Anda di halaman 1dari 21

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk :

a. Menjamin obat dibuat secara konsisten dan memenuhi persyaratan yang


ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
b. Mengurangi biaya produksi
c. Memudahkan produksi dan distribusi
d. Mengurangi biaya maintenance peralatan yang digunakan dalam proses
produksi
e. Memudahkan untuk membuat sediaan farmasi yang aman, berkhasiat, dan
terjamin mutunya.
Mutu obat tergantung beberapa faktor, salah satunya adalah :
a. Bahan antara
b. Personalia.
c. Bahan ruahan
d. Dewan direksi
e. Proses distribusi
Industri farmasi bertanggung jawab untuk menyediakan personil yang terkualifikasi
dalam jumlah yang memadai untuk melaksanakan semua tugas. Personil kunci pada
industri farmasi mencakup :
a. Presiden direktur
b. Jajaran Direksi
c. Kepala bagian Produksi dan Kepala bagian Quality Assurance.
d. Manajer Pemasaran dan Marketing
e. Manajer Human Resource Development
Tiap personil memahami tanggung jawab masing-masing dan dicatat, memahami
prinsip CPOB serta memperoleh pelatihan awal dan berkesinambungan. Organisasi,
kualifikasi dan tanggung jawab dari personalia tersebut antara lain :
a. Struktur organisasi industri farmasi dipimpin oleh orang yang berbeda serta
tidak saling bertanggung jawab satu terhadap yang lain
b. Personil diberi wewenang penuh dan sarana yang memadai
c. Personil tidak mempunyai kepentingan lain di luar organisasi yang dapat
menghambat atau membatasi kewajibannya
d. A,B, dan C benar.
e. Personil diperbolehkan memiliki bisnis lain di luar tanggung jawabnya

Kepala bagian produksi dan kepala bagian QA (Quality Assurance) pada sebuah
industri farmasi dipimpin oleh seorang apoteker yang terkualifikasi. Kualifikasi
apoteker tersebut antara lain :
a. Terdaftar dan terkualifikasi
b. Memperoleh pelatihan yang sesuai,
c. Memiliki pengalaman praktis yang memadai dalam bidang pembuatan obat
dan Keterampilan manajerial sehingga memungkinkan untuk melaksanakan
tugasnya secara profesional
d. A dan C benar
e. A, B, dan C benar.
Kewenangan dan tanggung jawab kepala bagian produksi antara lain :
a. Menyetujui atau menolak bahan awal, bahan pengemas, produk antara,
produk ruahan dan produk jadi
b. Memastikan bahwa seluruh pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan
c. Memberi persetujuan dan memantau semua analisis berdasarkan kontrak
d. Memberi persetujuan terhadap spesifikasi, petunjuk kerja pengambilan
sampel, metode pengujian dan prosedur pengawasan mutu lain
e. Memeriksa pemeliharaan bangunan dan fasilitas serta peralatan di bagian
produksi.
Kewenangan dan tanggung jawab kepala bagian Quality Assurance antara lain :
a. Memastikan catatan produksi telah dievaluasi dan ditandatangani oleh kepala
bagian Produksi sebelum diserahkan kepada kepala bagian Manajemen Mutu
b. Memberikan persetujuan petunjuk kerja yang terkait dengan produksi dan
memastikan bahwa petunjuk kerja diterapkan secara tepat
c. Memastikan obat diproduksi dan disimpan sesuai prosedur dan memenuhi
persyaratan mutu
d. Memberi persetujuan terhadap spesifikasi, petunjuk kerja pengambilan
sampel, metode pengujian dan prosedur pengawasan mutu lain.
e. Memeriksa pemeliharaan bangunan dan fasilitas serta peralatan di bagian
produksi
Selain kewenangan dan tanggung jawab masing masing kepala bagian. Pada
industri farmasi juga terdapat tanggung jawab bersama antara kedua kepala bagian
untuk menjamin proses CPOB terlaksana dengan baik. Tanggung jawab bersama
tersebut antara lain :
a. Memberi persetujuan terhadap spesifikasi, petunjuk kerja pengambilan
sampel, metode pengujian dan prosedur pengawasan mutu lain.
b. Memeriksa pemeliharaan bangunan dan fasilitas serta peralatan di bagian
produksi
c. Pemantauan pemenuhan terhadap persyaratan CPOB.
d. Memastikan bahwa seluruh pengujian yang diperlukan telah dilaksanakan
e. Memberi persetujuan dan memantau semua analisis berdasarkan kontrak
Berkaitan dengan pelaksanaan CPOB, sumber daya manusia (personil) merupakan
bagian penting dalam :
a. Perlu mempersiapkan dan membekali personil agar mempunyai keterampilan
serta wawasan yang luas mengenai industri farmasi dan penerapannya dalam
segala aspek CPOB
b. Pembentukkan, penerapan sistem pemastian mutu dan pembuatan obat yang
baik.
c. Inspeksi, penyelidikan dan pengambilan sampel
d. Pemantauan faktor yang mungkin berdampak terhadap mutu produk
e. Persetujuan dan pemantauan terhadap pembuat obat berdasarkan kontrak

