Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN

Kasus (Efusi Pleura)


A. Definisi
Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit
primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi
dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau
dapat berupa darah atau pus. (Baughman C Diane, 2000
Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak
diantara permukaan !isceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi
tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. "ecara
normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (# sampai $#ml
berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak
tanpa adanya friksi ("melt%er C "u%anne, 2002.
Efusi pleura adalah penumpukan cairan dalam rongga pleura yang disebakan oleh
banyak faktor seperti penyakit dan tekanan abnormal dalamparu&paru.
B. Etiologi
'enurut jenis cairan yang terakumulasi efusi pleura dapat dibedakan menjadi (
$. )ransudat ( filtrat plasma yang mengalir menembus dinding kapiler yang utuh.
*enyakit yang menyertai transudat (
+agal jantung kiri.
"indrom nefrotik.
,bstruksi !ena ka!a superior
-sites pada serosis hati
"indrom meig.s (asites dengan tumor o!arium.
2. Eksudat ( ekstra!asasi cairan kedalam jaringan .
Cairan ini dapat terjadi karena adanya (
/nfeksi
0eoplasma1tumor
/nfark paru
C. Tanda dan e!ala
$. -danya timbunan cairan mengakibatkan perasaan sakit karena pergesekan, setelah
cairan cukup banyak rasa sakit hilang. Bila cairan banyak, penderita akan sesak
napas.
2. -danya gejala&gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil, dan nyeri
dada pleuritis (pneumonia, panas tinggi (kokus, subfebril (tuberkulosis, banyak
keringat, batuk.
2. *emeriksaan fisik dalam keadaan berbaring dan duduk akan berlainan, karena cairan
akan berpindah tempat. Bagian yang sakit akan kurang bergerak dalam pernapasan,
fremitus melemah (raba dan !ocal, pada perkusi didapati daerah pekak, dalam
keadaan duduk permukaan cairan membentuk garis melengkung (garis Ellis
Damoiseu.
+ejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul
ataupun penyebabnya adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat tajam dan
semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam. 3adang beberapa
penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.
+ejala lainnya yang mungkin ditemukan(
& Batuk
& *ernafasan yang cepat
& Demam
& Cegukan
D. Patofisiologi
Dalam keadaan normal hanya terdapat $0&20 ml cairan di dalam rongga
pleura.4umlah cairan di rongga pleura tetap, karena adanya tekanan hidrostatis pleura
parietalis sebesar 5 cm 62,. Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena
adanya tekanan hodrostatik, tekanan koloid dan daya tarik elastis. "ebagian cairan ini
diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura !iseralis, sebagian kecil lainnya ($0&207
mengalir ke dalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan disini mencapai $ liter per
hari.
)erkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura, ini terjadi bila
keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat
inflamasi, perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia, peningkatan tekanan !ena
(gagal jantung.
-tas dasar kejadiannya efusi dapat dibedakan atas transudat dan eksudat
pleura.)ransudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan !ena disertai
peningkatan tekanan hidrostatik, dan sirosis hepatic karena tekanan osmotic koloid yang
menurun. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. Cairan keluar
langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi cairan ini juga
mengandung banyak sel darah putih. "ebaliknya transudate kadar proteinnya rendah
sekali atau nihil sehingga berat jenisnya rendah. (+uytondan 6all , $558
E. Patologi " Pat#$a% -danya kebocoran antar al!eoli dengan rongga pleura
9dara pindah dari al!eoli ke rongga pleura
*aru kolaps (menguncup
*neumotoraks (udara terdapat didalam rongga pleura
/nfeksi masuk ke menghambat drainase tekanan osmotik
rongga pleura limfatik plasma
peradangan permukaan tekanan kapiler paru transudasi cairan
pleua meningkat intra!askuler
permeabilitas !askuler tekanan hidrostatik edema
transudasi ca!um pleura
Efusi pleura
*enumpukan cairan dalam rongga pleura
Ekspansi paru menurun peningkatan ,
2
: C,
2
;rekuensi paru menurunnya suplai ,
2
*ola nafas tidak efektif "esak nafas +gn. *ertukaran gas
0yeri dada 0afsu makan menurun
+gn. *emenuhan kebutuhan nutrisi
&. Pe'eri(saan )enun!ang
*emeriksaan radiologik (<ontgen dada, pada permulaan di dapati menghilangnya
sudut kostofrenik. Bila cairan lebih 200 ml, akan tampak cairan dengan
permukaan melengkung. 'ungkin terdapat pergeseran di mediatinum.
