Anda di halaman 1dari 70

DEPARTEMEN

IKA RSMH
PALEMBANG
SINDROM NEFROTIK KODE ICD: N04.-
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! Sindroma nefrotik merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas:
1. edema
2. proteinuria massif (> 40 mg/m
2
/jam atau proteinuria +3 atau lei! "
3. !ipoaluminemia ( # 2$% mg"
4. !iperkolesterolemia > 200 mg/dl
%. kadang&kadang !ipertensi$ !ematuria$ a'otemia
E&o#o' 1. S( primer / idiopatik
2. S( )ongenital
3. S( sekunder er!uungan dengan penyakit tertentu:
3.1 *enyakit infeksi: +alaria$ ,epatitis -$ ./0S$ pas1a infeksi
streptokukus
3.2 *enyakit 2askulitis sitemik: S34$ purpura ,eno1!&S1!onlein
3.3 /ntoksikasi oat/logam erat$ penisillamin$ proenesid$ timal
3.4 )eganasan: 5umor 6ilms$ ,odgkin$ 3eukemia
3.% *enyakit metaolik : 0iaetes mellitus$ amiloidosis
K#"!0k"! 1. -erdasarkan etiologi
Sindroma nefrotik primer
Sindroma nefrotik kongenital
Sindrom nefrotik sekunder
2. -erdasarkan kelainan !istopatologi
S( kelainan minimal (S()+"
7lomerulosklerosis
7lomerulosklerosis fokal segmental (7S8S"
7lomerulosklerosis fokal gloal (7S87"
7lomerulonefritis proliferatif mesangial difus (7(*+0"
7lomerulonefritis proliferatif mesangial difus eksudatif
7lomerulonefritis kresentik (7()"
7lomerulonefritis memranoproliferatif ( 7(+*"
7(+* tipe / dengan deposit suendotelial
7(+* tipe // dengan deposit intramemran
7(+* tipe /// dengan deposit transmemran / suepitelial
7lomerulonefritis memranosa (7(+"
7lomerulonefritis kronik lanjut (7()3"
3. -erdasarkan respon ter!adap terapi steroid
Steroid responsif (umumnya S()+"
Steroid dependen (umumnya juga S()+"
Steroid non responsif (umumnya 7S8S$ 7(+*" atau S(
sekunder.
1

P"&o'ene!!


An"mne!!
5entukan adanya edema$ gangguan pada urin$ serta onset terjadinya gejala
9ari gejala lainnya$ terutama gejala sindroma nefritis
9ari faktor penyea
9ari komplikasi (!ipotensi/syok$ !ipertensi$ tromosis$ infeksi$ gagal ginjal"
Peme%k!""n 0!k
*emeriksaan fisik yang 1ermat ter!adap keadaan umum pasien$ tekanan
dara!$ frekuensi nafas$ su!u$ edema$ asites$ efusi pleura$ anemia$ kelainan
jantung$ kelainan kulit$ dan seagainya. *enting juga untuk mengukur diuresis
dan meng!itung alans 1airan setiap !arinya.
K%&e%" $"'no!! SN: edema$ !ipoproteinemia (kadar protein serum %$% g/dl"$
!ipoaluminemia (kadar alumin serum 2$% g/dl"$ !iperkolesterolemia
(kadar kolesterol serum 200 mg/dl"$ proteinuri masif (kadar proteinuri
0$0% : 0$1 g/kg--/ 24 jam atau +++ pada pemeriksaan semi kualitatif"
SNI: ila etiologi S( tidak diketa!ui
SN kon'en&"# ila gejala&gejala ditemukan 3 ulan pertama dari
ke!idupan.
SN !ekun$e% ila ditemukan penyea
Ko%&ko!&e%o$ %e!+on!0: urin eas protein (#4 mg/jam/m
2
3*5" atau
negatif/tra1e dengan pemeriksaan asam sulfosalisilat 3 !ari erturut&turut
SN %e!!&en !&e%o$: remisi tidak terjadi ;setela! ak!ir minggu kedelapan
pengoatan steroid alternating
Re#"+! 1"%"n': *roteinuria +2 & +3 mun1ul kemali (kurang dari 2 kali"
dalam seta!un setela! pengoatan steroid di!entikan.
2
Edema
Retensi garam
dan air
Reabsorpsi Na di
tubulus distalis
Aldosteron
Aktivasi renin dan
angiotensin II
Tekanan
perfusi ginjal
Masuk air
!aram
Tekanan
"nkotik

#ipoalbumine
mia
$roteinu
ria masif
$ermeabili
tas kapiler
glomerulus

%atabolisme
lipoprotein
#ipovolemia
&'& #iper(
kolestrole
mia
Trigliserida
)asokonstriksi
#ipertensi
&*!
A%I

Re#"+! !e%n': *roteinuria mun1ul 2 kali dalam < ulan atau 3 kali dalam
seta!un setela! pengoatan steroid di!entikan.
De+en$en !&e%o$: relaps terjadi pada saat dosis steroid diturunkan atau
dalam 14 !ari setela! pengoatan di!entikan$ dan !al ini terjadi 2 kali
erturut&turut
Peme%k!""n
+enun1"n'
Peme%k!""n %u&n:
0ara! tepi : ,$ jumla! leukosit$ tromosit$ !itung jenis$ 340.
=rinalisa / iakan urine
)imia dara! (kolesterol$ alumin/gloulin$ ureum/kreatinin$ klirens kreatinin$
asam urat$ (a$ )$ 9a dan *"
5es +antou> (seelum terapi steroid dimulai"
Peme%k!""n "&"! n$k"!
8oto toraks$ 4)7 ila dijumpai edema erat
.S5? dan 93 ila dijumpai tanda&tanda nefritis
9@* dan iakan urin ila dijumpai 340 A$ !ematuria$ leukositosis$
leukosituria dan silinderuria
.(.$ anti 0s0(.$ 93$ 94 ila di1urigai S34 (sindroma nefrotik sekunder".
-iopsi ginjal dengan indikasi:
=sia > < ta!un atau # 1 ta!un$ dengan manifestasi sindroma nefritis
93 menurun se1ara persisten
Steroid resisten / relaps sering (selama atau pas1a terapi steroid"
T"&"#"k!"n"
Indikasi Rawat
S( serangan pertama kali
S( relaps dengan edema anasarka atau penyulit (infeksi erat$
munta!&munta!$ diare$ !ipo2olemia$ !ipertensi$ tromoemoli$ 77.".
S( steroid resisten
S( steroid relaps sering dengan indikasi untuk terapi sitostatika
tama!an
I. Sn$%om" ne0%o&k +%me%
Aktivitas
.kti2itas disesuaikan dengan kemampuan pasien$ jika edema
anasarka$ dispneu$ !ipertensi B tira! aring.
Dietetik
*rotein normal sesuai @0. yaitu 2 g/kg/!r
@enda! garam (1&2 g/!r" selama edema/ mendapat terapi steroid.
Diuretika
@etriksi 1airan (30 ml /kg--/!ari" selama ada edema erat
dan oliguri.
3oop diureti1 (furosemid 1:2 mg/kg/!r"$ ila kadar kalium renda! #
3$% m4C/3 dapat dikominasi dengan spironolakton (1:2 mg/kg/!r"
dierikan pada edema erat /anasarka. 0iuretika lei! dari 1 minggu
periksa ulang natrium dan kalium plasma.
-ila S( disertai !ipo2olemia (!ipoaluminemia erat B kadar
alumin D 1$% gr/dl" erikan infus alumin renda! garam 20&2% E 1 g/
kg -- atau plasma seanyak 1%:20 ml /kg -- dalam 1&2 jam$ 1%&30
menit setela! infus alumin/plasma selesai dierikan furosemid 1:2
+

mg/kg -- /F.
Antibiotika/antiviral
.ntiiotika dierikan ila:
4dema anasarka + laserasi kulit B amoksisilin$ eritromisin$
sefaleksin
/nfeksi B eri antiiotika yang disesuaikan eratnya derajat infeksi
-ila terjadi infeksi 2ari1ella B asiklo2ir G0 mg/kg--/!ari diagi 4
dosis B H&10 !ari$ pengoatan kortikosteroid stop sementara.
Imunisasi
Faksin 2irus !idup aru dierikan setela! < minggu pengoatan
steroid selesai.
)ontak dengan penderita 2ari1ella B /munogloulin 2ari1ella&
'oster dalam Iaktu # H2 jam
Tuberkulostatika
5est +antou> (+" B eri /(, profilaksis
5-9 aktif B eri ?.5
Pengobatan kortikosteroid
*engoatan steroid untuk sementara tidak ole! dierikan ila dijumpai
!al&!al seagai erikut: !ipertensi$ infeksi erat (2iral/ akteri"$ a'otemia
A. Pen'o2"&"n n!"#
0osis inisial prednison atau prednisolon <0 mg/m
2
/!ari atau 2
mg/kg/!ari sesuai dengan -- ideal (--/5-" diagi 3 dosis
(maksimal G0 mg/!ari" selama 4 minggu
@emisi (+" pada 4 minggu pertama$ dosis alternating 40
mg/m
2
/!r (2/3 dosis initial" selang se!ari pada pagi !ari suda!
makan selama 4 minggu lalu stop. -ila remisi terjadi antara
minggu ke % sampai dengan ak!ir minggu ke G$ steroid
alternating dilanjutkan 4 minggu lagi.
@emisi (&" sampai ak!ir minggu ke G resisten steroid
(7amar 1"
B. Pen'o2"&"n SN Re#"+!
-ila dijumpai proteinuria (J +2" setela! pengoatan steroid selesai$
perlu di1ari faktor pemi1unya (iasanya infeksi" dan dioati
dengan .- selama %:H !ari. -ila proteinuria jadi negatif tidak perlu
dieri prednison$ ila proteinuria masi! tetap (J +2" atau tidak
ditemukan fokus infeksi mulai dengan prednison dosis penu!
sampai remisi (proteinuria negatif atau tra1e 3 !ari erturut&turut"
(maksimal 4 minggu" dilanjutkan dosis alternating selama 4
minggu stop.
-ila pada 80 selama 4 minggu remisi (&"$ alternating 4 minggu
remisi (&" resisten steroid (7amar 2".
C. Pen'o2"&"n SN %e#"+! !e%n' "&"u $e+en$en !&e%o$
.da 4 pili!an:
,

1" 0i1oa pemerian steroid jangka panjang
2" *emerian le2amisol
3" *engoatan 9*.
4" *engoatan siklosporin (terak!ir"
9ari fokus infeksi seperti 5-$ infeksi di gigi atau ke1a1ingan.
(/ S&e%o$ 1"n'k" +"n1"n'
0imulai dengan prednison atau prednisolon dosis penu! (4
minggu" sampai terjadi remisi. 3anjutkan dengan steroid
alternating (4 minggu"$ kemudian dosis diturunkan perla!an 0$%
mg/kg setiap 4 minggu sampai dosis terke1il yang tidak
menimulkan relaps yaitu antara 0$1:0$% mg/kg alternating$
dapat diteruskan selama <:12 ulan B 1oa di!entikan (7amar
3".
-ila relaps terjadi pada dosis prednison rumat >0$% mg/kg/.0$
tetapi # 1 mg/kg/alternating tanpa efek samping yang erat
dapat di1oa dikominasi dengan 3e2amisol selang se!ari 2$%
mg/kg selama 4 : 12 ulan atau langsung dieri 9*..
-ila pasien:
1" relaps pada dosis rumat > 1 mg/kg/alternating atau
2" meskipun dosis rumat # 1 mg/kg tetapi disertai:
a" efek samping steroid yang erat
" perna! relaps dengan gejala yang erat antara lain
!ipo2olemia$ tromosis$ sepsis dierikan 9*. dengan dosis 2 : 3
mg/kg/!ari selama G : 12 minggu.
*/ S&o!&"&k"
2.1. Siklofosfamid (9*. oral" 2&3 mg/kg/!ari atau intra2ena %00
mg/m2/!ari atau
2.2. )loramusil 0$2 mg/kg/!ari selama G minggu.
*emantauan dengan pemeriksaan dara! tepi: ,$ lekosit$
tromosit 1&2 > seminggu. ?at di!entikan ila jumla! lekosit
# 3000/ul$ , # G g/dl atau tromosit # 100.000/ul dan
diteruskan kemali setela! lekosit > %000/ul.
3/ Sk#o!+o%n .C4A/
Siklosporin dosis % mg/kg/!ari dipakai pada:
1.*ada S( idiopatik yang tidak respon dengan pengoatan steroid
atau sitostatika (7amar 3".
2.*ada S( relaps sering/dependen steroid
D. Pen'o2"&"n SN %e!&en !&e%o$
*engoatan S( resisten steroid (S(@S" sampai sekarang elum
memuaskan. 3akukan iopsi seelum pengoatan dimulai. ?at&oat
yang digunakan isa siklofosfamid puls %00 mg/m
2
/ulan +
metilprednisolon 40 mg/m
2
/!ari .35 selama < ulan atau siklofosfamid
-

oral 2&3 mg/kg/!ari + metilprednisolon 40 mg/m
2
/!ari .35 selama 3&
< ulan (7amar 4".
II. Sn$%om" ne0%o&k kon'en&"#
Steroid tidak dierikan.
*engoatan konser2atif lainnya (0ietetik$ penanggulangan infeksi$
koreksi !ipo2olemia "
.94 in!iitor: enalapril 0$% mg/kg/!ari diagi 2 dosis atau
1aptopril 0$3 mg/kg/kali dinagi 2&3 dosis dengan tujuan untuk
meng!ilangkan proteinuria dan meng!amat terjadi gagal ginjal
terminal.
5ransplantasi ginjal
III. Sn$%om" ne0%o&k !ekun$e%
0isamping penanganan ter!adap sindroma nefrotiknya$ perlu
pengoatan ter!adap penyakit yang mendasarinya B tergantung
pada S* masing&masing dari jenis penyakit yang menimulkan
sindroma nefrotik.
I5. Pen'o2"&"n kom+#k"!
/nfeksi (tela! dii1arakan di atas"
5romoemoli
*en1ega!an tromoemoli pada S( relaps sering/dependen
steroid/ steroid resisten: aspirin atau dipiridamol selama
pengoatan steroid.
,eparin dierikan ila suda! terjadi tromosis.
,ipo2olemia
0iatasi dengan infus (a9l fisologis$ lalu disusul dengan infus
alumin 1 gr/kg/ atau plasma 20 ml/kg (tetesan lamatB10
tetes per menit". -ila !ipo2olemia tela! teratasi$ penderita masi!
oliguria dierikan furosemid 1&2 mg/kg intra2ena.
,ipokalsemia
Suplementasi kalsium %00 mg/!ari dan 2itamin 0.
-ila terjadi tetani dioati dengan kalsium glukonas %0 mg/kg
intra2ena.
Tn$"k #"n1u&
0ilakukan pemeriksaan erat adan. intake&output$ lingkaran perut$ tekanan
dara! setiap !ari. *emeriksaan dara! tepi 1 kali seminggu. =rinalisa dan
pemeriksaan protein semikuantitatif 2 kali seminggu (jika suda! trace$
diulangi 3 kali erturut&turut". *emeriksaan kimia dara! dan elektrolit selama
peraIatan sekali dua minggu. .Iasi efek samping oat dan komplikasi yang
mungkin terjadi selama pasien diraIat. -ila ditemukan$ !arus ditanggulangi.
In$k"! +u#"n'
*enderita dipulangkan 2#" keadaan umum aik$ komplikasi teratasi$ dalam
keadaan remisi.
Selama mendapat steroid kontrol sekali seminggu se1ara eroat jalan.
Setela! steroid di!entikan kontrol sekali seulan selama 3&% ta!un eas
gejala.
.

Kom+#k"! 5romoemoli$ infeksi$ !iperlipidemia$ !ipokalsemia$ !ipo2olemia$ gagal ginjal
akut$ anemia dan pertumu!an anormal
P%o'no!! S()+: 4 : %E menjadi gagal ginjal terminal pada pengamatan 20 ta!un.
7S8S: 2%E menjadi gagal ginjal terminal dalam % ta!un.
S( primer (S()+" /kortikosteroid responsif umumnya aik.
*ada kortikosteroid non responsif prognosis kurang aik$ mortalitas pada
jenis 7S8S %0E 1< ta!un setela! diketa!ui$ pada 7(+* %0E 11 ta!un
setela! diketa!ui. S( sekunder tergantung penyakit primer.
L"n-#"n ."#'o%&m"- +%o&oko#- +%o!e$u%- !&"n$n' o%$e%/
, minggu I , minggu II , minggu III
Remisi /01 Remisi /01 Remisi /(12 Resisten 3teroid
$rednison *' inisial 24+ dosis inisial

Gambar 1. Pengobatan kortikosteroid pada pasien baru

FD* AD

* 5 , minggu remisi 6 langsung A'
Gambar 2. Pengobatan sindroma nefrotik relaps
7
$rednison *'2.8 mg4m
2
&$94:r
$rednison A'2,8 mg4m
2
&$94:r





Remisi
$rednison *'2.8 mg4m
2
&$94:r
$rednison A'2,8 mg4m
2
&$94:r






SN relaps frekuen / dependen steroid
$rednison *' Remisi
$rednisone A'0;$A

Remisi
, minggu A'

'iturunkan sampai dosis t:res:old
81(8- mg4kgbb A'
/.(12 bulan1
/11
Relaps pada Relaps pada
prednisone < 8- mg4kg A' prednisone < 1 mg4kg A'
atau
/21 efek samping steroid
&evamisol 2- mg4kgbb A' ;$A 2(+ mg4kgbb
/,(12 bulan1 /+1 =(12 minggu
Relaps prednisone standar
Relaps pada prednisone
< 8- mg4kgbb A'
3iklosporin - mg4kgbb4:ari
3elama 1 ta:un
Gambar 3. Skema pengobatan prednisone angka panang
=
Keterangan:
(1). Langsung diberi CPA (+ prednisone AD)
(2). Sesudah prednisone jangka panjang B CPA
(). Sesudah prednisone jangka panjang + !e"a#iso! B CPA


Pred
! AD " bulan tap off
#PA
puls
" bulan

Pred
! AD " bulan tap off
#PA
oral
3$" bulan
Gambar %. Skema pengobatan SN resisten steroid
@eferensi :
(. /7( 6ila 6irya$ Sindroma (efrotik. 0alam -uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$ 2002: 3G1&
423
2. )risni Suandiya!$5atalaksana Sindrom (efrotik /diopatik *ada .nak. 0alam (aska! 3engkap
S/(.S dan 6orks!op (efrologi /0./$ -ali 200M
3. .latas ,$ 5amunan 5$5ri!ono *$ *ardede S. )onsensus 5atalaksana Sindroma (efrotik
/diopatik pada .nak. Lakarta : =)) nefrologi /0./$ 200%: 1&1H
>
;$A $ulse 2 -88 mg4m
2
4bulan
$rednison 2 ,8 mg4m
2
4:ari /1? pagi :ari1
Tapering off 2 1 mg4kgbb4:ari /1 bulan1 B 8- mg4kgbb4:ari /1 bulan1

DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
SINDROM NEFRITIK AK6T KODE ICD: N00.-
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! S(. adala! kumpu1an gejala&gejala nefritis yang timul se1ara mendadak$
terdiri atas !ernaturia proteinuria$ silinderuria (terutama selinder eritrosit"$
dengan atau tanpa disertai !ipertensi$ edema$ kongestif 2askuler atau gagal
ginjal akut seagai akiat dari suatu proses peradangan yang la'imnya
ditimulkan ole! reaksi imunologik pada ginjal yang se1ara spesifik mengenai
glomeruli.
E&o#o' a. 8aktor infeksi
(efritis yang timul setela! infeksi Streptococcus beta hemolyticus
(7lomerulonefritis akut pas1a strepto1o11us"
(efritis yang er!uungan dengan infeksi sistemik lain endokarditis
akterialis suakut dan s!unt nepritis.
. *enyakit multisistemik antara lain:
3upus eritematosus sistemik (34S"
*urpura ,eno1! S1!onlein (*,S"
1. *enyakit ginjal primer
d. (efropati /g.
P"&o'ene!! )omplek imun atau anti glomerular basement membrane (7-+" antiodies
yang mengendap/erlokasi pada glomeruli&akti2asi komplemen jalur klasik
atau altenatif dan sistem koagulasi peradangan glomeruli
a. ,ematuria proteinuria dan silinderuria (terutama silinder eritrosit"
b@ .liran dara! ginjal laju filtrasi glomeruler (387" N oliguria
retensi air dan garam B edema$ !iper2olemia$ kongesti 2askuler
(!ipertensi$ edema paru dengan gejala sesak napas$ ronki$ kardiomegali".
.'otemia$ !iperkreatinemia$ asidemia$ !iperkalemia$ !ipokalsemia dan
!iperposfatemia semakin nyata$ ila 387 sangat menurun.
A@ ,ipoperfusi akti2asi sistem renin&angiotensin. .ngiotensin 2 yang
ersifat 2asokonstriksi perifer perfusi ginjal makin menurun. 387 makin
turun disarnping timulnya !ipertensi. .ngiotensin 2 yang meningkat
merangsang kortek adrenal melepaskan aldosteron retensi air dan
garam !iper2olemia B!ipertensi.
K#"!0k"! a. S(. dengan !ipokomplemenemia$ dapat asimtomatis atau simtomatis.
5ermasuk kelompok ini antara lain adala!
a.1 7lomerulonefritis akut pas1a infeksi strepto1o11us (7(.*S".
a.2. 7lomerulonefritis yang er!uungan dengan infeksi sistemik
seperti:
& 4ndokarditis akterialis akut/su akut
& S!unt nep!ritis
18

a.3. 7lomerulonefritis proliferatif memranosa
a.4. (efritis yang er!uungan dengan 34S (nefritis lupus"
. Sindroma nefritis akut dengan normokomplemenemia (dapat asimtomatis
atau simtomatis". 5ermasuk kelompok ini antara lain adala!:
.1 (efritis yang er!uungan dengan *,S
.2 (efropati /g.
K%&e%" $"'no!! a. .namnesis
. *emeriksaan fisik
1. *emeriksaan penunjang
An"mne!! 9ari penyea dengan melakukan anamnesis$ pemeriksaan fisik dan
penunjang.
a. *enyea S(. dengan !ipokomplementemia
1" 7(.*S
@iIayat /S*. atau infeksi kulit$ dengan atau tanpa disertai oliguria.
Sema pada muka seIaktu angun tidur$ kadang&kadang ada
kelu!an sakit kepala. -isa juga dijumpai riIayat kontak dengan
keluarga yang menderita 7(.*S (pada suatu epidemi".
2" 4ndokarditis akterialis suakut
@iIayat panas lama$ adanya penyakit jantung kongenital/didapat$ yang
diikuti ole! kemi! erIarna seperti 1o1a 1ola (!ematuria makroskopis".
3" S!unt nep!ritis
@iIayat pemasangan s!unt atrio2entrikulo&atrial / peritoneal untuk
penanggulangan !idrosefalus$ panas lama$ munta!$ sakit kepala$
gangguan pengli!atan$ kejang&kejang$ penurunan kesadaran.
4" S34
)elu!an dapat erupa panas lama$ erat adan turun$ anoreksia$
nausea$ munta!$ sakit kepala$ depresi$ psikosis$ kejang$ ruam pada
kulit
. S(. dengan normokomplenemia
1" *urpura ,eno1!&S1!onlein (*,S"
@iIayat ruam pada kulit$ sakit sendi dan gangguan gastrointestinal
(mual$ munta!$ nyeri adomen$ diare erdara! atau melena" dan
serangan !ematuria.
2" (efropati /g.
)e1urigaan ila timulnya serangan !ematuria makroskopis se1ara
akut dipi1u ole! suatu episode panas yang er!uungan dengan /S*..
,ematuria makroskopis iasanya ersifat sementara dan akan !ilang
ila /S*. mereda$ namun akan erulang kemali ila penderita
mengalami panas yang erkaitan dengan /S*.. 0iantara 2 episode$
iasanya penderita tidak menunjukkan gejala ke1uali !ematuria
mikroskopis dengan proteinuria ringan masi! ditemukan pada
urinalisis. 4dema$ !ipertensi dan penurunan fungsi ginjal iasanya
tidak ditemukan.
11

Peme%k!""n 0!k a. *enyea S(. dengan !ipokomplementemia
1" 7(.*S
4dema$ !ipertensi$ kadang&kadang gejala&gejala kongesti 2askuler
(sesak$ edema paru$ kardiomegali"$ atau gejala&gejala gaungan
sistem saraf pusat (pengli!atan kaur$ kejangK penurunan kesadaran".
2" 4ndokarditis akterialis suakut
*anas$ ras!$ sesak$ kardiomegali$ takikardi$ suara ising jantung$
!epatosplenomegali artritis/artralgia jarang dijumpai.
3" S!unt nefritis
,idrosefalus dengan s!unt yang terpasang$ su!u tuu! meninggi$
!ipertensi$ edema$ kadang&kadang dengan asites dan tanda&tanda
peningkatan tekanan intrakranial.
4" 3upus eritematosus sistemik (34S"
.lopesia$ butterfly rash$ lesi dis1oid$ fotosensiti2itas$ ulkus pada
mulut/nasofaring$ pleuritis$ perikarditis$ !epatitis$ nyeri adomen$
asites$ splenomegali.
. S(. dengan normokomplenemia
1" *urpura ,eno1!&S1!onlein (*,S"
4dema$ dan !ipertensi$ ruam pada daera! okong dan agian
ekstensor dan ekstremitas aIa!$ art!ralgia/art!ritis$ nyeri adomen.
2" (efropati /g.
0emam$ infeksi saluran nafas. 4dema$ !ipertensi dan penurunan
fungsi ginjal iasanya tidak ditemukan.
Peme%k!""n
+enun1"n'
a. *enyea S(. dengan !ipokomplementemia
1" 7(.*S
)elainan urinalis minimal atau !ematuria$ proteinuria$ silinderuria
.S5? > 200 /=$ titer 93 renda! (#G0 mg/dl"$ 94 iasanya normal.
7amaran kimia dara! menunjukkan kadar -=($ kreatinin serum$
dapat normal atau meningkat$ elektrolit dara! ((a$ )$ 9a$ *$ 9l"
dapat normal atau terganggu. )adar kolesterol iasanya normal$
sedang kadar protein total dan alumin dapat normal atau sedikit
merenda!$ kadar gloulin iasanya normal.
0iagnosis pasti ditegakkan erdasarkan iakan apusan tenggorok
/keropeng kulit positif untuk kuman Strepto1o1us - !emoliti1us atau
.S5? > 200 /=. ,ematuria$ proteinuria dan silinderuria. )adar
9,%0 dan 93 merenda! (#G0 mg/dl"$ yang pada e2aluasi lei!
lanjut menjadi normal < : G minggu dari onset penyakit.
2" 4ndokarditis akterialis suakut
,ematuria$ proteinuria atau kelainan pada sedimen urine erupa
!ematuria mikroskopis$ lekosituria$ selinderuria.
8ungsi ginjal la'imnya mengalami gangguan (-=( dan kreatinin
serumA".
7amaran dara! tepi erupa lekositosis$ 340 meningkat
9@* (+"$ titer komplemen (93$ 94" turun$ kadang ditemukan
peningkatan titer faktor rematoid$ kompleks imun dan kriogloulin
12

dalam serum.
0iagnosis ditegakkan erdasarkan temuan di atas disertai !asil
kultur dara! (+" ter!adap kuman penyea infeksi dan pada
ekokardiografi dijumpai 2egetasi pada katup jantung.
3" S!unt nefritis
=rinalisis menunjukkan !ematuria$ proteinuria$ silinderuria. 8ungsi
ginjal iasanya terganggu.
)adar total protein dan alumin serum iasanya renda!. )adar
elektrolit dara! dapat terganggu.
9@* (+"$ titer komplemen (93$94" renda!.
)ultur yang diperole! dari s!unt terinfeksi (+".
4" 3upus eritematosus sistemik (34S"
0ara! tepi: .nemia normositik normok!rom$ retikulositosis$
tromositopenia$ leukopenia$ Iaktu protromin/Iaktu tromoplastin
partial iasanya memanjang.
/mmunoserologis: =ji 9oom (+". Sel 34 (+" persisten. )eterliatan
ginjal ditandai dengan sindroma nefritis akut dengan atau tanpa
disertai gagal ginjal akut atau sindroma nefrotik.
0iagnosis: dari nefritis lupus ditegakkan erdasarkan kelainan
diatas$ dengan gamaran iopsi ginjal$ mulai dari yang ringan
erupa 7( proliferatif fokal ringan sampai yang erat erupa
proliferatif difusa.
. S(. dengan normokomplenemia
1" *urpura ,eno1!&S1!onlein (*,S"
,ematuria$ proteinuria dan silinderuria.
=reum/kreatinin serum dapat normal atau meningkat dapat terjadi
penurunan fungsi ginjal yang progresif yang ditunjukkan dengan
meningkatnya kadar ureum dan kreatinin serum. )adar protein total$
alumin$ kolesterol dapat normal$ atau menyerupai sindrom
nefrotik. 5romosit$ Iaktu protomin dan tromoplastin normal.
.S5? iasanya meningkat sedangkan /g+ normal.
*ada kelainan ginjal erat iopsi ginjal perlu dilakukan untuk meli!at
morfologi dari glomeruli pengoatan dan untuk keperluan prognosis.
2" (efropati /g.
,ematuria makroskopis iasanya ersifat sementara
)adar /g. serum iasanya meningkat (10$2E"$ kadar komplemen
(93$ 94" dalam serum iasanya normal.
0iagnosis pasti diuat erdasarkan iopsi ginjal.
1+

T"&"#"k!"n" 1. Pen"&"#"k!"n""n
Semua S(. simtomatik perlu mendapat peraIatan. *engoatan
ditujukan ter!adap penyakit yang mendasarinya dan komplikasi yang
ditimulkannya.
A. Tn$"k"n umum
a. /stira!at di tempat tidur sampai gejala&gejala edema$ kongesti
2askuler (dispnu$ edema paru$ kardiomegali$ !ipertensi"
meng!ilang.
. 0iet: +asukan garam (0$%&1 g/!ari" dan 1airan diatasi selama
edema$ oliguria atau gejala kongesti 2askuler dijumpai. *rotein
diatasi (0$%/kg --/!ari" ila kadar ureum di atas %0 gram/dl.
B. Pen'o2"&"n &e%,"$"+ +en4"k& +en4e2"2
(/ GNAPS
". GNAPS &"n+" kom+#k"! 2e%"&
o 0iuretika:
=ntuk penanggulangan edema dan !ipertensi ringan
disamping diit renda! garam$ dierikan furosemide 1&2 mg/kg
--/!ari oral diagi atas 2 dosis sampai edema dan tekanan
dara! turun.
o .nti!ipertensif
-ila !ipertensi dalam derajat sedang sampai erat disamping
pemerian diuretika ditama!kan oat anti!ipertensif oral
(propranolol atau kaptopril". (li!at **) !ipertensi pada anak".
o .ntiiotika
** %0.000 =//kg--/!ari atau eritromisin oral %0 mg/kg--/!ari
diagi 3 dosis selama 10 !ari untuk eradikasi kuman.
2. GNAPS $en'"n kom+#k"! 2e%"&:
o )ongesti 2askuler(edema paru$ kardiomegali$ !ipertensi"
*emerian oksigen
0iuretika furosemide parenteral (1&2 mg/kg--/kali"
.nti!ipertensif oral (kaptopril 0$3 mg/kg--/kali 2&3 kali/!ari"
-ila disertai gagal jantung kongestif yang nyata dapat
dipertimangkan pemerian digitalis.
o 7agal ginjal akut (li!at **) 77."
o 4nsefalopati !ipertensi (li!at **) !ipertensi"
o 7lomerulonefritis progresif 1epat (7( kresentik". +erupakan
entuk 7(.*S erat yang ditandai serangan !ematuria
makroskopis$ perurukan fungsi ginjal yang erlangsung 1epat
dan progresif$ dan pada iopsi ginjal dijumpai gamaran
glomerular 1res1ent.
0isamping penanggulangan !ipertensi dan gagal ginjal dierikan
pula pulse met!ylprednisolon.
o 1% mg/kg-- metil prednisolon (tidak ole! melei!i 1 gram"
perinfus sekitar <0&M0 menit setiap !ari selama %&< !ari. *erlu
dipantau
1,

5anda&tanda fungsi 2ital (denyut nadi$ tekanan dara!$
pernafasan"
)adar elektrolit
o 3anjutkan dengan metil prednisolon oral$ 2 mg/kg--/!r selama
1 ulan. 3alu dosis prednisolon dierikan se1ara alternate 2
mg/kg--/ 2 !ari selama 1 ulan$ kemudian dilanjutkan separo
dosis dengan inter2al 1 ulan$ setela! dierikan 0$2 mg/kg
sekali 2 !ari selama 1 ulan lalu oat di!entikan.
Tindak lanjut :
o 5imang erat adan 2 kali seminggu.
o =kur masukan 1airan dan diuresis setiap !ari.
o =kur tekanan dara! 3 kali se!ari selama !ipertensi masi! ada$
kemudian 1 kali se!ari ila tekanan dara! suda! normal.
o *emeriksaaan dara! tepi dilakukan pada saat penderita mulai
diraIat$ diulangi 1 kali seminggu atau saat penderita atau saat
penderita mau dipulangkan. =rinalisis minimal 2 kali seminggu
selama peraIatan. *erlu dilakukan iakan urine untuk men1ari
kemungkinan adanya /S). -ila ditemukan dioati sesuai
dengan !asil sensitifitas.
*emeriksaan kimia dara! dilakukan saat diraIat dan Iaktu
dipulangkan. *enderita dengan komplikasi erat pemeriksaan
dara! terutama ureum/ kreatinin dan elektrolit lei! sering
dilakukan. *emeriksaan 4)7$ foto tora> perlu dilakukan
terutama pada penderita dengan segala kongestif 2askuler
saat diraIat. *emeriksaan 4)7 perlu dilakukan se1ara serial$
sedang foto toraks diulangi ila gejala&gejala kongesti 2askuler
suda! meng!ilang pada saat penderita mau dipulangkan.
*emeriksaan funduskopi se1ara serial perlu dilakukan ila
penderita datang dengan erdasarkan indikasi terjadinya
perurukan faal ginjal se1ara 1epat dan progresif (7( progresif
1epat "
Indikasi pulang
)eadaan penderita aik. 7ejala&gejala S(. meng!ilang.
*engamatan lei! lanjut perlu dilakukan di poli k!usus ginjal anak
minimal 1 kali 1 ulan selama 1 ta!un. -ila pada pengamatan
.S5? (+" dan 93 masi! renda! setela! G minggu dari onset$
proteinuria masi! + setela! < ulan dan !ematuria mikroskopis
masi! dijumpai setela! 1 ta!un$ atau fungsi ginjal menurun se1ara
insidius progresif dalam Iaktu eerapa minggu atau ulan
kemungkinan penyakit jadi kronik perlu dilakukan iopsi ginjal.
*/ En$ok"%$&! 2"k&e%"#! "ku&7 !u2 "ku&
*engoatan ditujukan ter!adap endokarditis dan penyakit yang
ditimulkannya pengoatan ter!adap endokarditis serta tindak
lanjut (li!at S* endokarditis".
1-

Pengobatan komplikasi:
o 7agal ginjal akut (li!at **) 77. "
o 0ekompensasi kordis (li!at **) gagal jantung yang
er!uungan dengan endokarditis".
Tindak lanjut:
Serupa dengan S(. 7(.*S
Indikasi pulang:
)eadaan umum aik$ infeksi teratasi$ gejala&gejala endokarditis
memaik$ kelainan urinalisis minimal$ fungsi ginjal menunjukkan
peraikan$ gejala dekompensasi meng!ilang. =ntuk e2aluasi lei!
lanjut penderita perlu kontrol eroat jalan ke poli k!usus ginjal
anak/kardiologi anak$ minimal sekali seulan.

3/ Shunt ne0%&!
*engoatan ditujukan ter!adap kuman penyea dan mengangkat
s!unt yang terinfeksi ter!adap komplikasi dari s!unt nefritis.
o .- dierikan sesuai dengan !asil test sensiti2itas
o .tasi gejala yang erkaitan dengan peningkatan tekanan intra
kranial (li!at S* peningkatan tekanan intra kranial"
o 7ejala ensefalopati !ipertensi diatasi sesuai **) !ipertensi
o 7agal ginjal akut diatasi sesuai dengan **) 77.
Indikasi pulang
)eadaan anak aik$ gejala&gejala dari nefritis minimal$ komplikasi
yang terjadi terkontrol dengan aik. =ntuk e2aluasi perlu kontrol
eroat jalan ke poli k!usus ginjal/neurologi anak paling kurang
sekali seulan.
4/ Ne0%&! 4"n' 2e%,u2un'"n $en'"n #u+u! e%&em"&o!u!
*engoatan terdiri dari pemerian kortikosteroid prednisolon 2
mg/kg--/!ari diagi 3 dosis selama 4&< minggu$ kemudian dosis
diturunkan se1ara erta!ap sedikit demi sedikit sampai men1apai
dosis %&10mg/!ari atau 0$1&0$2 mg/kg dan diperta!ankan selama
4&< minggu. Setela! itu dierikan se1ara alternat.
-ila selama peraIatan penderita menunjukkan perurukan fungsi
ginjal se1ara progresif atau dengan sindroma nefrotik dioati
dengan pulse met!yl prednisolon terapi$ diuretika dan oat anti
!ipertensi.
Indikasi pulang:
)eadaan umum aik$ gejala&gejala nefritis memaik atau
menunjukkan kelainan minimal. *erlu kontrol se1ara eroat jalan
ke poli k!usus ginjal anak.
1.

8/ Ne0%&! 4"n' 2e%,u2un'"n $en'"n $en'"n Pu%+u%" Heno9,
S9,on#en
Steroid dierikan dalam Iaktu pendek untuk meng!ilangkan gejala
nyeri perut. *enderita *,S erat Odengan manifestasi ginjal erat
((S$77. dan !ipertensi"P memutu!kan pengaIasan yang ketat.
-iopsi ginjal perlu dilakukan pada keadaan ini. ?at yang
digunakan dalam !al ini adala! prednison oral$ met!yl
prednisolone$ olus intra 2ena$ oat&oal sitostatika (siklofosfamid$
a'atioprin"$ antikoagulan$ antiplatelet dan plasmap!eresis.
0isamping penanggulangan ter!adap 77. dan !ipertensi.
Tindak lanjut:
Semua pasien dengan ,S* yang diraIat perlu dilakukan
pengamatan ter!adap !ipertensi dan perurukan faal ginjal se1ara
progresif$ merupakan indikasi untuk iopsi ginjal.
Indikasi Pulang
)eadaan umum aik$ urinalisis normal atau menunjukkan kelainan
minimal$ tekanan dara! dan fungsi ginjal normal. 0ianjurkan
kepada penderita untuk kontrol eroat jalan ke poli k!usus ginjal
anak.
:/ Ne0%o+"& I'A
*engoatan yang spesifik untuk (efropati /g. asimtomatis elum
ada. *engoatan !anya erupa pemerian antiiotika ila dijumpai
/S*. atau tonsilektomi untuk mengurangi episode dari !ematuria
makroskopis..
Tindak lanjut
*enderita /g. tidak perlu diraIat$ namun memerlukan pemantauan
terus menerus ter!adap kemungkinan terjadinya !ipertensi dan
perurukan fungsi ginjal.

