Anda di halaman 1dari 8

Free space Optik (FSO)

Free Space Optik (FSO) adalah sebuah teknologi komunikasi optik yang
menggunakan propagasi cahaya dalam ruang bebas untuk secara nirkabel mengirimkan data
untuk telekomunikasi atau jaringan komputer. Teknologi FSO ini memiliki kelibihan
dibandingkan teknologi yang menggunakan optic sebagai saluran transmisi yaitu bebass
lisensi, high bandwidth, menghasilkan kebutuhan energy yang rendah dan penghematan biaya
Teknologi FSO pada jaringan teresterial memamfaatkan media atmosfer yang sangat
terpengaruh kondisi cuaca sebagai media propagasi informasi sinyal optic. Pengaruh cuaca
ini menyebabkan media atmosfer mengalami trubulens. Akibatnya FSO dihadapkan oleh
tantangan terbesar antara lain atternuasi yang disebabkan oleh absorpsi dan hamburan sinar
oleh partikel gas, terjadinya efek multi lensa (sintilasi) akibat gradient temperature atmosfer
yang menyebabkan sinar meleset dari titik penerima.
Redaman cuaca dapat mencapai 13 dB/km pada kondisi cuaca berkabut tebal.
Untuk itu diperlukan link margin tambahan untuk mengatasi masalah cuaca agar sistem
dapat bekerja dengan baik.
beberapa parameter yang mempengaruhi kinerja sistem optikal wireless :
1. 1)Pengaruh kondisi atmosfer dan besar sudut divergensi transmitter terhadap
jarak transmisi sistem komunikasi wireless optik adalah besar.
2. 2)Pengaruh panjang gelombang yang digunakan terhadap jarak transmisi
sistem komunikasi wireless optik juga signifikan namun kondisi atmosfer dan
sudut divergensi pancaran lebih dominan.
3. 3)Beam yang lebih sempit memberikan keuntungan link margin yang dapat
digunakan untuk mengatasi redaman cuaca yang lebih besar.
4. 4)Jika suatu tracking system dapat memberikan toleransi yang lebih besar
terhadap perubahan sudut, hal ini mengakibatkan transceiver tidak perlu lagi
diarahkan secara periodic, sehingga mengurangi biaya perawatan.
Keuntungan terbesar yang dapat diambil dari sistem optical wireless adalah beam
yang sangat tipis yang dapat digunakan. Sebagai hasilnya, redaman lintasan secara
virtual dapat diabaikan.




International Electrotechnical Comission (IEC) mengklasifikasikan ketentuan
penggunaan laser sebagai sumber optik dan menentukan tingkat keamanan untuk setiap
kelas.









