Anda di halaman 1dari 11

AUDITING

FRAUD AUDITING
OLEH :
INDAH PUJI ASTUTI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
BAB 11
FRAUD AUDITING
JENIS-JENIS FRAUD
1. PelaporanKeuangan yang Curang
Pelaporan keuangan yang curang adalah salah saji atau pengabaian jumlah atau
pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan
keuangan. Praktek yang dilakukan bisa dengan melebih sajikan atau merendah
sajikan. Dua jenis praktek merendahsajikan dapat dilakukan dengan:
a) Pengaturan laba (earnings management ) : menyangkut tindakan manajemen
yang disengaja untuk memenuhi tujuan laba.
b) Perataan laba (income smoothing) bentuk pengaturan laba di mana
pendapatan dan bebanditukar-tukar di antara periode untuk mengurangi
luktuasi laba. !isalnya dengan mengurangi persediaan atau akti"a lain.
#. Penyalahgunaan $kti"a
Penyalahgunaan akti"a melibatkan pencurian akti"a entitas. %ilai akti"a yang
dicuri biasanyatidak material tapi terakumulasi selama beberapa &aktu. Pencurian
akti"a dapat dilakukan olehpega&ai rendah dan tidak menutup kemungkinan
dilakukan oleh manajemen itu sendiri.
KONDISI-KONDISI PENYEBAB KECURANGAN
$da tiga kondisi penyebab kecurangan (segitiga kecurangan) yaitu:
1. 'nsenti()ekanan untuk melakukan kecurangan.
#. Kesempatan untuk melakukan kecurangan.
*. +ikap(+asionalisasi. +ikap yang tertanam di organisasi yang membolehkan
manajemen atau pega&ai untuk melakukan tidakan kecurangan.
1. ,aktor -esiko untuk Pelaporan Keuangan yang Curang
Contoh aktor resiko untuk pelaporan keuangan yang curang
)iga kondisi kecurangan
'nsenti()ekanan Kesempatan +ikap(-asionalisasi
!anajemen atau pega&ai
lain merasakandorongan
atau tekanan untuk
melakukankecurangan.
)erbukanya kesempatan
bagi manajemen atau
pega&ai untuk
menyalahsajikan laporan
keuangan.
$da sikap. karakter. atau
serangkaian nilai-nilai etis
yang membolehkan
manajemen atau pega&ai
untuk melakukan tindakan
yang tidak jujur.atau
berada dalam lingkungan
yang menekan yang
membuat mereka
merasinalisasi
dilakukannya tindakan
yang tidak jujur.
Contoh aktor dalam resiko Contoh aktor dalam
resiko
Contoh aktor dalam
resiko

+tabilitas keuangan atau


proitabilitas terancam
oleh kondisi ekonomi.
industri.atau entitas.
!isal: penurunan
permintaanyang
signiikan dan tingkat
kegagalanindustri(ekon
omi meningkat.
)ekanan berlebih pada
manajemen dalam
pemenuhan pelunasan
utang atau pinjaman
lain.

Kekayaan bersih
pribadi manajemen

/stimasi akuntansi
signiikan melibatkan
pertimbangan
subyekti atau
ketidakpastian.
Ketidakeektian
de&an direksi atau
komite audit.

+ta akuntansi. audit


internal. atau teknologi
inormasi tidak eekti.
Komunikasi dan
dukungan nilai-nilai
entitas tidak tepat (
tidak eekti.

+ejarah pelanggaran
hukum sekuritas dan
perundangan lainnya.
Kebiasaan manajemen
membuat peramalan
yang terlalu agresi (
tidakrealistis di mata
analis. kreditor.atau
pihak ketiga lainnya.
terancam secara
material.
#
#. ,aktor -esiko untuk Penyalahgunaan $kti"a
Contoh aktor resiko untuk pelaporan keuangan yang curang
)iga kondisi kecurangan
'nsenti()ekanan Kesempatan +ikap(-asionalisasi
!anajemen atau pega&ai
lain merasakan dorongan
atau tekanan untuk
melakukan kecurangan.
)erbukanya kesempatan
bagi manajemen atau
pega&ai untuk menyalah
sajikan laporan keuangan.
$da sikap. karakter. atau
serangkaian nilai-nilai etis
yang membolehkan
manajemen atau pega&ai
untuk melakukan tindakan
yang tidak jujur.atau
berada dalam lingkungan
yangm enekan yang
membuat mereka
merasinalisasi
dilakukannya tindakan
yang tidak jujur.
Contoh aktor dalam resiko Contoh aktor dalam
resiko
Contoh aktor dalam resiko

Ke&ajiban keuangan
pribadi menekan
mereka yang memiliki
akses ke kas atauakti"a
lain untuk
menyalahgunakanakti"
a tersebut.
0ubungan buruk antara
manajemen dan
pega&ai yang memiliki
akses ke akti"a yang
rentan dicuri. Contoh:
diperkirakan akan ada

$da jumlah kas di


tangan yang besar
atau persediaan yang
kecil. bernilai tinggi.
atau sedang diminati.
'nternal control tidak
memadai atas akti"a
karena tidak ada.

Pemisahan tugas atau


pemeriksaan
independen.
Penyaringan pelamar
kerja untukmenjadi

!eremehkan perlunya
memantau atau
mengurangi resiko
penyalahgunaan akti"a.
!eremehkan
pengendalian
internaldengan
mengabaikan
pengendalian yang ada
atau tidak
mengoreksideisiensi
pengendalian internal.
pemberhentian
sementara pega&ai. .
promosi. kompensasi.
atau imbalan tidak
sesuai harapan.
pega&ai yang
memilikiakses ke
akti"a.

Cuti &ajib bagi


pega&ai yang
memiliki akses ke
akti"a.
MENILAI RESIKO KECURANGAN
1. +keptisisme Proesional
+$+ 1: dalam melaksanakan skeptisisme proesional. auditor 1 tidak
mengasumsikan bah&a manajemen tidak jujur tetapi juga tidak mengasumsikan
kejujuran absolut1. 2ntuk mempertahankan skeptisime proesional tersebut. ada
dua hal yang harus diingat:
a) Pikiran yang selalu mempertanyakan.$uditor harus selalu
mempertimbangkan kerentanan klien terhadap kecurangan. tanpa
memperhitungkan kemungkinan kejujuran atau integritasmanajemen.
b) /"aluasi kritis atas bukti audit.+etiap indikasi atau temuan harus die"aluasi
dan dipelajari secara mendalam.
#. +umber'normasi untuk !enilai -esikoKecurangan
+umber inormasi yangdigunakan untuk menilai resiko kecurangan ada lima. yaitu:
a. Komunikasi di antara tim audit.
Diskusi dilakukan menyangkut hal-hal sebagai berikut:
3agaimana dan di mana kemungkinan letak salah saji yang material
akibat kecurangan.Pertimbangan yangdiperlukan adalah ketiga aktor
yang telah dibahas sebelumnya. yakni: insenti(tekanan. kesempatan.
dan sikap(rasionalisasi.

3agaimana manajemen dapat melakukan dan menutupi pelaporan


keuangan yang curang.
3agaimana seseorang dapat menyalahgunakan akti"a.

