Anda di halaman 1dari 21

BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KLASIFIKASI TUMOR OVARIUM
[1]
Klasifikasi tumor ovarium sampai sekarang belum ada yang benar-benar
memuaskan, baik pembagian secara klinis maupun secara patologis anatomis.
Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan ada yang bersifat
nonneoplastik. Tumor-tumor yang bersifat neoplastik belum ada klasifikasi yang
dapat diterima oleh semua pihak. al ini ter!adi oleh karena klasifilasi
berdasarkan histopatologi dan embriologi belum bisa di!elaskan. "aka secara
praktis tumor-tumor neoplastik dibagi men!ad tumor !inak dan tumor ganas, dan
selan!utnya tumor !inak dibagi dalam tumor kistik dan tumor solid.
1. Tumor #varium $inak
%. Kistik
Nonneoplastik
&eradangan
'olikel
(utein
Teka (utein
)nklusi *erminal
+ndometrial
,tein-(eventhal
1
Neoplastik
Kistadenoma mucinosum
Kistadenoma ,erosum
Kista dermoid
2.2 MANIFESTASI KLINIS
-anyak tumor ovarium yang tidak menun!ukan ge!ala dan tanda, terutama
tumor ovarium yang kecil. ,ebagian besar ge!ala dan tanda adalah akibat dari
pertumbuhan, aktivitas endokrin dan komplikasi tumor-tumor tersebut
Akiat Pe!t"#"$an
%danya tumor di dalam perut bagian ba.ah bisa menyebabkan penon!olan
perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya
tumor atau posisinya dalam perut. "isalnya sebuah kista dermoid yang
menekan kandung kencing dapat menyebabkan ganggua miksi, atau
sebuah kista yang besar dan terletak bebas di rongga perut hanya akan
menimbulkan ge!ala rasa berat dalam perut. ,elain gangguan miksi,
tekanan tumor dapat mengakibatkan obstipasi, edema tungkai, tidak nafsu
makan, rasa sesak, dan lain-lain.
Akiat Akti%itas &o!#onal
&ada umumnya tumor ovarium tidak mengubah pola haid, kecuali !ika
tumor itu sendiri mengeluarkan hormon. -eberapa kista nonneoplastik
dapat menyebabkan gangguan mensturasi dan ovulasi. Kista neoplastik
tidak ada pengaruh yang !elas terhadap siklus haid. ,ering kali pada kista
neoplastik, gangguan haid disebabkan oleh rusaknya kedua !aringan
ovarium.
2
2.' (IA)NOSIS
%pabila ditemukan tumor-tumor di rongga perut bagian ba.ah atau di
rongga panggul maka perlu diteliti sifat-sifatnya /besarnya, lokalisasi, permukaan,
konsistensi, dan apakah dapat digerakan atau tidak0. &ada tumor ovarium biasanya
uteruus dapat diraba tersendiri, terpisah dari tumor. -ila tumor terletak di rongga
perut bagian ba.ah dan tumor konsistensinya kistik, perlu dipikirkan adanya
kehamilan atau kandung kencing penuh.
%pabila sudah ditentukan bah.a tumor yang ditemukan ialah tumor
ovarium, maka perlu diketahui apakah tumor itu bersifat neoplastik atau
nonneoplastik. Tumor nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam
anamnesis menun!ukan ge!ala-ge!ala ke arah peradangan genital, dan pada
pemeriksaan tumor-tumor akibat peradangan tidak dapat digerakan karena
perlekatan. Kista nonneoplastik umumnya tidak men!adi besar dan diantaranya
pada suatu .aktu biasanya menghilang sendiri.
$ika tumor ovarium tersebut bersifat neoplastik, timbil persoalan apakah
tumornya !inak atau ganas. Tidak !arang tetang hal ini tidak dapat diperoleh
kepastiannya sebelum dilakukan operasi
-eberapa pemeriksaan penun!ang untuk pembuatan diagnosis tumor adalah
[1]
2
Lapa!oskopi
&emeriskaan ini berguna untuk menilai apakah tumor berasal dari ovarium
atau tidak dan sifat-sifat tumor tersebut. ,ering kali pemeriksaan ini
dila!utkan dengan pemeriksaan potongan beku !aringan tumor ovarium
untuk menentukan !enis dan sifat /ganas3!inak0 tumor ovarium.
