Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Kulit merupakan organ tubuh dengan fungsi yang bermacam-macam, selain memberi
perlindungan terhadap berbagai macam trauma. Kulit juga berperan dalam berbagai
fungsi yang lain, seperti pengaturan suhu tubuh, metabolisme vitamin D dan
penyimpanan karbohidrat dan lemak. Kulit terdiri atas epidermis, adnexa, dermis dan
jaringan subcutan yang secara embriologis berasal dari ektoderm dan mesoderm.
Sebagaimana dengan organ-organ tubuh yang lain, kulit juga dapat mengalami berbagai
kelainan patologis, seperti kelainan kongenital, keradangan, penyakit vaskuler, penyakit-
penyakit degeneratif, kelainan pigmentasi dan neoplasma baik jinak maupun ganas.
Dari berbagai kelainan patologis yang bisa terjadi, neoplasma ganas adalah kelainan
patologis yang paling serius. Neoplasma ganas kulit yang sering ditemukan adalah
suamous cell carcinoma, basal cell carcinoma dan melanoma maligna.
BAB II
PEMBAGIAN TUMOR GANAS KULIT
!. "ang berasal dari epidermis
Suamous cell carcinoma.
#asal cell carcinoma$ ada pendapat yang menyatakan basal cell carcinoma
berasal dari sel pluripotensial yang mampu berdiferensiasi menjadi sel-sel basal
epidermis dan adnexa kulit, seperti kelenjar ecrine, kelenjar apocrine dan
pilocebaceous unit.
%. "ang berasal dari melanosit & melanoma maligna.
'. "ang berasal dari adnexa kulit
Dari bentukan rambut& pilomatrix carcinoma, trichilemmo carcinoma.
Dari kelenjar sebacea & sebaceous carcinoma.
Dari kelenjar apocrine & cylindroma, apocrine carcinoma.
Dari kelenjar eccrine & malignant eccrine poroma, malignant eccrine
spiradenoma, malignant clear cell hydradenoma, malignant chondroidsyringoma
da eccrine s(eat gland carcinoma.
). Dari jaringan mesenchym pada dermis dan subcutan
Dermatofibrosarcoma protuberans
*alignant fibrous histiocytoma
+ibrosarcoma
,ngiosarcoma
-eiomyosarcoma dan liposarcoma
-iposarcoma dan lain lain.
BAB III
TUMOR GANAS KULIT YANG SERING DIDAPATKAN
A. SQUAMOUS CELL CARCINOMA
Dapat tumbuh pada setiap tempat di kulit maupun mukosa yang dilapisi oleh epitel
suamous. .erbanyak didapatkan pada usia lebih kurang /0 tahun dan lebih sering
didapatkan pada nisa bila dibanding rijal.
!. +aktor 1redisposisi
.erkena sinar matahari yang lama.
*amakai bahan arsenik.
2lkus kronis.
Kontak yang lama dengan bahan hydrocarbon organik.
Kontak yang sering3lama dengan tembakau.
.rauma thermis atau radiasi.
1enggunaan obat immunosupresif.
%. *orfologis
*akroskopis
#erupa bercak pada kulit yang agak meninggi ber(arna merah kecoklatan dan
berbatas tegas. .onjolan ini semakin lama bertambah besar, dapat berbentuk
papillomatik atau ulseratif dengan konsistensi yang rapuh dan ber(arna putih
abu-abu.
*ikroskopis
#erupa massa ireguler yang terdiri atas sel-sel epitel dengan derajat diferensiasi
yang bervariasi dari yang menyerupai sel-sel epitel suamous yang normal sampai
yang anaplastik, yakni ukuran dan bentuk sel yang bervariasi, inti hiperkromatik,
jembatan interseluler yang menghilang, keratinisasi individual sel yang abnormal
dan mitosis yang atypik. Diferensiasi dari suamous cell carcinoma ini dapat
dilihat dari keratinisasinya. 1ada bentuk yang berdiferesiasi baik, tampak bentuk
horn pearl, yakni tampak sel-sel suamous yang tersusun sebagai lapisan-lapisan
yang konsentrik pada bagian sentralnya.
'. 4ariant dari Suamous 5ell 5arcinoma
a. ,denoid suamous cell carcinoma
Sel-sel ganas tersusun mirip bentukan kelenjar.
