Anda di halaman 1dari 19
TK4065 – Pengembangan Produk Pangan Business Plan Oleh : PT DelFood Hilman Prasetya (13010028) Yohanes

TK4065 Pengembangan Produk Pangan Business Plan

TK4065 – Pengembangan Produk Pangan Business Plan Oleh : PT DelFood Hilman Prasetya (13010028) Yohanes Rico

Oleh :

PT DelFood Hilman Prasetya

(13010028)

Yohanes Rico

(13010097)

Anggi Febrina

(13010107)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2014

DAFTAR ISI DAFTAR ISI   1 LATAR BELAKANG 2 ANALISA PASAR 3 PROSES PRODUKSI 5

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

 

1

LATAR BELAKANG

2

ANALISA PASAR

3

PROSES PRODUKSI

5

DESAIN KEMASAN

6

ANALISA EKONOMI

8

STRATEGI PEMASARAN

11

PELUNCURAN PRODUK

13

LAMPIRAN

15

A.1.

Perhitungan

CGR (Grass Root Cost)

15

A.2.

Perhitungan Cost of Manufacturing (COM)

16

A.3.

Perhitungan

Parameter Keekonomian

17

1

LATAR BELAKANG Cepat saji, rasa yang enak, dan harga yang murah adalah tiga faktor yang

LATAR BELAKANG

Cepat saji, rasa yang enak, dan harga yang murah adalah tiga faktor yang sangat dicari para konsumen ketika memilih makanan. Konsumen cenderung lupa akan faktor- faktor penting yang lain seperti kebersihan bahan makanan dan higienitas proses pengolahan makanan. Padahal banyak kuman dan bakteri yang dapat mencemari makanan tersebut tanpa diketahui konsumen maupun produsen. Namun ada pula konsumen yang memperhatikan kedua faktor tersebut. Mereka cenderung memilih tempat makan ataupun makanan yang akan mereka makan. Mereka cenderung memilih makanan yang dibuat dari bahan yang organik ataupun bahan yang memiliki nilai gizi yang tinggi seperti kacang kedelai ataupun sayuran lainnya.Terdapat berbagai macam cara untuk menjaga kesehatan tubuh dari kuman, bakteri, maupun virus yang terdapat di makanan. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan dan bergizi. Jumlah konsumsi makanan yang menyehatkan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang memperhatikan kesehatan. Konsumen lebih memilih mengonsumsi makanan yang kaya gizi dan vitamin daripada makanan biasa karena mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk makan. Hanya sedikit produsen makanan yang menyediakan produk yang bernilai gizi tinggi dengan harga yang murah. DelFood sebuah perusahaan yang terdiri dari Hilman Prasetya (Managing Director & CEO), Yohanes Rico (Marketing Director & CFO), dan Anggi Febrina (Operating Director) ingin memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan sehat dan praktis dalam bentuk biskuit bernama Bitive!. Bitive! memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh biskuit-biskuit yang sudah ada. Bitive! mengandung karbon aktif yang dapat membantu system pencernaan konsumen, sehingga makanan kotor yang telah dimakan konsumen sebelumnya dapat terserap oleh Bitive!.

2

ANALISA PASAR DelFood melakukan melakukan analisa pasar pada produk Bitive! dengan menggunakan metode survey .

ANALISA PASAR

DelFood melakukan melakukan analisa pasar pada produk Bitive! dengan

menggunakan metode survey. Dari 100 orang yang telah kami survey saat peluncuran

perdana Bitive!, 54% responden sangan menyukainya, 28% responden suka, dan 18%

responden kurang menyukai Bitive!. Survey tersebut dirangkum pada Gambar 1.

18% 54% 28%
18%
54%
28%

Sangat18% 54% 28% menyukai Suka Tidak suka

menyukai

Suka18% 54% 28% Sangat menyukai Tidak suka

Tidak suka18% 54% 28% Sangat menyukai Suka

Gambar 1. Survey keberterimaan Bitive! pada 100 orang

DelFood juga telah melakukan survey terhadap 100 orang apakah mau membeli

Bitive! dengan harga penjualan Rp 2.500,00. Dari survey tersebut didapatkan 82% akan

membeli produk Bitive!. Survey tersebut dirangkum pada Gambar 2.