9ltrasonografi
)orakosentesis 1 fungsi pleura untuk mengetahui kejernihan, =arna, sitologi, berat
jenis. fungsi pleura diantara linea aksilaris anterior dan posterior, pada sela iga
ke&> terdapat cairan yang mungkin serosa (serotorak,berdarah (hemotoraks, pus
(piotoraks atau kilus (kilotoraks. Bila cairan serosa mungkin berupa transudat
(hasil bendungan atau eksudat (hasil radang.
Cairan pleural dianalisis dengan kultur bakteri, pe=arnaan gram, basil tahan asam
(untuk )BC, hitung sel darah merah dan putih, pemeriksaan kimia=i
(glukosa,amylase, laktat dehidrogenase (?D6, protein, analisis sitologi untuk
sel&sel malignan, dan p6.
Biopsi pleura mungkin juga dilakukan
. Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan berasarkan anamnesa teliti dan pemeriksaan fisik yang baik,
foto thorak *- dan lateral dapat membantu diagnosa, sedangkan diagnosis pasti
ditegakkan melalui punksi, biopsi, dan analisis cairan pleura.
*. Pada )e'eri(asaan fisi( t#ora(s dite'u(an+
/nspeksi(
@ Dinding dada simetris 1 asimetris
@ "ela iga melebar
@ Cembung
@ +erakan menurun kesisi yang sehat
*alpasi
@ +erakan fremitus suara menurun.
*erkusi(
@ <edup, garis Ellis Domoiseau (A
-uskultasi(
@ *ada bagian yang sakit, suara napas menurun
Pada foto t#ora(s+
<ontgen dada. <ontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk
mendiagnosis efusi pleura, yang hasilnya menunjukkan adanya cairan. +ambaran Efusi
pleura akan tampak sbb(
o Cairan pleura tampak berupa perselubungan hemogen menutupi struktur paru
yang biasanya relatif radioopak dengan permukaan atas cekung.
o *erselubungan berjalan dari lateral atas ke arah medial ba=ah.
o 3adang&kadang tampak mediastinum terdorong ke arah kontralateral.
CT s,an dada
C) scan dengan jelas menggambarkan paru&paru dan cairan dan bisa menunjukkan
adanya pneumonia, abses paru atau tumor.
U- dada
9"+ bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya
sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
Tora(osintesis
*enyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan
pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis (pengambilan
cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga dada
diba=ah pengaruh pembiusan lokal.
Bio)si dan analisis ,airan )leura
4ika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka dilakukan biopsi,
dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk dianalisa. *ada sekitar 207
penderita, meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, penyebab dari efusi pleura
tetap tidak dapat ditentukan.
Bron(os(o)i
Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang
terkumpul.
H. Diagnosis Banding
Efusi pleura e.c )B paru.
Emfisema paru.
Emboli pulmonal.
+agal jantung.
.. Prognosis
*rognosis sangat ber!ariasi dan tergantung pada faktor penyebab dan ciri efusi pleura.
*asien yang mencari pertolongan medis lebih dini karena penyakitnya dan dengan
diagnosis yang tepat serta penatalaksanaan yang tepat pula memiliki angka komplikasi
yang lebih rendah.
/. Penatala(sanaan
*ada pemeriksaan fisik, dengan bantuan stetoskop akan terdengar adanya penurunan
suara pernafasan.
9ntuk membantu memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan berikut(
$. <ontgen dada
<ontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk
mendiagnosis efusi pleura, yang hasilnya menunjukkan adanya cairan.
2. C) scan dada
C) scan dengan jelas menggambarkan paru&paru dan cairan dan bisa
menunjukkan adanya pneumonia, abses paru atau tumor
2. 9"+ dada
9"+ bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya
sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
B. )orakosentesis
*enyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan
pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis
(pengambilan cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke
dalam rongga dada diba=ah pengaruh pembiusan lokal.
#. Biopsi
4ika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka dilakukan
biopsi, dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk dianalisa.
*ada sekitar 207 penderita, meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh,
penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat ditentukan.
