Anda di halaman 1dari 4

Judul Kewenangan Pemasangan Chest tube

Latar Belakang Pemasangan chest tube adalah suatu prosedur


terapeutik yang dilakukan untuk mengeluarkan udara dan
cairan dari rongga pleura.(1) Prosedur ini dilakukan pada
pasien dengan kelainan paru dan pleura, seperti
pneumotoraks, empiema, efusi pleura berulang, komplikasi
efusi parapneumonik, hemotoraks, pasien yang menjalani
pleurodesis, dan pasin post-operasi toraks.
Prosedur ini sering dilakukan, namun sekitar lebih
dari 30% prosedur menimbulkan komplikasi berupa
kesalahan letak, perdarahan, perlukaan saraf, perlukaan
diafragma atau organ abdomen yang lainnya, nyeri, dan
fistula bronkopleura.(2) Ukuran chest tube yang sesuai serta
penempatan intratoraks yang tepat sangat penting
diperhatikan untuk memastikan evakuasi cairan berjalan
baik.(3) Sehingga, pengetahuan serta pengalaman yang
cukup harus dimiliki sebelum seorang dokter melakukan
prosedur ini.
Cakupan Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Penyakit
Dalam Konsultan Pneumonologi
Pernyataan dari PAPDI/ KIPD Perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam
(PAPDI) dan Kolegium ilmu penyakit dalam (KIPD) beserta
Perhimpunan Respirologi Indonesia (PERPARI) telah
membentuk suatu tim untuk menentukan kompetensi klinis
dalam melakukan pemasangan chest tube. Sebelum
mendapatkan kewenangan untuk melakukan prosedur ini,
seorang dokter harus memenuhi standar yang telah
ditentukan.
Latihan pemasangan chest tube sudah didapat sejak
pendidikan spesialis penyakit dalam. Pengetahuan dasar
(aspek kognitif) yang harus dimiliki untuk mendapatkan
kompetensi ini diantaranya adalah:
1. Indikasi medis serta kontraindikasi pemasangan
chest tube
2. Risiko dan keuntungan dari prosedur
pemasangan chest tube
3. Anatomi dan fisiologi yang berhubungan dengan
pemasangan chest tube
4. Peralatan yang digunakan serta pemilihan yang
spesifik sesuai dengan kondisi pasien
5. Proses informed consent
6. Tahapan dalam menjalankan prosedur
7. Dokumentasi prosedur
8. Evaluasi dan manajemen chest tube pada pasien
Saat makalah ini disusun, belum ada standar
minimal prosedur pemasangan chest tube yang diperlukan
dan dibuktikan berdasarkan bukti objektif yang menyatakan
seorang dokter kompeten dalam melakukan prosedur
pemasangan chest tube.
Menyadari hal tersebut, maka PAPDI, KIPD, dan
PERPARI mengadakan konsensus bersama dan menetapkan
jumlah prosedur pemasangan chest tube yang tersupervisi
dan terdokumentasi sebagai jumlah minimal sebelum
seorang dokter dianggap kompeten dalam melakukan
prosedur pemasangan chest tube. Apabila selama masa
pendidikan tidak tercapai jumlah tersebut, maka dapat
digantikan dengan mengikuti kursus/workshop yang
terakreditasi PAPDI/KIPD. Satu kali kursus setara dengan
melakukan prosedur sebanyak kali.
Selain itu, untuk mempertahankan kompetensi
tersebut, diharapkan seorang dokter yang sudah kompeten
melakukan paling sedikit kali pemasangan chest tube
dalam setahun. Apabila belum tercapai jumlah tersebut,
maka dapat digantikan dengan mengkikuti kursus/workshop
terakreditasi PAPDI/KIPD yang nilainya setara dengan kali
menjalankan prosedur.
Kriteria Meminta Kompetensi Kriteria yang dicantumkan di sini dimaksudkan
untuk membantu pembuat kebijakan di suatu pelayanan
kesehatan berhubungan dengan prosedur pemasangan
chest tube. Kandidat yang dapat mengajukan diri untuk
mendapatkan kompetensi di bidang ini adalah yang
memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Dokter spesialis penyakit dalam atau dokter
spesialis penyakit dalam konsultan
pneumonologi
2. Selama masa pendidikan spesialis penyakit dalam
pernah melakukan prosedur pemasangan chest
tube sebanyak kali yang terdokumentasi dan
tersupervisi
3. Bila setelah masa pendidikan spesialis penyakit
dalam belum memenuhi standar minimal
tersebut, maka dapat digantikan dengan
mengikuti kursus/workshop pemasangan chest
tube. Satu kali kursus/workshop setara dengan
kali melakukan prosedur
Kriteria Resertifikasi Kriteria untuk mendapatkan kembali kompetensi
dalam prosedur pemasangan chest tube adalah sebagai
berikut:
1. Kandidat harus melakukan prosedur ini
(terdokumentasi) minimal kali dalam setahun.
2. Bila tidak memenuhi standar minimal, dapat
digantikan dengan mengikuti kursus/workshop
pemasangan chest tube. Satu kali
kursus/workshop setara dengan kali melakukan
prosedur
Informasi Lanjutan
Untuk informasi lebih lanjut mengenai permintaan kewenangan
melakukan pemasangan chest tube dapat menghubungi:

PAPDI
Tim Ad Hoc White Paper
Telp:
Email:

KIPD
Sub Komite Pneumonologi
Telp:
Email:

PERPARI
Divisi Pelatihan dan Penelitian
Telp:
Email:


1. W.L. Ricahrd, L. Gary. Textbook of Pleural Disease. 2
nd
edition. CRC Press. Florida. 2008.
2. B.G. Ronald. Chest Medicine: Essentials of Pulmonary and Critical Care Medicine. 5
th
edition.
Lippincott. Philadelphia. 2005.
3. E.P. Joseph and D. Phillips. Critical Care of Dignosis and Management in the Adult. 4
th
edition.
Elsevier. Philadelphia. 2014.