Anda di halaman 1dari 28

1.

PEMAHAMAN TERHADAP KAK


Setiap yang hidup selalu berkaitan dengan air bersih dengan air. Namun demikian
tidak semua orang mudah memperoleh air, terutama air bersih (clean water).
Padahal air adalah kebutuhan dasar manusia (juga hewan dan tumbuhan). Selain
itu air adalah hak sosial ekonomi masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah.
Dalam kancah dunia, air menjadi bagian dalam Millenium Deelopment !oals
(MD!s) dan "ndonesia terlibat dalam upaya pencapaiannya. Pemerintah "ndonesia
lantas menggalakan pembangunan sektor air minum dengan cara melengkapi
perangkat hukum dan peraturannya kemudian dijadikan basis dalam
impelementasi kebijakan strategis. Selama ini kegiatan pembangunan di sektor air
minum tidak memiliki pola pengembangan yang sistematis, hanya berdasarkan
kebutuhan dan keinginan sesaat, baik atas alasan politis maupun alasan sosial
ekonomis. #"SP$M adalah upaya untuk mencapai Dasawarsa "" di sektor air
minum yang dikenal dengan MD!s. Masa MD!s ini telah lewat lebih dari separuh
waktunya, hanya berselang kurang dari dua tahun lagi yakni tahun %&'( target
yang ditetapkan di sektor air minum ini harus tercapai. )arget itu adalah proporsi
penduduk terhadap sumber air minum terlindungi (akses aman) *+,+,- (nasional),
,+,'.- (perkotaan), *',*&- (pedesaan).
Pemahaman P). Dayacipta Dian #ancana terhadap /erangka $cuan /erja (/$/)
0/egiatan Penyusunan Master Plan Penyediaan $ir Minum1$ir 2ersih /abupaten
2elintung )imur3 dijelaskan pada uraian berikut ini4
/erangka $cuan /erja (/$/) 0/egiatan Penyusunan Master Plan Penyediaan $ir
Minum1$ir 2ersih /abupaten 2elintung )imur3 memuat materi4
1. !ambaran 5mum
B.1 - 1
Memuat latar belakang kegiatan, dasar hukum, gambaran umum lokasi
pekerjaan serta menjelaskan tentang poin penting yang menjadi dasar
pelaksanaan pekerjaan di wilayah lokasi pekerjaan.
%. /egiatan yang Dilaksanakan
Menjelaskan uraian kegiatan serta batasan kegiatan KEGIATAN
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENYEDIAAN AIR MINUM/AIR BERSIH
KABUPATEN BELITUNG TIMUR.
6. Maksud dan )ujuan
Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan.
7. "ndikator /eluaran dan /eluaran
Menjelaskan /eluaran (/uantitati8) dan "ndikator /eluaran (/ualitati8) kegiatan.
(. 9ara Pelaksanaan /egiatan
Menjelaskan mengenai tahapan kegiatan serta kuali8ikasi tenaga ahli yang
dibutuhkan .
*. )enaga $hli
Menjelaskan kebutuhan tenaga ahli beserta kuali8ikasinya dalam pelaksanaan
pekerjaan /egiatan Penyusunan Master Plan Penyediaan $ir Minum1$ir 2ersih
/abupaten 2elitung )imur.
*. )empat Pelaksanaan
Menjelaskan lokasi kegiatan studi yakni di Di /abupaten 2elintung )imur.
,. Pelaksana dan Penanggung :awab /egiatan
Pada ini dijelaskan mengenai pelaksana kegiatan, penerima man8aat serta
penanggung jawab kegiatan.
+. :adwal /egiatan
Menjelaskan tentang jadwal pelaksanaan kegiatan yang disertai matrik
pelaksanaan /egiatan (time table) terkait rangkaian kegiatan serta
pelaksanaan kegiatan.
B.1 - 2
.. 2iaya
Menjelaskan biaya pelaksanaan pekerjaan yaitu sebesar 7%'.&&&.&&&,; (<mpat
#atus Dua Puluh Satu :uta #upiah)
2. TANGGAPAN TERHADAP KAK
)anggapan terhadap /erangka $cuan /erja (/$/) pekerjaan 0/egiatan
Penyusunan Master Plan Penyediaan $ir Minum1$ir 2ersih /abupaten 2elintung
)imur3 adalah sebagai berikut4
No Uraian Materi KAK Tanggapan Keterangan
1. Latar Belakang
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
2.
Kegiatan Yang
Dilaksanakan
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
3. Maksud dan Tujuan
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
4.
Indikatr Keluaran dan
Keluaran
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
!.
Cara "elaksanaan
Kegiatan
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
#. Tenaga $hli
Sudah
Dijelaskan
Cukup %elas
&. Te'pat "elaksanaan
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
(.
"elaksanaan dan
"enanggungja)a*
Kegiatan
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
+.
%ad)al Kegiatan dan
Matrik "elaksanaan
Kegiatan ,Time Table-
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
1.. Bia/a
Sudah
Dijelaskan
Cukup jelas
3. APRESIASI DAN INOVASI
B.1 - 3
1. Latar Belakang
)iada kehidupan tanpa air. Setiap yang hidup selalu berkaitan dengan air
bersih dengan air. Namun demikian tidak semua orang mudah memperoleh
air, terutama air bersih (clean water). Padahal air adalah kebutuhan dasar
manusia (juga hewan dan tumbuhan). Selain itu air adalah hak sosial
ekonomi masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Dalam kancah
dunia, air menjadi bagian dalam Millenium Deelopment !oals (MD!s) dan
"ndonesia terlibat dalam upaya pencapaiannya. Pemerintah "ndonesia lantas
menggalakan pembangunan sektor air minum dengan cara melengkapi
perangkat hukum dan peraturannya kemudian dijadikan basis dalam
impelementasi kebijakan strategis. Selama ini kegiatan pembangunan di
sektor air minum tidak memiliki pola pengembangan yang sistematis, hanya
berdasarkan kebutuhan dan keinginan sesaat, baik atas alasan politis
maupun alasan sosial ekonomis. $kibatnya sistem penyediaan air minum
menjadi tumpang tindih dan tanpa arah jelas dan tidak terpadu. Padahal
hirarkinya ada yaitu sebelum kegiatan perancangan (design) harus ada studi
kelayakan dan rencana induk. Dengan kata lain kegiatan rencana induk
adalah awal untuk pengembangan sistem penyediaan air minum di suatu
daerah agar arahnya tepat, mengikuti pola pengembangan wilayahnya dan
akhirnya lahirlah kegiatan yang disebut Penyusunan Masterplan Penyediaan
$ir Minum1 $ir 2ersih /abupaten 2elitung )imur.
#"SP$M adalah upaya untuk mencapai Dasawarsa "" di sektor air minum
yang dikenal dengan MD!s. Masa MD!s ini telah lewat lebih dari separuh
waktunya, hanya berselang kurang dari dua tahun lagi yakni tahun %&'(
target yang ditetapkan di sektor air minum ini harus tercapai. )arget itu
adalah proporsi penduduk terhadap sumber air minum terlindungi (akses
aman) *+,+,- (nasional), ,+,'.- (perkotaan), *',*&- (pedesaan). =leh
sebab itu, kementerian Pekerjaan 5mum, Direktorat Pengembangan $ir
Minum merilis percepatan penyediaan air minum :P dan 2:P. $rtinya,
peran pengembangan air minum tidak hanya diemban oleh PD$M tetapi
juga dipikul oleh kementerian, dinas, lembaga, badan;badan lain, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah proinsi dan kabupaten1 kota,
termasuk prakarsa dan swadaya masyarakat, industri dengan 9orporate
B.1 - 4
Social #esponsibility;nya (9S#). Pada prinsipnya strategi dan kebijakan
nasional searah dengan kebijakan pembangunan /abupaten 2elitung )imur
dalam hal bagaimana memenuhi penyediaan air minum dengan
menciptakan kualitas yang memadai dalam lingkungan pendukungnya, agar
dapat menjamin kesehatan masyarakat pengguna airnya.
2. Maks! Dan T"an Keg#atan
Maksud dari pengaturan dan penyelenggaraan Masterplan1 #"SP$M adalah
sebagai pedoman bagi seluruh stakeholder terkait dalam perencanaan,
pelaksanaan, pengelolaan SP$M untuk4
a. Mewujudkan pengelolaan dan penyediaan air minum yang berkualitas>
b. Mencapai kepentingan yang seimbang antara konsumen dan penyedia
jasa pelayanan>
c. Mencapai peningkatan e8isiensi dan cakupan pelayanan air minum>
d. Mendorong upaya gerakan penghematan pemakaian air> dan
e. Menghasilkan rencana lokasi (short list) pengembangan SP$M.
)ujuan dari kegiatan pekerjaan Penyusunan Masterplan Penyediaan $ir
Minum1 $ir 2ersih /abupaten 2elitung )imur itu sendiri adalah sebagai
berikut4
a. $danya penguatan kapasitas dan penguatan kelembagaan sektor air
minum. Pilihan metode strategi penguatan kapasitas perlu ditentukan
dahulu, dengan tidak melupakan keistimewaan;keistimewaan aspek
sosial budaya, ekonomi dan sebagainya.
b. $danya kegiatan;kegiatan studi pasar untuk mengetahui permintaan
terhadap kondisi air minum yang lebih baik.
c. $danya pengkajian sektor air minum, perkuatan kebijakan dan kerangka
peraturan pengembangan rencana tindak serta pedoman bagi
pemerintah daerah.
3. Rang L#ngk$ Dan Batasan Keg#atan
B.1 - 5
Dalam pelaksanaan /egiatan Penyusunan Master Plan Penyediaan $ir
Minum1$ir 2ersih /abupaten 2elintung )imur terdiri dari beberapa sub
kegiatan yaitu 4
a. Persiapan yang meliputi kajian terhadap kerangka acuan kerja dan
menyiapkan konsep serta rencana kerja, perumusan metodologi, input,
output dan outcome yang diperlukan dalam kegiatan ini>
b. Surey pendahuluan dan pengumpulan data>
c. Surey, pengumpulan data dan in8ormasi tambahan, serta kegiatan
lapangan dan pelibatan masyarakat>
d. $nalisis dan penyusunan konsep dan strategi pengelolaan dan
peman8aatan potensi dan sumber daya kewilayahan>
e. Penyusunan laporan dan penyampaian laporan hasil pelaksanaan
kegiatan>
8. Diskusi dan presentasi.
%. T#n"aan L#teratr
$nalisis dan perhitungan untuk menghasilkan perencanaan rencana induk
yang e8ekti8 dan e8isien.Perhitungan terhadap kebutuhan air berdasarkan
proyeksi pertumbuhan penduduk memegang peranan yang sangat
penting.Selain itu, ketersediaan sumber air yang kontinu hingga akhir masa
perencanaan pun perlu diperhatikan dalam perencaaan.Setelah segala
8aktor yang berpengaruh dalam perencanaan rencana induk diperhitungkan,
makan dilakukanlah analisis alternati8 pengembangan SP$M yang dapat
diterapkan pada lokasi pekerjaan.$lternati8 pengembangan SP$M tersebut
dihasilkan berdasarkan kondisi dan potensi lokasi perencanaan.5ntuk setiap
alternati8, dipertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing;
masing.Setelah alternati8 tersebut dianalisis, dilakukanlah kajian;kajian, yaitu
kajian teknis, biaya dan ekonomi.
2erdasarkan perhitungan, analisis dan kajian yang telah dilakukan pada
tahap pekerjaan sebelumnya, dapat dipilih salah satu alternati8 yang paling
tepat untuk diaplikasikan di lokasi pekerjaan.$lternati8 tersebut kemudian
diperdalam hingga perencanaan tahap inestasi, rencana pembiayaan dan
B.1 - 6
konsep pengembangan kelembagaan pengelola sistem secara garis besar.
Perencanaan rencana induk terpilih ini juga disajikan dalam bentuk gambar
dan peta agar lebih mudah dipahami.
Gambar 1.1 Tahap "e'*angunan S"$M
$gar dalam pekerjaan ini, didapatkan hasil yang maksimal, /onsultan tentu
juga harus memahami teknis pembangunan SP$M. Pendampingan
perencanaan SP$M yang akan dibuat oleh Pemerintah /abupaten 1 /ota
akan dilakukan berdasarkan ketentuan teknis tersebut. 5ntuk tiap unit dalam
SP$M dijabarkan di bawah ini.
