Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan keanekaragaman
hayati, misalnya ikan lele (Clarias Batrachus). Budidaya ikan lele sudah banyak
dilakukan oleh masyarakat, Ikan lele sudah sejak lama menjadi salah satu
komoditas perikanan yang sangat populer di kalangan masyarakat.tentunya
banyak membutuhkan ikan sebagai sumber protein untuk memenuhi kebutuhan
ini tentunya tidak bisa hanya dengan mengandalkan ikan dari laut saja, apalagi
pada saat cuaca buruk tentunya nelayan tidak pergi melaut. Untuk menutupi
kebuhan sumber protein dari ikan salah satunya dapat dengan cara usaha budidaya
pembesaran ikan lele dumbo
Ikan lele dumbo pertama kali didatangkan ke Indonesia dari Taiwan pada
tahun 1985.Ikan ini menjadi favorit dikalangan peternak karena pertumbuhannya
yang cepat dan badannya yang bongsor dibandingkan dengan lele lokal.Sebagai
perbandingan, lele dumbo berumur 2 bulan besar badannya bisa dua kali lipat
dibanding lele lokal berumur satu tahun.
Menurut keterangan eksportirnya, lele dumbo merupakan hasil
perkawinan antara Ikan lele asal Taiwan Clarias Fuscus dengan ikan lele asal
Afrika Clarias Mosambicus. Namun keterangan lain menyebutkan lele dumbo
lebih mirip dengan Clarius Gariepinus yang hidup di perairan Kenya, Afrika.
Banyak literatur yang menggolongkan lele dumbo kedalam jenis yang kedua,
termasuk artikel ini.Untuk pastinya, perlu penelaahan lebih lanjut dalam
mengungkap asal-usul lele dumbo.
Dari sisi fisik, ikan lele dumbo bisa dibedakan dengan lele lokal dari
warnanya yang hitam kehijauan. Lele dumbo juga akan bereaksi ketika terkejut
atau stres, kulitnya berubah menjadi bercak-bercak hitam atau putih dan kemudian
akan berangsur-angsur kembali ke warna awal. Lele dumbo memiliki patil seperti
lele lokal, namun patilnya tidak mengeluarkan racun.Lele dumbo juga cocok
2

dipelihara di kolam tanah karena tidak mempunyai kebiasaan membuat
lubang.Secara umum, lele dumbo bisa tumbuh lebih cepat, lebih besar dan lebih
tahan terhadap penyakit dibanding lele lokal.Namun dari sisi rasa, daging lele
dumbo lebih lebih lembek.Sebagian orang menganggap daging ikan lele lokal
lebih enak rasanya dibanding lele dumbo.
Lele dumbo (Clarias gariepinus) catfish atau ikan berkumis aslinya
bersal dari benua Afrika dan ukurannya sangat besar dan mampu bertahan di darat
untuk menyeberang mencari tempat yang lebih nyaman. Kemudian dikawin silang
dengan lele lokal Taiwan menyebar ke Filipina, Thailand kemudian dari Thailand
diperkirakan masuk ke Indonesia dan populer dengan nama lele Dumbo
(Dumbo/Jumbo artinya besar). Pertumbuhan ikan ini sangat cepat warnanya tidak
berubah walaupun stres, sengatan patilnya juga tidak begitu sakit dan tidak
berbisa, beda halnya dengan lele lokal kalau kena sengatan patilnya dapat
menyebabkan demam seketika. Usaha pembesaran lele dumbo masih punya
prospek yang menjanjikan untuk kemasa depan. Agar usaha pembesaran lele
dumbo dapat berhasil perlu diketahui habitat maupun langkah- langkah yang akan
dilakukan.
Sebelum tahun 1990-an, menurut masyarakat, ikan lele merupakan
binatang yang mengelikan dengan bentuk seperti sular dan hidup di tempat yang
kotor.Tetapi saat ini pamor ikan lele menjadi naik.Kepopuleran ikan lele tidak
hanya di dalam negeri saja. Menurut Mahyudin,(2008), bahwa di Melbourne,
Australia masyarakat Indonesia mulai memperkenalkan komoditar teresbut pada
masyarakat tersebut.
Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang
terus berkembang.Pemerintah juga gencar memberikan dukungan melalui riset
benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan.Sehingga bermunculan
sentra-sentra budidaya ikan lele di sejumlah daerah.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya
tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten.Ikan lele
sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian
pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha
3

budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara
intensif.
Jenis lele yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan dijumpai di
pasaran saat ini adalah ikan lele dumbo (Clarias Gariepinus).Dalam kegiatan
budidaya secara intensif, ikan lele didorong untuk tumbuh secara maksimum
hingga mencapai ukuran optimal.Lele dumbo merupakan komoditas yang dapat
dipelihara dengan padat tebar tinggi dalam lahan terbatas (hemat lahan) di
kawasan marginal dan hemat air.Untuk kolam ukuran 15 m
2
lele dumbo dapat
ditebar sebanyak 5.250 ekor benih. Selama 2, 5 bulan dapat diproduksi lele
sebanyak 450 kg dengan nilai fcr (Fed Caonversion Ratio) satu.
Sementara itu, lele lokal (Clanius Batracus) sudah langka dan jarang
ditemukan karena pertumbuhannya sangat lambat dibandingkan lele
dumbo.Secara umum, sosok lele lokal mirip dengan lele dumbo, hanya ukuran
tubuhnya tidak sebesar lele dumbo. Dalam makalah ini akan banyak dibahas
tentang lele dumbo, khususnya pula tahap pembenihan dan pembesaran.











4

Tujuan Dan Kegunaan
Tujuan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah :
1) Untuk mengetahui cara-cara yang baik untuk membudidayakan ikan lele.
2) Untuk mengetahui cara memperoleh bibit unggul.
3) Untuk mengetahui jenis-jenis ikan lele

Manfaat
Adapun manfaat dari Penulisan Laporan ini yaitu untuk menambah
pengetahuan kita tentang Budidaya Ikan Lele. Dan juga untuk memberikan
informasi pada pembaca tentang tata cara pembudidayaan ikan lele.



















5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dasar Teori
Lele merupakan salah satu komoditas unggulan.Pengembangan usahanya
dapat dilakukan mulai dari benih sampai ukuran konsumsi.Setiap segmen usaha
ini sangat menguntungkan.Selain untuk konsumsi lokal, pasar lele telah mulai di
ekspor dan permintaannya cukup besar.
Tingkat kenaikan produksi lele konsumsi secara Nasional kenaikannya
sebesar 18,3 % per tahun. Pada tahun 1999 produksi lele sebesar 24.991 ton Pada
tahun 2003 produksi lele sebesar 57.740 ton.
Revalitas lele sampai dengan akhir tahun 2009 diperkirakan mencapai
produksi 175.000 ton atau meningkat rata-rata 21,64 % pertahun.
Tingkat kebutuhan benih lele juga meningkat pesat. Pada tahun 1999
dibutuhkan 156 juta ekor, pada tahun 2003 dibutuhkan 360 juta ekor, sedangkan
pada akhir tahun 2009 diperkirakan akan dibutuhkan 1,9 milyar ekor atau
meningkat 46 % per tahun.
Sementara itu, lele lokal (Clanius Batracus) sudah langka dan jarang
ditemukan karena pertumbuhannya sangat lambat dibandingkan lele
dumbo.Secara umum, sosok lele lokal mirip dengan lele dumbo, hanya ukuran
tubuhnya tidak sebesar lele dumbo. Dalam makalah ini akan banyak dibahas
tentang lele dumbo, khususnya pula tahap pembenihan dan pembesaran.








6

Klasifikasi Ikan Lele Dumbo
Berdasarkan klasifikasi menurut taksonominya, ikan lele yang dikemukakan oleh
Suyanto (2002) adalah sebagai berikut:
Phyllum : Chordatan
Sub Phyllum : Vetebrata
Class : Pisces
Sub Class : Teleostei
Ordo : Ostariophysi
Sub Ordo : Siluroidae
Family : Clarridae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias gariepinus







Gambar 1 : Bentuk Tubuh Ikan Lele Dumbo
Sumber :(www.artaquaculture.blogspot.com

Menurut Hernowo, dkk(2008), ikan lele dumbo meiliki ciri-ciri bentuk
tubuh yang memanjang agak silindris (membulat) dibagian depan dan mengecil
dibagian ekornya, kulitnya ridak memiliki sisik, berlendir, dan licin sehingga sulit
saat di tangkap meggunakan tangan. Diatas rongga insang terdapat selaput alat
pernapasan tambahan (labirin) yang memungkinkan lele dumbo dapat mengambil
oksigen langsung dari udara.
Lele dumbo memiliki 5 (lima) buah sirip yang terdiri dari sirip pasang
(ganda) dan sirip tunggal. Sirip yang berpasangan adalah sirip dada (pectoral) dan
sirip perut (ventral).Sedangkan yang tunggal adalah sirip punggung (dorsal), ekor
(caudal) serta sirip dubur (anal).Pada sirip dada dilengkapi dengan pati dan taji
7