Arsitektur Free Space Optik


Transmitter Free Space Optik

Sinyal masukan akan dikuatkan oleh rangkaian penguat sinyal, yang selanjutnya akan
di lewatkan ke low-pass filter yang bertujuan agar hanya informasi saja yang akan diteruskan
ke rangakaian berikutnya. Sinyal keluaran filter dilewatkan ke rangkaian pre-emphasis, yang
selajutnya oeh rangakain modulator Fm akan di modulasi. Keluaran modulasi Fm dilewatkan
pada rangkaian penyangga yang kemudian akan dipergunakan untuk memodulasi intensitas
cahaya LED infra merah. Melalui antena optic berkas cayaha infra merah tersebut diarahkan
ke penerima agar berkas cahaya dapat diterima sebanyak mungkin. Pada penerima berksa
sinar yang didapat akan diubah menjadi besaran listrik lalu didemodulasikan untuk mendapat
sinyal informasi kembali.
Karena alasan biaya, banyak vendor menggunakan spectrum sumber cahaya pada
kisaran 780 nm-850 nm nearinfrared. Untuk berbagai alasan lainnya, spektrum 1550 nm
yang banyak digunakan pada industri fiber optik lebih cocok bagi sistem optical
wireless. Keuntungan utama dari penggunaan panjang gelombang 1550 nm adalah
dapat mentransmisikan daya lebih besar. Oleh karena itu daya yang dipancarkan pada
1550 nm dapat lebih besar untuk mengatasi redaman cuaca seperti kabut. Keuntungan
lain dari penggunaan panjang gelombang pada 1550 nm adalah mengurangi pengaruh
scattering pada kondisi cuaca berkabut dan kemudahan ketersediaan peralatan karena
perkembangan teknologi telekomunikasi cenderung menggunakan panjang gelombang
1550 nm. Kekurangan dari penggunaan panjang gelombang 1550 nm diantaranya
adalah harga komponen yang mahal dan sensitivitas receiver yang lebih rendah.
Ada dua jenis pemancar optik yang sering digunakan pada sistem wireless optik
yaitu Light Emitting Diode (LED) dan semi conductor Laser Diode (LD). LED
merupakan pemancar large area yang relatif aman walaupun manggunakan daya pancar
yang tinggi sehingga memiliki stander eye safety yang lebih ringan dibandingkan dengan
LD yang memiliki berkas pancar yang sempit. Laser Diode adalah teknologi yang
berbasis pada teknik pembuatan LED dan memiliki prinsip yang sama dengan LED yaitu
transisi carrier pada band gap untuk menghasilkan radiasi photon. Tidak seperti LED yang
menghasilkan pancaran spontan jika dikenai arus, LD menghasilkan pancaran photon lain
yang dinamakan stimulated emission.
Receiver Free Space Optic
Gambar di bawah menunjukan diagram blok dari sebuah penerima optic yang
menggunakan sebuah photo detector sebagai penerimanya. Ada pun cara kerja rangkaian
penerima sebagai berikut :
Sinyal optic yang dipancarkan oleh rangkaian pemancar akan diterima oleh photo
detector. Besaran cahaya akan diubah menjadi arus listrik yang sangat kecil dan yang perlu
dikuatkan oleh prapenguat bertingkat dengan penguatan total lebih kurang 7500 kali. Setelah
dikuatkan, sinyal termodulasi Fm tersebut akan dilewatkan pada filter untuk membatasi lebar
jalur frekuensi yang akan diproses. Selanjutnya akan dilewatkan pada rangkaian pembatas
untuk menghilangkan derau amplitudo. Sinyal yang keluar dari pembatas akan diteruskan
pada rangkaian demodulator FM yang berfungsi memisahkan sinyal informasi dari sinyal
pembawa. Sinyal informasi yang didapat akan filter kembali dengan rangkaian deemphasis
untuk menghilangkan efek preemphasis dari rangkaian pemancar. Akhirnya sinyal informasi
akan dikuatkan kembali dengan penguat akhir(amplifier)

Pada suatu transmisi optic, detector cahaya merupakan element pertama dari bagian
penerima. Detector cahaya berfungsi mendeteksi dan menerima cahaya yang jatuh pada
detector tersebut dan merubah daya optic menjadi daya arus listrik. Suatu detector cahaya
harus mempunyai sensitivitas tinggi terhadap anjang gelombang yang digunakan,
responsivitas derau yang rendah serta memiliki lebar pita yang memadai
Ada beberapa jenis detector cahaya yang dapat digunakan, namun secara garis besar
dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. Detector cahaya yang dihasilkan oleh erek foto listrik luar, kelompok ini
mencakup jenis foto dioda hampa udara dan tabung foto multifire.
2. Detector cahaya yang dihasilkan secara efek foto listrik dalam kelompok ini
mencakup detector semikonduktor sambungan (junction), seperti sambungan foto
dioda PIN, PIN photo diode dan Avalanche Photo diode(APD)



Photo Diode PIN
Merupakan semi konduktor foto detector yang paling umum. Foto detector PIN
merupakan sambungan dari PN. Pada keadaan normal, electron bebas dan lubang(hole) tidak
dapat erpindah melewati sambugan, sehingga tidak ada arus yang mengalir. Jika ada foton
yang diserap pada sambungan yang berasal dari lapisan P dan energinya lebih besar atau
sama dengan energy pita pemisah, maka akan membangkitkan pergerakan electron dan
lubang yang dapat menimbulkan arus. Suatu photo diode pin dapat dibuat dari berbagia bahan
semikonduktor
Photo diode avalanche
Merupakan sambungan semi konduktor yang memiliki penguatan internal, sehingga
dapat meningkatkan responsivitas. Cara kerja APD foton diserap di daerah pengosongan,
menimbulkan electron bebas. Gaya listrik yang besar pada bagian ini menyebabkan
perubahan percepatan yang dapat membangkitkan energy kinetik
Tabel dibawah memperlihatkan perbandingan p-I-n photodiode dan avalanche
photodiode(APD)

Meningkatnya noise bandwidth membatasi sensitivitas dari receiver. Avalanche
Photo Diode(APD) dapat meningkatkan sensitivitas hingga 10 dB. Forward Error
Correction juga dapat meningkatkan sensitivitas hingga 4 dB lebih. Tantangan paling
signifikan dari meningkatnya rate menuju multi Gbps, adalah ukuran (diameter) detector.
Karena kapasitansi, detector dengan bandwidth yang lebih tinggi memiliki ukuran yang
lebih kecil. Photodetector komersial bervariasi dalam ukuran mulai dari 30m untuk 10
Gbps hingga 70m untuk 2,5 Gbps. Field of view yang terbatas ini, mengakibatkan
detector ini membutuhkan pointing yang akurat.

