Anda di halaman 1dari 17

Tips OSCE UKDI :

1. Ingat waktu hanya 15 menit. 1 menit baca soal. 1 menit terakhir siap2 keluar. 13
menit waktu efektif utk mengerjakan.
2. 13 menit itu harus secara cerdas dibagi ke tiap2 item insruksi yang jumlahnya
beragam. Ada 1 meja yg 6 item. Adapula yg cuma 2.
3. Kalau paham pentingnya alokasi waktu.Jgn berlama2 di satu item. Ex.
Anamnesis. Kepengen perfect..nanti nulis resep ga sempet.
4. Setiap didepan ruang ujian (station) baca basmallah dan tenang.. kalau kita
tenang. Lebih mudah Recall ingatan semasa koass.
5. Bacalah soal didepan pintu dan lgsg bayangkan apa yang bakal dikerjakan. Jgn
ngotot mau ngapal.Didalam ada kok salinan soalnya.
6. Setelah masuk. Walaupun kita disuruh anggap penguji ga ada. Kalo sy saranin
tetap anggap ada. Biar penguji respect ama kita.
7. Lakukan sesuai instruksi. Kalau anamnesis jgn lupa empati. 3S = Senyum,
Sapa, Salam. Simple tapi bernilai.
8. Setelah 3S. Jangan lupa memperkenalkan diri sebagai dokter. Dan meyakinkan
bahwa isi anamnesis dirahasiakan. ;)
9. Saran dosen sy soal poin professionalisme.salah satunya kenaturalan kita saat
anamnesis. Jangan terlihat kaku & terkesan ngapal.
10. Saran dosen yg lain : jgn lupa edukasi cara, penyimpanan, dan dosis pemakaian
obat.selain penguji,pasien beneran bakal respek.
11. Setelah itu. Bila kita ingin pemeriksaan fisik.jangan lupa minta persetujuan
pasien.
12. Kalau pasien dah siap di periksa, jangan lupa cuci tangan ya sesuai panduan
WHO atau Depkes dan pake handschoen..
13. Setelah pemeriksaan fisik, jangan lupa cuci tangan lagi. Jadi. Pem fisik diawali
dan diakhiri oleh cuci tangan.
14. Barulah kita persilakan pasien duduk kembali dan kita jelaskan diagnosis
banding, serta diagnosis kerja yg mungkin.
15. Setelah itu, jelaskan bahwa kita butuh pem penunjang utk konfirmasi diagnosis
kerja,mintalah persetujuan.lalu buat blanko nya.
16. Nanti penguji akan memberikan hasil pemeriksaan yg kita minta. Bila tak ada
data. Maka akan disampaikan..data tidak tersedia.
17. angan langsung meminta pem.roentgen dulu. Biasakan minta hasil laboratorium
dulu. Nanti kelupaan karena kita mrsa tau dx nya.
18. Utk resep dan surat rujukan. Tidak ada tips khusus kecuali latihanlah sebanyak
mungkin. :)
19. Setelah semua selesai. Jangan lupa tanyakan pada pasien. "Apakah bpk/ibu
ada hal yg ingin ditanyakan?" :)
20. waktu bagi penguji untuk menilai kita hanya 15 menit.Tentu yg dilihat lebih ke
pola pikir & prosedural.Bkn pd teknik pmeriksaan.
21. belajar membuat blanko laboratorium. Blanko pemeriksaan penunjang (roentgen
dll). Blanko rujukan. Biasa disiapin 3 blanko tsb.
22. utk persiapan CBT sekali2 coba lirik SKDI (Standar kompetensi dokter Ina)
hampir 80% dari kompetensi 3 dan 4.
23. untuk OSCE.Coba liat stndr komptensi keterampilan klinis. Hanya keluar
kompetensi 3 (mengerjakan dgn supervisi) dan 4 (mandiri)
24. dgn melihat kompetensi. Kalau ketemu kasus yg kit ga pernah latihan saat
persiapan.Paling ga bisa ngira2 kemungkinannya apa.
25. contoh 1 : dari pemeriksaan didapatkan neuritis. Diminta jg Sebutkan DDnya.
Contoh 2: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.
26. belajar untuk bisa memahami bahwa OSCE sebagai ajang kita mengukur
kemampuan saat ketemu pasien. Biar kita rileks dan tenang :-)

Belajar OSCE itu ga bisa instan.mahasiswa kalau bisa coba belajar sedari
dini. Pas koass juga. Karena itu, akun ini terbuka utk semua klgan.