B.1 - 7
&. 'n#t A#r Bak
5nit $ir 2aku dapat terdiri dari bangunan penampungan air, bangunan
pengambilan 1penyadapan, alat pengukuran dan peralatan pemantauan,
sistem pengadaan, dan1atau sarana pembawa serta perlengkapannya. 5nit
air baku merupakan sarana pengambilan dan1atau penyedia air baku
Ketentan Tekn#s
1( A#r Bak
Sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber air baku meliputi4
mata air, air tanah, air permukaan dan air hujan
2( Dasar)Dasar Peren*anaan Bangnan Penga+,#lan A#r Bak -
a) Surei dan identi8ikasi sumber air baku, mengenai 4 mata air,
debit, kualitas air, peman8aatan.
b) Perhitungan debit sumber air baku
'. Pengukuran debit mata air, menggunakan4
a. Pengukuran debit dengan pelimpah.
$lat ukur pelimpah yang dapat digunakan. $lat ukur
)homson berbentuk ? dengan sudut celah 6&@, 7(@, *&@,
.&@.
$lat ukur )homson sudut celah .&@ dengan rumus4
. / 10%11. H 322
dimana4
A B debit aliran (mC1detik)
D B tinggi muka air dari ambang
',7',B konstanta konersi waktu (perdetik)
b. Penampung dan pengukuran olume air dengan
mengukur lamanya (t) air mengisi penampungan air yang
mempunyai olume tertentu4
) det / ( ) ( ik L
t
n penampunga Volume
Q air Debit =
B.1 - 8
) det / ( ) ( ik L
t
A x H
Q Debit =
V A Q . =
Dengan mengukur perubahan tinggi muka air (D) dalam
penampangan yang mempunyai luas tertentu ($) dalam
jangka waktu tertentu maka dapat dihitung4
%. Potensi $ir )anah
a) perkiraan potensi air tanah dangkal dapat diperoleh melalui
surei terhadap '& buah sumur gali yang bisa mewakili
kondisi air tanah dangkal di desa tersebut.
b) Perkiraan potensi sumur tanah dalam dapat diperoleh
in8ormasi data dari instansi terkait, meliputi4 kedalaman
sumur, kualitas air dan kuantitas serta konstruksinya.
6. Perhitungan debit air permukaan terdiri dari4
a) Perhitungan debit air sungai pengukuran debit sungai
dilakukan dengan mengukur luas potongan melintang
penampang basah sungai dan kecepatan rata;rata
alirannya, dengan rumus4
dimana4
A B debit (mC1detik)
$ B luas penampang basah (mE)
# B jari;jari hidrolik (m)
S B kemiringan1slope
R
m
Chezy koefisien C
+
= =
1
6 , 157
m B koe8isien 2aFin
Selain pengukuran perlu diperoleh data;data lain dan
in8ormasi yang dapat diperoleh dari penduduk. Data;data
yang diperlukan meliputi debit aliran, peman8aatan sungai,
tinggi muka air minimum dan tinggi muka air maksimum.
b) Perhitungan debit air danau
B.1 - 9
S R C V . . =
Perhitungan debit air danau dilakukan berdasarkan
pengukuran langsung. 9ara ini dilakukan dengan
pengamatan atau pencatatan 8luktuasi tinggi muka air
selama minimal ' tahun. 2esarnya 8luktuasi debit dapat
diketahui dengan mengalikan perbedaan tinggi air
maksimum dan minimum dengan luas muka air danau.
Pengukuran ini mempunyai tingkat ketelitian yang optimal
bila dilakukan dengan periode pengamatan yang cukup
lama. Data;data di atas dapat diperoleh dari penduduk
setempat tentang 8luktuasi yang pernah terjadi (muka air
terendah).
c) Perhitungan debit embung
Pengukuran debit yang masuk ke dalam embung dapat
dilakukan pada saat musim penghujan, yaitu dengan
mengukur luas penampang basah sungai1parit yang
bermuara di embung dan dikalikan dengan kecepatan
aliran.
Sedangkan olume tampungan dapat dihitung dengan
melihat olume cekungan untuk setiap ketinggian air.
?olume cekungan dapat dibuat pada saat musim kering
(embung tidak terisi air) yaitu dari hasil pemetaan topogra8i
embung dapat dibuat lengkung debit (hubungan antara
tinggi air dan olume).
3( Pers3aratan l4kas# $ene+$atan !an k4nstrks# ,angnan
$enga+,#lan-
a) Penempatan bangunan penyadap (intake) harus aman terhadap
polusi yang disebabkan pengaruh luar (pencemaran oleh manusia
dan mahluk hidup lain)>
b) Penempatan bangunan pengambilan pada lokasi yang
memudahkan dalam pelaksanaan dan aman terhadap daya
dukung alam (terhadap longsor dan lain;lain)>
B.1 - 10
c) /onstruksi bangunan pengambilan harus aman terhadap banjir air
sungai, terhadap gaya guling, gaya geser, rembesan, gempa dan
gaya angkat air (up-lift)>
d) Penempatan bangunan pengambilan disusahakan dapat
menggunakan sistem graitasi dalam pengoperasiannya>
e) Dimensi bangunan pengabilan harus mempertimbangkan
kebutuhan maksimum harian>
8) Dimensi inlet dan outlet dan letaknya harus memperhitungkan
8luktuasi ketinggian muka air>
g) Pemilihan lokasi bangunan pengambilan harus memperhatikan
karakteristik sumber air baku>
h) /onstruksi bangunan pengambilan direncanakan dengan umur
pakai (lifetime) minimal %( tahun>
i) 2ahan1material konstruksi yang digunakan diusahakan
menggunakan material lokal atau disesuaikan dengan kondisi
daerah sekitar.
%( T#$e Bangnan Penga+,#lan A#r Bak
a) Sumber air baku mata air
2angunan Pengambilan air baku untuk mata air secara umum
dibedakan menjadi bangunan penangkap dan bangunan
pengumpul atau sumuran4
'. 2angunan penangkap
a. Pertimbangan pemilihan bangunan penangkap adalah
pemunculan mata air cenderung arah horisontal dimana
muka air semula tidak berubah, mata air yang muncul dari
kaki perbukitan> apabila keluaran mata air melebar maka
bangunan pengambilan perlu dilengkapi dengan konstruksi
sayap yang membentang di outlet mata air.
b. Perlengkapan bangunan penangkap adalah outlet untuk
konsumen air bersih, outlet untuk konsumen lain
(perikanan atau pertanian, dan lain;lain), peluap(overflow),
penguras (drain), bangunan pengukur debit, konstruksi
B.1 - 11
penahan erosi, lubang periksa (manhole), saluran drainase
keliling, pipa entilasi.
