Anda di halaman 1dari 14

A.

Definisi Pornografi
Pornografi (dari bahasa Yunani pornographia secara harafiah
tulisan tentang atau gambar tentang pelacur) adalah penggambaran tubuh manusia
atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan
membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi berbeda dari erotika. Dapat
dikatakan, pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri
adalah penjabaran fisik dari konsep-konsep erotisme. Kalangan industri pornografi
kerap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme namun
mengakibatkan kekacauan pemahaman di kalangan masyarakat umum.
Pornografi dapat menggunakan berbagai media teks tertulis maupun lisan, foto-
foto, ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti
misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan
gambar yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik
lainnya, sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Novel
dan cerita pendek menyajikan teks tertulis, kadang-kadang dengan ilustrasi. Suatu
pertunjukan hidup pun dapat disebut porno.
Definisi dari segi rohani, sebab definisi untuk pengadilan manusia berbeda disetiap
daerah dan negara. Pornografi adalah semua yang berhubungan dengan
ketelanjangan. Tuhan tidak menghendaki ketelanjangan (kecuali diantara suami
isteri sendiri). Barang pertama yang diberikan Tuhan untuk manusia adalah baju
(dari binatang korban) supaya tidak telan-jang.Kej 3:21. Manusia harus pakai baju
tetapi jangan memakai mode perempuan sundal yang merangsang nafsu perzinaan.
B. Jenis Jenis Pornografi
Komisi Meese, komisi Pemerintah Amerika Serikat melakukan penelitian berskala
tentang seks di media. Komisi membagi pornografi menjadi empat jenis :
1. Nudity, yaitu pornografi yang menampilkan model yang telajang.contoh
yang masuk pada kategori ini adalah majalah Playboy yang menampilkan
wanita wanita telanjang
2. Nonviolent, non degrading material. Dalam hal ini produk media tersebut
memang memuat adegan seks atau model yang berpakaian seksi atau
telanjang, namun tidak menyertakan unsur kekerasan atau melecehkan
perempuan. Jadi bisa saja dalam sebuah film terdapat adegan ranjang,
namun selama adegan tersebut menampillkan dua puhak melakukan
aktivitas seksual tanpa paksaan (misalnya perkosaan) atau aktivitas yang
melecehkan (sepeerti seks oral ) maka, film itu termasuk dalam kategori
ini.
3. Nonviolent, degrading sexuality explisit material. Yang membedakan ini
dari kategori kedua adalah bahwa meskipun materi seks yang disajikan
tidak mengandung unsur kekerasan, tetapi di dalamnya terdapat unsur
yang melecehkan. Misalnya saja seorang model perempuan yang harus
menjalankkan aktivitas seks yang merendahkan martabatnya, misalnya:
melakukan seks oral atau digilir oleh beberapa pria, atau melakukan
hubungan seks dengan hewan.
4. Sexually Violent Material. Adalah materi pornografi dangan menyertakan
kekerasan. Jenis ini tidak saja menggambarkan adegan pria menyiksa
perempuan sebelum atau saat melakukan aktivitas seksual, atau adegan
pemerkosaan, baik sendiri-sendiri atau beramai-ramai. Bentuk paling
ekstrim dari jenis ini adalah snuff. Dalam snuff adegan ekerasan seksual
tersebut benar-benar dipraktekan, bahkan sampai mengambil korban
nyawa
Kategori yang dibuat komisi Meese menunjukan bahwa ada jenis jenis pornografi
dari yang ringan sampai yang berat.
Namun pada perkembangannya, ragam pornografi terbagi atas 3, yaitu:
1. Softcore, biasanya hadir materi materi pornografi berupa ketelanjangan,
adegan yang mengesankan terjadinya hubungan seks
2. Hardcore, di Indonesia mengenalnya sebagai triple X (X rated), materi orang
dewasa, dan materi seks yang eskplisit seperti penampilan close up alat
genital dan aktivitas seks, termasuk penetrasi.
3. Obscenity (kecabulan), bila sesuatu tersebut menyajikan materi seksualitas
yang menetang secara ofensif batas-batas kesusilaan masyarakat, yang
menjijikan, dan tidak memiliki nilai artistik, sastra, politik, dan saintifik
C. Penyabab Kecanduan Pornografi
Kecanduan terjadi ketika otak secara fisik telah menguasai pikiran. Pikiran adalah
intelijen yang frustrasi karena kehilangan kontrol. Ini adalah bagian yang
menghasilkan perasaan benar atau salah, karena otak secara fisik tidak memiliki
konsep benar atau salah.

Kecanduan adalah kondisi yang mana secara fisik dan kimia otak memaksa
seseorang melakukan suatu perilaku tertentu tanpa adanya keterlibatan pikiran atau
hati nurani.

Tapi karena kekuatan dari sistem limbik otak (salah satu sistem pada struktur otak)
dan kapasitas untuk menaungi bagian moral dan rasional dari otak, banyak orang
yang mengklaim bahwa pornografi adalah perilaku yang normal atau sebagai
hiburan semata.

Pada dasarnya, satu-satunya perbedaan antara kecanduan narkoba, seperti heroin
atau kokain dengan pornografi adalah cara memasuki sistem. Otak merespons
informasi yang diterima melalui mata lebih cepat ketimbang dari sumber lain.

Informasi visual diproses di sistem limbik dalam waktu nanodetik (sepuluh pangkat
minus sembilan detik). Inilah sebabnya mengapa kecanduan pornografi menjadi
masalah besar.

Informasi visual diproses lebih cepat daripada informasi indera yang lain, bahkan
respons heroin atau kokain sekalipun jauh lebih lambat.

Selain visual, hormon oksitosin juga berperan pada kecanduan pornografi. Oksitosin
dapat menciptakan rasa bersatu dan kebersamaan selama berhubungan seksual.

Namun ketika hormon ini dilepaskan melalui hubungan seksual tanpa pasangan
seperti cara-cara melihat gambar seksual alias pornografi, penerima oksiton
dibiarkan merasa sendirian, depresi, dan bingung, walaupun disertai pelepasan
dopamin (hormon pemicu rasa senang).

Oksitosin adalah suatu bahan kimia 'lem' yang mencari sesuatu ikatan. Pornografi
adalah kekuatan oksitosin, yang menyebabkan perasaan kosong dan kebingungan
bagi semua orang yang melakukannya. Dan ini membuat kecanduan pornografi
sebagai penyakit otak.
D. Akibat Kecanduan Pornografi
Menurut ahli bidang kecanduan pornografi, pornografi dapat menyebabkan
kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada pre frontal corteks (bagian otak
yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan
kerusakan pada tiga bagian otak.
Pada dasarnya orang yang kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan
pecandu narkoba, yaitu ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu
pornografi bisa memenuhi kebutuhan barunya itu dengan lebih mudah, kapan pun
dan di manapun, bahkan melalui ponsel. Akhirnya, ini akan lebih sulit dideteksi dan
diobati ketimbang kecanduan narkoba.
Pada pecandu pornografi, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin,
yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.
Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang
sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan
mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak tidak
bekerja dengan normal bahkan sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuat otak
mengecil dan rusak.
Bila bagian otak limbik selalu digunakan untuk pornografi pada anak dan remaja,
maka bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat,
karena otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi.
Dengan rusaknya otak, maka anak dan remaja akan mudah mengalami bosan,
merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling
mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar,
serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.


E. Pandangan Hukum Tentang Pornografi
Persoalan hukum dan moralitas pernah diidentikkan ketika agama menguasai
pemerintahan (baca: monarki) pada abad ke- 15 sampai abad ke-16.Perbuatan
penodaan agama sama beratnya ancaman hukuman dengan menentang raja;
pezina dihukum bakar hidup-hidup (menurut hukum gereja) atau dirajam (menurut
hukum Islam).

Sistem hukum pidana Indonesia yang berlaku saat ini berasal dari peradaban Barat
yang telah sejak berabad lamanya menganut paham individualistik. Moralitas yang
diunggulkan adalah moralitas individual,bukan moralitas masyarakat. KUHP yang
digunakan sampai saat ini dilandaskan moralitas individual bukan moralitas sosial
apalagi moralitas Pancasila.

Harapan masyarakat Indonesia sekalipun penuh perdebatan sampai pengajuan uji
materiil ke Mahkamah Konstitusi (MK) RIuntuk mengkriminalisasi moralitas
individual telah berhasil dengan ditetapkannya UU No 44/2008 tentang Pornografi.
Meski demikian, Balkin, seorang sosiolog asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa:,
semakin didekatkan moralitas ke dalam undang-undang, semakin tidak jelas lagi
bentuknya.