18% 82%
18%
82%

Akan Membeli18% 82% Tidak Mau

Tidak Mau18% 82% Akan Membeli

Gambar 2. Survey keinginan membeli Bitive!

3

DelFood juga melakukan studi terhadap kompetitor sejenis, seperti Roma, Khong Guan, dan Orea yang ditunjukkan

DelFood juga melakukan studi terhadap kompetitor sejenis, seperti Roma, Khong Guan, dan Orea yang ditunjukkan pada Gambar 3. Dari studi kami diketahui bahwa biskuit Roma memiliki pangsa pasar paling tinggi sebesar 33,50 %, diikuti Khong Guan dengan pangsa pasar 11,80 %, dan Oreo dengan pangsa pasa 4,10%. Jika dilihat masih ada 50 % kekosongan dari pangsa pasar yang belum terisi oleh competitor-kompetitor DelFoof. Oleh karena itu, dengan nilai survey yang cukup tinggi dari keberterimaan biskuit Bitive!, DelFood yakin mengisi kekosongan pangsa pasar yang ada saat ini.

yakin mengisi kekosongan pangsa pasar yang ada saat ini. Gambar 3. Pangsa pasar biskuit Roma, Khong

Gambar 3. Pangsa pasar biskuit Roma, Khong Guan, dan Orea antara taun 2006-2011 (Sumber Marketing/ edisi khusus/01/Januari/2011)

4

PROSES PRODUKSI Proses produksi biskuit karbon aktif Bitive!, dilangsungkan pada area pabrik yang higienis. Proses

PROSES PRODUKSI

Proses produksi biskuit karbon aktif Bitive!, dilangsungkan pada area pabrik yang higienis. Proses produksi disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Proses produksi Bitive!

No

Proses

Deskripsi

1

Pencampuran

Pada tahap ini mentega, gula halus, dan vanili dicampurkan dan dikocok dengan mixer hingga semua bahan tercampur rata. Kemudian ditambahkan telur dan dikocok hingga rata kembali. Pasta cokelat ditambahkan dan diaduk-aduk hingga merata. Kemudian bahan- bahan kering seperti tepung terigu, cokelat bubuk, susu dan norit ditambahkan sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk. Setelah adonan tercampur rata, choco chips dan almond ditambahkan lalu diaduk rata kembali.

2

Pencetakan

Setelah adonan tercampur merata, dilakukan pencetakan adonan menjadi bentuk-bentuk yang menarik, seperti hati, kerang, bulat, dan lain sebagainya.

3

Pemanggangan

Setelah adonan dicetak, adonan di panggang menggunakan oven pada temperatur 160 C selama 15 menit. Setelah matang kue diangkat dan diangin-anginkan sebelum dilakukan pengemasan.

4

Pengemasan

Pengemasan akan dilakukan secara manual, biskuit akan dimasukkan ke dalam plastik pengemas.

5

DESAIN KEMASAN Bitive! selalu memberikan kualitas terbaik di setiap produk yang dijual ke pasar, oleh

DESAIN KEMASAN

Bitive! selalu memberikan kualitas terbaik di setiap produk yang dijual ke pasar, oleh karena itu kualitas setiap biskuit yang diproduksi harus memenuhi persyaratan minimal dan terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Agar kualitas itu tetap terjaga, digunakan kemasan yang dapat melindungi biskuit dari berbagai macam faktor yang dapat mengurangi kualitas seperti bakteri, udara, temperatur, dan tekanan. Selain itu kemasan juga menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menarik pembeli. Jadi kemasan yang digunakan harus menarik dan cukup kuat untuk melindungi biskuit. Dari kriteria yang dibutuhkan dibuat kemasan dari plastik alumunium yang didesain sesuai dengan segmen pasar yang dituju. Dalam kemasan juga terdapat beberapa informasi penting lainnya, yaitu nomor layanan konsumen, informasi gizi, identifikasi makanan halal, dan info lainnya. Kemasan dapat menampung 3 buah biskuit dan menjaga kualitas biskuit karena kemasan akan ditutup rapat. Desain kemasan ditunjukkan pada Gambar 4. Untuk tujuan distribusi, kemasan kecil biskuit akan dikemas ke dalam kardus berisi dua lusin kemasan kecil. Selain meningkatkan kekuatan kemasan, hal ini juga mempermudah proses transportasi dan penyimpanan barang.

