
". )rea pulmonal terletak di sela iga :: sternal kiri merupakan
titik auskultasi optimal untuk mendengarkan bun+i jantung
katup pulmonal.
.. )rea aorta terletak di sela iga :: garis sternalis kanan
merupakan titik auskultasi optimal untuk bun+i jantung aorta.
#. PARU
Suara nafas ditimbulkan ole$ aliran udara +ang mengalir dalam
saluran napas +ang menimbulkan pusaran ; benturan aliran udara
pada saat menumbuk percabangan bronkus. Pusaran dan benturan
aliran udara tersebut akan meng$asilkan getaran suara +ang akan
di$antarkan melalui lumen bronkus ; dd bronkus. )l!eoli
merupakan selective transmitter +ang akan mena$an getaran
sampai frekuensi 1<<21.< c+cle1detik.Pada al!eoli sakit%
kemampuan selecti!e transmitter al!eoli akan menurun. =al ini akan
men+ebabkan frekuensi suara napas meningkat.
Suara napas dapat dikelompokkan menjadi3
1. Suara na*as +asar ,
a. esikuler
b. Bronko!esikuler
c. Bronkial
d. 9rakeal
#. Suara na*as ta")a$an
a. (onki basa$ 7$alus% sedang% kasar8
b. (onki kering
c. /$ee>ing
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 4
Suara *apas esikuler merupakan suara napas normal% biasan+a
ditemukan pada paru bagian ba/a$. Bun+i !esikuler merupakan
nada renda$% dan terdengar sepanjang fase inspirasi. Pada fase
ekspirasi% bun+i !esikuler terdengar lebi$ lema$% lebi$ pendek% dan
dengan nada lebi$ renda$ daripada fase inspirasi.
Suara *apas Bronko!esikuler merupakan suara nafas normal +ang
terdengar pada daera$ paru dekat bronkus. Sifat suaran+a diantara
suara napas !esikuler ; Bronkial. Pada fase inspirasi ; ekspirasi
suara ini terdengar jelas seluru$n+a dengan nada sedang.
Suara *apas Bronkial adala$ suara nafas normal +ang terdengar
diatas manubrium. Bun+i nafas ini terdengar di sepanjang fase
inspirasi dengan nada tinggi. Saat ekspirasi nada terdengar lebi$
tinggi% bun+i ini terdengar sepanjang fase ekspirasi% lebi$ keras% dan
lebi$ lama.
Suara *apas 9rakeal% normaln+a $an+a terdengar di daera$ 9rakea.
Suara ini terdengar sangat keras% nada tinggi% dengan kualitas
,distinct $ars$ $ollo/-. 5omponen inspirasi ; ekspirasi sama% ada
jeda diantaran+a.
Suara napas tamba$an +ang terdengar selalu pertanda patologis
karena suara ini tidak terdengar pada paru +ang se$at. Pada
pen+akit paru% dapat men+ebabkan kelainan3 peruba$an pada
bentuk dan ukuran toraks% distensibilitas1pergerakan pernapasan
dan sifat peng$antaran getaran
Suara dapat dibedakan karena adan+a perbedaan nada% intensitas
dan timbre. *ada ditentukan ole$ frekuensi dan panjang1lebarn+a
penampang tabung. Frekuensi +ang renda$ akan meng$asilkan
nada renda$ dan frekuensi tinggi akan meng$asilkan nada tinggi.
Panjang dan lebar penampang tabung mempengaru$i kualitas suara
+ang di$asilkan. Semakin pendek dan kecil penampang% maka nada
+ang di$asilkan akan semakin tinggi. :ntensitas suara dipengaru$i
energi dan frekuensi suara. :ntensitas suara akan beruba$ bila
melalui medium +ang berbeda% misaln+a% peruba$an medium suara
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 5
dari lumen bronkus ke dinding toraks. 9imbre adala$ sifat1kualitas
suara. 9imbre suara tergantung pada perbandingan relatif nada
dasar dengan o!ertone. Berdasarkan timbren+a% di paru dapat
dibedakan suara bernapas% berbicara dan berbisik.
Pada pemeriksaan 9$ora4 diterapkan urutan sebagai berikut 3
1. :nspeksi +aitu memper$atikan
2. Palpasi +aitu meraba
3. Perkusi +aitu mengetuk2ngetuk dinding dada
". )uskultasi +aitu mendengarkan bun+i2bun+i dari jantung dan
paru dengan menggunakan stetoskop.
Stetoskop mempun+ai dua jenis sisi pendengar% +aitu 3
• Membran untuk mendengarkan bun+i2bun+i dengan
frekuensi tinggi% seperti bun+i jantung : dan ::
• Bel untuk mendengarkan bun+i dengan frekuensi renda$%
misaln+a bun+i jantung :::.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 6
F. PROSEDUR
1. Pr'&sina!is"&
a8 Membina sambung rasa% sen+um% salam% sapa
b8 Menjelaskan tujuan pemeriksaan +ang akan dilakukan
c8 Mempersila$kan pasien untuk melepaskan pakaian atasn+a
7baju8. Mintala$ pasien untuk ditemani anggota keluargan+a
kalau k$a/atir 1 merasa tidak n+aman
 Mintala$ pasien melepas pakaian sampai pinggang untuk
menampilkan daera$ dada saat pemeriksaan. Untuk pasien
perempuan pakaian diposisikan untuk menutupi daera$
pa+udara. 7informed consent8
 Pemeriksaan dilakukan pada posisi sebela$ kanan pasien1
tempat tidur.
d8 ?uci 9angan @=A
#. (&n&ra! Ass&s"&nt
 Ins*&ksi1per$atikanla$ 3
o Bkspresi /aja$ pasien  tampak sesak1 tidak% nafas cuping
$idung% tampak capek% kelela$an% frekuensi nafas meningkat%
sesak% sianosis dan edema. Frekuensi pernafasan normal
pada orang de/asa saat istira$at 1"22< kali permenit.
o Bentuk ; ukuran toraks 7simetris1 tidak% normoc$est% barrel
c$est dan pigeon c$est1 pectus carinatum% pectus e4ca!atum8
o Pergerakan pernapasan 7simetris% sala$ satu bagian
tertinggal1 tidak8
o )dan+a kontraksi otot2otot pernafasan tamba$an.
-. Da+a Pst&rir
Meminta pasien duduk tegak diatas tempat tidur% rileks% tangan
men+ilang di depan dada men+entu$ ba$u kiri dan kanan serta
pemeriksa memposisikan diri di belakang pasien.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 7
 Ins*&ksi ,
o per$atikanla$ dinding dada posterior bentuk dan apaka$
ada kelainan% deformitas% asimetris% tanda penting seperti
adan+a massa ataupun tanda peradangan.
 Pa!*asi ,
o Berusa$a meng$angatkan tangan sebelum men+entu$
penderita
o Palpasi ada tidakn+a daera$ n+eri tekan di dinding dada
posterior
o *ilai adan+a kelainanC tumor% massa% daera$ peradangan
o *ilai simetrisitas dan ekspansi dada dengan cara letakkan
kedua tangan pada dada posterior dengan kedua ibu jari
bertemu di !ertebrae t$oracal ::% kemudian mintala$
pasien inspirasi maksimal diikuti dengan ekspirasi
maksimal. per$atikan perbedaan jarak antar kedua ibu jari
pemeriksa.
(a")ar. Palpasi untuk menilai ekspansi dinding dada
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 8
o Menilai fremitus taktil% dengan menempelkan telapak
tangan dan jari2jari tangan pada dinding dada kemudian
pasien disuru$ untuk mengucapkan kata2kata seperti ,tuju$
tuju$- atau ,Sembilan pulu$ Sembilan- dengan nada
sedang. Bandinkan getaran +ang timbul antara $emit$orak
kiri dan kanan secara simetris dengan cara men+ilangkan
tangan pemeriksa secara bergantian.
(a")ar. Palpasi menilai fremutis taktil 7kiri8. 0okasi pemeriksaan fremitus taktil 7kanan8
 P&rkusi
o Perkusila$ dinding dada posterior kiri dan kanan
o ?ara perkusi baik dan benar serta suara perkusi +ang
di$asilkan sesuai 7jangan melakukan perkusi pada daera$
scapula8% +aitu dengan cara3
=iperektensikan jari tenga$ tangan kiri 7disebut jari
fleksimeter8% tekan dengan lembut pada sendi
interp$alang distal permukaan +ang akan diperkusi.
=indari kontak permukaan dengan bagian lain dari
tangan% karena $al ini akan mengurangi !ibrasi% jari
2%"%dan . tidak men+entu$ dada.
Posisikan tangan kanan cukup dekat dengan
permukaan dengan jari tenga$ agak fleksi% lemaskan
dan siap untuk mengetuk.
'engan gerakan cepat tapi santai% pada sendi
pergelangan tangan% ketuk jari fleksimeter dengan
menggunakan ujung jari tenga$ tangan kanan. ketukan
dilakukan dengan cepat untuk meng$indari
pengurangan !ibrasi. ?ukup 2 kali ketukan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 9
D
(a")ar. ?ara Perkusi 9$oraks
=asil perkusi sebagai berikut3
suara nada /aktu densitas
pekak Etinggi E pendek padat
redup tinggi pendek Fpadat
sonor normal normal normal
$ipersonor renda$ panjang F udara
timpani Erenda$ Epanjang udara
 Ausku!tasi
o :dealn+a% auskultasi dilakukan dalam ruangan sun+i.
9erkadang suara +ang dapat mengganggu pemeriksaan ini
berasal dari gesekan stetoskop dengan
kulit1rambut1pakaian% kontraksi otot. Perlu ban+ak lati$an
agar kemampuan auskultasi menjadi $andal.
o )mbil dan Periksala$ stetoskop% gunakan bagian
diafragma
o Bagian telinga stetoskop diara$kan ke anterior atau sejajar
dengan ara$ kanal auditoris eksternal
o 0akukan auskultasi dengan meminta pasien inspirasi dan
ekspirasi.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 10
(a")ar. 0okasi auskultasi dada posterior.
o Pemeriksa membandingkan auskultasi kiri dan kanan dari
atas ke ba/a$.
.. Da+a Ant&rir
 Ins*&ksi
o Mintala$ pasien tetap duduk di tempat tidur dan pemeriksa
berada di depan pasien
o )mati ada tidakn+a kelainan bentuk dada% gerakan
pernafasan% pulsasi di area apeks jantung.
 Pa!*asi
o Posisikan penderita berbaring telentang 3< derajat dengan
mengele!asi ujung tempat tidur 7Mintala$ pasien berbaring
supine dengan kedua tangan sedikit abduksi% pastikan baju
menutupi daera$ pa+udara kanan untuk pemeriksaan
dinding dada kiri dan sebalikn+a secara bergantian untuk
pasien /anita8.
o Berusa$a meng$angatkan tangan sebelum men+entu$
penderita
o 0akukanla$ penilaian ekspansi dinding dada seperti
sebelumn+a
o 0etakkan jari 2 dan 3 pada le$er meraba pulsasi1 den+ut
arteri karotis untuk meli$at ejeksi !entrikel kiri
o &unakan ujung permukaan ba/a$ ujung jari anda untuk
meraba apeks jantung 79eraba sebagai pulsasi1 ictus
cordis +ang berukuran kira2kira setenga$ mata uang
logam 72 cm8 dan lokasin+a terletak 2 jari medial dari garis
midcla!ikula kiri8.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 11
(a")ar. ?ara Palpasi apeks Jantung
 P&rkusi
o 0akukan perkusi dinding dada depan kiri dan kanan
o 0akukan perkusi daera$ jantung. 'engan perkusi dapat
ditentukan batas2batas jantung% pinggang jantung dan
countur jantung.
o Batas Jantung 5anan.
 Mula2mula ditentukan lebi$ da$ulu titik tenga$ garis
midcla!ikula kanan% jari2jari tangan kanan diletakkan
sejajar dengan iga.
 5emudian dilakukan perkusi mulai dari titik tenga$
tadi% dari cranial ke ara$ caudal. Suara normal +ang
didapat adala$ bun+i sonor +ang berasal dari paru.
 Perkusi diteruskan sampai timbul suara redup%
biasan+a pada sela iga : kanan. Bun+i redup ini
berasal dari batas antara paru dan puncak $ati.
Puncak $ati ini ditutupi ole$ diagfragma dan masi$
ada jaringan paru di atas jaringan puncak $ati itu%
se$ingga terdapat gabungan antara masa padat dan
sedikit udara dari paru.
 Setela$ didapat titik batas sonor2redup% diukur dua jari
keara$ cranial.
 Pada titik +ang baru ini diletakkan kembali telapak
tangan dan jari2jarin+a diposisikan dengan ara$ jari
tegak lurus ter$adap iga.
 5emudian dilakukan perkusi ke ara$ medial untuk
mencari peruba$an suara dari sonor ke redup +ang
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 12
merupakan batas relatif kanan jantung dan normal
adala$ pada garis sternal kanan. 'ari titik batas ini
selanjutn+a dilakukan perkusi sampai mendapat suara
pekak% +ang merupakan batas absolut jantung kanan%
biasan+a pada garis midsternal.
o Batas Jantung 5iri
• Mula2mula ditentukan garis aksila anterior kiri.
5emudian jari tenga$ diletakan pada titik teratas garis
aksila anterior dengan ara$ jari sejajar dengan iga.
• Perkusi dari kranial ke kaudal untuk mencari
peruba$an bun+i dari sonor ke timpani +ang
merupakan batas paru dan lambung% biasan+a pada
sela iga ::: kiri.
• 'ari titik ini diukur dua jari ke ara$ kranial dengan
posisi jari kiri tegak lurus ter$adap iga% sampai timbul
peruba$an suara dari sonor ke redup% +ang
merupakan batas relatif jantung paru. Biasan+a
terletak pada 2 jari medial garis midcla!icular kiri.
• Perkusi diteruskan ke medial% sampai terjadi
peruba$an suara dari redup ke pekak +ang
merupakan batas absolut jantung kiri.
o Batas Jantung )tas
 9entukan garis sternal kiri lebi$ da$ulu. 'ari titik
teratas dilakukan perkusi dan ara$ sejajar iga ke ara$
kaudal% sampai terjadi peruba$an suara dari sonor ke
redup. *ormal adala$ sela iga :: kiri.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 13
(a")ar. Perkusi Jantung
 Ausku!tasi
o 9etapkan stetoskop erat2erat ke dinding dada% gunakan
diafragma
o )uskultasi dinding dada depan dengan meminta pasien
inspirasi dan ekspirasi setiap pemeriksaan pada " lokasi
suara napas dasar.
(a")ar. 0okasi auskultasi paru dada anterior.
o )uskultasi jantung bole$ mulai dari apeks atau basal.
&unakan sisi diafragma untuk mendengarkan bun+i
Jantung : dan :: 7sisi bel untuk mendengarkan bun+i
jantung frekuensi renda$% misaln+a bun+i jantung :::8. )da
beberapa posisi untuk auskultasi jantung% +aitu3
1. 9elentang
2. 'ekubitus lateral kiri
3. 'uduk tegak lurus
". 'uduk membungkuk ke depan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 14
.
(a")ar. Posisi auskultasi jantung
o 0okasi titik pemeriksaan auskultasi jantung adala$ 3
 )peks untuk mendengarkan bun+i jantung +ang
berasal dari katup mitral
 Sella iga :2 sternal kiri dan sela iga :2 kanan
untuk mendengarkan bun+i jantung +ang bersal dari
katup trikuspidal.
 Sela iga :: kiri untuk mendengarkan bun+i jantung
+ang berasal dari katup pulmonal.
 Sela iga :: kanan untuk mendengarkan bun+i +ang
berasal dari katup aorta.