beracun.Jika dibandingkan lele local, patil lele dumbo lebih pendek dan tumpul.
Selain memiliki kemampuan dapat meloloskan diri pada kolam perairan dengan
cara melompat, ikan lele dumbo juga mampu melakukan gerakan zig-zag diatas
tanah tanpa air dalam waktu yang cukup lama asalkan tanah dalam keadaan
lembab (Santoso, 2003).
Lele dumbo memiliki sungut yang berada disekitar mulut.Sungut ini
berjumlah 8 buah atau 4 pasang. Sungut berfungsi untuk mengenal mangsanya,
lele dumbo juga dapat mengenal dan menemukan makanan dengan cara rabaan
(tentakel) dengan menggerakan salah satu sungutnya (Santoso, 2003).

Morfologi
Ikan-ikan genus Clariasgrariepinusdikenali dari tubuhnya yang licin
memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang,
terkadang menyatu dengan sirip ekor. Bagian kepalanya pipih ke
bawah (depressed), bagian tengah membulat, bagian belakang pipih ke samping
(compressed) .Ikan lele diperlengkapi dengan senjata berupa patil atau taji untuk
melindungi diri terhadap serangan atau ancaman dari luar. Patil ikan lele sangat
tajam dan berbisa terutama pada ikan lele usia remaja dan dewasa. Anatomi patil
dengan bagian dalamnya berongga itu mampu mengeluarkan bisa atau racun
yang dapat meracuni luka yang timbul karena tusukan patil.Mengingat
penyebarannya yang luas maka jenis ikan ini sangat menarik untuk dikaji,
terutama mengenai morfologinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakter morfometrik ikan lele dumbo Bogor, Purbalingga, dan Majenang dari
ketiga jenis ikan lele tersebut.Metode yang digunakan adalah metode survey,
dengan tekhnik pengambilan sampel Clusters Random Sampling.
Hasil dari laporan ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi
mengenai morfologi ikan lele dumbo yang berasal dari Bogor, Purbalingga, dan
Majenang di dalam masyarakat.Alasan menggunakan ikan yang berasal dari
ketiga daerah tersebut adalah penulis berasumsi bahwa ketiga daerah tersebut
memiliki geografi yang berjauhan dan mempunyai moyang dari ikan lele tersebut
juga berbeda sehingga dapat melihat perbedaan dan mengambil kesimpulan secara
8

obyektif.Dari beberapa karakter yang digunakan untuk penelitian, didapatkan
hasil analisis bahwa tidak terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara ikan
lele dumbo asal Bogor, Majenang, dan Purbalingga. Kesimpulan yang dapat
diambil dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan karakter morfometrik
antara ikan lele dumbo asal Bogor, Purbalingga dan Majenang, tetapi yang
membedakan ikan lele dumbo satu dengan yang lainnya adalah warna tubuh dan
corak pada tubuh ikan lele dumbo tersebut.

Perkembangbiakan
Dalam hal pemijahan ikan lele bukanlah musiman sepeti halnya ikan patin
ataupun ikan bawal.Ikan lele dapat memijah dalam sepanjang tahun.Apabila
pemberian pakan tambahan sangat cukup, maka ikan lele dumbo dapat berpijah
selama 6-8 minggu. Ikan lele dumbo ini tergolong ikan yang cepat besar, apabila
akan dipijahkan ikan lele dumbo ini harus memiliki berat badan minimal 600 -
700 gram, dan umurnya harus diatas 1 tahun. Ikan lele dumbo ini akan mencapai
dewasa setelah berumur 2-3 tahun dan akan mulai memijah selama musim hujan
sampai dengan akhir musim hujan (Suyanto, 2002). Adapun perbedaaan induk
jantan dan betina dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini
Tabel 1. Ciri-ciri induk ikan lele dumbo
Jantan Betina
Kepala lebih kecil, warna kulit dada
tua (gelap) urogenital agak menonjol,
memanjang kearah belakang dan
berwarna kemerahan perut lebih
langsing dan kenyal gerakannya licah
(agresif), jika di striping mengeluarkan
cairan putih (sperma).
Kepla lebih besar, warna kulit dada
agak kurang, urogenital berbentuk oval
dan berwarna kemerahan, perut lebih
gemuk dan lunak, gerakan lambat jika
di striping mengeluarkan cairan
kekuning-kuningan (telur)
Sumber : Anonym, 2006.
Biasanya ikan lele yang akan memijah mencari tempat untuk meletakan
telur-telurnya yaitu substrat yang berupa batu-batuan, rumput atau ranting kayu
yang tenggelam dalam air yang kedalamannya sekitar 10 cm dengan arus yang
9