6

Gambar 4. Desain Kemasan Bitive! 7

Gambar 4. Desain Kemasan Bitive!

7

ANALISA EKONOMI Keekonomian pabrik dapat dianalisis kelayakannya berdasarkan beberapa kriteria, salah satunya adalah NPV (

ANALISA EKONOMI

Keekonomian pabrik dapat dianalisis kelayakannya berdasarkan beberapa kriteria, salah satunya adalah NPV (Net Present Value) yang menunjukan profil jumlah uang pada tahun tertentu. Parameter lain untuk menilai keekonoman pabrik Bitive! seperti discounted criteria dan nondiscounted criteria diringkas dalam Tabel 2 dan Tabel 3. Hal ini juga terlihat pada grafik cumulative cash flow pada Gambar 4.

Tabel 2. Discounted criteria

Parameter

Nilai

Discounted Payback Period (DPBP)

1,08 tahun

Net Present Value (NPV)

Rp 3.670.339.197

Present Value Ratio (PVR)

1,50

Discounted Cash Flow Rate Of Return (DCFROR)

18,48 %

Tabel 3. Nondiscounted criteria

 

Parameter

 

Nilai

Pay Back Period (PBP)

 

1,46 tahun

Cumulative Cash Ratio (CCR)

 

2,73

The Rate of Return on Investment (ROROI)

 

301 %

Analisis sensitivitas juga perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan variabel terhadap kriteria keuntungan. Selain itu perlu diketahui juga variabel yang akan berperan besar terhadap kelayakan ekonomi. Analisis sensitivitas ini mengambil 3 faktor berupa grassroot cost, cost of manufacturing (COMd), dan harga jual dari Bitive!. Setiap faktor tersebut dihitung dengan rentang perubahan antara -10% hingga +10% yang dibandingkan terhadap terhadap NPV dan juga DFCROR. Pengaruh ketiga faktor tersebut dapat dilihat pada Gambar 6, kemiringan garis yang terbentuk menunjukkan sensitivitas

8

dari setiap faktor terhadap NPV, dimana kemiringan yang tinggi menunjukan pengaruh yang tinggi atas faktor

dari setiap faktor terhadap NPV, dimana kemiringan yang tinggi menunjukan pengaruh yang tinggi atas faktor tersebut terhadap NPV.

20.000,00 15.000,00 10.000,00 5.000,00 0,00 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 -5.000,00 -10.000,00
20.000,00
15.000,00
10.000,00
5.000,00
0,00
0,00
2,00
4,00
6,00
8,00
10,00
12,00
14,00
-5.000,00
-10.000,00
Tahun
CCF (Rp)
Millions

Gambar 5. Grafik cumulative cash flow

Analisis sensitivitas memberikan hasil analisis yang baik melalui NPV. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa dua variabel berupa harga jual Bitive! dan cost of manufacturing (COMd) menjadi faktor yang sensitif dalam penentuan keekonomian pabrik. Harga jual Bitive! merupakan variabel yang paling sensitif, ditunjukan oleh kemiringan garis yang terbentuk diikuti oleh cost of manufacturing (COMd). Hal tersebut mengindikasikan bahwa sedikit perubahan pada harga jual Bitive! maupun cost of manufacturing (COMd) dapat mempengaruhi keekonomian pabrik.

9

Rp700.000 Rp600.000 Rp500.000 Rp400.000 Rp300.000 Rp200.000 Rp100.000 $- -15,0% -10,0% -5,0% 0,0% 5,0% 10,0%
Rp700.000
Rp600.000
Rp500.000
Rp400.000
Rp300.000
Rp200.000
Rp100.000
$-
-15,0% -10,0% -5,0%
0,0%
5,0%
10,0% 15,0%
NPV
x 10000

Perubahan Parameter

Revenue-10,0% -5,0% 0,0% 5,0% 10,0% 15,0% NPV x 10000 Perubahan Parameter Cost of Manufacturing (COMd) Grass

Cost of Manufacturing$- -15,0% -10,0% -5,0% 0,0% 5,0% 10,0% 15,0% NPV x 10000 Perubahan Parameter Revenue (COMd) Grass

(COMd)

Grass Root Cost$- -15,0% -10,0% -5,0% 0,0% 5,0% 10,0% 15,0% NPV x 10000 Perubahan Parameter Revenue Cost of

Gambar 6. Analisis sensitivitas produk Bitive!

