Anda di halaman 1dari 5

Gambar segitiga epidemologi :

1.

Keterangan :
A: Agent
H: Host
E: Environment

Timbangan tersebut menggambarkan tercapainya keseimbangan,
sehingga baik agent maupun host tidak ada yang dirugikan dan pada
keadaan ini tedapat suasana hidup berdampingan secara damai antara
agent dan host.

2.









Keadaan tersebut menggambarkan peningkatan dari kemampuan
agent untuk menginfeksi serta menimbulkan penyakit pada manusia.

3.


E
A

H

E
H

A

E
A


H








Keadaan tersebut menggambarkan peningkatan peningkatan
proporsi kerentanan dari populasi manusia, misalnya karena
menurunnya imunitas dari host itu sendiri. Misalnnya pada saat musim
pancaroba, seringkali imunitas manusia itu menurun sehingga lebih
rentan terserang berbagai penyakit. Sehingga walaupun jumlah agent
normal namun dapat pula terjadi penyakit bila imunitas host sendiri
mengalami penurunan.

4.








Perubahan lingkungan dapat pula menyebabkan pergeseran titik
tumpu ke arah host sehingga menggambarkan bahwa perubahan
lingkungan tersebut merangsang penyebaran agen yang menyebabkan
peningkatan kemampuan agen untuk menginfeksi. Misalnya pada
suatu desa tertentu pada awalnya memiliki sumber air yang bersih,
tetapi kemudian terjadi banjir yang membawa berbagai macam
mikroorganisme penyebab penyakit sehingga mengkontaminasi air
minum di desa tersebut, maka terjangkitlah wabah penyakit pada desa
tersebut oleh karena air minum yang sudah terkontaminasi.
E
H

A


5.








Disamping itu, perubahan lingkungan dapat pula menyebabkan
perubahan kerentanan pejamu (host), sehingga terjadi pergeseran titik
tumpu ke arah agent. Keadaan ini terjadi misalnya pada perkembangan
daerah industri yang pesat menyebabkan konsentrasi zat-zat pencemar
di udara meningkatkan kerentanan (memudahkan terserang penyakit)
pada manusia, terutama infeksi saluran pernafasan.



Pendekatan Bloom
Paradigma hidup sehat H. L Bloom menjelaskan 4 faktor utama
yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan individu /masyarakat.
Keempat factor tersebut merupakan factor determinan (penentu)
timbulnya masalah kesehatan pada seorang individu atau kelompok
masyarakat.







E
A

H

Genetik
Lingkungan
Masalah
kesehatan
Perilaku
Masyarakat
Pelayanan
Kesehatan




Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku individu atau
kelompok masyarakat, faktor lingkungan (sosial ekonomi, politik,
fisik), faktor pelayanan kesehatan (jenis, cakupan dan kualitasnya) dan
faktor genetic (keturunan). Keempat faktor tersebut berinterakis secara
dinamis yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat
kesehatan kelompok masyarakat. Diantara keempat faktor tersebut,
factor perilaku manusia merupakan factor determinan yang paling
besar dan paling sukar ditanggulangi, disusul dengan faktor
lingkungan.

Faktor genetik
Faktor ini paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan
atau masyarakat . Pengaruhnya pada status kesehatan perorangan
terjadi secara evolutif dan paling sukar dideteksi. Faktor genetic
perlu mendapat perhatian di bidang pencegahan penyakit.
Misalnya : seorang anak lahir dari orang tua penderita DM akan
mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir
bukan dari penderita DM. Untuk upaya pencegahan , anak yang
lahir dari penderita DM harus diberi tahu dan selalu mewaspadai
factor genetic yang diturunkan dari orangtuanya. Oleh karenanya ia
harus selalu mengatur dietnya, teratur berolah raga dan upaya
pencegahan lainnya sehingga tidak ada peluang factor genetiknya
berkembang menjadi factor resiko terjadinya DM pada dirinya.Jadi
dapat diumpamakan , genetic adalah peluru (bullet) tubuh manusia
adalah pistol (senjata), dan lingkungan/perilaku manusia adalah
pelatuknya (trigger)

Faktor pelayanan kesehatan
Ketersediaannya sarana pelayanan, tenaga kesehatan, dn pelayanan
kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh pada derajat
kesehatan masyarakat. Pengetahuan dan ketrampilan petugas
kesehatan yang diimbangi dengan kelengkapn saran dan prasarana
serta dana akan menjamin kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan
seperti ini akan mampu mengurangi atau mengatasi masalah
kesehatan yang berkembang di suatu wilayah atau kelompok
masyarakat.

Faktor perilaku masyarakat.
Faktor ini terutama di Negara berkembang paling besar
pengaruhnya terhadap munulnya gangguan kesehatan atau masalah
kesehatan di masyarakat. Tersedianya jasa pelayanan kesehatan
(health service) tanpa disertai perubahan perilaku (peran serta)
masyarakat akan mengakibatkan masalah kesehatan tetap potensial
berkembang di masyarakat.
Faktor lingkungan.
Lingkungan yang terkendali, akibat sikap hidup dan perilaku
masyarakat yang baik akan dapat menekan berkembangnya
masalah kesehatan. Untuk menganalisis program kesehatan di
lapangan H.L Blum dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi
dan mengelompokkan masalah sesuai dengan factor-faktor yang
berpengaruh pada status kesehatan masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

Heru, Subari, dkk. 2004. Manajemen epidemiologi. Yogyakarta : Media Pressindo
Notoatmodjo, Prof. Dr. Soekidjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan
Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta