Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN Penyerapan Air Oleh Biji

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Migrasi molekul-molekul air ke suatu zat lain yang berlubang-lubang (pori) cukup
besar untuk melewatkan molekul-molekul air dan kemudian molekul-molekul air itu
menyerap di dalam zat tersebut. Peristiwa ini disebut imbibisi. Perkataan ini berasal dari
kata latin imbibere yang berarti menyerap. Air yang menyerap disebut air imbibisi
sedangkan zat yang terserap air disebut imbiban.
Peristiwa imbibisi pada hakekatnya tak lain tak bukan suatu proses difusi belaka,
sebab bukankah sel-sel biji kacang kering itu mempunyai nilai osmosis tinggidan oleh
karena itu mempunyai defisit tekanan osmosis yang besar pula,jika molekul-
molekulairberdifusi dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi yang tinggi.
Peristiwa imbibisi sebenarnya juga peristiwa osmosis, sebab dinding sel-sel kulit
maupun protoplas biji kacang itu permeabel untuk molekul-molekul air.
Peristiwa imbibisi ini, juga termasuk peristiwa absorsi. Pemasukan molekul-
molekul air di dalam biji adalah suatu peristiwa absorsi atau penyerapan. Maka yang
kita sebut imbibisi ialah menyerapnya molekul-molekul air di dalam imbiban disebut
juga peristiwa peresapan. (Anonim, 2008)

B. Maksud Percobaan
Untuk melihat kecepatan imbibisi biji kering kacang merah dan kacang tanah yang
direndam air.

C. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui kecepatan imbibisi biji kering kacang merah dan kacang tanah
yang direndam air.

D. Prinsip Percobaan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dengan mengambil biji kacang merah
(Phaseolus vulgaris) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) lalu ditimbang, direndam
dengan air, serta diamati imbibisinya dengan menggunakan interval waktu 5, 10, 15,
dan 20 menit.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Umum
Migrasi molekul-molekul air ke suatu zat lain yang berlubang-lubang (pori) cukup
besar untuk melewatkan molekul-molekul air dan kemudian molekul-molekul air itu
menyerap di dalam zat tersebut. Peristiwa ini disebut imbibisi. Perkataan ini berasal dari
kata latin imbibere yang berarti menyerap. Air yang terserap disebut air imbibisi
sedangkan zat yang terserap air disebut imbiban
Jika kita merendam biji kacang yang kering di dalam air murni maka selang
beberapa lama( 6 jam atau lebih), biji kacang itu tampak mengembung seolah-olah
akan pecah.Selama ada di dalam air, biji tersebut kemasukan molekul-molekul air
sekian banyaknya sampai tercapai suatu keadaan jenuh, yaitu keadaan dimana biji
sudah tidak mampu lagi menyerap air.
Peristiwa imbibisi pada hakekatnya tidak lain dan tidak bukan merupakan suatu
proses difusi belaka, sebab bukankah sel-sel biji kacang kering itu mempunyai nilai
osmosis tinggidan oleh karena itu mempunyai defisit tekanan osmosis yang besar pula
jika molekul-molekul airberdifusi dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi yang
tinggi.Peristiwa imbibisi sebenarnya juga peristiwa osmosis, sebab dinding sel-sel kulit
maupun protoplas biji kacang itu permeabel untuk molekul-molekul air.
Peristiwa imbibisi ini, juga termasuk peristiwa absorsi. Pemasukan molekul-
molekul air di dalam biji adalah suatu peristiwa absorsi atau penyerapan. Maka yang
kita sebut imbibisi ialah peristiwa masuknya air dan kemudian masuknya molekul-
molekul air di dalam imbiban disebut juga peristiwa peresapan.
Melalui contoh biji kacang merah dan kacang tanah,kita dapat mengetahui adanya
pengembangan bertambahnya volume dari imbiban sebagai akibat dari imbibisi, karena
molekul-molekul air yang masuk kemudian menetap di dalam imbiban itu tersusun
secara berjejal-jejal mengelilingi sel-selimbiban (akibat absorbsi).
Maka air yang ada di dalam ambiban itu lebih padat dari pada susunan air yang
ada di luar imbiban, yang disebut juga air bebas. Dengan demikian maka volume air di
tambah volume biji kacang lebih besar dari padavolume biji kacang yang sudah
kemasukan air atau pernyataan lain :
Volume biji + volume air > volume (biji + air). (Achmad, 2002)