.erjadi karena acantholisis dari sel-sel ganas.
b. 4errucous carcinomas
.umbuh lambat
+ungating
Sering tumor ini sudah tumbuh sagat dalam ke jaringan subcutis tetapi
tidak didapatkan metastase.
). Derajat Keganasan
a. #roders pada tahun !6%! membagi derajat keganasan dari
suamous cell carcinoma berdasarkan komposisi dari sel-sel maturnya.
,da ) derajat keganasan menurut #roders
7rade 8 & lebih dari 9:; sel-selnya matur.
7rade 88 & lebih dari :0; sel-selnya matur tetapi kurang dari 9:;.
7rade 888 & lebih dari %:; sel-selnya matur tetapi kurang dari :0;.
7rade 84 & sel-sel yang matur didapatkan kurang dari %:;.
b. 1endapat yang sekarang
2ntuk menentukan derajat keganasan dari suamous cell carcinoma kulit
tidak hanya dilihat dari diferensiasi sel saja tetapi juga ditentukan oleh derajat
anaplasia dan dalamnya penetrasi.
Derajat keganasan dari suamous cell carcinoma kulit yang sekarang mulai
dipergunakan&
Suamous cell carcinoma derajat 8
1enetrasi dari sel-sel ganas belum sampai di ba(ah level dari kelenjar
keringat.
,da daerah-daerah dengan membrana basalis yang masih utuh tetapi
sebagian ada yang sudah mengalami kerusakan.
1ada sebagian besar sel masih didapatkan jembatan antar sel.
Didapatkan keratinisasi dengan bentukan horn pearl yang banyak.
Suamous cell carcinoma grade 88
*assa tumor tidak berbatas jelas dengan jaringan sekitar.
1enetrasi sel-sel ganas sudah melebihi level kelenjar keringat.
Keratinisasi muali berkurang tetapi masih didapatkan beberapa horn
pearl dengan keratinisasi yang tidak sempurna.
Sebagian besar sel-sel epitel suamous menunjukkan tanda-tanda
keganasan.
Suamous cell carcinoma grade 888
Sudah tidak didapatkan bentukan horn pearl.
Didapatkan keratinisasi atypik sel-sel ganas dengan gambaran sel
besar, berbentuk bulat, sitoplasma eosinofilik, inti hiperkromatik, sebagian
besar sel dengan inti atypik dan mitosis sangat banyak dan atypik.
Suamous cell carcinoma grade 84
Keratinisasi hampir seluruhnya menghilang.
<ampir seluruh sel menunjukkan tanda-tanda keganasan.
.idak didapatkan jembatan antar jaringan.
:. 1rognosa
#anyak ditentukan oleh etiologi keganasan. 1ada keganasan yang terjadi karena
sengatan sinar matahari yang lama mempunyai prognosa yang baik dengan kasus-
kasus yang mengalami metastase hanya didapatkan pada lebih kurang 0,:;
penderita. Sedangkan keganasan yang terjadi karena proses keradangan yang
lama, seperti pada osteomyelitis kemungkinan terjadi metastase yang lebih besar.
1ada penelitian yang telah dilakukan didapatkan metastase sebanyak '!; dari
kasus yang didapatkan.
/. -esi 1raganas
a. Solar keratosis
,ctinic keratosis.
1ada umumnya didapatkan pada usia di atas !0 tahun.
+aktor predisposisi adalah terkena sinar matahari dalam (aktu yang
lama.
-okalisasi pada daerah yang sering terkena sinar matahari, yaitu muka
dan dorsum manus.
1ada penelitian yang telah dilakukan, %0; dari kelainan ini tumbuh
menjadi suamous cell carcinoma.
*akroskopis
#erupa lesi multiple.
#er(arna kemerahan.
Kadang-kadang didapatkan bentukan cornu cutaneus.
*ikroskopis
<iperkeratosis.
1arakertosis.
Keratinisasi atypik pada epidermis bagian ba(ah.
b. -eukoplakia
#erupa bercak putih yang bisa single atau multiple.
-okalisasi pada muka dan vulva.
=tiologi karena iritasi bahan kimia >tembakau?, iritasi bahan mekanis
>gigi atau gigi palsu yang letaknya tidak baik? dan pada vulva karena
vulva yang atropis.
1ada penelitian 9 sampai !'; kasus tumbuh menjadi suamous cell
carcinoma.
*akroskopis
#ercak ber(arna putih single atau multiple. #ila bercak ini datar maka batas
tidak jelas dengan sekitarnya. #ila bercak ini agak meninggi, berbatas jelas
dengan tepi yang irreguler.
*ikroskopis
<yperkeratosis.
1arakeratosis.
,canthosis.
7ambaran inti sel yang pleomorfik dan atypik, inti berukuran besar,
hyperchromatic, irreguler.
1olaritas dari susunan sel-sel sudah menghilang.
Didapatkan keratinisasi atypik.
1ada lapisan basal tampak sel-sel dengan inti yang bertumpuk-tumpuk.
c. #o(en@s disease
#erupa bercak kemerahan yang pada umumnya soliter tetapi dapat pula
multiple. =tiologi karena terkena sinar matahari dalam (aktu yang lama,
terkena bahan arsenik. 1ada penelitian lebih kurang !!; kasus tumbuh
menjadi suamous cell carcinoma.
*akroskopis
#erupa bercak kemerahan.
#atas jelas dengan jaringan sekitar.
.epi irreguler.
*ikroskopis
Sel-sel epidermis dengan inti sangat atypik, ukuran besar,
hiperkromatik.
Didapatkan sel-sel epidermis dengan inti multiple.
Didapatkan keratinisasi dari individual cell yang atypik, berbentuk
bulat, berukuran besar, sitoplasma eosinofilik3homogen, inti
hiperkromatik.
Kadang-kadang didapatkan vacuolisasi dari sel-sel terutama pada
epidermis bagian superficial.
Didapatkan sarang-sarang sel yang atypik diantara sel-sel epidermis
yang normal.
Stratum corneum menebal.
Didapatkan acanthosis dengan pemanjangan dan penebalan rete ridge.
1apilla dermis menyempit.
#asal membran utuh.
d. =rythroplasia of Aueyrat
*ula-mula ditemukan oleh Aueyrat pada tahun !6!!.
.ersering didapatkan pada rijal yang tidak sircumsisi.
*erupakan #o(ens@s disease yang didapatkan pada glans penis.
1ada penelitian lebih kurang '0; kasus tumbuh menjadi suamous
cell carcinoma.
*akroskopis
#ercak ber(arna kemerahan.
.epi agak meninggi.
#atas jelas.
-okalisasi tersering pada glans penis, lebih jarang pada sulcus
coronarius dan permukaan dalam dari preputium.
*ikroskopis
Sel-sel epidermis dengan inti sangat atypik, berukuran besar,
hiperkromatik.
Didapatkan sel-sel epidermis dengan inti yang multiple.
Didapatkan keratinisasi dari individual cell yang atypik, berbentuk
bulat, berukuran besar, sitoplasma eosinofilik3homogen dan inti
hiperkromatik.
Kadang-kadang didapatkan vacuolisasi dari sel-sel terutama pada
epidermis bagian superficial.
Didapatkan sarang-sarang sel yang atypik diantara sel-sel epidermis
yang normal.
Stratum corneum menebal.
Didapatkan parakeratosis dengan inti yang atypik dan hiperkromatik.
Didapatkan acanthosis dengan pemanjangan dan penebalan rete ridge.
1apilla dermis menyempit.
#asal membran utuh.
B. BASAL CELL CARCINOMA (BASAL CELL EPITHELIOMA)
Didapatkan pada kulit yang berambut terutama muka. Sangat jarang didapatkan pada
telapak tangan dan kaki, dan lebih jarang lagi bila pada mukosa. 1ada umumnya
didapatkan pada orang de(asa tetapi jarang pada usia lebih dari )0 tahun. Keganasan
ini bersifat destruksi lokal dan sangat jarang terjadi metastase.
Faktor Pre!"#o"!"!
Sering terkena sinar matahari.
Sinar Boentgen.
5icatrix luka bakar atau luka-luka lain.
.erkena bahan arsenik.
Mor$o%o&!
*akroskopis
,da : bentuk basal cell carcinoma yang berbeda secara klinis.
!. Nodulo ulseratif basal cell carcinoma
- *ula-mula berupa tonjolan kecil yang
lama-kelamaan mengalami ulserasi dan ulkus ini bertambah besar.
- *erupakan bentuk yang terbanyak.
- -okalisasi pada muka.
- 1ada pertumbuhan yang lebih lanjut dapat
merusak mata dan hidung, dapat pula menembus tenkorak mencapai
duramater dan menyebabkan kematian.
- .ermasuk dalam golongan ini adalah basal
cell carcinoma yang secara klinis sering disebut sebagai ulcus rodent.
%. 1igmented basal cell carcinoma
- *orfologis sama dengan nodulo ulseratif
basal cell carcinoma.
- 1erbedaannya pada bentuk ini ber(arna
kecoklatan.
'. *aphealike3fibrosing basal cell carcinoma
- #erupa bercak kuning yang datar atau
agak cekung.
- 8nduratif.
- 1ermukaan licin.
- Kulit permukaan tetap intake dalam (aktu
yang lama tetapi lama-kelamaan dapat terjadi ulserasi.
). Superficial basal cell carcinoma
- #erupa bercak yang ber(arna kemerahan
dan agak meninggi yang makin lama makin membesar.
- #agian tengah tumor terjadi ulserasi.
- -okalisasi terutama pada badan.
:. +ibro epithelioma
- #erupa satu atau beberapa nodul yang
bertangkai.
- Konsistensi padat.
- Dilapisi epithel yang halus.
- Carna agak kemerahah.
- Klinis seperti fibroma.
- -okalisasi tersering di punggung.
*ikroskopis
.erdiri atas sel-sel ganas yang
berbentuk oval atau agak memanjang.
#entuk uniform.
8nti besar.
Sitoplasma sedikit.
Sel-sel di atas mirip sel basal
epidermis tetapi dengan N35 ratio yang lebih besar dan tidak dapat didapatkan
jembatan antar sel. .etapi tanda-tanda keganasan yang nyata seperti inti dan
mitosis yang abnormal tidak begitu tampak.
Secara mikroskopis bisa dibagi menjadi % kelompok.
!. #entuk undifferentiated
Disebut juga sebagai solid basal cell carcinoma. 1ada bentuk ini susunan sel tidak
mengadakan diferensiasi kearah salah satu bentuk adnexa kulit. .erdiri atas massa
sel yang luas pada bagian tepi dari kelompok sel-sel ganas tersebut sel-selnya
tersusun palisade >seperti pagar?.
%. #entuk differetiated
1ada bentuk ini sel-sel ganas tersusun dan menunjukkan diferensiasi ke arah salah
satu bentuk adnexa kulit. ,da beberapa bentuk diferensiasi.
a. Keratotic basal cell carcinoma >pilar type basal cell carcinoma?
- *erupakan bentuk yang berdiferensiasi ke
arah bentukan folikel rambut.
- 1ada bentuk ini pada bagian tengah dari
kelompok sel-sel ganas didapatkan bentukan horn cyst.
b. 5ystic basal cell carcinoma merupakan bentuk basal cell carcinoma yang
berdiferensiasi ke arah bentukan kelenjar sebacea. 1ada bentukan ini
didapatkan bentukan kista-kista di dalam lobulus tumor.
c. ,denoid basal cell carcinoma merupakan bentuk basal cell carcinoma
yang berdiferensiasi ke arah bentukan kelenjar apocrine atau eccrine dari
kulit. 1ada bentuk ini sel-sel ganas tersusun radier dan berderet mengelilingi
pulau-pulau jaringan ikat sehingga membentuk bentukan yang mirip kelenjar.
Kadang-kadang didapatkan bentukan lumen yang dikelilingi oleh sel-sel yang
tampaknya memproduksi sekret.
C. MELANOMA MALIGNA
*erupakan tumor kulit yang paling ganas. .umor ini berasal dari sel-sel melanosit.
*erupakan !-'; dari semua keganasan yang ada. .erbanyak didapatkakan pada usia
)0-/0 tahun. Didapatkan pada nisa maupun rijal dalam jumlah kurang lebih
sebanding. 1erbedaannya pada predileksinya, rijal lebih banyak pada badan
sedangkan pada nisa lebih banyak pada punggung dan tungkai.
Loka%!"a"!
.erbanyak di
kulit
Bongga
mulut
Desophagus
,nus
4agina
-eptomening
en
5onjunctiva
Di dalam
bola mata.
1ada orang negro dan oriental, melanoma maligna banyak didapatkan pada &
.elapak tangan
.elapak kaki
*ukosa
Di ba(ah kuku.
%0-':; kasus melanoma maligna disertai adanya nevus.
K%a"!$!ka"!
!. Superficial spreading melanoma >90;?
- .ersering dijumpai.
- Disebut juga sebagai melanoma pagetoid.
- -okalisasi dapat pada semua tempat di kulit atau mukosa. Bijal terutama
pada tungkai ba(ah sedangkan nisa terutama di daerah dada.
- *akroskopis E bercak agak menonjol, (arna bermacam-macam dan tidak
homogen dari coklat, hitam, kemerahan sampai abu-abu. .epi ireguler.
- *ikroskopis E sel-sel besar-besar. Sitoplasma banyak dan granuler. 8nti
pleomorphik dan hiperkromatik. Didapatkan gambaran penyebaran pagetoid.
%. -entigo melanoma maligna >:;?
- *erupakan fase pertumbuhan vertikal dari lentigo maligna.
- -okalisasi terutama pada kulit yang sering terkena sinar matahari, seperti
muka.
- 2sia E umumnya didapatkan pada usia pertengahan ke atas.
- *akroskopis E bercak yang mendatar berukuran agak besar, dapat
mencapai / cm atau lebih. #er(arna coklat kehitaman atas abu-abu. .epi
ireguler. 1ada beberapa tempat tampak bercak tersebut menonjol
kepermukaan dan ber(arna kehitaman.
- *ikroskopisE sel-sel ganas berbentuk spindel. .ampak pertumbuhan sel
ganas sepanjang basal epidermis, ke ba(ah sepanjang folikel rambut dan
kadang-kadang didapatkan pagetoid spread.
'. ,cral lentiginous melanoma >:;?
- .ipe ini merupakan bentuk yang sering dijumpai pada orang negro
>berkulit hitam? dan oriental.
- -okalisasi E distal extremitas, mukosa vulva atau vagina, anorectal.
- *akroskopis berupa bercak dengan (arna yang bervariasi dan tepi
ireguler.
- *ikroskopis berupa sel-sel ganas berbentuk spindel dengan dendrit yang
prominen.
). Nodular melanoma >!:;?
- *akroskopis berupa nodul di kulit, ber(arna coklat gelap sampai hitam
dan agak homogen, kadang-kadang bercampur dengan (arna agak abu-abu
atau kemerahan. Nodul ini cepat membesar dan dapat berbentuk polipoid.
- *ikroskopis berupa sel-sel besar, sitoplasma banyak dan granuler, inti
pleomorphik dan hiperkromatik.
:. 2nclassificable >%;?
Pro&'o"a
1rognosa dari melanoma maligna ditentukan banyak faktor.
!. Stadium klinik
,da ' stadium klinik dari melanoma maligna.
- Stadium 8 & tumor belum mengadakan metastase.
- Stadium 88 & tumor telah mengadakan metastase ke kelenjar limphe
regional.
- Stadium 888 & telah mengadakan metastase jauh.
%. Dalamnya invasi
*erupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan prognosa dari
melanoma maligna stadium 8. 5lark pada tahun !6/6 membagi dalamnya invasi
ini ke dalam : level.
- -evel 8 & tumor masih terbatas pada epidermis dan adnexa.
- -evel 88 & meluas ke papilla dermis, beberapa sel melanoma maligna
berada diantara papilla dan reticuler dermis.
- -evel 888 & sel-sel ganas telah melampaui papilla dermis dan mencapai
reticuler dermis.
- -evel 84 & telah mengadakan invasi ke reticuler dermis.
- -evel 4 & telah mengadakan invasi ke jaringan subcutan.
'. +aktor-faktor klinis
a. -okalisasi
,pabila lokalisasi dari melanoma maligna didapatkan pada ekstremitas maka
prognosanya lebih baik bila dibanding kalau letaknya pada badan, leher dan
kepala.
b. Fenis kelamin
Nisa prognosanya lebih baik bila dibanding rijal. <al ini disebabkan karena
pada nisa kebanyakan lokalisasi melanoma maligna terletak pada ekstremitas.
c. 2kuran lesi
*akin besar ukuran lesi maka prognosanya makin jelek.
). +aktor-faktor histologis
a. Fenis melanoma maligna
- -entigo melanoma maligna mempunyai prognosa yang paling baik,
tumbuh lambat, metastase lambat, metastase cenderung hanya terbatas
pada kelenjar limphe regional, survival ratenya 60-6);.
- Superficial spreading melanoma prognosisnya lebih jelek dibanding
lentigo melanoma maligna, : tahun pada stadium 8 lebih kurang 90;.
- Nodular melanoma tumbuh cepat, prognosa lebih jelas bila dibanding
superficial spreading melanoma, : ysr pada stadium 8 :0-/0;.