%. 2angunan pengumpul atau sumuran
a. Pertimbangan pemilihan bangunan pengumpul adalah
pemunculan mata air cenderung arah ertikal, mata air
yang muncul pada daerah datar dan membentuk
tampungan, apabila outlet mata air pada suatu tempat
maka digunakan tipe sumuran, apabila outlet mata air pada
beberapa tempat dan tidak berjatuhan maka digunakan
bangunan pengumpul atau dinding keliling.
b. Perlengkapan bangunan penangkap adalah outlet untuk
konsumen air bersih, outlet untuk konsumen lain
(perikanan atau pertanian, dan lain;lain), peluap(overflow),
penguras (drain), bangunan pengukur debit, konstruksi
penahan erosi, lubang periksaan (manhole), saluran
drainase keliling, pipa entilasi.
b) Sumber $ir 2aku $ir )anah
Pemilihan bangunan pengambilan air tanah dibedakanmenjadi
sumur dangkal dan sumur dalam
1. Sumur dangkal
a. Pertimbangan pemilihan sumur dangkal adalah secara
umum kebutuhan air di daerah perencanaan kecil> potensi
sumur dangkal dapat mencukupi kebutuhan air bersih di
daerah perencanaan (dalam kondisi akhir musim
kemarau1kondisi kritis).
b. Perlengkapan bangunan sumur dangkal dengan sistem
sumur gali, meliputi4 ring beton kedap air, penyekat
kontaminasi dengan air permukaan tiang beton,
ember1pompa tangan. Sedangkan perlengkapan sumur
dangkal dengan sistem sumur pompa tangan (SP))
meliputi pipa tegak (pipa hisap), pipa selubung, saringan,
sok reducer.
2. Sumur dalam
B.1 - 12
a. Pertimbangan pemilihan sumur dalam adalah secara
umum kebutuhan air di daerah perencanaan cukup besar>
di daerah perencanaan potensi sumur dalam dapat
mencukupi kebutuhan air minum daerah perencanaan
sedangkan kapasitas air dangkal tidak memenuhi.
b. Sumur dalam sumur pompa tangan (SP)) dalam meliputi
pipa tegak (pipa hisap), pipa selubung, saringan, sok
reducer. Sumur pompa benam (submersible pump) meliputi
pipa buta, pipa jambang, saringan, pipa obserasi, pascker
socket/reducer, dop socket, tutup sumur, batu kerikil.
c) Sumber air baku air permukaan
Pemilihan bangunan pengambilan air permukaan dibedakan menjadi4
a. 2angunan penyadap
(Intake) bebas
'. Pertimbangan pemilihan bangunan
penyadap (intake) bebas adalah 8luktuasi
muka air tidak terlalu besar, ketebalan air
cukup untuk dapat masuk inlet.
%. /elengkapan bangunan pada bangunan
penyadap (intake) bebas adalah saringan
sampah, inlet, bangunan pengendap,
bangunan sumur
b. 2angunan penyadap
(Intake) dengan
bendung
'. Pertimbangan pemilihan bangunan
penyadap (intake) dengan bendung
adalah ketebalan air tidak cukup untuk
intake bebas.
%. /elengkapan bangunan penyadap
(intake) dengan bendung adalah
saringan sampah, inlet, bangunan sumur,
bendung, pintu bilas.
c. Saluran #esapan
("n8iltration galleries)
'. Pertimbangan pemilihan saluran resapan
(Infiltration galleries) adalah ketebalan air
sangat tipis, sedimentasi dalam bentuk
lumpur sedikit, kondisi tanah dasar cukup
poros (porous), aliran air bawah tanah
B.1 - 13
cukup untuk diman8aatkan, muka air
tanah terletak maksimum % meter dari
dasar sungai.
%. /elengkapan bangunan pada saluran
resapan (Infiltration galleries) media
in8iltrasi4 pipa ngumpul berlubang,
sumuran.
5. 'n#t Trans+#s# A#r Bak
Perencanaan teknis unit transmisi mengoptimalkan jarak antara unit
air baku menuju unit produksi dan1atau dari unit produksi menuju
reseroir1jaringan distribusi sependek mungkin, terutama untuk sistem
transimisi distribusi (pipa transmisi dari unit produksi menuju reseroir).
0 /arena transmisi distribusi debit aliran untuk kebutuhan jam
puncak, sedangkan pipa transmisi air baku kebutuhan maksimum
harian.
0 Pipa transmisi sedapat mungkin harus diletakkan sedemikian rupa
dibawah leel garis hidrolis untuk menjamin aliran sesuai harapan.
0 Dalam pemasangan pipa transmisi, perlu memasang angker penahan
pipa pada bagian belokan baik dalam bentuk belokan arah ertikal
maupun belokan arah horiFontal untuk menahan gaya yang
ditimbulkan akibat tekanan internal dalam pipa dan energi kinetik
dari aliran air dalam pipa yang mengakibatkan kerusakan pipa
maupun kebocoran aliran air dalam pipa tersebut secara berlebihan.
Sistem transmisi harus menerapkan metode;metode yang mampu
mengendalikan pukulan air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran
tertutup dalam suatu pipa transmisi terjadi perubahan kecepatan aliran
air secara tiba;tiba yang menyebabkan pecahnya pipa transmisi atau
berubahnya posisi pipa transmisi dari posisi semula.
Sistem pipa transmisi air baku yang panjang dan berukuran diameter
relati8 besar dari diameter nominal ND;*&& mm sampai dengan ND;'&&&
mm perlu dilengkapi dengan aksesoris dan perlengkapan pipa yang
memadai.
B.1 - 14
1. Perlengka$an $ent#ng !an $4k4k !ala+ s#ste+ trans+#s# a#r ,ak a#r
+#n+
'. /atup pelepas udara, yang ber8ungsi melepaskan udara yang
terakumulasi dalam pipa transmisi, yang dipasang pada titik;titik tertentu
dimana akumulasi udara dalam pipa akan terjadi.
%. /atup pelepas tekanan, yang ber8ungsi melepas atau mereduksi
tekanan berlebih yang mungkin terjadi pada pipa transmisi.
6. /atup penguras (Wash-out Valve), ber8ungsi untuk menguras akumulasi
lumpur atau pasir dalam pipa transmisi, yang umumnya dipasang pada
titik;titik terendah dalam setiap segmen pipa transmisi.
7. /atup entilasi udara (Air Valve) perlu disediakan pada titik;titik tertentu
guna menghindari terjadinya kerusakan pada pipa ketika berlangsung
tekanan negati8 atau kondisi akum udara.
Kr#ter#a P#$a Trans+#s#
No Uraian Notasi Kriteria
1 Debit Perencanaan Q max Kebutuhan air hari maksimum
Q max = F max x Q rata-rata
2 Faktor hari maksimum F.max 1,10 1,50
3 enis sa!uran - Pi"a atau sa!uran terbuka#
$ Kece"atan a!iran air %a!am "i"a
a& Kece"atan minimum
b& Kece"atan maksimum
- Pi"a P'(
- Pi"a D()P

' min

'.max
'.max

0,3-0,* m+%et

3,0-$,5 m+%et
*,0 m+%et
5 ,ekanan air %a!am "i"a
a& ,ekanan minimum
b& ,ekanan maksimum
- Pi"a P'(
- Pi"a D()P
- Pi"a P- 100
- Pi"a P- .0

/ min

/ maks

1 atm

*-. atm
10 atm
12.$ 0Pa
1.0 0Pa
* Kece"atan sa!uran terbuka
a& Kece"atan minimum
b& Kece"atan maksimum

'.min
'.maks

0,* m+%et
1,5 m+%et
2 Kemirin3an sa!uran terbuka 4 50,5 1 & 0+00
. ,in33i bebas sa!uran terbuka /6 15 cm5 minimum&
1 Kemirin3an tebin3 terha%a"
%asar sa!uran
- $5 5 untuk bentuk tra"esium&
# 4a!uran terbuka han7a %i3unakan untuk transmisi air baku
Debit pompa transmisi air minum ke reseroir ditentukan bardasarkan
debit hari maksimum. Perioda operasi pompa antara %&G%7 jam per hari.
B.1 - 15
Ketentan Tekn#s P#$a Trans+#s#
Peren*anaan "alr $#$a
trans+#s#
Penentan !#+ens#
$#$a
Ba6an P#$a7SNI(
'. :alur pipa sependek
mungkin>
%. Menghindari jalur yang
mengakibatkan
konstruksi sulit dan
mahal>
6. )inggi hidrolis pipa
minimum ( m diatas
pipa, sehingga cukup
menjamin operasi air
valve
7. Menghindari perbedaan
eleasi yang terlalu
besar sehingga tidak
ada perbedaan kelas
pipa.
'. Pipa harus
direncanakan untuk
mengalirkan debit
maksimum harian>
%. /ehilangan tekanan
dalam pipa tidak lebih
air 6&- dari total
tekanan statis (head
statis) pada sistem
transmisi dengan
pemompaan. 5ntuk
sistem graitasi,
kehilangan tekanan
maksimum ( m1'&&&
m atau sesuai
dengan spesi8ikasi
teknis pipa
'. Spesi8ikasi pipa P?9
mengikuti standar SN"
&6;*7'.;%&&& tentang
Spesi8ikasi Pipa P?9
bertekanan berdiameter
''&;6'( mm untuk $ir
2ersih dan S/ SN" S;%&;
'..&;%&&6 tentang
Spesi8ikasi Pipa P?9
untuk $ir Minum.
%. SN" &*;7+%.;%&&(
tentang Pipa Polietilena
5ntuk $ir Minum>
6. Standar 2S '6+,;*,
untuk pipa baja kelas
medium.
7. Habrikasi pipa baja harus
sesuai dengan $II$ 9
%&& atau SN";&,;&+%%;
'.+. atau S"" %(%,;.&
atau :"S ! 67(% dan :"S
! 67(,.
(. Standar untuk pipa
ductile menggunakan
standar dari "S= %(6'
dan 2S 7,,%.
8. 'n#t Pr4!ks#
B.1 - 16
Penyusunan perencanaan teknis unit produksi didasarkan pada kajian
kualitas air yang akan diolah (kondisi rata;rata dan terburuk yang mungkin
terjadi dijadikan sebagai acuan dalam penetapan proses pengolahan air
dikaitkan dengan sasaran standar kualitas air minum (output).
#angkaian proses pengolahan air umumnya 4 satuan operasi dan satuan
proses yaitu untuk memisahkan material kasar, material tersuspensi,
material terlarut, proses netralisasi dan proses desin8eksi.
5nit produksi dapat terdiri dari 4
5nit koagulasi
5nit 8lokulasi
5nit sedimentasi
5nit 8iltrasi
5nit netralisasi
5nit desin8eksi
Perencanaan unit produksi antara lain dapat mengikuti standar berikut ini4
SN" &6;6.+';'..( tentang tata cara perencanaan instalasi saringan
pasir lambat>
SN" '.;*,,6;%&&% tentang Spesi8ikasi 5nit Paket "nstalasi Penjernihan
$ir Sistem /onensional Dengan Struktur 2aja>
SN" '.;*,,7;%&&% tentang )ata 9ara Perencanaan 5nit Paket "nstalasi
Penjernihan $ir.
Keg#atanPen3snan Ren*ana Tekn#k 'n#t Pr4!ks#
S'RVEI DAN
PENGKA9IAN
PERHIT'NGAN GAMBAR
'. penyelidikan tanah
%. surei dan pengkajian
lokasi "P$
6. surei dan pengkajian
topogra8i
7. surei dan pengkajian
Perhitungan mengacu
pada tata cara
perancangan teknis unit
produksi
'. gambar jaringan pipa
transmisi
%. gambar lokasi1tata letak
"P$
6. gambar lokasi reseroir
7. gambar detail konstruksi
B.1 - 17
S'RVEI DAN
PENGKA9IAN
PERHIT'NGAN GAMBAR
ketersediaan bahan
konstruksi
(. surei dan pengkajian
ketersediaan peralatan
elektro
*. surei dan pengkajian
sumber daya energi
1 pipa transmisi
1 reseroir
1 "P$
:. 'n#t D#str#,s#
$ir yang dihasilkan dari "P$ dapat ditampung dalam reseroir air yang
ber8ungsi untuk menjaga kesetimbangan antara produksi dengan
kebutuhan, sebagai penyimpan kebutuhan air dalam kondisi darurat, dan
sebagai penyediaan kebutuhan air untuk keperluan instalasi. #eseroir air
dibangun baik dengan konstruksi baja maupun konstruksi beton bertulang.
