Anda di halaman 1dari 19

TK4065 Pengembangan Produk Pangan

Business Plan






Oleh :
PT DelFood
Hilman Prasetya (13010028)
Yohanes Rico (13010097)
Anggi Febrina (13010107)





PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................1
LATAR BELAKANG.................................................................................................................2
ANALISA PASAR .....................................................................................................................3
PROSES PRODUKSI .................................................................................................................5
DESAIN KEMASAN .................................................................................................................6
ANALISA EKONOMI ...............................................................................................................8
STRATEGI PEMASARAN ...................................................................................................... 11
PELUNCURAN PRODUK ....................................................................................................... 13
LAMPIRAN ............................................................................................................................. 15
A.1. Perhitungan CGR (Grass Root Cost) ........................................................................... 15
A.2. Perhitungan Cost of Manufacturing (COM)................................................................. 16
A.3. Perhitungan Parameter Keekonomian .......................................................................... 17





2

LATAR BELAKANG

Cepat saji, rasa yang enak, dan harga yang murah adalah tiga faktor yang sangat
dicari para konsumen ketika memilih makanan. Konsumen cenderung lupa akan faktor-
faktor penting yang lain seperti kebersihan bahan makanan dan higienitas proses
pengolahan makanan. Padahal banyak kuman dan bakteri yang dapat mencemari makanan
tersebut tanpa diketahui konsumen maupun produsen.
Namun ada pula konsumen yang memperhatikan kedua faktor tersebut. Mereka
cenderung memilih tempat makan ataupun makanan yang akan mereka makan. Mereka
cenderung memilih makanan yang dibuat dari bahan yang organik ataupun bahan yang
memiliki nilai gizi yang tinggi seperti kacang kedelai ataupun sayuran lainnya.Terdapat
berbagai macam cara untuk menjaga kesehatan tubuh dari kuman, bakteri, maupun virus
yang terdapat di makanan. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang
menyehatkan dan bergizi. Jumlah konsumsi makanan yang menyehatkan meningkat seiring
dengan meningkatnya jumlah orang yang memperhatikan kesehatan. Konsumen lebih
memilih mengonsumsi makanan yang kaya gizi dan vitamin daripada makanan biasa
karena mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk makan. Hanya sedikit produsen
makanan yang menyediakan produk yang bernilai gizi tinggi dengan harga yang murah.
DelFood sebuah perusahaan yang terdiri dari Hilman Prasetya (Managing Director
& CEO), Yohanes Rico (Marketing Director & CFO), dan Anggi Febrina (Operating Director)
ingin memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan sehat dan praktis dalam bentuk
biskuit bernama Bitive!. Bitive! memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh biskuit-biskuit
yang sudah ada. Bitive! mengandung karbon aktif yang dapat membantu system
pencernaan konsumen, sehingga makanan kotor yang telah dimakan konsumen
sebelumnya dapat terserap oleh Bitive!.





3


ANALISA PASAR

DelFood melakukan melakukan analisa pasar pada produk Bitive! dengan
menggunakan metode survey. Dari 100 orang yang telah kami survey saat peluncuran
perdana Bitive!, 54% responden sangan menyukainya, 28% responden suka, dan 18%
responden kurang menyukai Bitive!. Survey tersebut dirangkum pada Gambar 1.

Gambar 1. Survey keberterimaan Bitive! pada 100 orang

DelFood juga telah melakukan survey terhadap 100 orang apakah mau membeli
Bitive! dengan harga penjualan Rp 2.500,00. Dari survey tersebut didapatkan 82% akan
membeli produk Bitive!. Survey tersebut dirangkum pada Gambar 2.

Gambar 2. Survey keinginan membeli Bitive!
54%
28%
18%
Sangat
menyukai
Suka
Tidak suka
82%
18%
Akan Membeli
Tidak Mau

4


DelFood juga melakukan studi terhadap kompetitor sejenis, seperti Roma, Khong
Guan, dan Orea yang ditunjukkan pada Gambar 3. Dari studi kami diketahui bahwa biskuit
Roma memiliki pangsa pasar paling tinggi sebesar 33,50 %, diikuti Khong Guan dengan
pangsa pasar 11,80 %, dan Oreo dengan pangsa pasa 4,10%. Jika dilihat masih ada 50 %
kekosongan dari pangsa pasar yang belum terisi oleh competitor-kompetitor DelFoof. Oleh
karena itu, dengan nilai survey yang cukup tinggi dari keberterimaan biskuit Bitive!,
DelFood yakin mengisi kekosongan pangsa pasar yang ada saat ini.