tidak terlalu deras atau tenang. Pemijahan ikan lele berlangsung selama beberapa
jam saja, dimana induk betina akan memulai mengeluarkan dan meletakan telur-
telurnya pada substrat dalam beberapa kelompok, kemudian diikuti oleh keluarnya
sperma dari lele jantan menyatu pada telur-telur tersebut. Setelah telur dan sperma
tercampur ikan betina mengibaskan ekornya agar telur-telur tersebut merata pada
substrat yang ada disekitar (Suyanto, 2002).

Makan dan Kebiasaan Makan
Lele mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam.Lele
adalah hewan karnivora (pemakan daging).Di habitat aslinya, lele makan cacing,
siput air, belatung, laron, jentik-jentik serangga, kutu air, dll.Pakan tambahan
yang baik untuk lele adalah yang banyak mengandung protein hewani.Jika pakan
yang diberikan banyak mengandung protein nabati pertumbuhannya lambat.Lele
merupakan hewan yang suka memakan jenisnya sendiri (kanibalisme) jika lele
kekurangan makan.Oleh karena itu jangan sampai terlambat memberi makan sifat
kanibalisme juga timbula karena perbedaan ukuran.

Habitat dan Penyebaran
Semua perairan tawar dapat menjadi lingkungan hidup atau habitat lele
dumbo, seperti waduk, bendungan, danau, rawa, atau genangan air tawar
lainnya.Namun, lele dumbo juga dapat ditemukan di sungai yang arus airnya tidak
terlalu deras, sehingga lele dumbo ini dapat dikatakan lebih menyukai perairan
yang arusnya lamban, lele dumbo kurang menyukai perairan yang berarus deras
(Bachtiar, 1995).
Ikan lele dumbo sangat toleran terhadap suhu yang cukup tinggi, yaitu
berkisar antara 20
o
C - 35
o
C dan dapat hidup diperairan yang kondisi
lingkungannya sangat jelek. Ikan lele dumbo dapat mengambil oksigen dengan
cara melakukan pertukaran gas yang terjadi melalui organ aboresent yang terletak
dalam ruang atas insang. Oleh sebab itu, ikan lele memiliki kemampuan bernafas
dengan udara secara langsung yang memungkinkan ikan lele dapat bertahan hidup
didalam lumpur pada musim kemarau (Santoso, 1995).
10

Ikan lele dumbo terkenal dengan sifat nocturnalnya yaitu aktif pada malam
hari, sedangkan pada siang hari ikan lele ini jarang menampakan diri dan lebih
menyukai tempat yang gelap dan sejuk.Namun kebiasaan ini dapat diubah dengan
dibiasakannya memelihara dikolam-kolam, dimana pemberian pakannya diberikan
pada siang hari (Santoso, 1995).Pada waktu siang hari, ikan lele lebih menyukai
bersembunyi dibalik batu, lubang dan rumput-rumput yang ada didasar perairan,
dan karena aktif pada malam hari maka mata ikan lele ini tidak terlalu berperan
penting.Sedangkan organ-organ yang berperan penting adalah pembau yang
berupa sungut-sungut yang berada disekitar mulutnya.






