Personalia karyawan semua tingkatan harus memiliki :
a. Pengetahuan, Ketrampilan dan kemampuan sesuai tugasnya dan Kesehatan
mental dan fisik yang baik.
b. Pembentukkan
c. Penerapan sistem pemastian mutu
d. Pembuatan obat yang baik
e. Memahami aspek-aspek teknik dan non teknik penerapan CPOB
Bangunan dan fasilitas untuk pembuatan obat harus memiliki :
a. Desain, konstruksi dan letak yang memadai, serta disesuaikan kondisinya dan
dirawat dengan baik untuk memudahkan pelaksanaan operasi yang benar.
b. Tata letak dan desain ruangan harus dibuat sedemikian rupa untuk
memperkecil risiko
c. Letak bangunan hendaklah sedemikian rupa untuk menghindarkan
pencemaran
d. Dirawat sedemikian agar memperoleh perlindungan maksimal terhadap
pengaruh cuaca
e. Steril dari hewan dan mikroorganisme serta pengotor lainnya
Desain dan tata letak ruang hendaklah memastikan :
a. penerimaan bahan
b. pencegahan area produksi dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas umum bagi
personil dan bahan atau produk, atau sebagai tempat penyimpanan bahan atau
produk selain yang sedang diproses.
c. karantina produk jadi sebelum memperoleh pelulusan akhir
d. penimbangan dan penyerahan bahan atau produk
e. penyimpanan bahan awal dan bahan pengemas
Dinding pada area produksi, area pengemasa, dan area di dalam industri farmasi
memiliki spesifikasi tertentu antara lain :
a. cat epoksi, dinding bersudut, lantai kayu
b. cat epoksi, dinding tidak bersudut, lantai marmer
c. cat epoksi, dinding tidak bersudut, sudut dinding dan lantai berbentuk
lengkungan.
d. Cat epoksi, dinding tidak bersudut, sudut dinding dan lantai berbentuk L
e. Cat epoksi, dinding keramik, lantai marmer, terdapat air handling unit
Kelas A, B, C dan D adalah kelas kebersihan ruang untuk pembuatan produk steril
sedangkan Kelas E adalah kelas kebersihan ruang untuk pembuatan produk nonsteril.
Klasifikasi kelas A pada area non-produksi adalah :
a. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 5um = 29
b. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 5um = 290
c. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 5um = 2900
d. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 5um = 20.
e. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 5um = 29.000