US)
Dapat ditentukan letak dan batas tumor, apakah tumor berasal dari uterus,
ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid dan dapat
melihat apakah ada cairan dalam rongga perut yang bebas.
3
Foto Ron*en
&emeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothroaks, pada
kista dermoid kadang-kadang ditemukan gigi dalam tumor.
Pa!asentesis
Disebutkan bah.a punsi pada asites berguna untuk menentukan sebab
asites.
2.+ (IA)NOSIS BAN(IN)
&ada umumnya diagnosia tumor ovarium mudah, tetapi pada kasus-kasus
tertentu sukar dibedakan dengan keadaan atau penyakit lainnya2
Ke$a#ilan
Dapat dibedkan dengan pemeriksaan c* dan rontgen
Asites
%sites kadang-kadang dapat menyerupai kista, terutama bila besar sekali.
4ntuk membedakannya, dapat ditanyakan pada penderita, apakah pernah
menderita sirosis hepatis atau 5a peritoneal sekunder. &ada pemeriksaan
perkusi pada tumor ovarium akan didapatkan pekak di depan dan timpani
disamping, sedang pada asites sebaliknya. &ada asites ada shiftting
dullness /kepekakan yang berpindah0. &emeriksaan parasitensis untuk
memeriksaa kimia.i cairan dan histologi sedimen cairan dapat membantu
dalam menegakan diagnosis.
Pe!itonitis TB,
Keadaan ini dapat menyerupai kista ovarium. al ini disebabkan karena
asites yang dibentuk oleh keadaan ini sering mempunyai kapsel, yang pada
palpasi dan perkusi menyerupai kista. -ila pada anamnesa ada T-5 paru-
paru, disertai demam subfebril, maka diagnosa lebih condong ke arah
4
peritonitis T-5. $uga tumor masanya sering lebih tinggi dari daerah
panggul. Kadang-kadang peritonitis T-5 disertai dengan endometritis
T-5, sehingga dapat diketahui pada .aktu kuretase.
M-o#a Ute!i
-ila tumor masih kecil, kadang-kadang sukar dibedakan antara keduannya.
&erbedaanya ialah pada tumor ovarium dapat dirasakan bah.a tumor
tersebut dapat dipisahkan dari uterus. Dengan tangan kiri kita mendorong
tumor ke atas dan tagan kanan meraba porsio. &ada tumor ovarium maka
porsio tidak ikut bergerak. &ada myoma uteri porsio akan ikut bergerak.
Tetapi pemeriksaan ini sukar men!adi petun!uk apabila tumor ovarium
melekat pada uterus.
(i%e!k"litis
Dapat dibedakan dengan pemeriksaan colonoscopy dan barium inloop.
2.. KOMPLIKASI
[6]
Pe!/a!a$an ke /ala# kista
&erdarah dalam ke dalam kista biasanya ter!adi sedikit-sedikit, sehingga
berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kista, dan hanya
menimbulkan ge!ala-ge!ala klinik yang minimal. %kan tetapi, kalau
perdarahan ter!adi sekonyong-konyong dalam !umlah yang banyak, akan
ter!adi distensi cepat dari kista yang menimbulkan nyeri perut mendadak
P"ta!an tan*kai ata" to!si
Torsi sering ter!adi pada tumor bertangkai yang memiliki diameter lebih
dari 7 cm. -eberapa faktor seperti gerakan peristaltik usus dan kehamilan
dapat meningkatkan resiko ter!adinya torsi, akibat ter!adinya torsi ini akan
menyebabkan gangguan peredaran darah, dan apabila ber!alan terus
5
menerus alan menyebabka nekrosis hemoragik dalam tumor. ,ering kali
torsi menyebabkan tarikan pada !aringan sekitar sehingga menyebabkan
nyeri. Kadang akibat torsi tumor dapat lepas dan men!adi tumor parasit
ataupun tumor pengembara.
In0eksi
&eradangan kista dapat ter!adi setelah atau sebelum ter!adinya torsi. ,ering
kali infeksi pada tumor ini ter!adi apabila disekitar lokasi tumor ada
sumber patogen seperti appendisitis, diverkulitis, dan salfingitis. Kista
dermoid adalah kista yang paling sering dikenai radang oleh karena isinya
yang merangsang dan berat tumornya yang mengganggu peredaran darah.
*e!ala-ge!ala infeksi yaitu seperti peradangan biasa yaitu2 sakit, nyeri
tekan, perut tegang, dengan, dan leukositosis. Kalau dibiarkan dapat
men!adi peritonitis.
Roekan ata" !"pt"! /in/in* kista
8obekan atau ruptur dinding kista cukup !arang ter!adi dan apabila ter!adi
dapat ter!adi secara spontan, trauma, atau akibat torsi. 8uptur kista yang
kecil tidak menimbulkan ge!ala dengan segera. Tetapi ruptur ini berbahaya
bila kista yang mengadung musin mengalami robekan dan musin mengisi
rongga peritoneum sehingga mengakibatkan implantasi sel-sel kista pada
peritoneum. ,el-sel tersebut mengeluarkan cairan musin yang mengisi
rongga perut dan menyebabkan perlengketan dalam rongga perut
/pseudomy9oma peritonei0 yang dapat menyebabkan kematian. -ila isi
kista hanya mengandung cairan serous rasa nyeri akan segera menghilang,
apabila tidak menghilang merupakan tanda-tanda perdarahan berlangsung
terus menerus sehingga mengakibatkan abdomen akut.
Pe!"a$an ke*anasan
6
&erubahan keganasan dapat ter!adi pada beberapa kista !inak, seperti
kistadenoma ovarium serosum, kistadenoma ovarium musinosum, dan
kista dermoid. #leh sebab itu setelah tumor-tumor diangkat pada operasi,
perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopik yang seksama terhadap
kemungkinan perubahan keganasan dan biasanya dilakukan fro:en section
/;ries 5oupe0 atau potongan sediaan beku untuk menilai sifat !aringan.
%danya asites dapat dicurigai adanya metastasis sehingga memperkuat
diagnosis keganasan
Kistadenoma ovarium mucinosum memiliki angka perubahan keganasan
sebesar 7-1<=. %ngka perubahan keganasan kista dermoid adalah 1.7-6=.
&ada kistadenoma ovarium serosum angga perubahan keganasannya cukup
tinggi yaitu sebesar 17-67= hal ini disebabkan oleh karena perbedaan
histologis benigna dan maligna yang sukar ditentukan.
Sin/!o# Mei*s
><= kasus fibroma ovarium ditemukan asites dan hidrothoraks hal ini
dikenal dengan nama sindrom "eigs. ,indrom "eigs ini !uga dapat
ditemukan pada beberapa tumor neoplastik !inak. Dengan pengangkatan
tumor, sindrom !uga menghilang. 5airan dari rongga toraks berasal dari
cairan dalam rongga perut. al ini dibuktikan dengan penyuntikan tinta
india dalam rongga perut, yang kemudian dapat ditemukan dalam rongga
toraks. &ada keganasan, pada pemeriksaan parasitesis ditemukan sel-sel
tumor ganas dalam sedimen cairan.
2.1 TATALAKSANA
[>]
&ada tumor ovarium neoplastik membutuhkan operasi dan tumor ovarium
nonneoplastik tidak membutuhkan operasi. $ika ditemukan tumor ovarium yang
tidak menimbulkan ge!ala atau keluhan pada penderita dan besarnya tidak
melebihi !eruk nipis atau diameter kurang dari 7 cm, kemungkinan besar tumor
tersebut adalah kista folikel atau kista korpus luteum atau tumor nonneoplastik.
Tumor-tumor nonneoplastik tak !arang akan mengalami pengecilan secara
7
spontann dan menghilang. ,ehingga sering pada pemeriksaan berulang ditemukan
ovarium men!adi normal kembali. #leh sebab itu, hendaknya mengambil sikap
menunggu selama 1 minggu hingga 6 bulan, setelah itu dilakukan pemeriksaan
genekologi berulang. -ila selama observasi tersebut tumor makin membesar maka
dapat disimpulkan adalah tumor neoplastik dan dapat dipertimbangkan tindakan
operatif.
Tindakan operatif pada tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah
pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang
mengandung tumor. ?amun apabila tumornya besar dan terdapat komplikasi
maka dapat dipertimbangkan untuk dilakukan pengangkatan ovariumm biasanya
disertai dengan pengangkatan tuba /salpingo-ooforektomi0
&ada operasi tumor ovarium yang diangkat harus segera dibuka, untuk
mengetahui apakah ada keganasan atau tidak. $ika keadaan meragukan, perlu pada
.aktu operasi dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan /fro:en section atau
;ries coupe0 oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapatkan kepastian
apakah tumor ganas atau tidak. %pabila pada gambaran mikroskopik ditemukan
papil adalah merupakan tanda adanya keganasan.