Kom+#k"! Fase akut :
a. 4nsefalopati !ipertensif
. *aya! jantung kongestif
1. 7agal ginjal akut
Jangka panjang: 7agal ginjal kronik
P%o'no!! a. S(. dengan !ipokomplemenemia tergantung pada penyeanya:
1" 7(.*S: *rognosis aik$ M%E semu! sempuma$ 3E meninggal
karena komplikasi. 2E erkemang menjadi 77).
2" (efritis yang er!uungan dengan endokarditis akterialis akut/su
akut. *rognosis aik ila pengoatan ter!adap penyea dilakukan
se1ara intensif dengan antiiotika yang 1o1ok dan kadar komplemen
kemali normal. -ila pengoatan terlamat$ dapat terjadi gagal ginjal.
3" S!unt nep!ritis. prognosis umumnya aik$ %0E dari kasus dilaporkan
semu! ila s!unt yang mengalami infeksi segera diangkat dan
17

antiiotika yang 1o1ok segera dierikan$ 20E meninggal diseakan
ole! penyakit neurologik primer$ atau komplikasi pemeda!an$
sisanya dengan gejala sisa erupa gangguan faal ginjal$ !ematuria
dan proteinuria.
4" (efritis lupus eritematosus sistemik ((4834S". *rognosis erkorelasi
dengan persentase klinik saat serangan dan kelainan !istologi dari
glomeruli. *enderita (4834S dengan kelainan minimal mempunyai
prognosis aik sedangkan penderita (4834S dengan tanda sindroma
nefritik nefrotik yang erat (adanya !ematuri$ !ipertensi dan
insufisiensi ginjal" mempunyai prognosis jelek.
. S(. dengan normokomplemenemia
1" (efritis ,eno1! S1!nonlein ((,S"
*rognosis ergantung pada erat dan luasnya keterliatan ginjal saat
serangan penyakit.
*ada anak dengan !ematuria dengan/tanpa proteinuria ringan$
prognosis aik$ dimana kelainan urinalisis akan meng!ilang sekitar 2 &
4 ulan$ meskipun pengamatan jangka panjang menunjukkan %&10E
timul 77).
*enderita dengan gamaran S(. yang kelainan urinalisis terus
erlanjut$ seagian 77) timul dalam eerapa ulan pertama dari
onset$ seagiannya lagi sekitar % sampai 1% ta!un pengamatan.
/ndikator uruknya prognosis meliputi dijumpai pula sindroma nefrotik$
!ipertensi gagal ginjal saat seragan dan terdapatnya gamaran
glomerular crescent (ulan sait" pada iopsi ginjal.
2" (efropati /g..
*rognosis umumnya aik. *ada pengamatan dalam tempo yang
singkat tidak perna! dijumpai gagal ginjal progresif$ meskipun
kelainan urine tidak termasuk !ematuria erulang iasanya menetap.
*ada pengamatan jangka panjang yang dilakukan dari 1 sampai 1%
ta!un$ angka kejadian 77) antara % & ME$ dikaitkan dengan dijumpai
gamaran glomerullar 1res1ents pada iopsi ginjal.
1=

DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
INFEKSI SAL6RAN KEMIH .ISK/ KODE ICD: N30.;
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! /S) adala! infeksi saluran kemi! ole! mikroorganisme$ terutama akteri$
dalam jumla! yang ermakna.
E&o#o' 5erutama akteri gram negatif (teranyak E.coli), isa juga diseakan
akteri gram positif$ 2irus dan jamur.
P"&o'ene!! )ompleks$ dipengaru!i anyak faktor: faktor !ost dan faktor mikroorganisme
penyea. 8aktor prediposisi antara lain: fimosis$ refluks 2esi1o&ureter$ atu
atau enda asing disaluran kemi!$ jenis kelamin dll. *enyearan melalui 2
1ara:
a@ *enyearan !ematogen: fokus infeksi di tempat lain septikemia
pielonefritis.
b@ *enyearan as1enden: flora usus uropatogenikkolonisasi di perineal Q
uretra anterior uli&uli menemus arier mukosa normal sistitis
adanya faktor predisposisi (2irulensi akteri atau faktor pejamu"
pielonefritis. *ielonefritis urosepsis/refluks intra renal skar ginjal
gagal ginjal kronis/!ipertensi.
K#"!0k"! a. -erdasarkan ada tidaknya gejala: simtomatis dari asimtomatis
. -erdasarkan konfirmasi mikroiologik.
5ersangka /S): gejala /S) tanpa dukungan mikroiologik
/S): ditemukan mikroorganisme
1. -erdasarkan lokasi: /S) atas (pielonefritis" dan /S) aIa! (sistitis dan
sistouretritis" serta kominasi.
d. -erdasarkan derajat gejala klinis diagi atas /S) ringan dan /S) erat.
e. -erdasarkan adanya kelainan radiologik diagi atas /S) komplikata dan
/S) non komplikata.
An"mne!! ( .danya gejala demam$ sakit pinggang$ disuria$ urgensi$ frekuensi$
polakisuria$ riIayat urin erpasir/keluar atu.
( 7ejala /S) erat (demam tinggi$ munta!$ sepsis$ kejang"$ kuning (pada
neonates atau ayi ke1il".
( 8aktor predisposisi (!igene$ konstipasi$ infeksi sistemik$
imunokompromised"
Peme%k!""n 0!k 0emam$ nyeri tekan supra puik$ nyeri ketok 1osto2ertera$ pu1at
K%&e%" $"'no!! Langkah diagnosis
R /S) asimtomatis diketa!ui pada skrining
R /S) simtomatis: anamnesis dan pemeriksaan fisik umum. )!usus pada
neonatus perlu ditanyakan riIayat ke!amilan dan persalinan dan faktor
risiko infeksi lainnya.
1>

R *emeriksaan penunjang: pemeriksaan penyaring akteriuria (piuria$
penge1atan 7ram$ test kimiaIi"$ dara! tepi$ 9@*$ dan urinalisis lengkap$
ureum dan kreatinin.
R @adiologi: =S7 dan +9= ila ada kelainan dilanjutkan dengan /F*
Dasar diagnosis
-akteriuria ermakna: didapatkan koloni kuman >100.000 koloni/ml urin
pada pengamilan urin se1ara pan1aran tenga!$ atau eerapa kuman
saja pada pengamilan sampel urin se1ara S**
/S) asimpmtomatik: akteriuria ermakna yang ditemukan pada uji tapis
pada anak se!at atau tanpa gejala. )eadaan ini ersifat ringan dan
iasanya tidak menimulkan kerusakan ginjal$ ke1uali pada Ianita !amil
kalau tidak dioati dapat menimulkan /S) simtomatik.
/S) simtomatis: terdapatnya akteriuria disertai gejala klinik
/S) atas: /S) agian atas terutama parenkim ginjal$ la'im diseut seagai
pielonefritis dengan gejala utama demam dan sakit pinggang.
/S) aIa!: ila infeksi di 2esika urinaria (sistitis" atau uretra dengan
gejala utama erupa gangguan teratas miksi seperti disuria$ polakisuria$
ken1ing mengedan (urgency".
/S) ringan: gejala ringan$ panas (&".
/S) erat: gejala erat$ panas tinggi$ kejang$ kesadaran turun$ munta!$
diare$ pada neonatus sesuai dengan tanda&tanda sepsis.
/S) dengan gejala sepsis: ditemukan gejala sepsis sesuai S*&nya.
/S) nonkomplikata/simpleks: /S) yang tanpa kelainan struktural maupun
fungsional
/S) komplikata/kompleks: /S) dengan ditemukan juga kelainan anatomik
maupun fungsional saluran kemi! yang menyeakan stasis ataupun
aliran alik (refluks" urin. )elainan saluran kemi! dapat erupa atu
saluran kemi!$ ostruksi$ anomali saluran kemi!$ uli&uli neurogenik dan
seagainya.
/S) erulang/relaps: akteriuria yang timul kemali setela! pengoatan
dengan jenis kuman yang sama dengan kuman saat iakan urin pertama
kalinya. )ekamu!an dapat timul antara 1 sampai < minggu setela!
pengoatan aIal.
/S) rekuren/reinfeksi: akteriuria yang timul setela! selesai pengoatan
dengan jenis kuman yang ereda dari kuman saat iakan pertama.
Peme%k!""n
+enun1"n'
-erdasarkan pola pemikiran evidence base dan per!itungan untung&ruginya
pemeriksaan pen1itraan$ Stark (1MMH" mengajukan alternatif pili!an seagai
erikut:
1. .nak yang diduga menderita pielonefritis akut dan
semua ayi yang menderita /S) perlu pemeriksaan =S7 dan +S=. -ila
ditemukan @F=$ pemeriksaan pielografi intra2ena (*/F" atau sintigrafi
0+S. dapat dilakukan$ meskipun tidak langsung terkait dengan
penanganan pasien. -ila pada pemeriksaan =S7 di1urigai adanya
kelainan anatomik maka */F lei! disarankan.
28

2. .nak perempuan dengan /S) aIa! (sistitis" erulang sampai 2 atau 3 kali
atau /S) pertama dengan adanya riIayat @F= dalam keluarga$
diperlakukan seperti pili!an no.1 di atas.
3. Seagian esar anak perempuan dengan /S) serangan pertama atau /S)
aIa! saja tidak memerlukan pemeriksaan pen1itraan. )elompok ini
1ukup dipantau tiap <&12 ulan dan iakan urin ila ada demam.
B )!usus untuk neonatus laki&laki sampai usia G minggu disarankan
pemeriksaan =S7 dan +S= rutin pada /S) pertamakalinya. -ila
ditemukan kerusakan parenkim ginjal ataupun refluks derajat 3 atau lei!$
dilanjutkan dengan pemeriksaan skintigrafi radionuklid. *ada anak yang
lei! esar =S7 dipakai seagai penyaring dan ila di1urigai ada kelainan
dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan lain seperti */F$ +S= maupun
skintigrafi radionuklid.
B *emeriksaan atas indikasi: iakan dara!$ foto t!ora>
T"&"#"k!"n" R /S) asimtomatis/simtomatis dioati sesuai !asil uji sensiti2itas.
R Sementara menunggu !asil kultur datang$ tersangka /S) dioati dengan
antiiotika oral .moksisilin %0 mg/kg--/!ari atau 5rimetoprim/
Sulfametoksa'ol ()otrimoksa'ol" G/40mg/kg--/!ari.
R 5ersangka /S) erat dioati dengan antiiotika parenteral erupa
.mpisilin 200 mg/kg--/!ari diagi atas 4 dosis + 7entamisin %
mg/kg--/!ari diagi 2 dosis. Setela! kultur datang dioati sesuai dengan
!asil tes sensitifitas. 3ama pengoatan 10&14 !ari.
R /S) dengan komplikasi dioati sesuai komplikasi
R /S) dengan sepsis dioati sesuai S*
R 0iupayakan mengoreksi/mengoati faktor predisposisi
Indikasi rawat
/S) dengan penyulit
Tindak lanjut
Selama peraIatan urinalisa dilakukan 2 kali seminggu. 0ara! tepi sekali
seminggu. 0ua !ingga tiga !ari setela! pengoatan dimulai dilakukan iakan
ulang$ila iakan steril oat diteruskan$ila iakan masi! positif atau kondisi
penderita tidak memaik oat diganti. =ntuk mendeteksi infeksi ulangan
dilakukan kultur urin setela! 1 minggu pengoatan selesai. -ila positif dioati
sesuai dengan !asil tes sensiti2itas.Lika !asil kultur urin steril maka kultur
urin selanjutnya dilakukan sekali seulan dalam < ulan pertama$ kemudian
sekali 2 ulan untuk < ulan$ lalu$ sekali 3 ulan untuk ta!un ke&2 dan ke&3.
/S) simtomatis erat segera dilakukan pemeriksaan radiologi dan faal ginjal.
=ntuk yang ringan atau simtomatis pemeriksaan radiologi dilakukan 1 ulan
setela! pengoatan selesai dengan indikasi: semua anak #3 ta!un$ semua
anak laki&laki$ semua anak perempuan yang mendapat /S) erulang.
)alau infeksi erulang oati dengan antiiotika sesuai !asil tes sensiti2itas
dilanjutkan dengan .- profilaksis )otrimoksa'ol 2 mg/kg--/!ari atau
(itrofurantoin 1&2 mg/kg--/!ari dosis tunggal malam !ari minimal < ulan.
@efluks erat dengan atau tanpa kelainan ostruksi konsul eda!
urologi.Skar pielonefritik atau refluks sedang .- profilaksis$ kemudian
21

ulangi /F*/+9=. Lika menjadi erat konsul eda! urologi.
)ontrol erkala ureum dan kreatinin (3&< ulan"$ kalau terjadi gagal ginjal dan
!ipertensi kelola sesuai S*&nya.
Indikasi pulang
)eadaan umum aik$ gejala klinis /S) !ilang$ kulltur setela! 1 minggu
pengoatan selesai steril dan fungsi ginjal normal.
E$uk"! *en1ega!an dengan mengenali faktor predisposisi (!ygiene$ men1ega!
konstipasi" dan lain&lain

Kom+#k"! @efluks 2esikoureter (20:30 E"$ skar pielonefritik (10&20E"$ !ipertensi$ gagal
ginjal
P%o'no!! /S) non komplikata dan elum disertai komplikasi prognosis aik. /S)
komplikata atau yang sering kamu! akan erlanjut menjadi gagal ginjal
kronik kemudian !ari
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n' o%$e%/
@eferensi:
1. @usdidjas$ @afita @amayanti$ /nfeksi Saluran )emi!. 0alam -uku .jar
(efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$ 2002:142&1<3
22

DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
HEMAT6RIA KODE ICD: R3(.
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! ,ematuria adala! keadaan yang menunjukkan terdapatnya sel&sel eritrosit
dalam jumla! yang anormal di dalam urin
E&o#o' -erasal dari glomerulus
7lomerulonefritis
Sindroma !emolitik uremik
,ematuria er!uungan dengan ola! raga
,ematuria familial enigna
(efropati /g.
-ukan dari glomerulus
*enyakit perdara!an/gangguan faktor pemekuan
)era1unan jengkol
,iperkalsiuria
5-9 ginjal/saluran kemi!
/nfeksi saluran kemi!
5rauma
-atu
0efek kongenital (7injal polikistik Q ,idronefrosis"
5umor 6ilms
-enda asing di ureta/2esika urena
P"&o'ene!! ,ematuria dapat erasal dari sesuatu tempat di jaringan parenkim ginjal
dan traktus urinarius$ mulai dari glomeruli sampai ke uretra anterior.
+ekanisme timulnya !ematuria dapat melalui eerapa 1ara:
*roses imunologik peradangan pada glomerulo&tuulo interstisiel
kapiler / arteriol glomeruli&tuulo&interstisiel rusak.
4ndotoksis atau infeksi langsung ole! agen infeksi (akteri$ 2irus$ riketsia"
kerusakan endotel kapiler glomeruli.
4moli septik yang tersangkut pada endotel kapiler glomeruli .
4fek langsung dari oat&oat yang merusak tuulo interstisial.
)ristal yang menyumat lumen tuulus.
/ritasi mukosa saluran kemi! ole! mikrokristal$ enda asing yang
dimasukkan leIat uretra ke 2esika urinaria$ peradangan mukosa
kerusakan kapiler.
5rauma/neoplasma jaringan ginjal/saluran kemi! rusak pemulu!
dara! pe1a!. 0efek kongenital pada saluran kemi! kerusakan
pemulu! dara!.
2+

K#"!0k"! ,ematuria asimtomatis$ !ematuria tanpa gejala&gejala lain$ ,ematuria
simtomatis$ !ematuria yang disertai gejala&gejala lain seperti edema$
oliguria$ gejala&gejala kongesti 2askuler$ gejala&gejala SS*.
An"mne!!-
+eme%k!""n 0!k-
$"n k%&e%"
$"'no!!
Dasar diagnosis:
9urigai !ematuria ila urin erIarna mera! terang atau gelap seperti
1o1a&1ola
Langkahlangkah diagnosis:
*astikan adanya !ematuria
*emeriksaan yang dilakukan adala! dispstik untuk meli!at adanya
kandungan !emogloin dalam eritrosit dan !emogloin eas dalam
urine. Sedangkan untuk meli!at sel eritrosit dilakukan pemeriksaan
mikroskopis sedimen urin. -ila ditemukan sel eritrosit J %/lp B
!ematuria mikroskopik
5entukan entuk dari !ematuria dan 1ari faktor penyea.
*emeriksaan yang dilakukan adala! anamnesis$ pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang identifikasi :
Hem"&u%" non '#ome%u#e%$ 1iri&1irinya:
=rine erIarna mera! terang$ iasanya edema dan !ipertensi
tidak dijumpai.
=rinalisis menunjukkan:
=rin erIarna mera!
-ekuan dara! (+"
*roteinuria (+1" : (&2"
Silinder eritrosit (&"
-entuk eritrosit sama dan kandungan !emogloinnya merata.
Hem"&u%" '#ome%u#e%$ 1iri&1irinya:
0ari anamnesis didapatkan urin erIarna mera! gelap$ tidak nyeri
Iaktu erkemi!.
0ari pemeriksaan fisik iasanya ditemukan edema$ !ipertensi
=rinalisis :
*roteinuria (+2 & +3"
Sel eritrosit (+" ( J%/lp atau penu!/lp"
-entuk eritrosit tidak sama dan kandungan !emogloinnya
tidak merata
Silinderuria (terutama selinder eritrosit"
=ntuk masing&masing kelompok !ematuria ditetapkan etiologinya (li!at
algoritma"
-entuk (on 7lomeruler
a" )era1unan jengkol
0iagnosis erdasarkan riIayat makan jengkol$ nyeri !eat saat
erkemi!$ mulut au jengkol$ kadang&kadang$ ditemukan retensio
urin$ kristal asam jengkol pada orifisium uretra. *ada urinalisis
dijumpai sel eritrosit penu!$ lekosituria$ kristal asam jengkol$
proteinuria +1$ kadang&kadang dijumpai tanda&tanda 77..
2,

" ,iperkalsiuria idiopatik
0iagnosis diuat erdasarkan !asil urinalisis yang menunjukkan
!ematuria$ disertai peningkatan ekskresi kalsium dalam urin > 4
mg/kg--/!ari atau ratio 9a/kreatinin urin > 0$2. 0ari riIayat
keluarga ada riIayat serangan kolik ginjal/ureter yang
er!uungan dengan atu.
1" 5-9 7injal
0iagnosis erdasarkan riIayat kontak (+"$ atuk&atuk kronik$ gi'i
uruk$ kelainan paru aik erdasarkan pemeriksaan fisik/radiologi$
340 meninggi. *ada urinalisis dijumpai !ematuria$ piuria steril.
**0 (+"$ )epastian diagnostik perlu dilakukan iakan urin untuk
men1ari -5..
d" /S)
0iagnosis erdasarkan riIayat panas lama$ disuria$ polakisuria$
nyeri pinggang/sudut kosto 2ertera/suprasimfisis. ,asil urinalisis
menunjukkan adanya !ematuria$ proteinuria$ lekosituria. 0an pada
iakan urin dijumpai akteria ermakna.
e" 5rauma
0iagnosis erdasarkan pada riIayat trauma pada daera!
pinggang dan ditemukan memar/leam pada daera! pinggang
atau suprasimfisis. *ada pemeriksaan urin tampak gross
!ematuria dan ekuan dara! (+". =ntuk mengeta!ui lokasi/luasnya
daera! yang mengalami trauma perlu dilakukan =S7/*/F.
f" -atu saluran kemi!
0iagnosis erdasarkan kolik ureter$ kemi! tidak lan1ar dan rasa
nyeri saat erkemi!. *ada anak laki&laki gejala k!as adala! sering
menarik penisnya ketika mau erkemi!$ kadang&kadang disertai
keluar atu$ =rinalisis !ematuria$ lekosituria. 0iagnosis pasti
=S7/*/F.
g" 5umor/defek kongenital pada ginjal/saluran kemi!
0iagnosis erdasarkan teraa massa dalam rongga adomen.
=ntuk menentukan jenis tumor atau defek kongenital apaka! tumor
6ilms$ ginjal polikistik atau !idronefritis perlu dilakukan =S7/*/F.
!" *enyakit pendara!an
0iagnosis erdasarkan riIayat gusi muda! erdara!$ sering
epistaksis$ pu1at$ iru&iru pada kulit$ pada dara! tepi ditemukan
kadar , renda!$ tromositopenia$ Iaktu pemekuan dan
perdara!an memanjang.
-ila entuk non glomeruler dari !ematuria !anya erupa dara! sedang
gamaran dara! tepi normal tanpa ditemukan tanda&tanda penyakit
dara!/perdara!an$ perlu dilakukan pemeriksaan =S7/*/F untuk men1ari
faktor penyea perdara!an. -ila !asilnya normal kemungkinan
penyeanya erasal dari trauma uretra$ enda asing di uretra$ atau
peradangan 2esika urinaria. =ntuk menentukan asal perdara!an perlu
pemeriksaan sitoskopi.
-entuk 7lomeruler
2-

1" ,ematuria mikroskopis
0apat merupakan sala! satu entuk glomeruler dari !ematuri.
0iagnosis ditegakkan ila !asil pemeriksaan fisik (+"$ gamaran
dara! tepi normal$ fungsi ginjal kimia normal$ sedang urinalisis
memperli!atkan gamaran erupa !ematuria mikroskopis dengan
sel dara! mera! yang dismorfik.
*ertimangan penyea apaka! !ematuria er!uungan dengan
!ematuria rekuren enigna$ !ematuria er!uungan dengan
ola!raga atau !ematuria idiopatik. 3akukan oser2asi selama <
ulan. -ila masi! menetap perlu dipikirkan nefropati /g.. 0iagnosis
nefropati /g. diuat erdasarkan adanya riIayat !ematuria
makroskopis timul ersamaan dengan onset panas yang dipi1u
ole! /S*.. 0iluar serangan !ematuria !anya ersifat mikroskopis.
*erlu dilakukan iopsi ginjal untuk kepastian diagnosis.
2" 7lomerulonefritis
0iagnosis 7lomerulonetritis dapat ditegakkan erdasarkan entuk
glomeruler dari !ematuria$ disertai proteinuria$ silinderuria dengan
atau tanpa edema$ !ipertensi$ oliguria atau gangguan faal ginjal.
)elainan ini dapat timul se1ara akut atau erlangsung kronik.
-entuk akut dari glomerulonefritis iasanya er!uungan dengan
pas1a infeksi streptokokus$ infeksi sistemik/penyakit multi sistemik
seperti urpura !enoch Schonlein (*,S" dan lupus eritematosus
sistemik (34S". Sedang yang kronik iasanya er!uungan dengan
sindroma nefrotik dan penyakit ginjal !erediter (sindroma "lport".
0iperlukan eerapa pemeriksaan tama!an untuk men1ari
penyea glomerulonefritis seperti .S5?, 93$ ds 0(. antiodi$ sel
34$ iakan$ ekokardiografi.
2.1 0asar diagnosis 7(.*S diuat erdasarkan riIayat /S*./kulit$
yang diikuti kemudian ole! gejala&gejala nefritis akut. -iakan
apusan tenggorok/keropeng kulit dapat (+" untuk kuman
streptokokus eta !emolitikus grup . atau .S5? (+"$ 93
menurun. *erlu pengamatan ter!adap perjalanan penyakit$
karena terjadi penurunan fungsi ginjal se1ara 1epat dan
progresif (7( progresif 1epat".
2.2 *enyakit infeksi sistemik yang dapat erkaitan dengan 7(.
antara lain:
2.2.1. 4ndokarditis akterialis akut/suakut dan shunt nefritis$
sedang penyakit multisistemik antara lain adala! S34
dan *,S.
a" 0asar diagnosis dari endokarditis adala! adanya
riIayat panas lama$ adanya penyakit jantung
didapat/kongenital$ lalu dikuti !ematuria. *enyakit
fisik dijumpai ruam pada kulit$ kardiomegali$ suara
ising jantung$ !epatosplenomegali. *ada
pemeriksaan penunjang ditemukan !ematuria$
proteinuria$ silinderuria. 340 meninggi$ lekositosis$
2.

93 merenda!$ fungsi ginjal menurun. 0iagnosis
pasti ditegakkan erdasarkan iakan dara! (+" atau
pada ekokardiografi ditemukan 2egetasi pada katup
jantung. -iopsi ginjal perlu dilakukan pada kasus&
kasus yang mengalami perurukan faal ginjal.
" 0iagnosis shunt nefritis diuat erdasarkan adanya$
riIayat pemasangan shunt atrio2entrikulo/peritoneal
untuk penanggulangan !idrosefalus$ panas lama$
gejala&gejala peninggian tekanan intrakranial. *ada
pemeriksaan fisik dijumpai shunt yang sedang
terpasang$ !ipertensi. *ada pemeriksaan penunjang
ditemukan !ematuria$ proteinuria$ silinderuria$ kadar
93 merenda!$ fungsi ginjal dapat menurun. *ada
kultur dapat ditemukan kuman penyea.
-iopsi ginjal perlu dilakukan ila fungsi ginjal menurun
se1ara 1epat dan progresif.
2.2.2. -eerapa penyakit multisistemik yang er!uungan
dengan 7(. antara lain adala! *,S dan 34S.
a" 0iagnosis *,S ditegakkan erdasarkan temuan: riIayat
ruam pada kulit$ nyeri sendi$ nyeri perut mendadak$ urin
erIarna mera! gelap. *ada pemeriksaan fisik
didapatkan ras! pada daera! okong$ dan agian
ekstensor dari ekstremitas agian aIa!$
art!ritis/art!ralgia$ kadang&kadang ada !ipertensi dan
edema. *ada pemeriksaan penunjang dijumpai
!ematuria$ proteinuri$ silinderuria. 8ungsi ginjal dapat
normal atau menurun. )adar 93 normal. -iopsi ginjal
perlu dilakukan pada kasus&kasus dengan !ipertensi
erat dan perurukan faal ginjal.
" 0iagnosis 34S ditegakkan erdasarkan riIayat panas
lama$ sakit sendi$ ruam pada kulit$ ramut muda!
rontok. *ada pemeriksaan fisik dapat dapat dijumpai
antara lain alopesia$ butterfly rash$ diskoid lupus$ ulkus
pada mulut$ art!ritis/art!ralgia$ edema$ anemia$ efusi
pleura/perikarditis/ asites. *ada pemeriksaan
penunjang dijumpai anemia !emolitik$ tromositopenia$
leukopenia$ 340 meningkat. =rinalisis dan kimia dara!
dapat menunjukkan gamaran sindroma nefritis akut
atau sindroma nefritik dengan atau tanpa disertai
penurunan faal ginjal$ sel 34 (+"$ .(. (+"$ ds 0(.
antiodi (+"$ 93 merenda!. *ada kasus 34S iopsi
ginjal perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnostik$
pengoatan dan prognosis.

2.3 0iagnosis 7() yang er!uungan dengan sindroma nefritik
ditegakkan erdasarkan: riIayat penyakit ginjal yang suda!
27

lama diderita. *ada pemeriksaan fisik dan laoratorium dijumpai
tanda&tanda dari sindroma nefrotik nefritik. )adar 93 dapat
normal atau merenda! se1ara persisten. *erlu iopsi ginjal
untuk meli!at kelainan morfologi dari glomerular. 0iagnosis
7() yang er!uungan dengan nefritis !erediter (sindroma
.lport" diuat erdasarkan riIayat sakit ginjal pada eerapa
anggota keluarga disertai tuli. .da riIayat serangan !ematuri
makroskopis yang !ilang timul$ disertai !ematuria mikroskopis
yang menetap. ,asil urinalisis dari anggota keluarga
menunjukkan !ematuria mikroskopis. *ada pemeriksaan fisik
dijumpai kelainan pada mata erupa lentikonus anterior. *ada
pemeriksaan audiometri dijumpai tuli neurosensoris. -iopsi
ginjal perlu dilakukan untuk diagnosis.
3" Sindroma uremik !emolitik
0iagnosis erdasarkan temuan riIayat diare erlendir/erdara!$
*ada pemeriksaan fisik dijumpai anak tampak pu1at$ ruam pada
kulit erupa ptekie/purpura$ !epatosplenomegali$ anemia !emolitik
mikroangiopati$ tromositopeni dan penurunan fungsi ginjal.
Peme%k!""n
+enun1"n'
-erdasarkan pola pemikiran evidence base dan per!itungan untung&ruginya
pemeriksaan pen1itraan$ Stark (1MMH" mengajukan alternatif pili!an seagai
erikut:
1. .nak yang diduga menderita pielonefritis akut dan semua ayi yang
menderita /S) perlu pemeriksaan =S7 dan +S=. -ila ditemukan @F=$
pemeriksaan pielografi intra2ena (*/F" atau sintigrafi 0+S. dapat
dilakukan$ meskipun tidak langsung terkait dengan penanganan pasien.
-ila pada pemeriksaan =S7 di1urigai adanya kelainan anatomik maka */F
lei! disarankan.
2. .nak perempuan dengan /S) aIa! (sistitis" erulang sampai 2 atau 3 kali
atau /S) pertama dengan adanya riIayat @F= dalam keluarga$
diperlakukan seperti pili!an no.1 di atas.
3. Seagian esar anak perempuan dengan /S) serangan pertama atau /S)
aIa! saja tidak memerlukan pemeriksaan pen1itraan. )elompok ini
1ukup dipantau tiap <&12 ulan dan iakan urin ila ada demam.
B )!usus untuk neonatus laki&laki sampai usia G minggu disarankan
pemeriksaan =S7 dan +S= rutin pada /S) pertamakalinya. -ila
ditemukan kerusakan parenkim ginjal ataupun refluks derajat 3 atau lei!$
dilanjutkan dengan pemeriksaan skintigrafi radionuklid. *ada anak yang
lei! esar =S7 dipakai seagai penyaring dan ila di1urigai ada kelainan
dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan lain seperti */F$ +S= maupun
skintigrafi radionuklid.
B *emeriksaan atas indikasi: iakan dara!$ foto t!ora>
T"&"#"k!"n" 0isesuaikan dengan S* masing&masing
2=

lndikasi rawat
Semua penderita dengan !ematuria simtomatis
Tindak lanjut
5indak lanjut disesuaikan dengan S* masing&masing
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n' o%$e%/
@eferensi:
1. Syarifuddin @auf$ ,ematuria. 0alam -uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$
Lakarta$ 2002:114&12%
2>

DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
HIPERTENSI KODE ICD: I(0.
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! TD No%m"# : 50 sistolik atau diastolik # M0 persentil menurut gender$ umur
dan tinggi adan anak
P%" H+e%&en! : 50 sistolik atau diastolik M0&M% persentil atau pada anak
remaja 50 J 120/G0 mm,g meskipun # M% persentil dianggap pra!ipertensi.
H+e%&en! adala! 50 sistolik dan atau diastolik J M% persentil menurut
gender$ umur dan tinggi adan pada J 3 kali pemeriksaan pada saat yang
ereda.
H+e%&en! S&"$um (. 50 J M% persentil sampai MM persentil plus % mm,g
H+e%&en! S&"$um *. 50 > MM persentil plus % mm,g
(0iamil dari #ational !igh $lood ressure Education rogram %orking on
!igh $lood ressure in &hildren and adolescent. 'he fourth report on the
diagnosis, evaluation, and treatment of high blood pressure in children and
adolescent. ediatrics ())*+,,* (2 suppl 4
t!
report":%%%&H<".
C"&"&"n : *ersentil menurut jenis kelamin$ umur dan tinggi adan diukur
setidak&tidaknya 3 kali pada Iaktu yang terpisa!$ jika terdapat peredaan
persentil sistolik dan diastolik$ kategorikan erdasarkan nilai yang lei! tinggi.
5ael persentil menurut jenis kelamin$ umur dan tinggi adan dapat dili!at pada
lampiran 1 dan 2.
E&o#o' =sia *enyea
/nfant
@eno2askulerK tromosis a.renalis$ penyakit 1ongenital$
1oartasio aorta$ -*0
# 1 ta!un Stenosis a.renalis
1 & < ta!un *enyakit parenkim ginjalK penyakit 2askuler ginjalK penyea
endokrinK 1oar1atio aortaK !ipertensi esensial
<&12 ta!un *enyakit parenkim ginjalK !ipertensi esensialK penyakit 2askuler
ginjalK penyea endokrinK 1oartatio aortaK penyakit iatrogenik
12&1G ta!un ,ipertensi esensialK penyakit iatrogenikK penyakit parenkim
ginjal$ penyakit 2askuler ginjalK penyea endokrinK 1oartatio
.orta
P"&o'ene!! ,ipertensi akan terjadi ila terdapat faktor yang meningkatkan 1ura! jantung
atau ta!anan total pemulu! dara! perifer.
1" 8aktor yang meningkatkan 1ura! jantung dapat melalui 2
1ara:
,iper2olemi
o @etensi air dan garam akiat turunnya laju filtrasi glomerulus
dijumpai pada penyakit glomerulonefritis atau gagal ginjal.
+8

o +asukan air dan garam yang erlei!an atau pemerian infus
1airan/tranfusi dara! yang tidak diper!itungkan pada penderita
dengan gagal ginjal.
o 4kses mineralokortikoid
Stress/ansietas akti2itas sistem syaraf simpatetik yang meningkat
takikardi !ipertensi
2" 8aktor yang meningkatkan ta!anan total pemulu! dara!
adala!
Sekresi !ormon katekolamin A 2asokonstriksi perifer
(8eokromositoma".
4kses glukokortikoid kerja en'im 1atekol ortometil transferase
di!amat pelepasan norepinefrin ole! 2esikel ke ujung saraf otot
pemulu! dara! meningkat 2asokonstriksi (*emerian
kortikosteroid jangka lama".
Sintesa 'at 2asodepressor (prostaglandin 42$ kinin" yang di!asilkan
ole! medula ginjal menurun (pada 77)".
3" 7angguan sistem renin angiotensin aldosteron (S@.."
*ada penyakit parenkim ginjal unilateral atau stenosis arteri renalis
5ekanan perfusi ginjal menurun aktifitas S@.. meningkat
renin plasma dan angiotensin&2 A 2asokonstriksi perifer
55*5$ .ngiotensin&2 korteks adrenal aldosteron meningkat
reasorsi (a dan air di tuulus distal meningkat retensi (a dan
air ginjal meningkat ekspansi ke dalam intra2askuler meningkat
!iper2olemia.
*enyakit&penyakit lain yang er!uungan dengan peningkatan
S@.. antara lain: ,iperaldosteronism primer$ Sindroma 9us!ing$
7lomerulonefritis .kut$ Sindroma ,emolitik =remik
K#"!0k"! A. Be%$"!"%k"n e&o#o'
1. H+e%&en! +%me% .e!en!"#/$ penyea tidak diketa!ui.
-iasanya dalam derajat ringan dan la'imnya tidak memerikan gejala
(asimptomatik"
2. H+e%&en! !ekun$e%$ penyeanya diketa!ui.
7ejala iasanya erasal dari penyakit yang mendasarinya :
& *enyakit parenkim ginjal
& *enyakit pemulu! dara! ginjal
& Faskulitis
& *enyakit kardio2askuler
& *enyakit endokrin seperti feokromositoma$
!ipertiroid
& *enyakit 2askular
& )elainan neurologik
-. -erdasarkan timulnya:
1. H+e%&en! "ku&$ !ipertensi yang timul mendadak dan dalam Iaktu
1epat
2. H+e%&en! k%onk- keadaan !ipertensi menetap >3 ulan
+1

9. -erdasarkan )egaIatan:
1. H+e%&en! k%!! : *eningkatan tekanan dara! dalam derajat erat
yang dapat menimulkan gangguan fungsi/kerusakan akut/sedang
erlangsung dari organ target (menurut .latas: nilai 50 %0E di atas 50
M% persentil$ atau 50 sistolik > 1G0 mm,g atau 50 diastolik > 120
mm,g pada anak usia > < ta!un$ atau meskipun 50 # 1G0/120 mm,g
tetapi disertai gejala ensefalopati$ dekompensasi jantung atau edema
papil mata". ,ipertensi krisis ini di agi menjadi :
". H+e%&en! u%'en! : ,ipertensi erat yang elum menimulkan
kerusakan akut pada organ target.
2. H+e%&en! eme%'en! : ,ipertensi erat yang menimulkan
kerusakan akut atau sedang erlangsung dari organ target (otak$
jantung dan ginjal".
9onto! !ipertensi emergensi adala! :
( ,ipertensi ensefalopati
( ,ipertensi dengan gagal jantung kongestif
(ama lain dari !ipertensi emergensi adala! ,ipertensi
akselerasi: maligna !ipertensi kronik/esensial yang
mengalami perurukan akut akiat !ipertensi yang tidak
terkontrol$ tidak makan oat se1ara teratur$ atau karena
perurukan penyakit yang mendasarinya.
9iri utama !ipertensi akselerasi&maligna ila dili!at dengan
funduskopi :
( ,ipertensi akselerasi : eksudat dan perdara!an pada retina
( ,ipertensi maligna : papil oedem.
*ada !ipertensi akselerasi&maligna ini disertai ensefalopati$
gangguan fungsi akut atau nefropati.
2. H+e%&en! non k%!!: ,ipertensi yang elum menimulkan kegaIatan.
9onto! : & *ra&!ipertensi
& ,ipertensi stadium /.
An"mne!! ,al&!al yang perlu ditanyakan dapat dili!at pada tael 1
T"2e#. ( An"mne!! P"$" An"k $"n Rem"1" H+e%&en!0
/(8?@+.S/ @434F.(S/
@iIayat !ipertensi dalam keluarga$
riIayat ke!amilan preeklampsi.
)omplikasi !ipertensi dalam anggota
keluarga (stroke infark miokard$ gagal
ginjal".
*enyakit ginjal/tumor ginjal dalam
keluarga
,ipertensi essensial
*enyakit ginjal keturunan
@iIayat pemakaian kateter arteri
umilikalis pada masa neonatus
)elainan reno2askuler
Sakit kepala$ pusing$ epistaksis$
gangguan pengli!atan
7ejala tidak k!as dapat
menunjukkan derajat !ipertensi
Sakit perut/pinggang$ disuria$ enuresis
!ematuria$ panas dalam
*enyakit parenkim ginjal
+2

*alpitasi$ sering erkeringat$ muka
kemera!an$ erat adan turun$
poliuria$ polidipsia$ sering sakit kepala
8eokromositoma
*emengkakan/nyeri sendi$ sema
kelopak mata tungkai ruam kulit
-entuk nefritis yang
er!uungan dengan penyakit
multi sistemik
)ejang otot$ lemas$ konstsipasi ,iperaldosteronisme/!ipokalemia
-adan lemas$ parestesia$ retardasi
pertumu!an$ perua!an !aitus
tuu!
Sindrom 9us!ing
5eraa masa ole! orang tua dalam
rongga adomen$ demam
5umor ginjal
@iIayat trauma di daera!
perut/punggung$ nyeri perut$
!ematuria$ demam
5rauma
+inum pil kontrasepsi$ amfetamin$
kokain$ koritkosteroid$ pemakaian oat
tetes !idung (golongan
simpatomimetik"
,ipertensi karena oat
Peme%k!""n
0!k
*emeriksaan fisik perlu dilakukan se1ara 1ermat. dan sistematis ole! karena
ada eerapa kelainan yang dapat ditemukan dan merupakan tanda&tanda
etiologi dari !ipertensi (tael 2".
T"2e#. * T"n$"-&"n$" ke#"n"n 4"n' +e%#u $"m"& +"$" +eme%k!""n 0!k
*4+4@/)S..( 8/S/) @434F.(S/
5ensi tungkai renda! diandingkan dengan
tensi lengan. 0enyut nadi femoralis tiialis
dan dorsum pedis lema!$ murmur (+"
)oarktasio aorta
4dema pada muka atau pretiia *enyakit ginjal
*u1at$ muka kemera!an$ anyak keringat$
takikardia
8eokromositoma
-er1ak 1afS au lait neurofiroma *enyakit 2onreekling !ausen
+oon fa1ies$ uffalo&!ump !irsutisme$
stria$ trun1al oesity
Sindrom 9us!ing
6ee ne1k$ dasar ramut renda!$ jarak
puting susu melear
Sindrom 5urner
8a1ies elfin$ pertumu!an terlamat Sindrom 6illiams
*emesaran kelenjer tiroid$ eksoft!almus ,ipertiroid
-ruit di daera! epigastrium/punggung *enyakit reno2askuler
-ruit diatas pemulu! dara! esar Sindrom 6illiam/artritis
5umor adomen unilateral atau ilateral 5umor 6ilmTs neurofiroma$
ginjal polikistik$ !idronefrosis
*emesaran jantung ,ipertensi kronik
)elainan fundus ,ipertensi kronik dan derajat
erat
*alsi ell ,ipertensi kronik
,emparesis ,ipertensi kronik/akut erat
++

*4+4@/)S..( 8/S/) @434F.(S/
dengan stroke
K%&e%"
$"'no!!
5entukan apaka! anak !ipertensi atau tidak$ sesuai dengan atasan
!ipertensi
-ila anak !ipertensi maka langka! yang dilakukan seagai erikut:
a" 9ari penyeanya$ tentukan derajat erat dan timulnya
" 9ari komplikasinya
1" *emeriksaan yang dilakukan anamnesis$ pemeriksaan fisik$ dan penunjang.
Peme%k!""n
+enun1"n'
-ila anak dengan pra!ipertensi$ maka untuk men1ari etiologi dan faktor
resikonya 1ukup dilakukan anamnesis$ pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang ta!ap 1..
-ila dijumpai !ipertensi grade 1 atau grade 2 disamping pemeriksaan ta!ap
1. adakalanya diperlukan pula pemeriksaan ta!ap 1 -$ 2.$ dan 2-
,ipertensi essensial didiagnosis seagai penyea !ipertensi$ ila pada
anamnesis ada riIayat !ipertensi dalam anggota keluarga$ riIayat
komplikasi dini !ipertensi (stroke$ infark myokard$ gagal jantung"$
!uungannya dengan !ipertensi ditemukan$ oesitas$ dan pemeriksaan
penunjang ta!ap 1 . semuanya normal
*enyakit ginjal di1urigai seagai penyea !ipertensi ila pada anamnesis
dan pemeriksaan fisik dijumpai tanda&tanda/gejala yang men1urigakan ke
ara! penyakit ginjal$ sedangkan diagnosis ditegakkan erdasarkan kelainan
pada pemeriksaan ta!ap 1..
=ntuk mendiagnosis jenis&jenis dari penyakit parenkim ginjal lainnya
diperlukan antuan eerapa pemeriksaan tama!an (ta!ap 1 -". Lenis
pemeriksaan yang diperlukan tergantung dari kelainan yang didapatkan
pada ta!ap 1.
1" *emeriksaan ta!ap l.$ untuk mendeteksi penyakit ginjal:
=rinalisis$ iakan urin
)imia dara! (kolesterol$ alumin$ gloulin$ asam urat$ ureum$ kreatinin$
profil lipid$ )70 puasa$ elektrolit"
4)7/ 41!o1ardiograp!y
)lirens kreatinin dan ureum
0ara! lengkap
8oto t!ora>
2" *emeriksaan ta!ap 1 - untuk mendiagnosis jenis&jenis penyakit ginjal
.S5? komplemen -&.)
Sel 34$ uji serologi untuk S34 (.(.$ ds 0(. antiodi"
*ielografi intra2ena
+iksio sistouretrografi (+S="
-iopsi ginjal
-ila di1urigai penyea !ipertensi erkaitan dengan stenosis arteri renalis
atau gangguan endokrin erdasarkan anamnesis$ pemeriksaan fisik dan
eerapa !asil pemeriksaan ta!ap l. dan 1 -$ untuk menegakkan
diagnosis perlu antuan eerapa pemeriksaan penunjang lain ta!ap 2.
+,

dan 2- yang !anya dapat dilakukan di ruma! sakit esar dimana
fasilitasnya lei! lengkap.
3" *emeriksaan ta!ap 2. untuk diagnosis ke ara! stenosis arteri renalis dan
kelainan endokrin (dirujuk ke ruma! sakit yang mempunyai fasilitas
lengkap"
.kti2itas renin plasma dan aldosteron
)atekolamin plasma
)atekolamin urin dan metaolitnya dalam urin
.ldosteron dan metaolit dalam urin (1H ketosterol dan 1H
!idroksikortikosteroid"
3" *emeriksaan ta!ap 2- untuk diagnosis yang lei! spesifik
(dirujuk ke ruma! sakit yang mempunyai fasilitas lengkap"
51 MMm 05*. atau 0+S. s1an
95 s1an adomen
.rteriografi/digital sustra1tion angiografi
)atekolamin 2ena ka2a ()F)"
.nalisis aldosteron dan elektrolit urin
=ji supresi dengan deksametason
@enin 2ena renalis (@F@"
T"&"#"k!"n" Indikasi rawat inap:
Semua penderita !ipertensi sekunder
,ipertensi essensial grade //
Pen"&"#"k!"n""n
I. Te%,"$"+ H+e%&en!:
.. *engoatan (on 8armakologik:
1. ,ipertensi (on )risis
1.1 *ra&,ipertensi
*engoatan dengan modifikasi gaya !idup. *engoatan ini ditujukan
pada anak remaja dan adoles1ent dengan !ipertensi esensial yang
mengalami oesitas$ yaitu dengan 1ara :
0iet renda! garam 1200&1%00 mg/!ari
+enurunkan erat adan dengan mengatur diet
?la!raga seperti jalan santai$ joging atau ersepeda
)eiasaan merokok dan minum alko!ol di!entikan
-ila dengan langka! di atas 50 tidak turun dan 1enderung naik setela!
eerapa minggu sampai < ulan$ maka dierikan oat tama!an
farmakoterapi (anti!ipertensi".
1.2.,ipertensi stadium 1
*engoatan dengan modifikasi gaya !idup. -ila gagal$ aru masuk ke
terapi farmakologik.
+-

-. *engoatan 8armakologik
/ndikasi pengoatan farmakologik :
a. ,ipertensi stadium / yang tidak menunjukkan respon ter!adap terapi non
farmakologik atau menjadi !ipertensi stadium //.
*engoatan farmakologik dimulai da!ulu dengan satu oat (diuretik"
atau oat anti!ipertensi seperti eta lo1ker$ .94 in!iitor atau 9a
1!annel lo1ker$ dimulai dengan dosis ke1il da!ulu. -ila elum respon$
dosis dapat dinaikkan se1ara erta!ap sampai men1apai dosis
maksimal. -ila masi! gagal$ erikan terapi kominasi.
Sasaran pengoatan : menurunkan 50 # M% persentil$ kemudian
menurunkan 50 # M0 persentil.
. ,ipertensi sekunder
0isamping menurunkan 50$ penyea dan komplikasi yang timul !arus
di1ari dan ditanggulangi.
1. ,ipertensi )risis
*ada penderita dengan !ipertensi urgensi iasanya digunakan oat&
oatan oral$ sedangkan pada penderita !ipertensi emergensi digunakan
oat&oatan parenteral.
.dapun oat&oatan yang iasa dipakai di -agian /). @S+, dapat dili!at pada
tael diaIa! ini :
Ke#"! O2"&-o2"&"n Do!! A<"# Do!! M"k!m"#
.94 in!iitor 4nalapril 0$0G mg/kg/!ari
0iagi 2 dosis
0$< mg/kg/!ari
Sampai 40
mg/!ari
3isinopril 0$0H mg/kg/!ari
0agi 2 dosis
0$< mg/kg/!ari
Sampai 40
mg/!ari
9aptopril 0$3&
0$%mg/kg/kali
0ierikan 2&3>/!ari
< mg/kg/!ari
-eta lo1ker *ropanolol 0$%&1 mg/kg/!ari
0iagi 2&3 dosis
% mg/kg/!ari
0iuretik ,idroklortia'id 1 mg/kg/!ari
0iagi 2 dosis
3 mg/kg/!ari
Sampai %0
mg/!ari
8urosemid 1&2 mg/kg/!ari
0iagi 2 dosis
< mg/kg/!ari
+.

4fek samping yang perlu diper!atikan:
Ke#"! O2"&-o2"&"n E0ek S"m+n'
.94 in!iitor 4nalapril 0iare$ mual$ sakit kepala$ ras!$
atuk$ !ipotensi
3isinopril 0iare$ mual$ munta!$ dispepsia$
sakit kepala$ 2ertigo$ atuk$
!ipotensi
9aptopril -atuk$ diare$ sakit kepala$ mual$
munta!$ ras!$ !iperkalemia$
netropenia
-eta lo1ker *ropanolol Fertigo$ ras!$ akral dingin$
radikardi
0iuretik ,idroklortia'id ,ipotensi$ konstipasi$ anoreksia$
ras!$ purpura$ !ipokalemia$
!ipomagnesia.
8urosemid ,ipotensi$ pankreatitis$ jaundi1e$
anemia$ mual$ ras!.
*engoatan ,ipertensi )risis (emergensi"
*rinsip: tekanan dara! !arus diturunkan se1epatnya dengan menggunakan
oat anti!ipertensi yang poten$ guna men1ega! kerusakan erlanjut dari organ
target.
?at&oat : klonidin (9atapres" dan furosemide. )lonidin dierikan se1ara infus
tetes dengan dosis 0$002 mg/kg-- dilarutkan dalam 100 ml larutan glu1osa %E
dengan ke1epatan U// tetesan mikro/menit$ dinaikkan < tetes tiap 30 menit$
sampai tekanan dara! diastolik # 100 mm,g. 0osis maksimal 3< tetes/menit
atau 0$00< mg/kg--. -ila terdapat o2er load atau anak tidak de!idrasi
dierikan furosemid se1ara /F dengan dosis 1&2 mg/kg--/!ari. -ila tekanan
dara! diastolik elum turun$ tama! kaptopril$ dosis aIal 0$3 mg/kg/kali$ dosis
maksimal 2 mg/kali$ dieri 2&3 kali/!ari. -ila 5d 0 5urVn di aIa! 100 mg,g$
tetesan klonidin diturunkan se1ara erta!ap$ sedangkan kaptopril terus
dierikan seperti dosis diatas (gamar 1".
*rinsip pengoatan !ipertensi kronik !ampir sama dengan !ipertensi akut$
!anya saja peredaan inter2al penama!an dosis dan jenis oat lei! panjang
yaitu 2&4 minggu. *engoatan !ipertensi akselerasi$ penurunan tekanan dara!
dengan menggunakan oat parenteral tidak ole! terlalu 1epat seperti pada
!ipertensi akut yang mengalami krisis. 5ekanan dara! diturunkan 30E dalam <
jam pertama$ untuk men1ega! iskemia otak$ lalu 1/3 lagi 12&3< jam dan sisanya
2&4 !ari.
II. Pen'o2"&"n &e%,"$"+ +en4"k& +en4e2"2:
+7

5indakan operasi perlu dilakukan antara lain pada kasus:
1" )oartasio aorta&stenosis arteri renalis/penyakit parenkim ginjal
unilateral
2" 5umor ginjal
3" 8eokromositoma$ adenoma kelenjar adrenal.
Tindak lanjut
*engukuran tekanan dara! perlu dilakukan setiap 4&G minggu pada
penderita !ipertensi essensial ringan yang eroat jalan. *erlu dijelaskan
tentang manfaat pengoatan non farmakologik untuk pengontrolan tekanan
dara!.
*enderita !ipertensi derajat 1 dan 2 yang sedang diraIat perlu dilakukan
pengukuran tekanan dara! 2&3 kali se!ari. 8aal ginjal/kimia dara!/4)7/foto
t!oraks/dara! tepi umumnya dilakukan saat penderita diraIat dan pada
Iaktu pulang.
,ipertensi stadium 2$ pengukuran tekanan dara! lei! sering dilakukan$ ila
perlu setiap 3 jam sekali. 8ungsi ginjal/kimia dara!/4)7/foto t!oraks$ dara!
tepi dilakukan saat penderita diraIat dan saat dipulangkan. -agi penderita
yang tidak menunjukkan tanda kongesti 2askuler saat diraIat$ foto
t!oraks/4)7 !anya dilakukan 1 kali saja.
*enderita !ipertensi erat dengan krisis$ pengaIasan lei! ketat untuk itu
seaiknya penderita diraIat di ruang /9= anak$ agar pemantauan fungsi
2ital$ .jumla! 1airan$ efek pengoatan ter!adap penurunan tekanan dara!
dapat dilakukan se1ermat mungkin. perlu pemantauan funduskopi$ 4)7$
dara! tepi$ gagal ginjal (jumla! diuresis$ -=(/kreatinin serum/elektrolit
se1ara erkala". *emeriksaan foto rontgen dada dilakukan setela! tekanan
dara! terkontrol. 5er!adap penderita ini perlu di1ari komplikasi erat yang
mungkin timul seperti ensefalopati$ dekompensasio kordis$ gagal ginjal
atau infeksi. -ila komplikasi ini timul perlu segera diatasi. *ada penderita
ensefalopati !ipertensi adakalanya diperlukan pemeriksaan 95 s1an ila
dengan pengoatan anti!ipertensi tekanan dara! suda! turun menjadi
normal$ akan tetapi kesadaran penderita tidak memaik.
*ada penderita dengan /S)$ perlu dilakukan pengamanan tentang struktur
anatomi dari ginjal dan saluran kemi! dengan =S7/*/F/+9=.
Indikasi pulang
)eadaan umum$ tekanan dara! normal (# persentile ke&M0"$ penyakit
penyeanya (pada anak&anak" teranyak penyea !ipertensi adala!
7(.$ gejala&gejala dari penyakit penyea 1enderung meng!ilang.
*enderita dinase!atkan untuk kontrol eroat ke poli k!usus ginjal anak.
Kom+#k"! ,ipertensi ila terjadi akut atau dalam derajat erat dapat menimulkan
an1aman ter!adap ke!idupan atau kerusakan akut yang sedang erlangsung
dari organ target.
+=

,ipertensi ila erlangsung kronil (misalnya !ipertensi esensial" tanpa dioati
isa menyeakan faktor resiko ter!adap penyakit:
*enyakit kardio2askuler
*enyakit serero2askuler
7agal ginjal kronik
-ila terjadi perurukan akut akan timul komplikasi erupa !ipertensi akselerasi
maligna.
P%o'no!! *rognosis tergantung dari derajat eratnya !ipertensi$ ke1epatan penanganan
komplikasi dan penyakit yang mendasarinya.
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n' o%$e%/
7amar 1. Skema pengoatan !ipertensi krisis dengan )lonidin


@eferensi :
1. 0a!ler -a!run. ,ipertensi Sistemik. 0alam -uku .jar (efrologi .nak K
8) =/$ Lakarta$ 2002: 242&2GM.
2. .latas ,usein. 4nsefalopati ,ipertensi. 0alam Simposium dan
6orks!op Se!ari W)egaIatan pada *enyakit 7injal .nakXK +akasar$
200<: 14&2G.
+>
Skema pengoatan !ipertensi krisis/ensefalopati dengan (ifedipin
(/840/*/( S=-3/(7=.3 0.1 mg/kg
0inaikkan 0.1 mg/kg/kali setiap %menit$
pada 30 menit pertama
3alu setiap 1% menit pada 1 jam$
selanjutnya tiap 30 menit
0osis maksimal 10 mg/kali
+ 3.S/U 1 mg/kg/kali$ 2 > se!ari
?ral: ila )= aik
+ ila tensi tidak turun
).*5?*@/3 0.3 mg/kg/kali
2&3 > se!ari (maks. 2 mg/kg/kali"
5ekanan dara! diukur setiap % menit pada
1% menit pertama$ setiap 1% menit pada 1 jam
pertama$ selanjutnya setiap 30 menit sampai
tensi diastolik # 100 mm,g$ selanjutnya tiap
1&3 jam sampai tensi stail
0/.S5?3/)
M0 : 100 mm,g
S5.-/3
(/840/*/( @=+.5
0.2 mg : 1 mg/kg/!ari$ 3&4 >
%lonidin drip 8882 mg4kg994= jam
'alam 188 ml glukosa - C /12 tetes mikro1
Maksimal 888. mg4kg994= jam
*urosemide 1(2 mg4kg994kali
%aptopril oral 8+ mg4kg994kali maksimal 2
mg4kg994kali 2(+ kali4:ari
T' 'ias >8(188 mm#g
3TA9I&
%lonidin stop
%aptopril terus

,8

,1

DEPARTEMEN IKA
RSMH
PALEMBANG
GAGAL GIN)AL AK6T .GGA/ &'D( )#D* N1+.$
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n P%"k&ek
K#n!
T"n''"# %ev!
(0 )"nu"% *0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! 7agal ginjal akut (77." adala! suatu sindroma yang ditandai dengan
penurunan fungsi ginjal yang mendadak dengan akiat terjadinya
penimunan !asil metaolit senyaIa nitrogen seperti ureum dan
kreatinin.
E&o#o' 1" 77. pre renal akiat !ipo2olemia$ !ipotensi dan !ipoperfusi ginjal$
seagai akiat:
)e!ilangan dara!: trauma$ pendara!an
)e!ilangan air dan elektrolit: gastroenteritis akut
)e!ilangan plasma: luka akar$ peritonitis
,ipoaluminemia erat pada sindroma nefrotik
0ekompensasio kordis: infark miokard
*ada neonatus akiat sepsis/asfiksia erat
2" 77. rena1$ seagai akiat:
a. )erusakan epitel tuulus: (ekrosis tuular akut
o 5ipe iskemik: kelanjutan dari 77. pra&renal
o 5ipe nefrotoksik: oat&oatan seperti aminoglikosida$ 'at
kontras radioopak$ pigmen (!emogloinuria / miogloinuria"$
logam erat$ !iperurisemia
. )erusakan glomerulus
o 7(.
o Sindroma !emolitik uremik
1. *enyakit 2askuler
d. .nomali ginjal (ginjal polikistik$ multikistik/displastik"
3" 77. paska renal
?struksi: 2al2ula uretra posterior$ atu$ ekuan dara!$ tumor$ kristal
(asam jengkol$ asam urat"
P"&o'ene!! 3ampiran 1
K#"!0k"! 1" 7agal ginjal akut non oligurik: produksi urine normal$ akan tetapi terdapat
peningkatan kadar ureum dan keratin serum. -iasanya timul akiat
pemakaian oat ersifat nefrotoksik (gol. aminoglikosid".
2" 7agal ginjal akut oliguria: ditandai dengan 2olume urine # 240 ml/m
2
/24
jam atau 0$% & 1 ml/kg--/jam. *ada neonatus # 1ml/kg--/jam.
An"mne!! 5entukan penyea 77.
1" 77. pra renal: riIayat kekurangan 1airan (diare$ munta!"$ ke!ilangan
dara!/plasma (trauma$ luka akar"$ pemeda!an$ sakit jantung dll.
2" 77. pas1a renal: riIayat /S) erulang$ nyeri pinggang$ !ematuria$
riIayat atu$ ila erkemi! sering mengedan dan tidak lan1ar$ terasa
nyeri yang !eat pada Iaktu erkemi!$ ada riIayat makan jengkol.
,2


3" -ila penyea 77. pra&renal/paska renal dapat disingkirkan langka!
erikutnya adala! men1ari etiologi 77. intra renal.
B *erlu ditanyakan riIayat yang mengara! ke penyakit tertentu$ seperti
faringitis/impertigo eerapa !ari seelum mun1ulnya 77.$ riIayat
kemi! erIarna mera! gelap.
B @iIayat diare erlendir/atau er1ampur dara!$ urine erIarna mera!
gelap$ ruam pada kulit$ pu1at$ gamar dara! tepi menunjukkan anemia
!emolitik mikroangiopati dan tromositopeni menjurus keara!
diagnosis S,=.
B @iIayat pemakaian oat&nefrotoksik$ demam nyeri sendi$ urtikaria$
sedang !ematuria dan piuria disertai sel epitel tuulus.
Peme%k!""n 0!k 1" 77. pra renal:
*ada pemeriksaan fisik mungkin ditemukan tanda de!idrasi$ luka akar$
takikardi$ tanda&tanda gagal jantung kongesti (edema paru$ kardiomegali$
ising jantung".
2" 77. pas1a renal
*ada pemeriksaan fisik mungkin ditemukan retensio urine (kandung
kemi! penu!"$ terasa massa di rongga adomen$ atau terli!at ada kristal
asam jengkol pada ofisium uret!ra eksterna.
3" -ila penyea 77. pra&renal/paska renal dapat disingkirkan langka!
erikutnya adala! men1ari etiologi 77. intra renal.
*ada pemeriksaan fisik ditemukan edema pada kelopak mata dengan
atau tanpa !ipertensi mengara! dugaan pada 7(.*S. @uam pada kulit$
art!iritis$ art!ralgia$ nyeri perut$ mengara! dugaan pada 2askulitis.
K%&e%" $"'no!! 77. oliguria
Folume urine pada seorang anak #240 ml/m
2
/24jam atau #10
ml/kg--/jam atau pada neonatus #1 ml/kg--/jam$ disertai peningkatan
kadar ureum dan kreatinin serum dalam Iaktu yang 1epat.
77. non oliguria
)adar ureum dan kreatinin serum naik dengan 1epat namun 2olume urine
normal
3aju filtrasi glomerulus diperkirakan dengan formula:
K#%en! k%e"&nn .%umu! S9,<"%&/ = K > &n'' 2"$"n .9m/
k%e"&nn !e%um .m'7$#/
(ilai ) (konstanta" tergantung usia:
--3@ # 1t!Y 0$33
.term # 1t!Y 0$4%
1&12 t! Y 0$%%
*erempuan 13&21t!Y 0$%H
3elaki 13&21 t! Y 0$H0
Peme%k!""n
+enun1"n'
1" 77. pra renal:
7amaran urine: osmolalitas urine > %00$ -L> 1$020$ rasio osmol
urine/plasma > 1$3$ (a urine # 20$ fraksi ekskresi (84" (a # 1
2" 77. pas1a renal:
*ada urinalisis dapat ditemukan proteinuria$ !ematuria$ piuria$ kristal
asam jengkol *ada pemeriksaan =S7 dapat dijumpai kemungkinan
,+

adanya dilatasi sistem pel2i1okalises.
3" -ila penyea 77. pra&renal/paska renal dapat disingkirkan langka!
erikutnya adala! men1ari etiologi 77. intra renal.
*ada 77. intra renal gamaran urinalisis menunjukkan: -L urine #1$020$
osmol =rine # 3%0$ ratio osmol urine/plasma # 1$2$ (a urine >20$ 84 (a>
2. *emeriksaan laoratorium lain yang menyokong 77. intra renal
adala! a'otemia yang meningkat 1epat$ peningkatan kadar kreatinin 0$%&
1$% mg/dl/!ari sedangkan -=( meningkat 10&20 mg/dl/!ari.
-iopsi ginjal !anya diindikasikan pada kasus&kasus yang tersangka
glomerulonefritis dengan perurukan akut dari fatal ginjalnya
T"&"#"k!"n" 1" 7injal akut pra renal.
5ergantung dari penyea. *ada keadaaan tertentu perlu dilakukan
pengukuran tekanan 2ena sentral (9F*" untuk menge2aluasi
!ipo2olemia 9F* normal Y <&10 1m ,g. -ila 9F* # 10 1m ,g
!ipo2elemia
Lenis 1airan yang digunakan tergantung dari etiologi !ipo2olemia.
*ada 74 + de!idrasi erat dierikan @inger laktat sesuai protokol.
*ada syok !emoragik dierikan transfusi dara!. Syok pada sindroma
nefrotik akiat !ipoaluminemia$ dierikan infus loI salt alumin atau
plasma. *ada de!idrasi yang etiologinya tidak jelas dierikan @3 20
ml/kg-- selama 1 jam. 0iuresis iasanya terjadi 2&4 jam pemerian
tetapi re!idrasi dilanjutkan dengan diuretika. 5erapi 1airan se1ara
1epat ini erguna untuk memedakan apaka! 77. ersifat pra&renal
atau intra renal. @espon terapi dikatakan aik$ ila diuresis > 1 :3
ml/kg--/jam.
9ara lain memedakan kedua keadaan ini adala! dengan diuresis
paksa dengan 1atatan penderita suda! lama dalam keadaan !idrasi
tetapi masi! oliguria. 0ierikan furosemid dengan dosis 1 &2 mg/kg--
/F. -ila terjadi peningkatan diuresis < : 10 ml/kg--/jam$ 77. ersifat
pra&renal$ ila tidak 77. ersifat intrarenal. -ila penyeanya gagal
jantung$ terapi 1airan tidak dianjurkan$ karena akan menama! ean
jantung. *engoatan yang dierikan adala! furosemid dan inotropik
(dopamin$ digoksin". 0opamin dierikan dengan dosis (1&3
mikrogram"/kg--$ se1ara infus tetes guna meningkatkan aliran dara!
ginjal dan 1ura! jantung
2" 7agal ginjal paska renal
5erapi spesifik pada gangguan ini adala! meng!ilangkan ostruksi$
mungkin perlu pemasangan foley kateter$ 2esikotomi tue nefrostomi.
?struksi yang tela! terkoreksi dapat mengalami piuria dengan
kemungkinan !ipokalemia$ !iponatremia$ !ipotensi sampai kolaps.
0alam !al ini terapi 1airan !arus etul&etul diper!atikan.
,,

3" 7agal ginjal akut intra renal
a. 5erapi konser2atif
(. Re!&%k! 9"%"n
Lumla! 1airan yang dierikan erdasarkan insensile Iater loss
+ jumla! urine 1 !ari seelumnya : jumla! 1airan yang keluar
ersama munta!$ erak$ slang nasogastri1$ dll + kenaikan su!u
setiap 1 9 diatas 3H$% o9 seanyak 12E erat adan.
*er!itungan /63 didasarkan pada kalori e>penditure$ sesuai
erat adan:
0 :10 kg : 100 kal/kg--
11 : 20 kg : 1000 kal + %0 kal/kg/!ari diatas 10kg
> 20 kg : 1%00 :20 kal/kg/!ari diatas 20 kg
Lumla! /63 Y 2% ml/100 kal.
Se1ara praktis per!itungan yang digunakan anak umur # % ta!un
Y 30ml/kg--/!ari$ anak umur>% ta!un Y 20ml/kg/!ari. 9airan
seaiknya dierikan per oral$ ke1uali ila munta!
Jenis cairan yang digunakan:
-i1a anuria: glukosa 10E ila oliguria glukusa 10E 3:1. )alau
menggunakan 2ena sentralis dapat digunakan glukosa 20&40E.
Lumla! kalori minimal yang dierikan untuk men1ega!
kataolisme 400 kkal/m
2
/!ari.
-ila terapi konser2atif erlangsung > 3 !ari pertimangkan
pemerian emulsi lemak dan protein 0$% & 1 g/kg/!ari..
*emerian protein dilakukan sesuai dengan jumla! diuresis.
*. Pen'o2"&"n kom+#k"!
.sidosis melaolik dikoreksi dengan 1airan i1nat H$% E sesuai
dengan !asil analisis gas dara!. Zaitu akses asa > erat adan
> 0$3 (meC" atau kalau .S5@=* tidak ada dapat dengan koreksi
uta 2&3 meC/kg/!ari
3. H+e%k"#em"
-ila kadar kalium serum %$% & H meC/l perlu dierikan kaye>alat
1 gr/kg-- per oral /rektal 4 > se!ari
)alium serum > H meC/l atau ada kelainan 4)7/atau aritmia
jantung perlu dierikan glukonas kalsikus 10E 0$% ml/kg-- /F
lamat&lamat dalam %&10 menit$ natrium ikaronat H$% E 2$%
meC/kg -- /F dalam Iaktu 10&1% menit
-ila !iperkalemia masi! ada glukosa 20E (111/kg-- atau 0$% g
glukosa/kg--" + 0$% = insulin dan siapkan dialisis
4. H+on"&%em"
0ikoreksi ila kadar natrium # 120 meC/l atau timul gejala.
0osis yang digunakan adala! 0$< > -- > ((a yang di!arapkan &
(a serum yang didapat" meC/l dierikan dalam entuk larutan
(a9l !ipertonis (3E" selama 4 jam infus. )oreksi dierikan
separo!nya untuk men1ega! !ipertensi atau o2erload 1airan.
,-

8. Ke1"n'
0iatasi sesuai dengan penatalaksanaan kejang. )oreksi
ter!adap penyea kejang ()ejang pada 77. dapat
diseakan gangguan elektrolit$ !ipertensi atau uremia"
5etapi diatasi dengan injeksi kalsium glukonas 10 E 0$%
11/kg-- /F lamat&lamat.
:. H+e%0o!0"&em"
0iatasi dengan aluminium !idroksida <0 mg/kg-- diagai 3
dosis$ atau dengan 1al1ium karonas %00 : 1 gram/!ari.
?. Anem"
Lika kadar , turun di aIa! < g/dl$ dierikan dara! segar atau
*@9.
@. Kon'e!& v"!ku#e%
7ejala edema paru/gagal jantung kongesti diatasi dengan
furosemid /F dosis 1&2 mg/kg--/kali$ oksigen$ tourniCuet atau
pleotomi$ pemerian morfin 0$1 mg/kg--. -ila tidak er!asil
dalam Iaktu 20 menit segera dilakukan dialisis.
;. #n0ek!
,arus ditanggulangi. 0osis oat !arus disesuaikan dengan
derajat penurunan faal ginjal
(0. H+e%&en!
0iatasi sesuai dengan standard profesi
((. H+e%u%!em"
)adar asam urat dapat meningkatkan sampai %0 mg/dl. -ila
terjadi peningkatan dierikan alopurinol dengan dosis 100&200
mg untuk anak usia # G ta!un dan 200&300 mg untuk usia diatas
G ta!un$ diagi 2 dosis.
. 5erapi pengganti
0ialisis:
0ilakukan atas indikasi:
a. )adar =reum dara! > 200 mg/dl.
. ,iperkalemia erat ()>H$% meC/l" yang tidak menunjukkan respon
dengan pengoatan konser2atif.
1. -ikaronas plasma 12 meC/ l.
d. 7ejala&gejala kongesti 2askuler yang tidak dapat diatasi dengan
terapi medikamentosa.
e. *erurukan keadaan umum dengan gejala uremia erat seperti
pendara!an penurunan kesadaran sampai koma.
Fase diuresis:
*ada fase ini !arus diaIasi jumla! diuresis/!ari. -ila terjadi diuresis
yang masif !arus mendapat penggantian 1airan dan elektrolit yang
sesuai.
,.

%. Tn$"k #"n1u&
1" Selama peraIatan perlu dilakukan pengaIasan ter!adap tanda&tanda
2ital: tensi$ nadi$ pernafasan$ ritme jantung$ su!u tuu!.
2" *emeriksaan ,/,t/tromosit se1ara erkala
3" *emeriksaan ureum/kreatinin dan elektrolit serum se1ara erkala
4" .nalisis gas dara! ila ada
%" +asukan 1airan dan jumla! diuresis/24 jam
<" 4)7 se1ara serial
H" 8oto rontgen dada
Indikasi pulang:
-ila keadaan umum aik$ fungsi ginjal aik$ komplikasi yang terjadi suda!
meng!ilang. (ase!at perlu kontrol eroat jalan ke *oli )!usus 7injal
anak.
Kom+#k"! =remia dengan segala akiat
4dema/kongesti 2askuler
,ipertensi erat
7angguan elektrolit (!iperkalemia$ !iponatremia$ !ipokalsemia$
!iperfosfatemia".
.sidosis metaolik
)ejang
/nfeksi
P%o'no!! 5ergantung pada penyea dan ke1epatan ertindak
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n' o%$e%/
@eferensi :
1. .latas ,$ gagal ginjal akut 0alam -uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$
Lakarta$ 2002:4M0&%0G
2. (oer +S$ Soemiyarso ($ *rasetyo @F$ 7agal 7injal .kut. 0alam
(aska! 3engkap S/(.S dan 6orks!op (efrologi /0./$ -ali$200M
3ampiran 1.
3ampiran 2.
,7

,ampiran 1.
Pat-ogenesis Gagal Ginal Akut
*aktor penAetus2
$erfusi ginjal
Total aliran dara: ginjal
%onsumsi "2
Reabsorpsi Na tubular
$ro?imal
Redistribusi aliran dara:
ginjal
&aju filtrasi glomerulus
& %onsentrasi Na pada
Aairan tubulus distal
& 3timulasi pada apparatus
jukstaglomerular
& $elepasan rennin dan
aktivasi loAal
Aktivasi loAal angiotensin II
!lomerular afferent
)asokonstriksi arteriol
Aktivitas renin plasma
"liguria 9DN
,=

,ampiran 2.
Algoritma Diagnosis dan Penatalaksanaan GGA
!ambaran urinalisis2 urine nep:ritis /:ematuria proteinuria selindernuria1 0
"liguria serta aEotemia
!!A
Tentukan faktor penFebab
Anamnesis $emeriksaan @ *isik
$emeriksaan $enunjang
( Drinalisis
( $rofit biokimiaGi
( 'ara: tepi lengkap
( $etunjuk pem@ urine
"verload Aairan
#ipertensi
%eterlibatan multisistemik
!ambaran apusan dara: abnormal
Trombositopenia
3edimen urine aktif
"smol urine H +-8
*E Na < 2C
'iare4munta:4pendara:an
#ipotensi4Aura: jantung
$etunjuk urinalisis
9DN4kreatinin<28
"smolalitas urine<-88
*E Na 1C
RiGaFat I3%
RiGaFat makan jengkol
RiGaFat batu
%andung kenAing penu:
!!A Fang tidak dapat
dinFatakan dengan anamnesis
dan $*
3uspek pre renal
AR*
3uspek intrisik renal
AR*
3uspek paska renal
AR*
$emeriksaan penAitraan
9iopsi ginjal
%ateterisasi
$em@ penAitraan
Re:idrasi
Transfusi
"bat inotropik
AGasi jumla: Aairan
%oreksi asidosis
%oreksi elektrolit
'ukungan nutrisi
%oreksi 9eda:
Membaik
"verload Aairan Fang nFata
Edema paru4gagal jantung
%ongesti sulit diatasi
Asidosis metabolik tak dapat diatasi
#iperkalemia tidak terkontrol
#ipemetabolisme4uremia
'IA&I3I3
'iuresis "liguria
menetap
'iuretik4
dopamin
"liguria
Membaik
,>

DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
GAGAL GIN)AL KRONIK
KODE ICD:
N(@.-
No.Dokume
n
No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
%ev!
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! 77) adala! suatu keadaan gangguan yang kompleks$ aik
klinis$ kimiaIi maupun metaolisme tuu! seagai akiat
menurunnya fungsi ginjal yang kronik dan progresif dalam !al ini
ke1epatan glomerulus ()87"
K#"!0k"! .da 3 tingkatan 77) erdasarkan penurunan )87$ yaitu:
1" 77) aIal: 387 menurun antara 1%&30 ml/men/1$H3 m
2
2" 77) lanjut: 387 menurun antara %&1% ml/men/1$H3 m
2
3" 77) terminal: 387 menurun # % ml/men/1$H3 m
2
An"mne!! 3ema!$ letargi$ penurunan kesadaran somnolen&koma$ sesak
nafas$ anoreksia$ mual$ munta!$ !ematemesis$ pu1at
Peme%k!""n
0!k
.nemia$ purpura
4dema$ !ipertensi
@ikets$ osteomalasia$ !iperfosfatemia.
,ipokalsemia$ !iperparatiroidisme$ pruritis
,iperkalemia$ asidosis$ metaolik$ !iperuriasidemia.
@etardasi pertumu!an$ neuropati perifer
*erikarditis$ kardiomiopati$ gagal jantung
-8

T"&"#"k!"n" (/ Pen'o2"&"n kon!e%v"&0
*engoatan ini masi! dapat dilakukan ila klirens kreatinin
> % ml/mnt/,,0. m(
5ujuan pengoatan ini untuk memperaiki keadaan umum$
se!ingga ila penderita jatu! dalam stadium terminal dari
perjalanan 77)$ maka untuk mendapatkan dialisis dan
transplantasi ginjal$ kondisi fisiknya tetap dalam keadaan
optimal.
a. )eutu!an )alori
.nak dengan 77) !arus mendapat masukan kalori
minimal 40&120 k1al/kg--/!ari. 0apat dipakai patokan
minimum @0. seperti terli!at pada tael 1.
5ael&1. @ekomendasi *emerian )alori se!ari&se!ari pada
anak dengan insufesiensi 7injal )ronik sesuai =mur
=sia 5inggi
(9m"
4nergi
(k1al"
*rotein
minimal
(gr"
)alsiu
m (gr"
8osfor
(gr"
0&2 ln %% 120/kg 2$2/kg 0$4 0$2
2&< ln <3 110/kg 2 /kg 0$% 0$4
<&12 ln H2 100/kg 1$G/kg 0$< 0$%
1&2 t! G1 1100 1G 0$H 0$H
2&4 t! MG 1300 22 0$G 0$G
4&< t! 110 1<00 2M 0$M 0$M
<&G t! 121 2000 2M 0$M 0$M
G&10 t! 131 2100 31 1$0 1$0
10&12 t! 141 24%0 3< 1$2 1$2
12&14 t! 3 1%1 2H00 40 1$4 1$4
12&14 t! * 1%4 2300 34 1$3 1$3
14&1< t! 3 1H0 3000 4% 1$4 1$4
14&1< t! * 1%M 23%0 3% 1$3 1$3
1<&22 t! 3 1H% 2G00 42 0$G 0$G
1<&22 t! * 1<3 2200 33 0$G 0$G
. )eutu!an protein
*ada anak dengan 77) pematasan protein dimulai
pada klirens kreatinin di antara 1%&20 ml/men/1$H3
m
2
. *rotein seaiknya protein !eIani. *ematasan
protein dapat disesuaikan dengan usia dan )87
seperti terli!at pada tael 2.
5ael 2. .njuran /ntake *rotein untuk anak dengan insufesiensi
-1

ginjal Sesuai dengan =mur dan 387
=sia %0&20
(120E
@0."
20&10
(100E @0."
10&%
(100E
@0."
0&2 ln 2$< g/kg 2$2 g/kg 1$< g/kg
2&< ln 2$4 g/kg 2 g/kg 1$% g/kg
<&12 ln 2$1 g/kg 1$G g/kg 1$% g/kg
1&3 t! 2G g 2G g 1G g
3&< t! 3G g 30 g 23 g
<&G t! 43 g 3< g 2H g
G&10 t! 4G g 40 g 30 g
10&12 t! 3 %4 g 4% g 34 g
12&14 t! 3 <0 g %0 g 3G g
14&1G t! 3 H2 g <0 g 4% g
10&14 t! * <0 g %0 g 3G g
14&1G t! * << g %% g 41 g
1. (atrium
*ada penderita 77) tanpa !ipertensi umumnya
dierikan diet renda! garam yaitu natrium 1
meC/kg--/!ari. @etriksi ketat natrium dilakukan ila
terdapat !ipertensi dan oliguria erat yaitu 0$%
meC/kg--/!ari (1 gram garam dapur mengandung
400 mg natrium atau 1H meC natrium"
d. .ir
*ematasan 1airan dilakulkan ila terdapat edema
dan !ipertensi atau 387 turun diaIa! 10
ml/men/l,0. m
2
$ untuk men1ega! intoksikasi air dan
!iponatremia. Lumla! air yang diperlukan adala!
/63 + 2olume urin 1 !ari seelumnya
e )alium
-ila kadar kalium dalam serum antara %$%&<$% meC/3$
semua jenis makanan yang mengandung kalium
!arus di!indari: sayur&mayur yang erIarna !ijau$
ua!&ua!$ ka1ang&ka1angan$ 1oklat dll. -ila kadar
kalium <$% meC/l disertai dengan perua!an 4)7
maka !arus segera diatasi seperti pada 77.
f . .sidosis
?at yang digunakan adala! natrium ikaronat
dengan dosis 0.%&1 meC/kg--/!ari atau erdasarkan
!asil analisa gas dara!.
g. ?steodistrofi renal
0alam usa!a pen1ega!an osteodistrofi renal pada
anak dengan 77) 5indakan yang perlu dilakukan
adala!:
*emerian kalsium yang 1ukup. 0osis kalsium
yang dianjurkan adala! %00 : 1000
meC/kg--/!ari
-2

+engurangi masukan protein dan produk susu
yang kaya akan fosfat$ meng!amat asorsi
fosfat dari dalam usus dengan pemerian
aluminium gel. )adar fosfat dalam serum
!arus diperiksa dan diperta!ankan antara 4 :%
mg/dl.
!. *emerian 2itamin 0
5ergantung pada derajat gagal ginjal dan ke1urigaan
pada tulang erdasarkan !asil pemeriksaan
radiologis. Fitamin 0 dierikan dengan dosis 4000 :
40.000 =/!ari. Selama pemerian oat kadar
kalsium !arus diperiksa untuk mendeteksi timulnya
!iperkalsemin akiat efek samping 2itamin 0.
i. ,ipertensi
*ada !ipertensi ringan dierikan diuretika seperti
furosemid dan mematasi masukan air dan garam.
*ada !ipertensi moderat&erat dierikan oat
anti!ipertensi se1ara oral. -ila !ipertensi erat
sampai menimulkan kerusakan organ target$
dierikan anti!ipertensi se1ara intra2ena. ?at
anti!ipertensi yang digunakan seperti terli!at pada
tael 3.
j. .nemia
-ila , # < g/dl dan timul gejala&gejala anemia.
perlu dierikan transfusi dara! dengat jumla! % & 10
m1/kg-- dalam entuk [fres! pa1ked 1ellsX. -ila
anemia diseakan ole! kekurangan 'at esi atau
asam folat$ dierikan 'at esi < mg/kg--/!ari dan
asam folat 0$2%& 1 mg/!ari.
k. 7angguan *ertumu!an
*engoatan ter!adap gangguan pertumu!an ini sulit
karena anyak faktor yang erperan. 8aktor yang
dapat memerikan respon ter!adap pengoatan ini
adala! koreksi asidosis dan gangguan keseimangan
elektrolit. *engelolaan ter!adap malnutrisi !arus
diusa!akan seaik mungkin$ anoreksia !arus
dierantas$ untuk itu perlu antuan a!li gi'i untuk
menyusun diet yang 1o1ok untuk selera anak.
l. /nfeksi
-ila ada infeksi !arus segera ditanggulangi. Samil
menunggu !asil iakan dan sensitifitas dapat
dierikan oat antiiotik yang erspektrum luas.
0osis oat !arus disesuaikan dengan derajat
kerusakan fungsi ginjal.
*/. Pen'o2"&"n +en''"n&: dialisis dan transplantasi ginjal.
-+

L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n' o%$e%/
@eferensi :
1. (anan SekarIana$0edi @a1!madi$ 0any ,ilmanto$ 7agal
ginjal )ronik. 0alam -uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$
Lakarta$ 2002:%0M&%30
DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
NEFRITIS L6P6S .SLE/
KODE ICD:
N@0.8
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
%ev!
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
K%&e%"
$"'no!! $"n
+eme%k!""n
+enun1"n'
1" @uam kupu&kupu di muka
2" @uam dis1oid di kulit
3" 8otosensitif
4" =lserasi uro dan nasofating
%" .rt!ritis tanpa deformitas
<" *leuritis atau perikarditis
H" )elainan ginjal (proteinuria > 0$% g$/!ari atau +++$
selinder seluler$ sel dara! mera!/,/granuler/tuuler"
G" )elainan neurologik: kejang atau psikosis.
M" )elainan !ematogik: anemia !emolitik dengan
retikulositosis atau lekopenia atau limfopenia atau
tromositopenia.
10" )elainan imunologik: sel 34 positif atau titer anormal
anti 0(. ter!adap 0(. tuu! atau anti S+ positif atau
uji serologis sifilis positif palsu dalam < ulan terak!ir
11" *emeriksaan antiodi antinuklear positif.
0iagnosis ditegakkan ila ditemukan > 4 dari 11 kriteria di
atas yang sala! satunya merupakan tanda nefritis (kelainan
pada ginjal".
-,

T"&"#"k!"n" ,. 1ortikosteroid
Sangat erguna untuk mengontrol manifestasi inflamasi
akut 34S. *enggunaan kortikosteroid mungkin se1ara
adekuat dapat mengoati (3 yang ringan dengan risiko
renda! atau disfungsi ginjal yang progresif seperti (3
mesangial$ (3 proliferatif fokal dini atau (3 memranosa.
7lukokortikoid yang iasa dipakai adala! prednison atau
metilprednisolon$ yang masi! merupakan terapi
imunosupresif yang efektif dan ekerja se1ara 1epat untuk
episode aIal dan rekurensi dari penyakit ginjal yang aktif.
?at ini digunakan seagai imunosuopresif pada pengoatan
gangguan autoimun. .kti2itasnya dengan melaIan
peningkatan premeailitas kapiler dan menekan akti2itas
*+(.
*rednison dengan dosis aIal <0 mg/m
2
/!ari atau 2
mg/kg (maksimum G0 mg/!ari" dengan dosis teragi ( 3
kali se!ari" dierikan sampai terdapat peraikan klinis
(remisi" yang isa dili!at dari menurunnya derajat proteinuria
(#1 gr/!ari atau +"$ erkurangnya !ematuria (# 10/3*-"$
mamaiknya fungsi ginajl$ normalisasi komplemen dara! dan
penurunan titer anti :ds 0(.. *emerian dosis penu!
iasanya erlangsung 4&< minggu$ kemudian dosis
diturunkan perla!an&la!an. *enurunan dosis se1ara 1epat
iasanya mengakiatkan rekurensi dari akti2itas penyakit.
+ula&mula prednison atau sejenisnya dikurangi %&10 mg dari
dosis aIal dengan pemerian dosis tunggal pada pagi !ari
setiap !ari selama 4&< minggu. Selanjutnya dosis diturunkan
lagi %&10 mg dari dosis seelumnya setiap 4 minggu dengan
pemerian selang se!ari se1ara tunggal pada pagi !ari
sampai men1apai %&10 mg/!ari (0$1&0$2mg/kg/!ari" dan
diperta!ankan 1&2 ta!un aru dipertimangkan untuk
di!entikan. 5ujuan dari diturunkan dosis se1ara perla!an
adala! utnuk mengurangi efek toksisitas dari steroid. -ila
timul relaps dosis dinaikkan lagi menjadi <0mg/m
2
/!ari.
*ada (3 erat yaitu penurunan fungsi ginjal yang
progresif serta dari gamaran iopsi ginjal memperli!atkan
glomerulonefritis proliferatif difusa dan kresen epitelial$
dianjurkan pemerian terapi pulse dengan metil prednisolon
intra2ena dengan dosis 1%mg/kg (10&30 mg/kg" se1ar
infus dalam %0&100 ml glukosa %E selama 30&<0 menit.
*emerian terapi pulse dapat diulang setiap !ari atau selang
se!ari selama 3&< !ari dilanjutkan dengan pemerian
prednison atau prednisolon oral dengan dosis
0$%mg/kg/!ari selama 4 minggu kemudian dosisnya
diturunkan % mg setiap minggunya dengan pemerian selang
se!ari sampai men1apai dosis minimum untuk mengontrol
--

penyakit ekstra renal yang disertai flare yang erat$
diperole!kan untuk pemerian predni(solon"son 1
mg/kg/!ari selama 2 minggu. 5ekanan dara! diukur se1ara
ketat dan diperta!ankan dalam rentang 110&130/H0&G%
dengan oat&oatan anti !ipertensi.
*rolem utama dengan pengoatan steroid adala!
toksisitasnya yang di!uungkan penggunaannya yang lama
yang dapat menimulkan katarak$ glaukoma$ !ipertensi$
osteoporosis$ aterosklerosis$ a2askular nekrosis$ striae kulit$
fragilitas kapiler yang di!uungkan dengan ekimosis$
penampilan 1us!inoid$ insomnia$ agitasi$ gangguan ansietas
dan risiko infeksi.
(. 2bat sitostatika
Siklofosfamid dan a'atioprin adala! oat yang sering
dipakai pada lesi ginjal yang agresif (seperti (3 proliferatif
fokal$ (3 proliferatif difus". *engoatan dengan sitostatika
dipakai dalam kominasi dengan kortikosteroid. *ada
eerapa penelitian mikofenalat mofetil tela! menunjukkan
!asil yang efektif untuk pengoatan (3.
?at imunosupresan seagai tama!an kortikosteroid
diindikasikan pada pasien yang tidak respon dengan
kortikosteroid saja yang tidak dapat menerima toksisitas
kortikosteroid$ fungsi ginjal yang uruk$ lesi proliferatif yang
erat atau yang terukti sklerosing pada pemeriksaan iopsi
ginjal.
2.1.Siklofosfamid
0iindikasikan pada pengoatan pasien yang seagian esar
menunjukan gamaran (3 proliferatif fokal atau (3
proliferatif difus. 6alaupun se1ara ermakna menimulkan
toksisitas tetapi tela! ditunjukkan ole! eragai penelitian
dapat men1ega! progresi2itas nefritis dan memperaiki
out1ome ginjal.
Seagai alkilating agent mekanisme kerja dari metaolit
aktif siklofosfamid akan mempengaru!i 1rosslinking 0(.
yang akan mempengaru!i pertumu!an sel&sel normal dan
neoplasma.
Siklofosfamid dapat dipakai se1ara oral dengan dosis 2
mg/kg/!ari tetapi ak!ir&ak!ir ini lei! dianjurkan parenteral
yaitu oat siklofosfamid dengan 1ara terapi pulse yaitu
dengan pemarian olus intra2ena 0$%&1gr/m
2
se1ara infus
selama 1 jam. Seaiknya dikominasikan dengan +4S(.
(2&merkaptopurin&etanesulfon". *emerian mesna disulfida
dapat menginaktifkan metaolit aktif dari siklofosfamid yang
dapat menyeakan iritasi pada kandung kemi! (sistitis
-.

!emoragik".
.ustin dkk (1MG<" menganjurkan pemerian pulse
siklofosfamid tiap 3 ulan selama 4 ta!un atau 1G ulan
setela! terjadi remisi. 3e!man dkk (1MGM" melaporkan
dengan !asil yang aik dengan pemerian pulse
siklofosfamid sekali seulan selama <&12 ulan dengan !asil
peraikan fungsi ginajal pada (3 proliferati difus. 0osis yang
dipakai adala! %00mg/m
2
pada ulan pertama$ H%0 mg/m
2
pada ulan kedua selanjutnya 1 gram/m
2
(dosis maksimal 40
mg/kg". *ada pasien dengan kelainan fungsi ginjal atau
!epar !anya dipakai dosis %00 mg/m
2
. ila jumla! leukosit
#2>10
M
/3 dosis tidak ole! dinaikkan dan ila 1> 10
M
dosis
diturunkan 12%mg/m
2
. ?at dierikan satu kali seulan selam
H ulan$ dilanjutkan dengan tiap tiga ulan sampai selama 3<
ulan. -ila terjadi peningkatan akti2itas penyakit$ oat
dierikan tiap ulan lagi selama 3 ulan. *emerian
siklofosfamid pulse dilaporkan memerikan efek samping
yang kurang daripada oral yang dierikan tiap !ari. Selama
pengoatan ini dosis kortikosteroid diturunkan erta!ap
sampai 0$2% mg/kg/!ari dan diperta!ankan selama tiga
ta!un aru dosis diturunkan.
Selama pemakaian sikofosfamid dilakukan pemeriksaan
!emogloin$ leukosit$ tromosit tiap minggu. 4fek samping
yang dapat timul adala! toksisitas seperti munta!$
lekopenia$ tromositopenia$ anemia$ infeksi$ alopesia$ sistitis
!emoragik$ infertilitas$ teratogenik dan risiko terjadinya
keganasan.
2.2. .'atioprin
.'atioprin erguna untuk (3 yang moderat sampai erat.
?at ini ekerja dengan 1ara mengantagonis metaolisme
purin dan meng!amat sintesis 0(.$ @(. dan protein. ,al
ini mungkin menurunkan proliferasi sel&sel imun yang akan
mengakiatkan akti2itas autoimun yang lei! renda!.
6alaupun oat ini dapat memperaiki out1ome ginjal
tetapi tidak seefektif siklofosfamid Ialaupun kurang toksik.
0osis yang digunakan adala! 2&3 mg/kg/!ari dosis tunggal
atau teragi. 0osis aIal 1mg/kg/!ari kemudian dosis
ditingkatkan tergantung dari respon klinisdan !ematologi.
4fek sampingnya adala! mual dan munta!$ leukopenia$
tromositopenia$ anemia$ infeksi dan anormalitas fungsi
!ati.
2.3. Siklosporin
Siklosporin dapat digunakan untuk mengoati (3. -asis
penggunaannya er!uungan dengan produksi limfokin yang
-7

diproduksi ole! akti2asi limfosit 5. 0engan meng!amat
produksi interleukin&2$ rekruitmen sel 5 sitotoksik di!entikan
mengurangi respon inflamsi dan mempresipitasi
pengendapan kompleks imun di ginjal. *ada indi2idu dengan
(3 erat$ penggunan siklosporin ersama dengan
kortikosteroid$ tela! ditunjukan untuk mengurangi proteinuria
dan menstailisasi fungsi ginjal.
.. lasma e3change
6alaupun terdapat korelasi yang jelas tentang plasma
e>1!ange pada lupus$ tetapi pada eerapa penelitian pada
(3 elum jelas. *ada penelitian uji terkontrol menunjukkan
tidak ada manfaat dengan penama!an 3 kali seminggu
plasma e>1!ange selama kominasi dengan terapi sitostatik
dan dengan terapi kortikosteroid. *ada penelitian lainnya
menunjukkan tidak ada manfaatnya ketika pemerian
siklofosfamid i2 ersama dengan plasma e>1!ange untuk
mengurangi reound antiody
*.4munoglobulin intravena
0osis tinggi imnogloulin intra2ena digunakan untuk 34S
k!ususnya jika dijumpai adanya tromositopenia. -elum ada
peneliti yang melaporkan penggunaannya pada (3 anak.
/munogloulin intra2ena di!uungkan dengan terjadinya
gagal ginjal akut dan penggunaannya pada indi2idu dengan
insufisiensi ginjal teratas.
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n'
o%$e%/
@eferensi :
1. ,usein .latas$ (efritis 3upus. 0alam -uku .jar
(efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$ 2002:3<<&3G0
-=

DEPARTEME
N IKA RSMH
PALEMBANG
KERAC6NAN )ENGKOL
KODE ICD:
T.:*
No.Dokumen
No.
Rev! H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! )era1unan jengkol adala! kera1unan yang memakan
ua! jengkol yang menimulkan gejala&gejala klinis
E&o#o' -ua! jengkol (p!ite1oloium loatum" termasuk
golongan polong&polongan
P"&o'ene!! *atogenesis yang pasti tentang terjadinya kera1unan
jengkol masi! elum jelas. ,ingga saat ini diperkirakan
gejala kera1unan jengkol diseakan ole!
pengendapan kristal jengkol yang menyumat saluran
kemi!.
-ua! jengkol asam jengkol tuulus ginjal
proses pemekatan dan penurunan p, (p,
men1apai titik iso&elektrik %$%" pementukan
kristal jengkol
An"mne!! Se1ara klinis kera1unan jengkol dapat diagi dalam 3
tingkatan yaitu:
@ingan$ ila terdapat kelu!an ringan seperti sakit
->

pinggang$ ken1ing erIarna mera!
-erat$ ila disertai oliguria
Sangat erat$ ila terjadi anuria atau tanda&tanda gagal
ginjal akut yang nyata.
K%&e%"
$"'no!!
Dasar diagnosis
.danya riIayat makan jengkol$ kelu!an sakit perut$
munta!$ disuria$ pernafasan dan urin erau jengkol
yang k!as$ !ematuria$ disuria atau anuria$ serta
ditemukan kristal asam jengkol dalam urin yang
merupakan kriteria diagnostik yang 1ukup spesifik.