- ,cral lentigo melanoma merupakan melanoma maligna dengan prognosa
yang paling jelek, survival ratenya hanya !!-!:;.
b. Fumlah mitosis
*itosis yang banyak menunjukkan prognosa yang lebih jelek.
c. ,da tidaknya angioinvasi
,pabila didapatkan angioinvasi maka prognosanya jelek.
d. ,da tidaknya pigment melanin
,pabila tidak didapatkan pigment melanin, menunjukkan diferesiasi dari sel-
sel melanoma maligna yang lebih jelek dari pada keadaan ini prognosanya
lebih jelek.
e. 8nfiltrasi limfosit
,pabila didapatkan infiltrasi sel-sel limfosit di sekitar tumor terutama pada
dasar tumor maka prognosanya lebih baik.
Meta"ta"e
Sangat sering terjadi metastase terutama bila tebal tumor telah lebih dari !,: mm.
*ula-mula ke kelenjar lymphe regional.
*etastase jauh &
1aru-paru E GG;
Dtak, duramater atau medulla spinalis E 9:;
Saluran pencernaan E 9';
Fantung E 90;
<epar E /';
1eritoneum E :G;
Kulit dan jaringan subcutan E :)-9:;
,drenal E :';
Kurang lebih ); E didapatkan metastase tanpa diketahui
tumor primernya.
BAB I(
TUMOR GANAS DARI )ARINGAN MESENCHYM PADA
DERMIS DAN SUBCUTAN
A. FIBRO SARCOMA
Sering merupakan keganasan yang primer dan tempatnya sama dengan fibroma.
Sering pada tungkai ba(ah, usianya )0-/0 tahun.
*orfologi
2kuran besar dan tidak berbatas jelas.
Konsistensi lunak.
Sel-sel berbentuk spindel.
#ila lebih undifferentiated maka bentuknya ilah ound cell.
"ang agak khas untuk tumor ini ialah banyak tumor giant
cell dengan inti banyak dan sitoplasma banyak.
*itosis banyak dan atypis serta umumnya kaya sel dengan
sedikit jaringan kolagen.
Sel-sel yang aneh bentuknya banyak.
B. NEUROGENIC SARCOMA
2mumnya pada syaraf periphere yang letaknya dalam dan dapat dari Sch(annoma,
mula-mula berbatas jelas kemudian tumbuh infiltratif.
*ikroskopis
Seperti fibro sarcoma hanya sel-selnya membentuk berkas-berkas yang jalanya
berjalin-jalin, pembedaannya kadang-kadang sangat sukar dan baru dapat dilakukan
dengan pengecatan khusus, yaitu trichrome dan retikulin. Sifatnya sangat
radioresisten.
C. LIPO SARCOMA
5enderung terdapat pada orang tua dan pada daerah retroperitoneal, mediastinal,
sekitar otot dan sendi. 1ada anak-anak terdapat embryonal liposarcoma
>myxoliposarcoma? yang terutama pada tungkai ba(ah, bokong, retroperitoneal dan
sangat sensitif pada penyinaran.
*akroskopis
#er(arna abu-abu putih, tidak berbatas jelas dan tidak berkapsul, ukuran dapat sangat
besar dan tumbuhnya sekitar pembuluh darah dan cenderung mengelilingi organ
sekitarnya.
*ikroskopis
Seperti fibro sarcoma, sel-sel berbentuk spindel atau polihedral dan bila berbentuk
polihedral dan pucat maka mirip renal cell carcinoma terutama bila terdapat di tulang.
#ila lebih (ell diff maka dapat terlihat fat cell diantara anaplastic cells >inti besar,
atypik, cytoplasma vacuolated dan kadang-kadang seperti foam cells?. #entuk yang
lebih (ell diff jarang metastase sedang yang undiff dapat metastase.
D. LEIOMYOSARCOMA
Kemungkinan merupakan tumor primer.
*akroskopis
Seperti leiomyoma tetapi umumnya lebih besar dan lebih lunak dan karena
pertumbuhan cepat maka terdapat area necrose, perlunakan dan perdarahan.
*ikroskopis
.erdapat banyak anaplasia dan mitosis. 2mumnya terdapat di uterus dan
retroperitoneal dan dapat metastase ke paru-paru, hati, kelenjar lymphe regional tetapi
untungnya hal ini jarang. #ila diangkat juga jarang residif, berarti derajat
keganasannya rendah.