11

BAB II
PEMBAHASAN


Sejarah Singkat Ponpes
Pondok pesantren adalah suatu sistem lembaga pendidikan agama tertua di
Indonesia termasuk lembaga pendidikan pesantren Alkhairaat, yang tetap
mempertahankan sistem ini, karena hasilnya telah teruji dari waktu ke waktu
meskipun inovasi baru juga telah diintegrasikan dalam penerapan metedologi
pendidikan dan pengajarannya termasuk kurikulum yang teradaptasi.
Cikal bakal Alkhairaat adalah pondok pesantren Alkhairaat yang didirikan
oleh Al Mukarram Al Alimu Al Allammah Al Habib Idrus bin Salim Aljufrie
(alm) pada 30 Juni 1930 di Palu Sulawesi Tengah, dan bentuk pesantren ini
dipertahankan dan dikembangkan menjadi beberapa buah di beberapa daerah
kawasan Indonesia Timur, termasuk Pondok pesantren Alkhairaat Kampus
Madinatul Ilmi di Dolo Kabupaten Donggala, di samping pengembangan cabang
Madrasah dan sekolah Alkhairaat dari TK sampai Perguruan Tinggi baik
pendidikan agama maupun pendidikan umum yang kini tersebar dikawasan
Indonesia Timur.
Pondok Pesantren Alkhairaat Kampus Madinatul Ilmi Dolo keberadaannya
dan tujuan utama adalah langka antisipasi menanggulangi kesenjangan dan
kelangkaan ulama dengan kapasitas keulamaan tataran menengah, khususnya
sebagai kader siap pakai di tingkat regional seperti tingkat Kabupaten,
Kecamatan, dan Pedesaan.Padahal seperti diketahui posisi kapasitas ulama
semacam ini sangat sentral dan strategis dewasa ini dalam ruang lingkup
kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai suatu patron sosok kehidupan atau figur
panutan dalam masyarakat lapisan menengah ke bawah.
Keberadan Pondok Pesantren Alkhairaat kampus Madinatul Ilmi Dolo
dengan tujuan dan targetnya yang jelas ini, seyogianya perlu diinformasikan
secara luas kepada semua pihak agar ada rasa keterpanggilan dan kepedulian
untuk menempatkan kehadiran dan kebutuhannya sebagai keperluan kita bersama,
12

tidak diletakkan hanya pada satu pihak sebagai yang paling bertanggung jawab
yang pada hakekatnya pengelola pondok adalah hanya sekedar pengemban amanat
dan kita bersama adalah pemilik dan penanggungjawab atas eksistensi
keberadaannya.

Gambaran Umum Ponpes
Pondok Pesantren Alkhairaat Kampus Madinatul Ilmi Dolo yang
sebelumnya bernama Kampus II Dolo adalah salah satu Pondok Pesantren yang
berada dalam pengelolaan Perguruan Islam Alkhairaat (Yayasan Alkhairaat)
Pada mulanya kehadiran Pondok Pesantren ini adalah sebagai salah satu
upaya antisipatif dalam menyiapkan tenaga pengajar (guru) yang professional
baik untuk kebutuhan Madrasah yang berada dalam pembinaan Yayasan
Alkhairaat maupun madrasah-madrasah lain yang membutuhkan
Gagasan menghadirkan Pondok Pesantren ini merupakan salah satu butir
pemikiran yang diutarakan oleh Ketua Utama Alkhairaat H.S. Saggaf
Muhammad Aljufri, MA yang disampaikan pada Muktamar Besar Alkhairaat
VI tahun 1991 M/1412 H, pemikiran ini didasari oleh semakin sulitnya mencari
tenaga pengajar tingkat dasar terutama pada madrasah-madrasah ibtidaiyah, yang
memiliki kemampuan intelektual yang cukup, sehingga sebagian Madrasah
Ibtidaiyah Swasta (MIS) terutama yang berada dalam pengelolaan Perguruan
Islam Alkhairaat tidak dapat menjalakan fungsi sebagaimana mestinya sesuai
dengan amanat pendiri Alkhairaat AlHabib Idrus Bin Salim Aljufri.
Bertolak dari gagasan tersebut dan atas bantuan dari berbagai pihak, maka
pada tahun 1992 M /1413 H Pondok Pesantren Alkhairaat Kampus Madinatul
Ilmi Dolo secara resmi dibuka dan mulai menjalankan aktifitas sebagaimana
layaknya sebuah Pondok Pesantren. Perkembangan selanjutnya menunjukan
minat orang tua untuk menyekolahkan putra mereka di Pondok Pesantren
Alkhairaat Kampus Madinatul Ilmi Dolo semakin meningkat, bukan saja ditingkat
Aliyah (Mualimin), namun juga untuk tingkat Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah,
sehingga menuntut pengelola Pondok Pesantren menyiapkan berbagai fasilitas
pendidikan, mulai tingkat dasar sampai dengan tingkat lanjutan atas
13

Gambaran Kondisi Ponpes

Lokasi
a) Pondok Pesantren ini terletak di Desa Kotarindau Kecamatan Dolo kabupaten
Donggala Propinsi Sulawesi Tengah, terletak di poros jalan Palu menuju
Kulawi sekitar 11 Km sebelah Selatan kota Palu ibukota Propinsi Sulawesi
Tengah. Telepon: (0451) 483807 482534
b) Berdiri pada areal tanah seluas + 40 Hektoare di atas hamparan tanah datar
bekas persawahan dengan tingkat kesuburan tanah yang memadai serta
sumber mata air yang mengalir tercukupi serta lingkungan alam yang ramah
dan dikelilingi penduduk penghuni yang sudah tersosialisasikan dengan
Alkhairaat.

Sarana Physik
a) Asrama santri dengan daya tampung 56 kamar ( + 300 anak )
b) Ruang belajar 28 kelas
c) Masjid yang menampung + 500 jamaah shalat.
d) Aula, waserda, Kantor, Balai Latihan, Perpustakaan dan Lab.
e) Sarana physik penunjang lainnya berupa kolam pemeliharaan ikan, areal
pemeliharaan ternak dan areal pertanian di samping sebagai sarana latihan dan
praktek sekaligus sumber pendapat penunjang biaya operasional Pondok.
Untuk lebih mendetailnya dapat dilihat dalam table berikut ini :







14

Persiapan kolam
Dalam tulisan ini kolam yang digunakan adalah kolam di sawah pada saat
sawah tidak ditanami padi untuk kolam ikan lele terdapat berbagai ragam
jenisnya, ada yang dari kolam plastik, ada yang bak semen permanen ada pula
yang kolam dari tanah darat dan dari tanah sawah. Dalam hal ini yang akan di
sajikan adalah budidaya pembesaran ikan lele dumbo di kolam sawah yang telah
berulang kali dilakukan panen namun hasilnya kurang memuaskan, agar hasilnya
menggembirakan kita dapat ikuti langkah-langkah berikut untuk ukuran luas
kolam 100 m2 atau lebih dengan pematang dilapisi plastik untuk menghindari
kebocoran
Langkah-langkah persiapan:
a. Kolam dikeringkan sampai air habis total
b. Lumpur cair dibuang dari dasar kolam
c. Perbaiki benteng untuk menghindari jebol atau perkuat
d. Perbaiki saluran air masuk dan pembuangan
e. Biarkan di jemur selama 2 minggu
f. Tabur pupuk kandang/kompos atau masukan kedalam goni plastik dan di
bolongi
g. Tabur dengan kapur dolomit untuk menaikan pH (6-7)
h. Masukan air secara bertahap hingga ketinggian 50 cm










Gambar 2. Bentuk Tambak Beton Ikan Lele Dumbo Yang ada di Lokasi Ponpes
Sumber : Dokumentasi KKN (Perikanan) Kelompok VX
15

Penebaran Benih ikan lele.
Selanjudnya ikan ditebar kedalam kolam yang telah siap dan untuk
mempercepat masa pembesaran maka benih/bibit ikan yang dimasukan adalah
benih dari hasil pendederan ikan lele dumbo dengan ukuran panjang 10 cm atau
berat rata-rata 30 ekor/kg dengan padat tebar 60 ekor / meter. Untuk luas kolam
100 m2 dapat dimasukan 6.000 ekor ikan lele benih ikan dari hasil pendederan
yang kualitas benihnya unggul dan memenuhi standar CBIB (Cara Budidaya Ikan
yang Baik) dengan cara sebagai berikut:
a) Apabila benih ikan dari pendederan jaraknya jauhdan butuh waktu yang lama
cara memasukan benih ikan perlu proses adaptasi dengan cara memasukan
packing ikan kedalam kolam hingga suhu air di kolam sama dengan didalam
packingan untuk menghindari stresnya ikan, kemudian ikat packing dibuka
sehingga ikan keluar dengan sendirinya dari dalam plastik packing tanpa
mengalami stres yang berlebihan.
b) Jika jarak lokasi kolam pendederan dekat dengan lokasi kolam pembesaran
boleh lungsung dimasukan kedalam kolam namun tetap dibiarkan ikan keluar
dengan sendirinya dari wadahnya agar ikan menyesuaikan diri dengan air
didalam kolam pembesaran tanpa mengalami stres berlebihan.

