Anda di halaman 1dari 14

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA

MAKALAH



Disusun Oleh:

Ari Mulyanto
Ayuni Makhzun
Ahmad Taslim
Leonandro Bosthon
Pardamean Manurung
Feroza Angga
M. Abduh Alim Tan
M. Gupron Nurhalim
Yuvica Oktaviana P


TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan nikmatnya kepada kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Tak
lupa solawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, keluarganya, sahabatnya, para tabiin.
Semoga makalah yang berjudul Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan
Negara Indonesia, dapat bermanfaat bagi pembacanya. Semoga dapat menjadikan
motivasi menuju cinta tanah air. Kami juga mengakui masih banyak kekurangan
dalam makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Terimakasih.

Cilegon, Oktober 2012



penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Tujuan Makalah
C. Rumusan Masalah

BAB II ISI
A. Ideologi
B. Ideologi Pancasila
C. Kedudukan dan Fungsi Pancasila
BAB III KESIMPULAN
A. Kesimpulan
B. Kritik dan Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makna Pancasila seolah-olah terlupakan oleh sebagian besar
masyarakat Indonesia pada era kini. Pancasila hanya dijadikan suatu
catatan sejarah saja. Tidak dimaknai dan dijalankan oleh masyarakat
Indonesia. Padahal pancasila merupakan ideologi bangsa dan negara ini,
yang seharusnya menjadi pedoman hidup sehari hari. Rakyat indonesia
sudah melupakan perjuangan para pahlawan merumuskannya melalui
proses yang sangat panjang dan luar biasa. Para pahlawan berani mati
demi menggapai cita cita mendirikan negara ini dengan landasan
pancasila. Pengorbanan tersebut akan sia-sia apabila amanat para pendiri
negara yaitu pancasila yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945
alenia ke-4 ini tidak di jalankan oleh masyarakat Indonesia.
Untuk menghadapi hal ini para generasi mudalah yang mempunyai
peran besar. Jika pemudanya gigih memperjuangkan pancasila dari efek
buruk globlalisasi tentu akan maju negara ini. maka dari itu pemuda
indonesia harus menanamkan hakikat hakikat pancasila mulai dari
sekarang. Menggunakannya sebagai pandangan hidup dalam berbangsa
dan bernegara. Pancasila harus ada dalam kehidupan para pemuda bangsa
ini, agar norma dan nilai dalam pancasila tidak hilang. Karena pancasila
merupakan ideologi yang berbeda dari negara lain.

B. Tujuan Makalah
1. Memberikan pemahaman tentang ideologi pancasila
2. Menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan lebih memahami ideologi
pancasila

C. Perumusan Makalah
1. Apa yang di maksud ideologi pancasila?
2. Bagaimana proses perumusan ideologi pancasila?
3. Apa fungsi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Ideologi
Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti melihat, atau
idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan buah pikiran dan kata logi
yang berarti ajaran. Dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang
gagasan dan buah pikiran.
Puspowardoyo (1992) menyebutkan bahwa ideologi dapat dirumuskan
sebagai komplek pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan
seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya
serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman
yang dihayatinya seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak
benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.
Menurut pendapat Harol H. Titus. Definisi dari ideologi adalah: Aterm
used for any group of ideas concerning various political and aconomic issues
and social philosophies often applied to a systematic scheme of ideas held by
groups or classes, artinya suatu istilah yang digunakan untuk sekelompok cita-
cita mengenai bebagai macam masalah politik ekonomi filsafat sosial yang
sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang suatu cita-cita
yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

