Anda di halaman 1dari 26

PROSES PRODUKSI

DETERGEN POWDER DAN SABUN TANGAN CAIR (HAND SOAP)


I. TUJUAN PERCOBAAN
1.1 Detergen Powder
1. Mempelajari dan mempraktekan proses produksi pembuatan
detergen powder.
2. Mampu menghitung kelayakan ekonomi pembuatan detergen HPP,
biaya produksi, operasional, keuntungan,BEP, dan PBP.
3. Mampu meranang proses produksi pembuatan detergen skala semi
komersial.
1. S!"#n T!ng!n $!%r
1. Mempelajari dan mempraktikkan proses produksi sabun tangan air
2. Menghitung kelayakan ekonomi pembuatan sabun tangan air HPP,
biaya produksi, operasional, keuntungan, BEP, dan PBP
3. Meranang proses produksi pembuatan sabun tangan air skala
semi komersial.
II. PRINSIP
1. !aponi"ikasi
Proses reaksi antara trigliseraldehida dengan suatu basa #atrium
hidroksida membentuk garam natrium dari asam lemak $sabun%
2. !ur"aktan
!enyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air yang
mempunyai ujung berbeda yaitu hydrophile $suka air% dan hydrophobe
$suka lemak%.
III. TEORI DASAR
!ur"aktan merupakan senyawa organik yang dalam molekulnya memiliki
sedikitnya satu gugus hidro"ilik dan satu gugus hidro"obik. &pabila ditambahkan
ke suatu airan pada konsentrasi rendah, maka dapat mengubah karakteristik
tegangan permukaan dan antarmuka airan tersebut. &ntarmuka adalah bagian
dimana dua "asa saling bertemu'kontak. Permukaan yaitu antarmuka dimana satu
"asa kontak dengan gas, biasanya udara $(intner, 2))2% .
*ugus hidro"ilik molekul sur"aktan dapat bermuatan positi", negati" maupun
tidak bermuatan. +enis muatan tersebut akan menentukan jenis sur"aktan yang
terbentuk $Hui , Matheson, 1--.% /
a. Bermuatan negati" 001 sur"aktan anionik
b. Bermuatan positi" 001 sur"aktan kationik
. Bermuatan positi" dan negati" 001 sur"aktan am"oterik $ampholyte,
2witterion%
d. 3idak bermuatan 001 sur"aktan nonionik
!abun adalah sur"aktan yang digunakan dengan air untuk menui dan
membersihkan. !abun biasanya berbentuk padatan teretak yang disebut batang
karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun air juga telah telah
meluas, terutama pada sarana0sarana publik. +ika diterapkan pada suatu
permukaan, air bersabun seara e"ekti" mengikat partikel dalam suspensi mudah
dibawa oleh air bersih. 4i negara berkembang, detergen sintetik telah
menggantikan sabun sebagai alat bantu menui. Banyak sabun merupakan
ampuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari
minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali $seperti natrium atau kalium
hidroksida% pada suhu 5)61)) 78 melalui suatu proses yang dikenal dengan
saponi"ikasi. 9emak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun
mentah. !eara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan
dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. !abun dapat dibuat pula dari
minyak tumbuhan, seperti minyak 2aitun $(intner, 2))2%.
:egunaan sabun ialah kemampuannya mengemulsi kotoran berminyak
sehingga dapat dibuang dengan pembilasan. :emampuan ini disebabkan ialah
oleh dua si"at sabun. Pertama, rantai hidrokarbon sebuah molekul sabun larut
dalam 2at non 6 polar, seperti tetesan 6 tetesan minyak. :edua, ujung anion
molekul sabun, yang tertarik pada air, ditolak oleh ujung anion molekul 6 molekul
sabun yang menyembul dari tetesan minyak lain. :arena tolak 6 menilak antara
tetes 6 tetes sabun 6 minyak, maka minyak itu tidak dapat saling bergabung tetapi
tetap tersuspensi $Pararaja, 2))5%.
3ak ada atatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. :onon, tahun
.)) !M masyarakat ;unisia di mulut !ungai <hone sudah membuat sabun dari
lemak kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkannya dalam
berdagang dengan bangsa :elt, yang sudah bisa membuat sendiri sabun dari
bahan serupa. Pliny $23 6 =-% menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai
bahan at rambut dan salep dari lemak dan abu pohon beeh yang dipakai
masyarakat di *aul, Pranis. 3ahun 1)) masyarakat *aul sudah memakai sabun
keras. >a juga menyebut pabrik sabun di Pompei yang berusia 2))) tahun, yang
belum tergali. 4i masa itu sabun lebih sebagai obat. Baru belakangan ia dipakai
sebagai pembersih, seperti kata *alen, ilmuwan ?unani, di abad >>. 3ahun =))0an
di >talia membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. !eabad kemudian munul
bangsa !panyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. !edangkan >nggris
baru memproduksi tahun 12))0an. !eara berbarengan Marseille, *enoa, @enie,
dan !aAona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak 2aitun
setempat serta deposit soda mentah. &khir tahun 1=))0an #iolas 9eblan,
kimiawan Pranis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa.
!abun pun makin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau bagi semua orang. 4i
&merika Btara industry sabun lahir tahun 15))0an. CPengusaha0Cnya
mengumpulkan sisa0sisa lemak yang lalu dimasak dalam pani besi besar.