Kelas A, B, C dan D adalah kelas kebersihan ruang untuk pembuatan produk steril
sedangkan Kelas E adalah kelas kebersihan ruang untuk pembuatan produk nonsteril.
Klasifikasi kelas B pada area produksi adalah :
a. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 0,5um = 29.000
b. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 0,5um = 3,52
c. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 0,5um = 29
d. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 0,5um = 352.000.
e. Jumlah maksimum partikel yang diperbolehkan adalah > 0,5um = tidak
ditentukan
Area penyimpanan hendaklah memiliki kapasitas yang memadai untuk menyimpan
dengan rapi dan teratur berbagai macam bahan dan produk seperti bahan awal dan
bahan pengemas. Area penyimpanan hendaklah didesain atau disesuaikan untuk :
a. Kondisi penyimpanan khusus (misal suhu, kelembaban) dibutuhkan, kondisi
tersebut hendaklah disiapkan, dikendalikan, dipantau dan dicatat di mana
diperlukan
b. Dilengkapi dengan peralatan yang sesuai untuk kebutuhan pembersihan
c. Barier terhadap pencemaran silang hendaklah selalu ditutup apabila sedang
tidak digunakan.
d. Sesuai untuk kebutuhan pembersihan wadah barang bila perlu sebelum
dipindahkan ke tempat penyimpanan.
e. Menjamin kondisi penyimpanan yang baik; terutama area tersebut hendaklah
bersih, kering dan mendapat penerangan yang cukup serta dipelihara dalam
batas suhu yang ditetapkan.
Desain laboratorium hendaklah memerhatikan :
a. Kesesuaian bahan konstruksi yang dipakai, ventilasi dan pencegahan
terhadap asap.
b. Perlindungan instrumen terhadap gangguan listrik, getaran, kelembaban yang
berlebihan dan gangguan lain, atau bila perlu untuk mengisolasi instrumen
c. Area terpisah dan terkunci hendaklah disediakan untuk penyimpanan bahan
dan produk yang ditolak, atau yang ditarik kembali atau yang dikembalikan
d. Pengamanan yang setara
e. Memberikan perlindungan bahan dan produk terhadap cuaca
Desain bangunan yang memebuhi syarat CPOB antara lain :
a. Pemasangan rangka atap, pipa dan saluran udara di dalam ruangan hendaklah
dipasang kuat
b. Lubang udara masuk dan keluar serta pipa-pipa dan salurannya tidak
dipasang di dalam ruangan
c. Pipa, fiting lampu, titik ventilasi didesain dan dipasang untuk menghindarkan
pembentukan ceruk yang sulit dibersihkan.
d. Sudut antara dinding dan lantai di area pengolahan hendaklah berbentuk
menyiku
e. Instalasi sarana penunjang tidak dapat diakses dari luar area pengolahan
Kegiatan- kegiatan tertentu pada proses produksi sebaiknya dilakukan pada area
khusus yang sesuai dengan peruntukkannya. Kegiatan- kegiatan yang dimaksud
antara lain :
a. Penerimaan sediaan jadi
b. Pencucian peralatan.
c. Kegiatan pemasaran
d. Kegiatan HRD
e. karantina produk jadi sebelum memperoleh pelulusan awal
Sarana untuk mengganti pakaian kerja, membersihkan diri dan toilet hendaklah
disediakan dalam jumlah yang cukup dan mudah diakses. Dibawah ini merupakan
pernyataan yang benar mengenai sarana pendukung :
a. Ruang istirahat dan kantin disamping dari area produksi dan laboratorium
pengawasan mutu
b. Ruang ganti pakaian hendaklah berhubungan langsung dengan area produksi
namun letaknya terpisah.
c. Sarana pemeliharaan hewan hendaklah diisolasi dengan baik terhadap area
lain dan dilengkapi pintu masuk terpisah (akses hewan) serta unit pengendali
udara yang terhubung dengan area produksi
d. letak bengkel perbaikan dan perawatan peralatan terpisah dari area
laboratorium
e. Toilet boleh berhubungan langsung dengan area produksi atau area
penyimpanan
Contoh Higeine perorangan yang salah adalah sebagai berikut ...
a. Tiap personil yang masuk ke area pembuatan hendaklah mengenakan pakaian
pelindung
b. Semua personil hendaklah menjalani pemeriksaan kesehatan pada saat
direkrut
c. Personil hendaklah diinstruksikan supaya menggunakan sarana mencuci
tangan dan mencuci tangannya sebelum memasuki area produksi
d. Segala praktik higienis di area pembuatan atau area lain yang dapat
berdampak merugikan terhadap mutu produk.
e. Tiap personil tidak boleh merokok, membawa makanan, minuman ketempat
area pembuatan
Hal-hal yang berkaitan dengan program higiene yang dibuat dan diadaptasikan
terhadap berbagai kebutuhan di dalam area pembuatan adalah ...
a. Praktek higiene, kesembuhan, dan pencegahan
b. Kesehatan, praktek higiene, pencegahan
c. Pakaian pelindung personil, penyembuhan, dan praktek higiene
d. Kesehatan, praktek higiene, dan pakaian pelindung peronil.
e. Kesehatan, pakaian pelindung personil, dan kewaspadaan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sanitasi fasilitas dan bangunan adalah,
kecuali...
a. Bangunan yang digunakan untuk pembuatan obat hendaklah didesain &
dikonstruksi dengan tepat
b. Penyiapan, penyimpanan dan konsumsi makanan dan minuman hendaklah
dibatasi di area khusus memenuhi standar saniter
c. Sampah dibiarkan menumpuk dan disimpan di dalam wadah.
d. Hendaklah disediakan sarana yang memadai untuk penyimpanan pakaian
personil dan milik pribadinya di tempat yang tepat
e. Rodentisida, insektisida, agens fumigasi dan bahan sanitasi tidak boleh
mencemari peralatan
Urutan prosedur yang benar pada sanitasi fasilitas dan bangunan adalah....
a. Peralatan, Bahan awal, Wadah obat, Tutup wadah, Bahan pengemas, Label
atau produk jadi.
b. Bahan awal, peralatan, wadah obat, tutup wadah,bahan pengemas, label atau
produk jadi
c. peralatan, wadah obat, tutup wadah,bahan pengemas, bahan awal, label atau
produk jadi
d. Wadah obat, Tutup wadah, Bahan pengemas, Label atau produk jadi, bahan
awal, peralatan
e. Tutup wadah, Bahan pengemas, Label atau produk jadi, peralatan, wadah
obat, bahan awal
Rodentisida, insektisida dan fungisida tidak digunakan dalam prosedur sanitasi
fasilitas dan bangunan kecuali dinyatakan ....
a. Memiliki undang-undang yang ditentukan
b. Sudah terdaftar dan digunakan sesuai peraturan terkait.
c. Sudah mengajukan surat permohonan
d. Tidak menyebabkan penyakit
e. Memiliki fungsi yang baik
Berikut adalah prosedur tertulis yang menunjukkan penanggung jawab untuk sanitasi
serta menguraikan dengan cukup rinci, kecuali....
a. Jadwal
b. Metode
c. Peralatan
d. Bahan pembersih yang harus digunakan untuk pembersihan sarana dan
bangunan
e. Pekerja yang bertanggung jawab.
Prosedur sanitasi hendaklah berlaku untuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh,
kecuali...
a. Kontraktor
b. Karyawan sementara
c. Karyawan purnawaktu
d. Personil pengawasan
e. Anggota manajemen.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembersihan dan sanitasi peralatan setelah
digunakan alat-alat hekdaklah dibersihkan pada bagian...
a. Dalam saja
b. Luar saja
c. Dalam dan luar tanpa prosedur yang ditetapkan
d. Dalam dan luar sesuai prosedur yang ditetapkan.
e. Dalam dan luar serta atas dan bawah

Metode pembersihan yang lebih dianjurkan pada pembersihan peralatan adalah...
a. Menggunakan sikat
b. Vakum atau cara basah.
c. Cara kering
d. Menggunakan lab
e. Dengan uap
Prosedur tertulis yang cukup rinci untuk pembersihan dan sanitasi peralatan serta
wadah yang digunakan dalam pembuatan obat hendaklah dibuat, divalidasi dan
ditaati. Prosedur ini harus meliputi di bawah ini kecuali
a. Hari dan Jam Pelaksanaan.
b. Jadwal
c. Metode
d. Peralatan
e. Bahan yang dipakai dalam pembersihan
Catatan mengenai pelaksanaan pembersihan, sanitasi, sterilisasi dan inspeksi
sebelum penggunaan peralatan hendaklah disimpan secara benar ,secara benar disini
seperti apa?
a. disimpan dalam wadah yang sebelumnya telah dibersihkan.
b. disimpan dalam wadah yang di isi air
c. disimpan dalam wadah sesuai dengan suhu kamar
d. disimpan dalam wadah tertutup
e. disimpan dalam wadah yang endap udara
Ruang lingkup sanitasi dan hygiene adalah hal-hal di bawah ini, kecuali...
a. Keadaan lingkungan.
b. Personil
c. Bangunan
d. Peralatan dan perlengkapan
e. Bahan pembersih dan desinfeksi