B. Uraian Tanaman
1. Sampel Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) ( Anonim, 2012)
a. Klasifikasi :
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus vulgaris
b. Nama Daerah
Nama Daerah : Buncis, kacang kopak, kacang jogo, kacang beureum (Sunda), kacang buntek, kacang
jabrig, kacang jepang, kacang hermann, kacang kemir (Jawa)
Nama Inggris : Common bean
Nama Indonesia : Kacang Merah
Nama simplisia : Phaseoli Semen, Fabarum Semen, Buncis, Phaseoli Fructus,Phaseoli Legumina, Buah
Buncis.

c. Morfologi
Kacang merah merupakan jenis tanaman yang dapat di jadikan bahan makanan.
Tinggi batang sekitar 3-4 m. Biji berwarna merah, agak keras dan mengandung banyak
vitamin. Kacang merah memiliki sistem perakaran serabut yang memiliki serabut akar
yang mempunyai akar yang hampir sama besar. Batang kacang tanah berbentuk bulat
dan tidak berkayu tetapi batangnya basah dengan warna hijau muda. Daun kacang
tanah berwarna hijau dengan ukuran yang tidak terlalu besar dengan daun yang
berbentuk bulat. Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan permukaan bawahnya
berwarna hijau muda. Daunnya merupakan daun lengkap karena memiliki helaian
tangkai daun, dan pelepah daun yang lengkap daun, Bunganya berwarna putih
kekuning-kuningan dan berukuran kecil. Kacang merah mempunyai polong dengan
jumlah per polongnya biasanya 3 hingga 5 buah.(Anonim, 2012)
d. Kegunaan
Adapun khasiat dari kacang merah yaitu :
1) Mencegah kolesterol jahat dan memperlancar pencernaan (anti sembelit). Kandungan
fibernya yang tinggi difermentasi dalam usus besar dan menghasilkan asam-asam
lemak rantai-pendek, yang dapat menghambat sintesis kolesterol hati.
2) Mencegah resiko diabetes karena kandungan karbohidrat kompleknya berglikemik indek
rendah dan termasuk lamban cerna.
3) Membantu pematangan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA, serta
menurunkan level homosistein dalam pembuluh arteri (sehingga mengurangi resiko
penyakit jantung).
4) Membantu program diet karena fibernya akan membuat Anda merasa kenyang dan
kalorinya juga sangat rendah. Apalagi kandungan protein nabatinya akan bermanfaat
untuk perkembangan massa otot tubuh.
5) Menjaga fungsi sistem syaraf, metabolisme karbohidrat, dan mencegah penyakit beri-
beri.
6) Membantu proses metabolisme asam amino, asam lemak, lipid, glukoneogenesis,
sintesis neurotransmitter, sintesis histamine, sintesis dan fungsi haemoglobin serta
menjaga kesehatan kulit.
7) Membantu proses pembekuan darah pada luka.


e. Kandungan Kimia
Kacang merah merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat makanan, vitamin
B terutama asam folat dan B6, protein, besi, mangan, fosfor dan thiamin, kandungan
asam glutamat, leucine, arginine, dan serin sangat lengkap dalam kacang merah.
Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium yang sangat rendah,
hampir bebas lemak jenuh dan bebas dari kolesterol.Di samping itu kacang merah juga
merupakan sumber serat yang baik, karena dalam 100 gram kacang merah kering
dapat menghasilkan 4 gram serat yang terdiri dari serat yang larut air dan serat yang
tidak larut air.
kacang merah merupakan sumber dari protein nabati, karbohidrat kompleks, serat
vit B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor dan zat besi. Folasin adalah zat gizi esensial yang
mampu mengurangi resiko kerusakan pada pembuluh darah.

