Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Daerah Barru, Sulawesi Selatan merupakan suatu daerah yang memiliki
kapasitas yang baik dalam mengenal ilmu geologi. Pada daerah tersebut terdapat
banyak morfologi serta bentukan alam yang dapat diamati serta dipelajari secara
langsung. Namun kurang pengetahuan warga sekitar akan hal tersebut membuat
para ahli geologi harus melakukan penelitian tersebut agar masyarakat dapat
mengamati dan mempelajarinya, sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada
masyarakat.
Oleh karena itu dilakukanlah penelitian ltrerasi !idrotermal dan batuan
pada daerah ini sebagai bentuk aplikasi atau praktek dari teori ilmu yang telah
didapatkan, Alterasi hidrotermal adalah suatu proses yang sangat kompleks yang
melibatkan perubahan mineralogi, kimiawi, dan tekstur yang disebabkan oleh
interaksi fluida panas dengan batuan yang dilaluinya, di bawah kondisi e"olusi
fisio#kimia. Proses alterasi merupakan suatu bentuk metasomatisme, yaitu
pertukaran komponen kimiawi antara cairan#cairan dengan batuan dinding
$Pirajno, %&&'(.
1.2 Maksud dan Tujuan
dapun maksud dari diadakannya penelitian lapangan ini ialah untuk
menentukan sebaran mineral berat pada daerah penelitian.
Sedangkan yang menjadi tujuan dilaksanakannya penelitian )apangan
*eokimia eksplorasi ini adalah, antara lain sebagai berikut +
a. gar peserta dapat mengetahui jenis#jenis mineral berat dan proses
terbentuknya.
%
b. gar peserta bisa mengetahui metode pengambilan data khususnya pada
bidang *eokimia.
1.3 Letak,Waktu dan esa!"a#an Daera$
)okasi penelitian adalah daerah kabupaten Barru. ,abupaten Barru
merupakan salah satu ,abupaten di Sulawesi Selatan yang mempunyai wilayah
yang terbentang dipesisir selat -akassar, membujur dari arah selatan ke utara
sepanjang kurang lebih ./ ,m.
,abupaten Barru secara geografis terletak pada ,oordinat 012,310&4 sampai
010.1534 )intang selatan dan %%&153124 sampai %%&10&1%64 Bujur, dengan batas
wilayah sebagai berikut + Sebelah selatan dengan ,abupaten Pangkep #Sebelah
barat berbatasan dengan Selat -akassar #Sebelah utara berbatasan dengan ,ota
Pare#Pare, dan #Sebelah timur berbatasan dengan ,abupaten Soppeng.
Daerah penelitian ini berjarak kurang lebih %'2 ,m sebelah utara dari
,otamadya -akassar, yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda
dua dan roda empat dengan waktu perjalanan selama 5 jam. Dengan kondisi jalan
beraspal .
1.% Alat dan Ba$an
lat dan bahan yang akan digunakan pada fieldtrip ini"adalah sebagai
berikut+
Peta 7opografi bersekala % + '3.222
*lobal Positioning System $*PS(
,ompas *eologi
Palu *eologi
)oupe dengan pembesaran %2 8
Buku catatan lapangan
,amera Digital
,antong sample
'
lat untuk -endulang
lat tulis menulis
1.& Penel#t# Terda$ulu
Secara umum daerah penelitian dan sekitarnya telah diteliti oleh beberapa
peneliti terdahulu, antara lain +
%. Sarasin $%&2%(, melaukan penelitian geogerafi dan geologi di pulau
Sulawesi.
'. 9ab Sukamto $%&.3(, melakukan pemetaan dan membuat peta geologi
lembar Pangkajene dan :attampone bagian barat.
5. ;an )eeuwen $%&.&( meneliti geologi Sulawesi Selatan dangan studi
khusus daerah Biru.
5
BAB II
TIN'AUAN PU(TAA
2.1 )e*l*g# +eg#*nal
2.1.1 )e*!*r,*l*g# +eg#*nal
)okasi <ield 7rip termasuk dalam lembar Pangkajene dan :atampone
bagian Barat, Sulawesi, dimana pada lembar tersebut terdapat dua baris
pegunungan yang memanjang hampir sejajar pada arah utara =baratlaut dan
terpisahkan oleh lembar Sungai :alanae. Pada kedua baris pegunungn tersebut
daerah kuliah lapangan menempati baris pegunungan bagian barat.
Pegunungan barat melebar dibagian selatan dan menyempit dibagian utara.
Puncak tertingginya %6&0 meter sedngkan ketinggian rata#ratanya %322 meter.
Pembentuknya sebagian besar batuan gunungapi. Dilereng barat dan dibeberapa
tempat dilereng timur terdpat topografi kras, pencerminan adanya batugamping.