!elanjutnya, adonan dituang dalam etakan kayu. !etelah mengeras, sabun
dipotong0potong, dan dijual dari rumah ke rumah. Begitupun, baru abad D>D
sabun menjadi barang biasa, bukan lagi barang mewah.
!abun air merupakan prodak yang strategis, karena saat ini masyarakat
modern suka prodak yang praktis dan ekonomis. Bntuk mengawali bikin sabun
air ukup mudah dengan mengetahui si"at dan "ungsi masing0masing bahan
sabun air dan ukup dengan modal awal 1)).))) rupiah bisa menghasilkan lebih
dari 3) liter sabun air kwalitas baik. Bntuk pembelian bahan0bahan kimia yang
tertera dibawah ini dapat di beli toko0toko kimia terdekat.
!abun adalah sur"aktan yang digunakan untuk menui dan membersihkan,
bekerja dengan bantuan air. !edangkan sur"aktan merupakan singkatan dari
sur"ae atiAe agents, bahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu airan
dan di antarmuka "asa $baik air0gas maupun air0air% sehingga mempermudah
penyebaran dan pemerataan. !abun dihasilkan oleh proses saponi"ikasi, yaitu
hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam kondisi basa. Pembuat
kondisi basa yang biasanya digunakan adalah #aEH $natrium'sodium hidroksida%
dan :EH $kalium'potasium hidroksida%. &sam lemak yang berikatan dengan
natrium atau kalium inilah yang kemudian dinamakan sabun. Bahan baku
pembuatan sabun berupa minyak atau lemak, baik hewani maupun nabati. +ika
basa yang digunakan adalah #aEH, maka produk reaksi berupa sabun FkerasF.
!edangkan jika yang digunakan adalah :EH, maka produk reaksi berupa sabun
FlunakF. +angan bingung dengan istilah keras dan lunak. >ni istilah kimiawi, seperti
air sadah dan air lunak. Bukan mengau pada kerasnya sabun jika digunakan
untuk memukul sesuatu. Masalah mulai ruwet ketika kata FsabunF telah digunakan
sebagai FnamaF bagi pembersih $padat'batangan, krim maupun air%. Bahkan airan
pembersih yang tidak memiliki bahan akti" sabun pun kita kenal sebagai sabun.
!abun adalah sur"aktan yang digunakan dengan air untuk menui dan
membersihkan. !abun biasanya berbentuk padatan teretak yang disebut batang
karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun air juga telah telah
meluas, terutama pada sarana0sarana publik. +ika diterapkan pada suatu
permukaan, air bersabun seara e"ekti" mengikat partikel dalam suspensi mudah
dibawa oleh air bersih. 4i negara berkembang, detergen sintetik telah
menggantikan sabun sebagai alat bantu menui. Banyak sabun merupakan
ampuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari
minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali $seperti natrium atau kalium
hidroksida% pada suhu 5)61)) 78 melalui suatu proses yang dikenal dengan
saponi"ikasi. 9emak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun
mentah. !eara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan
dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. !abun dapat dibuat pula dari
minyak tumbuhan, seperti minyak 2aitun .
!abun adalah garam logam alkali $biasanya garam natrium% dari asam0asam
lemak. !abun mengandung terutama garam 81. dan 815, namun dapat juga
mengandung beberapa karboksilat dengan bobot atom lebih rendah :emungkinan
sabun ditemukan oleh orang Mesir kuno beberapa ribu tahun yang lalu.
Pembuatan sabun oleh suku bangsa suku +erman dilaporkan oleh +ulius
8aesar.3eknik pembuatan sabun dilupakan orang dalam jaman kegelapan $4ark
&ges %, namun ditemukan lagi selama <enaissane. Penggunaan sabun mulai
meluas pada abad ke 1.. 4ewasa ini sabun dibuat praktis sama dengan teknik
yang digunakan pada jaman yang lampau.9elehan lemak sapi atau lemak sapi atau
lemak lain dipanaskan dengan lindi $natrium hidroksida% dan karenanya
terhidrolisis menjadi garam natrium dari asam lemak. 4ulu digunakan abu kayu
$yang digunakan basa seperti kalium karbonat sebagai ganti lindi $lye G larutan
alkali %.
Beberapa ontoh sabun dan penggunaannya $3ewari .et al.,1-=.% /
1.Hardso"t .
4ibuat dari minyak murah dan lemak menggunakan natrium hidroksida.
3erdiri dari alkali bebas dan digunakan untuk menui.
2.!o"t soap
4ibuat dari minyak yang berkualitas baik menggunakan kalium
hidroksida.3idak mengandung alkali bebas. 4igunakan untuk sabun toilet,krim
dan sampo.
3.!abun transparan
4ibuat dengan melarutkan sabun toilet dalam alkohol dan mengeAaporasinya.
Mengandung gliserol.
H. !abun kesehatan
Merupakan sabun toilet yang mengandung substansi kesehatan yang penting
lain seperti sabun karbon, sabun raksa, dll.
I. !abun logam yang tak larut
Merupakan sabun logam selain natrium dan kalium, tidak digunakan sebagai
pembersih,tetapi digunakan untuk keperluan yang lain. !eperti sabun kalsium dan
magnesium yang digunakan sebagai pelumas dan pengering J sabun alumunium
dan kromium dalam lem kertasJ sabun seng ,besi, kobal, nikel untuk lapisan anti
air dan kan"as.