2. Sampel Kacang Tanah (Arachis hypogaeaL)
a. Klasifikasi:
Regnum : Plantarum
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea L
b. Nama Daerah
Nama Daerah : Kacang aduk (Madura), Kacang brudul, Kacang brul, Kacang brol, Kacang jbrol,
Kacang Cina, Kacang prol, Kacang srentul (Jawa), Kacang japong (Seram), Kacang
tapong (Seram barat:Rumakai, Atamano), Kacang tepong (Seram barat:Piru), Kacang
jawa (Manado), Kacang suuk, Kacang taneuh (Sunda), Kacang tanah (Bali), Kacang
tano (Batak, Mandailing), Kacangkoeken, Kacangolie (Belitung), aneue kacang (Aceh),
kacang kembili (karo), kacang tano (Mandailing), retak guring, retak tanah (Lampung),
seretak petak (Dayak).
Nama Inggris : Groundnut, peanut
Nama Indonesia : kacang tanah

c. Morfologi :
Kacang tanah merupakan jenis tanaman perdu yang mempunyai tinggi batang
sekitar 7-10 cm,daun berbentuk bulat. Mempunyai sistem perakaran serabut dengan
serabut akar yang mempunyai ukuran yang hampir sama besar. Batang kacang tanah
pendek dan berwarna hijau.Daun berwarna hijau dan berbentuk bulat dan merupakan
daun tidak lengkap dengan permukaan atas berwarna hijau tua dan permukaan baawah
berwarna hijau muda, biji kacang tanah terdapat di dalam tanah yang bersatu dengan
akar.Tumbuhan kacang tanah merupakan tumbuhan dikotil atau berkeping dua. (
Anonim, 2012)
d. Kegunaan :
Kacang tanah juga dikatakan mengandung bahan yang dapat membina
ketahanan tubuh dalam mencegah beberapa penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang
tanah lima kali seminggu dilaporkan dapat mencegah penyakit jantung.
e. Kandungan Kimia :
Kacang tanah mengandung Omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda
dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Dalam 1 0ns kacang tanah
terdapat 18 gram Omega 3 dan 17 gram Omega 9.
Kacang tanah mengandung fitosterol yang justru dapat menurunkan kadar
kolesterol dan level trigliserida, dengan cara menahan penyerapan kolesterol dari
makanan yang disirkulasikan dalam darah dan mengurangi penyerapan kembali
kolesterol dari hati, serta tetap menjaga HDL kolesterol.

C. Uraian Bahan
1. Aquadest (FI edisi III hal 96)
Nama Resmi : AQUADESTILLATA
Nama Lain : Air suling
Rumus Molekul : H
2
O
Berat Molekul : 18,02
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak mempunyai rasa
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.







BAB III
METODE KERJA

A. Alat dan Bahan
1. Alat-alat yang digunakan:
a. Gelas kimia
b. Kertas grafik
c. Lap halus
d. Pinset
e. Stopwatch
f. Timbangan
2. Bahan-bahan yang digunakan:
a. Aquadest
b. Biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)
c. Biji kacang tanah (Arachis hypogaea L)

B. Prosedur Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil secara acak 10 biji kacang merah dan kacang tanah untuk setiap kelompok dan
ditimbang dengan berat awal kacang merah 4,6 dan kacang tanah 4,37.
3. Setelah ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia dan direndam air.
4. Diamati imbibisi setelah interval waktu : 5, 10, 15, 20, 25 menit dan seterusnya sampai
biji jenuh air.
5. Setiap pengamatan ditimbang untuk mengetahui pertambahan penyerapan air oleh biji.
6. Dibuat grafik yang menunjukkan hubungan antara waktu perendaman dan air yang
diserap.














