Anda di halaman 1dari 8

VII.

Pembahasan
Pada praktikum Pembuatan Sediaan Tablet dengan Bahan Aktif Tunggal
(Asetosal) menggunakan Metode Kempa Langsung. Tujuan dari metode kempa
langsung adalah menghindari berbagai masalah ang timbul pada granulasi basah
maupun granulasi kering. Pembuatan tablet dengan ke!epatan tinggi memerlukan
eksipien ang memungkinkan pengempaan langsung tanpa tahap granulasi
terlebih dahulu. "ksipien ini terdiri dari #at berbentuk fisik khusus ang
mempunai sifat aliran dan kempa ang diinginkan. Sedikit perubahan pada sifat
fisik dapat megubah sifat alir dan sifat kempa sehingga menjadi tidak sesuai untuk
dikempa langsung. Metode kempa langsung biasana dilakukan untuk bahan$
bahan obat ang mempunai daa kompresibilitas tinggi dan daa alir ang
tinggi.
Pada praktikum ini% digunakan formula sebagai berikut&
'( Asetosal )* gr
"m!ompress (Star!h '+) ,- gr
.a. Star!h /likolat , gr
Tal!um - gr
As. Stearat - gr
untuk kemudian dibuat tablet sebanak )** tablet dengan komposisi tiap tablet
sebesar -**mg(tablet. Kempa langsung merupakan suatu metode pembuatan tablet
dengan mengempa langsung !ampuran #at aktif dan eksipien kering tanpa melalui
perlakuan a0al terlebih dahulu. Metode ini digunakan untuk bahan ang memiliki
sifat mudah mengalir sebagaimana juga sifat$sifat kohesifna ang
memungkinkan untuk langsung dikompresi dalam mesin tablet tanpa memerlukan
granulasi basah atau kering.
Pada formula diatas% #at aktif ang digunakan adalah asetosal. Asetosal
adalah salah satu sena0a organik ang dapat disintesis. Khasiat dari asetosal atau
lebih dikenal dengan aspirin adalah sebagai analgetik% antipiretik% dan sering pula
digunakan sebagai pen!egah atau melepaskan dingin atau infeksi pernafasan akut.
1imana aspirin merupakan obat bebas hasil reaksi asam asetil. Asetosal
mempunai rumus molekul 2
3
4
5
.
,
dengan pemerian serbuk hablur putih% tidak
berbau atau hampir tidak berbau% rasa asam.
Star!h '+ merupakan #at tambahan atau eksipien ang dapat digunakan
sebagai diluent% disintregan% pengikat% dan pengisi. 1alam formula ini konsentrasi
dari star!h r+ adalah sebesar )*%5)6 sehingga dalam formula ini star!h r+
digunakan sebagai #at pengikat dan pengisi. Star!h r+ dapat digunakan sebagai
disintregan dengan konsentrasi 7$-)6.
"ksipien berikutna adalalah .a Star!h /li!olat. .a Star!h /li!olat
merupakan turunan amilum solani% digunakan sebagai disintegrator tablet
terutama dalam pembuatan tablet dengan metode kempa langsung. Konsentrasi
ang biasa digunakan untuk .a Star!h /li!olat ang dapat berfungsi sebagai
distintegrator tablet adalah antara -6 hingga 56 dengan konsentrasi optimum
adalah ,6. .a Star!h /li!olat dapat berfungsi sebagai disintegrator. Pemerian .a
Star!h /li!olat adalah sebagai berikut% putih% higroskopis.
Talkum merupakan #at tambahan ang digunakan sebagai anti!aking
agent% glidant% pemba0a dalam sediaan tablet% dan sebagai pelin!ir tablet. Talkum
juga dapat berfungsi sebagai penghambat disolusi #at aktif dari tablet untuk
sediaan lepas lambat. Talkum merupakan sena0a dengan rumus molekul
Mg
8
(Si
-
9
)
)
,
(94)
,
dengan pemerian serbuk sangat halus% serbuk keputihan dan
agak abu.