3agaimana auditor menanggapi kerentanan salah saji yang material


akibat kecurangan tersebut.
b. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen.
Pertanyaan yang diajukan harus spesiik termasuk kemungkinan manajemen
mencurigai adanya kecurangan. Pertanyaan juga diajuk an kepada pihak lain
termasuk komite audit.
c. ,aktor-aktor resiko.
Ketiga aktor resiko (insenti(tekanan. kesempatan. dan sikap(rasionalisasi)
perlu dipertimbangkan dengan semua inormasi yang ada.4ang perlu diingat.
kecurangan muncul tidak melulu karena adanya ketiga aktor tersebut secara
signiikan.
d. Prosedur analitis.
Prosedur analitis dirancang sejak perencanaan audit. 3ila hasilnya berbeda
dengan ekspektasi. harus die"aluasi dengan memperhitungkan dengan
inormasi yang lain.
e. 'normasi lain.
'normasi ini dapat diperoleh di setiap tahap atau bagian audit ketika menilai
resiko kecurangan. dan kebanyakan dapat mengindikasikan resiko
kecurangan yang lebih tinggi.
*. !endokumentasikan PenilaianKecurangan
0al yang perlu didokumentasikan: diskusi antar personil5 prosedur yang
ditempuh5 resiko khusus tentang kecurangan yang material dan respon auditor
terhadap resiko tersebut5 alasan bila tidakada resiko yang material5 hasil dari
prosedur yang ditempuh dalam pengabaian pengendalianoleh manajemen5 kondisi
dan hubungan analitis tentang diperlukannya prosedur audit tambahanatau respon
lain5 dan siat komunikasi terhadap manajemen. komite audit. atau pihak lain.
MENGAWASI TATA KELOLA KORPORASI UNTUK MENGURANGI
RESIKO KECURANGAN
)ata kelola korporasi disandingkan dengan prosedur pengendalian untuk
meminimalkan raud risk melalui kombinasi tindakan mencegah. menghalangi. dan
mendeteksi kecurangan. yaitu:
1. 3udaya 6ujur dan /tika yang )inggi
Penerapan nilai-nilai perusahaan dapat menciptakan budaya jujur dan etikayang
tinggi. yang meliputi 7 unsur:
a) !enetapkan tone at the top . yang dilandasi dengan kejujuran dan integritas.
yang dia&ali dari tingkat manajemen.
b) !enciptakan lingkungan kerja yang positi.
c) !empekerjakan dan mempromosikan pega&ai yang tepat.
d) Pelatihan.
e) Konirmasi.
) Disiplin.
#. )anggung 6a&ab !anajemen untuk !enge"aluasi -esiko Kecurangan
a) !engidentiikasikan dan mengukur resiko kecurangan.
b) !engurangi resiko kecurangan.
c) !emantau program dan pengendalian pencegahan kecurangan.
*. Penga&asan olehKomite$udit
,ungsi komite audit:
a) !emperhitungkan potensi diabaikannya internal control.
b) !enga&asi proses penilaian resiko kecurangan oleh manajemen.
c) Pengendalian anti kecurangan.
d) !embantu menciptakantone at the top yang eekti.
e) +ebagai penghalang dilakukannya kecuranganoleh manajemen senior.
TANGGAPAN ATAS RESIKO KECURANGAN
)anggapan auditor terhadap resiko kecurangan meliputi:
1. !engubah cara melakukan audit secara menyeluruh.
$uditor dapat memilih berbagai tindakan seperti menugaskan personil yang lebih
berpengalaman. bahkan bisa menugaskan +pesialis Kecurangan. !enurut+ $+ 88.
auditor dapat memasukkan ketidakpastian dalam rencana audit.
#. !erancang dan melakukan prosedur audituntuk mengatasi resiko kecurangan.
Prosedur audit yang sesuai digunakan untuk mengatasi resiko kecurangan spesiik
tergantung dari akun yang diaudit dan tipe resiko kecurangan yang diidentiikasi.
*. !erancang dan melakukan prosedur untuk menemukan pengabaian manajemen
terhadap pengendalian.
)iga prosedur harus dilakukan di setiap audit :
a) !emeriksa catatan jurnal dan penyesuaian lain untuk bukti kemungkinan
salah saji karena kecurangan.
b) !eninjau kembali estimasi akuntansi.
c) !enge"aluasi dasar rasionil untuk tran saksi-transaksi tidak la9im yang
signiikan.
Penilaian auditor terhadap resiko salah saji material karena kecurangan harus
selama audit berjalan dan dikoordinasikan dengan prosedur penilaian resiko lainnya
auditor.$uditor harus &aspada untuk kondisi berikut selama audit:
1. Ketidak cocokan dalam catatan akuntansi.
#. 3ukti audit yang bertentangan atau hilang.
*. Problematika atau hubungan tak la9im antara auditor dengan manajemen.
:. 0asil tinjauan substanti atau akhir. dari tahap prosedur analitis yang menunjukkan
resiko kecurangan yang tidak disadari sebelumnya.
;. )anggapan atas pertanyaan dibuat di seluruh audit yangtelah samar atau tidak
masuk akal atau yang telah menghasilkan bukti yang tidak konsisten dengan bukti
lain.
AREA RESIKO KECURANGAN SPESIFIK
-esiko Kecurangan Pendapatan dan Piutang
Pendapatan dan piutang terkait serta akun kas secara khusus rentan manipulasi dan
pencurian.0alini disebabkan karena penjualan sering kali secara kas atau mudah
dikon"ersi ke kas. yang sangat rentan dicuri.
)iga tipe manipulasi pendapatan adalah:
1. Pendapatan ikti.
Pelaku berusaha keras untuk menciptakan pendapatan ikti. dengan menciptakan
kebijakan ikti. dan melibatkan puluhan karya&an.
#. Pengakuan pendapatan terlalu cepat (prematur).
Perusahaan seringkali mempercepat&aktu pengakuan pendapatan untuk
mendapatkan target pandapatan dan penjualan. !isalnya mengakui pendapatan
periode berikut pada periode kini.
*. !anipulasi penyesuaian atas pendapatan.
Penyesuaian yang paling umum untuk pendapatan menyangkut retur penjualandan
alokasi penjualan. Perusahaan menyembunyikan retur dari auditor agar penjualan
dan pendapatanlebih besar. Perusahaan juga biasanya mengecilkan beban tagihan
macet. dengan mengecilkan alokasi piutang ragu-ragu.Karena alokasi tersebut
berhubungan dengan umurpiutang. perusahaan mengubah umur piutang menjadi
lebih muda.
Dua tanda peringatan kecura ngan terhadap pendapatan adalah :
1. Prosedur$nalitis
Prosedur analitis yang sering digunakan untuk menemukan terjadinya kecurangan
adalah <persentase laba kotor1 dan <perputaran piutang1.
#. Ketidakcocokan Pembukuan
)ransaksi ikti jarangkali sele"el dengan bukti pembukuan sebagai transaksi legal.
Contohnya adalah ketidak-detilan dari transaksi ikti yang tidak bisa menyamai
transaksi legal dari segi detail bukti pembukuan.
PENYALAHGUNAAN KWITANSI MELIBATKAN PENDAPATAN
Penyalahgunaan k&itansi jarangkali bersiat material dalam pendapatan. namun
bisa sangat membebani perusahaan karena hilangnya aset secara langsung.
1. Penjualan )idak )ercatat.
+alah satu yang kecurangan paling sulit dideteksi adalah ketika penjualan tidak
dicatat dan kas dari penjualan dicuri.
#. PencurianK&itansi Kas +etelah Penjualan Dicatat.
0al ini mudah ditemukan setelah membandingkan kas diterima dengan catatan
penjualan. %amun bisa saja pelaku melakukan hal:
a) !encatat retur penjualan atau alokasi penjualan.
b) !enghapus data pelanggan.
c) =apping. mencatat pembayaran pelanggan satu ke akun pelanggan lainnya.
TANGGUNG JAWAB BILA DICURIGAI ADA KECURANGAN
Mee!"#$ S%&%' S%() *%$+ D)!e,%,-%$ Ke./%$+%$
1. Penggunaan Pertanyaan
a) >a&ancara 'normati. untuk mengetahui tentang detail dan akta.
b) >a&ancara Penilaian. untuk menguatkan atau menyangkal inormasi
sebelumnya.
c) >a&ancara'nterogati. untuk menyingkap kenyataan dari orang yang diduga
menyembunyikan akta terkait kecurangan tersebut.
#. !enilai respon atas &a&ancara.
+eringkali. ja&aban pertama dari yang di&a&ancarai menyembunyikan inormasi
berguna. %amun pertanyaan selanjutnya yang baik akan membimbing auditor pada
pengungkapan aktayang berguna.$uditor harus mempunyai kemampuan
mendengar dan menilai respon ataspertanyaan agar &a&ancara eekti :
a) Kemampuan mendengar.
b) Kemampuan membaca bahasa tubuh.
T%$++/$+ J%0%, L%)$$*%:
1. $nalisis dengan+ot&are$udit untuk menemukan kecurangan.
#. !enambahkan(memperluas tes substanti.
D%1"%- A/2)3 L%)$$*%
Kecurangan terhadap kas dengan mengambil dana dari kas kecil yang jumlahnya kecil
mungkin tidak bersiat signiikan bagi auditor. namun jika yang melakukannya adalah
manajemen tingkat menengah ke atas. hal ini merupakan hal besar menyangkut
integritas manajemen.