$ika terdapat keganasan, operasi yang tepat ialah histerektomi dan
salpingooforektomi bilateral. -ila pasien penderita keganasan adalah .anita muda
yang masih ingin mendapatkan keturunan, maka dapat dipertimbakan tindakan
operasi yang tidak terlalu radikal apabila tumor memiiki tingkat keganasan yang
rendah seperti tumor sel granulosa0. &ada .anita hamil sebaiknya operasi
pengangkatan tumor ovarium ditunda sampai proses kelahiran
2.2 TUMOR OVARIUM NONNEOPLASTIK
[7],[@]
2.2.1 T"#o! Akiat Ra/an*
Termasuk disini adalah abses ovarium, abses tubo-ovarial, dan kista tubo-
ovarial.
8
2.2.2 Kista Folikel
Kista ini berasal dari folikel de *raaf yang tidak sampai berovulasi, namun
tumbuh terus men!adi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah
bertumbuh diba.ah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang
la:im, melainkan membesar men!adi kista. -isa didapati satu kista atau beberapa
kista. 4kuran kista folikel ini biasanya kecil dengan diameter 1-1 A cm dengan
besar tidak melebihi !eruk nipis.
-agian dalam dari dinding kista yang tipid terdiri ari beberapa lapisan sel
granulosa, anak tetapi karena tekanan di dalam kista, ter!adi atrofi pada lapisan ini
5airan dalam kista be.arna !ernih dan sering mengandung estrogenB sehingga
kista ini kadang sering membuat gangguan haid. Kista ini lambat-laun akan
mengecil dan menghilang spontan dalam kurang lebih 1 bulan.
Mani0estasi Klinis Kista Folikel
Kista !enis ini tidak memberikan ge!ala yang kahs, bahkan kadang tidak
menun!ukan ge!ala. Kurve suhu basal bersifat monofasik /karena ter!adi
kegagalan ovulasi0. -ila mecapai ukuran yang cukup besar, kista tersebut
memberikan rasa penuh dan tidak enak pada daerah yang dikenai. ,eperti
pada semua tumor ovarium, kista folikel dapat mengalami torsi.
Kadang-kadang dinding kista folikel dapat mengalami ruptur spontan dan
disertai tanda-tanda perdarahan intrabdominal. ,ering cairan kista tersebut
mengalami resorbsi spontan setelah satu atau dua siklus.
(ia*nosa Kista Folikel
-iasanya dilakukan observasi selama beberapa minggu. &ada kista folikel
bila dilakukan pemeriksaan ulangan beberapa minggu kemudian, tak
!arang kista mengecil atau hilang. ,edangkan pada kista neoplastik
ukurannya tidak akan mengecil, melainkan makin membesar.
Tatalaksana Kista Folik"la!
9
-iasanya kista folikular tidak memerlukan terapi karena mengalami
resorbsi spontan. -ila dilakukan operasi pada kista yang kecil hanya
dilakukan pungsi atau eksisi sa!a. Tetapi pada kista yang agak besar
dilakukan enukleasi dengan meninggalkan !aringan ovarium normal.
)a#a! 12 Kista 'olikular
mayoclinic.com
2.2.' Kista Ko!p"s L"te"#
Kista ini sering ter!adi saat kehamilan dan lebih !arang ter!adi bila diluar
kehamilan. Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan
men!adi korpus albikans. Kadang-kadang korpus lutemu mempertahankan diri
/korpus luteum presisten0, perdarahan sering ter!adi didalamnya dan
menyebabkan ter!adinya kista, berisi cairan yang be.arna merah coklat karena
darah tua. 'rekuensi kista korpus luteum lebih !arang dibandingkan kista folikular.
Dalam pembelahan ovarium kista korpus luteum terdiri dari lapisan be.arna
kuning, terdiri dari sel-sel luteum yang berasal dari sel-sel teka.