 9entukan bun+i jantung% fase% irama dan frekuensin+a.
Bun+i jantung normal terdiri atas bun+i jantung : dan bun+i
jantung ::. Untuk menentukan +ang mana bun+i jantung :
adala$ dengan cara
1. (aba arteri radialis atau arteri karotis atau iktus
kordis% dimana bun+i jantung : sinkron dengan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 15
den+ut nadi arteri2arteri tersebut atau dengan den+ut
iktus kordis.
2. Fase antara bun+i jantung : dan bun+i jantung ::
disebut fase sistolik% sedangkan fase antara bun+i
jantung :: dan bun+i jantung : disebut fase diatolik.
Fase sistolik lebi$ pendek dari pada fase diastolic.
3. :rama Jantung% normaln+a adala$ reguler% dengan
den+ut jantung berkisar antara 6<21<< menit.
(a")ar. 'aera$ auskultasi jantung
(. DAFTAR PUSTAKA
1. &u+ton and =all% 1GG6 % Fisiologi 5edokteran% edisi G%%B&?%
2. =arrison% 2<<.% Principles of Internal Medicine% edisi 16%Mc&ra/
H =ill% Part 1"%2<6# H 2231
3. Setio$adi% B.% :. Subekti. 2<<6. Buku )jar Pen+akit 'alam. Pusat
Penerbitan 'epartemen :P' F5 U:. Jakarta
". Snell%(ic$ard S% 2<<6% )natomi 5linik Untuk Ma$asis/a
5edokteran% edisi 6% B&?% Jakarta.
.. S/art>3 9e4tbook of P$+sical 'iagnosis. =istor+ and
B4amination. .e H ///.studentconsult.com dido/nload dari
$ttp311///.studentconsult.com1content1default.cfmI
:SB*J1"16<<3<#K;:'JS1
6. S>ilag+% P&. 2<<2 % Bate's guide to physical examination%
Mc&ra/ H =ill % ?$apter .3 1..22<L
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 16
%EKLIST KETERAMPILAN PEMERIKSAAN FISIK
THORAX DASAR
N As*&k
Ni!ai F&&+)a/k
0 1 #
INTERPERSONAL
1 Membina sambung rasa
Sen+um% Salam% Sapa memperkenalkan diri
2 Jelaskan tujuan pemeriksaan
3 Mempersila$kan pasien untuk melepaskan pakaian
atasn+a 7baju8. Mintala$ pasien untuk ditemani anggota
keluargan+a kalau k$a/atir 1 merasa tidak n+aman
" ?uci tangan @=A
%ONTENT
. &eneral assessment 7laporkan $asil :nspeksi8
P&"&riksaan Da+a Pst&rir
6 Meminta pasien duduk tegak diatas tempat tidur% rileks
dan memposisikan diri di belakang pasien
# :nspeksi dinding dada posterior 7laporkan $asil8
L Berusa$a meng$angatkan tangan sebelum men+entu$
penderita
G Palpasi dinding dada posterior 7daera$ n+eri tekan atau
adan+a kelainan8
1< 0akukan palpasi ekspansi dinding dada
11 Mintala$ pasien inspirasi dan ekspirasi
12 Perkusi dinding dada belakang% dengan cara perkusi3
 =iperektensikan jari tenga$ tangan kiri 7disebut jari
fleksimeter8 % tekan dengan lembut pada sendi
interp$alang distal permukaan +ang akan
diperkusi.
13
 =indari kontak permukaan dengan bagian lain dari
tangan% karena $al ini akan mengurangi !ibrasi% jari
2%"%dan . tidak men+entu$ dada.
1"
 Posisikan tangan kanan cukup dekat dengan
permukaan dengan jari tenga$ agak fleksi%
lemaskan dan siap untuk mengetuk.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 17
1.
 'engan gerakan cepat tapi santai% pada sendi
pergelangan tangan% ketuk jari fleksimeter dengan
menggunakan ujung jari tenga$ tangan kanan.
ketukan dilakukan dengan cepat untuk
meng$indari pengurangan fibrasi
16 )mbil dan periksa stetoskop% gunakan bagian diafragma%
lakukan auskultasi.
1# Minta pasien inspirasi dan ekspirasi setiap titik
pemeriksaan
P&"&riksaan Da+a Ant&rir
1L Pinda$la$ ke posisi ber$adapan dengan pasien
1G 0akukan inspeksi dada depan
2< Mintala$ pasien berbaring telentang ele!asi 3< derajat
21 Berusa$a meng$angatkan tangan sebelum men+entu$
penderita
22 0akukan penilaian ekspansi dada seperti sebelumn+a
23 Minta pasien inspirasi dan ekspirasi
2" (aba apeks jantung dengan menggunakan ujung
permukaan ba/a$ ujung jari% tentukan ukuran dan
lokasin+a.
2. 0akukan perkusi dinding dada depan
26 0akukan perkusi daera$ jantung
9entukan batas jantung kanan
 Mula2mula ditentukan lebi$ da$ulu titik tenga$ garis
midcla!ikula kanan% jari2jari tangan kanan diletakkan
sejajar dengan iga.
2#
 5emudian dilakukan perkusi mulai dari titik tenga$
tadi% dari cranial ke ara$ caudal. 7Suara normal +ang
didapat adala$ bun+i sonor +ang berasal dari paru8.
2L
 Perkusi diteruskan sampai timbul suara redup%
biasan+a pada sela iga : kanan.
2G
 Setela$ didapat titik batas sonor2redup% diukur dua
jari keara$ cranial.
3<
 Pada titik +ang baru ini diletakkan kembali telapak
tangan dan jari2jarin+a diposisikan dengan ara$ jari
tegak lurus ter$adap iga.
31
 Pada titik +ang baru ini diletakkan kembali telapak
tangan dan jari2jarin+a diposisikan dengan ara$ jari
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 18
tegak lurus ter$adap iga.
32
 5emudian dilakukan perkusi ke ara$ medial untuk
mencari peruba$an suara dari sonor ke redup +ang
merupakan batas relatif kanan jantung dan normal
adala$ pada garis sternal kanan.
33
 'ari titik batas ini selanjutn+a dilakukan perkusi
sampai mendapat suara pekak% +ang merupakan
batas absolut jantung kanan% biasan+a pada garis
midsternal.
3" 9entukan batas jantung kiri
 Mula2mula ditentukan garis aksila anterior kiri.
5emudian jari tenga$ diletakan pada titik teratas
garis aksila anterior dengan ara$ jari sejajar dengan
iga.
3.
 Perkusi dari kranial ke kaudal untuk mencari
peruba$an bun+i dari sonor ke timpani +ang
merupakan batas paru dan lambung% biasan+a pada
sela iga ::: kiri.
36
 'ari titik ini diukur dua jari ke ara$ kranial dengan
posisi jari kiri tegak lurus ter$adap iga% sampai
timbul peruba$an suara dari sonor ke redup% +ang
merupakan batas relatif jantung paru. Biasan+a
terletak pada 2 jari medial garis midcla!icular kiri
3#
 Perkusi diteruskan ke medial% sampai terjadi
peruba$an suara dari redup ke pekak +ang
merupakan batas absolut jantung kiri.
3L 9entukan batas jantung atas
 9entukan garis sternal kiri lebi$ da$ulu.
3G
 'ari titik teratas dilakukan perkusi dan ara$ sejajar
iga ke ara$ kaudal% sampai terjadi peruba$an suara
dari sonor ke redup. *ormal adala$ sela iga :: kiri.
"< 0akukan auskultasi dinding dada depan sesuai " lokasi
suara napas dasar3
Suara napas trakeal
"1 Suara napas bronkial
"2 Suara napas bronko!esikuler
"3 Suara napas !esikuler
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 19
"" Mintala$ pasien inspirasi dan ekspirasi di setiap titik
pemeriksaan
". 'engarkanla$ suara nafas di setiap titik pemeriksaan
"6 &unakan sisi bel untuk mendengarkan bun+i Jantung :
dan :: 7&unakan sisi diagfragma untuk mendengarkan
bun+i jantung frekuensi renda$% misaln+a bun+i jantung
:::8.
Lkasi titik *&"&riksaan ausku!tasi
"# )peks untuk mendengarkan bun+i jantung +ang berasal
dari katup mitral
"L Sella iga :2 sternal kiri dan sela iga :2 kanan untuk
mendengarkan bun+i jantung +ang bersal dari katup
trikuspidal.
"G Sela iga :: linea parasternal kiri untuk mendengarkan
bun+i jantung +ang berasal dari katup pulmonal.
.< Sela iga :: linea parasternal kanan untuk mendengarkan
bun+i +ang berasal dari katup aorta.
PROFESIONALISME
.1 Melakukan dengan penu$ perca+a diri
.2 Melakukan dengan kesala$an minimal
.3 ?uci tangan @=A
TOTAL
Nilai = ------------- x 100% = ……………
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 20
PEMERIKSAAN FISIK
ABDOMEN DASAR
A. TEMA
Pemeriksaan fisik regio abdomen 3 inspeksi% auskultasi% perkusi%
palpasi
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Instruksina! U"u",
Ma$asis/a mampu melakukan pemeriksaan fisik abdomen
secara umum meliputi inspeksi% auskultasi% perkusi dan palpasi
#. Tujuan Instruksina! K$usus,
a. Ma$asis/a mampu melakukan pengamatan dan meli$at
langsung keadaan regio abdomen +ang tampak dari luar
b. Ma$asis/a mampu melakukan auskultasi dengan alat
stetoskop pada regio abdomen dengan benar
c. Ma$asis/a mampu melakukan perkusi pada regio abomen
dengan benar
d. Ma$asis/a mampu melakukan palpasi regular pada regio
abdomen dengan benar
e. Ma$asis/a mampu melakukan palpasi mendalam pada regio
abdomen dengan benar
%. ALAT DAN BAHAN
1. 9empat tidur
2. Meja dan kursi periksa
3. Stetoskop
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 21
D. SKENARIO
PERUT KEMBUN(
Perempuan usia 23 ta$un diba/a kepada anda dengan kelu$an
n+eri ulu $ati disertai perut kembung% mual% disertai sulit buang air
besar. 5elu$an disertai pusing dan demam sejak " $ari +ang lalu.
Pasien tidak mau makan dan $an+a mau minum saja sedikit2sedikit.
)nda menduga pasien ini terserang pen+akit tifoid.
E. DASAR TEORI
Pemeriksaan abdomen pertama kali dilakukan dengan membagi
abdomen menjadi G bagian% +aitu $ipokondrium dekstra%
epigastrium% $ipokondrium sinistra% lumbal dekstra% umbilikalis%
lumbal sinistra% iliaka dekstra% $ipogastium% iliaka sinistra.
(a")ar. regio abdomen
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 22
0etak organ !isera abdomen
1. (egio $ipokondrium dekstra 3 =epar lobus dekstra
2. (egio epigastrium 3 $epar lobus sinistra% gaster pars pilorus%
duodenum pars superior% !esika felea% colon trans!ersum%
3. (egio $ipokondrium sinistra 3 gaster pars kardia% fundus dan
korpus% lien
". (egio lumbal dekstra 3 ren dekstra%colon ascendens
.. (egio umbilikalis 3 duodenum pars inferior% jejunum
6. (egio lumbal sinistra 3 ren sinistra% colon descendens
#. (egio iliaka dekstra 3 colon ascendens% caecum% apendiks
L. (egio $ipogastrika 1 suprapubik 3 ileum% colon sigmoid%
!esika urinaria
G. (egion iliaka sinistra 3 ileum% colon descendens
Untuk kepentingan medis dan praktis pemeriksaan abdomen
dapat dibagi menjadi " regio. (egion tersebut adala$ kanan atas%
kiri atas% kanan ba/a$ dan kiri ba/a$.
(a")ar. " regio abdomen
Pasien dalam keadaan berbaring telentang. 5edua tangan
sebaikn+a $angat% menggunakan diafragma stetoskop +ang
$angat% penca$a+aan +ang baik dan mengeta$ui pemaparan
dinding abdomen. Pemeriksaan dilakukan dari sisi kanan pasien.
Mulaila$ melakukan pemeriksaan abdomen dengan cara
inspeksi% diikuti ole$ auskultasi% perkusi dan terak$ir palpasi.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 23
Petunjuk permukaan +ang !ital meliputi tepi cota% processus
4ip$oideus% dan crista iliaca. 9itik tertinggi crista iliaca terletak
pada tingkat !ertebra lumbalis ke "% 22L cm sebela$ kaudal ujung
costa ke 12. Mang juga merupakan kunci adala$ 7a8 Spina iliaca
anterior superior 7S:)S8% 7b8 crista pubica menetapkan inferior
tepi tulang abdomen dan tuberculum pubica menetapkan inferior
tepi tulang pel!is. 0igamentum inguinal membagi abdomen dari
pangkal pa$a.
9itik kunci anatomi !isceral adala$3
• 9epi atas $epar terletak diba/a$ costa #211 pada kuadran
kanan atas% menikung ke garis tenga$% dan berlanjut ke titik
dekat puting kiri. 9epi ba/a$ $epar +ang tajam mengikuti
tepi costa kiri dan berak$ir pada pilorus gastrica.
• 5andung empedu terletak tepi lateral rectus abdominis di
ba/a$ tepi costa.
• Pankreas terletak profunda dalam retroperitoneum di
belakang gaster dalam kuadran kiri atas. Ba$kan kalau
pankreas membesar% pankreas tidak dapat dipalpasi.
• &aster terletak profunda pada kuadran kiri atas
• 0impa terletak di ba/a$ rongga costa kiri +ang paralel
ter$adap costa ke G211. 0impa tidak dapat dipalpasi pada
orang de/asa. 0impa dapat dipalpasi jika membesar sampai
ukuran tiga kali.
• Bifurkasio aorta pada tingkat umbilcus. Bifurkasio aorta
terletak $ampir anterior ter$adap !ertebra dan sedikit kiri
!ertebra
• Polus ba/a$ setiap ginjal terletak tepat di atas bidang
transumbilikus.
• 5andung kemi$% kalau sangat penu$% mungkin pro+eksi dari
belakang simfisis pubis dan menjadi dapat dipalpasi melalui
dinding abdomen.
Ins*&ksi
Untuk mencari gangguan abdomen +ang regional atau
men+eluru$ dengan memper$atikan kontur% pergerakan dan kulit.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 24
Menilai umbilikus untuk protuberansia. 5ulit abdomen diperiksa
untuk mengeta$ui ada tidakn+a jaringan parut karena
pembeda$an. Pada pasien +ang kurus% dapat dili$at epigastrik
atau periumbilikal +ang ditransmisikan pulsasi aorta.
Abser!asi untuk mengeta$ui ada tidakn+a pergerakan peristaltik
dan peningkatan peristaltik +ang sedikit redup 7karena inspirasi8
+ang normal% serta tinggin+a dinding abdomen. 5ontur +ang
ekstrem adala$ distensi +ang menonjol dan abdomen +ang
skafoid atau abdomen +ang cekung. Umbilikus menonjol
memberi kesan tekanan intra2abdominal +ang meningkat%
misaln+a akibat asites.
Ausku!tasi
Untuk menentukan adan+a bun+i +ang normal dan abnormal
akibat motilitas intensitas% aliran !askular% dan pergerakan
respirasi peritoneal. Bising usus biasan+a dengan muda$ dinilai
sebagai bun+i mendeguk +ang intermiten. 9erdapat rentang
normalitas +ang luas dalam bising usus +ang berlebi$2lebi$an.
5alau tidak ada bising usus +ang terdengar selama 1 menit
penu$ memberi kesimpulan adan+a ileus.
P&rkusi
'ilakukan untuk menentukan posisi dan ukuran !isera +ang
padat dan !isera +ang berongga dan menilai massa. 'alam
melakukan skrining% perkusi terutama digunakan untuk
memperli$atkan garis bentuk $epar dan resonan% !isera
berongga +ang mengandung gas +ang mengisi abdomen.