Di bawah ini merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam proses produksi, kecuali
a. dilaksanakan dg mengikuti prosedur yg telah ditetapkan
b. memenuhi ketentuan CPOB yg menjamin dihasilkannya produk yg
memenuhi persyaratan mutu
c. memenuhi ketentuan izin pembuatan
d. memenuhi ketentuan izin edar
e. memenuhi ketentuan CDOB.
Pada ketentuan umum dari produksi wadah seharusnya ..
a. dibersihkan
b. dikeringkan
c. ditempatkan
d. dibersihan dan diberi penandaan.
e. ditimbang
Mana ketentuan khusus dari produksi yang benar adalah
a. Proses validasi.
b. Proses distribusi
c. Proses pengukuran
d. Proses penghilangan kotoran
e. Proses bahan dan produk basah
Bahan apa saja yang disimpan pada proses produksi antara lain
a. Bahan asli dan bahan basah
b. Bahan basah
c. Bakan awal dan bahan pengemas.
d. Produk jadi dan bahan asli
e. Bahan awal dan bahan basah
Apa saja yang dicantumkan pada label bahan awal di area penyimpanan kecuali yaitu
a. nama bahan dan bila perlu nomor kode bahan
b. nomor bets/kontrol yang diberikan pada saat penerimaan bahan
c. status bahan (misal: karantina, sedang diuji, diluluskan, ditolak)
d. nomor distribusi dan nama pabrik.
e. tanggal daluwarsa atau tanggal uji ulang bila perlu

Risiko pencemaran silang ini dapat timbul akibat tidak terkendalinya ..
a. Debu, gas, uap, percikan atau organisme dari bahan atau produk yang sedang
diproses, dari sisa yang tertinggal pada alat dan pakaian kerja operator.
b. Mikroba yang sedang diproses dari bahan yang tertinggal
c. Debu yang hilang tertinggal di tempat area penyimpanan
d. Gas yang diproses menjadi bahan bantuan
e. Uap yang mengandung zat beracun bisa mematikan
Apa yang menjadi parameter operasional yang kritis pada proses pencampuran dan
granulasi adalah...
a. Penimbangan dan pengepakan
b. Suhu, kecepatan dan waktu.
c. Bahan awal dan bahan pengemas
d. Produk olahan dan produk olahan
e. Waktu dan penandaan label
Karantina produk jadi merupakan
a. Tahap akhir pengendalian sebelum penyerahan ke gudang dan siap untuk
didistribusikan
b. Tahap awal ketika pemisahan bahan awal yang akan digunakan
c. Pemusnahan bahan-bahan olahan yang akan dididstribusikan
d. Tahap akhir yang akan diproses kembali melalui area penyimpanan
e. Suatu produk yang sudah lolos uji bahan awal
Perubahan signifikan pada aspek-aspek yang dapat mempengaruhi mutu produksi
dan harus divalidasi meliputi, kecuali
a. Fasilitas
b. Peralatan
c. Proses
d. Sarana-prasarana
e. SDM
.

Berikut ini yang berkaitan dengan perencanaan validasi, kecuali
a. Seluruh kegiatan validasi harus terencana
b. Unsur utama program validasi rinci, jelas & terdokumentasi dlm Rencana
Induk Validasi (RIV) atau dokumentasi setara
c. RIV merupakan dokumen yg singkat, tepat & jelas
d. RIV bisa terpisah untuk suatu proyek besar
e. RIV dibuat oleh supervisior
.

Data yang mencakup RIV adalah
a. Kebijakan produksi
b. Struktur organisasi kegiatan produksi dan pengadaan bahan baku
c. Ringkasan mengenai fasilitas, sistem, peralatan & proses yg akan divalidasi
.

d. Pengendalian mutu
e. Kalibrasi alat
Dokumentasi pada proses validasi mencakup isi sebagai berikut
a. Protokol validasi tertulis, laporan validasi, dan persetujuan tertulis utk
melaksanakan tahap kualifikasi & validasi berikutnya
.

b. Protokol validasi tidak tertulis, laporan validasi, dan persetujuan tertulis utk
melaksanakan tahap kualifikasi & validasi berikutnya
c. Protokol validasi tertulis, laporan validasi, dan persetujuan tidak tertulis utk
melaksanakan tahap kualifikasi & validasi berikutnya
d. Protokol validasi tidak tertulis, laporan validasi, dan persetujuan tidak tertulis
untuk melaksanakan tahap kualifikasi & validasi berikutnya
e. Foto-foto selama proses validasi dan log book
Dibawah ini merupakan jenis-jenis kualifikasi, kecuali
a. Design Qualification
b. Installation Qualification
c. Operational Qualification
d. Performance Qualification
e. Validation Qualification
.