Mani0estasi Klinis Kista Ko!p"s L"te"#
Kista korpus luteum dapat menyebabkan gangguan haid, berupa amenorea
dan mensturasi yang tidak teratur. Torsi atau ruptur mendadak dari kista
korpus luteum memberikan rasa nyeri yang berat pada bagian abdomen
sehingga ge!ala amenorea disertai dengan nyeri perut ini memiliki ge!ala
yang mirip dengan kehamilan ektopik terganggu.
10
(ia*nosis Kista Ko!p"s L"te"#
,ukar untuk mendiagnosis kista korpus luteum apabila tidak menimbulkan
ge!ala dan ukurannya kecil. -ila kista ini menimbulkan ge!ala yang mirip
dengan kehamilan ektopik maka dapat dibedakan dari test kehamilan.
Tatalaksana Kista Ko!p"s L"te"#
4mumnya kista korpus luteum akan mengalami pengecilan setelah 1 atau
1 siklus mensturasi. Kalau kista sudah besar sekali maka dapat dilaukan
ekstirpasi.
)a#a! 22 Kista Korpus (uteum
mayoclinic.com
2.2.+ Kista Teka L"tein
&ada mola hidatidosa, koriokarsinoma, dan kadang-kadang tanpa adanya kelainan
tersebut ovarium dapat membesar dan men!adi kistik. Kista teka lutein biasanya
bilateral dan bisa men!adi sebesar tin!u. Tumbuhnya kista ini akibat pengaruh
hormon koriogonadotropin yang berlebihan. Dengan hilangnya mola hidatidosa
dan koriokarsinoma maka kista ovarium akan mengecil dan menghilang dengan
spontan.
11
2.2.. Kista Inkl"si )e!#inal
Kista ini sering kali ditemukan secara tidak senga!a pada saat pemeriksaan
histologi ovarium yang diagkat saat operasi. Kista ini sering ditemukan pada
.anita yang sudah lan!ut usiannya. Kista ini ter!adi karena invaginasi dan isolasi
bagian-bagian kecil dari epitel germinativum pada permukaan ovarium. Dinding
dari kista ini terdiri dari satu lapisan epitel kubik dan berisi cairan !ernih dan
serous. Kista inklusi germinal tidak peranh memberi ge!ala-ge!ala yang bearti
2.2.1 Kista En/o#et!ial
Kista ini berasal dari !aringan endomterium yang berada pada ovarium
/endometriosis0. Kista endometriosis yang terdapat di ovarium membesar hingga
beberapa sentimeter maka dia disebut endometriomas atau kista cokelat. &ada
endometriosis yang berat dapat mengakibatakan erosi dan distorsi !aringan
disekitarnya akibat perlengketan yang semakin meluas.
&ada gambaran histologi mikroskopik !aringan endometrium terdapat
kele!ar endometrium dan stroma. &ada !aringan endometriosis yang abnormal
dapat ditemukan formasi kista dan fibrosis, diding disekitar !aringan implantasi
dikelilingi oleh sel monolayer, ditemukan darah dalam kista, dan ditemukan
hemosiderin-laden macrophages didalam dinding kista.
)a#a! '2 +ndometrioma
papermed.com
12
2.2.1 Kista Stein3Le%ent$al
Kista ini ter!adi pada penderita &olycystic #varian ,yndrome /&5#,0 dengan
karakteristik presistent anovulasi sehingga bermanifestasi ter!adi pembersaran
polycystic ovaries, amenorea sekunder atau oligomenora, dan infertilitas. 7<=
dari penderita &5#, mengalami hirsutisme dan 6<-C7= mengalami obesitas.
&5#, disebabkan oleh hyperpasi dari tunika interna yang menghasilkan :at
androgenik. Kelainan ini merupaka penyakit herediter yang bersifat autosomal
dominan.
Mani0estasi Klinis Stein3Le%ent$al S-n/!o#e
,ecara klinis memberikan ge!ala yang disebut2 ,tein-(eventhal ,yndorom,
yang terdiri dari2 hirsutisme, sterilitas, obesitas, dan oligomenorea,
kadang-kadang disertai dengan klitoris yang membesar.
(ia*nosis Stein3Le%ent$al S-n/!o#e
"enurut )nternational 5oncensus ,tein-(eventhal syndrome dapat
ditegakan bila ada kondisi2 oligomenorea atau amenorea,
hiperandrogenism, dan ditemukan polycystic ovaries pada 4,*. &olycytic
ovaries disebut oyster ovaris karena ovarium tampak membesar,
permukaan rata, be.arna keabu-abuan /pearly gray0, dan berdinding tebal.