S!&on%'%(!)% d!*!+ Ad%&o$ere
&dipoere atau lilin untuk orang mati $pengawet% merupakan asam
lemak yang tidal larut dalam air yang tertinggal sebagai residu material orang
yang telah meninggal. 3erbentuk dari adanya hidrolisis lemak yang sangat lambat
dalam tanah yang basah dan dapat pula terjadi apabila tubuh orang meninggal
tersebut tidak dibalsem. Pertama kali ditemukan oleh seorang Pranis, !ir 3homas
Browne pada tahun 1.I5 $&nonymous, 1---%.
&dipoere menghambat pertumbuhan bakteri, dan melindungi material
tubuh dari dekomposisi. Mulai terbentuk pertama kali sejak sebulan setelah
meninggal, dan terjadi selama se0abad. :arena terjadi melalui hidrolisis, maka
akan lebih mudah terjadi dalam tanah yang basah atau dalam bawah air.
Pembentukan adipoere ini dapat juga dikatakan sebagai proses saponi"ikasi
$&nonymous, 1---%.
!abun diperoleh baik dari lemak maupun minyak. Sodium Tallowate,
merupakan suatu bahan yang umum dipakai dalam pembuatan banyak sabun,
"aktanya adalah diperoleh dari lemak hewan. !abun yang mana dibuat dari
minyak tumbuhan seperti Olive Oil pada umunya adalah dikenal sebagai castile
soap $ &nonymous, 2))3%.
Hidrolisis ester dengan penggunaan katalis asam mengikuti rute
parallel yang berbeda, penyerangan nukleo"ilik dilakukan oleh basa lemah,
daripada oleh ion hidroksida yang merupakan basa kuat. 3etapi terjadi dalam ester
yang terprotonasi lebih mudah dibanding pada ester bebas. *ambar dibawah ini
menerangkan paralelisme ini $!har" and Malerih, 2)))% /
&dapun stuktur asam lemak jenuh dan tak jenuh dapat ditunjukkan pada gambar /
$(intner, 2))2%.
!abun adalah garam logam alkali $biasanya garam natrium% dari asam0
asam lemak. !abun mengandung terutama garam 81. d"an 815, namun dapat
juga mengandung beberapa karboksilat dengan bobot atom lebih rendah
$3ewari .et al.,1-=.%.
:emungkinan sabun ditemukan oleh orang Mesir kuno beberapa ribu
tahun yang lalu. Pembuatan sabun oleh suku bangsa suku +erman dilaporkan oleh
+ulius 8aesar.3eknik pembuatan sabun dilupakan orang dalam jaman kegelapan
$4ark &ges %, namun ditemukan lagi selama <enaissane. Penggunaan sabun
mulai meluas pada abad ke 1. $3ewari et. al.,1-=.%..
4ewasa ini sabun dibuat praktis sama dengan teknik yang digunakan pada
jaman yang lampau.9elehan lemak sapi atau lemak sapi atau lemak lain
dipanaskan dengan lindi $natrium hidroksida% dan karenanya terhidrolisis menjadi
garam natrium dari asam lemak. 4ulu digunakan abu kayu $yang digunakan basa
seperti kalium karbonat % sebagai ganti lindi $lye G larutan alkali % $3ewari .et
al.,1-=.%.
&ngka penyabunan adalah bilangan yang menyatakan berapa miligaram
:EH yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram lemak,dapat dipergunakan
untuk menentukan masa rumus rata0rata dari lemak dan juga untuk mengetahui
adanya basa yang diperlukan dalam pembuatan sabun .&ngka penyabunan
memberikan gambaran dari berat molekul dari lemak atau minyak.&ngka
penyabunan yang keil menggambarkan berat molekul yang besar. angka
penyabunan juga digunakan untuk menghitung jumlah alkali yang dibutuhkan
untuk mengkonAersi jumlah lemak atau minyak dalam sabun dan mendeteksi
penemaran dari lemak atau minyak dengan besar atau keilnya nilai penyabunan
$!treiweiser, et. al., 1-5I%.
!aponi"ikasi merupakan suatu proses hidrolisis ester dalam suasana basa
untuk membentuk suatu akohol dan garam dari asamnya. !aponi"ikasi biasanya
digunakan untuk menggantikan reaksi logam basa dengan suatu lemak atau
minyak untuk membuat sabun.
8H20EE80< 0 8H0EE80< 0 8H20EE80< $lemak% K 3 #aEH $ atau :EH%
dipanaskan L
8H20EH 08H0EH 0 8H20EH $gliserol% K 3 <08E20#a $sabun% <G$8H2%1H8H3
$&nonymous, 1---%.
!abun merupakan garam logam alkali dengan rantai asam monoarboMyli
yang panjang. 9arutan &lkali yang digunakan dalam pembuatan sabun bergantung
pada jenis sabun tersebut. 9arutan alkali yang biasanya digunakan pada sabun
keras adalah natrium hidroksida dan alkali yang biasanya digunakan pada sabun
lunak adalah kalium hidroksida. !abun ber"ungsi untuk mengemulsi kotoran 6
kotoran berupa minyak ataupun 2at pengotor lainnya. !abun dibuat melalui proses
saponi"ikasi lemak minyak dengan larutan alkali membebaskan gliserol. 9emak
minyak yang digunakan dapat berupa lemak hewani, minyak nabati, lilin, ataupun
minyak ikan laut. Pada saat ini, teknologi sabun telah berkembang pesat. !abun
dengan jenis dan bentuk yang berAariasi dapat diperoleh dengan mudah di pasar
mulai dari sabun mandi, sabun ui baik untuk pakaian maupun untuk perkakas
rumah tangga, hingga sabun yang digunakan dalam industri. :andungan 2at 6 2at
yang terdapat pada sabun juga berAariasi sesuai dengan si"at dan jenis sabun. Nat
6 2at tersebut dapat menimbulkan e"ek baik yang menguntungkan maupun yang
merugikan. Eleh karena itu, konsumen perlu memperhatikan kualitas sabun
dengan teliti sebelum membeli dan menggunakannya. Pada pembuatan sabun,
bahan dasar yang biasa digunakan adalah / 812 0 815
+ika / O 812 / iritasi pada kulit 1 82) / kurang larut $digunakan sebagai ampuran%
P sodium laurat / buih yang epat'banyak, rendah daya penuian
P sodium palmitat / detergeny yang baik pada suhu tinggi
P sodium stearat / detergeny yang baik pada suhu tinggi
P sodium oleat / buih yang baik, lembut, larut
P sodium miristat / buih, daya penuian $detergeny% baik
:egunaan !abun adalah sebagai berikut/
1. !abun alkali digunakan sebagai sabun mandi dan untuk menui pakaian.
2. >ndustri tekstil menggunakan sejumlah sabun dalam pembuatan kain katun,
kain wol, dan kain sutera untuk menghilangkan kotoran 6 kotoran dan membuat
tekstur kain tersebut lebih halus.
3. !abun memegang peranan penting dalam proses emulsi 6 polimerisasi yang
digunakan dalam industri karet dan industri plasti.
H. !abun berperan sebagai emulsi antara monomer terdispersi dan "asa larutan
selama polimerisasi dalam produksi !B< $ !tirena0butadinea rubber %.
I. !abun seara luas digunakan dalam industri kosmetik untuk mengemulsi
sejumlah pembersih dan kondisioner. !abun ini terbuat dari minyak nabati, asam
6 asam lemak, lilin, dan minyak mineral. Produk sabun ini berbentuk airan,
pasta, atau gel.
.. !abun natrium dan sabun litium digunakan untuk mengentalkan minyak
mineral.
=.&mmonia dan alkanolamine, seperti mono0 dan triethanolamine,
monoisopropanolamine, dan 20amino020metil010propanol $ &MP % digunakan
untuk menetralisir asam 6 asam lemak untuk membentuk suatu sabun. !abun ini
merupakan 2at pengemulsi yang baik dan banyak digunakan dalam industri sabun,
industri tekstil, at mobil, dan at minyak $Prawira, 2))-%.
I,. A-AT DAN BAHAN
..1 A*!t
1. Beaker glass
2. Pengaduk
3. Pemanas $kompor listrik%
H. <eaktor $pani%
I. !patula
.. 3empat'kemasan produk jadi
=. 3imbangan
.. B!/!n
1. !od. 9&!
2. !oda ash
3. !odium sul"ate
H. !3PP
I. 8M!
.. EB&
=. Par"um
5. Pelembut $ab03) dan glyerine%
-. Pengatur kekentalan $sodium hloride%
1). Pengatur pH $sodium hydroMide%
11. Pengompleks $E43&%
12. Pewangi $per"ume%
13. !ur"aktan $sodium 9auryl !ul"ate% merk dagang 3eMaphone'Emalt
,. PROSEDUR
0.1 Detergen Powder
Bahan dari no. 1 sampai . dimasukkan kedalam wadah lalu diaduk
semua bahan sampai rata. :emudian seara perlahan disemprotkan par"um
kedalam ampuran tersebut. !elanjutnya produk dikemas dan produk siap
untuk dijual.
0. S!"#n T!ng!n
!ebanyak =I gram sodium lauryl sul"at ditimbang kemudian
dilarutkan dalam I))ml air demineral dalam sebuah reaktor $pani
stainless0steel%. 8ampuran dalam reaktor tersebut kemudian dipanaskan
diatas kompor listrik $pemanas%, diaduk hingga ampuran terampur baik.
8ampuran diangkat dan ditambah dengan 8&B03) sebanyak H) gram,
diaduk kembali hingga larut dengan baik. !elanjutnya ampuran ditambah
dengan I) gram glyerine, 1 gram pengawet, dan pewarna hijau
seukupnya disertai pengadukan agar seluruh 2at yang dimbahkan dapat
terlarut dan terampur dengan baik. !ebanyak 1 gram E43& ditimbang
dan di larutkan dalam I)ml air kemudian dituangkan kedalam reaktor
berisi ampuran bahan sebelumnya. !etelah ampuran di aduk rata, pH
ampuran di ek menggunakan indiator uniAersal. :emudian pH diatur
agar larutan sabun tangan air netral $pHG=% dengan penambahan sodium
hydroMide atau asam sitrat. 9angkah terakhir adalah mengatur keketelan
larutan sabun tangan air dengan menambahkan garam dapur $sodium
hloride% seukupnya.