10

STRATEGI PEMASARAN Sistem pemasaran produk yang digunakan adalah sistem pemasaran regional. Sistem distribusi dibagi

STRATEGI PEMASARAN

Sistem pemasaran produk yang digunakan adalah sistem pemasaran regional. Sistem distribusi dibagi menjadi lima regional yaitu, Jakarta, Bandung untuk Jawa Barat, Semarang untuk Jawa Tengah, Surabaya untuk Jawa Timur, dan Yogyakarta. Produk yang telah dikemas dalam kemasan kardus berisikan 24 kemasan kemudian disdistribusikan menuju Pusat Distribusi Regional di setiap kota. Distributor adalah penjual yang mendapatkan produk langsung dari produsen dan menjual kembali ke retailer dan lainnya. Target retailer Bitive! adalah supermarket, minimarket, dan toko lainnya seperti Indomaret, Alfamart, Lotte Mart, Circle K, dan lainnya. Sistem pemasaran produk ditunjukkan pada gambar 5.

11

Bitive!
Bitive!
Retailer 1 Distributor in Consumer in Retailer 2 Jakarta Jakarta Retailer n
Retailer 1
Distributor in
Consumer in
Retailer 2
Jakarta
Jakarta
Retailer n
Retailer 1 Distributor in Consumer in Retailer 2 Bandung Bandung Retailer n
Retailer 1
Distributor in
Consumer in
Retailer 2
Bandung
Bandung
Retailer n
Retailer 1 Consumer in Distributor in Retailer 2 Semarang Semarang Retailer n Retailer 1 Distributor
Retailer 1
Consumer in
Distributor in
Retailer 2
Semarang
Semarang
Retailer n
Retailer 1
Distributor in
Consumer in
Retailer 2
Yogyakarta
Yogyakarta
Retailer n
Retailer 1
Distributor in
Consumer in
Retailer 2
Surabaya
Surabaya
Retailer n

Gambar 7 Sistem Pemasaran Produk.

12

PELUNCURAN PRODUK Peluncuran produk dilakukan pada hari Jumat, 25 April 2014 dalam rangka expo Ichec.

PELUNCURAN PRODUK

Peluncuran produk dilakukan pada hari Jumat, 25 April 2014 dalam rangka expo

Ichec. Produk yang dipasarkan berupa biskuit cokelat kacang almond dengan karbon aktif.

Peluncuran produk dilangsungkan selama 3 jam, yaitu pukul 11.00-14.00. Setelah

mempertimbangkan masukan yang telah diberikan oleh konsumen yang telah mecoba

Bitive! pada peluncuran produk awal, maka telah dilakukan beberapa perubahan (Gambar

8), yaitu:

- Penambahan susu agar warna biskuit tidak terlalu hitam

- Penambahan gula agar rasa biskuit lebih manis

- Mencetak biskuit dengan cetakan yang menarik, seperti bentuk hati, bintang, atau

lingkaran

yang menarik, seperti bentuk hati, bintang, atau lingkaran Gambar 8 Prototipe Bitive! tahap akhir Hasil penilaian

Gambar 8 Prototipe Bitive! tahap akhir Hasil penilaian rata-rata Bitive! dari 200 konsumen yang telah mencoba produk ini

ditampilkan pada Tabel 4

Tabel 4 Rekap Kuesioner selama peluncuran produk. Skala : 1 (sangat buruk)- 5 (sangat baik)

Rasa

Aroma

Tekstur

Penampilan

Tingkat Kemanisan

13

3.87

3.54

2.87

3.77

4.12

Dari hasil penilaian kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa Bitive! dapat diterima oleh konsumen dari sisi rasa, aroma, penampilan, dan tingkat kemanisan. Namun ternyata tektur Bitive masih terlalu keras sehingga untuk ke depannya akan dilakukan perubahan komposisi untuk mentega dan tepung terigu.