Dengan kata lain,Balkin mengatakan bahwa sia-sia mengaitkan hukum dan
moralitas di dalam mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat. Begitupula para
ahli filsafat seperti Hans Kelsen, Jeremy Bentham, dan John Austin, yang menolak
unsur moralitas dari hukum, dan pandangan tersebut sampai kini masih dianut
sebagian besar teoritisi hukum dan praktisi hukum di Indonesia.Paham tersebut
telah memengaruhi cara pembentuk UU,bahkan pascareformasi.

***

Undang-Undang Pornografi merupakan undang-undang yang telah berhasil
mengkriminalisasi moralitas dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.Di dalam UU
Pornografi, kata kunci dalam definisi tentang pornografi adalah,melalui berbagai
bentuk media komunikasi dan/ atau pertunjukan di muka umum yang memuat
kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam
masyarakat.

Dengan definisi tersebut, asumsi bahwa setiap perbuatan yang termasuk definisi
tersebut telah dapat dipidana adalah keliru karena definisi tersebutmasih
mengakomodasirumusan kalimatyangmemberikanisyarat bahwa yang dipersoalkan
adalah harus ada media komunikasi dan atau di muka umum yang dianggap
sebagai pelanggaran norma kesusilaan dalam masyarakat.

Kalimat terakhir akan menimbulkan masalah hukum serius karena akan
menimbulkan pertanyaan sejauh mana pameran lukisan seorang gadis telanjang
bulat atau yang sering ditemukan di daerah Ubud (Bali) atau tingkah laku penyanyi
di atas panggung yang seronok termasuk dalam pengertian kecabulan? Keganjilan
di dalam UU Pornografi terdapat pada penjelasan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 6 UU
Pornografi yang masih mengakui dan mengunggulkan moralitas individual
sebagaimana tercermin dari kalimat,tidak termasuk untuk dirinya sendiri dan
kepentingan sendiri.

Konflik ini menghambat penerapan UU tersebut ke dalam kasus yang berkaitan
dengan pornografi sekalipun bunyi Pasal 29 dan Pasal
32UUPornografitelahmemuatbaik tindak pidananya (straafbar) dan ancaman
pidananya (straafmat). Ada pandangan praktisi hukum yang mengatakan bahwa
bunyi penjelasan pasal tidak mengikat secara hukum karena yang penting adalah
bunyi pasalnya.

Pendapat ini jelas sangat keliru karena terbukti telah ada preseden pengajuan hak
uji materiil ke Mahkamah Konstitusi RI mengenai bunyi penjelasan Pasal 2 ayat (1)
UU No 31/1999 yang diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi.Terhadap uji materiil tersebut, Putusan MK RI
Nomor:003/PUU/IV/2006 tanggal 25 Juli 2006 telah menyatakan penjelasan Pasal 2
ayat (1) yang memperluas arti melawan hukum termasuk melawan hukum materiil,
bertentangan dengan UUD 1945. Putusan MKRI tersebut membuktikan bahwa bunyi
penjelasan pasal memiliki kekuatan mengikat sama seperti bunyi ketentuan
pasalnya.Fungsi penjelasan pasal dalam setiap ketentuan UU adalah memberikan
penafsiran hukum yang memenuhi asas lex scripta,lex stricta,dan lex certa(asas
kepastian hukum) sehingga diharapkan tidak ada kepentingan yang dirugikan
(negara dan perorangan) dari sisi keadilan.

***

Bunyi penjelasan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 6 semakin meyakinkan bahwa UU
Pornografi masih membedakan antara moralitas individual dan moralitas masyarakat
di depan hukum.Titik krusial UU Pornografi terletak pada masalah kebijakan legislasi
pemerintah dan DPR RI yang belum jelas dan tegas saat ini di dalam menghadapi
masalah dekadensi moral sebagai imbas pengaruh teknologi internet yang
didominasi pihak asing saat ini.

Keseimbangan perlindungan atas moralitas individual dan moralitas masyarakat
tidak berhasil dipertahankan di dalam UU Pornografi oleh karena itu judul yang tepat
untuk UU ini seharusnya,UU Pemberantasan Tindak Pidana Pornografi, termasuk
ke dalamnya perbuatan untuk diri sendiri dan kepentingan diri sendiri, akan tetapi
kemudian masuk ke ranah publik atau dengan tujuan memperoleh keuntungan
finansial.