Diantara topografi kras dilereng barat terdapat daerah perbukitan yang dibentuk
oleh batuan Pra 7ersier. Pegunungan ini dibagian barat daya dibatasi oleh
daratan Pangkajene -aros yang luas sebagian lanjutan dri dataran disekitarnya.
2.1.2 (trat#gra,# +eg#*nal
7mc + <ormasi >amba? batuan sedimen laut berselingan dengan batuan
gunungapi? batupasir tufa berslingan dengan tufa, batupasir, batulanau, dan
batulempung? konlomerat dan breksi gunungapi, dan setempat dengan batubara?
berwarna beraneka, putih, coklat, kuning, kelabu muda sampai kehitaman?
umumnya mengeras kuat dan sebagian kurang padat? berlaapis dengan tebal
antara 0 cm = %22 cm. 7ufanya berbutir halus hingga lapili? tufa lempungan
berwrna merah mengandung banyak mineral biotit? konglomerat dan breksinya
terutama berkomponen andesit dan basal dengan ukuran antara ' cm = 02 cm?
0
batugamping pasiran dan batupasir gampingan mengandung pecahan koral dan
mollusca ? batulempung gampingan kelabu tua dan napal mengandung foram
kecil dan mollusca. <osil#fosil yang ditemukan pada satuan ini menunjukkan
kisaran umur -iosen tengah#-iosen khir $N.& = N.%3( pada lingkungan
neritik. ,etebalan satuan sekitar 3.222 meter, menindih tidak selaras
batugamping <ormasi tonasa $7emt( dan <ormasi mallawa $7em(, mendatar
berangsur berubah jadi bagian bawah daripada <ormasi :alanae $7mpw(?
diterobos oleh retas, sill dan stock bersusunan basal piroksin, andesit dan diorit.
7emt + <ormasi 7onasa ? batugamping koral pejal, sebagian terhablurkan,
berwarna putih dan kelabu muda? batugamping bioklastika dan kalkarenit,
berwarna putih, coklat muda dan kelabu muda, sebagian berlapis, berselingan
dengan napal *lobigerina tufaan? bagian bawahnya mengandung batugamping
berbitumen, setempat bersisipan breksi batugamping dan batugamping pasiran?
di daerah 9alla ditemukan batugamping yang mengandung banyak serpihan
sekis dan batuan ultramafik? batugamping berlapis sebagian mengandung
banyak foraminifera kecil dan beberapa lapisan napal pasiran mengandung
banyak kerang $pelecypoda( dan siput $gastropoda( besar. Batugamping pejal
pada umumnya terkekarkan kuat? di daerah 7anete 9iaja terdapat tiga jalur napal
yang berselingan dengan jalur batugamping berlapis.
Berdasarkan atas kandungan fosilnya, menunjukkan kisaran umur @osen
wal $7a.'( sampai -iosen tengah $7f( dan lingkungan neritik dangkal hingga
dalam dan laguna. 7ebal <ormasi diperkirakan tidak kuran dari 5222 meter,
menindih tidak selaras batuan <ormasi -allawa, dan tertindih tak selaras oleh
<ormasi >amba, diterobos oleh sill, retas dan stock batuan beku yang
bersusunan basal, trakit dan diorit.
7em + <ormasi -allawa ? batupasir, konglomerat, bstulsnsu, batulempung,
napal dengan sisipan lapisan atau lensa batubara dan batulempung? batupasirnya
sebagian besar batupasir kuarsa adapula yang arkose, graywacke dan tufaan,
umumnya berwarna kelabu muda dan coklat muda? pada umumnya bersifat
rapuh, kurang padat? konglomeratnya sebagian kompak? batulempung,
batugamping dan napal umumnya mengandung mollusca yang belum diperiksa,
3
dan berwarna kelabu muda sampai kelabu tua? batubara berupa lensa setebnal
beberapa centimeter dan berupa lapisan sampai %,3 meter.
Berdasarkan atas kandungan fosil menunjukkan kisaran umur Paleogen
dengan lingkungan paralis dampai laut dangkal. 7ebal <ormasi ini tidak kurang
dari 022 meter? tertindih selaras oleh batugamping 7emt, dan menindih tak
selaras batuan sedimen kl dan batuan gunungapi 7p".