C. Bronkoskopi
Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang
terkumpul.
K. Ko')li(asi
a. ;ibrotoraks
Efusi pleura yang berupa eksudat yang tidak ditangani dengan drainase yang baik
akan terjadi perlekatan fibrosa antara pleura parietalis dan !iseralis. 3eadaan ini
disebut dengan fibrotoraks. 4ika fibrotoraks meluas dapat menimbulkan hambatan
mekanis yang berat pada jaringan&jaringan yang berada diba=ahnya. *embedahan
pengupasan (dekortikasi perlu dilakukan untuk memisahkan membran&membran
pleura tersebut.
b. -talektasis
-talektasis adalah pengembahan paru yang tidak sempurna yang disebabkan oleh
penekanan akibat efusi pleura.
c. ;ibrosis
*aru fibrosis paru merupakan keadaan patologis dimana terdapat jaringan ikat paru
dalam jumlah yang berlebihan. ;ibrosis timbul akibat cara perbaikan jaringan sebagai
lanjutan suatu proses penyakit paru yang menimbulkan peradangan. *ada efusi
pleura, atalektasis yang berkepanjangan dapat menyebabkan penggantian jaringan
baru yang terserang dengan jaringan fibrosis.
L. Proses Ke)era$atan
a. *engkajian
Data&data yang dikumpulkan atau dikaji meliputi (
/dentitas *asien
*ada tahap ini pera=at perlu mengetahui tentang nama, umur, jenis kelamin,
alamat rumah, agama atau kepercayaan, suku bangsa, bahasa yang dipakai, status
pendidikan dan pekerjaan pasien.
3eluhan 9tama
3eluhan utama merupakan faktor utama yang mendorong pasien mencari
pertolongan atau berobat ke rumah sakit. Biasanya pada pasien dengan efusi
pleura didapatkan keluhan berupa sesak nafas, rasa berat pada dada, nyeri
pleuritik akibat iritasi pleura yang bersifat tajam dan terlokasilir terutama pada
saat batuk dan bernafas serta batuk non produktif.
<i=ayat *enyakit "ekarang
*asien dengan effusi pleura biasanya akan dia=ali dengan adanya tanda&tanda
seperti batuk, sesak nafas, nyeri pleuritik, rasa berat pada dada, berat badan
menurun dan sebagainya. *erlu juga ditanyakan mulai kapan keluhan itu muncul.
-pa tindakan yang telah dilakukan untuk menurunkan atau menghilangkan
keluhan&keluhannya tersebut.
<i=ayat *enyakit Dahulu
*erlu ditanyakan apakah pasien pernah menderita penyakit seperti )BC paru,
pneumoni, gagal jantung, trauma, asites dan sebagainya. 6al ini diperlukan untuk
mengetahui kemungkinan adanya faktor predisposisi.
<i=ayat *enyakit 3eluarga
*erlu ditanyakan apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit&penyakit
sebagai penyebab efusi pleura seperti Ca paru, asma, )B paru dan lain
sebagainya.
<i=ayat *sikososial
'eliputi perasaan pasien terhadap penyakitnya, bagaimana cara mengatasinya
serta bagaimana perilaku pasien terhadap tindakan yang dilakukan terhadap
dirinya.
*emeriksaan <adiologi
*ada fluoroskopi maupun foto thoraD *- cairan yang kurang dari 200 cc tidak
bisa terlihat. 'ungkin kelainan yang tampak hanya berupa penumpukan
kostofrenikus. *ada efusi pleura sub pulmonal, meski cairan pleura lebih dari 200
cc, frenicocostalis tampak tumpul, diafragma kelihatan meninggi. 9ntuk
memastikan dilakukan dengan foto thoraD lateral dari sisi yang sakit (lateral
dekubitus ini akan memberikan hasil yang memuaskan bila cairan pleura sedikit
(6ood -lsagaff, $550, 8>C&8>8.