Titel UU Pornografi yang dilengkapi dengan ketentuan pidana di dalamnya,dari
sudut teknik perundang- undangan pidana, terdengar ganjil karena UU tersebut
melarang tindak pidana di bidang pornografi,bukan tindak pidana pornografi;
sedangkan pornografi itu sendiri merupakan perbuatan yang sekaligus melanggar
kesusilaan dan melanggar hukum.

Berbeda halnya dengan titel UU No 35/2009 tentang Narkotika karena narkotika itu
sendiri adalah bahan pembuatan obat-obatan, ada manfaatnya; sehingga ketentuan
pidana di dalam UU tersebut ditujukan untuk mengkriminalisasi perbuatan
penyalahgunaannya, bukan penggunaannya yang sesuai ketentuan UU Farmasi.

Solusi hukum satu-satunya untuk mengatasi kelemahan mendasar dari UU
Pornografi sebagaimana diuraikan di atas adalah pengajuan hak uji materiil bunyi
penjelasan Pasal 4 ayat (1) dan bunyi penjelasan Pasal 6 UU Pornografi dengan
alasan bertentangan dengan Pasal 28 J ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945.(*)
F. Mencegah Penyebaran Pornografi
Ada beberapa cara mencegah penyebaran pornografi misalnya dengan razia VCD /
DVD porno oleh pemerintah, dan pengeblokan Situs situs yang berbau pornografi.
Seperti yang dilakukan oleh Direktur E-Business, Kementerian Komunikasi dan
Informatika, Ashar Hasyim mengatakan bahwa lebih dari 800 ribu situs porno
berhasil diblokir. Ini adalah langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran
pornografi dan pornoaksi. Meski prestasi ini dianggap masih kurang, namun Ashar
berjanji akan meningkatkan kinerja timnya. Sampai saat ini ada sekitar 835 ribu
situs yang kami blokir, ujar Ashar Hasyim, di kantornya seperti dikutip dari Tempo,
Rabu (18/7/2012). Ashar menjelaskan secara rinci jumlah pemblokiran situs porno
yang dilakukan oleh timnya. Sekitar 120 situs dengan konten pornografi yang
berhasil diblokir pemerintah setiap harinya. Sementara untu bulan Juni 2012, ada
135 situs porno yang diblokir. Ia mengaku memblokir situs porno tersebut setelah
mendapat pengaduan dari masyarakat. Dari pengaduan itu, pihaknya langsung
melakukan pengecekan dan jika terbukti, maka langsung dilakukan pemblokiran.
Sejauh ini pihaknya telah menerima laporan lebih dari 100 situs porno versi
masyarakat. Meski sudah dilakukan pemblokiran, Ashar mengatakan bahwa situs-
situs porno baru terus bermunculan. Menurutnya beberapa situs porno yang sudah
diblokir pemerintah itu juga bisa muncul kembali dengan nama yang berbeda.
Bahkan, beberapa situs porno yang diblokir telah mengganti domainnya untuk tetap
bisa diakses. Ashar mengungkapkan dari ratusan ribu situs porno yang diblokir,
belum ada situs dengan domain Indonesia. Namun, jika ia dan timnya berhasil
menemukan situs porno buatan Indonesia, maka ia akan melakukan tindakan tegas
pada pelaku. Kami bisa laporkan kepada polisi untuk dikasuskan, tegas Ashar.
Saat ini Ashar baru mempunyai tujuh orang staf untuk melakukan pemblokiran situs-
situs porno yang beredar. Meski jumlahnya sedikit, Ashar tetap yakin timnya bisa
melaksanakan tuga pemblokiran situs porno dengan baik.
G. Menolong Orang yang Kecanduan Pornografi
A. NASEHAT PRAKTIS.
Misalnya mendampingi anak yang sedang melihat TV (banyak acara TV yang tidak
cocok dengan Firman Tuhan) dan harus terus menjelaskan mana yang boleh dan
mana yang tidak, serta membatasi jumlah jam untuk melihat TV, yaitu hanya acara-
acara yang cocok untuk anak-anak saja.
Komputer anak-anak (usahakan supaya situs-situs porno diblokir) jangan
menghadap tembok sehingga terus tersembunyi sehingga tidak kelihatan layarnya
dan tidak bisa sering-sering diawasi dari sekitarnya. Periksa semua game yang
dimainkan si anak, apalagi kalau orangtua yang membelikannya, harus betul-betul
tahu isinya. Jangan tertipu oleh judul-judul luarnya saja yang sopan atau biasa,
sebab kadang-kadang cerita-nya tentang perang (ini juga tidak baik, mengajari anak
membiasakan = mendidik anak-anak untuk membunuh dan menghukum, sehingga
lama-lama perasaan hatinya menjadi tumpul dan dengan perasaan hati yang sudah
mati, anak-anak ini bisa lebih mudah membunuh), tahu-tahu di dalamnya banyak
pornografi dan akhirnya penuh dengan adegan perzinaan yang blak-blakan dari si
jagonya. Juga flash disk, Blackberry, komik dll. Secara diam-diam atau terang-
terangan, orangtua wajib menggeledah barang-barang dan kamar si anak; bukan
saja boleh tetapi harus, kalau tidak mau kecolongan dan meratap sedih. Juga jangan
lupa terus memonitor kemana saja perginya dan perlu di check sebab anak-anak
zaman sekarang makin lihai menyelundupkan, apalagi kalau doanenya lengah
atau disogok sikap dan kata-kata yang manis (lihat lebih lanjut dalam buku
Pendidikan Anak oleh Pdt Jusuf BS).

Hal-hal praktis ini baik tetapi belum cukup! Sebab yang bisa melepaskan orang dari
pornografi dan dosa hanyalah Tuhan Yesus yang juga sesudah memerdekakannya,
juga bisa memelihara hidup kesucian sehingga limpah dengan kesukaan yang asli
oleh Roh Kudus dalam follow upnya.
Yoh 4:13-14 Yesus menjawab dan berkata kepadanya: Barangsiapa minum dari air
ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan
kepadanya, ia tidak akan haus lagi; melainkan air yang akan Kuberikan kepadanya
itu akan menjadi di dalamnya sebuah mata air yang memancar sampai kepada
hidup yang kekal. (KJI)

Tanpa Kristus semua usaha itu hanya memberi hasil sementara. Sebab makin pintar
sang polisi menjaga hanya secara praktis, dari luar saja,membuat anak-anak makin
pintar sembunyi, menyelundup dan mencari alasan yang tepat. Haraplah pada
Tuhan Yesus dan selalu dipimpin oleh RohNya seperti ligabis (dengan hikmat dan
kuasa Allah, sekalipun hanya terhadap anak-anak sendiri. Kita perlu dipimpin Roh
untuk mencegah, melepaskan dan terus di follow up); tanpa Tuhan, bukan saja anak
atau orang yang terikat itu tidak bisa lepas, juga bisa menular pada semua yang lain!
Pornografi itu penyakit menular, bahkan sudah mewabah! Tetapi dalam pribadi,
rumah tangga dan Gereja yang mengenal kebenaran Firman Tuhan tentang
pornografi dan punya kuasa Roh Kudus (doa dalam Roh dan kebenaran), tidak
dijamah oleh wabah ini.
B. CARA ROHANI.
1. MAU, DILEPASKAN DENGAN SIKAP YANG AKTIF.
Orang atau anak yang dilepaskan itu tidak boleh tinggal pasif, hanya kita yang aktif
menggarapnya, tidak bisa! (Kelepasan semacam ini masih bisa dilakukan untuk
orang yang belum kenal Tuhan misalnya kelepasan dari setan-setan). Orang itu
sendiri harus ikut aktif dalam pelepasan ini. Jadi, nomor satu ia sendiri mau dan
rindu dilepaskan meskipun ia tidak berdaya dan gagal terus. Kalau orang itu percaya
Tuhan Yesus dan mau dilepaskan, baru bisa berhasil.
Ada seorang Kristen, seorang gadis habis jatuh dalam dosa sex, datang pada ibu
gembalanya minta dilepaskan. Ini cara pelepasan yang salah. Ibu gembala ini tentu
mau melepaskannya, tetapi ia harus menjelaskan dan menasehati lebih dahulu,
sampai ia sendiri mau dilepaskan, mau berusaha, mau pikul salib mematikan
daging, mau taat akan firman Tuhan, baru kemudian ia didoakan, maka kuasa nama
Yesus akan bekerja dan melepaskannya.
Kalau orang itu belum sungguh-sungguh mau, kita masih harus terus mendoakan
dan menasehati, melayani dalam Roh (dengan kata-kata hikmat dan kuasa Roh,
kalau minta pasti dapat) sampai ia tiba dititik mau melepaskan dirinya sendiri dengan