Pa!*asi
Palpasi ringan bertujuan menilai struktur dan n+eri tekan +ang
dekat pada permukaan.
9eknik 3
Sebua$ jari tangan ditekan ke dalam depresi umbilikal biasan+a
akan menemui resistensi fasial% +ang menunjukkan fasia +ang
mendasari utu$. Palpasi ringan tidak men+enangkan karena
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 25
muda$ geli. Palpasi +ang dalam dengan tekanan +ang kuat dan
konstan ditoleransi lebi$ baik. Massa subkutan +ang tidak
berba$a+a seperti lipoma ditemukan melalui palpasi ringan.
(asa geli dapat merupakan psikologis asaln+a /alaupun
in!olunterC n+eri tekan jau$ lebi$ sering karena organik. 9epi
$epar +ang dapat dipalpasi lebi$ dari 2 cm di ba/a$ tepi costa
kanan% tanpa adan+a $iperinflasi paru% memberi kesan
$epatomegali.
Palpasi regular 7lebi$ dalam8 bertujuan menemukan informasi
mengenai ukuran organ serta adan+a dan karakter kelainan%
+ang termasuk massa. 9emuan +ang tidak berba$a+a melalui
palpasi abdomen +ang regular ban+ak dijumpai. 5onsistensi
abdomen +ang normal adala$ lunakC usus +ang mobil
memberikan jalan untuk melakukan pendorongan +ang dalam.
Pasien mungkin mengalami perasaan +ang tidak n+aman pada
palpasi epigastrium dan kuadran kiri ba/a$ +ang dalam% tetapi
biasan+a terdapat n+eri +ang tidak tajam dan terlokalisir +ang
diperole$ melalui manu!er ini.
=epar +ang normal sering tidak dapat dipalpasi. 9epi $epar +ang
normal tidak akan lebi$ luas dari 2 cm di ba/a$ tepi kosta kanan.
5alau dapat dipalpasi% tepi $epar adala$ n+ata% licin% lunak
sampai agak keras% dan n+eri tekan +ang minimal. 0impa +ang
normal adala$ tidak dapat dipalpasi pada orang de/asa. &injal
+ang normal jarang dapat diraba. Polus ba/a$ ginjal +ang
normal dapat memberikan ujung +ang keras dan bundar pada
palpasi dalam pada panggul% terutama kalau ginjal adala$ ptotik.