*emeriksaan ?aboratorium
Dalam pemeriksaan cairan pleura terdapat beberapa pemeriksaan antara lain (
a *emeriksaan Biokimia
"ecara biokimia effusi pleura terbagi atas transudat dan eksudat yang
perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut (
)ransudat Eksudat
3adar protein dalam
effusi 51dl
E 2 F 2
3adar protein dalam
effuse
E 0,# F 0,#
3adar protein dalam
serum
& F 200
3adar ?D6 dalam effusi
($&9
E 200 F 200
3adar ?D6 dalam effusi E 0,C F 0,C
3adar ?D6 dalam serum
Berat jenis cairan effusi E $,0$C F $,0$C
<i!alta 0egatif *ositif
Disamping pemeriksaan tersebut diatas, secara biokimia diperiksakan juga cairan
pleura (
& 3adar p6 dan glukosa. Biasanya merendah pada penyakit&penyakit infeksi,
arthritis reumatoid dan neoplasma
& 3adar amilase. Biasanya meningkat pada paulercatilis dan metastasis
adenocarcinona ("oeparman, $550, 8>8.
b -nalisa cairan pleura
& )ransudat ( jernih, kekuningan
& Eksudat ( kuning, kuning&kehijauan
& 6ilothoraD ( putih seperti susu
& Empiema ( kental dan keruh
& Empiema anaerob ( berbau busuk
& 'esotelioma ( sangat kental dan berdarah
c *erhitungan sel dan sitologi
?eukosit 2#.000 (mm
2
( empiema
Banyak 0etrofil ( pneumonia, infark paru, pankreatilis, )B paru
Banyak ?imfosit ( tuberculosis, limfoma, keganasan.
Eosinofil meningkat ( emboli paru, poliatritis nodosa, parasit dan jamur
Eritrosit ( mengalami peningkatan $000&$00001 mm
2
cairan
tampak kemorogis, sering dijumpai pada
pankreatitis atau pneumoni. Bila erytrosit F $00000
(mm
2
menunjukkan infark paru, trauma dada dan
keganasan.
'isotel banyak (4ika terdapat mesotel kecurigaan )B bisa
disingkirkan.
"itologi ( 6anya #0 & C0 7 kasus& kasus keganasan dapat
ditemukan sel ganas. "isanya kurang lebih terdeteksi
karena akumulasi cairan pleura le=at mekanisme
obstruksi, preamonitas atau atelektasis (-lsagaff 6ood,
$55# ( $B8,$B>
d Bakteriologis
4enis kuman yang sering ditemukan dalam cairan pleura adalah pneamo cocclis,
E&coli, klebsiecla, pseudomonas, enterobacter. *ada pleuritis )B kultur cairan
terhadap kuman tahan asam hanya dapat menunjukkan yang positif sampai 20 7
("oeparman, $55>( 8>>.
b. -nalisa Data
Data Etiologi *roblem
D" (
pasien mengatakan sesak
D, (
*asien tampak sulit
bernafas, << (22D1i
o 6asil foto (
3esimpulan radiologis
Cardiomegali A suspect )B
dupleks lama yang masih
aktif A effusi pleura kanan
1 kiri
o 6asil C) scan (
3esan ( tidak tampak ",?
maupun kelainan
mitaraceribral lainnya
-danya kebocoran antar
al!eoli dengan rongga
pleura
G
9dara pindah dari al!eoli ke
rongga pleura
G
*aru kolaps (menguncup
G *neumotoraks (udara
terdapat didalam rongga
pleura
G menghambat
drainase limfatik
G
tekanan kapiler paru
meningkat
G
tekanan hidrostatik
G
efusi pleura
+angguan pola nafas
tidak efektif
G
*enumpukan cairan dalam
rongga pleura
G
Ekspansi paru menurun
G ;rekuensi
paru
G
*ola nafas tidak efektif
D" (
*asien mengatakan tidak
selera makan
D, (
tampak porsi makan yang
disediakan tidak dihabiskan
BB dahulu ( B0 kg
BB sekarang ( 28 kg
3etidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh.
D" ( &
D, (
)erpasang ,
2
sebanyak B&C
liter
6asil -+D
*6 ( 8,##
*C,
2
( 82,2
*,
2
($>2,#
Bicarbonat ( B5,#
pertukaran ,
2
dan C,
2
terganggu
G
menurunnya suplai ,
2
G
<esiko tinggi gangguan
pertukaran gas
+angguan pertukaran gas
)otal C,
2
( #$,8
"aturasi ,
2 (
55
c. Diagnosa 3epera=atan
$. *ola napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekspansi paru (akumulasi
udara1cairan.
2. +angguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan adanya nyeri.
2. 3etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia.
B. +angguan pertukaran gas berhubungan dengan pertukaran ,
2
dan C,
2
terganggu
#. 0yeri dada berhubungan dengan peradangan pada rongga pleura.
d. <encana )indakan 3epera=atan
0o Diagnosa
3epera=atan
)ujuan /nter!ensi <asional
$ *ola napas tidak
efektif berhubungan
dengan penurunan
ekspansi paru
(akumulasi
udara1cairan
)upan (
*ola napas
efektif.
)upen (
setelah
dilakukan
inter!ensi
kepera=atan
selama 2D2B
jam pasien
bisa bernapas
dengan normal
dengan kriteria
hasil(
'enunjukkan
pola napas
normal1efektif
dengan +D-
normal,
Bebas sianosis
dan tanda
gejala hipoksia
$. identifikasi
etiologi atau faktor
pencetus.
2. E!aluasi fungsi
pernapasan (napas
cepat, sianosis,
perubahan tanda
!ital
2. -uskultasi bunyi
napas.
B. 3aji pasien adanya
nyeri tekan bila
batuk, nafas dalam
#. *ertahankan posisi
nyaman biasanya
peninggian kepala
tempat tidur
C. Bila selang dada
dipasang (
& periksa
pengontrol
penghisap,
batas cairan.
& ,bser!asi
gelembung
udara botol
penampung.
$. *emahaman
penyebab kolaps
perlu untuk
pemasangan
selang dada yang
tepat dan
memilih tindakan
terpeutik yang
lain.
2. Disteres
pernafasan dan
perubahan pada
tanda& tanda !ital
dapat terjadi
karena stress
foisiologis dan
nyeri Hatau dapat
menunjukan
terjadinya syok
sehubungan
dengan hipoksia1
perdarahan .
2. Bunyi nafas
dapat menurun
atau tak ada pada
lobus, segmen
paru atau seluruh
& 3lem selang
pada bagian
ba=ah unit
drainase bila
terjadi
kebocoran.
& -=asi pasang
surutnya air
penampung.
& Catat
karakter1jumla
h drainase
selang dada.
8. 3olaborasi untuk
pmberian oksigen
melalui
kanul1masker
area paru (
unilateral. -rea
atelektasis tak
ada bunyi nafas,
dan sebagian area
kolaps menurun
bunyinya
B. "okongan
terhadap dada
dan otot
abnormal
membuat batuk
efektif1
mengurangi
trauma.
#. menurunkan
resiko obstruksi
drainase1
terlepasnya
selang
C. 'empertahankan
tekanan negati!e
intrapleural
sesuai yang
diberikan , yang
meningkatkan
ekspansi
optimum dan
drainase cairan
dan melakukan
inter!ensi
selanjutnya.
8. -lat dalam
menurunkan
kerja nafasI
meningkatkan
penghilangan
distres respirasi
dan sianosis
sehubungan
dengan
hipoksemia.
2 +angguan pola
istirahat dan tidur
berhubungan
dengan adanya
nyeri.
)upan (
*ola tidur
terpenuhi
)upen (
"etelah
dilakukan
inter!ensi
kepera=atan
selama 2D2B
jam pola tidur
terpenuhi
dengan kriteria
hasil (
nyeri
berkurang
$. 3aji masalah
gangguan tidur
pasien,
karakteristik, dan
penyebab kurang
tidur.
2. ?akukan mandi
hangat sebelum
tidur
2. ?akukan masase
pada daerah
belakang, tutup
jendela 1 pintu jika
perlu
B. Berikan
pengobatan seperti
analgetik dan
sedati!e setengah
jam sebelum tidur.
$. 'emberikan
infrmasi dasar
dalam
menentukan
rencana
pera=atan.
2. 'eningkatkan
tidur
2. 'engurangi
gangguan tidur
B. 'engurangi
gangguan tidur
2 3etidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan
dengan anoreksia.
)upan (
)idak terjadi
anoreksia.
)upen (
"etelah
dilakukan
inter!ensi
kepera=atan
selama 2D2B
jam kebutuhan
nutrisi
terpenuhi
dengan kriteria
hasil ( klien
tidak
merasakan
nausea dan
!omitus,
$. Catat intake dan
output.
2. -njurkan makan
dalam porsi kecil
tapi sering.
2. -jurkan untuk
menghindari
makanan yang
berlemak.
$. 'enentukan
hidrasi cairan dan
pengeluaran
melalui muntah.
2. Dapat mencukupi
asupan nutrisi
yang dibutuhkan
tubuh.
2. Dapat
merangsang mual
dan muntah.
B +angguan
pertukaran gas
berhubungan
dengan penurunan
ekspansi paru
)upan (
)idak terjadi
gangguan
pertukaran gas.
)upen (
"etelah
dilakukan
inter!ensi
kepera=atan
selama 2D2B
jam pertukaran
$. 3aji frekuensi,
kedalaman, dan
kemudahan
bernafas.
2. ,bser!asi =arna
kulit, membrane
mukosa, dan kuku,
catat adanya
sianosis perifer
(kuku atau
sianosis sentral
(sirkumoral.
$. 'anifestasi ditres
pernafasan
tergantung
pada1indikasi
derajat
keterlibatan paru
dan status
kesehatan umum
2. "ianosis kuku
menunjukkan
!asokontriksi1res
pon tubuh
gas dalam
al!eoli adekuat
dengan kriteria
hasil ( ))J
klien normal
()D ( $201>0
mm6g, nadi (
C0 K $00
D1menit, suhu (
2C K 28 , <<(
$C K 2B
D1menit ,
bunyi paru
normal, tidak
adanya distress
pernafasan,
dapat
menunjukkan
tehnik nafas
dalam dan
batuk efektif,
tidak ada
sianosis, kulit
hangat.
2. -=asi frekuensi
jantung1irama.
B. *ertahankan
istirahat dan tidur.
Dorong
menggunakan
teknik relaksasi
dan akti!itas
senggang.
#. )inggikan kepala
dan dorong sering
mengubah posisi,
nafas dalam , dan
batuk efektif.
C. Berikan terapi
oksigen dengan
benar.
8. -=asi +D-,nadi
oksimetri
terhadap
demam1menggigi
l. 0amun sianosis
daun telinga,
membrane
mukosa dan kulit
disekitar mulut
menunjukkan
hipoksemia
sistemik.
2. )akikardi
biasanya ada
akibat
demam1dehidrasi
tetapi dapat juga
sebagai respon
terhadap
hipoksemia.
B. 'encegah terlalu
lelah dan
menurunkan
kebutuhan1konsu
msi oksigen
untuk
memudahkan
perbaikan infeksi.
#. tindakan ini
meningkatkan
inspirasi
maksimal,
meningkatkan
pengeluaran
secret untuk
memperbaiki
!entilasi.
C. )ujuan terapi
oksigen adalah
mempertahankan
*a,2 diatas C0
mm6g
8. 'enge!aluasi
proses penyakit
dan memudahkan
terapi paru.
# 0yeri dada
berhubungan
dengan peradangan
pada rongga pleura
)upan (
0yeri dada
berkurang
)upen (
"etelah
dilakukan
inter!ensi
kepera=atan
selama 2D2B
jam pasien
mengatakan
nyeri dada
klien hilang
dengan kriteria
hasil ( nyeri
berkurang dan
$. ,bser!asi
karakteristik,
lokasi, =aktu, dan
perjalanan rasa
nyeri dada
)ersebut
2. Bantu
klien melakukan
tehnik relaksasi
2. Berikan analgetik
sesuai indikasi
$. 'embantu dalam
menge!aluasi
rasa nyeri.
2. 'embantu
mengurangi rasa
nyeri.
2. 9ntuk
mengurangi 1
menghilangkan
rasa nyeri.
pasien tampak
tenang.
0. Daftar Pusta(a
-skep den gan E fusi * leura & D &asuhankep era=ata n.blogspot.com.ht m
respirasi (e fusi pleura 1 ?aporan * enda huluan Efus i ;leura.htm
" melt % e r c " u % a nn e , Bu k u Ajar K e p e ra w atan m e dical B e da h , B runn e r a nd "
udd a rth .s,
Ed>. Jol.$, 4 akarta, E+C, 2002. respirasi ( efusi ple ura1E;9" / * ?E 9<- L )'C.htm
B a u g hman C Dia n e , K e p e ra w atan m e dical b e da h , 4 a k rta, E + C, 2000.