Kualifikasi desain merupakan
a. Unsur pendukung validasi
b. Proses yang boleh dilakukan boleh tidak dilakukan dalam proses validasi
c. Unsur pertama dlm validasi peralatan, sistem atau fasilitas baru
.

d. Proses terakhir validasi
e. Bukan termasuk unsur validasi
Kualifikasi instalasi mencakup aspek di bawah ini, kecuali
a. Dilakukan thdp peralatan, sistem & fasilitas baru atau yg dimodifikasi
b. Instalasi peralatan, pipa & sarana penunjang, serta instrumentasi (instalasi
harus sesuai desain spesifikasi & gambar teknik)
c. Verifikasi bahan baku
.

d. Pengumpulan & penyusunan dokumen pengoperasian & perawatan peralatan
dari pemasok serta ketentuan & persyaratan kalibrasi
e. Verifikasi bahan konstruksi
Kualifikasi ini dilakukan setelah KI selesai, dikaji dan disetujui, merupakan
kualifikasi
a. Design Qualification
b. Installation Qualification
c. Operational Qualification
.

d. Performance Qualification
e. Validation Qualification
Kualifikasi kinerja dilakukan setelah KI dan KO selesai, dikaji dan disetujui, dalam
kasus tertentu
a. Pelaksanaan KK disatukan dengan KO
.

b. Pelaksanaan KK disatukan dengan KI
c. Diperbolehkan KK tidak dilaksanakan
d. Pelaksanaan KK tidak dapat disatukan dengan kualifikasi lain
e. Pelaksanaan KK boleh disatukan dengan kualifikasi mana saja
Pengujian pada kondisi terburuk (worst case) dilakukan pada kualifikasi
a. Design Qualification
b. Installation Qualification
c. Operational Qualification
d. Performance Qualification
.

e. Validation Qualification
Validasi proses berlaku untuk pembuatan sediaan obat yang mencakup, kecuali
a. Validasi proses baru
b. Initial validation
c. Validasi metode analisis
.

d. Validasi bila ada perubahan proses
e. Validasi ulang
Syarat validasi prospektif adalah
a. Ukuran bets sama dgn ukuran bets produksi dengan 3 bets berurutan harus
memenuhi syarat yg telah ditetapkan
.

b. Ukuran bets boleh tidak sama dgn ukuran bets produksi asalkan 3 bets
berurutan harus memenuhi syarat yg telah ditetapkan
c. Ukuran bets sama dgn ukuran bets produksi dengan 2 bets berurutan harus
memenuhi syarat yg telah ditetapkan
d. Ukuran bets boleh tidak sama dgn ukuran bets produksi asalkan 4 bets
berurutan harus memenuhi syarat yg telah ditetapkan
e. Ukuran bets sama dgn ukuran bets produksi dengan 4 bets berurutan harus
memenuhi syarat yg telah ditetapkan
Validasi proses dilakukan pada saat, kecuali
a. Sebelum produk dipasarkan
b. Validasi prospektif
c. Selama proses produksi rutin (validasi konkuren)
d. Proses yg sudah berjalan (validasi retrospektif )
e. Validasi suportif
.

Dalam kondisi tertentu dapat dilakukan validasi konkuren, yaitu
a. Jika dalam produksi terdapat perubahan minor dari segi proses, atau alat
produksi yang dilakukan
b. Produksi rutin dpt dimulai tanpa lebih dulu divalidasi dan keputusan utk
melakukan validasi konkuren harus ada justifikasi, didokumentasi, dan
disetujui oleh manajer QA
.

c. Dalam industri tidak ditemukan perubahan signifikan pada aspek-aspek yang
berkaitan dengan mutu produk
d. Validasi konkuren bisa dilakukan bisa tidak
e. Validasi konkuren wajib dilakukan, sedangkan validasi prosfektif dan
validasi retrospektif tidak harus
Validasi retrospektif dapat dilakukan pada
a. Semua proses produksi
b. Hanya utk proses yg sudah mapan
.