Tulis Resep :

1. Untuk membuat resep jangan lupa tulis nama pasien dan umur.
2. Harus tau nama obat apa yang akan kita berikan. Untuk pendidikan
biasanya kita gunakan obat generik.
3. Terus dosis obat yang akan kita berikan. Ex. 20 mg / 500 mg / 1 g
4. Terus tulis sediaannya apa. Kapsul. Tablet. Sirup. Vial. Atau yg lain.
5. Tulis berapa banyak obat yang mau dikasih. Dalam tulisan romawi.
Misal X = 10. L = 50. XL = 40.
6. Tulis signatura, S. Berapa kali pemberian dalam 1 hari atau keterangan
lainnya.Misal Imm = berikan pd dokter. Prn : kalau perlu.
































OBAT :

1. sediaan obat omeprazole berbentuk suspensi atau tablet.
2. Omeprazole tablet : 10 mg , 20 mg, 40 mg. Suspensi 2 mg/ml.
3. Dosis yang diberikan pada pasien ulkus gaster : 40 mg PO selama 1-2 bulan.
Ulkus duodenum 20 mg PO selama 1 -2 bulan.
4. RANITIDINE :
Sediaannya injection solution 1mg/mL, 25mg/mL
syrup 15mg/mL
tablet/capsule 75mg 150mg 300mg
tablet, effervescent 25mg
5. kotrimoksazole: trimethoprim/sulfamethoxazole
inj solution (16mg/80mg)/mL
oral solution (40mg/200mg)/5mL
tablet 80mg/400mg 160mg/800mg


























PENYAKIT DALAM :

A. gout / arthritis pirai
1. ketika kita masuk jangan lupa senyum sapa salam dan tanyakan identitas
pasien.
2. Setelahnya, jelaskan bhwa kita akan bertanya, bertanyalah scr natural
sakan2 tidak ada pnguji. Poin bisa baik bila kita meyakinkan.
3. Tanyakan secara lengkap nyanyian anamnesis ilmu penyakit dalam. Pasti
inget kan semuanya. Mimin ingetin yg penting2 aja nih :
tanya tanda keluhan akut /inflamasi (+) (karena berpengaruh pd
terapi)
tanya riwayat penyakit serupa (karena berpengaruh pd terapi)
tanya apakah sebelumnya makan makanan seperti emping melinjo,
lalapan, babat, dll (faktor presipitasi)
tanyakan apakah pernah didiagnosis asam urat dan mendapat obat
rutin (berpengaruh thdp terapi).
4. persilakan pasien berbaring utk kita lakukan pem fisik. jgn lupa informes
consent dan cuci tangan ya.
5. Lakukan pemeriksaan tanda vital dan pem fisik generalis. Didapatkan
normal atau demam ringan.jd jangan habiskan waktu bertele2.
6. Status lokalis.Biasanya akut. Tanda inflamasi(+) inspeksi tampak
merah.bengkak.palpasi nyeri.panas. Digerakkan nyeri.ROM terbatas.
7. Setelah pem.fisik selesai persilakan pasien duduk kembali. Jangan lupa
cuci tangan lagi yaaaaaa!! (Sering kelupaan nih)
8. Sampaikan hasil pemeriksaan fisik. Sampaikan DD dan Dx. Dan pem
penunjang yg diperlukan dlm hal ini pem.kimia darah: kadar as.urat.
9. adapun kadar asam urat yang normal berbeda2 tergantung lab. Biasanya
> 6-7 mg/dl. Atau penguji bilang kadarnya meningkat.
10. pemeriksaan penunjang lain berupa foto x ray dilakukan pada kasus
kronik atau kecurigaan lain. Boleh saja disebutkan.
11. Berikan terapi farmakologi. Pada pasien dengan tanda inflamasi akut
terapi berupa kolkisin dan NSAID, biasanya indometasin.
12. dosis kolkisin 0.5 mg / hari. Maksimal 6 mg. Sediaan 0.5 mg tablet.
13. indometasin dosisnya 200 mg/hari selama 2-3 hari. Kemudian turunkan
jadi 100 mg sampai nyeri menghilang.
14. indometasin dapat diberikan 3 kali atau 4 kali dengan sediaan 50 mg.
Sediaan kapsul 25 mg; 50 mg; 75 mg.
15. allopurinol "sebaiknya" diberikan pada pasien kronik yang telah mendapat
allopurinol/obat penurun asam urat secara rutin.
16. allopurinol sediaannya ada 100 mg; 300 mg. Dosis obat utk hiperuricemia
200-500mg. Dapat diberikan dalam 1-2 kali pemberian.
17. Jangan lupa kita jelaskan utk makan terlebih dahulu baru minum obat.
Karena efek samping dari NSAID.
18. Edukasi utk mengurangi gejala inflamasi akut dgn kompres dingin. Setelah
stabil lanjutkan kompres hangat.
19. Edukasi mengenani makanan2 yg harus dihindari yang dapat
meningkatkan kadar asam urat.
20. Berikan resep. Buat surat kontrol dan tanyakan apakah pasien ada yang
ingin disampaikan.






































BAGIAN ANAK :
1.Bronkopneumonia
2.Diare akut
3.Serangan asma
4.Kejang demam
5.Gizi buruk/kurang
6.Cacingan
7.Kejadian ikutan pasca imunisasi
8.DBD
9.Demam tifoid dll






























A. ASMA
1. serangan asma pada anak cukup kompleks. Serangan asma derajat
ringan-sedang-berat.Jadi utk osce kmgkinan serangan asma derajat
ringan.
2. senyum, sapa, salam. Tanyakan identitas dan jelaskan bahwa isi
anamnesis akan dirahasiakan.
3. keluhan utama : anak sesak. Tanyakan waktu terjadinya.Didahului batuk
pilek,udara dingin/malam hari, terpapar debu,stlh aktvtas fisik
4. tanyakan apakah sesak pertama kali atau sudah berulang. Mendapat
pengobatan atau tidak. Riwayat atopi dalam keluarga ada atau tdk.
5. tanyakan apakah sesak pertama kali atau sudah berulang. Mendapat
pengobatan atau tidak. Riwayat atopi dalam keluarga ada atau tidak.
6. apakah asma mengganggu tidur atau mengganggu aktivitas. Pastikan ada
bunyi mengi (walaupun kdg hanya terdengar dengan stetoskop)
7. pem fisik: cuci tangan pakai handschoen. Periksa TTV, berat badan, tinggi
badan, lingkar kepala, lingkar lengan, tentukan status gizi
8. tips TTV : respirasi pasti meningkat; nadi meningkat pada serangan
sedang/berat. Berat badan perlu utk menentukan dosis obat.
9. pada pemeriksaan fisik pemriksaan utk diagnosis derajat serangan
perhatikan posisi sianosis pasien saat bicara mengi retraksi
10. tips!! Posisi, ringan:berbaring sedang:duduk berat:duduk bertopang
lengan. Sianosis hanya pada sergan berat.wheezing pada auskulptasi.
11. retraksi, srgn ringan : interkostal, sedang : interkostal, substernal, berat:
interkostal, substernal dalam, napas cuping hidung.
12. pem penunjang: tes bronkodilator = respon baik. Saturasi oksigen. Hasil
labor. Thorax x ray. Tapi biasanya langsung tatalaksana dulu.
13. karena anak sesak. Anamnesis dan pem fsik asma. Lakukan nebulisasi.
Biasanya yg keluar asma serangan ringan.1x nebulisasi respon baik.
14. ringan: nebulisasi dgn ventolin 0.5-1 ampul. Respon baik. Observasi 1-2
jam. Efek bertahan. Pasien boleh pulang dgn obat dan edukasi.
15. edukasi ortu pasien utk menghindari faktor pencetus, bila sesak kembali,
bawa ke RS lagi.
16. obat yg dibawa pulang: salbutamol.Dosis 0.05-0.1mg/kgBB/kali,diberikan
31 atau 4x1.Sediaan salbutamol 2 mg;4 mg tablet.Syrup 2mg/5ml.
17. kalau serangan berat. 3x ventolin respon buruk. Gunakan combivent
respon parsial. Th/ pasang O2. Pasang IVFD.Ro thorax.Dan rawat inap.
18. th/ rawat inap: steroid IV deksamethason 3x1 dosis 0.3
mg/kgBB/Kali.aminophilin 15mg/kgBB. 1/3 bolus. 2/3 IVFD dalam D5 100
cc
19. sediaan aminophilin injeksi 24 mg/ml. 1 ampul 10 ml. Jadi 1 ampul 240
mg.
20. setelah th/ tanyakan ibu pasien ada pertanyaan atau tidak. biasanya ibu
nanya anak dirawat apa enggak.
21. tips!! Asma srgn ringan: tidak dirawat. Srgn sedang : rawat 1 hari dan
dipasang infus. Srgn berat : dirawat dan dipsg infus.
22. jangan lupa cuci tangan setelah pem fisik atau penatalaksanaan IVFD
aminophilin dalam D5. Semoga bermanfaat. ;)








































JIWA :

1. diagnosis saat OSCE jiwa adalah diagnosis multiaksial.Aksis I, II, III, IV,
dan V. Biasanya kita diminta menuliskan,kadang melaporkan.
2. aksis I. Diagnosa psikiatri.pelajari yg sering masuk ~> F2 (skizofrenia,
skizoafektif),F3 gangguan mood (Ggn afektif sprti depresi)
3. aksis 2: gangguan kepribadian dan retardasi mental. kalau ga ada
diagnosa.Jangan tulis (-). Tp tulis Z03.2 Tidak ada diagnosa aksis II
4. aksis 3: Kondisi medis umum. Mencakup diagnosis medis secara
umum. Seperti infeksi.penyakit sistem sirkulasi. Sistm pernafasan.dll
5. aksis 4: Masalah psikososial dan lingkungan yg mempengaruhi kondisi
sekarang. Meliputi pendidikan, pekerjaan, ekonomi, keluarga, dll.
6. Aksis 5: GAF Scale. Ditulis dengan angka besar ke kecil ~> GAF = 60-
51. #tips : bila perilaku agresif (memukul, dll) GAF dibawah 50!!
7. di aksis I catat sebanyak mgkin diagnosis yg mencakup gmbrn klinis ->
Aksis I : - F34.1 distimia - F81.0 Gangguan mmbaca khas.
8. setelah diagnosis. Tatalaksana nonfarmakologis (psikoterapi) dan
farmakologi pada pasien.
9. #obatjiwa #osce #dibuatsimple ~>> Haloperidol 2 mg tablet 2x1. cpz
100 mg tablet 1x1. Risperidone 2 mg tablet 1x1. THP 2 mg tablet 3 x1.
10. #obatjiwa #oscedepresi #dibuatsimple ~> amitriptilin 50 mg no tablet
3x1. Setraline 50 mg tablet 1x1
11. #obatjiwa #osceanxietas #dibuatsimple ~> alprazolam 0.5 mg tablet
3x1











THT
1. materi OSCE yg pernah keluar yaitu Otitis Eksterna #OsceTHT Laki2, 16 Th,
dtg dgn keluhan telinga nyeri
2. Perintahnya : ~ anamnesis ~pem fisik+telinga ~sebutkan dx + 2 diagnosa
banding ~terapi dan tulis resep ~edukasi
3. Kenali mulai dr keluhan utama: nyeri telinga. Telinga bengkak. Pendengaran
menurun. Atau telinga merah.
4. 4. Anamnesis:nyeri hebat.tanya:Onset nyeri.penurunan Pendengaran.Sekret
ada/ga.bila ada perjelas.riwyt ISPA.riywt korek2 telinga.
5. pem.fisik: jangan lupa cuci tangan.pake handscoen. Informed consent.& ukur
Tanda Tanda vital terlebih dahulu.sampaikan hasilnya.
6. Pemriksaan tetap harus telinga hidung tenggorokan. Walaupun keluhannya
hanya telinga. Jadi pandai2 atur waktu. :-)
7. Pem.fisik telinga: duduk dihadapan pasien dgn posisi duduk kaki tertutup
disamping kiri/kanan kakinya pasien.Jgn lupa nihh
8. Inspeksi telinga dan daerah sekitarnya. Suruh membuka mulut utk
mengetahui nyeri saat membuka mulut.
9. Palpasi telinga.Apakah ada nyeri tekan tragus.Nyeri saat telinga ditarik.jgn
lupa.tlinga sblahnya jg dipriksa wlw ga ada keluhan.
10. Pemeriksaan otoskopi. Tarik daun telinga ke posterior dan superior.
Inspeksi liang telinga dan membran timpani.
11. Ga mgkin pasien diperiksa ama puluhan peserta.jd,Penguji hanya
memberikan foto sbgai hasil dr otoskopi, Laporkan interpretasi.
12. Liang telinga : sempit atau tidak. Apakah ada Serumen. Sekret.
Edema. Ataupun furunkel.
13. kalau OE, Membran timpani bisa sulit dinilai karna liang telinga
bengkak. Tapi bisa juga dinilai dan hasilnya normal.
14. Nanyian membran timpani normal : membran timpani utuh, tidak ada
perforasi, warna sprti mutiara,refleks cahaya (+) arah jam 5/7.
15. pada OE:nyeri tekan tragus (+).nyeri saat membuka mulut (+).nyeri
saat telinga ditarik (+).
16. kalau ada furunkel dx: OE sirkumskripta. Bila hiperemis dan edema
tidak jelas batasnya dx: OE difusa. Diinget yaaa :p
17. Kita boleh aja menDD kasus ini OE sirkumskripta. OE difusa. Otitis
Media.
18. Th/ utk OE : Tampon yg diolesi antibiotik/krim kortikosteroid.diganti tiap
hari. Jd jgn lupa resepin kasa dan antibiotiknya ya
19. Pilihan lain utk tampon pada OE : Rivanol 100 ml btl (botol). Tampom
diganti tiap hari sampai lesi kering yaaaa.
20. . boleh kita tambahkan antibiotik sistemik : amoxicilin 500 mg tab 3x1.
Analgesik: As Mefenamat 500 mg tab 3x1 post coenam.
21. Edukasi: jgn sering mengorek2 telinga pakai tangan. Jangan
mengeringkan telinga scr kasa pakai handuk setelah mandi. Dll

SARAF
A. CTS
1. osce yg pernah keluar : pasien datang dgn keluhan kesemutan dari
pergelangan tangan sampai ke jati2.
2. instruksinya : ~anamnesis ~ pem fisik TTV dan Neurologi ~DD dan Dx
~Tatalaksana dan edukasi mengenai penyakitnya
3. anamnesis: senyum sapa salam.tanya identitas. Tanyakan keluhan
pasien.Nyeri seperti apa.Sejak kapan.Dua/satu sisi.Menjalar/tdk.
4. nyerinya progresif atau tidak.hilang timbul? Kpn timbulnya.hilang bila tangan
digerak2an atau sdh minum obat? Obat apa.responnya?
5. ada riwayat trauma &Kaku pada pagi hari (pastikan bkn trauma &
artritis).riwayat DM/Hipertensi/peny.tiroid.berobat ga?
6. riwayat pekerjaan/ kebiasaan yg berhuhungan dgn menggerakkan
pergelangan tangan berulang2. Alergi obat ada atau tidak.
7. perlu diingat kalau anamnesis OSCE neuro ini harus setajam silet. Makanya
kudu pinter bagi2 waktu yaa
8. bila nyeri dipergelangan biasanya yg tersering CTS.Tp pikirkan jg
polineuropati DM ya.Makanya kita tanya tadi.skrg qt bahas CTS.
9. pem.fisik CTS didptkan: gangguan sensorik (paresthesia,kurang rasa,
tingling). Gangguan motorik.
10. test yg spesifik utk CTS : utamanya~> phalen's test dan tinel's test.Bisa
ditambah dgn flick test, Thenar wasting& pressure test.
11. phalen's test: melakukan fleksi maksimal. 60 detik pertahankan dan timbul
gejala CTS, dikatakan sgt sensitif utk CTS.
12. tinel's test : perkusi pada terowongan karpal.CTS (+) bila timbul parestesia
atau nyeri pd distribusi n.medianus.
13. flick test:saat gjala,tngan dikibas2kan.gejala bkurang. Pressure test:tekan
CT mncul gejala CTS.thenar:caro atrofi oto thenar.
14. pem.penunjang : EMG ~> Didapatkan bila ada fibrilasi,polifasik, gelombang
positif&berkurangnya jumlah unit motor otot2 thenar.
15. pem.penunjangradiologi ~>utk DD dgn trauma,artritis.Labor: Gula darah &
tiroid.darah lengkap.terutama DD dgn polineuropati DM.
16. kasus ini dapat di DD (minimal 2) : CTS,neuropati DM,neuritis,pronator teres
syndrome. Biasanya Dx kita ga dihitung DD lohh guys.
17. istirahatkan pergelangan tangan, dpt dibidai dlm posisi netral vit B6 100-
300 mg/hari NSAID na diclofenac 3x25 mg
18. tatalaksana utama dgn injeksi steorid ke terowongan carpal. Kalo ga brespon
terhadap terapi di atas dan atrofi tenar~> operatif.
19. edukasi: sesuai penyakit mendasar bila ada.ex teratur berobat DM.
20. edukasi :tangan dlm posisi normal.biasakan memegang dgn benar.istirahat
periodik.kurangi kecepatan&kekuatan lengan.
21. kurangi kecepatan dan kekuatan lengan.batasi gerakan repetitif peregangan
secara teratur.

B. Bels Palsy
1. kali ini kita bakal bahas bell palsy.Bell palsy sendiri merupakan
diagnosa ekslusi.Jd didx stlh dpastikan ndak ada kmgkinan lain.
2. pada anamnesis bell palsy keluhan utama bs bermacam2. Utamanya ya
wajah mengot. Mata gbsa nutup.bs Diikuti sakit telinga, mata.Pada
anamnesis jg ditanyain apakah ada nyeri belakang telinga dan
hipersalivasi di bagian yg paralisis.
3. gejala muncul pagi hari stlh bgn tidur,dlm 48 jam,tanyakan apakah
terpapar kipas angin yg diarahkan ke wajah,bermotor tanpa helm.
4. setelah anamnesis yg lengkap, sprti biasa.informed consent, persilakan
ke kursi/bed, dan cuci tangan, pakai handskun.
5. periksa tanda vital dan pemeriksaan fisik relevan. Utamanya pem
n.cranialis. dlm hal ini n. VII. Bedakan sentral dan perifer.
6. uniknya bell palsy ini. Yg perifer lebih parah dr sentral.artinya parese
n.VII mulut mengot,mata gbs nutup,dahi gbs dikernyitkan.
7. pem. Neurologis lengkap jg dilakukan. Utk menyingkirkan diagnosis
gangguan CNS.
8. sbnrnya banyak pem lain utk memastikan dx bell palsy, sprti pem
otologic, ocular, dan oral.
9. otologic exam: pneumatic otoskopi dan tuning fork exam. Ocular
exam:pasien gbs nutup mata pada sisi yg terkena.
10. oral exam : tes pengecapan dan salivasi. Neurologic exam: semuanya
kaya yg td sah dibahas.
11. diagnosis bell palsy ditegakkan berdasarkan temuan anamnesis dan
pem fisik td. Dan tdk ada tes diagnosis spesifik utk kasus ini.
12. bila sudah didx bell palsy. Kita tatalaksana dan edukasi.Prinsip tx adlh
mmpercepat recovery n. Facialis dan mencegah komplikasi.
13. Tx bell palsy yg telah diterima luas adlh pemberian kortikosteroid, bila
ada kecurigaan infeksi dpt dikombinasikan dgn acyclovir.
14. kortikosterid terutama dlm 3 hari stlh onset.Karna ad penelitian pasien
yg ditx saat 2-3 hari outcomenya sama dgn yg tdk diobati.
15. kortikosteroid~>bs pake prednisone dgn dosis 1 mg/kgBB/hari atau 60
mg/hari. Slma 6 hari.Di tap off hingga total 10 hari.
16. Acyclovir sendiri diberikan dgn dosis 5 x 1 tab (400mg) / hari selama 10
hari. (Acyclovir 400 mg tab no L S5dd1tab)
17. hal yg tak kalah penting adalah proteksi mata dgn pelindung dan
edukasi berupa latihan ROM pasif juga aktif pada mata dan mulut.
18. bagi kita.harus tahu kpn sih kita rujuk ke Sp.S?-perburukan gejala
neuro-brkembang jd gangguan pd mata-ga smbuh stlh 3 bln.
19. jelaskan pula bahwa ada 3 kemungkinan hasil tx. Recovery complete,
incomplete tp ga ada defek scr kosmetik,dan sekuele ada defek.
sampaikan pula bahwa 80-90% pasien recovery complete plg lama
dalam 1.5 hingga 3 bulan. Jd mudah2an,kemungkinan sembuh besar.

