Anda di halaman 1dari 11

RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

Muhammad Fadil Asri, Abdul Hasyim, Annur Fidyah Wanti, Nursyamsi Amaliah
Jurusan Fisika FMIPA UNM Tahun 2014

Abstrak. Telah dilaksanakan praktikum Rangkaian Seri dan Paralel yang bertujuan agar mahasiswa
trampil merancang rangkaian seri dan paralel resistor, terampil menempatkan dan menggunakan
basicmeter, membedakan fungsi susunan resistor seri dan parallel, memahami prinsip hukum-hukum
Kirchoff, serta memahami karakteristik rangkaian seri dan rangkaian parallel resistor. Praktikum ini
ditunjang alat dan bahan berupa power supply AC/DC 0-12 V, resistor dengan nilai berbeda,
basicmeter 90, dan kawat penghubung. Dalam praktikum terdapat dua kegiatan yang hampir sama,
yaitu mengukur tegangan dan kuat arus. Prinsip percobaan pada kedua kegiatan pun sama, yaitu
dengan mengalirkan tegangan sumber masing-masing 3 V, 6 V, 9V dan 12 V dari power supply
melalui kabel penghubung yang terhubung dengan resistor lalu mengukur tegangan dan kuat arusnya
pada titik-titik yang telah ditentukan dengan menggunakan basicmeter, hanya saja kegiatan pertama
dirangkai seri dan kedua dirangkai parallel. Berdasarkan hasil praktikum dari dua kegiatan, dapat
disimpulkan bahwa untuk rangkaian seri kuat arus yang mengalir di setiap titik sama dan tegangannya
berbeda, sedangkan untuk rangkaian parallel kuat arusnya berbeda dan tegangan di setiap titiknya
sama. Namun dalam percobaan yang dilakukan ada beberapa data yang tidak sesuai dengan teori
meskipun secara keseluruan telah sesuai, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti kabel
penghubung yang longgar, kesalahan pembacaan skala oleh praktikan atau pun kesalahan alat ukur.
Kata kunci: Tegangan, Kuat Arus, Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel, Resistor.
PENDAHULUAN
Gustav Robert Kirchoff adalah seorang fisikawan Jerman yang berkonstribusi pada
pemahaman konsep dasar teori rangkaian listrik, spektrotoskopi, dan emisi radiasi benda
hitam yang dihasilkan oleh benda-benda yang dipanaskan. Ia lahir di Konigsberg, Prusia, 12
Maret 1824 dan wafat pada usia 63 tahun di Berlin, Jerman, 17 Oktober 1887. Terdapat tiga
konsep fisika berbeda yang kemudian dinamai berdasarkan namanya, hukum Kirchoff,
masing-masing dalam teori rangkaian listrik, termodinamika, dan spektroskopi.
Kuat arus didefinisikan sebagai jumlah muatan yang mengalir melalui penampang suatu
kawat penghantar persatuan waktu. Untuk mengukur kuat arus listrik dalam suatu
penghantar dapat dilakukan dengan menggunakan amperemeter. Cara pengukurannya yaitu
dengan menghubungakan alat ukur arus lisrtri secara seri dengan sumber tegangan listrik.
Jika berbagai komponen listrik dihubungkan membentuk suatu rangakaian terhadap
adanya percabangan diantara kutub-kutub sumber ggl, dikatakan bahwa komponen-
komponen tersebut terhubung dalam satu rangkaian seri. Elektron-elektron mengalir dari
kutub negatif sumber arus listrik melalui kabel dan masing-masing komponen seri berurutan
dan akhirnya kembali ke kutub positif sumber arus listrik. Kuat arus yang mengalir selalu
sama di setiap titik di sepanjang rangkaian
Pergerakan muatan atau arus di dalam konduktor dapat diibaratkan air yang mengalir di
dalam pipa. Agar air mengalir dengan deras maka air harus digerakkan dari potensial tinggi
ke potensial rendah. Begitupun arus listrik, agar arus bergerak dengan cepat, diantara kedua
kutub harus diberi beda potensial yang tinggi. Beda potensial yang menyebabkan arus
mengalir biasa disebut dengan tegangan listrik. Tegangan listrik juga dapat didefinisikan
sebagai ukuran untuk kerja yang dibutuhkan untuk memindahkan muauutan melalui elemen.
Satuan tagangan adalah volt, dan 1 volt sama dengan 1 Joule/sekon. Tegangan disimbolkan
dengan V.
Untuk mengukur beda potensial atau tegangan diantara kedua ujung penghantar,
digunakan voltmeter. Penyusunan voltmeter harus secara paralel dengan sumber listrik atau
komponen listrik yang akan diukur beda potensialnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa
pada voltmeter terdapat dua kutub, yaitu kutub negatif dan kutub positif sehingga kutub-
kutub ini harus dihubungkan secara bersesuaian dengan kutub-kutub yang pada rangakaian.
Adapun tujuan dilakukannya praktikum Rangkaian Seri dan Paralel ialah sebagai
berikut:
1. Terampil dalam merancang rangkaian susunan seri dan paralel resistor.
2. Terampil dalam menempatkan dan menggunakan basicmeter
3. Membedakan fungsi susunan resistor seri dan paralel.
4. Memahami prinsip-prinsip hukum kirchoff.
5. Memahami karakteristik rangkaian seri dan rangkaian paralel resistor.