BAB IV
HASIL PENGAMATAN

A. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
Gambar pengamatan


Keterangan Gambar
a. Gelas kimia
b. Air
c. Kacang merah



Gambar bagian bagian kacang merah :
Keterangan :
1. Lembaga
2. Kulit luar
3. Kulit dalam
4. Pusat biji

Deskripsi:
Biji kacang merah yang direndam beratnya berubah sebelumnya. Hal ini pada biji
kacang merah terjadi proses imbibisi, yaitu penyerapan air oleh biji. Semakin lama biji
kacang merah direndam maka semakin banyak jumlah air yang masuk (diserap) ke
dalam biji. Pada kacang merah memiliki ruang antar sel rapat sehingga di dalam air
kacang tidak terapung ke atas. Kacang merah lebih lambat menyerap air sehingga lebih
banyak menyerap air. Jumlah yang diserap adalah 4,95 gr
B. Biji kacang Tanah (Arachis hypogaeaL)
Gambar Pengamatan




Keterangan Gambar
a. Gelas kimia
b. Air
c. Kacang tanah




Gambar bagian bagian kacang tanah :
Keterangan :
1. Kotiledon
2. Embrio
3. Plasenta
4. Mesofil

Deskripsi:
Biji kacang tanah terjadi proses imbibisi yaitu penyerapan air oleh biji. Biji kacang tanah
memiliki ruang antar sel tidak rapat sehingga di dalam air kacang tanah terapung ke
atas. Sesuai pengamatan kacang tanah lebih cepat menyerap air sehingga lebih cepat
jenuh dan tingkat kejenuhanyya lebih tinggi. Penyerapan diikuti beberapa faktor yaitu
struktur biji, konsentrasi, air, dan lama perendaman. Jumlah keseluruhan air yang di
serap adalah 5,67 gr.






BAB V
PEMBAHASAN

Pada percobaan, kacang tanah yang telah disiapkan ditimbang dengan
menggunakan timbangan analitik yang bertujuan untuk mengetahui berat kacang tanah
sebelum direndam di dalam air. Lima biji kacang tanah dimasukkan ke dalam gelas
kimia yang berisi air, kemudian setelah selang waktu 5 menit, biji kacang tanah pertama
diangkat, kemudian pada menit ke sepuluh biji kacang tanah yang kedua diangkat, dan
seterusnya hingga biji kacang kelima pada selang waktu 25 menit. Replikasi kacang
tanah tersebut sama juga dengan perlakuan terhadap biji kacang merah. Kesepuluh
kacang tanah yang telah direndam kemudian ditimbang kembali agar diketahui apakah
kacang tanah dan kacang merah tersebut dapat menyerap air atau tidak.
Melalui hasil pengamatan yang dilakukan dalam percobaan terhadap sampel
kacang merah dan kacang tanah dalam penyerapan air oleh biji dapat diketahui
perbandingan penyerapan antara kacang merah dan kacang tanah, ternyata yang
banyak menyerap air adalah kacang tanah. Hal ini disebabkan karena struktur biji
dimana biji kacang tanah terdiri dari dua lapisan kulit dan memiliki kotiledon kapas yang
menyerap air, struktur kulit kacang tanah berkulit batu sedangkan kacang merah
berkulit batu yang dinding selnya kasar sehingga kacang tanah lebih mudah menyerap
air. Daya serap pada kacang tanah sudah ada pada titik jenuh.
Setelah dilakukan penimbangan kembali dapat dilihat bahwa baik pada biji
kacang tanah maupun kacang merah bertambah berat.Sehingga dapat dikatakan
bahwa biji kacang tanah dan biji kacang merah menyerap air. Oleh karena itu, kacang
merah dan kacang tanah yang direndam di dalam air mengalamim proses imbibisi,
serta kacang tanah dan kacang merah dapat dikatakan sebagai imbiban.














BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa :
1. Pada biji kacang merah memiliki ruang antar sel yang rapat sehingga di dalam air
kacang merah tenggelam, sesuai pengamatan kacang merah penyerapannya lebih
lambat, maka lebih banyak menyerap air. Sedangkan
2. Pada biji kacang tanah memiliki ruang antar sel yang tidak rapat sehingga di dalam air
kacang tanah terapung ke atas. Sesuai pengamatan kacang tanah lebih cepat
menyerap air sehingga lebih cepat jenuh dan tingkat kejenuhan kacang tanah lebih
tinggi.

B. Saran
Kami sangat membutuhkan masukan dari asisten mulai dari saat asistensi materi
sampai dengan berlangsungnya praktikum dan pembuatan laporan lengkap ini, agar
semuanya dapat berjalan dengan lancar.


DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael. 2001. Morfologi dan Sistematika Tumbuhan, Universitas Indonesia: Jakarta.

TIM DOSEN UIT. 2010. Penuntun Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Universitas
Indonesia Timur: Makassar.
Achmad, Arwin dan Tri Jalmo. 2002. Biologi Umum. Universitas
Lampung : Lampung.

Fahn. 1965. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Soerodikoesoemo, Wibisono, dkk, 1993, Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, Penerbit
Universitas Terbuka, Depdikbud: Jakarta.

Dr. C.G.G. Van Stanis. 2005. Flora. PT Pradiya : Jakarta

Anonim, 2008(.Penyerapan Air Oleh Biji, (Online) (http://
www.google.com.penyerapan+air+oleh+biji)).diakses pada tanggal 20 April 2012.
Rena Andira,2006.(Imbibisi Biji Kering. (Online) (http:// www.google.com.
imbibisi+biji+kering)).diakses pada tanggal 21 April 2012.
Riyhana,2007.(Penyerapan pada Phaseolus vulgaris dan Arachis Hypogaea.(Online)(http://
www.google.com.penyerapan + pada + phaseolus + vulgaris + Arachis +
hypogaea)).diakses pada tanggal 21 April 2012







LAMPIRAN
A. Kacang Merah
1. Tabel Penyerapan Air Oleh Biji Kacang Merah
No Waktu (Menit)
Kacang Merah
Berat Zat
(Gram)
Berat Awal
(Gram)
Jumlah Air Yang Serap
1
2
3
4

5
10
15
20

5,1
5,5
5,57
5,76

4,6
4,6
4,6
4,6

5,1-4,6=0,5
5,5-4,6=0,9
5,57-4,6=0,97
5,76-4,6=1,16


Jumlah = 3,53 gr

2. Grafik Penyerapan Air Oleh Biji Kacang Merah
Y (Gram)

6

5
4
3
2
1
5 10 15 20 X (Menit)
B. Kacang Tanah
1. Tabel Penyerapan Air Oleh Biji Kacang Tanah
No Waktu (Menit) Kacang Tanah
Berat Zat
(Gram)
Berat Awal
(Gram)
Jumlah Air Yang
Serap
1
2
3
4

5
10
15
20

2,5
5,45
5,52
5,6

4,37
4,37
4,37
4,37

2,5-4,37=0,83
5,45-4,37=1,08
5,52-4,37=1,15
5,6-4,37=1,23


Jumlah = 4,29 gr

2. GrafikPenyerapan Air Oleh Biji Kacang Tanah
Y (Gram)
6

5
4
3
2
1
X(Menit)
5 10 15 20

LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI
JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR

PERCOBAAN IV
PENYERAPAN AIR OLEH BIJI







OLEH :
KELAS : D.11
ASISTEN : FIKIFANDRY SY DJAWASA




FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2012
LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI
JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR

PERCOBAAN II
EPIDERMIS,PARENKIM,SKLERENKIM DAN
KOLENKIM.





OLEH :
KELAS : D.11
ASISTEN : DEWI ISNAENI S.Si




FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2012

LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI
JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR


LAPORAN LENGKAP









OLEH :
KELAS : D_11


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2012