,I. DATA PENGA1ATAN
Perbandingan sampel sabun air dengan produk pasar
U2% S!+&e* S!"#n Prod#( S#n*%g/t
(arna KK KKK
Harum KKKKK KKKK
:ekentalan KK KKK
pH KKK KKK
Busa KKKKK KKK
4aya Penuian KKK KKKK
>ritasi terhadap kulit KKK KKK
,II. PERHITUNGAN EKONO1I
1. B%!3! In4e)t!)%
Modal tetap/
3imbangan <p I)).))),))
<eaktor'drum bekas 2)) lt <p I).))),))
Motor pengaduk <p I)).))),))
!ystem pemanas,ontrol <p 2)).))),))
(adah <p 1)).))),))
Perlengakapan lainnya
<p1)).))),))QQK Tot!*
R& 1..05.555655
1od!* Ker2!7
Persediaan bahan baku,kemasan'2))lt <p .)).))),))
Persediaan bahan jadi $K 2)) liter%
<pI)).))),))QQK
<p.1.1)).))),))
. Tot!* In4e)t!)%
3otal Modal G R& 1..05.555655 8 R& 1.155.555655
9 R& .005.555655
:. B%!3! O&er!)%on!* (1 "#*!n 55*t )
Biaya bahan baku / <p I1-..H),))
Biaya kemasan $2)) D <pI)),))% / <p 1)).))),))
Penyusutan peralatan dispensasi.I th / <p1.))).))),))
Biaya operasional penjualan / <p 3)).))),))QQQK
3E3&9 EPE<&!>E#&9 7 R&1.;1;.<.5655
.. Per/%t#ng!n HPP
Harga Pokok Bahan Baku untuk 1 liter produk/
0 !ur"aktan $sodium 9auryl !ul"ate% =-,H gram
G ),)=-H D <p 1).)))':g G <p =-H,))
0 Pelembut $8ab03)% H,)2 gram
G ),)H)2 D <p 1I.)))':g G <p .)3,))
0 *lyerine I1,H gram
G ),)I1H D <p 5.)))':g G <p H11,2)
0 E43& 1 gram
G ),))1 D <p H).)))':g G <p H),))
0 Par"um 3 gram
G ),))3 D <p 2)).)))':g G <p .)),))
0 *aram $#a8l% =I gram G
),)=I D <p 2)))':g G <p 1I),))QK
B%!3! HPP=*%ter &rod#( 9 R& .0;>65
0. Ke#nt#ng!n
:euntungan'liter G HPP'liter 6 Harga Penjualan'liter
G <p 2.I-5,2) 6 <p 3))),))
G <p H)1,5)
Misal kapasitas produksi'hari adalah 2)) liter
:euntungan'bln G :euntungan'liter D kapasitas produksi'bln
G <p H)1,5 D $2I hari kerja D 2)) liter%
G <p 2.))-.))),))
<. BEP
BEP G <p1.-1-..H),)) / <p 2.I-5,2)
G =35,53 liter
BEP'hari G =35,53 liter / 2I hari
G 2-,II liter'hari R3),)) liter'hr
?.Per/%t#ng!n P!3 B!$( Per%od
PBP G S$3otal >nAestasi%/$$target penjualan'hari0BEP'hari% M keuntungan'liter M
hari kerja'bln%T
G 2.II).))) / $$2))03)% M $H)1,5)M2.%%
G 2.II).))) / 1.==I.-I.
G 1,HH
,III. PE1BAHASAN
!abun adalah sur"aktan yang digunakan dengan air untuk menui dan
membersihkan. !abun biasanya berbentuk padatan teretak yang disebut batang
karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun air juga telah telah
meluas, terutama pada sarana0sarana publik. +ika diterapkan pada suatu
permukaan, air bersabun seara e"ekti" mengikat partikel dalam suspensi mudah
dibawa oleh air bersih.
Pada sabun air yang dibuat dalam perobaan ini merupakan jenis sabun
air yang berbahan utama sur"aktan. !ur"aktan yang digunakan dapat berupa
sodium lauryl sul"at atau ammomnium lauryl sul"at. !ur"aktan merupakan suatu
bahan yang dapat mengemulsi atau suatu 2at emulgator antara air dan lemak.
4alam penggunaannya sebagai sabun ui, sur"aktan mengemulsi kotoran yang
merupakan lemak0lemak yang menempel di kulit dengan air sehingga kotoran
tersebut dapat mudah dilepaskan dari permukaaan kulit. !ur"aktan dapat bekerja
menghilangkan kotoran sebab jika dilihat dari srukturnya molekulnya, sur"aktan
memiliki dua sisi yang berbedapolaritas. !eara umum struktur sur"akatan dapat
ditunjukkan seperti gambar disamping ini. Bagian kepala bersi"at hidro"il $suka
dengan air yang bersi"at polar% yang akan menyatu dengan air yang juga bersi"at
relatiAe polar. !edangkan bagian ekor bersi"at hidro"ob $tidak suka air0 si"atnya
lebih non polar% yang selalu akan berikatan atau mengikat senyawa non0polar
lainnya seperti lemak 6lemak yang merupakan kotoran yang menempel pada kulit.
Pada perobaan ini akan dilakukan proses pembuatan detergen powder dan
sabun tangan air. !abun adalah sur"aktan yang digunakan dengan air untuk
menui dan membersihkan. +ika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun
seara e"ekti" mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Hal
yang unik dari si"at sabun ini adalah bahwa salah satu ujung bersi"at larut dalam
air $hidro"ilik% dan yang satunya bersi"at tidak larut dalam air atau yang disebut
hidropobik. Pada proses penuian sabun, partikel minyak $grase% dikelilingi oleh
molekul sabun. Bagian yang hidropobik melekat pada kotoran minyak $grease%
dan meninggalkan bagian yang hidro"ilik untuk dihilangkan oleh air. Hal ini
menyebabkan kotoran minyak dapat bergerak dalam air, dan kemudian dapat
dibilas dengan air.