Pemberian pakan
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele.Ada
banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran.Pakan ikan lele yang baik adalah
pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu.FCR
adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging.Semakin kecil nilai
FCR, semakin baik kualitas pakan.Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya
yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara
berimbang.Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan
lele alternatif.
Ketika dipelihara atau dibudidayakan dikolam, Lele dumbo juga dapat
diberipakan bangkai dari limbah peternakan atau diberi pakan buatan seperti
pellet.Lele dumbo merupakan ikan yang sangat responsif terhadap pakan. Artinya,
16

hampir semua pakan yang diberikan sebagai ransum atau pakan sehari-hari akan
disantap dengan lahap. Itulah sebabnya ikan ini cepat besar (bongsor) dalam masa
yang singkat.Keunggulan ini dimanfaatkan para pembudidaya ikan lele dumbo
dengan memberikan pakan yang mengandung nutrisi tinggi untuk menggenjot laju
pertumbuhannya.Harapannya dalam waktu yang relatif singkat lele dumbo sudah
bisa dipanen dan dipasarkan sebagai ikan konsumsi (Khairuman, 2002).
Menurut Mahyuddin (2008), lele mempunyai kebiasaan makan didasar
perairan atau kolam. Berdasarkan jenis pakannya lele digolongkan sebagai ikan
yang bersifat karnivora (pemakan daging).Di habitat aslinya, Lele memakan
cacing, siput air, belatung, laron, jentik-jentik, serangga air, kutu air.Karena
bersifat karnivora pakan yang baik untuk ikan lele adalah pakan tambahan yang
mengandung protein hewani. Jika pakan yang diberikan banyak mengandung
protein nabati, pertumbuhan akan lambat. Lele bersifat kanibalisme, yaitu suka
memakan jenis sendiri. Jika kekurangan pakan ikan ini tidak segan-segan untuk
memakan atau memangsa kawannya sendiri yang berukuran lebih kecil

Pengendalian Hama Dan Penyakit
Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama
predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang
menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan
memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di
sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan
virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang
mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di
kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan
menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam,
dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan
lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin
dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit
silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
17

PEMANENAN

Panen Total.
Setelah 60 -90 hari pemberian pakan, panen ikan lele dumbo dapat
dilakukan sekaligus atau disebut panen total dimana ikan yang besar dan kecil
semua di panen dan ditimbang dengan harga yang sama. Lama waktu
pembesaran ini tidaklah mutlak dapat juga hasilnya kurang dari 60 hari hal yang
menyebabkan ini adalah kwalitas pakan, dosis pakan, dan kwalitas air di dalam
kolam

Panen selektif.
Jika ukuran besar ikan lele dumbo terlihat kurang merata di dalam kolam
dengan perbedaan yang signifikan, dan harga di pasar juga agak lesu maka kita
dapat melakukan panen ikan lele dengan cara selektif atau memilih yang besar
dahulu dijual dan yang masih kecil dibesarkan lagi hingga 2-4 minggu lagi
sehingga harga ikan dan besar ikan sesuai dengan permintaan pasar yaitu dengan
berat 8-10 ekor /kg. Pada panen selektif ini dapat menggunakan jaring atau seser,
untuk menghidari stres ikan tersebut cegahlah gerakan -gerakan yang berlebih
atau gerakan yang membuat kejutan kejutan atau perlakuan kasar pada ikan
tersebut










18

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Dari Uraian yang telah dikemukakan di atas maka kesimpulan yang dapat
diambil bahwa budidaya ikan lele sangat menguntungkan bagi para pembudidaya
dan hasil yang dapat di raih juga sangat membantu para masyarakat yang
melakukan budidaya dan para masyarakat yang mengkonsumsi ikan lele sehingga
dengan demikian
Teknologi budidaya pembesaran lele dumbo hingga kini sudah banyak
yang tersedia yaitu mulai dari cara tradisional, intensif, semi intensif, supra
intensif, teknologi bio floc semua itu merupakan pengembangan teknologi masa
kini. Dalam memulai usaha tentunya harus didukung kemampuan sumber daya
manusia yang baik, sarana prasarana dan dana didalam membuat keputusan
hendaknya hal ini menjadi pertimbangan yang matang untuk menghasilkan
keputusan yang tepat dan membuahkan hasil yang baik.

Saran
Saran yang dapat diberikan dalam proses budidaya antara lain, bahwa
pemberian pakan harus diperhatikan untuk dapat memberikan pertumbuhan yang
maksimal sesuai yang diinginkan.