&ada pemeriksaan laboratorium ditemukan level serum androgen yang
meningkat, meningkatnya rasio (3',, abnormalitas kadar lipid, dan
resistensi insulin. %novulasi diditeksi pada .anita yang memiliki kadar
konsentrasi ( yang presisten tinggi dan kadar konsentrasi ', yang
rendah.
Tatalaksana Kista Stein3Le%ent$al S-n/!o#e
Tindakan -edah
Dengan menggunakan teknik .edge resection /136-136 !aringan
ovarium dibuang0 ada 1 teori mengenai teknik ini. Teori yang
13
pertama berpendapat reseksi sebagian dari kapsul yang tebal
dibuang, sehingga penghalang ovulasi dihilangkan. Tetapi teori ini
banyak penentangnya karena setelah reseksi kedua sisinya akan
disatukan kembali sehingga timbul kapsul baru. Teori yang kedua
mengatakan bah.a pengangkatan sebagian dari !aringan ovarium,
mungkin menyebabkan berkurangnya pengaruh estrogen hal ini
akan diikuti oleh penambahan rangsangan gonadotropin sehingga
ter!adi ovulasi.
'armakologi
Dapat diberian clomiphene citrate /clomide0 7< mg tiap hari
selama 7-1< hari dan gonadotrpin >7<< i.u /17<< iu tiap 6 hari0.
)a#a! +2 Kista ,tein-(eventhal
nlm.nih.gov
2.4 TUMOR OVARIUM NEOPLASTIK JINAK
[C],[D]
2.4.1 Kista/eno#a M"5inos"#
%sal dari tumor ini masih belum diketahui dengan pasti. Dikatakan kista ini
berasal dari teratoma dengan sifat-sifat entodermik yang menon!ol. $enis kista ini
biasanya berukuran besar dengan beratnya bisa mencapai C< kilogram. Kista ini
merupakan kista terbesar diantara semua !enis kista. -ila ditemukan kista dalam
14
ukuran yang sangat besar hampir dipastikan kista tersebut adalah kistadenoma
mucinosum. Kista ini biasanya muncul pada .anita berusia 1<-7< tahun dan
seringnya timbul unilateral dan hanya D-1<= muncul secara bilateral.
Epi/e#iolo*i Kista/eno#a M"5inos"#
Kista ini sering ditemukan pada .anita usia 1<-7< tahun. %ngka ke!adian
di )ndonesia adalah sebesar 1E= dari seluruh !enis tumor ovarium. Kista
ini !arang ditemukan pada masa prapubertas.
Mani0estasi Klinis Kista/eno#a M"5inos"#
,ecara umum kista ini bersifat asimtomatik. -ila ukurannya besar akan
menimbulakan ge!ala nyeri perut yang tidak spesifik. Kista ini menerima
darahnya melalui suatu tangkai,dan kadang-kadang dapat ter!adi torsi pada
tangkai kista tersebut sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi.
*angguan ini dapat menyebabkan perdarahn dalam kista dan perubahan
degeneratif dari kista yang memudahkan timbulnya perlengketan kista
dengan omentum, usus-usus dan peritoneum parietale.
Diding kista agak tebal dan be.arna putih keabu-abuan. )si kista berisi
cairan lendir khas yang kental seperti gelatin, melekat dan be.arna kuning
sampai coklat tergantung dari percampurannya dengan darah.
&istolo*is
Kista memiliki dinding yang halus dan !arang memiliki papil /tidak seperti
kistadenoma serousa0. (apisan epitel kista bersifat adenomateus,
menyebabkan invaginasi sehingga dapat timbul anak kista yang kemudian
berkembang men!adi kista baru.
Ko#plikasi
#leh sebab sel-sel epitel yang terletak pada dinding kista memiliki potensi
untuk tumbuh seperti struktur kelen!ar dan dapat menimbulkan anak kista
15
yang kemudian dapat berkembang men!adi kista baru, bila ter!adi sobekan
pada dinding kista, maka sel-sel epitel tersebut akan tersebar pada
permukaan peritoneum rongga perut sehingga menyebabkan
peseudomiksoma peritonei.