Keterangan :
Ujung Hidropobik Ujung Hidrofilik
4alam pembuatan sabun sebenarnya dikenal dua proses, yaitu proses ara
UdinginV dan ara UpanasV. 8ara yang pertama digunakan untuk membuat sabun
skala keil $home made soap%, dengan menghasilkan gliserin sebagai produk
samping, sedangkan ara UpanasV digunakan untuk membuat sabun skala industri
dimana tidak dihasilkan produk samping. 4alam perobaan kali ini, digunakan
ara UdinginV.
Proses pembuatan sabun ini dimulai dengan mempersiapkan bahan yang
akan digunakan sebagai bahan baku sesuai dengan da"tar "ormula atau resep sabun
tangan air yang akan dibuat. Bahan0bahan yang akan digunakan sudah teruji
kualitasnya, tidak kedaluwarsa dan tidak pula aat atau rusak baik "isik maupun
kimia $yang ditandai dengan adanya perubahan bau, warna, bentuk, atau
kekentalan pada bahan tersebut%.
Mengukur bahan yang akan diproses, bisa dilakukan dengan ara
menimbang beratnya atau mengukur Aolumenya, tergantung dengan basis apa
yang digunakan dalam "ormula atau resepnya. :etelitian dan keakuratan
penimbangan merupakan "aktor penting terhadap hasil akhir pembuatan sabun
tangan air.
Pertama0tama !odium 9auryl !ul"at atau yang biasa disebut dengan !9!
dilarutkan dalam aWua demin sebanyak X I)) m9. !9! ber"ungsi sebagai
sur"aktan. !ur"aktan merupakan singkatan dari Surface Active Agents merupakan
bahan yang dapat menurunkan tegangan permukaan suatu airan dan pada bagian
antarmuka "asa $baik air0gas maupun air0air% sehingga mempermudah
penyebaran dan pemerataan.
!etelah itu, larutan dipanaskan hingga larut dan sekali0sekali diaduk
kemudian diangkat. Pemanasan dan pengadukan bertujuan untuk meperepat
kelarutan ampuran. *abungan antara keduanya dapat memperepat terbentuknya
produk yang diinginkan.
!etelah larutan !9! terbentuk, 8ab03) ditambahkan dan diaduk hingga
merata. 8ab03) ber"ungsi sebagai pelembut. Pada prakteknya kita dapat
menambahkan oodiamide yang merupakan bahan pembentuk busa. :emudian
glyserin ditambahkan kemudian disusul dengan Methylparaben dan pewarna
hijau, kemudian seluruhnya diaduk hingga merata. *lyerin ditambahkan sebagai
pelembut. !edangkan Methylparaben bertindak sebagai pengawet. Methylparaben
adalah salah satu dari parabens yang memiliki struktur molekul
8H
3
$8
.
H
H
$EH%8EE%. Methylparaben merupakan methyl ester dari p0
hydroMyben2oi aid. Methylparaben merupakan pengawet untuk makanan dan
kosmetik. Berikut ini adalah struktur dari Methylparaben/
Str#(t#r 1o*e(#* 1et/3*&!r!"en
!etelah itu, E43& ditambahkan ke dalam larutan yang berwarna hijau.
#amun sebelumnya E43& dilarutkan terlebih dahulu dalam air sebanyak I) m9.
E43& ber"ungsi sebagai 2at pengompleks, di mana E43& akan mengomplekskan
ion 8a
2K
dan Mg
2K
. hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kesadahan air.
&dapun struktur E43& sebagai berikut/
Str#(t#r EDTA @ Et/3*ened%!+%ne Tetr!!)et!t
!etelah itu, pH larutan diatur dengan panambahan asam sitrat berkadar
I)Y hingga menapai pH netral atau pH = dengan menggunakan kertas lakmus.
+ika larutan dibiarkan dalam kondisi asam, maka akan berakibat menimbulkan
kegatalan pada kulit.
&sam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun
dan buah tumbuhan genus Citrus $jeruk0jerukan%. !enyawa ini merupakan bahan
pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam
pada makanan dan minuman ringan. 4alam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai
senyawa antara dalam siklus asam sitrat, yang penting dalam metabolisme
makhluk hidup, sehingga ditemukan pada hampir semua makhluk hidup. Nat ini
juga dapat digunakan sebagai 2at pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai
antioksidan.
:easaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil 8EEH yang
dapat melepas proton dalam larutan. +ika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan
adalah ion sitrat. !itrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk
mengendalikan pH larutan. >on sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam
membentuk garam sitrat. !elain itu, sitrat dapat mengikat ion0ion logam dengan
pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air.
Berikut ini adalah struktur dari asam sitrat/
Str#(t#r A)!+ S%tr!t
:emampuan asam sitrat untuk mengkhelat logam menjadikannya berguna
sebagai bahan sabun dan deterjen. 4engan meng0kelat logam pada air sadah, asam
sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan ber"ungsi dengan
baik tanpa penambahan 2at penghilang kesadahan. 4emikian pula, asam sitrat
digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat
penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion0ion logam yang terakumulasi
pada bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.