:aringan perpipaan yang terkoneksi satu dengan lainnya membentuk
jaringan tertutup (loop), sistem jaringan distribusi bercabang (dead;end
distribution system), atau kombinasi dari kedua sistem tersebut (grade
system). 2entuk jaringan pipa distribusi ditentukan oleh kondisi topogra8i,
lokasi reseroir, luas wilayah pelayanan, jumlah pelanggan dan jaringan
jalan dimana pipa akan dipasang.
/etentuan;ketentuan yang harus dipenuhi dalam perancangan denah (lay;
out) sistem distribusi adalah sebagai berikut4
!enah ("a#-out) sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan
topogra8i wilayah pelayanan dan lokasi instalasi pengolahan air>
)ipe sistem distribsi ditentukan berdasarkan keadaan topogra8i
wilayah pelayanan>
:ika keadaan topogra8i tidak memungkinkan untuk sistem graitasi
seluruhnya, diusulkan kombinasi sistem graitasi dan pompa. :ika
semua wilayah pelayanan relati8 datar, dapat digunakan sistem
B.1 - 18
perpompaan langsung, kombinasi dengan menara air, atau
penambahan pompa penguat (booster pump)>
:ika terdapat perbedaan eleasi wilayah pelayanan terlalu besar atau
lebih dari 7& m, wilayah pelayanan dibagi menjadi beberapa Fone
sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan tekanan minimum.
5ntuk mengatasi tekanan yang berlebihan dapat digunakan katup
pelepas tekan (pressure reducing valve). 5ntuk mengatasi
kekurangan tekanan dapat digunakan pompa penguat.
Per$#$aan Trans+#s# A#r M#n+ !an D#str#,s#
a. Penentuan dimensi perpipaan transmisi air minum dan distribusi
dapat menggunakan 8ormula4
Q = V x A
A = 0,785 D

Dimana
A 4 debit (m
6
1detik)
? 4 kecepatan pengaliran (m1detik)
$ 4 luas penampang pipa (m
%
)
D 4 diameter pipa (m)
b. /ualitas pipa berdasarkan tekanan yang direncanakan> untuk pipa
bertekanan tinggi dapat menggunakan pipa !alanis (!") Medium
atau pipa P?9 kelas $I, + s1d '& kg1cm
%
atau pipa berdasarkan SN",
Seri ('&G'%,(), atau jenis pipa lain yang telah memiliki SN" atau
standar internasional setara.
c. :aringan pipa didesain pada jalur yang ditentukan dan digambar
sesuai dengan Fona pelayan yang di tentukan dari jumlah konsumen
yang akan dilayani, penggambaran dilakukan skala maksimal
'4(.&&&.
Kr#ter#a P#$a D#str#,s#
B.1 - 19
P!"# D!$%&!'($!
'. Denah (Jay;out) :aringan Pipa Distribusi
Perencanaan denah (la#-out) jaringan pipa distribusi ditentukan
berdasarkan pertimbangan4
Situasi jaringan jalan di wilayah pelayanan> jalan;jalan yang tidak
saling menyambung dapat menggunakan sistem cabang. :alan;
jalan yang saling berhubungan membentuk jalur jalan melingkar
atau tertutup, cocok untuk sistem tertutup, kecuali bila konsumen
jarang
/epadatan konsumen> makin jarang konsumen lebih baik dipilih
denah (la#-out) pipa berbentuk cabang
/eadaan topogra8i dan batas alam wilayah pelayanan
)ata guna lahan wilayah pelayanan
%. /omponen :aringan Distribusi
:aringan pipa distribusi harus terdiri dari beberapa komponen untuk
memudahkan pengendalian kehilangan air
(a) Kona distribusi suatu sistem penyediaan air minum adalah suatu
area pelayanan dalam wilayah pelayanan air minum yang dibatasi
oleh pipa jaringan distribusi utama (distribusi primer).
Pembentukan Fona distribusi didasarkan pada batas alam
(sungai, lembah, atau perbukitan) atau perbedaan tinggi lebih
B.1 - 20
besar dari 7& meter antara Fona pelayanan dimana masyarakat
terkonsentrasi atau batas administrasi. Pembentukan Fona
distribusi dimaksudkan untuk memastikan dan menjaga tekanan
minimum yang relati8 sama pada setiap Fona. Setiap Fona
distribusi dalam sebuah wilayah pelayanan yang terdiri dari
beberapa Sel 5tama (biasanya (;* sel utama) dilengkapi dengan
sebuah meter induk.
(b):aringan Distribusi 5tama (:D5) atau distribusi primer yaitu
rangkaian pipa distribusi yang membentuk Fona distribusi dalam
suatu wilayah pelayanan SP$M.
(c) :aringan distribusi pembawa atau distribusi sekunder adalah jalur
pipa yang menghubungkan antara :D5 dengan Sel 5tama.
(d) :aringan distribusi pembagi atau distribusi tersier adalah
rangkaian pipa yang membentuk jaringan tertutup Sel 5tama.
(e) Pipa pelayanan adalah pipa yang menghubungkan antara
jaringan distribusi pembagi dengan Sambungan #umah.
Pendistribusian air minum dari pipa pelayanan dilakukan melalui
$lamp %adle.
(8) Sel utama (&rimar# $ell) adalah suatu area pelayanan dalam
sebuah Fona distribusi dan dibatasi oleh jaringan distribusi
pembagi (distribusi tersier) yang membentuk suatu jaringan
tertutup. Setiap sel utama akan membentuk beberapa Sel Dasar
dengan jumlah sekitar (;'& sel dasar. Sel utama biasanya
dibentuk bila jumlah sambungan rumah (S#) sekitar '&.&&& S#.
