Anda di halaman 1dari 55

Logam Transisi

Maret 2, 2012
Pendahuluan
Dalam tulisan ini, kita akan mempelajari tentang sifat unsur
transisi periode keempat, reaksi kimia dan pengolahan unsur
transisi periode keempat, pemanfaatan unsur transisi periode
keempat dalam kehidupan sehari-hari, sifat senyawa kompleks
yang terbentuk dari berbagai unsur transisi periode keempat,
serta penulisan nama senyawa kompleks yang terbentuk.
Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron
valensi pada subkulit 3d yang belum terisi penuh (kecuali unsur
Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur
transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak
dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama, seperti sifat magnetik,
warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan membentuk
senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari
sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V),
Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni),
Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn),
keelektronegatifan unsur hampir sama, tidak meningkat maupun
menurun secara signifikan. Selain itu, ukuran atom (jari-jari
unsur) serta energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan
signifikan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa semua unsur
transisi periode keempat memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang
serupa. Hal ini berbeda dengan unsur utama yang mengalami
perubahan sifat yang sangat signifikan dalam satu periode
Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki
keelektronegatifan yang lebih besar dibandingkan unsur Alkali
maupun Alkali tanah, sehingga kereaktifan unsur transisi tersebut
lebih rendah bila dibandingkan Alkali maupun Alkali Tanah.
Sebagian besar unsur transisi periode keempat mudah
teroksidasi (memiliki E
red
negatif), kecuali unsur Tembaga yang
cenderung mudah tereduksi (E
Cu
= + 0,34 V). Hal ini berarti
bahwa secara teoritis, sebagian besar unsur transisi periode
keempat dapat bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl)
menghasilkan gas hidrogen, kecuali unsur Tembaga. Akan tetapi,
pada kenyataanya, kebanyakan unsur transisi periode keempat
sulit atau bereaksi lambat dengan larutan asam akibat
terbentuknya lapisan oksida yang dapat menghalangi reaksi lebih
lanjut. Hal ini terlihat jelas pada unsur Kromium. Walaupun
memiliki potensial standar reduksi negatif, unsur ini sulit bereaksi
dengan asam akibat terbentuknya lapisan oksida (Cr
2
O
3
) yang
inert. Sifat inilah yang dimanfaatkan dalam proses perlindungan
logam dari korosi (perkaratan).
Dibandingkan unsur Alkali dan Alkali Tanah, unsur-unsur transisi
periode keempat memiliki susunan atom yang lebih rapat (closed
packing). Akibatnya, unsur transisi tersebut memiliki kerapatan
(densitas) yang jauh lebih besar dibandingkan Alkali maupun
Alkali Tanah. Dengan demikian, ikatan logam (metallic bonds)
yang terjadi pada unsur transisi lebih kuat. Hal ini berdampak
pada titik didih dan titik leleh unsur transisi yang jauh lebih tinggi
dibandingkan unsur logam golongan utama. Selain itu, entalpi
pelelehan dan entalpi penguapan unsur transisi juga jauh lebih
tinggi dibandingkan unsur logam golongan utama.
Unsur transisi periode keempat memiliki tingkat oksidasi
(bilangan oksidasi) yang bervariasi. Hal ini disebabkan oleh
tingkat energi subkulit 3d dan 4s yang hampir sama. Oleh sebab
itu, saat unsur transisi melepaskan elektron pada subkulit 4s
membentuk ion positif (kation), sejumlah elektron pada subkulit
3d akan ikut dilepaskan. Bilangan oksidasi umum yang dijumpai
pada tiap unsur transisi periode keempat adalah +2 dan +3.
Sementara, bilangan oksidasi tertinggi pada unsur transisi
periode keempat adalah +7 pada unsur Mangan (4s
2
3d
7
).
Bilangan oksidasi rendah umumnya ditemukan pada ion Cr
3+
,
Mn
2+
, Fe
2+
, Fe
3+
, Cu
+
, dan Cu
2+
, sedangkan bilangan oksidasi
tinggi ditemukan pada anion oksida, seperti CrO
4
2-
, Cr
2
O
7
2-
, dan
MnO
4
-
.
Sifat-sifat Unsur Transisi
1. Sifat-sifat umum.
Unsur transisi mempunyai siat-sifat khas yang membedakan dari
unsure glongan utama, antara lain :
a) Sifat logam, semua unsure transisi tergolong logam dengan
titk cair dan titik didih yang relatif tinggi.
b) Bersifat paramegnetik (sedikit tertarik ke dalam medan
magnet).
c) Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna.
d) Mempunyai beberapa tingkat oksidasi.
e) Membentuk berbagai macam ion kompleks.
f) Berdaya katalitik, banyak unsur transisi atau senyawanya yang
berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun
dalam metabolisme.
Zink dan unsur-unsur golongan IIB lainnya (Cd dan Hg)
mempunyai titik leleh dan titik didih yang relatif rendah (raksa
bahkan adalah satu-satunya logam yang berupa cairan pada
suhu kamar); tidak paramagnetik, melainkan bersifat diamagnetik
(sedikit ditolak keluar medan magnet); dan senyawa-senyawa
tidak berwarna (putih). Zink hanya mempunyai satu tingkat
oksidasi, yaitu 2+.
Sifat-sifat khas unsur transisi berkaitan dengan adanya subkulit d
yang terisi tidak penuh. Semua unsur transisi periode keempat
memenuhi definisi ini, kecuali zink. Pada tingkat oksidasi nol
(sebagian unsur) maupun pada tingkat oksidasi +2 (satu-satunya
tingkat oksidasi zink), subkulit 3d-nya terisi penuh.
UNSUR
21
Sc
22
Ti
23
V
24
Cr
25
Mn
26
Fe
27
Co
28
Ni
29
Cu
30
Zn
Konfigur
asi
Elektron
[Ar]
3d
1
4
s
2

[Ar]
3d
2
4
s
2

[Ar]
3d
3
4
s
2

[Ar]
3d
5
4
s
1

[Ar]
3d
5
4s
2

[Ar]
3d
6
4s
2

[Ar]
3d
7
4s
2

[Ar]
3d
8
4
s
2

[Ar]
3d
10
4
s
1

[Ar]
3d
10
4
s
2

Massa
jenis
(g/mL)
Antara 3.4 8.92 (makin besar sesuai dengan arah panah)
>
keelektro-
negatifan
Antara 1.3 1.9 (makin besar sesuai dengan arah panah)
Bilangan
oksidasi
0;3
0;2;
3;4
0;2;3
;
4;5
0;2;
3;6
0;2;3
;
4;6;7
0;2;3 0;2;3 0;2;3 0;1;2 0;2
Titik
lebur
(
o
C)
Di atas 1000
o
C (berbentuk padat)
Energi
ionisasi
(kJ/mol)
Antara 1872 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya)
Jumlah
elektron
tunggal
Satu Dua Tiga
Ena
m
Lima
Empa
t
Tiga Dua Satu -
Sifat
para-
magnetik/
fero-
magnetik
Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan
(=elektron tunggal)
Makin banyak elektron tunggalnya, makin bersifat feromagnetik
diama
-
gneti
k
Warna
ion M
2+

- -
Ung
u
Biru
Mera
h
muda
Hijau
muda
Mera
h
muda
Hija
u
Biru -
Warna
ion M
3+

Tak
ber-
warn
a
Ung
u
Hija
u
Hija
u
-
Kunin
g
- - - -
Ion-ion
tak
berwarna
Sc
3+
, Ti
4+
, Cu
+
, Zn
2+

Catatan :
MnO
4
-
= ungu
Cr
2
O
7
2-
= jingga
2. Sifat logam.
Semua unsur transisi periode keempat secara meyakinkan
tergolong logam, baik dalam sifat kimia maupun sifat fisis. Semua
unsur transisi periode keempat mempunyai energi ionisasi yang
relatif rendah (kurang dari 1.000 kJ/mol ) kecuali zink yang energi
ionisainya agak besar (906 kJ / mol ). Sifat logam unsur transisi
juga dicerminkan oleh harga keelektronegatifannya yang rendah
(kurang dari 2). Pada kenyataannya, semua unsur transisi
periode keempat membentuk kation tunggal dengan bilangan
oksidasi +1, +2, atau +3. pada tingkat oksidasi yang rendah,
senyawa unsur transisi bersifat ionik.
Sifat megnet dari suatu zat dapat ditunjukkan dan diukur dengan
neraca. Zat yang bersifat diamagnetik akan menunjukkan berat
kurang, sedangkan yang bersifat paramagnetik menunjukkan
berat lebih. Sifat magnet zat berkaitan dengan konfigurasi
elektronnya. Zat yang bersifat paramagnetik mempunyai
setidaknya satu elektron tak berpasangan. Semakin banyak
elektron tak berpasangan, semakin bersifat paramagnetik.
Pengukuran sifat magnet dapat digunakan untuk menentukan
jumlah elektron tak berpasangan dalam satu spesi.
3. Sifat magnet.
Unsur transisi periode keempat dan senyawa-senyawanya
umumnya bersifat paramagnetik (apabila ditarik kuat ke dalam
medan magnet). Feromagnetisme hanya diperlihatkan oleh
beberapa logam, yaitu besi, kobal, dan nikel, serta logam-logam
campur tertentu.
Logam Transisi Di Alam
Kromium (Cr)
Kromium merupakan salah satu logam transisi yang
pentingm, ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin. Krom
merupakan logam yang keras, tahan karat, serta memiliki titik
leleh dan titik didih yang tinggi. Sepuhan Kromium banyak
digunakan pada peralatan sehari-hari karena lapisan kromium ini
sangat indah, keras, dan melindungi logam lain dari kororsi.
Kromium juga penting dalam paduan logam dan digunakan
dalam pembuatan stainless steel. Senyawa kromium mempunyai
warna yang sangat menarik dan digunakan sebagai pigmen
seperti kuning krom (timbal(II) kromat) dan hijau krom
(kromium(III) hidroksida).
Bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe,
Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik
Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini biasanya
dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.
Krom termasuk logam reaktif. Bereaksi dengan oksigen
membentuk oksidanya.
2 Cr + 3 O
2
2 CrO
3

Dalam bidang industri, kromium diperlukan dalam dua bentuk,
yaitu kromium murni dan aliansi besi-kromium yang disebut
Ferokromium. Tahapan pengekstrakannya adalah sebagai
berikut:
1. Kromium(III) dalam bijih diubah menjadi
dikromat(VI).