,b+ <ormasi Balangbaru ? sedimen tipe flysch ? batupasir berselingan
dengan batulanau, batulempung, dan serpih? bersisipan konglomerat, tufa dan
la"a? batupasirnya bersusunan grewake dan arkosa, sebagian tufaan dan
gampingan, pada umumnya menunjukkan struktur turbidit? dibeberapa tempat
ditemukan konglomerat dengan susunan basal, andesit, diorit, serpih, tufa
terkesikkan, sekis, kuarsa dan bersemen bartupasir? pada umumnya padat dan
sebagian serpih terkesikkan. <ormasi ini mempunyai ketebalan sekitar '222
meter, tertindih tidak selaras batuan formasi -allawa dan batuan gunungapi
terpropilitkan, dan menindih tidak selaras kompleks tektonik Bantimala.
2.1.3 (truktur +eg#*nal
Batuan tua yang masih dapat diketahui kedudukan stratigrafi dan
tektoniknya adalah sedimen flysch <ormasi Balangbaru. <ormasi ini menindih
secara tidak selaras batuan yang lebih tua, dan di bagian atasnya ditindih tidak
selaras oleh batuan yang lebih muda. <ormasi Balangbarun merupakan endapan
lereng di dalam sistem busur#palung pada Aaman ,apur khir.
,egiatan gunungapi bawah laut dimulai pada kala Paleosen. Pada kala
@osen wal, daerah barat merupakan tepi daratan yang dicirikan oleh endapan
darat serta batubara di dalam <ormasi -allawa. Pengendapan <ormasi -allawa
kemungkinan hanya berlangsung selama awal @osen.
Pengendapan batuan karbonat yang sangat tebal dan luas di barat
berlangsung sejak @osen khir hingga -iosen wal. *ejala ini mendandakan
bahwa selama waktu itu terjadi paparan laut dangkal yang luas, yang berangsur#
6
angsur menurun sejalan dengan adanya pengendapan. Proses tektonik di bagian
barat ini berlangsung sampai -iosen wal.
khir kegiatan gunungapi -iosen wal itu diikuti oleh tektonik yang
menyebabkan terjadinya permulaan terban :alanae yang kemudian menjadi
cekungan tempat pembentuk <ormasi :alanae. -enurunnya terban :alanae
dibatasi oleh dua sistem sesar normal, yaitu sesar :alanae dan sesar Soppeng.
Sesar utama yang berarah utara#baratlaut terjadi sejak -iosen 7engah, dan
tumbuh sampai setelah Pliosen. Perlipatan besar yang berarah hampir sejajar
dengan sesar utama diperkirakan terbentuk sehubungan dengan adanya tekanan
mendatar berarah kira#kira timur#barat pada waktu sebelum akhir Pliosen.
7ekanan ini mengakibatkan pula adanya sesar sungkup lokal yang menyesarkan
batuan Pra#,apur khir. Perlipatan dan pensesaran yang relatif lebih kecil di
bagian barat di pegunungan barat yang berarah barat laut#tenggara dan
merencong, kemungkinan besar terjadi oleh gerakan mendatar ke kanan
sepanjang sesar besar.
2.2 Alteras# dan M#neral#sas#
lterasi hidrotermal merupakan proses yang kompleks, karena
meliputiperubahan secara mineralogi, kimia dan tekstur yang dihasilkan dari
interaksi larutanhidrotermal dengan batuan yang dilaluinya pada kondisi fisika#
kimia tertentu $Pirajno,%&&'(. Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses
alterasi hidrotermal adalah temperatur,kimia, fluida, konsentrasi dan komposisi
batuan samping, durasi aktifitas hidrotermal danpermeabilitas. Namun faktor
kimia dan temperatur fluida merupakan faktor yang palingberpengaruh $Browne,
%&&0 dalam >orbett dan )each, %&&3(.
lterasi hidrotermal akan bergantung pada +
%. ,arakter batuan dinding.
'. ,arakter fluida $ @h, p! (.
5. ,ondisi tekanan dan temperatur pada saat reaksi berlangsung $ *uilbert
dan Park, %&/6, dalam Sutarto, '220 (.
.
0. ,onsentrasi.
3. )ama akti"itas hidrotermal $ Browne, %&&%, dalam Sutarto, '220 (.
:alaupun faktor#faktor di atas saling terkait, tetapi temperatur dan kimia
fluida kemungkinan merupakan faktor yang paling berpengaruh pada proses
alterasi hidrotermal $ >orbett dan )each, %&&6, dalam Sutarto, '220 (. !enley dan
@llis $ %&/5, dalam Sutarto, '220 (, mempercayai bahwa alterasi hidrotermal pada
sistem epitermal tidak banyak bergantung pada komposisi batuan dinding, akan
tetapi lebih dikontrol oleh kelulusan batuan, tempertatur, dan komposisi fluida.
Batuan dinding (wall rock/country rock) adalah batuan di sekitar intrusi
yang melingkupi urat, umumnya mengalami alterasi hidrotermal. Derajat dan
lamanya proses alterasi akan menyebabkan perbedaan intensitas alterasi dan
derajat alterasi $terkait dengan stabilitas pembentukan(. Stabilitas mineral primer
yang mengalami alterasi sering membentuk pola alterasi $ style of alteration (
pada batuan $ Pirajno, %&&', dalam Sutarto, '220 (. Pada kesetimbangan tertentu,
proses hidrotermal akan menghasilkan kumpulan mineral tertentu yang dikenal
sebagai himpunan mineral $ mineral assemblage ( $*uilbert dan Park, %&/6,
dalam Sutarto, '220(. Setiap himpunan mineral akan mencerminkan tipe alterasi
$ type of alteration (. Satu mineral dengan mineral tertentu seringkali dijumpai
bersama $ asosiasi mineral (, walaupun mempunyai tingkat stabilitas
pembentukan yang berbeda, sebagai contoh klorit sering berasosiasi dengan
piroksen atau biotit. rea yang memperlihatkan penyebaran kesamaan himpunan
mineral yang hadir dapat disatukan sebagai satu Aona alterasi. Host rock adalah
batuan yang mengandung endapan bijih atau suatu batuan yang dapat dilewati
larutan, di mana suatu endapan bijih terbentuk. Bntrusi maupun batuan dinding
dapat bertindak sebagai host rock.
A. +eaks# - +eaks# Pada Pr*ses Alteras#
9eaksi = reaksi yang berperan penting didalam proses alterasi $reaksi
kimia antara batuan dengan fluida( adalah +
1. Hidrolisis
/
-erupakan proses pembentukan mineral baru akibat terjadinya reaksi kimia
antara mineral tertentu dengan ion !C, contohnya +
5 ,alSiO5 O/ C !'O$aD( ,al5Si5O%2 $O!(' C 6SiO' C ',
, = <eldspar -usco"ite $Sericite( ,uarsa
2. Hidrasi
-erupakan proses pembentukan mineral baru dengan adanya
penambahan molekul !'O. Dehidrasi adalah sebaliknya. 9eaksi !idrasi +
' -g'SiO0C '!'O C ' !C -g5 Si'O3 $O!(0 C -g'C
Oli"ine Serpentinite
9eaksi dehidrasi +
l'Si'O3$O!(0 C ' SiO' l'Si0O%2 $O!(0 C -g'C
,aolinit ,uarsa Pyrophilite
3. Metasomatisme alkali alkali tanah
>ontoh+
'>a>O5 C -g'C >a-g $>O5(' C >a'C
>alcite Dolomite
4. Dekarbonisasi reaksi kimia yang menghasilkan silika dan oksida
>ontoh +
>a-g$>O5(' C ' SiO' $>a-g(SiO' C ' >O'
Dolomite ,uarsa Dioside
4. Silisifikasi
-erupakan proses penambahan atau produksi kuarsa polimorfnya,
contohnya+
' >a>O5 C SiO' C 0 !# '>a'# C ' >O' C SiO' C ' !'O
>alcite ,uarsa
5. Silisikasi
-erupakan proses kon"ersi atau penggantian mineral silikat, contohnya+
>a>O5 C SiO' >aSiO5 C >O'
>alcite ,uarsa :ollastonite
&
,lasifikasi tipe alterasi hidrotermal pada endapan telah banyak
dilakukan olehpara ahli, antara lain >reassey $%&36,%&66(. )owell dan *uilbert
$%&.2(, 9ose $%&.2(, -eyerdan !emley $%&6.( serta 7homson dan 7homson
$%&&6(. )owell dan *uilbert membagi tipealterasi kedalam potasik $,#feldspar,
biotit, serisit, klorit, kuarsa(, filik $kuarsa, serisit, pirithidromika, klorit(, argilik
$kaolinit, monmorilonit, klorit( dan propilitik $klorit, epidot(.