:ekentalan sabun diatur dengan menambahkan padatan natrium klorida,
#a8l jenuh. #a8l dapat meningkatkan kekentalan dari sabun air karena di dalam
#a8l terkandung ion #a
K
yang dapat mengikat air. 4alam jumlah sedikit #a8l
dapat meningkatkan kelarutan akan tetapi dalam jumlah yang ukup banyak #a8l
dapat mengentalkan, proses ini sering disebut dengan saltingout.
!etelah kekentalan yang diinginkan terapai, dibandingkan hasil
perobaan dengan sabun air yang dijual dipasar, dengan ara di dandingkan
warna, kekentalan dan bau. Bntuk menguji daya ui maka dioba untuk menui
tangan, ternyata hasilnya tangan menjadi kesat yang menandakan tidak ada
minyak yang tertinggal di tangan berarti sabun ini memberikan daya ui yang
baik sabun dikemas dalam botol kemasan dan diberi label produk dan sabun
tangan air siap dipasarkan.
Prosedur selanjutnya adalah pembuatan detergen powder. 4etergen powder
dibagi menjadi dua bagian yaitu detergen powder berongga dan detergen
padat'masi". Perbedaan kedua bentuk tersebut disebabkan oleh proses
produksinya yang berbeda. +enis berongga dihasilkan melalui proses spra!
dr!ing.
4i dalam praktikum ini akan dipelajari proses pembuatan detergen powder
padat' masiA. 4imana detergen ini dapat dianalogikan seperti bola tolak peluru
yang padat. 4etergent bentuk ini diolah melalui penampuran kering 6 kering
bahan pembentuknya. :ekurangan detergent jenis masiA ini adalah Aolumenya
yang terlihat lebih sedikit karena bentuknya yang padat, sedangkan kelebihannya
adalah biaya inAestasinya tidak mahal.
Prosedur pertama yang dilakukan dalam pembuatan detergent powder
adalah dengan menampurkan bahan 6 bahan / I) gram sod. 9&!, 2I) gram soda
ash, sodium sul"at H-I gram, !33P 2)) gram, 8M! I gram, dan 1,I gram EB&
ke dalam miMer. Masing. masing bahan tersebut mempunya keguanaan, sod. 9&!
atau yang lebih dikenal sebagai sodium laury sul"at, berperan sebagai sur"aktan
yang mer6upakan bahan inti dari pembuatan detergent ini. !eperti yang telah
dijelaskan sebelumnya bahwa sur"aktan merupakan 2at yang mempunyai dua sisi
yaitu sisi polar $hidro"il% dan sisi non polar $hidro"ob%.
!oda &sh dan !3PP digunakan sebagai bahan penunjang untuk
meningkatkan daya bersih. 4alam perobaan ini, soda ash yang digunakan tidak
terlalu banyak karena soda ash dapat menyebabkan panas pada kulit.
!odium sul"at digunakan sebagai bahan pengisi atau "iller. Bahan ini
ber"ungsi untuk mengisi semua ampuran, sehingga mempunyai massa agar lebih
banyak. :eberadaannya dalam detergen hanya berperan dari segi ekonomi saja.
Bahan ini berupa bubuk berwarna putih dan mudah larut dalam air.
8M! $carbo"!l meth!l cellulose% ber"ungsi untuk membantu detergent agar
kotoran tidak menempel kembali ke pakaian, sehingga bahan ini disebut sebagai
anti redeposisi. Bahan ini berbentuk serbuk putih yang memilii si"at kental apabila
dilarutkan dalam air. Bahan tambahan lainnya adalah EB& $Eptial Brithening
&gent% yang berperan sebagai pemutih. :edua bahan ini sebenarnya hanya
sebagai bahan tambahan dan keberadaannya tidak harus ada dalam detergent.
Prosedur selanjutnya adalah mengaduk ampuran hingga rata dan kemudian
disemprotkan par"um. &gar menghasilkan wewangian yang menjadi nilai jual.
Proses selanjutnya adalah pembuatan sabun tangan air. Proses pembuatan sabun
air ini tergolong mudah dilakukan, sebab dalam pembutaanya ukup menampur
bahan0bahan yang telah dipersiapkan, disertai sedikit pengadukan dan pemanasan
pada ampuran untuk memperepat proses kelarutan. 3ahapn yang dlakukan
antaralain, sodim lauril sul"at dienerkan dengan menambahkan air demineral
pada sebuah reaktor $pani% kemudian dipanaskan diatas pemanas. *una
pemanasan ini hanya untuk meningkatkan kelarutan sodium lauryl sul"at dalam air
sehingga 2at tersebut dapat dengan epat dan mudah terlarut. Pemanasan 2at
disertai pula dengan pengadukkan, namun disini pengadukan diusahakan
dilakukan perlahan sebab sodium lauryl sul"at merupakan suatu sur"aktan yang
mudah membentuk busa atau gelembung. Busa atau gelembung tersebut
diharapkan sedikit saja terbentuk saat proses pembuatan agar tidak terlalu
mempengaruhi nilai estetik produk $agar produk tetap jernih%. !etelah pemanasan,
hal selanjutnya dilakukan penambahan bahan pelembut. Bahan pelembut yang
digunakan adalah jenis 8&B03) dan glyerin. *una penambahan pelembut adalah
agar produk sabun air yang dibuat $8&B03) dan glyerin% akan menyatu dalam
ampuran memberikan e"ek liin dan lembut pada produk sehingga produk sabun
air yang dibuat nyaman saat digunakan, kemudian komposisi lain yang
diperlukan adalah penambahan bahan pengawet, bahan pengawet yang digunakan
adalah E43& $Ethylene 4iamine 3etra &etate%, E43& merupakan senya
pengompleks yang dapat mengkompleks logam sehingga produk akan terlindungi
dari kerusakan akibat bakteri atau senyawa logam lainnya yang terkandung dalam
air. :erja E43& dengan logam adalah membentuk khelat atau inin kompleks
logam0E43& sehingga logam terikat pada E43& seata stabil, dengan demikian
logam0logam yang terkandung dalam air $bila menggunakan air yang kurang
baik'sadah saat pembuatan sabun air ini% dapat non akti".