6. 2ahan Pipa
Pemilihan bahan pipa bergantung pada pendanaan atau inestasi
yang tersedia. Dal yang terpenting adalah harus dilaksanakannya uji
pipa yang terwakili untuk menguji mutu pipa tersebut. )ata cara
pengambilan contoh uji pipa yang dapat mewakili tersebut harus
memenuhi persyaratan teknis dalam SN" &*;%((%;'..' tentang
Metode Pengambilan 9ontoh 5ji Pipa P?9 5ntuk $ir Minum, atau
standar lain yang berlaku.
7. Diameter Pipa Distribusi
B.1 - 21
5kuran diameter pipa distribusi ditentukan berdasarkan aliran pada
jam puncak dengan sisa tekan minimum di jalur distribusi, pada saat
terjadi kebakaran jaringan pipa mampu mengalirkan air untuk
kebutuhan maksimum harian dan tiga buah hidran kebakaran
masing;masing berkapasitas %(& gpm dengan jarak antara hidran
maksimum 6&& m. Haktor jam puncak terhadap debit rata;rata
tergantung pada jumlah penduduk wilayah terlayani sebagai
pendekatan perencanaan dapat digunakan tabel dibawah ini 4
;akt4r 9a+ Pn*ak ntk Per6#tngan "ar#ngan P#$a D#str#,s#
D#a+eter P#$a D#str#,s#
$nalisis jaringan pipa distribusi antara lain memenuhi ketentuan sebagai
berikut4
'. :ika jaringan pipa tidak lebih dari empat loop, perhitungan dengan
metoda hard#-cross masih diijinkan secara manual. :ika lebih dari
empat loop harus dianalisis dengan bantuan program komputer.
%. Perhitungan kehilangan tekanan dalam pipa dapat dihitung dengan
rumus 'a(en Williams 4
H< / 1=055)108& D)%081 L
/ecepatan aliran dengan rumus4
V / =038%5% >.D =053 I =0&%
Debit aliran dihitung dengan rumus4
. / =0218&3 >.D 2053 I =0&%
Dimana4
B.1 - 22
A B debit air dalam pipa (mC1detik)
9 B koe8isien kekasaran pipa
D B diameter pipa (m)
S B slope1kemiringan hidrolis
$h B kehilangan tekanan (m)
J B panjang pipa (m)
? B kecepatan aliran dalam pipa (m1detik)
$ B luas penampang pipa (mC)
Perlengka$an 9ar#ngan P#$a D#str#,s# 4
a. )atup1valve
/atup ber8ungsi untuk membuka dan menutup aliran air dalam pipa,
dipasang pada4
lokasi ujung pipa tempat aliran air masuk atau aliran air keluar>
setiap percabangan>
pipa outlet pompa>
pipa penguras atau wash out
)ipe katup yang dapat dipakai pada jaringan pipa distribusi adalah
/atup !erbang (*ate Valve) dan /atup kupu;kupu (+utterl# Valve).
b, )atup penguras (Wash -ut/+low -ff)
Dipasang pada tempat;tempat yang relati8 rendah sepanjang jalur
pipa, ujung jalur pipa yang mendatar dan menurun dan titik awal
jembatan
c. /atup 5dara (Air Valve)
Dipasang pada titik tertinggi di sepanjang pipa distribusi, di
jembatan pipa dengan perletakan L panjang bentang pipa dari arah
aliran, pada jalur lurus setiap jarak tertentu.
d. Didran /ebakaran
Dipasang pada jaringan pipa distribusi dengan jarak antar hidran
maksimum tidak boleh lebih dari 6&& m di depan gedung
perkantoran kran komersil
e. 2ak Pelepas )ekan (2P))
B.1 - 23
2ak pelepas tekan (2P)) merupakan salah satu bangunan
penunjang pada jaringan transmisi atau pipa distribusi. 2P)
ber8ungsi untuk menghilangkan tekanan lebih yang terdapat pada
aliran pipa, yang dapat mengakibatkan pipa pecah.
8. :embatan Pipa
a) Merupakan bagian dari pipa transmisi atau pipa distribusi yang
menyeberang sungai1saluran atau sejenis, diatas permukaan
tanah1sungai.
b) Pipa yang digunakan untuk jembatan pipa disarankan
menggunakan pipa baja atau pipa !uctile $ast Iron (D9"P).
c) Sebelum bagian pipa masuk dilengkapi gate valve dan wash out.
d) Dilengkapi dengan air valve yang diletakkan pada jarak '17
bentang dari titik masuk jembatan pipa.
g. Syphon
Merupakan bagian dari pipa transmisi atau pipa distribusi yang
menyeberang di bawah dasar sungai1saluran.
Pipa yang digunakan untuk s#hpon disarankan menggunakan
pipa baja atau pipa !uctile $ast Iron (D9"P).
2agian pipa masuk dan keluar pada s#phon, dibuat miring
terhadap pipa transmisi atau pipa distribusi membentuk sudut 7(
derajat dan diberi blok beton penahan sebagai pondasi.
2agian pipa yang menyeberang1berada di bawah dasar
sungai1saluran harus diberi pelindung.
h, .anhole
a) .anhole diperlukan untuk inspeksi dan perbaikan terhadap
perlengkapan;perlengkapan tertentu pada jaringan distribusi.
b) Ditempatkan pada tempat;tempat pemasangan meter air,
pemasangan katup, dan sebagainya.
i, /hrust +lock
'. 2er8ungsi sebagai pondasi bantalan1dudukan perlengkapan pipa
seperti bend, tee, /atup (valve) yang berdiameter lebih besar dari
7& mm.
B.1 - 24
%. Dipasang pada tempat;tempat dimana perlengkapan pipa
dipasang yaitu pada4
2elokan pipa.
Persimpangan1percabangan pipa.
Sebelum dan sesudah jembatan pipa, syphon.
Perletakan valve1katup.
6. Dibuat dari pasangan batu atau beton bertulang.
1=. Reser?4#r
Jokasi dan tinggi reseroir ditentukan berdasarkan pertimbangan sebagai
berikut4
#eseroir pelayanan di tempat sedekat mungkin dengan pusat daerah
pelayanan, kecuali kalau keadaan tidak memungkinkan. Selain itu harus
dipertimbangkan pemasangan pipa paralel>
)inggi reseroir pada sistem graitasi ditentukan sedemikian rupa sehingga
tekanan minimum sesuai hasil perhitungan hidrolis di jaringan pipa
distribusi. Muka air reseroir rencana diperhitungkan berdasarkan tinggi
muka air minimum>
:ika eleasi muka tanah wilayah pelayanan berariasi, maka wilayah
pelayanan dapat dibagi menjadi beberapa Fona wilayah pelayanan yang
dilayani masing;masing dengan satu reseroir.