F. PROSEDUR
1. Int&r*&rsna!
a. Membina sambung rasa 7salam% sen+um% sapa
memperkenalkan diri8
b. Menjelaskan tujuan pemeriksaan
c. Memberikan instruksi penderita untuk berbaring dan
membebaskan daera$ +ang akan diperiksa dari pakaian
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 26
d. Pemeriksa menempatkan diri di sebela$ kanan tempat tidur
pasien
e. ?uci tangan @=A

#. Ins*&ksi
a. Per$atikan kesan umum dari penderita bagaimana bentuk
abdomenn+a
b. Per$atikan /arna kulit dan adaka$ kelainan berupa tonjolan%
umbilikus menonjol1tidak% luka atau ciri2ciri lain
c. ?atat segala sesuatu +ang anda dapatkan dengan cermat
-. Ausku!tasi
a. Mendengarkan suara selama 1< detik pada suatu tempat di atas
letak intestinum ; colon
b. Melaporkan $asil pemeriksaan auskultasi3 adan+a suara
peristaltik% kemudian catat frekuensi bising usus
.. P&rkusi
a. 0akukan prosedur perkusi +ang benar 7ingat pemeriksaan dasar
t$ora48
b. Melaporkan $asil pemeriksaan abdomen 3 timpani% pekak $epar
1. Pa!*asi
a. Berusa$a meng$angatkan tangan sebelum men+entu$ penderita
b. Berita$u pasien ba$/a mungkin palpasi ringan tidak
men+enangkan karena muda$ geli
c. Mula2mula lakukan palpasi ringan tanpa tekanan dengan jari
tangan pada masing2masing kuadran
d. Selanjutn+a memberita$u penderita untuk memeriksa kedalaman
abdomen. 5alau pasien merasa tegang selama palpasi ringan%
suru$ pasien untuk sedikit memfleksikan panggul dari lututn+aC
$al ini mempermuda$ relaksasi muskulatur abdomen.
e. Mulaila$ dengan sentu$an +ang $ampir cukup kuat untuk
menanggulangi sensiti!itas kulit. &unakan permukaan telapak
tangan dengan jari2jari tangan +ang berdekatan dari sala$ satu
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 27
atau kedua tangan% mulaila$ dari kuadran ke kuadran. 9ekan ke
ba/a$ 12" cm.
f. 0akukan penilaian ter$adap n+eri tekan% massa superficial% dan
$ipestesia dan atau disestesia. Per$atikan /aja$ pasien selama
palpasiC ban+ak orang +ang tidak mengatakan n+eri
memperli$atkan rasa tidak n+aman melalui peruba$an /aja$.
Palpasi n+eri sering menstimulasi buka mata +ang lebar +ang
mengekspresikan pena$anan ter$adap n+eri.
g. Melaporkan $asil pemeriksaan palpasi ter$adap n+eri tekan atau
adan+a massa
(a")ar. Palpasi ringan dan palpasi reguler abdomen
(. DAFTAR PUSTAKA
1. =arrison% 2<<.% Principles of Internal Medicine% edisi 16%Mc&ra/
H =ill% Part 1"
2. &u+ton and =all% 1GG6 , Fisiologi Kedokteran, edisi 9. B&?.
Jakarta
3. Setio$adi% B.% :. Subekti. 2<<6. Buku )jar Pen+akit 'alam. Pusat
Penerbitan 'epartemen :P' F5 U:. Jakarta
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 28
". Snell% (. 2<<6. natomi Klinik !ntuk Mahasis"a Kedokteran
edisi #$ B&?. Jakarta.
.. S/art>% B. 9e4tbook of P$+sical 'iagnosis. =istor+ and
B4amination. .e H ///.studentconsult.com dido/nload dari
$ttp311///.studentconsult.com1content1default.cfmI
:SB*J1"16<<3<#K;:'JS1
6. S>ilag+% Peter &. , 2<<2 % Bate's guide to physical examination%
Mc&ra/ H =ill % ?$apter ..
#. @idjaja% =% 2<<G. natomi a%domen. B&?. Jakarta.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 29
%EKLIST KETERAMPILAN PEMERIKSAAN FISIK
ABDOMEN DASAR
N As*&k Ni!ai F&&+)a/k
0 1 #
INTERPERSONAL
1 Membina sambung rasa
Salam% sen+um% sapa memperkenalkan
diri.
2 Menjelaskan tujuan pemeriksaan.
3 Memberikan instruksi penderita untuk
berbaring dan membebaskan daera$
+ang akan diperiksa dari pakaian.
" ?uci tangan @=A
%ONTENT
. Pemeriksa menempatkan diri di sebela$
kanan tempat tidur pasien
Ins*&ksi
6 Per$atikan kesan umum dari penderita
bagaimana bentuk abdomenn+a
# Per$atikan /arna kulit dan adaka$
kelainan berupa tonjolan% luka atau ciri2
ciri lain
L ?atat segala sesuatu +ang anda
dapatkan dengan cermat
Ausku!tasi
G Mempersiapkan stetoskop dengan
membuka sala$ satu corongn+a sesuai
tempat auskultasi
1< Mendengarkan suara selama 1< detik
pada suatu tempat di atas letak
intestinum ; colon
11 Melaporkan $asil pemeriksaan
auskultasi3 adan+a suara peristaltik
P&rkusi
12 Menekan interp$alan4 jari ke 3 tangan kiri
ke permukaan badan +ang diperiksa
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 30
tanpa ada bagian tangan lain menekan
permukaan tersebut
13 Mengetuk dengan jari tenga$ tangan
kanan
1" Jari tenga$ tangan kanan tegak lurus
pada jari tenga$ tangan kiri
1. Sikap tangan kanan rileks% gerakan pada
pergelangan tangan
16 Melaporkan $asil pemeriksaan
abdomen 3 timpani
Pa!*asi
1# Berusa$a meng$angatkan tangan
sebelum men+entu$ penderita
1L Mula2mula lakukan palpasi ringan tanpa
tekanan dengan jari tangan pada masing2
masing kuadran
1G Selanjutn+a memberita$u penderita
untuk memeriksa kedalaman abdomen
2< Menggunakan permukaan telapak tangan
dengan jari2jari tangan +ang berdekatan
dari sala$ satu atau kedua tangan
21 Mulaila$ dari kuadran ke kuadran sambil
menekan ke ba/a$ 12" cm
22 Melaporkan $asil pemeriksaan palpasi
ter$adap n+eri tekan atau adan+a massa
PROFESIONALISME
23 Melakukan dengan penu$ perca+a diri%
minimal error
2" ?uci tangan @=A
TOTAL
Nilai = ------------- x 100% = ……………
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 31
PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL
A. TEMA
Pemeriksaan saraf kranial
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Ma$asis/a mengeta$ui 12 pasang saraf kranial serta mampu
menjelaskan fungsi masing2masing.
2. Ma$asis/a mampu melakukan penilaian fungsi 12 pasang saraf
kranil
N