Pada saat peluncuran produk, Bitive! dikemas dengan menggunakan kemasan dari bahan kertas, karena sulitnya mencari percetakan plastic alumunium yang menerima pesanan sedikit saja. Untuk realisasinya, Bitive akan dikemas dengan kemasan yang jauh lebih menarik baik dari segi desain dan material kemasan. Bitive! akan dijual baik di toko- toko maupun supermarket dengan harga Rp 2.500 per kemasan.

dijual baik di toko- toko maupun supermarket dengan harga Rp 2.500 per kemasan. Gambar 9 Peluncuran
dijual baik di toko- toko maupun supermarket dengan harga Rp 2.500 per kemasan. Gambar 9 Peluncuran

Gambar 9 Peluncuran Produk Bitive!

14

A.1. LAMPIRAN Perhitungan CGR ( Grass Root Cost ) Equipment's     Purchased Cost  

A.1.

LAMPIRAN

Perhitungan CGR (Grass Root Cost)

Equipment's

   

Purchased Cost

 

Part

                     

Name

CEPCI

 

New

Equipment's

Description

 

Capacity

K1

K2

K3

Cp

 

New Cp

 

CEPCI

 

type

Green Leaf

Screen

397

 

573

Vibrating

Area (m2)

 

2,25

4,049

-0,89

0,326

5972,08

8619,66

Sifter

 

Screen

Cookies dryer

Dryer

397

 

573

Tray Dryer

Area (m2)

 

2

3,695

-0,45

-0,12

3525,19

5088,00

Mixing Tank

Mixer

397

 

573

Propeller

Power

 

1

4,321

-0,96

0,135

20926,66

30203,97

Adonan

 

(kW)

Equipment's

Pressure Factor

   

Material Factor

   

BM Factor

     

Name

Pressure

C1

C2

C3

 

Range

Fp

Material

 

Id. No.

Fm

B1

B2

 

Cbm

Green Leaf

Sifter

1

 

1

1 1

   

1

1

-

 

-

1

0

1,34

11550,34

Cookies dryer

1

 

1

1 1

   

1

1

-

 

-

1

0

1,25

6360,00

Mixing Tank

Adonan

1

 

1

1 1

   

1

1

SS

 

20

3,1

0

1,38

129212,60

           
 

Equipment's Name

Jumlah alat

 

Harga Total ($)

 

Green Leaf Sifter

   

1

 

11550,34

 

Cookies dryer

   

1

 

6360,00

Mixing Tank Adonan

   

1

 

129212,60

 

Total Harga

   

147122,96

 

Total CBM 2013

 

USD 147.123

   

CTM

USD 173.605

   

Rp 1.919.708.214

 

CGR

USD 247.167

   

Rp 2.459.829.508

 

15

A.2. Perhitungan Cost of Manufacturing (COM) Perhitungan Harga Bahan Baku Bahan Baku Kuantitas (kg/batch) Harga

A.2.

Perhitungan Cost of Manufacturing (COM)

Perhitungan Harga Bahan Baku

Bahan Baku

Kuantitas

(kg/batch)

Harga per

kuantitas

Harga per batch (Rp/batch)

Lama batch

(waktu /

Harga Per Tahun (Rp / tahun)

(Rp/kg)

batch)

Tepung Terigu

2,000

7.000

14.000

1

115.248.000

Coklat bubuk

0,250

120.000

30.000

1

246.960.000

Susu bubuk

0,400

50.000

20.000

1

164.640.000

Telur

0,800

12.500

10.000

1

82.320.000

Gula

1,000

9.600

9.600

1

79.027.200

Almond

1,000

150.000

150.000

1

1.234.800.000

Choco chips

1,000

55.500

55.500

1

456.876.000

Mentega

1,000

35.000

35.000

1

288.120.000

Norit

0,004

26.000.000

97.500

1

802.620.000

 

TOTAL

3.470.611.200

Perhitungan Biaya Utilitas

Utilitas

Kuantitas

Satuan

Harga per

Satuan

Harga per

Harga Per

kuantitas

Jam

Tahun

Air

0

kg/jam

3.159

Rp/kg

316

2.600.489

Listrik

4

KWh

485

Rp/KWh

1.940

15.970.080

 