C. CLUSTER




OBSGYN

1. Masih ingat leopold kan?? Kalau instruksinya lakukan pemeriksaan
leopold pada pasien ini. Apa yg kamu lakukan??
2. Selalu lakukan senyum sapa salam. Konseling tindakan dan informed
consent. Persilakan berbaring utk pemeriksaan.
3. Setelah berbaring.cuci tangan dan periksa TTV. Ingat selalu cuci tangan
dan periksa Tanda vital hukumnya wajib disetiap pem.fisik.
4. Pemeriksaan leopold. Ingat bahwa leopold 1-3 posisi menghadap muka
ibu. Leopold 4 menghadap kaki ibu.Caranya pasti dah tau lah ya^^
5. leopold 1:menentukan tifut, bagian janin di fundus, taksiran berat
janin.leopold 2: menentukan situs habitus.
6. leopold 3: bagian janin di bag terbawah, apakah sudah masuk PAP.
Leopold 4:jari konvergen/divergen. Tentukan perlimaan.
7. Setelah itu biasanya kita lakukan pemeriksaan utk mengukur DJJ.
Selesai, cuci tangan lagi.
8. Biasanya pasien bertanya bagaimana kehamilannya. Pernah loh ada
OSCE kasusnya presbo umur kehamilan 35 minggu.
9. Pertanyaan ibu pada presbo ~> sy bisa lahir normal ga dok. Kita
jelaskan dan tatalaksana deh.
10. th/kalau letak sungsang atau presbo pada 32-36 minggu. Suruh rajin2
sujud (knee chest position). Ga perlu obat. pic.twitter.com/EKntwrfyzz
11. th/ setelah edukasi.jgn lupa kasih motivasi pasien bahwa prsalinan
masih bisa normal dan merupakan yg terbaik.jd pasien ga mikir mcm2.
12. realnya kalo sy si.saranin pasien sholat (sunnah) yg rajin.jd kan pasien
sering2 sujud.lamain jg,biar bs b'doa minta prsalinan normal.

MATA

#tips Kalau hari 1 osce keluar miopia. hari kedua bisa keluar hiperopia. Hari
ketiga bisa aja ngulang salah satunya.
#tips #OsceMata jangan lupa biasakan latian pakai trial lens.. kalau dipikirin
gampang.. pas ngelakuin bisa aja kagok.
#tips #OsmeMata jangan lupa belajar resep kacamata utk semua kondisi. :)

A. Blepharitis

1. blepharitis termasuk dalam klasifikasi radang/proses inflamasi pada
margo palpebra.
2. blepharitis secara anatomis dibagi anterior-posterior. Posterior
berhubungan dgn gland meibom.anterior dgn seboroik dan infeksi.
3. patofisiology utama dari blefaritis adalah kolonisasi bakteri. Bakteri yg
plg sring stafikokokus.
4. penampakan blepharitis bakal bisa diliat sebagai krusta2 pada margo
palpebra.
5. karena itu, dalam penangannya mari kita inget2 ilmu kompres2an dari
bagian kulit.
6. jd utk manajemen pertama. Kita bisa kompres hangat dulu. Untuk
mengevakuasi dan membersihkan.
7. kedua.margo palpebra dibersihkan secara mekanik, sekalian aja dgn
kompres hangat tadi, utk mengeliminasi krusta dll yg ada.
8. tujuan pembersihan lainnya agar tidak ada yg menutupi muara kelenjar.
9. kedua langkah tersebut dilengkapi dgn salep mata selama 1-2 minggu.
Pilihannya bisa bacitrasin EO.
10. jgn lupa.Langkah tersebut dilakukan selama 1-2 minggu. Karna inti sari
dalam tatalaksana ini adalah konsistensi dlm jaga hygiene.
11. edukasi juga agar pasien ndak ngucek2 mata. Kalau ada dermatitis seboroik ya
ditatalaksana juga
12. dalam osce.Biasanya dminta mlakukan pmeriksaan yg relevan.Artinya
lgsg aj pem mata lengkap,funduskopi ttp dilakukan walau infeksi.
13. tar diliatin tuh gambar/foto ttg kondisi mata. Kalauuu masalahnya di bisa
terlihat di depan (anterior) dan palpebra.