Gambar 3. Pangsa pasar biskuit Roma, Khong Guan, dan Orea antara taun 2006-2011
(Sumber Marketing/ edisi khusus/01/Januari/2011)






5


PROSES PRODUKSI

Proses produksi biskuit karbon aktif Bitive!, dilangsungkan pada area pabrik yang
higienis. Proses produksi disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Proses produksi Bitive!
No Proses Deskripsi
1 Pencampuran Pada tahap ini mentega, gula halus, dan vanili dicampurkan dan
dikocok dengan mixer hingga semua bahan tercampur rata. Kemudian
ditambahkan telur dan dikocok hingga rata kembali. Pasta cokelat
ditambahkan dan diaduk-aduk hingga merata. Kemudian bahan-
bahan kering seperti tepung terigu, cokelat bubuk, susu dan norit
ditambahkan sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk. Setelah adonan
tercampur rata, choco chips dan almond ditambahkan lalu diaduk rata
kembali.
2 Pencetakan Setelah adonan tercampur merata, dilakukan pencetakan adonan
menjadi bentuk-bentuk yang menarik, seperti hati, kerang, bulat, dan
lain sebagainya.
3 Pemanggangan Setelah adonan dicetak, adonan di panggang menggunakan oven pada
temperatur 160 C selama 15 menit. Setelah matang kue diangkat dan
diangin-anginkan sebelum dilakukan pengemasan.
4 Pengemasan Pengemasan akan dilakukan secara manual, biskuit akan dimasukkan
ke dalam plastik pengemas.



6

DESAIN KEMASAN

Bitive! selalu memberikan kualitas terbaik di setiap produk yang dijual ke pasar,
oleh karena itu kualitas setiap biskuit yang diproduksi harus memenuhi persyaratan
minimal dan terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Agar kualitas itu tetap terjaga,
digunakan kemasan yang dapat melindungi biskuit dari berbagai macam faktor yang dapat
mengurangi kualitas seperti bakteri, udara, temperatur, dan tekanan. Selain itu kemasan
juga menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menarik pembeli. Jadi kemasan yang
digunakan harus menarik dan cukup kuat untuk melindungi biskuit.
Dari kriteria yang dibutuhkan dibuat kemasan dari plastik alumunium yang
didesain sesuai dengan segmen pasar yang dituju. Dalam kemasan juga terdapat beberapa
informasi penting lainnya, yaitu nomor layanan konsumen, informasi gizi, identifikasi
makanan halal, dan info lainnya. Kemasan dapat menampung 3 buah biskuit dan menjaga
kualitas biskuit karena kemasan akan ditutup rapat. Desain kemasan ditunjukkan pada
Gambar 4. Untuk tujuan distribusi, kemasan kecil biskuit akan dikemas ke dalam kardus
berisi dua lusin kemasan kecil. Selain meningkatkan kekuatan kemasan, hal ini juga
mempermudah proses transportasi dan penyimpanan barang.


7


Gambar 4. Desain Kemasan Bitive!


8

ANALISA EKONOMI

Keekonomian pabrik dapat dianalisis kelayakannya berdasarkan beberapa kriteria,
salah satunya adalah NPV (Net Present Value) yang menunjukan profil jumlah uang pada
tahun tertentu. Parameter lain untuk menilai keekonoman pabrik Bitive! seperti discounted
criteria dan nondiscounted criteria diringkas dalam Tabel 2 dan Tabel 3. Hal ini juga terlihat
pada grafik cumulative cash flow pada Gambar 4.