1. Reduksi Cr(VI) menjadi Cr(III).


1. Reduksi Kromium(III) Oksida dengan aluminium
(reaksi termit).
Cr
2
O
3(S)
+ 2 Al
(s)
Al
2
O
3(s)
+ Cr
(s)


Proses ini disebut proses Goldschmit, menghasilkan Kromium
dengan kemurnian 97-99%


Ferokromium diperoleh dengan mereduksi bijih dengan kokas
atau silikon dalam tanur listrik.
FeO.Cr
2
O
3
+ 4 C
(s)
FeCr
(s)
+ 4 CO
(g)


Kromium (+2)
Logam kromium melarut dalam larutan asak klorida atau asam
sulfat membentuk larutan [Cr(H
2
O)
6
]
2+
yang berwarna biru langit.
Cr
(s)
+ 2 H
+
(aq)
Cr
2+
(aq)
+ H
2(g)

Ion Cr
2+
dapat juga terbentuk jika larutan kromium(VI) (misalnya
kromat atau dikromat) atau in Cr
3+
direduksi oleh seng dan HCl.
Cr
2
O
7 (aq)
(jingga) Cr
3+
(aq)
(hijau/ungu) Cr
2+
(aq)
(biru langit)
Potensial reduksi Cr
3+
menjadi Cr
2+
adalah sebesar -0.41 v
sehingga ion Cr
3+
mudah dioksidasi di udara menjadi Cr
3+
.
Cr
2+
(aq)
+ 4 H
+
(aq)
+ O
2 (aq)
2 Cr
3+
(aq)
+ 2 H
2
O
(l)

Ion Cr
2+
dapat bereaksi dengan H
+
atau air apabila terdapat
katalis berupa serbuk logam.
2Cr
2+
(aq)
+ 2H
2
O
(l)
2 Cr
3+

(aq)
+ 2 OH
-
+ H
2(g)

2 Cr
3+
+ 2 H
+
(aq)
2 Cr
3+
(aq)
+ H
2(g)





Kromium (+3)
Ion kromium(III) adalah ion paling stabil di anatra kation logam
transisi dengan biloks +3. Dalam larutan, ion ini terdapat sebagai
[Cr(H
2
O)]
3+
dan berwarna ungu. Jika H
2
O diganti dengan ion
klorida misalnya, akan terjadi perubahan warna: ion
[Cr(H
2
O)
5
Cl]
2+
berwarna hijau muda, ion [Cr(H
2
O)
4
Cl
2
]
+
berwarna
hijau tua.
Dengan basa, [Cr(H
2
O)]
3+
akan membentuk Cr
2
O
3
.xH
2
O,
endapan gel berwarna hijau muda.
[Cr(H
2
O)]
3+
(aq)
+ OH
-
(aq)
Cr
2
O
3
.xH
2
O
(S)

Dalam basa berlebihan membentuk [Cr(OH)
6
]
3-


Kompleks Cr(III) umumnya berwarna hijau baik dalam anion
maupun kation. Contoh: [Cr(H
2
O]
3+
, [Cr(NH
3
)
6
]
3+
, [CrCl
6
]
3
-
,
[Cr(CN)
6
]
3-
. Kompleks-kompleks ini adalah kompleks oktahedral
yang bersifat paramagnetik.
Kromium(III) dapat membentuk berbagai kompleks dengan warna
yang menarik. Berikut adalah tabel yang menunjukkan kompleks
Cr
3+
beserta warna-warnanya.
Kompleks Warna
[Cr(NH
3
)
6
]
3+
Kuning
[Cr(NH
3
)
5
Cl]
2+
Merah lembayung
[Cr(NH
3
)
4
Cl
2
]
+
Hijau
[Cr(NH
3
)
3
Cl
3
] Ungu
[Cr(NH
3
)
2
Cl
4
]
-
Jingga merah

Kromium (+6)
Kromium(VI) oksida bersifat asam sehingga dapat bereaksi
dengan basa membentuk ion kromat(VI).
CrO
3
+ 2OH
-

(aq)
CrO
4
2-
(aq)
+ H
2
O
(l)

Krom(III) hidroksida dapat dioksidasi oleh Na
2
O
2
menghasilkan
ion kromat yang berwarna kuning.
Cr(OH)
3
+ 3Na
2
O
2
+ 2H
+

(aq)
2CrO
4
2-
(aq)
+ 6Na
+
(aq)
+ 4H
2
O
(l)


Pengasaman ion kromat akan menghasilkan ion dikromat yang
berwarna jingga.
2CrO
4
2-
(aq)
+ 2H
+
(aq)
Cr
2
O
7
2-

(aq)
+ H
2
O
(l)

Ion kromat mempunyai struktur tetrahedral, sedangkan ion
dikromat memiliki sturktur tetrahedral rangkap di mana dua atom
oksigen bersambungan.
Di dalam larutan terjadi kesetimbangan antara ion kromat dan ion
dikromat yang bergantung pada pH larutan.
Dalam larutan asam, ion kromat ataupun dikromat adalah
oksidator kuat.
1. Dalam larutan asam
Cr
2
O
7
2-

(aq)
+

14H
+
(aq)
+ 6e 2Cr
3+
(aq)
+ 7H
2
O
(l)
E
o
= +1.33 v
1. Dalam larutan basa
CrO
4
2-
(aq)
+ 4H
2
O
(l)
+ 3e Cr(OH)
4
-
(aq)
+ 4OH
-
(aq)
E
o
= -0.13 v
Penggunaan Kromium
Penggunaan kromium sangat terkenal karena penyepuhan
kromium (chromium plating) yang memberikan dua sifat, yaitu
dekoratif dan sifat keras.
Ferokrom adalah nama aliasi dengan kadar kromium yang tinggi.
Ferokrom ini dibuat dengan cara mereduksi kromit dengan
karbon dalam tungku listrik yang biasanya digunakan untuk
membuat baja kromium.
Larutan K
2
Cr
2
O
7
atau CrO
3
dalam asam sulfat pekat (disebut
asam krom) adalah oksidator kuat yang biasanya digunakan
untuk mencuci peralatan labiratorium.
Na
2
Cr
2
O
7.
2H
2
O dalam jumlah banyal digunakan dalam
penyamakan kulit, menghasilkan kulit samakn kromium. Dalam
hal ini kromium membentuk senyawa yang tidak melarut dalam
protein dalam kulit. Senyawa Kromium juga digunakan sebagai
pigmen yaitu PbCrO
4
(kuning krom) dan Cr
2
O
3
(hijau krom).
Perak (Ag)
Perak (argentum) telah dikenal sejak jaman purba kala.
Unsur ini disebut dalam Alkitab. Beberapa tempat buangan
mineral di Asia Minor dan di pulau-pulau di Laut Aegean
mengindikasikan bahwa manusia telah belajar memisahkan
perak dari timah sejak 3000 SM.
Perak di alam terdapat dalam keadaan bebas atau
sebagai Argentite (Ag
2
S) dan horn silver (AgCl). Logam perak
merupakan logam berwarna putih dan merupakan konduktor
panas dan listrik yang baik. Unsur ini sangat stabil di udara murni
dan air, tetapi langsung ternoda ketika diekspos pada ozon,
hidrogen sulfida atau udara yang mengandung
belerang. Senyawa-senyawa Ag umumnya memiliki bilangan
oksidasi +1, misalnya AgNO
3
.
Bijih-bijih timah, timbal-timah, tembaga, emas dan perunggu-nikel
merupakan sumber-sumber penting untuk menambang perak. Di
dunia belahan barat Meksiko, Kanada, Peru dan Amerika Serikat
merupakan negara-negara penghasil perak.
Pembuatan logam Ag dari mineral argentite adalah sebagai
berikut:
Ag dalam argentite akan membentuk kompleks yang larut dalam
air jika direaksikan dengan sianida.
Ag
2
S
(s)
+ 4 CN
-
(aq)
2[Ag(CN)
2
]
-
(aq)
+ S
2-
(aq)

Kemudian ditambahkan logam Zn sebagai pereduksi agar
didapatkan logam perak murni.
Zn
(s)
+ 2[Ag(CN)
2
]
-
(aq)
+ 4OH
-
(aq)
2Ag
(s)
+ 4CN
-
(aq)
+ Zn(OH)
4
2-
(aq)

Perak sterling digunakan untuk perhiasan, perabotan perak, dsb.
dimana penampakan sangat penting. Campuran logam ini
biasanya mengandung 92.5% perak, dengan sisanya tembaga
atau logam lainnya. Perak juga merupakan unsur penting dalam
fotografi, dimana sekitar 30% konsumsi industri perak digunakan
untuk bidang ini. Perak juga digunakan sebagai campuran logam
pengganti gigi, solder, kotak listrik, dan baterai perak-timah dan
perak-cadmium. Cat perak digunakan untuk membuat sirkuit
cetak. Perak juga digunakan untuk produksi kaca dan dapat
didepositkan sebagai lapisan pada gelas atau logam lainnya
dengan metoda chemical deposition, electrode position atau
dengan cara penguapan. Ketika perak baru saja didepositkan,
lapisan ini merupakan reflektor cahaya paling baik. Tapi lapisan
ini juga cepat rusak dan ternoda dan kehilangan reflektivitasnya.
Walau lapisan perak bagus untuk cahaya, ia sangat buruk untuk
memantulkan sinar ultraviolet. Silver fulminate, bahan peledak
yang kuat, kadang-kadang terbentuk saat pembentukan
perak. Silver iodide digunakan untuk membuat hujan
buatan. Silver chloride memiliki sifat-sifat optikal yang unik
karena bisa dibuat transparan. Silver nitrate, atau lunar caustic,
yang merupakan senyawa perak yang penting banyak digunakan
di bidang fotografi. Selama beratus-ratus tahun, perak telah
digunakan sebagai bentuk pembayaran dalam bentuk koin oleh
banyak negara. Belakangan ini sayangnya, konsumsi perak telah
jauh melebihi produksi.
Walau unsur perak itu sendiri tidak beracun, banyak senyawa
garamnya sangat berbahaya. Exposisi pada perak (baik logam
maupun senyawa-senyawanya yang dapat larut) di udara jangan
sampai melebihi 0.01 g/m
3
(berdasarkan 8 jam berat rata-rata,
selama 40 jam per minggu). Senyawa-senyawa perak dapat
diserap dalam sistim sirkulasi tubuh dan hasil reduksi perak
dapat terdepositkan pada banyak jaringan tubuh. Sebuah kondisi
(argyria) dapat menimbulkan pigmen-pigmen abu-abu pada kulit
tubuh dan selaput-selaput mucous. Perak memiliki sifat-sifat yang
dapat membunuh bakteri tanpa membahayakan binatang-
binatang besar.

EMAS (AU)
Emas telah diketahui dan dinilai sangat tinggi sejak jaman purba
kala. Unsur ini ditemukan di alam sebagai logam tersendiri dan
dalam tellurides. Emas tersebar sangat luas dan selalu
diasosiasikan dengan quartz atau pyrite.
Emas ditemukan di deposit-deposit veins dan alluvial dan
seringnya dipisahkan dari bebatuan dan mineral-mineral lainnya
dengan proses penambangan dan panning. Sekitar dua pertiga
produksi emas dunia berasal dari Afrika Selatan dan sekitar dua
pertiga produksi total Amerika Serikat datang dari negara bagian
South Dakota dan Nevada. Logam ini diambil dari bijih-bijihnya
dengan berbagai cara: cynaniding, amalgamating, dan smelting.
Proses pemurnian juga kerap dilakukan dengan cara elektrolisis.
Emas terkandung pula di air laut sekitar 0.1 sampai 2 mg/ton,
tergantung dimana sampel air lautnya diambil. Sampai sekarang,
belum ditemukan bagaimana cara menambang emas dari air laut
yang dapat memberikan untung.
Emas memiliki dua bilangan oksidasi dalam persenyawaannnya,
yaitu +1 dan +3. Emas merupakan konduktor panas serta listik
yang baik.logam emas murni bersifat lunak, agar keras dicampur
dengan logam lain.
Satuan kemurnian emas dinamakan karat. Dalam bahasa Inggris
disebut carat. Carat berasal dari kata carob. Biji carob pada
awalnya digunakan untuk menyeimbangkan timbangan yang
digunakan pada Oriental bazaar. Kadar 24 karat dinyatakan
sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat
kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%.
Untuk mempermudah, sudah tersedia tetapan untuk menentukan
karat berdasar kadarnya. Menurut SNI (Standart Nasional
Indonesia) No : SNI 13-3487-2005 standard karat sbb:

KARAT KADAR EMAS
24 K = 99,00 99,99%
23 K = 94,80 98,89%
22 K = 90,60 94,79%
21 K = 86,50 90,59%
20 K = 82,30 86,49%
19 K = 78,20 82,29%
18 K = 75,40 78,19%

Emas murni dapat diperoleh dengan cara pemekatan bijih emas,
dilakukan dengan cara flotasi. Kemudian konsetrat diaduk
dengan larutan NaCN dan udara.
4Au
(s)
+ 8CN
-
(aq)
+ O
2(g)
+ 2H
2
O
(l)
4Au(CN)
2
-
(aq)
+ 4OH
-
(aq)+

Kemudian larutan direduksi dengan logam seng (Zn). Emas
murni akan mengendap dan dapat dipidahkan.
2Au(CN)
2
-
(aq)
+ Zn
(s)
Zn(CN)
4
2-
(aq)
+ 2Au
(s)

Emas tidak termakan oleh udara dan asam, tetapi larut dalam air
raja/aquaregia yaitu campuran 1 bagian asam nitrat pekat
dengan 3 bagian asam klorida pekat. Reaksi ini menghasilkan
kompleks [Au(Cl)
4
]
-
.
Au
(s)
+ 4Cl
-
(aq)
+ 3NO
3
-
(aq)
+ 6H
+
(aq)
[Au(Cl)
4
]
-
(aq)
+ 3NO
3
-
(aq)
+
3H
2
O
(l)

Emas banyak digunakan untuk membuat koin dan dijadikan
sebagai standar moneter di banyak negara. Elemen ini juga
banyak digunakan untuk perhiasan, gigi buatan, dan sebagai
lapisan. Untuk aplikasi di bidang sains, emas digunakan sebagai
lapisan beberapa satelit angkasa dan merupakan reflektor sinar
inframerah yang baik.
Senyawa emas yang paling banyak adalah auric
chloride danchlorauric acid, yang terakhir banyak digunakan
dalam bidang fotografi untuk membuat tinta dan bayangan perak.
Emas memiliki 18 isotop;
198
Au dengan paruh waktu selama 2.7
hari dan digunakan untuk terapi kanker dan penyakit
lainnya. Disodium aurothiomalatediberikan melalui lewat otot
(intramuscularly) sebagai terapi arthritis. Emas juga tersedia
secara komersil dengan kemurnian 99.9999+%. Titik beku emas
pada 1063.0 derajat Celcius selama bertahun-tahun telah
digunakan sebagai titik kalibrasi oleh International Temperature
Scales (ITS-27 dan ITS-48) dan oleh International Practical
Temperature Scale (IPTS-48). Pada tahun 1968, standar IPTS
baru (IPTS-68) diadopsi, yang mengubah titik beku emas menjadi
1064.43 derajat Celcius. Berat jenis emas berubah sesuai suhu
dan bagaimana logam ini precipitated dan cold-worked.
Terdapat beberapa nama emas berdasarkan jenis logam
campurannya:
Blue gold, emas dengan campuran besi.
green gold, emas dengan campuran lebih banyak
perak daripada tembaga.
Pink Gold atau, campuran 50% emas, 45%
tembaga, 5% perak.
White gold, emas dengan campuran nikel, seng,
tembaga, timah, dan mangan.
Yellow gold, campuran 50% emas, 25% perak,
dan 25% tembaga.
Selain itu pula terdapat nama nordic gold, suatu campuran logam
untuk memberi kesan warna emas, tetapi sama sekali tidak
tergolong emas. Umumnya dipakai dalam pembuatan perhiasan
atau koin. Komposisinya adalah 89% copper, 5% aluminium, 5%
zinc, and 1% tin. dan sama sekali tidak mengandung emas.
Emas untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain.
Hal ini karena emas murni (100%) sangatlah lunak dan sulit
untuk dibentuk. Logam yang biasa digunakan untuk bahan
campuran adalah nikel, tembaga, perak, seng, rhodium dan
lainnya. Perhiasan dengan kadar emas 80% menyatakan bahwa
kandungan emas dalam perhiasan tersebut adalah 80%,
sedangkan 20% sisanya berupa logam campuran bukan emas.

BESI (Fe)
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang
banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari
yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel
periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26
berupa logam berwarna putih kepereakan dengan titik lebur 535
C dan titik didih kurang lebih 3.000C. jumlah besi terbatas
terdapat dalam basalt dan meteroit, dan tersebar dalam bentuk
senyawa. Biasanya terdapat dalam bijih oksida dan taktonit, dan
dapat diperoleh dari biji melalui peleburan.
Besi dan baja dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam
produk seperti, suku cadang mobil, konstruksi, rel, kapal dan
sebagainya. Senyawa besi digunakan sebagai bahan pewarna,
pigmen, dan dalam dunia kedokteran.
Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam
penggunaannya. Hal itu karena beberapa hal, diantaranya:
Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar,
Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan
Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan
dan mudah dimodifikasi.
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi .
Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi
kualitas berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi
atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah
besi menjadi baja tahan karat, akan tetapi proses ini terlalu mahal
untuk kebanyakan penggunaan besi.
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam
contohnya Zink dan Magnesium dapat melindungi besi dari
korosi. Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas
berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut.
1. Pengecatan. Jembatan, pagar, dan railing
biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak
dengan udara dan air. Cat yang mengandung
timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena
keduanya melindungi besi terhadap korosi.
2. Pelumuran dengan Oli. Cara ini diterapkan untuk
berbagai perkakas dan mesin. Oli mencegah
kontak dengan air.
3. Pembalutan dengan Plastik. Berbagai macam
barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda
dibalut dengan plastik. Plastik mencegah kontak
dengan udara dan air.
4. Tin Plating (pelapisan dengan timah. Kaleng-
kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi
dengan timah. Pelapisan dilakukan secara
elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah
tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi,
lapisan timah hanya melindungi besi selama
lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan
timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka
timah justru mendorong atau mempercepat korosi
besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi
lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi
yang dilapisi dengan timah akan membentuk
suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai
anode. Dengan demikian, timah mendorong
korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang
diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat
hancur.
5. Galvanisasi (pelapisan dengan Zink). Pipa besi,
tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi
dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat
melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya
tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme
yang disebut perlindungan katode. Oleh karena
potensial reduksi besi lebih positif daripada zink,
maka besi yang kontak dengan zink akan
membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai
katode. Dengan demikian besi terlindungi dan
zink yang mengalami oksidasi (berkarat). Badan
mobil-mobil baru pada umumnya telah
digalvanisasi, sehingga tahan karat.
6. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium).
Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan
kromium untuk memberi lapisan pelindung yang
mengkilap, misalnya untuk bumper
mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan
elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat
memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium
itu ada yang rusak.
7. Sacrificial Protection (pengorbanan anode).
Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif
(berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika
logam magnesium dikontakkan dengan besi,
maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi
tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa
baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal
laut. Secara periodik, batang magnesium harus
diganti.
Besi adalah logam yang paling luas dan paling banyak
penggunaanya. Hal tersebut disebabkan tiga alasan berikut yaitu:
a.Bijih besi relatif malimpah di berbagai penjuru dunia.
b.Pengolahan besi relatif murah dan mudah.
c.Sifat sifat besi yang mudah dimodifikasi.
Besi terdapat di alam dalam bentuk senyawa, antara lain sebagai
hematit (Fe2O3), magnetit (Fe3O4), pirit (FeS2) dan siderit (
FeCO3).
1. Tempat Pengolahan Besi ( Tanur Sembur )
Proses pengolahan bijih besi untuk menghasilkan
logam besi dilakukan dalam tanur sembur (blast
furnace). Tanur sembur berbentuk menara silinder
dari besi atau baja dengan tinggi sekitar 30 meter
dan diameter bagian perut sekitar delapan meter.
Karena tingginya alat tersebut, alat ini sering juga
disebut sebagai tanur tinggi. Bagian bagian dari
tanur tinggi adalah sebagai berikut:
Bagian puncak yang disebut dengan Hopper,
dirancang sedemikian rupa sehingga bahan
bahan yang akan diolah dapat dimasukkan dan
ditambahkan setiap saat.
Bagian bawah puncak, mempunyai lubang untuk
mengeluarkan hasil hasil yang berupa gas.
Bagian atas dari dasar (kurang lebih 3 meter dari
dasar), terdapat pipa pipa yang dihubungkan
dengan empat buah tungku dimana udara
dipanaskan (sampai suhunya kurang lebih 1.100o
C). udara panas ini disemburkan ke dalam tanur
melalui pipa pipa tersebut.
Bagian dasar tanur, mempunyai dua lubang yang
masing masing digunakan untuk mengeluarkan
besi cair sebagai hasil utama dan terak (slag)
sebagai hasil samping.

Pengolahan besi
Daerah pengeringan (1500
o
C)
Kokas(C) dan bijih besi(Fe
2
O
3
) dari atas dikeringkan
terlebih dahulu pada 500
o
C.
Daerah reduksi
C + O
2
CO
2

CO
2
+ C

CO
3Fe
2
O
3
+ CO

2Fe
3
O
4
+ CO
2


FeO+CO

Fe +CO
2

Daerah karborasi
Sebagian besi menyerap karbon

Daerah pencairan
1. Besi mencair pada 1000
o
C
2. Besi cair terlindung oleh lapisan terak pada oksida
3. Terak merupakan garam silikat sebagai hasil
tambahan

CaO + SiO
2
CaSO
3



Besi yang dihasilkan pada proses tanur tinggi adalah besi kasar
cair yang mengandung 5% C, mungkin terdapat silion atau
fosfor. Besi tuang dihasilkan dengan mengalirkan besi kasar cair
tersebut ke dalam cetakan-cetakan dari grafit.
Baja terbuat dari besi kasar cair dengan
mengurangi kadar C ( maximal2% )
Proses bessemer adalah udara panas dialirkan melalui lubang-
lubang kecil pada konvertor yang berisi besi kasar cair, sehingga
karbon dioksida menjadi CO
2
dan menghasilkan baja.
Hasil Pengolahan Besi :
1 .Besi Kasar (pig iron) atau Besi Gubal
Besi cair yang keluar dari dasar tanur disebut
dengan besi kasar (pig iron). Besi kasar
mengandung 95% besi, 34% karbon, sisanya
berupa fosfor, silikon dan mangan.
2.Besi Tuang (cast iron) atau Besi Cor
Jika pig iron dibuat menjadi bentuk cetakan maka
disebut besi tuang atau besi cor.
3.Besi Tempa (wrought iron)
Besi tempam mengandung kadar karbon yang
cukup rendah (0,05 0,2%). Besi tempa ini cukup
lunak untuk dijadikan berbagai perlatan seperti
sepatu kuda, roda besi, baut, mur, golok, cangkul
dan lain sebagainya.
1. Sifat besi dan senyawanya
Besi bereksi dengan uap air pada suhu tinggi
3Fe
(s)
+ 4H
2
O
(g)
Fe
2
O
4(s)
+ 4H
2(g)

Besi bereaksi dengan HCl dan H
2
SO
4
encer
Fe
(s)
+ 2H
3
O
+
(aq)
Fe
2+
(aq)+
H
2(g)
+ 2H
2
O
(l)

Dalam larutan asam kompleks [
Fe(H
2
O)
6
]
2+
(aq)
relatif stabil, tetapi dalam suasana
netral basa akan teroksidasi oleh udara
membentuk [ Fe(H
2
O)
6
]
3+
.
Larutan [ Fe(H
2
O)
6
]
3+
bersifat asam sebab
mengalami hidrolisis.

[ Fe(H
2
O)
6
]
3+
(aq)
+ H
2
O
(l)
[ Fe(H
2
O)
5
[OH]]
(aq)
+ H
3
O
(aq)


Cara membedakan Fe
2+
dengan Fe
3+

Dengan NaOH
Fe
2+
(aq)
+2OH
-
(aq)
Fe(OH)
2(s)


Hijau
Fe
3+
(aq)
+3OH
-
(aq)
Fe(OH)
3(s)

Coklat kemerahan

Penggunaaan Fe
1. Baja sedang ( 0,09-0,2% C ; 0,05-1,0% Mn ; 0,2-
0,75% Si)bersifat mudah dibentuk yang
digunakan untuk jarum, pipa, dan badan mobil.
2. Baja berkadar karbon tinggi, bersifat keras,
digunakan untuk perkakas, paku, elat (0,4-0,9% C
; 0,5-1,0% Mn ; 0,2-0,75%Si)
3. Stainless stell (0,2-0,4% C ; 18% Cr, 8% Ni)
bersifat tahan korosi, digunakan untuk pisau dan
perkakas.
4. Baja mangan (0,4-0,9% C ;13% Mn) bersifat kuat
dan keras digunakan untuk ujung alat pemotong.


KOBALT (Co)

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang Co dan nomor atom 27,Berat atom: 58.933200
( 9), Golongkan nomor 9 periode 4. Warna kobalt sedikit
berkilauan, metalik, keabu-abuan. unsur kimia kobalt tersedia di
dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan,
bedak, tangkai, dan kawat. Unsur kimia kobalt juga merupakan
suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung
metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia
kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60 Co)
adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber
sinar ( radiasi energi tinggi).

Sifat-Sifat Kobalt

a. Sifat Fisik Kobalt
Sifat fisik Kobalt antara lain sebagai berikut:
Melebur pada suhu 14900 C dan mendidih pada suhu
35200 C.
Memiliki 7 tingkat oksidasi yaitu -1, 0, +1, +2, +3, +4 dan
+5.
Kobalt relatif tidak reaktif, meskipun ia larut lambat sekali
dalam asam mineral encer.
Unsur kimia Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan
sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat
magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia Kobalt adalah batu
bintang.
Logam kobalt berwarna abu abu.

b. Sifat Kimia Kobalt
Sifat-sifat kimia kobalt antara lain sebagai berikut:
Mudah larut dalam asam asam mineral encer
Kurang reaktif
Dapat membentuk senyawa kompleks
Senyawanya umumnya berwarna
Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang
berwarna merah
Senyawa senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak
terdisosiasi berwara biru.
Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks kompleksnya stabil
baik dalam bentuk larutan maupun padatan.
Kobalt (II) dapat dioksidasi menjadi kobalt(III)
Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan
hitam
Tahan korosi





Proses Pembuatan Kobalt
Unsur cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel
dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral cobalt terpenting
antara lain Smaltite (CoAs2), cobalttite (CoAsS) dan Lemacite (
Co3S4 ). Sumber utama cobalt disebut Speisses yang
merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.
Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul
hipoklorit sodium (NaOCl) . Berikut reaksinya :
2Co
2+
(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H
2
O+ 2Co(OH)3(s) +
NaCl(aq)
Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan
untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon
sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya :

2Co(OH)
3
(heat) Co
2
O
3
+ 3H
2
O
2Co
2
O
3
+ 3C
4
Co(s) + 3CO
2
(g)

Logam Paduan Kobalt
1. Nikel dan Paduan Kobalt
Merupakan rangkaian buat bahan pesawat
Tidak mudah korosif
Kobal selalu terdapat bergabung dengan Nikel dan biasa
juga dengan arsen. Sumber utama kobal adalah speisses ,
yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu,
Pb.
2. Alloy
Alloy adalah paduan kobal-based dengan kekuatan yang sangat
baik suhu tinggi dan ketahanan oksidasi yang baik untuk 2000 F
(1093 C). Tingkat krom tinggi ditambah dengan penambahan
kecil lantanum menghasilkan skala yang sangat ulet dan
protektif. paduan ini juga memiliki ketahanan sulfidasi baik dan
stabilitas metalurgi yang sangat baik ditampilkan oleh keuletan
baik setelah terlalu lama terkena suhu yang tinggi.

Penggunaan kobalt di Industri
1. Radioisotop dalam industri.
2. Kobal-60: Digunakan untuk sterilisasi gamma, radiografi
industri, kepadatan dan ketinggian mengisi.
3. Industri mobil memakai paduan bahan kobalt.
4. Paduan baja dan kobalt banyak digunakan untuk konstruksi
pesawat terbang atau konstruksi yang harus tahan panas dan
tahan aus.

Logam Cobalt sebenarnya dibutuhkan manusia dalam jumlah
yang sangat sedikit untuk proses pembentukan butir darah
merah. Cobalt (Co) dalam jumlah tertentu dibutuhkan tubuh
melalui Vitamin B12 yang masuk ke tubuh manusia

Tingkat Bahaya Kobalt
1. Toksisitas kobalt cukup rendah dibandingkan dengan logam
lain dalam tanah.
2. Hewan diberikan kobalt klorida perorally atau melalui
suntikan menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dalam hati,
dengan konsentrasi agak rendah di ginjal dan limpa.
3. Kobalt garam terhirup menyebabkan iritasi pernafasan
mungkin menyebabkan oedema paru (pneumonia kimia) pada
hewan.
4. Cobalt (Co) dalam jumlah yang besar yang masuk ke dalam
tubuh akan merusak kelenjar gondok, sel darah merah menjadi
berubah, tekanan darah menjadi tinggi, pergelangan kaki menjadi
bengkak, penyakit gagal jantung, sesak nafas, batuk-batuk dan
kondisi badan yang lemah.

Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Kobalt
Wabah keracunan Cobalt pernah terjadi di Amerika tahun 1964-
1966 di kota Nebraska dan Ohama. Masyarakat kedua kota
tersebut mengalami gagal jantung. Penyebabnya adalah
beberapa Industri menggunakan Cobalt (Co) dalam proses
produksi misalnya : produksi minuman kaleng.
Cara pencegahannya dan penanggulangan yang dapat dilakukan
terhadap pencemaran kobalt adalah:
Melakukan pengolahan terhadap air limbah yang
mengandung logam Co sehingga aman dibuang ke lingkungan.
Menanam tanaman eceng gondok di badan air yang
tercemar oleh logam Co.
Melakukan pengolaham kembali atau recovery.
Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12
yang merupakan suatu campuran yang berisi unsur kobalt,
adalah marmite, tetapi unsure yang dikandung didalamnya
tergolong unsur lebih lemah dan lembut. Di Australia dikenal
dengan Vegemite, sedangkan di Amerika, Marmite dicampur
dengan pindakas.
Banyak bijih berisi unsur kimia kobalt, tetapi tidak memiliki arti
penting untuk ekonomi. meliputi sulfid dan arsenides linnaeite,
Co3S4, kobaltit, Coass, dan smaltite, Coas2. Digunakan untuk
industri, secara normal diproduksi sebagai byproduct dari
produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal
membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan
cuka sulphuric dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai
residu dan disolves. Besi diperoleh oleh hujan, timbulnya dengan
lima kapur perekat ( Cao) sedang unsur kimia/kobalt diproduksi
ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium (
Naocl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s)
+ NaCl(aq)
Trihydroxide Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan
kemudian dikurangi dengan karbon akan untuk membentuk unsur
kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 +
3C Co + 3CO2
Berikut Penggunaan untuk unsur kobalt :
1. Dapat dicampur dengan besi, nikel dan batang-batang rel lain
untuk membuat Alnico, suatu campuran logam memiliki kekuatan
magnetis yang banyak digunakan mesin jet dan turbin gas
mesin/motor.
2. Digunakan sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit.
3. Digunakan di dalam campuran logamuntuk turbin gas
generator dan turbin pancaran.
4. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena
penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi.
5. Digunakan untuk produksi warna biru permanen dan brilian
untuk porselin, gelas/kaca, serta barang tembikar, pekerjaan
ubin, dan email.
6. Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu
sumber sinar penting, dan secara ekstensif digunakan sebagai
suatu pengusut serta agen radiotherapeutic. Sumber 60Co yang
Ringkas dan mudah.
7. Digunakan sebagai campuran pigmen cat.
Seng ( Zn )
Zink terdapat di alam sebagai ZnO dan spalarite ( ZnS),
Zn dihasilkan dengan pemanggangan ZnS, kemudian ZnO
direduksi dengan karbon pijar.

2ZnS + 3O
2


2ZnO + 2SO
2


ZnO + C

Zn + CO

Suhu proses 1200
o
C, diatas suhu tersebut Zn menguap dan
dikondensasi menjadi debu Zn.

Zn mudah bereaksi dengan asam membentuk H
2

Zn
(s)
+2H
+
(aq)
Zn
2+
(aq)
+H
2(g)

Zn
2+
tidak berwarna dan di dalam air terhidrolisis
Zn
2+
(aq)
+H
2
O
(l)
Zn(OH)
2
)
(s)
+ 2H
+
(aq)


ZnS digunakan sebagai pengubah berkas elektron menjadi
cahaya tampk dalam layar TV.


Kadmium (Cd)
Kadmium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang Cd dan memiliki nomor atom 48.
Kadmium terdapat sebagai senyawa misel CdS
(Greenokcite). CdS merupakan mineral satu-
satunya yang mengandung kadmium.
Kadmium dihasilkan sebagai hasil samping
ekstrasi Timbal (Pb) dab Seng (Zn) atau
dihasilkan dengan cara mereduksi Cd
2+
dengan
Zn :
Larutkan CdS terlebih dahulu dengan asam.
Larutan Cd
2+
direduksikan dengan Seng (Zn).
CdS
(s)
+ 2 H
+
(aq)
Cd
2+
(aq)
+ H
2
S
(g)

Cd
2+
(aq)
+ Zn
(s)
Cd
(s)
+ Zn2
+
(aq)

Kegunaan
Kadmium merupakan komponen campuran logam yang memiliki
titik cair terendah. Unsur ini digunakan dalam campuran logam
poros dengan koefisien gesek yang rendah dan tahan lama. Ia
juga banyak digunakan dalam aplikasi sepuhan listrik
(electroplating).
Kadmium digunakan pula dalam pembuatan solder, baterai Ni-
Cd, dan sebagai penjaga reaksi nuklir fisi. Senyawa kadmium
digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau
dalam TV bewarna. Kadmium digunakan pada paduan logam,
cat, dan produksi beberapa plastik.
Efek
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang
berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh
darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka
waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya
hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek
terhadap gangguan pada paru- paru,emphysema dan renal
turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah
berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm)
dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat
pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi
oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya
seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan
merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat
bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia
FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi
manusia adalah 400-500 g per orang atau 7 g per kg berat
badan. Adanya kadmium (Cd) bebas diudara atau terlarut
berbahaya bagi manusia.
Adanya kadmium dalam tulang menyebabkan
tulang berpori dan mengalami keretakkan
Kadmium dapat menggantikan Zn pada
metabolisme lemak sehingga reaksi terhambat.
Raksa (Hg)
Raksa merupakan unsur logam yang berbentuk cair pada suhu
ruangan. Ia jarang ditemukan tanpa terikat dengan unsur lain.
Bijih utama adalah cinnabar. Spanyol dan Italia memproduksi
sekitar 50% pasokan dunia. Unit komersil untuk raksa dengan
berat 34.37 kg (76 pounds). Logam ini diproduksi dengan cara
memanaskan cinnabar dalam arus udara dan dengan cara
mengembunkan uapnya.
Raksa terdapat dalam mineral, misal sinabat
(HgS).
Pada suhu kamar raksa dapat berwujud cair,
mudah menguap dan menghasilkan uap yang
bersifat beracun.
Raksa memiliki berat jenis yang besar dan daya
muatannya kecil. Oleh sebab itu, raksa dapat
digunakan untuk termometer dan juga digunakan
untuk barometer.
Raksa memiliki bilangan oksidasi +1 dan +2.
Raksa dapat dihasilkan dengan cara
pemanggangan mineral HgS.
HgS
(s)
+ O
2(g)
Hg
(aq)
+ SO
2(g)


Raksa dapat melarutkan logam-logam Tembaga
(Cu), Perak (Ag), Emas (Au), dan logam-logam
alkali. AMALGAMI adalah sebutan untuk larutan
logam dalam raksa.
Senyawa raksa dengan bilangan oksidasi +1.
Contohnya HgCl
2
.
Hg
2
Cl
2
sukar larut dalam air.
Hg
2
Cl
2
bereaksi dengan larutan amonia
membentuk padatan hitam.
Hg
2
Cl
2(s)
+ 2 NH
3
HgNH
2
Cl
(s)
+ Hg
(s)
+ NH
4
+
(aq)
+ Cl
-
(aq)

Senyawa raksa dengan bilangan oksidasi +2. Contohnya
HgCl
2
memiliki sifat beracun.
Pada larutan Hg
2+
jika direaksikan dengan larutan basa
(misalkan NaOH atau KOH) akan menghasilkan endapan HgO
berwarna kuning.
Hg
2+
(aq)
+ 2 OH
-
(aq)
HgO
(s)
+ H
2
O
(l)

Pada larutan Hg
2+
jika ditambahkan dengan
larutan KI akan membentuk endapan berwarna
jingga yang larut bila KI berlebihan membentuk
senyawa komplek HgI
4
2-
.
Hg
2+
(aq)
+ 2 I
-
(aq)
HgI
2(s)

HgI
2(s)
+ 2 I
-
(aq)
HgI
4
2-
(aq)

Senyawa komplek HgI
-
diberi nama NESSLER yang dapat
digunakan untuk menetapkan ion ammonium (NH
4
+
).


Kegunaan raksa
Logam ini banyak digunakan di laboratorium untuk pembuatan
termometer, barometer, pompa difusi dan alat-alat lainnya. Unsur
ini juga digunakan dalam pembuatan lampu uap merkuri, sakelar
merkuri, dan alat-alat elektronik lainnya. Kegunaan lainnya
adalah dalam membuat pestisida, soda kaustik, produksi klor,
gigi buatan, baterai dan katalis.
Merkuro oksida (HgO) memiliki warna kuning
dapat digunakan sebagai komponen obat atau
salep pada mata (tidak larut dalam air).
Pembuatan topi dapat dibuat dengan
menggunakan Hg(NO
3
)
2
. Tetapi dapat
menimbulkan bahaya sebab dapat menimbulkan
gangguan pada jiwa.

Efek
Raksa merupakan racun yang berbahaya dan dapat diserap
melalui kulit, saluran pernapasan dan saluran
pencernaan gastrointestinal tract. Udara yang jenuh (saturated)
dengan uap raksa pada suhu 20 derajat Celsius mengandung
konsentrasi yang melebihi batas limit keracunan berkali lipat.
Lebih tinggi suhu, lebih berbahaya. Oleh karena itu sangat
penting raksa ditangani secara hati-hati. Kontainer raksa harus
benar-benar tertutup rapat dan jangan sampai tertumpah. Jika
perlu memanaskan raksa, harus dilakukan dengan alat ventilasi
udara. Raksa metil (methyl mercury) merupakan polutan yang
membahayakan dan sekarang ini diketahui banyak ditemukan di
air dan sungai. Triple point raksa pada suhu -38.8344 derajat
Celcius merupakan titik standar pada International Temperature
Scale (ITS-90).
Bentuk-bentuk merkuri berbahaya dalam tubuh manusia ada 3,
yaitu :
Merkuri sebagai logam
Dapat merusak jaringan otak apabila merkuri sebagai logan
masuk ke jaringan darah. Merkuri logam dapat masuk kedalam
tubuh manusia melalui saluran pernapasan. Termometer merkuri
yang pecah merupakan salah satu contohnya. Ketika termometer
pecah, sebagian dari merkuri menguap ke udara. Merkuri logam
tersebut dapat terhirup oleh manusia yang berada di dekatnya.
Delapan puluh persen (80%) dari merkuri uap yang terhirup,
diabsorbsi oleh alveoli paru-paru. Merkuri logam ini masuk dalam
sistem peredaran darah manusia dan dengan bantuan hidrogen
peroksidase merkuri metalik akan dikonversi menjadi merkuri
anorganik.
Senyawa Anorganik merkuri
Keracunan merkuri anorganik terutama meliputi masalah saluran
pencernaan ( colitis, gingivitis, stomatitis, dan permasalahan
kelenjar saliva) serta kelainan metabolismee tubuh (proteinuria,
hematuria, dysuria dan uremia). Iritasi kulit dapat terjadi apabila
senyawa ini kontak dengan kulit. Dalam tubuh manusia merkuri
anorganik dapat membentuk kompleks dengan gluthation pada
hati dan disekresikan dalam bentuk kompleks merkuri-glutathion
atau merkuri-sistein. Selain membentuk kompleks dengan
gluthation dan sistein, merkuri anorganik juga membentuk
kompleks dengan garam empedu yang selanjutnya
disekresikan bersamaan dengan feces. Sayangnya kompleks
merkuri anorganik dengan garam empedu ini dalam usus besar
dapat diabsorbsi kembali kedalam tubuh manusia.
Senyawa merkuri organik
Senyawa ini sangat berbahaya. Contohnya (CH
3
)
2
Hg atau
(CH
3
)HgX (X dapat dimisalkan dengan nitrogen atau nitrat).
Metil merkuri merupakan senyawa organik yang paling yang
paling berbahaya yang telah dipelajari oleh manusia. Metilasi
merkuri dapat terjadi dalam tubuh organime manapun, termasuk
manusia. Metil merkuri dapat berikatan dengan basa adenine.
Posisi ikatan metil merkuri pada basa adenin bergantung pada
pH (Kaim; 1951). Adanya variasi posisi metilmerkuri ini dapat
menjelaskan bagaimana merkuri sangat berbahaya terhadap
kesehatan manusia. Dalam jaringan tubuh manusia terdapat 30
% adenina, 30 % timina, 20 % sitosina dan 20 % guanina
Merkuri yang terikat pada adenina dapat mengganggu enzim,
mengganggu biosintesis protein dan lemak serta merusak DNA
dan RNA.

NIKEL (Ni)

Nikel (Ni) ditemukan di perairan dalam bentuk koloid namun
garam-garam nikel seperti : nikel ammonium sulfat, nikel
nitrat dan nikel klorida bersifat larut dalam air. Pada kondisi aerob
dan pH > 9, Ni membentuk senyawa kompleks dengan hidroksida
dan karbonat, dan selanjutnya mengalami presipitasi. Demikian
juga pada kondisi anaerob, nikel bersifat tidak larut (Moore, 1991
dalam Effendi, 2003).
Effendi (2003) menyatakan, bagi manusia kontak langsung
dengan larutan yang mengandung garam-garam Ni dapat
menyebabkan dermatitis, sedangkan mengisap nikel terus-
menerus dapat mengakibatkan kanker paru-paru. Kadar Ni pada
perairan laut berkisar antara 0.005 0.007 mg/l (Mc.Neely et. Al.,
1979 dalam Effendi, 2003). Untuk melindungi kehidupan
organisme akuatik, kadar Ni sebaiknya tidak melebihi 0.025 mg/l
(Moore, 1991 dalam Effendi, 2003)



Pembuatan Nikel
Setelah bijih mengalami proses pendahuluan yang meliputi
crushing drying, sintering, kemudian bijih diproses lanjut secara
a.Proses Pyrometallurgy
b.Proses Hydrometallurgy

Proses Pyrometallurgy
Reduksi yang terjadi pada proses ini hanya sebagian dari besi
saja yang dapat diikat menjadi terak, dan sebagian besar masih
dalam bentuk ferro-nikel alloy.Dalam hal ini untuk memisahkan
besi dari nikel pada reaksi peleburan tersebut ditambahkan
beberapa bahan yang mengandung belerang (Gypsum atau
Pyrite). Karena perbedaan daya ikat besi dan nikel terhadap
oksigen dan belerang, sehingga proses ini didapatkan metal yaitu
paduan Ni3S2 dan FeS dan sebagian besar besi dapat
diterakkan.

Metal yang dihasilkan ini masih mengandung lebih dari 60 % Fe
dan selanjatnya metal yang masih dalam keadaan cair terus
diprosos lagi dalam konvertor. Proses-proses konvertor diberikan
bahan tambah silikon untuk menterakkan oksidabesi.Terak hasil
konvertor ini masih mengandung nikel yang cukup
tinggi,sehingga terak ini biasanya di proses ulang pada
peleburan(Resmelting).Proses selanjutnya metal di panggang
untuk memisahkan belerang.

Nikel oxide yang didapat dari pemanggangan selanjutnya di
reduksi dengan bahan tambah arang (charcoal), sehingga
didapat logam nikel.
Pada proses ini concentrat di leaching dengan larutan ammonia
didalam autoclave dengan tekanan kurang lebih 7 atm
(gauge)Tembaga, nikel dan cobalt terlarut kedalam larutan
ammonia, reaksi yang terjadi


Pada gambar berikut menunjukkan diagram proses pemurnian
bijih nikel dengan metoda pyrometallurgy.


Manfaat Nikel
Nikel digunakan antara lain dalam produk-
produk industry dan konsumen,
temasuk stainless steel, magnet, mata uang,
baterai isi ulang, string gitar listrik dan alloy
khusus.
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk
pembuatan baja tahab karat dan alloy lain yang
bersifat tahan korosi, seperti Invar

,Monel

,dan
Hastelloys

.
Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak
digunakan untuk pembuatan instalasi proses
penghilangan garam untuk mengubah air laut
menjadi air segar.
Nikel digunakan pula dalam industri keramik.
Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai
katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur
(menjadikannya padat).
Pembuatan magnet elnico.
Baterai Penyimpanan Edison

.
Koin 5 sen Amerika mengandung 75% Cu dan
25% Ni, di kanada Nikel digunakan antara 1922-
1981 dengan kandungan 99,99% dan magnetik
lain, di Negara lain ada juga yang menggunakan
nikel untuk mata uang koin.

Tembaga (Cu)
Sejarah
Berasal dari bahasa Latin yaitu cuprum, dari pulau Cyprus.
Tembaga dipercayai telah ditambang selama 5000 tahun.
Tembaga adalah suatu komponen dari berbagai enzim yang
diperlukan untuk menghasilkan energi, anti oksidasi dan sintesa
hormon adrenalin serta untuk pembentukan jaringan ikat.
Tembaga adalah logam yang mudah didaur ulang. Di Amerika,
setengah dari konsumsi tembaga tahunan dipasok dari hasil daur
ulang.

Sifat-sifat
Tembaga adalah logam merah muda yang lunak, mempunyai
sistem kristal kubik, dapat ditempa dan liat. Secara fisik berwarna
kuning dan apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih
akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan, melebur pada
1038
0
C. Karena potensial elektrode standarnya positif, tidak larut
dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan
adanya oksigen bisa larut sedikit.

Sumber-sumber
Tembaga yang terdapat di bumi ini tidak melimpah (55 ppm)
namun terdistribusi secara luas sebagai logam dalam sulfida,
arsenida, klorida dan karbonat.
Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral, tetapi hanya
sedikit saja yang komersial. Pada endapan sulfida primer,
kalkopirit (CuFeS
2
) adalah yang terbesar, diikuti oleh kalkosit
(Cu
2
S), bornit (Cu
5
FeS
4
), kovelit (CuS), dan enargit (Cu
3
AsS
4
).
Mineral tembaga utama dalam bentuk deposit oksida adalah
krisokola (CuSiO
3
.2H
2
O), malasit (Cu
2
(OH)
2
CO
3
), dan azurit
(Cu
3
(OH)
2
(CO
3
)
2
). Tembaga kadang-kadang ditemukan secara
alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral
seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Bijih-
bijih tembaga yang penting adalah sulfida, oksida-
oksiidanya, dan karbonat. Dari mereka, tembaga di ambil dengan
cara smelting, leaching, dan elektrolisis.

Kekurangan Tembaga
Kekurangan tembaga jarang terjadi pada orang sehat. Paling
sering terjadi pada bayi-bayi prematur atau bayi-bayi
yang sedang dalam masa penyembuhan dari malnutrisi
yang berat. Orang-orang yang menerima makanan secara
intravena (parenteral) dalam waktu lama juga memiliki resiko
menderita kekurangan tembaga.
Salah satu penyakit keturunan yang menyebabkan kekurangan
tembaga adalah Sindroma Menkes. Gejalanya berupa:
rambut yang sangat kusut
keterbelakangan mental
kadar tembaga yang rendah dalam darah
kegagalan sintesa enzim yang memerlukan tembaga.
Kekurangan tembaga mengakibatkan kelelahan
dan kadar tembaga yang rendah dalam darah. Diantaranya
sering terjadi:
Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
Penurunan jumlah sel darah putih yang disebut neutrofil
(neutropenia)
Penurunan jumlah kalsium dalam tulang (osteoporosis).
Terjadi perdarahan berupa titik kecil di kulit dan aneurisma
arterial.
Untuk itu, diberikan tembaga tambahan selama beberapa
minggu. Tetapi untuk penderita sindroma Menkes tidak
memberikan respon yang baik terhadap tambahan tembaga.


Kelebihan Tembaga
Tembaga yang tidak berikatan dengan protein merupakan za
t racun. Mengkonsumsi sejumlah kecil
tembaga yang tidak berikatan dengan protein dapat
menyebabkan mual dan muntah.
Makanan atau minuman yang diasamkan, yang bersentuhan
dengan pembuluh, selang atau katup tembaga dalam waktu
yang lama, dapat tercemar oleh sejumlah kecil tembaga. Jika
sejumlah besar garam tembaga,yang tidak terikat dengan protein
secara tidak sengaja tertelan, sejumlah tembaga bisa terserap
dan merusak ginjal, menghambat pembentukan air kemih dan
menyebabkan anemia karena pecahnya sel-sel darah merah
(hemolisis).
Penyakit Wilson adalah penyakit keturunan dimana
sejumlah tembaga terkumpul dalam jaringan dan menyebabakan
kerusakan jaringan yang luas. Penyakit ini terjadi pada 1 diantara
30.000 orang.
Hati tidak dapat mengeluarkan tembaga ke dalam darah
atau ke dalam empedu. Sebagai akibatnya, kadar tembaga
dalam darah rendah, tetapi tembaga terkumpul dalam otak,mata
dan hati, menyebabkan sirosis.
Pengumpulan tembaga dalam kornea mata menyebabkan
terjadinya cincin emas atau emas kehijauan. Gejala awal
biasanya merupakan akibat dari kerusakan otak yang berupa:
tremor (gemetaran)
sakit kepala
sulit berbicara
hilangnya koordinasi
psikosa.
Kegunaan

Logam tembaga digunakan secara luas dalam industri
peralatan listrik. Kawat tembaga dan paduan tembaga digunakan
dalam pembuatan motor listrik, generator, kabel transmisi,
instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan bermotor,
konduktor listrik, kabel dan tabung coaxial, tabung microwave,
sakelar, reaktifier transsistor, bidang telekomunikasi, dan
bidang?bidang yang membutuhkan sifat konduktivitas listrik dan
panas yang tinggi, seperti untuk pembuatan tabung?tabung dan
klep di pabrik penyulingan. Meskipun aluminium dapat digunakan
untuk tegangan tinggi pada jaringan transmisi, tetapi tembaga
masih memegang peranan penting untuk jaringan bawah tanah
dan menguasai pasar kawat berukuran kecil, peralatan industri
yang berhubungan dengan larutan, industri konstruksi, pesawat
terbang dan kapal laut, atap, pipa ledeng, campuran kuningan
dengan perunggu, dekorasi rumah, mesin industri non?elektris,
peralatan mesin, pengatur temperatur ruangan, mesin?mesin
pertanian.
Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini.
Campuran logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan
perunggu sangat penting. Semua koin-koin di Amerika dan
logam-logam senjata mengandung tembaga. Tembaga memiliki
kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai
algisida dalam pemurnian air. Senyawa-senyawa tembaga
seperti solusi Fehling banyak digunakan di bidang kimia analitik
untuk tes gula.
Tembaga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dari
komponen listrik, koin, alat rumah tangga, hingga komponen
biomedik. Tembaga juga dapat dipadu dengan logam lain hingga
terbentuk logam paduan seperti perunggu atau monel.
Namun kita harus berhati-hati akan sifat racun logam ini. Ini
dapat terjadi ketika tembaga menumpuk dalam tubuh akibat
penggunaan alat masak tembaga. Unsur Cu yang berlebih dapat
merusak hati dan memacu sirosis.

Beberapa fakta mengenai tembaga:
Rata-rata rumah modern dewasa ini mengandung kurang lebih
200 kg tembaga yang digunakan untuk bahan baku kabel
listrik, pipa air, dan alat-alat rumah tangga.
Sebuah mobil rata-rata mengandung 25 kg tembaga.
Tembaga merupakan penghantar listrik dan panas terbaik
setelah perak.
Patung Liberty mengandung sekitar 90 ribu kg tembaga.
Setelah lebih dari 100 tahun, patung Liberty masih tetap
menampakkan keindahannya.
Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga
dengan seng, sedang perunggu merupakan campuran tembaga
dengan timah.Kuningan dan perunggu lebih kuat dibanding
tembaga murni serta lebih tahan korosi.
Reaksi ion tembaga (II) dalam larutan
Ion yang paling sederhana dalam bentuk tembaga dalam larutan
adalah ion berwarna biru heksaaquotembaga(II) [Cu(H
2
O)
6
]
2+
.
Reaksi ion hekasaquotembaga (II) dengan ion
hidroksida
Ion hidroksida (katakanlah dari, larutan natrium hidroksida)
menggantikan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian melekat
pada ion tembaga.
Setalah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, akan di
peroleh kompleks tidak bermuatan kompleks netral. Kompleks
ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Pada tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:


Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan larutan amonia
Amonia dapat berperan sebagai basa maupun ligan. Dengan
jumlah amonia yang sedikit, ion hidrogen dihilangkan dengan
pasti, seperti pada kasus ion hidrogen menghasilkan kompleks
netral.

Endapan yang terbentuk akan melarut jika menambahkan
amonia berlebih.
Amonia menggantikan air sebagai ligan untuk menghasilkan ion
tetraamindiaquotembaga(II). Dengan catatan hanya empat dari
enam molekul air yang digantikan.


Perubahan warna yang terjadi adalah:


Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan ion karbonat
Kita akan memperoleh dengan mudah endapan tembaga(II)
karbonat seperti yang kita pikirkan .



Reaksi pertukaran ligan yang melibatkan ion klorida
Jika kita menambahakan asam klorida pekat ke dalam larutan
yang mengandung ion heksaaquotembaga(II), enam molekul
air digantikan oleh empat ion klorida.

Reaksi yang terjadi berlangsung reversibel.

Karena reaksi berlangsung secara reversibel, kita dapat
memperoleh campuran warna dari kedua ion kompleks. Kita
mungkin dapat menemukan beraneka warna ion
tetraklorokuprat(II) mulai dari hijau minyak zaitun atau kuning.
Jika menambahkan air ke dalam larutan yang berwarna hijau,
maka larutan tersebut akan kembali berwarna biru.

Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan ion iodida

Reaksi sederhana
Ion tembaga(II) akan mengoksidasi ion iodida menjadi iodium,
dan selama berlangsungnya proses reaksi ion tembaga(II)
mereduksi dengan sendirinya menjadi tembaga(I) iodida.

Campuran coklat yang merupakan pengotor dipisahkan terlebih
dahulu sehingga tinggal endapan putih tembaga(I) iodida dalam
larutan iodium.

Penggunaan reaksi tersebut untuk menentukan konsentrasi ion
tembaga(II) dalam larutan
Jika kita mempipet sejumlah volume tertentu suatu larutan yang
mengandung ion tembaga(II) ke dalam labu, dan kemudian
menambahkan larutan kalium iodida berlebih, akan diperoleh
reaksi :

Kita dapat menentukan sejumlah iodium yang
dibebaskan dengan menggunakan titrasi dengan
larutan natrium tiosulfat.

Selama larutan natrium tiosulfat diteteskan dari
buret, warna iodium menjadi pudar. Ketika warna
akan menghilang, tambahakan larutan kanji
secukupnya. Reaksi ini berlangsung secara
reversibel dengan iodium menghasilkan kompleks
iodium-kanji yang berwarna biru tua yang lebih
mudah untuk dilihat. Tambahkan tetes-tetes
terakhir larutan natrium tiosulfat secara perlahan
sampai warna biru menghilang.
Jika kita mengurutkan perbandingan reaksi
dari awal sampai akhir dari dua persamaan
tersebut, kita akan menemukan bahwa setiap dua
mol ion tembaga(II), kita memerlukan dua mol
larutan natrium tiosulfat.
Jika kita mengetahui konsentrasi larutan narium tiosulfat, hal itu
memudahkan untuk menghitung konsentrasi ion tembaga(II).





Beberapa sifat kimia tembaga(I)

Disproporsionasi ion tembaga(I) dalam larutan
Sifat kimia tembaga(I) terbatas pada reaksi yang melibatkan ion
tembaga(I) yang sederhana dalam larutan. Berikut adalah satu
contoh yang baik mengenaidisproporsionasi, suatu reaksi
dimana sesuatu mengalami oksidasi dan reduksi sendiri.
Ion tembaga(I) dalam larutan terdisproporsi menghasilkan ion
tembaga(II) dan endapan tembaga.
Reaksinya adalah:

Semua percobaan untuk menghasilkan senyawa tembaga(I)
yang sederhana dalam larutan dapat dilakukan.
Sebagai contoh, jika kita mereaksikan tembaga(I) oksida dengan
asam sulfat encer panas, mungkin akan mengira akan
memperoleh larutan tembaga(I) sulfat dan dihasilkan air. Pada
faktanya kita akan memperoleh endapan coklat tembaga dan
larutan biru tembaga(II) sulfat karena reaksi disproporsionasi.



Kestabilan tingkat oksidasi tembaga(I)
Senyawa tembaga(I) yang tidak larut
Kita akan melihat bahwa tembaga(I) iodida yang dihasilkan
berupa endapan berwarna putih jika menambahkan larutan
kalium iodida ke dalam larutan yang mengandung ion
tembaga(II). Tembaga(I) iodida sebenarnya tidak larut adalam
air, dan karena itu reaksi disproporsionasi tidak terjadi.
Tembaga(I) klorida dapat dihasilkan sebagai endapan putih
(reaksi dituliskan dibawah). Asalkan pemisahan endapan dari
larutan dilakukan secepat mungkin dan dikeringkan secepat
mungkin pula, endapan akan tetap berwarna putih. Pada saat
kontak dengan air, endapan ini akan berubah manjadi biru
dengan terbentuknya ion tembaga(II). Reaksi disproporsionasi
hanya terjadi pada ion tembaga(I) yang sederhana dalam larutan.
Kompleks-kompleks tembaga(I)
Pembentukan kompleks-kompleks tembaga(I) (bisa juga dengan
air sebagai ligannya) juga menstabilkan tingkat oksidasi
tembaga(I).
Sebagai contoh, antara [Cu(NH
3
)
2
]
+
and [CuCl
2
]
-
merupakan
kompleks tembaga(I) yang tidak terjadi disproporsionasi.
Kompleks yang mengandung klor terbentuk jika tembaga(I)
oksida dilarutkan dalam asam klorida pekat.
Kita dapat menduga bahwa hal ini terjadi dalam dua tahap.
Pertama, kita akan memperoleh tembaga(I) klorida yang
terbentuk:


Tetapi dengan adanya ion klorida yang berelebih dari HCl, reaksi
ini memberikan kestabilan, kompleks tembaga(I) terlarut.

Kita dapat memperoleh endapan putih tembaga(I) klorida (seperti
yang disebutkan diatas) dengan menambahkan air ke dalam
larutan. Reaksi ini merupakan kebalikan dari reaksi tanpa
kelebihan ion klorida.
Elektroplating merupakan suatu proses pengendapan elektro
lapisan logam pada elektrode yang bertujuan membentuk
permukaan dengan logam dasarnya. Logam yang dilapisi adalah
tembaga karena mudah dibentuk menjadi perhiasan, alat industri,
bagian kendaraan bermotor dan lain sebagainya.







Vanadium (V)

Sejarah
Vanadium ditemukan pertama kali oleh del Rio pada tahun 1801.
Sayangnya, seorang ahli kimia Perancis dengan salah
menyatakan bahwa unsur baru del Rio hanyalah krom yang tidak
murni. Del Rio pun menyangka dirinya salah dan menerima
pernyataan ahli kimia Perancis itu.
Unsur ini akhirnya ditemukan ulang pada tahun 1830 oleh
Sefstrom, yang menamakan unsur itu untuk memuliakan dewi
Skandinavia, Vanadis, karena aneka warna senyawa yang
dimilikinya. Vanadium berhasil diisolasi hingga nyaris murni oleh
Roscoe, pada tahun 1867 dengan mereduksi garam kloridanya
dengan hidrogen. Vanadium tidak dapat dimurnikan hingga kadar
99.3% 99.8% hingga tahun 1922.
Sifat-sifat
Vanadium bersifat lembut, berwarna abu-abu keperakan, ulet
logam transisi. Vanadium juga merupakan cahaya putih, lembut,
ulet logam dengan kekuatan struktural yang baik. Vanadium
tahan terhadap serangan alkali, asam klorida, asam sulfat, dan
air garam.
Sumber
Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di
antaranya karnotit, roskolit, vanadinit, dan patronit, yang
merupakan sumber logam yang sangat penting. Vanadium juga
ditemukan dalam batuan fosfat dan beberapa bijih besi, juga
terdapat dalam minyak mentah sebagai senayawa kompleks
organik. Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu
meteor.
Produksi komersial berasal dari abu minyak bumi dan merupakan
sumber Vanadium yang sangat penting. Kemurnian yang sangat
tinggi diperoleh dengan mereduksi vanadium triklorida dengan
magnesium atau dengan campuran magnesium-natrium.
Sekarang, kebanyakan logam vanadium dihasilkan dengan
mereduksi V
2
O
5
dengan kalsium dalam sebuah tabung
bertekanan, proses yang dikembangkan oleh McKenie dan
Seybair.
Vanadium juga hadir dalam bauksit dan bahan bakar fosil
deposito seperti minyak mentah, batubara, serpih minyak dan tar
pasir. Dalam minyak mentah, konsentrasi sampai 1200 ppm telah
dilaporkan. Ketika produk-produk minyak seperti dibakar, jejak-
jejak vanadium dapat memulai korosi pada motor dan boiler.
Diperkirakan 110.000 ton per tahun vanadium dilepaskan ke
atmosfir dengan membakar bahan bakar fosil. Vanadium juga
telah terdeteksi di spectroscopically cahaya dari Matahari dan
beberapa bintang.

Isotop
Vanadium alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni
Vanadium-50 sebanyak 0.24% dan Vanadium -51 sebanyak
99.76%. Vanadium-50 sedikit radioaktif, memiliki masa paruh
lebih dari 3.9 x 10
17
tahun. Ada sembilan isotop lainnya yang
tidak stabil
Sifat-sifat Vanadium murni adalah logam berwarna putih
cemerlang dan lunak. Tahan korosi terhadap larutan basa, asam
sulfat, dan asam klorida, juga air garam. Tetapi logam ini
teroksidasi di atas 660
o
C
Vanadium memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki
kemampuan fisi neutron yang rendah , membuatnya sangat
berguna dalam penerapan nuklir .
Vanadium memiliki 18 isotop yang setengah-hidup diketahui,
dengan nomor massa 43-60. Dari jumlah tersebut, satu stabil.
Kegunaan
Vanadium diproduksi di Cina dan Rusia dari baja peleburan
perak, negara-negara lain memproduksinya baik dari debu
cerobong minyak berat, atau sebagai produk sampingan dari
pertambangan uranium. Hal ini terutama digunakan untuk
memproduksi baja khusus paduan seperti baja alat kecepatan
tinggi. Senyawa vanadium pentoxide digunakan sebagai katalis
untuk produksi asam sulfat. Vanadium ditemukan di banyak
organisme, dan digunakan oleh beberapa bentuk kehidupan
sebagai pusat aktif enzim.
Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan
peralatan yang digunakan dalam kecepatan tinggi. Vanadium
karbida sangat penting dalam pembuatan baja.
Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan
sebagai ferro vanadium atau sebagai bahan tambahan baja. Foil
vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi
titanium pada baja. Vanadium petoksida digunakan dalam
pembuatan keramik dan sebagai katalis.
Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet
superkonduktif dengan medan magnet sebesar 175000 Gauss.
Penggunaan utama dalam paduan vanadium, terutama dengan
baja. Sejumlah kecil vanadium menambah kekuatan,
ketangguhan, dan tahan panas. Hal ini biasanya ditambahkan
dalam bentuk ferrovanadium, sebuah paduan besi vanadium.
Vanadium baja paduan digunakan dalam gigi.
Titanium-aluminium-vanadium paduan digunakan dalam mesin
jet dan untuk pesawat berkecepatan tinggi. Vanadium foil
digunakan dalam cladding titanium untuk baja. Vanadium-
rekaman galium digunakan dalam superkonduksi. Vanadium
pentoxide digunakan dalam keramik dan sebagai katalis.
Vanadium (V) oksida adalah sebuah katalis dalam proses Kontak
untuk memproduksi asam sulfat . Kimia vanadium dicatat untuk
aksesibilitas dari empat berdekatan oksidasi. Umum oksidasi
vanadium adalah 2 (ungu), 3 (hijau), 4 (biru) dan 5 (kuning).
Vanadium (II) senyawa reduktor, dan vanadium (V) senyawa
agen oksidasi.

Penanganan
Vanadium dan semua senyawanya adalah beracun dan harus
ditangani dengan hati-hati. Konsentrasi maksimum V
2
O
5
yang
masih diizinkan terdapat di udara adalah 0.05 (selama 8 jam
kerja rata-rata selama 40 jam per minggu)

Tingkat oksidasi vanadium
Vanadium memiliki berbagai tingkat oksidasi pada
persenyawaannya yang terdiri dari +5, +4, +3, dan +2. Bagian ini
menunjukkan perubahannya. Pembahasan dapat dimulai dengan
sedikit gambaran, dan kemudian memperhatikan proses reaksi
pada saat potensial redoks standar (potensial elektroda standar).
Pada umumnya, semakin tinggi keadaan oksidasi vanadium,
semakin banyak senyawa beracun. Sumber vanadium yang
biasa pada tingkat oksidasi +5 adalah amonium metavanadat,
NH4VO3. Zat ini sangat tidak larut dalam air dan biasanya larut
dengan mudah dalam larutan natrium hidroksida.
Larutan dapat di reduksi dengan menggunakan seng dan asam
baik itu asam klorida maupun asam sulfat, biasanya dengan
konsentrasi asam yang sedang.
Keberadaan ion vanadium yang tepat dalam larutan sangatlah
rumit, dan berubah-ubah sesuai dengan pH larutan. Reaksi
terjadi dalam kondisi asam ketika ion yang paling utama dalam
larutan adalah VO
2+
disebut ion dioksovanadium(V).
Jika kamu melakukan reaksi pada labu yang kecil, pada keadaan
normal biasanya labu disumbat dengan kapas mentah. Hal ini
dilakukan untuk menyediakan jalan keluar buat hidrogen (yang
dihasilkan dari reaksi antara seng dengan asam). Pada saat yang
bersamaan penyumbatan ini dilakukan untuk membatasi terlalu
banyaknya udara yang masuk pada labu. Penyumbatan
dilakukan untuk mencegah re-oksidasi vanadium yang memiliki
tingkat oksidasi yang lebih rendah (khususnya tingkat +2) oleh
oksigen di udara.
Reaksi biasanya dipanaskan sehingga perubahan yang terjadi
berada pada rentang waktu yang memungkinkan. Reduksi
ditunjukkan oleh dua tahap. Satu hal yang penting adalah
penampakan warna, tetapi proses perubahan terus berlanjut dari
awal sampai akhir.
Produksi
Kebanyakan vanadium digunakan sebagai ferrovanadium
sebagai aditif untuk meningkatkan baja. Ferrovanadium
dihasilkan secara langsung dengan mengurangi campuran
vanadium oksida, oksida besi dan besi dalam tanur listrik.
Vanadium-bantalan magnetit bijih besi merupakan sumber utama
untuk produksi vanadium. Para vanadium berakhir di babi besi
dihasilkan dari bantalan vanadium magnetit. Selama produksi
baja, oksigen yang tertiup ke babi besi, mengoksidasi karbon dan
sebagian besar kotoran lain, membentuk terak. Tergantung pada
bijih yang digunakan, yang terak berisi sampai dengan 25% dari
vanadium.
Logam vanadium diperoleh melalui proses multilangkah yang
diawali dengan pemanggangan bijih hancur dengan NaCl atau
Na 2 CO 3 pada sekitar 850 C untuk memberikan natrium
metavanadate (NaVO 3).
Sebuah ekstrak berair padat ini adalah diasamkan untuk
memberikan kue merah, sebuah polyvanadate garam, yang
dikurangi dengan kalsium logam. Sebagai alternatif untuk
produksi skala kecil, vanadium pentoxide berkurang dengan
hidrogen atau magnesium. Banyak metode-metode lain juga
digunakan, dalam semua yang vanadium dihasilkan sebagai hasil
sampingan proses-proses lain. Pemurnian vanadium
dimungkinkan oleh proses bar kristal dikembangkan oleh Ini
melibatkan pembentukan logam iodida, dalam contoh ini
vanadium (III) iodida, dan dekomposisi berikutnya untuk
menghasilkan logam murni.
Aplikasi
Sekitar 85% dari vanadium yang dihasilkan digunakan sebagai
ferrovanadium atau sebagai baja tambahan. Yang cukup
meningkatkan kekuatan dalam baja mengandung sejumlah kecil
vanadium ditemukan pada awal abad ke-20. Vanadium bentuk
nitrida dan karbida stabil, menghasilkan peningkatan yang
signifikan dalam kekuatan baja. Sejak saat itu baja vanadium
digunakan untuk aplikasi di as roda, sepeda frame, crankshafts,
roda gigi, dan komponen penting lainnya. Ada dua kelompok
paduan baja mengandung vanadium kelompok. Vanadium tinggi
baja paduan yang mengandung karbon 0,15-0,25% vanadium
dan alat baja kecepatan tinggi (HSS) dengan konten vanadium
berkisar dari 1% sampai 5%. Untuk alat baja kecepatan tinggi,
kekerasan di atas HRC 60 dapat dicapai. HSS baja digunakan
dalam instrumen bedah dan alat-alat.
Vanadium menstabilkan bentuk beta titanium dan meningkatkan
kekuatan dan stabilitas suhu titanium. Dicampur dengan
aluminium di titanium paduan digunakan dalam mesin jet dan
airframes berkecepatan tinggi. Salah satu paduan yang umum
adalah Titanium 6Al-4V, sebuah paduan titanium dengan 6%
aluminium dan 4% vanadium.
Penggunaan lain
Vanadium kompatibel dengan besi dan titanium, vanadium foil
karena itu digunakan dalam cladding titanium untuk baja. Yang
moderat neutron termal-capture penampang dan pendek paruh
dari isotop yang dihasilkan oleh neutron menangkap vanadium
membuat bahan yang cocok struktur bagian dalam sebuah
reaktor fusi. Beberapa paduan vanadium menunjukkan perilaku
superkonduktor. Pertama A15 fase superkonduktor adalah
senyawa vanadium, V 3 Si, yang ditemukan pada tahun 1952.
Vanadium-rekaman galium digunakan dalam superkonduktor
magnet (17,5 teslas atau 175.000 Gauss). Struktur A15
superkonduktor fase V 3 Ga mirip dengan yang lebih umum Nb 3
Sn dan Nb 3 Ti.
Oksida yang paling umum vanadium, vanadium pentoxide V 2 O
5, digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat
dengan proses kontak dan sebagai oxidizer dalam Maleat
anhidrida produksi. Vanadium pentoxide juga digunakan dalam
pembuatan keramik . lain oksida vanadium, vanadium dioksida
VO 2, digunakan dalam produksi kaca pelapis, yang
menghambat radiasi inframerah (dan tidak terlihat cahaya) pada
suhu tertentu. Vanadium oksida dapat digunakan untuk
mendorong pusat-pusat warna di korundum untuk membuat
simulasi Alexandrite perhiasan, meskipun Alexandrite di alam
adalah chrysoberyl. Kemungkinan untuk menggunakan vanadium
pasangan redoks dalam kedua setengah-sel, sehingga
menghilangkan masalah kontaminasi silang oleh difusi ion
melintasi membran adalah keuntungan vanadium redoks baterai
isi ulang. Vanadate dapat digunakan untuk melindungi baja
terhadap karat dan korosi oleh lapisan konversi elektrokimia.
Lithium oksida vanadium telah diusulkan untuk digunakan
sebagai anoda kepadatan energi yang tinggi untuk baterai lithium
ion, di 745 Wh / L ketika dipasangkan dengan lithium kobalt
oksida katoda. ini telah diusulkan oleh beberapa peneliti bahwa
jumlah yang kecil, 40-270 ppm, vanadium dalam Wootz baja dan
baja Damaskus, secara signifikan meningkatkan kekuatan materi,
meskipun jelas apa sumber vanadium itu.

Senyawa koordinasi
Senyawa koordinasi adalah senyawa yang terbentuk dari ion
sederhana (kation maupun anion) serta ion kompleks. Senyawa
koordinasi merupakan senyawa molekular yang mengandung
logam transisi blok d dan ligan disebut senyawa koordinasi.
jumlah ikatan kovalen koordinasi yang dapat terbentuk pada
pembentukan kompleks disebut bilangan koordinasi dan ion
pusat. Contoh :
Ion Cu
2+
memiliki bilangan koordinasi 4 dalam
[Cu(H
2
O)
4
]
2+
, [CuCl
4
]
-2

Ion Fe
3+
memiliki bilangan koordinasi ^ dalam
[Fe(H
2
O)
6
]
3+
, [FeF
6
]
3-
, dan [Fe(CN)
6
]
2-
.

v Senyawa koordinasi terdiri dari :
Ion logam bermuatan positif (disebut atom pusat)
Sejumlah gugus koordinasi (disebut ligan)
Atom pusat
Atom Pusat (ion positif) bertindak sebagai asam lewis. Atom yang
menyediakan tempat bagi elektron yang didonorkan. Biasanya
berupa ion logam, terutama logam golongan transisi yang
memiliki orbital d yang kosong. Contoh: Fe
2+
, Fe
3+
, Cu
2+
, Co
3+
, dll.
Ligan
Ligan bertindak sebagai basa lewis. Dengan demikian, ikatan
logam-ligan biasanya adalah ikatan kovalen koordinat. Ligan
sekurang-kurangnya memiliki sepasang elektron (e
-
) bebas
dalam orbital ikatnya. Perbandingan besarnya ligan dan atom
pusat merupakan faktor utama yang menentukan jumlah ligan
maksimum yang dapat ditampung.
Tatanama Senyawa Koordinasi
Penamaan ligan
v Beberapa ligan diberikan nama khusus:
Senyawa Nama
NH
3
Amin
H
2
O Aqua
NO Nitrosil
CO Karbonil


v Ligan anion diberi nama umum dan pada akhiran di beri O :
Senyawa Nama
CN
-
Siano
OH
-
Hidrokso
CO
3
2-
Karbonatoo
C
2
O
4
-
Oksalato

v Radikal diberi nama sesuai nama biasa :
Senyawa Nama
CH
3
Metil
C
6
H
5
Fenil

v Ligan yang menggunakan nama basa tanpa diberi spasi :
Senyawa Nama
(CH
3
)SO Dimetilsulfaksida
C
5
H
5
N Piridin
(C
6
H
5
)
3
P Trifenilfosfin

Senyawa Nama
F
-
Flouro
Cl
-
Kloro
Br
-
Bromo
CH
3
COO
-
Asetato

v Ligan Ni dan O
2
disebut dinitrogen dan dioksigen.
Penyebutan banyaknya jumlah ligan menggunakan awalan
yunani (di-, tri-, tetra-, penta-, heksa-, dsb)

Urutan penyebutan
v Nama Garam
Kation disajikan lebih dahuku kemudian diteruskan nama anion.
Misal : Cu(NH
3
)
4
SO
4
(tetramin tembaga (II) sulfat).