c. Dilakukan dalam tahap awal produksi
d. Dilakukan dalam tahap akhir produksi
e. Dapat dilakukan kapan saja
Dibawah ini berkaitan dengan pengendalian perubahan (change control), kecuali
a. Tersedia protap mengenai usulan perubahan thdp bahan awal, komponen
produk, peralatan, lingkungan kerja, metode produksi, metode analisis, atau
perubahan yg mempengaruhi mutu atau reprodusibilitas proses
b. Pastikan data pendukung perubahan cukup
c. Kualifikasi & validasi retrospektif
.

d. Mutu tdk dipengaruhi akibat perubahan
e. Dampak perubahan thdp produk dievaluasi dan dianalisis resikonya
Jika terdapat perubahan yang signifikan terhadap peralatan, sistem, fasilitas, proses,
prosedur pembersihan, dan metode analisis, maka harus dilakukan
a. Kualifikasi ulang
b. Re-validasi
.

c. Evaluasi
d. Analisis kesalahan
e. Change control
Metode analisis yang divalidasi adalah, kecuali
a. Uji identifikasi
b. Uji kuantitatif cemaran (impurity)
c. Uji batas cemaran
d. Uji kuantitatif zat aktif (bahan/obat/komponen tertentu dlm obat)
e. Uji residu bahan-bahan yang inkompatibel
.

Validasi metode analisis uji identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara,
yaitu
a. Membandingkan karakteristik sampel, seperti spektrum, kromatogram, reaksi
kimia dgn baku pembanding
.

b. Membandingkan karakteristik sampel, seperti aroma, warna, bau dgn baku
pembanding
c. Membandingkan karakteristik sampel, seperti pektrum, kromatogram, reaksi
kimia dgn bahan baku awal
d. Membandingkan metode analisis yang akan dilakukan dengan metode
analisis sejenis
e. Validasi uji dentifikasi hanya dapat dilakukan dengan KCKT
Uji batas kuantitatif dan uji batas deteksi, merupakan cara yang dapat dilakukan pada
validasi metode
a. Uji identifikasi
b. Uji cemaran
.

c. Uji kuantitatif zat aktif
d. Uji kuantitatif bahan baku obat
e. Uji kuantitatif komponen tertentu dlm obat
Pengukuran komponen utama yg terkandung dlm bhn aktif merupakan cara yang
dilakukan pada tahap validasi metode analisis
a. Uji identifikasi
b. Uji cemaran
c. Penetapan kadar
.

d. Uji kualitatif
e. Uji batas
Parameter validasi metode analisis meliputi
a. Akurasi, presisi, spesifitas, batas deteksi, batas kuantitasi, linearitas
.

b. Akurasi, presisi, aktualisasi, batas deteksi, batas kuantitasi, linearitas
c. Akurasi, presisi, spesifitas, batas konjungsi, batas kuantitasi, linearitas
d. Akurasi, presisi, aktualisasi, batas konjungsi, batas kuantitasi, linearitas
e. Akuisisi, presisi, spesifitas, batas deteksi, batas kuantitasi, linearitas
Contoh perubahan yang terjadi yang menyebabkan validasi metode analisis harus
diulang adalah
a. Perubahan tata letak peralatan produksi
b. Perubahan sintesis bahan aktif dan komposisi produk jadi
.

c. Perubahan kemasan produk
d. Perubahan desain bangunan
e. Perubahan alat yang digunakan selama proses pencampuran
Validasi yang bertujuan untuk mengkonfirmasi efektivitas prosedur pembersihan
disebut
a. Cleaning validation
.

b. Clearing validation
c. Cloning validation
d. Revalidation
e. Recurrent validation
Proses pembuatan obat dalan industri farmasi di indonesia haruslah berdasarkan cara
pembuatan obat yang baik (CPOB) dalam CPOB ini ada berapa aspek yang harus
diperhatikan
a. 11 aspek
b. 12 aspek.
c. 13 aspek
d. 14 aspek
e. 15 aspek
Tim inspeksi diri terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan di bidangnya
masing-masing. ada berapa jumlah minimal personil dalam tim inspeksi diri
a. 2 orang
b. 3 orang.
c. 4 orang
d. 5 orang
e. 6 orang
Frekuensi pemeriksaan inspeksi diri oleh tim inspeksi diri dilakukan minimal setiap
a. 2 tahun sekali
b. 4 tahun sekali
c. 6 tahun sekali
d. 3 tahun sekali
e. 1 tahun sekali.
Dibawah ini yang bukan termasuk aspek inspeksi diri adalah
a. perawatan bangunan dan peralatan
b. personalia
c. penanganan keluhan
d. peningkatan produksi.
e. pengawasan mutu
Untuk memastikan sistem manajemen mutu yang digunakan telah diterapkan dengan
efektif serta dilakukan penilaian secara objektif dan berkala merupakan tujuan dari
proses
a. Dokumentasi
b. hygiene dan sanitasi
c. audit mutu.
d. inspeksi diri
e. penanganan keluhan
Dibawah ini yang bukan termasuk proses pengkajian mutu adalah :
a. produk yang direturn
b. data stabilitas produk jadi
c. sanitasi dan hygiene.
d. pengawasan proses produksi yang kritis
e. status validasi, kualifikasi, dan kalibrasi alat
Dibawah ini yang bukan termasuk personil kunci didalam suatu industri farmasi
adalah
a. kepala bagian produksi
b. kepala bagian manajemen bahan baku.
c. kepala bagian pengawasan mutu
d. kepala bagian pemastian mutu
e. kepala bagian manajemen mutu
Dibawah ini yang tidak termasuk dalam pengawasan mutu adalah
a. pengambilan sampel
b. pemeriksaan dan pengujian bahan awal, produk antara, produk
ruahan dan produk jadi
c. pengujian yang dilakukan dalam rangka validasi
d. penanganan sampel pertinggal
e. pengadaan bahan baku.
Tujuan dari inspeksi diri adalah
a. mengevaluasi semua aspek produksi dan pengawasan mutu agar memenuhi
ketentuan CPOB.
b. sebagai pelengkap audit mutu
c. melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap system manajemen mutu
untuk meningkatkan mutu
d. mempertahankan kualitas produk
e. memantau mutu produk dari awal pembuatan hingga sampai kepada
konsumen
Laporan inspeksi diri dilaporkan paling lambat selama
a. 2 bulan setelah tanggal pelaksanaan
b. 1 bulan setelah tanggal pelaksanaan.
c. 4 bulan setelah tanggal pelaksanaan
d. 6 bulan setelah tanggal pelaksanaan
e. 1 tahun setelah tanggal pelaksanaan
Yang bukan termasuk dalam cakupan laporan inspeksi diri adalah
a. Hasil inspeksi diri
b. Evaluasi
c. Kesimpulan
d. Saran tindakan perbaikan
e. Tata cara inspeksi diri.
Inspeksi diri adalah untuk mengevaluasi apakah semua aspek produksi dan
pengawasan mutu industri farmasi memenuhi ketentuan CPOB, hal ini termasuk
dalam
a. Tujuan inspeksi diri.
b. Pengertian inspeksi diri
c. Macam-macam inspeksi diri
d. Prinsip inspeksi diri
e. Syarat inspeksi diri
Prinsip CPOB adalah
a. Selalu memperhatikan nilai moral, etika maupun agama
b. Tulislah apa yg akan d kerjakan, kerjakanlah apa yang telah ditulis dan
tulislah apa yg telah d kerjakan.
c. Memelihara integritas dan kejujuran yang tinggi
d. Menjaga sinergisasi, koordinasi, komunikasi dan kerjasama
e. Selalu menjaga dengan baik kode etik profesi
Pemerikasaan dan penilaian semua/sebagian dari sistem manajemen mutu dengan
tujuan spesifik untuk meningkatkan mutu disebut.....
a. Inspeksi diri
b. Audit mutu.
c. pengawasan
d. dokumentasi
e. kualifikasi

Mengevaluasi semua aspek produksi dan pengawasan mutu industri farmasi
disebut....
a. Inspeksi diri.
b. Audit mutu
c. pengawasan
d. dokumentasi
e. kualifikasi
Yang merupakan salah satu kebijakan umum inspeksi diri adalah.
a. Inspeksi diri secara menyeluruh dilaksanakan minimal setahun sedangkan
untuk suatu bagian dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
b. Inspeksi diri secara menyeluruh dilaksanakan minimal 3 tahun sekali
c. Perencanaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan inspeksi diri dilakukan
oleh tim produksi
d. Perencanaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan inspeksi diri dilakukan
oleh tim BPOM
e. Inspeksi diri hendaklah dilakukan secara serentak untuk seluruh bagian, serta
diketuai oleh 5 orang koordinator