Tabel 2. Discounted criteria
Parameter Nilai
Discounted Payback Period (DPBP) 1,08 tahun
Net Present Value (NPV) Rp 3.670.339.197
Present Value Ratio (PVR) 1,50
Discounted Cash Flow Rate Of Return (DCFROR) 18,48 %

Tabel 3. Nondiscounted criteria
Parameter Nilai
Pay Back Period (PBP) 1,46 tahun
Cumulative Cash Ratio (CCR) 2,73
The Rate of Return on Investment (ROROI) 301 %

Analisis sensitivitas juga perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan
variabel terhadap kriteria keuntungan. Selain itu perlu diketahui juga variabel yang akan
berperan besar terhadap kelayakan ekonomi. Analisis sensitivitas ini mengambil 3 faktor
berupa grassroot cost, cost of manufacturing (COMd), dan harga jual dari Bitive!. Setiap
faktor tersebut dihitung dengan rentang perubahan antara -10% hingga +10% yang
dibandingkan terhadap terhadap NPV dan juga DFCROR. Pengaruh ketiga faktor tersebut
dapat dilihat pada Gambar 6, kemiringan garis yang terbentuk menunjukkan sensitivitas

9

dari setiap faktor terhadap NPV, dimana kemiringan yang tinggi menunjukan pengaruh
yang tinggi atas faktor tersebut terhadap NPV.


Gambar 5. Grafik cumulative cash flow

Analisis sensitivitas memberikan hasil analisis yang baik melalui NPV. Hasil analisis
tersebut menunjukan bahwa dua variabel berupa harga jual Bitive! dan cost of
manufacturing (COMd) menjadi faktor yang sensitif dalam penentuan keekonomian pabrik.
Harga jual Bitive! merupakan variabel yang paling sensitif, ditunjukan oleh kemiringan
garis yang terbentuk diikuti oleh cost of manufacturing (COMd). Hal tersebut
mengindikasikan bahwa sedikit perubahan pada harga jual Bitive! maupun cost of
manufacturing (COMd) dapat mempengaruhi keekonomian pabrik.

-10.000,00
-5.000,00
0,00
5.000,00
10.000,00
15.000,00
20.000,00
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00
C
C
F

(
R
p
)
M
i
l
l
i
o
n
s
Tahun

10


Gambar 6. Analisis sensitivitas produk Bitive!

$-
Rp100.000
Rp200.000
Rp300.000
Rp400.000
Rp500.000
Rp600.000
Rp700.000
-15,0%-10,0% -5,0% 0,0% 5,0% 10,0% 15,0%
N
P
V
x

1
0
0
0
0
Perubahan Parameter
Revenue
Cost of Manufacturing
(COMd)
Grass Root Cost

11


STRATEGI PEMASARAN

Sistem pemasaran produk yang digunakan adalah sistem pemasaran regional.
Sistem distribusi dibagi menjadi lima regional yaitu, Jakarta, Bandung untuk Jawa Barat,
Semarang untuk Jawa Tengah, Surabaya untuk Jawa Timur, dan Yogyakarta. Produk yang
telah dikemas dalam kemasan kardus berisikan 24 kemasan kemudian disdistribusikan
menuju Pusat Distribusi Regional di setiap kota. Distributor adalah penjual yang
mendapatkan produk langsung dari produsen dan menjual kembali ke retailer dan lainnya.
Target retailer Bitive! adalah supermarket, minimarket, dan toko lainnya seperti
Indomaret, Alfamart, Lotte Mart, Circle K, dan lainnya. Sistem pemasaran produk
ditunjukkan pada gambar 5.


12

Bitive!
Distributor in
Bandung
Distributor in
Jakarta
Retailer 1
Retailer 2
Retailer n
Retailer 1
Retailer 2
Retailer n
Distributor in
Semarang
Retailer 1
Retailer 2
Retailer n
Distributor in
Yogyakarta
Retailer 1
Retailer 2
Retailer n
Distributor in
Surabaya
Retailer 1
Retailer 2
Retailer n
Consumer in
Bandung
Consumer in
Jakarta
Consumer in
Semarang
Consumer in
Yogyakarta
Consumer in
Surabaya

Gambar 7 Sistem Pemasaran Produk.