kuasa Tuhan Yesus. Kadang-kadang Tuhan ikut menolong orang yang keras hati
dengan menghajarnya.
2. SUDAH LAHIR BARU DAN TETAP HIDUP BARU,lebih-lebih kalau sudah penuh
Roh Kudus akan lebih mudah mencegah tidak sampai kena pornografi atau
melepaskannya. Kalau belum lahir baru, selain nasehat yang diberikan, fokuskan
doa dan pelayanan kita untuk melahirbarukan orang itu dengan kuasa Roh Kudus.
Seringkali pada waktu dinasehati ia langsung lahir baru dan terlepas. Sebab hanya
dengan lahir baru, yang lama lenyap (termasuk pornografi) dan yang baru terbit,
yaitu hidup baru seperti Kristus mulai tumbuh.
2Kor 5:7 Sebab kami berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan (KJI)
Hanya dalam hidup baru ada kelepasan dari dosa termasuk pornografi dan di dalam
Kristus kita bisa terus terpelihara dalam kesucian sampai mati atau pengangkatan,
tidak kena ketularan wabah rekreasi ini.
H. Pandangan Kristen terhadap pornografi
Sejauh ini kata cari yang paling sering digunakan di internet adalah yang
berhubungan dengan pornografi. Zaman ini pornografi merajalela. Dibanding dengan
hal-hal lain, Iblis berhasil memutarbalikkan seks. Iblis mengambil apa yang baik dan
benar (seks antara suami dan istri) dan menggantikannya dengan nafsu, pornografi,
perzinahan, pemerkosaan dan homoseksualitas. Pornografi adalah langkah pertama
dalam jalan curam kepada kejahatan dan kebejatan moral (Roma 6:19).
Sebagaimana pengguna narkoba akan menggunakan narkoba dalam jumlah yang
lebih banyak dan dosis yang lebih tinggi, pornografi juga akan menyeret orang
kepada kecanduan seksual dan keinginan-keinginan yang berdosa.

Tiga kategori dosa adalah: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup
(1 Yohanes 2:16). Pornografi jelas menyebabkan keinginan daging, dan tidak dapat
disangkal, keinginan mata. Jelas pornografi bukan sesuatu yang kita boleh pikirkan.
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua
yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,
semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8).
Pornografi menyebabkan kecanduan (1 Korintus 6:12; 2 Petrus 2:19), merusak
(Amsal 6:25-28; Yehezkiel 20:30; Efesus 4:19) dan mengakibatkan kejahatan (Roma
6:19). Memuaskan nafsu kita terhadap orang lain di dalam pikiran kita (esensi dari
pornografi) merupakan hal yang menjijikkan di hadapan Tuhan (Matius 5:28). Ketika
kebiasaan pornografi menjadi karakteristik dari seseorang, hal ini menunjukkan
bahwa orang tsb belum diselamatkan (1 Korintus 6:9).