11. Reser?4#r Pen3e#+,ang
?olume reseroir pelayanan (service reservoir) ditentukan berdasarkan4
:umlah olume air maksimum yang harus ditampung pada saat
pemakaian air minimum ditambah olume air yang harus disediakan
pada saat pengaliran jam puncak karena adanya 8luktuasi pemakaian
air di wilayah pelayanan dan periode pengisian reseroir.
9adangan air untuk pemadam kebakaran kota sesuai dengan
peraturan yang berlaku untuk daerah setempat Dinas /ebakaran.
/ebutuhan air khusus, yaitu pengurasan reseroir, taman dan peristiwa
khusus.
B.1 - 25
Met4!a Per6#tngan V4l+e E<ekt#< Reser?4#r -
') Secara tabulasi
Dengan cara tabulasi, olume e8ekti8 adalah jumlah selisih terbesar
yang positi8 (m
6
) dan selisih terbesar yang negati8 (m
6
) antara
8luktuasi pemakaian air dan suplai air ke reseroir. Dasil perhitungan
nilai kumulati8 dibuat dalam bentuk tabel.
%) Metoda kura masa
?olume e8ekti8 didapat dari jumlah persentase akumulasi surplus
terbesar pemakaian air ditambah akumulasi de8isit terbesar
pemakaian air terhadap akumulasi pengaliran air ke reseroir (bila
pengaliran air ke reseroir dilakukan selama %7 jam).
6) Secara persentase
?olume e8ekti8 ditentukan sebesar sekian persen dari kebutuhan air
maksimum per hari minimal '(-. Penentuan dengan cara ini
tergantung pada kebiasaan kota yang bersangkutan, karena itu harus
berdasarkan pengalaman.
Ge"ala $klan a#r 7)#%*& +#,,*&- 3ang ++ ter"a!# $a!a s#ste+
!#str#,s#
'. Pada pipa yang dihubungkan dengan pompa.
Pemilihan metoda pencegahan pukulan air (water hammer) harus
berdasarkan ketentuan ariabel yg ada.
%. Pada jalur pipa transmisi distribusi yang memungkinkan terjadi
tekanan negati8 dan tekanan uap air lebih besar akan menyebabkan
terjadi penguapan dan terjadi pemisahan dua kolom Fat cair. 2agian
yang berisi uap ini karena bertekanan rendah akan terisi kembali
sehingga dua kolom Fat cair yang terpisah akan menyatu kembali
secara saling membentur, maka di tempat benturan ini pipa dapat
pecah. Pada jalur pipa yang paling tinggi harus dilengkapi dengan
katup udara (air valve), sehingga udara dari atmos8ir dapat terisap
masuk pipa. Penggunaan katup ini tidak akan menimbulkan masalah
jika udara yang terisap dapat dikeluarkan kembali oleh air di sebelah
hilir katup.
B.1 - 26
12. 'n#t Pela3anan
5nit Pelayanan terdiri dari sambungan rumah, hidran1kran umum, terminal
air, hidran kebakaran dan meter air
1( Sa+,ngan R+a6
Mang dimaksud dengan pipa sambungan rumah adalah pipa dan
perlengkapannya, dimulai dari titik penyadapan sampai dengan meter
air. Hungsi utama dari sambungan rumah adalah4
mengalirkan air dari pipa distribusi ke rumah konsumen>
untuk mengetahui jmlah air yang dialirkan ke konsumen.
Perlengkapan minimal yang harus ada pada sambungan rumah
adalah4
bagian penyadapan pipa>
meter air dan pelindung meter air atau flowrestrictor>
katup pembuka1penutup aliran air>
pipa dan perlengkapannya.
2( H#!ran2Kran '++
Pelayanan /ran 5mum (/5) meliputi pekerjaan perpipaan dan
pemasangan meteran air berikut konstruksi sipil yang diperlukan
sesuai gambar rencana. /5 menggunakan pipa pelayanan dengan
diameter N3G'3 dan meteran air berukuran N3. Panjang pipa
pelayanan sampai meteran air disesuaikan dengan situasi di
lapangan1pelanggan. /onstruksi sipil dalam instalasi sambungan
pelayanan merupakan pekerjaan sipil yang sederhana meliputi
pembuatan bantalan beton, meteran air, penyediaan kotak pengaman
dan batang penyangga meteran air dari plat baja beserta anak
kuncinya, pekerjaan pemasangan, plesteran dan lain;lain sesuai
gambar rencana.
"nstalasi /5 dibuat sesuai gambar rencana dengan ketentuan
sebagai berikut4
lokasi penempatan /5 harus disetujui oleh pemilik tanah
B.1 - 27
saluran pembuangan air bekas harus dibuat sampai mencapai
saluran air kotor1selokan terdekat yang ada
/5 dilengkapi dengan meter air diameter N3
3( H#!ran Ke,akaran
Didran kebakaran adalah suatu hidran atau sambungan keluar yang
disediakan untuk mengambil air dari pipa air minum untuk keperluan
pemadam kebakaran atau pengurasan pipa. 5nit hidran kebakaran
(fire h#drant) pada umumnya dipasang pada setiap interal jarak 6&&
m, atau tergantung kepada kondisi daerah1peruntukan dan kepadatan
bangunannya.
2erdasarkan jenisnya dibagi menjadi %, yaitu4
)abung basah, mempunyai katup operasi diujung air keluar dari
kran kebakaran. Dalam keadaaan tidak terpakai hidran jenis ini
selalu terisi air.
)abung kering, mempunyai katup operasi terpisah dari hidran.
Dengan menutup katup ini maka pada saat tidak dipergunakan
hidran ini tidak berisi air.
Pada umumnya hidran kebakaran terdiri dari empat bagian utama,
yaitu4
2agian yang menghubungkan pipa distribusi dengan hidran
kebakaran
2adan hidran
/epala hidran
/atup hidran
B.1 - 28