13

PELUNCURAN PRODUK
Peluncuran produk dilakukan pada hari Jumat, 25 April 2014 dalam rangka expo
Ichec. Produk yang dipasarkan berupa biskuit cokelat kacang almond dengan karbon aktif.
Peluncuran produk dilangsungkan selama 3 jam, yaitu pukul 11.00-14.00. Setelah
mempertimbangkan masukan yang telah diberikan oleh konsumen yang telah mecoba
Bitive! pada peluncuran produk awal, maka telah dilakukan beberapa perubahan (Gambar
8), yaitu:
- Penambahan susu agar warna biskuit tidak terlalu hitam
- Penambahan gula agar rasa biskuit lebih manis
- Mencetak biskuit dengan cetakan yang menarik, seperti bentuk hati, bintang, atau
lingkaran


Gambar 8 Prototipe Bitive! tahap akhir
Hasil penilaian rata-rata Bitive! dari 200 konsumen yang telah mencoba produk ini
ditampilkan pada Tabel 4
Tabel 4 Rekap Kuesioner selama peluncuran produk. Skala : 1 (sangat buruk)- 5 (sangat baik)
Rasa Aroma Tekstur Penampilan Tingkat Kemanisan

14

3.87 3.54 2.87 3.77 4.12

Dari hasil penilaian kuesioner tersebut dapat disimpulkan bahwa Bitive! dapat
diterima oleh konsumen dari sisi rasa, aroma, penampilan, dan tingkat kemanisan. Namun
ternyata tektur Bitive masih terlalu keras sehingga untuk ke depannya akan dilakukan
perubahan komposisi untuk mentega dan tepung terigu.
Pada saat peluncuran produk, Bitive! dikemas dengan menggunakan kemasan dari
bahan kertas, karena sulitnya mencari percetakan plastic alumunium yang menerima
pesanan sedikit saja. Untuk realisasinya, Bitive akan dikemas dengan kemasan yang jauh
lebih menarik baik dari segi desain dan material kemasan. Bitive! akan dijual baik di toko-
toko maupun supermarket dengan harga Rp 2.500 per kemasan.

Gambar 9 Peluncuran Produk Bitive!







15


LAMPIRAN

A.1. Perhitungan CGR (Grass Root Cost)

Equipment's
Name
Part
Purchased Cost
CEPCI
New
CEPCI
Equipment's
type
Description Capacity K1 K2 K3 Cp New Cp
Green Leaf
Sifter
Screen 397 573
Vibrating
Screen
Area (m2) 2,25 4,049 -0,89 0,326 5972,08 8619,66
Cookies dryer Dryer 397 573 Tray Dryer Area (m2) 2 3,695 -0,45 -0,12 3525,19 5088,00
Mixing Tank
Adonan
Mixer 397 573 Propeller
Power
(kW)
1 4,321 -0,96 0,135 20926,66 30203,97

Equipment's
Name
Pressure Factor Material Factor BM Factor
Cbm
Pressure C1 C2 C3 Range Fp Material Id. No. Fm B1 B2
Green Leaf
Sifter
1 1 1 1 1 1 - - 1 0 1,34 11550,34
Cookies dryer 1 1 1 1 1 1 - - 1 0 1,25 6360,00
Mixing Tank
Adonan
1 1 1 1 1 1 SS 20 3,1 0 1,38 129212,60

Equipment's Name Jumlah alat Harga Total ($)
Green Leaf Sifter
1 11550,34
Cookies dryer
1 6360,00
Mixing Tank Adonan
1 129212,60
Total Harga
147122,96

Total CBM 2013 USD 147.123
CTM USD 173.605 Rp 1.919.708.214
CGR USD 247.167 Rp 2.459.829.508






16

A.2. Perhitungan Cost of Manufacturing (COM)

Perhitungan Harga Bahan Baku

Bahan Baku
Kuantitas
(kg/batch)
Harga per
kuantitas
(Rp/kg)
Harga per batch
(Rp/batch)
Lama batch
(waktu /
batch)
Harga Per Tahun
(Rp / tahun)
Tepung Terigu 2,000 7.000 14.000 1 115.248.000
Coklat bubuk 0,250 120.000 30.000 1 246.960.000
Susu bubuk 0,400 50.000 20.000 1 164.640.000
Telur 0,800 12.500 10.000 1 82.320.000
Gula 1,000 9.600 9.600 1 79.027.200
Almond 1,000 150.000 150.000 1 1.234.800.000
Choco chips 1,000 55.500 55.500 1 456.876.000
Mentega 1,000 35.000 35.000 1 288.120.000
Norit 0,004 26.000.000 97.500 1 802.620.000
TOTAL 3.470.611.200