Jikalau ada sesuatu dalam hidup saya sebelum saya menjadi orang Kristen yang
dapat saya ubah, itu adalah keterlibatan saya dalam pornografi. Puji Tuhan Dia
mampu dan akan memberi kita kemenangan. Apakah Anda terlibat dalam pornografi
dan mau bebas darinya? Berikut ini adalah beberapa langkah menuju kemenangan:
(1) Akui dosa Anda kepada Tuhan (1 Yohanes 1:9). (2) Berdoa pada Tuhan untuk
penyucian, pembaruan dan perubahan pikiran Anda (Roma 12:2). (3) Minta Tuhan
memenuhi pikiran Anda dengan Filipi 4:8. (4) Belajar menguasai tubuh Anda dalam
kesucian (1 Tesalonika 4:3-4). (5) Pahami makna sebenarnya dari seks dan hanya
penuhi kebutuhan seks Anda dengan pasangan Anda (1 Korintus 7:1-5). (6) Sadari
bahwa jika Anda hidup dalam Roh, Anda tidak akan mengikuti keinginan daging
(Galatia 5:16) (7) Lakukan semua hal-hal praktis yang dapat mengurangi kontak
Anda dengan pornografi (i.e. instal penghalang pornografi di komputer Anda, kurangi
menonton TV dan video, cari orang Kristen lain yang bersedia berdoa untuk Anda
dan menolong Anda untuk bertanggung jawab jikalau Anda menikah, pasangan
Anda).
I. Keterllibatan Kristen dalam pencegahan pornografi
Agama merupakan ajaran yang turut serta berperan mencegah pornografi yang
semakin menjadi jadi. Ajaran kristen mencegh pornografi dengan cara:
1. Pengajaran online di situs situs kristen tentang pornogrfi
2. Pengajaran di gereja sejak dini, sejak sekolah minggu kepada penerus
generasi
3. Memperluas wawasan (sosialisasi) kepada masyrakat tentang pornografi,
akibat kecanduaan, serta dampak dampak yang sangat merugikan.
J. Keterlibatan orang kristen dalam menolong pecandu pornografi
BERSEKUTU DALAM TUBUH KRISTUS.
Kalau kita mau memelihara persekutuan dalam Kristus (persekutuan tubuh Kristus),
yaitu dalam kesucian dan kasih (= selalu mengampuni 1Yoh 1:7), maka bersama-
sama kita akan menjadi lebih kuat (Im 26:8) dan lebih mudah mengusir pikiran
pornografi dan tetap jauh dari pornografi. Persekutuan tubuh Kristus itu Kristus
kepalanya.

Ini bukan hanya keakraban (lihat pelajaran tentang keakraban Alkitabiah M3413
dalam website www.tulang-elisa.org). Orang dunia bisa akrab satu sama lain, tetapi
mereka tidak mempunyai persekutuan tubuh Kristus. Persekutuan tubuh Kristus itu
hanya bisa diantara orang yang lahir baru dan Roh Kudus yang mengikatkan kita
dalam persekutuan tubuh Kristus yang dikepalai Kristus, Dia yang memberi
kekuatan, kuasa, hikmat dan kesukaan dalam persekutuan ini dan dalam setiap
anggota-anggota tubuh Kristus. Bersama-sama dalam persekutuan tubuh Kristus
kita menjadi kuat dan mengalahkan pornografi sampai dalam pikiran dan angan-
angan kita Gal 5:24. (Keakraban dunia itu tanpa Kristus sebagai kepala dan
penguasanya, sehingga arahnya bisa kemana-mana, bisa sama-sama ngrasani,
sama-sama benci, sama-sama menikmati kesukaan pornografi dll bahkan disetir
setan, mereka tidak tahu dan tidak berdaya, bahkan pimpinan setan dinikmati).

Dalam pergaulan atau perkara sekuler yang penuh resiko pornografi dan perzinaan,
lebih baik kita selalu berdua (seperti Luk 10:1), misalnya suami isteri bersama-sama
atau dua pelayan Tuhan, maka daya tarik pornografi dan iblis akan terasa lebih
ringan sehingga lebih mudah menolak dan pergi daripada pornografi dan Roh Kudus
akan terus mengikuti, melindungi dan menyertai kita sehingga tetap menang. Sebab
itu sering-sering berbakti dan bersekutu bersama (Ibr 10:25).

Juga dalam pelayanan, bersama-sama akan menguatkan iman kita. Jangan mau
dikalahkan, kita sanggup menang (sebab Allah yang maha kuasa ada di dalam kita
1Yoh 4:4), percayalah!
Demikianlah, seperti rajawali, naik terbang tinggi, selalu penuh dengan tubuh dan
darah Kristus (Perjamuan suci Luk 17:37), sehingga kita tidak dijamah oleh dosa-
dosa yang menyeret seperti tsunami di sekitar kita.

Bagaimana kita bisa naik ke tempat yang lebih tinggi?
1. Dengan iman.
2. Dengan sembunyi dari yang jahat.
3. Dengan berdoa dalam Roh dan kebenaran (pakai bahasa lidah).
4. Dengan bersekutu dalam persekutuan tubuh Kristus, dalam ibadah dan pelayanan
yang tulus dan suci, maka kita tidak akan dikalahkan atau bisa dijerat oleh dosa-
dosa dunia ini, termasuk pornografi dan perzinaan