Asam stearat digunakan sebagai pelin!ir tablet. Pada formula ini
penggunaan asam stearat sebenarna kurang tepat% karena menurut literatur asam
stearat akan mengalami inkompatibilitas dengan sena0a basa. Seperti diketahui
teofilin ang digunakan sebagai #at aktif bersifat basa lemah% sehingga ada
kemungkinan akan terjadi reaksi maka dari itu penggunaan asam stearat sebaikna
diganti dengan Mg stearat.
Setelah alat ang dibutuhkan dipersiapkan bahan$bahan ang disebutkan
diatas diaak terlebih dahulu. Bahan ang telah diaak kemudian ditimbang.
Bahan ang telah ditimbang dimasukkan ke dalam plasti! untuk mengalami
proses pen!ampuran% semua bahan diko!ok se!ara konstan selama :) menit
sampai homogen.
Bahan ang telah ter!ampur homogen kemudian die;aluasi. ";aluasi ang
dilakukan adalah laju alir% tap density% dan loss on drying (L91). Setelah
die;aluasi% bahan dimasukkan ke dalam reser;oir tablet kemudian mesin
dijalankan dengan skala punch and die ang telah dioptimasi.
Tablet ang sudah jadi die;aluasi untuk mengetahui kelaakan dari tablet
tersebut. ";aluasi tablet ang dilakukan adalah uji keseragaman ukuran dan
bobot% uji friabilitas% uji kekerasan (hardness test)% dan uji 0aktu han!ur
(disintegration test).
Sebelum di!etak menjadi bentuk tablet% bahan$bahan ang sudah
ter!ampur membentuk serbuk die;aluasi terlebih dahulu. ";aluasi serbuk ang
pertama dilakukan adalah Loss on Drying% pengujian ini pertama kali dilakukan
karena melalui pengujian ini akan didapatkan data apakah serbuk dapat dikempa
langsung atau harus melalui proses granulasi basah dalam prosesna dari serbuk
menjadi bentuk tablet. Loss on Drying Test dilakukan dengan !ara mengukur
kadar air ang hilang pada serbuk sebelum dan sesudah serbuk tersebut
dipanaskan menggunakan suatu alat% kadar air tersebut di ukur dengan !ara
menghitung massa a0al saat serbuk belum dipanaskan dan massa akhir setelah
serbuk dipanaskan. Serbuk ang dapat dikempa langsung dalam prosesna
menjadi sebuah tablet adalah serbuk ang memiliki kadar air :%<$)%8 6 . Kadar
air ang kurang dari :%< 6 menebabkan serbuk sangat kering mempunai daa
integrasi ang tinggi satu dengan ang lain karena tidak mampu membentuk
ikatan antar molekul ang menebabkan saat usai di!etak% serbuk tersebut akan
mudah sekali pe!ah% sehingga serbuk akan sangat sulit untuk di!etak se!ara
langsung. Sedangkan kadar air ang melebihi )%86 menebabkan serbuk sangat
sulit di!etak karena molekul air ang tinggi pada serbuk menebabkan
renggangna jarak antar partikel serbuk sehingga serbuk sangat sulit diberi
tekanan (dikempa) menjadi massa kompak. 4asil pengujian Loss on
Drying=menunjukan bah0a serbuk asetosal memiliki kadar air -%<- 6 sehingga
serbuk asetosal dapat dikempa langsung untuk menjadi tablet. Asetosal memiliki
bentuk kristal non kubus % sehingga saat proses kempa langsung diperlukan
perlakuan tertentu untuk membentuk asetosal memiliki massa kompak% seperti
penambahan pengisi aitu encompress.
";aluasi serbuk ang dilakukan selanjutna adalah Tap Density. Tap
density digunakan untuk mengukur kerapatan serbuk asetosal sebelum dan
sesudah ditapping% sehinggaa akan didapatkan persen kompresibilitas. 1imana
porositas disini adalah porositas antar serbuk berdasarkan teori kerapatan granul
(kerapatan ang dihitung tidak termasuk rongga dan pori dalam partikel #at itu
sendiri% hana rongga antar partikel saja). Persen kompresibilitas didapatkan
dengan !ara &
1idapatkan hasil persen kompresibilitas serbuk sebesar :<%58 6% kompresibilitas
menunjukan posrositas dari serbuk tersebut. Partikel serbuk asetosal nata tidak
bulat bentukna dan juga tidak sama ukuranna% namu diharapkan bah0a partikel
partikel serbuk umumna bisa mempunai tiap susunan antara kedua pengepakan
ideal (pengepakan ideal dianalogikan saat bentuk granul serbuk bulat semburna
dimana pengepakan paling dekat( sesudah taping adalah -86 dan pengepakan
paling longgar( pengepakan sebelum taping adalah ,56) dan kebanakan serbuk$
serbuk dalam praktekna mempunai porositas 7*$)*6. Tetapi jika ukuran
partikel$partikelna sangat berbeda% partikel$partikel ke!il bisa tersaring antara
partikel$partikel ang besar sehingga memberikan porositas diba0ah minimum
teoritis -86 seperti halna serbuk ang diuji pada praktikum memiliki porositas
:<%586% hal tersebut disebabkan ketidaksamarataan ukuran partikel #at aktif
dengan partikel tambahan lainna.
";aluasi sediaan serbuk ang terakhir adalah Powder Flow Tester . Sudut
istirahat menunjukan gaa gesekan pada serbuk renggang dimana sudut tersebut
adalah sudut maksimum ang meungkin terdapat antara permukaan dari setupuk
serbuk dan bidang hori#ontal. Sifat serbuk bulk agak analog dengan !airan non
ne0ton% menunjukan aliran plastik dan kadang kadang dilatansi% partikel partikel
dipengaruhi oleh gaa tarik menarik sampai derajat ang ber;ariasi.9leh karena
itu serbuk bisa jadi mengalir bebas atau melekat ang dapat diukur dengan sudut
istirahat dengan menggunakan metode powder flow test . Sebanak :) gram
serbuk ditimbang lalu dituang kedalam !orong ang telah ditutup. Lalu tutup
dibuka dan dihitung 0aktu tinggi% diameter serbuk dab laju alir. Setelah
didapatkan tinggi% diameter dapat didapatkan sudut istirahat. /aa gesekan pada
serbuk renggang perlu diketahui untuk mengetahui kekasaran serbuk karena
semakin kasar dan makin tidak beraturan permukaan partikel akan makin tinggi
sudut istirahatnna dan semakin ke!il ukuran serbuk ang diba0ah ukuran mesh
no :** juga dapat meningkatkan sudut istirahat serbuk ang kemudian akan
berpengaruh para proses pen!etakan tablet na. Sudut istirahat ang
diperbolehkan harus kurang dari -) derajat karena jika lebih dari itu menunjukan
burukna sifat alir dari sebuk ang akan berpengaruh pada proses
ketidakseragaman ke!epatan mengalirna serbuk ke lubang !etakan% Sedangkan
hasil e;aluasi sediaan praktikum didapatkan sudut istirahat :3%, 6 ang berarti
serbuk tersebut memenuhi sarat untuk di formulasi dan di!etak. >ntuk
membantu memperbaiki karakteristik aliran% seringkali ditambahkan peli!ir
(glidant) pada serbuk granular% pada formulasi praktikum ini glidant ang
ditambahkan adalah asam stearat dan talkum% namun kadar talkum tidak boleh
terlalu banak (pada formulasi ditambahkan talkum , mg untuk satu tablet)
karena penambahan talkum pada konsentrasi terlalu tinggi justru akan menaikan
sudut istirahat.
Selanjutna serbuk$serbuk ang telah diuji tadi di!etak menjadi tablet
asetosal. Sarat$sarat tablet ang baik% sebagai berikut&
:. Tablet harus kuat% tahan terhadap gon!angan dan tahan abrasi pada saat
pengemasan dan distribusi
-. Tablet memiliki keseragaman bobot dan kandungan obat
7. Tablet dapat terbioa;aibilitas
,. Tablet memiliki karakteristik 0arna% bau% dan rasa sebagai identitas
produk
). Tablet memiliki kestabilan ang baik dan dapat terefikasi
Setelah tablet asetosal ter!etak% diuji pula tablet$tablet ang sudah di!etak dengan
berbagai pengujian% di antarana&
>ji Keseragaman Bobot dan >kuran
Pada e;aluasi tablet dilakukan beberapa e;aluasi termasuk uji
keseragaman bobot dan ukuran. 4al ini bertujuan untuk menge;aluasi
keseragaman bobot dan ukuran tablet ang di!etak agar memenuhi persaratan
ang ada. >ji keseragam bobot dilakukan dengan menimbang -* tablet
menggunakan timbangan analitik dan dihitung bobot rata$ratana. Berdasarkan
per!obaan dan perhitungan didapatkan bobot rata$rata tablet sebesar *%-*), g.
Berdasarkan persaratan ang ditetapkan oleh 1epkes '? (:3<3)% persentase
penimpangan bobot tablet terhadap bobot rata$rata tablet ang memenuhi
persaratan untuk bobot rata$rata :): $ 7** mg adalah penimpangan bobot dari
dua tablet tidak boleh lebih dari <)6 bobot rata$rata dan tidak boleh satu tablet
pun bobotna menimpang dari :)6 dari bobot rata$rata. Berdasarkan data dari
-* tablet ang die;aluasi keseragaman bobotna% tablet ang dibuat memenuhi
persaratan sesuai farmakope dimana penimpangan bobot dari dua tablet tidak
lebih dari <)6 bobot rata$rata dan tidak satu tablet pun bobotna menimpang
dari :)6 bobot rata$rata.
>ntuk e;aluasi keseragaman ukuran dilakukan dengan mengukur diameter
dan tebal -* tablet menggunakan jangka sorong dan dihitung rata$rata diameter
dan tebal tablet. Penggunaan jangka sorong berfungsi untuk meningkatkan akurasi
dari pengukuran karena jangka sorong memiliki tingkat ketelitian hingga *%*:
mm. Berdasarkan data dan perhitungan didapatkan diameter rata$rata tablet adalah
5%*,5 mm dan tebal 7%5<5) mm. 4asil e;aluasi ini memenuhi sarat ang
di!antumkan farmakope dimana diameter tablet tidak lebih dari 7 kali tebal tablet
dan tidak kurang dari :@ tebal tablet.
>ji friabilitas
Tablet ang baik harus tahan terhadap benturan dan bantingan sehingga
harus dilakukan uji friabilitas tablet. ";aluasi ketahanan tablet terhadap benturan
dan bantingan perlu dilakukan untuk menjaga mutu dari sediaan menghindari
kerusakan sediaan terutama saat pengemasan dan pendistribusian. Pengujian
dilakukan menggunakan alat friabilator dengan prinsip kerja alat ini aitu
memberikan bantingan terhadap sejumlah tablet selama :** putaran (:**
bantingan) atau ang setara dengan , menit. Aumlah tablet ang diuji bergantung
pada bobot per tabletna. Pada sebuah literatur (4andbook of Pharma!euti!al
Manufa!turing Bormulation Col. :) disebutkan% untuk tablet dengan bobot setara
atau kurang dari 8)* mg% jumlah tablet ang diuji menga!u pada berat totalna
akni sekitar 8%) g. Sedangkan untuk tablet dengan bobot lebih dari 8)* mg%
jumlah tablet ang diuji !ukup :* tablet.
Tablet ditimbang dengan bobot a0al aitu 8%:<,< g kemudian dimasukkan
ke alat friabilator dan dinalakan selama , menit. Kemudian bobot akhir tablet
ditimbang dan didapatkan sebesar 8%:<-* g. Berdasarkan hasil perhitungan
didapatkan friabilitas tablet adalah *%*,7< 6. 4asil ini memenuhi persaratan
friabilitas tablet aitu D:6 sehingga dapat dikatakan tablet memiliki ketahanan
ang baik terhadap benturan dan gesekan.