3ahapan selanjutnya adalah mengatur pH sabun air yang dibuat, pH sabun
diatur agar berada pada kisaran pH netral atau pHG=. pH atau derajat keasaman
sabuh diusahakan netral agar produk tersebut baik untuk kesehatan, pH yang
terlalu rendah O= atau yang terlalu tinggi 1= dapat mengiritasi kulit ditandai
dengan rasa gatal atau bentuk iritasi lainnya. Bntuk itu produk sabun air yang
dibuta diatur pH0nya agar netral G= dengan penambahan natrium hidroksida
$#aEH% bila produk terlalu asam dan ditambahn asam sitrat bila produk terlalu
asam. :easaman produk diketahui dengan ara menguji airan sabun dengan
menelupkan indiator uniAersal, dengan indikator tersebut keasaman dapat
diketahui dari warna yang ditunjukkannya kemudian warna hasil uji dibandingkan
dengan warna standar yang tertera pada kemasannya. !aat perobaan produk yang
dibuat memilki pHO= $terlalu asam%, maka dilakukan penambahan #aEH hingga
produk menapai pH netralG=.
9angkah terakhir adalah mengatur kekentalan sabun air. 4alam produksi
sabun air hal diperhatikan adalah kualitas produk, kekentalan produk merupakan
salah satu bahan pertimbangan baik tidaknya kualitas sabun air yang dibuat.
:ekentalan sabun air dapat diatur dengan penambahan garam. *aram yang
digunakan berupa garam sodium hidroksida $#a8l% atau garam dapur. *aram
yang ditambahkan akan memberikan kekentalan pada airan, sebab garam
merupakan elektrolit yang dapat meningkatkan Aiskositas airan, dalam teorinya,
penambahan garam sebanding dengan naiknya Aiskositas airan dalam hal ini
sabun air. 4alam perobaan garam yang ditambahkan untuk mengentalkan
produk ditambahkan hingga =I gram untuk produk 1 liter.
Hal lain yang dilakukan adalah pemberian par"um dan 2at pewarna serta
pengemasan pada produk. Produk akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bila
kualitas produk baik, diharapkan par"um dan pewarna dapat memberikan nilai
estetik produk sehingga selain produk memberikan "ungsi sebagai pembersih
tangan juga memberikan kenyamanan saat digunakan dengan adanya tambahan
par"um, warna dan pengemasan yang baik.
IA. KESI1PU-AN
1. Pada perobaan ini dapat dipelajari dan dipraktekan proses produksi
pembuatan detergen powder dan sabun tangan air
2. :elayakan ekonomi pembuatan detergen HPP, biaya produksi, operasional,
keuntungan,BEP, dan PBP dapat dihitung
3. Praktikan mampu meranang proses produksi pembuatan detergen powder
dan sabun tangan air skala semi komersial.
DABTAR PUSTAKA
&nonymous. 1---. Saponification. http/''"reespae.Airgin.net'roger.hewitt'iwias'
saponi"iation.htm.
&nonymous. 2))3. Soap and Saponification. http/''www.wikipedia.org'wiki'
soap'2)).
Hui , Matheson, 1--.. http/''id.sbr0ipb.om'ontent'Aiew'2I'H='
Pararaja, &. 2))5. Sifat Sabun. http/''smk3ae.wordpress.om'2))5')I'25'
sur"aktant0as0sabun0dan0deergent'
Prawira, ?. 2))-. #enis#enis Sabun. http/''yprawira.wordpress.om'reaksi0
saponi"ikasi0pada0proses0pembuatan0sabun'
!har", (. , and Malerih, 8. 2))). $reparation Of Soap. http/''www2. lateh.
edu'Zdmg'preparationQsoap.P4;.
!treitwieser, &., 8. H. Heatok, E. M. :osower. 1--2. %ntroduction to Organic
Chemistr!. ;ourh edition. MaMillan Publishing ompany. 8anada.
3ewari,:.!.,!.# Mehrotra.,#.: @ishnoi.A Te"t &oo' of Organic Chemistr!.#ew
4elhi.@ikas publishing House P@3 934.
(intner, 8. 2))2. H!drol!sis of (sters. http/''in2. umehe.maine.edu'new
naA'#ew#aAigator'labs'estersQhydrolysis.htm3ewari,:.!.,!.#
Mehrotra.,#.: @ishnoi.A Te"t &oo' of Organic Chemistr!. #ew
4elhi.@ikas publishing House P@3 934.
PROSES PRODUKSI
DETERGEN POWDER DAN SABUN TANGAN CAIR (HAND SOAP)
9&PE<&#
4isusun sebagai laporan hasil praktikum kimia industri
4isusun oleh/
:elompok B.
9aboratorium :imia >ndustri +urusan :imia
;akultas Matematika dan >lmu Pengetahuan &lam
BniAersitas Padjadjaran
2)1H