7abel 7ipe#tipe alterasi berdasarkan himpunan mineral $*uilbert dan Park, %&/6(
T#"e alteras# .*ne /$#!"unan !#neral0
(#l#s#k ,uarsa,kalsedon,opal pirit,hematit
Adular#a Ortoklas $adularia(,kuarsa,serisit#illit,pirit
(er#s#t#k, Arg#l#k Serisit $musko"it(, illit#smektit, monmorilonit
kaolinit,kuarsa,kalsit,dolomit,pirit
Arg#l#k lanjut1A2#d
(ul"$ate
,aolinit,alunit,kritobalit $opal,kalsedon(,nati"e sulphur,
jarosit, pirit
(#l#ka1kar3*nat ,uarsa, kalsit
Pr*"#l#t#k, Alteras#
.e*l#t#k
,alsit,epidot,wairakit,klorit,albit, illit#smektit,
monmorilonit,pirit
%2
Ta3el las#,#kas# t#"e alteras# dan $#!"unan !#neraln4a "ada
enda"an e"#ter!al sul,#das# renda$ /T$*!"s*n dan T$*!s*n,15560
>reasey $%&66, dalam Sutarto, '220( membuat klasifikasi alterasi
hidrotermal pada endapan tembaga porfiri menjadi empat tipe yaitu propilitik,
argilik, potasik, dan himpunan kuarsa#serisit#pirit. )owell dan *uilbert $%&.2,
dalam Sutarto, '220( membuatmodel alterasi # mineralisasi juga pada endapan
bijih porfir, menambahkan istilah Aona filik untuk himpunan mineral kuarsa,
serisit, pirit, klorit, rutil, kalkopirit. dapun delapan macam tipe alterasi antara
lain +
10 Pr*"#l#t#k
Dicirikan oleh kehadiran klorit disertai dengan beberapa mineral
epidot,illitEserisit, kalsit, albit, dan anhidrit. 7erbentuk pada temperatur '22F#
522F> pada p!mendekati netral, dengan salinitas beragam, umumnya pada daerah
yang mempunyaipermeabilitas rendah. -enurut >reasey $%&66, dalam Sutarto,
'220(, terdapat empatkecenderungan himpunan mineral yang hadir pada tipe
propilitik, yaitu + klorit#kalsit#kaolinit,klorit#kalsit#talk, klorit#epidot#kalsit, klorit#
epidot.
20 Arg#l#k
Pada tipe argilik terdapat dua kemungkinan himpunan mineral, yaitu
musko"it#kaolinit#monmorilonit dan musko"it#klorit#monmorilonit. !impunan
mineral pada tipe argilik terbentuk pada temperatur %22F#522F> $Pirajno, %&&',
dalam Sutarto, '220(, fluidaasam#netral, dan salinitas rendah.
30 P*tas#k
Gona alterasi ini dicirikan oleh mineral ubahan berupa biotit sekunder, ,#
<eldspar, kuarsa, serisit dan magnetit. Pembentukkan biotit sekunder ini dapat
terbentuk akibat reaksi antara mineral mafik terutama hornblende dengan larutan
hidrotermal yangkemudian menghasilkan biotit, feldspar maupun piroksen. Selain
%%
itu tipe alterasi ini dicirikanoleh melimpahnya himpunan musko"it#biotit#alkali
felspar#magnetit. nhidrit sering hadirsebagai asesori, serta sejumlah kecil albit,
dan titanit $sphene( atau rutil kadang terbentuk.
lterasi potasik terbentuk pada daerah yang dekat batuan beku intrusif
yangterkait, fluida yang panas $H522F>(, salinitas tinggi, dan dengan karakter
magamatik yangkuat. Selain biotisasi tersebut mineral klorit muncul sebagai
penciri Aona ubahan potasik ini. ,lorit merupakan mineral ubahan dari mineral
mafik terutama piroksen, hornblende maupunbiotit, hal ini dapat dilihat bentuk
awal dari mineral piroksen terlihat jelas mineral piroksen tersebut telah
mengalami ubahan menjadi klorit. Pembentukkan mineral klorit ini karenareaksi
antara mineral piroksen dengan larutan hidrotermal yang kemudian membentuk
klorit, feldspar, serta mineral logam berupa magnetit dan hematit.
lterasi ini diakibat oleh penambahan unsur potasium pada proses
metasomatisdan disertai dengan banyak atau sedikitnya unsur kalsium dan sodium
didalam batuan yangkaya akan mineral aluminosilikat. Sedangkan klorit, aktinolit,
dan garnet kadang dijumpaidalam jumlah yang sedikit. -ineralisasi yang
umumnya dijumpai pada Aona ubahan potasik ini berbentuk menyebar dimana
mineral tersebut merupakan mineral = mineral sulfida yangterdiri atas pirit
maupun kalkopirit dengan pertimbangan yang relatif sama.
%0 7#l#k
Gona alterasi ini biasanya terletak pada bagian luar dari Aona potasik.
Batas Aonaalterasi ini berbentuk circular yang mengelilingi Aona potasik yang
berkembang pada intrusi. Gona ini dicirikan oleh kumpulan mineral serisit dan
kuarsa sebagai mineral utama denganmineral pirit yang melimpah serta sejumlah
anhidrit. -ineral serisit terbentuk pada proseshidrogen metasomatis yang
merupakan dasar dari alterasi serisit yang menyebabkan mineralfeldspar yang
stabil menjadi rusak dan teralterasi menjadi serisit dengan penambahan unsur!C,
menjadi mineral phylosilikat atau kuarsa. Gona ini tersusun oleh himpunan
mineralkuarsa#serisit#pirit, yang umumnya tidak mengandung mineral#mineral
lempung atau alkalifeldspar. ,adang mengandung sedikit anhidrit, klorit, kalsit,
%'
dan rutil. 7erbentuk pada temperatur sedang#tinggi $'52F # 022F>(, fluida asam#
netral, salinitas beragam, pada Aona permeabel, dan pada batas dengan urat.