Langkah diagnosis
3akukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
*emeriksaan laoratorium/penunjang untuk
mendukung diagnosis
9ari ada komplikasi
Peme%k!""n
+enun1"n'
5aboratorium:
*ada pemeriksaan urin dengan mikroskop terdapat
kristal asam jengkol
6S7/ielogravi intravena -48): ditemukan
pelearan ureter atau tanda&tanda !idronefrosis
akiat ostruksi
T"&"#"k!"n" Penanganan !edis
@ingan : dierikan minum yang anyak dengan
penama!an air soda atau talet sodium
ikaronat kira&kira 1&2 meC/kg/!ari atau
seanyak 1&2 gram/!ari .
-erat : ditandai dengan oligouria/anuria maka
penderita !arus diraIat dan ditangani seagai
kasus gagal ginjal akut.
-ila ditandai dengan retensi urin maka
dilakukan kateterisasi urin$ uli&uli diilas
dengan larutan sodium ikaronat 1$%E.
Sodium ikaronat dierikan 2&% m4C/kg$
seaiknya disesuaikan dengan !asil analisis
gas dara!.
0iuretik dierikan 1&2 mg/kg--/!ari.
-ila 1ara&1ara diatas elum er!asil atau
terdapat tanda&tanda perurukan klinis
maka perlu dilakukan tindakan dialisis
segera.
Tindakan "edah
-ila terdapat ostruksi erat di uretra distal$
terdapat kesulitan pemasangan katater$ pada
.8

retensi urin$ dilakukan tindakan punksi uli&uli
dengan jarum sayap ukuran esar atau jarum
sistofik no. l% 8$ satu jari diatas simfisis puis di
garis tenga! dengan sudut 4%9. Selanjutnya
dilakukan pemilasan kandung kemi! dan
seaiknya dipasang drainase se1ara tertutup. -ila
terdapat edema atau infiltrat urin di daera! atang
penis atau skrotum dapat dilakukan tindakan insisi
pada agian skrotum paling aIa!.
Kom+#k"! 7agal ginjal akut
P%o'no!! *rognosis pada umumnya aik$ mortalitas dilaporkan
seesar <E penderita meninggal dunia sea akiat
gagal ginjal akut
L"n-#"n
."#'o%&m"-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n'
o%$e%/
@eferensi :
1. 5aralan 5amunan$ )era1unan Lengkol. 0alam
-uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$
2002:231&241

DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
REFL6KS 5ESIKO 6RETER .R56/
KODE ICD:
N(3.?
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
%ev!
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n!
@egurgitasi urin dari kandung kemi! ke dalam ureter.
E&o#o'
-erdasarkan etiologi refluks diagi dalam 2 golongan:
a. @efluks primer yaitu: refluks yang
diseakan ole! defek kongenital pada !uungan
ureter 2esika (uretero vesical junction)
. @efluks sekunder yaitu: refluks yang
diakiatkan ole! peningkatan tekanan di dalam
kandung kemi! (misalnya: katup uretra posterior$
uli&uli neurogenik$ diskoordinasi detrusor
sp!in1ter"$ anormalitas ureter (ureter ektopik"$
anormalitas /S) aIa! (prune elly syndrome$
ladder e>strop!y$ uretero1ele ektopik"
P"&o'ene!!
*ada refluks primer$ adanya defek kongenital pada
!uungan ureter 2esika ditandai dengan ureter intra
2esika yang pendek$ orifisium uretra lei! esar dan
.1

ergeser ke lateral. -ila ratio antara panjang ureter
intramural dan diameter orifisium uretra erkurang
((ormal %:1" maka mekanisme anti refluks tidak
erfungsi dengan aik.
@efluks yang er!uungan dengan /S).
@egurgitasi akan memepermuda! timulnya /S) akiat
adanya residu dalam kandung kemi!. /nfeksi dapat
menjalar ke ara! ureter dan ginjal. -akteri sering
meng!asilkan suatu endotoksin yang menyeakan
respon immun selular dan !umoral erupa reaksi
inflamasi. SeCuele dari reaksi !ost terseut erupa
firosis parenkim yang diistila!kan seagai nefropati
refluks.
@efluks dapat terjadi pada :
a. 8ase pengisian kandung kemi! diseut seagai refluks
pasif/refluks tekanan renda!/lo: pressure reflu3
. Saat miksi erlangsung diseut seagai refluks
aktif/refluks tekanan tinggi/high pressure reflu3
K#"!0k"!
0erajat refluks menurut klasifikasi internasional :
0erajat / : refluks pada ureter saja$ tidak ada dilatasi
0erajat // : ureter$ pel2is dan kalises tidak ada dilatasi
0erajat /// : dilatasi ringan dengan atau tanpa disertai
ureter erkelok (turtuosity". 0ilatasi ringan pel2is$ kaliks
minor agak 1emung.
0erajat /F : dilatasi sedang disertai ureter erkelok.
0ilatasi sedang pada pel2isK kaliks mayor dan minor
tampak 1emung.
0erajat F : dilatasi !eat disertai ureter yang erkelok&
kelok dan sistem pel2iokalises sangat melear
An"mne!! @iIayat /S) erulang
K%&e%"
$"'no!!
=ntuk mendiagnosis adanya @F= dapat digunakan teknik
+S= (miksio&sisto&uretrografi". =ntuk mendeteksi parut
ginjal dapat dipakai */F (*ielografi /nta2ena".
-ila sarana tersedia$ pemeriksaan yang lei! sensitif iala!
sintigrafi 5e&MM 0+S. (dimer1apto su11ini1 a1id". 0engan
teknik ini dapat ditemukan defek gamaran ginjal yang
diseut daera! renda! emisi (cold area" akiat menurunnya
uptake 0+S. pada daera! terseut
T"&"#"k!"n"
*enanganan ter!adap @F= ertujuan untuk identifikasi dan
gradasi @F=$ pen1ega!an /S) erulang$ memeli!ara
perkemangan fisik serta pertumu!an ginjal yang normal
dan pen1ega!an timulnya parut ginjal. *enanganan dinilai
er!asil ila refluks meng!ilang aik se1ara spontan
maupun setela! tindakan eda!.
*enanganan @F= meliputi :
a. @F= derajat / dan // :
!anya dieri terapi medikamentosa. ?at&oat yang
sering digunakan adala! sulfamet!o>a'ole&
trimetoprime$ trimet!oprim saja$ atau nitrofurantoin
dengan pemerian satu kali per !ari dengan dosis 1/4
&1/3 dari dosis yang diutu!kan untuk terapi /S)
. @F= derajat /// dan /F : di1oa terapi konser2atif$ ila
se1ara klinis mengalami perurukan$dipertimangkan
.2

dilakukan tindakan eda!.
1. @F= derajat F : dilakukan tindakan eda! (tranplantsi
ureter"
Kom+#k"!
,ipertensi$ glomerulopati$ 77) atau gaungan eerapa
gejala klinis terseut.
L"n-#"n
@eferensi :
1. 5aralan 5amunan$ (efropati @efluks. 0alam -uku
.jar (efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$ 2002:1<4&1G1
DEPARTEMEN
IKA RSMH
PALEMBANG
BAT6 GIN)AL .NEFROLITHIASIS/
KODE ICD:
N*0.0
No.Dokumen No. Rev!
H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
%ev!
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! 5erdapat pemetukan atu di ginjal dan saluran kemi!
E&o#o'
a. -eerapa keadaan yang mempermuda! terjadinya
supersaturasi/kristalisasi 'at&'at yang relatif tidak
larut dalam urin$ seagai erikut :
,iperkalsemia dan !iperkalsiuria
,iperoksalemia dan !iperoksaluria
,iperurisemia dan !iperurikosuria
Sistinuria
Uantinuria
*erua!an p, urin
. 0e!idrasi$ juga akan mempengaru!i supersaturasi
'at&'at terlarut dalam urin.
A@ Stasis urin$ erupa kelainan kongenital maupun yang
.+

di dapat menyeakan ostruksi mekanis maupun
fungsional.
d@ ?struksi aliran limfe ginjal$ aik yang kongenital
maupun akiat peradangan menyeakan
timulnya inti kalsifikasi atu
e@ )erusakan epitel ginjal inti presipitasi atu
f. /diopatik (40E"
An"mne!!
-atu ginjal memerikan kelu!an ila terjadi ostruksi parsial
atau ila atu erua! posisi.
7ejala klinik:
(yeri adomen umumnya terasa di pinggang
)olik ginjal
,ematuri makroskopik atau mikroskopik
*iuria
+ual dang munta!
)emung
K%&e%"
$"'no!!
0apat ditegakkan melalui :
.namnesis yang teliti (saat mulai timul kelu!an$
riIayat perjalanan penyakit$ pola makanan$
pemakaian oat&oatan$ riIayat penyakit atu
saluran kemi! dalam keluarga".
*emeriksaan fisik (adaka! nyeri adomen$ kolik
ginjal$ !ematuri$dll"
*emeriksaan *enunjang$ antara iala! :
a. =rinalisis
. *emeriksaan radiologis (8oto polos adomen$
=S7$ *ielografi /ntra2ena"
1. *emeriksaan dara!
d. .nalisis
3angka! diagnosis dapat dili!at pada algoritma.
T"&"#"k!"n"
-er!asilnya penatalaksaan atu saluran kemi! ditentukan
ole! % faktor yaitu ketepatan diagnosis$ lokasi atu adanya
infeksi saluran kemi! dan derajat eratnya$ derajat
kerusakan fungsi ginjal$ serta tatalaksana yang tepat. 5erapi
dinyatakan er!asil ila: kelu!an meng!ilang$ kekamu!an
atu dapat di1ega!$ infeksi tela! dapat dieradikasi dan
fungsi ginjal dapat diperta!ankan.
*engoatan konser2atif (lei! ditujukan kepada
penyakit/keadaan yang mendasari terentuknya atu".
*emakaian oat&oatan (untuk mengurangi rasa sakit
yang !eat$ mengusa!akan agar atu keluar spontan$
disolusi atu dan men1ega! kamu!nya atu ".
*engeluaran atu dengan 1ara 4S63 (4>tra1orporeal
s!o1k Ia2e lit!optripsy" menggunakan gelomang untuk
meretakkan atu atau dengan 1ara pemeda!an
(pielolitotomi atau nefrektomi".
P%o'no!! *rognosis dari atu ginjal tergantung dari diagnosis aIal
dan terapi yang dierikan$ tetapi tingkat erulang
kemali iasanya tinggi jika kondisi terseut tidak
dioati.
L"n-#"n
@eferensi :
.,

."#'o%&me-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n'
o%$e%/
1. *artini *. 5ri!ono $Sudung ? *ardede$ -atu Saluran
)emi!. 0alam -uku .jar (efrologi .nak K 8) =/$
Lakarta$ 2002:212&230
.lgoritma (lampiran 1"
,ampiran 1.
Algorit-m For (.aluating Possible Nep-rolit-iasis
3Fmptoms43igns of DrinarF 3tone
#istorF p:FsiAal e?am urinalFsis urine Aulture imaging
3tone passed
3tone identified in urinarF traAt
No stone identified
DrinarF ;a4Areatinine
DrologiA or surgiAal Aonsultation
3tone not
reAovered
3tone
reAovered
3tone analFsis
;alAium o?alate
;alAium p:osp:ate
;Fstine 3truvite DriA aAid Drine AFstine
Drine and serum
DriA aAid and
Areatinine Drine Aulture
#omplete metaboli/
e.aluation
3erum Areatinine AalAium
biAarbonate uriA aAid
potassium p:osp:orus
2, :our urine volume
AalAium Areatinine
o?alate uriA aAid sodium
Aitrate "R random urine
AalAium Areatinine
.-

DEPARTEME
N IKA RSMH
PALEMBANG
EN6RESIS
KODE ICD:
F;@.0A
N3;.44
No.Dokumen
No.
Rev! H"#"m"n:
P"n$u"n
P%"k&ek K#n!
T"n''"#
%ev!
(0 )"nu"%
*0(*
D&e&"+k"n o#e,-
D%. D",#e% B",%un- S+A.K/
De0n! 4nuresis (mengompol" yang menetap dan paling
sedikit satu kali perminggu pada umur di atas % ta!un
untuk anak perempuan dan < : 10 ta!un untuk anak
laki&laki
E&o#o' (. Ke&e%#"m2"&"n +em"&"n'"n neu%o0!o#o'
)eterlamatan pematangan sistem saraf pusat
"ptions inAlude observation
E3I& surgiAal removal
Normal Elevated
;onsider
alternative
diagnoses
DrinarF
Aitrate
and uriA
aAid
serum
AalAium
..

yang ersifat genetik. 0ari penelitian didapatkan
a!Ia HHE anak dengan enuresis memiliki riIayat
enuresis pada kedua orangtuanya$ 44E memiliki
riIayat enuresis pada sala! satu orangtuanya$ dan
1%E anak tidak memiliki riIayat keluarga dengan
enuresis.
*emeriksaan 447 peningkatan disritmia
sereral.
*. Ke&e%#"m2"&"n +e%kem2"n'"n
0iseakan ole! kurang lati!an pola uang air
kemi! yang aik. Sering pada golongan sosio&
ekonomi renda!$ jumla! keluarga esar$ broken
home$ dan stres lingkungan.
3. Ho%mon "n&$u%e&k
,uungan antara 2ariasi normal dari siklus
1ir1adian dalam sekresi !ormon .0, yang
meningkat pada malam !ari. Folume urin yang
tinggi pada malam !ari menyeakan anak
mengalami enuresis. 5etapi mengapa anak tidak
angun ketika ada rangsangan pada kandung
kemi!$ !al terseut masi! elum jelas.
4. F"k&o% u%o$n"mk
)apasitas kandung kemi! yang ke1il dan tidak
adanya peng!amat kontraksi$ serta tidak adanya
koordinasi antara otot detrusor dan otot sfingter.
8. F"k&o% &$u% 4"n' $"#"m
4nuresis sering terjadi pada tidur yang dalam atau
pada saat transisi dari pola tidur seelumnya.
:. F"k&o% +!ko#o'
4nuresis yang diseakan ole! stres iasanya
intermitten dan sementara$ sedangkan enuresis
yang terus&menerus iasanya ole! karena toilet
training yang kurang adekuat
?. F"k&o% o%'"nk
a. Saluran
genitourinarius
,ampir MME enuresis nokturnal tidak mempunyai
kelainan anatomi saluran kemi!
. /nfeksi
*ada setiap enuresis !arus di1urigai adanya /S)
1. 8aktor lain
)elainan di daera! lumosakral
.7

(mielomeningokel"$ alergi makanan$ dll.
K%&e%"
$"'no!!
d. .namnesis
e. *emeriksaan fisik
f. *emeriksaan penunjang
An"mne!! +enentukan tipe dan eratnya enuresis:
( Sejak kapan mengompol
( 6aktu terjadinya (siang atau malam"
( .paka! sedang dalam keadaan tidur atau angun
4nuresis diurnal:
( *an1aran air kemi!
( =rgensi enuresis
( .paka! intermitten atau terus&menerus
@iIayat /S) seelumnya
)eadaan psikososial anak dan keluarga
@iIayat enuresis pada orangtua atau saudara
.paka! perna! mengalami konstipasi atau
enkopresis
Peme%k!""n
0!k
*ada pemeriksaan fisik iasanya tidak ditemukan
kelainan.
*emeriksaan adomen dan alat genital dengan teliti$
refleks perifer$ sensasi perineal (refleks kremaster dan
anal" dan tonus anal$ 1ara erjalan dan tulang
elakang (kelainan medula spinalis"
Peme%k!""n
+enun1"n'
L"2o%"&o%um:
( .nalisis air kemi!$ erat jenis air kemi!
( -iakan urin
( 8ungsi ginjal
R"$o#o':
( Sonogram
( +S=
( 8oto polos tulang elakang
D"'no!!
2"n$n'
/S)
)elainan kongenital saluran kemi!
( =reter ektopik
( 4pispadia
( Sinus urogenital persisten
(efropati ostruktif
)andung kemi! neurogenik
)andung kemi! disinergik
T"&"#"k!"n" Non 0"%m"ko#o'k
1. 3ati!an mena!an miksi
5ujuannya untuk memperesar kapasitas
kandung kemi!
2. +emerikan moti2asi (mengurangi minum pada
.=

malam !ari$ memangunkan anak pada malam
!ari untuk miksi di kamar mandi$ memerikan
pujian atau peng!argaan ila anak tidak
mengompol"
+@ +engua! keiasaan bell and pad (eerapa
tetes pertama air kemi! mnyeakan alarm
erunyi dan anak terangun dari tidur$
kemudian menyelesaikan miksi di kamar mandi".
F"%m"ko#o'k
1. .nti depresan: imipramin (tofranil" 2% : 100 mg
atau
1 : 2 mg/kg--$ dosis tunggal 1 : 2 jam seelum
tidur selama 1 : 2 minggu.
-ila elum menunjukkan !asil diteruskan paling
sedikit sampai < ulan dengan mengurangi dosis
setiap 3 : 4 minggu. 5idak dianjurkan untuk anak
di
aIa! < : H ta!un
2. 0esmopresin
+erupakan 2asopresin sintesis 00.F* (1&
desamino&G&0&arginine 2asopresin"$ analog
dengan .F* (arginine 2asopresin". -ekerja
dengan 1ara mengurangi produksi air kemi!$
se!ingga efek sampingnya adala! !iponatremia
akiat retensi air.
0osis 10 : 40 \g/intranasal 2 : 4 semprot
seelum tidur atau talet 0$2 : 0$4 mg. 5iap
semprot intranasal mengandung 10\g
desmopresin.
3. .ntikolinergik
?>yutinin (ditropan" atau antikolinergik lainnya
menurunkan atau meng!ilangkan efek
kontraksikandung kemi!.
0osis yang dipakai untuk anak&anak di atas <
ta!un 2 : 3 > % mg
P%o'no!! /ndikasi pemerian terapi farmakologik/inter2ensi
adala! keinginan orangtua dan anak.
4nuresis yang tidak dioati akan semu! spontan
10 : 20E perta!un
.>

D"0&"% +u!&"k"
1. SekarIana (anan$ 4nuresis. 0alam -uku .jar
(efrologi .nak K 8) =/$ Lakarta$ 2002:2M1&30H
L"n-#"n
."#'o%&me-
+%o&oko#-
+%o!e$u%-
!&"n$n'
o%$e%/
.lgoritma (lampiran 1"
,ampiran 1.
Algoritma (.aluasi (nuresis
Evaluasi enuresis
Tanpa %omplikasi2
Enuresis primer
$anAaran urin normal
Enuresis diurnal Fang
ringan
'engan komplikasi2
Enuresis sekunder
!angguan miksi berat /jarang
miksi panAaran urin lema:1
'isertai enkopresis
Ada riGaFat I3%
9iakan urin 0 uji kepekaan
$emeriksaan neurologi
Tidak memerlukan evaluasi
lanjutan
Negatif $ositif
( 3onogram
( M3D 0 foto polos tulang belakang
( Evaluasi urologis4urodinamik
( Evaluasi neurologis
78