J&nis K"*&t&nsi
L&2&!
K"*&t&nsi
1 assessment of sense of smell 1 2 3 .
2 inspection of /idt$ of palpebral cleft 1 2 3 .
3 inspection of pupils 7si>e and s$ape8 1 2 3 .
" pupillar+ reaction to lig$t 1 2 3 .
. pupillar+ reaction of close objects 1 2 - "
6 assessment of e4tra2ocular mo!ements 1 2 - "
# assessment of diplopia 1 2 - "
L assessment of n+stagmus 1 2 - "
G corneal refle4 1 2 - "
1< assessment of !isual fields 1 2 - "
11 test !isual acuit+ 1 2 - "
12 fundoscop+ assessment of pupil 1 2 - 3
13 assessment of facial s+mmetr+ 1 2 - .
1"
assessment of strengt$ of temporal and
masseter muscles
1 2 - .
1. assessment of facial sensation 1 2 - .
16 assessment of facial mo!ements 1 2 - .
1# assessment of taste 1 2 - "
1L assessment of $earing 7laterali>ation% air and 1 2 - "
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 32
bone conduction8
1G assessment of s/allo/ing 1 2 - "
2< inspection of palate 1 2 - "
21 test gag refle4 1 2 - "
22
assessment of sternokleidomastoid and
trape>ius muscles
1 2 - "
23 tongue% inspection at rest 1 2 - .
2"
tongue% inspection and assessment of motor
s+stem 7e.g. sticking out8
1 2 - .
&'um%er ( 'tandar Kompetensi )okter &'K)I*, +,,#*
%. ALAT DAN BAHAN
1. Meja dan kursi tempat pemeriksaan
2. 5apas
3. Snellen chart
-$ .arpu tala /0+ 12
.. Pin1jarum
6. Palu reflek
#. Pipet
3$ Pen light
G. ?airan gula% garam% cuka% dan kina1kopi
1<. 5opi% te$% dan tembakau
11. Aft$almoskop
D. SKENARIO
Seorang laki2laki usia "# ta$un% datang diantar ke U&' ole$
keluargan+a dengan kelu$an lemas seluru$ badan +g dirasa
mendadak setela$ berakti!itas se$arian. 5elema$an anggota tubu$
dirasa mulai dari anggota gerak bagian ba/a$ menjalar keatas.
(i/a+at pen+akit dara$ tinggi disangkal. 0akukan pemeriksaan
fungsi saraf cranial pada pasien 7simulasi8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 33
E. DASAR TEORI
Secara anatomi sistem saraf pada manusia terbagi dua% +aitu sistem
saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari
otak dan medulla spinalis% sedangkan sistem saraf perifer terdiri dari
saraf kranial dan saraf perifer.
Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan fungsi intelektual +ang
lebi$ tinggi 7termasuk tingkat kesadaran8% saraf2saraf kranial% refleks%
fungsi motorik% fungsi sensoris% dan fungsi serebelum.
'ari beberapa pemeriksaan neurologis +ang akan dipelajari dalam
blok ini adala$ penilaian 12 fungsi saraf kranial
P&ni!aian Fun3si Sara' Krania! 4Sara' Otak5
Saraf kranial merupakan saraf k$usus +ang keluar dari tengkorak
7cranium8% dan terdiri dari 12 pasang. Beberapa saraf kranial memiliki
fungsi sensoris dan motoris umum% sementara +ang lain memiliki
fungsi k$usus seperti untuk penciuman% pengli$atan maupun
pendengaran. 0okasi dan fungsi dari saraf2saraf kranial tersebut
dapat dili$at pada gambar 1 dan tabel 1 di ba/a$ ini3
&ambar Bagian inferior dari otak dan saraf kranial
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 34
Ta)&! 1. Sara'6sara' krania! +an 'un3sin7a
NO NAMA FUN(SI
I Alfaktorius Penciuman
II Aptikus Pengli$atan
III Akulomotorius 5onstriksi pupil% membuka mata%
pergerakan sebagian besar otot
ekstraokuler
I8 9rok$learis Pergerakan bola mata ke atas dan ke
ba/a$
8 9rigeminus Motorik3 Pergerakan otot temporal dan
masseter% dan pergerakan ra$ang ke lateral
Sensoris3 Sensasi /aja$% 718 *.
Ap$talmikus% 728 *. Maksilaris% 738 *.
Mandibularis
8I )bdusens 'e!iasi lateral mata
8II Fasialis Motorik3 pergerakan /aja$ 7ekspresi%
menutup mata% menutup mulut8
Sensoris3 Sensasi rasa asin% manis% asam%
pa$it8
8III )kustikus
7!estibulokoklearis8
Mendengar 7bagian koklea8% keseimbangan
7bagian !estibularis8
IX &lossofaringeus Motorik3 Faring
Sensoris3 bagian posterior dari membran
timfani dan kanalis auditorius% faring% dan
posterior dari lida$% termasuk sensasi rasa.
X agus Motorik3 palatum% faring dan laring
Sensoris3 faring% laring
XI )ssesorius Motorik3 Sternocleidomastoid dan bagian
atas dari trape>ius
XII =ipoglossus Motorik3 lida$
Saraf2saraf kranial tidak diperiksa secara rutin kecuali kalau ada dugaan
kuat ba$/a pasien menderita gangguan sistem saraf. Untuk mengeta$ui
gangguan pada suatu saraf kranial 7sesuai urutan8% dapat dilakukan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 35
beberapa pemeriksaan sebagai berikut3
Ta)&! #. Sara'6sara' krania! +an *&"&riksaann7a
SARAF KRANIAL PEMERIKSAAN
I Penciuman
II 2 5etajaman pengli$atan 7kartu Snellen8
2 0apangan pandang
2 Fundus okuli
III9 I89 8I 2 (eaksi pupil 7langsung dan tidak langsung8
2 Pergerakan otot ekstraokuler
8 2 Sensasi /aja$ di 3 daera$ sensoris
2 Menggigit dan menggerakkan ra$ang ke sisi
berla/anan% palpasi otot masseter dan temporal
2 (eflek Sentakan (a$ang
2 (efleks kornea
8II 2 Pergerakan /aja$ 7mengerutkan da$i%
tersen+um% memperli$atkan gigi% mengangkat
alis8
2 Sensoris lida$ 213 anterior
8III 2 9es @eber dan (inne
IX Sensoris lida$ 113 posterior
X Pemeriksaan reflek munta$ 7gag refleks8 dan arkus
faring
89 8II9 X9 XII Suara dan ucapan
XI Atot sternokleidomastoid
Atot 9rape>ius
XII &erakan lida$
F. PROSEDUR
1. Int&r*&rsna!
a. Membina sambung rasa 7salam% sen+um% sapa memperkenalkan
diri8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 36
b. Menjelaskan tujuan pemeriksaan
c. Memberikan instruksi penderita untuk duduk tegak pandangan
lurus kedepan.
d. ?uci 9angan @=A
#. Ins*&ksi
Per$atikan kesan umum dari penderita.
-. P&"&riksaan Sara' Krania!
A. N&r2us I. O!'aktrius
Uji :ndra penciuman pada masing2masing sisi.
1. Pasien diminta untuk bernafas dengan satu lubang $idung
ditutup 7alternatif dengan menggunakan tangan pasien8.
2. Pemeriksa mendekatkan sampel tes ke $idung pasien +ang
tidak ditutup. Sampel tes sebaikn+a tidak mengiritasi% seperti
tembakau% te$% atau kopi.
3. Setiap lubang $idung dites bergantian.
". Pemeriksa meminta pasien untuk melakukan in$alasi +ang
cukup% lalu minta pasien untuk mengidentifikasi sampel tes.
B. N&r2us II. O*tikus
I. Kaji Taja" P&n3!i$atan

(a")ar. Pemeriksaan 9ajam Pengli$atan
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 37
1. Posisikan pasien pada jarak 2< kaki 76 meter8 dari
Snellen chart. 7Jika pasien memakai kacamata sebagai
alat bantu pengeli$atan% maka pasien dapat memakai
kacamatan+a8
2. Periksa dilakukan pada mata kanan terlebi$ da$ulu% mata
kiri ditutup dengan penutup mata 7alternatif3 pasien
diminta untuk menutup mata dengan tangann+a8
3. Minta pasien untuk membacakan baris $uruf $ingga baris
$uruf terkecil +ang masi$ bisa dibaca.
". ?atat $asil pengukuran tajam pengeli$atan dalam bentuk
peca$an 7misal 3 2<12<8. 'imana pembilang adala$ jarak
pemeriksaan +ang dipakai dalam pemeriksaan% dan
pen+ebut adala$ angka besaran $uruf +ang tertera pada
baris $uruf Snellen chart.
.. Ulangi prosedur untuk pemeriksaan mata kiri.
Jika pasien tidak dapat meli$at $uruf terbesar pada Snellen
chart% maka lakukan prosedur berikut3
1. Jika pasien tidak dapat meli$at $uruf terbesar pada
Snellen chart% maka pemeriksa mengangkat satu
tangann+a dan ekstensikan dua atau lebi$ jari% minta
pasien untuk meng$itung jari pemeriksa. ?atat pada
jarak berapa pasien dapat meng$itung jari pemeriksa.
*ormaln+a meng$itung jari 7jari dapat dili$at secara
terpisa$8 dapat dilakukan dengan baik $ingga jarak 6<
meter.
2. Jika pasien tidak dapat meng$itung jari pemeriksa%
periksa apaka$ pasien dapat meli$at gerakan1lambaian
dan dapat menentukan ara$ gerakan1lambaian.
*ormaln+a lambaian1gerakan tangan dapat dili$at secara
baik $ingga jarak 3<< meter.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 38
3. Jika pasien tidak dapat meli$at gerakan tangan% gunakan
pen2lig$t untuk memeriksa apaka$ pasien dapat meli$at
ca$a+a. ?atat respon pasien ter$adap ca$a+a 3 persepsi
ca$a+a% persepsi ara$ ca$a+a% persepsi tanpa ca$a+a.
II. La*an3 Pan+an3 4Kn'rntasi5