&0 Pr*"#l#t#k dala! /#nner "r*"#l#t#k0
-enurut !edenDuist dan )inndD"ist $%&/3, , dalam Sutarto, '220(, Aona
alterasipada sistem epitermal sulfidasi rendah $fluida kaya klorida, p! mendekati
netral( ummnyamenunjukkan Aona alterasi seperti pada sistem porfir, tetapi
menambahkan istilah inner propylitic untuk Aona pada bagian yang bertemperatur
tinggi $H522F>(, yang dicirikan olehkehadiran epidot, aktinolit, klorit, dan ilit.
60 Arg#l#k lanjut /ad8an2ed arg#l#20
Sedangkan untuk sistem epitermal sulfidasi tinggi $fluida kaya asam
sulfat(, ditambahkan istilah ad"anced argilic yang dicirikan oleh kehadiran
himpunan mineral pirofilit = diaspora = andalusit = kuarsa = turmalin = enargit #
luAonit $untuk temperatur tinggi, '32F # 532F>(, atau himpunan mineral kaolinit =
alunit = kalsedon = kuarsa # pirit $untuk temperaturrendah, I%/2F(.
90 (karn
lterasi ini terbentuk akibat kontak antara batuan sumber dengan
batuankarbonat, Aona ini sangat dipengaruhi oleh komposisi batuan yang kaya
akan kandunganmineral karbonat. Pada kondisi yang kurang akan air, Aona ini
dicirikan oleh pembentukanmineral garnet, klinopiroksen dan wollastonit serta
mineral magnetit dalam jumlah yangcukup besar, sedangkan pada kondisi yang
kaya akan air, Aona ini dicirikan oleh mineralklorit,tremolit=aktinolit dan kalsit
dan larutan hidrotermal.
%5
Gambar 2.1 lterasi pada !orphyry "opper
Pr*ses M#neral#sas#
-enurut Bateman $%&/%( Secara umum proses mineralisasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor pengontrol, meliputi +
%. )arutan hidrotermal yang berfungsi sebagai larutan pembawa mineral.
'. Gona lemah yang berfungsi sebagai saluran untuk lewat larutan hidrotermal.
5. 7ersedianya ruang untuk pengendapan larutan hidrotermal.
0. 7erjadinya reaksi kimia dari batuan indukEhost rock dengan larutan
hidrotermal yang memungkinkan terjadinya pengendapan mineral bijih $ore(.
3. danya konsentrasi larutan yang cukup tinggi untuk mengendapkan mineral
bijih $ore(.
-enurut )indgren, %&55 faktor yang mengontrol terkonsentrasinya
mineral # mineral logam $khususnya emas( pada suatu proses mineralisasi
dipengaruhi oleh adanya +
%. Proses diferensiasi, pada proses ini terjadi kristalisasi secara fraksional
$fractional crystali#ation(, yaitu pemisahan mineral#mineral berat pertama
kali dan mengakibatkan terjadinya pengendapan kristal#kristal magnetit,
kromit dan ilmenit. Pengendapan kromit sering berasosiasi dengan
%0
pengendapan intan dan platinum. )arutan sulfida akan terpisah dari
magma panas dengan membawa mineral Ni, >u, u, g, Pt, dan Pd.
'. liran gas yang membawa mineral#mineral logam hasil pangkayaan dari
magma, pada proses ini, unsur silika mempunyai peranan untuk
membawa air dan unsur#unsur "olatil dari magma. ir yang bersifat asam
akan naik membawa >O
'
, N, senyawa S, fluorida, klorida, fosfat, arsenik,
senyawa antimon, selenida dan telurida. Pada saat yang bersamaan mineral
logam seperti u, g, <e, >u, Pb, Gn, Bi, Sn, 7ungten, !g, -n, Ni, >o, 9d
dan J akan naik terbawa larutan. ,omponen#komponen yang terbawa dalam
aliran gas tersebut berupa sublimat pada erupsi "ulkanik dekat permukaan
dan membentuk urat hidrotermal atau terendapkan sebagai hasil
penggantian $replacement deposits( di atas atau di dekat intrusi batuan beku.