>ji Kekerasan Tablet (Hardness Tester)
Tahap e;aluasi selanjutna adalah uji kekerasan tablet (4ardness Tester).
Kekerasan tablet ang !ukup serta tahan penerbukan dan kerenahan merupakan
persaratan penting bagi penerimaan konsumen. Tujuan dari dilakukanna uji
kekerasan ini adalah untuk mengetahui kekuatan tablet dimana tablet harus
mempunai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenahan agar
dapat bertahan terhadap berbagai gun!angan mekanik pada saat pembuatan%
pengepakan dan pengepalan. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap
perlakuan berlebihan oleh konsumen. Kekerasan tablet sangat penting
diperhatikan terutama untuk produk ang mempunai masalah bioa;aibilitas
nata atau potensial serta pada produk ang sensitif atas gangguan pada profil
pelepasan pelarutan sebagai fungsi dari tenaga kerja ang digunakan. Pengujian
dilakukan terhadap -* tablet% dengan !ara sebuah tablet diletakkan di antara ruang
penjepit kemudian dijepit dengan memutar alat penekan% sehingga tablet kokoh
ditempatna dan petunjuk berada pada skala *% melalui putaran pada sebuah
sekrup% tablet akan pe!ah dan diba!a penunjuk skala pada alat tersebut. Setelah
han!ur skala dikembalikan kembali kepada titik nol untuk memulai pengujian
tablet ang lainna hingga tablet ke -*. Keras tablet ang ideal pada umumna
menunjukan rentang angka 8*$5* .. Pada uji kekerasan tablet ini diperoleh rata$
rata keras tablet <<%8-) . sehingga masuk persaratan kekerasan tablet ang baik.
>ji Eaktu 4an!ur dengan Disintegration Tester
Pengujian terakhir untuk tablet adalah Disintegration Test ang bertujuan
untuk mengukur 0aktu han!ur tablet. Ketentuan prosedurna adalah sebanak 8
tablet dimasukkan ke dalam masing$masing kolom% kemudian dimasukkan
!akram ke dalam masing$masing kolom tersebut. Kolom tersebut dimasukkan ke
dalam beaker glass ang berisi air sebanak :*** ml dengan suhu 7<
o
2 ang
telah berada di dalam Disintegrator Tester. Suhu 7<
o
2 tersebut digunakan supaa
menerupai suhu tubuh manusia dan disesuaikan dengan prosedur ang ter!antum
di Barmakope ???.
Colume !airan dalam 0adah sedemikian rupa sehinga pada titik tertinggi
gerakan ke atas% ka0at kasa berada paling sedikit -%) !m diba0ah permukaan
!airan dan pada gerakan ke ba0ah berjarak tidak kurang dari -%) !m dari dasar
0adah. 4al ini perlu diperhatikan supaa kehan!uran tablet benar$benar dalam
kondisi ang memenuhi sarat di Barmakope ???. Kemudian% dinalakan
Disintegrator Tester

dan diamati keadaan tablet hingga semua han!ur sempurna.
Tablet dinatakan han!ur jika tidak ada bagian tablet ang tertinggal di atas
kasa.1ari data ang didapat% tablet$tablet tersebut han!ur dalam 0aktu -7%:3
detik. 4al ini sesuai dengan persaratan uji tablet di Barmakope ??? bah0a tablet
tidak bersalut kurang dari :) menit. 1an seluruh tablet han!ur sempurna sesuai
ketentuan% tablet tersebut harus han!ur sempurna. Bila satu atau dua tablet tidak
han!ur sempurna maka pengujian diulangi. 1engan kata lain% tablet ang diuji
telah memenuhi persaratan uji Barmakope ??? tentang 0aktu han!ur.
>ji$uji ang dilakukan terhadap tablet berguna untuk penga0asan mutu.
4al ini dilakukan selama proses produksi se!ara periodik karena akan melibatkan
biaa ang sangat besar apabila pada akhir produksi ternata menghasilkan tablet
ang tidak memenuhi persaratan.