%kibat pseudomiksoma peritonei adalah timbulnya penyakit
menahundengan musin yang terus bertambah dan menyebabkan banyak
perlengketan. al ini dapat berbahaya karena penderita dapat meninggal
oleh karena ileus.
%ngka perubahan men!adi keganasan pada kistadenoma mucinosum kira-
kira 7 -1<=.
Tatalaksana
-ila tumor sudah sangat besar hingga tidak tampak sisa ovarium yang
normal, biasanya dilakukan pengangkatan ovarium beserta tuba /salpingo-
ooforektomi0. &ada .aktu pengangkatan usahakan melalui teknik in toto
/tanpa pungsi terlebih dahulu0 karena ditakutkan isi kista keluar sehingga
mengakibatkan pseudomiksoma peritonei. -ila ukuran tumor sangat besar
maka sebaiknya dilakukan pungsi terlebih dahulu dan setelah dilakukan
pungsi lubang pungsi harus ditutup dengan rapi sebelum mengeluarkan
kista dari rongga perut. ,etelah kista diangkat maka dilakukan
pemeriksaan histologi untuk menilai kemungkinan keganasan.
)a#a! .2 Kistadenoma "usinosum
16
pt..ikipedia.org
2.4.2 Kista/eno#a Se!os"#
$enis kista ini lebih sering ter!adi dibandingkan dengan kistadenoma
mucinosum, tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan
kistadenoma mucinosum. $enis kista ini dikatakan berasal dari epitel permukaan
ovarium /germinal epithelium0. &ermukaan diding kista biasanya licin dan
be.arna putih abu-abu. 5iri khas dari kista ini adalah adanya pertumbuhan papiler
kedalam maupun luar rongga kista, meskipun pertumbuhan papiler keluar
ronggakista lebih !arang. )si kista be.arna kuning dan kadang coklat akibat
campuran darah. Kista kadang berukuran kecil tetapi permukaannya tertutup oleh
papil /solid papiloma0.
Epi/e#iolo*i
%ngka ke!adiannya adalah sekitar 1D-6@= dari seluruh tumor ovarium di
)ndonesia. ,ering timbul pada .anita usia 1<-6< tahun. -ila timbul pada
.anita yang perimenopause maupun menopause memiliki potensi
perubahan keganasan yang lebih besar. 1<-17= timbul secara bilateral.
&istolo*i
Dinding kistanya menyerupai dinding kistadenoma musinosum. Tetapi
pada kistadenoma serosum ditemukan adanya papiloma didalam maupun
diluar dinding kista yang menyerupai kembang kol. Kadang sukar
dibedakan antara bentuk !inak dan ganas pada kista ini. -ila ditemukan
adanya perkapuran atau yang disebut psamoma dan sel epitel terdiri dari
satu lapis maka kista ini dinyatakan !inak. %pabila ditemukan sel epitel
yang berlapis-lapis, proliferasi, stratifikasi, dan anaplasia epitel maka
sangat mungkin adalah tanda keganasan
Ko#plikasi
17
Karena sukarnya membedakan anyara kistadenoma serosum dengan
keganasan maka potensi keganasan dilaporkan berbeda-beda dan lebih
tinggi dibandigkan dengan !enis kista yang lainnya. Dilaporkan potensi
perubahan keganasan pada kitsa ini adalah sebesar 6<-67=.
Tatalaksana
4mumnya sama dengan penanganan kistadenoma mucinosum. Dilakukan
pemeriksaan sediaan yang dibekukan /fro:en section0 saat operasi, untuk
menentukan tindakan selan!utnya pada .aktu operasi.
)a#a! 12 Kistadenoma ,erosum
pathguy.com
2.4.' Kista (e!#oi/
Kista dermoid ialah suatu teratoma kistik yang !inak dimana struktur-struktur
yang menon!ol adalah struktur ektodermal dengan deferensiasi sempurna, seperti
epitel kulit, rambut, gigi, produk glandula sebasea, dan lemak. ,truktur
ektodermal lebih menon!ol dibandingkan dengan struktur entoderm dan
mesoderm. -eberapa teori mengenai perkembangan kista ini disebabkan oleh
perkembangan tidak sempurna pada akhir stadium blastomer. Tumor ini dapat
mencapai ukuran yang sangat besar sehingga beratnya mencapai beberapa
kilogram.