Tantangan dalam FSO
1. Noise
Pada sistem optik noise dibedakan menjadi 2 :
Shot noise : Noise yang diakibatkan sumber cahaya lain yang masuk ke detektor
yang memiliki panjang gelombang yang sama dengan sumber informasi. Sumber
cahaya seperti cahaya matahari dan cahaya lampu baik incandescent maupun
fluorescent memancar pada panjang gelombang yang sama dengan sinyal data
infrared.
Thermal noise : Noise yang diakibatkan oleh elemen resistif dalam preamplifire
2. Loss
Loss dibedakan menjadi 2 jenis :
Optical losses yang terjadi pada peralatan optik transmitter maupun receiver
mengakibatkan peredaman sinyal. Teknik yang digunakan untuk memperkecil
optical losses diantaranya adalah memperkecil permukaan optik dan
menggunakan pelapis anti pantul. Untuk mengurangi shot noise, Band Pass
filter dengan bandwithsempit seringkali digunakan. Band Pass Filter ini
seringkali merupakan elemen lossespaling besar.
Space loss : sinyal yang ditangkap di receiver hanya sebagian dari sinyal yang
ditransmisikan pada transmitter.
3. Atmospheric turbulence
Seperti diterangkan sebelumnya, diperlukan margin daya tambahan untuk
menutupi losses yang disebabkan atmosfir, seperti kabut. Pada kondisi cuaca
berkabut, margin daya digunakan untuk mengatasi redaman kabut yang besar. Efek
dominan yang terjadi disebabkan oleh kondisi atmosfir adalah redaman sinyal
oleh scattering dan absorbtion. Hujan dan salju dapat menyebabkan redaman
mencapai 4 dB/km dan 10 dB/km, namun kabut adalah gangguan cuaca yang paling
besar. Untuk kondisi kabut tebal redaman bias mencapai 13 dB/km
Beberapa akibat tulbulensi atmosfer
1. Redaman (attenuasi)
atmosfer bukan merupakan media propagasi ideal, karena itu media ini sangat
tergantung pada cuaca yang menyebabkan ganguan sebagai berikut :
Absorbsi
pelemahan cahaya yang diakibatkan penyerapan foton. Absorbsi pada FSO
akan menyebabkan daya pada laser berkurang secara bertahap sehingga
mempengaruhi secara langsung availability system. Kekuatan absorbs
tergantung temperature dan tekanan atmosfer

.
Hamburan (scattering)
terjadinya proses hamburan gelombang cahaya oleh partikel yang berada di
atmosfer. Efek hamburan tergantung pada jari jari partikel (kabut) selama
propagasi
Difraksi (diffraction)
perubahan arah rambat propagasi berkas cahaya akibat terbentur oleh suatu
celah sempit. Difraksi disebabkan keberadaan partiel partikel mikro di
atmosfer.

Application of FSO
Connectivity Solutions
'Last-Mile' Network Solutions
Temporary Network Provision
Cable Free Connectivity in the Finance Sector
CCTV Security Applications

Keuntungan dari FSO
1. Spektrum frekuensinya tidak diatur oleh regulator, sehingga mengarah pada
penggunaan spectrum yang hampir tak terbatas oleh jarigan individu
2. Memiliki bandwidth yang lebar
3. Komponen yang murah dan komsumsi daya kecil
4. Transmitter cahayanya menggunakan keselamatan mata
5. Mempunyai kecepatan yang tinggi ( 10 Mbps sampai 2.5 Gbps)


Kesimpulan Free Space Optik
1. Sistem ini dapat diterapkan di kota kota besar
2. Sistem ini tidak memilik interferensi gelombang elektro magnetik
3. Sistem ini tidak memerlukan ijin frekuensi.
4. Sistem ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer