Anda di halaman 1dari 12

FLUIDA

Fluida adalah sub-himpunan dari fase benda, termasuk cairan, gas, plasma, dan padat
plastik.
Fluida memilik sifat tidak menolak terhadap perubahan bentuk dan kemampuan untuk
mengalir (atau umumnya kemampuannya untuk mengambil bentuk dari wadah mereka).
Sifat ini biasanya dikarenakan sebuah fungsi dari ketidakmampuan mereka mengadakan
tegangan geser(shear stress) dalam ekuilibrium statik. Konsekuensi dari sifat ini adalah
hukum Pascal yang menekankan pentingnya tekanan dalam mengkarakterisasi bentuk
fluid. apat disimpulkan bahwa fluida adalah !at atau entitas yang terdeformasi secara
berkesinambungan apabila diberi tegangan geser walau sekecil apapun tegangan geser
itu.
Statika Fluida
Statika fluida, kadang disebut "uga hidrostatika, adalah cabang ilmu yang mempela"ari
fluida dalam keadaan diam, dan merupakan sub-bidang ka"ian mekanika fluida. #stilah
ini biasanya meru"uk pada penerapan matematika pada subyek tersebut. Statika fluida
mencakup ka"ian kondisi fluida dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Penggunaan
fluida untuk melakukan ker"a disebut hidrolika, dan ilmu mengenai fluida dalam keadaan
bergerak disebut sebagai dinamika fluida.
inamika Fluida
Dinamika fluida adalah subdisiplin dari mekanika fluida yang mempela"ari fluida
bergerak. Fluida terutama cairan dan gas. Penyelsaian dari masalah dinamika fluida
biasanya melibatkan perhitungan banyak properti dari fluida, seperti kecepatan,
tekanan, kepadatan, dan suhu, sebagai fungsi ruang dan waktu. isiplini ini memiliki
beberapa subdisiplin termasuk aerodinamika (penelitian gas) dan hidrodinamika
(penelitian cairan). inamika fluida memliki aplikasi yang luas. $ontohnya, ia
digunakan dalam menghitung gaya dan moment pada pesawat, mass flow rate dari
petroleum dalam "alur pipa, dan perkiraan pola cuaca, dan bahkan teknik lalu lintas, di
mana lalu lintas diperlakukan sebagai fluid yang berkelan"utan. inamika fluida
menawarkan struktur matematika yang membawahi disiplin praktis tersebut yang "uga
seringkali memerlukan hukum empirik dan semi-empirik, diturunkan dari pengukuran
arus, untuk menyelesaikan masalah praktikal. Fluida (zat alir) adalah zat yang dapat
mengalir, misalnya !at cair dan gas. Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu
fluida statis dan dinamis.
Fluida Statis
Fluda statis adalah fluida yang tidak dapat bergerak contohnya: air di gelas, air di kolam
renang, air di danau. Fluida statis dibagi menjadi dua, yaitu:
A. Fluida Ideal
1. Incompressible (tidak mengalami perubahan ketika mendapat tekanan)
2. Non viscosity (ketika bergerak tidak mengalami gesekan)
3. Alirannya stasioner (konstan)
B. luida !e"ati
1. #ompresible
2. berpindah dengan mengalami gesekan (viskositasnya tertentu)
Kohesi dan Adhesi
#ohesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang sama "enisnya. $aya ini
menyebabkan antara %at yang satu dengan yang lain tidak dapat menempel
karena molekulnya saling tolak menolak.
&ontoh #ohesi '
( Air di atas daun talas
( Air raksa yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi kimia
Adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda "enisnya. $aya ini
menyebabkan antara %at yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan
baik karena molekulnya saling tarik menarik atau merekat.
&ontoh Adhesi '
( Air di atas telapak tangan
( !usu tumpah di lantai
Tegangan Permukaan
)egangan permukaan merupakan si*at *isik yang berhubungan dengan gaya
antarmolekul dalam cairan dan dide*inisikan sebagai hambatan peningkatan luas
permukaan cairan.)egangan antarmuka "uga bergantung pada struktur %at yang
terlibat.+olekul dalam cairan ditarik oleh molekul di sekitarnya secara homogen
ke segala arah. Namun, molekul di permukaan hanya ditarik ke dalam oleh
molekul yang di dalam dan dengan demikian luas permukaan cenderung
berkurang. Inilah asal mula teori tegangan permukaan. Bentuk tetesan keringat
maupun tetesan merkuri adalah akibat adanya tegangan permukaan.
Tekanan Hidrostatis
)ekanan hidrostatis ( Ph) adalah tekanan yang dilakukan %at cair pada bidang dasar tempatnya.
Sevolume kecil fluida pada kedalaman tertentu dalam sebuah bejana akan
memberikan tekanan ke atas untuk mengimbangi berat fluida yang ada di
atasnya. Untuk suatu volume yang sangat kecil, tegangan adalah sama di
segala arah, dan berat fluida yang ada di atas volume sangat kecil tersebut
ekuivalen dengan tekanan yang dirumuskan sebagai berikut
dengan (dalam satuan SI),
P adalah tekanan hidrostatik (dalam pascal)
! adalah kerapatan fluida (dalam kilogram per meter kubik)
g adalah percepatan gravitasi (dalam meter per detik kuadrat)
h adalah tinggi kolom fluida (dalam meter).
PARADOKS HIDROSTATIS
$aya yang beker"a pada dasar sebuah be"ana tidak tergantung pada bentuk be"ana dan "umlah
%at cair dalam be"ana, tetapi tergantung pada luas dasar be"ana ( A ), tinggi ( h ) dan massa "enis
%at cair ( r )
dalam be"ana.
Ph = r g h
Pt = Po + Ph
F = P h A = r g V
r - massa "enis %at cair
h - tinggi %at cair dari permukaan
g - percepatan gravitasi
.t - tekanan total
.o - tekanan udara lua
Hukum Pascal
ekanan yang dilakukan pada zat cair akan diteruskan ke semua arah sama.
P1 = P2 F1/A1 = F2/A2
Hukum Utama Hidrostatik
/tekanan hidrosatatik pada sembarang titik yang terletak pada bidang mendatar
didalam 0adah suatu "emis %at cair se"enis dalam keadaan seimbang adalah
sama/
h-%.g.&
Hukum Archimedes
1ukum Archimedes mengatakan bah0a apabila sebuah benda sebagian atau
seluruhnya terbenam kedalam air, maka benda tersebut akan mendapat gaya
tekan yang mengarah keatas yang besarnya sama dengan berat air yang
dipindahkan oleh bagian benda yang terbenam tersebut.
luida yang terletak pada bagian ba0ah benda memiliki tekanan yang lebih
besar daripada *luida yang berada di bagian atas benda. (perhatikan gambar di
bawah).
Tiga keadaan benda di dalam zat cair:
a. tenggelam: !"Fa # rb " rz
b. melayang: ! $ Fa # rb $ rz
c. terapung: !$Fa # rb.%$rz.%& ' rb
! $ berat benda
Fa $ gaya ke atas $ rz . %& . g
rb $ massa jenis benda
rz $ massa jenis fluida
% $ (olume benda
%& $ (olume benda yang berada dalam fluida
FLUIDA DIA!IS
De"it
)epat aliran (*) adalah (olume fluida yang dipindahkan tiap satuan +aktu.
* $ A . (
A, . (, $ A- . (-
( $ kecepatan fluida (m.det)
A $ luas penampang yang dilalui fluida
/ntuk zat cair yang mengalir melalui sebuah lubang pada tangki, maka besar kecepatannya selalu dapat
diturunkan dari 0ukum 1ernoulli, yaitu:
v - 2(2gh)
h - kedalaman lubang dari permukaan %at cair
$ontoh'
,. 2ebuah kolam air berdinding bujursangkar dengan panjang ,3 m, tingginya 4,3m.entukanlah tekanan
air 5,3 m di ba+ah permukaan air6
"a#ab$
. - r . g . h - 13
3
. 13 . 4,5
. - 4,5.13
4
N6m
2
2. Air mengalir sepan"ang pipa horisontal, penampang tidak sama besar. .ada tempat dengan
kecepatan air 35 cm6det tekanannya adalah 1 cm1g. )entukanlah tekanan pada bagian pipa
dimana kecepatan aliran airnya 75 cm6det.(g - 893 cm6det
2
) :
"a#ab$
.1 - 1 cm1g - 1.13,7.893 dyne6cm
2

.1 - 13329 dyne6cm
2
v1 - 35 cm6det; v2 - 75 cm6det
.rinsip Bernoulli'
.1 < pgy1 < 162rv1
2
- .2 < rgy2 < 162rv2
2
#arena y1 - y2 (pipa horisontal), maka'
.1 ( .2 - 162 r (=2
2
( =1
2
)
.1 ( .2 - 162 1 (752 352)
.1 ( .2 - 162 3333
.1 ( .2 - 1533 dyne6cm2
"adi$
.2 - .1 ( 1533
.2 - 13329 ( 1533
.2 - 11929 dyne6cm
.2 - 3,9> cm1g
1ukum Bernouli
?alam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua
bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak(
termampatkan (incompressible *lo0), dan yang lain adalah untuk *luida
termampatkan (compressible *lo0).
1. Aliran tak termampatkan
Aliran tak(termampatkan adalah aliran *luida yang dicirikan dengan tidak
berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari *luida di sepan"ang aliran
tersebut. &ontoh *luida tak(termampatkan adalah' air, berbagai "enis minyak,
emulsi, dll. Bentuk .ersamaan Bernoulli untuk aliran tak(termampatkan adalah
sebagai berikut'
di mana'
v - kecepatan *luida
g - percepatan gravitasi bumi
h - ketinggian relati* terhadap suatu re*erensi
p - tekanan *luida
! - densitas *luida
.ersamaan di atas berlaku untuk aliran tak(termampatkan dengan asumsi(
asumsi sebagai berikut'
Aliran bersi*at tunak (steady state)
)idak terdapat gesekan (inviscid)
?alam bentuk lain, .ersamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut'
2. Aliran termampatkan
Aliran termampatkan adalah aliran *luida yang dicirikan dengan berubahnya
besaran kerapatan massa (densitas) dari *luida di sepan"ang aliran tersebut.
&ontoh *luida termampatkan adalah' udara, gas alam, dll. .ersamaan Bernoulli
untuk aliran termampatkan adalah sebagai berikut'
di mana'
- energi potensial gravitasi per satuan massa; "ika gravitasi konstan
maka
- entalpi *luida per satuan massa
&atatan' , di mana adalah energi termodinamika per satuan
massa, "uga disebut sebagai energi internal spesi*ik.
Viskositas
Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah *luid terhadap perubahan
bentuk di ba0ah tekanan shear. Biasanya diterima sebagai /kekentalan/, atau
penolakan terhadap penuangan. =iskositas menggambarkan penolakan dalam
*luid kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur
gesekan *luid. Air memiliki viskositas rendah, sedangkan minyak sayur memiliki
viskositas tinggi.
T#ORI KI#TIK $AS
Teori Kinetik (atau teori kinetik %ada gas) berupaya men"elaskan si*at(si*at
makroscopik gas, seperti tekanan, suhu, atau volume, dengan memperhatikan
komposisi molekular mereka dan gerakannya. Intinya, teori ini menytakan bah0a
tekanan tidaklah disebabkan oleh denyut(denyut statis di antara molekul(
molekul, seperti yang diduga Isaac Ne0ton, melainkan disebabkan oleh
tumbukan antarmolekul yang bergerak pada kecepatan yang berbeda(beda.
)eori #inetik dikenal pula sebagai Teori Kinetik&!o'eku'ar atau Teori
Tum"ukan atau Teori Kinetik %ada $as.
Tekanan
)ekanan di"elaskan oleh teori kinetik sebagai kemunculan dari gaya yang
dihasilkan oleh molekul(molekul gas yang menabrak dinding 0adah. +isalkan
suatu gas denagn % molekul, masing(masing bermassa m, terisolasi di dalam
0adah yang mirip kubus bervolume &. #etika sebuah molekul gas menumbuk
dinding 0adah yang tegak lurus terhadap sumbu koordinat ' dan memantul
dengan arah berla0anan pada la"u yang sama (suatu tumbukan lenting), maka
momentum yang dilepaskan oleh partikel dan diraih oleh dinding adalah'
di mana v' adalah komponen(' dari kecepatan a0al partikel.
.artikel memberi tumbukan kepada dinding sekali setiap 2l(v' satuan 0aktu (di
mana l adalah pan"ang 0adah). #endati partikel menumbuk sebuah dinding
sekali setiap 1l(v' satuan 0aktu, hanya perubahan momentum pada dinding yang
dianggap, sehingga partikel menghasilkan perubahan momentum pada dinding
tertentu sekali setiap 2l(v' satuan 0aktu.
gaya yang dimunculkan partikel ini adalah'
#eseluruhan gaya yang menumbuk dinding adalah'
di mana hasil "umlahnya adalah semua molekul gas di dalam 0adah.
Besaran kecepatan untuk tiap(tiap partikel mengikuti persamaan ini'
#ini perhatikan gaya keseluruhan yang menumbuk keenam(enam dinding,
dengan menambahkan sumbangan dari tiap(tiap arah, kita punya'
di mana *aktor dua muncul se"ak saat ini, dengan memperhatikan kedua(dua
dinding menurut arah yang diberikan.
+isalkan ada se"umlah besar partikel yang bergerak cukup acak, gaay pada tiap(
tiap dinding akan hampir sama dan kini perhatikanlah gaya pada satu dinding
sa"a, kita punya'
#uantitas dapat dituliskan sebagai , di mana garis atas menun"ukkan
rata(rata, pada kasus ini rata(rata semua partikel. #uantitas ini "uga dinyatakan
dengan di mana vrms dalah akar kuadrat rata(rata kecepatan semua partikel.
@adi, gaya dapat dituliskan sebagai'
)ekanan, yakni gaya per satuan luas, dari gas dapat dituliskan sebagai'
di mana ) adalah luas dinding sasaran gaya.
@adi, karena luas bagian yang berseberangan dikali dengan pan"ang sama
dengan volume, kita punya pernyataan berikut untuk tekanan
di mana & adalah volume. +aka kita punya
#arena %m adalah masa keseluruhan gas, maka kepadatan adalah massa
dibagi oleh volume .
+aka tekanan adalah
1asil ini menarik dan penting, sebab ia menghubungkan tekanan, si*at
makroskopik, terhadap energi kinetik translasional rata(rata per molekul
yakni suatu si*at mikroskopik. #etahuilah bah0a hasil kali tekanan dan volume
adalah sepertiga dari keseluruhan energi kinetik.
Suhu dan energi kinetik
?ari hukum gas ideal
P& - %k*+(1)
dimana * adalah konstanta Bolt%mann dan + adalah suhu absolut. ?an dari
rumus diatas, dihasilkan $aga' mem%arse (kesa'ahan sintaks)*
PV=+m,-+rms./01o,erset 2.
?erivat'
(2)
yang menu"u ke *ungsi energi kinetik dari sebuah molekul
Anergi kinetik dari sistem adalah N kali lipat dari molekul
!uhunya men"adi
(3)
.ersamaan 3 ini adalah salah satu hasil penting dari teori kinetik
3
Berata energi kinetik molekuler adalah sebanding dengan suhu
absolut. 4
?ari persamaan 1 dan 3 didapat'
(4)
?engan demikian, hasil dari tekanan dan volume tiap mol sebanding dengan
rerata energi kinetik molekuler. .ersamaan 1 dan 4 disebut dengan hasil klasik,
yang "uga dapat diturunkan dari mekanika statistik
C1D
.
#arena ,% adalah dera"at kebebasan (?#) dalam sebuah sistem gas
monoatomik dengan % partikel, energi kinetik tiap ?# adalah'
(5)
?alam energi kinetik tiap ?#, konstanta kesetaraan suhu adalah setengah dari
konstanta Bolt%mann. 1asil ini berhubungan dengan teorema ekuipartisi. !eperti
yang di"elaskan pada artikel kapasitas bahang, gas diatomik seharusnya
mempunyai > dera"at kebebasan, tetapi gas yang lebih ringan berlaku sebagai
gas yang hanya mempunyai 5. ?engan demikian, energi kinetik tiap kelvin (gas
ideal monoatomik) adalah'
)iap mole' 12.4> @
)iap molekul' 23.> y@ - 128 Ee=
.ada !). (2>3,15 # , 1 atm), didapat'
)iap mole' 3437 @
)iap molekul' 5.75 %@ - 35.2 me=
1anyaknya tmbukan dengan dinding
7umlah tumbukan atom dengan dinding +adah tiap satuan luar tiap satuan +aktu dapat
diketahui. Asumsikan pada gas ideal, deri(asi dari menghasilkan persamaan untuk jumlah
seluruh tumbukan tiap satuan +aktu tiap satuan luas:
Fa"u B+! molekul
?ari persamaan energi kinetik dapat ditun"ukkan bah0a'
dengan v pada m6s, + pada kelvin, dan - adalah konstanta gas. +assa molar
diberikan sebagai kg6mol. #ela"uan paling mungkin adalah 91.7G dari kela"uan
B+!, dan rerata kela"uannya 82.1G (distribusi kela"uan +aH0ell(Bolt%mann).
Banyaknya tumbukan dengan dinding
Ine can calculate the number o* atomic or molecular collisions 0ith a 0all o* a
container per unit area per unit time.
Assuming an ideal gas, a derivation
C3D
results in an eJuation *or total number o*
collisions per unit time per area'
Fa"u B+! molekul
a