7abel dominasi komposisi mineralisasi di dalam alterasi hidrotermal pada
temperatur tinggi dan rendah $disederhanakan dari >orbett, '22'(
*uilbert dan Park, %&/6, mengemukakan model hubungan antara
mineralisasi dan alterasi dalam sistem epitermal. Beberapa asosiasi mineral bijih
maupun mineral skunder erat hubungannya dengan besar temperatur larutan
hidrotermal pada waktu mineralisasi. -ineral bijih galena, sfalerit dan kalkopirit
terbentuk pada horison logam dasar bagian bawah dengan temperatur K 532
o
>.
Pada horison ini alterasi bertipe argilik sempurna dan terbentuk mineral alterasi
temperatur tinggi seperti adularia, albit dan feldspar. <luida hidrotermal di horison
logam dasar $bagian tengah( bertemperatur antara '22
o
# 022
o
>. -ineral bijih
%3
terdiri dari argentit, elektrum, pirargirit dan proustit. -ineral ubahan terdiri dari
serisit, adularia, ametis, sedikit mengandung albit. !orison bagian atas terbentuk
pada temperatur I '22
o
>. -ineral bijih terdiri dari emas di dalam pirit, g#
garamsulfo dan pirit. -ineral ubahan berupa Aeolit, kalsit, agate.
Gambar 2.2 alterasi hubungannya dengan mineralisasi dalam tipe
endapan epitermal logam dasar (Guilbert dan !ark$
1%&').
%6
Gambar 2.( mineralogi alterasi di dalam sistem hidrotermal ("orbett dan )each$
1%%').
%.
2.3 Anal#s#s )e*k#!#a
*eokimia, didefinisikan oleh terfokuskan untuk menentukan kelimpahan
unsur#unsur relatif dan absolute yang ada di bumi, serta memelajari distribusi dan
migrasi unsur. da banyak definisi tentang geokimia, tetapi definisi yang
dilakukan oleh *oldschmidt menekankan pada dua aspek yaitu+
%. Distribusi unsur dalam bumi $deskripsi(.
'. Prinsip#prinsip yang mengatur distribusi tersebut di atas $interpretasi(
Pada dasarnya definisi ini menyatakan bahwa geokimia mempelajari
jumlah dan distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan tanah, air, dan
atmosfer. 7idak terbatas pada penyelidikan unsur kimia sebagai unit terkecil dari
material, juga kelimpahan dan distribusi isotop#isotop dan kelimpahan serta
distribusi inti atom.
@ksplorasi geokimia khusus mengkonsentrasikan pada pengukuran
kelimpahan, distribusi, dan migrasi unsur#unsur bijih atau unsur#unsur yang
berhubungan erat dengan bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam
pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara
sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai aktif,
"egetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali geokimia, yaitu konsentrasi
abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap lingkungannya $background
geokimia(.
L#ngkungan )e*k#!#a
)ingkungan geokimia ditetapkan berdasarkan tekanan, temperature, dan
ketersediaan komponen kimia yang melimpah, menentukan stabilitas mineral dan
fasa fluida pada suhu berapa pun.
Berdasarkan kriteria yang telah disebutkan, lingkungan geokimia dibagi menjadi
dua, yaitu +
%/
%. )ingkungan dalam, yaitu lingkungan dari le"el terendah yang dapat dicapai
oleh sirkulasi air permukaan sampai le"el terbawah dimana batuan terbentuk.
>iri#ciri + tekanan dan temperature tinggi, rendah oksegen bebas, magmatic dan
metamorfik menonjol, sirkulasi air terbatas.
'. )ingkungan permukaan, yaitu lingkungan pelapukan, erosi, dan sedimentasi
pada permukaan bumi. >iri#ciri + temperature dan tekanan rendah, sirkulasi air
bebas, oksigen, air, dan >O
'
melimpah. Perpindahan material bumi dari satu
lingkungan ke lingkungan lain dapat digambarkan menjadi suatu siklus
tertutup, yang dinamakan siklus besar geokimia. Siklus besar geokimia,
menggabungkan beberapa siklus minor. Siklus ini mencakup proses pada
lingkungan geokimia dalam, meliputi metamorfisme dan diferensiasi magma,
dan lingkungan geokimia permukaan, meliputi pelapukan, erosi, transportasi
dan sedimentasi.
D#s"ers# )e*k#!#a
Dispersi geokimia merupakan proses perpindahan atom dan partikel ke
lokasi dan lingkungan geokimia yang baru. >ontohnya + injeksi magma dan
glacial. Partikel cenderung bergerak ketika ada saluran dan gradient kimia atau
fisika. Dispersi dapat terjadi pada lingkungan dalam maupun permukaan terjadi
secara primer $saat pembentukan lapisan bijih( maupun sekunder $redistribusi
oleh proses yang lebih lanjut(. )ingkungan dalam atau permukaan, dan waktu
dispersi primer atau sekunder saat proses berlangsung, penting untuk dibedakan
karena hal tersebut akan menentukan karakteristik hasil dispersi. >ontohnya,
tahap primer pada lingkungan dalam adalah difusi metal ke dalam dinding batuan
di sekitar deposit hydrothermal selama pengenadapan bijih. Di lingkungan dalam,
saluran dan tempat redeposisi adalah retakan dan bukaan anatrbutir dari batuan
lingkungan dalam. Sedangkan di lingkungan permukaan, tempatnya dekat atau di
permukaan, yaitu bentukan seperti kekar, celah, unconsolidated o*erburden,
sungai, danau, "egetasi, dan bahkan udara terbuka.
%&
M*3#l#tas )e*k#!#a
,emampuan dispersi suatu unsur ditentukan oleh mobilitasnya, yaitu
kemudahan unsur untuk terdispersi relatif terhadap matriks dari material lain di
sekelilingnya. Sedangkan mobilitas unsur sendiri dalam beberapa lingkungan
bergantung pada "iscositas magma dan larutan, atau ukuran, bentuk, densitas butir
klastik dalam aliran sungai. Stabilitas kimia suatu unsur dalam fasa padat
immobile relatif terlibat dengan fasa fluida mobile.
As*s#as# Unsur
Jnsur cenderung berasosiasi karena kemiripan mobilitas relatif dalam
kelompok proses geologi. >ontohnya s untuk u, kelimpahan s cenderung
berkurang dari ekuator ke kutub. Naka pola yang didapat dari u pun sama.
Dalam sur"ey geokimia, unsur yang disunakan untuk mendeteksi orebody disebut
unsur penunjuk. Jnsur indicator merupakan komponen yang secara ekonomi
bernilai dari bijih yang dicari, contohnya >u untuk bijih >u.
,etika sifat#sifat komponen sulit dianalisa, immobile, atau data sulit di
interpretasikan, unsur lain yang berasosiasi dalam bijih dapat sangat bermanfaat
sebagai pathfinder element atau unsur penjejak. Jnsur penjejak adalah unsur yang
bernilai ekonomis yang digunakan sebagai pencari asosiasinya yang bernilai
ekonomis.
P*la D#str#3us# )e*k#!#a
Lika efek proses perpindahan material bumi bersifat kuat dan local,
perbedaan dari proses normal merupakan hal yang sederhana. Namun jika efeknya
lemah dan berhubungan dengan sifat yang kompleks, maka interpretasi data
geokimia akan menjadi lebih sulit dan rumit. !al ini menjadi penting untuk
menentukan latar belakang unsur indicator dalam material yang tak
termineralisasikan.
'2
An*!al# )e*k#!#a
nomali merupakan simpangan atau de"iasi dari keadaan normal. Ladi
anomali geokimia merupakan de"iasi dari pola geokimia normal pada suatu
lingkungan geokimia.
nomali yang dapat dihubungkan dengan bijih merupakan suatu anomali yang
signifikan. Sedangkan yang tidak dihubungkan dengan bijih disebut juga anomali
non#signifikan. Biasanya nilai anomali berada di atas atau di bawah nilai latar
belakang. nomali yang digunakan untuk mencari bijih adalah anomali positif.
Batas antara anomali positif dan nilai latar belakang disebut threshold atau nilai
ambang. +hreshold merupakan setelan batas yang tepat dan efisien dalam
pendeteksian dan pembatasba bijih. Perbedaan anomaly merupakan perbandingan
rerata latar belakang atau nilai ambang.
Unsur Penunjuk
,arena unsur#unsur memperlihatkan mobilitas yang berbeda $dikontrol
oleh perbedaan stabilitas dan oleh lingkungan tempat mereka bermigrasi(
sering dilakukan penggunaan unsur penunjuk dalam prospeksi suatu unsur.
Jnsur penunjuk adalah suatu unsur yang jumlahnya atau pola penyebarannya
dapat dipakai sebagai petunjuk adanya mineralisasi. lasan penggunaan unsur
penunjuk antara lain +
%. Jnsur ekonomis yang diinginkan sulit dideteksi atau dianalisis.
'. Jnsur yang diinginkan deteksinya maha.
5. Jnsur yang diinginkan tidak terdapat dalam materi yang diambil $akibat
perbedaan mobilitas( >ontohnya + @mas kelimpahannya kecil dalam bijih,
oleh karena itu pola dispersinya hanya mengadung kadar emas yang sangat
rendah, kurang dari batas minimal yang dapat dianalisis. Di lain pihak, >u,
s, atau Sb dapat berasosiasi dengan emas dalam kelimpahan yang relatif
besar.
'%