(a")ar. Pemeriksaan 0apang Pandang
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Mintala$ pasien duduk di$adapan petugas pada jarak
jangkauan tangan 7 3< H .< cm 8
2. Minta pasien untuk menutup mata kiri dengan tangan
kirin+a.
3. Pemeriksa menutup mata di sisi +ang sama dengan mata
pasien +ang ditutup.
". Minta pasien untuk menatap tepat pada mata pemeriksa
7fiksasi8.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 39
.. Mintala$ pasien agar memberi respon bila meli$at objek
+ang digerakkan petugas di mana mata tetap terfiksasi
dengan mata pemeriksa.
6. &erakkan objek 7dapat berupa jari pemeriksa atau pena8
dari perifer ke tenga$ di mulai dari ara$ superior% superior
temporal% temporal% temporal inferior% inferior% inferior
nasal% superior nasal.
#. Bandingkan dengan lapang pandang pemeriksa.
L. Ulangi langka$ tersebut pada pemeriksaan mata kiri.
III. Fun+usk*i

(a")ar. Pemeriksaan Funduskopi
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 40
Pemeriksaan funduskopi di bidang neurologi bertujuan untuk
menilai keadaan fundus okuli terutama retina dan papil
ner!us optikus. Pemeriksaan dilakukan pada ruangan +ang
temaran dan pasien diberikan midriatikum sebelumn+a.
1. Pemeriksa memegang oftalmoskop dengan tangan
kanan untuk memeriksa mata kiri pasien 7untuk
memeriksa mata kanan pasien dengan memegang
oftalmoskop pada tangan kiri8% pemeriksa memposisikan
jari telunjuk pada pengatur lensa.
2. Men+alakan oftalmoskop% memegang dengan menempel
pada mata pasien. 0alu perla$an bergerak maju.
mendekati pasien dengan oftalmoskop diposisikan pada
sisi temporal pasien $ingga gambaran fundus terli$at.
3. Jari telunjuk +ang terletak pada pengatur lensa mengatur
besarn+a dioptri +ang diperlukan untk men+esuaikan
focus se$ingga detail fundus dapat terli$at jelas 7bila
diperlukan8.
4. )mati gambaran fundus +ang terli$at.
retinal cup fovea
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 41
Dis/ a. r&tina! "a/u!a
(a")ar. Fundus *ormal
(a")ar. Fundus (etinopati 'iabetikum
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 42
!. retina
neo!askular
$emoragik
%. N&r2us III. Oku!"trius9 N&r2us I8. Trk!&aris9 N&r2us 8I.
A)+us&n
I. (&rakan Oku!ar Duksi 4Mn/u!ar5

(a")ar. Pemeriksaan *.:::% *.:% *.:
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. 'uduk ber$adapan dengan pasien. 9utup mata kiri
pasien dengan menggunakan telapak tangan pasien%
kepala pasien tegak dan pengeli$atan lurus ke depan.
&unakan jari atau benda 7misal3 pena8 sebagai target
fiksasi tempatkan setinggi mata pasien pada jarak 3< cm.
2. Minta pasien untuk mengikuti ara$ jari atau benda target
fiksasi% pemeriksa menggerakan jari atau benda target
fiksasi sesuai enam lapang cardinal.
3. Ulangi prosedur untuk mata kiri.
II. (&rakan Oku!ar 8&rsi 4Bin/u!ar5
1. 'uduk ber$adapan dengan pasien% kepala pasien tegak
dan pengeli$atan lurus ke depan. &unakan jari atau
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 43
benda 7misal3 pena8 sebagai target fiksasi tempatkan
setinggi mata pasien pada jarak 3< cm.
2. Minta pasien untuk mengikuti ara$ jari atau benda target
fiksasi% pemeriksa menggerakan jari atau benda target
fiksasi sesuai enam lapang cardinal dan gerakan ke atas
dan ke ba/a$ pada garis tenga$.
3. Ulangi prosedur untuk mata kiri
III. R&'!&k Pu*i!

(a")ar. Pemeriksaan (eflek Pupil
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. 5ondisikan kamar pemeriksaan pada keadaan temaram%
minta pasien untuk meli$at benda +ang jau$ untuk fiksasi
2. Sinari mata kanan secara langsung dengan
menggunakan pen2lig$t dari ara$ samping atau ba/a$.
3. ?atat respon pupil langsung 7direct pupil reflex8
". Ulangi prosedur 123 untuk mata kiri.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 44
.. Ulangi langka$ 1 dan 2 pada mata kanan% amati respon
pada mata kiri +ang tidak disinari 7indirect pupil reflex8.
5ecepatan respon dan ukuran pupil normaln+a akan
ekui!alen dengan respon pupil langsung.
6. Ulangi langka$ 1%2% dan . pada mata kiri.
D. N&r2us 8. Tri3&"inus
I. Uji S&ntu$an Rin3an +an N7&ri :aja$

(a")ar. Pemeriksaan Sensoris @aja$
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Pasien diminta untuk menutup mata% dan memberikan
respon pada sentu$an daera$ /aja$.
2. Pemeriksaan sensasi sentu$an ringan menggunakan
kapas untuk memberikan usapan pada satu sisi da$i%
setela$n+a lakukan $al +ang sama pada posisi +ang
sama pada da$i sisi +ang lain.
3. 0akukan langka$ 2 pada daera$ pipi% dan ra$ang.
". Periksa respon pasien% apaka$ respon pasien sama pada
kedua sisi /aja$.
.. 0akukan $al +ang sama pada pemeriksaan uji n+eri%
pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan pin tajam
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 45
+ang dilakukan dengan tekanan ringan pada daera$
/aja$.
II. Ra)a Kntraksi Ott T&"*ra!is +an Mas&t&r
1. Pemeriksa menempatkan jari2jari kedua tangann+a pada
otot temporalis pasien.
2. Pasien diminta untuk mengatupkan gigin+a 7menggigit8%
rasakan kontraksi otot temporalis pada tangan.
3. 0akukan $al +ang sama pada pemeriksaan otot maseter.
III. P&r3&rakan Ra$an3 k& Lat&ra!
1. Pemeriksa menempatkan jari2jari kedua tangann+a pada
ra$ang ba/a$ pasien.
2. Pasien diminta untuk menggerakkan ra$ang ba/a$n+a
ke kanan dan ke kiri. *ilai apaka$ kekuatan otot
pterigoideus eNui!alen.
3. Jari pemeriksa memberikan ta$anan pada ra$ang ba/a$
pasien% dan minta pasien untuk menggerakkan ra$ang
ba/a$ ke kanan dan ke kiri sesuai dengan ara$ ta$anan
pemeriksa. *ilai apaka$ kekuatan otot pterigoideus
eNui!alen.
I8. R&'!&k S&ntakan Ra$an3
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 46
(a")ar. Pemeriksaan (eflek Sentakan (a$ang
7Sumber3 $ttp311///.scepticemia.com8
1. Pemeriksa duduk ber$adapan dengan pasien.
2. Pasien diminta untuk membuka sedikit mulutn+a.
3. 9empatkan ibu jari atau jari telunjuk pemeriksa pada
anterior ra$ang ba/a$ 7dagu8. Pukulkan palu reflek pada
ibu jari pemeriksa.
". (eflek normal akan memberikan sedikit gerakan ra$ang
ba/a$ ke ara$ atas. (espon abnormal akan memberikan
sentakan +ang berlebi$.
8. R&'!&k Krn&a
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 47

(a")ar. Pemeriksaan (eflek 5ornea
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
(efleks ini dilakukan dengan menggunakan kapas +ang
diusapkan ringan pada kornea
1. Pemeriksa menggunakan kapas +ang dibentuk
meruncing.
2. Pasien diminta untuk melirik ke ara$ atas dan ujung
runcing kapas ditempatkan dari sisi lateral mata dan
usapkan secara ringan pada kornea.
3. Usapan pada kornea akan men+ebabkan refleks
menutup mata pada kedua mata. Bandingkan respon
reflek kornea pada kedua bola mata.
E. N&r2us 8II. Fasia!is
I. T&s Fun3si Mtrik Ott Fasia! Ba;a$

(a")ar. Pemeriksaan Motorik Atot Fasial Ba/a$
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 48
1. Pasien diminta untuk tersen+um dan memperli$atkan
gigi2geligin+a.
2. Pada respon +ang normal sudut bibir simetris. Pada
keadaan abnormal respon mulut de!iasi ke ara$ +ang
se$at.
II. T&s Fun3si Mtrik Ott Fasia! Atas

(a")ar. Pemeriksaan Motorik Atot Fasial )tas
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Pasien diminta untuk menutup kedua matan+a kuat2kuat.
2. Pemeriksa mencoba untuk membuka kedua kelopak
mata.
3. Pada respon +ang normal% kedua mata pasien tidak akan
terbuka /alaupun pemeriksa berusa$a membuka kedua
kelopak mata dengan tenaga.
". Minta pasien untuk mengangkat kedua alis.
.. Pada respon normal% akan tampak kerut pada kedua sisi
da$i simetris. Pada respon abnormal tak tampak adan+a
kerut da$i pada sisi +ang sakit.
III. T&s P&n3&/a* #<- ant&rir !i+a$
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 49
1. 9est dilakukan dengan menggunakan " substansi rasa 3
manis 7gula8% asin 7garam8% pa$it 7kina1kopi8% asam
7cuka8. Semua subtansi disediakan dalam bentuk cairan.
2. Pasien diminta untuk menjulurkan lida$n+a.
3. Pemeriksa meneteskan sampel pada lida$ pasien
dengan menggunakan pipet.
". Pasien memberikan respon rasa sesuai dengan respon
rasa +ang dirasakan pasien.
F. N&r2us 8III. Akustikus