DASAR TEORI
Rangkaian seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar
(seri). Banyaknya muatan lisrik yang mengalir tiap satuan waktu adalah sama di sepanjang
rangkaian. Jumlah muatan yang mengalir tiap satuan waktu adalah besaran kuat arus,
sehingga kita mendapati sifat yang khas dari rangkaian seri, yaitu : kuat arus di sepanjang
rangkaian adalah sama.
Bila kuat arus pada hambatan R
1
, R
2
, dan R
3
berturut-turut I
1
, I
2
,I
3
, sedangkan arus rotal
pada rangkaina disebut I, maka :
I
1
= I
2
=I
3
= I ....................................(1)
Beda potensial pada masing-masing hambatan dapat dihitung dengan persamaan hukum
Ohm,
V = I R..............................................(2)
yang berarti besar hambatan pengganti pada rangkaian seri adalah
R
s
= R
1
+ R
2
+ R
3
.............................(3)

Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen
berasal dari sumber yang sama. Sifat khas dari rangkaian paralel adalah beda potensial pada
masing-masing cabang adalah sama. Bila V
1
adalah tegangan pada resistor R1 , V
2
adalah
pada resistor R
2
dan V
3
adalah tegangan pada resistor R
3
maka berlaku :
V
1
=V
2
= V
3
= V .............................. (5)
Kalau rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, maka rangkaian paralel berlaku
sebagai pembagi arus. Hal ini karena sesuai hukum Kirchoff, bahwa arus total pada
rangkaian akan dibagi-bagi ke masing-masing cabang maka diperoleh besar hambatan
pengganti pada rangkaian tersebut adalah

................................(6)

METODOLOGI EKSPERIMEN
Praktikum Rangkaian Seri dan Paralel ini bertujuan agar mahasiswa trampil dalam
merancang rangkaian seri dan paralel serta menempatkan resistor, membedakan fungsi
karasteristik dan fungsi rangkaian seri dan paralel, serta memahami prinsip hukum kirchoff
Pada praktikum ini alat yang digunakan seperti power suplly, resistor dengan nilai yang
berbeda, basicmeter, dan kabel penghubung.
Pada praktikum ini terlebih dahulu ragkaian disusun seperti gambar berikut :

(gambar.1. susunan seri) (gambar.2. susunan paralel)
Pada kegiatan pertama rangkaian disusun seri seperti pada gambar.1, dimana basicmeter
diletakkan pada titik (a) untuk mengukur arus sebelum R
1
dan di titik (b) untuk mengukur
arus diantara R
1
dan R
2,
kemdian di titik (c) untuk mengukur arus setelah R
2.
dan dilakukan
pada tegangan yang berbeda. Untuk mengukur tegangan pada R
1
kutub positif basicmeter
dihubungkan ke titik (a) dan negatif ke titik (b), untuk mengukur tegangan pada R
2
kutub
positif basicmeter dihubungkan ke titik (b) dan negatif ke titik (c), dan untuk tegangan total
kutub positif basicmeter dihubungkan ke titik (a) dan negatif ke titik (c).
Pada kegiatan kedua, rangkaian disusun secara paralel seperti pada gambar 2. dimana
basicmeter diletakkan pada titik (a) untuk mengukur arus sebelum percabangan, kemudian di
titik (b) untuk mengukur arus pada R
1
kemdian di titik (c) untuk mengukur arus pada R
2.
dan
dilakukan pada tegangan yang berbeda. Untuk mengukur tegangan pada R
1
kutub positif
basicmeter dihubungkan ke titik (b) dan negatif ke titik (c), untuk mengukur tegangan pada
R
2
kutub positif basicmeter dihubungkan ke titik (d) dan negatif ke titik (e), dan untuk
tegangan total kutub positif basicmeter dihubungkan ke titik (b) dan negatif ke titik (e).
HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
Hasil Pengamatan
a. Kegiatan 1
Rangkaian seri resistor
R
1
= 5W150RJ R
2
= 5W56RJ
Tabel 1. Rangkaian seri pada resistor
N
o
T
e
g
a
n
g
a
n

S
u
m
b
e
r

(
V
)

Kuat Arus Listrik (mA) Tegangan
pd R
1
Tegangan
pd R
2
Tegangan
(V) Total
Sebelum
R
1
Antara R
1
& R
2
Setelah R
2
1 3 14 1 14 1 14 1 2,0 0,5 0,5 0,5 3,0 0,5
2 6 28 1 28 1 28 1 4,0 0,5 1,0 0,5 6,0 0,5
3 9 42 1 42 1 42 1 6,0 0,5 2,0 0,5 8,5 0,5
4 12 56 1 56 1 56 1 7,5 0,5 3,0 0,5 11,5 0,5

b. Kegiatan 2
Rangkaian paralel resistor
R
1
= 5W56RJ R
2
= 5W150RJ
Tabel 2. Rangkaian paralel resistor
N
o
T
e
g
a
n
g
a
n

S
u
m
b
e
r

(
V
)

Kuat Arus Listrik (mA) Tegangan
pd R
1
Tegangan
pd R
2
Tegangan
(V) Total
Sebelum
R
1
Antara R
1
& R
2
Setelah R
2
1
3 60 10 20 10 40 10 2,5 0,5 2,5 0,5 2,5 0,5
2
6 130 10 30 10 100 10 5,0 0,5 5,0 0,5 5,0 0,5
3
9 200 10 50 10 140 10 8,0 0,5 6,0 0,5 6,0 0,5
4
12 250 10 60 10 170 10 10,0 0,5 10,0 0,5 10,0 0,5

Analisis Data
1. Rangkaian Seri
Untuk Tegangan = 3V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
V
R1
= 2,0 0,5 V
V
R2
= 0,5 0,5 V
Nilai V
R1
+ V
R2
, maka V = 2V
1
atau 2V
2

Jadi,
V
R1
+ V
R2
, = 2,0 0,5V + 0,5 0,5V = 2,5 0,5V
Karena nilai V
R1
+ V
R2
= V
T
maka R
1
dan R
2
membagi tegangan sumber sehingga
dari hukum Ohm :
V
T
= V
R1
+ V
R2
I
T
R
T
= I
1
R
1
+ I
1
R
2
Maka,
R
T
= R
1
+ R
2

Untuk Tegangan = 6VU
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
V
R1
= 4,0 0,5 V
V
R2
= 1,0 0,5 V
Nilai V
R1
+ V
R2
, maka V = 2V
1
atau 2V
2

Jadi,
V
R1
+ V
R2
, = 4,0 0,5V + 1,0 0,5V = 5,0 0,5V
Karena nilai V
R1
+ V
R2
= V
T
maka R
1
dan R
2
membagi tegangan sumber sehingga
dari hukum ohm :
V
T
= V
R1
+ V
R2
I
T
R
T
= I
1
R
1
+ I
1
R
2
Maka,
R
T
= R
1
+ R
2

Untuk Tegangan = 9V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
V
R1
= 6,0 0,5 V
V
R2
= 2,0 0,5 V
Nilai V
R1
+ V
R2
, maka V = 2V
1
atau 2V
2

Jadi,
V
R1
+ V
R2
, = 6,0 0,5V + 2,0 0,5V = 8,0 0,5V
Karena nilai V
R1
+ V
R2
= V
T
maka R
1
dan R
2
membagi tegangan sumber sehingga
dari hukum ohm :
V
T
= V
R1
+ V
R2
I
T
R
T
= I
1
R
1
+ I
1
R
2
Maka,
R
T
= R
1
+ R
2

Untuk Tegangan = 12V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
V
R1
= 7,5 0,5 V
V
R2
= 3,0 0,5 V
Nilai V
R1
+ V
R2
, maka V = 2V
1
atau 2V
2

Jadi,
V
R1
+ V
R2
, = 7,5 0,5V + 3,0 0,5V = 10,5 0,5V
Karena nilai V
R1
+ V
R2
= V
T
maka R
1
dan R
2
membagi tegangan sumber
sehingga dari hukum ohm :
V
T
= V
R1
+ V
R2
I
T
R
T
= I
1
R
1
+ I
1
R
2
Maka,
R
T
= R
1
+ R
2

2. Rangkaian Paralel
Untuk Tegangan = 3V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
Dari hasil eksperimen diperoleh :
I
A
= 60 10 mA
I
B
= 20 10 mA
I
D
= 40 10 mA
Sehingga I
A
= I
B
+ I
D

I
B
+ I
D
= 20 10 mA + 40 10 mA = 60 10 mA
Dengan dmikian maka dapat disimpulkan bahwa I
B
+ I
D
tidak sama dengan I
A
.

Untuk Tegangan = 6VU
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
Dari hasil eksperimen diperoleh :
I
A
= 130 10 mA
I
B
= 30 10 mA
I
D
= 100 10 mA
Sehingga I
A
+ I
B
= I
C

I
B
+ I
D
= 30 10 mA + 100 10 mA = 130 10 mA
Dengan dmikian maka dapat disimpulkan bahwa I
B
+ I
D
= I
A
.
Atau resistor pada susunan paralel berfungsi sebagai pembagi arus dengan
persamaan:
I
B
+ I
D
= I
A
, dan hukum Ohm V = IR maka,


Karena dari hasil eksperimen V
R1
= V
R2
= V
T
maka,



Untuk Tegangan = 9V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
Dari hasil eksperimen diperoleh :
I
A
= 200 10 mA
I
B
= 50 10 mA
I
C
= 140 10 mA
Sehingga I
B
+ I
D
= I
A

I
B
+ I
D
= 50 10 mA + 140 10 mA = 190 10 mA
Dengan dmikian maka dapat disimpulkan bahwa I
B
+ I
D
= I
A
.
Atau resistor pada susunan paralel berfungsi sebagai pembagi arus dengan
persamaan:
I
A
+ I
B
= I
C
. dan hukum Ohm V = IR maka,


Karena dari hasil eksperimen V
R1
= V
R2
= V
T
maka,



Untuk Tegangan = 12V
a. Gambar Rangkaian

b. Analisis Data
Dari hasil eksperimen diperoleh :
I
A
= 250 10 mA
I
B
= 60 10 mA
I
D
= 170 10 mA
Sehingga I
B
+ I
D
= I
A

I
B
+ I
D
= 60 10 mA + 170 10 mA = 230 10 mA
Dengan dmikian maka dapat disimpulkan bahwa I
A
+ I
B
= I
C
.
Atau resistor pada susunan paralel berfungsi sebagai pembagi arus dengan
persamaan:
I
A
+ I
B
= I
C
. dan hukum Ohm V = IR maka,


Karena dari hasil eksperimen V
R1
= V
R2
= V
T
maka,


PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, terdapat dua kegiatan yang mana prinsip kerja dari keduanya
sama namun dibedakan oleh jenis rangkaiannya. Pada kegiatan pertama, dua buah resistor
dirangkai seri sedangkan pada kegiatan kedua disusun paralel.
Dalam kegiatan pertama yang ingin diukur ialah kuat arus dan beda potensial sehingga
basicmeter yang sebagai amperemeter disusun seri dan yang sebagai voltmeter disusun
paralel dengan hambatan. Berdasarkan praktikum ini kemudian diperoleh jumlah kuat arus
yang sama di seluruh titik yang diukur dengan menggunakan amperemeter. Hal ini tentunya
sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa jumlah arus pada rangkaian seri di seluruh titik
ialah sama (I
total
= I
1
= I
2
), hanya saja tegangannya terbagi sehingga pada praktikum ini pun
tegangan di tiap titik berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh resistor yang berfungsi
menghambat tegangan yang melewatinya, dimana daya hambat resistor ini berbeda-beda.
Dapat dilihat pada tabel kegiatan pertama, terdapat perbedaan tegangan ketika di R
1,
R
2

maupun R
1
dan R
2
. Bila dikaitkan secara teori ini sudah sesuai, karena tegangan pada
rangkaian seri terbagi sehingga rangkaian seri berfungsi sebagai pembagi tegangan. Akan
tetapi, seharusnya tegangan total yaitu tegangan pada R
1
dan R
2
sama besar dengan tegangan
sumber yang diberikan power supply, karena secara matematis V
t
= V
1
+V
2
. Hal semacam ini
biasa terjadi dalam praktikum, dimana penyebabnya dari beberapa faktor. Faktor terbesar
yang terjadi pada praktikum ini ialah kabel penghubung yang beberapa diantaranya longgar
sehingga tegangan tidak mengalir sepenuhnya ke voltmeter yang telah dipasang, selain itu
ada pula faktor lain seperti kesalahan membaca penunjukan skala oleh praktikan.
Sama halnya dengan kegiatan pertama, kegiatan kedua prosedurnya sama dan yang ingin
diukur pun sama namun dalam bentuk rangkaian paralel. Secara teori, rangkaian paralel
berfungsi sebagai pembagi arus, artinya arus tidak mutlak sama di setiap titiknya tetapi
dengan tegangan yang sama (V
total
= V
1
= V
2
). Terbukti dari hasil praktikum ini, diperoleh
jumlah kuat arus yang berbeda, sehingga secara matematis dapat dituliskan (I
total
= I
1
+ I
2
).
Pada kegiatan kedua ini seharunya jumlah kuat arus melalui R
1
dan yang melalui R
2
sama
besar dengan jumlah kuat arus sebelum titik percabangan. Namun, apabila dilihat pada tabel
kegiatan kedua, untuk tegangan sumber 9 V dan 12 V jumlah arus antara R
1
dengan R
2
tidak
sama dengan arus sebelum percabangan, hal ini sama dengan kegiatan pertama yang bisa
disebabkan oleh faktor yang sama dengan kegiatan sebelumnya. Selain itu, tegangan total
yang diukur alat seharunya sama dengan tegangan yang diberikan power supply.
KESIMPULAN
Rangkaian seri ditandai dengan tidak adanya percabangan sehingga hanya membentuk
satu jalur sedangkan rangkaian paralel terdapat percabangan. Rangkaian seri berfungsi
sebagai pembagi tegangan sedangkan rangkaian paralel sebagai pembagi arus. Dalam
rangkaian seri maupun paralel, untuk mengukur tegangan dan kuat arus bisa menggunakan
basicmeter diamana apabila untuk mengukur kuat arus basicmeter disusun seri sedangkan
disusun paralel dengan hambatan apabila mengukur tegangan serta penempatannya
bergantung pada titik yang ingin diukur.
Rangkaian seri dan paralel erat kaitannya dengan hukum Kirchoff, baik hukum pertama
maupun kedua, yang mana dirumuskan:
Hukum Kirchoff I


Hukum Kirchoff II


Karakteristik rangkaian seri yaitu arusnya sama di setiap titik namun tegangannya beda
dan tidak bercabang sedangkan karakteristik rangkaian paralel yaitu tegangannya sama
namun arusnya berbeda dan tentunya memiliki percabangan.
REFERENSI
Halliday, David dan Resnick, Robert. 1999. Fisika Jilid 2 Edisi Ketiga (Terjemahan).
Jakarta: Erlangga.
Tipler, Paul A. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid 2 (Terjemahan).
Jakarta: Erlangga.