Epi/e#iolo*i Kista (e!#oi/
18
Tumor ini 1<= dari seluruh neoplasma ovarium kistik. ,ering ditemukan
pada .anita yang masih muda. 17= dari seluruh kista dermoid tumbuh
bilateral, dan sering ditemukan pada masa reproduksi. Kadang kista
dermoid dapat ditemukan pada anak kecil. %ngka ke!adian kista dermoid
diseluruh )ndonesia adalah 6-11= dari seluruh tumor ovarium.
Mani0estasi Klinis Kista (e!#oi/
&ada kista dermoid dapat ter!adi torsi tangkai dengan ge!ala nyeri
mendadak di perut bagian ba.ah. Tidak ada ge!ala yang bersifat khas.
Terhadap siklus haid tidak ada pengaruh yang !elas. Kadang ter!adi
hypomenorea bila kedua ovarium membesar. al ini disebabkan rusaknya
kedua !aringan ovarium.
&istolo*i
Diding dari kista tebal dan ber.arna putih abu-abu. -ila dibua akan
tampak rambut, cairan kental dan licin. Kadang !uga ditemukan gigi,
tulang ra.an, dan butir-butir tulang pada dindingnya. Kandang ditemukan
struktur entodermal seperti !aringan tiroid pada ovarium yang disebut
dengan struma ovarium. ,ecara histologi bentuk dari kista dermoid dapat
menyerupai struma ovarium /tetapi struma tidak berfungsi0, kistadenoma
ovarii musinosum, kistasenoma ovarii serosum, dan koriokarsinoma.
Ko#plikasi
&erubahan kearah keganasan cukup !arang pada kista dermoid
dibandingkan dengan kista neoplastik lainnya yaitu hanya sebesar 1.7-6=.
Tatalaksana
Terapi dari kista dermoid adalah dengan pengangkatan, dilan!utkan
dengan pemeriksaan sediaan beku /vries coup3fre:e section0. -iasanya
diangkat dengan seluruh ovarium.
19
)a#a! 22 Kista Dermoid #varium
sciencephoto.co
20
(AFTAR PUSTAKA
1. *inekologi. Tumor #varium. &rof. 8. ,ulaeman ,astra.inata .
*inekologi. +disi &ertama. -agian #bstetri dan *inekologi 'akultas
Kedokteran 4niversitas &ad!ad!aran. -andungB 1ED>, pp.1C@
1. )lmu Kandungan. Tumor $inak &ada %lat *enital. -antuk adi!anto. )lmu
Kandungan. +disi Kedua. -T -ina &ustakan ,ar.ono &ra.irohard!o.
$akartaB 1<<D, pp. 67<
6. )lmu Kandungan. Tumor $inak &ada %lat *enital. -antuk adi!anto. )lmu
Kandungan. +disi Kedua. -T -ina &ustakan ,ar.ono &ra.irohard!o.
$akartaB 1<<D, pp. 6>D-6>E
>. )lmu Kandungan. Tumor $inak &ada %lat *enital. -antuk adi!anto. )lmu
Kandungan. +disi Kedua. -T -ina &ustakan ,ar.ono &ra.irohard!o.
$akartaB 1<<D, pp. 67<-671
7. #bstetricsF*ynecology. -enign Disorder of the #varies and #viducts. )n2
5urrent. Diagnosis F Treatment. 1<Gth +dition. "c*ra. ill. 4nited
,tates of %mericaB 1<<C, pp.@7>-@7@
@. *inekologi. Tumor #varium. &rof. 8. ,ulaeman ,astra.inata .
*inekologi. +disi &ertama. -agian #bstetri dan *inekologi 'akultas
Kedokteran 4niversitas &ad!ad!aran. -andungB 1ED>, pp.1CD-1D1
C. )lmu Kandungan. Tumor $inak &ada %lat *enital. -antuk adi!anto. )lmu
Kandungan. +disi Kedua. -T -ina &ustakan ,ar.ono &ra.irohard!o.
$akartaB 1<<D, pp. 677-6@1
D. *inekologi. Tumor #varium. &rof. 8. ,ulaeman ,astra.inata .
*inekologi. +disi &ertama. -agian #bstetri dan *inekologi 'akultas
Kedokteran 4niversitas &ad!ad!aran. -andungB 1ED>, pp.1D1-1DD
21