(a")ar. Pemeriksaan (inne dan @ebber
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
I. Uji Rinn&
9ujuan melakukan tes (inne adala$ untuk membandingkan
atara $antaran tulang dengan $antaran udara pada satu
telinga pasien.
1. Pemeriksa menggunakan garpu tala .12 =>.
2. Pemeriksa membun+ikan garpu tala secara lunak lalu
menempatkan tangkain+a tegak lurus pada planum
mastoid kanan pasien 7belakang meatus akustikus
eksternus8.
3. Setela$ pasien tidak mendengar bun+in+a% segera garpu
tala kita pinda$kan di depan meatus akustikus eksternus
kanan pasien.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 50
4. 0akukan $al +ang sama pada telinga kiri.
5. 9es (inne positif jika pasien masi$ dapat mendengarn+a.
Sebalikn+a tes rinne negatif jika pasien tidak dapat
mendengarn+a
II. Uji :&)&r
9ujuan kita melakukan tes /eber adala$ untuk
membandingkan $antaran tulang antara kedua telinga
pasien.
1. Pemeriksa menggunakan garpu tala .12 =>.
2. Pemeriksa membun+ikan garpu tala secara lunak% lalu
tangkain+a kita letakkan tegak lurus pada da$i tepat di
garis tenga$.
3. Minta pasien merespon adaka$ telinga +ang mendengar
lebi$% atauka$ sama keras.
4. Jika telinga pasien mendengar lebi$ keras pada satu
telinga maka terjadi lateralisasi ke sisi telinga tersebut.
Jika kedua pasien sama2sama tidak mendengar atau
sama2sama mendengar berarti tidak ada lateralisasi.
(. N&r2us IX. (!ss*$arin3&a!

(a")ar. Pemeriksaan *.:K
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 51
I. R&'!&k Munta$
1. Pasien diminta untuk membuka mulutn+a lebar2lebar
2. Pemeriksa memberikan stimulus pada dinding faring
dengan spatel lida$.
3. Periksa respon munta$
II. T&st *&n3&/a* 1<- *st&rir !i+a$
Pemeriksaan pengecap sama seperti pemeriksaan *er!us
Fascialis $an+a posisi pemeriksaan pada 113 posterior lida$.
H. N&r2us X. 8a3us
I. P&ru)a$an Bi/ara
1. Pasien diminta untuk berbicara kata atau satu kalimat.
2. Pemeriksa memeriksa bicara pasien% apaka$ ada disfoni
atau disartria.
7'isfoni 3 kesulitan untuk meng$asilkan suara karena
paralisis pita suara 7laring8% suara menjadi kasar dan
!olume suara berkurang. 'isartria adala$ kesulitan
meng$asilkan artikulasi karena paralisis !agal se$ingga
men+ebabkan kelema$an kontraksi soft palatum.
II. Kntraksi Soft Pa!atu"
1. Pasien diminta untuk membuka mulut dan berkata
,)aaaa-.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 52
2. Pemeriksa memeriksa kontraksi soft palatum pada kedua
sisi sekaligus memeriksa posisi u!ula.
3. Pada respon normal soft palatum 7arkus palatum8 kedua
sisi terangkat simetris dan u!ula tetap pada posisi
tenga$.
". (espon abnormal akan didapatkan bila sala$ satu sisi
soft palatum tidak terangkat% dan u!ula akan tertarik ke
sisi +ang berla/anan 7sisi +ang se$at8.
III. M&n&!an
1. Pasien diminta untuk untuk menelan makanan kecil1air.
2. Pemeriksa memeriksa adaka$ kesulitan dalam menelan%
atau adaka$ pasien tersedak.
I. N&r2us XI. A//&ssr7
I. P&"&riksaan Ott St&rn/!&i+"asti+&us
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 53

(a")ar. Pemeriksaan Atot Sternocleidomastoideus
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Pemeriksa meletakkan tangan pada pipi pasien.
2. Minta pasien untuk menole$ ke kanan dan ke kiri
mela/an ta$anan tangan pemeriksa
II. P&"&riksaan Ott Tra*&=ius