TOTAL

2.256

18.570.569

Perhitungan Biaya Pekerja

 

Jumlah kerja

49

minggu/ tahun

1 operator

5

shift/minggu

245

shift/tahun

Jumlah shift yang dibutuhkan

1.095

shift/tahun

Jumlah operator yang dibutuhkan

4

operator

N

np

2

1 dryer, 1 mixer

P

0

Konstanta Persamaan Nol

6,29

31,7

0,23

N

ol

3

 

11,61

 

Operating labor

12

Operator

Upah Menengah Harian di Indonesia

18.000.000

Rp/tahun

 

Total

216.000.000

Rp/tahun

Konstanta COM tanpa depresiasi

0,280

2,730

1,230

COMd

Rp 5.646.653.867

16

A.3. Perhitungan Parameter Keekonomian Asumsi yang digunakan pada perhitungan - Umur pabrik - Depresiasi -

A.3.

Perhitungan Parameter Keekonomian

Asumsi yang digunakan pada perhitungan

- Umur pabrik

- Depresiasi

- Discount rate

- FCI

- land cost

- Tax

- Pada tahun ketiga kapasitas produksi

- Salvage value

: 12 tahun : 5 years MACRS : 0,1 p.a. : tahun pertama dan kedua : Rp 500.000.000 : 0,35 p.a. : 100% : 0

 

Tahun ke

Investasi

COMd

Revenue

 

dkSL

dkDDB

 

0

-500.000.000,00

 

0

 

0

0

0

 

1

-1.366.571.948,61

 

0

 

0

0

0

 

2

-6.806.096.961,11

 

0

 

0

0

0

 

3

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

0

546.628.779,45

 

4

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

485.892.248,40

874.606.047,11

 

5

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

374.831.163,05

524.763.628,27

 

6

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

314.858.176,96

314.858.176,96

 

7

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

314.858.176,96

188.914.906,18

 

8

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

157.429.088,48

0

 

9

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

0

0

 

10

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

0

0

 

11

 

0,00

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

0

0

 

12

5.939.525.012,50

5.646.653.866,85

8.232.000.000,00

0

0

year

BV

CF

CCF

DF

 

DCF

CDCF

 

0

 

0

-500.000.000,00

-500.000.000,00

1,00

 

-500.000.000,00

 

-500.000.000,00

 

1

1.366.571.948,61

-1.366.571.948,61

-1.866.571.948,61

0,91

 

-1.242.338.135,10

 

-1.742.338.135,10

 

2

2.733.143.897,23

-6.806.096.961,11

-8.672.668.909,72

0,83

 

-5.624.873.521,58

 

-7.367.211.656,68

 

3

2.186.515.117,78

1.871.795.059,36

-6.800.873.850,37

0,75

 

1.406.307.332,35

 

-5.960.904.324,33

 

4

1.311.909.070,67

1.986.587.103,04

-4.814.286.747,33

0,68

 

1.356.865.721,63

 

-4.604.038.602,70

 

5

787.145.442,40

1.864.142.256,44

-2.950.144.490,88

0,62

 

1.157.485.676,24

 

-3.446.552.926,46

17

6

472.287.265,44

1.790.675.348,49

-1.159.469.142,40

0,56

1.010.789.551,41

-2.435.763.375,05

7

157.429.088,48

1.790.675.348,49

631.206.206,09

0,51

918.899.592,19

-1.516.863.782,86

8

0

1.735.575.167,52

2.366.781.373,60

0,47

809.658.624,56

-707.205.158,30

9

0

1.680.474.986,55

4.047.256.360,15

0,42

712.685.439,53

5.480.281,23

10

0

1.680.474.986,55

5.727.731.346,70

0,39

647.895.854,12

653.376.135,34

11

0

1.680.474.986,55

7.408.206.333,25

0,35

588.996.231,02

1.242.372.366,36

12

0

7.619.999.999,05

15.028.206.332,30

0,32

2.427.966.830,65

3.670.339.197,01

Nondiscounted criteria

Nondiscounted criteria

PBP

CCR

ROROI

1,46 tahun

2,73

301 %

Discounted criteria

Discounted criteria

DPBP

NPV

PVR

DFCROR

1,08 tahun

Rp 3.670.339.197

1,50

18,48 %

18