Perhitungan Biaya Utilitas
Utilitas Kuantitas Satuan
Harga per
kuantitas
Satuan
Harga per
Jam
Harga Per
Tahun
Air 0 kg/jam 3.159 Rp/kg 316
2.600.489
Listrik 4 KWh 485 Rp/KWh 1.940
15.970.080
TOTAL 2.256 18.570.569

Perhitungan Biaya Pekerja
Jumlah kerja
49 minggu/ tahun
1 operator
5 shift/minggu
245 shift/tahun
Jumlah shift yang dibutuhkan
1.095 shift/tahun
Jumlah operator yang dibutuhkan
4 operator
N np
2 1 dryer, 1 mixer
P
0
Konstanta Persamaan Nol
6,29 31,7
0,23
N ol
3
Operating labor
11,61
12 Operator
Upah Menengah Harian di Indonesia
18.000.000 Rp/tahun
Total
216.000.000 Rp/tahun

Konstanta COM tanpa depresiasi 0,280 2,730 1,230
COMd
Rp 5.646.653.867

17

A.3. Perhitungan Parameter Keekonomian

Asumsi yang digunakan pada perhitungan
- Umur pabrik : 12 tahun
- Depresiasi : 5 years MACRS
- Discount rate : 0,1 p.a.
- FCI : tahun pertama dan kedua
- land cost : Rp 500.000.000
- Tax : 0,35 p.a.
- Pada tahun ketiga kapasitas produksi : 100%
- Salvage value : 0

Tahun ke Investasi COMd Revenue dkSL dkDDB
0 -500.000.000,00 0 0 0 0
1 -1.366.571.948,61 0 0 0 0
2 -6.806.096.961,11 0 0 0 0
3 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 0 546.628.779,45
4 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 485.892.248,40 874.606.047,11
5 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 374.831.163,05 524.763.628,27
6 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 314.858.176,96 314.858.176,96
7 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 314.858.176,96 188.914.906,18
8 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 157.429.088,48 0
9 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 0 0
10 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 0 0
11 0,00 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 0 0
12 5.939.525.012,50 5.646.653.866,85 8.232.000.000,00 0 0



year BV CF CCF DF DCF CDCF
0 0 -500.000.000,00 -500.000.000,00 1,00 -500.000.000,00 -500.000.000,00
1 1.366.571.948,61 -1.366.571.948,61 -1.866.571.948,61 0,91 -1.242.338.135,10 -1.742.338.135,10
2 2.733.143.897,23 -6.806.096.961,11 -8.672.668.909,72 0,83 -5.624.873.521,58 -7.367.211.656,68
3 2.186.515.117,78 1.871.795.059,36 -6.800.873.850,37 0,75 1.406.307.332,35 -5.960.904.324,33
4 1.311.909.070,67 1.986.587.103,04 -4.814.286.747,33 0,68 1.356.865.721,63 -4.604.038.602,70
5 787.145.442,40 1.864.142.256,44 -2.950.144.490,88 0,62 1.157.485.676,24 -3.446.552.926,46

18

6 472.287.265,44 1.790.675.348,49 -1.159.469.142,40 0,56 1.010.789.551,41 -2.435.763.375,05
7 157.429.088,48 1.790.675.348,49 631.206.206,09 0,51 918.899.592,19 -1.516.863.782,86
8 0 1.735.575.167,52 2.366.781.373,60 0,47 809.658.624,56 -707.205.158,30
9 0 1.680.474.986,55 4.047.256.360,15 0,42 712.685.439,53 5.480.281,23
10 0 1.680.474.986,55 5.727.731.346,70 0,39 647.895.854,12 653.376.135,34
11 0 1.680.474.986,55 7.408.206.333,25 0,35 588.996.231,02 1.242.372.366,36
12 0 7.619.999.999,05 15.028.206.332,30 0,32 2.427.966.830,65 3.670.339.197,01

Nondiscounted criteria
PBP 1,46 tahun
CCR 2,73
ROROI 301 %

Discounted criteria
DPBP 1,08 tahun
NPV Rp 3.670.339.197
PVR 1,50
DFCROR 18,48 %