(a")ar. Pemeriksaan Atot 9rape>ius
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Pemeriksa ber$adapan dengan pasien.
2. Pemeriksa meletakkan kedua tangan pada ba$u pasien.
3. Minta pasien untuk mengangkat kedua ba$u mela/an
ta$anan tangan pasien.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 54
". Pemeriksa menilai kesimetrisan kontraksi kedua otot
trape>ius pasien.
J. N&r2us. XII. H7*3!ssa!
P&"&riksaan Mtris Li+a$
(a")ar. Pemeriksaan *.K::
7sumber3 $ttp311///.osceskills.com8
1. Pasien diminta untuk membuka mulut dan lida$ tetap berada
pada dasar mulut.
2. Pemeriksa memeriksa lida$ pasien adaka$ fasikulasi dan
atau atropi.
3. Pasien diminta untuk menjulurkan lida$.
". Periksa adaka$ de!iasi lida$. Paralisis lida$ akan
men+ebabkan de!iasi pada sisi +ang terkena 7sisi +ang
sakit8.
.. It&" Pr'&sina!is"&
1. Perca+a diri% minimal error.
2. Penalaran klinik baik dan bersesuaian dengan kasus.
3. Memper$atikan aspek kera$asiaan ; etika pemeriksaan
kepada pasien.
". ?uci tangan @=A
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 55
(. DAFTAR PUSTAKA
1. Snell% (ic$ard S% 2<<6% )natomi 5linik Untuk Ma$asis/a
5edokteran% edisi 6% B&?. Jakarta.
2. S>ilag+% Peter &. , 2<<2 % Bate's guide to physical examination%
Mc&ra/ H =ill % ?$apter .3 1..22<L
3. $ttp311///.osceskills.com1e2learning1modules1neurolog+1
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 56
CHECK LIST LATIHAN PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL
N As*&k Ni!ai F&&+)a/k
0 1 #
INTERPERSONAL
1 Membina sambung rasa
Salam% sen+um% sapa memperkenalkan
diri
2 Menjelaskan tujuan pemeriksaan
3 Memberikan instruksi penderita untuk
duduk tegak
" ?uci tangan @=A
%ONTENT
Ins*&ksi
. &eneral assessment 7laporkan $asil
:nspeksi8
P&"&riksaan Sara' Krania!is
N. I. O!'aktrius
6 Pasien diminta untuk bernafas dengan
satu lubang $idung ditutup 7alternatif3
dengan menggunakan tangan pasien8.
# Pemeriksa mendekatkan sampel tes ke
$idung pasien +ang tidak ditutup. Sampel
tes sebaikn+a tidak mengiritasi% seperti
tembakau% te$% atau kopi.
L Setiap lubang $idung dites bergantian.
G Pemeriksa meminta pasien untuk
melakukan in$alasi +ang cukup% lalu
meminta pasien untuk mengidentifikasi
sampel tes.
N. II. O*tikus
A. Kaji Taja" P&n3!i$atan
1< Posisikan pasien pada jarak 2< kaki 76
meter8 dari Snellen chart 7Jika pasien
memakai kacamata sebagai alat bantu
pengeli$atan% maka pasien dapat
memakai kacamatan+a8.
11 Periksa dilakukan pada mata kanan
terlebi$ da$ulu% mata kiri ditutup dengan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 57
penutup mata 7alternatif3 pasien diminta
untuk menutup mata dengan tangann+a8.
12 Minta pasien untuk membacakan baris
$uruf $ingga baris $uruf terkecil +ang
masi$ bisa dibaca.
13 ?atat $asil pengukuran tajam
pengeli$atan dalam bentuk peca$an
7misal 3 2<12<8.
1" Ulangi prosedur untuk pemeriksaan mata
kiri.
Jika pasien tidak dapat meli$at $uruf terbesar pada
Snellen chart% maka lakukan prosedur berikut3
1. Jika pasien tidak dapat meli$at $uruf
terbesar pada Snellen chart% maka
pemeriksa mengangkat satu tangann+a
dan ekstensikan dua atau lebi$ jari% minta
pasien untuk meng$itung jari pemeriksa.
?atat pada jarak berapa pasien dapat
meng$itung jari pemeriksa.
16 Jika pasien tidak dapat meng$itung jari
pemeriksa% periksa apaka$ pasien dapat
meli$at gerakan1lambaian dan dapat
menentukan ara$ gerakan1lambaian.
1# Jika pasien tidak dapat meli$at gerakan
tangan% gunakan pen2lig$t untuk
memeriksa apaka$ pasien dapat meli$at
ca$a+a. ?atat respon pasien ter$adap
ca$a+a 3 persepsi ca$a+a% persepsi ara$
ca$a+a% persepsi tanpa ca$a+a.
B. La*an3 Pan+an3 4Kn'rntasi5
1L Mintala$ pasien duduk di$adapan
petugas pada jarak jangkauan tangan
7 3< H .< cm 8.
1G Minta pasien untuk menutup mata kiri
dengan tangan kirin+a.
2< Pemeriksa menutup mata di sisi +ang
sama dengan mata pasien +ang ditutup
21 Minta pasien untuk menatap tepat pada
mata pemeriksa 7fiksasi8.
22 Mintala$ pasien agar memberi respon
bila meli$at objek +ang digerakkan
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 58
petugas di mana mata tetap terfiksasi
dengan mata pemeriksa.
23 &erakkan ob+ek 7dapat berupa jari
pemeriksa atau pena8 dari perifer ke
tenga$ di mulai dari ara$ superior%
superior temporal% temporal% temporal
inferior% inferior% inferior nasal% superior
nasal.
2" Ulangi langka$ tersebut pada
pemeriksaan mata kiri.
%. Fun+usk*i
2. Pemeriksa memegang oftalmoskop
dengan tangan kanan untuk memeriksa
mata kiri pasien dan tangan kiri dengan%
pemeriksa memposisikan jari telunjuk
pada pengatur lensa.
26 Men+alakan oftalmoskop% memegang
dengan menempel pada mata pasien.
0alu perla$an bergerak maju mendekati
pasien dengan oftalmoskop diposisikan
pada sisi temporal pasien $ingga
gambaran fundus terli$at.
2# Jari telunjuk +ang terletak pada pengatur
lensa mengatur besarn+a dioptri +ang
diperlukan untk men+esuaikan focus
se$ingga detail fundus dapat terli$at jelas
7bila diperlukan8.
2L )mati gambaran fundus +ang terli$at
N.III. Oku!"trius9 N.I8. Trk!&aris9 N.8I.
A)+us&n
A. (&rakan Oku!ar Duksi 4Mn/u!ar5
2G 'uduk ber$adapan dengan pasien. 9utup
mata kiri pasien dengan menggunakan
telapak tangan pasien% kepala pasien
tegak dan pengeli$atan lurus ke depan.
&unakan jari atau benda 7misal3 pena8
sebagai target fiksasi tempatkan setinggi
mata pasien pada jarak 3< cm.
3< Minta pasien untuk mengikuti ara$ jari
atau benda target fiksasi% pemeriksa
menggerakan jari atau benda target
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 59
fiksasi sesuai enam lapang cardinal.
31 Ulangi Prosedur untuk mata kiri.
B. (&rakan Oku!ar 8&rsi 4Bin/u!ar5
32 'uduk ber$adapan dengan pasien%
kepala pasien tegak dan pengeli$atan
lurus ke depan. &unakan jari atau benda
7misal3 pena8 sebagai target fiksasi
tempatkan setinggi mata pasien pada
jarak 3< cm.
33 Minta pasien untuk mengikuti ara$ jari
atau benda target fiksasi% pemeriksa
menggerakan jari atau benda target
fiksasi sesuai enam lapang cardinal dan
gerakan ke atas dan ke ba/a$ pada
garis tenga$.
3" Ulangi Prosedur untuk mata kiri
D. R&'!&k Pu*i!
3. 5ondisikan kamar pemeriksaan pada
keadaan temaram% minta pasien untuk
meli$at benda +ang jau$ untuk fiksasi.
36 Sinari mata kanan secara langsung
dengan menggunakan pen4light dari ara$
samping atau ba/a$.
3# ?atat respon pupil langsung 7direct pupil
reflex8
3L Ulangi prosedur 123 untuk mata kiri.
3G Ulangi langka$ 1 dan 2 pada mata kanan%
amati respon pada mata kiri +ang tidak
disinari 7indirect pupil reflex8. 5ecepatan
respon dan ukuran pupil normaln+a akan
ekui!alen dengan respon pupil langsung.
"< Ulangi langka$ 1%2% dan . pada mata kiri.
N. 8. Tri3&"inus
A. Uji S&ntu$an Rin3an +an N7&ri :aja$
"1 Pasien diminta untuk menutup mata% dan
memberikan respon pada sentu$an
daera$ /aja$.
"2 Pemeriksaan sensasi sentu$an ringan
menggunakan kapas untuk memberikan
usapan pada satu sisi da$i% setela$n+a
lakukan $al +ang sama pada posisi +ang
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 60
sama pada da$i sisi +ang lain.
"3 0akukan langka$ 2 pada daera$ pipi% dan
ra$ang.
"" Periksa respon pasien% apaka$ respon
pasien sama pada kedua sisi /aja$.
". 0akukan $al +ang sama pada
pemeriksaan uji n+eri% pemeriksaan uji
n+eri dilakukan dengan menggunakan pin
tajam +ang dilakukan dengan tekanan
ringan pada daera$ /aja$.
B. Ra)a Kntraksi Ott T&"*ra!is +an Mas&t&r
"6 Pemeriksa menempatkan jari2jari kedua
tangann+a pada otot temporalis pasien.
"# Pasien diminta untuk mengatupkan
gigin+a 7menggigit8% rasakan kontraksi
otot temporalis pada tangan.
"L 0akukan $al +ang sama pada
pemeriksaan otot maseter.
%. P&r3&rakan Ra$an3 k& Lat&ra!
"G Pemeriksa menempatkan jari2jari kedua
tangann+a pada ra$ang ba/a$ pasien.
.< Pasien diminta untuk menggerakkan
ra$ang ba/a$n+a ke kanan dan ke kiri.
*ilai apaka$ kekuatan otot pterigoideus
eNui!alen.
.1 Jari pemeriksa memberikan ta$anan
pada ra$ang ba/a$ pasien% dan minta
pasien untuk menggerakkan ra$ang
ba/a$ ke kanan dan ke kiri sesuai
dengan ara$ ta$anan pemeriksa. *ilai
apaka$ kekuatan otot pterigoideus
eNui!alen.
D. R&'!&k S&ntakan Ra$an3
.2 Pemeriksa duduk ber$adapan dengan
pasien.
.3 Pasien diminta untuk membuka sedikit
mulutn+a.
." 9empatkan ibu jari atau jari telunjuk
pemeriksa pada anterior ra$ang ba/a$
7dagu8. Pukulkan palu reflek pada ibu jari
pemeriksa.
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 61
.. Periksa respon pasien.
E. R&'!&k Krn&a
.6 Pemeriksa menggunakan kapas +ang
dibentuk meruncing.
.# Pasien diminta untuk melirik ke ara$ atas
dan ujung runcing kapas ditempatkan
dari sisi lateral mata dan usapkan secara
ringan pada kornea.
.L Usapan pada kornea akan men+ebabkan
refleks menutup mata pada kedua mata.
Bandingkan respon reflek kornea pada
kedua bola mata.
N.8II. Fasia!is
A. T&s Fun3si Mtrik Ott :aja$ Ba;a$
.G Pasien diminta untuk tersen+um dan
memperli$atkan gigi2geligin+a.
B. T&s Fun3si Mtrik Ott :aja$ Atas
6< Pasien diminta untuk menutup kedua
matan+a kuat2kuat.
61 Pemeriksa mencoba untuk membuka
kedua kelopak mata.
62 Minta pasien untuk mengangkat kedua
alis.
%. T&s P&n3&/a* #<- ant&rir !i+a$
63 9est dilakukan dengan menggunakan "
substansi rasa 3 manis 7gula8% asin
7garam8% pa$it 7kina8% asam 7cuka8.
Semua subtansi disediakan dalam bentuk
cairan.
6" Pasien diminta untuk menjulurkan
lida$n+a.
6. Pemeriksa meneteskan sampel pada
lida$ pasien dengan menggunakan pipet.
66 Pasien memberikan respon rasa sesuai
dengan respon rasa +ang dirasakan
pasien.
N.8III. Akustikus
A. T&s Rinn&
6# Pemeriksa menggunakan garpu tala .12
=>.
6L Pemeriksa membun+ikan garpu tala
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 62
secara lunak lalu menempatkan
tangkain+a tegak lurus pada planum
mastoid kanan pasien 7belakang meatus
akustikus eksternus8.
6G Setela$ pasien tidak mendengar
bun+in+a% segera garpu tala kita
pinda$kan di depan meatus akustikus
eksternus kanan pasien.
#< 0akukan $al +ang sama pada telinga kiri.
B. T&s :&)&r
#1 Pemeriksa menggunakan garpu tala .12
=>
#2 Pemeriksa membun+ikan garpu tala
secara lunak% lalu tangkain+a kita
letakkan tegak lurus pada da$i tepat di
garis tenga$.
#3 Minta pasien merespon adaka$ telinga
+ang mendengar lebi$% atauka$ sama
keras.
N. IX. (!ss*$arin3&a!
A. R&'!&k Munta$ 4Gag Reflex5
#" Pasien diminta untuk membuka mulutn+a
lebar2lebar
#. Pemeriksa memberikan stimulus pada
dinding faring dengan spatel lida$.
#6 Periksa respon munta$
B. T&s P&n3&/a* 1<- Pst&rir Li+a$
## Pemeriksaan pengecap sama seperti
pemeriksaan *er!us Fascialis $an+a
posisi pemeriksaan pada 113 posterior
lida$.
N. X. 8a3us
A. P&ru)a$an Bi/ara
#L Pasien diminta untuk berbicara satu kata
atau satu kalimat.
#G Pemeriksa memeriksa bicara pasien%
apaka$ ada disfoni atau disartria.
B. Kntraksi Soft Pa!atu"
L< Pasien diminta untuk membuka mulut
dan berkata ,)aaaa-
L1 Pemeriksa memeriksa kontraksi soft
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 63
palatum pada kedua sisi sekaligus
memeriksa posisi u!ula.
%. M&n&!an
L2 Pasien diminta untuk untuk menelan
makanan kecil1air.
L3 Pemeriksa memeriksa adaka$ kesulitan
dalam menelan% atau adaka$ pasien
tersedak.
N. XI. A//&ssr7
A. P&"&riksaan Ott St&rn/!&i+"asti+&us
L" Pemeriksa meletakkan tangan pada pipi
pasien.
L. Minta pasien untuk menole$ ke kanan
dan ke kiri mela/an ta$anan tangan
pemeriksa.
B. P&"&riksaan Ott Tra*&=ius
L6 Pemeriksa ber$adapan dengan pasien
L# Pemeriksa meletakkan kedua tangan
pada ba$u pasien.
LL Minta pasien untuk mengangkat kedua
ba$u mela/an ta$anan tangan pasien.
LG Pemeriksa menilai kesimetrisan kontraksi
kedua otot trape>ius pasien.
N. XII. H7*3!ssa!
G< Pasien diminta untuk membuka mulut
dan lida$ tetap berada pada dasar mulut.
G1 Pemeriksa memeriksa lida$ pasien
adaka$ fasikulasi atau atropi.
G2 Pasien diminta untuk menjulurkan lida$
G3 Periksa adaka$ de!iasi lida$
PROFESIONALISME
G. Melakukan dengan penu$ perca+a diri%
serta minimal error
G6 Penalaran klinik baik dan bersesuaian
dengan kasus
G# Memper$atikan aspek kera$asiaan ;
etika pemeriksaan kepada pasien
GL ?uci tangan @=A
TOTAL
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 64
Nilai = ------------- x 100% =
Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 65