B. Ideologi Pancasila
Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta ideologi bangsa dan negara
Indonesia, tidak terbentuk secara mendadak, serta tidak hanya diciptakan oleh
seseorang, tetapi terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang
dalam sejarah bangsa Indonesia.
Agar memiliki pengetahuan tentang proses terjadinya Pancasila, maka
harus dilihat berdasarkan proses kausalitas atau asal mula.
Atas dasar teori kausalitas asal mula atau kausa dibedakan atas empat macam,
yaitu
a. Kausa Materialis
b. Kausa Formalis
c. Kausa Efficient
d. Kausa Finalis
Mengingat Pancasila itu lahir / terbentuk melalui proses yang sangat
panjang, maka secara kausalitas, asal mula Pancasila dibedakan atas dua
macam yaitu kausa / asal mula yang langsung dan kausa / asal mula yang tidak
langsung ; dan empat kausa diatas masuk dalam kausa langsung dari
Pancasila.
Adapun pengertiannya sebagai berikut :
1) Asal Mula yang Langsung.
Adalah asal mula yang langsung berkaitan dengan terjadinya
Pancasila sebagai dasar filsafat negara; yaitu asal mula yang sesudah dan
menjelang Proklamasi Kemerdekaan (sejak dirumuskan dalam sidang
BPUPKI Pertama, Panitia Sembilan, Sidang BPUPKI Kedua serta sidang
PPKI sampai pengesahannya).
Adapun rincian asal mula langsung Pancasila sebagai berikut :
a) Asal Mula Bahan (kausa materialis) Nilai-nilai dasar Pancasila digali
dan diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan serta nilai
religius yang dimiliki bangsa Indonesia; maka kausa materialis atau
asal mula bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia sendiri.
b) Asal Mula Bentuk (kausa formalis) ialah siapa yang merumuskan
Pancasila sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945.
Bentuk, rumusan dan nama Pancasila sebagaimana termuat dalam
Pembukaan UUD 1945 dirumuskan dan dibahas oleh Ir. Soekarno
bersama Drs. Moh. Hatta serta anggota BPUPKI lainnya; maka kausa
formalis / asal mula bentuk Pancasila adalah : Ir. Soekarno , Drs. Moh.
Hatta serta anggota BPUPKI.
c) Asal Mula Karya (kausa efficient) ialah asal mula yang menjadikan
Pancasila dari calon dasar negara menjadi dasar negara yang sah.
PPKI sebagai pembentuk negara, dan atas kuasa pembentuk negara
yang mengesahkan pancasila menjadi dasar negara yang sah; maka
kausa efficient / asal mula karya Pancasila adalah PPKI.
d) Asal Mula Tujuan (kausa finalis) ialah apa tujuan para pendiri bangsa
merumuskan dan membahas Pancasila.
BPUPKI dan Panitia Sembilan termasuk Soekarno dan Hatta
merumuskan dan membahas Pancasila tujuannya adalah untuk
dijadikan sebagai dasar negara; maka kausa finalis / asal mula tujuan
Pancasila adalah : anggota BPUPKI, Panitia Sembilan serta Soekarnoa
dan Hatta.
2) Asal Mula yang Tidak Langsung.
Adalah asal mula yang tidak langsung berkaitan dengan terjadinya
Pancasila sebagai dasar filsafat negara; yaitu asal mula yang sebelum
Proklamasi Kemerdekaan ( asal mula nilai-nilai Pancasila yang terdapat
dalam adat istiadat, kebudayaan, serta dalam nilai-nilai agama bangsa
Indonesia ).
Dapat disimpulkan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila adalah
bangsa Indonesia sendiri. Apabila dirinci asal mula tidak langsung
Pancasila sebagai berikut :
a) Unsur-unsur / nilai-nilai dasar Pancasila ( nilai Ketuhanan, nilai
kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan )
sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat negara ,
telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
b) Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat
(berupa nilai adat istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius) jauh
sebelum membentuk negara.

C. Kedudukan dan Fungsi Pancasila
1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa.
Sebagai makluk Tuhan YME untuk mencapai kehidupan yang
lebih sempurna, manusia senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang
dijunjung sebagi pandangan hidup. Pandangan hidup berfungsi sebagai
kerangka acuan dalam menata kehidupan pribadi maupun kehidupan
dalam masyarakat serta alam sekitarnya.
Maka dalam kedudukannya sebagai pandangan hidup bangsa,
Pancasila berfungsi / merupakan kerangka acuan dalam menata kehidupan
rakyat / bangsa dan wilayah Indonesia. Proses perumusan pandangan
hidup masyarakat dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup
bangsa dan selanjutnya pandangan hidup bangsa dituangkan dan
dilembagakan menjadi pandangan hidup negara. Pandangan hidup bangsa
dapat disebut sebagai ideologi bangsa (nasional), dan pandangan hidup
negara dapat disebut sebagai ideologi negara. Transformasi pandangan
hidup masyarakatmenjadi pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi
dasar negara juga terjadi pada pandangan hidup Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila dahulunya adalah nilai-nilai yang terdapat
pada bangsa Indonesia (dalam adat istiadat, kebudayaan, agama,) sebagai
pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pandangan hidup yang ada pada
masyarakat Indonesia tersebut ( sejak zaman Sriwijaya, Majapahit,
Sumpah Pemuda 1928 ) dirintis menjadi pandangan hidup bangsa.
Oleh para pendiri negara dalam sidang BPUPKI, Panitia Sembilan , sidang
PPKI pandangan hidup bangsa tersebut diangkat, dirumuskan dan
disepakati sebagai Pandangan Hidup negara sebagai Ideologi Negara.

2. Pancasila sebagai Dasar Negara.
Dasar formal Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
tersimpul dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi : maka
disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-
Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan
kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam
kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia maka
fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia,
yang bermakna sebagai berikut :
1) Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan
negara.
2) Konsekuensinya seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan negara (
terutamasegala peraturan perundang-undangan, termasuk proses
reformasi ) dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila.
3) Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hokum
4) Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara, yang secara
konstistusinal mengatur negara Indonesia beserta seluruh unsur-
unsurnya (rakyat, wilayah, pemerintahan negara). Dalam proses
reformasi dewasa ini, MPR melalui Sidang Istimewa tahun 1998
dengan Tap. No. XVIII/MPR/1998, mengembalikan kedudukan
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Oleh karena itu
segala agenda dalam proses reformasi, yang meliputi berbagai bidang
selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat ( sila IV ) juga hrs
mendasarkan pada nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Reformasi tidak mungkin menyimpang dari nilai Ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan.Bahkan reformasi
bersumber pada nilai-nilai tersebut.

3. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Negara Indonesia.
Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep,
pengertian dasar / nilai dasar, cita-cita ; dan logos yang berarti ilmu. Maka
secara harafiah ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar / nilai-
nilai dasar.
Ideologi bangsa dan negara adalah pengertian-pengertian dasar /
nilai-nilai dasar yang manjadi keyakinan dan dijadikan dasar dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat ( berbangsa ) dan bernegara.
Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara
Indonesia dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut :
Pengertian-pengertian dasar / nilai-nilai dasar yang terkandung
dalam Pancasila adalah :
1) Pengertian dasar / nilai dasar Ketuhanan.
2) Pengertian dasar / nilai dasar kemanusiaan.
3) Pengertian dasar / nilai dasar persatuan.
4) Pengertian dasar / nilai dasar kerakyatan.
5) Pengertian dasar / nilai dasar keadilan.
Nilai-nilai dasar tersebut digali dan diangkat dari nilai-nilai adat
istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius yang dimiliki bangsa
Indonesia atau diambil dari pandangan hidup masyarakat Indonesia
sebelum membentuk negara. Maka jauh sebelum negara Indonesia ada
nilai-nilai ( nilai dasar Ketuhanan, nilai dasar kemanusiaan, nilai dasar
persatuan, nilai dasar kerakyatan, nilai dasar keadilan ) tersebut sudah
menjadi ideologi bangsa.
Setelah negara Indonesia terbentuk, nilai-nilai dasar ( yang
merupakan esensi dari sila-sila pancasila ) tersebut dijadikan dasar dalam
mengelola negara / menjalankan pemerintahan, maka nilai-nilai dasar
tersebut menjadi ideologi negara.
Sebagai ideologi bangsa dan negara maka mempunyai derajad
tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan merupakan suatu
asas kerokhanian, pandangan terhadap dunia, pandangan hidup, pedoman
hidup, pegangan hidup yg dipelihara, dikembangkan, diamalkan,
dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan
dengan kesediaan berkorban. Merupakan suatu asas kerokhanian,
pandangan terhadap dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan
hidup artinya Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari (
diamalkan dalam hidup sehari-hari ). Dengan kata lain Pancasila
digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan
kehidupan didalam segala bidang. Berarti pula segala tingkah laku dan
tindakan / perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan
merupakan pancaran dari semua sila Pancasila, karena Pancasila sebagai
satu kesatuan. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, pada
hakekatnya ( sebenarnya ) :
1) Pancasila berakar dari pandangan hidup dan budaya bangsa sendiri
( bukan mengambil dari ideologi bangsa lain ).
2) Pancasila bukan merupakan hasil pemikiran / perenungan
seseorang yang hanya memikirkan kepentingan golongan atau
kelompok tertentu, tetapi Pancasila pada hakekatnya untuk seluruh
lapisan serta unsur-unsur bangsa secara menyeluruh ( karena
Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan
serta nilai religius yang dimiliki bangsa Indonesia atau diambil dari
pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk
negara.
Sebagai ideologi, Pancasila merupakan ideologi terbuka dan
komprehensif. Ideologi komprehensif adalah ideologi yang tidak memihak
pada satu golongan tertentu. Ideologi terbuka mempunyai ciri khas :
1) Nilai-nilai dan cita-citanya digali dari kekayaan rohani, moral dan
budaya masyarakat itu sendiri ; tidak dipaksakan dari luar.
2) Dasarnya hasil musyawarah dan konsensus dari masyarakat ;
bukan keyakinan idiologis sekelompok orang.
3) Ideologi digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri ; tidak
diciptakan oleh negara.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila adalah sebuah ideologi yang berasal dari bangsa
Indonesia sendiri. Untuk merumuskannya juga diperlukan waktu yang
lama dan pemikiran yang dalam. Dari mulai BPUPKI sampai PPKI. Itu
semua memmbutuhkan perjuangan yang luar biasa.
Karena pancasila sebagai ideology bangsa Indonesia mempunyai
fungsi yang luar biasa, salah satunya sebagai pemersatu berbagai suku,
bangsa, agama, ras dan golongan yang ada di Indonesia.

B. Kritik dan Saran
Sebagai warga Negara Indonesia seharusnya lebih memahami apa
itu Pancasila. Karena itu merupakan ideology, ideology berarti pandangan
hidup. Sudah saatnya kita mewujudkan cita cita bangsa Indonesia yang
tercantum dalam UUD 1945 dengan memahami dan melaksanakan
Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2037938-pancasila-sebagai-
ideologi-bangsa/#ixzz25jelXlxb
http://www.sarjanaku.com/2011/05/pancasila-sebagai-ideologi-negara.html
http://localhost.blogdetik.com/2010/02/15/pancasila-sebagai-ideologi-bangsa-
dan-negara/
http://klaussurinka.blogspot.com/2010/05/pancasila-sebagai-ideologi-bangsa-
dan.html